(AF) Secret Part 1

Secret Part 1

secret poster 2

Author : lovelysifany

Genre : Romance, sad

Cast :

Choi Siwon – Hwang Miyoung

Lee Yeonhee

Kim Heechul – Eunhyuk

Lee Donghae – Park Jungsoo

Rating : PG 15

Length : Twoshoot

Disclaimer :

Ide dan jalan cerita ff ini murni BUKAN hasil pemikiran saya sendiri. Cerita ff ini berdasarkan sebuah film berbahasa mandarin yang berjudul sama. Film ini diperankan oleh Jay Chou dan Gwei Lun Mei. Jadi, ff ini bukanlah hasil plagiarisme. Saya hanya mengubah bentuk cerita dari film menjadi sebuah bacaan serta mengganti nama tokoh. Maaf bila terdapat banyak kekurangan dalam penulisan ff ini, karena ini baru pertama kalinya saya bisa menyelesaikan sebuah ff. Selamat membaca🙂

 

 

~ The Secret That Cannot Be Told ~

 

 

“Aku sudah mendengar tentang dirimu sebelumnya…”

 

“Benarkah ?!”

 

“Kau ahli bermain piano, bukan ?”

 

“Benar”

 

Dua orang mahasiswa berjalan bersama mengelilingi lingkungan kampus mereka. Pria tampan yang jago bermain piano, Choi Siwon. Ia baru pindah ke kampus barunya hari ini. Sedangkan mahasiswa cantik yang menemaninya berkeliling bernama Lee Yeonhee.

 

Mereka berjalan-jalan di halaman kampus, beberapa mahasiswa sedang melukis dan para mahasiswa lainnya sibuk dengan urusan masing-masing.

 

Bangunan-bangunan di kampus ini bergaya ala bangunan Eropa kuno, banyaknya taman menambah kesan tentram tempat ini.

 

“Mengapa kau memutuskan pindah ke Universitas kami ? Bukankah Universitas tempatmu juga bagus ?…”

 

“Karena kampus ini begitu indah…” kemudian Siwon tertawa kecil. “Tidak, aku hanya bercanda. Ayahku yang menginginkan aku pindah kesini.”

 

Korea National University of Arts, disinilah tempat kuliah baru bagi Siwon. Universitas ini memang dikenal sebagai penghasil seniman-seniman besar dan berbakat. Ayah Siwon yang juga mengajar di Universitas ternama ini, menginginkan putranya menjadi pianis terbaik di masa depan. Maka dari itu ia menyuruh putranya untuk pindah Universitas.

 

Ada dua orang mahasiswa perempuan dari arah berlawanan melewati mereka.

 

“Hai, Yeonhee…” sapa dua mahasiswi tersebut.

 

“Hai !!” Yeonhee membalas dengan ramah kedua temannya.

 

Siwon memandang kearah Yeonhee “Mereka dari kelasmu ?”

 

“Ya…” Yeonhee tersenyum manis.

 

“Dan kelas piano kalian sangat populer…”

 

“Para mahasiswa dikelas musik kami sangat bekerja keras.”

 

“Kau terlihat begitu juga…” Siwon memuji Yeonhee, dan membuat gadis itu tersipu malu.

 

“Aku baik-baik saja..” Yeonhee mengucap pelan.

 

“Lihat disini…” Yeonhee dan Siwon sampai disebuah bangunan tua.

 

“Bangunan bertingkat ini adalah ruang piano dan aula pertunjukan, para mahasiswa musik selalu datang kesini.” Yeonhee menyambung kembali penjelasannya.

 

Siwon merasa terkagum dengan bangunan tua ini, meskipun sudah tua tapi bangunan ini terlihat sangat kokoh. “Bangunan yang indah…”

 

“Ruang piano ini memiliki sejarah 100 tahun…”

 

“100 tahun ?!..”

 

“Tetapi dihari wisuda nanti bangunan ini akan dihancurkan…”

 

“Mengapa ?”

 

“Untuk membangun ruang piano yang baru.. Tapi, bagi kita yang lulus tahun ini tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menggunakannya. Junior-junior kita sangat beruntung…” Yeonhee tersenyum melihat Siwon yang dengan seksama mendengarkannya berbicara.

 

“Jika kau ada waktu, datanglah kesini untuk berlatih piano..” Sedari tadi pandangan Yeonhee kepada Siwon tak pernah lepas.

 

“Baiklah..” Siwon tersenyum, “Kampus ini benar-benar bagus…” Ucap Siwon sambil melihat-lihat bangunan tua itu.

 

Yeonhee dan Siwon sampai di halaman depan bangunan tua.

 

“Apa kau ingin aku menemanimu melihat-lihat didalam ?..”

 

“Tidak, aku bisa pergi sendiri..” Siwon berjalan ke atas teras, “Tapi jika aku tersesat, aku akan berteriak memanggilmu…” Lagi, Yeonhee tersenyum melihat tingkah Siwon.

 

Siwon membuka pintu dan melangkah masuk kedalam, didalam sangat sepi. Nuansa klasik memenuhi seluruh ruangan, dengan dinding didominasi warna putih dan coklat tua dan lantai yang terbuat dari kayu. Banyak ruang piano yang kosong, Siwon melihat kedalam salah satu ruang piano melalui kaca pintu. Setelah itu ia kembali berjalan menelusuri ruangan lainnya.

 

Kemudian, Siwon melihat ada pintu yang terbuka sedikit dari sebuah ruangan. Ia mendengar suara piano yang dimainkan, Siwon berdiri didekat pintu dan melihat kedalam, tak ada siapapun selain piano tua diruangan dengan sedikit cahaya dan berantakan itu.

 

Siwon berjalan masuk dan ia terkejut ketika melihat ke arah samping kirinya, ada seorang gadis yang berdiri diatas tangga sedang menyelipkan buku di rak. Gadis itu hanya tersenyum melihat Siwon, ia berpikir pasti Siwon mengira dirinya adalah hantu.

 

“Ma-Maaf, apa kau yang baru saja memainkan piano ?…” Siwon tampak takut.

 

“Tidak.” Gadis itu tertawa kecil ketika Siwon tak melihatnya.

 

“Tidak ada orang lain disini…”

 

“Ya..”

 

Siwon melihat ke sekeliling ruangan dan tidak ada siapapun selain gadis itu, Siwon pun yakin bahwa gadis itulah yang tadi memainkan piano.

 

“Lagunya terdengar bagus.”

 

“Iya..” Gadis itu tersenyum saat Siwon meninggalkan ruangan tersebut.

 

* * *

 

Kelas sudah dimulai, Jung Kangsanim sedang memberikan mata kuliahnya. Semua siswa menyimak penjelasan yang disampaikan tak terkecuali Siwon, ia berkonsentrasi saat belajar.

 

“Maaf, aku terlambat…” Perhatian Siwon tercuri oleh suara tersebut.

 

Siwon menoleh kebelakang, ia melihat gadis yang tadi ia temui diruang piano terlambat masuk kelas. Gadis itu berdiri didepan pintu kelas. Dengan wajah menunduk gadis itu menempati tempat duduknya, tepat dibelakang Yeonhee. Siwon terus menoleh kebelakang, melihat gadis itu sedangkan mahasiswa lain tetap fokus dengan pelajaran. Hingga akhirnya …

 

“Apa yang kau lihat ?! Beri perhatian di dalam kelas !!”

 

Jung Kangsanim menegur Siwon, dengan sigap Siwon kembali ke posisi yang benar. Sejenak Jung Kangsanim melihat kearah Yeonhee tempat yang dilihat Siwon, tak lama ia melanjutkan kembali penjelasannya. Yeonhee dan gadis itu sama-sama menertawai Siwon dengan pelan.

 

Meskipun sudah ditegur, tetap saja Siwon tidak fokus dalam pelajaran ia masih suka menoleh sebentar-sebentar dan berpura-pura mendengar penjelasan Kangsanim. Gadis itu juga sama, di bangkunya ia melirik Siwon sambil berpura-pura membaca buku.

 

Kuliah telah selesai, semua siswa berhamburan keluar kelas. Siwon melihat gadis itu jalan lebih dulu, ia berusaha mengikutinya tapi gadis itu menghilang. Siwon mencari ke sekeliling tidak ada juga, gadis itu muncul dibelakang Siwon tanpa diketahui. Gadis itu menepuk bahu Siwon dan menempelkan jari telunjuknya di pipi Siwon saat Siwon hendak memandang ke belakang.

 

“Mengapa kau mengikutiku ?…” Senyuman manis menghiasi wajah gadis cantik itu.

 

“Aku tidak mengikutimu..”

 

“Tidak ? Kalau begitu selamat tinggal…” Gadis itu meninggalkan Siwon.

 

Lalu dengan cepat Siwon menyusulnya.

 

“Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan, apa judul melodi yang kau mainkan tadi ?… Melodi itu benar-benar bagus.”

 

Gadis itu menghentikan langkah kakinya, ia berjinjit mendekati Siwon dan berbisik di telinga Siwon.

 

“Ini adalah rahasia yang tidak bisa dikatakan..” gadis itu berucap dengan suara pelan.

 

“Mengapa dirahasiakan ?…” Siwon sangat penasaran.

 

Gadis itu berjalan menjauhi Siwon sambil menempelkan jari telunjuknya dibibir “Sshhh…” Kemudian gadis itu berlari.

 

“Siapa namamu ?!!..” Siwon bertanya dengan suara nyaring.

