(AF) Heartbreak Part 5

HEARTBREAK PART 5

hb-1

Main Cast

Tiffany Hwang [Girl’s Generation]  || Choi Siwon [Super Junior]

Genre

Romance

Length

Chapter

 Rating

 PG 18+

Category

Fanfic

PERINGATAN!!
BAGI KALIAN YANG TIDAK SUKA ATAU BAHKAN ADA SEDIKIT KEENGGANAN MEMBACA CERITA SAYA KARENA MENGANDUNG KATA-KATA KOTOR, KASAR DAN FULGAR, BENAR-BENAR TIDAK MASALAH UNTUK TIDAK MEMBACANYA. KALIAN BEBAS UNTUK ITU, LEAVE IT. DON’T JUDGE..

 

Oke!! Happy reading…

 

 

Malam telah larut saat aku tiba di LA. Namun, Siwon sudah menyiapkan mobil untuk menjemputku dibandara. Aku yakin saat aku tiba di hotel dia pasti sudah tidur. Resepsionis memberikan aku kunci kamar dimana tempat Siwon menginap.

Sambil menarik koper besar dibelakangku, aku menuju lift. Sepertinya aku sudah berkemas secara berlebihan, namun apa yang harus seorang gadis bawa untuk berlibur satu minggu yang mana dia sendiri tidak tahu kemana tempat yang akan dituju bersama pacar super kaya nya. Sialan, aku memiliki pacar yang sangat kaya? Pemikiran itu membuat aku bergidik geli.

Kugunakan kunciku untuk masuk ke kamarnya dan hampir saja mataku lepas dari tempatnya. Ini tidak bisa dibilang sebuah kamar, besar nya melebihi caffe milik Appa. Dekorasi nya modern dan jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota. Semua lampu mati, hanya lampu disisi tempat tidur dan aku melihat Siwon sudah tertidur nyenyak. Kasihan, pasti dia sangat kelelahan.

Kutinggalkan koper didekat kamar mandi, kulepaskan jaket, sepatuku dan naik perlahan kesisi tempat tidur. Siwon tidur mendengkur dengan mulut yang sedikit terbuka tapi dia tetap terlihat tampan. Tanganku begitu gatal untuk tidak menyentuhnya, jadi aku menyentuhkan jariku disisi wajahnya, tidak bermaksud membangunkannya tapi dia terbangun.

“Kau sudah disini?” dia melingkarkan tangannya ditubuhku, menarikku lebih dekat dengannya, menempelkan wajahnya dileherku. Oh tempat favoritku.

“Apa kau baik-baik saja?” aku menarik sedikit tubuhku untuk melihat wajahnya yang masih mengantuk.

“Aku baik. Aku merindukanmu” dia menarik diri dan menyentuh pipiku “Aku senang kau datang”

“Terimakasih telah menerbangkan aku kesini, pria yang tidak dapat dibantah” aku menyapukan hidungnya dihidungku “Kau harus tidur kembali”

Bukannya menjawab, dia malah mencium bibirku lembut. Dia menciumku seakan-akan tidak melihatku selama bertahun-tahun. Perlahan dia melepaskan pagutan dan tersenyum dibibirku.

“Sekarang mari kita tidur” dia menarik tubuhku kembali dan mencium puncak kepala ku penuh kasih. Aku pun menekan bahu nya yang kuat dan hangat.

 

 

***

Bagaimana aku bisa sampai disini?

Aku terbangun dengan menghirup bau kopi yang berbeda dari biasanya, bukan kopi yang bersal dari caffe Appa. Dimana aku sekarang? Tanganku meraba-raba tempat tidur, dan tempat tidur ini lebih luas dari pada punyaku? Ya Tuhan, aku baru ingat jika aku berada dihotel di LA bersama kekasihku, Siwon.

Siwon menampar pantat ku, membuat aku berjingkat terkejut “Ayo bangun gadis pemalas”

Aku mengusap mataku lembut dan melihat Siwon sudah rapi dengan pakaian formalnya, dia sedang menyimpulkan dasi dikerah kemeja nya.

“Kau akan pergi?” aku mengangkat sedikit tubuhku dan bersandar ditempat tidur, memperhatikan dia.

Siwon mengangguk “Kau harus bersiap juga sekarang”

Aku melotot kearahnya “Setidaknya kau beritahu dulu kemana kita akan pergi?”

“Pergilah mandi dan bersiap-siap, dan kau akan tahu kemana kita akan pergi”

Aku cemberut “Aku benci kejutan”

“Pergilah mandi sebelum aku melakukan sesuatu hal yang akan menahan kita dikamar seharian”

Waw!! Itu ancaman yang- well, aku tidak dapat mengatakannya. aku terkikik memikirkan hal konyol itu membuat Siwon menatap ku bingung. Sebelum dia benar-benar melakukan ancaman itu, aku berlari kecil masuk kedalam kamar mandi dengan masih terkikik seperti remaja.

 

Diperjalanan, aku terus mengoceh menanyakan kemana Siwon akan membawaku pergi. Tapi Siwon hanya diam tak berkutik, mulai bosan dengan pertanyaanku akhirnya Siwon membungkam mulutku dengan telapak tangannya. Dan aku pun diam.

Siwon membuka sunroof mobil Audi nya. Ada apa dengan Siwon dan Audi? Berapa banyak yang dia punya? Tapi itu bukan lah urusanku.

Matahari begitu terik disini membuat aku menundukkan kepalaku menghindari sinar matahari. Siwon menyodorkan kacamata oakley lain miliknya, aku memakainya dan melihat penampilanku di spion.

Gee!! Apa aku sudah terlihat seperti gadis Amerika?” aku menyisir rambut cokelat milikku dengan jari-jari tanganku.

“Tidak. kau tetap gadis asia yang manis” aku memajukan bibir bawahku tidak suka mendengar jawaban Siwon.

“Kau akan mengatakan aku seperti gadis Amerika jika kau melihatku memakai bikini dan berjemur dipantai” ucapku dengan sombong.

“Kau membawa bikini?” aku melihat dia sedikit terkejut.

“Tentu saja” aku tidak pernah membeli bikini, ini adalah hadiah yang Yoona berikan tahun lalu dan aku belum sempat memakainya “Kau pasti akan membawaku pergi kepantai untuk berenang, berjemur dan aku juga tidak keberatan untuk bercinta disana” oh Ya, kau gadis tak tahu malu Mi Young.

Lagi-lagi matanya melebar tapi setelah itu ekspresinya nampak biasa “Jangan membuat janji, karena janji harus ditepati”

“Itu benar, aku akan menepatinya” aku membungkuk lebih dekat dengannya “Aku tidak masalah, karena tidak ada yang akan mengenal mu kan disini?” aku berbisik menggoda ditelinganya dan meletakkan tanganku diatas pahanya, meremasnya lembut.

“Kau sudah pandai menggoda ya?”

Aku kembali ketempatku “Hanya denganmu” aku tertawa kecil melihat wajah Siwon yang menegang seperti menahan sesuatu. Aku juga tidak menyangka dapat menggodanya sebegitu nakal.

 

***

Aku menghentak-hentakkan kakiku di trotoar ketika Siwon memohon dan merayuku.

“Hanya setengah jam, aku janji” kata Siwon penuh kelembutan.

“Kenapa kau tidak meninggalkan aku dihotel saja” aku marah pada Siwon. Dia ada pertemuan direstoran ditempat kami berdiri sekarang dan memintaku untuk menunggu.

“Kau bisa berjalan-jalan  selagi aku bertemu rekan bisnis ku didalam” dia tidak mengajakku bergabung. Aku juga tidak berkeinginan bergabung bersama orang-orang yang membosankan.

“Kau mengejekku!!” aku mengeluarkan suaraku penuh kemarahan “Kau tahu aku tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang disini. Aku tidak pandai berbahasa inggris, Siwon”

Dia melirik jam tangan mahal yang terpasang ditangan kirinya “Maafkan aku, baby. Aku harus masuk sekarang, jangan berjalan terlalu jauh, huh?” Siwon menyentuh pipiku dan mencium keningku. Setelah itu dia pergi menjauh, masuk kedalam restoran.

Kemana aku harus pergi sekarang?

Seharusnya tadi aku meminta Siwon bahwa aku akan menunggu didalam mobil saja.

Beberapa blog dari restoran, aku melihat starbuck. Pergi ke Amerika kurang lengkap jika tidak meminum Americano. Aku berjalan kearah starbuck tapi aku bingung, bagaimana aku akan memesan jika aku tidak dapat berkomunikasi dengan mereka. Aku bisa tapi hanya beberapa kata yang aku tahu, ini lah konsekuensi nya jika sering bolos di jam pelajaran bahasa inggris. Andai ponselku dapat digunakan disini, aku bisa membuka internet.

 

Sebuah tangan yang aku yakini bukan tangan Siwon merangkulku dan aku terkejut setengah mati. Tapi saat aku lihat siapa gerangan yang berani merangkulku, aku sedikit lega.

“Donghae? Bagaimana bisa kau berada disini?” mataku masih terbuka lebar menatapnya.

“Itu bisa dijelaskan nanti” dia tersenyum santai seperti yang biasa dia lakukan “Sekarang ayo kita pesan sesuatu sebelum mengobrol”

 

Kami memesan dua Americano dan beberapa donat cokelat, pria ini yang membayar semuanya. Kami duduk dikursi besi panjang dibawah pohon sembari menikmati donat cokelat yang lezat.

“Jadi, apa yang membawamu kesini?” tanyaku, menghisap Americano milikku.

“Sudah tiga tahun aku tinggal disini”

“Lalu, ketika kita bertemu diKorea? Kau sedang berlibur?”

Dia tersenyum dan menggeleng “Aku memiliki usaha disana juga”

Ya, aku melupakan sesuatu bahwa- “Kau bujangan kaya, aku lupa tentang kenyataan itu”

“Tidak lebih kaya dari kekasihmu” aku tidak perduli dengan kekayaan kalian.

“Kau tidak ingin tahu bagaimana kabar mantan kekasihmu, Miyoungie?” suaranya lembut tapi penekanan pada suaranya seakan menyindirku.

Aku menggeleng dan tidak ingin pembicaraan ini menjadi panjang.

“Dia sudah meninggal. Setahun yang lalu” aku terkejut tapi aku tetap diam tidak dapat mengatakan apapun.

“Setelah dia melakukan hal buruk padamu, dia menyesal, sangat menyesal. Dia menjadi seorang pemabuk dan lebih parah nya dia mulai memakai obat-obatan dan berujung maut”

Donghae meraih tanganku yang bergetar “Bisakah aku membawamu kemakamnya dan kau berkata bahwa kau memaafkan dia. Dia sudah terlalu-“

“Tolong berhenti” aku menutup kedua telingaku. Aku tidak ingin mendengarnya lagi, membuat bayang-bayangan buruk itu kembali bergentayangan dikepalaku.

“Itu bukan kesalahanku, itu kesalahan yang dia timbulkan sendiri dan dia sudah menerima akibatnya” aku memekik pada Donghae dan memejamkan mataku.

