(AF) Be Natural Part 4

Be Natural
(chapter 4)

img_8278

Author :

Dewi Astri 

Main Cast :

Choi Siwon – Tiffany Hwang

Other Cast :

Jeon Jungkook a.k.a Hwang Jungkook – Oh Sehun a.k.a Hwang Sehun – Son Seungwan (Wendy) – Kim Yeri – etc.

Genre : Romance

Rate : 16

Lenght : – 

Disclaimer :

“FF ini tercipta asli dari pemikiran sendiri. Semoga dapat di terima baik oleh para readers”

*****

 

POV

 

 

Tiffany melangkah menuju Siwon yang masih berjongkok lemas  di depan tanah yang sudah menutup liang lahat Tn. Choi. Tiffany mengulurkan tangannya pada Siwon dan tersenyum padanya. Siwon meraih tangan Tiffany dan berdiri tepat di hadapannya. Tiffany mengangkat tangannya dan mengusap wajah Siwon yang sudah terbasahi oleh air matanya.

 

“oppa kajja kita pulang..” ajak Tiffany

“baiklah..”

 

Tiffany melingkarkan tangannya di lengan Siwon dan berjalan bersama menuju mobil. Siwon menoleh ke belakang melihat makam ayahnya. Tiffany mengusap lengan Siwon.

 

“oppa i’m here” Siwon tersenyum pada Tiffany.

 

‘saat aku kehilangan eomma dulu kau ada di sampingku dan sekarang saat aku kehilangan appa kau juga ada disampingku Miyoung-ah.. aku terlambat menemukanmu..mian..’ batin Siwon.

 

 

 

Di pinggiran sungai Han di sore hari membuat suasana hening antara Tiffany dan Siwon saat ini, tidak ada dari mereka ingin membuka suara. Tiffany menoleh ke arah Siwon yang sedang memperhatikan air dari sungai Han yang tenang.

 

“dulu saat aku menangis karena banyak yang mengejekku , kau selalu menghiburku untuk kembali tersenyum. kau pernah memakai topeng gorila untuk membuatku tersenyum , kau pernah menari tarian yang aneh agar aku kembali tersenyum dan kau menciumku agar aku berhenti menangis” ucap Tiffany. Siwon mengangguk dan tersenyum mengingat kenangan mereka dimasa kecil. Tiffany mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Siwon , membuat Siwon menoleh ke arahnya dan menatap Tiffany tajam seolah meminta penjelasan tentang ciuman Tiffany di pipinya.

“tersenyumlah karena kau mendapatkan ciuman secara cuma-cuma dariku” Siwon tersenyum dan mengacak-acak rambut Tiffany.

“kau masih seperti dulu nne masih tetap menyebalkan.” ucap Siwon.

“oppa lusa adalah hari ulang tahun Sehun. aku ingin membuat sesuatu untuk ulang tahunnya apa kau bisa membantuku?”

“12 april? ahh.. aku pernah melihat Wendy melingkari tanggal itu di kalender yang ada di ruang kerjanya. kita harus membuat pesta yang berkesan untuk Sehun” ucap Siwon

“kau benar apa kau memiliki ide untuk itu?” Siwon berpikir sejenak dan mendekatkan wajahnya ke telinga Tiffany.

 

Tiffany mendengarkan apa yang di ucapkan Siwon di telinganya. Tiffany menjauhkan dirinya dari Siwon dan membuka mulutnya seolah tak percaya dengan ide yang di katakan Siwon.

 

“mwo? aku tidak yakin mereka mau melakukan itu oppa.. ak-”

“kau ini .. kenapa kau selalu menyerah sebelum kau melakukan sesuatu? aku yakin ini akan berhasil..”

“tapi-”

“kau ini banyak sekali membantah Tiffany Hwang. bagaimana jika nanti kau menjadi istriku apa kau akan terus membantahku eoh?” Tiffany memukul lengan Siwon.

“apa yang kau katakan? kau ini percaya diri sekali , siapa yang ingin menjadi istrimu..” Siwon mendekatkan wajahnya pada Tiffany, sepertinya melihat dari jarak dekat sudah menjadi kebiasaan seorang Choi Siwon pada Tiffany Hwang.

“aku juga tidak sungguh-sungguh mengatakan itu tapi kenapa wajahmu berubah menjadi berwarna merah seperti tomat?” Tiffany menjauhkan wajah Siwon darinya.

“berhentilah memandangku sedekat itu.”

“13 tahun yang lalu aku juga suka memandangmu dari jarak sedekat itu dan karena sekarang kita sudah bertemu jadi tidak masalah bukan aku memandangmu seperti yang aku lakukan 13 tahun yang lalu?”

“tapi kau selalu melakukannya di tempat umum oppa. lihatlah banyak sekali orang yang salah paham saat kau menatapku sedekat itu” Siwon mengedarkan pandangannya ke sekitar sungai Han, Tiffany benar orang-orang yang ada di sekitar sana menatap mereka sekarang.

“biarkan saja.. kita kan calon kekasih bahkan calon suami istri” Siwon kembali mendekatkan wajahnya namun Tiffany berhasil menjauh dan berlari meninggalkan Siwon.

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Jungkook melangkah menuju ruang kelasnya yang berada di lantai 2, banyak para wanita yang menatap Jungkook berjalan pincang, bahkan tidak sedikit wanita yang ingin membantunya berjalan, wajar saja Jungkook siswa populer di sekolah. Jungkook menolak semua tawaran pada wanita itu untuk membantunya karena dia merasa masih sanggup berjalan seorang diri.

 

“Kookie..” teriak Taehyung dan berlari ke arahnya. Jungkook tersenyum melihat temannya itu sudah datang.

“mianhae , kau taukan aku selalu telat bangun pagi ya seperti ini lah ..hah..hah..hah..” ucap Taehyung sambil mengatur nafasnya.

“aku juga baru saja datang. Taehyung-ah apa kau lapar? aku belum sarapan bagaimana kalau kita sarapan di kantin?”

“tapi kau yang-”

“iya aku yang bayar”

“kau taukan uang jajanku selalu habis karena sesuatu hal” ucap Taehyung.

“berhentilah bermain game. bukankah di rumahmu juga bisa mengakses Internet kenapa kau selalu pergi ke tempat game online?”

