(AF) This Love Is Difficult Part 3

LOVE, This is Difficult part III

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Choi Si Won

Other Cast: Kim taeyeon, Irene Bae, Kwon Jiyoung

Genre: drama, romantic, historical

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran, oke..Happy reading!!!

“putriku”, selir bae dan raja hwang akhirnya tiba di kerajaan utama

Hal pertama yang mereka inginkan adalah mengunjungi tiffany. Berita sakitnya putri kesayangannya itu cukup memberikan kekhawatiran lebih.

“hormatku untuk raja hwang”, ucap tiffany dengan lirih dengan wajah pucatnya

Raja hwang tersenyum dan langsung memeluk putrinya. Untungnya kesehatan tiffany kian membaik di hari pernikahannya tersebut. Dia tidak mungkin membiarkan dirinya sakit di hari besarnya tersebut. Ini adalah hari besar untuk appa dan oemmanya.

Raja hwang, selir bae, dan tiffany mengobrol hangat layaknya keluarga hari itu. Raja hwang yang biasanya lebih sering menjadi pendengar kini lebih sering bicara. Raja itu menceritakan bagaimana rakyatnya sangat bahagia dengan adanya pernikahan raja agung dengan salah satu putri dari kerajaan mereka. Upeti dari kerajaan utama semakin bertambah dan itu membuat kesejahteraan mereka semakin meningkat. Selain itu, ia juga menceritakan joohyun atau putri irene yang memaksa ikut di rombongan.

“tunggu, putri irene juga ikut? Lalu kemana dia?”

“apa yang sedang dilakukan putri irene disini?”

Suara berat jenderal kwon yang tiba-tiba membuat putri joohyun atau yang sering dipanggil putri irene itu terlonjak kaget.

“oh, salam hormatku”, salam sopan putri irene itu diiringi oleh pemikirannya yang mengingat sosok wajah di depannya. “Kau adalah pelayan yang pernah ikut dengan raja agung ke kerajaanku bukan?”

Pelayan? Apakah putri kecil itu tidak pernah melihatnya memakai baju zirahnya? Jenderal kwon tersenyum.

“ya putri, aku adalah pelayan raja agung. kenapa putri berada disini?”, suara jenderal kwon penuh  pengertian

“oh, aku sedang melihat-lihat kerajaan utama lalu aku tersesat. Aku bingung, rombongan keluargaku juga tak terlihat.”, ucapnya sedih

Jenderal kwon justru tertawa melihat putri irene. Adik dari putri tiffany itu terlihat sangat polos dan lucu saat mempoutkn bibirnya sambil menunjukkan ekspresi sedihnya.

“kau menertawakanku? Kau kira aku bodoh karena tersesat disini begitu?”

Jenderal kwon berhenti tertawa. Dia menatap putri irene dengan penuh pertanyaan “tidak, aku tidak pernah berpikir sampai disitu? Kenapa putri berpikiran seperti itu? apakah putri bodoh?”

“tentu aku tidak bodoh. Aku adalah adik dari putri tiffany yang pandai. Aku tidak bodoh”, kini putri irene semakin marah tapi jenderal kwon tak pernah menganggap itu sebuah nada kemarahan

“syukurlah”

“apa?”

“apanya?”

“kau mengatakan’syukurlah’. Apa maksdunya?”

Jenderal kwon semakin tidak mengerti, “aku tidak bermaksud apa-apa putri”

“lalu kenapa kau mengatakan itu?”

“mengatakan apa?”

Putri irene sudah akan berkoar tapi dia kemudian berpikir kembali. Ini akan memakan waktu lama, “sudahlah, bisa antar aku menemui keluargaku? Aku sudah sangat merindukan unnieku”

“kau ingin aku mengantarmu ke istana putri tiffany? kenapa kau tidak mengatakannya dengan bahasa yang lebih baik putri?”

Irene memejamkan matanya, mencoba menetralkan hatinya yang sedang panas. Kenapa ada pelayan bodoh seperti dia di kerajaan utama?

“unnieeee”

“putri irene?”, tiffany langsung memeluk adik kesayangannya itu. Pelukan itu berlangsung lama karena tiffany memang sangat merindukan malaikat kecilnya itu. hari-harinya terasa sangat membosankan tanap anak nakal itu.

“kau kemana saja?”

“aku tersesat, istana ini jauh jauh lebih luas daripada di kerajaan kita. aku hampir-hampir menangis karena kebingungan tapi kerajaan ini benar-benar indah unnie”

Semua orang menatap putri joohyun dengan senyuman. Gadis kecil berumur belasan tahun itu selalu bisa membuat orang tersenyum bahkan tertawa dengan cerita sedihnya. Adik satu-satunya putri tiffany itu memang tak ada duanya.

Jenderal kwon mendekat, “putri tiffany, saya pamit. Semoga putri selalu berbahagia”

“oh, terima kasih jenderal”, ucap tiffany ramah

“jenderal?”, joohyun menatap jenderal kwon penuh pertanyaan

Jenderal kwon memberikan senyumannya dan pamit dari keluar dari istana. Joohyun ditinggalkannya dalam keadaan membeku tak percaya apa yang baru saja dilihatnya.

“unnie, dia seorang jenderal?”, tanya joohyun penuh selidik

“jenderal kwon? Tentu, dia adalah jenderal utama kerajaan utama joohyun. ada apa?”

