(AF) This Is Love Part 2-End

Ff Sifany This is Love 2 (end)

CYMERA_20160610_164809

Title : This is love.

Main cast : Tiffany Hwang and Choi Siwon.

Other cast : Jessica Jung, Lee Donghae, Kim Taeyeon, Im yoona and other.

Genree : Romance.

Rating : PG 16

Lenght : Twoshoot.

Disclaimer : Ff ini murni dari hasil pemikiranku, kesamaam alur dan tokoh merupakan hal yg tidak disengaja, Dont bash, Dont Copas and Keep RCL.

Happy reading !

*************

Author Pov.

Hari kedua kunjungan Tiffany ke apartment Siwon, meski sebenar nya ini adalah keinginan Yoona bukan keinginanya, yeoja itu lagi lagi merengek padanya untuk menemani Yoona berbelanja dan seperti biasa Yoona mengajaknya pergi ke apartment Siwon, yeoja itu beralasan bahwa hanya di apartment Siwon dia merasa nyaman, dan Tiffany tidak percaya itu tapi Yoona memaksanya untuk tetap ikut.

Dan disinilah mereka sekarang menikmati beberapa ice cream dan makanan ringan sambil menonton sebuah drama di televisi, mereka begitu menikmati acara yg santai ini, tanpa pengganggu karena Siwon masih di kantornya dan sibuk dengan pekerjaanya, Yoona sengaja meminta pasword apartment Siwon dengan alasan Tiffany dan tentu saja namja itu langsung memberikanya.

“ Apa eonni menyukai drama nya ? Ini akan sangat menyedihkan … “ bisik Yoona sembari memakan keripik kentang di tanganya.

Tiffany mengernyit heran “ wae …. ? “ tanya nya penasaran.

Yoona langsung membenarkan posisi duduknya dan memasang wajah seriusnya “ Ending ceritanya sang namja pergi meninggalkan kekasihnya untuk selamanya karena telah menyelamatkan sang yeoja yg hampir tertabrak mobil “ ucap Yoona dengan serius.

Tiffany terkekeh pelan dan memalingkan wajahnya “ aku rasa itu kurang menarik “ ucapnya dan memeluk boneka milik Yoona yg baru di belinya.

Yoona menganggukan kepalanya “ kau benar … Tapi tenang saja eonni … Di pertengahan cerita ada adegan yg sangat menarik, aku yakin fany eonni akan sangat menyukainya, Siwon oppa juga menyukainya mungkin itu alasan kenapa dia melarangku untuk menonton kaset drama ini, tapi aku juga menyukainya “ ujarnya sembari terkekeh geli mengingat adegan dewasa di drama itu.

Tiffany mendorong dahi Yoona pelan dan berdecak kesal “ Aish … Sejak kapan kau mesum seperti ini eoh ? “

“ sejak Siwon Oppa melarangku untuk menonton drama ini, tentu saja aku penasaran dan tidak mau kalah darinya, kau tahu ….. Aku lah yg mencuri kasetnya “ ucapnya dan kemudian tekikik pelan.

Tiffany tertawa di buatnya, mereka pun tertawa bersama sama dan kembali terfokus di depan karena darama telah di mulai, setelah nya merekapun melanjut kan acara santai itu dengan melihat lihat sebuah album foto milik Siwon dan tentu saja Yoona lah yg telah mengambilnya dari kamar Siwon.

Tiffany terus menelusuri setiap foto foto yg terpasang di album itu, bibirnya tersenyum lembut melihat foto Siwon yg masih berumur balita … Sangat menggemaskan pipi chubby namja itu dan bibir tipisnya ….

“ menurut eonni siapa yg lebih imut ? Aku atau Siwon Oppa ? “ tanya Yoona.

Tiffany melirik gadis itu dan foto Siwon bergantian “ entahlah … “

Yoona berdecak sebal “ Kenapa eonni bilang entahlah … Tentu saja akulah yg lebih imut darinya “ ucap Yoona agak kesal.

Tiffany terkekeh, dia kemudian melihat sebuah foto dimana Siwon yg masih berumur 4 tahun berdampingan dengan Yoona yg masih berumur beberapa bulan, sungguh menggemaskan mengingat bahwa namja kecil nan manis itu adalah Siwon, ada perasaan bahagia dan juga bangga saat Tiffany melihat foto itu “ siapa bilang …. Menurutku Oppamu lah yg lebih imut, lihtalah pipi chubbynya sangat menggemaskan “ ucap Tiffany sembari mengelus pelan wajah itu di foto.

Yoona mengerucutkan bibirnya dan merajuk “ Aish eonni …… “

“ Bukankah sudah ku bilang … Aku lebih imut darimu “ ucap Seseorang yg baru saja tiba, kedua wanita itu langsung menengok ke arah sumber suara tersebut dengan sedikit terkejut.

“ Oppa sudah pulang … ? Kenapa cepat sekali …. Bukankah biasanya kau akan pulang malam dan bahkan mungkin lembur “

Siwon tersenyum kecil mendengar pertanyaan Yoona, sepertinya gadis itu tidak suka dengan kedatanganya “ wae ? Kenapa kau terlihat tidak bahagia eoh ? Ini apartmentku dan tidak akan ada orang yg melarang kapan aku akan pulang ke tempat ini, lagi pula pekerjaan tidak begitu menumpuk, dan terlebih …. Aku takut kau macam macam dengan semua barang barang milik ku “

Yoona mendengus kesal “ Ck …. Kau pelit sekali “

Siwon tersenyum saja, menggoda dan membuat adiknya kesal denganya adalah salah satu hobynya …. Kemudian namja itu beralih ke layar TV yg berukuran besar itu, sejenak dia memperhatikan tayangan tersebut dan mengernyit heran, beberapa detik kemudian dia tersadar “ Yak ! Im Yoona apa yg kau lakukan ! “

Yoona langsung mendekat ke arah Tiffany dan memeluk tangan yeoja itu, saat ini yg perlu di lakukanya adalah berlindung pada Tiffany “ Kami hanya ingin menontonya oppa “ ucap yoona.

Siwon bedecak kesal dan menatap adiknya garang … Dia mendekat dan hendak memukul gadis itu dengan bantal yg di bawanya.

“ Kau tidak boleh melakukan tindak kekerasan padanya Siwon-si …. “ tegur Tiffany

Siwon mengurungkan niatnya dan kembali duduk menatap kesal adiknya yg kini tengah menjulurkan lidah ke arahnya dan menertawakanya “ Aku hanya tidak suka kalian menontonya “ ucap Siwon menjelaskan.

“ Aku tidak menyangka ternyata kau seperti ini, jadi kau adalah pria yg suka menonton hal hal seperti itu “

Siwon tertawa pendek di tempatnya, kedua yeoja ini memang begitu terlalu sesuatu “ ini adalah kaset pemberian dari temanku “ Ujar Siwon.

Tiffany menyipitkan matanya menatap Siwon penuh selidik, dia tidak begitu percaya dengan ucapan namja itu “ kau yakin …. “

Siwon tersenyum kikuk, bahkan dia juga bingung harus menjelaskanya bagaimana, menurutmya tidak saah jika dia pernah menonton hal itu, dan itu normal menurutnya … “ Tentu saja …. Lagi pula semua laki laki sama mereka lebih tertarik dengan hal hal seperti itu “ ujarnya sembari menyeringai menggoda ke arah Yoona.

Yoona menatap kesal oppanya dan semakin menyudutkan tubuhnya “ Yak Oppa ! Jangan melihatku seperti itu “

“ Yak Choi Siwon berhentilah bersikap seperti ini “ ujar Tiffany.

“ wae … ? Apa kau cemburu ? “

Pertanyaan itu langsung membuat Tiffany tertawa sumbang, cemburu pada namja itu, yang benar saja …. Tapi dalam hatinya memang ada sedikit perasaan tidak suka saat Choi Siwon bersikap menggoda seperti ini “ Aku tidak cemburu hanya saja tidak suka melihatnya “

“ itu sama saja eonni …. “ sangkal Yoona.

Tiffany melirik Yoona dengan sedikit kesal dan kemudian melangkah “ Aish …. Aku haus dimana air minumnya ….” ujar nya berpura pura.

Yoona dan siwon tertawa pelan di tempatnya “ Dia cemburu Oppa … Figthing ! “ ucap Yoona sambil mengepalkan tanganya ke arah Siwon.

 

*******************

Anak anak dengan gembira berlari ke arah Siwon dan Tiffany, kedua orang itu dengan bahagja menyambut mereka.

“ Oppa mana cokelatnya ? “ ucap anak perempuan kecil di panti asuhan itu.

Tiffany menjongkokan tubuhnya untuk mensejajarkan tinggi badanya dengan anak perempuan itu “ untuk beberapa hari ini kau tidak boleh makan cokelat, permen, ice cream dan makanan yg akan membuat mu batuk, kau harus sembuh terlebih dahulu dari batuk mu itu lalu kemudian eonni akan memberi mu hadiah “ ujar Tiffany seraya mengelus rambut anak itu sayang.

“ Kau akan memberikanku hadiah ? Kalau begitu aku tidak akan makan cokelat sebelum aku sembuh kan Oppa ? “ tanya nya pada Siwon yg berdiri di belakang Tiffany.

Siwon menganggukan kepalanya dan tersenyum manis “ Ne … Fany eonni benar “

“ Oppa … Apa kau sudah memiliki pacar ? Aku bersedia menjadi pacarmu nanti “ ucap anak perempuan itu dengan polosnya.

Siwon tertawa pelan, dia menolehkan kepalanya dan menatap Tiffany sembari tersenyum kecil “ Aku belum memiliki seorang pacar, tapi aku akan berusaha untuk memilikinya …. “

Tiffany langsung beralih menatap Siwon yg sedang berjongkok berhadapan dengan Yieun setelah mendengar jawaban pria itu.

“ Siapa perempuan yg akan menjadi pacarmu ? Jika aku sudah besar aku akan menemuimu dan menjadi pacarmu “ ucap anak itu lagi.

Siwon dan Tiffany terdiam, Siwon terdiam untuk menjawab pertanyaan itu, sementara Tiffany terus memperhatikan namja itu dan menunggu jawabanya “ Aku juga tidak tahu siapa yg akan menjadi pacarku nanti, Tapi aku sudah memiliki seorang yeoja yg aku sukai, dia baik, pintar juga sangaaaaat cantik …. “ jawabnya sembari tersenyum manis membayangkan sosok yg di bicarakanya, Siwon terdiam sejenak untuk melanjutkan ucapanya.

“ Jinja … ? Apa dia lebih cantik dariku ? apa dia secantik Fany eonni ? “

Tiffany mengerutkan dahinya dan beralih menunggu jawaban Siwon sementara namja itu membalikan tubuhnya dan menatap Tiffany kilas kemudian kembali menatap Yieun.

“ Kau memang cantik, tapi bagiku dia lebih cantik apalagi jika dia sedang tersenyum, matanya sangat indah dan membuat Oppa bahagia ….. Kau masih terlalu kecil untuk mengenal cinta, cepatlah besar dan menjadi gadis yg baik, pintar dan cantik “ ucap Siwon.

Yieun tersenyum di tempatnya dan tersipu malu, dia beralih menatap Tiffany penuh kagum dan tersenyum manis, Tiffany pun membalas senyum itu dengan lembut “ Woah … !! Oppa benar senyum nya sangat cantik dan membuatku bahagia … Fany eonni aku berjanji besar nanti aku akan menjadi wanita seperti mu dan menyelamatkan teman temanku yg sakit “

Tiffany membeku di tempatnya, benarkah senyum miliknya itu bisa membuat orang orang bahagia, dalam hati dia membanggakan hal itu “ Ne … Kau harus tepati janji mu itu “ ucap Tiffany kemudian.

