(AF) Break The Rules Part 2

Break the Rules Part II

BTR I

Author: ayuhwang

Main cast:  Choi Si Won-Tiffany Hwang-Stella Kim

Genre: drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran dan komentar, oke?? I really really need your comments to repair my stories..Happy reading!!!

@Hwang’s House

“kau jarang sekali mengunjungiku”, Ucap siwon sedikit kecewa

Seperti biasa, mereka kembali menikmati malam berdua, ditemani heningnya malam dan senyapnya udara. Mungkin memang sudah mulai memasuki musim dingin, udara terasa menusuk, seperti halnya dunia yang kadang terasa semakin membusuk.

“uuuuhhhnnnmmm”, Tiffany menguap, matanya berat, dan itu cukup menjawab pertanyaan siwon.

Tiffany kelelahan, dia bahkan tidak punya waktu menidurkan dirinya. Lihatlah betapa egoisnya choi siwon, gadis yang sudah bekerja seharian itu masih ia tuntut menemaninya karena siwon begitu merindukannya.

Dilepaskannya jaket kulit hitam kesayangan siwon dan disampirkannya pada tubuh kecil tiffany, “kau lelah?”

“hmmm”, gumam tiffany

“setiap hari, setiap berangkat bekerja, kadang aku merasa ingin keluar dari pekerjaan ini. lalu aku mengingat, saat masih magang dulu juga seperti itu, ya memang beginilah bekerja”

Siwon tersenyum, “ya, begitulah. jangan pernah berhenti bekerja meski kau menginginkannya karena di tempat kerja lainpun juga akan sama, beginilah bekerja. tapi dari penglihatanku, kau termasuk wartawan baru yang bagus”

“hanya karena di tugas pertamaku aku bisa mewawancarai the big 3? Itu hanya kebetulan siwon, aku hanya beruntung”, tiffany menghembuskan nafasnya berat sebelum melanjutkan, “sekarang, aku hanya akan selalu dimaki di tiap rapat evaluasi”

Tiffany mengangkat kepalanya dari bahu siwon, bersiap meluapkan segala emosinya, “aku yang katanya masih amatir, masih baru, tak tahu apa-apa, kurang referensi, haaaaaahhh, aku membencinyaaa”

Siwon tersenyum sambil membulatkan bola matanya. baru kali ini ia melihat tiffany marah, meluapkan emosi, dan berkata keras. “wow, kau marah?”

“ya, aku marah padanya”

“nya? Nugu?”

Tiffany menengok menatap siwon, saat ia ingin berucap, ia berhenti. “ada, ada pokoknya. Yaaa, aku tahu dia benar, aku tahu itu kritik buatku, supaya aku lebih baik, lebih memperbaiki artikelku”, jelasnya menenangkan diri.

“tapi aku tetap membencinya”, lanjut tiffany lagi

Siwon tertawa melihat emosi naik turun tiffany. tiffany hanya memandang siwon dan akhirnya kembali menyandarkan kepalanya pada bahu lelaki itu dan tak berselang lama, matanya menutup.

Dia benar-benar lelah, Siwon melihat bagaimana wajah sederhana itu terlelap. Gadis yang sebenarnya baru dikenalnya itu tibe-tiba menjadi seseorang yang istimewa sekarang, bahkan siwon sendiri tak paham kenapa ia selalu ingin bersama tiffany. mereka akan sering bertemu jika bekerja, tapi ini siwon tak bekerja dan tiffany jarang berkunjung ke rumah sakit.

Siwon bisa merasakan nafas tiffany yang halus, rambut indahnya yang menari-nari kecil tersapu udara dingin, dan bibir tipis itu sesekali bergumam kecil sebelum akhirnya mengatup sempurna. Kesederhanaan yang sempurna dari yang maha kuasa. Mata bulan sabit, hidung kecil, dan bibir mungil yang kini sedikit bergetar kedinginan..

Siwon mendekatkan bibirnya, ingin menghangatkannya, berhasrat merasakannya, bibir manis mawar merah beku merekah yang bukan hanya semakin indah. Ada kata di atas kata indah saat mendeskripsikannya dan siwon tak tahu itu.

“tiffany sayang, sudah malam, suruh temanmu itu pulang, di luar dingin”, siwon terjengkat, tiffany terbangun, dan mereka tersadar dalam konteks yang berbeda

“eeuuugghh… “, lengkuh tiffany

Siwon tak mengatakan apapun, wajahnya pusat pasi. Ia bahkan memalingkan mukanya dari tiffany.

“siwon, aku mengantuk sekali”, mawar merah itu menguap lagi. “oh, aku usahakan besok bisa mengunjungi jiwon. Sampaikan salamku untuknya”,

Akhir kalimat itu dihiasi oleh alis tiffany yang terangkat karena dilihatnya wajah sahabatnya itu membeku, matanya tak mampu memandang, keringat dinginnya keluar, dan tiffany menatapnya dengan penuh pertanyaan, “siwon?”

“y-a aku- akan menunggumu besok, aku-aku bisa menjemputmu besok”, jawab siwon terbata

Mata tiffany masih penuh selidik, masih ingin menanyakan kenapa siwon tiba-tiba bertingkah aneh tapi dia mengurungkan niatnya, dia benar-benar mengantuk.

Siwon pamit dengan sebisa mungkin tidak menatap mata tiffany,

Bukankah kau sering mencium wanita siwon, ada apa denganmu, rutuknya dalam hati

Tanpa mereka berdua tahu, di sudut atas rumah besar itu, ada lelaki paruh baya sedang tertawa terpingkal, memegangi perutnya sambil berusaha sebisa mungkin tak terdengar.  Tuan hwang melihat semuanya dan dia sangat menyukai menggoda lelaki muda yang sering ditemuinya itu.

 

@Seoul Hospital

“kau tahu, rekan kerjaku menggosipkanmu”

Setelah semua kisah tentang ‘apa yang kau lakukan hari ini’ telah diceritakan tiffany, termasuk ceritanya tentang penyelidikan terhadap kasus prostitusi dan gantung diri seorang artis terkenal. Tiffany bercerita tentang gosip yang berbedar di kantornya.