 

“Bukankah sudah kuberitahu ?…” Yeonhee yang bersama seorang temannya menoleh ke arah Siwon, ia mengira Siwon menanyakan namanya, padahal Siwon menanyakan nama gadis yang ada didepannya.

 

Gadis itu berjalan duluan meninggalkan Siwon, dan tiba-tiba Jung Kangsanim datang memarahi Siwon lagi. Yeonhee dan temannya yang melihat Siwon dimarahi kemudian bergegas pulang.

 

“Aku dapat mendengarmu dari bermil-mil jauhnya!! Ini adalah kampus, bukan tempat bagimu untuk berteriak!.” Siwon hanya bisa menundukan kepala dan menerima semburan Kangsanim-nya, “Kau juga tidak serius didalam kelas! Aku memperingatimu!.. Berhati-hatilah!!”

 

“Aku mengerti Kangsanim.. Mohon maafkan aku..” Siwon membungkukan badannya, ia pun pergi meninggalkan Jung Kangsanim.

 

Hujan sedang turun para siswa berlarian mencari tempat untuk berteduh, termasuk gadis itu ia berteduh di tembok kampus yang dipenuhi dengan tanaman liar dan pohon.

 

Siwon yang mengendarai sepeda melihat gadis itu berteduh, ia pun menghentikan sepedanya dekat gadis itu dan ikut berteduh.

 

“Ingin menumpang ?” Siwon menggunakan tasnya untuk melindunginya dari air hujan.

 

“Bagaimana kau bisa tau kalau aku searah denganmu ?..”

 

“Haisshhh.. Mengapa hujan turun tiba-tiba ?..” Siwon tak menjawab pertanyaan gadis itu.

 

Siwon melihat hujannya belum reda “Kau tidak membawa payung ?…”

 

“Tidak..”

 

Siwon bersama gadis itu menunggu hujan sampai reda, mereka saling melirik dengan sedikit malu-malu.

 

* * *

 

Hujan sudah reda, Siwon memboncengi gadis itu melewati jalan kecil. Gadis itu duduk di bagian belakang sepeda dengan tangan berpengangan di bahu Siwon.

 

Mereka berdua hanya diam saja, Siwon yang mengayuh sepeda membuka suara “Mengapa kau tidak mengatakan sesuatu ?.. Baik, apapun yang aku tanyakan kau akan bilang itu rahasia..”

 

Tetap saja gadis itu tak mau bicara, akhirnya Siwon lagi yang memulai percakapan.

 

“Baiklah, pemusik mana yang kau suka ?”

 

“Aku suka semuanya.”

 

“Kau suka langit cerah atau langit mendung ?”

 

“Aku suka semuanya..”

 

“Baiklah.” Siwon melihat kebelakang sebentar, “Permainan pianomu cukup bagus..”

 

“Itu luar biasa !” Gadis itu membanggakan diri sendiri.

 

“Itu luar biasa !” Siwon mengejek meniru gaya bicara gadis itu.

 

Gadis itu tertawa kecil.

 

“Lain kali mainkan melodi itu untukku ya ?..”

 

“Tidak mau..”

 

“Lupakan, aku akan mengetahuinya cepat atau lambat.”

 

Mereka mengobrol sepanjang perjalanan menuju rumah gadis itu, saling bergurau dan mengejek satu sama lain.

 

“Rumahku sudah dekat…”

 

“Disini ?” Siwon menghentikan sepedanya di tepi jalan yang jaraknya beberapa meter dari rumah gadis itu.

 

“Iya, aku bisa berjalan masuk sendiri.. Terima kasih..”

 

“Sama-sama.. Aku akan menemanimu berjalan..”

 

“Tidak perlu. Akan aneh jika keluargaku melihat..” Gadis itu melangkah masuk sambil melihat belakang dengan tersenyum.

 

Siwon yang masih diatas sepeda memandangi gadis itu dari belakang, ia tersenyum melihat gadis cantik itu. Siwon teringat akan sesuatu, segera ia turun dari sepeda dan mendorongnya.

 

“Tunggu ! Siapa namamu ?…” Siwon bertanya dari jarak yang agak jauh.

 

“Namaku Hwang Miyoung…”

 

“Aku Choi Siwon…”

 

“Sampai jumpa..” Miyoung membuka pagar rumahnya dan melangkah masuk.

 

“Sampai jumpa..” Siwon masih melihat Miyoung bahkan ketika gadis itu telah memasuki rumah.

 

Setelah Miyoung masuk, Siwon bergegas pulang. Akhirnya Siwon dapat mengetahui nama gadis itu. Hwang Miyoung nama yang sangat indah sama seperti orangnya, pikir Siwon.

 

Siwon mengendarai sepedanya melewati pasar kecil, ia terlihat sangat senang.

 

“Kau tidak memasak makan malam?” Tanya seorang Ahjumma saat Siwon melewati tempatnya berjualan.

 

“Oh iya, bahan makanan..” Siwon kelupaan untuk berbelanja, ia memundurkan sepedanya.

 

“Datanglah..”

 

“Kau yang terbaik Ahjumma !..”

 

“Aku sudah menyiapkan semuanya untukmu..”

 

“Terima kasih”

 

Siwon merogoh kocek celananya, tapi tidak ada uang didalam kocek celananya itu.

 

“Jangan khawatir, kau bisa membayarnya lain waktu..”

 

“Benarkah ? Terima kasih, Ahjumma..”

 

“Kau tampaknya tersenyum terus hari ini..”

 

“Iya, sampai jumpa..”

 

“Berhati-hatilah mengendarai sepeda !…”

 

Siwon sudah lama berlangganan dengan Ahjumma, semenjak ibu Siwon meninggal Siwon lah yang memasak dan mengurus rumah. Jadi, Ahjumma tahu apa yang sering dibelanjakan oleh Siwon.

 

Sesampainya dirumah Siwon langsung memasak, ia sedang mengiris bawang. Siwon sangat mahir dalam menyiapkan masakan. Ia begitu cepat memotong sayuran.

 

Saat sedang menumis sayuran, ayah Siwon pulang dari mengajar.

 

Siwon mendengar bunyi suara pintu yang ditutup “Abeoji sudah pulang. Makan malam sebentar lagi siap!…”

 

* * *

 

“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 2, 2, 3, 4, 5, 6, 7 ubah!..”

 

Para mahasiswa melakukan kegiatan rutin olahraga pagi bersama-sama di halaman utama kampus.

 

Siwon melihat-lihat diantara barisan para siswa, matanya terus menelusuri satu-persatu orang-orang yang ada dibarisan. Sambil menggerakan anggota-anggota tubuhnya ia terus memperhatikan apakah sosok cantik yang ia cari yaitu Miyoung akan muncul.

 

Yeonhee yang berada dibelakang Siwon, memperhatikan gerak-gerik Siwon yang seperti orang kebingungan “Choi Siwon, apa yang kau lihat ?..”

 

“Tidak ada.”

 

“Siapa yang kau cari ?…”

 

Siwon hanya diam tidak menjawab pertanyaan Yeonhee.

 

“Selamat pagi.” Kalimat itulah yang Siwon berikan pada Yeonhee.

 

“Selamat pagi..” Yeonhee membalas sapaan Siwon, senyum lebar menghiasi wajahnya karena Siwon menyapanya.

 

Pada jam pelajaran disaat siswa yang lain sibuk membahas materi pelajaran, Siwon hanya termenung memandang ke jendela kelas, berharap ia dapat melihat Miyoung tapi sia-sia saja, Miyoung tidak masuk kelas.

 

Di sela-sela waktu istirahat Siwon bermain piano di ruang piano tempat ia dan Miyoung pertama kali bertemu, tentunya masih dengan harapan agar dapat menemui Miyoung. Tiba-tiba dua mahasiswa laki-laki masuk kedalam ruangan itu dan meminta Siwon untuk tidak mengatakan bahwa mereka sedang bersembunyi ditempat itu.

 

Dua siswa tersebut bersembunyi didalam lemari kayu yang ada diruangan piano. Kemudian, seorang Kangsanim datang ke ruangan itu mencari kedua siswanya.

 

“Apakah kau melihat dua siswa datang kemari ?…” Tanya Kangsanim tersebut.

 

“Tidak” Jawab Siwon sambik memainkan pianonya.

 

Kemudian Kangsanim itu pergi mencari dua siswa nakal tersebut ke tempat lain, dirasa telah aman dua siswa itu keluar dari persembunyiannya.

 

“Dia sudah pergi.” Ujar salah seorang siswa.

 

“Hei teman! Terima kasih..” Ucap siswa yang berambut panjang mencapai bahu, “Tidak pernah melihatmu sebelumnya.. Kau siswa baru ?”

 

Siwon menghentikan permainan pianonya “Ya, dikelas musik..”

 

“Perkenalkan aku Eunhyuk dan dia adalah Heechul, kami adalah anggota tim sepak bola kampus.” Dengan gaya sok keren keduanya memperkenalkan diri. “Heechul adalah kapten tim karena dia lebih tua.”

 

Heechul mendorong Eunhyuk ketika temannya mengatakan kalau ia dipilih menjadi kapten tim karena lebih tua. Siwon yang melihatnya tertawa kecil.

 

“Tua ?! Aku mendedikasikan hidupku untuk sepak bola.” Heechul mulai berkampanye, memuji dirinya sendiri “Aku memilih jalan panjang yang sulit seperti ini, itu semua karena Universitas ini masih membutuhkan aku. Apa kau mengerti ?!”

 

Eunhyuk berpura-pura sibuk di sana-sini, tidak ingin mendengarkan ocehan Heechul.