“jika bermain game di rumah tidak menantang hanya aku sendiri yang berteriak-teriak , coba kau bayangkan atmosphere di tempat game online itu lebih menantang kau bisa mengekspresikan kemenangan dan kekalahanmu sepuas-puasnya, kau tau Park Jimin kan? dia juga datang kesana untuk bermain game. kau masih ingat Kyuhyun hyung teman Tiffany noona? dia juga masih suka datang kesana untuk bermain game bahkan dia selalu mengajakku bertarung” ucap Taehyung

“terserah padamu saja.. kajja kita ke kantin”

 

Jungkook dan Taehyung pun berjalan menuju kantin dan saat sampai disana Jungkook terdiam melihat Yeri dan juga Jaehyun yang sedang makan bersama bahkan Yeri menyuapkan kentang goreng pada Jaehyun. Jungkook mengepalkan tangannya dan membalikan badannya.

 

“Jungkook-ah kau mau kemana? kajja kita masuk” ucap Taehyung

“aku mendadak tidak lapar lagi Taeh-ah.. ini kau makan saja sendiri aku harus ke suatu tempat ada urusan lain yang harus aku selesaikan” Jungkook memberikan beberapa lembar won pada Taehyung dan berlalu meninggalkan Taehyung di ambang pintu kantin.

“kenapa dia? bukankah tadi dia lap- ” Taehyung menoleh ke arah Yeri dan Jaehyun “ahhh… aku tau kenapa dia mendadak tidak lapar. Yeri-ya kenapa kau seperti itu? terkadang aku malu punya sepupu sepertimu” gumam Taehyung, ia pun membalikan tubuhnya dan berlari menyusul Jungkook.

 

Jungkook duduk di kursi taman dan memandangi pemandangan taman yang hijau dan damai di matanya. Jungkook melenggakan kepalanya dan memejamkan matanya. Tiba-tiba Taehyung duduk di samping Jungkook.

 

“kau ini belum sarapan kajja kita ke kantin” ucap Taehyung

“anniya, aku tidak lapar. kenapa kau tidak makan bukankah aku sudah memberimu uang? cepat makan aku tidak ingin Kim Taehyung sahabatku ini sakit karena tidak sarapan” ucap Jungkook.

 

“Jungkookie..” Jungkook dan Taehyung menoleh ke sebelah kiri dan menemukan Yeri berdiri disana.

“Yeri-ya kenapa kau kesini? sudah kau pergilah aku tidak ingin kau membuat keributan disini.” ucap Taehyung

“Taehyung-ah kau ini banyak bicara. bisakah kau pergi saja? aku ingin bicara empat mata dengan Jungkook” Taehyung membulatkan matanya dan berdiri di hadapan Yeri.

“aish~ sudah kau pergi saja Jungkook sedang tidak dalam mood  yang baik.” ucap Taehyung.

“kau pergilah Taehyung-ah , biarkan dia bicara denganku” ucap Jungkook. Taehyung pun menatap Jungkook.

“tapi-”

“sudahlah aku tidak ingin marah-marah hari ini. kau pergilah ke kantin”

“ya sudah .. kalian jangan bertengkar. jika kalian bertengkar aku akan berlari secepat kilat kesini dan membawa kalian ke ruang guru arraseo?” ucap Taehyung. Ia pun pergi meninggalkan Yeri dan Jungkook disana. Yeri duduk di samping Jungkook dan memberikan sandwich tuna  untuk Jungkook.

“aku tidak lapar”

“benarkah? bukankah tadi kau ke kantin?”

“cepat katakan apa yang ingin kau katakan padaku !!” Yeri menyandarkan punggungnya di kursi taman dan menatap Jungkook.

“apa kau masih menaruh amarahmu padaku?”

“mworago?”

“apa tidak bosan setiap bertemu kita saling membenci? jujur saja saat kau menyelamatkanku dan membuatmu masuk rumah sakit aku merasa sangat bersalah padamu. kau rela mengorbankan dirimu untuk menyelamatkanku ,jadi maukah kau menerima permintaan maaf dan terima kasih dariku?” Jungkook menoleh ke arah Yeri dan tersenyum sinis.

“aku akan melakukan hal itu kepada siapapun. aku tidak akan membiarkan siapapun di lakukan seperti itu oleh para senior. jadi, kau jangan berbangga hati dulu..” ucap Jungkook.

“apapun katamu aku benar-benar berterima kasih dan meminta maaf” ucap Yeri.

“aku terima permintaan maaf dan ucapan terimakasihmu. kau puas?” Jungkook pun bangkit dan melangkah meninggalkan Yeri.

“tapi kenapa kau melakukan itu? kenapa kau selalu menjahiliku dan kenapa kau selalu memberiku perhatian dengan sikap kasarmu padaku? kau selalu mengatakan kau menyukaiku dan kau akan membuatku jatuh cinta padamu. apa ungkapanmu padaku hanya bualan saja? ” Jungkook menghentikan langkahnya tanpa berbalik pada Yeri.

“karena aku lebih baik menjadi musuhmu yang setiap hari bisa melihatmu dan berdekatan denganmu tanpa alasan , daripada aku menjadi kekasihmu dan kita akan berpisah. Nan Neoreul Saranghae.. aku sangat mencintaimu” Yeri membulatkan matanya mendengar ucapan Jungkook.

“aku tau kau sudah menjadi kekasih Jaehyun kan? aku berjanji padamu , aku tidak akan mengganggumu dan melakukan hal konyol lagi padamu” Jungkook pun berlalu meninggalkan Yeri disana.

 

Yeri menatap kesal pada Jungkook yang menjauh dari pandangannya. Yeri melempar sandwich yang dia bawakan untuk Jungkook ke tempat sampah.

 

“Hwang Jungkook kau pikir kau siapa eoh? apa yang kau katakan aku kekasih dari Jaehyun? aku menyukaimu bodoh.. kenapa kau tidak menyadarinya? arrggghhhh….” Yeri mendengus kesal dan pergi menjauh dari taman.

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Sehun duduk di sebrang kursi kerja Wendy. Pagi ini ia mendatangi Wendy ke kantornya, meskipun Wendy mengacuhkannya ia tetap menunggu Wendy bicara padanya. Sehun memandangi wajah Wendy yang masih serius terfokus pada layar laptopnya. Sehun membuka kaca mata hitamnya dan menopang kepalanya dengan kedua tangannya.

 

“sampai kapan kau akan mengacuhkanku Wendy-ah?” ucap Sehun. Wendy hanya menoleh sekejap dan kembali menatap laptopnya.

“Wendy-ah , aku datang kesini hanya untukmu. ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu Wendy-ah” Wendy pun menutup laptopnya dengan kasar dan menatap tajam ke arah Sehun.

“apalagi yang akan kau bicarakan eoh? apa tidak cukup skenario konyolmu itu membuatku muak dan membuatku dalam keadaan yang serba salah?”