Siwon segera membangunkan tubuhnya berdiri di samping Tiffany setelah Yieun pergi bergabung dengan teman lainya, dia menatap segerombolan anak anak yg tengah tertawa bahagia itu dan tersenyum kecil, bagianya melihat sebuah tawa lepas dari orang membuat dia sedikit merasakan tenang dan damai “ Bahkan tanpa di beritahu anak kecil pun tahu siapa wanita itu Fany-ah …. “ ucap Siwon kemudian.

Tiffany terdiam di tempatnya, dia menatap Siwon sejenak dan memalingkanya lagi, dia diam bungkam tanpa membalas semua penuturan Siwon, dan sedikit celah di hati yeoja itu kini terbuka, dia tersenyum kecil.

 

***********

“ kau libur hari ini kan fany-ah ? “ Tanya Siwon, dia berjalan berdampingan dengan Tiffany setelah mengunjungi panti Asuhan tersebut.

Tiffany mngernyit heran dan menatap Siwon penuh tanya, kenapa namja itu tahu bahwa hari ini dia libur kerja. Seolah mengerti dengan tatapan Tiffany Siwon tersenyum kecil.

“ Yoona yg memberitahuku “ jawab Siwon, mereka berjalan bersama lagi, sepanjang perjalan Siwon tersenyum senyum seorang diri, pendekatanya dengan Tiffany berjalan dengan baik dan tentu saja itu tidak terlepas dari bantuan adik kesayanganya.

“ Apa kau menyuruh Yoona untuk memata mataiku ? “

“ Aku tidak mungkin melakukanya, Tapi Yoona yg melakukanya bahkan tanpa pernah ku minta dia secara rutin membuat sebuah laporan padaku tentang semua kegiatanmu “

Tiffany mendengus kesal, dia tidak suka dengan sikap Yoona dan sedikit kecewa “ Kenapa kalian harus seperti ini, itu membuat harga diriku sedikit terlukai “ ucap Tiffany.

Siwon hanya tersenyum kecil “ Kau tahu … Yoona selalu menceritakan tentangmu padaku, bahkan dia sering melakukanya jika hendak tidur, malam malam meneleponku hanya untuk menceritakan hari harinya bersamamu “

Tiffany menghentikan langkahnya, sekarang dia sedikit cemas, apa Yoona selalu mengatakan hal hal buruk tentangnya atau bahkan mungkin rahasia diantara seorang Yeoja, dia meringis pelan, bagaimana jika Yoona mengatakan hal hal buruk tentangnya pada Siwon itu pasti sangat memalukan “ Apa …. Yang dia ceritakan ? “ tanya Tiffany sangat penasaran.

Siwon menghela pelan, dia menatap ke depan dan tersenyum simpul mengingat betapa bahagia Yoona saat menceritakan Tiffany padanya “ Dia bilang kau sangat cantik …. Bahkan kadang dia iri padamu karena kecantikanmu, tapi dia sangat bahagia karena kau adalah yeoja yg di jodohkan denganku, dia bilang dia merasa nyaman dengan mu dan bahagia saat bersamamu, bahkan aku bisa melihat kebahagiaan yg tidak pernah dia rasakan dariku saat menceritakan tentangmu …. Aku merasa sangat berterimakasih padamu “

Tiffany tersenyum kecil dengan lega “ Ne …. Kau harus sering sering bersamanya dan mendengarkan ceritanya “

“ Jadi kau tidak keberatan jika Yoona juga menceritakan hal hal buruk tentangmu ? “

Sontak Tiffany mendelikan matanya tak suka dan memukul Siwon sehingga membuat namja itu meringis pelan “ Yak ! Jangan coba coba kau melakukanya, tentu saja aku tidak setuju … Jika kau melakukanya aku bisa saja membunuhmu “

Siwon tertawa melihat reaksi Tiffany “ Membunuh ? Bukankah kau pernah bilang kehidupan itu sangat suci dan siapapun tidak boleh merusaknya “ ucapnya sembari menirukan gaya Yoona saat menirukan gaya Tiffany juga.

“ Kau benar …. Tapi ingat Seorang Dokter lebih pandai menggunakan pisau di banding dengan seorang pembunuh “

Siwon meringis pelan “ kenapa kau sedikit menakutkan saat mengatakanya “ ucapnya yg membuat Tiffany tertawa.

Dengan sengaja Siwon menggenggam tangan Tiffany erat dan menatap manik yeoja itu lekat “ Ikutlah bersamaku hari ini …. “

“ memangnya kita akan pergi kemana ? “ tanya Tiffany sedikit gugup, tatapan Siwon membuat dia sedikit canggung.

“ Kita akan pergi berjalan jalan untuk menghilangkan penat karena pekerjaan dan berbagai masalah hidup, anggap saja ini sebuah teraphy “

 

*****************

Tiffany keluar dari mobil Siwon saat namja itu telah membukakan pintu mobil untuknya, Siwon tersenyum saat tiffany keluar, mereka saling pandang sejenak namun Tiffany langsung mengalihkan tatapanya ke depan gedung yg menurutnya sedikit asing, dia menelusuri setiap lekuk bentuk gedung itu dan mengernyit heran saat melihat Sebuah Tulisan “ Rumah sakit ibu dan anak.

“ untuk apa kau mengajaku kemari ? “ ucapnya bingung, Siwon tidak menjawab dan langsung membawa Tiffany masuk ke dalam.

Di dalam rumah sakit itu Tiffany hanya terus diam sambil sesekali melihat ibu hamil yg tengah bergandengan tangan dengan sang suami dan juga seorang ibu yg tengah menggendong bayinya, dia melihat pemandangan itu dengan senyum di bibirnya.

“ Maaf Tuan dan Nyonya …. Apa ada yg bisa ku bantu ? Apa kalian datang kemari untuk memeriksa kandungan istrimu Tuan ? “ pertanyaan dari seorang receptionist itu menyadarkan Tiffany dan Siwon.

Tiffany terkejut di tempatnya dan langsung melepas genggaman tangan Siwon “ Aniya ! “ sangkal nya langsung dan lantang sehingga membuat sang receptionist itu sedikit terlonjak kaget dan mengernyit heran.

“ lalu apa yg ingin kalian lakukan ? “ tanya receptionist itu lagi.

“ Kami hanya ingin menjenguk saudara kami “ ujar Siwon beralasan.

Receptionist itu hanya mengangguk mengerti dan tersenyum ke arah mereka “ Mian … Aku kira kau ingin memeriksa kandungan istrimu tuan “

Siwon tersenyum kecil mendengarnya, entahlah … Rasanya sedikit bahagia mendengar receptionist itu mengatakan bahwa dia dan Tiffany adalah sepasang suami istri.

Tiffany mendengus kesal “ Kajja …. “ ucapnya.

Siwon hanya menurut, dia hanya diam tidak mau mengatakan sepatah katapun kecuali mengikuti Tiffany karena tidak mau membuat Tiffany yg bisa saja kesal dan membatalkan rencanya, mereka pun melangkah menelusuri setiap kamar dan ruangan yg ada di rumah sakit mewah itu.

Senyum Siwon mengembang seketika saat menangkap sebuah ruangan berkaca lebar yg tak jauh darinya dia mengeratkan genggaman tanganya pada tangan Tiffany dan mempercepat langkahnya karena tidak sabar untuk memperlihatkan kejutanya pada Tiffany.

Dia tersenyum senang dan menghentikan langkah nya di depan kaca berukuran besar itu, matanya menatap kagum dengan penuh syukur setiap bayi yg tertidur pulas di dalam box, Tiffany terdiam di tempatnya, hatinya seketika bergetar melihat wajah damai itu yg tengah tertidur pulas, geliatan kecil dari setiap bayi yg terdapat di ruangan itu membuat sunggingan manis di bibirnya, rasanya dia seperti melihat sebuah kebahagiaan yg membuatnya merasakan damai.

“ Apa kau suka ? Aku sangat menyukai anak anak terutama balita dan batita, mereka sangat menggemaskan dan membuatku merasa damai “ ujar Siwon.

Tiffany hanya diam, dia sibuk memperhatikan bayi bayi yg tertidur di hadapanya, dia terpaku pada satu bayi dengan kain bedong berwarna pink, sepertinya seorang bayi perempuan, dari jauh terlihat mata bayi perempuan itu yg mengerjap ngerjap pelan dan kemudian membuka matanya, bayi itu menggeliat, bibir mungilnya bergerak gerak seolah mencari asi, Tiffany mengulurkan tanganya dan mengelus bayi itu dari kaca, bibirnya tersenyum lembut seraya bersyukur dalam hati dan mendo’kan mereka.

Siwon tersenyum melihat Tiffany, yeoja itu terlihat begitu cantik dan keibuan, penuh kehangatan dan dan perhatian, dia tidak lelah menatap wanita itu berlama lama karena baginya sekarang dia seperti merasa menjadi seorang Appa.

“ Aku merasa sedikit bahagia …. “ ucap Tiffany pelan.

 

*****************

“ terimakasih untuk hari ini aku merasa sedikit terhibur “ ucap Tiffany pelan, dia menundukan kepalanya dan tersenyum kecil mengingat perjalanan mereka tadi.

“ Ne … Aku juga merasa senang bisa lebih dekat bersamamu, bukankah mereka ( bayi ) sangat menggemaskan ? “

Tiffany tersenyum senang mengingat bayi bayi mungil tadi “ Ne … Aku sangat menyukainya, Seunghyun Oppa juga sangat menyukainya, awalnya aku membenci anak kecil tapi dia terus mengajaku pergi kencan ke panti asuhan, saat itu aku baru menyadari bahwa tawa bahagia mereka juga membuatku merasa bahagia “

Siwon terdiam di tempatnya dan menatap Tiffany, entah harus tersenyum ataukah bersedih mendengar yeoja itu begitu bahagia menceritakan sosok Seunghyun, Siwon berfikir seperti Apa namja istimewa itu sehingga bisa merubah Tiffany menjadi sosok yg baik. Iri ? Tentu saja perasaan itu ada mengingat Tiffany hanya mencintai namja itu … Dia menghela pelan dan tanpa sengaja melihat senyum yeoja itu yg sepertinya sedang memikirkan sesuatu, entah kenapa dia merasa bahagia melihatnya ….

“ Siwon-si …. Terimakasih … Hari ini aku merasa seperti merasakan hari hariku seperti dulu, menyenangkan …. “ Ucap Tiffany tulus.

Siwon segera tersadar “ Ne … “

Mereka pun kembali melangkah menuju parkiran mobil bersama sama, namun mereka langsung terdiam bersama dan tertuju pada satu wanita, keduanya menatap wanita yg tengah hamil itu dengan cemas, terlihat wanita hamil itu tengah berjalan kesakitan sembari memegang perutnya yg sudah membesar.

Tiffany khawatir di tempatnya, yeoja itu segera tersadar dan membelalakan matanya saat melihat darah dan cairan ketuban yg mengalir di betis wanita hamil itu, dia langsung menghampirinya begitupun dengan Siwon.

“ Nyonya kau baik baik saja ? “ tanya Tiffany khawatir.

“ Tolong aku … Akh .. Perutku “ ucap wanita itu pilu.

Siwon seketika panik di tempatnya, fikiranya blank melihat wanita hamil itu merintih kesakitan tanpa berfikir panjang dia membopong tubuh itu dan membawanya segera ke UGD Rumah sakit ibu dan anak itu bersama Tiffany yg juga mengikutinya dari belakang.

“ Tolong kami …. Wanita ini akan melahirkan “ ucap Tiffany langsung saat mereka sudah sampai di UGD itu.

Sementara Siwon langsung membaringkan wanita itu di ranjang, dia mendorongnya ke arah Tiffany yg tengah berbicara dengan seorang suster dan petugas lainya.

“ Kami akan menanganinya tapi ….. Maaf dia harus menunggu antrianya “ ucap sang suter pelan.

“ Mwo Apa maksudmu di akan melahirkan sekarang … Apa kau tidak melihat darahnya, eoh ? “ ucap Tiffany kesal, yeoja itu menatap kesal pegawai rumah sakit itu yg hanya diam tanpa bertindak dan terus memandangi wanita hamil itu cemas.