 

Melihat itu Heechul merasa kesal “Bisakah kau lebih serius saat aku sedang berbicara ? Ayo keluar, apa kau pikir kau dari kelas musik..”

 

Sebelum pergi Heechul mengatakan sesuatu pada Siwon “Jangan lupa minggu depan untuk menonton pertandingan kami..”

 

“Ya…”

 

Heechul dan Eunhyuk meninggalkan ruang piano sambil mengejek Kangsanim yang mencarinya tadi, sementara Siwon kembali memainkan piano.

 

Siwon berjalan sendirian di lorong kampus, waktu kuliah telah selesai saatnya untuk pulang. Tiba-tiba di belakang Miyoung mengejutkan Siwon dengan menepuk bahu dan menempelkan telunjuknya di pipi Siwon.

 

“Apa aku mengejutkan mu ?”

 

“Ya, aku terkejut” Ucap Siwon datar, “Mengapa kau tidak masuk kelas tadi ?..”

 

“Aku berlatih piano. Kenapa, kau terus memikirkan aku ya ?” Miyoung menggoda Siwon.

 

“Ya… Memikirkan tentang musikmu.”

 

Miyoung merasa sedih dengan jawaban Siwon, “Tapi aku memikirkanmu..” Siwon kaget dengan apa yang dikatakan Miyoung.

 

“Memikirkan musikmu…” Miyoung tersenyum, mendengar candaan itu Siwon ikut tersenyum.

 

Siwon berjalan menghadap ke halaman kampus, ia menyandarkan dirinya pada salah satu pilar dan menatap ke atas langit “Cuaca hari ini bagus..”

 

Miyoung melangkah ke tempat yang sama sambil menatap Siwon, “Cuaca hari ini bagus..” Miyoung meniru ucapan Siwon.

 

Siwon tersenyum memandangi wajah Miyoung, saat gadis cantik itu memejamkan mata merasakan hangatnya sinar matahari. Dibawah pancaran lembut cahaya matahari, Miyoung terlihat menawan. Wajahnya menyiratkan sebuah ketulusan yang menyejukkan hati Siwon.

 

Miyoung membuka matanya, seketika pandangannya tertuju pada seorang Kangsanim yang tengah menghukum dua siswa laki-laki yang sudah pasti adalah Heechul dan Eunhyuk, Kangsanim yang menghukum mereka berdua adalah Choi Kangsanim, ayah Siwon. Miyoung tersenyum dengan kaget melihat Kangsanim itu, ia merasa senang melihat Choi Kangsanim.

 

Siwon mengajak Miyoung untuk beranjak pergi dari tempat itu “Ayo pergi…”

 

Dengan mendorong sepedanya Siwon dan Miyoung berjalan di pinggiran sungai Han, langit telah berubah warna menjadi jingga. Miyoung yang selama ini selalu bersikap misterius, mengundang rasa ingin tau Siwon terhadap dirinya.

 

“Berapa jumlah anggota keluargamu ?..”

 

“Keluargaku ? Hanya aku dan ibuku… Bagaimana dengan kau ?..”

 

“Hanya aku dan ayahku..”

 

“Hanya aku dan ayahku..” Miyoung meniru ucapan Siwon, “Kau suka meniru orang lain.” Ucap Miyoung.

 

“Itu benar..” Siwon membela diri.

 

“Lalu apa pekerjaan ayahmu ?…” Miyoung menoleh pada Siwon.

 

“Kau tidak tahu ?”

 

“Bagaimana bisa aku tau ?”

 

“Eoh! Kalau tidak tahu, lalu lupakan saja..” Siwon mengeluarkan senyumannya.

 

“Mengapa kau merahasiakannya dariku ?”

 

“Jika kau punya rahasia, aku juga bisa..” Ujar Siwon, wajah Miyoung mulai cemberut.

 

“Eeittsss…” Siwon mencolek pipi Miyoung dan kabur dengan sepedanya, Miyoung tersenyum melihat tingkah lucu Siwon, segera ia berlari menyusul Siwon.

 

Siwon dan Miyoung duduk di sebuah bangku yang menghadap ke Sungai Han, mereka sedang menikmati lezatnya es krim.

 

“Heeuummm ini enak sekali, aku belum pernah merasakan es krim seenak ini…” Miyoung sangat menyukai rasa es krim itu.

 

“Benarkah ? Kalau begitu makanlah lebih banyak..”

 

“Ayo kita bersulang..” Miyoung menyodorkan es krimnya.

 

“Memangnya bisa bersulang dengan ini?”

 

“Tentu saja bisa.”

 

Miyoung dan Siwon pun bersulang es krim, mereka menghabiskan waktu bersama ditemani cahaya matahari yang mulai tenggelam.

 

* * *

 

Miyoung melangkah menuju kelas dengan mata tertutup, ketika ia berhenti didepan pintu kelas dan membuka matanya orang pertama yang dilihat bukanlah Siwon, melainkan Yeonhee yang duduk ditempat Siwon. Miyoung tersenyum kecewa dengan hal itu.

 

Datanglah seorang siswa laki-laki berbadan gemuk yang sambil berkejaran memberitahukan sesuatu kepada teman-temannya.

 

“Pertandingan akan segera dimulai !! Ayo cepat ! Atau kalian tidak akan dapat menyaksikannya !!….” Ucap siswa tersebut dengan terburu-buru.

 

Yeonhee dan teman-temannya segera berlari menuju tempat yang dimaksud. Heechul yang sedang bersantai bersama Eunhyuk terkejut dengan suara keras siswa gemuk itu, Heechul merasa kesal dan ia menarik dasi siswa itu.

 

“Hei, Kau mangkuk besar! Keributan yang kau buat boleh juga..”

 

Karena banyak siswa perempuan yang melewati mereka, sikap Heechul berubah baik. Ia melepaskan siswa gemuk itu dan membiarkannya kabur. Miyoung yang merasa penasaran ikut berlari ke tempat pertandingan.

 

“Sangat banyak gadis-gadis cantik.. Ayo pergi !!” Ujar Heechul, ia dan Eunhyuk berlari menyusul siswa lainnya.

 

Diruang musik semua siswa telah berkumpul, seorang siswa laki-laki dengan gaya berbicara yang khas dan berpenampilan agak berlebihan menjadi MC pertandingan tersebut, siswa itu bernama Park Jungsoo. Ia duduk ditengah-tengah diantara dua piano.

 

“Hari ini, siswa baru kita ingin menantang Donghae. Dia berani sekali, berikan tepuk tangan untuknya…” Semua mata tertuju pada Siwon, dan siswa-siswa pun memberikan tepuk tangan padanya.

 

Miyoung masih tidak tahu dengan apa yang dilakukan para siswa.

 

“Apa yang mereka lakukan ?” Miyoung bertanya pada Yeonhee yang berdiri disampingnya.

 

“Mereka akan berduel piano, kau tidak tahu ?” Miyoung dan Yeonhee saling berbalas senyum, kemudian mereka kembali lanjut menyaksikan duel piano tersebut.

 

“Teman-teman! Kalian tau siapa aku?” Jungsoo bertanya dengan bangga.

 

“MC Park Jungsoo !!” Para siswa meneriakan nama Jungsoo.

 

“Bagus sekali. Dan orang yang disebelah kananku adalah Donghae sang idola kampus, apakah kalian tau julukannya ?!”

 

“Pangeran Piano Donghae !!!” Siswa-siswa serempak meneriakan nama Donghae.

 

“Itu benar, karena tidak ada melodi yang tak bisa dia mainkan..” Jungsoo memuji kehebatan Donghae, “Dan tak ada satu pun yang cukup bagus untuk menjadi lawannya.” Jungsoo menambahkan sambil memandang remeh Siwon.

 

Eunhyuk merasa jengkel karena pandangannya terhalang oleh seseorang yang ada didepannya.

 

“Pangeran Piano apanya ?! Hei, kau ! Pindah sana !!” Eunhyuk mengusir siswa laki-laki yang menghalanginya itu.

 

“Baiklah sudah cukup perkenalannya, Pertandingan Piano dimulai dari sekarang…” Seluruh siswa bertepuk tangan dengan semangat.

 

Donghae memulai permainan pianonya, semua orang terpukau dengan keahlian bermainnya itu yang seperti pianis profesional. Tak heran ia dijuluki Pangeran Piano, para siswa perempuan sangat kagum padanya tak terkecuali Miyoung dan Yeonhee.

 

Diakhir permainan piano Donghae, tepuk tangan meriah diberikan padanya.

 

“Anak baru, kau sudah mendengarkannya dengan seksama bukan ? Tidak boleh ada satu pun nada yang meleset..” Jungsoo memperingati Siwon.

 

Permainan piano Siwon dimulai, ia memainkan pianonya dengan sangat baik. Permainannya sama hebat seperti Donghae, Miyoung yang melihat dari kejauhan merasa senang dengan keahlian Siwon.

 

Siwon juga diberikan tepuk tangan meriah ketika ia mengakhiri permainan pianonya.

 

“Pertunjukan yang bagus, benar-benar tidak ada nada yang meleset..” Jungsoo mulai memperhitungkan kemampuan Siwon, “Sepertinya kau harus memberikan sesuatu yang lebih sulit…” Jungsoo mempersilahkan Donghae untuk mulai bermain.

 

Donghae memainkan pianonya dengan tempo yang pelan.

 

“The Chopin Waltz. Tidakkah ini terlalu mudah ?” Jungsoo berkomentar.