Joohyun ingin sekali kembali menemui jenderal kwon tapi ia mengurungkan niatnya karena ia baru saja bertemu dengan unnienya dan ia tak akan membuang-buang waktunya untuk jenderal menyebalkan itu.

Akhirnya keluarga hwang kembali ke percakapan keluarga mereka. Tiffany tersenyum lebar mendengar setiap perkataan raja hwang. dia lupa bahwa pernikahan ini bukanlah pernikahan biasa. pernikahan politik yang tentunya akan memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan rakyatya. Setidaknya ada banyak orang yang bahagia dengan pernikahannya tersebut dan itu cukup sebagai alasan tiffany untuk tersenyum di sepanjang acra pernikahan sederhana tersebut.

Pernikahan tiffany dengan raja agung tidak terlalu besar. Tiffany bukanlah seorang putri besar, dia hanyalah anak seorang selir dari kerajaan kecil. Meski begitu, selir bae dan raja agung cukup puas. ini adalah awal yang baru dan baik untuk kerajaan hwang. Sepanjang pernikahan tiffany dipegang erat oleh raja agung. tiffany memang belum sembuh total dan raja agung tidak ingin terjadi sesuatu di pernikahannya.

“aku sudah sehat raja agung. raja agung tidak perlu memegangku seperti ini”, bisik tiffany

“tidak akan lucu kalau kau terjatuh di saat pernikahan kita putri”, raja agung tak menatap tiffany dan hanya terus memegang erat tangan mungil itu.

“oh, putri irene? Senang melihatmu kembali”, sapa jenderal kwon dengan ramah

Putri irene menoleh dan menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya. Beberapa menit setelah pernikahan raja agung dan putri tiffany selesai, putri irene terlihat sedikit mengendap-ngendap seolah mencari sesuatu (atau mungkin seseorang). Saat melihat apa yang dicarinya ternyata tiba-tiba berada di belakangnya, Irene segera berakting senatural mungkin.

“oh, jenderal kwon. Sayang, aku tidak senang melihatmu”

Putri irene memasang wajah tidak sukanya, berusaha menutupi wajah salah tingkahnya

Jenderal kwon hanya menaikkan alisnya melihat putri irene yang semakin hari semakin menggemaskan, “oh, baiklah. kalau begitu saya izin meninggalkan tempat ini”, goda jenderal kwon

Saat jenderal tampan itu beranjak, putri irene terlihat kebingungan, “tunggu”

Jenderal kwon tersenyum sebelum ia berbalik kembali menatap putri kecil itu, “iya putri?”

“kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau seorang jenderal?”,  tanya irene kesal

“seharusnya putri yang lebih tahu. aku memang tidak memakai pakaian jenderal tapi aku juga tidak memakai pakaian pelayan putri”, jelas jenderal kwon dengan hati-hati

“jadi kau kembali menganggap aku bodoh karena tidak tahu kalau kau seorang jenderal?”

“aku tidak pernah mengatakannya”, sanggah jenderal kwon diiringi dengan senyuman khasnya yang bagi irene sangat menyebalkan. “putri, hindari berpikiran buruk, itu tidak baik putri”

Irene menatap jenderal kwon dengan wajah sebalnya. Jenderal kwon justru tersenyum hangat sambil berkata, “anda adalah putri yang sangat cantik putri irene”

Pandangan irene berubah, matanya melembut, dan hatinya berdesir. Ada senyuman tipis di bibir kecilnya yang membuat jenderal kwon ikut tersenyum melihatnya.

“baiklah, saya izin meninggalkan tempat ini putri”

“kau mau kemana?”, irene seolah belum mau melepaskan jenderal kwon dari jangkauannya

“saya mempunyai urusan pribadi yang harus saya selesaikan putri”,  jawab jenderal kwon sopan

Jenderal tampan itu meninggalkan putri irene yang kini sudah kembali menampakkan wajah kesalnya karena jenderal itu meninggalkannya secepat itu. jenderal yang bernama lengkap kwon jiyoung itu melangkahkan kakinya ke istana para selir sebelum akhirnya berhenti di sebuah istana yang baru saja dikunjungi putri irene. Senyumnya mengembang kala melihat wanita cantik kecintaannya itu telah menunggunya dengan baju terbaiknya.

“selama siang jenderal kwon”, ucap taeyeon halus, kepalanya tertunduk, meski senyum mengembangnya tak pernah hilang sedikitpun dari bibirnya

“selamat siang”, jenderal kwon pun membalasnya dengan senyum yang tak kalah lebarnya

Siang telah berganti malam. Raja hwang dan keluarganya baru saja kembali dari istana selir untuk mengistirahatkan dirinya karena besok mereka harus kembali ke kerajaan hwang. perjalanan ke daerah perbatasan memakan waktu yang tidak sedikit, belum lagi tenaga yang harus dikuras. Putri irene menyibukkan dirinya dengan kuas dan kertas di kamarnya. ada sesosok jenderal tampan yang dilukisnya. Ia bahkan selalu memasang senyum terbaiknya saat melukis.

Tak jauh dari kamar itu, raja hwang dan selir bae mengobrolkan hal-hal yang baru saja mereka lalui hari itu. pernikahan putri cantik mereka dengan pemimpin kerajaan utama adalah hal luar biasa yang baru saja mereka lalui. Meski begitu, selir bae sedikit bersedih memikirkan apa yang akan terjadi malam itu.

