(AF) Be Natural Part 1

Be Natural
(chapter 1)


 

 

Author :

Dewi Astri

 

Main Cast :

Choi Siwon – Tiffany Hwang

 

Other Cast :

Jeon Jungkook a.k.a Hwang Jungkook – Oh Sehun a.k.a Hwang Sehun – Son Seungwan (Wendy) – Kim Yeri – etc.

 

Genre : Romance

Rate : 16

Lenght : –

 

Disclaimer :

“FF ini tercipta asli dari pemikiran sendiri. Semoga dapat di terima baik oleh para readers”

 

 

 

 

 

*****

 

 

POV

 

 

“Apa salahku padamu Hwang JaeSung? kau berselingkuh dengan Yoon MinJeong ! ingatlah dia hanya penjual Mie di kedai yang kecil. kau ini sudah gila….” Teriak Park HeeNam istri dari Hwang JaeSung yang sedari tadi berteriak dan memukuli suaminya itu.

“mianhae yeobo.. jujur saja aku masih mencintainya dia adalah kekasihku sebelum aku dan dirimu menikah. aku hanya ingin hidup bersamanya maafkan aku” ucap Jaesung

“kau ingin bersamanya? kalau begitu ceraikan aku dan tinggalkan anak-anak..” teriak HeeNam

“apa yang kau katakan? aku tidak ingin menceriakanmu dan meninggalkan ketiga anak kita. aku sangat menyayangi mereka aku juga menyayangimu aku mohon jangan seperti ini..” bujuk JaeSung.

“anniya.. ceraikan aku Hwang JaeSung !! ” HeeNam pun menoleh ke arah kanan dan mendapati ketiga anaknya sedang menangis melihat pertengkaran orangtua mereka.

“Miyoung-ah Sehun-ah Jungkook-ah.. kenapa kalian disini?” ucap JaeSung kepada anak mereka. Miyoung berumur 15 tahun , Sehun 10 tahun dan Jungkook 7 tahun.

“kami tidak bisa tertidur jika kalian terus berteriak” ucap Miyoung.

“Kalian bertiga sekarang ikut eomma kita akan pergi dari rumah ini. Miyoung-ah bawa kedua adikmu ke kamar dan kemasi barang-barang kalian..” ucap HeeNam.

“aku tidak akan membiarkan kau membawa anak-anak. aku sudah katakan dirimu ataupun anak-anak tidak akan ada yang keluar dari rumah ini , kau mengerti??” teriak JaeSung.

“baiklah jika aku tidak bisa membawa anak-anak biar aku yang pergi selamanya” ucap HeeNam.

 

HeeNam melangkahkan kakinya menuju nakas di kamarnya dan mengambil Pistol milik JaeSung yang di simpan di laci nakas itu. JaeSung membulatkan matanya saat HeeNam menodongkan pistol itu tepat ke arah kepalanya Sendiri.

 

“yeobo apa yang kau lakukan?” teriak JaeSung

“jangan mendekat.. kau tau aku sangat mencintaimu dan aku menghormatimu tapi kau menyakitiku. aku percayakan ketiga anak kita padamu , aku tidak sanggup jika menatap kenyataan bahwa kau mencintai perempuan lain. Selamat Tinggal …”

 

DORRR !!

 

“HeeNam !!! ” teriak JaeSung.

 

 

 

*****

 

13 Tahun Kemudian

 

POV

 

Hwang Miyoung atau yang lebih di kenal dengan Tiffany Hwang ini adalah Fashion Designer yang memiliki Butik dan perusahaan Fashion mewah di Korea Que Fashion. Hwang JaeSung memilih mengurus bisnis restaurantnya di Amerika bersama istrinya Yoon MinJeong.

Tiffany tersenyum saat melihat kedua adik laki-lakinya itu sedang bermain video game dan saling mengejek satu sama lain. Ia bahagia bisa melihat kedua adiknya ini tumbuh sebagai laki-laki yang tampan dan menyayanginya. Sudah hampir 3 bulan ia tidak bertemu dengan kedua aiknya ini karena perjalanan bisnisnya ke Dubai , Inggris, Amerika dan beberapa negara di Eropa lainnya. merasa kedua adiknya ini mengacuhkannya karena Tiffany tidak menepati janjinya untuk membelikan mobil dan motoruntuk mereka, Tiffany pun menutup majalah Fashion yang sedari tadi menyibukkan dirinya. Ia pun mendekat ke arah kedua adiknya itu dan duduk di antara mereka.

 

“Hey , ini hari minggu. apa seharian kalian akan memainkan game bodoh ini tanpa bicara padaku ?” ucap Tiffany. Tidak ada satupun dari kedua adiknya menjawab pertanyaan Tiffany. what’s?? seorang Tiffany Hwang di acuhkan oleh kedua adiknya sendiri? tidak bisa di biarkan , pikirnya.

 

Tiffany menyandarkan punggungnya ke sofa dan kembali memperhatikan kedua adiknya. Tiffany mulai kesal dengan tingkah kedua pria di sampingnya ini. Ia pun menyeringai mendapatkan ide brilian untuk membuat kedua namja menyebalkan di sampingnya ini tidak mengacuhkannya lagi.

 

“Padahal aku ingin memberikan hadiah pada kalian. karena Sehun mulai bekerja di Que Fashion aku ingin membelikan sebuah mobil dan karena Jungkook juga memulai sekolahnya di tingkat akhir ini aku ingin membelikan motor sport keinginannya. ahh .. aku rasa mereka tidak akan tertarik pada hadiahku..” Sehun dan Jungkook menghentikan kegiatannya dan saling bertatapan satu sama lain. Sehun menoleh ke arah Tiffany yang ada di sebelah kanannya begitu pun dengan Jungkook yang menoleh ke arah Tiffany yang ada di sebelah kirinya. Tiffany menyunggingkan senyumnya saat kedua adiknya ini menatapnya.

 

“noona apa tadi kau mengatakan tentang mob-”

“aku rasa kalian tidak akan tertarik.. silahkan lanjutkan memainkan game ini, bukankah ini lebih menarik di banding denganku” ucap Tiffany. ia pun bangkit dan melangkahkan kakinya namun belum juga satu langkah Jungkook menarik tangan Tiffany hingga ia kembali duduk di antara Jungkook dan Sehun.

