(AF) We Are In Love Part 4

WE ARE IN LOVE PART 4

CYMERA_20160416_021550

 

Title : We are in Love .

Author : Silvi

Main cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae, Kwon Yuri, and other.

Genree : Romance & Friendship.

Rating : G

Disclaimer :

Ff ini murni hasil dari fikiranku, kesamaan alur dan tokoh cerota merupakan hal yg tidak di sengaja, so dont bashing, dont COPAS and Happy reading.

 

*** we are in love***

Di sudut ruangan Cafe Honey Siwon meneguk Coffee nya dan menghela nafas pelan, dia melirik ke sebuah jam tangan milik nya, dia tersenyum kecut mengingat sudah lebih dari 1 jam Tiffany tidak datang juga namun hal itu tak membuat namja itu langsung pergi membatalkan pertemuan mereka, karena jauh dalam hati Siwon, pria itu masih berharap bahwa Tiffany akan datang menemuinya meski sudah lewat beberapa jm dari jam yg sudah di janjikan.

Taeyeon yg merupakan pemilik Caffe tersebut menghampiri Siwon dengan membawa sepiring kue kering di tanganya tak mau membuat temanya itu terlalu monoton di kursinya karena saat ini Siwon hanya di temani oleh secangkir espresso di depanya.

“ Kenapa ? Apa Tiffany belum datang juga ? “ tanya Taeyeon.

Siwon tersenyum kecil “ Ne … Kau selalu tahu apa yg aku fikirkan … “

Taeyeon terkekeh pelan, dia memandang ke luar jendela mengingat pertemenan Tiffany dan Siwon “ bahkan semua orang tahu apa yg tergambar jelas di kepalamu itu “ ucap Taeyeon sambil menunjuk dahi Siwon.

Siwon hanya tersenyum tipis, mereka pun kembali menyeruput minuman masing masing dan mulai menikmati kue kering buatan Taeyeon.

“ semua orang tahu kau sangat mencintai Tiffany, aku selalu bertanya tanya kalian sungguh sangat kuat terlebih kau Siwon, kau menahan perasaanmu demi persahabatan kalian “ ucap Taeyeon.

“ kau salah, aku bisa saja mengatakan perasaanku pada Tiffany, tapi bagi Tiffany hubungan pertemanan kami sangat berharga di atas segalanya bahkan seorang yg dia cintai sekali pun “ ucap Siwon, namja itu tersenyum kecut mengingat semua itu, sekarang dia harus rela wanita yg di cintai nya bahagia bersama pria pilihanya, karena bagi Siwon Bahagia nya adalah saat melihat Tiffany merasa bahagia, dan kali ini Siwon akan benar benar membiarkan yeoja itu, dia pula tidak akan memaksakan Tiffany untuk menyadari tentang perasaanya pada yeoja itu.

“ sebaik nya kau pulang … Bukankah Tiffany bilang dia tidak bisa datang karena sedang bersama Lee Donghae “ nasehat Taeyeon.

“ aniya …. Kali ini aku menunggu orang lain “

Taeyeon mengernyit pelan, namun sebelum yeoja berambut pendek itu bertanya kembali, sebuah lengkingan suara khas terdengar, taeyeon membalikan tubuhnya dan melihat Yoona yg sedang menghampiri mereka berdua.

“ Taeyeon eonni ….. Kalian sedang mengobrol rupanya, apa setelah fany eonni bersama pria lain sekarang oppa akan berpindah pada temanya “ gurau Yoona.

Siwon terkekeh pelan, adik nya memang bisa merubah suasana hati seseorang.

“ duduklah Choi Yoona “ pinta Siwon, dengan patut Yoona langsung duduk di hadapan oppanya.

“ aku pamit terlebih dahulu ada klien yg harus ku hadapi “ ucap Taeyeon dan beberapa detik kemudian Taeyeon melangkah pergi meninggalkan dua kaka beradik itu.

Yoona menghela nafas, setelah Tiffany menjadi kekasih Lee Donghae sekarang oppanya berubah, Siwon tidak bersemangat seperti dahulu lagi, bahkan yg membuat oppanya menjadi semakin parah adalah hubungan Siwon dan Tiffany yg sedikit merenggang, sekarang Tiffany selalu sibuk dengan kekasih nya Lee Donghae, sehingga membuat Siwon merasa kesepian dan terpuruk karena Tiffany sering mementingkan Lee Donghae di banding hubungan pertemanan mereka.

“ Yoona – ya …. Bagaimana menurut mu jika aku menerima Kwon Yuri ? “ tanya Siwon tiba tiba.

Yoona mengernyit heran, bukankah beberapa hari yg lalu oppanya membawa Yuri ke keluarga mereka dan dia kira bahwa keduanya telah menjalin hubungan.

“ apa maksud oppa, bukankah kalian sudah …. “

“ ani …. Kalian mengira aku kekasih nya, saat itu aku benar bemar hancur, aku datang untuk menjemput Tiffany tapi gadis itu hendak pergi bersama dengan Lee Donghae orang yg sangat ku benci “ ucap Siwon.