“ Tapi Nyonya semua dokter persalinan tengah sibuk dengan pasienya ? “

“ Kalau begitu kau saja yg membantunya ? “ usul Siwon.

Pegawai wanita itu bingung di tempatnya dan menundukan kepalanya, Tiffany menatap kesal pegawai itu namun dia juga berharap jawaban dari pegawai tersebut.

“ Maafkan aku … Aku tidak bisa “ ujar sanga pegawai pelan

Tiffany menggeram kesal dan kembali menatap sedih wanita hamil itu, wanita itu terus merintih kesakitan bersamaan dengan air ketubanya yg sudah mengalir banyak, semua orang terlihat panik dan iba melihatnya.

Tiffany menggigiti kukunya, entahlah rasanya hati dan fikiranya seperti terhenti saat ini juga, melihat kesakitan itu membuatnya tak berdaya, tanpa sengaja dia melihat seorang ahjuma yg tengah menggendong bayinya.

“ Kalau begitu aku yg akan menangani persalinanya “

Semua orang menatap Tiffany terkejut “ tapi Nona … Kau tidak bisa melakukan hal itu, memangnya kau siapa seenaknya saja … Kami bisa kena teguran oleh atasan kami “

“ Aku tidak peduli, aku adalah seorang dokter juga, jika kau masih belum percaya maka temui aku di bangsal VIP Rumah sakit Seoul center … Apa kalian akan membiarkanya seperti ini jika terus menerus di diamkan dan menunggu, air ketubanya bisa habis dan kemungkinan bayinya akan keracunan “ ujar Tiffany.

“ Ani …. Aku mohon selamatkan bayiku “ ucap wanita hamil itu sedih.

Semua orang terdiam bungkam, tidak ada yg bisa mereka lakukan saat ini, Tiffany menggeram di tempatnya dan menatap mereka yg hanya diam menundukan kepalanya.

“ Yak ! Choi Siwon kenapa kau diam, bantu aku “ bentak Tiffany pelan

Siwon segera tersadar dan terdiam dia bisa melihat kekhawatiran yeoja itu, ketulusan dan juga kesungguhan Tiffany untuk menolong wanita hamil tersebut “ ijinkan kami meminjam satu kamar dan beberapa peralatan sederhana “ ujar Siwon.

“ Tapi … Tuan … “

“ Aku akan bayar berapapun sebagai ganti ruginya, berapapun “

Pegawai itu bimbang, dengan cepat Siwon memperlihatkan kartu namanya juga dompetnya, pegawai itu sedikit terkejut saat melihat foto Siwon yg berdampingan dengan Tuan Choi selaku pemilik Rumah sakit tersebut.

“ Cepatlah … Tolong dia Fany-ah … “

Tiffany menganggukan kepalanya “ Aku pinjam jasmu “ pinta Tiffany, yeoja itu langsung saja melepas jas Siwon tanpa persetujuan namja itu terlebih dahulu, Siwon sedikit terkejut namuan dia hanya diam melihat Tiffany yg tengah menggunakan jas nya untuk menutupi tubuh bagian bawah wanita hami itu, yeoja itu dengan cepat menempelkan tanganya dan mengelus perut buncit yg terbuka itu untuk mengetahui letak sang bayi.

“ Aku butuh ruang operasi, sepertinya air ketubanya sudah habis, kita tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan persalinan normal, juga bayi nya sepertinya kembar dan posisi bayi nya sungsang, jadi aku akan melakukan caesar juga tolong siapkan beberapa kantong darah “ ucap Tiffany.

Pegawai tersebut mengangguk mengerti dan segera membawa wanita hamil itu untuk segera di tangani.

 

******************

Tiffany menghempaskan tubuhnya duduk di samping Siwon, dia menghela nafas dengan lega dan menundukan kepalanya, senyumnya terukir melihat tanganya yg sedikit begetar setelah melakukan operasi, ada rasa bangga terhadap dirinya.

Siwon tersenyum kecil dan menatap sendu Tiffany yg di sampingnya “ Gwenchana ? “ tanya mya pelan.

“ Ne … Aku sedikit gugup tadi, awalnya aku tidak berfikir untuk menolong persalinanya, tapi melihat ahjuma yg tengah menggendong bayi nya aku bertekad untuk menolongnya, akan sangat di sayangkan jika mereka tidak bisa hadir dan membuat eommanya bahagia “ ucap Tiffany pelan.

Siwon tersentuh di tempatnya dan tersenyum kecil, dia mengulurkan tanganya dengan sedikit ragu dan mengelus rambut Tiffany sayang “ Kau sangat berjasa Fany-ah pasti mereka sangat bangga padamu “

Tiffany mendongakan kepalanya menatap Siwon dan tersenyum, bahkan yeoja itu tidak keberatan dengan perlakuan Siwon yg sudah mengelus rambutnya “ eoh …. Apa kau ingin melihat bayi nya ? “ tanya Tiffany senang.

“ tentu saja “ jawab Siwon mantap.

Tiffany langsung membawa Siwon untuk ikut bersamanya, dia menuju ke tempat ruaangan bayi, dari kaca mereka kembali melihat bayi bayi itu.

“ Kau lihat sebelah sana, barisan kedua sebelah kanan, mereka sangat tampan dan cantik “ ucap Tiffany sambil menunjuk ke arah kedua bayi kembar itu.

Siwon tersenyum lembut dan mengelus mereka dari kaca “ kau lebih suka yg mana namja atau yeoja ? “ tanya Tiffany.

“ Aku suka dua duanya … “ jawab Siwon pelan dia masih terus terfokus melihat bayi tersebut, dia sedang merasa bangga juga bahagia, dia tidak menyangka telah menolong dua nyawa itu, bukan bahkan tiga nyawa.

Tiffany tersenyum lembut melihat Siwon yg terlihat begitu senang dan nyaman melihat bayi nya, namun dia kembali memanyunkan bibirnya karena sekarang ini namja itu mengabaikanya “ Aku lebih suka yeoja …. “ ucap Tiffany dengan sedikit kesal.

Siwon tersadar dan langsung menoleh, dia tertawa pelan melihat Tiffany yg sedang kesal karena di abaikan olehnya “ Maafkan aku …. Wae … ? “

Tiffany tersenyum sembari menatap bayi yeoja yg telah di selamatkanya “ Bayi yeoja itu lebih terlihat cantik dan imut, aku bisa mendandaninya semauku, mereka penurut dan besar nanti aku bisa bermain denganya, berkeluh kesah bersamanya, berbagi cerita, pergi belanja bersama, pergi ke salon bersama, pasti sangat menyenangkan “ ucap Tiffany bahagia.

“ bagaimana denganmu kenapa kau menyukai keduanya ? “

“ Ani …. Aku juga lebih menyukai bayi yeoja ? “ jawab Siwon.

Tiffany menyipitkan matanya dan menatap Siwon tidak percaya, bagaimana tidak, bukankah pria itu mengatakan bahwa dia menyukai keduanya, tidak konsisten.

“ benarkah …. ? Wae ? Apa kau menyukainya karena aku menyukainya ? “

Siwon tertawa pelan dan mengangguk pelan “ benar …. Dan juga bayi perempuan bisa ku jadikan sebagai selingkuhan kecil ku saat eommanya sedang marah padaku “ jawab Siwon.

Tiffany mendesis kesal di tempatnya “ Yak ! “

Siwon tak bisa menahan tawanya lagi dan kemudian tertawa, Sementara Tiffany menatap Siwon yg sedang menertawakanya dengan kesal, namja itu terlihat senang sekali membuatnya kesal.

“ kau lucu sekali Fany-ah … “ ujar Siwon, Tiffany hanya terus menatap Siwon kesal namun tatapanya semakin berubah menjadi sendu dan kemudian tersenyum kecil melihat Siwon yg tengah tertawa. Perasaan itu datang tiba tiba, dia merasa nyaman berada bersama pria itu.

 

***************

Tiffany dan Siwon masuk ke kamar inap dengan membawa bayi nya masing masing, Tiffany menggendong bayi yeoja sementara Siwon menggendong bayi namja, senyum mereka mengembang saat melihat eomma sang bayi yg tengah menunggu putra putrinya.

“ Nyonya mereka adalah anak anak mu, sangat cantik dan tampan “ ucap Tiffany, Siwon memberikan bayi dalam gendongan kepada wanita, wanita itu menerimanya dengan bahagia, sementara Tiffany hanya mendudukan dirinya agar wanita itu bisa melihat bayi perempuanya dengan dekat.

Wanita itu tersenyum penuh haru melihat kedua bayinya tanganya mengelus wajah lembut itu bergantian seraya bersyukur, airmatanya yg sudah terbendung tak dapat di tahanya lagi, dia meneteskan airmatanya karena bahagia.

“ mereka sangat menggemaskan, aku tidak menyangka akulah ibu dari mereka “ ucapanya pelan dan bergetar bahagia.

Wanita itu beralih menatap Tiffany dan menggenggam tangan itu lembut “ Terimakasih sudah membantuku uisa-nim …. Karena dirimu aku bisa merasa kebahagiaan yg selama ini aku nantikan “

Tiffany tersenyum lembut dan beralih menatap bayi yeoja di gendonganya “ Apa aku boleh menggendongnya untuk beberapa saat ? “ tanya nya.

“ tentu saja … Kau berhak melakukanya “

Tiffany pun berdiri dari duduk nya dan mulai melangkah ke jendela, Siwon pun mengikutinya dia begitu ingin melihat bayi yeoja itu karena sedari tadi dia hanya menggendong bayi namja nya saja, dengan pelan dan penuh hati hati Tiffany mengayun tubuhnya untuk menimang bayi itu, dia terus menatap bayinya dengan bahagia.

“ dia sangat cantik “ Ucap Tiffany.

Siwon menganggukan kepalanya, dia berdiri di belakang bahu kiri Tiffany, Tiffany mengangkat pelan tanganya dan mencium bayi perempuanya gemas, Siwon terpaku di tempatnya dan kemudian tersenyum kecil melihat Tiffany, yeoja itu sudah terlihat seperti eommanya saja, dia pun memajukan tubuhnya dan mencium pelan dahi bayi itu dan mengelus pipinya dengan penuh lembut.

“ besar nanti jadilah gadis yg pintar, baik hati, dan penolong sesama dan juga ….. cantik “ ucap Siwon sembari menatap mata Tiffany di sampingnya.

Tiffany hanya menganggukan kepalanya seolah membenarkan perkataan Siwon pada bayi itu, dari jauh wanita itu melihat pemandangan itu dengan senyum lembut, terlihat seperti keluarga kecil bahagia, Siwon yg berdiri di samping Tiffany dan terus mengobrol dengan bayinya sementara Tiffany yg menggendong bayinya, bahkan Tiffany terlihat sesekali menatap Siwon dengan tatapan berbeda, sungguh pemandangan yg indah bagi wanita dari kedua bayi itu.

Setelah cukup Tiffany pun menyerahkan bayi perempuan itu kepada eommanya “ untuk beberapa hari kau akan di rawat disini, jadi hubungi suami juga keluargamu Nyonya “ ucap Tiffany. Wanita itu hanya menganggukan kepalanya mengerti.

“ Apa kau belum mempunyai seorang anak ? “

“ Ah … Ne “ jawab Tiffany sedikit tergagap, dia sedikit di buat bingung tapi bukankah dia memang belum memiliki anak karena memang dia belum menikah.

“ Semoga kalian cepat di karuniai anak … “ ucap wanita itu lagi.

Tiffany terkejut di tempatnya dia hendak mengatakan sesuatu tapi terlambat “ Ne … Terimakasih Nyonya “ ujar Siwon.

Tiffany menoleh ke arah Siwon dan menuntut jawaban pria itu, namun Siwon hanya tersenyum menggoda dan mengabaikanya, hingga akhirnya Tiffany hanya bisa diam dan memaksakan tawanya, yeoja itu tersenyum kikuk di tempatnya.