“Iya aku tahu tapi bisakah kau memaafkannya?” Donghae meraih tanganku yang berada ditelingaku, menurunkannya dan meremasnya erat. Mau tidak mau aku menatap matanya.

“Dia bukan hanya melukai hatiku, dia melukai tubuhku juga, semuanya, Donghae. Dia menorehkan luka yang cukup parah padaku. Sehingga selama lima tahun ini aku tidak pernah percaya lagi dengan yang namanya cinta, dia membekukan hatiku Lee Donghae” suaraku semakin melemah dan air mataku akan segera tumpah.

“Tapi lihat sekarang? Kau sudah menemukan pria yang dapat memecahkan es dihatimu, menyembuhkan luka dihatimu. Jadi kumohon, maafkan dia juga”

Appa pernah mengatakan padaku, untuk saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam pada seseorang. Aku sudah memiliki Siwon, pria yang menyembuhkan segala luka dihatiku. Apa ini waktunya untuk aku memaafkannya? Menghapus semua kejadian buruk itu?

“Akan aku coba tapi jangan terlalu berharap padaku”

Donghae memelukku erat “Terimakasih” jelas dia terlihat senang saat mendengar aku akan memaafkan sahabatnya. Mereka berteman cukup lama, separuh hidup mereka habiskan bersama.

Kami kembali mengobrol, mengingat masa lalu. Tapi setiap Donghae membahas sahabat yang notaben adalah mantan kekasihku. Dengan sebisa mungkin aku menghindarinya.

Aku pun menceritakan bagaimana aku bisa sampai ketempat indah ini, Donghae tidak terkejut mendengar Siwon yang menerbangkan aku ketempat ini. tapi sekejap aku melihat kekhawatiran diwajahnya.

“Kau sudah bertemu dengan orang tuanya?”

Aku mengangguk “Tapi bukan pertemuan yang menyenangkan”

“Sudah aku duga. Orang tuanya tidak merestui hubungan kalian kan?” bagaimana dia bisa tahu?

“Seperti itulah” aku menghisap habis Americano milikku dan aku ingin lagi.

“Berhati-hati lah”

“Apa maksudmu?”

“Mereka monster yang dapat menghancurkan siapapun” suaranya terdengar serius, begitupun dengan wajahnya. Karena tidak ada senyum yang dia tampakkan.

“Kau serius?” aku mendekatkan tubuhku lebih dekat dengannya, ketakutan menyerangku.

“Aku bercanda” sialan, dia tertawa terbahak-bahak dan aku melayangkan tinju di lengannya.

Dia menangkap tanganku dan ekspresi wajahnya kembali bersungguh-sungguh, tidak ada tawa lagi. Permainan apa lagi yang akan dia mainkan? Aku tidak akan tertipu.

Donghae berdiri dan menarikku dengan paksa, membuat tubuhku merapat ditubuhnya. Satu tangannya dibelakang pinggangku, dan satu tangannya lagi dilenganku. Tapi sedetik kemudian, dia mendorong tubuhku kuat dan aku tersungkur ditanah.

Aku menatapnya dengan garang “Sialan, apa-apaan kau?” aku masih terkejut dengan sikapnya yang aneh. Pria gila!!

Dia membungkuk tanpa berniat membantuku berdiri “Itulah yang akan Siwon lakukan padamu. Pura-pura menggenggam tanganmu lalu melepasnya begitu saja”

Dia mengacak rambutku “Jaga dirimu baik-baik, Sweetheart

Dia melenggang pergi, pria brengsek. Aku menatapnya tidak percaya dengan apa yang dia perbuat padaku. Tapi kata-kata nya terus berputar dikepalaku.

Apa benar, Siwon akan melakukan hal itu padaku?

 

 

***

“Kau terlihat sangat pendiam” Siwon berdiri dibelakangku, menyentuh kedua sisi bahuku “Kau marah padaku?”

Aku memakai lipstick untuk menyempurnakan make up diwajahku. Lipstick itu berwarna merah tapi tidak mencolok dan hebatnya tidak akan pudar atau berantakan jika seseorang menciumku habis-habisan.

“Sedikit” jawabku singkat. Sebenarnya aku tidak marah lagi pada Siwon, perihal dia meninggalkan aku untuk pertemuan bisnisnya direstoran kemarin pagi. Hanya saja sekeras apapun aku tidak ingin mengingatnya, kata-kata Donghae selalu berputar dikepalaku.

“Bagaimana? Apa penampilanku sudah terlihat bagus?” aku melepas jepit rambut dan rambutku tergerai jatuh dipinggang. Aku merapikan poni tebal yang mentupi keningku dan menyisir rambut menggunakan jariku.

“Masih kurang sempurna”

Aku melihat dari cermin, Siwon merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak perhiasan berwarna biru Tiffany. Siwon menyodorkan kotak itu padaku tapi aku tidak langsung mengambilnya. Mata kami bertemu dicermin  dan Siwon mengisyaratkan dengan matanya seakan bicara ‘ambil dan buka’ pria tukang perintah dan pemaksa.

Sebelum dia marah, aku mengambil kotak tersebut dari tangannya dan kubuka dengan perlahan. Oh Tuhan, sepasang anting panjang yang cantik, terdapat beberapa berlian disepanjang antingnya.

“Ini sangat cantik” gumamku tanpa sadar.

“Sepertimu” Siwon berbisik.

Siwon menyibakkan rambutku, mengambil satu anting dan memasangnya ditelingaku dan melakukan hal yang sama pada telinga satunya lagi.

“Ini baru sempurna” Siwon mencium rahangku “Sekarang ayo kita pergi” Siwon mengulurkan tangannya padaku. Dengan senang hati aku menyambutnya.

Siwon ada jamuan makan malam para pembisnis, dan dia mengajakku karena bukan acara formal jadi tidak terlalu membosankan. Aku pun berharap seperti itu. Dan semoga gaun berwarna salmon yang jatuh menyentuh lututku, dengan tali yang terikat ditengkukku, memamerkan sedikit punggungku, ditambah stiletto louboutin berwarna hitam yang aku dapatkan lagi dari Siwon. Tidak terlihat murahan saat aku bergabung bersama orang-orang kaya itu.

Suatu kesenangan tersendiri saat tahu bahwa kami akan makan malam direstoran yang berada di hotel tempat kami menginap, jadi jika ada suatu hal yang tidak aku suka atau tidak cocok denganku, aku bisa pergi dan kembali kekamar tanpa harus merepotkan Siwon.

Saat kami memasuki pintu restoran, lampu blitz menyambut kami. Kami merasa seperti aktor dan aktris yang datang keacara award, berjalan dikarpet merah dan dilimpahi cahaya dari lampu blitz dimana-mana.

Spontan, aku melepaskan tautan jari-jari kami dan mundur, berdiri dibalik punggung Siwon “Kau tidak bilang jika banyak wartawan disini?” bisikku dibalik punggungnya.

Siwon memiringkan kepalanya kesatu sisi “Aku juga tidak tahu” aku tahu dia tidak berbohong, karena dia sama terkejutnya denganku.

Siwon menarik tanganku agar aku kembali berdiri disampingnya “Tenanglah, aku yang akan mengatasinya” suaranya begitu meyakinkan.

Beberapa wartawan mulai mendekati kami, aku tetap diam disampingnya “Siapa wanita beruntung ini Mr.Choi?” tanya salah satu wartawan. Beberapa dari mereka menggunakan bahasa Korea. Hebat, mereka mengejar Siwon sampai kesini, hanya untuk mendapatkan informasi tentang kehidupan bujangan kaya nan tampan. Kekasihku, milikku.

Aku terus menunduk tidak membiarkan mereka mengambil gambarku. Siwon melingkarkan tangannya disekitar tubuhku “Dia kekasihku” kepalaku terangkat dan melotot padanya. Tapi Siwon hanya tersenyum menanggapi tatapanku.

“Boleh kami tahu siapa namanya?” tanya wartawan yang lain.

“Hwang Mi Young” ketika wartawan yang lain akan melayangkan pertanyaan lagi, Siwon memotong ucapannya dengan cepat.

“Bisakah biarkan kami masuk? Kekasihku sudah sangat kelaparan” pintanya dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.

Wartawan tidak ada hak juga untuk mengatakan tidak, tapi untuk permintaan terakhir, mereka meminta kami berpose dengan mesra. Tidak keberatan, Siwon menarik tubuhku lebih dekat dengannya dan merangkul-ku lebih mesra. Salah satu wartawan berteriak dari arah belakang dan mengatakan “Lebih mesra lagi” damn it!!

“Seperti ini?” Siwon merengkuh wajahku dan mencium pipiku tapi tidak menutup wajahku dengan wajahnya pada kamera. Jadi wajah kami terlihat cukup jelas walaupun hanya dari satu sisi.

Para wartawan pun bersorak dengan puas, lalu Siwon menarikku melewati kerubungan para wartawan dengan gaya santainya. Berbeda jauh dengan ku yang begitu cemas, bahkan detak jantungku berdetak tiga kali lebih cepat.

“Kau tidak suka aku memberitahu pada mereka bahwa kau kekasihku?” tanya Siwon saat kami berjalan mencari meja.

“Sikapmu kekanak-kanakan. Seharusnya kau mengatakan no comment saja” ucapku dingin.

Saat dipernikahan Yoona, hubungan kami sudah tercium dan berita itu melesat menjadi pencarian nomor satu diberita online. Tapi keesokan harinya berita itu menghilang seakan mati. Aku tahu orang tuanya lah yang menangani scandal tersebut dan kali ini Siwon membuat berita baru dengan dilampirkan lengkap bersama foto mesra yang akan membuat orang tuanya murka.

“Mengapa harus seperti itu?” wajahnya mengkerut bingung.

“Kau tahu orang tua mu tidak merestui hubungan kita dan sikapmu pada wartawan malam ini pasti akan membuatnya marah karena secara terang-terangan mengumumkan hubungan ini” aku menarik nafas panjang dan menelan dengan susah payah karena menahan amarah.

“Aku hanya ingin memberitahu pada dunia jika kau kekasihku. Aku mencintaimu dan kau pun juga. Tidak ada yang salah dengan cinta kita”

Kalau sudah seperti ini, aku tidak bisa marah lebih jauh dengannya dan faktanya dia tidak bisa membuatku marah terlalu lama dengan nya. Aku tidak menjawab lagi, aku hanya diam mengikuti kemana dia membawaku, dia memperkenalkan aku pada beberapa rekan bisnis nya. Cukup lama hingga membuat kakiku pegal bukan main. Aku tidak mengerti acara apa ini? pertemuan antara para kolongmerat? Dan kebanyakan orang Korea yang berada disini.

Akhirnya kami memiliki waktu berdua, kami duduk disebuah meja dengan empat kursi melingkari meja bundar. Tapi hanya ada kami berdua dimeja ini. kami disajikan ayam kalkun dengan bumbu yang sangat lezat, ditambah kentang tumbuk  yang tidak kalah lezat. Aku bisa mati kekenyangan berada ditempat ini yang dikelilingi makanan-makanan super lezat. Aku tidak meminum banyak anggur, karena aku akan mabuk dan mengacaukan malamnya.