“aku tidak in-”

“cukup !! sekarang kau pergi dari sini , aku tidak ingin melihatmu lagi !!” Sehun memutar langkahnya dan menarik tangan Wendy.

“lepaskan bodoh !!”

“dengarkan aku.. apa aku tampak seperti pria bodoh yang mendekatimu karena ingin membalas dendam pada SooJung dan Jongin?”

“lalu? kau itu hanya ingin membuat SooJung melihatmu bisa hidup lebih baik tanpanya kan? kau ini memang pria yang lemah Sehun-ah..” Wendy melangkah meninggalkan Sehun. dengan gerakan cepat Sehun menarik Wendy dan mencium bibirnya. Wendy membulatkan matanya saat Sehun menciumnya, Ia mendorong tubuh Sehun.

 

PLAKKK !! Sehun menyetuh pipinya dan menatap Wendy.

 

“kenapa kau menamparku?”

“kau keterlaluan Sehun-ah kau benar-benar sudah gila..” teriak Wendy.

“awalnya aku memang ingin SooJung melihatku bisa lebih baik tanpa dirinya. tapi sekarang berbeda aku menyukaimu, aku mencintaimu, dan aku benar-benar ingin kau menjadi kekasihku Wendy-ah.. aku tau kau tidak akan percaya dengan ucapanku. Aku menyukaimu Wendy Son” ucap Sehun.

“kau sudah gila.. !!” Wendy pun berlalu meninggalkan Sehun.

“dia masih tidak percaya aku menyukainya sekarang. Siwon hyung iya benar dia jalan keluar untuk membuat Wendy tidak marah lagi..”

 

Sehun pun keluar dari ruangan Wendy dan berjalan menuju ruang kerja Siwon. Saat Sehun berjalan menuju ruang kerja Siwon , Ia melihat Tiffany sedang bejalan menuju ruangan Siwon. Sehun menghentikan langkahnya dan mengikuti Tiffany.

 

“annyeonghaseyo.. Tn. Choi ada di dalam?” tanya Tiffany pada Seulgi sekertaris Siwon.

“Ny. Hwang? Tn. Choi ada di dalam”

“bisakah kau beritahu Siwon aku datang?”

“baiklah Ny. Hwang. kau bisa tunggu sebentar” ucap Seulgi sambil masuk ke dalam ruangan Siwon.

 

Sehun menyembunyikan dirinya saat Tiffany menoleh ke belakang. Tiffany merasa sesuatu yang aneh , ia merasa seseorang sedang mengikutinya.

 

“Ny. Hwang , silahkan masuk Tn. Choi sudah mempersilahkanmu masuk.” ucap Seulgi

“baiklah .. khamsahamnida. ” Tiffany pun masuk ke dalam ruang kerja Siwon.

 

Sehun mendekat ke arah Seulgi. Ia bermaksud untuk menanyakan tentang kakaknya yang terlihat akrab dengan Sekertaris dari Siwon.

 

“Annyeonghaseyo.. ”

“Annyeonghaseyo.. ada yang bisa saya bantu Tuan?” tanya Seulgi.

“apa kau mengenal Tiffany Hwang?” tanya Sehun.

“Ny. Hwang? tentu dia teman dekat dari Tn. Choi mungkin mereka sepasang kekasih.”

“sepasang kekasih?”

“Maaf memangnya anda siapa?”

“Hwang Sehun imnida.. aku adalah adik dari Tiffany Hwang. apa dia sering datang kesini?”

“aku baru mengenalnya kemarin dan ini kali kedua Ny. Hwang datang kemari. aku rasa mereka saling menyukai” ucap Seulgi.

“maukah kau membantuku?”

“apa itu?” Sehun mendekatkan wajahnya pada Seulgi.

 

Tiba-tiba Wendy datang dan menggebrak meja. Sehun dan Seulgi menatap Wendy yang menatap mereka dengan tatapan menakutkan.

 

“Sehun-ah bukankah aku sudah katakan untuk pergi? kenapa kau malah menggoda karyawan wanita yang di kantor ini eoh? dan kau Seulgi-ya bekerjalah dengan baik , jangan meladeni pria seperti dia !! ” teriak Wendy. Sehun menutup mulut Wendy.

“kau jangan berisik Siwon hyung dan Tiffany noona bisa mendengar..” ucap Sehun

“Tiffany eonni ada disini?”

 

Siwon keluar dari ruangannya dan terkejut melihat Sehun dan Wendy disana. Seulgi memilih untuk pergi dari sana.

 

“Waeyo oppa? ap-  Sehun-ah??” ucap Tiffany terkejut melihat kehadiran adiknya di kantor Siwon dan yang membuat Tiffany dan Siwon terkejut adalah posisi Sehun yang seolah memeluk Wendy dari belakang. menyadari tatapan Tiffany yang aneh Sehun melepaskan tangannya dari Wendy.

“mianhae..”

“astaga kalian ini.. masuklah kita bicarakan di dalam” ucap Siwon sambil berlalu masuk ke dalam ruangannya.

“ini karena ulahmu Sehun..” ucap Wendy  dan menyusul Siwon masuk ke dalam ruangan.

 

Tiffany menatap tajam ke arah Sehun. Sehun menundukan kepalanya dan tersenyum melihat Tiffany. Tiffany menarik tangan Sehun ke dalam ruangan Siwon.

 

“jadi kenapa kalian membuat keributan diluar tadi?” tanya Siwon yang duduk di hadapan Sehun dan Wendy. Sehun menoleh ke arah Wendy dan di balas dengan delikan mata dari Wendy.

“Sehun-ah.. kenapa kau membuat masalah di kantor orang lain? dan kenapa kau datang kesini?” ucap Tiffany yang duduk di samping Siwon.

“mianhae.. aku bersalah sudah membuat keributan ini. aku datang kesini untuk menemui Wendy ada sesuatu yang harus aku selesaikan dengannya. tapi, aku melihat Tiffany noona datang kesini jadi aku menanyakan kepada Sekertaris Siwon hyung.” ucap Sehun.

“kau berbohong jelas-jelas aku melihatnya akan mencium Seulgi. kau ini memang pembual Sehun-ah..” bentak Wendy.

“mwo? kau mencium wanita- astaga Sehun-ah..” ucap Tiffany.

“ini salah paham noona. Wendy-ah apa yang kau katakan? aku tidak seperti itu.” ucap Sehun. Siwon tersenyum melihat Sehun yang mati-matian membela dirinya.

“pria memang sama saja. kau ini memang pria pervert Sehun-ah..” teriak Wendy.