Audi hitam siwon memang sangat nyaman, seperti duduk di café sambil menikmati harumnya kepulan kopi latte. Siwon mengemudi sekaligus mendengar setiap cerita tiffany dengan senyuman

“benarkah? apa yang mereka bicarakan? Ketampananku?”, jawab siwon bangga

“bukan. Mereka memperingatiku agar tidak terlalu dekat denganmu”

“what? Waeee?”,  teriak siwon tak terima

“mereka bilang kalau kau playboy”

Oh, itu bukanlah hal yang baru siwon, kau harus tahu diri akan hal itu. ‘choi siwon adalah seorang pemain’, semua orang di dunia media korea pasti mengerti. Siapa yang tidak tahu?

Tiffany hwang, gadis yang sekarang dengan polosnya duduk di samping choi siwon

“katanya aku harus hati-hati karena kau sering memainkan hati wanita”, penjelasan tiffany benar-benar seringan itu hingga siwon tak bisa menimpalinya

“tenang saja, aku sudah bilang pada mereka kalau kita hanya berteman”, imbuhnya cepat. Ia tak mau melihat wajah marah siwon. “Lagipula, aku tak pernah merasa kau menggodaku”, tambah tiffany, diikuti tawa di akhir kalimatnya

Siwon tertegun, tidak pernah menggodanya?lalu semua pesan perhatian dan kunjungan malam itu apa?

“ah, iya, kita berteman”. Suaranya terdengar berat. Entah kenapa siwon merasa jalan malam yang dilaluinya kini semakin gelap dan kemudinya semakin berat..

Kepekaan gadis di sampingnya ini hilang entah kemana. Apa ia tidak merasa perhatian siwon selama ini? apa ia tak pernah sedikitpun tertarik pada siwon yang selalu tertarik padanya? Bagaimana mungkin ada wanita yang tak tertarik padanya? Saking buruknya mood siwon sampai ia tak sengaja memukul kemudinya hingga berbunyi ‘Tak’.

“siwon? kenapa?”, tiffany khawatir, siwon semakin marah

“tidak apa”, jawabnya singkat

Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Tiffany tidak mau mengutik jika memang benar sahabatnya itu sedang marah. Ia memandang kaca jendela, tersenyum cantik memandang kerlap-kerlip gedung seoul di malam hari. Lucu sekali, dia bahkan tak menyadari seseorang disampingnya sesekali memandangnya sebal.

“tiffany”

“hmm?”

“kau pernah jatuh cinta?”

“pernah. Mana mungkin di usiaku aku tak pernah jatuh cinta siwon”, kini tiffany berbalik menatap siwon tak terima

“seperti apa orang yang kau cintai itu?”

Tiffany mulai bercerita, senyumnya mengembang sempurna seperti bunga yang baru mekar di musim semi saat menceritakan cinta pertamanya dan siwon sedikit menyesal mengapa ia menanyakan hal itu, dan menjadi semakin buruklah hari itu.

“dia adalah pemimpin redaksi di majalah sekolahku dulu waktu aku di sekolah menengah atas. Dia tidak terlalu tampan, dia lumayan tinggi, dan lumayan terkenal”, terang tiffany

“penjelasan macam apa itu?”, siwon mengeluh

“lalu kau bersamanya berapa lama? apa saja yang sudah kalian lakukan?”, meski tak menyukai topik itu tapi siwon penasaran

“apa yang sudah kulakukan? ya, pertanyaan macam apa itu?”, tiffany tersinggung

Siwon hanya tidak ingin membayangkan gadis polos seperti tiffany melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh pasangan sekarang. itu membuat hatinya sakit. apa itu salah?

“aku tidak pernah menjadi kekasihnya jadi aku tidak pernah melakukan hal-hal kotor yang sekarang ada di pikiranmu”, tiffany mendorong jari telunjuknya di kepala siwon, mengusir pikiran-pikiran buruk di kepala siwon

“aku tidak memikirkan hal-hal kotor”, sanggah siwon ada senyuman setan di dalamnya, dia lega, gadisnya sepolos yang ada di pikirannya

“laluuuu, kau pernah punya kekasih?”

“tentu saja pernah”

“berapa?”

“satu”, siwon tersenyum lega di dalam hatinya

“Kapan? Berapa lama kalian berhubungan?”

“Saat kuliah dulu”

Syukurlah, siwon lega tapi apa yang diucapkan tiffany setelahnya membuat siwon tertegun.

“mungkin sekitar lima tahunan”

“WHAT?”

“astaga siwon, kau mengagetkanku”, tangan tiffany menutupi kedua telinganya

“lima tahun? wow. Kenapa kau putus dengannya?”

Wajah tiffany berubah, “ada wanita lain”, jelas tiffany singkat

“oh, okee”, meski ikut prihatin, siwon senang tiffany adalah wanita yang setia, lima tahun bukanlah waktu yang pendek dalam sebuah hubungan. Pria itu pastilah pria bodoh karena meninggalkan gadis seperti tiffany

“kau masih mencintainya”, tanya siwon santai, entah kenapa dia menanyakan hal itu, pertanyaan yang akan sangat disesalinya

“entahlah”, hati siwon kembali jatuh, dia seharusnya tak menanyakannya, dan hari itu menjadi jauh lebih buruk

Sesampainya di rumah sakit. Siwon menyuruh tiffany masuk ke kamar jiwon lebih dulu karena ia harus menemui dokter hwang untuk mendiskusikan beberapa hal mengenai penyakit jiwon. Siwon harus kembali bekerja besok dan adiknya belum juga bisa dibawa pulang. hidup memang tidak selalu berjalan seperti yang diinginkan, siwon telah mengetahui konsep itu lama.

“dokter hwang”

“oh, tuan choi, silahkan masuk”

Siwon duduk sambil menunggu dokter hwang memesan dua espresso untuk mereka. Dokter hwangpun akhirnya duduk santai dihadapan siwon, dan memulai pembicaraan mereka.

“jadi, kau akan bekerja lagi besok?”

“ya dokter, aku sudah cukup lama cuti dan aku masih harus membiayai rumah sakit jiwon, kau tahu kan?”, siwon menyandarkan kepalanya pada sofa, kini wajah lelahnya terlihat

“kau tak perlu khawatir, aku akan memberikan perhatian ekstra pada adikmu. Aku juga sudah mengajukan keringanan pada pusat”

“kau sudah terlalu baik padaku dokter”, siwon masih memandang langit-langit

“benarkah? wow”, siwon terkekeh mendengar jawaban dokter hwang

Pintu ruangan itu terbuka dan asisten dokter hwang membawakan dua espresso mereka. Siwon mengangkat kepalanya dari sofa dan meneguk sedikit kopi pahit itu.