“ jadi …. “

“ ya begitulah …. “ucap Siwon.

Yoona hanya menganggukan kepalanya mengerti, jadi keadaanya sekarang semakin sulit, Yoona menatap oppanya iba.

“ apa oppa yakin dengan keputusanmu, jika kau membiarkan Fany eonni, dia tidak akan pernah tahu tentang perasaan mu bahwa oppa mencintai fany eonni “ ucap Yoona.

Siwon tersenyum pahit, lagipula apa yg bisa di lakukanya lagi untuk memberitahu pada Tiffany bahwa dia mencintai gadis itu.

“ Aku bisa menanganinya ….. “ ucap Siwon, kemudian pria itu langsung meneguk Coffe nya dengan cepat.

 

*** We are in love ***

Siwon melangkahkan kakinya menuju ruangan Tuan Kwon ada sesuatu yg harus mereka bicarakan tentang bisnis mereka, langkah tegap pria itu mengundang semua perhatian karyawati Shine Fashion.

Tiffany yg baru datang dari toilet menatap bingung semua pekerja wanita saling berbisik dan memandang kagum ke arah yg berlawanan, Tiffany berjalan mendekat dan melihat sedikit apa yg sedang teman kerja nya itu lakukan.

Dilihat nya Choi Siwon sedang tersenyum manis dan berbincang bincang begitu akarab dengan Yuri, keduanya berjalan bersama menuju ruang kerja Tuan Kwon, Tiffany menatap nanar pemandangan romantis itu, jika di lihat dari jauh seperti ini, Siwon dan Yuri seperti sedang berpacaran saja, tapi Tiffany tidak mau ambil pusing dan terlalu memcampuri urusan asmara Siwon dan kemudian meninggalkan tempat itu.

Siwon membungkukan tubuhnya hormat pada tuan Kwon, pria paruh baya itu tersenyum sumringah melihat seseorang yg sangat di nantikanya dan langsung terbangun dari kursi kerja nya.

“ Ah … Choi Siwon, kau datang dengan tepat “ ujar Tuan Kwon.

Siwon hanya tersenyum mengiyakan.

“ kalau begitu kalian duduklah, kita bisa meminum secangkir teh bersama “ pintanya pada kedua orang itu.

Siwon dan Yuri pun duduk bersama.

“ ku dengar kau membawa putriku makan malam ke rumah mu ? Aku tidak menyangka ternyata kalian lebih akrab dibanding yg ku kira, apa putri ku menyusahkan mu “

“ Appa …. “ rajuk Yuri.

“ omo omo …. Lihatlah baru kali ini dia merajuk seperti ini “ ucap Tuan Kwon, kemudian Siwon dan Tuan Kwon pun hanya terkekeh.

“ Ani, Yuri tidak menyusahkanku, aku mengajak nya makan malam hanya untuk mengenalkanya pada keluargaku “

“ Ne, aku mengerti …. Bukankah kita harus menjalin hubungan yg baik, selama ini kerjasama perusahaan kita berjalan baik berkat kemampuan mu “

Siwon hanya bisa tersenyum mengiyakan, dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi pertemuan ini, meski awal nya dia hanya akan membalas kerja sama perusahaan tapi pada akhir nya dia merasa seperti sedang mengobrol santai secara pribadi.

Tok tok tok ….. suara ketukan pintu ruangan Tuan Kwon membuat tiga orang yg sedang berbincang itu langsung menengokan kepalanya ke arah pintu.

“ Siapa itu … ? “ tanya Taun Kwon pelan, dia pun melangkah ke arah pintu ruang kerja nya dan membukanya, Tuan Kwon tersenyum kecil melihat sosok cantik berdiri di depan pintu ruanganya.

“ Ah .. Pak presdir aku kemari ingin menyerahkan proposal yg kau minta “ ujar Tiffany.

“ oh iya …. Masuklah Tiffany-si, dan tunggu sebentar aku mau ke toilet sebentar “ ujar Tuan Kwon.

Tiffany pun tersenyum kecil dan melangkah kan kakinya masuk ke ruangan tuan Kwon, namun dia langsung menghentikan langkah nya dan terkejut melihat Choi siwon dan Yuri yang sedang duduk berdampingan di sofa.

“ Kau …. “ ucap Tiffany pada Siwon.

Siwon dan Yuri pun sama terkejut nya dengan Tiffany terutama Siwon, namja itu kini gelisah di tempat nya, dia mencoba untuk tersenyum dan alhasil dia hanya bisa tersenyum kecil untuk menyapa Tiffany. Keduanya hanya saling pandang canggung, entah Siwon ataupun Tiffany tidak ada satupun yg membuka suaranya hingga sebuah suara memecahkan suasana kaku itu.

“ Apa yg kau lakukan disini ? “ tanya Yuri.