 

******************

Keluarga Choi terlihat begitu santai menikmati makan malam mereka dengan calon menantu mereka, Tiffany ikut hadir dalam makan malam itu atas permintaan Nyonya Choi dan Yoona dan tentu saja dia tidak bisa menolak keinginan ibu dan anak itu. Tiffany duduk berdampingan dengan Siwon di sampingnya, sementara Yoona dan Nyonya Choi duduk di hadapanya. Makan malam itu terasa begitu hangat, keintiman kekeluargaan terasa begitu erat dengan sebuah candaan dan obrolan ringan, berkali kali Yoona terus menerus mengeluarkan beribu ribu kata untuk membuat suasana itu tetap hangat.

“ ku dengar seorang pria mengancam beberapa karyawan ku karena menolong seseorang, dia dengan enaknya menggunakan ruang operasi dan peralatan lainya bahkan dia juga yg membayar biaya perawatan wanita yg tengah melahirkan itu “ sindiran Tuan Choi membuat Siwon terdiam di tempatnya dan mengunyah makanannya pelan pelan.

Dia menoleh ke arah Tuan Choi yg tengah menatapnya tegas “ Appa itu … Aku akan membayar kerugianya, aku hanya ingin menolong wanita yg akan melahirkan itu, dia sudah harus segera di tangani dia juga berasal dari keluarga tidak mampu Appa “ jawab Siwon.

“ Woah ! Jinja ? Daebak ….. Oppa memang hebat “ puji Yoona bangga.

Siwon tersenyum senang “ kau tidak perlu memujiku “

Tuan Choi tersenyum kecil dan menatap bangga putranya “ ehem … Tapi bukan dia yg sudah menolong bayi dan ibu hamilnya Yoong, seorang dokterlah yg sudah berani menolongnya “ ujar Tuan Choi kembali dengan berpura pura marah, Yoona dan Nyonya Choi mengernyit heran.

Sementara di tempatnya Tiffany hanya menundukan kepalanya, dia merutuki dirinya sendiri, dia tidak tahu bahwa Rumah Sakit itu milik Orang tua Siwon “ Mian Choi Ahjusi … Aku lah yg meminta Siwon melakukanya …. “ ucap Tiffany pelan.

Tuan Choi tertawa pelan di tempatnya melihat Tiffany yg ketakutan mengatakanya, Aigooo … Calon menantunya sangat menggemaskan jika sedang seperti ini “ ini bukan salahmu Fany-ah … Aku hanya ingin menagih janji Siwon sesama seorang pembisnis “ ujar Tuan Choi.

Tiffany mendongakan matanya dan tersenyum senang “ Ah … Ne terimakasih “

“ Tapi Appa ….. “ sangkal Siwon, dia menghentikan ucapanya saat sang Appa kembali menatapnya dengan tatapan sama.

Yoona menatap sedih Oppanya dia merangkul tangan Tuan Choi manja dan menunjukan aegeonya “ Appa … Appa tidak mungkin memarahi Oppa dan menagih untuk membayarnya bukan ? Oppa sudah menolong tiga nyawa sekaligus Appa, tanpa desakan dan janji Siwon Oppa pada para karyawan di rumah sakit itu Fany eonni tidak akan bisa menggunakan ruang operasi dan perlatan lainya begitu saja …. Seharusnya Appa bangga pada Oppa “ bujuk Yoona.

Tuan Choi tertawa melihat sikap putri bungsunya “ Aigoo aigoo … Ada apa dengan putriku ? Tenanglah sayang … Ini adalah kesalah Oppa mu, jika dia terus menerus melakukan hal itu perusahaan Appa mungkin akan bangkrut, Appa sedang mengajarinya untuk menjadi seorang pembisnis sejati, Dan Tiffany kau tidak perlu khawatir … Kau sudah melakukan tugasmu dengan benar sebagai seorang Dokter “ ujar Tuan Choi.

Tiffany tersenyum dan mengangguk hormat “ Ne … Ahjusi “

“ Tapi Appa … Ayolah … Lakukan untuku, jangan marahi Oppaku, kasihan dia Appa “ ucap Yoona memelas.

Tuan Choi tidak sanggup melihat wajah penuh memohon itu, Nyonya Choi tersenyum lembut melihat suami dan putrinya “ Ne, yeobo … Kau tidak perlu melakukanya “

“ Baiklah baiklah, karena ini permintaan dari putri kesayanganku, aku akan memaafkanmu Siwon-ah … “ ucap Tuan Choi.

“ Terimakasih Appa “ ucap Siwon senang.

Yoona bersorak girang di tempatnya sehingga membuat Tuan choi tertawa di buatnya, sementara Tiffany tersenyum lembut melihat pemandangan itu, Appa, eomma dan juga kedua anaknya, pasti sangat menyenangkan bisa berkumpul seperti ini, dia tersenyum kembali melihat Yoona yg begitu bahagia karena keinginanya untuk berkumpul bersama seperti ini di rasakanya kembali.

“ Appa bangga padamu Siwon-ah … Aku juga merasa bangga padamu Tiffany “ ucap Tuan Choi.

Keduanya hanya mengangukan kepalanya “ Ne terimakasih … “ ucap mereka bersamaan.

“ aku juga bangga padamu, Oppa … Kau adalah Oppa yg sangat langka, aku bangga memiliki Oppa yg tampan dan pintar, aku juga bangga memiliki Oppa penolong sejati “ ujar Yoona.

“ Ne … Kau harus patuh padaku nanti “

Yoona menganggukan kepalanya, dia kemudian tersenyum jahil menatap Siwon yg tengah memakan makananya “ Aku juga bangga memiliki Oppa yg bisa menjadi eonni sekaligus …. Kau tahu Fany eonni dulu Oppa sering bermain boneka bersamaku … Bahkan dia pernah memakai kostum Peri bersamaku “ Ujar Yoona.

“ Yak ! Choi yoona ! “

Semua tertawa melihat melihat tingkah kakak dan adik itu, Yoona tersenyum mengejek Oppanya, dia merasa sangat berterimakasih pada Tuhan karena memiliki Oppa seperti Siwon juga orang orang yg menyayanginya.

 

***************

Siwon mendorong trolly belanjaan mereka dengan pelan seiring dengan langkah Tiffany di depanya, yeoja itu memasukan beberapa makanan ringan ke dalam trolly yg di dorong Siwon.

“ Kenapa kau mengajaku pergi berbelanja ? Bukankah kau tahu gara gara aku kau hampir di tagih oleh Appamu untuk membayar ganti rugi di rumah sakit itu, dan sekarang kau mengajaku pergi berbelanja ….. Aku ini adalah wanita pembuang uang, dan juga selera belanjaku ini tinggi “ ucap Tiffany dia memasukan dua kotak susu murni ke dalam troly dan melangkah lagi.

“ Yoona memintaku untuk mengajak mu datang ke apartement ku, dia menunggumu di sana, kau tahu bukan selera makan adiku melebihi seorang laki laki, aku tidak mungkin membiarkanya kelaparan nanti …. Lagi pula kau tidak perlu khawatir karena aku tidak akan langsung bangkrut begitu saja hanya karena mengeluarkan beberapa juta won “ ujar Siwon, dia beralasan atas nama Yoona, karena Tiffany akan mau di ajak jika menyangkut Yoona.

Tiffany mencibir pelan “ Kau sombong sekali Tuan Choi “

“ Aku tidak sombong, itu kenyataan … Aku hanya akan membanggakan diriku hanya di hadapan mu fany-ah “

Tiffany tersenyum mendengar penuturan Siwon “ Biar aku yg akan membayar belanjaan ini, aku melakukanya untuk dongsaeng ku Yoona, lagi pula aku bukanlah wanita yg mudah meminta uang pada pria untuk memenuhi keinginanya “

“ Aniya … Kau tidak perlu melakukanya Fany-ah … Biar aku yg akan membayarnya, jika kau membayar belanjaan nya, itu akan melukai harga diriku sebagai pria lagi pula ini tidak terlalu banyak “ ujar Siwon.

Tiffany tertawa pelan melihat sikap namja itu “ baiklah …. Aku akan tetap membayar belanjaan ini, tapi aku akan tetap menagihnya padamu sebagai gantinya, bagaimana jika dengan ini, kau akan membayarnya bukan ? “ ucapnya sembari memberikan kertas brosur dari tas nya.

Siwon mengernyit heran dan menerimanya, apa maksud yeoja itu dia harus membayar kertas itu ? Namun dia terdiam sejenak saat melihat bacaan di brosur itu, Siwon tersenyum kecil

“ ku dengar dari Jessica di Mokpo terdapat sebuah desa kecil yg terpencil, disana sumber daya nya sangat terbatas, listrik, telepon sangat terbatas di sana, bahkan alat transportasi pun jarang, kita butuh berjalan berpuluh puluh kilometer untuk mencapai jalan raya, dan juga di sana jauh dari klinik kesehatan, aku dan Jessica berencana membuka klinik gratis disana “ ucap tiffany menjelaskan.

“ Kau memang wanita pembuang uang …. “ gumam Siwon sembari tersenyum.

“ Aku akan membayarnya, aku akan membayarnya lima puluh persen untuk biaya pembangunanya “ ucap Siwon lagi.

Tiffany tersenyum senang “ Terimakasih … “ ucapnya tulus.

“ Ne … Aku juga akan menyumbang beberapa obat obatan nya, kau bisa memberitahuku untuk acara buang buang uangmu itu “ ujar Siwon sembari tertawa kecil.

Tiffany pun ikut tertawa dan menganggukan kepalanya “ Ne … Bukankah sudah ku bilang seharusnya kau tolak perjodohanya jika tidak mau kehilangan uang mu karena wanita sepertiku “ ucap Tiffany sembari melangkah menelusuri beberapa rak.

Siwon terdiam di tempatnya, dia menatap nanar Tiffany yg melangkah di depanya, Apa Tiffany tidak bisa menerimanya tapi kenapa ? “ Aku tidak akan pernah menolak perjodohan ini Fany-ah … Aku tidak salah memilih mu … Karena aku mencintaimu “ balas Siwon pelan.

Tiffany menghentikan langkahnya dan terpekur di tempatnya, hatinya begitu terketuk hebat, dia membalikan tubuhnya dan menatap Siwon yg tengah menatapnya juga, mereka saling diam dan saling pandang, Tiffany menatap manik Siwon dalam, dia bisa melihat keseriusan namja itu “ Terimakasih Siwon-ah … “ ujarnya pelan dan melanjutkan langkahnya lagi.

Siwon tetap terdiam di tempatnya dan tersenyum nanar “ Aku hanya ingin mendengar bahwa kau juga mencintaiku dan menerimaku “ batin Siwon.

 

**********************

“ Eonni ! Kau kemari “ ucap Yoona senang, dia menyambut kedatangan Tiffany dengan bahagia dan memeluk wanita itu dengan sayang. Siwon melihat kedua wanita itu dengan senyumnya.

“ Ne … Aku bawakan makanan untuk mu “ ucap Tiffany sembari menyerahkan tiga kotak bulgogi di tanganya.

Yoona menerimanya dengan senang dan mencium makanan itu “ Apa kau menyukainya ? “ tanya Tiffany lagi.

“ Tentu saja … Apa Siwon Oppa yg memberitahukanya ? “

Tiffany membalikan tubuhnya dan menatap Siwon sekilas “ Ne …. Dia memberitahuku, aku hanya takut memberikan makanan yg tidak kau suka “

Yoona menatap kedua orang itu dengan bahagia “ Terimakasih, Oppa eonni, ayo kita makan malam …. Hari ini kau harus menginap disini eonni temani aku “

Tiffany membelalakan matanya, menginap disini ? Di apartment Siwon ? Yg benar saja ? Apa Yoona ingin membuatnya tidak bisa tertidur karena terus menerus menahan debaran jatungnya karena berada di sekitar Siwon bahkan begitu dekat “ Itu … Itu … Aku tidak … “

“ tidak akan menolak, Appa dan eomma sedang menghadiri pesta teman bisnis mereka di jepang jadi untuk malam ini aku akan sangat kesepian di rumah “ ujar Yoona beralasan, bukankah dia sudah biasa. Dia memperlihatkan wajah memelasnya pada Tiffany sehingga membuat Tiffany membuang mukanya dan menghela nafas kasar.