“kenapa kau memikirkan itu sayangku?”, raja hwang mencoba menenangkan

“malam ini adalah malam pertama mereka rajaku. Aku berharap tiffany telah menghilangkan sikap egoisnya selama ini. jika sampai raja agung kecewa dengan tiffany, kerajaan kita juga akan menerima dampaknya”, selir bae tak berhenti berdoa malam itu.

Tiffany masih dengan gaun pengantinnya menatap ruangannya dalam kehampaan. Pikirannya melayang jauh bahkan hinggaia tak dapat menjangkaunya. apakah ia siap untuk malam itu? apakah hidupnya akan berakhir seperti apa yang ada dalam pikirannya? Kenapa manusia harus memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi? apakah itu pertahanan ataukah ketakutan?

Taeyeon dan pelayan-pelayannya juga tak ada di istana itu. semua sunyi dan ia hanya bisa mendengar bunyi rintik hujan yang tak berhenti sejak sore. Untungnya baju pengantin dari kerajaan utama itu berlapis-lapis. Mungkin ia akan menggigil kedinginan jika ia masih menggunakan baju tidur merah mudanya yang tipis tapi lembut itu.

Knock Knock Knock

Saat pintu istana itu diketuk, jantung tiffany berdetak hebat. Seolah jantungnyalah yang ikut diketuk oleh tangan yang kini membuka pintu besar istana itu. derap langkahnya yang bijak seolah berirama mengiri bunyi detak jantung tiffany.

“putri tiffany”

Suara khas yang akhir-akhir ini di dengarnya itu seolah menyadarkan tiffany bahwa ia harus bernafas sejak beberapa detik lalu. Tiffany mengambil nafas besar sebelum akhirnya berbalik menatap raja agung.

“salamku untuk raja agung agar selalu bahagia”,tiffany tertunduk

“panggil aku siwon malam ini putri”

Kepala tiffany terangkat, seolah mencari alasan ucapan rajanya itu. Raja agung tak mengatakan apapun selain senyuman manis yang kini tersungging di bibirnya. Justru ia semakin mendekat dan itu membuat tiffany berdiri dari kursinya. Raja agungpun berhenti dan wajahnya berubah.

“kau takut denganku putri?”

Tiffany tersentak, ia baru sadar bahwa ia sudah menyinggung rajanya dengan perlakuannya itu.

“bukan, bukan begitu raja agung. hamba-hamba-…hamba hanya terkejut raja agung. hamba tidak bermaksud menyinggung raja agung…”

Tiffany mulai meracau, tangannya memgang erat gaun yang dikenakannya, dan wajahnya tampak gusar. Raja agung kembali melembut tiap melihat wajah gusar itu, terlebih kala mata tiffany berkaca-kaca dengan wajah kebingungannya.

“hei-hei sstttt, bisakah kau berhenti bicara putri?”, diusapnya air mata tiffany yang jatuh di pipi lembut itu dengan ibu jarinya

Tiffany berhenti, dengan wajah polosnya ia menatap siwon yang kini tersenyum kepadanya. Siwon menjauhkan tangan besar itu dari wajahnya, mengeluarkan bunga merah muda kesukaan tiffany dari tangannya yang sedari tadi disembunyikannya di balik tubuhnya.

“aku tidak bisa disogok, apalagi hanya dengan bunga baginda raja. Kau ingin memilikiku dengan ‘bunga’?”

“aku tidak menyogokmu putri. Kau memang telah menjadi milikku apapun yang terjadi”, nadanya sedikit mengintimidasi

Hal yang paling dibenci tiffany dari raja agung adalah ucapannya yang mengintimidasi.

“apakah karena aku sekarang disini baginda raja merasa menang, merasa memilikiku? Menguasaiku? lihat saja, aku akan keluar dari istana ini. aku sangat membencimu baginda raja”

“wow, baru saja kau ketakutan dan sekarang kau bersikap seperti ini padaku? kau tahu? tidak ada orang yang bisa keluar dari istana ini selain atas izinku putri”, kini raja agung semakin mendekat dan tiffany juga semakin mengundurkan langkahnya

Tiffany tersadar, dia seharusnya tidak membangkang seperti itu. dia mulai merutuki dirinya sendiri. Mungkin karena hati dan pikirannya yang sedang tidak sinkron dan situasi yang membingungkan, ia menjadi sosok yang sangat labil. Saat ia tak bisa bergerak lagi, tubuhnya telah menyentuh dinding, ia memejamkan matanya menyesali diri.

Smirk siwon terlihat dan ia meraih tubuh kecil tiffany dengan mudahnya. Gadis itu tertunduk dan tak mau menatap orang yang resmi menjadi suaminya itu.

“kau tahu, sikapmu ini justru semakin membuatku menginginkanmu”, bisik siwon di telinga tiffany

Bibir siwon menyapu telinga tiffany, membuat tubuh gadis itu meremang. Terlebih pelukan itu semakin erat dan erat. Bibir siwon kini berjalan dari telinga ke pipi, kening, hidung, hingga akhirnya berlabuh ke bibir tipis tiffany.