“noona kau ini pemarah sekali. bukankah kau baru kembali dari perjalananmu yang melelahkan? aku merindukanmu noona..” ucap Jungkook yang saat ini memeluk Tiffany dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Tiffany. Jungkook pun mencium pipi Tiffany.  di susul dengan Sehun yang mencium pipi Tiffany dan menyandarkan kepanya di bahu kiri Tiffany.

“aku selalu merasa bahagia jika sedang seperti ini Sehun-ah Jungkook-ah.. bogoshipta..” ucap Tiffany sambil mencium puncak kepala kedua adiknya dan memejamkan matanya. Untuknya hanya Jungkook dan Sehun lah penawar lelah dan vitamin di hidup Tiffany.

“aku dan Jungkook juga merindukanmu noona.. sangat merindukanmu..” ucap Sehun yang juga memeluk erat perut Tiffany seperti yang Jungkook lakukan.

 

Mereka bertiga memeluk satu sama lain dan berlama-lama di posisi itu. Jungkook membuka matanya dan menyentuh tangan Sehun agar ia juga membuka matanya menyadari sentuhan dari adiknya Sehun membuka matanya, Jungkook memberikan isyarat sesuatu pada Sehun. ia pun mengangguk memahami maksud adiknya itu.

 

“noona jadi kapan kita akan pergi kesana?” ucap Sehun

“kemana?”

“tentu saja ke showroom motor dan mobil” ucap Jungkook. Tiffany melepaskan pelukkan kedua adiknya dan menatap tajam ke arah Sehun dan Jungkook bergantian.

“jadi kalian memelukku dan menciumku karena- Oh My God… kalian menyebalkan !!” Tiffany pun bangkit dan berlalu meninggalkan kedua adiknya itu.

“hyung ,kenapa noona marah? bukankah dia yang megatakan akan membelikanmu mobil dan membelikanku motor sport.. kenapa dia marah?” ucap Jungkook.

“sudahlah jangan bahas itu, sekarang kita harus meminta maaf pada noona.. kajja..”

 

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Seorang pria tampan yang sedang duduk di kursi sebuah café and resto ini menikmati pemandangan kota Seoul di malam hari dengan menggunakan mantel tebal dan topi hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Choi Siwon pria ini mengambil pemandangan kota Seoul dengan kameranya, dia adalah pewaris dari HyungSan Group perusahaan yang bergerak di bidang property terbesar di Asia. Entah apa yang sedang di pikirkannya ada perasaan gugup, cemas, takut dan ragu-ragu yang tercetak jelas di wajahnya. berkali-kali pria itu merenggangkan otot-otot di bahunya dan lehernya seolah ada beban yang sangat berat yang menimpa pundaknya.

 

“Siwon oppa, aku yakin kau pasti bisa menjadi CEO yang baik dan di cintai karyawannya. aku selalu mendukungmu oppa.. Saranghae..”

 

Siwon tersenyum saat membaca pesan singkat yang di kirimkan adik sepupunya ,Wendy Son. Wendy adalah adik sepupunya yang selalu ada di sampingnya mendengarkan semua keluhannya selama ini.

Tiba-tiba pandangan Siwon tertuju pada seorang wanita yang tersenyum dan membuat matanya tenggelam dalam senyumannya.

Siwon mengarahkan kameranya pada wanita itu dan berhasil mengambil gambar terbaik wanita itu. Siwon memperhatikan hasil gamabarnya dan memuji kecantikan dari wanita itu. Siwon kembali memandang seorang wanita dan 2 orang pria yang lebih muda darinya.

 

“noona biar aku yang memesan makanannya” ucap Jungkook.

“baiklah aku sedang ingin pasta dan hot chocolate” ucap Tiffany pada Jungkook.

“kau ingin memesan apa hyung?”

“bagaimana jika beef steak dan soda drink?” ucap Sehun

“ah kau benar aku juga ingin pesan itu” ucap Jungkook.

 

Siwon tersenyum kembali mendengar percakapan singkat antara kakak beradik itu untuk memutuskan makanan apa yang akan mereka pesan. Tiffany menoleh ke arah Siwon yang sedang memperhatikannya. Siwon pun tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Tiffany. Tiffany mendelik kesal dan tak suka pada tatapan Siwon.

 

“noona, waeyo?” tanya Jungkook yang menyadari perubahan wajah kakaknya itu.

“pria itu menatapku dengan tatapan menjijikan aku ingin menghajarnya” ucap Tiffany. Jungkook menoleh ke arah Siwon yang masih memandangi Tiffany.

“apa dia tidak punya kerjaan memandangimu seperti itu noona?.” ucap Sehun

“aku rasa pria itu pervert dan-” ucap Tiffany. Jungkook dan Sehun bangkit dari duduknya.

“kalian mau kemana?” tanya Tiffany

“memberi peringatan pada pria itu” ucap Jungkook. Tiffany tau betul karakter adiknya itu, kedua adiknya tidak akan membiarkan pria brengsek mengganggu kenyamanan Tiffany.

“kau tunggu disini nne..” ucap Sehun. Tiffany pun mengangguk dan membiarkan kedua adiknya melakukan apa yang mereka ingin lakukan.

 

Siwon menyadari kedua adik dari wanita itu sedang berjalan menuju mejanya. Siwon tersenyum menunggu kedua pria itu menghampirinya. Jungkook duduk di samping Siwon dan Sehun duduk di hadapan Siwon.

 

“hey Tuan kau tau memandangi seorang wanita dan mengambil fotonya tanpa ijin itu mengganggu privasi seseorang.” ucap Sehun

“aku tau tentang itu.”

“lalu kenapa kau mengambil gambar kakakku eoh?” ucap Jungkook. ia merebut kamera itu dari tangan Siwon dan menghapus foto Tiffany disana.

“pergi dari sini atau aku dan adikku akan menghajarmu” ancam Sehun pada Siwon.