Saat pelayan mengantarkan makanan penutup, aku melihat seorang wanita mendekati meja kami dan menyapa Siwon. Astaga, itu Stella Kim. Aku harus berkali-kali melihatnya untuk memastikan jika itu benar Stella, karena dia memotong pendek rambutnya diatas bahu, belum lagi make up yang begitu tebal membuatnya terlihat berbeda dengan foto yang pernah aku lihat diinternet. Ya, dia cantik. Wajahnya perpaduan Amerika – Asia. Kecantikannya menakjubkan, tubuhnya tinggi bak model.

“Stella” Siwon balik menyapanya, wanita itu terlihat sangat mencintai Siwon, terlihat jelas dari senyum yang tersungging dibibirnya begitupun Siwon.

Siwon menangkap tangannya dan menariknya untuk duduk dikursi kosong diantara kami.

“Ketika aku tahu kau berada di Amerika, aku menelpon ke Apartemenmu. Tapi tidak ada jawaban, jadi aku meninggalkan beberapa pesan voicemail” katanya dengan suara sopan.

“Ah, aku tidak pulang keApartemen. Aku menginap dihotel ini” tentu saja dia memiliki Apartemen disini, jadi kau tidak perlu terkejut Hwang Mi Young. Aku sedikit kecewa karena dia tidak memberitahuku jika dia memiliki Apartemen.

Seolah dia teringat aku berada disampingnya, Siwon melepas genggaman pada wanita itu dan memperkenalkan kami.

“Stella, ini Hwang Mi Young dan Mi Young, ini Stella” aku mengulurkan tanganku dan dia menjabatnya.

“Teman Siwon akan menjadi teman ku juga” dia berucap dengan senyum manis.

“Aku berharap itu berlaku pada pacarnya juga”

Tatapan kami bertemu “Ya. Tapi jika kau tidak keberatan aku akan membawa Siwon untuk memperkenalkan dia pada rekanku”

“Tentu” suaraku tenang. Padahal aku sama sekali tidak tenang.

Sebelum dia pergi bersama Stella, Siwon meremas bahuku lembut dan kemudian dia melangkah bersama Stella yang bergelayut dilengan besarnya. Mereka terlihat lebih cocok dan aku merasa kasihan pada diriku sendiri.

Setelah mereka pergi, aku mengacak red velvet dihadapanku yang tadi begitu terlihat menggiurkan, sekarang menjadi tak menarik dan aku mual melihatnya.

Meja disamping kedua sisiku diisi oleh para  wanita yang sedang bergosip. Aku mendengarkan mereka bergosip karena mereka menggunakan bahasa Korea. Wanita itu sedang bergosip tentang Siwon dan Stella. Aku mengetahui fakta baru bahwa mereka pernah bertunangan hampir satu tahun lebih, lalu putus karena Stella berkencan dengan pria kaya dari Vegas dan pindah kesana. Stella putus dengan pria kaya dari Vegas dan kembali ke Amerika. Daebak!!

Informasi yang tidak aku temukan diinternet manapun tapi aku tidak tahu kebenaran gosip ini. jika mereka benar bertunangan, berarti Siwon membohongiku. Emosiku melonjak seakan darah mengalir kewajahku. Aku melihat ke tempat dimana pria ku, milikku, berdiri dengan wanita mantan tunangannya yang dulu pernah dicintainya, itu pasti. Tangan Siwon berada dipunggung wanita itu dan Stella bersandar pada Siwon sambil tertawa.

Perutku mengencang karena cemburu, ada rasa ketakutan dan juga menyakitkan. Aku mengira Siwon tidak pernah memiliki hubungan romantis yang serius selain denganku. Pemikiran bodoh. Pria kaya dan tampan seperti dia, seharusnya aku mengenalnya dengan baik.

Aku bersyukur menerima segelas sampanye ketika itu ditawarkan padaku dan aku sudah mengambil gelas ketiga. Aku ingin pergi dari sini, aku ingin Siwon menyadari bahwa aku meninggalkannya dan dia terpaksa pergi hanya untuk mengejarku. Aku ingin dia merasakan betapa sakit yang kurasakan, betapa sakit mencintai Choi Siwon. Tapi itu hanya imajinasi bodoh yang menyakitkan karena Siwon tidak akan melakukan hal itu untukku.

 

Aku mencari Siwon, dia sudah meninggalkan aku sendirian terlalu lama. Aku ingin kembali ke kamar dan jika dia ingin tetap disini itu tidak masalah. Sebenarnya aku menginginkan dia juga kembali kekamar bersamaku. Ini bukanlah tempatku.

“Permisi” aku menerobos melewati para tamu yang semakin ramai untuk mencari Siwon. Aku melihat dia berdiri dengan para pria dan tidak ada Stella yang bergelayut dilengannya.

Aku berjalan kearahnya, mengambil dan meneguk minuman yang berada ditangan Siwon. Dia menatapku lembut.

“Aku akan kembali kekamar” Ucapku datar, melangkah menjauh darinya untuk meletakkan gelas kosong disembarang meja “Kau ingin ikut dengan ku atau tidak?”

Dia menghela nafas dan aku berharap dia dapat memahami suasana hatiku “Aku tidak bisa sekarang” aku berbalik menjauhinya, dia menangkap tanganku “Aku juga tidak bisa membiarkan mu pergi meninggalkan aku”

“Tidak bisa?” aku menatap tangannya yang mencengkramku.

“Kau bersikap konyol hanya karena melihatku dengan Stella malam ini” wajahnya terlihat santai, suaranya juga terdengar tenang. Tidak ada seorangpun yang melihat ketegangan kami.

“Siapa yang konyol? Bagaimana dengan sikapmu pada Stevan, staff gay dikantorku? Atau Donghae, teman lamaku?” aku mencondongkan tubuhku lebih dekat dan berbisik “Aku tidak tidur dengan mereka apa lagi bertunangan”

Tiba-tiba dia menarikku kearah lorong sepi didekat toilet, setelah itu dia menarik punggungku sampai tubuh kami menempel “Jaga mulutmu yang bermasalah itu” dia mencicit ditelingaku dan menggigit lembut daun telingaku. Dia menyentuh titik sarafku dimana aku sudah tergoyah dan amarahku perlahan pudar. Sial!!

“Aku tidak segan-segan untuk bercinta dengan mu disini”

“Kedengarannya bagus. Jadi aku dapat menunjukkan kepada mantan kekasihmu, bahwa mantan tunangannya sekarang hanya mencintaiku, milikku”

Dengan mata merah penuh amarah, Siwon mendorong tubuhku dengan emosi yang melonjak sehingga bunyi benturan kepala ku dengan dinding itu begitu kuat. Aku meringis tapi Siwon langsung melahap mulutku dengan serakah dan kasar. Tangannya mencengkram rambutku. Aku tidak bisa menyeimbanginya, dia bermain tidak lembut..

Karena semakin lama Siwon bertambah kasar dan brutal, dengan berani aku menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Aku merasakan asin saat darah itu mengalir diantara kami. Hebatnya Siwon masih mencium bibirku tapi kali ini menjadi pagutan lembut.

Siwon melepaskan ciuman dengan kening kami yang masih menempel “Aku mencintaimu, jangan lupakan itu” Siwon mencium pelipisku “Kau terlalu berharga untuk bercinta ditempat kotor seperti lorong ini. aku juga tidak ingin menoreh kenangan buruk pada anak kita jika dia ada nanti. Tidak ada lorong kotor seperti ini untuk memprosesnya”

Aku tersenyum malu. Lihat? Dia paling bisa mengembalikan suasana. Pria rumit yang sangat aku cintai.

Siwon merapikan rambutku yang berantakan “Kita selesaikan acara malam ini, setelah itu kita kembali kekamar” dia menyeringai, apa yang ada dikepalanya itu?

“Dan.. kita bisa bercinta sepanjang malam” Siwon berbisik dan meninggalkan kecupan dipipiku.

“Apa kau menginginkan aku?” tanya ku khawatir. Aku takut jika dia akan bosan dan akan meninggalkan aku.

“Ya, melebihi kebutuhan menghisap oksigen bagiku” aku berpegang pada lengan besarnya, takut aku akan terbang setelah mendengar kata-kata nya. Hiperbola!!

Pada sisa malam ini, Siwon tidak pernah menjauh dari sisiku. Apalagi mengizinkan aku untuk meninggalkannya. Aku melihat bibir bawahnya yang terluka oleh ulahku. Aku merasa bersalah tapi aku tersenyum melihat luka itu. Aku menandainya dibibir tipis miliknya. Dasar wanita gila!!

Siwon membawaku dengan tangannya selalu terkait dengan tanganku. Aku berharap bukan hanya tangan kami yang terkait tapi juga hati kami, cinta kami, hidup kami terkait untuk selamanya.

 

 

***

Tersisa dua hari masa liburanku. Tapi Siwon tidak akan pulang denganku, dia harus tinggal beberapa hari lagi disini. Siwon memintaku untuk tinggal beberapa hari lagi agar kami dapat pulang bersama. Tapi aku menolak, aku sudah meninggalkan pekerjaanku begitu lama. Walaupun Taeyeon pasti memberi izin untuk memperpanjang cutiku tapi sayang nya aku cukup tahu diri.

Aku berhadapan dengan layar Ipad yang aku pinjam dari Siwon. Aku me-log in akun Line ku dan aku mendapatkan pesan dari Kim ByunTaeyeon. Waw pesannya baru dikirim lima menit yang lalu.

“Sudah berapa kali kalian bercinta selama disana?”

Sialan, seharusnya dia menanyakan kabarku terlebih dulu.

“Aku merindukan mu, Kim”

“Tapi aku sedang tidak merindukan mu, dan jawab pertanyaanku tadi”

“Aku membencimu”

“Aku tahu kau tidak membenciku. Ayolah Hwang ceritakan padaku”

 

Aku tidak akan menceritakan urusan ranjangku pada siapapun. Itu rahasia yang malu untuk dibeberkan.

 

“Tidak ada yang perlu diceritakan. Hanya Wow!! Ini seperti mimpi dimusim panas dan aku tidak ingin terbangun lagi”

“Aku akan memaksamu jika kita bertemu”

“Itulah kau, wanita tukang paksa”

“Kalau begitu, nikmati sisa waktu liburmu”

“Tentu. Merindukan mu, Kim. Sampaikan salam ku pada Yoona”

“Merindukan mu juga, Sweetheart. Akan aku sampaikan. Bye!!”

 

Aku benar-benar merindukan mereka. Kami harus memiliki satu hari penuh ketika aku pulang nanti. Itu harus..

 

“Apa kau keberatan kalau aku mengerjakan pekerjaanku?”

Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi, suaranya mengejutkan aku. Dia begitu lezat setelah mandi, dengan rambut basah yang menyentuh keningnya. Belum lagi celana piyama yang menggantung dengan sempurna dipinggangnya terlihat begitu menggiurkan.

“Sama sekali tidak” aku kembali pada Ipad dipangkuanku. Aku bisa membaca novel melalui aplikasi di Ipad-nya.

Satu jam aku terlena membaca novel lama di Ipad Siwon, sampai aku tertidur. Aku melirik jam ditanganku dan berdecak, dua jam aku tertidur.

