(AF) I’M NOT THE ONLY ONE Part 1

I’M NOT THE ONLY ONE

PART 1
IM NOT

Author: @IGotTiffany (@Tiffanys_Boo)

Cast: Siwon Choi, Tiffany Hwang

Other cast: Jessica Jung, Liu Wen

Genre: Sad, Marriage Life

Disclaimer: this fanfiction is original story of mine. The cast belongs to themselves. Please dont be plagiator. Ini terinspirasi dari lagu I’m Not The only one milik Sam Smith tapi ceritanya saya kembangkan menjadi lebih panjang dan maaf kalo banyak typo yang bertebaran, So enjoy my weird story

THIS STORY JUST FROM TIFFANY’S SIDE…

Dia memanggilku sayang lagi..

Bukankah itu wajar jika dia kekasih atau bahakan suamiku sendiri, tapi kata “sayang” itu terdengar sangat aneh untukku, ada apa?

Apakah aku sudah benar-benar gila sekarang? Mungkin iya

Dia terlihat sangat berbeda, bukan orang yang menjadi kekasihku dan suamiku lagi, dia seperti orang lain, apa maksudku dengan orang lain?

Apakah ada orang lain? Memikirkannya saja sudah membuatku gila!

Apakah ada orang lain? Memikirkan dia menyentuh orang lain itu saja sudah membuat jantungku seakaan berhenti!

Apakah ada orang lain? Memikirkan dia memanggil sayang pada orang lain itu saja sudah membuatku ingin mati saja!

Apakah ada orang lain? Memikirkan bahwa difikirannya bukan hanya aku  saja tapi ada orang lain itu membuatku ini membunuh orang itu!

Memikirkan bahwa bukan aku satu-satunya untuk dia membuatku ingin……….

***

*SANGJI RITZVILLE CAELUM, GANGNAM-GU JUMAT 26 SEPTEMBER 2015 05.30 AM KST*

Tiffany mengerjapkan matanya menatap plafon kamarnya yang berwarna biru dengan motif awan berwarna putih yang cerah meski sekarang tampak gelap karna tidak ada lampu yang menyalah satupun dalam kamarnya, apakah ini tidak terlalu pagi untuk bangun di hari jumat ini? tidak, ini waktu yang tepat untuk bangun dan bersiap-siap. Bersiap-siap untuk apa sepagi ini? Ya tentu saja mempersiapkan baju suaminya, sarapan suaminya, serta mempersiapkan juga dirinya menghadapi hari ini… hari dimana dia akan selalu tersenyum meski sakit meski harus berpura-pura bahwa dia bahagia…Sementara sang suami masih belum bergeming didekatnya .

Tiffany bergerak dengan perlahan dan menyalahkan lampu kamar yang berada di atas  nakas dekat tempat tidur samping kirinya dan menghembuskan nafas dengan agak sedikit keras dan bergumam kecil

“Bagusnya pagi ini masak apa?. Sandwich terlihat menggiurkan”

Tiffany berjalan menuruni tangga dari kamarnya menuju dapur, menyalahkan lampu dapur dan mulai berkutat dengan kesibukannya, selang beberapa lama dua buah sandwich telah siap diatas meja. Hal berikutnya adalah menyiapkan baju suaminya, Tiffany kembali masuk kedalam kamar yang masih terlihat remang-remang dan menyiapkan baju suaminya serta bajunya sendiri kemudian bersiap-siap untuk mandi, setelah mandi jam sudah menunjukkan pukul 07.00 KST saatnya membangunkan suaminya..

“Siwon, saatnya bangun sayang” Dengan penuh cinta Tiffany menyentuh pipi suaminya dan membangunkannya, sang suami perlahan mengerang kemudian terbangun, Tiffany saat itu masih memakai baju mandi berwarna merah mudah. Setelah suaminya telah terduduk ditempat tidur sambil mengumpulkan nyawanya, terlihat Tiffany telah duduk di kursi rias dekat tempat tidurnya. Sang suami langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.. bukankah dia terlihat dingin pada Tiffany ?