“jiwon setidaknya tidak uring-uringan saat kau disampingnya tuan choi. Kau pasti sudah tidak betah juga minggalkan pekerjaanmu itu kan? Aku masih ingat bagaimana usahamu untuk masuk ke perusahaanmu itu. kau ingat? Kau memohon padaku berkali-kali untuk menjaga jiwon dengan ekstra. Aku masih ingat bagaimana wajah innocentmu dulu”, dokter hwang dan siwon terkekeh

“aku tak akan pernah melupakannya dokter dan aku tak menyangka bahwa aku baru mengenal putrimu akhir-akhir ini padahal aku sudah mengenalmu bertahun-tahun”

Bibir dokter hwang merapat, matanya penuh selidik, “kau menyukai putriku tuan choi?”

Bang, rasanya ada peluru yang tiba-tiba tersesat tersarang di tubuh siwon. dokter hwang benar-benar tak tertebak.

“bukan begitu dokter hwang”, siwon memanikan jari-jari tangannya di pahanya sambil berusaha mencari kalimat yang tepat

“siapa yang tidak menyukai wanita cantik seperti tiffany, bukan begitu?”, ia mengambil cangkir espressonya dan menyesapnya dengan sedikit tergesa

“tentu, putriku cantik. Dia mewarisi gen terbaik dari ayahnya yang tampan”

Siwon tersedak dan dokter hwang terpingkal.

Tiffany memasuki ruangan, mendengar tawa riang dan obrolan menyenangkan dari dua wanita siwon, stella dan jiwon

“hi, maaf mengganggu”, sapa tiffany sopan dan ramah

“oh, unnie”, jawab jiwon riang

“tiffany-ssi?”, berbeda dengan stella yang sedikit terkejut melihat tiffany ssi

Tiffany memang jarang hadir dalam ruangan itu dan stella tidak pernah tahu bahwa anak satu-satunya dokter hwang bekerja sebagai wartawan di daily seoul itu mengenal jiwon.

Tiffany kembali bercerita. Setelah ‘cerita di mobil’, judul cerita kali ini adalah ‘cerita di rumah sakit’. untungnya dia bukan satu-satunya pembicara, ada jiwon yang ikut membantu tiffany. membuat cerita mereka semakin menyenangkan dan stella sekarang paham proses perkenalan tiffany dan keluarga choi.

Suasana menjadi semakin menyenangkan karena mereka mengobrolkan banyak hal setelahnya, khususnya stella dan jiwon. Mereka saling menimpali candaan dan tiffany akan ikut tertawa senang mendengarnya, kecuali bagian-

“jadi, stella unnie ini adalah calon kak iparku”, jelas jiwon

Entah mereka membicarakan apa hingga pembicaraan itu mengarah ke sana. Tiffany yang awalnya selalu ikut tersenyum apapun yang dibicarakan mereka tiba-tiba tertegun. Dia hanya bisa tersenyum getir. Ada perasaan tidak enak saat ia mendengar hal itu seolah ada benda jatuh dari jantungnya dan membuat itu terasa sangat kosong dan hampa.

“bukankah aku sudah menjadi kakakmu?”, goda stella

“wow, kalian tampak bahagia”, suara dokter hwang memecah dunia tiffany

dokter hwang nyentrik itu masuk bersama siwon. Stella, jiwon, dan tiffany menoleh dan memberikan senyumannya pada dua lelaki tampan berbeda usia itu. Mereka memberikan ruang untuk dokter hwang memeriksa jiwon.

“jiwon,bagaimana keadaanmu?”

“dia sudah sehat dokter hwang, dia sudah bisa menggodaku”, ucap stella

“iya, dia juga sering menggodaku”, tambah siwon

“unnie, oppa, kalian yang lebih sering menggodaku”,  jiwon tak terima. “dan ya dokter, aku sudah sehat”, ucapnya riang

“sepertinya memang kau akan cepat sehat kalau oppamu menemanimu”, dokter hwang kini yang menggoda

Mereka bercanda dan menggoda jiwon. Suasana tampak ceria meski ada satu manusia dalam ruang itu yang selama waktu ceria, waktu bersama yang menyenangakan itu, tampak murung walau sudah menampakkan senyumnya ketika orang-orang melontarkan candaannya.

Dokter hwang sesekali melihat putrinya, dia tahu ada yang salah dengan tiffany. Begitupun dengan siwon, meski tiffany adalah seorang yang pendiam, dia tidak pernah melihat tiffany tersenyum seberat itu.

“tiffany, aku akan mengantarmu pulang”, ucap siwon saat mereka mau keluar ruangan, siwon harus tahu apa yang terjadi dengan tiffany

“tidak perlu”, jawab tiffany tegas. Ia bahkan langsung memberikan jawaban tanpa memandang siwon. siwon tersentak mendengar jawaban kasar tiffany, bukankah tiffany selalu menjadi gadis manis?

“kenapa? bukankah aku yang menjemputmu?”

“tidak perlu, aku akan pulang dengan appa saja”, tiffany menatap appanya, tiffany tahu appanya bisa diandalkan

“iya siwon, itu akan menghemat waktu, aku sebentar lagi juga akan pulang”, dokter hwang menggiring tiffany keluar ruangan sambil berpamitan dengan siwon

“wae?”, ucap siwon tanpa suara pada tuan hwang, menanyakan apa yang terjadi pada tiffany. tuan hwang sendiri yang tak tahu hanya mengangkat bahunya

Siwon tahu ada yang tidak beres dan ia ingin tahu apa itu? dia khawatir, ingin menghilangkan kasa buram yang menutupi wajah tiffany, ingin sekali menghapuskan semua hal yang membuat hati tiffany buruk, ingin mendekap tubuh yang sepertinya sedang sakit itu.

“oppa..oppaa..oppaaa”, jiwon meneriaki siwon bahkan hingga tiga kali sebelum akhirnya siwon tersadar, tersenyum dan ikut mengobrol bersama stella dan jiwon

@Tiffany’s House

Tiffany hanya memandang kaca jendela mobil appanya selama perjalanan pulang. kerlap-kerlip gedung itu tak lagi indah baginya tapi ia tetap memandangnya.

“putriku, kenapa? hmm? Kenapa kau murung sayang?”

“maaf appa, aku sedang tidak ingin bicara apapun”.