Tiffany tersentak, berusaha mendorong dada siwon dari tubuhnya. bibir itu begitu lembut tapi penuh tekanan. Tiffany merasakan hal yang baru, perasaan yang tak pernah dirasakannya, tubuhnya menikmati hal yang baru dan menyenangkan. bukan ciuman pertama memang, tapi sangat berbeda. Bibir tipis itu lama-kelamaan saling bertaut. Tiffany membalas ciuman raja agung. Siapa yang akan menolak dicium oleh seorang raja agung? tidak ada

Siwon tersenyum dalam ciuman intens itu. ia tak membiarkan bibir mereka terlepas kecuali untuk mengambil sedikit udara untuk pernafasan mereka. Dia akan kembali mencium tiffany saat bibir mereka terlepas hingga akhirnya tanpa tiffany sadari ia telah berada di atas tempat tidurnya dengan beberapa bajunya yang telah tertanggal.

Saat putri cantik itu menyadarinya, ia manatap siwon lama sebelum akhirnya ia bergerak dulu, meraih tubuh raja agung dan memulai ciumannya.

Malam itu, raja agung mengetahui sisi lain dari seorang putri tiffany.

Siang harinya, keluarga kerajaan hwang berpamit bertolak kembali ke kerajaannya. Putri cantik irene menangis tersedu-sedu. Dia masih ingin bersama dengan kakaknya. Ada banyak hal di kerajaan utama yang menarik hatinya. Semua sudah terbiasa dengan sikap manja dari putri yang berumur lima belas tahun itu. Mereka mendiamkannya.

“adikku sayang, kita akan bertemu lagi secepatnya, aku janji”

Irene mengangkat kepalanya melihat wajah cantik kakaknya, “unnie sudah bilang begitu, aku akan menagihnya”

“iya, kau bisa mempercayaiku”, putri tiffany meyakinkan

Semua rombongan berpamit dalam kebahagiaan. Raja hwang tak lupa memberikan seluruh doanya untuk kebahagiaan putrinya. Berbeda dengan raja hwang, selir bae membisikkan putrinya hal-hal yang harus dilakukannya supaya bisa bertahan di istana besar itu.

“kenapa aku harus melakukannya oemma?”

“kau harus menjadi seorang selir yang luar biasa. bukan hanya selir biasa yang menambah keturunan pangeran dan putri”

Tiffany tersentak, apa maksud oemmanya?

Selir bae tersenyum lembut dan berpamit. Semua rombongan akhirnya berpulang. Meninggalkan tiffany kembali seorang diri.

Raja agung yang berada tak jauh dari tiffany akhirnya melangkahkan kakinya mendekat ke arah istrinya tersebut. dia begitu mengagumi tiffany hari itu. tiffany tidak pernah terlihat begitu glowy dan mewah seperti hari itu baginya. Apakah ini hanya perasaannya saja? dia berharap itu memang benar adanya dan itu adalah ‘efek raja agung’.

“selamat siang putri tiffany”

Tiffany tersentak mendengar suara yang sangat familiar di telinganya itu. dia berbalik dan memberi salam pada rajanya itu. tiffany menghindari menatap siwon, sejak pagi tadi dia berusaha sebiasa mungkin menghindar dari raja besarnya itu. dia terlalu malu untuk menatap suaminya.

“kenapa aku merasa kau selalu menghindariku sejak pagi tadi putri?”

“itu mungkin hanya perasaan baginda raja saja”

“benarkah?-“

“maaf kan hamba baginda raja, hamba masih harus belajar ke istana putri stella, hamba permisi”

Siwon menghela nafas dan membiarkan tiffany berpamit dan pergi, “kau bilang ini bukan menghindar?”, ucap siwon lirih sambil mengarahkan jalannya ke kantor dewan bersama pengawalnya

Belajar bersama putri stella adalah hal yang paling menyenangkan dari kerajaan utama selain tamannya yang luas dan indah. Meski buku-buku yang dipelajari berbeda dengan apa yang guru oh ajarkan, tetap saja mempelajari hal baru adalah sesuatu yang menarik bagi tiffany.

“ternyata kau sangat pandai putri”, stella berucap setelah tiffany berhasil menghafal beberapa naskah dengan bahasa china yang baik

“kau terlalu memuji putri, hamba masih jauh dari putri stella”

“ayolah, kau menghinaku? Kau bahkan sudah membaca naskah-naskah yang aku sama sekali tidak memahaminya”

Tiffany terbelalak, “tentu tidak putri, maafkan hamba, maafkan kelancangan hamba”

“walau kau berkata itu semua mungkin karena kau berada di daerah perbatasan sehingg kau mengetahui banyak naskah-naskah dari china, tapi aku merasa tidak semua orang bisa menghafal dan mempelajarinya dengan baik sebaik dirimu putri. Sepertinya, setelah semua peraturan dari kerajaan utama kau mengerti sepertinya aku yang akan belajar banyak darimu putri”

“dengan senang hati putri stella”, tiffany memberikan senyuman tulusnya

Akhirnya senja datang. Senja adalah waktu paling menenangkan dan membahagiakan bagi tiffany. dalam senjalah ia mencurahkan segala apa yang dirasakannya. Senja adalah kebebasannya. Terlebih, taman di kerajaan utama adalah taman yang sangat luas dan dipenuhi oleh bunga-bunga beraneka ragam. Bunga-bunga yang tak pernah tiffany lihat di kerajaannya dulu. penataan kerajaan yang jauh lebih baik membuat taman kerajaan adalah hal paling indah yang tiffany dapatkan di kerajaan utama.

