(AF) Be Natural Part 2

Be Natural
(chapter 2)

img_8278

Author :

Dewi Astri

 

Main Cast :

Choi Siwon – Tiffany Hwang

 

Other Cast :

Jeon Jungkook a.k.a Hwang Jungkook – Oh Sehun a.k.a Hwang Sehun – Son Seungwan (Wendy) – Kim Yeri – etc.

 

Genre : Romance

Rate : 16

Lenght : –

 

Disclaimer :

“FF ini tercipta asli dari pemikiran sendiri. Semoga dapat di terima baik oleh para readers”

 

*****

 

Que Boutique, Building

 

POV

 

 

Tiffany melirik ke arah jam yang ada di dinding ruang kerjanya, Ia menghembuskan nafasnya dan segera menutup laptop yang sedari tadi menemaninya selama 3 jam terakhir. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan Tiffany. Tiffany tersenyum melihat Jungkook yang datang ke kantornya ini.

 

“ada apa Kookie?” tanya Tiffany.

“anniya aku hanya ingin mengajakmu makan siang. bukankah ini sudah waktunya makan siang?”

“kau tidak pergi ke sekolah?”

“aku pergi, tapi karena guruku tidak masuk karena sakit jadi aku kabur dari sekolah dan menemuimu. noona kau maukan makan siang denganku hari ini?” Tiffany terkekeh mendengar permohonan Jungkook, tentu saja Tiffany bersedia untuk menerima ajakan adiknya ini.

“apa kau harus bertanya aku bersedia atau tidak? kajja kita pergi..” ucap Tiffany. Jungkook menahan tangan Tiffany saat ia akan mengambil kunci mobil.

“wae?”

 

Jungkook memberikan helm untuk Tiffany.

 

“hari ini kita naik motor nne.. aku ingin sekali membawamu dengan motorku.” Tiffany mengangguk dan menggandeng tangan Jungkook.

 

Selama di perjalanan Tiffany memeluk erat Jungkook dari belakang ia sangat bahagia karena ajakan makan siang dari Jungkook, ini hal yang jarang terjadi adiknya datang dan mengajaknya makan bersama. Jungkook tersenyum saat melihat wajah Tiffany yang terpantul di spion motornya.

 

‘kau pasti bahagia aku mengajakmu makan siang. Huuft.. mianhae noona sebenarnya ini bagian dari rencanaku dan Sehun hyung.. meskipun ini rencana yang aku benci..’ batin Jungkook.

 

Jungkook menghentikan motornya tepat di depan sebuah restaurant mewah di daerah Gangnam. Jungkook merapikan rambut Tiffany yang sedikit berantakan karena helmnya.

 

Perfect.. your look so beautiful noona..” ucap Jungkook.

“bukankah aku wanita tercantik untukmu?”

“tentu saja kau wanita tercantik untukku bahkan aku akan mencari wanita yang sama sepertimu noona..” Tiffany memukul lengan Jungkook.

“sudahlah kajja..”

 

Jungkook dan Tiffany masuk ke dalam restaurant. Saat ia masuk Jungkook tersenyum dan melambaikan tangan pada seseorang yang ia kenal. Tiffany mengikuti arah pandangan Jungkook , ia pun ikut tersenyum saat melihat Sehun sudah ada di restaurant itu , tapi siapa pria yang sedang bersama Sehun??

 

“Kookie , siapa pria yang sedang bersamanya itu?” tanya Tiffany

“aku tidak tau. sudahlah itu pasti teman hyung..”

 

Tiffany dan Jungkook mendekat ke meja dimana Sehun berada. Tiffany menoleh ke arah pria yang sedang bersama Sehun , ia terkejut melihat Nichkhun sedang tersenyum padanya. Pria yang pernah menjadi kekasih Tiffany saat ia masih di bangku kuliah. Nichkhun adalah mahasiswa kedokteran di Universitas yang sama dengannya dan Tiffany adalah mahasiswa di fakultas Art di Universitasnya. sebenarnya mereka saling mengenal saat masih di bangku SMA dan saat di Universitas Nichkhun menyatakan cinta pada Tiffany namun sayangnya mereka berpisah karena Nichkhun memutuskan untuk ke Jerman dan melanjutkan menjadi seorang Dokter disana 1,5 tahun yang lalu.

 

“oppa??”

Hi.. How are you Tiff?” tanya Nichkhun

“aku baik-baik saja oppa.” ucap Tiffany.

“aku bertemu dengan Nichkhun hyung beberapa hari yang lalu. jadi, aku rasa tidak ada salahnya jika aku mengajaknya makan siang bersama” ucap Sehun. Tiffany mengangguk dan duduk di samping Sehun sedangkan Jungkook duduk di samping Nichkhun.

“kau sudah besar Kookie..” ucap Nichkhun

“tentu saja.. noona menjaga dan memperhatikanku dengan baik jadi tidak heran jika kau menjadi pria tampan. benarkan?” semuanya terkekeh mendengar ucapan Jungkook yang sangat percaya diri itu.

“kau ini Kookie.. sudahlah lebih baik kita pesan makanan..” ucap Sehun.

 

Saat mereka sedang menikmati makanan mereka masing-masing, Sehun menendang pelan kaki Jungkook dan memberikan isyarat padanya Jungkook pun mengangguk paham, Jungkook mengambil ponselnya dan berpura-pura menghubungi seseorang.

 

“yeobseo – Taehyung-ah ada apa kenapa kau mengirimkanku pesan? – mwo? benarkah? ya sudah aku akan segera pergi sekarang nne.. annyeong..” ucap Jungkook.

“Kookie waeyo?” tanya Tiffany

“noona aku harus kembali ke sekolah. Taehyung memberitahuku bahwa ada guru pengganti untuk menggantikan guruku yang sakit. tidak apa-apa kan jika aku jika harus kembali ke sekolah?” ucap Jungkook.

“pergilah , sekolahmu lebih penting Kookie” ucap Tiffany.

“Kookie kalau begitu aku ikut denganmu nne.. aku harus kembali ke kantor, aku tidak bawa kendaraan tadi Nichkhun hyung yang menjemputku” ucap Sehun. Tiffany mengerutkan dahinya.

“tapi-”

“noona , hyung.. aku dan Jungkook harus pergi jadi kalian nikmati saja makan siang hari ini, aku yang akan membayar semuanya dan Nichkhun hyung nanti antarkan Tiffany noona nne.. kami pamit .. annyeong” Sehun dan Jungkook pun beranjak pergi dari restuarant.

“aish~~ dasar bocah bodoh” ucap Tiffany. Nichkhun terkekeh mendengar kekesalan Tiffany pada kedua adiknya itu.