“ Aku hanya ingin menyerahkan proposal yg pak presdir minta “ ucap Tiffany sambil menunjukan sebuah proposal di tanganya, mata Tiffany tidak pernah lepas menatap Siwon yg duduk dan terus diam, dia begitu penasaran dengan apa yg akan Siwon lakukan.

“ kau bisa menaruh nya di meja nya dan kemudian pergi “ pinta Yuri santai.

“ Aniya, tidak bisa “ ucap Tiffany langsung.

“ apa maksud mu ? “

“ pak presdir memintaku untuk menunggunya apa kau tidak mendengar nya tadi ? “ ucap Tiffany yg tak mau kalah, Yuri mendesah kesal di tempat nya.

“ kau mengganggu saja … “ gerutu Yuri.

Ketiganya kembali terdiam kembali, Tiffany hanya terus berdiri di tempat nya dan sesekali melihat sekeliling ruangan itu untuk menghilangkan rasa jenuh nya, Tiffany melirik ke arah Siwon dan Yuri, dia menatap penuh selidik Yuri dan Siwon kedua orang itu sedari tadi mengobrol tanpa memperdulikanya, Tiffany mencibir pelan melihat tingkah manja Yuri yg sedang merajuk karena tidak mengerti dengan apa yg Siwon jelaskan.

“ ck … Memangnya aku ini apa ? Sebenar nya apa hubungan mereka “ batin Tiffany, dia menghentakan kakinya kecil untuk menghilangkan pegal di kakinya dan melirik kesal kedua orang di depanya, bahkan mereka tidak menyuruh nya duduk sedikitpun dan hal itulah yg sangat membuat nya kesal.

“ ehem …. “ suara deheman Tiffany membuat Siwon tersadar dan menatap gadis itu.

Tiffany balik menatap Siwon “ apa yg sedang kau lakukan disini Siwon-ah ? “ tanya Tiffany kemudian

“ kenapa kau memanggil orang yg lebih tinggi dari mu dengan namanya ? “ tegur Yuri.

“ Aku memanggilnya sebagai teman dekat nya apa tidak boleh ? “ jawab Tiffany tak mau kalah, yeoja ini mendengus sebal melihat tingkah laku atasanya itu.

Sementara Siwon, namja itu hanya bisa diam sembari memperhatikan Tiffany yg tengah di landa perasaan tak karuan, Siwon terus menahan senyum nya untuk tidak terlihat di mata Tiifany, Karena Siwon tahu apa yg sedang di fikirkan yeoja itu sekarang.

“ Aku sudah datang, Tiffany-si kau bisa keluar sekarang, oh ya …. Aku ingin menugaskan mu untuk menangani proyek Yuri “ ujar Tuan Kwon yg baru saja datang.

Tiffany membelalakan matanya menatap Tuan Kwon penuh tanda tanya.

“ Apa maksud mu Pak presdir, bukankah proyek itu sedang di tangani oleh Yuri sajangnim, lalu kenapa aku harus mengambil alih proyek nya, dan lagi pula banyak sekali proyek yg harus ku selesaikan bulan ini “ sanggah Tiffany.

“ putriku tidak bisa melanjutkanya karena akan ada banyak yg harus dia kerjakan juga, lagi pula menangani proyek ini tidaklah repot, kau hanya perlu menjadi pemandu di perusahaan kita di Busan “ ujar Tuan Kwon.

Tiffany meremas rok nya pelan, tugas macam apa ini ? Apa ini tindakan Nepotisme presdir Kwon pada putrinya, ya meskipun proyek itu tidak begitu sulit, tapi siapa yg mau pergi dan tinggal di tempat jauh seperti itu untuk beberapa bulan.

Tiffany hanya menghela nafas nya pelan dan pasrah, yeoja ini melirik kilas Yuri yg sedang terduduk manis menatap nya.

“ baiklah ….. “ ujar Tiffany.

Tuan Kwon mengangguk setuju, begitupun Yuri yeoja itu tersenyum manis penuh kemenangan, rencana nya untuk memisahkan Tiffany dari Siwon berhasil kali ini.

“ kau bisa keluar sekarang “ ujar Tuan Kwon.

Tapi entah kenapa, Tiffany gadis ini hanya terus terdiam di tempat nya sambil terus menatap ketiga orang di hadapanya itu, saat ini dia tidak terfikirkan dengan proyek yg baru saja dia terima tapi justru pemandangan di hadapanya mengganggu fikiran nya.

“ ada urusan pribadi yg akan kami bicarakan, jadi kau bisa pergi sekarang “ ucap Tuan Kwon kedua kalinya.

Tiffany menengokan kepalanya dan menatap presdir nya itu.

“ Pribadi ? Apa ini menyangkut keluarga ? “ tanya Tiffany penasaran.

“ Kenapa kau ingin tahu urusan pribadi kami ? “ tanya Yuri sedikit tak suka.