“kau salah paham. sebenarnya tadi aku memintanya untuk-”

“untuk menyambut ciumanmu, iya kan? aku tau itu. kau ini benar-benar pria tid-”

 

CHU !!!!

 

Tiffany membulatkan matanya dan membuka mulutnya, Ia terkejut melihat Sehun yang mencium Wendy di hadapannya. Siwon tersenyum lebar melihat Sehun mencium Wendy di depannya. Tiffany memukul perut Siwon agar ia berhenti tersenyum bodoh melihat Wendy dan Sehun.

 

 

“Sehunie….” teriak Tiffany

 

 

*****

 

POV

 

Jungkook memutuskan untuk pulang ke rumah dan membolos sekolah hari ini. Hari ini begitu berat untuk Jungkook , untuk kali pertama ia merasakan sakit hati yang luar biasa mengetahui wanita yang di sukainya menjadi milik orang lain (yang belum tentu benar).

Jungkook menyalakan Televisi. Burger , saus sambal dan minumam soda kaleng sudah tersedia di hadapannya. tiba-tiba Tiffany datang dengan wajah yang penuh dengan amarah.

 

“Kookie? kenapa kau ada di rumah ? ini kan jam sekolah?” tanya Tiffany.

“ada sesuatu hal jadi aku membolos hari ini noona” ucap Jungkook.

what? ahhh… kau sama saja !!” teriak Tiffany. Ia pun berlalu menuju kamarnya. Jungkook menatap kebingungan melihat Tiffany yang begitu payah hari ini. Sehun pun datang dan berlari mengikuti Tiffany.

“hyung? ada apa?” tanya Jungkook.

“nanti saja.. aku harus bicara dengan noona” Sehun pun berlalu tanpa memperdulikan Jungkook.

“apa-apaan mereka? memangnya hari ini mereka saja yang pusing dan marah? aku juga.” dengus kesal Jungkook. Ia berniat mengambil minuman di atas meja tanpa melihat apa yang di ambilnya Jungkook langsung meneguknya.

wlee.. arrgghhhh.. Pedas.. aish~ ini saus sambal. ” Jungkook mengambil soda kaleng dingin dan menghabiskanya dengan cepat.

 

Disisi lain Sehun mengetuk-ngetuk pintu kamar Tiffany yang tidak di buka sedaritadi. Sehun sudah hampir putus asa mengetuk pintu kamar Tiffany. tiba-tiba Jungkook datang dan menepuk pundak Sehun.

 

“ada apa dengan bibirmu? kenapa berwarna merah seperti itu?” tanya Sehun.

“gwenchana hanya salah mengambil minuman. Noona kenapa?” tanya Jungkook.

“aku mencium Wendy di hadapan noona dan Siwon hyung”

“mwo? kau menciumnya? kau gila hyung..” Sehun mendelik kesal pada Jungkook.

“sudah diamlah” ucap Sehun. Jungkook mencoba mengetuk pintu kamar Tiffany.

“noona , ini aku Jungkook. noona bukalah pintunya kita bicara baik-baik Sehun hyung pasti punya alasan tentang hal itu” ucap Jungkook.

“kalian berdua sama saja. pergilah menjauh dariku!!” teriak Tiffany.

“sudah ku katakan noona tidak akan keluar” ucap Sehun.

 

Jungkook terdiam. ia berpikir bagaimana caranya agar Tiffany keluar dari kamarnya dan bicara dengannya dan juga Sehun. Jungkook melihat perban di kakinya, Ia pun menyeringai. Jungkook duduk di depan pintu kamar Tiffany.

 

Aww..appo hyung kakiku” teriak Jungkook. Sehun menatap bingung pada Jungkook.

“berpura-pura paniklah agar noona keluar” bisik Jungkook. Sehun mengangguk.

“Kookie.. kenapa kakimu berdarah lagi? gwenchana?”

“kakiku sakit sekali hyung sebenarnya ini sudah berdarah daritadi tapi kalian mengacuhkanku”

“aku rasa luka di kakimu bertambah parah..” ucap Sehun.

arrghhh hyung sakit sekali…” tiba-tiba Tiffany keluar dan melihat Jungkook yang sedang terduduk di depan pintu kamarnya. Ia pun berjongkok untuk melihat keadaan kaki Jungkook.

“Kookie kau baik-baik saja? kenapa kakimu?” ucap Tiffany dengan paniknya.

 

Jungkook memeluk Tiffany dengan erat dan tersenyum melihat Tiffany yang sangat mengkhawatirkannya. Sehun pun ikut memeluk Tiffany dan Jungkook.

 

“noona , berhentilah marah padaku dan Sehun hyung. aku tau pasti ada sebab yang membuatmu marah. bicarakan padaku ada apa sebenarnya?” ucap Jungkook tanpa melepaskan pelukannya. Sehun tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada kedua saudaranya ini.

“noona maafkan aku, ada alasan kenapa aku mencium Wendy. apa kau mau mendengarkanku sekarang?” Tiffany melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Sehun.

“aku tidak menyukai kau mencium wanita seperti itu. kau tau Wendy pasti merasa malu padaku dan Siwon oppa.” ucap Tiffany.

“aku tau noona. tapi aku menyukainya, dia menganggapku mempermainkannya. sekarang berubah aku menyukainya noona.” ucap Sehun. Tiffany memeluk Sehun dan mengusap kepalanya.

“aku mohon jangan mempermalukan wanita lagi. kau harus minta maaf pada Wendy”

“aku akan meminta maaf padanya noona aku berjanji..”

 

Jungkook tersenyum saat melihat Tiffany dan Sehun. akhirnya Sehun menemukan wanita yang di sukainya dan menyukainya juga meskipun ada sedikit masalah.

 

‘Tiffany noona pasti menyukai Siwon hyung begitupun sebaliknya dan Sehun hyung menyukai Wendy noona yang juga menyukainya walaupun ada kesalah pahaman dia antara mereka. aku bahagia melihat kedua kakakku tersenyum. Yeri? sudahlah aku masih sangat muda untuk mencintai seseorang, mungkin masih ada wanita yang lebih baik daripada Yeri untukku..’ batin Jungkook.

 

Jungkook pun bangkit dan berlalu meninggalkan kedua kakanya yang masih berpelukan. Tiffany menyadari Jungkook pergi, Ia pun melepaskan pelukannya dari Sehun.

 

“ada apa dengan Jungkook? hari ini ia membolos sekolah” ucap Tiffany.

“pasti karena Yeri lagi..”

 

Tiffany mengangguk dan melihat Jungkook yang menjauh dari pandangannya.