“jadi kau berani mengancamku? baiklah kalau begitu aku akan katakan pada kakakmu itu bahwa 2 bulan yang lalu kalian masuk ke dalam club malam dan mabuk. kalian nekad membawa mobil dalam keadaan mabuk dan menabrak mobil sesesorang dan membuat pengemudi mobil itu terluka hingga ia di rawat di rumah sakit karena ulah kalian. andai saja aku tidak membebaskan kalian dari penjara mungkin sekarang kalian masih ada di jeruji besi itu.” ucap Siwon sambil membuka topi yang sedari tadi menutupi kepalanya. Sehun dan Jungkook terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya.

“Choi Siwon ??” ucap Sehun dan Jungkook bersamaan.

“jadi itu kakak kalian yang bernama Tiffany Hwang? karena dia kalian memintaku untuk tidak memberitahunya? aku rasa kalian sangat menakuti wanita itu. bagaimana jika kakakmu tau kalian pernah masuk penjara selama 24 jam? itu pun karena pertolonganku membuat kalian terbebas dari penjara.” ucap Siwon

“Tn. Choi kau ini terlalu menganggap serius kau tau kan kita hanya bercanda.. benarkan Kookie?” Jungkook pun mengangguk dan merangkul pundak Siwon.

“kita sudah saling mengenal jadi bagaimana jika aku memanggilmu hyung? Siwon hyung?” ucap Jungkook

“kau benar Kookie .. Siwon hyung. itu terdengar sangat baik..” ucap Sehun.

 

Tiffany menatap heran pada kedua adiknya yang malah tersenyum ramah pada pria itu. Tiffany bangkit dan mendekat ke arah Sehun dan Jungkook.

 

“Jungkookie , Sehunie kenapa kalian bersikap baik padanya?” ucap Tiffany.

“noona ternyata dia ini adalah pemilik dari HyungSan Group Choi Siwon. dia pria yang baik noona .. benar kan Sehun hyung?” Jungkook memberikan isyarat pada Sehun agar membantunya meyakinkan Tiffany.

“benar noona. ahh.. Siwon Hyung apa kau ingin bergabung bersama kami? aku rasa jika kau bergabung akan membuat suasana lebih seru” ucap Sehun. Tiffany mengerutkan dahinya menatap Sehun.

“tidak perlu aku masih ada keperluan yang lain. baiklah Hwang Sehun , Hwang Jungkook aku senang bisa bertemu dengan kalian lagi. aku pamit nne..” ucap Siwon. Ia pun bangkit dan hendak melangkah ia mendekatkan wajahnya pada Tiffany.

you look so beautiful Tiffany Hwang” ucap Siwon sebelum ia berlalu dari sana. Tiffany menatap tajam pada Siwon.

bye hyung.. berhati-hatilah” ucap Sehun.

 

Tiffany membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju table-nya. Sehun dan Jungkook pun menyusul di belakang Tiffany dan duduk di posisinya semula. Tiffany menatap sesuatu yang aneh pada kedua adiknya hari ini. biasanya mereka akan menghajar siapapun yang berani mengedipkan mata atau pun sekedar memandangi Tiffany.

 

“ada apa dengan kalian?” tanya Tiffany.

“ada apa bagaimana maksudmu noona?”

“sudahlah cepat makan !!” ucap Tiffany. Jungkook menatap Tiffany dan tersneyum padanya.

“Kookie cepat makan makananmu” ucap Tiffany.

“nde noona…”

 

 

*****

 

 

Siwon masih asik memandangi foto Tiffany yang sempat ia copy sebelum Jungkook menghapusnya. Siwon merasakan sesuatu yang aneh  pada dirinya saat ini, ada rasa nyaman hanya dengan memandangi foto Tiffany dan rasa ingin mendapatkan wanita itu untuknya.

 

“kenapa aku terpesona pada Tiffany Hwang? kenapa aku merasa dekat dengannya? apa aku pernah bertemu sebelumnya?”

 

Tiba-tiba seseorang masuk dan memandangi Siwon yang sedang tersenyum bodoh sambil memandangi kamera miliknya. Ia pun mendekat ke arah Siwon.

 

“oppa gwenchana?”

“gwenchana. oh ya apa kau sudah mengerjakan apa yang ku perintahkan?” Wendy menganggukan kepalanya dan menyerahkan dokumen yang di minta Siwon.

“kenapa kau memasang wajah seperti itu Wendy-ah?” tanya Siwon.

“oppa kau ingat aku pernah mengatakan padamu kalau aku menyukai seorang pria teman di sekolahku waktu itu?” tanya Wendy. Siwon menutup dokumennya dan menatap wajah Wendy yang saat ini begitu menyedihkan.

“hmm.. aku ingat. tapi bukankah pria itu menyukai wanita lain?”

“kau benar oppa dan aku baru saja bertemu dengannya tadi pagi sebelum aku sampai ke kantor” ucap Wendy

“lalu?”

“aku bertanya bagaimana kabarnya tapi bukannya menjawab pertanyaanku dia malah menanyakan kabar SooJung mantan kekasihnya padaku, apa dia tidak mengerti selama ini aku menyukainya” ucap Wendy. Siwon tersenyum melihat adik sepupunya ini mendadak menggelikan saat ia jatuh cinta.

“jadi wanita yang di sukai pria itu adalah SooJung? bukankah dia kekasih Kim Jongin anak dari Tn. Kim YoungJi?” tanya Siwon

“kau benar oppa.. Kim Jongin dan Jung SooJung juga teman se-sekolahku. huuh.. kenapa aku harus menyukai pria yang menyukai wanita lain??”

“memangnya siapa pria yang kau sukai itu eoh?” Siwon pun mengambil gelas yang terisi air putih di mejanya.

“Hwang Sehun ..” Siwon menyemburkan air di mulutnya ke arah samping.

“oppa gwenchana?”

“Hwang Sehun??”

“nde waeyo?”

“anniya .. sebaiknya kau kembali berkerja Wendy-ah. oh ya hubungi Tn. Park dan beritahu dia meeting hari ini di batalakan ada sesuatu yang harus aku selesaikan dulu” ucap Siwon.

“hmm..  ya sudah aku akan memberitahunya. aku akan kembali ke ruanganku.. annyeong” ucap Wendy. Siwon mengusap wajahnya dan menoleh ke arah jendela di ruangannya.

“kenapa ini sangat kebetulan?? eottokhae..”