Yah.. tapi dulu dia tidak begitu.. 6 bulan yang lalu dia adalah suami yang hangat perhatian dan penuh cinta, dulu dia suami yang sangat manja. Apakah lamanya pernikahan membuatnya seperti itu ? lantas apakah bersahabat selama 5 tahun, berpacaran selama 2 tahun dan pernikahannya yang sudah berjalan selama 3 tahun dengan total 10 tahun saling mengenal membuatnya seakan jenuh pada Tiffany ?. Tiffany memikirkan itu sambil mengoleskan pelembab di mukanya yang sangat terlihat masih muda di usianya yang sudah 28 tahun, setelah selesai dengan pelembab dan bedaknya, Tiffany menoleh kebelakang dan mengganti bajunya dengan dress berwarna pink soft selutut dan tidak berlengan dengan kerah berbentuk v, tidak berselang lama Siwon keluar dengan hanya memakai handuk di pinggangnya dan memgambil baju yang telah Tiffany siapkan kemudian masuk ke dalam kamar mandi lagi kemudian tiba-tiba handphone Tiffany dan Siwon bergetar secara bersamaan, tapi handphone Siwon kembali bergetar sekali lagi. Tiffany membaca pesan yang masuk ke handphonenya..

“Huh, jadi tidak ada rapat hari ini? Sepagi ini hanya untuk wanita itu?” Tiffany bergumam sendiri menatap handphonenya

Mata Tiffany sekaan berair karna membaca pesan itu, ternyata pesan itu adalah jadwal Siwon hari ini yang dikirimkan oleh sekretaris Siwon. Selang beberapa lama Siwon keluar dari kamar mandi dalam keadaan rapi tapi belum memakai dasinya, dulu 6 bulan  yang lalu Siwon akan dengan manjanya meminta Tiffany untuk memakaikan dasinya tapi bagaimana dengan sekarang?

Siwon terlihat tersenyum membaca pesan di handphonenya, dan Tiffany memperhatikannya lewat pantulan kaca riasnya dalam diam, dia tetap memperhatikan gerak gerik Siwon yang membalas pesan dengan penuh semangat dalam diam.

“Ayo kita sarapan, aku sudah membuat sandwich dan menaruh kopi dalam mesin kopi” Ajak Tiffany pada Siwon

Sesampai dimeja makan mereka memakan makanan masing-masing dalam diam, kemudian Tiffany angkat bicara

“Siwon, aku harus ke butik hari ini. Bisakah mengantarku?”

Siwon terlihat terdiam memikirkan kata-kata yang akan dia ucapkan sembari mengunyah, sementara Tiffany menatap suaminya dengan penuh senyum khas Tiffany.

“Maafkan aku sayang, bukannya aku sudah bilang aku ada rapat pagi ini? Jika aku mengantarmu dulu ke butik aku pasti akan terlambat”

Tiffany mengangkat alisnya dan menyelesaiakan kunyahan terakhirnya dan minum jus jeruk yang terlah dia buat tadi

“Oh, baiklah sayang, tidak apa-apa. Aku bisa menyetir sendiri ke butik. Bukannya Kau ada rapat jam 9? Ini sudah jam 8, ayo bergegaslah”  Tiffany menyelesaikan kata-katanya dan bergerak menuju bak cuci piring meletakkan piringnya dan milik Siwon.

“Baiklah sayang, aku minta maaf. Lain kali pasti ku antar, kalau perlu sampai tempat dudukmu dilantai dua” Siwon bercanda sedikit kemudian mendekat pada Tiffany dan mencium pipi kirinya

“Tidak apa-apa sayang, ah jangan berjanji kalau tidak bisa menepatinya nanti. Sini kuantar kedepan” Tiffany sedikit terkikik menunjukkan eyesmile untuk Siwon yang hanya basa-basi tersenyum sedikit padanya.

Tiffany melambaikan tangan pada Siwon yang mobilnya telah berlalu, tapi kemudian senyum itu berubah menjadi tatapan penuh kesedihan, dan tatapan penuh rasa sakit. Bahkan matanya sudah mengeluarkan air, matanya yang indah mengeluarkan airmata, Tiffany tidak peduli akan tampilannya yang telah cantik. Ia memasuki rumahnya kembali dan seketika terduduk dikarpet berwarna abu-abu didepan tangga rumahnya dan terisak penuh kesedihan, ia bahkan memukul-mukul dadanya seakan tidak bisa menerimah ini. Namun handphone dalam genggamannya bergetar.

“Iya Jessica? Ada apa” Tiffany membuat suaranya seceria mungkin agar tidak ketahuan bahwa saat itu ia sedang menangis.