 

Kemudian tak lama Donghae menaikkan tempo permainan pianonya dengan sangat cepat.

 

“Ini dia ! Aku tau pasti tak akan semudah ini.” Jungsoo bertepuk tangan, ia juga mengajak audience untuk bertepuk tangan.

 

“Kau juga!” Jungsoo memerintahkan Siwon.

 

Siwon berdiri dari tempat duduknya, tetapi Jungsoo malah menegurnya “Aku bilang tepuk tangan bersama, bukannya berdiri.”

 

Melihat hal itu Yeonhee berkata pada Miyoung, bahwa Siwon adalah pria yang manis. Miyoung yang mendengar Siwon dipuji wanita lain, merasa sedikit cemburu.

 

Semua siswa yang ada diruang piano itu, bertanya-tanya apakah Siwon bisa memainkan piano dengan teknik sesulit itu, paling tidak menyeimbangi Donghae.

 

“Kemungkinan Chopin juga tidak pernah melihat pertunjukan seperti ini, kalian semua sangat beruntung bisa menyaksikannya. Keterampilan improvisasi Donghae, benar-benar menakjubkan..” Jungsoo tidak henti-hentinya memuji Donghae.

 

“Anak baru..” Jungsoo mempersilahkan Siwon.

 

Siwon memainkan piano dengan satu tangan, baru mulai saja temponya sudah sangat cepat. Ketika dipertengahan lagu tempo semakin cepat, bahkan permainan tangan Siwon lebih cepat dari Donghae.

 

Heechul dan Eunhyuk yang melihat aksi Siwon baru saja merasa takjub, mulutnya terbuka tapi tak bisa berkata apa-apa. Mereka memberikan tepuk tangan untuk Siwon dengan sangat semangat. Saking bangganya pada Siwon, Eunhyuk bahkan mengaku-ngaku pada teman wanita disampingnya bahwa Siwon adalah temannya.

 

Jungsoo turun dari tempat duduknya, ia juga terpukau dengan aksi Siwon “Sepertinya pertarungan hari ini berlangsung seru…”

 

Donghae merasa geram karena tersaingi oleh Siwon, sebelum mulai Donghae meregangkan jari-jarinya terlebih dahulu. Ia mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, ia memainkan piano dengan teknik yang hanya bisa dimainkan oleh pianis berbakat. Para siswa semakin takjub, Heechul dan Eunhyuk saling menatap kaget. Mungkin Siwon tak akan bisa menyaingi permainan dari Donghae.

 

Tapi mereka salah, Siwon membalas Donghae dengan permainan satu tangan yang luar biasa. Pertandingan yang sesungguhnya dimulai, Siwon dan Donghae saling adu kemampuan, saling menyambut satu sama lain. Keduanya terlibat dalam pertarungan piano yang sengit. Tak ada yang menunjukkan kesalahan, mereka berdua bermain dengan sempurna.

 

Pertarungan akhirnya selesai, Siwon dan Donghae sama-sama lega karena dapat menyelesaikan kompetisi dengan sangat baik. Para siswa memberikan tepuk tangan yang paling meriah untuk keduanya.

 

Jungsoo menginstruksikan kepada siswa-siswa untuk kembali ke kelas. Sesuai janji, Donghae memberikan sebuah partitur piano yang sulit dicari kepada Siwon karena bisa menyaingi permainan pianonya.

 

Siswa-siswa lain kembali ke kelasnya masing-masing, Yeonhee yang melihat Siwon masih ditempatnya mengajak Siwon untuk kembali kelas.

 

“Yang tadi itu luar biasa, ayo ke kelas !…”

 

“Kau duluan saja..” Siwon masih ingin melihat partitur piano yang ia menangkan.

 

* * *

 

Keesokan harinya, ditaman dekat lapangan sepak bola Siwon sedang menyantap bekal makan siangnya.

 

“Hei !!” Miyoung muncul tiba-tiba dari belakang, ia mendorong tubuh Siwon agak kuat sehingga Siwon kaget karena-nya.

 

“Kau ini aneh.. Tidakkah kau tau apa yang kau lakukan baru saja bisa membuatku terkena serangan jantung ?” Siwon memejamkan mata berpura-pura kesakitan.

 

Miyoung tertawa kecil akan kelakuan Siwon, ia melihat Siwon makan dengan sangat lahap “Kau lapar ?”

 

“Super lapar..” Ucap Siwon sambil mengunyah makanannya, “Sepertinya kau suka mengejutkan orang dari belakang.”

 

“Aku suka bagian belakang dirimu..” Miyoung menatap Siwon yang merasa agak canggung, “Kemarin kau bermain cukup baik..”

 

“Kau datang melihatnya ?”

 

“Tentu saja, aku hanya tidak ingin mengganggu konsentrasimu.” Miyoung tersenyum bangga.

 

“Terserah, meskipun ada banyak gadis-gadis cantik disana tapi aku tetap bermain dengan bagus.” Siwon berujar dengan percaya diri.

 

Seketika wajah Miyoung menjadi cemberut, ia dengan sengaja menyenggol tangan Siwon yang sedang memegang sumpit.

 

“Apa ? Kau marah ? Aku hanya bercanda..” Siwon tersenyum pada Miyoung.

 

Miyoung memandangi Siwon “Mengapa kau melakukan duel piano kemarin ?”

 

Siwon mengambil telur gulung dari tempat makannya “Karena telur gulung ini..”

 

Miyoung tertawa dan menyenggol tangan Siwon sekali lagi.

 

“Baiklah, ini adalah rahasia yang tidak bisa aku katakan..” Siwon masih sibuk dengan makanannya.

 

Miyoung menatap kesal pada Siwon “Kau ini membosankan..”

 

“Hei, Choi Siwon !!” Teriakan Heechul dari jauh menarik perhatian Siwon dan Miyoung.

 

“Tahun ini aku dan Eunhyuk membentuk sebuah band..” Ujar Heechul yang bersama Eunhyuk di lapangan sepak bola, “Karena kau bermain bagus kemarin, maka aku memberikan kau satu tempat didalam grupku. Bagaimana menurutmu ?”

 

Siwon berpikir sebentar dan menatap pada Miyoung “Baiklah!”

 

“Kau sudah memutuskannya, jadi kau harus simpan ucapanmu..”

 

“Apa maksudnya dengan menyimpan ucapanmu ?!” Choi Kangsanim tiba-tiba berada di lapangan sepak bola, Heechul dan Eunhyuk kaget bukan main.

 

Choi Kangsanim berjalan mendekati Heechul dan Eunhyuk dengan tongkat kayu ditangannya. Melihat Siwon bersama Miyoung, Choi Kangsanim juga memanggil putranya itu. Miyoung memutuskan untuk pergi dari tempat itu, daripada ia akan dimarahi juga oleh Choi Kangsanim.

 

“Berdiri dengan benar !!”

 

Heechul, Eunhyuk dan Siwon tidak mendengarkan perintah Choi Kangsanim. Mereka berdiri dengan gaya malas-malasan.

 

“Aku bilang berdiri dengan benar !!” Kali ini Choi Kangsanim berkata dengan meninggikan suaranya, barulah ketiga siswa tersebut menjalankan perintah yang diberikan.

 

“Siapa yang mengatakan kau boleh makan disini ? Apakah tempat ini terlihat seperti tempat orang makan ? Tidak bisakah kau makan di kantin ?” Choi Kangsanim menegur putranya dengan tegas.

 

Kemudian Choi Kangsanim melihat penampilan Heechul dan Eunhyuk yang urak-urakan. Penampilan mereka tidak menggambarkan kalau mereka adalah mahasiswa. Heechul dan Eunhyuk dimarahi habis-habisan, ya begitulah dua siswa nakal tersebut tiada hari tanpa membuat ulah.

 

Choi Kangsanim mendekati Heechul, ia mengatakan sesuatu pada Heechul dengan suara pelan.

 

“Apa kau punya rokok ?”

 

Dengan senyum cerah diwajahnya, Heechul mengeluarkan beberapa batang rokok dari saku jaketnya.

 

Choi Kangsanim menghitung jumlah rokok ditangan Heechul dengan tongkat kayu yang ia bawa.

 

“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Ada delapan batang rokok. Bisa aku minta satu ?”

 

Heechul mengangguk semangat, ia mengeluarkan korek api dari saku jaketnya.

 

“Biarkan aku menyalakan api untukmu Kangsanim..” Ujar Heechul, ia menyikut tangan Siwon dan berkata untuk tidak memberitahukan pada siapapun tentang hal ini.

 

Heechul menyalakan rokoknya, ia dan Choi Kangsanim merokok bersama-sama.

 

“Sudah lama sekali aku tidak merokok..” Choi Kangsanim menikmati rokoknya itu. “Kau.. Mengapa bisa kau mempunyai rokok SEBANYAK INI ?!!”

 

Heechul terbatuk-batuk karena kaget dengan bentakan Choi Kangsanim.

 

“8 rokok, 8 putaran. Cepat kelilingi lapangan ini !!” Heechul dan Eunhyuk langsung menjalankan hukuman yang diberikan.

 

Choi Kangsanim menghampiri Siwon yang masih berdiri diam “Dan kau.. Kau tahu teman seperti apa mereka ? Mereka adalah teman yang merokok!”

 

Siwon diam saja mendengar nasehat dari ayahnya, melihat putranya hanya diam Choi Kangsanim merasa bersalah.

 

“Ya sudah, pergilah..”