“baiklah”, Dokter hwang mendesah dan mengiyakan

Jika tiffany sudah mengatakan sesuatu, maka ia akan memegang hal itu. jadi percuma mengulik gadis yang sedang suntuk daripada nanti semakin memburuk. Wanita, selalu sulit dipahami dan dimengerti. Dokter hwang pun diam dan tidak bertanya lagi. dia akhirnya bercerita banyak hal menyenangkan yang membuat tiffany tersenyum simpul di akhir ceritanya. Putri kesayangan appa itu tidak mungkin tersenyum dengan cerita-cerita aneh dari seorang dokter hwang.

Sesampainya di rumah, tiffany menyandarkan dirinya di kasur besarnya, berusaha mencerna apa yang terjadi pada dirinya. Kenapa kalimat jiwon membekukan tubuhnya sekaligus menyulutkan api dalam hatinya?

Beep,

{apakah sudah sampai rumah?}, tanya siwon

Tiffany hanya memandangi pesan itu lama. entah apa yang ada di dalam otaknya, ia bhakan tak  mengerti dengan keadaannya

{tiffany? ayo katakan padaku. mengapa kau diam sekali selama di rumah sakit?}

Lagi, tiffany juga hanya memandangnya

Setelah beberapa menit tiffany juga tak membalas, siwon mengirim pesan lagi {aku mohon katakan mengapa kau tidak menjawab pesanku. Apakah aku melakukan hal yang salah?}

Kini tiffany tak hanya memandang, ia berpikir.

Ya, seharusnya ia tidak memperlakukan siwon seperti itu. mengapa ia seperti itu pada siwon? apakah siwon salah?

Siwon tidak salah. Jadi siwon tidak berhak diperlakukan tidak adil seperti ini.

Apakah aku membenci siwon?

Tidak, aku tidak membencinya, aku sahabatnya, aku menyukainya

Menyukainya?Omo, apakah aku mulai mencintainya?

Ehmmm, tiffany berpikir lama. Mungkin

“astaga, apa maksudnya mungkin. Aku mencintainya?”, katanya geram, tiffany mulai frustasi

Tapi apakah itu salah?

Dia playboy dan kau harus menjauhinya, dia menginngat nasehat-neasehat teman kantornya. Stella adalah calon kakak iparku, dia juga mengingat ucapan jiwon. Lau ia kembali melihat layar handphonennya,

Siwon sedang khawatir

Kalau memang tidak mau dikhawatirkan, jangan menunjukkan hal yang membuat orang khawatir. Seharusnya itu mudah kan? Kenapa itu terasa sangat sulit.

Perasaan tiffany sakit, hanya itu yang dirasakannya. Tapi mengapa? Bukankah ia sebenarnya sudah tahu sejak pertama kali bertemu jiwon bahwa stella adalah calon kakak ipar jiwon, calon istri siwon.

Tiffany mengehela nafas sebelum akhirnya mengetik balasan, [aku hanya tidak enak badan siwon ;-)]

Akhirnya tiffany menjawab sebiasa mungkin. Dia tidak ingin dikhawatirkan jadi dia harus mengatakan hal yang membuat siwon tidak khawatir. Emoticon senyum di akhir pesannya ditambahkan untuk mempertegas jawabannya

{sakit? sakit apa? kenapa tidak bilang? Aku sedang menuju rumahmu}

[apa? kau tidak perlu ke rumahku. Kembalilah!]

{aku ada di depan rumahmu}

Oh, Noooo

Tiffany segera bangkit dari kasurnya. Namun, di tengah jalan ia berhenti. Apakah ia siap bertemu siwon? Tapi siwon sudah ada di depan dan akan sangat tidak sopan jika ia tidak menemuinya. Lagipula, ia merindukan siwon dan merindukan saat-saat menghabiskan malam dengan siwon.

Mengapa ini tiba-tiba terasa sangat sulit dan membingungkan? Tiffany akhirnya mau tidak mau melangkahkan kakinya ke pintu rumahnya.

Saat membuka pintu, siwon langsung memeluk tiffany erat, jantung tiffany berdetak hebat, matanya membulat dan tubuhnya kaku.

“aku sangat khawatir. Lain kali jangan membuatku khawatir seperti ini tiffany”, tiffany mengedipkan matanya berkali-kali, berusaha mengontrol jantungnya yang detaknya melaju cepat

“si-siwon”, ia melepaskan pelukan siwon. “aku sudah baik-baik saja”, jawabnya sambil tersenyum, memberikan kesan bahwa dia memang sedang baik-baik saja

Siwon menjawab tiffany juga dengan senyuman. Lelaki itu menggeret tiffany sedangkan tiffany sibuk memperhatikan tangannya yang dipegang erat oleh siwon, jantungnya semakin tak karuan.

Dan malam sifany dimulai.

Tiffany lebih sering memperhatikan wajah siwon malam itu. siwon memang tampan, tinggi, putih, penuh semangat, dan berkharisma. Semua hal yang diinginkan para gadis pada pria. Ehmmm ada banyak hal lagi yang membuat siwon berbeda. Ya, sekarang dia juga sudah menemukan kelembutan mata siwon. kelembutan seorang kakak pada adiknya.

Seperti biasa, siwon menggoda tiffany dengan candaan-candaanya. Bahkan siwon memberikan jaketnya pada tiffany dan memakaikannya. “disini dingin tiffany, kenapa kau sering lupa tak memakai jaket?”

Keberadaan siwon yang kembali berada pada jarak yang dekat itu membuat perasaan tiffany kembali tidak karuan. Tiffany menjauhkan dirinya, “aku harus kembali, ahmm,, besok aku harus menyelesaikan deadline artikelku, aku-aku”

“omo, aku lupa, kau sakit. seharusnya aku tidak menyuruhmu keluar malam hari saat dingin seperti ini”, justru kini siwon yang panik, dia merasa bersalah.

Seandainya saja siwon tahu alasan tiffany panik

siwon menggandeng tiffany masuk ke rumah dan sebelum tiffany menutup pintunya. Siwon kembali memeluk tiffany. .

Besoknya Siwon kembali bekerja dan kembali berkutat dengan semua deadlinennya. Bahkan hingga beberapa hari ia tidak menemui  tiffay dan hanya sedikit waktu untuk menguhubungi tiffany. Di lain pihak tiffany memang berusaha menjauh dari siwon dan ia sangat beruntung siwon tidak menanyakan banyak hal karena ia sibuk dengan pekerjaannya.