Pemikiran indah itu tiba-tiba saja melorot saat tiffany melihat tubuh gagah itu berdiri tegak di hadapannya. Taman bunga merah muda itu langsung berubah buruk.

“apa yang baginda lakukan disini?”, tiffany mendekat seolah tidak ingin bunga lesayangannya itu disentuh  oleh sang pemilik taman

“oh, putri tiffany. apakah aku tidak boleh berada di tamanku sendiri?”

Pasti raja agung mengetahui kebiasaan tiffany. tiffany menatap raja agung dengan mata tajamnya. Wajahnya benar-benar membenci situasi itu. Namun apa yang dilihat raja agung adalah putri cantik yang sangat menggemaskan. Tiffany mempoutkan bibirnya dan beranjak melangkah melewati raja agung begitu saja. dia duduk di kursi tak jauh dari sana seolah tak melihat raja agung.

“ehem”, raja agung tak mau kalah, dia ikut duduk di samping putri tiffany

Tiffany memalingkan mukanya tak mau tahu. saat raja agung dengan tiba-tiba membaringkan kepalanya di pangkuan tiffany, gadis itu tersentak.

“apa yang baginda raja lakukan?”, tiffany menengok ke kanan dan ke kiri, jika ada yang melihat mereka pasti dia akan malu

Siwon tak mau tahu. dia memejamkan matanya dan memegang tangan kanan tiffany untuk diciumnya, “kulitmu seperti sutra”

Tiffany berhenti dari segala apa yang dilakukannya. Dia hanya membeku menatap mata tenang dari suaminya. Baru kali ini tiffany memperhatikan dalam keadaan tenang bagaimana sempurnanya wajah suaminya.

“saranghae”, ucap raja agung kemudian

Tiffany terpaku sebelum akhirnya tersenyum beberapa detik setelah kata itu terucap.

“kenapa tidak bisa?”

Jika putri tiffany dan siwon sedang menikmati sorenya dengan tenang, berbeda dengan jenderal kwon yang menghabiskan sorenya dengan sedikit amarah. Taeyeon yang berada di depannya baru saja di ajaknya menikah. Mereka memang semakin dekat akhir-akhir ini, jenderal kwon ingin segera meresmikan hubungan mereka, dan jawaban yang diberikan taeyeon diluar dugaannya.

“aku masih ingin terus melayani putri tiffany. aku tidak mau meninggalkannya dalam waktu dekat ini. aku benar-benar tidak bisa. Maafkan aku”

“ini tak masuk akal taeyeon-ssi. Kau masih bisa berkunjung ke istana putri tiffany”

“iya aku tahu”

“lalu?”

“aku tetap tidak bisa”

“kenapa?”

“ada banyak hal yang harus kita pikirkan jiyoung-ssi. Kau adalah jenderal negeri ini. kau akan sering pergi meninggalkan kerajaan ini. lalu bagaimana denganku? Aku hanya bisa menunggumu pulang tanpa tahu apa yang terjadi denganmu, seperti itu?”

“ah, jadi karena ini-”

“bukan hanya itu”, sela taeyeon. “putri tiffany baru saja menikah. Dia masih belum bisa diterima baik di negeri ini. selir-selir lain membencinya karena mengganggap dia tidak pantas berada di negeri ini. kepandaiannya seolah tak ada apa-apanya di mata mereka. Putri tiffany masih membutuhkan teman dan aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja”

Jenderal kwon menghela nafas dengan berat, “baiklah, baiklah kalau kau memang belum siap, aku tidak akan memaksa”, jenderal kwon berusaha sabar

“terima kasih”

“besok aku mungkin akan berangkat  ke medan pertempuran, melihat perkembangan di perbatasan. Maaf aku tidak bisa mengunjungimu”

“tidak apa jenderal, sekali lagi maafkan aku”

Jenderal kwon tersenyum, meski ia sangat kecewa senja itu.

Senja semakin gelap dan kedua manusia yang sedang menikmati senja itu tak beranjak dari tempat duduknya. Mereka yang sebelumnya duduk dan berbaring itu saling mempagutkan bibirnya dan tak pernah mau melepaskan satu sama lain. Entah apa yang terjadi hingga ciuman lembut itu terjadi begitu dalam.

Tiffany mengerang, dia mendorong bahu suaminya dengan sedikit keras. Putri cantik itu membutuhan pasokan udara dan siwon seolah tak mau melepaskan bibirnya.

“hamba-butuh-bernafas-baginda”

Tiffany mengatakannya dengan terbata. Mengambil pasokan udara dalam setiap katanya dan tetap memandang mata raja agung dengan dalam.

Siwon tertawa melihat bagaimana keadaan tiffany. Cantik, sedikit berantakan, dan tetap manis. Siwon tidak pernah bisa melepaskan bibir tiffany jika ia sudah berada dalam jangkauannya, tidak pernah bisa, dan ia baru saja menyadarinya hari itu. seperti biasa, siwon membenarkan helaian rambut tiffany yang berantakan sebelum akhirnya menarik tangannya.

“kemana?”, tanya tiffany yang belum juga beranjak dari tempat duduk

“sudah gelap putri, kita harus kembali ke istanamu”

Kita?

Istanaku?