“………………………”

“Tentu saja aku akan kebutik, mungkin jam 10. Ada sesuatu yang harus aku urus dulu Jess, tunggu aku saja”

“………………………”

“Baiklah, sampai bertemu di butik, Baiklah terima kasih” Tiffany menutup telponnya dan bergegas memperbaiki make upnya dan mencari coat dan tasnya.

*SEMETARA DI SEBUAH APARTMEN MEWAH AREA HANNAM-DONG JUMAT 26 SEPTEMBER 2015 09.30 AM KST*

“Oppa datang sangat pagi jumat ini, apa Oppa sangat merindukan aku? Ah tentu sajakan” Seorang wanita tinggi beraksen korea yang seakan bercampur dengan mandarin menyambut seorang pria tampan di depan unitnya dengan sangat manja bergelajut saling berpelukan satu sama lain.

“Tentu saja aku merindukan kekasihku, kau yang terlalu lama di China makanya sudah beberapa jumat kita tidak pernah bertemu lagi, aku sangat merindukanmu, Sayang” Sang pria mengeluarkan kata-kata cintanya pada wanita itu dan menciumnya sambil berjalan masuk ke dalam unit wanita itu dan menutup pintunya, sementara seorang wanita yang mengenakan coat berwarna coklat dan dress berwarna pink soft terlihat memperhatikan mereka berdua dari kejauhan

***

“Iya nona Jung aku sudah dijalan, bisakah kau berbiacara pada saat aku berada di butik saja, asal kau tau sekarang aku sedang menyetir, kau pasti tidak maukan sesuatu terjadi pada teman kecil mu ini?” Tiffany bercanda dengan Jessica sahabatnya yang akan memesan bajunya untuk peluncuran model kacamata terbarunya minggu pagi nanti, dengan cerewet  terus menelpon dan ingin tau keberadaan Tiffany. Tiffany senang akan hal itu, berarti ada sebuah hiburan yang dapat mengisi lubang di hatinya hari jumat ini. Setelah menutup telpon Jessica, Tiffany kembali konsetrasi menatap jalan dan kembali menyeka air matanya lagi.

*STEPHANIE’S, MYEONGDONG, SEOUL. JUMAT 26 SEPTEMBER 2015 11.00 PM KST*

Setibanya didalam butiknya Tiffany langsung di sambut oleh Jessica dengan pelukan hangat di dalam hatinya Tiffany berkata Bukankah Jessica terlihat sangat bahagia bahkan dia telah bercerai dari Tyler Kwon suaminya setahun yang lalu, itu bagus untuknya. Dan aku akan tetap telihat bahagia didepannya bahkan didepan semua orang

“Ayo kita ke ruanganku, Aku rasa kita perlu memberi beberapa aksen pada gaun mu yang terlihat sangat biasa saja itu” Tiffany mencoba memasang muka seakan jijik pada Jessica sembari mereka berjalan menuju tangga yang akan membawa mereka ke lantai dua di ruangan pribadi Tiffany.

“Jika perlu aku akan menyuruhmu meletakkan pohon sakura diatas gaun ku, dasar kau Tukang Jahit yang jahat” Jessica tidak mau kalah dengan Tiffany, dia mengeluarkan kata-kata pedasnya dan berjalan duluan melewati Tiffany masuk kedalam ruangan Tiffany.

“Hey, Kau janda penjual kacamata, jaga bicaramu. Mau aku robek bajumu yang telah rampung 75 persen di dalam lemari kaca itu? Kau telah diberi banyak kelonggaran dengan hanya memesan baju melalui email dan mengirimkan ukuranmu setelahnya, Klien macam apa kau itu?” Tiffany memasang wajah garangnya sembari menunjuk sebuah gaun indah di balik lemari kaca di dalam ruangannya. Kemudian mereka tertawa bersama.

“Rasanya sudah lama kita tidak seperti ini, aku rindu padamu. Bagaimana kabar Siwon?” Ucap Jessica yang sedang duduk nyaman di atas sofa pink di ruangan Tiffany

“Aku juga rindu padamu Jessi, Siwon? Dia baik-baik saja tadi pagi, tidakkah sebaiknya kita merayakan pertemuan kita hari ini? sekaligus merayakan brand barumu. Makan malam terlihat sangat sempurna untuk itu” Tiffany berbicara sambil merecoki kertas-kertas didepan mejanya dan menghentikan aktivitasanya kemudian menatap Jessica.

