(AF) Tanpa Batas Part 1

tanpa-batas-by-na

Tanpa Batas

Author : Na

Main Cast : Choi Si Won | Hwang Tiffany

Genre : Angst, Hurt

Rating : PG+17

Lenght :Chapter

Disclamer : “This story mine. Don’t be a plagiator or flame”

Also visit my web or wattpad : https://floristcarousel.wordpress.com/ and https://www.wattpad.com/user/FloristHaruna

 

-***-

Untuk seorang wanita yang ku cintai tanpa batas.

Untuk seorang wanita yang ku sayangi tanpa batas.

Untuk seorang wanita yang ku inginkan tanpa batas.

Untuk seorang wanita yang ku sakiti tanpa batas.

Dan untuk seorang wanita yang ku gilai dan ku rindukan tanpa batas.

-***-

 

Tiffany adalah wanita yang berkomitmen. Wanita berdarah Amerika-Korea ini termasuk dalam jajaran wanita idaman setiap pria. Mapan, dewasa, cantik, dan juga mampu menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.

Namun, sayangnya wanita yang kini berusia dua puluh tujuh tahun lebih memilih untuk fokus dalam karirnya terlebih dahulu. Padahal, beberapa pria dengan kedudukan yang tinggi telah berusaha meminangnya. Sebut saja, Dong Hae, Henry, Su Ho, bahkan bocah berusia tujuh belas tahun yang memiliki hubungan darah dengan Dinasti terakhir di Korea Selatan yang memiliki nama Tae Hyung saja pernah terang-terangan menyatakan perasaan pada wanita manis ini.

Tapi, Tiffany tetap Tiffany si pekerja keras kepala batu. Dia menolak semua lamaran itu dengan halus dengan alasan ingin fokus ke karir.

Tiffany adalah pemilik tunggal dari butik terbesar di Asia. Pemilik tunggal dari beberapa mall terbesar di daratan Eropa. Bahkan, style dari butiknya yang baru ia keluarkan selalu menjadi trending topik dimana-mana.

Wanita yang sempurna. Sangat amat sempurna.

Namun, siapa sangka kalau ia telah memiliki anak. Wanita itu mempunyai masa lalu yang pahit untuk di bahas. Apalagi, Ayah biologis dari anaknya pernah menolak anak ini mentah-mentah.

Tiffany melangkahkan kakinya yang terbalut dengan rok span warna hitam dengan cepat menuju pintu besar warna putih di depannya.  Beberapa pelayan yang mengenakan baju kerja mereka terlihat membungkuk yang hanya di balas anggukkan pelan Tiffany.

Wanita dengan rambut coklat berponi di gelung di atas itu tampak terburu ketika menghampiri pintu warna merah muda yang bertuliskan ‘Stella Hwang’ tersebut. Dia membuka kenop pintu dan memutarnya pelan.

Ia melihat seorang bocah perempuan berusia lima tahun terbaring pucat di atas ranjang warna merah muda dengan kain putih yang diletakkan di dahinya. Tiffany mendekatkan dirinya di samping tempat tidur ukuran king size itu dan duduk di kursi sebelah tempat tidur.

Air matanya turun seketika. Ia memegang tangan mungil sang bocah dan menciuminya berulang kali. Bocah perempuan dengan rambut warna hitam persis dengan Ayahnya itu sedikit terganggu kemudian membuka mata yang persis seperti Ibunya dengan perlahan.

Ia menoleh dan mendapati Ibunya yang sedang menangis.

Don’t cry mommy,” Tiffany berusaha mengulas senyumnya namun, gagal. Ia tetap menangis sesenggukkan. Malah, tangisannya tambah keras.

I’m so sorry honey, Did it hurt? We can go to hospital if you feel hurt,” Stella menggeleng kemudian tersenyum.

No, I just wanna mommy stay with me,” Tiffany menanggukkan kepalanya kemudian melepas heels warna hitamnya kemudian tidur di sebelah Stella dan memeluk bocah perempuan itu erat. Stella tersenyum ketika Tiffany memeluknya erat.

Stella memang anak yang berkecukupan. Bayangkan saja, Mommy-nya termasuk wanita tersukses di benua Amerika. Tapi, karena itulah Mommy jarang sekali bertemu Stella. Stella selalu bangun tanpa Mommy karena Mommy telah berangkat kerja.  Dan ia selalu tidur sebelum Mommy pulang.

Kadang, ia pernah berfikir kalau ia ingin sekali seperti anak yang lain. Ketika, temannya di jemput oleh Mommy atau Daddy Stella di jemput Mr. Lucas –Sopir pribadinya. Ia ingin sekali menanyakan kenapa ia tidak memiliki Daddy tapi, Stella tahu kalau Mommy-nya selalu terlihat sedih ketika Stella menanyakan ‘siapa daddy-nya’ atau ‘daddy pergi kemana’.