Raja agung akan menghabiskan malamnya di istananya? Pikir tiffany. dia ingin sekali protes, tapi dia tidak melakukannya. Ada sedikit perasaan senang ketika mendengarnya.

“baginda raja tidak butuh ke ruang kerja baginda?”

“aku akan mengerjakannya di tempatmu putri dan jangan panggil aku baginda jika kita sedang berdua, kau ingat? Ini perintah bukan saran”

Tiffany mengangguk pasrah dan sedikit mempercepat jalannya agar bisa mengimbangi jalannya suaminya.

Tak jauh dari sana, ada seorang putri cantik yang tak sengaja melihat semua adegan dalam taman tadi. Wajahnya kini penuh kebencian, dia tidak menyukai pertunjukan yang baru dilihatnya. Raja agung tak pernah memandangnya seperti apa yang dilihatnya tadi dan tak pernah memperlakukannya seperti yang dilakukannya pada putri tiffany.

“berhenti menatapku putri. Apakah kau baru menyadari ketampananku?”

Siwon berucap tanpa mau memandang tiffany yang kini bersembunyi di balik bukunya. Pipinya bersemu merah karena godaan siwon. ya, dia sering memandang siwon daripada buku yang dipegangnya. Rajanya itu terlihat pintar dengan semua kertas-kertas yang berserakan di depannya. Tangannya yang lihai dalam menulis juga semakin membuat tiffany kagum.

“baginda?”

“hmm”

“aku ingin mengambil buku-buku dari guru oh”

“baiklah, besok aku akan mengutus seseorang untuk mengambilnya”

“terimakasih, ehm –siwon-ssi”

Siwon akhirnya memandang tiffany, “kau akhirnya kembali memanggilku siwon”

Tiffany memberikan senyum tanpa dosanya dan siwon dengan senang hati mengecup bibirnya sekilas.

“panggil aku siwon jika berdua, ingat”, tiffany mengangguk dengan senyumannya dan siwon kembali berkutat dalam pekerjaannya

“bolehkah aku tahu kenapa baginda, oh –kau ingin dipanggil siwon jika berdua?”

Siwon tersenyum, dia masih sibuk dengan pekerjaannya, “kau tak tahu?”

Tiffany menggelengkan kepala. Siwon akhirnya memandangnya, mendekatkan dirinya, dan berbisik, “aku akan memberitahumu nanti malam”

Iris mata tiffany membesar, dia terlihat kaget sekaligus malu, wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Siwon memberikan senyuman sebelum akhirnya mendaratkan kecupannya lagi.

“kenapa putri? Kau istriku, jangan malu seperti itu”, dan siwon kembali berkutat pada pekerjaannya

Tak jauh dari sana, taeyeon tersenyum menatap putrinya itu. Mungkin kekhawatirannnya selama ini terlalu berlebihan. Ketika tiffany bertolak ke kerajaan utama. Tak ada seorangpun yang menyayanginya kecuali raja agung, taeyeon mengkhawatirkan hal itu, putrinya adalah seseorang yang biasa di sayangi banyak orang. Taeyeon khawatir jika putrinya itu bersedih. Menjadi putri di kerajaan utama sudah menjadi takdir dan yang bisa dilakukan taeyeon adalah membuat putrinya itu bahagia sebisanya, termasuk membohonginya tentang kematian panglima oh sehun.

“maafkan aku putri, aku hanya ingin kau bisa menerima takdirmu. Bahagiakan dirimu putri”, gumam taeyeon

Jenderal kwon beserta rombongannya akhirnya sampai ke kerajaan hwang di malam hari yang gelap, mungkin hampir tengah malam. Dia menyampaikan beberapa pesan dari kerajaan utama. Tak lupa pesan tiffany untuk keluarganya. Jenderal kwon dijamu dengan baik oleh kerajaan hwang.

“besok saya dan pasukan saya akan menelusuri daerah peperangan, saya harap bangsa mongol tidak lagi mencampuri urusan kita lagi”

“saya juga berharap demikian. Dinasti di china saja bisa kalah dari bangsa bar-bar itu. saya tidak pernah menyangka”

“justru karena merkea bar-bar, mereka membunuuh tanpa ampun. Bahkan informasi yang saya dapatkan, mereka tidak menghargai ilmu-ilmu yang telah berkembang di china. Ini sangat disayangkan”

“saya harap ini segera berakhir, saya tidak pernah rela kerajaan ini jatuh ke tangan mereka. Kalau jenderal kwon emmbutuhkan tambahan pasukan, kami masih bisa membantu”

“terima kasih, saya akan membicarakannya dengan pimpinan pasukan kerajaan hwang nanti”

Pembicaraan tentang peperangan di daerah perbatasan itu tak ada hentinya. Bangsa mongol memang telah mundur, tapi mereka tidak bisa diprediksi. Jikalau mereka menyerang tiba-tiba, kerajan hwang dan pasukan kerajaan utama harus mampu menghalaunya sebelum mereka benar-benar masuk ke daerah kerajaan utama.

Setelah pembicaraan penting itu berakhir, jenderal kwon diizinkan untuk beristirahat di istana tamu. Namun saat perjalanan ke istana tamu, mata jenderal kwon menangkap sosok yang menyita perhatiannya.

“salam hormatku untuk putri kecil kerajaan hwang. ini sudah larut malam putri, apa yang putri lakukan di tengah malam seperti ini?”