“Tiffany , apa kabarmu?”

“kabarku tentu baik oppa. kau bisa melihatnya kan?” ucap Tiffany sambil tersenyum padanya.

“aku tidak menyangka kau sebahagia ini setelah hubungan kita terjali selama 4 tahun dan berakhir 1,5 tahun yang lalu. apa kau sudah memiliki kekasih?” Tiffany menaruh garpu dan pisau miliknya di atas piring dan menatap Nichkhun.

“aku tidak punya waktu hanya untuk memikirkan tentang pasangan oppa. Sehun dan Jungkook lebih penting bagiku.”

“kau benar Tiff. jujur saja aku menyesal meninggalkanmu ke Jerman , seharusnya aku tidak memutuskan hubungan kita juga saat itu. berhubungan jarak jauh itu lebih baik di bandingkan aku harus meninggalkanmu, benarkan?” Tiffay menyunggingkan senyumnya.

“lebih baik bicarakan hari ini atau masa depan daripada kita membahas masa lalu yang tidak akan bisa kembali” ucap Tiffany sambil menyesap orange juice miliknya.

“apa masa lalu itu benar-benar tidak bisa kembali?”

“aku lebih suka melihat ke depan yang kita tidak tau apa yang akan terjadi daripada harus menoleh ke belakang yang sudah pernah terjadi. Oppa aku sudah selesai bagaimana jika kau mengantarku ke kantor?” Nichkhun pun menganggukan kepalanya.

“kajja aku akan mengantarmu kembali ke kantor..” ucap Nichkhun.

 

*****

 

SIWON POV

 

Seperti biasanya aku selalu menyempatkan waktuku untuk hunting photo di malam hari. aku tersenyum melihat berbagai macam orang yang sibuk dengan kegiatan yang akan mereka lakukan, ada yang menunggu bis malam untuk pulang ke rumah, seorang suami yang menelpon istrinya menanyakan keadaan anak pertama mereka, beberapa anak muda yang bersiap pergi ke club malam dengan temannya dan yang membuatku kagum adalah saat melihat seorang wanita yang baru pulang dengan membawa makanan untuk anak-anaknya di rumah. aku melihat seorang pria yang sedang terduduk di halte dan beberapa kali memandangi buku tabungannya , pemandangan di malam hari sangat menakjubkan untukku.

Untuk kalangan atas mereka bersiap untuk berpesta di malam hari , untuk kalangan menengah mereka menjalani hidupnya dengan mengikuti alurnya, dan untuk kalangan bawah mereka selalu berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang yang banyak dan bisa hidup mewah meskipun terasa sulit mereka tetap bahagia. Meskipun perbedaan itu sangat terlihat tapi hanya senyuman yang bisa membuat semua perbedaan itu menjadi sama.

Tiba-tiba aku melihat ada sepeda motor melaju cepat dari arah selatan dan mobil mewah yang mengikuti motor itu. Tiba-tiba mobil itu menyalip dari samping hingga membuat si pengendara motor terjatuh dari motornya. Aku melihat si pengendara mobil keluar diikuti kedua temannya, mereka membawa tongkat dan rantai di tangannya. Aku bisa melihat si pengendara motor pasti berkelahi dengan mereka sebelumnya , bisa di lihat dari jaket dan bajunya yang sobek dan bagian tangannya berdarah. Saat si pengendara motor membuka helm­-nya aku terkejut melihat pria yang sedari tadi menutupi wajahnya dengan helm. aku melihat salah satu pria menacapkan pisau di punggung Jungkook.

 

“Jungkook??” tanpa berpikir lagi aku berlari ke arahnya mencoba menolong Jungkook yang sedang di pukuli oleh ketiga pria itu.

Stop it !!” teriakanku membuat ketiga pria itu menghentikan kegiatannya. Jungkook menoleh ke arahku.

“Hey Tuan kau pergilah jangan ikut campur..” teriak seorang pria.

“anak muda aku rasa kau yang harus pergi dari sini. kau tau dia adalah temanku..” ucapku sambil menunjuk ke arah Jungkook yang terkulai lemas di jalanan.

“jadi kau temannya? hajar dia..”

 

Aku menangkis pergerakan kedua pria lainnya saat mereka berusaha menghajarku.  anak muda ini bodoh, apa mereka tidak tau aku ini sangat mahir dalam Taekwondo. Aku merenggangkan semua otot-otot di lenganku saat aku berhasil memukuli ketiga anak muda itu.

 

“pergilah sebelum aku melaporkan kalian kepolisi karena sudah mengeroyok. jika kalian tidak pergi aku akan patahkan leher kalian..” ancamku. ancamanku mampu membuat ketiga anak muda itu pergi. aku menoleh ke arah Jungkook yang terkulai lemas di sana.

“gwenchana?”

“Siwon hyung? terima kasih kau sudah menolongku dari mereka.. hyung aku-”

“Jungkook-ah… ireona !!”

 

Aku mengangkat Jungkook yang pingsan saat ini menuju mobilku. Entah kenapa aku begitu khawatir dengan keadaan Jungkook saat ini. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit.

 

 

SIWON POV END

 

 

*****

 

POV

 

 

Siwon merenggangkan semua otot-ototnya sambil menunggu Dokter selesai memeriksa keadaan Jungkook saat ini. Jungkook yang sudah sadar pun menoleh ke arah Siwon dan tersenyum padanya.

 

“apa masih terasa sakit?” tanya Siwon

“sedikit hyung. Hyung, aku benar-benar berterima kasih padamu kau sudah menolongku untuk kedua kalinya” ucap Jungkook.

“sudahlah yang terpenting sekarang kau cepat pulih. aku sudah menghubungi Sehun lewat ponselmu , pulsa di ponselku habis jadi aku pakai ponselmu.” ucap Siwon. Jungkook mengangguk.

 

Di sisi lain Tiffany yang baru saja keluar dari mobil di temani Sehun dan Nichkhun , berlari secepat mungkin masuk ke dalam rumah sakit. Tiffany tidak memperdulikan berapa banyak orang dan berapa banyak perawat yang ia tabrak agar sampai ke kamar Jungkook. Sehun menarik tangan Tiffany dan membuatnya berhenti.

 

“Sehun-ah lepaskan aku..” teriak Tiffany.

calm down.. noona” Sehun menghapus air mata yang membasahi pipi Tiffany.

“noona , Jungkook akan baik-baik saja percaya padaku. Jungkook pasti tidak suka melihat kau seperti ini noona..” ucap Sehun.

“kau tau kan saat seseorang menghubungimu dia bilang Jungkook sedang berada di ruang operasi karena punggungnya mengalami luka cukup parah. kau masih bisa setenang ini mendengar keadaan adikmu?” bentak Tiffany.