Aku menatap Siwon diruang duduk tidak jauh dari tempat tidur, memunggungiku dan masih dengan laptop beserta kertas-kertas yang berserakan diatas meja. Pria sibuk.

Dia begitu serius. Oke, sekarang hanya perlu mendapatkan perhatiannya. Aku tersenyum licik dan mengambil es batu yang berada didalam gelas disamping tempat tidur. Kurasa minuman segar itu milik Siwon. Sebelum melempar aku membidik agar lemparan ku tepat mengenai kepalanya lalu meluncur turun melalui tengkuk dan masuk kedalam T-shirt nya. Ah pasti itu sangat dingin.

“Apa-apaan ini?” dia berputar menatapku “Apa kau baru saja melempar es batu padaku?”

“Aku?” kulebarkan mataku dengan polos “Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan”

“Aku tidak percaya dengan tampang polos itu”

Aku tidak dapat mempertahankan raut wajah bersungguh-sungguh dan mulai mundur merapat pada kepala tempat tidur saat dia perlahan bangkit dan mendekatiku.

“Benarkah?”

Aku terkikik “Aku tidak melakukannya”

“Tidak ada orang lain disini, baby

“Mungkin itu terjatuh dari atap?”

Aku ingin mundur lebih jauh lagi tapi tidak bisa karena tubuhku sudah terbentur kepala tempat tidur. Siwon membungkuk, mengambil es didalam gelas. Dimana aku mengambilnya tadi.

Dia menyeringai dan aku ingin turun dari tempat tidur tapi terlambat. Siwon menarik pergelangan kakiku dan memasukkan es ke punggungku, lalu Siwon mengunci tubuhku. Rasa dingin es terasa jelas dipunggungku.

“Hey” aku protes dan ingin berdiri tapi Siwon tetap mengunci tubuhku.

“Sial” aku menjerit karena rasa dingin es itu semakin kuat dipunggungku.

“Aku bersumpah” aku bergerak-gerak dan tertawa dibawahnya mencoba melepaskan diri “Aku tidak melakukannya”

“Kau pembohong yang buruk” matanya menatapku penuh ancaman “Apa yang aku dapatkan jika aku mengampunimu”

“Sebuah pelukan”

“Tidak menarik”

Sialan. Aku terkekeh saat kembali merasa dingin  dan mencoba bergerak beberapa kali lagi tapi tidak ada gunanya melawan tubuh kuatnya.

Karena ini satu-satunya yang dapat aku lakukan sekarang  dalam keadaan terkunci dibawah tubuh besarnya. Tanganku memegang wajahnya dan menariknya kebawah kearahku, menciumnya sepenuh hati. Jarinya mencengkram rambutku dan seketika dia membalas ciumanku, memperlambat ciumannya menjadi santai, perlahan mengecup sudut bibirku.

“Kau sangat manis” gumamnya “Lihat aku”

Kubuka mataku melihat dia yang sedang menatapku. Tangannya mengusap pelipisku.

“Aku sangat mencintaimu, Hwang Mi Young”

“Aku juga mencintaimu”

Dia tersenyum penuh cinta, mencium bibirku dengan sayang, kemudian keningku dan mengangkat tubuhnya dari tubuhku sembari menarikku bersamanya. Jadi kami duduk diatas tempat tidur saling berhadapan.

“Apa kau ingin keluar untuk makan malam?” tanyanya penuh perhatian.

“Tidak aku ingin dirumah saja” aku hanya ingin menghabiskan liburan dengan bermalas-malasan saja.

“Baiklah, aku akan memasak. Apa yang ingin kau makan?” dia menyelipkan rambut dibelakang telingaku, dia suka sekali melakukan itu.

Aku menggeleng “Aku ingin burger berukuran besar, kentang goreng dan pizza” aku menatapnya penuh harap, agar dia mau memenuhi keinginanku. Siwon menantang keras saat aku mengkonsumsi Junk Food, karena menurutnya itu tidak sehat.

“Oke, aku akan memesankannya untuk mu” dia berdiri dan menarikku agar berdiri juga “Tapi kau harus pergi mandi. Kau belum mandi dari pagi, dasar gadis jorok”

Siwon mendorong tubuhku pelan kearah kamar mandi, aku tertawa dan berbalik melihatnya “Aku bukan gadis lagi, ingat?” godaku main-main.

“Kamar mandi” teriaknya seperti Ayah yang mengintruksi gadis kecil nya untuk pergi mandi dan dia adalah pria ku, pria tukang perintah.

 

***

Aku sudah selesai mandi dan aku melihat semua makanan pesananku berada diatas meja. Air liurku terbit dan perut ku sudah bergerumuh.

“Ada sesuatu yang ingin kau minum?” tanyanya.

“Tentu, aku ingin soda saja”

“Akan aku ambilkan”

Dia datang dari arah dapur dan duduk disampingku, menaikan kakiku ke pangkuannya. Aku menyesap sodaku yang sudah Siwon bukakan untukku. Aku makan sembari tenggelam dalam film yang kami tonton, sementara Siwon memijat kakiku, dan mengunyah kentangnya.

“Kau pandai memijat” pijatannya benar-benar nikmat.

“Aku banyak berlatih saat Boa mengandung Hana” dia tersenyum hangat padaku.

“Kau pasti dapat berperan menjadi Suami dan Ayah yang siaga”

“Tentu, baby” dia melanjutkan memijat dengan sekejap, aku pun jatuh cinta lebih banyak padanya.

“Aku bisa terbiasa dengan semua pelayanan mu” kataku diiringi tawa.

“Kau pantas mendapatkannya, baby. Kau terlalu keras bekerja, sesungguhnya kau bisa berhenti bekerja. Aku akan menanggung semua yang kau butuhkan” ucapnya dengan santai.

Aku melambaikan tangan padanya dan menggelengkan kepalaku “Tidak, itu cita-cita ku. Aku mencintai pekerjaanku. Lagi pula aku bukan tanggung jawabmu”

Dia memandangku dengan mata tajamnya “Sebelum menjadi istriku pun kau sudah menjadi tanggung jawabku”

Mendengar kata ‘istri’ terdengar janggal ditelingaku. Apa kami akan sampai ke jenjang status Suami – Istri, disaat orang tuanya menentang keras hubungan kami.

“Hey” Siwon mengusap kakiku, membangunkan aku dari lamunan suram itu “Jangan dipikirkan perihal orang tuaku. Kita akan mendapatkan restu mereka. Bersabarlah”

Aku mengangguk, kembali menggigit burger milikku dan melihat kembali pada film. Dimana sang wanita menangis senggugukan memeluk leher sang pria. Apa yang membuatnya menangis? Sial, aku tidak tahu apa yang mereka katakan.

“Apa yang diucapkan pria itu sampai membuat wanita nya menangis, Siwon?”

Aku menatap Siwon yang serius menghadap ke TV, tapi tangannya terus bergerak dikaki ku.

“Seburuk apapun keadaannya, tetaplah disisiku”

“Aku serius, Siwon” protes ku melotot kearahnya.

“Aku juga serius dan kalimat itu berlaku juga padamu, baby

“Berlaku padamu juga. Ini semua sangat manis dan aku mencintaimu”

“Aku juga mencintaimu” dia tersenyum sangat manis dengan dua dimple yang timbul dipipinya.

Tidak tahan melihatnya, aku melepas sisa burgerku kedalam kotak pizza dan merangkak kearah Siwon. Menangkup wajahnya, mencium kedua lesung pipi nya, favorit ku. saat aku menjauhkan tubuhku, Siwon menarikku, menangkup wajahku dan mencium bibirku dengan ganas. Aku dapat merasakan gairah pada tubuhnya saat kami terlibat ciuman panas di sofa.

“Aku menginginkan mu” gumamnya, suaranya serak.

“Sejak tadi aku menginginkan mu juga. Aku sudah siap untuk bercinta dengan mu, lagi” saat kata kata itu lolos dari bibirku, aku tersentak menundukkan kepalaku “Ya Tuhan, benarkah aku baru saja mengatakan hal itu?”

Siwon mengangkat daguku dan mencium hidungku “Aku suka saat kau menyerahkan diri padaku. Dan tidak dalam keadaan mabuk”

Aku menjerit ketika Siwon meletakkan tangannya dipunggung dan dibelakang kakiku, mengangkat tubuhku tanpa beban. Aku melingkarkan tanganku dilehernya, aku menggesekan hidungku dengan hidungnya.

You’re mine

Siwon mengecup keningku “Yours” bisiknya.

 

***

Hari terakhir berada di LA, Siwon benar-benar tidak menempatkan aku di hotel. Pagi-pagi sekali Siwon mengajakku lari untuk berolahraga, setelah itu kami kembali ke hotel dan Siwon mengajakku pergi keluar lagi untuk sarapan. Kami makan pancake direstoran yang paling diminati dikota itu dan rasanya memang tidak diragukan. Jinja mashitta..

Sehabis kami selesai sarapan, Siwon mengajakku kesebuah musium musik, ternyata dia pria yang mencintai musik juga. Kebetulan diaula musium sedang ada konser tapi bukan penyanyi papan atas, hanya sebuah band indi tapi berhasil membuat aku dan Siwon melompat-lompat menikmati musiknya.

Band itu menyanyikan beberapa lagu yang aku tahu, ini benar-benar hiburan yang jarang aku dapatkan di Korea. Siwon juga terlihat santai dan bebas, tidak perlu menutupi dirinya karena disini tidak banyak yang tahu siapa dia. Dan aku sangat menyukai saat dia menjadi dirinya sendiri.

Kami tidak menonton konser itu sampai habis, tempat ini semakin lama semakin ramai dan sesak. Belum lagi banyak pria mabuk disekeliling kami. Jadi Siwon membawaku keluar dan kami pergi ke sebuah kedai es krim. Kami membeli satu dengan lima tumpukan rasa, es krim ini ukurannya besar dan tinggi. Mungkin aku dapat menghabiskan es krim ini sendirian tapi tidak dengan Siwon, jadi kami membaginya.

Kami menghabiskan es krim sembari berjalan disepanjang trotoar didepan toko-toko yang berjejer dipinggir kota. Saat es krim nya hampir habis, kami melihat pria, seorang musisi jalanan sedang memainkan biolanya. Yang aku tahu dia memainkan lagu I Won’t Give Up yang dinyanyikan Jason Miraz dan lagu ini adalah salah satu lagu favorit Siwon. Siwon pernah memberiku Ipod yang telah diisi dengan lagu-lagu favorit nya. Lagu-lagu yang kebanyakan lagu romantis.

“Berdansalah dengan ku?” pinta Siwon.

Aku menjilat sisa es krim pada bibir atasku dan mengerjap kesegala sisi. Berdansa dipinggir jalan? Aku tidak pernah melakukannya, dan aku malu.

“Jangan malu” Siwon mengambil es krim ditanganku dan membuangnya begitu saja.

Aku masih membeku, saat Siwon menempatkan tangannya dipinggang ku dan menautkan jemari kami.

“Jangan lihat siapapun, lihat aku dan nikmati musiknya” aku mengikuti intruksinya dan gerakan itu muncul. Aku menempelkan tubuhku padanya, mengikuti tubuhnya yang bergoyang mengikuti lagu tersebut.