“Cool! Ayo kita makan malam bersama” Ucap Jessica semangat

***

*DISEBUAH RESTORSAN MEWAH DI KAWANSAN HANNAM-DONG, YONGSAN-GU, SEOUL. JUMAT 26 SEPTEMBER 2015, 07.30 PM KST*

“Apa kau akan ke Amerika lagi? Kau baru saja pulang dari Negara kelahiranmu, tidakkah kau kasihan padaku? Kita bahkan baru bertemu 1 kali dalam bulan ini, hari jumat ini adalah milikku dan dirimu Liuwen sayang” Siwon menggoda Liuwen sambil memotong steaknya kemudian memasukkannya kedalam mulutnya.

“Oppakan bisa ikut dengan Aku ke Amerika, lagi pula aku hanya tiga hari karna ada fashion show lagi disana. Dan lagi pula untuk apa Aku kasihan padamu disaat kau memiliki istri yang sangat anggun yang menemani tidurmu setiap malam sementara aku hanya tidur dengan guling saja setiap malamnya” Liuwen balas menggoda Siwon dengan merajuk.

“Kau lagi-lagi menggodaku. Tapi apakah tidak apa-apa jika kita memesan meja di tengah umum seperti ini? Ini tidak biasanya. Kenapa kita tidak di meja private seperti biasa?” Kata Siwon heran.

“Kenapa? Kau tidak suka? Bukankah kau bilang aku bebas memilih meja sendiri, atau apakah kau takut ada yang mengenalimu atau istrimu melihatmu bersamaku? Ah! Aku kehilangan selerah makanku Oppa” Liuwen kembali bertingkah manja dengan pura-pura merajuk.

“Haha, Kau ini sangat lucu dan semakin cantik jika marah seperti itu” Siwon mencoba menahan rasa gemasnya pada Liuwen mengingat mereka sedang berada di depan public. Kemudian pembicaraan mereka berlanjut dengan serunya setelah beberapa minggu hanya berhubungan lewat email dan saling mengirimkan pesan satu sama lain.

Sementara direstoran yang sama, Jessica memarkirkan mobilnya kemudian Tiffany turun dari kursi penumpang dekat kursi pengemudi, “Bukankah sebaiknya kita tadi membawa mobil sendiri-sendiri saja” kata Tiffany menunggu Jessica keluar dari mobilnya, “Hey nyonya Choi karna aku yang akan mentraktirmu maka aku yang akan memilih restoran sendiri dan akan mengantarmu sendiri kesini, tenang saja aku juga yang akan mengantarmu pulang” balas Jessica, menekan tombol kunci untuk mobilnya dan berjalan menarik Tiffany masuk kedalam restoran tersebut.

Seakan seperti besi bertemu magnet mata Tiffany langsung tertuju pada seorang pria berlesung pipi yang sedang bercanda dengan teman wanitanya, seperti melihat setan Tiffany gemetaran dan berkeringat, yah dia ketakutan. Ini adalah ketakutan terbesarnya setelah 6 bulan yang lalu dimana hari itu…

Flashback 6 bulan yang lalu, Senin 23 Maret 2015

“Sekretaris Han, apakah kau telah mengikuti kemana suamiku pergi? Dia tampak mencurigakan 3 minggu terakhir ini, bukannya aku tidak mempercayai suamiku lagi tapi entah mengapa dia terlihat aneh dimataku” Suara Tiffany terdengar dengan jelas berbicara melalui handphonenya. Dia berbicara dengan sekretaris suamianya sendiri.

Kemudian lawan bicara Tiffany lewat Handphone menyahut “Maafkan saya nyonya Choi, saya baru akan menghubungi anda, Nyonya Choi saya pantas mati. Maafkan saya nyonya karna tidak bisa menjaga tuan dengan baik, ternyata selama 2 minggu terkahir ini saya mengikuti tuan choi ternyata pada hari jumat tuan akan pulang lebih awal dan terlihat memasuki sebuah unit apartment mewah yang dihuni oleh seorang model asal China nyonya, model itu bernama Liuwen. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya nyonya?” Sekretaris Han menuturkan apa yang dia telah dapatkan pada Tiffany dengan suara agak bergetar.