Siwon berlari di koridor rumah sakit dengan sekuat tenaga. Wajahnya tampak sangat suram dan tidak ada yang tahu bagaimana keadaan hatinya. Baru saja ia menerima kabar bahwa adik kesayanganna dalam keadaan kritis. Sesampainya di rumah sakit, ia melihat bagaimana dokter memberikan impuls jantung ke dada adiknya dan tak butuh berapa lama dokter hwang dengan berat hati mengatakan bahwa jantung jiwon berhenti berdetak.

Adik kesayangan siwon telah tiada. Choi jiwon telah berjuang bertahun-tahun melawan penyakitnya itu sebelum akhirnya berpulang. Tuhan terlalu menyayangi malaikat kecil itu hingga memanggilnya di usia sangat muda. Tak tega melihatnya selalu berbalut infus dan kerintihan dalam setiap tidurnya.

“no no no no, jiwon, jiwona bangun sayang”

Choi siwon, seorang mahapatih yang selalu mendampingi sang pejuang kini mematung tak percaya sebelum akhirnya menghambur tubuh pahlawan kecil itu. dia memeluk erat tubuh kaku itu, suaranya berat bak seorang pesakitan, dan air matanya  mengalir hebat.

Jiwon, jiwanya, satu-satunya keluarganya, penyemangatnya, meninggalkannya seorang diri menghadapi dunia.

Siwon menangis sekeras-kerasnya dalam diamnya, suaranya bahkan tak keluar saking sakitnya. Dokter hwang dan perawat lain ikut sedih melihat kakak adik itu. Merekalah saksi perjuangan siwon untuk adiknya. Merekalah yang melihat bagaimana siwon membanting tulangnya untuk membayar tiap nafas jiwon. Namun memang seperti yang selalu terjadi, manusia akan selalu kembali padaNya.

Hari itu, Jiwonlah yang kembali padaNya

Stella yang mendengar berita itu langsung berlari ke ruangan jiwon, melihat bagaimana rapuhnya siwon saat itu. tiap langkah saat mendekati jiwon terasa sangat berat. Dia bukan hanya adik seorang choi, tapi juga adik seorang kim, stella kim. Stella tersenyum getir saat jarak semakin dekat, ia memeluk siwon .

“jiwon sudah lama menderita, biarkan dia pergi siwon. Kau hanya akan membuatnya sedih”, stella mennguatkan

Stella benar dan siwon mengiyakan dalam hatinya. Siwon tak mengatakan apapun kecuali menangis. dia tak punya lagi kata-kata. Air matanya cukup. Terasa hilang dan kosong, Itu yang di rasakannya dan itulah dirinya sekarang.

Dokter hwangpun segera menghubungi tiffany. Gadis itu sedang berada di tengah-tengah wawancara eksklusif yang tidak bisa diganggu hingga ia tidak sempat melihat pesan yang masuk. Saat wawancara itu selesai, tiffany  ke kantor dan berusaha secepat yang ia bisa menyelesaikan beritanya dan beranjak ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit tiffany tak menemukan siwon. tentu siwon sudah kembali ke rumahnya. ini sudah hampir seharian sejak jiwon meninggal, harusnya tiffany tahu.

Kau bodoh tiffany

Tiffany segera beranjak ke rumah siwon dan menemukan banyak orang yang telah mengantarkan jiwon ke tempat istirahat terakhirnya. Kebanyakan adalah rekan kerja siwon dan beberapa teman sekolah jiwon.

Siwon terdiam di salah satu sudut rumahnya, ditemani stella di sebelahnya yang hanya duduk diam di samping siwon. lelaki berkharisma itu seolah kehilangan cahayanya. Tiffany tak pernah melihat siwon yang  begitu rapuh seperti itu.

Tiffany mendekat dan memeluk siwon. Sesaat siwon diam dan saat menyadari bahwa itu adalah tiffany, ia membalas pelukan tiffany dengan lebih erat, dengan sangat sangat erat. Air mata lelaki tangguh itu kembali mengalir dalam diamnya. Tiffanypun ikut menangis dalam pelukan itu. Mereka hanya bisa semakin mempererat pelukannya.

Stella telah pergi menjauh dari mereka sejak tiffany memeluk siwon. ia tidak suka melihat hal itu, ia terganggunggu dengan  keberadaan tiffany di samping siwon, dan ia tidak ingin melihat tiffany mendekatinya mantan kekasihnya yang masih dicintainya itu. Stella memberikan ucapan terimakasih pada setiap orang yang datang dan dialah yang selama beberapa jam terakhir mengatur segala hal tentang pemakaman.

“gomawo stella, aku tidak tahu kalau kau tidak ada disini apa yang harus aku lakukan”, ucap siwon lirih

Stella tersenyum dan mengelus pipi siwon. stellalah yang paling tahu bagaimana perjalanan siwon dan jiwon. Tentu ia akan menjadi orang pertama yang akan membantu siwon. Siwon menurunkan tangan stella dan ia memasuki kamarnya dan mengunci pintunya.

Tiffany melihat bagaimana redupnya siwon hari itu. ia hanya bisa berharap bahwa lelaki itu bisa cepat menyembuhkan diri. kehilangan orang yang berharga dalam hidup seperti halnya rumah yang kehilangan pondasinya. Semua seolah runtuh tapi kita semua harus hidup dan orang hidup perlu rumah, membangun kembali rumah yang hancur itu dan Tuhan akan memberikan penyembuhnya.

Siwon bekerja tak kenal berhenti. Dia menjadi mayat hidup yang tak lelah dan tidur. donghae dan beberapa rekan kerjanya ketakutan melihat perubahan siwon. dia hidup hanya karena dia bernyawa. Beritanya selalu menjadi headline yang menghebohkan korea dalam beberapa hari. Jadi siklus hidup siwon adalah bekerja, bekerja, dan bekerja.

Stella berulang kali datang ke rumahnya namun siwon menolaknya. Dia menolak semua orang yang mendekatinya, semua orang yang mengulurkan tangan dan memberikan bahunya untuk siwon. Pernah suatu hari stella datang membawa makanan karena dia mendengar dari appanya kalau siwon terdengar jarang memperhatikan makannya. Namun makanan stella berakhir di tempat sampah karena siwon tidak pernah menyentuhnya. Tak beda jauh dengan stella, tiffany pun ditolak siwon. Hanya satu orang yang tak ditolak siwon, dokter hwang.