“noona yang menghubungiku itu adalah Si-”

“aku hanya ingin cepat melihat kondisi Jungkook..” Tiffany berlari meninggalkan Sehun dan Nichkhun yang masih berdiri di depan elevator.

Nichkhun menepuk pundak Sehun dan memberikan isyarat agar Sehun tidak mencegah Tiffany lagi. Sehun pun mengangguk dan ikut masuk ke dalam elevator.

Tiffany membuka cepat pintu kamar inap Jungkook. Tiffany terkejut melihat Siwon ada bersama Jungkook disana. Tiffany mendekat ke arah Siwon dan melayangkan pukulan pada mata sebelah kanan Siwon sekeras-kerasanya dengan kekuatan penuh.

 

awwww …” Siwon meringis kesakitan dan memegangi mata sebelah kanannya.

“noona apa yang kau-”

“jangan bicara apapun Kookie” ucap Tiffany. Sehun dan Nichkhun pun terkejut dengan apayang baru saja di lakukan Tiffany pada Siwon.

“saat itu memang kedua adikku yang bersalah padamu dan aku berterimakasih padamu karena kau menyelamatkan mereka. Sekarang kau ingin balas dendam pada adikku dan mencelakai Jungkook sampai separah ini. wae wae wae? jika kau ingin membalas kesalahan mereka , kau lakukan saja padaku kenapa harus mencelakai adikku?” teriak Tiffany

“mwo?”

“kau ini memang pria brengsek Choi Siwon. kau tidak pantas menjadi seorang CEO. dasar kau ini PECUNDANG !!” teriak Tiffany lagi di hadapan wajah Siwon. Siwon menatap tajam ke arah Tiffany.

“aku brengsek dan pecundang? apa yang kau katakan Ny. Hwang?” bentak Siwon.

“pergi dari sini sebelum kesabaranku padamu habis.. Pergi!!” lagi-lagi Tiffany berteriak pada Siwon.

“kau benar lebih baik aku pergi dari sini..” Siwon pun mengambil jas milikya yang ada di atas sofa.

“Siwon hyung..” ucap Sehun saat akan menyusul Siwon yang pergi keluar.

“Sehunie.. tetap diam disini” ucap Tiffany. Jungkook mengusap wajahnya dan memejamkan matanya. Tiffany duduk di samping ranjang pesakitan Jungkook, Tiffany membelai wajah Jungkook yang saat ini sedang terduduk di sampingnya.

“apa masih terasa sakit?”

“noona kenapa kau lakukan itu pada Siwon hyung?” tanya Jungkook

“dia pantas mendapatkannya”

“noona kau sudah salah paham. Yeri temanku di sekolah sedang di ganggu oleh ketiga senior yang sudah lulus dari sekolah. aku mencoba menolongnya dengan menghajar mereka bertiga dan kau tau ketiga seniorku marah dan memukuliku, aku melarikan diri namun sial ketiga seniorku itu mengejarku sampai di sebuah jalan aku di pukuli habis-habisan disana sampai punggungku terluka oleh pisau yang mereka tancapkan di punggungku. Siwon hyung datang dan menyelamatkanku karena dia lah aku selamat, Siwon hyung membawaku ke rumah sakit dia menggendongku saat aku pingsan. kau bisa lihatkan ada bercak darah yang menempel di baju Siwon hyung? noona kau sudah salah paham padanya” ucap Jungkook. Tiffany menggigit bibir bawahnya ia merasa bersalah karena sudah memukul Siwon.

“kan sudah aku katakan padamu kau tidak perlu khawatir noona. Jungkook baik-baik saja.” ucap Sehun.

“Tiff, aku rasa kau harus minta maaf pada pria tadi kau sudah salah paham” tambah Nichkhun.

 

 

 

 

*****

 

HyungSan Group , Building

POV

 

 

Siwon menatap fokus pada layar laptop miliknya, ia sedang mempelajari semua dokumen yang baru saja ia dapatkan dari sekertarisnya. Siwon menoleh ke arah cermin kecil yang ada diujung meja kerjanya. Siwon membuka kacamatanya dan menyentuh perlahan mata sebelah kanannya.

 

“ahh.. lihatlah memar di mataku ini. Tiffany Hwang wanita itu memang menyebalkan bagaimana bisa dia menghajarku tanpa mendengarkan duduk permasalahan yang sebenarnya? astaga pukulannya sangat keras, aku masih bisa merasakan saat ia meninju mataku ini. ahh.. eomma bogoshipta..” rintih Siwon pada cermin di hadapannya itu sambil memegangi matanya.

 

TOK TOK TOK TOK..

 

“masuk” teriak Siwon mempersilahkan si pengetuk pintu masuk ke dalam ruangannya. Siwon pun memakai kembali kacamatanya dan menoleh ke arah Seulgi sekertarisnya.

“Tn. Choi , maaf ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda” ucap Seulgi

“nugu?” tiba-tiba ia melihat Tiffany masuk ke dalam ruangannya. Siwon mendelik kesal melihat kedatangan Tiffany.

“bisa kita bicara sebentar Choi Siwon?” tanya Tiffany.

“Seulgi , kembalilah bekerja biarkan wanita itu masuk..” ucap Siwon pada Seulgi

“baiklah Tuan aku permisi.. annyeong..” Tiffany pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Siwon. Tiffany menggeser kursi di hadapan Siwon dan duduk disana.

“Hey , aku belum menyuruhmu untuk duduk Tiffany Hwang” ucap Siwon.

“Siwon.. Siwon-ssi aku ingin-”

“aku belum menyuruhmu untuk duduk jadi kau harus berdiri sebelum aku mempersilahkannya” Tiffany memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya kasar.

ok.. aku berdiri” Siwon menyunggingkan senyumnya melihat Tiffany kembali berdiri dari duduknya.

“silahkan duduk !” ucap Siwon.

“Aish~~ kau- huufft..” Tiffany pun kembali duduk di hadapan Siwon.

“jadi apa yang membuat seorang Tiffany Hwang menyisihkan waktu sibuknya untuk menemuiku? meminta maaf? menyesal? atau kau ingin meninju mataku yang sebelahnya? Daebak sagun !!” ucap Siwon. Tiffany menaruh kotak makan di atas meja Siwon sambil menggigit bibir bawahnya.

“aku membuatkan makanan untuk makan siangmu, ini sebagai permintaan maafku karena sudah salah paham dan meninju matamu..” ucap Tiffany. Siwon membuka kacamatanya dan menatap Tiffany.