 

 

*****

 

 

POV

 

Jungkook baru saja keluar dari ruang kelasnya. Jungkook berjalan santai bersama Taehyung sahabatnya sedari kecil mereka terlihat seperti 2 anak kembar yang selalu pergi bersama kemanapun. Tiba-tiba seseorang menghentikan langkah Jungkook dan Taehyung di lorong menuju kantin. Jungkook menggelengkan kepalanya dan menyunggingkan senyumnya melihat siapa yang sudah menghalangi langkahnya.

 

“kau lagi.. apa kau tidak bosan selalu mencariku eoh?” ucap Jungkook pada seorang wanita yang berdiri tegap di hadapannya.

“Kookie.. apa sepupuku itu tidak pernah merasa takut berhadapan denganmu? ” bisik Taehyung pada Jungkook.

“Hwang Jungkook… aku membenci nama itu. Jungkook-ah apa maksudmu mengacak-acak isi lokerku dan menulis ancaman dengan tulisanmu yang jelek itu eoh?” teriak wanita yang di ketahui bernama Kim Yeri itu.

“jadi kau sudah memeriksa lokermu? baguslah.. itu pelajaran untukmu karena kau ini menyebalkan” ucap Jungkook

“menyebalkan? apa kau tidak menyadari tentang dirimu sendiri eoh? kau ini menjijikan, menyebalkan dan – aahhh… entah apalagi kata yang pas untukmu..” ucap Yeri sambil menunjuk di hadapan wajah Jungkook.

“tentu kata yang pas untukku adalah tampan.” ucap Jungkook.

“Jungkook-ah..” teriak Yeri sambil mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Jungkook namun Jungkook lebih cepat dari Yeri, Ia menahan tangan Yeri dan menarik Yeri mendekat padanya.

“hey Kim Yeri-ya .. kau tau semakin kau marah padaku semakin aku menyukaimu. Jadi, simpan wajah yang pemarah itu dan tersenyumlah padaku..” ucap Jungkook. Yeri pun memberontak dan melepaskan tangannya dari genggaman Jungkook.

“kau ini-”

“Yeri-ya..” Jungkook ,Yeri dan Taehyung menoleh ke arah samping. Jungkook tersenyum sinis pada pria yang sedang mendekat ke arahnya.

“Yeri-ya gwenchana?”

“nde Jaehyun-ah..” jawab Yeri dan tersenyum pada pria bernama Jung Jaehyun itu.

“ahh.. pahlawanmu sudah datang Kim Yeri.. Taehyung-ah kajja kita pergi..” Jungkook dan Taehyung pun melangkah pergi meninggalkan Yeri dan Jaehyun disana namun Yeri menahan Jungkook.

“mwo? apa kau masih merindukanku Yeri-ya?” tanya Jungkook.

“jika kau melakukan sesuatu lagi yang membuatku marah , aku tidak akan segan-segan membunuhmu Jungkook..” ancam Yeri. Jungkook menampakkan wajah berpura-pura takutnya pada Yeri dan mendekatkan wajahnya pada Yeri.

“aku akan menunggu waktu itu terjadi Yeri-ya..” ucap Jungkook. tiba-tiba sepasang tangan menjauhkan Jungkook dari Yeri.

“Jungkook-ah kau pergilah. aku yakin belajar di perpustakaan lebih baik untukmu di banding harus mengganggu Yeri disini..” ucap Jaehyun. Jungkook terkekeh mendengar ucapan Jaehyun padanya. Jaehyun memang pria baik, sopan, dan pintar tidak seperti Jungkook yang tidak mau diam dan selalu mendapat nilai rendah di kelas.

“baiklah .. lebih baik aku ke tempat lain dan menggoda wanita cantik di sekolah ini. aku rasa banyak sekali wanita cantik dan sexy tidak seperti…..” Jungkook menggantungkan kalimatnya dan menatap Yeri dari atas hingga bawah, membuat Yeri seperti terintimidasi karena tatapan gilanya itu.

“apa maksudmu?” teriak Yeri

“anniyo.. Taehyung-ah kajja…” Jungkook pun berlalu dari hadapan Yeri dan Jaehyun.

“Yeri-ya sebenarnya kau cantik. sudahlah jangan dengarkan Jungkook dan kau Jaehyun-ah berhentilah belajar dan nikmati hidupmu.. aku pergi dulu bye..” Taehyung pun berlari menyusul Jungkook yang sudah jauh melangkah di depannya.

“Kookie.. apa kau tidak bisa mengungkapkan perasaanmu sebenarnya pada Yeri?” tanya Taehyun saat ia berhasil menyamai jaraknya dengan Jungkook.

“lebih baik seperti ini. aku tidak ingin membuat hubungan baru dengan Yeri, aku lebih bahagia menjadi musuhnya yang selalu dekat dengannya daripada menjadi kekasih yang nantinya akan berpisah” ucap Jungkook.

“tapi Kookie-”

“heh sudah jangan banyak bicara. kau tau aku baru saja di belikan motor baru oleh Tiffany noona untuk merayakannya aku akan mentraktirmu di kantin bagaimana?” Taehyun tersenyum lebar dan merangkul pundak Jungkook.

“terdengar lebih baik” ucap Taehyung. Jungkook menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Taehyung.

“kau ini .. ya sudah kajja ..”

 

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Choi Siwon pria ini berfokus pada kemudinya di jalanan, Siwon menikmati musik yang ia dengarkan di dalam mobil sesekali ia bernyanyi mengikuti irama lagu. tiba-tiba Siwon menghentikan mobilnya saat melihat seorang wanita yang sedang bersandar di samping mobil miliknya dengan ponsel yang menempel di telinganya, Siwon yakin wanita itu pasti sedang berusaha menghubungi seseorang.

 

“Ny. Hwang kau butuh bantuan??” ucap Siwon saat ia membuka jendela mobilnya dan menyapa Tiffany yang sedang mencoba menghubungi kedua adiknya.

“kau??” Siwon keluar dari mobilnya dan menghampiri Tiffany.

“ada masalah dengan mobilmu?” tanya Siwon. Tiffany tidak menjawab pertanyaan Siwon, ia kembali mengotak-atik ponselnya dan mengirim beberapa pesan pada Sehun dan Jungkook. Siwon melihat kap mobil Tiffany sudah terbuka , ia pun mencoba melihat apa yang salah dengan mesinnya.