 

I won’t give up on us

Even if the skies get rough

I’m giving you all my love

I’m still looking up

And when you’re needing your space

To do some navigating

I’ll be here, patiently waiting

To see what you find…

 

Siwon merapatkan kepalanya disisi wajahku, mencium rambutku. Aku merasakan dia tersenyum dan berbisik “Kau sangat cantik hari ini” dia mencium pipiku “Ah tidak, selalu cantik, setiap saat kau selalu cantik”

Aku tersenyum mendengar pujiannya, walaupun sudah sangat sering mendengar Siwon selalu memujiku tapi jantungku tidak pernah tidak berdetak dua kali lebih cepat setiap Siwon memujiku.

“Aku suka mini dress yang kau pakai dan seperti nya, aku mulai suka saat kau mengikat rambutmu. Walau tidak semua rambut yang kau ikat”

Aku tidak memakai mini dress super mahal yang Siwon berikan padaku, aku memakai mini dress sederhana yang aku beli sendiri. Mini dress musim panas tanpa lengan dengan motif garis-garis berwarna biru, dan aku mengikat setengah rambutku dan menggulungnya rapih. Dengan poni rata yang menutupi keningku. Make up ku juga biasa, tidak tebal dengan memakai lipgloss berwarna pink. Tidak ada yang istimewa dari penampilanku.

 

I don’t want to be someone who walks away so easily

I’m here to stay and make the differencethat i can make our differences

They do a lot to teach us

How to use the tools and gift we got

Yeah, we got a lot at stake and in the end you’re still my friend

At least we did intend for us to work

We didn’t break, we didn’t burn.

We had to learn how to bend, without the world caving in

I had to learn, what i’ve got  and what I’m not and who I am…

 

Kami saling memandang dengan melempar senyum hangat “Sepertinya keberuntungan berada dipihak kita”

Siwon menundukan kepalanya agar wajahnya lebih dekat dengan wajahku “Mengapa itu?” tatapannya bingung. Siwon menggesekan hidungnya dengan hidungku.

“Hujan tidak turun, disaat kita bermesraan di bawah langit” aku terkikik dan menatap langit “Aku juga tidak mencium hujan akan turun”

Siwon mengangguk “Itu bagus”

Kami terus berdansa tidak memperdulikan mereka yang memperhatikan kami, toh kami juga tidak mengenal mereka. Meskipun kemungkinan diantara mereka ada yang mengenal Siwon tapi kami tetap tidak perduli. Kami tetap berdansa sampai musisi jalanan itu memainkan lagu nya sampai habis.

Siwon memberikan 5000 dolar pada musisi jalanan itu. Aku dan pria pemain biola itu sama terkejutnya. Siwon membayar mahal hanya untuk berdansa dipinggir jalan. Tapi musisi itu layak mendapatkan uang sebanyak itu, dia bermain sangat bagus. Aku pun terhanyut tidak memperdulikan sekitar, tidak memperdulikan aku ditatap beberapa pasang mata orang asing, permainannya memang sangat bagus.

Siwon mengajakku makan siang sebelum kami melanjutkan acara berkeliling kami dan disinilah aku, terdampar disebuah pantai indah diMalibu bersama kekasih tampanku yang seksi, mengenakan boxer berwarna hitam dan bertelanjang dada. Aku terus cemberut karena Siwon tidak memperbolehkan aku memakai bikini. Jadi aku menutupi bikini dengan mini dress dari bahan rajutan yang menerawang memperlihatkan bikini merah muda milikku.

Kami berbaring berdampingan dibawah payung hijau yang menghalangi sinar matahari pada tubuh kami. Siwon disampingku sedang membaca buku, dia memakai kaca mata hitam yang menggantung di hidung sempurnanya.

Aku sudah membujuk Siwon agar aku dapat membuka dress rajutan ini dan hanya memakai bikini saja tapi Siwon tetap tidak mengizinkan. Padahal aku sudah membujuknya dengan tawaran-tawaran menarik tapi dia tetap dengan kepala batu nya, sialan.

Aku mendengar Siwon meletakkan buku nya dan berdiri, meregangkan otot-otot tubuhnya “Apa kau ingin berenang bersamaku?”ajaknya.

Aku menggeleng yakin, walaupun aku sudah sangat tergiur saat melihat air biru yang jernih itu tapi aku belum memiliki daya untuk berenang. Aku kekenyangan setelah menghabiskan porsi besar pot roast ditambah makanan penutup pie blueberry untuk makan siang.

“Belum. Kau duluan saja”

Siwon menjauh menuju pantai, dia berjalan diatas papan kayu untuk menuju ketempat yang lebih dalam. Melihatnya berjalan, melihat tubuh bagian belakangnya. Orang-orang dapat menilai jika dia pria tampan tanpa harus melihat bentuk wajahnya dan itu keberuntunganku mendapatkan pria yang hampir dekat dengan sempurna. Siwon meluncur dengan gaya indah saat masuk kedalam air. Hey, boy. Kau mencari perhatian ku, huh?”

Dress rajutan ini membuat tubuhku berkeringat, jadi aku melepaskannya melalui kepalaku, meninggalkan bikini yang hanya membalut tubuhku. Sebelum Siwon melihatku, aku menutupi tubuhku dengan selimut dan aku mulai mengantuk saat angin berhembus lembut diwajahku.

Lagu Katy Perry berjudul Teenage Dream, mengalun lembut melalui speaker ponsel milik Siwon dan saat Katty Perry menyanyikan bagian reff lagu Californa Gurls, aku tertidur pulas dan tidak tahu lagi apa yang terjadi ketika aku tidur.

 

Aku baru saja mendapatkan mimpi erotis pertamaku saat aku terjaga oleh bahan lembut yang jatuh diwajahku.

“Cepat pakai” suara Siwon setengah berteriak membuat ku langsung sadar dari bangun tidurku.

Aku melihat kebawah tubuhku yang berbalut bikini, tidak ada selimut yang menutupinya seperti saat aku tidur tadi. Kemana larinya selimut sialan itu?

“Kau dengar aku, Hwang Mi Young. Cepat pakai” Siwon berteriak, membuat aku berjingkat terkejut.

Aku memakainya dengan cepat. Takut jika aku mengulur waktu, dia akan semakin marah padaku “Maaf, tadi sebenarnya tubuhku tertutup oleh selimut” aku tidak ingin dia marah dihari terakhir kami ditempat indah ini.

“Tapi kau menentangku dengan melepas pakaianmu”

Kurasa dia berlebihan, aku sedang tidak telanjang. Aku masih menutupi bagian tubuhku  yang harus aku tutupi, disaat orang-orang disini memamerkannya.

“Aku tidak telanjang, Siwon. Berhenti marah dan berteriak padaku”

“Aku hanya tidak ingin orang-orang melihat apa yang sudah menjadi milikku”

Aku ingin melawannya dengan mengatakan dia juga memamerkan tubuh bagian atasnya yang jelas-jelas milikku, tapi dia berjalan pergi meninggalkan aku.

“Aku tidak marah saat kau bertelanjang dada” ucapku dengan lantang, berlari kecil dibelakangnya.

Dia berbalik menghadapku dan meletakkan satu tangannya dipinggang “Semua pria disini berpenampilan sama denganku, hanya mengenakan boxer”

Aku mengangkat daguku, menantangnya “Semua wanita disini juga mengenakan bikini, bahkan ada yang nyaris telanjang”

“Berhenti melawanku, Hwang Mi Young!!”

“Berhenti berteriak dan melarangku”

“Mulut bermasalahmu” Siwon melangkah maju menghampiriku dan aku mundur menghindarinya “Kau mencari masalah denganku” sebelum aku dapat berlari Siwon menarik tanganku dan dia melompat kedalam air membawa aku bersamanya.

Saat kami berada didalam air, Siwon meraih wajahku dan mencium bibirku dengan kasar, tidak ada kelembutan disana. Dia menggigit bibir bawahku kuat, sampai aku merasakan darah mengalir diantara bibir kami dan aku merasakan sedikit perih. Aku memukul kepalanya dengan gerakan susah payah dan muncul kepermukaan untuk mencari oksigen. Setelah itu Siwon memunculkan kepalanya dihadapanku.

“Brengsek. Dasar kau drakula” upat ku dengan amarah yang melonjak. Aku tahu dia marah dengan umpatan kotor yang keluar dari mulutku tapi aku tak perduli.

“Drakula tidak menggigit dibibir, sayang. Dia menggigit dileher, kau lupa? Apa kau ingin aku menggigit lehermu juga?”

Aku menampar air didekat wajahnya dan otomatis air itu muncrat mengenai wajah tampannya “Ini sangat sakit, kau tahu?” jelas dia tahu, aku pernah mengigit bibir nya juga sampai berdarah saat makan malam beberapa waktu lalu. Itu sakit tapi Siwon tidak menggerutu.

“Memang sedikit sakit tapi nikmat kan?” dia menyeringai dan aku mencibir sebal.

“Dasar mesum”

“Tapi kau menyukainya bukan?” Siwon meraih tubuhku.

“Tidak”

“Katakan kau menyukainya?” Siwon mengguncang tubuhku dengan main-main.

“Bagaimana jika aku tidak mau mengatakannya?” terkadang aku suka membantahnya.

“Akan aku siram kau” ancamnya. Aku tahu dia tidak serius karena dia terkikik geli sama seperti ku.

Aku melingkarkan kakiku dipinggangnya dan mengalungkan tanganku dilehernya “Ya, siramlah aku Siwon. Dengan cintamu” oh Tuhan, sejak kapan aku pandai merayu seperti ini?

 

***

Diperjalanan menuju bandara, Siwon mengendarai mobil dengan satu tangannya dan tangannya yang lain menggenggam erat tanganku.

“Tinggalah disini untuk beberapa hari lagi” rengeknya, belum menyerah. Ini ke-lima kalinya dia membujukku agar tetap tinggal untuk beberapa hari lagi dan jawabanku tetap tidak.

“Tidak, Siwon. Aku harus bekerja” jawabku dengan jawaban yang sama setiap kali dia memintaku untuk tinggal.

“Tapi Taeyeon bilang itu tidak masalah jika kau menambah cutimu untuk beberapa hari lagi”

“Yup, tapi maaf aku seseorang yang profesional” Siwon langsung menekuk wajahnya, dia selalu mendapatkan apa yang diinginkan tapi kali ini tidak.

Aku melepas seatbelt ku dan mencium pipinya “Jangan pasang wajah jelek seperti itu. Selesaikan pekerjaanmu dan kembali lah ke Korea dengan utuh”

Senyum pelan-pelan melintasi bibir tipisnya “Akan aku lakukan dan pasang kembali seatbelt mu” ucapnya penuh perintah dan aku melakukannya dengan cepat, merelakan tangan kami terlepas.

Dua puluh menit dalam diam terlewat, sebelum ponsel Siwon berdering. Nama Taeyeon muncul dilayar dashboard. Pasti Iphone miliknya sudah terprogram dimobil miliknya. Siwon memberi intruksi agar aku yang menjawab panggilannya.

“Halo?”