“lihat mataku ini ! kau membuat sekeliling mataku berwarna biru. dengan mudahnya kau datang meminta maaf dan membawakanku makan siang? it’s not easy ..” ucap Siwon.

“aku tau aku salah , seharusnya aku mendengarkan kejadian sebenarnya darimu dan Jungkook. aku benar-benar minta maaf Siwon-ssi..” Siwon berpikir sesatu di dalam pikirannya dan tersenyum licik memandangi Tiffany.

“aku akan memaafkanku asalkan kau mewujudkan permintaanku, bagaimana?” Tiffany memejamkan matanya.

 

‘apalagi yang akan pria ini lakukan padaku?’ batin Tiffany

 

“mwo?”

“berkencan denganku malam ini, bagaimana?” Tiffany membulatkan matanya dan menggelngkan kepalanya.

what do you mean?!!” teriak Tiffany.

“kecilkan suaramu.. kau bisa merusak gendang telingaku.. jinjja..” ucap Siwon.

“aku tidak bisa Siwon-ssi”

“baiklah jika kau tidak mau aku akan melaporkan mataku ini pada polisi kau sudah memukulku tanpa sebab dan aku akan laporkan Jungkook mengendarai sepeda motor tanpa SIM ditambah berkelahi.. ”

“kau mengancamku?” bentak Tiffany.

“anniyo.. pilihan ada di tanganmu. take it or leave it..” Tiffany kembali memejamkan matanya sekejap dan meniupkan nafasnya ke atas membuat rambut yang menutup dahinya itu bergerak.

“baiklah aku terima ajakkanmu itu”

yeah.. exactly.. masalah kita sudah selesai bukan? terimakasih makan siangnya dan aku akan menjemputmu tepat jam 7 malam ini. persiapkan dirimu dengan baik arraseo?” ucap Siwon sambil menggerak-erakkan alisnya.

ok .. aku harus pergi sekarang.” Tiffany pun beranjak dari duduknya.

“Tiffany !!” Tiffany pun membalikan tubuhnya saat Siwon memanggil namanya.

“mwo?”

don’t forget for tonight, ok ?.. i’ll be there..” Tiffany membalikan tubuhnya dan berlalu dari ruang kerja Siwon. Siwon meloncat kegirangan saat Tiffany sudah pergi dari ruangannya.

YES !! i got it.. Tiffany Hwang,  you’ll be mine.. be mine.. only me..” teriak Siwon.

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Sehun memarkirkan mobilnya di halaman Sekolah dimana Jungkook belajar disana, Sekolah ini juga adalah tempat dimana Sehun menuntut ilmunya 4 tahun yang lalu. Sehun melangkahkan kakinya menuju pintu utama dan saat ia masuk ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal. Sehun pun mempercepat langkahnya menuju wanita itu.

 

“Wendy..” ucap Sehun.

“Sehun?”

“Hai.. kau datang juga?” tanya Sehun.

“hmmhmm.. aku datang karena mendapatkan undangan dari universitas untuk para alumni angkatan kita.” ucap Wendy.

“sebenarnya aku malas datang kesini kau tau pasti aku akan melihat So-”

“SooJung dan Jongin maksudmu?” Sehun menganggukan kepalanya.

“sudahlah , kau ini seperti anak kecil saja. ada mereka atau tidak ada mereka kau tidak boleh terlihat lemah kau tunjukan pada SooJung bahwa kau bisa baik-baik saja meski tanpa dia.” ucap Wendy memberikan semangat kepada Sehun.

“kau benar.. oh iya apa kau ini sepupu dari Choi Siwon?” tanya Sehun.

“iya. kau mengenal Siwon oppa?” tanya Wendy terkejut saat Sehun menanyakan tentang oppa-nya itu.

“aku mengenalnya tidak sengaja. aku mengenalnya saat aku bertindak hal yang konyol.. lupakan saja. aku senang bisa mengenal Siwon hyung. lebih baik kita ke dalam pasti acaranya sudah dimulai” Wendy pun mengangguk dan berjalan berdampingan dengan Sehun menuju aula sekolah.

 

Dari jauh Jungkook melihat kehadiran Sehun yang sedang berjalan bersama seornag wanita yang cantik. Yeri mendekat ke arah Jungkook.

 

“Jungkook-ah..” teriak Yeri tepat di telinga Jungkook.

“aish~~ kau ini. kau bisa membuatku terkena serangan jantung. Ppabo…aww” Jungkook merintih kesakitan saat Yeri menyentuh punggungnya yang terluka.

“ahh..mianhae ..”

“ini semua kerenamu coba saja jika aku tidak menyelamatkanmu aku akan baik-baik saja sekarang” Yeri menggigit bibir bawahnya dan tersenyum bodoh pada Jungkook.

“mianhae….. heh kau memperhatikan wanita cantik dengan pakaian berwarna hitam itu atau pria di sebelahnya eoh?” tanya Yeri sambil menggerak-gerakan alisnya.

“pria di sebelah wanita itu” Yeri membulatkan matanya dan menjauh dari Jungkook.

“wae?”

“aku tidak menyangka ternyata kau ini seorang.. gay??” Jungkook menjitak kepala Yeri.

awww

“pria itu kakakku. Hwang Sehun. apa yang ada di pikiranmu Yeri-ya?” Yeri memandang Sehun dan Jungkook bergantian.

“mirip…. sedikiiiitttt..” ucap Yeri.

“sudah jangan banyak bicara lebih baik kau ikut denganku untuk mencari tau siapa wanita yang sedang bersama kakakku itu. kau bantu aku berjalan dan ikuti aku kajja..” Jungkook pun menarik tangan Yeri.

“tapi aku ti-”

ssstttt…

 

Sehun dan Wendy masuk ke dalam aula sekolah. Sehun tersenyum sinis saat melihat Jongin yang merangkul pinggang SooJung dengan nyaman disana. Wendy menoleh ke arah Sehun dan mengikuti arah pandangnya. Wendy tersenyum dan menyenggol tangan Sehun.

 

“Sehun-ah fighting..” ucap Wendy.

“Sehun-ah Wendy-ah !” mereka pun menoleh ke arah Jongin dan SooJung yang mendekat ke arah mereka. SooJung terlihat ragu-ragu saat mendekat ke arah mereka.

“apa kabar Hwang Sehun?” tanya Jongin.

“kabar baik.”

“oh iya aku dan SooJung akan segera bertunangan bulan depan jika kalian tidak terlalu sibuk kalian bisa datang..” ucap Jongin

“bulan depan? tepatnya kapan?” tanya Wendy. Jongin menyunggingkan senyuman kemenangan di wajahnya.