“sekarang aku tau kenapa mobilmu mogok. ada masalah dengan mesinnya pasti kau jarang membawa mobilmu ke bengkel untuk di service. aku akan menghubungi montir kepercayaanku agar ia menyelesaikan masalah di mobilmu” ucap Siwon. Tiffany menoleh ke arah Siwon.

excuse me.. Hey .. It’s my car..” ucap Tiffany.

“iya aku tau itu. lalu?”

“ini masalahku jadi kenapa kau ikut campur? aku tidak mengenalmu jadi sebaiknya kau pergi dan-”

“ini jam 9 malam apa kau tidak ingin pulang. aku yakin kedua adikmu itu sedang mengkhawatirkanmu” ucap Siwon sambil mengambil ponsel di saku jasnya dan menghubungi seseorang. Tiffany menatap lekat wajah Siwon dari samping.

 

‘ wajahnya.. kenapa mengingatkanku pada seseorang? tidak mungkin , saat itu dia tinggal di Amerika dan aku yakin dia masih ada di Amerika.’ batin Tiffany.

 

Siwon menoleh ke arah Tiffany yang sedang memandanginya. Siwon tersenyum dan menjitak kepala Tiffany.

 

“aish~~ kenapa kau memukul kepalaku?” teriak Tiffany.

“astaga suaramu.. dalam 10 menit montirku akan datang” ucap Siwon.

“Yak !! kau siapa? kau bertingkah seperti sudah mengenalku. Hey bung, aku tidak mengenalmu dan berhentilah bersikap baik padaku..” ucap Tiffany. Siwon mendekatkan wajahnya pada Tiffany membuat Tiffany melangkah mundur hingga membentur samping mobilnya.

you don’t know me? really? i’m CEO HyungSan Group ..” Tiffany menatap mata Siwon yang tajam dan menatap padanya.

i don’t care who you are. so,  stay away from me.. Now !! ” teriak Tiffany di depan wajah Siwon.

“ YAK!! aigoo~~ suaramu itu membuat kepalaku pusing Tiffany Hwang..” ucap Siwon.

 

Tidak lama kemudian seorang pria datang dan berdiri di antara mereka. Siwon melonggarkan ikatan dasi yang mencekik lehernya itu.

 

“Tn. Choi apa kau baik-baik saja?” ucap seorang pria berpakaian montir.

“Kwang Soo-ya bawa mobil wanita ini dan perbaiki mesinnya. lalu besok kau antarkan ke rumahnya” ucap Siwon

“tapi Tuan aku tidak tau rumah nona ini..”

“ ini alamat rumahku. kau bisa mengirimkan kesana Kwang Soo-ssi” ucap Tiffany sambil tersenyum manis pada Kwang Soo.

“kau cantik sangat cantik nona hmm…. ???”

“Tiffany Hwang” ucap Tiffany.

“iya Ny. Hwang.. aku akan kirimkan mobilmu besok pagi” ucap Kwang Soo. Tiffany memberikan senyuman terbaiknya untuk Kwang Soo. Siwon mendelik kesal saat Tiffany memberikan senyuman itu pada pria lain.

“kenapa dia bisa seramah itu pada Kwang Soo? aku tidak percaya dia menampilkan wajah menyeramkan padaku saja.” gumam Siwon.

“baiklah kalau begitu aku harus pergi membawa mobilmu ke bengkel. Ny. Hwang aku pergi nne annyeong”ucap Kwang Soo

“nde annyeong” ucap Tiffany. Kwang Soo pun pergi meninggalkan Siwon dan Tiffany.

“baiklah kajja kita pulang” Siwon membalikkan badannya dan berjalan menuju mobil miliknya. Siwon berbalik dan tidak menemukan Tiffany di belakangnya, Tiffany masih berdiri di trotoar jalan dan menunggu Taksi lewat di jalan itu. Siwon membuang nafasnya dan mendekat ke arah Tiffany.

“Yak ! Tiffany Hwang apa yang kau lakukan? kajja kita pulang aku akan mengantarmu..” ucap Siwon.

“akan lebih baik aku menunggu taksi daripada menerima tawaranmu untuk mengantarkanku pulang. aku tidak ingin merasa berhutang budi padamu Tn. Choi dan terima kasih karena sudah memberiku montir untuk memberbaiki mobilku” ucap Tiffany tanpa menatap ke arah Siwon.

“di jam seperti ini jarang taksi yang melintas di daerah ini. aku khawatir padamu, kau ini wanita dan tidak baik seorang wanita sendirian di malam hari seperti ini” ucap Siwon.

“ aku sudah menghubungi taksi sebelumnya jadi kau tidak perlu mengkhawatirkanku Tn. Choi. Oh ya kau adalah pria kesekian yang selalu memanfaatkan keadaan dimana aku sedang membutuhkan pertolongan. jadi,  kau tidak perlu bersikap baik lagi padaku karena aku tidak ingin membuatmu merasa punya kesempatan itu. lagipula kau tidak terlalu tampan dan kau bukan kriteria pria yang ku inginkan. ini terjadi karena Sehun yang sedang pergi keluar kota dan dia sedang berada di perjalanan ke Seoul di tambah Ponsel Jungkook yang sedang tidak aktif dan telepon rumahku sedang di perbaiki. jadi kau tidak perlu merasa sebagai pahlawan karena sudah menolongku..” ucap Tiffany. Siwon membulatkan matanya ia tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan Tiffany padanya.

“ Taksinya sudah datang. aku pamit nne Tn. Choi.. Annyeong..” Tiffany pun berlalu dari hadapan Siwon dan masuk ke dalam taksi yang sudah berhenti di hadapannya.

“Khamsahamnida..” ucap Tiffany dari dalam taksi pada Siwon. Siwon menatap taksi itu menjauh dari pandangannya.

What? dia pikir aku mendekatinya karena aku ingin menjadikannya milikku? dasar wanita tidak tau terimakasih.. Ppabo” teriak Siwon.