 

 

*****

 

 

POV

 

Siwon meneguk minuman soda kaleng yang baru ia beli di salah satu minimarket. Siwon duduk di kursi yang ada di depan minimarket. Perlahan ia membuka mie instan yang ia beli di minimarket itu. Siwon menghirup aroma jamur dari mie itu dengan asap yang masih mengepul membuat Siwon tidak sabar untuk menyantapnya.

 

“udara di malam hari yang dingin memang sangat cocok jika makan mie instan di depan minimarket. Selamat makan !!” ucap Siwon pada dirinya sendiri.  Saat Siwon memasukan mie pada mulutnya di saat yang bersamaan ia melihat Jungkook sedang berjalan sambil membawa skateboard di tangannya.

“Jungkook !!” teriak Siwon. Jungkook menoleh ke arah Siwon yang melambaikan tangan padanya. Jungkook mendekat ke arah Siwon.

“hyung kenapa kau disini?”

“aku lapar jadi aku membeli mie. aku mau mie? biarku buatkan” ucap Siwon.

“anniyo, aku sedang tidak lapar. kenapa kau membeli 5 minuman soda kaleng?” tanya Jungkook

“minum soda kaleng tidak cukup satu. kau bisa mengambil satu jika kau ingin..” Jungkook pun duduk di hadapan Siwon dan mengambil satu kaleng soda milik Siwon.

“aku tidak menyangka seorang CEO HyungSan Group makan mie instan di minimarket.” ucap Jungkook.

“ahh.. bukankah aku juga warga Korea? semua orang bisa menikmati makanan dimanapun. memangnya aku tidak boleh makan disini?”

“bukan begitu.. kau tau setiap kali ada pria yang mendekati Tiffany noona dia pasti akan mengajak noona makan di restaurant elite dan anti makan di pinggiran jalan apalagi membeli mie instan di minimarket dan makan di tempat.” ucap Jungkook.

“apa aku terlihat mendekati Tiffany?” Jungkook menggelengkan kepalannya.

“aku rasa kau bukan hanya sekedar mendekati noona. tapi kau juga menyukainya, bukankah kalian teman di masa kecil?” ucap Jungkook. Siwon menghentikan kunyahannya dan meneguk air soda.

“apa dia memberitahumu tentang masa lalu di antara aku dan Tiffany?”

“tentu saja Tiffany noona tidak pernah menyembunyikan apapun dariku dan Sehun hyung.. apa noona adalah cinta pertamamu?” Jungkook menggerak-gerakan alisnya meminta jawaban dari Siwon.

“mungkin sampai sekarang dia tetap menjadi Cintaku. sudahlah jangan di-”

“hyung , apa kau tau noona juga menyukaimu”

“mwo mwo?”

“Tiffany noona selalu bilang bahwa teman masa kecilnya itu adalah cinta pertamanya dan saat dia memberitahu bahwa kau adalah teman masa kecilnya itu dia sering membicarakanmu padaku..” Siwon tersenyum dan menatap Jungkook.

“jinjja-yo?”

“tentu saja aku berani bersumpah akan hal itu. jujur saja aku lebih menyukai dirimu di bandingkan Nichkhun hyung. Ia selalu membanding-bandingkan Tiffany noona dengan wanita lain. sebenarnya Tiffany noona dan Nichkhun hyung sudah di jodohkan oleh orangtuaku tapi mereka berpisah saat itu” Siwon mengangguk paham.

“jadi mereka pernah di jodohkan? lalu kenapa kau tidak menyukai Nichkhun? bukankah Nichkhun adalah pria yang baik?”

“tidak padaku. kau taukan dulu noona adalah wanita berbadan gemuk, Nichkhun memintanya untuk menjalankan program diet. noona sering sakit karena dia benar-benar menjalani diet extreme , aku pernah melarang Nichkhun hyung untuk memaksa noona diet tapi percuma malah aku yang di salahkan. untukku noona bertubuh langsing atau gemuk sama saja, dia tetap menjadi noonaku. dari saat itulah Nichkhun hyung kurang menyukaiku dan ia dekat dengan Sehun hyung.” Jungkook meneguk air soda miliknya.

“Kookie.. jika karena itu aku rasa bukan alasan kau harus membenci Nichkhun. seharusnya kau juga memahami perasaan noona-mu itu, dia pernah bilang bahwa dia menjalani diet untuk pola hidup sehat” ucap Siwon

“mungkin kau benar hyung , aku setuju akan semua itu menjaga pola hidup sehat memang penting. Sebenarnya ada alasan lain juga yang membuatku tidak menyukai Nichkhun hyung.”

“mwoya?”

“berjanjilah untuk merahasiakan ini dari noona..” Jungkook mengacungkan kelingkingnya di hadapan Siwon.

“aish~~ kau ini , ya sudah cepat katakan” ucap Siwon sambil menautkan kelingkingnya di kelingking Jungkook.

 

Jungkook mengatakan sesuatu pada Siwon dan membuat Siwon mengerutkan dahinya. Siwon meremas sumpit yang di pegangnya hingga patah.

 

“apa kau tidak salah lihat?”

“aku tidak mungkin salah lihat. aku sudah mengeceknya berkali-kali, saat Sehun hyung memaksaku mempertemukan Nichkhun hyung dengan noona sebenarnya aku tidak mau tapi ya aku harus berpura-pura tidak mengetahuinya”

“aku harus menjadikan Tiffany kekasihKu secepatnya..” Jungkook mengangguk dan mengambil satu kaleng soda lagi.

“aku rasa memang harus seperti itu hyung..”

 

Siwon mengalihkan pandangannya dan berpikir sesuatu untuk bisa mendapatkan Tiffany. Siwon menatap Jungkook dan menarik tangan Jungkook agar mendekat padanya.

 

“Kookie.. maukah kau membantuku?”

 

 

 

*****

 

 

POV

 

Tiffany baru saja keluar dari kamar mandi di kamarnya. Tiffany nampak bahagia mengingat hari ini adalah hari ulang tahun Sehun. Setelah Tiffany siap untuk pergi ke kantor , tiba-tiba ponsel Tiffany berdering. Tiffany tersenyum miris saat melihat nomer yang muncul di layar ponselnya.

 

“yeobseo”

“Tiffany-ah..”

“appa..”

“bagaimana kabarmu nak? appa sangat merindukanmu dan kedua adikmu..”

“aku juga merindukanmu..”

“hari ini ulang tahun Sehun sudah berkali-kali aku menghubunginya tapi tidak di jawab , Jungkook pun seperti itu. hanya kau yang mengangkat panggilan telepon dariku Tiffany-ah

“kau harus memahami mereka appa..”