 

Setelah Siwon meninggalkan ayahnya, Choi Kangsanim diam-diam menghabiskan sisa rokoknya tadi.

 

Siwon berjalan menuju lorong kampus, tak sengaja ia melihat Miyoung yang bersandar pada sebuah pilar.

 

“Apa kau mau mengejutkan aku lagi ?”

 

Miyoung hanya tersenyum manis pada Siwon, mereka berdua berjalan bersama-sama di lorong kampus.

 

“Mereka temanmu ?”

 

“Ya..”

 

“Tapi, mereka tidak terlihat seperti temanmu..”

 

“Aku juga tidak terlihat seperti temanmu..”

 

Miyoung memberi tatapan sedih pada Siwon.

 

“Maksudku, ini karena kau yang sangat istimewa dan aku yang biasa-biasa saja.”

 

“Bagaimana bisa ? Aku pikir kau sangat istimewa..”

 

Miyoung dan Siwon sama-sama menghentikan langkah mereka, mereka saling berhadapan satu sama lain.

 

Miyoung menatap mata Siwon dengan tatapan yang lembut “Aku berpikir kau mengagumkan sejak saat aku melihatmu untuk pertama kalinya.”

 

Rasa bahagia terpancar dari wajah Siwon saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Miyoung.

 

“Benarkah ? Jika kau menganggap aku sebagai temanmu, kau harus memberitahu aku. Mengapa kau misterius sekali ?…” Tangan Siwon memainkan kerah baju Miyoung.

 

“Kalau kau bisa mengejar aku, maka aku akan mengatakannya padamu..” Miyoung memukul tangan pria itu, kemudian ia berlari meninggalkan Siwon.

 

* * *

 

Diruang piano tua, Siwon memainkan piano dengan satu tangan. Ia duduk berlawanan arah, sehingga tangan kanannya dibelakang memainkan piano dan tangan kiri digunakan untuk menopang wajahnya.

 

Miyoung berdiri didekat piano, ia menikmati alunan indah suara piano yang Siwon mainkan.

 

“Kau suka bermain piano dengan satu tangan…”

 

“Karena dengan cara ini, tanganku yang lainnya bisa memegang tanganmu..”

 

Siwon menyerahkan tangannya pada Miyoung, tapi hanya dibalas dengan sebuah tepukan dari gadis cantik itu.

 

Miyoung duduk dikursi yang sama dengan Siwon, kemudian ia memainkan piano yang ada didepannya. Siwon juga bergabung dengan Miyoung.

 

Mereka berdua berduet memainkan melodi yang sangat indah, Siwon dan Miyoung sama-sama menikmati permainan ini. Keduanya saling memandang, tersenyum bahagia.

 

Permainan piano dengan empat tangan yang sangat mengagumkan telah selesai, tiba-tiba Siwon dan Miyoung mendengar derap langkah kaki menuju tempat mereka berada.

 

Jung Kangsanim masuk dan melihat Siwon duduk dikursi piano sendirian.

 

“Tadi jelas-jelas aku mendengarkan duet permainan piano. Bagaimana bisa kau sendiri disini ?”

 

“Mungkin aku bermain terlalu cepat, jadi Kangsanim berpikir ada dua orang disini..”

 

Miyoung yang bersembunyi didalam lemari kayu tersenyum karena jawaban Siwon, secara tak sengaja ia menyenggol suatu benda didalam lemari itu sehingga mengeluarkan bunyi yang menarik perhatian Jung Kangsanim.

 

Jung Kangsanim pun penasaran dengan bunyi yang timbul dari dalam lemari, ia bergegas menuju lemari dan membukanya. Miyoung kaget saat Jung Kangsanim membuka pintu lemarinya.

 

Jung Kangsanim melihat kedalam lemari tapi ia tak bertindak apa-apa.

 

“Kalian ini para siswa, benar-benar.. Aku akan berpura-pura tidak melihat apapun. Teruslah berlatih! Paham ?” Lalu Jung Kangsanim keluar dari ruangan piano itu.

 

Miyoung keluar dari persembunyian dan duduk kembali pada tempatnya disebelah Siwon, tapi dengan arah yang berbeda.

 

“Kau lihat ? Selama aku bermain piano dengan baik, semuanya tidak akan jadi masalah..” Tandas Siwon.

 

“Atau karena nilai-nilai yang aku dapat selalu bagus, jadi Kangsanim menyukaiku..” Miyoung berucap bangga pada Siwon.

 

“Mana bisa seperti itu..” Siwon menjawab dengan tersenyum.

 

Miyoung memandangi lukisan Chopin dan kekasihnya George Sand yang terpajang di dinding.

 

“Wanita yang paling Chopin cintai…”

 

Siwon yang sedang sibuk dengan pianonya, berbalik arah ikut memandangi lukisan-lukisan itu.

 

“Sepuluh tahun mereka bersama..” Miyoung memandangi kedua tersebut dengan penuh arti.

 

“Pada akhirnya mereka berpisah..”

 

“Bagaimanapun juga, mereka punya waktu sepuluh tahun. Itu waktu yang sangat lama.”

 

Selesai menghabiskan waktu di ruang piano tua, Siwon dan Miyoung pulang berjalan kaki menyusuri jalan kecil yang mereka lewati. Siwon yang mendorong sepedanya memperhatikan wajah Miyoung yang seperti memikirkan sesuatu.

 

“Ada sesuatu yang kau pikirkan ?”

 

“Aku tidak tahu.. Mungkin suatu hari nanti aku akan mengatakannya padamu, dan dengan begitu kau akan memanfaatkan waktu yang kita punya lebih baik..”

 

Siwon tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Miyoung, tapi ia tidak mau ambil pusing dengan hal itu.

 

“Baiklah, ayo pergi..” Siwon menaiki sepedanya.

 

“Kemana ?” Miyoung duduk dibelakang Siwon.

 

“Ke suatu tempat untuk memanfaatkan waktu kebersamaan kita..”

 

Miyoung tersenyum lebar dan Siwon mulai mengayuh sepedanya dengat sangat cepat.

 

“Jangan terlalu cepat! Sebentar lagi kita akan sampai dirumahku..” Miyoung mengeluh.

 

“Benarkah ?” Lalu Siwon memutar kemudi sepedanya dan mengayuh kembali ketempat semula, agar ia dan Miyoung tidak cepat sampai dirumah gadis manis itu.

 

Siwon dan Miyoung melewati daerah Sungai Han, Miyoung melihat betapa indahnya air jenih yang berkilauan terkena cahaya matahari.

 

“Indah sekali…”

 

“Kau ingin turun dan melihatnya ?”

 

“Ya..”

 

Miyoung berlari ke pinggiran Sungai Han dengan tersenyum lebar pada Siwon, angin kencang membuat rambut hitam dan panjang milik Miyoung berterbangan sehingga menutupi sebagian wajahnya.

 

Meskipun tertutupi oleh rambut, Siwon dapat melihat kecantikan wajah Miyoung yang sempurna. Miyoung memancarkan pesonanya saat menyingkirkan helaian-helaian rambut dari wajahnya. Siwon sungguh tak dapat mengelak dari pesona yang Miyoung berikan.

 

Siwon dan ayahnya sedang makan malam bersama. Belakangan ini Siwon sering terlambat menyiapkan makan malam, biasanya makanan sudah siap sebelum ayahnya tiba dirumah.

 

“Kau sibuk hari ini ? Mengapa kau mulai membuat makan malam saat aku baru sampai dirumah ?”

 

“Bukankah rasa makanannya jadi lebih enak jika baru selesai dimasak ?”

 

“Kau punya pacar ?” Choi Kangsanim memandang putranya.

 

Siwon diam menatap wajah ayahnya, ia memikirkan jawaban apa yang harus diberikan pada ayahnya.

 

“Tidak, tadi aku pergi bersama Heechul dan Eunhyuk..” Siwon berbohong pada ayahnya.

 

Choi Kangsanim meletakkan sumpitnya diatas meja dengan agak keras “Heechul dan Eunhyuk. Aku sudah tau, ini pasti karena mereka berdua!”

 

Siwon tidak ingin melawan ayahnya, jadi ia hanya diam mendengarkan nasehat ayahnya sambil menghabiskan makanannya.

 

“Mereka teman yang buruk, jangan berteman dengan orang seperti mereka ! Mereka adalah perokok dan tidak mendengarkan musik. Orang yang buruk!”

 

“Orang yang tidak mendengarkan musik, disebut orang yang buruk ?”

 

“Tentu saja.”

 

“Abeoji membuatnya jadi sulit untukku..”

 

“Sulit ?! Apanya yang sulit ? Kau adalah putraku satu-satunya, aku mengkhawatirkanmu. Kau tahu itu ?”

 

“Mmmmm” Siwon mengangguk kecil.

 

“Beginikah kau berbicara dengan ayahmu ? Mmmm ? Apa itu mmmm ?” Choi Kangsanim ingin memukul kepala Siwon menggunakan sumpit, tapi tak ia lakukan.

 

“Iya, aku tahu…”

 

Choi Kangsanim melanjutkan makan malamnya yang tadi tertunda dan masih menasehati putranya.

 

Setelah dinasehati ayahnya, Siwon sudah tidak berselera untuk makan lagi.

 

“Aku sudah kenyang..” Siwon beranjak dari kursi, dan meninggalkan meja makan.

 

Choi Kangsanim heran dengan sikap Siwon, tidak biasanya ia seperti itu.

 

“Kau sedang diet ?” Choi Kangsanim bergurau.