“ ck …. “ Tiffany mencibir pelan dan kemudian melangkah pergi dengan pelan bahkan sangat pelan, dia terus penasaran apa yg akan mereka bicarakan dengan urusan pribadi yg di maksud.

“ aku senang melihat hubungan putriku dengan mu semakin dekat saja Siwon-si “ ujar Tuan Kwon untuk beberapa kalinya.

“ Ah … Ne ..” jawab Siwon Singkat.

*****

Sementara di tempat lain, Tiffany dengan begitu serius menempelkan telinganya di pintu berwarna cokelat itu, yeoja itu tidak langsung pergi meninggalkan ruangan Tuan Kwon, pembicaraan mereka terus membuat Tiffany penasaran, yeoja itu sangat serius mencoba mendengar pembicaraan dari dalam lewat sebuah pintu yg menghalang nya.

Tiffany mendengus sebal, apa ruangan Tuan Kwon itu kedap suara.

“ Aish ! Apa yg mereka bicarakan …. “ gerutu Tiffany kesal karena sedari tadi tidak ada satu suara pun yg bisa di dengar nya, namun hal itu tak membuat Tiffany menyerah, yeoja itu terus menempelkan telingnya di pintu ruang kerja Tuan Kwon.

“ Tiffany-si …. ? “

Tiffany terlonjak kaget di tempat nya saat sebuah suara terdengar jelas di telinganya.

“ Sekretaris park … “ ucap Tiffany gugup, dia langsung membenahi penampilan nya.

Sekretaris Park menatap Tiffany heran “ apa yg sedang kau lakukan ? “

Tiffany gugup di tempat nya, yeoja itu menjadi salah tingkah seketika, dia tidak tahu apa yg harus dia jawab.

“ Ah … Aku, aku sedang mencari inspirasi untuk membuat rancangan bajuku nanti, Yuri sajangnim menyuruhku untuk mencari sebuah ide dari pintu ruang kerja presdir “ jawab Tiffany beralasan, yeoja itu langsung mengamati dan meraba pintu cokelat itu dengan serius, sementara sekretaris park semakin bingung di buat nya mengenai inspirasi yg Tiffany katakan.

“ Ah … Aku tahu, apa mungkin baju berwarna cokelat dengan tekstur seperti ini pantas untuk rancanganku nanti ? “ tanya Tiffany polos pada sekretaris park.

Tuan park mengernyit kan dahinya semakin heran.

“ mwo ! “ ujar sekretaris park semakin bingung, Tiffany pun langsung meninggalkan tempat itu dengan terus bergumam memikirkan ide rancangan nya itu.

Sekretaris park semakin menatap Tiffany heran dan beberapa detik kemudian dia bergidik ngeri melihat Tiffany, apa Tiffany mulai gila karena begitu banyak proyek yg di tangani Tiffany, fikir sekretaris park dan melangkah pergi.

 

Sementara itu Tiffany langsung membalikan tubuhnya saat mendengar langkah sekretaris park yg menjauh pergi, dia langsung berjalan mengendap endap menghampiri ruangan Tuan Kwon, dia masih penasaran dengan pembicaraan pribadi ketiga orang itu. Tiffany sudah mulai membungkukan tubuhnya untuk menguping lagi namun betapa sial nya dia saat pintu itu terbuka tepat di hadapan wajah nya.

Tiffany langsung membalikan tubuh nya dan berpura pura mencari sesuatu.

“ Aish …. Kemana hilang nya “ gumam Tiffany.

Siwon tersenyum di tempat nya melihat tingkah lucu Tiffany di depanya, dia berdiri di tempatnya dan terus memperhatikan Tiffany

“ Apa yg sedang kau lakukan ? “ tanya Siwon kemudian

“ Aku sedang mencari bros ku yg hilang, aku rasa bros itu jatuh disini “ ucap Tiffany yg masih berpura pura mencari bros nya.

“ benarkah ? “ tanya Siwon lagi, dia tidak percaya dengan yg Tiffany katakan. Sebenar nya Siwon tahu apa yg sedang Tiffany fikirkan sekarang.

Tiffany langsung membalikan tubuh nya dan menatap Siwon, dia melirik sejenak ruangan Tuan Kwon yg sudah tertutup, dan memastikan bahwa anak dan Ayah itu tidak melihat ataupun mendengar mereka.

“ Apa yg telah kalian bicarakan ? Apa benar itu menyangkut hubungan keluarga ? “ tanya Tiffany langsung dan dengan suara yg sangat kecil, yeoja itu langsung bersikap serius dan mengakhiri akting nya karena dia rasa Siwon tahu yg sebenar nya.

Siwon langsung terkekeh di tempat nya, jadi yeoja itu berpura pura mencari bros padahal bukan itu yg Tiffany cari, melainkan pembicaraan pribadi nya dengan Tuan Kwon yg ingin Tiffany cari.

“ kenapa kau baru menanyakan nya sekarang ? Kau pasti sudah sangat penasaran ? “ ucap Siwon sambil tersenyum.