Putri irene tak menjawab, dia terlalu bahagia melihat jenderal kwon ada di hadapannya. Jadi, berita kedatangan jenderal kwon benar adanya. Tidak sia-sia dia menghabiskan malamnya untuk menunggu.

“senang sekali bertemu kembali dengan putri irene”, ucap jenderal kwon lagi

Irene segera teradar dan ia mulai menampakkan wajah kesalnya, “sayang sekali aku tidak senang bertemu denganmu jenderal kwon”, jawabnya angkuh

Putri irene selalu salah tingkah jika di depan jenderal kwon, untuk menutupinya, dia selalu berlagak membenci jenderal gagah itu. tidak menampik, dia memang terkadang sangat membenci jenderal kerajaan utama itu.

Jenderal kwon tertawa mendengar pengakuan putri irene. Baginya, putri kecil kerajaan perbatasan itu sangat manis dengan segala tingkahnya itu. jenderal kwon tahu, putri kecil itu tertarik padanya.

“tidurlah putri irene, hari semakin gelap dan dingin. kau akan sakit jika terus berada di luar. Hamba izin undur diri”

Jenderal kwon berpamit dan meninggalakn putri irene yang kini kembali menampakkan wajah kecewanya. Dia bahkan telah menunggu berjam-jam untuk bertemu dan jenderal itu meninggalkannya begitu saja? dia seharusnya menuruti otaknya bukan hatinya. Dia bodoh, jenderal kwon memang sangat meyebalkan!

Sesaat setelah jedneral kwon tidur, tiba-tiba suasana yang sepi itu berubah. Terjadi kekacauan di kerajaan hwang. Pasukan mongol tiba-tiba datang dan mengepung kerajaan hwang.

Jenderal kwon terbangun. Ia mendengar jeritan dimana-mana. Ia segera mengenakan baju zirahnya dan mengambil pedangnya. Segera ia keluar dari istananya dan bergerak menuju pasukannya.

Peperangan tak terelakkan. Ini semua diluar kendali dan rencana. Jenderal kwon dengan sekuat tenaga menghalau pasukan mongol untuk sampai ke istana pusat. Api berkobar dimana-mana dan darah tak terelakkan tertumpah.

Permaisuri jung menghalau semua selir, pangeran, putri, dan pelayan untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Selir bae juga tak mau tinggal diam. dia ikut membantu permaisuri jung dalam mengurus pelarian diri. untungnya, di tengah-tengah kebingungan mereka, tiba-tiba datang seorang panglima kerajaan.

“permaisuri, lewat sini”

Putri jessica membelalakkan matanya. orang yang dicintainya itu ternyata masih hidup. Setidaknya, meski tidak mendapat cintanya selama ini, jessica bahagia melihat panglima oh kecintaannya dalam keadaan hidup. Pemberitaan simpang siur tentang kematiannya membuat jessica putus asa.

Penglima oh menghimbau seluruh wanita di istana untuk masuk dalam ruangan yang diamankan. Ruangan terakhir yang bisa dijangkau bangsa mongol jika bangsa mongol sampai ke istana pusat.

Setelah semua berada di ruangan yang tepat, panglima oh segera menuju ke arah gerbang. Dia harus membantu  pasukan kerajaan utama untuk menumpas bangsa mongol. Sebelum itu, dia harus memastikan bahwa rajanya dalam keadaan baik-baik saja.

“tunggu, putri irene masih di luar”, teriak selir bae berusaha keluar dari tempat persembunyian

“selir bae, hamba mohon masuklah kembali”, pinta panglima oh

TAK

Panglima oh sehun menghindar dari sebuah panah yang hampir saja mengenainya.

Bagaimana mereka bisa sampai disini?

Peperangan sengit tak bisa dihindarkan

Pagi hari datang dan raja agung dikejutkan dengan laporan bahwa kerajaan hwang dalam keadaan genting. Ia segera menghimpun pasukan dalam kerajaan untuk lebih memperketat penjagaan. Tak lupa dia juga mengadakan rapat darurat untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin terjadi. mereka masih harus menunggu, bagaimana laporan hasil dari peperangan itu.

Tiffany dari istananya mendengar berita yang menghebohkan itu. seluruh istana memang telah diperketat penjagaannya. Termasuk istana para selir.

“putriku, tenangkan hatimu, semua akan baik-baik saja”

Taeyeon mencoba menenangkan putri kesayangannya. Dia sendiri sebenarnya dalam keadaan gusar. Kekasih tercintanya juga ikut dalam peperangan tersebut dan dia tak tahu apakah jenderal itu masih dalam keadaan baik.

“baik? kau tahu taeyeon. Aku baru saja terobati dari kematian panglima oh, aku tidak mau kembali kehilangan orang yang aku cintai. Aku tidak menginginkannya taeyeon. Mereka harus selamat, apapun yang terjadi”

Suara tiffany terisak, menahan tangis. Wajahnya pucat, tak bisa berbuat apa-apa. sepanjang waktu dia hanya bisa mondar-mandir sambil mengucapkan doa agar kelaurganya baik-baik saja disana.