“maafkan aku stella”, tolaknya lagi

Stella tersenyum, “aku sudah izin pada appa untuk mengajakmu jalan-jalan hari ini”

“apa? aku harus meliput berita tentang peundingan korut dan korsel hari ini. maaf, aku tidak bisa”

Wajah stella tampak kecewa, dia bahkan mempoutkan bibirnya, dan itu membuat siwon semakin merasa bersalah, “aku sudah mengosongkan jadwal operasiku dan ternyata itu sia-sia”

“apa? kenapa kau melakukan itu?”

“karena aku ingin jalan-jalan denganmu, apalagi”

Siwon menghela nafas, bahkan ia menghembukan nafasnya ke udara. Mana mungkin ia tega menolak ajakan ini, “baiklah”

Selama di amusement park, siwon hanya diam. dia tidak pernah mau ikut naik wahana apapun. setiap melihat wahanan dia akan mengingat bahwa ia tidak pernah mengajak jiwon ke amusement park karena jiwon tidak akan boleh menaiki wahana-wahana yang membahayakan jantungnya. Dia menyesali kenapa ia menerima tawaran stella jika akhirnya dia malah semakin membuat stella kecewa karena ia hanya diam.

Saat ia melihat anak kecil membawa mobil-mobilan berwarna pink, dia mengingat tiffany. apa yang sedang dilakukan gadis itu? tiffany pernah datang sekali dan siwon langsung membentaknya untuk tak datang lagi. tiffany tampak kaget bahkan siwon yakin tubuh kecil itu bergetar mendengar suara tinggi siwon. Dia sendiri tak tahu mengapa kemarahannya ia tumpahkan ke tiffany. dia menyesalinya.

“baiklah kalau kau tidak ingin aku datang sekarang, aku akan datang lagi”

Itulah kalimat terakhir tiffany dan ia belum datang lagi karena ia yakin rubrik entertain sedang sibuk-sibuknya karena kasus bunuh diri dan prostitusi artis yang semakin membludak. Donghae pun semakin jauh darinya karena kesibukannya.

“stella, maafkan aku mengecewakanmu”

“tak apa, yang penting kau keluar dari pekerjaanmu itu dan menghirup udara baru. Lagipula, aku sudah bahagia karena selalu disampingmu”

Siwon tersenyum mendengar candaan stella, gadis ini tak pernah lelah memberikan semangat pada siwon.

“wow, kau tersenyum. sudah lama aku tidak melihatnya”

“terima kasih stella”, ucap siwon dan ia tersenyum, lagi

“sama-sama”

“siwon?”, ucap tiffany saat keluar kantor

“hi, emmm…maafkan aku, aku membentakmu kemarin”,

Tiffany tersenyum, “kau sudah mengingatku? Aku kira hanya kata bekerja yang kau tahu”

“oh?”

“aku tahu bagaimana gilanya kau dengan pekerjaanmu. Aku selalu menanyakan keadaanmu pada donghae. Dia juga mengkhawatirkanmu”

Siwon tidak menyangka teman-temannya yang terlihat tak menghiraukannya itu sangat peduli padanya.

“kau akan mengantarku pulang kan?”, siwon yang terdiam membuat tiffany berinsiatif. Dia tidak ingin siwon pergi begitu saja. dia masih ingin bersama siwon

“dengan senang hati”, jawabnya

Perjalanan pulang bersama dengan siwon adalah hal sangat dirindukan tiffany. meski siwon masih belum bicara banyak, setidaknya melihatnya duduk manis di kursi penngemudi disampingnya cukup membuatnya bahagia.

“ooo, tuan choi. Silahkan masuk”, sapa tuan hwang

Mereka bertiga akhirnya makan bersama. Dokter hwang dan tiffany yang lebih banyak bicara karena siwon hanya akan memberi jawaban dengan singkat setiap pertanyaan dokter hwang. Setelah itu, seperti biasa tiffany dan siwon menghabiskan malamnya dengan duduk di halaman rumah tiffany meski sekarang adalah musim dingin.

Siwon menyadari bahwa ia senang duduk berada di halaman rumah yang luas. Rumahnya adalah apartemen, jadi dia tidak bisa menikmati pemandangan seperti ini. Terlebih, dia tidak mempnyai teman yang bisa diajak duduk di halaman rumah seperti ini. dan siwon juga menyadari bahwa mereka telah lama duduk dalam diam.

“bicaralah”, ucap siwon

“bicara apa? kau yang biasanya bicara banyak”

Siwon tersenyum getir, entah kemana semua inisiatif pembicaraannya. Menguap begitu saja. Bahasa diamlah yang sekarang ada dipikirannya. Akhirnya mereka kembali terduduk dalam diam.

“aaahhh, udaranya dingin sekali ya”

Tiba-tiba tuan hwang duduk di tengah-tengah siwon dan tiffany, membuat dua anak muda itu mengeluh. Namun pria tua itu memberikan mereka cola, tanda permintaan maaf

“gomawo appa”

“sama-sama putriku. Bukankah appamu ini sangat baik?”

Tiffany mengiyakan dan siwon mencibir.

“bagaimana kabar rapat evaluasimu putriku, apa aku harus turun tangan untuk membungkam mulut teman kerjamu itu?”

“appaaa, kenapa appa jahat seperti itu?”

“oh, maafkan aku ptriku, aku hanya kesal tiap kamu cerita rekan kerjamu yang menyebalkan itu”, tuan hwang mengelus rambut putrinya sebagai permintaan maaf telah berkata buruk

Siwon tertawa melihatnya, “tenang saja tiffany, appamu tak akan berani”

“apa? tentu saja aku berani? Mau taruhan?”, dokter hwang tak terima dengan perkataan siwon

“appaaa”, tiffany merajuk

“oh, putriku sayang, aku hanya bercanda. Bagaimana mungkin aku bisa membungkam mulutnya kalau aku tak tahu wajahnya”

Siwon meneguk colanya sebelum ikut bicara, “memangnya siapa sih yang sering kau ceritakan itu? jiyoung, youngbae, atau jangan-jangan si brengsek seunghyun?”

“haaaaaah, aku tak mau cerita lagi kalau seperti ini”, tiffany meneguk colanya dan tak berkomentar apa-apa selagi dokter hwang dan siwon saling menyalahkan

Akhrinya mereka mengobrolkan banyak hal, lebih banyak kepada tuan hwang yang menggoda tiffany. Malam semakin dingin dan mereka berinisiatif masuk rumah. Siwon tahu ini adalah saatnya dia pulang. wajahnya kembali murung, dia belum ingin mengakhiri hari baik ini, belum ingin kembali ke apartemennya, dan membuatnya mengingat jiwon. Dia masih merindukan tiffany, ingin menghabiskan banyak waktu bersama. Ada suatu kenyamanan tak tergambarkan tiap ia dekat dengan keluarga hwang dan siwon sangat menyukai hal itu.