Tiffany langsung melototkan matanya terkejut, dia menatap Siwon tak percaya, apa mungkin dugaanya itu benar nyatanya ? Dan yeoja itu sangat berharap apa yg di fikirkanya itu benar benar tidak terjadi.

“ Mwo ! Jadi … Apa benar kau dan Yuri sajangnim berpacaran ? “ tanya Tiffany penasaran.

“ memangnya apa yg akan kau lakukan jika aku berpacaran dengan nya dan jika aku tidak berpacaran denganya ? “

“ Aish, kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku …. “ jawab Tiffany kesal sementara Siwon terkekeh pelan melihat ekspresi yeoja itu.

Tiffany mendegus pelan melihat Siwon yg sedang terkekeh pelan menertawakanya.

“ jika kalian berpacaran maka aku akan mengucapkan selamat untuk mu, dan jika tidak maka aku masih bisa mengajak mu untuk makan siang bersama karena kalian tidak berpacaran “ jawab Tiffany.

“ kalau begitu aku pilih yg kedua “ ucap Siwon.

“ jadi kalian tidak berpacaran ? “ tanya Tiffany lagi dan kali ini dengan mata yg berbinar.

“ siapa bilang “ ucap Siwon.

“ kenapa kau selalu membuatku bingung “ ucap Tiffany kesal dan melangkah pergi.

Namun Siwon langsung menghentikan langkah Tiffany dan menatap gadis itu.

Tiffany menghela nafas pelan “ Arraseo …. kita akan makan siang dimana ? Kali ini aku yg akan teraktir “ ucap Tiffany dan Siwon pun tersenyum senang.

 

*** We are in love ***

Siwon tersenyum saat seorang pelayan menghidangkan makan siang mereka, dia langsung beralih menatap Tiffany yg sedang menatap keluar jendela, dia pun mengikuti arah pandang Tiffany.

“ Apa yg sedang kau fikirkan ? “ tanya Siwon, Tiffany langsung menatap Siwon dan mulai memegang sendok dan sumpit nya.

“ Aku bertanya sekali lagi, apa kau dan Yuri sajangnim berpacaran ? “ tanya Tiffany.

Siwon menaruh kembali sumpit dan sendok nya dan menatap Tiffany sudah berapa kali yeoja itu terus menanyakan hal yg sama, sampa Siwon benar benar bosan mendengarnya.

“ entahlah, mungkin seperti itu “ jawab Siwon, Tiffany langsung terkulai malas di tempat nya dan menatap sedih Siwon.

“ yaah …. Kenapa harus dia yg kau kencani ? “ tanya Tiffany.

“ memang nya kenapa ? Jadi mulai sekarang kau harus bersikap baik padanya “ ucap Siwon dan mulai memakan makanan nya, Tiffany memanyunkan bibir nya mendengar pernyataan sahabat nya itu. Yeoja itu terus memperhatikan Siwon yg sedang menikmati makan siang mereka, Tiffany menatap sendu wajah tampan di hadapanya dan sedetik kemudian Tiffany tersadar dan langsung menggeleng pelan.

“ perasaan apa ini, maldo andwae …. “ batin Tiffany dan kemudian meneguk jus nya kasar, dia mengatur nafasnya untuk menepis perasaan itu.

“ jadi kalian benar benar berpacaran, padahal aku tidak suka jika Yuri akan menjadi teman ipar ku “ ucap Tiffany sembari memakan makananya.

“ aku juga tidak suka jika lee donghae harus menjadi teman iparku “ ucap Siwon dan menatap Tiffany serius.

Tiffany menyadari tatapan Siwon dan berdeham kecil, yeoja itu menarik nafas pelan “ aku tahu kau rival Lee Donghae sampai sekarang …. Maafkan aku, aku tidak tahu harus bagaimana mengenai kau yg tidak menyukainya sementara aku sebalik nya “ ucap Tiffany.

Siwon tersenyum kecut di tempat dan melanjutkan makananya lagi, sangat sulit untuk membuat Tiffany melupakan Donghae bagi siwon.

“ Asal kau bahagia maka aku akan berusaha bahagia “ ucap Siwon pelan di tengah tengan kunyahanya.

Tiffany menghentikan gerakan tanganya dan menaruh sumpit nya, dia menatap sendu Siwon yg sedang memasukan kimchi kemulut nya.

Siwon yg menyadari sedang di perhatikan Tiffany langsung menatap gadis itu dan cepat cepat menghabiskan kunyahan di mulut nya.

Mereka menghentikan makan mereka sejenak dan saling tatap.

“ Aku akan mencoba bahagia saat temanku bahagia, karena bagiku kau adalah seseorang yg sangat special bagiku “ ucal Siwon tulus.

Tiffany tersentuh di tempat nya, namun entah kenapa ada perasaan yg mengganjal di hatinya, tapu dia tidak tahu perasaan seperti apa itu, tidak mungkin jika dia menginginkan hal yg lebih dari hubungan mereka, dia pun langsung meminum jus nya untuk menutupi ekspresinya.