 

Didapur, Siwon sibuk mencuci mangkuk dan peralatan masak.

 

“Siwon, sudah berapa kali Abeoji katakan untuk menyimpan CD pada tempatnya ?” Choi Kangsanim menunjukan sebuah CD pada Siwon dan menyimpannya kembali di rak penyimpanan kaset.

 

Siwon hanya memandang sekilas pada CD tersebut dengan tetap sibuk pada kegiatannya.

 

“Kau harus lebih memperhatikan semua tindakanmu , jangan terlalu banyak berpikir tentang hal yang konyol ! Hidup sesuai aturan..”

 

“Dan jadilah orang yang normal!” Siwon menyambung kalimat yang diucapkan ayahnya tadi.

 

Siwon sudah sangat hafal dengan nasehat ayahnya yang satu ini, ayahnya sering sekali mengatakan hal seperti ini padanya.

 

Choi Kangsanim memperhatikan putranya yang sedang menyelesaikan pekerjaannya, lalu ia menghampiri Siwon.

 

“Kau tahu, Abeoji sudah mendengarkan musik selama berpuluh-puluh tahun. Anak muda harusnya lebih banyak mendengar musik untuk menghindari pikiran yang konyol.”

 

“Aku tidak berpikiran konyol..”

 

“Sudah berapa lama kau tidak mendengarkan musik ?” Choi Kangsanim melihat putranya.

 

Siwon telah menyelesaikan pekerjaannya, ia berbalik badan dan menatap ayahnya.

 

“Kalau aku tidak mendengarkan musik, aku tidak akan mungkin menaruh CD itu sembarangan.”

 

Lega mendengarkan jawaban putranya, Choi Kangsanim meninggalkan Siwon sendirian. Sedangkan Siwon masih diam berdiri di dalam dapur.

 

* * *

 

Esok harinya, Siwon dan para siswa yang lain mengikuti pelajaran musik. Mereka belajar di ruang musik yang ada di bangunan tua. Didepan kelas terdapat dua siswa, laki-laki dan perempuan memainkan alat musik yang berbeda.

 

Semua siswa yang ada dikelas fokus pada apa yang disampaikan oleh Kim Kangsanim, terkecuali Yeonhee. Gadis itu hanya memandangi Siwon dengan tersenyum tanpa hentinya.

 

“Lee Yeonhee.. Bisakah kau memberikan contoh lain menciptakan musik dengan instrumen yang berbeda ?”

 

“…”

 

Yeonhee tak menjawab, pikirannya masih terfokus pada Siwon. Ia tidak sadar bahwa seisi kelas melihat padanya.

 

“Yeonhee!” Kim Kangsanim memanggil sekali lagi.

 

Yeonhee kaget mendengar suara yang memanggilnya itu, segera ia berdiri dari kursinya.

 

“Iya, Kangsanim..”

 

“Silahkan maju kedepan..”

 

“Huh ?”

 

Yeonhee kebingungan, ia tak tahu harus berbuat apa. Sedari tadi ia tak menyimak pelajaran dengan baik.

 

Siwon melihat raut wajah Yeonhee yang kebingungan dan seisi kelas yang mulai menertawai Yeonhee diam-diam. Segera, ia memberi tahu Yeonhee apa yang diperintahkan oleh Kim Kangsanim.

 

“Yeonhee, kau harus maju kedepan dan memainkan alat musik..” Ujar Siwon.

 

Kim Kangsanim melihat Siwon dan Yeonhee yang saling berbicara.

 

“Kalau begitu, kau saja Choi Siwon yang maju kedepan.”

 

“Aku ?!”

 

“Iya, silahkan maju kedepan !”

 

Siwon melangkah maju dan melaksanakan perintah Kim Kangsanim, ia memainkan alat musik piano.

 

Dari tempat duduknya, Yeonhee tersenyum senang dengan apa yang dilakukan Siwon untuknya.

 

Pelajaran telah berakhir, para siswa bersiap-siap untuk pulang.

 

“Yeonhee, aku pulang dulu..” Ujar Siwon.

 

Yeonhee yang sibuk menyimpan buku-bukunya di loker, segera menghampiri Siwon “Tunggu! Bisakah kau mengantar aku pulang hari ini ?”

 

Siwon menatap Yeonhee dengan kebingungan.

 

“Menggunakan sepedamu, mengantarkan aku pulang..” Yeonhee memperjelas maksud dirinya.

 

Siwon salah tingkah, ia tidak menjawab pertanyaan Yeonhee. Ia ingin pulang bersama Miyoung, tapi bagaimana caranya menolak permintaan Yeonhee.

 

Melihat sikap yang Siwon tunjukan, Yeonhee mengerti apa jawaban dari Siwon.

 

“Jangan khawatir, aku hanya bercanda. Kalau begitu aku pulang dulu..” Yeonhee tersenyum pada Siwon.

 

“Ya.. Berhati-hatilah!”

 

“Bisakah kau memberiku tumpangan untuk pulang kerumah?” Sahut Miyoung saat ia membuka pintu ruang piano tua.

 

“Tentu! Kau benar-benar suka meniru orang lain..” Sindir Siwon sambil bergaya sedang menaiki sepeda.

 

“Kau sangat menyebalkan!” Miyoung mendekati Siwon dan memukul tangan pria itu.

 

“Apa ?… Aku pikir seseorang telah bolos kuliah hari ini…” Siwon berlagak pura-pura tidak tahu.

 

“Siapa bilang ? Tadi aku berlatih di ruang piano.”

 

“Aku ingin menunjukkan suatu tempat padamu…” Siwon kembali bergaya seperti menaiki sepeda.

 

“Kau tidak mengikuti kelas tambahan ?” Miyoung mengingatkan Siwon.

 

“Jika kau tidak mau pergi, aku akan memanggil Yeonhee kembali..”

 

“Kau ini!”

 

“Benar tidak mau ? Aku akan pergi meninggalkanmu.”

 

Saat Siwon bergerak meninggalkan Miyoung, gadis itu mengejar Siwon dengan tawa diwajahnya.

 

Siwon dan Miyoung kabur dari kampus dengan memanjat tembok. Mereka begitu senang dengan apa yang mereka lakukan, meskipun membolos hal ini dianggap sebagai suatu petualangan yang seru.

 

Rupanya tempat yang Siwon ingin tunjukkan pada Miyoung adalah sebuah toko CD lagu-lagu lama.

 

“Ini sudah dua minggu, tapi kau belum mengembalikan CDnya juga. Kau bilang hanya dua hari, jika bosku tau tentang hal ini dia akan marah besar padaku.” Ucap seorang penjaga toko yang berkacamata, ia berbicara dengan customernya melalui telepon.

 

Miyoung tersenyum kecil mendengar percakapan antara penjaga toko itu dengan customernya, kemudian Miyoung melihat-lihat berbagai macam CD yang tersimpan rapi didalam rak.

 

Siwon begitu asyik mendengarkan sebuah lagu menggunakan headphone, sampai-sampai ia tak sadar Miyoung telah memperhatikannya sedari tadi. Setelah tahu ia diperhatikan, Siwon mempersilahkan Miyoung untuk datang mendekatinya.

 

“Ini adalah lagu kesukaanku.” Siwon meletakkan headphone yang ia gunakan dikepala Miyoung.

 

Miyoung mulai mendengarkan lagu tersebut dengan seksama.

 

“Bagaimana ?”

 

Miyoung menggelengkan kepala, pertanda ia belum mendengarkan lagu secara menyeluruh.

 

“Lagunya terdengar bagus kan ?” Siwon kembali bertanya.

 

Miyoung mengangguk pelan dan tersenyum kecil pada pria manis itu, Siwon senang Miyoung menyukai lagu pilihannya. Kemudian Siwon melihat-lihat CD yang lain saat Miyoung masih mendengarkan lagunya.

 

(Lirik lagu yang didengarkan Miyoung)

 

Rhythm Of The Rain, The Cascades

 

Listen to the rhythm of the falling rain

Telling me just what a fool I’ve been

I wish that it would go and let me cry in vain

And let me be alone again

 

The only girl I care about has gone away

Looking for a brand new start

But little does she know

That when she left that day

Along with her she took my heart

 

Rain please tell me now does that seem fair

For her to steal my heart away when she don’t care

I can’t love another when my hearts somewhere far away

 

The only girl I care about has gone away

Looking for a brand new start

But little does she know that when she left that day

Along with her she took my heart

 

Rain won’t you tell her that I love her so

Please ask the sun to set her heart aglow

Rain in her heart and let the love we knew start to grow

 

Listen to the rhythm of the falling rain

Telling me just what a fool I’ve been

I wish that it would go and let me cry in vain

And let me be alone again

 

Oh, listen to the falling rain

Pitter pater, pitter pater

Oh, oh, oh, listen to the falling rain

Pitter pater, pitter pater

 

Miyoung memandangi Siwon penuh arti, kemudian ia melepaskan headphone yang ia kenakan. Saat Siwon sedang sibuk memilih CD, tiba-tiba Miyoung datang dan mencium pipinya.

 

Miyoung segera berlari meninggalkan Siwon, ia keluar dari toko CD itu. Sebelum pergi menyusul Miyoung, Siwon membayar terlebih dahulu tanpa mengambil kembaliannya. Penjaga toko CD pun terheran-heran dengan sikap Siwon.

 

Sesampainya didepan rumah Miyoung, gadis itu mengajak Siwon untuk masuk kedalam. Siwon memarkirkan sepedanya didepan pagar rumah Miyoung.