Dokter hwang melihat bagaimana perubahan wajah itu. ia kembali ikut bersedih, siwon sudah seperti sahabatnya. Dia tak ingin melihatnya murung, “tuan choi, kalau kau mau kau bisa tinggal disini”

“nde?”, seru tiffany dan siwon bersamaan

“kau boleh tinggal disini tuan choi”, ucap tuan hwang lagi

“nde?”, ucap siwon lagi, dia masih tak percaya apa ayng di dengarnya

tuan hwang mulai kesal, “aku kasihan padamu, kau tahu? kau menyedihkan. Sepertinya kau sangat senang mengunjungi rumah ini. lagipula aku yakin rumahmu itu berantakan dan tak ada yang mengurusmu. Aku hanya menawarkan saja kalau kau tidak mau kau boleh-“

“aku mau”, jawab siwon langsung

Siwon memang belum bisa melupakan jiwon begitu saja dan tinggal di apartemennya hanya membuatnya semakin menderita. Ada banyak kenangan yang membuatnya selalu mengingat jiwon? Mengapa ia begitu jahat hingga membuat jiwon tidak tenang disana? Ia tahu seharusnya dia tidak boleh seperti itu? tapi ia tidak bisa. Ia selalu memikirkannya jiwon dan akan menangis setelahnya.

Appakah dokter hwang tidak bisa menggunakan kata-kata yang lebih baik dalam mengungkapkan perasaanya, pikir siwon

Appaku orang yang sangat imut dalam mengungkapkan perasaanya, pikir tiffany

Hari bersama tiffany dimulai. Dari sinilah siwon akhirnya mengetahui keseharian gadis polos itu. Tiffany akan bangun sangat pagi dan membersihkan rumah.

“waktunya makan”, seru tuan hwang dari ruang makan

Tiffany dan siwon pun melangkahkan kakinya secepat mungkin ke ruang makan. Memasak adalah tugas dari tuan hwang.

“bagaimana masakanku? Enak?”

“hmmm”, jawab tiffany dan siwon antusias. Mereka terlalu menikmati masakannya hingga tak bisa menjawab tuan hwang

“kau tahu siwon, putriku ini gadis yang buruk. Dia tidak bsia memasak”, ledek tuan hwang

“apaaaa, kau tidak memperbolehkan aku mengerjakan banyak pekerjaan rumah tangga. ini semua salahmu”, tiffany tak terima

Bagaimana appanya bisa meledaknya dengan bahan ledekan seperti itu di depan siwon? itu sangat memalukan

“NO no no, jangan marah putriku. Appa hanya bercanda, putri appa adalah putri paling cantik dan pintar sedunia”

Dia appa yang terlalu memanjakan putrinya, itulah hal yang ada dalam pikiran siwon. Mungkin sifat tiffany yang polos ini juga buah dari dokter hwang yang overprotektif dengan putrinya tersebut. untungnya tiffany tidak menjadi anak manja yang menjengkelkan seperti beberapa anak manja yang pernah dikenal siwon.

Siwon setiap harinya akan bertengkar dengan dokter hwang dan tiffany akan tersenyum melihat dua lelaki yang disayangainya saling adu argumen. Hal buruk adalah ketika tiffany disuruh memilih antara siwon dan appanya yang benar dalam berpendapat.

“emmmm…”, tiffany berpikir, dan itu tidak sebentar

Tiffany akhirnya memilih membela appanya dan siwon akan marah dengan tiffany, tentunya bukan marah yang sebenarnya. Siwon justru menjadi penumpang yang baik karena dia juga akan membantu  dokter hwang mengurus rumah. alhasil, tiffany tidak diijikan melakukan apapun. Tiffany bak putri yang segala apapun yang dibutuhkannya dilayani.

“kalian tahu, kalian tidak perlu seperti ini, aku bisa menyetrika bajuku sendiri”, ucap tiffany saat tuan hwang menyetrika baju tiffany dan siwon sibuk membereskan kamar tiffany

Siwon tak sengaja memegang dua benda yang sesaat kemudian ia tahu benar apa yang dipegangnya. Tiffany yang masih adu argumen dengan tuan hwang tak sengaja melihat refleksi wajah kaget siwon di cermin dan tiffanypun menampakkan wajah kagetnya

“oh my god, andweee”, tiffany segera menarik dalamannya dari tangan siwon dan segera memasukkannya ke lemarinya

Tiffany menutup matanya, ini sangat memalukan.

“sekarang aku mohon kalian berdua keluar dari kamarku”, ucap tiffany tenang, penuh dengan tekanan di setiap katanya

Siwon memutar bola matanya memandang langit-langit dan tuan hwang menatap siwon sebal.

“se-ka-rang”, ucap tiffany lagi

Sayangnya, dua lelaki itu tetap tak beranjak dari kamarnya

“aku mohon appa, siwon, ini memalukan, aku mohon keluarlah dari kamarku”

Jika tiffany sudah merajuk, mereka tak bisa berbuat apa-apa. dua lelaki berbeda usia itu akhirnya melangkahkan kakinya keluar kamar tiffany.

“34b? wow”, ujar siwon lirih

“ya, kau melihatnya? Sangat lucu bukan? Minie mouse”

Tiffany kembali menutup matanya, wajahnya memerah, dan dia memainkan rambutnya dengan frustasi.

Ini benar-benar memalukan

 

Teasers

“kau gila? Kau tahu apa resikonya? Kau-kau bisa saja- diancam, diteror, bahkan  dibunuh, itu –itu terlalu beresiko tiffany”

“aku kan membuatmu menjadi nyonya choi, tiffany choi”, ucap siwon dalam mobilnya. tak lupa senyum kepuasan dan kebahagiaan itu bertengger manis di bibirnya

“harga dirimu akan semakin jatuh jika tiffany benar-benar bersama dengan lelaki itu siwon”, ucap donghae lagi dengan datarnya

“diam kau, aaiiissshhh”, siwon mengangkat tasnya dan beranjak meninggalkan kantor. Donghae hanya memperburuk suasana hatinya

Authors note: terima kasih atas semua komentar  dan sarannya di BTR sebelumnya. aku membalas beberapa komentar dan saran kalian dan aku sangat senang dengan saran-sarannya. Aku berusaha memperbaiki di chapter ini, belum sempurna, tapi aku sangat senang jika kalian memberikanku banyak saran dan komentar lagi.