 

 

 

*****

 

1 tahun lalu

 

FlashBack

 

LOS ANGLES

 

Seorang anak laki-laki berumur 13 tahun berjalan santai sambil menikmati udara sore hari di Los Angles. anak itu duduk di kursi taman, mengunyah permen karet, dan memainkan bola basket kesukaannya. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang anak perempuan yang sedang menangis karena di jahili beberapa anak laki-lai seumurannya di jembatan yang tidak jauh dari jaraknya. Ia pun mendekat ke jembatan itu berniat untuk menolong anak perempuan dengan bando berwarna pink dan rambut yang di kepang di samping kiri dan kanan.

 

“berhenti !!” teriak anak laki-laki itu.

“kau??” ucap kedua anak laki-laki lainnya seumuran dengannya. anak itu menarik tangan anak perempuan bertubuh gemuk itu agar berada di belakangnya.

“kenapa kau melindungi gadis gemuk dan jelek itu?” teriak salah satu anak laki-laki.

“pergilah..” ucapnya

“kau membelanya karena dia juga dari Korea sama sepertimu?”

“pergilah James. aku tidak melindunginya karena dia juga orang Korea sepertiku. bukankah sebagai seorang pria tidak baik jika membuat seorang perempuan menangis? pergilah James..”

“kau ini.. kenapa kau menjadi seperti ini? bukankah kau yang selalu mengganggu semua perempuan di sekolah kita.”

“James aku mohon kau pergilah. dia tidak bersalah. aku tidak ingin lagi menjadi anak yang selalu menjahili anak yang lainnya, jadi berhentilah seperti ini” ucapnya. tiba-tiba ank bernama James itu mengambil batu yang ada di dekatnya dan di lemparkan tepat mengenai kepala sebelah kanan Anak itu.

“oppa !!”

“lihatlah kalian begitu serasi , yang satunya pria pengecut dan yang satunya adalah wanita bertubuh babi yang gemuk .. Daniel sebaiknya kita pergi” ucap James pada temannya bernama Daniel. Ia meringis kesakitan di kepalanya sebelah kanan tepatnya di atas telinga.

“oppa, kepalamu berdarah..”

“gwenchana.. kau tidak perlu khawatir ini luka kecil saja”

“tapi oppa-”

“Princess Mushroom, aku sudah katakan padamu kan aku tidak apa-apa. lainkali jika mereka menjahilimu lagi kau lempari saja mereka batu agar mereka menjauh darimu..”anak perempuan pun tersenyum dan mengeluarkan sapu tangan miliknya. ia menempelkan sapu tangan itu di kepala yang berdarah.

“Princess Mushroom..”

“nde  Prince Simba..”

“ini untukmu” anak itu memberikan kalung berliontin kepala babi berwarna pink pada anak perempuan.

“besok aku akan kembali ke Korea. orang tuaku akan mengembangkan bisnis disana. Jadi, kau harus menjaga dirimu baik-baik. kalung itu kenang-kenangan dariku untukmu dan ini ..”

“uljima.. aku yakin kita akan bertemu lagi.. saat aku bertemu denganmu aku sangat terpesona padamu wajahmu itu lucu dan tubuhmu yang gemuk ini membuatku gemas.”

“oppa, jika kau pergi tidak akan ada lagi yang melindungiku dari James dan Daniel. aku takut..” ucapnya

“sebenarnya James dan Daniel adalah anak yang lemah dan cengeng. kau harus berani melawan mereka jika perlu kau harus memukulnya jika mereka menganggumu lagi , arraseo??”.

“oppa berjanjilah kita akan bertemu lagi suatu saat nanti dan jika kita sudah dewasa nanti kau harus menjadi kekasihku.. tetaplah menjadi Prince Simba yang tidak pernah melihatku dari fisik..”

“baiklah aku berjanji padamu Princess Mushroom.. ini sapu tangan milikmu”

“itu untukmu. di sapu tangan itu ada namaku, itu pemberian dari eomma-ku, jaga itu baik-baik oppa karena sapu tangan milikku dan kalung ini akan mempertemukan kita lagi di masa depan”

“kau benar.. kalau begitu cepat kau pulang aku rasa appa-mu sudah datang. aku harus pulang.. Sampai Jumpa di masa depan nanti..”

“baiklah .. sampai jumpa di masa depan oppa..”.

 

Anak perempuan itupun memakaikan kalung pemberian dari anak lelaki itu dan menangis haru saat melihat anak lelaki itu berlari menjauh dari tempatnya.

 

FlashBack End

 

 

*****

 

 

POV

 

 

Tiffany baru saja keluar dari kamarnya. di hari minggu seperti ini adalah waktu untuk Tiffany bermanja-manja pada kedua adiknya. Tiffany tersenyum saat melihat adik bungsunya sedang asik menonton Tv sambil memakan sandwich yang di sediakan Ahn Ahjumma pelayan yang di percaya Tiffany untuk mengurus semua yang ada di rumahnya termasuk dirinya dan kedua adiknya. hanya ada Ahn Ahjumma dan suaminya Ahn Ahjussi yang menjaga mereka setelah Hwang Jaesung memutuskan untuk tinggal di Amerika.

 

“Kookie..” ucap Tiffany sambil duduk di samping Jungkook dan memeluknya. Jungkook tersenyum melihat tingkah kakaknya ini.

good morning noona” ucap Jungkook.

good morning Kookie..” Jungkook menoleh ke arah Tiffany yang saat ini menyandarkan kepalanya di bahu Jungkook dan melingkarkan tangannya di perut Jungkook.

“noona, buka mulutmu !” perintah Jungkook. Tiffany menatap wajah Jungkook dan mengerutkan dahinya.

“wae?” tanya Tiffany. Jungkook memasukkan sandwich ke mulut Tiffany.

“makanlah. Ahn Ahjumma hanya menyiapkan ini untuk kita, dia sedang sakit.”

“mwo? Ahn Ahjumma sakit? kenapa dia tidak memberitahuku?”

“sebenarnya dari tadi malam dia sakit. aku sudah menyuruhnya ke Dokter tadi malam dan menyuruhnya beristirahat hari ini tapi dia masih saja menyiapkan sarapan untuk kita.” ucap Jungkook.

“dia memang wanita hebat.. oh ya Kookie bagaimana sekolahmu?” tanya Tiffany.

“biasa saja. aku tidak menemukan hal yang menarik di sekolah.” ucap Jungkook. Tiffany mengangguk sambil mengunyah sandwich yang ada di mulutnya.