 

Miyoung dan Siwon menuju atas atap. Saat Siwon hendak menaiki tangga disamping rumah Miyoung ia melihat ada seseorang dibalik jendela. Sekilas melalui penglihatan Siwon, seorang wanita paruh baya diam termenung didalam sebuah kamar.

 

Miyoung yang melihat Siwon segera memanggilnya untuk naik keatas “Itu bukan tempatku, ayo naik!”

 

Sesampainya diatas, Miyoung dan Siwon melihat pemandangan kota Seoul yang indah dihadapan mereka.

 

Ketika Siwon memandang Miyoung, ia terkejut karena Miyoung sesak nafas. Siwon benar-benar khawatir, wajahnya berubah pucat.

 

“Kau tidak apa-apa ?!”

 

Kemudian Miyoung mengeluarkan sebuah inhaler dari dalam tasnya dan menghirupnya segera. Setelah beberapa saat, rasa sesak nafas Miyoung mulai mereda.

 

“Ini asma. Aku akan pulih setelah beristirahat..”

 

“Jangan menakuti aku!”

 

Miyoung tersenyum jahil pada Siwon “Inilah sebabnya aku tidak punya pacar..”

 

Siwon memandang khawatir pada Miyoung.

 

“Aku tidak boleh terlalu bahagia ataupun bersedih..”

 

Miyoung terus saja tersenyum pada Siwon, membuat Siwon salah tingkah.

 

“Kau tidak bercanda kan ? Aku khawatir padamu.”

 

Miyoung tidak menjawab pertanyaan Siwon.

 

“Hei, aku akan mengatakan sebuah rahasia padamu.” Ujar Miyoung.

 

“Ya…” Siwon mengangguk pelan.

 

“Aku…”

 

Sejenak Miyoung memandangi Siwon dengan tatapan yang sangat dalam.

 

“Aku sudah menghitung, ada 108 langkah dari ruang piano menuju ruang kelas.”

 

“Itu sangat tidak penting.” Siwon berjalan menjauh dari Miyoung, ia mengira Miyoung akan mengatakan suatu hal yang penting.

 

“Kalau tidak penting, maka tidak ada topik yang kita bicarakan.” Miyoung kesal pada Siwon.

 

“Baiklah-baiklah.. Hei, aku juga sudah menghitung dari tempatku berdiri menuju tempatmu. Totalnya ada lima langkah..”

 

“Oh, kau tahu juga ?”

 

Siwon merentangkan tangan dan mulai menghitung langkahnya dengan mata terpejam “1, 2, 3, 4, 5…”

 

Pada hitungan kelima, Siwon ingin memeluk Miyoung. Dengan cepat Miyoung merunduk kebawah dan duduk disebuah bangku kayu yang panjang.

 

Siwon memeluk dirinya sendiri, ketika Siwon membuka matanya Miyoung menertawainya dari bawah. Karena malu, Siwon berlagak mengusap-usap lengannya karena kedinginan.

 

Siwon juga duduk dibangku yang sama dengan Miyoung. Lalu, Siwon mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ia menyerahkan sebuah partitur piano pada Miyoung.

 

“Wah, Swan Lake. Ini sangat sulit dicari, sudah lama aku mencarinya..” Miyoung tersenyum senang.

 

Miyoung melihat isi partitur tersebut dan menatap Siwon “Kompetisi waktu itu, apa karena kau ingin mendapatkan ini untukku ?”

 

“Ya..” Siwon tersenyum kecil.

 

Miyoung sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Siwon. Tidak ada yang pernah melakukan hal ini untuk Miyoung selain Siwon.

 

Siwon menatap wajah cantik Miyoung “Sepertinya kau tidak punya banyak teman..”

 

“Tidak ada yang menyukai aku.”

 

Siwon bersikap tidak percaya dengan ucapan Miyoung barusan “Untuk sekarang, apa itu mungkin ?”

 

“Jadi, kau suka padaku ?”

 

Siwon menjadi gugup karena pertanyaan yang diberikan oleh Miyoung.

 

Miyoung tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Siwon “Aku suka padamu..”

 

Sejenak Siwon menatap dalam mata Miyoung, lalu Siwon mendekatkan wajahnya dan mencium tepat dibibir Miyoung.

 

Siwon dan Miyoung berciuman dengan ditemani indahnya warna jingga langit sore, hembusan lembut dari angin menambah suasana romantis diantara keduanya.

 

Setelah melepaskan ciuman pertama mereka, Siwon dan Miyoung menikmati indahnya pemandangan kota Seoul.

 

* * *

 

Band bentukan Heechul dan Eunhyuk mengadakan sebuah pertunjukan kecil di aula bangunan tua. Heechul yang mengisi posisi vokalis, bergaya ala Elvis Presley. Ia tampil dengan sangat percaya diri, menari dan bernyanyi seperti bintang besar. Eunhyuk tidak mau kalah keren, ia berposisi sebagai drummer.Sedangkan Siwon, sudah pasti ia bermain piano.

 

Seluruh siswa datang menyaksikan pertunjukkan tersebut, mereka bersenang-senang dengan menari bersama, tak terkecuali Miyoung. Gadis itu memberi isyarat pada Siwon untuk turun dari panggung dan menari bersamanya.

 

Siwon memanggil salah satu temannya untuk menggantikannya bermain piano. Kemudian ia turun dari panggung, dan menemui Miyoung.

 

Di iringi musik yang upbeat, Siwon dan Miyoung menari bersama dengan sangat enerjik. Mereka bersenang-senang seolah-olah hanya ada mereka berdua yang menari. Mereka tidak peduli dengan siswa-siswa lainnya yang juga ikut menari.

 

Tepat saat musik berhenti, Siwon dan Miyoung menyudahi tarian mereka. Dan seisi aula dipenuhi oleh suara tepuk tangan dan riuh dari para siswa.

 

Seusai pertunjukkan di aula tadi, Siwon dan Miyoung kembali menghabiskan waktu bersama di salah satu ruang piano. Tetapi bukan di ruang piano tua yang biasanya mereka pakai. Ruang piano yang sekarang mereka pakai terdapat dua piano yang berhadapan.

 

Siwon pun memainkan kedua piano tersebut dengan dua tangannya. Satu tangan untuk satu piano. Sedangkan Miyoung menari dengan iringan musik piano dari Siwon.

 

Selesai menari, Miyoung duduk di kursi piano. Posisi duduk Siwon dan Miyoung saling membelakangi, kemudian Miyoung menikmati indahnya alunan musik piano yang Siwon mainkan.

 

“Kau tahu kalau tempat ini akan dirobohkan ?” Tanya Siwon.

 

Raut wajah Miyoung berubah menjadi murung.

 

“Kapan ?” Miyoung bertanya pelan.

 

“Dihari wisuda kita nanti.”

 

Untuk sejenak Miyoung terdiam, lalu ia menarik nafas dan menghembuskannya.

 

“Jadi, apa kau ingin belajar ? Kau mau pelajari lagu yang aku mainkan saat pertama kalinya kau dan aku bertemu ?”

 

Siwon menghentikan permainan pianonya, ia merasa senang bukan kepalang.

 

“Kau benar-benar ingin mengajariku ? Akhirnya kau mau memainkan lagu itu untukku…”

 

Miyoung tersenyum karena tingkah Siwon, lalu Miyoung memainkan lagunya dengan cepat. Siwon mendengarkan lagu itu dengan seksama, jari-jarinya juga ikut bergerak mempelajari nada-nada lagu yang dimainkan.

 

Sementara di ruang piano tua, Yeonhee melakukan latihan piano sendirian. Ia berlatih dengan tekun untuk mempertajam keterampilan pianonya. Siwon dan Miyoung tidak menggunakan ruang piano ini, karena Yeonhee berada di tempat itu.

 

Miyoung mengakhiri permainan pianonya, wajahnya tertunduk sedih tapi Siwon tak dapat melihatnya karena dihalangi oleh rambut Miyoung.

 

“Wow, apakah lagu itu harus dimainkan secepat ini ?” Siwon merasa heran.

 

“Aku memainkannya secepat ini ketika aku kembali.”

 

“Jadi, aku harus mengingatnya.”

 

Miyoung mengangkat wajahnya, lalu ia teringat akan sesuatu.

 

“Siwon, jangan mainkan lagu ini di ruang piano tua itu.”

 

“Mengapa ?”

 

“Karena tidak akan terdengar bagus jika dimainkan di piano tua..”

 

“Aku kira karena kau berpikiran Yeonhee ada diruangan itu, jadi kau tidak ingin aku kesana..” Siwon menggoda Miyoung.

 

Miyoung menyenggol punggung Siwon karena telah berani membuatnya cemburu.

 

“Hei, aku akan menuliskan sebuah lagu untukmu..” Siwon berujar pada Miyoung.

 

“Sekarang ?”

 

“Tidak sekarang, pada saat acara wisuda nanti. Aku akan memainkan lagunya untukmu.”

 

“Janji ?!” Miyoung menunjukkan jari kelingkingnya.

 

“Apa ini masih berlaku ?…” Kemudian Siwon mengaitkan jari kelingkingnya pada Miyoung dan menempelkan ibu jari mereka.

 

Seluruh siswa berada di lapangan sepak bola untuk mendukung tim mereka yang sedang bertanding. Miyoung datang terlambat ketempat pertandingan, sehingga ia duduk dibangku penonton yang paling ujung. Sedangkan Siwon, ia duduk disamping Yeonhee yang jaraknya tidak jauh dengan Miyoung.