“aku sedang berada di Korea ada bisnis yang harus aku selesaikan disini. jika kau masih menerimaku di rumah aku akan datang kesana tapi jika tidak bisa aku akan tinggal di hotel atau appartement”

“aku akan selalu menerimamu appa, asalkan kau tidak membawa Yoon MinJeong kesini..kenapa appa baru memberitahu sedang ada di Korea?”

“aku akan datang seorang diri nak. MinJeong sedang mengurus urusannya disana. sebenarnya aku ingin memberitahu saat pertama aku tiba di Korea tapi aku harus segera ke Jeju.”

“kalau begitu lebih baik. aku menunggu appa datang..”

“appa selalu menyayangi kalian. aku tutup dulu nne annyeong..”

“annyeong”

 

Tiffany menutup ponselnya dan menoleh ke arah foto dirinya dan kedua adiknya yang di pajang di dinding kamarnya. Tiffany menghembuskan nafas beratnya.

 

“aku merindukan saat-saat kita bersama dengan appa..” gumam Tiffany

 

Tiffany keluar dari kamarnya menuju meja makan. Ia tersenyum saat melihat kedua adiknya sudah ada di meja makan. Tiffany mencium pipi Jungkook dan pipi Sehun, namun ia sedikit janggal dengan wajah Sehun hari ini.

 

“kenapa kau memasang wajah seperti itu di hari ulang tahunmu?” tanya Tiffany pada Sehun.

“aku hanya tidak suka appa menghubungi terus dari tadi malam” ucap Sehun. Tiffany menggeser kursi dan duduk di antara Sehun dan Jungkook.

“appa akan datang minggu ini” ucap Tiffany

“mwo? apa kau akan menerimanya di rumah ini noona?” tanya Jungkook.

“tidak ada alasan untuk menolaknya di rumah ini. rumah ini juga rumahnya. lagipula appa datang seorang diri jadi menurutku tidak masalah jika appa tinggal di rumah ini sementara” ucap Tiffany. tiba-tiba ponsel Sehun kembali berdering , Tiffany bisa melihat nama yang muncul di layar ponsel Sehun.

“kenapa kau tidak mengangkat telepon dari appa?” tanya Tiffany. Sehun menggeser tombol reject.

“aku harus pergi .. ” Sehun pun pergi meninggalkan Jungkook dan Tiffany di meja makan.

“apa kau juga akan terus membenci appa?”

“sudahlah noona jangan bertanya tentang itu, kau pasti sudah tau jawabannya.. aku harus segera pergi ke sekolah. apa noona akan mengantarku ke sekolah?” Tiffany meneguk habis susu yang ada di gelas miliknya.

“nde kajja kita pergi..” ucap Tiffany

 

 

*****

 

 

SIWON POV

 

Aku masih mengingat semua yang di ucapkan Jungkook kemarin malam tentang Nichkhun, pantas saja jika Jungkook tidak menyukai Nichkhun. kenapa Jungkook tidak memberi Tiffany dan Sehun tentang ini?

Aku menatap saputangan berwarna pink ini. apa aku harus menjadikannya kekasihku? apa dia akan menerimaku? apa dia menyukaiku juga? bagaimana jika Tiffany hanya menganggapku sahabat saja? wanita itu benar-benar membuatku gila.

 

“Mianhae Tn. Choi ada Ny. Jung ingin menemuimu” suara Seulgi membuatku terbangun dari lamunanku tentang Tiffany.

“suruh dia masuk Seulgi-ya”

“baiklah Tuan” aku merapikan pakaianku saat Seulgi sudah keluar dari ruanganku.

 

“oppa..”

“Jessica-ya .. masuklah”

“apa aku mengganggumu?”

“anniya.. kau terlihat bahagia Sica-ya..”

“tidak juga. oppa aku ikut berduka tentang Choi abeoji, aku sedang berada di Jepang saat mendapat kabar tentang Choi abeoji.”

“aku tau kau ini sangat sibuk jadi aku bisa memahaminya”

“ini aku bawakan cincin keinginanmu..”

“kau benar-benar mendesainkannya juga untukku? selain kau menjadi fashion designer kau juga bisa mendesain cincin yang indah seperti ini”

“kau jangan senang dulu harganya sesuai kesepakatan kita dan di tambah biaya persahabatan 100.000 won..”

“aish~~ kenapa kau memerasku? kau juga menjual cincin ini mahal padaku tidak ada diskon. kenapa kau minta tambahan 100.000 won..”

“itulah cara berbisnis denganku Tn. Choi. so ? take it or leave it?

“baiklah aku akan menambah 100.000 won untukmu. jika tau begini aku memesan saja di toko perhiasan biasa”

“mworago?”

“anniya bukan apa-apa..”

 

Aku membuka kotak kecil berwarna merah di hadapanku ini. 2 cincin ini sangat indah di  tambah ada ukiran nama Tiffany dan namaku ‘Princess Mushroom & Prince Simba’.

 

“jadi kapan kau akan membayarku?”

“astaga aku kan sudah membayar 50% tinggal 50% lagi bukan?”

“tepat sekali di tambah 100.000 won kau jangan lupa.”

“aigoo~~”

“baiklah oppa, aku harus segera pergi HaJeon bersama SooJung di rumah aku tidak ingin merepotkan SooJung karena HaJeon sedang sangat aktif di usia 1 tahun ini..”

“pasti kau sangat menyayanginya. ya sudah jika ada waktu aku akan melihat HaJeon.. aku harus menjadi ayah yang baik untuknya..”

“annyeong”

“berhati-hatilah di jalan arraseo..”

 

aku kembali menoleh ke arah 2 cincin yang tersimpan rapi di dalam kotak berwarna merah ini.

 

 

SIWON POV END

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Tiffany meletakan beberapa makanan di atas meja yang sudah di siapkan di taman halaman rumahnya. Tiffany begitu antusias mempersiapkan kejutan untuk Sehun hari ini. Jungkook mendekat ke arah Tiffany dan memeluknya dari belakang.

 

“noona apa kau tidak lelah seharian ini tidak masuk kerja dan malah mempersiapkan ini semua?” ucap Jungkook. Tiffany tersenyum dan mengelus tangan Jungkook yang ada di perutnya.

“apa aku harus merasa lelah saat adikku berulang tahun? apa kau ingat saat ulang tahunmu tahun lalu aku juga mempersiapkannya sendiri” ucap Tiffany.