“12 April.. ” Wendy membulatkan matanya dan menoleh ke arah Sehun yang tidak kalah terkejut dengan Wendy. SooJung memejamkan matanya sekejap dan menoleh ke arah Sehun.

“Chukkae.. aku pasti akan menghadiri pesta pertunangan kalian” ucap Sehun.

“aku tunggu kedatanganmu Sehun-ah.. kalian terlihat serasi apa kalian??” Jongin menggantungkan kalimatnya dan memandangi Sehun dan Wendy dengan tatapan aneh. Sehun merangkul Wendy.

“kami juga ingin memberitahu bahwa kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih. ini smeua terjadi begitu saja” ucap Sehun. Wendy menoleh ke arah Sehun.

“benarkah? Wendy bagaimana perasaanmu sekarang? kalian pasti sangat bahagia” ujar Jongin. SooJung menatap Sehun namun Sehun mengacuhkan pandangan SooJung.

“ahh.. it..itu sangat tidak terduga Jongin-ah. Sehun pria yang baik..” ucap Wendy.

“oh iya aku dan Wendy harus bertemu beberapa teman yang lain. jadi, tidak apa-apa kan kami menyapa teman yang lain?”

“tentu saja Sehun-ah”

“Chagi-ya kajja” ucap Sehun pada Wendy

“Chagi-ya?” gumam Wendy.

“Ppalli..”

 

Sehun pun membawa Wendy menjauh dari Jongin dan SooJung. Sehun membawa Wendy keluar gedung menuju taman. Wendy melepaskan genggaman tangan Sehun dari tangannya dengan kasar.

 

“wae??” ucap Wendy

“mianhae..”

“Sehun-ah kau tidak perlu mengatakan hal itu pada Jongin dan SooJung. crazy..

“aku tidak ingin Jongin selalu memojokanku Wendy-ah dan kau tau aku masih menyukai SooJung aku ti-”

“tidak bisa !!”

“Wendy-ah aku benar-benar minta maaf.. tetaplah menjadi kekasih pura-puraku aku mohon..”

“tidak bisakah kau berpikir satu hal Sehun-ah. Saat kau mengatakan aku adalah kekasihmu, kau sudah menyakiti perasaan seseorang” teriak Wendy. Sehun mengerutkan dahinya dan menatap Wendy.

“seseorang? perasaan siapa yang aku sakiti? SooJung? dia tidak mencintaiku lagi..” ucap Sehun

“dengan kau menjadikanku kekasihmu kau menyakiti perasaank-  …. lupakan !! ahhh.. aku harus ke toilet , pergilah ke dalam aula aku akan menyusul nanti” ucap Wendy sambil berlalu meninggalkan Sehun.

“dia aneh” gumam Sehun

 

 

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Siwon masih duduk nyaman di ruang tamu yang ada di rumah Tiffany. Ia menunggu Tiffany turun dari kamarnya. Tiba-tiba Sehun pulang dan terkejut dengan kedatangan Siwon di rumahnya saat ini. Sehun mendekat ke arah Siwon dan duduk di sofa yang ada di sebrang tempat duduk Siwon. Siwon menoleh ke arah Sehun, Ia menatap Sehun dan memberi isyarat seolah mengatakan ‘ada apa?’ , Sehun pun menggelengkan kepalanya.

 

“hyung kenapa kau sangat rapi datang ke rumahku?” tanya Sehun.

“kau tau ini adalah malam pertama untukku mengajak Tiffany berkencan..”

“mwo..mwo? berkencan? malam ini?”

“hmmhmm.. Jungkook juga mengetahuinya” ucap Siwon. Sehun menundukan kepalnya.

 

‘aku kan sedang mendekatkan kembali Tiffany noona dengan Nichkhun hyung. pasti Nichkhun hyung akan kecewa padaku jika Tiffany noona juga sedang dekat dengan pria lain..’ batin Sehun.

 

“ehmmm.. Siwon hyung kau tau kan Tiffany noona adalah kakakku?”

“lalu?”

“setiap pria yang mendekati Tiffany noona harus meminta persetujuan dariku dan Jungkook. Jika kau mengancamku tentang kejadian saat aku mabuk dan menabrak mobilmu itu sekarang tidak mempan lagi Tiffany noona sudah mengetahui semuanya.” ucap Sehun

“aku sudah mendapatkan ijin dari Jungkook. Hmm.. kalau begitu Sehun-ah bolehkan untuk malam ini kau mengajak noona-mu itu berkencan hmmm.. anniya lebih tepatnya membayar kesalahan” ucap Siwon.

“membayar kesalahan? apa maksudmu?”

“dia sudah meninju mataku, tadi siang dia minta maaf padaku aku akan memaafkannya jika ia berkencan denganku malam ini hanya makan malam bersama kau tidak perlu khawatir..” ucap Siwon.

“hanya itu? kau yakin?”

“aku bisa memasang penyadap di pakaianku jika kau tidak percaya.. ini hanya makan malam untuk menebus kesalahan” Sehun menganggukan kepalnya.

“baiklah aku ijinkan” ucap Sehun.

“aku sudah siap” ucap Tiffany.

 

Tiba-tiba Tiffany datang dan berdiri di hadapan Siwon. Siwon memperhatikan Tiffany dari atas sampai bawah ia terlihat sangat sempurna dengan memakai dress berwarna pink dan mantel dengan warna senada , make up yang tidak berlebihan dan rambut yang di biarkan tergerai bebas di tambah stiletto berwarna putih membuat penampilan Tiffany sangat istimewa di mata Siwon.

 

“hyung, berhenti menatap Tiffany noona seperti itu” ucap Sehun. Siwon tersenyum dan menundukan kepalanya.

“Siwon-ssi kajja kita lebih baik pergi sekarang aku tidak ingin pulang terlalu malam” ucap Tiffany.

“nde.. kajja..”

“Sehunie aku pergi dulu nne.. oh ya Jungkook sedang tidur, sesudah minum obat dia tertidur pulas..” ucap Tiffany

“nde noona.. kau berhati-hatilah. Hyung jaga noona-ku dengan baik”

“aku akan menjaganya”

“aku hanya makan malam Sehunie.. baiklah aku pergi nne.. ” Tiffany mencium pipi Sehun dan tersneyum “annyeong” ucap Tiffany

“nde annyeong..”

 

 

Siwon berjalan di samping Tiffany dengan senyum yang melebar di bibirnya menuju restaurant yang di pilih oleh Siwon. Siwon menyodorkan lengannya pada Tiffany agar ia melingkarkan tangannya di lengan Siwon.

 

no !” ucap Tiffany menolak gandengan Siwon.

come on.. tidak mungkin kan kau masuk ke dalam restaurant semewah ini tanpa bergandengan tangan dengan pria setampan diriku..”