 

Miyoung cemburu melihat Siwon yang berada didekat Yeonhee. Melihat wajah Miyoung yang cemberut, membuat Siwon tersenyum senang.

 

Siwon melihat gelang yang dipakai Yeonhee “Hei, gelang yang bagus. Pemberian dari pacarmu ?”

 

Yeonhee tersenyum pada Siwon “Aku tidak punya pacar.”

 

“Oh, tidak punya pacar..”

 

Siwon sengaja menggoda Miyoung, mereka berdua saling memandang. Siwon kembali menggoda Miyoung, dengan memberi isyarat pada Miyoung bahwa Yeonhee tidak punya pacar. Karena sangat cemburu, Miyoung tidak mau melihat kearah Siwon.

 

Pertandingan berlangsung sangat seru, kedua tim sama-sama kuat. Tapi, dengan kegemilangan Heechul dan Eunhyuk tim mereka pun berhasil memenangi pertandingan. Seluruh pendukung bersorak sorai, mereka berdiri dari tempat duduk masing-masing untuk memberikan tepuk tangan.

 

Ditengah-tengah padatnya penonton, Siwon tetap memandangi Miyoung, meskipun gadis itu merajuk padanya. Yeonhee merasa heran dengan Siwon yang terus memandang kearah yang lain, padahal tidak ada apapun ditempat yang Siwon lihat.

 

Seusai pertandingan, Heechul dan Eunhyuk beristirahat di sebuah pohon taman kampus. Heechul dan Eunhyuk berubah menjadi bintang kampus, banyak gadis-gadis yang menginginkan tanda tangan mereka.

 

Heechul yang sedang sibuk dengan barbel kecil ditangannya, terkejut karena seseorang menepuk bahunya dan meletakkan jari telunjuk dipipinya.

 

“Aiihh.. Choi Siwon! Kau bermain seperti perempuan saja.”

 

“Itu benar, Siwon..” Sahut Eunhyuk dari atas pohon.

 

Siwon memberikan tepuk tangannya untuk Heechul dan Eunhyuk “Kalian bermain dengan sangat luar biasa hari ini. Bahkan, para gadis meminta tanda tangan kalian..”

 

“Itu hal yang biasa..” Heechul berujar datar.

 

“Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian..” Siwon duduk disamping Heechul.

 

“Pertanyaan, apa yang ingin kau tanyakan ?”

 

“Kalian belajar tentang olahraga. Apakah kalian tau mengenai asma ?”

 

“Kau ini bodoh atau apa. Itu pertanyaan yang mudah, asma itu salah satu jenis flu..” Heechul menjawab dengan enteng.

 

“Idiot! Salah satu jenis flu ?! Asma itu diakibatkan karena cedera saat berolahraga.” Eunhyuk kembali menyahut dari atas pohon.

 

Heechul dan Eunhyuk pun berdebat satu sama lain, mereka berdua merasa benar dengan pendapat mereka masing-masing. Melihat perdebatan kedua temannya, Siwon pun tau kalau mereka tidak bisa diandalkan.

 

“Aku akan bertanya pada orang lain saja..” Siwon pergi meninggalkan Heechul dan Eunhyuk yang masih berdebat.

 

Sesampainya dirumah, Siwon melihat ayahnya sedang bermain piano dengan memejamkan mata. Siwon diam-diam menuju tempat ayahnya, dan mendengarkan permainan piano ayahnya.

 

Choi Kangsanim terkejut ketika membuka matanya, ia melihat Siwon telah berdiri disampingnya.

 

“Kau sudah pulang ?”

 

“Abeoji bermain cukup baik ketika aku tidak dirumah..” Siwon tersenyum kecil sambil memainkan kunci rumahnya.

 

“Aku hanya belajar..” Ujar Choi Kangsanim.

 

“Dibawah bimbingan siapa ?” Siwon berucap bangga.

 

“Bukan urusanmu.”

 

Siwon kemudian merunduk dan bertanya pada ayahnya “Abeoji, makanan apa yang baik untuk paru-paru ?”

 

“Makanan ?… Hmmm menari! Menari baik untuk paru-paru.” Choi Kangsanim bergurau pada putranya.

 

“Abeoji, aku serius. Makanan apa yang baik untuk paru-paru ?”

 

“Ubi akan membantumu agar bisa buang angin. Menari tidak akan membuatmu buang angin, tetapi…”

 

Siwon meninggalkan ayahnya yang masih berbicara tidak jelas.

 

“Siwon, temani Abeoji berdansa. Dan aku akan mengatakannya padamu. Bagaimana ?”

 

Siwon berdansa bersama ayahnya dengan wajah yang suntuk, ia terpaksa berdansa agar mendapatkan jawaban atas pertanyaan pada ayahnya tadi. Sedangkan Choi Kangsanim ia begitu menikmati tariannya.

 

“Abeoji, apa sudah selesai ?”

 

“Hampir.”

 

Choi Kangsanim masih melanjutkan tariannya, sementara Siwon sudah tidak sabar dan penasaran sekali ingin mengetahui jawabannya. Maka, Siwon berhenti berdansa.

 

“Jadi, apa yang baik untuk paru-paru ?…”

 

“Satu buah apel sehari, maka kau tidak membutuhkan dokter lagi… Dan, aku baru ingat Ahjumma tadi memberikan kita satu keranjang apel. Ada dilemari pendingin.”

 

Siwon mematikan alat pemutar musik yang ada didekatnya “Jadi, buah apel ?”

 

“Ya..”

 

“Abeoji, jangan berbohong.”

 

“Itu benar..”

 

Siwon segera menuju dapur, meninggalkan ayahnya diruang buku.

 

“Hei, kenapa kau mematikannya ? Kau tahu cara menghidupkannya ?…”

 

* * *

 

Pada jam istirahat, Yeonhee bermain piano di salah satu ruang piano. Ia ditemani oleh seorang pekerja bersih-bersih yang sudah bekerja berpuluh-puluh tahun di Universitas itu.

 

“Han Ahjussi, bagaimana permainan pianoku barusan ?”

 

Kondisi fisik Han Ahjussi tidak sempurna, ia sedikit kesulitan untuk berbicara “Sa-sangat bagus. Aku suka dengan musik yang k-kau mainkan.”

 

“Terima kasih. Ini sudah waktunya masuk kelas, lain kali aku akan memainkannya lagi untukmu.”

 

Dikelas Siwon sudah sangat lama menunggu kehadiran Miyoung, ia menunggu sendirian setelah kuliah telah berakhir. Seperti biasa Miyoung selalu bersikap misterius. Padahal, Siwon sudah menyimpan banyak sekali buah apel dibawah meja Miyoung.

 

Beberapa hari kemudian barulah Miyoung hadir kembali, ditaman Siwon membawakan apel-apel tersebut untuk Miyoung.

 

“Wah, banyak sekali buah apel !”

 

“Banyaknya buah apel ini sama dengan jumlah hari kau tidak datang kekampus..”

 

“Untuk apa apel sebanyak ini ?” Wajah Miyoung terlihat pucat seperti sedang sakit.

 

“Aku membawakannya untukmu..”

 

Miyoung tersenyum, karena Siwon sangat perhatian padanya.

 

“Aku terlihat seperti orang gila, setiap hari membawa sekeranjang buah apel. Tapi, kau tidak masuk kelas..”

 

Seketika wajah Miyoung berubah murung “Lalu, kenapa kau tidak memberikannya pada Yeonhee ?”

 

“Yeonhee ? Baiklah, aku akan melakukannya. Aku masih punya banyak buah apel..” Siwon sengaja membuat Miyoung marah.

 

Miyoung menatap tajam kearah Siwon dan ia mencubit lengan tangan Siwon.

 

“Apa yang salah ? Kau tidak senang ?”

 

“Saat aku tidak ada, apa kau mendekati gadis-gadis lainnya ?”

 

Siwon memakan satu buah apel “Ya, ada 15 orang lainnya..”

 

Miyoung segera pergi meninggalkan Siwon yang tangannya dipenuhi oleh buah apel.

 

“Tolong bantu aku bawakan beberapa buah apel ini..”

 

Miyoung tidak peduli dengan Siwon, ia tetap berjalan lurus menuju kelas. Karena tidak bisa membawa buah apel yang begitu banyak, maka Siwon membuang apel-apel tersebut.

 

Ditengah-tengah jam kuliah, Siwon menulis sebuah pesan di selembar kertas kecil. Siwon meminta teman-temannya untuk diberikan kebelakang.

 

“Nanti malam pukul 19.00, diruang piano <3” Itulah isi pesan dari Siwon.

 

Miyoung memandangi Siwon yang menoleh kepadanya.

 

Malam harinya disalah satu ruang piano, Siwon memainkan piano dengan mata tertutup. Seorang gadis masuk dan berdiri didekat Siwon.

 

Siwon meletakkan telunjuknya dibibir, gadis itu pun mengecup bibir Siwon. Setelah menerima kecupan tersebut, Siwon dan gadis itu berciuman dengan sangat lembut.

 

“Miyoung! Miyoung!”

 

Siwon membuka matanya, betapa terkejutnya saat ia melihat gadis yang dihadapannya bukanlah Miyoung melainkan Yeonhee.

 

 

To be continued…

61 thoughts on “(AF) Secret Part 1

  1. Jgn pikir macem” mulu dong nah kan salah cipok wkwkw hm msh trll byk yg blm terungkap dan buat bingung ini jawabannya apa itu jawabannya apa hm dirmtgg kelanjutannya thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s