Tiffany mengelus lembut surai hitam milik anaknya sambil bergumam lagu tidur yang membuat Stella rileks dan mengantuk.

Stella tersenyum kemudian rasa kantuk itu semakin mendera. Stella kemudian menyelami dunia mimpi indah untuk pertama kalinya setelah satu bulan tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Tiffany juga begitu. Ia terlalu lelah karena lembur dua hari dan juga karena mimpi buruk yang selalu hadir di setiap tidurnya.

Untuk pertama kalli dalam sebulan, Ibu dan anak itu tertidur dengan lelap dengan posisi saling berpelukan.

Sinar mentari mulai menembus korden putih terawang itu dengan pasti membuat wanita berambut coklat menutup matanya karena terlalu silau. Setelah matanya terbuka dengan sempurna ia menoleh ke arah nakas dan melihat jam meja yang terduduk di atas meja kecil itu dengan manis.

10.00 A.M

Tiffany tersenyum melihat malaikat kecilnya yang masih tertidur terlelap. Sore itu, ia sangat khawatir setelah di kabari pembantu rumahnya kalau Stella demam tinggi. Telapak  tangannya terangkat untuk mengecek suhu badan anak tersayangnya ini.

Sudah turun.

Tiffany menghembuskan nafasnya lega. Kemudian, ia turun dari ranjang berukuran king size warna merah muda itu dan berjalan keluar kamar anak satu-satunya itu.

Stella mengerjapkan matanya lucu. Ia menoleh ksamping dan tidak menemukan siapapun disana. Pasti, Mommy-nya telah pergi bekerja. Stella turun dari tempat tidurnya kemudian berjalan menuju kamar mandi.

Setelah mandi, ia memutuskan untuk sarapan. Hari ini mood-nya sedang baik apalagi Mommy-nya telah memeluknya semalaman.

Stella membulatkan matanya ketika melihat siapa yang tengah memasak di dapurnya. Itu Mommy!

Mommy-nya masih mengenakan kemeja putih yang di lipat sampai siku, rok span serta rambut yang di gelung jadi satu.

Mommy-nya tetap cantik walau baru bangun tidur. Stella dengan semangat melangkahkan kakinya menuju kursi makan.

Morning, Mommy!” Seru Stella semangat. Stella tidak pernah merasa sesenang ini sebelumnya. Tiffany tersenyum lembut pada Stella kemudian kembali membakar roti bakarnya.

Ia meletakkan empat roti bakar isi selai strawberry di atas meja kemudian mengelus rambut anaknya lembut.

Morning too, Honey, How are you today?” Tanya Tiffany seraya memakan roti bakarnya dengan anggun. Stella tersenyum sampai eye smile tercetak jelas di kedua matanya.

Better than yesterday,” Stella memakan roti bakar ini dengan pelan. Entah hanya perasaannya atau bagaimana roti bakar buatan mommy-nya sangat amat enak.

So, any plan today?” Mommy-nya menatap Stella yang sedang memakan roti bakarnya suka cita. Stella kembali tersenyum.

School,” Ucap Stella. Tiffany mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.

Okay, Mommy akan mengantarmu sekolah, tapi, nanti saat pulang di jemput Mr. Lucas? How?” Mata Stella berbinar lucu dan menganggukkan-anggukkan kepala bak ajing kecil. Tiffany terkekeh kemudian mengangguk. Stella menggendong tas kecilnya kemudan mengikuti Tiffany.

Mereka sudah berada dalam mobil lamborgini milik Tiffany. Wanita itu melajukan mobilnya pelan sembari bernyanyi ria bersama buah hatinya yang terlihat sangat senang hari ini.

Tak terasa, mobil warna hitam itu berhenti tepat di depan sekolah berbasis Internasional dan Stella mencium pipi Tiffany agak lama dan dadah pada Ibunya itu ketika Ibunya akan pergi.

Stella mengulas senyumnya pelan dan menatap langit.

Semoga, setiap hari dia selalu merasakan hal ini, ya Tuhan!

-***-

Tiffany memasuki ruang rapat itu dengan percaya diri. Semua lelaki bahkan wanita yang berada dalam rapat tersebut melihat Tiffany dengan mata berbinar.

Tiffany duduk di kursi utama dan mengedarkan seluruh pandangannya ke semua arah.

Matanya tertuju pada lelaki dengan jas warna hitam yang menatapnya dingin dan juga tajam. Tiffany tidak bisa menyangkal kalau kebenciannya pada lelaki itu talah mencapai pusat.

“Choi Siwon,” Desisnya tertahan. Ia benci pada lelaki yang sialnya adalah Ayah biologis dari anaknya Stella Hwang.

TBC

A/N : Hai~ Kenalkan namaku Ananda Putri tapi panggil aja Na! Well, ini fanfiksi pertamaku yang terfokus pada Sifany. Mohon kritik dan sarannya!

 

 

 

 

 

 

52 thoughts on “(AF) Tanpa Batas Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s