“tampan? apa perlu aku membelikan cermin sebesar pintu agar kau bisa tau betapa jeleknya dirimu??” Siwon menarik tangan Tiffany dan melingkarkan di lengannya.

“lebih baik seperti ini” ucap Siwon. Tiffany mencoba melepaskan tangannya namun Siwon menahannya.

“Tiffany.. diam dan diam saja, arratchi?” ucap Siwon. Tiffany menundukkan kepalanya dan menerima pasrah apa yang di lakukan namja di sampingnya ini.

 

Semua orang yang ada di dalam restaurant memandang kagum pada Siwon dan Tiffany yang sangat terlihat serasi. para pelayan di restaurant itu mendadak terdiam tidak menyapa kedatangan Siwon dan Tiffany. Siwon tersenyum dan menoleh ke arah Tiffany.

 

“apa kau bisa antarkan kami ke meja yang sudah ku pesan atas nama Choi Siwon?” tanya Siwon pada salah satu pelayan disana.

“ahh.. tentu Tuan” ucap salah satu pelayan pria disana. Siwon dan Tiffany pun mengikuti pelayan itu menuju lantai 2 dari restauran ini. Tiffany terkesan pada desain restaurant ini begitu unique dan classic. Siwon memesan meja special untuk Tiffany , ia memesan meja di area rooftop.

“silahkan Tuan ini meja yang anda pesan.”

“baiklah Terima kasih..”

 

Siwon menggeser kursi untuk Tifany dan mempersilahkannya duduk. Siwon memutar langkahnya dan duduk di hadapan Tiffany.

 

“Siwon ini sangat menakjubkan restaurant ini dan pemandangan malam yang terlihat indah dari sini. darimana kau menemukan tempat ini?” tanya Tiffany.

“dari temanku. Dia melamar kekasihnya di restaurant ini, itu kenapa aku ingin membawamu kesini. bukankah kau sangat istimewa dan cocok menjadi istriku di masa depan nanti?” Tiffany mendelik kesal pada Siwon

“kau mulai lagi Siwon.. sudahlah lebih baik kita pesan makanan..” ucap Tiffany. Siwon menutup daftar menu yang sedang di lihat oleh Tiffany.

“kau tidak perlu memesan aku sudah memesan makanan yang special untuk makan malam kita.. itu..” Tiffany menoleh ke belakang melihat beberapa pelayan membawakan menu untuk mereka berdua.

“dia mulai mengatur semuanya.. aku bisa gila..” gumam Tiffany.

 

Siwon dan Tiffany pun mulai menyantap hidangan yang sudah di pesan Siwon sebelumnya. Sesekali Siwon menoleh ke arah Tiffany , Ia memperhatikan setiap gerakkan Tiffany makan bahkan saat ia membasuh mulutnya dengan tissue.

 

“Tiff, boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Siwon. Tiffany menganggukan kepalanya.

“apa itu?”

“pria yang datang bersamamu dan Sehun ke rumah sakit itu siapa?” Tiffany mengerutkan dahinya ia berpikir sesuatu tentang pertanyaan Siwon padanya.

“pria? bersamaku? ohh…….. dia adalah Dr. Horvejkul dia juga bekerja di rumah sakit itu. kenapa kau menanyakan dia?”

“aku hanya bertanya. bagaimana keadaan Jungkook sekarang?”

“dia memaksa untuk masuk sekolah padahal aku melerangnya untuk pergi ke sekolah untuk beberapa saat. tapi dia tetap ingin pergi ke sekolah”

 

‘tentu saja dia ingin pergi ke sekolah dia tidak ingin sehari pun tidak bertemu wanita bernama Yeri.. adikmu sedang jatuh cinta’ batin Siwon.

 

Seorang pelayan membawakan dessert untuk mereka berdua, Tiffany tersenyum saat melihat ice cream chocolate with strawberry waffle yang di sajikan pelayan itu. Saat Pelayan itu menaruh dessert kehadapan Tiffany ia tidak sengaja menumpahkannya dan mengotori dress yang di pakai Tiffany.

 

“agashu maafkan aku ini ketidak sengajaan” ucap Pelayan.

“ahh .. gwenchana aku bisa membersihkannya kau tidak perlu minta maaf” ucap Tiffany. Pelayan itu menoleh ke arah Siwon dan menunduk padanya.

“Tuan maafkan aku , ini ketidaksengajaan Tuan..”

“kau tidak perlu seperti itu, bukankah dia sudah memaafkanmu? lebih baik kau bawakan lagi ice cream untuk nona ini..” ucap Siwon. Pelayan itu pun mengangguk dan pergi membawakan dessert yang baru untuk Tiffany. Tiffany menundukan kepalanya dan membersihkan noda yang ada di pakaiannya.

“Tiff, ini bersihkan noda itu” Siwon menyodorkan sapu tangan berwarna pink untuk Tiffany. Tiffany terkejut melihat sapu tangan yang Siwon berikan untuknya.

“Hey.. ambillah ..” tambah Siwon. Tiffany menatap tajam pada Siwon dan mengambil sapu tangan miliknya. Tiffany membalikan sapu tangan milik Siwon, Ia membulatkan matanya saat menemukan ukiran nama ‘Hwang Miyoung’ disana.

 

‘aigoo~~ eottokhae, ada namaku di sapu tangan ini. apa dia adalah Andrew? tidak mungkin. dia ada di Amerika dia tidak mungkin ada di Korea..’ batin Tiffany

 

Siwon menyadari keanehan di wajah Tiffany yang begitu memperhatikan sapu tangan itu dengan serius.

 

“Tiff.. gwenchana?”

“gwenchana.. Siwon-ssi apa ini sapu tanganmu?” tanya Tiffany

“iya. waeyo?”

“tidak aku merasa aneh saja seorang pria memiliki sapu tangan berwarna pink seperti ini” ucap Tiffany.

“memangnya kenapa? itu pemberian dari seseorang di masa laluku..”

“seseorang?”

“13 tahun lalu saat aku masih tinggal di Amerika aku menyukai seorang gadis Korea yang juga bersekolah di sekolah yang sama denganku tepatnya dia juniorku di sekolah. anak itu gemuk , matanya indah, jika tersenyum sekejap matanya akan tenggelam karena senyumnya dan ia menggilai warna pink. banyak sekali anak laki-laki menggodanya dan mengatainya babi pink, hidung jamur dan dolphin. teriakannya bisa membuat siapapun ingin memukulnya.” ucap Siwon

“apa nama anak perempuan itu adalah Hwang Miyoung yang tertulis di sapu tangan ini?”