“ Aku tahu itu  ….. “ ucap Tiffany dan mulai memakan makanan nya lagi.

“ kau akan pergi ke busan ? Berapa lama ? “ tanya Siwon.

Tiffany mengedikan bahunya “ entahlah, sampai proyek ku selesai, akhir akhir ini aku menjadi seseorang yg sangat sibuk dan seperti menjadi seseorang yg sangat berpengaruh di shine fashion “ ucap Tiffany dan terkekeh pelan.

“ kau memang wanita muda yg hebat “ puji Siwon.

“ Bukankah aku sangat hebat, bahkan buktinya mereka mempercayakan semua proyek kepadaku, tapi semua usahaku sia sia, aku hanya seorang karyawan biasa, sepertinya semua usahaku tidak dihargai di perusahaanku “ keluh Tiffany.

“ kenapa kau tidak buka butik sendiri saja, bukankah kau itu designer muda yg terkenal, meski namamu di kenal karena latar belakang Shine fashion tapi bakat mu telah di akui oleh semua orang “ ucap Siwon.

Tiffany terkejut senang dengan gagasan Siwon “ kau benar, setelah semua proyek ku selesai aku akan mengundurkan diri dan membangun sebuah butik yg mewah, apa kau mau membantuku Siwon-ah “ ucap Tiffany sembari menatap Siwon dengan tatapan berbinar binar.

Siwon menatap heran Tiffany, mata Tiffany yg berkilat kilat bahagia itu membuat Siwon takut sekarang “ ada apa dengan matamu itu ? “ tanya Siwon sambil menunjuk wajah Tiffany.

“ bukankah kau adalah teman yg akan selalu membantuku, membuka butik sendiri akan membutuhkan dana yg sangat besar, dan kau tahu kan aku sudah turun jabatan dan gajiku tidak sebesar jabatan ku yg dulu lagi “ ucap Tiffany sambil tersenyum manis.

Siwon terkekeh di tempat melihat tingkah Tiffany “ Aigoo …. Ckckck lihatlah sikapmu sekarang, aku akan sangat merindukanmu nanti “ ucap Siwon

 

*** We are in love ***

2 bulan kemudian …….

 

Tiffany mengangkat panggilan ponselnya dan langsung tertawa pelan saat sebuah suara dari ponselnya terdengar begitu keras.

“ Yak ! Tiffany Hwang …. Kenapa kau baru mengangkat ponselmu eoh ? Apa di sana terlalu sibuk ? Ckckckck kau seharus nya menyempatkan diri untuk mengangkat teleponku, dasar pabo, kau membuatku khawatir saja “ lontaran kasar Taeyeon langsung terdengar jelas dari ponsel Tiffany.

Tiffany hanya tertawa kecil mendengar omelan teman nya itu, sudah 2 bulan lamanya dia meninggalkan Seoul dan menjalankan proyek nya di Busan dan tepat nya di sebuah pedesaan, inilah yg selalu dia lakukan, meski dia tugaskan di daerah kota tapi setiap minggunya dia akan pergi ke desa untuk mencari inspirasi untuk proyek yg ditangani.

“ mian …. Disini jaringan internet nya sangat susah “ ucap Tiffany merasa bersalah.

“ memang nya kau ada dimana eoh ? Aish seharusnya kau mengundurkan diri saja saat kau di beri proyek itu, aku sangat merindukanmu “ ucap Taeyeon dari ponselnya.

Tiffany tersenyum kecil mendengar nya, dia bisa merasakan hal itu, karena dia juga sudah sangat merindukan teman temanya, dan tidak salah juga jika temanya mengomeli nya karena dia jarang memberi kabar atau menghubungi temannya itu.

“ ck …. Apa kau akan terus mengomel seperti ini yeon-ah, bahkan kita baru saja mengobrol “ keluh Tiffany sembari duduk di sebuah bangku di taman.

“ kau tahu, Choi Siwon …. ku dengar dia akan bertunangan dengan Yuri atasan mu itu, aku mengetahuinya dari Yoona “ ucap Taeyeon.

Tiffany langsung terdiam lemas di bangku, dia menatap kosong di depanya, tiba tiba saja dia merindukan sosok Siwon, sudah selama 2 bulan ini dia tidak pernah memberi kabar pada namja itu ataupun menelepon karena biasanya Siwon lah yg akan melakukanya lebih dulu.

Tiffany tersenyum nanar mendengar hal itu “ benarkah, kalau begitu aku akan mengucapkan selamat padanya “ ucap Tiffany lirih

“ aish … Apa otakmu itu masih berfungsi dengan baik, aku kira kau akan bersedih mendengar nya tapi kau malah akan mengucapkan selamat ? Memang benar, Siwon sudah salah mengambil langkah agar kau tahu bahwa dia mencintai mu “ ucap Taeyeon.