“ Baiklah hanya untuk satu malam “

Yoona bersorak senang, dia beralih menatap Oppanya dan mengedipkan matanya, rencananya berhasil. Siwon terkekeh di tempatnya, ada ada saja adiknya itu, dia tidak pernah meminta Yoona untuk seperti ini, tapi dia senang adiknya bisa memiliki ide cemerlang seperti itu.

 

Dalam kegelapan seseorang mengendap endap dengan sangat pelan, dia berjalan tanpa menimbulkan suara sedikit pun di apartment Siwon, dia melirik kanan kirinya cemas, takut akan seseorang yg mungkin saja melihatnya dia langsung memakai ciput jacket yg di kenakanya, dia melangkah ke dapur dan membuka lemari es itu dengan sangat pelan.

Tiffany tersenyum senang dan mengambil satu apel untuk di makanya, malam ini dia mengalami kesulitan tidur karena harus terus menerus menahan kegugupanya, bayangkan saja satu kamar dengan seorang pria membuatnya merasa tidak nyama apalagi dia adalah Choi Siwon, meski mereka tidak tidur di ranjang yg sama Tapi Tiffany bisa melihat dengan jelas wajah Choi Siwon yg tertidur di sofa samping ranjang king size itu.

“ Siapa itu ? “

Tiffany mematung di tempatnya dia mencoba mati matian menelan kunyahan apel di mulutnya, rasanya tubuh dan mulutnya kaku untuk berbalik dan berbicara saat sebuah suara menegurnya penuh dengan tekanan.

Tiffany meringis pelan dan membalikan tubuhnya takut “ Maafkan aku … “

Siwon tersenyum kecil di tempatnya saat melihat Tiffany lah yg ada di dapur itu dia mendekat ke arah Tiffany.

“ Aku sangat lapar, aku mengambil satu buah apel, apa aku boleh memakanya ? “

“ tentu saja … Makanlah “ ujar Siwon, dia membuka pintu lemari dapur nya dan mengambil dua Coffee dan menyeduhnya, kemudian dia memberikan satu gelas Coffee pada Tiffany, Tiffany menerimanya dan tersenyum kecil.

“ Terimakasih ….. “

Siwon menganggukan kepalanya “ Kita tidak akan mengobrol di sini bukan ? Yoona bisa saja terganggu dan bangun “ ucap Siwon.

Mereka pun kini sudah sampai di balkon apartment Siwon, Tiffany berdiri di samping Siwon sembari melihat pemandangan Seoul di malam hari.

“ Aku senang hubungan kita semakin baik “ ucao Siwon membuka pembicaraan.

“ Ne … Aku juga … Aku selalu bertanya tanya apa yg membuatmu menerima perjodohan ini “ Tanya Tiffany, yeoja itu menatap Siwon dengan serius dan menunggu jawabanya.

“ Awalnya aku menolaknya, tapi Yoona memaksaku untuk menerimanya, dia bilang manusia tidak boleh terus menerus bersedih dan meratapi nasibnya tanpa mau melihat masa depanya yg tengah menunggunya, Saat itu untuk selama 3 tahun lamanya aku sangat hancur dan berantakan, aku sangat menyedihkan hanya karena seorang wanita … Tapi Yoona selalu menyemangati ku dan membuatku berubah menjadi lebih baik, Appa juga selalu menceritakan dirimu yg merupakan putri temannya, dia menunjukan foto fotomu padaku dan Yoona juga sangat menyukainya meski baru pertama melihatmu dari sebuah foto, aku juga sama sepertinya, aku merasa tertarik padamu, saat itu yg kufikirkan darimu hanyalah Cantik “ ucap Siwon.

Tiffany tersenyum kecil dan terus menatap Siwon untuk melanjutkan cerita namja itu.

Siwon menghela pelan dan menatap Tiffany sendu “ Tapi sekarang aku sudah bisa memahami mu dan mengerti dirimu, kau adalah wanita yg cantik, pintar, baik hati dan prnuh kehangatan, kau memiliki keperdulian yg sangat tinggi terhadap lingkunganmu yg pernah kau sembunyikan itu … Kau wanita yg sangat berarti bagi mereka yg membutuhkan pertolongan, dan aku menyukainya …. Aku tidak akan melepas wanita seperti dirimu “

Tiffany terdiam membisu di tempatnya, dia menatap dalam mata Siwon yg tengah tersenyum padanya, entah kenapa dia merasa sangat senang mengingat Siwon yg mengatakan hal itu, dia merasa nyaman dan dia seperti mendapatkan sesuatu yg telah menghilang dari dalam hidupnya kembali.

“ Aku …. Dulu aku dan Seunghyun Oppa memiliki cita cita untuk membuat kehidupan ini menjadi indah dan lebih baik, menolong mereka yg tidak mampu tanpa memandang status kita …. Dan saat bersamamu aku seperti sedang bersamanya, kau selalu mengingatkanku padanya, dan aku merasa bahagia juga nyaman saat bersamamu. Apa kau akan cemburu aku mengatakanya ? “

“ Semua orang pasti memiliki rasa cemburu, begitupun denganku … Tapi aku tidak peduli dengan masa lalumu itu dan menerimamu, Aku juga berterimakasih pada Seunghyun karena telah memberiku kesempatan untuk bisa bersamamu …. “

“ Setiap hari menghabiskan waktu bersamamu membuatku merasa bahwa aku mulai bisa menerimamu Choi Siwon “ ucap Tiffany tulus dan tersenyum kecil.

Siwon tidak bisa menahan kebahagiaanya lagi, dia tersenyum senang.

Cup …. Mereka terdiam setelah merasakan sentuhan yg begitu lembut mengenai bibir mereka.

 

******************

Siwon membeku di tempatnya, matanya menatap nanar seseorang yg tengan berdiri dan tersenyum manis di hadapanya, dia bisa melihat wajah cantik itu seperti dulu bahkan senyum indah itu masih seperti dulu, dia hanya diam berdiri di depan meja kerjanya, hatinya bergemuruh tak karuan, perasaan rindu, benci, penyelasalan datang menghampirinya menohok hatinya begitu keras sampai rasanya begitu menyakitkan.

Wanita itu tersenyum manis dan melangkah maju “ Bagaimana kabarmu Oppa ? “

Siwon terus terdiam membisu, untuk apa yeoja itu datang kemari lagi, apakah luka itu akan menghampirinya, senyum itu sungguh membuatnya terbuai namun sejuat tenaga dia membuang semua perasaanya yg pernah dimiliki oleh mantan kekasihnya.

“ Untuk apa kau kemari ? “ ucap Siwon sinis.

“ Aku tahu tidak seharusnya aku meninggalkanmu disaat kau terpuruk, tapi kini aku ingin kembali padamu Oppa .. “

“ Park Bom-si …. Bukankah kau pergi bersama pria brengsek itu, bukankah saat itu kau bilang kau mencintai pria itu lalu kenapa kau datang lagi padaku ? “

Wanita bernama Park Bom itu tersenyum nanar, dia melangkah lebih dekat ke arah Siwon yg hanya diam mematung menatapnya, sejenak mereka saling menatap satu sama lain, Siwon benar …. Perasaan itu masih ada meski sedikit.

Yeoja itu dengan lancang memeluk tubuh tegap itu dengan erat, Siwon membeku di tempatnya, bahkan pelukan itu masih terasa sama.

“ Aku mencintaimu Oppa …. “

Siwon tersenyum sinis “ Tapi aku sudah mencintai wanita lain, bahkan aku akan melamar nya “ Ucap Siwon pelan.

Dari jauh di balik pintu Siwon Tiffany mati matian menahan perasaanya, rasanya begitu menyakitkan dia meremas rok nya erat sehingga meninggalkan bekas di bagian tersebut. Dia tersenyum sinis, airmatanya tak dapat di bendungnya lagi, dia meneteskan satu butir cairan itu dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

Sepanjang koridor kantor Siwon dia terus berlari kecil dan menundukan kepalanya, kenapa dia begitu bodoh dan dengan mudahnya menerima kehadiran Siwon dalm hidupnya, sungguh dia menyesalinya, dia hampir saja jatuh ke dalam lubang penderitaan jika saja dia tidak mengetahuinya, dalam hati dia terus terisak kecil dan menyumpat.

 

********************

Suasana di Caffe itu begitu menenangkan dengan alunan musik klasik khas italia yg di putar, hening menyelimuti karena semua orang tengah menikmati suasana yg tenang itu, mereka hanya akan berbicara dengan pelan mengobrol dengan rekanya, di samping kaca jendela Tiffany terdiam membiarkan Siwon yg terus menatapnya, tidak ada pembicaraan sedikitpun karena baik Tiffany dan Siwon mereka hanya diam, terlebih Tiffany gadis itu hanya terus diam menikmati secangkir latte di tanganya, matanya sesekali memandang keluar jendela untuk melihat kincir raksasa yg ada di samping Caffe tersebut.

“ Aku senang bisa pergi bersamamu “ ujar Siwon pelan membuka pembicaraanya.

Tiffany hanya tersenyum simpul di tempatnya tanpa menoleh untuk melihat wajah itu,rasanya akan sangat menyakitkan jika mengingat kejadian siang tadi, Tapi sekarang entah alasan apa dia menerima ajakan pria itu dengan cuma cuma, karena baginya mungkin Siwon akan membicarakan hal penting begitupun denganya.

“ Fany-ah …. “

Tiffany menoleh, dia bisa melihat mata teduh itu dengan jelas, tatapan yg penuh kehangatan juga ketulusan, dia hanya diam dan menatap datar Siwon.

“ Aku tahu ini mungkin terkesan terburu buru, tapi aku sudah melalui hari hari bersamamu dan membuatku memahamimu, aku selalu memikirkanmu, tidak sedetikpun aku lewatkan untuk tidak memikirkanmu, dan perasaanku menjadi jadi padamu …. Percayalah bahwa aku benar benar mencintaimu …. “

Tiffany hanya diam tidak menjawab dia terus menunggu Siwon untuk berbicara lagi.

Tangan Siwon bergerak pelan memasuki saku jas nya, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dan membukanya, senyumnya mengembang saat melihat benda berbentuk bulat yg terbuat dari perak dan berlian berukuran kecil “ Aku sudah memikirkanya dengan baik baik dan aku tahu apa keputusanku, aku merasa sangat senang saat kau mengatakan bahwa kau bisa menerimaku, dan kali ini ijinkan aku untuk memiliki mu, Ani ….. Ijinkan aku untuk hidup bersamamu, menjadi pendampingmu dan membahagiakanmu …. Mau kah kau menjadi pendamping hidupku ? Menikahlah denganku Fany-ah “ ucap Siwon tulus dan tersenyum kecil.

Tiffany sedikit tersentak dengan ucapan namja itu, Siwon mengatakanya benar benar tulus, dia memandang cincin itu datar dan beralih menatap Siwon datar, dia terdiam sejenak untuk memikirkan semuanya yg tengah berkecamuk di dalam otaknya, sungguh kejadian itu membuatnya sangat terlukai namun hari hari yg di habiskanya bersama Siwon juga membuatnya sedikit bingung, saat ini hati dan fikiranya benar benar kacau. Terlintas di benaknya tentang sosok Seunghyun dia menatap mata Siwon lekat lekat seketika bayangan itu datang menghampirinya dan duduk dihadapanya, bayangan Seunghyun tersenyum nanar di depanya bahkan Tiffany bisa melihat kesedihan di mata itu. Tiffany segera tersadar dan melihat kembali sosok Siwon yg tengah tersenyym tulus padanya.