Hari demi hari berlalu. Raja agung sibuk di ruang dewan. Mengatur strategi dan hal-hal lainnya guna mempersiapkan segala sesuatu yang terjadi. Apakah peperangan juga belum berakhir? kenapa tak ada kabar apapun? bahkan pengiriman pasukan lagi ke daerah perbatasan untuk membantu peperangan juga tak ada kabar. Semua resah dan tak ada yang paling gundah di kerajaan utama selain tiffany.

“putri, makanlah, kau tidak makan dua hari ini”, pinta taeyeon

“aku tidak lapar taeng”

“putri, kau bisa sakit jika tidak makan. Keluargamu sedang berjuang hidup dan mati disana dan kau membiarkan dirimu sakit? kau egois putri”

Taeyeon benar, tiffany beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah makanan yang telah disiapkan taeyeon. Seluruh pelayan di kamar tersebut ikut lega akhirnya putri mereka mau makan. Mereka ikut resah melihat bagaimana buruknya keadaan putrinya.

BRAKKK

Belum juga tiffany menyuapkan makanan ke mulutnya. Seorang pelayan yang ia suruh untuk melaporkan jika ada informasi tiba-tiba datang dengan berlari, nafasnya terengah-engah. Tiffany segera menghampirinya di pintu.

“apakah sudah ada informasi?”

“ada seseorang yang datang untuk melaporkan hasil peperangan”

“lalu?”

“aku tidak bisa tahu hasilnya putri, dia langsung menghadap ke raja dan para dewan”

Tiffany tak menunggu, dia segera bernagkat ke gedung pusat kerajaan beserta pelayannya dengan perasaan gelisah. Jalannya ia percepat, bahkan terkadang ia akan terjatuh karena keseimbangannya yang goyah. Dia belum makan dan mandi dalam dua hari ini, keadaannya berantakan.

Sesampainya di gedung pusat kerajaan, tiffany terhenti dan menunggu pelayannnya untuk melaporkan apa yang terjadi di dalam. Seandainya tiffany bisa masuk ke dalam, ia akan memasukinya. Tapi ia hanyalah seorang selir rendahan. Jangankan selir, permaisuri saja belum tentu boleh ikut dalam masalah politik luar istana.

“bagaimana? Apa yang terjadi? kau mendengarnya?”

“putri, prajurit itu menyatakan bahwa peperangan telah berakhir, pasukan mongol dapat ditumpas”

Tiffany tersenyum menatap taeyeon yang selalu ada disampingnya, “lalu?”

“namun prajurit itu berkata-“, pelayan itu tampak gusar

“apa, apa yang dikatakannya?”, tiffany tak sabar

“kerajaan perbatasan dalam keadaan kacau, dan- banyak korban yang tewas termasuk beberapa keluarga kerajaan”

tiffany tak berkata apa-apa, tubuhnya membeku, sebelum akhirnya ia terjatuh pingsan di lengan taeyeon. Semua tampak gelap, yang dilihat tiffany adalah kegelapan, tidak hanya di matanya, tapi segalanya.

Teasers

“hormat saya jenderal, semoga jenderal selalu bahagia”

“apakah kau yang memadamkan peperangan ini?”

“iya jenderal”

Jenderal kwon tersenyum, “boleh aku tahu siapa kau?”

“saya panglima oh sehun”

Pagi itu, rombongan kerajaan akhirnya sampai di kerajaan hwang.

“salamku rajaku, semoga raja agung selalu bahagia”

Tiffany membeku, dihadapannya berdiri panglima oh sehun, menyampaikan hasil peperangan pada raja agung dengan detail.

Panglima oh sehun, kekasihnya, masih hidup

 

 

37 thoughts on “(AF) This Love Is Difficult Part 3

  1. Eaaa tiffany mulai menikmati raja siwon niii hahaha… jenderal kwon lagi berjuanh ke putri irene semangat. Teasernya kenapa ada oh sehunnnn, jadi keruh lagi suasanya tapi gpp biar gereger.
    Lanjut thor

  2. akhirnya di update…. senang banget… crutanya makin romantis n seru. bnyk juga penambhan interaksi tokoh seperti jendral kwon dan putri irene. hub sifany juga makin romantisss, tiffany akhirnya bz sdkt menerima siwon. skrg sehun kmbali, aduh pensaran, raja agung pasti nggak akn mmbiarkan siwon dekt tiffany dan ntu siapa ntu gadis yg cmburu kedakatan sifany di taman, bukan stella kan😦

  3. Noooo jauhkan ohse dari sifany, pokoknya sifany (dan Gtae 😆) harus bahagia disini, harus bersama gamau tauuu, ahh sukaaa sama ceritanya 😍
    Ditunggu kelanjutannya 💪

  4. Jadi tiff cuman selir..
    Kayak nya bakal ada cinta segitiga nih, sifanyhun & kwontaengrene
    Bikin complicated ya, seru!
    Next Quickly!!

  5. Waduh……sehun masih hidup.gimana nih,fany udah mulai menerima siwon.apakah fany akan kembali pada sehun.penasaran bamget nih dan tambah seru lagi.ditggu next partnya thor.hwaiting thor.

  6. Sweet ya mreka yaa mudah2’a tiffany bsa cinta sm siwon walau perlahan tp pasti
    Btw knp sehun msh idup bakal galau lg nh tiffany
    Next ya

  7. Aduhh thor, knapa ada sehun lg?
    Kasih tugas yg berat dan lama juga jauh aja thor! Aigoo calon pengacau nih #dibacoksehun😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s