“Sesuatu yang buruk terjadi disini” hatiku cemas dan perutku menjadi mual. Sial!!

“Ada apa?” Siwon melirikku, karena aku setengah berteriak. Pasti dia menangkap kecemasan diwajahku yang mulai pucat.

“Caffe mengalami kebakaran dan Ayah mu berada dirumah sakit” Oh Tuhan. Tubuhku lemas, aku ingin menangis tapi terlalu sulit untuk mengeluarkan sisa tenaga yang aku miliki.

Baby, ada apa?” Siwon menepikan mobilnya dan mengambil alih panggilan Taeyeon “Apa yang terjadi, Kim Taeyeon?” tanya Siwon, dan aku hanya terdiam dikursi ku, mengigit bibir dalam ku sekuat yang aku bisa.

“Ya, Tuhan. Kau bisa menjaganya sampai Tiffany tiba di Korea kan? Kami sedang berada diperjalanan menuju bandara” Siwon meremas tanganku yang gemetar dan dingin.

“Ya, terimakasih” setelah panggilan terputus, Siwon mendekapku dalam pelukan hangatnya, mengusap punggungku.

Gwencana, Ayah mu baik-baik saja. Tidak ada yang luka pada tubuhnya”

Air mataku tumpah begitu saja ketika berada dipelukan Siwon. Aku menangis kuat memanggil Appa, dia satu-satunya yang aku punya didunia ini. Appa pasti sangat shock ketika Caffe itu terbakar, Caffe itu dia bangun bersama Eomma, disana memiliki beribu kenangan. Dia mencintai Caffe seperti dia mencintai Eomma. Aku ingin segera pulang, aku ingin bersama Appa. Appa… Appa.. Appa…

 

***

Penerbangan menuju Seoul dengan nomor pesawat SF-0701C sudah dibuka. Harap para penumpang segera tiba kegerbang E27

 

“Itu dia penerbangan mu” Siwon memelukku sangat erat, mencium rambutku beberapa kali “Aku ingin pulang bersamamu tapi aku tidak bisa. Maafkan aku”

Sebenarnya aku juga membutuhkan dia, tapi aku tidak bisa memaksakan kehendakku. Aku menggeleng “Tidak apa-apa, jangan merasa bersalah sedikit pun. Kau pria paling baik, kau harus tahu itu”

Siwon mencium keningku dan berlama-lama disana “Pergilah. Jangan menangis disaat aku tidak ada dan nikmati perjalanan mu”

Aku mengangguk, meraih kerah kemejanya, aku berjinjit dan mencium bibir Siwon. Bukan Siwon namanya jika dia menerima sebuah kecupan singkat. Siwon mengambil wajahku dengan tangannya dan melumat bibirku secara perlahan-lahan, membuat kepalaku pusing oleh ciuman lembut bibirnya dibibirku, cukup lama sampai membuat kami terengah-engah.

Dengan enggan kami melepaskan bagian-bagian tubuh kami yang menempel satu sama lain, dan aku perlahan melangkah menjauh meninggalkan dia “Bogoshipoe” kataku tanpa suara kearah Siwon dan dia membalas dengan senyum menawan “Nado

 

Setelah berada didalam pesawat dengan kemewahan kelas satu, aku meringkuk dikursiku dan mencoba menenangkan diri. Aku bersyukur, aku sendirian dikursi ini tidak ada yang menggangu atau mengajakku bicara dalam keadaan mood yang buruk. Pergi dan pulang, Siwon tidak memberikan aku teman, kursiku kosong karena dia membayar dua kursi itu. Tidak ingin mengambil resiko jika teman sebangku ku itu adalah pria yang akan menggodaku. Seharusnya Siwon tahu aku tidak akan tergoda karena aku hanya mencintai dia tapi inilah Siwon dan sikap overprotektif nya.

Kembali ke Appa, ini pertama kalinya aku berada jauh darinya untuk waktu yang lama. Menyakitkan mengetahui dia terluka disaat aku tidak ada didekatnya. Appa bukan pria ceroboh sepertiku, dia pria rapih dan teliti. Jadi apa sebenarnya penyebab kebakaran sialan itu?

Sekali lagi aku duduk dengan nyaman dikelas satu, aku sangat berterimakasih pada Siwon. Aku mulai menghitung tiap menit sampai aku bertemu Appa malam nanti.

Aku keluar terminal kedatangan tujuh jam kemudian dan menemukan Yoona yang sudah menunggu. Aku berlari dan langsung memeluknya “Kau harus membawaku kerumah sakit, sekarang. Yoong”

Aku tahu dia ingin membantah tapi sepertinya diurungkan niatnya itu “Ayo” kami berjalan cepat menuju mobil yang terparkir didepan bandara. Aku mengerutkan keningku dan menatap Yoona bergantian. Dia membawa mobil yang Siwon pinjamkan padaku. Bagaimana bisa?

“Siwon Oppa meminta Taeyeon Unnie menjemput mu dengan menggunakan mobilmu tapi Taeyeon Unnie mengalihkan perintah itu padaku” kata Yoona memasukkan koper besar dikursi belakang dan aku membiarkan dia membawa mobilnya.

Diperjalanan aku duduk dengan gelisah, aku menggoyang-goyangkan kaki dan menggigit ibu jariku.

“Unnie, Ahjussi baik-baik saja. Dia hanya shock” aku belum puas hanya mendengarnya dari Yoona. Aku butuh melihatnya langsung.

“Apa penyebab kebakaran dirumahku, Yoong?” Aku menatapnya yang masih terfokus pada jalan.

“Ada seekor kucing masuk lewat pintu dapur dan tersandung kabel listrik. Colokannya menyalah dan membakar gas dari oven yang dibiarkan hidup ketika Ahjussi pergi ke super market”

Ya Tuhan, untung nya Appa tidak berada didalam saat kebakaran terjadi. “Ledakan itu menghancurkan dapur dan mengenai sedikit bagian Caffe” Yoona melanjutkan.

“Lalu apa yang membuat Appa terbaring dirumah sakit?”

“Ahjussi berusaha masuk kedalam untuk menyelamatkan Caffe nya, dia begitu shock dan banyak menghirup asap yang membuatnya jatuh pingsan dan harus dirawat dirumah sakit”

“Yoong, kau tahukan betapa telitinya Ayahku? Kebakaran ini seperti bukan dia”

“Unnie, Ahjussi sudah tidak muda lagi. Sifat lupa bisa saja sering timbul diusianya yang tidak muda”

Ya, benar. Itu mungkin saja terjadi tapi kenapa Appa seceroboh itu. Ya, Tuhan, kecelakaan itu bisa saja merenggut nyawanya jika Appa berada didalam rumah. Sekali lagi aku bersyukur, seluruh kerugian akan ditanggung asuransi, jadi Appa tidak perlu mencemaskan biaya perbaikan.

 

 

Aku mendorong pintu ruangan dimana Appa dirawat. Aku melihat suster muda sedang membantu Appa meminum obatnya. Aku berdiri mematung didekat pintu, membiarkan Appa menyelesaikannya dulu. Mataku bertemu dengan Taeyeon yang duduk disofa, wanita itu meninggalkan suami dan putranya hanya untuk menjaga Ayah dari sahabatnya. Oh, Tuhan, rasanya aku ingin menangis.

Ketika suster keluar dari ruangan, aku mendekat kearah Appa yang duduk diatas tempat tidur, wajah lesu nya memandangku dengan tatapan penuh cinta, seperti biasa. Dia merentangkan tangannya, memintaku agar memeluknya. Dengan gerakan pelan aku memeluk tubuhnya, aku tidak ingin menguatkan pelukanku. Takut jika itu akan menyakiti tubuhnya.

“Miyoungie” suaranya jelas, tenang.

“Appa, mianhae. Jeongmal mianhae Appa” lirihku, disela-sela tangisan ku yang meraung-raung.

Taeyeon keluar memberiku privasi dengan Appa, Yoona yang baru akan masuk pun kembali keluar mengikuti Taeyeon.

“Hey, baby girl. Apa yang perlu dimaafkan? Kau tidak memiliki kesalahan apapun” Appa menepuk bahuku, menenangkan aku, meredakan tangisku.

“Maaf karena tidak berada disisi Appa saat kecelakaan itu tejadi” kataku penuh penyesalan.

“Tapi sekarang kau sudah berada disini. Terimakasih, nak”

Aku melepaskan pelukanku dan Appa menghapus sisa air mataku. Aku mencondongkan tubuhku dan mencium pipinya.

“Berterimakasih karena Appa tidak terluka dan masih berada disini bersamaku”

“Aku tidak bisa meninggalkan anak gadisku sampai dia menikah” Appa tersenyum dan menularkannya padaku.

“Appa, ini bukan seperti Appa. Appa tidak seceroboh ini, kapan Appa terakhir menggunakan oven?”

“Appa tidak ingat”

“Appa lupa mematikan lampunya?”

“Tidak pernah”

“Lalu kenapa Appa membentangkan kabel listrik melintasi jalan pintu dapur?”

“Entahlah, nak. Pertayaan-pertanyaan yang kau ajukan pada Appa, sebetulnya sudah Appa tanyakan pada diri Appa berpuluh kali”

Ini terdengar janggal, seperti kebakaran yang disengaja atau Appa memang benar lupa. Jika itu benar, aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi.

“Bagaimana liburanmu?” Appa merubah arah pembicaraan dengan posisiku yang berbaring meringkuk dipelukan Appa.

“Apa aku terdengar egois jika aku mengatakan itu menyenangkan disaat Appa mengalami hal buruk disini?”

Appa mengusap rambutku, seperti yang sering Siwon lakukan, dan aku merindukan pria itu sekarang.

“Tidak, nak. Kau pantas mendapatkan itu”

“Aku akan membawa Appa kesana suatu hari nanti”

“Iya, bawa Appa kesana bersama calon menantu Choi”

“Appa” aku merengek seperti anak berusia lima tahun.

“Saat kau berada di LA, Ibu Siwon datang ke Caffe”

Nde?” aku mengangkat kepala, terkejut menatap Appa.

“Kenapa kau begitu terkejut? Dia wanita yang baik, sopan dan tidak sombong” demi apapun, itu dia sedang berakting. Wanita jahat, ada maksud apa dia mendatangi Appa?

“Apa yang dikatakan Ibunya?”

“Dia menanyakan mu, membicarakan hubungan mu dengan Siwon. Sepertinya dia menyetujui hubungan kalian” bohong, itu tidak mungkin. Dia berdusta.

“Kau sudah mendapatkan lampu hijau dari orang tuanya, nak. Resmikanlah” itu bulshit Appa. Kau terlalu baik sehingga menilai semua orang itu baik. Wanita itu wanita paling jahat yang pernah aku temui.

Appa mendorong tubuhku menjauh dari tubuh nyamannya “Kau baru saja sampai, nak. Kau pulang saja dan istrahat”

Aku semakin mempererat pelukanku “Tidak, aku ingin tidur bersama Appa disini”

Appa mencubit hidungku “Kau sudah melihat Appa baik-baik saja. Jadi kau boleh pulang sekarang” Appa mendorong tubuhku menjauh lagi “Lagi pula tempat tidur kecil ini tidak muat untuk kita berdua. Bokongmu sangat besar”

Aku cemberut kearahnya “Aku bisa tidur disofa”

“Tidak. Pulang” Appa tidak ada beda nya dengan Siwon, tukang perintah dan tidak dapat dibantah. Aku memiliki dua pria yang aku cintai dihidupku.