“kau benar .. Hwang Miyoung.. tapi aku lebih suka memanggilnya Princess Mushroom hidungnya akan terlihat besar dan seperti jamur jika aku melihatnya dalam jarak yang dekat.” Tiffany tersenyum mendengar ucapan Siwon.

 

‘jadi dia Prince Simba ? Andrew Choi? astaga…’ batin Tiffany

 

“kau pernah di Amerika? jadi kau punya nama barat??”

“Andrew Choi , nama baratku itu selalu mengingatkanku pada Miyoung.”

“kau menyukai anak itu?”

“tentu.. kau tau aku pernah berjanji pada diriku sendiri jika aku sudah dewasa aku akan menemukannya dan menjadikannya istriku. meskipun saat itu banyak sekali temanku mengejek aku menyukainya tapi untukku dia sangat lucu dan cantik. aku pernah berkata bahwa saat dewasa nanti kita bertemu aku akan langsung mengenalinya, tapi aku belum menemukannya. eh.. tunggu ! kenapa kau bertanya-tanya tentang masa laluku?” Tiffany terkekeh dan melemparkan sapu tangan itu ke arah Siwon.

“aku hanya bertanya. Siwon-ssi cepat antarkan aku pulang aku ingin segera pulang dan melihat kondisi Jungkook..”

“tidak bisakah kau memanggilku Siwon atau Siwon oppa? aku rasa oppa lebih baik.” ucap Siwon. Tiffany tersenyum dan menganggukan kepalanya.

“baiklah oppa” Siwon tersenyum bodoh saat Tiffany memanggilnya oppa.

“kajja.. aku akan mengantarmu pulang..”

 

‘kau bilang kau akan mengenaliku Prince Simba.. tapi kenyataannya kau tidak mengenaliku’ ucap Tiffany.

 

“Yak.. Tiffany kajja..”

 

Tiffany mengangguk dan mengikuti Siwon keluar dari restaurant menuju mobilnya.

 

 

*****

 

3 hari kemudian

Que Boutique, Building

 

 

TIFFANY POV

 

 

Aku benar-benar bisa gila memikirkan tentang Choi Siwon saat ini. Dia adalah Andrew Choi. Aku mengeluarkan kalung yang selalu aku gantung di leherku. Aku memejamkan mata dan mengingat kenangan indah saat 13 tahun lalu. Wajahnya membuatku merasakan kedamaian, senyumannya menyejukkan dan tatapannya meneduhkan. aku masih mengingat jelas semuanya tentang pria itu Andrew Choi, My Prince Simba dan dia adalah Choi Siwon. Pria itu berubah menjadi pria menyebalkan dan sangat pervert , pantas saja setiap kali aku bertemu dengan Choi Siwon aku selalu teringat pada Prince Simba. Tapi kenapa dia tidak mengenalku saat pertama kali bertemu denganku, aku harus merahasiakan ini dari Siwon biarkan dia mengenaliku sendiri , akan ku tunggu sampai dia benar-benar mengenaliku.

 

TOK TOK TOK

 

“masuk”

“Tiffany..”

“Nichkhun oppa?”

“apa aku mengganggumu?”

“anniya , duduklah oppa..”

 

Aku melihat Nichkhun oppa yang membawa kotak makanan di tangannya. Kenapa aku merasa tidak nyaman dengan kedatangannya menemuiku?

 

“aku yakin kau akan tetap berdiam diri di dalam ruang kerjamu meskipun ini sudah jam makan siang. Jadi, aku bawakan makanan untukmu dan ini makanan sehat rendah lemak dan aku yakin kau akan tetap bisa menjaga tubuhmu”

“gomawo oppa. sejujurnya aku sedang ingin makan di luar tapi karena kau sudah membawakanku makanan jadi aku akan makan disini. ini bisa mengirit uangku”

“kau ini.. lagipula tidak baik jika makan di luar terus kau tidak tau makanan itu sehat atau tidak. makanan diluar banyak yang berlemak dan aku yakin kau pasti tidak inginkan badanmu membesar karena bobot tubuhmu bertambah? aku yakin kau tidak ingin menjadi gemuk..”

 

Gemuk? bukankah saat aku kecil badanku sangat gemuk seperti seekor babi? hanya Siwon yang mengatakan aku cantik saat aku bertubuh gemuk.

 

“memangnya jika aku gemuk kenapa?”

“kau ini cantik. Jika tubuhmu gemuk seperti seekor babi pink aku yakin akan mempersulitmu dalam melakukan aktivitas. Tiff, aku lebih menyukai kau menjaga tubuhmu agar tetap sehat.”

“menjaga tubuh? memangnya wanita gemuk bisa di definisikan tidak sehat? aku rasa bagaimana pun tubuh seseorang itu tergantung dia menjaga pola hidupnya. aku rasa wanita bertubuh gemuk tidak bisa di judge seperti itu..”

“aku tidak mengatakan wanita bertubuh gemuk itu tidak sehat. tapi tidak salahkan jika menjaga berat badan demi kesehatan? wanita akan terlihat cantik jika ia bisa menjaga semua keindahan yang sudah Tuhan titipkan. sepertimu kau cantik dan menjaga tubuhmu dengan baik itu salah satu seorang pria mengagumi kaum wanita bukan?”

“begitukah? kalau begitu aku ingin menjadi wanita gemuk saja dan menunggu pria yang menerimaku apa adanya. bukan karena aku cantik dan bertubuh indah seperti yang kau bicarakan”

 

Aku pun berlalu meninggalkan Nichkhun oppa. aku bisa mendengar suara Nichkhun oppa memanggil namaku dan mengejarku tapi aku tidak ingin sedikitpun memperdulikan pria itu saat ini.

 

 

TIFFANY POV END

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Sehun mendekati Jungkook yang sedang duduk di sofa sambil memainkan video game kesukaannya. Sehun merebahkan tubuhnya dan meluruskan semua otot-otot di tubuhnya yang sedari meminta untuk di istirahatkan. Jungkook menoleh ke arah Sehun.

 

“hyung, kau kenapa?”

“hmm?”

“waeyo?”

“aku sangat lelah hari ini Kookie.. kau tau tidak Wendy marah padaku sudah  3 hari ini ia tidak menjawab telepon dariku tidak membalas pesanku. Dia benar-benar marah saat aku mengatakan akan menikah dengannya” ucap Sehun. Jungkook menghentikan kegiatannya dan menghadapkan tubuhnya ke arah Sehun.

“pantas saja dia marah padamu. pertama kau mengatakan bahwa kau dan Wendy noona adalah sepasang kekasih dan sekarang kau mengatakan kau akan menikah dengannya hanya demi melampiaskan emosimu pada SooJung dan Jongin. begitu?” Sehun melemparkan bantal ke arah Jungkook.

aww.. hyung kau ini” teriak Jungkook.