“noona, apa aku boleh bicara padamu tentang sesuatu yang serius?” Tiffany memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Jungkook. ia bisa melihat sesuatu yang berbeda dari Jungkook saat ini, ada garis kesedihan disana.

“ada apa? apa ini tentang Yeri?” Jungkook menggelengkan kepalanya dan duduk di kursi yang sudah di tata rapi oleh Tiffany. Tiffany pun duduk di samping Jungkook.

“kau kenapa Kookie?” Entah apa yang sedang Jungkook rasakan tapi kali ini ia tidak bisa menahan kesedihannya, Jungkook menangis. Tiffany membelai wajah Jungkook dan mengarahkan wajahnya pada Tiffany.

“uljima.. katakan ada apa Kookie? kau membuatku khawatir” Jungkook langsung memeluk Tiffany dengan erat , ini membuat Tiffany sangat khawatir.

“noona apa aku terlihat seperti anak tidak berguna?”

“mwo? kenapa kau berkata seperti itu? cepat katakan ada apa?”

 

 

FlasBack

 

Hari ini Jungkook tidak begitu banyak jadwal di sekolahnya, Ia pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kakinya seorang diri. Jungkook masuk ke dalam rumah sakit dan duduk di ruang tunggu sambil mendengarkan musik di ponselnya melalui headphone miliknya. Tiba-tiba pandangan Jungkook mengarah pada seorang pria paruh baya yang ia kenal sedang berjalan sambil membawa tabung infus menuju ruangan Dokter.

 

“appa?” gumamnya. tanpa banyak berpikir ia pun mengikuti Tn. Hwang. Ia pun berdiri di depan ruangan Dokter yang tertulis ‘Dr. Lee’ yang ia tau Dr. Lee adalah dokter sekaligus pemilik rumah sakit ini dan yang ia tau Dr. Lee juga sahabat ayahnya.

 

“Lee BeomSoo , jadi bagaimana perkembanganku? sudah 1 minggu aku berada di Korea aku ingin segera menemui ketiga anakku. apalagi setelah kau bilang Jungkook pernah di rawat di sini karena tulang kakinya cedera dan punggungnya terluka karena pisau. aku sangat mengkhawatirkannya” ucap Hwang JaeSung

“JaeSung-ah.. kenapa kau tidak memberitahu ketiga anakmu tentang penyakitmu dan tentang Yoon MinJeong yang mencampakanmu? aku yakin ketiga anakmu akan mengerti..”

“anniya. mereka sangat membenci MinJeong, aku tidak ingin mereka akan lebih membenci MinJeong karena dia sudah berhasil merenggut beberapa restaurant yang aku dirikan dan aku tidak ingin mereka tau sekarang aku tidak punya tempat tinggal. akan sangat menyedihkan untukku BeomSoo-ya”

 

Tiba-tiba Jungkook membuka pintu ruang Dokter dan memandang JaeSung dengan tatapan amarah. JaeSung bangkit dan terkejut melihat Jungkook.

 

“Jungkook-ah??”

“apa yang sebenarnya kau pikirkan appa? katakan apa sakitmu?” ucap Jungkook sambil menahan airmatanya keluar dengan tembok kokoh pertahanan dirinya.

“aku.. Nan gwenchana-yo”

“Paman Lee katakan padaku apa yang terjadi pada appa !” BeomSoo melangkahkan kakinya mendekat ke arah Jungkook.

“appa-mu menderita kanker paru-paru dan dia sudah di tinggalkan Yoon MinJeong , wanita itu mengambil semua bisnis restaurant appa-mu di Amerika. Kookie.. bersikaplah baik pada appa-mu sekarang dia hanya membutuhkan ketiga anaknya..”

 

Jungkook menoleh ke arah JaeSung yang sedang menundukan kepala. Jungkook pun mendekat dan duduk di sampingnya.

 

“kenapa?” Jaesung menoleh ke arah Jungkook

“Kookie?” ucap JaeSung

“kenapa kau sakit? bukankah seharusnya kau bahagia dengan wanita itu? kau meninggalkan aku, Sehun hyung dan Tiffany noona demi wanita itu dan sekarang kau kembali dengan kondisimu yang sakit? kau manusia macam apa eoh?” Jungkook tidak bisa menahan airmatanya lagi sekarang. JaeSung menggapai tangan Jungkook namun dengan cepat Jungkook menangkisnya.

“maafkan aku nak. aku bersalah sudah membuat istriku pergi dan meninggalkan ketiga anakku. aku menyesal..”

“menyesal? apa penyesalanmu bisa membuat keadaan semua baik-baik saja?”

“aku tau kau membenciku. aku mohon jangan bicarakan hal ini pada Sehun ini hari ulangtahunnya dan jangan biarkan Tiffany mengetahuinya , appa mohon..”

“kau tidak ingin Tiffany noona dan Sehun hyung tau? kau ini appa macam apa? kau ingin orang-orang disana mengatakan bahwa kami bertiga tidak memperhatikan appa-nya sendiri? mereka harus tau !!”

 

Jungkook pergi dari ruangan Dokter dan berlalu meninggalkan rumah sakit.

 

FlashBack End

 

 

Tiffany menangis saat mendengar apa yang di ceritakan Jungkook. Tiffany menatap wajah Jungkook yang saat ini menundukan kepalanya dan menangis. tiba-tiba ponsel Jungkook berdering , Jungkook langsung menggeser tombol berwarna hijau untuk menjawab panggilan dari Sehun.

 

“yeobseo”

“Kookie kau dimana?”

“di rumah”

“kau tidak pergi ke sekolah?”

“hari ini aku sedang malas pergi ke sekolah hyung. waeyo?”

“Kookie , sebenarnya aku ingin pulang dan bicara padamu dan noona langsung tapi aku tidak bisa pulang. kau tau , Wendy memaafkanku dan dia akan memberi kesempatan untuk menebus kesalahanku.. kali ini aku tidak akan melepaskan dia.”

“jeongmal-yo? aku ikut senang hyung.. hyung apa kau tau appa sed-”

“heeh.. ini hari ulang tahunku jangan bicarakan pria itu. dia hanya akan membuatku kesal, sudahlah aku harus kembali kerja agar nanti malam kita bisa berpesta bersama.. annyeong”

“annyeong..”

 

Jungkook menutup ponselnya dan menoleh ke arah Tiffany. Tiffany menggenggam tangan Jungkook dan membelai wajahnya.

 

“hyung tidak ingin mendengar tentang appa.. eottokhae ..” ucap Jungkook.