Tiffany mengernyitkan dahinya pelan “ Apa maksudmu dia mencintaiku ? “ tanya Tiffany dengan nada serius.

Di tempat nya Taeyeon langsung membekap mulutnya sendiri dan merutuki dirinya, dia menggerutu dalam hati, kenapa dia begitu bodoh mengatakan hal yg sebenar nya, dia benar benar sudah keceplosan berbicara.

Taeyeon membeku tak menjawab dia menatap Jessica di depanya yg sama terkejut nya dengan nya, Jessica langsung menyuruh Taeyeon untuk menutup telepon nya.

“ Fany-ah …. Apa kau mendengarku …. Kenapa kau berbicara tidak jelas, moshi moshi …. “ ucap Taeyeon dan langsung menutup telepon nya.

Jessica langsung menjitak pelan kepala Taeyeon “ pabo, kenapa kau mengatakan nya ? “ ucap Jessica kesal.

“ otokhae …. ? Apa yg harus ku lakukan ? Tiffany pasti sangat terpukul mendengar nya … “ ucap Taeyeon sedih, gadis itu merutuki dirinya dan merasa sangat bersalah.

Jessica mencibir pelan dan memasang wajah khawatir nya kembali, dia menggigit kukunya sambil terus berfikir memikirkan apa reaksi Tiffany saat ini

“ Aku yakin saat ini Tiffany sedang di landa perasaan tak karuan “ gumam Jessica, Taeyeon yg mendengar nya lagi lagi di buat sedih, yeoja yg lebih tua itu semakin menundukan kepalanya ke meja dan terus merutuki kesalahan nya.

 

*** We are in love ***

Gemuruh langkah segerombolan kaki kaki panjang terus terdengar di sebuah lorong yg sepi di belakang pasar Busan, Nafas dua yeoja itu terus tersengal sengal di tengah tengah usaha mereka yg terus berusaha berlari secepat mungkin, Tiffany sudah benar benar kebingungan, dia celingukan ke kanan ke kiri berharap menemukan tempat yg lebih ramai namun nihil sekeliling nya hanya sebuah lorong sepi dan gelap.

Tiffany melirik gadis muda di samping nya dan terus menggenggam tangan itu, langkah kaki pria pria hidung belang itu terdengar kembali, Tiffany menengokan kepalanya dan tanpa berfikir panjang lagi dia langsung berlari menyeret gadis di samping nya untuk terus berlari bersamanya.

Saat dirinya benar benar dalam kesulitan Tiffany hanya pasrah, dia memejamkan matanya dan bersiap berteriak meminta tolong namun terlambat sudah saat sebuah tangan membekap mulutnya kuat dan menyeret dirinya dan gadis muda di samping nya bersamaan.

Tiffany mencoba memberontak untuk melepas bekapan tangan pria di hadapanya, sekuat tenaga dia mencoba untuk melawan namun percuma tenaga nya tak cukup untuk melawan pria di hadapanya.

Pria itu terus mencoba membekap mulut Tiffany untuk tidak menimbulkan suara sedikitpun, setelah suara segerombolan gengster itu tak terdengar lagi pria misterius itu pun membuka bekapan nya dan terduduk lemas.

Tiffany langsung menggunakan kesempatan ini untuk melawan, dia langsung menendang dan memukul pria itu.

Buk buk buk….

“ Yak ! Hentikan ini aku …. “ ucap pria itu dan membalikan tubuhnya untuk menghadap Tiffany, Tiffany langsung menghentikan pukulanya dan menatap lekat mata itu di tengah gelap nya dan sempit nya lorong kecil itu.

Tiffany menghela nafas nya kasar dan membuang tas nya kasar.

“ Kau … ! Kenapa kau mengagetkanku seperti ini Choi Siwon “ bentak Tiffany, Siwon langsung membekap mulut Tiffany kembali karena akan sangat berbahaya jika mereka mendengar lengkingan keras suara Tiffany.

Tiffany langsung menutup mulutnya dan merutuki dirinya.

“ Apa yg kau lakukan disini ? Dan kenapa mereka mengejar mu ? “ tanya Siwon pelan.

Tiffany memukul tanah dengan tasnya dan terisak kecil saat mengingat kejadian yg hampir saja merenggut keperawanan nya dan bahkan nyawanya sehingga membuat Siwon khawatir di buat nya.

“ hiks hiks hiks …. “

“ waeyo … ? Apa kau kesakitan ? Uljima … Jebalyo “ ucap Siwon pelan dia mengelus pelan bahu Tifany memberikan yeoja itu kehangatan dengan membawa yeoja itu kedalam pelukanya dengan lembut, namun Tiffany langsung menepis tubuh Siwon kasar.

“ kenapa kau baru datang eoh ? “ ucap Tiffany kesal di barengi isakan kecil nya.

Siwon mengernyitkan dahinya pelan, apa salah dia ? , bahkan Siwon baru saja datang ke busan untuk urusan bisnis tapi dia langsung disibukan oleh aksi maut nya untuk menyelamatkan Tiffany yg di keja kejar oleh gengster tadi.