“Kookie apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”

“Tentu..” ucap Jungkook dengan suara berat karena mulutnya terpenuhi sandwich.

“bagaimana kau dan Sehun mengenal pria bernama Choi Siwon??”

“Uhhuukkk.. uhuuukkk..” Jungkook tersedak saat mendengar pertanyaan dari kakaknya itu. Tiffany segera meraih gelas berisi air putih di meja yang ada di hadapannya.

“minumlah ini Kookie..” ucap Tiffany. Jungkook pun meraih gelas dari tangan Tiffany dan menelan pelan-pelan sandwich di mulutya itu, setelah ia merasa semua sandwich di mulutnya sudah masuk sempurna dengan aman melewati tenggorokan dan masuk ke dalam perutnya, Ia menoleh ke arah Tiffany yang terlihat sangat cemas melihat Jungkook.

 

“mianhae Kookie..” ucap Tiffany.

“gwenchana noona.”

“kemarin aku bertanya pada Sehun tentang hal ini , bukannya menjawab dia malah menyuruhku menanyakan padamu” ucap Tiffany.

 

‘apa yang di katakan si leher jerapah itu?kenapa dia melimpahkan semuanya padaku? ahh .. Sehun hyung kau gila..’ batin Jungkook.

 

“Jungkookie .. kau taukan betapa kau sangat menyayangimu dan Sehun? saat di restaurant itu aku merasa aneh pada kalian. kalian terlihat takut pada Siwon. apa dia adalah pengedar narkoba dan kalian adalah korban dari Siwon?”

“noona kau ini.. Choi Siwon pria yang baik dan dia menolong kami..” Jungkook menundukkan kepalanya.

come on.. aku tau kau tidak akan bisa berbohong padaku. Kajja katakan padaku Kookie..” Tiffany menggenggam tangan Jungkook dan tersenyum manis padanya.

“berjanjilah untuk tidak memarahi aku dan juga Sehun hyung” ucap Jungkook sambil mengacungkan kelingkingnya di hadapan Tiffany. Tiffany pun mengaitkan kelingkingnya dan tersenyum pada Jungkook.

“aku berjanji..”

“hmm.. sebenarnya saat 3 bulan kemarin kau mengurus bisnismu itu Sehun hyung dan aku pergi ke club malam dan kita mabuk. Saat perjalanan pulang Sehun hyung tidak bisa mengendalikan mobil dengan benar dia menabrak mobil yang saat sedang lampu merah dan mobil itu milik Siwon hyung di tambah Siwon hyung ada di dalamnya untung saja tidak ada luka serius pada Siwon hyung. Polisi melihat kejadian itu membuat aku dan Sehun hyung dalam kesulitan, aku dan Sehun hyung di bawa ke kantor polisi karena mengendari mobil dalam keadaan mabuk tapi Siwon hyung menyelamatkan kami dia membebaskan kami dari penjara selama 24 jam. aku dan Sehun hyung berbohong padamu tentang mobil hilang , mobil itu tidak hilang noona tapi di sita oleh pihka kepolisian.” Tiffany memjamkan matanya dan mengusap wajahnya.

“noona mianhae..”

“aku tidak marah karena kalian sudah membuat mobilku rusak dan di sita polisi tapi kau dan Sehun mabuk dan masuk penjara selama 24 jam. Kookie kenapa kau mabuk? kau ini masih 19 tahun.” ucap Tiffany.

“tahun ini aku berumur 20 tahun noona..”

“ini masih bulan Maret. butuh 6 bulan lagi untukmu menjadi 20 tahun. Kookie , aku tidak pernah memasalahkan kau minum wine, soju atau semacamnya tapi jangan sampai mabuk dan itu membuat kau mencelakai dirimu sendiri.” Jungkook tersenyum dan memeluk Tiffany.

“noona..”

“hmm??”

 

muaacchhhh …

 

Jungkook mencium pipi Tiffany dan menatap Tiffany dengan tatapan penuh kasih sayang pada Tiffany. Tiffany menatap wajah Jungkook dan tersenyum padanya.

 

“kau ingin merajuk padaku eoh?” tanya Tiffany. Jungkook menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangan Tiffany.

“aku tidak ingin merajuk. noona, di dalam hidupku kau adalah wanita yang aku cintai setelah eomma. saat aku masih duduk di bangku SMP banyak sekali temanku yang menertawaiku jika aku di cium olehmu di depan gerbang sekolah saat kau mengantarku. seburuk apapun kondisimu kau selalu memprioritaskan aku dan Sehun hyung. Nan Noereul Saranghae..” Jungkook pun kembali memeluk Tiffany dan menyandarkan kepalanya di dada atas Tiffany. Tiffany mencium puncak kepala Jungkook dan memeluknya.

“bagiku tidak ada hal yang berharga kecuali kau, Sehun dan appa” Jungkook melepaskan pelukkannya dari Tiffany saat ia mendengar kata ‘appa’ dari mulut Tiffany.

“Kookie, aku tau kau sangat marah dan kecewa pada appa aku pun merasakan hal itu bahkan kemarahanku dan kekecewaanku sangat besar pada appa. tapi kau harus ingat sesuatu tentang masa lalu, appa selalu menjaga kita membuat kita tertawa dan menyayangi kita.”

“kasih sayang appa itu palsu noona” ucap Jungkook

“mungkin kita bisa bilang itu adalah kepalsuan tapi Kookie jangan terlalu membencinya karena dia membuat kesalahan. sudahlah jangan membahas masalah itu, sekarang dimana pria jangkung itu? apa dia sedang di luar rumah atau masih tertidur?” tanya Tiffany.

“noona pria jangkung bodoh yang tampannya masih di bawah ketampananku itu sedang ada di kamarnya. dia terlihat frustasi saat semalam dia pulang dari Jeju. dia bercerita padaku di Jeju ia bertemu dengan Jung SooJung dan Kim Jongin mereka sedang merayakan anniversary hubungan mereka , Hwang Sehun yang malang. dan kau tau noona dia berkata ‘Kookie.. kau tau rasanya melihat wanita yang di cintai sedang bahagia dengan pria lain? aku ingin sekali membunuh mereka berdua dan bunuh diri’ noona, adikmu yang satu itu harus segera di bawa ke psikiater” Tiffany tertawa mendengar cerita dari adiknya itu.