“ahh.. mian..mian..”

 

“aku pulang !!” Jungkook dan Sehun menoleh ke arah Tiffany yang baru saja pulang. Sehun dan Jungkook saling bertatapan heran melihat Tiffany yang tidak menyapa mereka bahkan tidak mencium mereka seperti kebiasaannya.

“noona kemarilah ada sesuatu tentang Sehun hyung..” teriak Jungkook

“Kookie kau-”

“besok saja Kookie aku sedang sangat lelah hari ini” ucap Tiffany. Sehun melongo dan menatap Jungkook yang juga menampakkan ekspresi yang sama dengannya.

“dia kenapa?”

“hyung apa dia sedang datang bulan jadi seperti itu?” Sehun menggelengkan kepalanya.

“noona bukan wanita yang sering hilang mood jika sedang menstruasi.. apa ada masalah?” Jungkook berpikir sesuatu tentang Tiffany saat ini. Sehun mengambil biskuit yang ada di atas meja di hadapannya.

“apa dia bertengkar dengan Nichkhun hyung?” ucap Sehun

“entahlah coba hubungi Nichkhun Hyung” Sehun pun merogoh ponselnya yang ada di saku dalam jasnya. Sehun menunggu Nichkhun menjawab panggilan teleponnya.

 

“yeobseo”

“hyung”

“nde .. waeyo Sehun-ah?”

“hyung apa terjadi masalah dengan kau dan Tiffany noona? dia sangat aneh dia tidak menyapa dan menciumku seperti kebiasaannya”

“aku rasa dia marah padaku. tadi siang aku datang ke kantornya membawakan makan siang untuknya, ada perdebatan kecil diantara kami aku rasa masalah yang di perdebatkan bukan hal yang penting tapi dia sangat marah padaku”

“masalah apa hyung?”

“berat badan. dia marah saat aku mengatakan seorang wanita harus menjaga berat badan. aku tau mungkin dia punya masalah berat badan di masa lalunya tapi bukan itu maksudku..”

“hmm.. ya sudah hyung aku rasa noona sedang sedikit sensitif. kalau begitu aku tutup dulu nne .. annyeong”

“nde annyeong..”

 

Sehun menutup sambungan teleponnya dan menoleh ke arah Jungkook..

 

“ada apa?” tanya Jungkook

“Nichkhun hyung dan Tiffany noon berdebat masalah berat badan. kau tau kan?”

“pantas saja…”Sehun dan Jungkook pun kembali berfokus pada video game.

 

15 menit kemudian.

 

 

Arrrgghhhhh .. eomma !!!!” teriak Tiffany.

 

 

“Noona !!!”

 

 

 

 

 

To Be Continue…

42 thoughts on “(AF) Be Natural Part 2

  1. Duh ada nickhun segala dan si sehun malah lebih setuku sama nickhun..
    Siwon kayanya harus berusaha lebih kuat lagi, mumpung tiffany udah bisa ngenalin siwon sebagai orang dari masa lalunya hihihi

  2. Sebenernya agak males sih yaa, nemuin nama Khun di ff sifany -,- masih agak baper sih 😭
    But well, karena ceritanya emang bagus jd mlah pengen nungguin lagi next partnya, okee ditunggu selanjutnya 😆

  3. aku ga tau mesti komen apa. ff ini sangat keren di tambah jungkook dan sehun adiik tiffany ,kebayang ortu mereka punya anak sekece mereka ,
    lanjut thor penasaran abis next partnya.. fighting , gomawo..

  4. dohh itu ada apa sama tiffany nya? bikin penasaran,tapi syukur deh tiffany nya udah tau kalo siwon itu andrew choi tinggal siwon nya ajh nih tau apa engga kalo tiffany itu hwang miyoung ..
    ff nya seru ditunggu chapter selanjut nya😀😃

  5. Tiffany udh tau siwon siapa ayeh..
    Tp sperti’a siwon jg yakin siapa tiffany yahh walaupun ga tau pasti’a
    Trus Itu tiffany knp??
    Udh tbc aje cpt amat

  6. Ooo…..jadi siwon dan fany adalah teman masa kecil wkt di amerika.fany sudah mengenali siwon tapi siwon belum mengenali fany.makin seru nih. Gak sabar baca lanjutannya.

  7. ya elah nickhun,,cwek tuh sensi klw da ngomongin brat bdan…
    bklan gak bisa blkan ma fany nih si nickhun..
    soalnya siwon yg di knal fany dlu nrima dia apa adanya…hahah

  8. Annyeong….
    Kalau saja WonDaddy liat kalung yg dipakai Mommy, Daddy pasti mengenali Mommy, seperti halnya Mommy mengenali Daddy krn saputangan itu.
    Oogghh…. aku suka konflik yg dibangun dalam “Be Natural”, jadi makin ga sabar baca kelanjutannya. Gomawo, utk “Be Natural” … 😄

    • Oohh… sedikit lagi, aku paling suka scene saat Mommy dan Nickhun berdebat tentang Berat Badan, scene itu begitu inspiratif, mencintai berarti menerima kekurangan dan kelebihan sebagai bonus nya. Itu menurutku, hehe.. 😆 gomawo…

  9. katanya siwon bz ngenalin Tiffany saat prtama bertemu : D mungkn fanynya makin cantik:) tingkah sehun ama jongkook juga menggemaskn🙂 udah jangan djodhkn ama Nich ama siwon aja yg bz nerima kekurangn n klbhan Fany:)

  10. Aduuuh SI lama bgt nih post ff nya 😢😭
    Smpe pada lupa critanya 😭 seru thor, keren bgt, lanjut jgn lama lg ya

  11. ap yg trjd pd fany ?

    hn..kaka am adek sama. gk ad yg peka am perasaan satu sama lain hhee…

    hn…akhirny fany sdh thu klo siwon it prince simbaNya..
    tinggal tunggu siwon aj lg utk mengenali fany..

    next part dtunggu

  12. Siwon gak nhenalin fany,,krna dlunya fany gemuk bnget tuh…eh skrang mlah jdi cntik bgtu…
    Mdah2an siwon cpet sdr deh,,klw princess mushhroomnya tu si tiffany.

    Oh ya,,fany knpa tuh…
    Pkek triak segala..

  13. siwon g nyerah dptin fany ampe ad crny tuh n tnp sgj crt ms kclny am fany.agk aneh sih siwon g knlin Fany/jgn2 ini trik siwon? wah pnsaran akn lnjutn sifany.
    waduh g kakak/adik sn2 lg bingung soal cinta^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s