Btw aku sangat senang banyak diantara kalian yang mengetahui DTK meski sinteron itu telah lama tayang di Indonesia.

Gomawo!!!

44 thoughts on “(AF) Break The Rules Part 2

  1. Sedih jiwon akhirnya meninggal kesian siwon jadi kehilangan semangat hidup..
    Untung ada tiffany sama dr. Hwang
    Lucu banget sih interaksi mereka bertiga, ngakak banget kalo dr.hwang udah kompak sama siwon terus tiffany jadi agak bete gitu😀

  2. Hiks hiks hiks jiwonnya meninggal, kasian siwon jd kesepian. Untung tn hwang ngijinin siwon tinggal di rumahnya. Tn hwang sm siwon iseng banget suka ngisengin tiffany hahahaha

  3. Yahh kenapa jiwon yg ditamatin sih?? Aturan tuh si stella aja ditamatin 😂🔫 biar gk ganggu sifany ✌✌
    Itu jg teaser bikin penasaran, siapa yg dimaksud donghae?? Mantan tipp yg dulu?? Atw temen sekantornya?? Alah makin penasaran eiyy, pokoknya ditunggu nextnya 💪💪 harus cepet, gamau tau 😂😂

  4. Sedihhhh jiwon nyaaa meninggall 😭😭😭
    Tapii seneng pass Appa fanny ngajak siwon buat tinggal brg , apapagi pas siwon megang dlman fanyy ahahah kocak 😆😆😆😆
    Lanjuttt thorr

  5. Aaaa dasar siwon byuntaee bisa2nya itu minnie mouse hahaha pasti fanynya malu bgt itukan privasi. Ditungggguuu chapter berikutnya yaaaa

  6. sedih pas tahu jieon meninggal tpi pas siwon tnggal d rumah tn hwang mereka bikin ketawa dengan keusilan mereka.
    fany pasti malu bgt gahagaga. tn hwang juga jail bgt sich
    ditunggu part selanjutnya

  7. Semangat ya siwon oppa jangan sedih terlalu lama, seneng karna tiffant sellu suport oppa apalagi sekarang tinggal serumah mudah2an jdi tambah deket nantinya😘😘
    Buat dokter Hwang👍👍👍👍

  8. ksian siwon ditnggal ma adik stu2nya…
    pi hikmahnya dia jadi tnggal ma fany…hahha
    lcu bnget liat tntngkah appanya fany…
    sukses sllu buat ane ngekeh tiap bca bgian dia..

  9. Jiwon 😭😭
    Ciee siwon skrg tinggal sm fany, tmbah sweet aja mereka 😊
    Huaa… liat teasernya penasaran bnget lanjutannya!! Ditunggu bnget thor ^^

  10. Siwon terpuruk karena jiwon meninggal sampe sampe ngebentak tiffany ╰_╯
    wahh teasernya udah ada , tapi sepertinya akan ada konflik antara mereka,penasaran banget kelanjutannya next thor

  11. T-T jiwoonnn noooo..
    Yg sabar yaa oppa, tenang oppa msh ada fany kok
    Sifany yg lengket yaa
    Lucu dh kalian apalag dr. Hwang
    Itu teaser’a bkin baper aje
    Btw klo blh ksh saran cara penulisan’a agk di perbaiki lg soal’a pas baca kurang gmn gtu *mian
    Tp gpp crita’a bgus kok
    Next yaa
    Hwaiting!!

  12. Annyeong…
    Jadi bener mengarah ke Raya-Bram ya, aku suka… dulu wktu DTK tayang aku paling setuju Raya jadi sama Bram, sayangnya ga lanjut ya tuh sinetron, seingetku, klo ga salah, hub Raya-Bram masih nggantung gtu…
    Tapi di BTR sifany ga bakal nggantung kan statusnya.
    Jadi maki penasran ma kelanjutannya. Gomawo

  13. pasti siwon sedih bgt ditinggal jiwon,tp untungnya tn.hwang mengajak siwon untuk tinggal bersama supaya siwon tdk merasa sedih n siwon setuju dgn ajakan tn.hwang,kayaknya siwon n tiffany mulai tumbuh benih2 cinta,tp keduanya blm menyadari

  14. nahhh ap saking polosny fany jd gk bsa ngebadain suka am cinta ?
    heuhh tp mgkin klo siwon yg bergerak lbh dlu fany baru nyadar..

    untung ad tuang hwang dg fany. coba klo gk, bakalan sulit hidup siwon stlh dtinggal jiwon.
    next part dtunggu ya

  15. yah jiwooon 😭😭😭 kesian siwon oppa yg sabar ya… ih tapi sifany jadi tinggal serumah nih wkwk, semoga makin lengket yaa^^
    lucu dokter hwang nya bikin ngakakz 😂 oya buat stella, plis dong authornim, jgn dijadiin pengganggunya sifany. kesian dia orang baik. kalo perlu cariin jodoh aja sekalian 😂
    mau nunggu part berikutnya ajalah. semangat ya authornim!!

  16. Ceritanya makin menariikk!! Cpt” deh sifany ungkapin perasaannya satu sm lain. Yg di akhir agk lucu😂 Jiwonnya meninggal jadi kesian sm Siwon😭 tp untung ada Tiffany sm Tuan Hwang. Tulisaannya rapih kok aku suka mudah dimengerti lg walaupun agk berlebihan dr gaya bcra Tuan Hwang tp mungkin itu emg udh karakternya kali yaa. Next sangat ditunggu!!!

  17. suka deh sama ff nya wkwk sifany lucuu banget dr hwang juga lucu ya samalah ama anaknya sama” lucu wkwk btw siwonnya kasian hm tpi untung ada fany yg bisa buat mood siwon balik lagi

  18. Sedih….jiwon meninggal,siwon jadi sedih.untung ada fany yng selalu mendampingi siwon dan membuat siwon tersenyum lagi.bagus ffnya thor.ditggu next partnya thor.keep writing thor.fighting.

  19. yaaahh kasiann jiwonnya meninggal siwon sampe kayak frustasii gtu ya ampunnn, ngakak pas siwon nemuin daleman tiffanyy byuntaee dasarrr siwonnn
    lanjutkan thor fighthingg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s