Aku menyerah, berdiri, merapikan letak selimut Appa dan mencium keningnya “Selamat malam Appa, besok pagi aku akan datang kesini”

“Hati hati” aku mengangguk dan keluar dari ruangan. Melihat Yoona dan Taeyeon sedang duduk diruang tunggu.

“Terimakasih banyak, aku tidak tahu bagaimana nasibku jika aku tidak memiliki kalian” aku merangkul kedua bahu mereka dan sedikit berjinjit karena Yoona lebih tinggi dariku. Kami berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju pintu utama.

“Kau hanya perlu membayarnya dengan cerita panasmu selama di LA” seru Taeyeon, sahabat mesumku yang aku rindukan.

“Sahabat yang perhitungan” gerutuku pura-pura cemberut.

“Kantor begitu sepi karena tidak ada Unnie, udara tidak dipenuhi oleh teriakan-teriakan Unnie” kami bertiga serempak tertawa.

Aku harus turun ke basement menggunakan lift sedangkan Yoona dan Taeyeon berjalan ke pintu utama karena para suami mereka sudah menjemput. Waw, pria yang manis.

“Tidak usah datang ke kantor sampai Ahjussi pulang kerumah dalam keadaan sehat total”

“Tapi aku sudah meninggalkan kantor begitu lama. Aku akan datang karena Appa baik-baik saja, bahkan dia menyuruhku pulang malam ini”

“Menurut atau kau kupecat?” ancam Taeyeon dengan main-main tapi wajahnya bersungguh-sungguh.

“Kejam” dan kami pun berpisah.

 

Aku berpaling dari mobilku dan menemukan Ibu Siwon muncul dari mobil yang terparkir disamping mobilku. Sebelum aku bisa melangkah kesatu sisi untuk menghindarinya, tangan wanita itu melayang dan menamparku dengan keras dipipi. Aku tersungkur dan dengan sendirinya tanganku naik melindungi wajahku yang akan ditampar lagi olehnya.

“Pelacur!! Kau jalang penggoda” pekik wanita itu. Aku mencoba berdiri dan mengusap pipiku yang kesemutan. Sialan!!

Dengan gerakan cepat, wanita itu melemparkan sebuah koran lokal dengan foto aku dan Siwon yang tercetak besar memenuhi halaman pertama. Itu foto dimana Siwon mencium pipiku didepan para reporter saat acara makan malam di LA.

“Kau pelacur” hardiknya sekali lagi “Berani-beraninya kau menyusul putraku ke LA”

“Aku tidak. putra anda yang memintaku datang kesana” Aku membela diri dengan suara tenang, jelas dan tidak emosi. Hebat.

Dia mencemoh dan menatapku seperti aku adalah sesuatu hal yang menjijikan “Ini peringatan pertama. Aku membiarkan orang-orang ku memasang mini bom canggih didapur rumahmu”

Wanita ini dalang dari skenario kebakaran itu? Cukup jelas, itu kenapa dia datang menemui Appa dan datang ke Caffe dengan kemampuan akting nya.

“Ja..di.. anda..” aku mengucapkannya dengan susah payah.

Tidak menyangka ada seseorang yang begitu kejam ingin mencelakai orang lain sebegitu kejinya. Ya, jalan hitam terbuka bagi siapa saja yang memiliki uang dan kekuasaan dan wanita dihadapanku ini memiliki segalanya. Aku teringat ucapan Donghae yang mengatakan tentang orang tua Siwon ‘Mereka monster yang dapat menghancurkan siapapun’ astaga, Donghae bersungguh-sungguh dengan ucapannya.

“Saya akan melaporkan kejahatan anda pada polisi” ucapku sarkatis.

Wanita itu melipat tangan didepan dadanya dengan angkuh “Silahkan saja. Tidak ada yang akan mempercayai pernyataan mu” katanya dengan santai. Andai aku memiliki ponselku, aku akan merekam semua perkataannya.

“Orang-orang ku sudah menyusunnya dengan rapih. Ledakan itu direncanakan dan dilaksanakan supaya tampak seperti kecelakaan akibat keteledoran Ayahmu. Sialnya, kucing itu yang masuk bukan Ayahmu. Siapa yang bisa menduga?” dia tersenyum bangga.

Aku ingin memukul mulutnya tapi aku menahan tanganku yang terkepal disisi tubuhku.

“Jika kau masih menjalin hubungan dengan putraku, aku akan menghancurkan rumah dan Caffe butut itu berkeping-keping dengan Ayahmu didalamnya”

Aku merinding, bergidik memikirkan hal mengerikan itu. Jelas, dia bersungguh-sungguh dengan ancamannya. Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku mencintai dua pria ini.

Dengan gemetaran aku menatapnya “Jadi itu yang anda inginkan?”

“Cukup jelas, karena Siwon bersikeras tidak mau meninggalkan mu jadi kau yang enyah dari kehidupan putraku”

“Beri aku kesempatan untuk bertemu dan mengucapkan selamat tinggal dihari ulang tahunnya” akhir minggu ini Siwon berulang tahun, aku belum menyiapkan hadiah apapun untuknya tapi aku sudah memiliki sebuah perpisahan untuk kuberikan padanya.

“Perpisahan dihari ulang tahun, itu akan sangat menyakitkan” dia seperti tidak setuju dengan permintaanku. Tapi meninggalkan Siwon kapanpun itu sama saja, aku membuatnya sakit juga. Aku pun berada dipihak yang akan merasakan sakitnya perpisahan.

“Itulah yang anda inginkan, yang anda lakukan pada putra anda”

Dia menggelengkan kepalanya dan berdiri tegap “Tepati janjimu. Aku akan terus mengawasimu, ingat”

Aku tidak menjawab, dia masuk kedalam mobilnya dan pergi. Aku masuk kedalam mobil dan melihat ponselku berada di dasbord. Aku tidak melihatnya tadi, karena terlalu mencemaskan Appa. Aku menyalakan ponselku dan air mata lolos saat melihat wallpaper ponselku, foto Siwon saat tidur. Entah  mengapa aku suka melihat wajahnya ketika dia tidur. Begitu tenang, santai dan tentunya tampan.

Oh, sayang. Kita tidak akan bisa bersama, kita akan berpisah atas kemauan Ibumu dan untuk keselamatan Ayahku. Kenapa Siwon harus terlahir dari wanita monster menyeramkan seperti dia.

Jika ada yang namanya renkarnasi, aku berharap dipertemukan kembali dengan Siwon yang terlahir dari keluarga biasa. Karena sangat sulit untuk tumbuh dalam keluarga yang sempurna saat kamu tidak sempurna. Mereka terlalu sempurna untukku. Mau tidak mau aku harus melepaskannya.

Ada beberapa pesan dari klien yang akan aku baca saat berada dirumah nanti. Tiga voicemail, semuanya dari Siwon. Mendengar suaranya membuat rinduku meledak. Aku menekan speed dial yang langsung terhubung dengan nya, tidak pernah menunggu lama untuk dia menjawab panggilanku.

Baby” oh Tuhan, aku membutuhkannya, aku ingin memeluknya. Aku mendekap mulutku agar isakan ku tidak terdengar tapi usahaku gagal.

“Ku mohon jangan menangis, baby” bukannya berhenti tapi tangisanku semakin kencang “Sayang, semuanya sudah baik-baik saja”

Ya, tapi tidak dengan hubungan kita. Hubungan kita berada diujung tanduk perpisahan. Haruskah aku memberitahunya soal ancaman Ibunya? Kelakuan jahat yang dilakukan Ibunya pada rumahku, pada Caffe Appa? Tapi sepertinya bukan ide bagus, karena itu semakin membuat nyawa Ayah ku terancam, atau bahkan nyawaku juga. Wanita itu sangat kejam.

Saat tangis ku mulai reda, aku mulai bisa bicara “Apa aku menggangu? Pasti kau sedang bekerja.” disana pagi, pasti Siwon sedang sibuk dengan pekerjaannya.

“Aku sedang berkemas, aku akan kembali ke Korea pada penerbangan sore”

“Tidak, Siwon. Kau memiliki banyak pekerjaan, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir” aku menyesal tidak dapat menahan tangisku didepannya.

“Bagaimana bisa aku terdiam disini sedangkan kekasihku mengalami hal buruk dan membutuhkan aku” aku membutuhkanmu lebih dari apapun. Walaupun faktanya aku lebih membutuhkan mandi sekarang karena tubuhku sudah lengket oleh keringat.

“Aku baik-baik saja sekarang. Aku tadi hanya berfikir bagaimana jika Ayahku ikut terbakar. Oh Tuhan”

“Ayahmu baik-baik saja, baby. Kumohon jangan menangis lagi, kau tahu itu berdampak buruk saat mendengar mu menangis. Itu kelemahanku” ayahku tidak akan baik-baik saja jika aku melanggar janjiku pada Ibumu.

“Ya, semuanya baik-baik saja dan maafkan aku” aku menghapus sisa air mata dengan punggung tanganku.

“Aku akan segera pulang. Aku merindukanmu”

“Aku merindukan mu juga. Cepat selesaikan pekerjaanmu dan datang padaku dengan utuh”

“Tunggu aku, dan tidurlah. Aku tidak ingin saat aku pulang nanti dan meihatmu yang seperti zombie”

Aku memaksakan tawa “Ya, selamat malam cintaku”

Bye

Aku akan membelikan sesuatu untuk hadiah ulang tahunnya, untuk hadiah perpisahan kami. Walaupun aku tahu pria itu memiliki segalanya.

Apa yang akan kau berikan pada pria yang memiliki segalanya?

Tapi aku sudah menemukan hadiah yang tepat untuknya. Tidak perduli dia memiliki banyak koleksi dan harganya lebih mahal dari yang akan aku berikan padanya.

 

 

***

“Dasar wanita keras kepala, kau benar-benar ingin aku pecat ya?” kata Taeyeon dengan nada suara tinggi saat aku memasuki ruangannya keesokan paginya.

Aku duduk dihadapannya, menyilangkan kakiku “Kim sajangnim, aku sudah memenuhi syaratmu agar masuk kekantor ketika Ayahku sembuh dan aku sudah melakukan segalanya. Mengantarnya sampai ketempat tidur dengan selamat. Appa ditemani teman-temannya, jadi cukup aman untuk meninggalkannya” kata ku panjang lebar menjelaskannya pada Taeyeon.

“Aku tahu kau datang kekantor bukan karena kau tidak sabar untuk bekerja, tapi kau tidak sabar melihat hadiah yang akan kau berikan pada Siwon kan?” dia menatapku dengan tatapan menuduh, merogoh lacinya dan mengeluarkan bungkusan pesananku.