Tiffany menghela pelan “ Maafkan aku Siwon-si ….Aku tidak bisa menerimanya, aku tidak bisa bersamamu …. Dan untuk ciuman di malam itu aku harap kau meminta maaf padaku “ ujar Tiffany pelan.

Siwon terpekur di tempatnya, hatinya terasa begitu terhantam hebat, fikiranya seketika terhenti, semuanya terasa dingin dan gelap, dia mencoba untuk mencerna setiap kata kata itu … Apakah sesakit ini, Kenapa rasanya begitu menyakitkan di banding saat dirinya harus kehilangan mantan kekasihnya dulu, sungguh hatinya begitu sakit, dia telah terjatuh dalam lubang kekecawaan begitu dalam hingga dirinya merasa tak sanggup untuk kembali.

Siwon tersenyum miris, matanya memanas seketika “ Kenapa ? “

“ Aku selalu memikirkanmu, aku selalu bertanya tanya seperti apakah dirimu, aku selalu berfikir apakah kau pria yg pantas untuk ku temani sampai mati, apakah kau pantas untuk ku jadikan sandaran dalam hidupku, berbagi kasih sayang dan berbagi cinta yg begitu suci …. Kau memang pria yg menarik, baik hati dan juga tampan, kau sempurna … Tapi aku tidak bisa bersamamu “ jawab Tiffany pelan.

Siwon tersenyum miris di tempatnya “ Jadi kau menolaku …. Sampai saat ini aku masih belum mengerti, fikiranku begitu kacau untuk mencerna kata kata mu …. Tapi aku tidak bisa memaksamu …. “ dia menjeda sejenak dan menatap Tiffany lekat.

“ untuk ciuman itu kau benar aku harus meminta maaf padamu, Maafkan aku Fany-ah …. Tapi, apakah aku boleh mengakui perasaanku padamu ? “ Tiffany terdiam tak menjawab.

“ Aku mencintaimu …. Dan aku tidak pernah menyesalinya, aku merasa bahagia karena mencintaimu …. “ ucap Siwon pelan, dia membuang mukanya dan tertawa pelan yg di paksakan, dia menghela berat, kenapa rasanya begitu menyakitkan tapi dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Tiffany dan tertap harus tegar dengan kenyataan.

“ Jadi kita akan berakhir disini … Aku sedikit terkejut tapi aku akan terbiasa …. Aku juga akan menolak perjodohan ini sama sepertimu, senang bisa bertemu dan mengenalmu Fany-ah …. Jaga dirimu baik baik dan terimakasih “

Tiffany tersenyum kecil “ Ne …. Aku akan menjaga diriku baik baik, selamat malam Siwon-si “ ucapanya dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Siwon.

Siwon tersenyum miris dan terus diam terduduk di kursinya dia menatap kepergian Tiffany sampai gadis itu benar benar menghilang dari pintu, namja ini hanya terus diam dan menatap depanya kosong.

 

********************

Tiffany mengeringkan rambutnya dengan hair dryer nya, dia tersenyum kecil melihat Yoina yg masih terlelap di dalam selimut pink nya, sudah hampir jam 7 tapi yeoja itu belum terbangun juga, padahal Tiffany berencana untuk mengajak Yoona untuk pergi lari pagi bersama denganya juga Taeyeon.

“ dia belum terbangun ? “ tanya Taeyeon yg baru masuk dengan baju olaharaganya.

“ Ne … “ ujar Tiffany dia menyudahi kegiatanya itu dan mematikan hair dryernya dan melangkah mendekat ranjang, dia membuka pelan selimut yg menutupi tubuh Yoona dan membangunkan yeoja itu .

“ Yoong bangunlah …. “ ucapnya, karena masih tak ada jawaban dia pun membalikan tubuh Yoona pelan namun betapa terkejutnya dia saat melihat banyak darah di hidung yeoja itu bahkan Tiffany bisa merasakan suhu tubuh Yoona yg sangat tinggi.

“ Yoona-ya … Bangunlah, apa kau mendengarku ? “ tanya Tiffany panik sehingga membuat Taeyeon khawatir dan mendekatinya untuk melihat keadaan yoona.

“ Omo ! Fany-ah cepat lakukan sesuatu “

“ Tayeon-ah …. Tolong siapkan mobilku secepatnya, aku akan menanganinya untuk sementara “ ujar Tiffany.

Keduanya berlari untuk melakukan tugas masing masing, Taeyeon pergi menyiapkan mobil untuk ke rumah Sakit sementara Tiffany mengambil kotak P3K miliknya untuk penanganan pertama pada Yoona.

 

Beberapa puluh menit kemudian, tubuh kurus itu kini di penuhi oleh beberapa selang yg menempel pada tubuhnya, Yoona tengah kritis, kanker matanya kambuh dan menunjukan gejala yg parah, mata Yoona bergerak pelan dan membukanya, rasa sakit yg berdenyut di kepalanya menghujamnya, bahkan pandanganya itu mulai kabur, semuanya terlihat begitu buram dan sedikit gelap.

“ Fany-eonni …. “ panggilnya pelan.

Tiffany segera menghampiri Yoona dan memeriksa kondisi yeoja itu “ Kau bisa mendengarku, katakan sesuatu …. Apa kau bisa melihat jariku, ikutilah gerakan jariku “ ujar Tiffany sembari menggerakan jarinya kekanan kekiri.

“ Kepalaku sangat sakit, semuanya buram … Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas “

“ baiklah …. Tenanglah … Aku pasti akan menyembuhkanmu “

Yoona tersenyum bahagia, dia bahagia mendengar Tiffany mengatakanya.

“ Jangan beritahu siapapun tentang kondisiku, aku mohon padamu “ ucap Yoona sembari menggenggam tangan Tiffany.

Tiffany hanya tersenyum kecil, tapi terlambat dia sudah memberitahu Siwon tentang kondisi Yoona.

“ semuanya akan baik baik saja …. “

Yoona tersenyum senang “ Aku senang masih bisa melihatmu … Kau masih terlihat cantik eonni “ ujarnya dengan selingan candaan khasnya.

Tiffany tertawa pelan, setidaknya dia merasa lega sekarang karena Yoona masih bisa bertahan dan penglihatan Yoona mulai kembali karena memang kanker itu belum terlalu ganas.

Brak ….

Keduanya terkejut dan menoleh ke arah pintu, terlihat Siwin yg begitu khawatir mendekat cepat ke arah Yoona dan memeluk adiknya “ Ada apa denganmu, kenapa seperti ini eoh ? “ tanyanya khawatir.

“ Aku baik baik saja Oppa, hanya demam biasa “ ucap Yoona.

Siwon melepas pelukanya dan tersenyum “ benarkah …. Terimakasih “ ucapnya pelan, hatinya berusaha menahan perasaanya kini, Tiffany sudah memberitahu tentang penyakit Yoona dan alasan kenapa Yoona menyembunyikanya selama ini, dan saat ini Siwon berpura pura bahwa dia belum mengetahuinya.

Yoona puna beralih pada eonni kesayanganya itu, dia mengernyit heran melihat Tiffany yg hanya diam dan menundukan kepalanya, sikap yeoja itu masih seperti kemarin terkesan seperti sedang menghindar, dia hendak menanyakanya pada Siwon namuna dia pun di buat bingung lagi saat melihat Oppanya yg sangat berbeda dari sebelumnya, Siwon terlihat sangat kusut, pucat dan sedikit berantak bahkan Yoona menyadari ekspresi Siwon saat pria itu di tinggal oleh mantan kekasihnya dulu.

Yoona memperhatikan keduanya bergantian, mereka bahkan saling menghindari tatapan mereka “ Kenapa suasananya canggung seperti ini ? Apa hanya aku yg merasakanya ? “

“ Aku akan pergi keluar untuk memeriksa pasien yg lain “ ujar Tiffany yg hendak melangkah namun Yoona menahanya.

“ Tunggu eonni … Sebenarnya ada apa dengan kalian Oppa ? “

“ Tidak ada apa apa Yoona-ya “ jawab Siwon.

Yoona menatap kedua orang itu tak percaya, sungguh pemandangan tak biasa “ Aish … Eonni bisakah kau bukakan cokelat ini untuku …. Dan kau Oppa tolong bawakan buku ini sebentar “ pinta Yoona.

Tiffany cepat cepat membuka cokelat itu dan memberikanya pada Yoona, gadis itu menerimanya dengan senang “ Eoh … Eonni tahu Siwon Oppa bilang dia ingin menunjukan sebuah kejutan untuk mu “

Tiffany mendongakan kepalanya, mereka saling tatap namun Tiffany langsung membuang pandanganya “ Aku harus pergi ….. “

“ Kenapa kau hanya diam Oppa katakanlah sesuatu “ Yoona memotong pembicaraan Tiffany dengan memerintah Siwon.

“ berhentilah Yoona-ya “ ujar Siwon pelan, Yoona terkejut di tempatnya dan terheran heran.

“ Aku akan pergi untuk mengambil suntikan IIV mu … “ ucap Tiffany kemudian melangkah meninggalkan tempat tersebut.

“ Apa yg terjadi Oppa ? “ tanya Yoona pelan.

Siwon menghela nafasnya “ Kami akan menolak perjodohanya “

Yoona terkejut dan menatap Siwon tak percaya “ wae ? “

“ Dia menolaku …. Jadi berhentilah, aku tidak akan pernah bisa mendapatkanya “ ucap Siwon pelan.

Kabar berita yg sangat buruk untuk di dengar, Yoona menatap nanar depanya, saat ini dia tidak mau mengatakan apapun dan melakukan apapun lagi, rasanya percuma …. Matanya mulai memanas dan menggenangkan air mata, lalu bagaimana dengan mimpinya ? apakah dia tidak akan bisa memiliki eonni seperti Tiffany, banyak wanita lain di dunia ini memang, tapi Yoona hanya menginginkan wanita itu untuk menjadi eonni nya, menjadi pendamping hidup Oppanya.

Yoona beralih menatap Siwon, bahkan Oppanya terlihat begitu kacau, Yoona tersenyum miris “ Lalu bagaimana denganku Oppa, bukankah kau sudah berjanji padaku, Ani … Bukankah kau sangat mencintainya … Seharusnya kau tidak menyerah begitu saja “ ucap Yoona serak.

“ Mianhe … “ Satu kata itu membuat Yoona serasa terpukul dia menundukan kepalanya dan cairan bening itu menetes di pipinya kemudian di susul dengan sebuah isakan kecil.

 

****************

“ Kau sudah baikan, kanker itu akan segera menghilang …. Kami akan mencari pendonor mata untuk mu dan kau bisa kembali normal …. “

“ Benarkah aku akan sembuh ? “ tanya Yoona senang.

Tiffany tersenyum dan menganggukan kepalanya “ Ne … Jadi kau harus tetap bertahan, operasinya mungkin akan sedikit menyakitkan tapi aku yakin kau bisa melewatinya “ ujar Tiffany, Yoona hanya tersenyum kecil mendengar kabar itu, dia merasa senang mengingat bahwa Tiffany lah orang yg akan menanganinya, namun keputusan Tiffany selalu teringat di benak Yoona dan membuatnya sedikit terlukai.

“ Kenapa eonni menolak Oppaku ? “

Tiffany menghentikan gerakanya yg sedang memotong apel untuk Yoona, dia tersenyum miris mengingatnya “ entahlah … Aku hanya merasa tidak bisa bersamanya “

“ pasti ada alasan lain “ Ucap Yoona.

Tiffany mendongakan kepalanya dan menatap yeoja itu “ Kau benar, aku hampir saja terjatuh pada pesona kakak mu, dan mungkin akan menyesal nantinya, jika saja aku tidak melihat dia memeluk wanita lain di hari itu mungkin aku akan terjebak “

Yoona terdiam di tempatnya, wanita lain ? tapi siapa wanita itu, setahunya Siwon kakaknya bukanlah pria yg suka mempermainkan wanita, Yoona tahu betul sikap Oppanya, pria itu sangat menghargai dan menghormati wanita.