“kita rahasiakan ini dari Sehun untuk sementara , dia sedang sangat bahagia. Kajja kita persiapkan lagi semuanya ini untuk nanti malam” ucap Tiffany. Jungkook pun mengangguk dan membantu Tiffany mempersiapkan semua yang di butuhkan untuk pesta nanti malam.

 

 

*****

 

 

POV

 

Sehun melebarkan senyumnya saat melihat taman di halaman belakang rumahnya sudah di hias dengan sedemikian rupa oleh Tiffany. Sehun mengedarkan pandangannya dan melihat Tiffany yang sedang merapikan minuman yang di susun rapi di atas meja.

 

“dia memang wanita yang luar biasa” gumam Sehun. Ia pun melangkah menuju Tiffany.

 

“noona..”

“Sehunie.. kau sudah rapi dengan kemeja dan jas ini, kau terlihat sangat tampan” ucap Tiffany.

“kau tau sebenarnya bukan hanya pesta ulang tahun ini yang special untukku noona”

“jadi apa yang sangat special untukmu?”

“ada 3 orang yang membuatku special hari ini. yang pertama adalah dirimu kau adalah malaikat tanpa sayap dan kau adalah kakakku yang sangat luar biasa, kedua untuk Jungkook dia pria menyebalkan tapi dia adalah adik kesayanganku dan dia adalah pengeran kedua tertampan setelah aku, dan yang terakhir adalah Wendy dia selalu saja menyayangiku sampai sekarang kau tau aku akan menyatakan cintaku malam ini padanya” Tiffany tersenyum dan berjinjit untuk bisa mencium kening Sehun. Sehun terkekeh dan menundukan kepalanya agar Tiffany bisa menciumnya.

“kau ini makan apa? kenapa kau tinggi sekali?” ucap Tiffany

“tentu saja aku makan apa yang kau makan juga noona. kau yang terlalu pendek. bagaimana jika Chanyeol dan Kris berdiri di sampingmu? aku rasa kau akan terlihat seperti kurcaci” ucap Sehun.

“hahaha.. kau benar Kris dan Chanyeol memang sangat tinggi, aku rasa mereka rajin memakan suplemen penumbuh tinggi badan” ucap Tiffany. Sehun dan Tiffany pun tertawa.

“jadi saat kalian bahagia aku tidak bisa di antara itu?” Sehun dan Tiffany menoleh ke arah Jungkook yang berdiri 5 meter dari mereka.

“Kookie , kemarilah..” Jungkook pun melangkah mendekat kedua kakaknya.

“ini hadiah untukmu” Jungkook memperlihatkan CD pada Sehun.

wow.. daebak kau sudah menyelesaikannya? jinjja…” Sehun pun meraih CD itu dan tersenyum lebar. Tiffany menatap curiga pada kedua adiknnya.

“ige mwoya?” tanya Tiffany

“Tentu saja CD.. ini hanya untuk seorang pria noona” ucap Sehun

“apa itu berisikan video-video yadong?”

“astaga apa yang kau katakan? ini adalah lagu. Jungkook membantuku membuat sebuah lagu dan ada beberapa video yang ku buat untuk Wendy.”

“lagu?”

“kau taukan suaraku itu tidak sebaik Jungkook. Jungkook ini Golden Maknae suaranya merdu karena menurun darimu dia juga pintar menari itu dariku, Jungkook itu perpaduan kita berdua noona..” Tiffany menoleh ke arah pintu dan melihat ada yang sudah datang.

 

“Hai.. kalian sudah datang?” Jungkook dan Sehun menoleh ke arah pintu..

 

 

“Kau ??” ucap Sehun dan Jungkook bersamaan.

 

 

 

 

To Be Continue…..

 

 

 

 

29 thoughts on “(AF) Be Natural Part 4

  1. Bapaknya hwang bersaudara kasian masa 😭 sehun gaboleh gitu ih, kualat loh ntar /ehh/
    Btw yg terakhir siapa si? Siwon? Khun? Atau ada yg lain? Oke lah ditunggu kelanjutannya~

  2. Oooo…
    kira2 siapa tamu mereka shingga jongkook & sehun kaget..
    hnn smga aj bkan orang yg tdk dharapkan .

    penasaraan ak dg hal ap yg dlakuin niklckhun shingga siwon marah stlh mdengar cerita jonkook..

    next part dtunggu ya

  3. Annyeong….
    Wuaah.. senang sekali.. 😄 meskipun perlahan, denyut nadi di SI tetap ada, jebal, tetaplah ada.
    Aahhh…seperti “Be Natural” biasanya, bikin penasran di akhir part. Kayak gini nih yang bikin “Be Natural” selalu dinanti. Banyak nih yg bikin penasaran, terutama dgn apa yg dilihat Kookie tentang nickhun.
    Gomawo

  4. Akhirnyaaa di post jg heheh.. Gregettt lahh bacanha panjang dan makin lama ceritanya makin bkin gemeshhh.. Itu pst appa nya mrk yg dtg.. Ayoo ayoo thorr part slanjutnya jgn kelamaan dipost nya hehehe.. Fighting!! 😄😄😉

  5. kasian tn.hwang dicampakkan oleh istri kedua,tega bgt sih istrinya,pantesan anak2 tn.hwang gak menyukai ibu tirinya,semoga sehun cepat mengetahui keaadan sesungguhnya tentang appanya.trus tn.hwang bisa tinggal bersama anak anaknya

  6. Kenapa blog ini jarang banget posting ff baru-,-
    Penasaran, kenapa kook benci sama khun?
    Kapan sehun sama wendy nikah? Hahah
    Next Quickly!!

  7. Aku nanges setelah tau tentang appa mereka. 😢.
    Mereka bertiga memang cocok untuk dijadikan saudara. Selalu ada untuk satu sama lain. Next yaa

  8. bhgia lht sifany mkin dkt^^
    tp tnyt g cm sifany.sehun n wendy makin bikin greget ap lg lht skp sehun..aduh.mnding wendy diajk bcr dgn baik n ykinkn wendy klo sehun tnyt cinta.
    nih lg joongkok agk keras hatiny.
    pgn jitak tuh kpl joongkok,knp g dgr dl pnjlsnbdr Yeri.krn Yeri tnyt cinta an jongkook nah lo..slh phm deh.
    nah problem br jg akn naik ni krn ap yg trj am appa hwang…..smg cpt bisa teratasi..

  9. Senang deh sifany jadi dekat.yeah…..kayaknya siwon akan segera melamar fany dan menikahi fany,kira2 fany terima gak lamaran siwon…..?
    Kira2 tamu yang datang itu siapa ya…..?
    Apakah appa mereka (tuan hwang)……?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s