“Kookie sudah jangan menertawainya. aku harus menemuinya. habiskan sarapanmu nne..” ucap Tiffany

“baik Bos..” Tiffany pun berlalu meninggalkan Jungkook di ruang Tv.

 

Tiffany berjalan menuju kamar Sehun yang berada di lantai 2. Saat ia sudah sampai di depan kamar Sehun dan saat ia membuka kamar Sehun ia mendapati Sehun sedang berdiri di atas meja , ia memegang pisau dan tali dengan panjang 1,5 meter. Tiffany membulat matanya dan berlari ke arah Sehun.

 

“Sehun turun dari sana , Ppalli..” teriak Tiffany. Sehun yang terkejut dengan kedatangan Tiffany di hadapannya ini pun turun dari meja dan berdiri di hadapan Tiffany.

“kau ini sudah gila eoh? karena seorang wanita kau ini melakukan hal yang bodoh dan konyol seperti ini? dimana pikirkanmu Sehun-ah?” Tiffany merebut pisau dan tali yang ada di tangan Sehun.

“mwo?”

“ini semua karena SooJung? Sehunie.. kau ini adikku yang tampan bukan ini jalan yang harus kau lakukan.. kau ini sangat tampan kau bisa mendapatkan wanita mana pun yang kau inginkan”  ucap Tiffany. Sehun terlihat sangat kebingungan dengan apa yang baru saja di ucapkan kakanya ini.

“mworago?” ucap Sehun. Tiffany pun memeluk Sehun dengan sangat erat.

“aku mohon Sehunie.. jangan mencoba bunuh diri hanya karena SooJung sudah menjadi milik Jongin” ucap Tiffany.

“mwo? hahahahhahaha..” Tiffany melepaskan pelukkan Sehun dan menatap adiknya yang sekarang sedang tertawa terbahak-bahak menertawakan apa yang baru saja di ucapkan Tiffany. Tiffany menaikkan satu alisnya dan menatap tajam ke arah Sehun. menyadari tatapan itu dari Tiffany , ia pun menghentikan tertawanya dan menatap Tiffany.

ok .. ok .. ok.. i’m done.. ” ucap Sehun sambil mengatur nafasnya dan menghentikan tertawanya.

“noona kau mengira aku kan bunuh diri menggunakan pisau dan tali ini? yang benar saja. noona aku ingin menikah dan memiliki beberapa anak. aku jelaskan tali dan pisau ini aku gunakan untuk mengikat barang-barangku yang sudah tidak terpakai untuk di sumbangkan ke panti asuhan .. itu..” Sehun menunjuk ke arah beberapa kotak kardus yang sudah tersusun rapi di bawah meja.

 

Tiffany menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya. Sehun merangkul Tiffany dan mengajaknya duduk di sofa kecil yang ada di kamar Sehun.

 

“lalu kenapa kau naik ke atas meja?”

“noona, lihatlah lemari di kamarku ini lebih tinggi dariku dan aku tidak bisa meraih barang yang ada di atas sana. aku ingin mengambilnya. noona, aku tidak akan sebodoh itu. bunuh diri karena seorang wanita” ucap Sehun.

“mianhae..”

“gwenchana.. kau terlalu khawatir padaku noona. ini karena kau terlalu lama single jadi kau hanya mengkhawatirkan aku dan Jungkook. carilah seorang pria dan jadikan pria itu kekasihmu noona.” Tiffany memukul lengan Sehun dan  mendelik kesal padanya, ia pun membelakangi Sehun dan mengerutu tak jelas pada Sehun. Sehun memeluk Tiffany dari belakang dan menaruh dagunya di bahu Tiffany.

“noona, mulailah berpikir tentang seorang pria dan menikah. aku ingin kau bahagia noona.”

 

Tiffany mengusap tangan Sehun yang melingkar di perutnya. sebenarnya Tiffany malas membahas hal ini dengan adiknya , berkali-kali kedua adiknya mencoba menjodohkan Tiffany dengan pria pilihan mereka namun tak ada satupun yang mampu melelehkan kerasanya Tiffany dan mencairkan hati Tiffany yang  beku.

 

“aku hanya ingin kalian bahagia” ucap Tiffany.

“itu yang jadi masalahnya noona. kebahagian aku dan Sehun adalah dirimu. Let’s talk about your future, noona..”

“sudah jangan banyak bicara. cepat turun kebawah dan makan sandwich buatan Ahn Ahjumma.. aku akan membersihkan diriku. cepat makan Sehunie..” Tiffany pun melepaskan pelukkan Sehun dan berlalu meninggalkan Sehun disana.

“selalu saja menghindar jika aku membicarakan hal itu padamu noona..” Sehun merebahkan tubuhnya di sofa itu dan berpikir sesuatu tentang kakaknya itu.

 

Sehun berpikir bagaimana jika ia mengenalkan seorang pria lagi pada Tiffany. Sehun terus menimbang-nimbang siapa pria yang pas untuk ia kenalkan pada Tiffany sekarang. tiba-tiba Sehun terduduk dan tersenyum lebar.

 

“aku tau siapa orang yang pas untuk Tiffany noona. aku butuh bantuan Jungkook…”

 

 

 

 

“Jungkookie…..” teriak Sehun

 

 

 

 

 

To Be Countinue..

56 thoughts on “(AF) Be Natural Part 1

  1. daebaakkkkkkkkkk
    ditunggu banget next chapternya authorrrr
    Cara penulisannya udah kaya penulis banget haha
    fighting babyyyyyy

  2. Pdhal mereka dlunya berteman…knpa pda sling gak kenal gtu..pda lpa x ya,,krna msih kecil..
    Fany syang bnget sma adik2 nya…
    Mdah2an pda inget deh mereka ber 2,,klw dlu prnah berteman..

  3. jth cinta nih am crtny. bgmn seorg jk sgt mncintai n bhgiakn adukny bgtu sblikny sang aduk jg sgt cinta kk ny n sll lindungi.wlpn ms ll yg mnykitkn.
    Tiffany brjuang utk lndungi jongkook sehun.
    ini sifany pst tmn ms kcl tp pisah…
    mnarik bgt..daebak👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s