 

*****************

Sebuah pesta mewah berlangsung dengan meriah dia salah satu hotel milik Hyundai Group, pesta ini di lakukan untuk merayakan ulang Tahun perusahaan besar itu, semua orang saling berbincang bincang akrab dengan sesama rekan bisnis mereka. Dari jauh Tiffany melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu, dia bisa melihat sekelompok orang orang yg tengah mengobrol ramah dengan Appanya, dia melangkah mendekat namun dia sedikit di kejutkan dengan kehadiran siwon di tengah tengah orang orang itu, dari jauh mereka saling pandang sejenak, sedikit canggung di rasakan oleh keduanya, baik Siwon dan tiffany mereka saling membuang tatapan mereka.

Siwon kembali dalam obrolanya, berulangkali dia memaksakan senyum di bibirnya, Cemas … Itulah yg di rasakanya, berungkali fikiranya menolak untuk terus memperhatikan Tiffany yg baru datang tapi hati dan matanya terus menerus memaksanya untuk selalu menatap gadis itu, sesekali Siwon melirik ke arah kerumunan kecil yg tak jauh darinya itu dan menatap Tiffany, gadis itu benar benar cantik, dia melirik kembali ke arah Tiffany, terlihat yeoja itu tengah berjalan seorang diri menuju meja minuman.

Mata Siwon mendelik seketika saat tanpa sengaja melihat lampu besar di langit langit itu mulai bergoyang, bahkan dia melihat lampu itu yg mulai jatuh, matanya menatap Tiffany dan lampu itu bergantian, tanpa berfikir panjang dia berlari menjangka tubuh Tiffany dan membawa tubuh itu dalam dekapanya.

PRAANG ! …..

Semua orang terkejut seketika saat lampu itu mengenai dua insan tersebut, Tiffany bergetar dalam dekapan Siwon, dia melihat pecahan lampu itu dengan sangat Shock.

“ Kau baik baik saja ? “ pertanyaan Siwon membuat Tiffaby tersadar dan beralih pada namja itu.

Tiffany membelalakan matanya terkejut melihat darah darah itu mengalir di wajah tampan itu “ siwon …. “ ucapnya lirih dan penuh kekhawatiran, Siwon tersenyum kecil sebelum pada akhirnya …Buk, Tubuh tegap itu limbung kemudian jatuh seketika, semuanya terlihat gelap dimatanya, bahkan dengungan keras yg sangat memekikan telinganya membuat dia kesakitan dan tak sadarkan diri.

Tiffany menangkup tubuh itu dan menggoyang goyangkanya pelan “ Siwon … Bangunlah, aku mohon katakanlah sesuatu “ ucap Tiffany panik, hati dan fikiranya bergemuruh tak karuan melihat pria itu tak berdaya.

 

********************

Tiffany duduk memandangi wajah damai Siwon dengan sedih, lihatlah wajah tampan itu kini harus di penuhi oleh beberapa perban akibat kecelakaan tadi, masker oksigen dan suara ventilator seperti menyayat hati siapapun yg mendengarnya, Tiffany terisak di tempatnya, kenapa harus seperti ini ? Kenapa namja itu yg harus terluka seperti ini dan kenapa tidak denganya ? Tiffany menatap wajah itu dengan mata basahnya, tingkat kesadaran Siwon benar benar membuatnya sangat takut. Apakah dia akan kehilangan pria itu seperti dirinya saat kehilangan Seunghyun, Tiffany menangis di tempatnya, kenapa kisah cintanya begitu memilukan seperti ini, apakah dia akan terus hidup seperti ini, di tinggal oleh orang yg dicintainya juga mencintainya.

“ Bangunlah Choi Siwon … Kau pasti bisa mendengarku bukan ? Cepatlah bangun “ ucao tiffany parau.

Masih tak ada jawaban dan hening “ Kau bilang kau tidak akan sanggup melihatku menangis, lalu kenapa kau masih diam seperti ini dan membiarkan aku menangis …. Maafkan aku … “

Yoona menatap Tiffany dengan sedih dari pintu, dia pun mendekat, melihat tubuh yg terbaring itu membuatnya semakin bersedih “ berhentilah menangis eonni, Siwon oppa pasti akan lebih tersiksa …. “ ucap Yoona pelan.

Dia memandangi wajah Oppanya dan meneteskan airmatanya, meskipun dia mencoba untuk berusaha tegar tapi tetap saja tidak bisa, dia memang adik yg cengeng “ Eonni … Siwon Oppa tidak akan pergi bukan …? Dia tidak boleh pergi … Bahkan dia belum merasakan kebahagiaanya, dia belum menikah dan memiliki keluarga kecilnya “ ucap Yoona di tengah tengah tangisanya.

Tiffany hanya diam menundukan kepalanya ke ranjang sambil menangis.

“ Seharusnya Saat itu Fany eonni menerimanya, kau hanya salah paham, memang benar Siwon oppa memeluk seorang wanita tapi bukan dia yg melakukanya wanita itulah yg memeluk Oppa “ ucap Yoona sedikit kesal dalam isakanya.

“ Saat itu mantan kekasihnya menemuinya, dia bilang mantan kekasihnya ingin kembali padanya setelah pergi meninggalkan Oppa dan membuat Oppa hancur … Tapi dia menolaknya, karena sekarang dia hanya mencintaimu dan tidak akan berubah …. Jika saja ka menerimanya mungkin Siwon oppa akan bahagia sebelum dia harus seperti ini “ ucap Yoona kembali.

Tiffany semakin terisak di tempatnya dia meremas selimut yg menutupi tubuh Siwon erat, kini dia menyesalinya. Dia tidak membalas perkataan Yoona sedikitpun karena dia merasa sudah begitu bodoh, kedua perempuan itu terus menangis, suara tangisan mereka begitu memenuhi ruangan yg sepi itu.

Nyonya Choi terisak pilu di tempatnya melihat ketiga orang yg berada di dalam ruangan itu, sungguh …. Kenapa takdir putra putrinya harus seperti ini.

“ Tenanglah yeobo … Siwon pasti akan baik baik saja “ ucao Tuan Choi pelan menenangkan istrinya

 

**********************

Beberapa hari kemudian ……

Tiffany melangkah pelan tanganya menggapai saklar lampu di ruang rawat Siwon, dia melangkah pelan dengan bantal dan selimut di tanganya, selama ini dia selalu menginap di rumah sakit hanya untuk menunggu namja itu sadar, Tiffany menaruh barang yg di bawanya di sofa dan mendekat ke ranjang Siwon. Kini keadaan Siwon sudah berubah lebih baik dan sudah melewati masa kritisnya tapi namja itu belum juga terbangun.

“ Detak jantung sudah menjadi lebih baik, bahkan Tingkat kesadaranmu juga sudah kembali normal, tapi kenapa kau masih memejamkan matamu dan berbaring seperti ini “ ucap Tiffany seorang diri dengan kesal, dia berharap Siwon bisa merespon ucapanya.

Tiffany mendudukan dirinya dan menggengam tangan itu, dia memperhatikan wajah itu, mengingat ngingat keadaan Siwon sekarang membuatnya sedikit takut, dia menggenggam tangan itu lebih erat “ Tunggu …. Keadaan mu sudah kembali normal tapi kenapa kau masih tertidur seperti ini … Apa mungkin ini yg di namakan hidup dalam mati dan mati dalam hidup “ ucap Tiffany takut.

“ Yak ! Choi Siwon cepatlah bangun … “ Tiffany terus mengatakan semua yg ada di fikiranya, dia terus melakukan komunikasi dengan Siwon seperti sedang mengobrol biasa meski pada kenyataanya Siwon tidak akan pernah membalas ucapanya tapi dia tidak memperdulikanya.

Tiffany terkulai lemas, hatinya terasa sangat sakit sekarang, dia tidak akan sanggup melihat Siwon terus seperti ini, dia membawa tangan itu untuk di cium nya pelan dan kemudian terisak “ Bangunlah …. Jangan membuatku tersiksa  …. Aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu “ ucapnya parau.

“ Kau tidak boleh pergi, kau bilang kau tidak akan menyerah padaku, kalau begitu bangunlah, katakan cinta lagi padaku dan lamar aku … Aku akan menerimanya, aku akan menikah denganmu “

Bibir tipis Siwon sudah tak dapat menahan senyum nya, namja itu tersenyum senang dan langsung membuka matanya “ benarkah ? Jadi kau bersedia menikah denganku ? “

Tiffany langsung melepas genggaman tanganya dan terlonjak kaget mendengar nada bahagia itu, bahkan Tiffany melihat pria itu terbangun dan tersenyum padanya “ Kau … Kau sudah sadar ? “ tanya Tiffany sedikit tergagap.

Siwon menganggukan kepalanya dan tersenyum kecil “ Ne … Aku sangat merindukanmu “

Tiffany tak bisa untuk menahan kebahagiaanya dia langsung berhambur memeluk tubuh Siwon erat dan menangis di bahu namja itu, Siwon pun membalas pelukan itu sayang.

“ Jangan menangis Fany-ah … Aku baik baik saja … “ ucap Siwon pelan.

Tiffany mengeratkan pelukanya “ Aku sangat merindukanmu, Aku mencintaimu “

“ terlebih aku Fany-ah …. Aku sangat mencintaimu “ balas Siwon pelan, dia mengelus punggung Tiffany sayang dan menghembuskan nafasnya.

“ Aku senang … Bahwa sekarang kau akan menjadi calon istriku “ Ucap Siwon menggoda.

Tiffany langsung melepas pelukanya dan menatap kesal Siwon “ Siapa bilang aku menerimamu “

“ bukankah kau bilang kau mencintaiku … Kau memintaku untuk melamarmu lagi dan kau akan menerimanya “ balas Siwon.

Tiffany mendengus kesal “ kau belum melamarku untuk kedua kalinya, jadi lamarlah aku secepatnya “

Siwon tertawa pela “ Aku sangat mencintaimu Fany-ah … Hanya kau lah wanita yg memiliki hatiku … Jadilah pendamping hidupku, jadilah ibu dari anak anak ku kelak, dan jadilah tempat untuk cintaku berlabuh, menikahlah denganku …. Mau kah kau menerimaku dan menikah denganku ? “ ucap Siwon tulus.

Tiffany tersenyum senang “ Ne … Aku bersedia “

Siwon tersenyum senang, dia sungguh bahagia saat ini, dia langsung mendekap tubuh mungil itu dengan sayang “ Gomawoyo …. “ ucapanya.

“ Ne … “ Tiffany tersenyum senang dalam dekapan Siwon.

Setelah lama dalam dekapan namja itu Tiffany melepasnya, dia melipat kedua tanganya di dada dan menatap Siwon penuh selidik.

“ Sejak kapan kau tersadar Siwon-si ? “ tanya Tiffany serius, Siwon terkekeh pelan melihat sikap yeoja itu, sungguh menggemaskan.

“ Aku sudah tersadar sejak pagi tadi, tapi Jessica yg melihatku tersadar, dia bilang kau sangat sibuk hari ini jadi dia yg bertugas untuk menjagaku …. Padahal aku berharap bahwa kau wanita yg pertama ku lihat, tapi ternyata tidak …. Apa mungkin ini pertanda takdir cintaku dengan Jessica ? “

PLAK …. Tiffany memukul kasar lengan Siwon sehingga membuat namja itu memekik kesakitan.

“ Kenapa kau memukul seorang pasien ? “ tanya Siwon sedikit kesal, dia mengelus ngelus tanganya yg di pukul Tiffany untuk menghilangkan sakitnya.

“ Sekarang kau bukan pasien, seorang pasien tidak akan berbicara dengan semangat seperti ini “ ucao Tiffany tak kalah kesal.