Tiffany memucat seketika, handphone digengamannya hampir saja terlepas dia bahkan merasa penglihatannya berputar, dengan menarik nafas dalam-dalam Tiffany mecoba berbicara dengan benar “Tetap ikuti suamiku, mungkin saja dia hanya ini bersenang-senang dengannya oh iya kirimkan aku alamat perempuan itu. Dan satu lagi Sekretaris Han, bisakah ini hanya menjadi rahasia kita berdua? Bahkan Ayah mertuaku tidak boleh mengetahuinya, hanya kau dan aku yang tau tentang ini. Baiklah terima kasih banyak, Han Ahjussi”.

Tiffany bejalan sempoyongan dari ruang tamu menuju dapur untuk mencari air dingin, kemudian teringat akan sesuatu, dia mendekat pada setelan jas lengkap yang dikenakan suaminya pada hari jumat terlihat tergantung dengan rapi di ruang cuci, dengan muka tanpa ekspresi ia mengambil baju tersebut dan membawanya ke halaman belakang rumah, ia menempatkannya dalam tempat sampah mengambil bensin digudang dan korek api kemudian membakarnya.

“Kau pria jahat! Tega sekali memperlakukanku seperti ini. Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?! Apakah aku masih belum cukup untukmu? Apakah aku tidak cukup untukmu?!!” Tiffany terlihat histeris berbicara bahkan berteriak sendiri didepan baju Siwon yang ia bakar, Tiffany jatuh berlutut diatas rumput menangis meraung sambil memegang dadanya. Tersadar telah lama menangis Tiffany meninggalkan halaman belakang menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.

Tidak berselang lama…

“Aku pulang” Siwon menyahut.

Tiffany berjalan dengan anggun menuruni anak tangga dan menyambut suaminya dengan senyum yang khas dan pelukan hangat, “Selamat datang Sayang, aku telah menyiapkan makan malam, ayo bersihkan badan mu dan kita makan bersama”. Ucap Tiffany dalam dekapan Siwon, namun Tiffany berkata dalam hati, anggap saja aku wanita bodoh yang seakan tidak tau kebusukan mu Siwon. Untuk sekarang mari kita berpura-pura bahagia saja, yah berpura-pura saja sudah cukup karna aku masih membutuhkanmu. Wanita bodoh ini masih mencintaimu

Flashback end.

“Jessi, kita pindah restoran saja, aku tidak suka tempat ini” Ucap Tiffany berbohong

“Hey Nyonya Choi yang terhormat aku tau kau menyukai tempat ini, ayo kita cari kursi” kata Jessica menatap sekitar namun tiba-tiba…

TBC

66 thoughts on “(AF) I’M NOT THE ONLY ONE Part 1

  1. ini nyesek bgt ceritanya😦 poor tiffany… siwon jahaaaaaaatttt, gampang ke goda ama cewe lain -_- padahal tiffany lebih cantik, baik, tetep cinta lagi walaupun udh diselingkuhin, kurang apa coba……

    next thorrrrr

  2. Ini lagu udah nyesek, kenapa malah dibikin fanfic???? Lagu favorit, bias favorit jd satu, cuma pengen 1 hal sih, pleaseeeee jngan sad ending!! Gk tega rasanya, cz udh prnah ngrasain #curcol jangan lama2 nextnya, penasaraannn…..😀 you say I’m crazy :v #nyanyi

  3. Yampuunn si liuwen nyebelin bgt sma siwon juga iss kasihn kan fany😢 knp cba smpk slingkuh gtu nggk cukup ya fany aja udh cantik kyak gtu juga sebeelll bgt, smga siwon nggk nerusin perselingkuhannya ya klo perlu buat siwon cemburu ada cast cwok stu lagi biar siwon kapok 😠 tpi ending nya ttp sifany ya😍😊

  4. Makin gasuka sama liuwen argh semenjak liuwen dekat sm siwon aku udh gasuka bgt sama dia ah ngeselin lah siwon ama liuwen udh peluk”an mesra”an lah fany foto doang tp itu udh cukup sih:”) teruskan ffny thor

  5. author ssi sukses bkin aku pengen manggang liuwen dineraka jahanam trus aku mutilasi. siwon? enaknya diapain ya? siwon oppa aku kurung digudang dgn lagu lingsirwengi24 jam hahaha *evill laugh* gila ah masa fany unnie dikhiantin??? sama liuwen simuka aneh jelek dan pemakan galah jemuran???? big no no no.
    so far its good story thor, tapi berhubung insting sifany aku lg buas. ya maafkan kalo aku bash liuwen si kampay baka.
    keep writing ya author ssi^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s