“Itu fitnah namanya” aku mencibir, mengambil bungkusan itu dan mengintipnya “Terimakasih. aku akan membayarnya dengan mencicil seperti yang aku janjikan”

Aku meminta tolong pada Taeyeon untuk membelikan yang aku inginkan untuk aku berikan pada Siwon. Selain aku tidak memiliki banyak uang, karena harga benda tersebut seharga tiga bulan gajiku. Alasan lain karena Taeyeon memiliki selera bagus saat memilih barang tersebut. Terbukti dari yang Jung Soo Oppa pakai, itu semua Taeyeon yang memilihnya.

“Jangan pikirkan soal bayarannya, kau dapat membayarnya kapanpun” aku tidak menceritakan pada Taeyeon tentang ancaman Ibu nya Siwon, soal dalang dari kebaran yang sebenarnya, belum. Aku akan menceritakannya nanti, setelah berpisah dengan Siwon. Aku tidak membutuhkan masukan dari siapapun, aku takut aku akan goyah.

“Terimakasih banyak, chinguyaa…” aku berdiri dan menyampirkan tali tas ku dibahu “Aku ingin memeriksa ruangan yang sudah seminggu aku tinggalkan” aku melambai dan berjalan keluar ruangan dan masuk kedalam ruanganku yang lebih kecil dari ruangan Taeyeon.

Aku duduk dikursi kebanggaanku. Tempat ini bersih, tidak terlihat sudah ditinggal satu minggu lamanya. Para OB yang membersihkan tempat ini disaat aku tidak ada, aku harus berterimakasih pada mereka.

Besok sore Siwon kembali ke Korea dan lusa dia berulang tahun. Aku sudah menyiapkan segalanya tapi untuk salam perpisahan, aku benar-benar belum siap. Aku masih sangat mencintainya, dan aku sadar akan fakta bahwa aku tidak pernah menginginkan pria lain dalam hidupku sebanyak aku menginginkan Siwon.

Dua kali menjalin hubungan dan semua nya tidak memiliki akhir yang indah. Apa ini takdirku? Apa aku tidak diperkenankan bersatu, membina hubungan secara permanen dengan orang yang aku cintai? Setiap memikirkan hubungan ku yang akan kandas, aku selalu ingin menangis. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi lemah. Saat hubungan cinta pertamaku gagal karena penghianatan, aku tidak selemah ini.

Aku mengambil secarik kertas  dan pulpen. Ini akan aku masukkan didalam kotak hadiahku yang akan aku berikan padanya.

 

Selamat tinggal pria berharga yang pernah menjadi milikku – Hwang Mi Young

 

Aku menghela nafas panjang ketika menulis surat untuk Siwon. Aku membaca surat itu sekali lagi dan air mata lolos dari bola mataku, membuat surat yang aku buat basah berbentuk tetesan air mataku. Aku menghapus air mataku, menahan diri agar tidak terisak. Demi Tuhan, ini dikantor.

Aku membuat surat itu sepenuh hati, dan bahkan aku tersenyum, lalu menangis saat menulis surat. Cerita-cerita indah itu hanya akan menjadi kenangan saja. Sekarang nanti dan mungkin selamanya.

 

 

 

TBC…

Guys, aku gak tau kalian bakal suka chapter ini atau ga? Tapi aku suka banget waktu nulisnya. Maksudnya, pas dibagian Sifany nya berlibur looh…

Sorry kalau rada chessy, atau corny atau apapun deh. I’m kinda suck doing this thing LOL..
So, Hope you enjoy this chapter as well!!

 

PENTING. TOLONG DIBACA!!!

Berhubung Next Chapter bakal jadi Last Chapter dan lagi akan ada unsur 19+ nya *Authornya yadongnih*Well, FF nya bakal di protek dan aku akan ngajak kalian senam otak lagi kaya di Chapter sebelumnya buat dapetin PW.

Oke langsung aja ya, ini dia Clue nya.

 

CLUE PW HEARTBREAK LAST CHAPTER

  1. PW bisa jadi terdiri dari angka atau huruf.
  2. PW terdiri dari dua suku kata.
  3. PW terdiri dari sembilan huruf tanpa spasi dan huruf kecil.
  4. Clue utamanya adalah “BERAPAKAH UKURAN CELANA DALAM SIWON?” kalian tidak tahu? Kalian keterlaluan kalau tidak tahu. Sebagai seorang fans seharusnya kalian wajib tahu dong.

P.S : hanya butuh kejujuran untuk menjawab dan mendapatkan PW nya. So, fighting!!

Iklan

49 respons untuk ‘(AF) Heartbreak Part 5

  1. Bagusss bgtt thor, ni bakal nyesek deh kyknya. Donghae tu kyknya suka deh ma tiffany, y gk thor?
    Ya ampun pw lagi.
    Yg kmrn aj blm kebuka.
    😂😂

  2. berawal dgn keromantisan berakhir dgn kesedihan . kassiang skli cinta klian yang bgtu rumit . ingin rsanya untuk mutilasi eommanya siwon oppa dan buang kesungai han . hehehe mian oppa .

  3. Ahh sifany udah romantis”nya tapi kenapa harus pisah 😦 padahal baru lagi bahagia”nya
    Huhfftt kenapa PWNYA susah sekali thor? Ukuran celana dalam siwon?yang bener aja thor :v
    Inimah bener”senam otak jadinya 😀
    Tapi gapapa next thor

  4. g bisa dipungkiri SiFany sm2 tergila-gila,gila krn slg cinta. hingga tdk akn ad yg bisa hlngi kbhgiaan n romantisme mrk…..
    tp sprtiny msh ad yg hlgi hub mrk n tak lain justru klrg Siwon.
    OMG segitu berkuasahn harta ampe mw hncurkn hdp org lain….sbr Fany bhgiamu pst dtg….

  5. Ini PW nya lumayan susah eh bkn lumayan tp emg susah bgt. Kayanya emg bin prophet sejati dah yaakk hihihi 😁😁
    Emak siwon pen bgt gue kirim ke afrika biar kaga balik” dah ganggu anak muda bgt sumpeh greget jg nih ama emak” model bginian yaa moga sifany ttp bertakdir utk berjodoh deh amin 🙏🙏

  6. baca part ini hati naik – turun wkwk, lah kok bisa…
    ya gimana gk naik turun orang habis romantis, jealous hehe..
    baper baper gimana gitu baca sifany saling rayu*jadi pengen eh,…
    baca bagian akhir juga mulai bikin jantung gk stabil kenapa ada aja ya problem yg harus di lewatin sama dua orang ini, Siwon oppa, Fany eonnie huhu t_t
    waduwww itu password apa password thor? ukuran ‘tittt’ wkwk
    ya nanti pokoknya diusahakan menjawab lah yaaaa

  7. Sumpah demi apapun, emaknya siwon jahat banget 😤 inget karma kenapa 😪 kasian itu tiffany, harus ngerelain hubungannya pula 😭
    Oke nextnya pw lagi hmmm, ngandelin luck lagi ajalah kaya kemarin wkwk gatau ukurannya soalnya ✌ I’m here because tiffany hwang tbh 😂

  8. Hubungan sifany kaya nano2, bnr2 btuh perjuangan apalagi ngadepin sih emak lampir noh
    minta di kepret mulu
    wiihh thor PW’a ngeri bener, ampe merinding n pingin jedotin pala ke tembok
    fiuuhh.. lg lg nguras otak
    ok fix saya mo cari ilmiah dlu buat PW’a
    ditnggu yah thorr

  9. Lah pw part 4 aja belom kebuka, udh mao post ff yg di protek lagi aja duduuh😖 kecewa deh gabisa baca ff part sbelomnya😭 tp aku suka part ini biarpun ceritanya jd kgak nyambung😪😍

  10. Waduh chapter sblmnya aja blm kebaca. Tapi ttp suka chapter yg ini.. yaa cuma ibunya siwon jahat banget sih.. tetap satuin sifany ya thor (?) Maksa banget:v

  11. Astaga aku ga tega liat yg bingung pwnya 😭 /maklum pernah di posisi mereka 😂/
    Jadi kalian yg pengen tau pwnya, cermati bagian P.S nya guys, jangan terfokus pada cluenya. Aku kasih lebih jelas ya, pwnya terdiri dari 9 huruf, terdiri dari 2 kata /nanti jangan di spasi kalo mau masukin pwnya/ total suku kata ada 4, pw bukan sebuah ukuran celana dalam /nah loh/ dan huruf kecil semua. Yg kalian perlukan cuma KEJUJURAN. Cermati kata ‘kejujuran’ ini 😝
    Kayanya itu aja yg bisa aku kasih ke kalian, aku harus menghormati authornya dgn tidak memberikan langsung apa pwnya pada kalian. Semangat guys 💪

      • Kayaknya udah aku jabarin di atas cluenya, mungkin clue tambahannya itu, pwnya terdiri dari 2 kata dan itu merupakan kata sehari-hari, semua orang sering ngucapin, cermati bagian ‘kejujuran’ deh, kamu harus jujur mengenai celana dalam siwon, kalo udh paham, pasti bisa kok 😁

      • Ya itu kan udah jelas banget cluenya, cermati bagian p.s aja, yg dibutuhin cuma kejujuran, cluenya bukan ukuran celana dalam, ini kata sehari hari yg sering diucapkan, dua kata, 9 huruf

    • 1. Bukan ukuran celana dalam
      2. 4 suku kata
      3. Ada 2 kata
      4. Gak pke spasi
      5. Kata sehari-hari
      6. Orang2 sering ngucapin
      7. Ada sembilan huruf
      8. Ada yg bilang pwnya keren

      Sudah ada 8 clue tp aku masih blum bsa buka kak, gak trllu jago main tekateki. Kyknya butuh bersemedi dulu deh buat dpt pwnya hahaha 😂

      • Aku kasih clue terakhir ya, ini bisa jadi clue besar buat readers yang mau dapetin pwnya.
        Cermati pertanyaan ini: ‘JUJUR, kamu tau gak ukuran celana dalam siwon?’
        Nah, jawaban jujur kamu itu yang jadi pwnya.
        Ingat, 2 kata, 4 suku kata, dan harus kata baku 😉

  12. Ternyata eommanya siwonlah dalangnya membuat caffe appanya fany kebakaran.
    Eommanya siwon bikin kesal banget sih,rasanya mau ditabokin kepalanya sampai benjol deh.
    Jangan putusin siwon donk,fany ah…..
    Kasian siwonnya,pasti sedih banget……
    Sifanya jangan putus donk…..
    Aduh….cluenya benar2 asah otak abis2an nih….
    Ayo….semangat.

  13. Tega banget ya ibunya siwon,, sampe segitunya banget..
    Kelakuannya ga mencerminkan keluarga konglomerat..
    Sampe ngancam segala pula..
    Sifany nya jangan berpisah dong.. udah so sweet banget.. masa harus berpisah sih..

  14. untung appanya ga ikut kena kebakaran itu😓 tega banget sumpah mamaknya minta di kasih kultum.gg 😏 yampun mpga moga bisa buka pwnya😭

    • Lo main wattpad gak? Authornya punya akun di wattpad. Di situ ceritanya gk d privat klwpun di privat cukup follow akun authornya. Bocoran nih, di wattpad ada sequelnya.

      Maaf gue udah ngomong kasar sm lo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s