Siwon terkekeh di tempatnya “ Tapi aku belum keluar dari rumah sakit ini Fany-ah … “

“ Ne … Dan akulah dokter yg menanganimu sekarang ini, jadi terserah aku akan memperlakukan pasienku seperti apa “

Siwon tersenyum kecil di tempatnya, pandanganya mengikuti gerak gerik Tiffany dia mengernyit heran saat melihat calon istrinya itu tengah membenarkan letak bantal di sofa “ apa yg akan kau lakukan fany-ah ? “ tanya nya heran.

“ Aku akan tidur disini bersamamu, hanya untuk menjagamu “

“ kau tidak perlu melakukanya kau bisa sakit “

“ Aku sudah terbiasa sejak kau di rawat disini, tapi kali ini aku akan menjagamu untuk tujuan lain “

Siwon mengerutkan dahinya heran “ Tujuan apa ? “

Tiffany menghela nafas pelan dan berkacak pinggang “ Aku akan berjaga disini, agar wanita itu tidak bisa masuk dan mejenguk mu, aku tidak akan mengijinkan mantan kekasihmu datang kemari dan memelukmu lagi Siwon “

Siwon tertawa di tempatnya “ Aigoo … Kenapa kau tiba tiba seperti ini eoh ? Kemarilah “ ucap Siwon sembari menepuk nepuk tempat kosong di ranjangnya, memerintah Tiffany untuk duduk di sampingnya.

“ Apa kau memintaku untuk tidur bersmamu di ranjang itu …. Aku tidak akan melakukanya Siwon, aku tidak akan melakukan hal hal mesum di tempat seperti ini “ jawab Tiffany.

Siwon terkekeh pelan “ Aku tidak akan melakukan hal seperti itu fany-ah … Aku lapar tolong suapi aku kemudian kita mengobrol bersama sambil menonton TV “ balas Siwon sambil menunjukan sebuah TV berukuran sedang yg ada di samping ranjangnya.

“ baiklah …. “ jawab Tiffany.

Hingga larut malam tanpa mereka sadari keduanya tertidur pulas di ranjang yg sama, entah sejak kapan mereka tertidur tapi mereka tidak memperdulikanya, Tiffany terlihat sangat pulas tidur di lengan Siwon sementara namja itu tidur dengan memeluk Tiffany dari belakang, mereka terus tertidur dalam posisi yg masih sama dan membiarkan TV di hadapan mereka menyala sampai pagi.

 

The end ……

 

Makasih udah mau baca Ff author … Maaf masih banyak Typo yg berhamburan ….

 

EPILOG…………..

Dengan kemeja dan dasi yg masih bertengger di lehernya Siwon melangkah pelan keluar ke pintu samping rumahnya, senyumnya seketika mengembang saat melihat wanita yg di cintainya tengah berjalan jalan pelan mengelilingi pekarangan samping rumah mereka dengan sesekali mengelus perut buncitnya, wanita yg telah menyangdang istri dan calon ibu bagi anaknya itu terlihat lebih cantik dan lebih mempesona setelah kini sedang mengandung anak pertama mereka.

Siwon dengan segera melangkah mendekat sang istri dengan satu piring buah strawberry di tanganya juga sarung tangan.

“ Kau terlihat kelelahan sayang …. Kemarilah “ ucap Siwon, dia menaruh piring itu di kursi di bawah pohon samping rumah mereka, tanganya kemudian meraih tangan Tiffany untuk membantu wanita itu berjalan mendekatnya, karena perut istrinya yg semakin besar membuat wanita itu sedikit tak leluasa bergerak dan siwon juga takut jika terjadi sesuatu pada istrinya seperti terjatuh atau apapun itu mengingat keadaan istrinya yg tak langsing seperti dulu.

Tiffany mendudukan tubuhnya di kursi dan menghela nafas kecil, dia tersenyum kecil dan mengelus perut buncitnya, berjalam jalan mengelilingi pekarangan rumah mereka cukup melelahkan memang tapi tidak apa apa jika itu demi kebaikanya juga bayinya, usia kandungan yg sudah tua itu membuatnya sering merasakan kram dan kontraksi jadi dia melakukanya untuk menghilangkan rasa sakitnya juga membuat jalan keluar yg baik bagi bayinya nanti.

“ Bukankah sudah ku bilang jangan terlalu kelelahan “ ucap Siwon sembari mengelap peluh sang istri dengan sayang.

“ Ini tidak melelahkan oppa, selama aku hamil aku tidak melakukan apapun kecuali tidur, makan, mandi dan mengganti baju sendiri “

Siwon tersenyum kecil mendengar Tiffany yg agak sedikit kesal menjawabnya, bagaimana tidak, Siwon selalu melarangnya untuk melakukan pekerjaan rumah dan apapun itu yg membuatnya kelelahan “ Aku tidak ingin kau terluka …. Minunlah “

Tiffany tersenyum manis dan menerima satu gelas air mineral lalu di minumnya “ Oppa kau membawa buahnya kan ? “

“ tentu …. Kali ini kau harus memakanya Fany-ah … “

Tiffany mengangguk manis dan bersiap membuka mulutnya saat Siwon menyuapinya “ Aku sangat senang Oppa, kau harus menyuapiku setiap hari “

“ Aku bersedia dengan penuh hati melakukanya, asal kau jangan meminta pria lain untuk menyuapimu “ ucap Siwon.

Tiffany terkekeh pelan, sejak dia mengandung sikap dan semua keinginanya menjadi aneh aneh, dia selalu ingin di manja, di elus sayang saat hendak tidur, di suapi saat makan bahkan dia pernah bertengkar kecil dengan suaminya saat dia menginginkan Donghae menyuapinya dan memeluk nya dan hal itu membuat Siwon cemburu tentunya.

“ Ne Oppa … “ dia mengunyah buahnya dan menggandeng tangan Siwon mesra sehingga membuat suaminya itu tersenyum senang dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.

“ Oppa … Aku menginginkan yg lain kali ini “

Siwon menoleh dan menatap istrinya “ Apa itu … Katakan saja … Akan aku penuhi keinginanmu “

Tiffany tersenyum senang “ Oppa memang calon ayah yg sangat baik …. Kali ini aku ingin buah lecy, tapi aku ingin buah lecy dari adik sepupumu Suho “

“ Hei … Disini juga banyak buah lecy Fany-ah … “ ucap Siwon sedikit tak suka.

“ Tapi aku hanya ingin buah lecy darinya Opppa, Suho adalah pria yg tampan aku yakin buah lecy darinya pasti sangat enak “

“ Itu tidak berpengaruh Fany-ah ….. Lagi pula dia ada di Jepang “

Tiffany mengubah raut wajahnya kesal, dia melempar pelan sapu tangan yg di bawanya, bahkan dia memalingkan wajahnya dari Siwon dan kemudian terisak kecil.

Siwon menghela pelan, dia memejamkan matanya mencoba untuk bersabar, menjadi seorang Appa memang sangat menyulitkan dan membuatnya frutasi, lihatlah sekarang … Istrinya menangis hanya karena dia tidak mau melakukanya, dan itu membuatnya sedikit tersiksa karena tak kuasa melihatnya “ Baiklah …. Aku akan menelfonya untuk datang kemari membawa lecy untuk mu, aku mohon jangan menangis fany-ah … Maafkan aku “

Tiffany menghentikan isakanya dan membalikan tubuhnya, dia tersenyun senang dan memeluk Siwon erat “ Terimakasih Oppa “

Siwon tersenyum dan mengelus punggung istrinya sayang “ Aku berharap bayi kita yeoja “ gumam Siwon.

Tiffany melepas pelukanya “ wae ? Apa kau menginginkanya untuk di jadikan sebagai selingkuhan kecilmu ? “

“ Aku tidak ingin perjuanganku selama ini sia sia Fany-ah … Larut malam aku keluar hanya untuk membeli bubur, saat cuaca tengah sedingin ini kau menyuruhku untuk tidur bertelanjang dada, bahkan aku harus menahan cemburuku saat melihat kau memeluk pria lain di hadapanku …. Aku juga akan melakukan hal yg sama padamu saat putriku lahir, aku hanya akan memeluknya, pergi kencan bersamanya saat eommanya tengah sibuk dengan pasienya, pasti sangat menyenangkan  “ ucap Siwon.

Tiffany menatap kesal suaminya dan tersenyum sinis “ Tapi aku melakukan semua ini karena keinginan bayinya Oppa … “

“ kau yakin ? “

Tiffany terdiam di tempatnya, dia menutup rapat rapat mulutnya dan mengalihkan tatapanya, bahkan dia pun tidak yakin, memang dia mengidam hal yg aneh aneh yg bahkan tidak pernah mau dia lakukan sebelumnya tapi setelah merasakanya dia menikmatinya “ tentu saja … “ jawabnya dengan sangat pelan.

Siwon tersenyum kecil melihat istrinya, dia sengaja menggoda wanita itu karena dia sangat menyukainya, dia tarik dengan pelan tubuh Tiffany dan mendekapnya sayang “ Aku tidak akan pernah berpaling darimu sayang …. Hanya kau wanita yg kucintai, percayalah … Aku sangat mencintaimu “

Tiffany tersenyum dalam dekapan Siwon “ Aku juga sangat mencintaimu Oppa “ dia melapas dekapan Siwon dan menangkup wajah suaminya dengan sangat menggoda sehingga membuat Siwon terkekeh pelan dan tak mau membuang kesempatan ini, dia rangkul tubuh istrinya dan mencium bibir ranum Tiffany dengan lembut, mereka saling mengecup satu sama lain dan tersenyum kecil dalam ciuman mereka.

Tiffany melepas ciumanya tanpa mau menjauh dari wajah suaminya, mereka saling menatap dan tersenyum dengan dahi dan hidung yg saling menempel “ Aku berharap bayi ini namja agar dia tumbuh memiliki sifat seperti Appanya dan tampan seperti Seunghyun Oppa yg manis dan berkharisma “ ucap Tiffany.

Siwon tersenyum kecil tanpa mau mendebat lagi “ itu tidak akan mungkin, ini adalah benihku …. Jadi jangan alihkan suasana ini sayang “ ucap Siwon.

Tiffany tersenyum kecil dan Cup ….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36 thoughts on “(AF) This Is Love Part 2-End

  1. Suka banget deh ama endingnya.so sweet deh.
    Akhirnya sifany menikah dan akan segera melahirkan baby choi nya.ditggu ff yang lainnya thor.tetap semangat ya thor.

  2. kereennnn. lupa part satunya yang mana.🙂 tp alurnya keren walau agk sdkt bingung krna part 1nya lupa. sweetnya dapat, sshnya juga dapat. satu paket deh. hub kakak adik siwon dan yoona juga manis bngt.

  3. senenggggg bgt klo sifany it happy end
    aplg klo real..Aminnnn…
    nice bgt ceritany, aplg perjuangan siwon yg kekeuh utk mdptkan fany meski aknlupa dg part 1ny..
    maaf shingga saat ngebaca rada bingung krn lupa dg cerita awalny..
    skli lg maaf ya

    next karyamu kmi tunggu

  4. Stiap baca ff SIFANY slalu baper sm ending’a
    B’harap bgt trjadi di kehidupan nyata *amiinnn
    Btw aku nyari part 1 nya kok ga da yaa
    Agk sdkit lp hihi.

  5. Annyeong….
    Wuaahh… maaf aku lupa2 ingat part 1 nya, tapi ini menyenangkan, akhir bahagia yg membahagiakan para readers, ooohh…. gomawo. Terus berkarya, dan di tunggu karya berikutnya. Gomawo

  6. Alhamdulillah happy ending.. Smoga d kehidupan nyata nya jg berakhir dgn bersatu dan bahagia Aamiin😇
    Keep writing thor 😘 saranghae 😂

  7. part 1 nya yg mana yaa..
    tapi suka deh sama ceritanya, ringan but sweet, akhirnya mereka b2 bisa move on juga dr masa lalu
    ditunggu karya2 selanjutnya yaa thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s