“ apa maksudmu ? Aku bahkan baru tiba di busan dan langsung melihatmu di kejar kejar oleh mereka, maka dari itu aku langsung membekap mulut mu dan membawamu kemari “ jelas Siwon.

Tiffany langsung menghentikan isakanya dan menghapus air matanya kasar, dia memperhatikan kesekeliling nya dan mencari gadis muda yg bersama nya tadi.

“ dimana gadis itu ? “ tanya Tiffany yg langsung berdiri dan hendak melangkah.

“ dia bersama Sungmin, tapi …. Kemana mereka ? “ tanya Siwon bingung yg tidak menemukan sosok Sungmin.

“ Aku disini …. “ ucap Sungmin yg baru saja tiba dengan gadis muda yg bersama Tiffany tadi.

Tiffany langsung menghampiri gadis itu “ gwenchana  ? “ tanya Tiffany khawatir.

“ gwenchanayo eonni, terimakasih sudah menolongku “ ucap gadis yg berumur 15 tahun itu.

“ di mana rumah mu, kami akan mengantarmu pulang, tidak baik pulang sendirian setelah kejadin seperti ini “ ucap Tiffany.

“ antarkan aku pulang ke penginapan kecil yg tak jauh dari pasar ini “ ucap gadis itu.

“ ah .. Ne “ ucap Tiffany.

Namun sebelum pergi Siwon langsung memberikan jaket miliknya pada Tiffany.

“ ini, pakailah …. “ ucap Siwon, Tiffany menatap heran jaket itu namun dia langsung tersadar saat melihat kancing bagian atas kemejanya rusak dan terbuka, dia langsung meraih jaket Siwon dan menutupnya.

“ apa kau melihat nya ? “ tanya Tiffany.

“ ck …. Apa sekarang waktu yg tepat untuk membahas hal ini ? “ ucap Siwon sedikit kesal, Tiffany langsung diam dan melangkah membawa gadis itu menuju mobil Siwon yg terpakir tak jauh dari tempat nya.

“ ayo kita pulang …. “ ucap Tiffany kesal dengan gaya bossy nya.

 

*** We are in love ***

Siwon menghentikan mobil nya di depan toko roti dan keluar dari mobil nya, dia memasuki toko roti itu dan beberapa menit kemudian dia keluar dengan kantung besar berisi roti.

“ Sekretaris Lee, tolong kau berikan roti roti ini ke penginapan kecil tadi “ ucap Siwon.

Sungmin mengernyitkan dahinya dan menerima kantong besar itu dengan bingung.

“ Apa kau akan menyuruhku untuk berjalan kaki ke sana ? “ tanya Sungmin.

“ Ne … Tolonglah, aku akan memberimu bonus 10 persen setelah tugas kita selesai, aku sedang tidak ingin di ganggu sekarang “ ucap Siwon sambil menyeringai kecil.

Sungmin langsung mengangguk mengerti, Dia melirik Siwon dan Tiffany bergantian dan kini dia tahu apa yg ada di fikiran Siwon sekarang.

“ Ne … Aku mengerti “ ucap Sungmin pasrah dan melangkah pergi.

“ Aku akan membayar roti roti itu setelah sampai di penginapan ku “ ucap Tiffany pelan setelah Sungmin melangkah pergi

Siwon terkekeh pelan di tempat nya, bahkan setelah kejadian seperti ini yeoja itu masih berfikir tentang hutang nya.

“ Ne … Aku akan menunggunya, kajja kita pulang …. Di mana penginapan mu ? “ tanya Siwon sambil menggengam tangan Tiffany untuk pergi bersama.

 

*** We are in love ***

Tiffany menyalakan lampu penginapan nya dan menyuruh Siwon untuk masuk, sejenak Siwon terkesima dengan tempat tinggal Tiffany, tempat ini sangat kecil namun terlihat rapih dan indah, apalagi kamar Tiffany terletak di atap rumah penginapan.

“ Apa kau nyaman tinggal di tempat kecil seperti ini ? “ tanya Siwon, namja itu terus berjalan pelan menelusuri ruangan yg terbagi tiga itu, satu ruangan yg tergabung antara ruang Tv dan kamar dan sebelah kiri ruangan itu terdapat dapur dan kamar mandi.

“ aku menyukainya, setidaknya aku tidak perlu berjalan jauh untuk pergi ke kamar kecil dan mengambil makanan di dapur “ ucap Tiffany, yeoja itu berjalan menuju kamar mandi dengan handuk yg sudah tegantung di bahunya meninggalkan Siwon yg sedang sibuk melihat lihat seluruh penjuru ruangan itu.

Sambil menunggu Tiffany mandi Siwon terus memperhatikan kamar yeoja itu, dia melihat sebuah foto kecil dan tersenyum lembut, di foto tersebut terdapat Tiffany, Taeyeon, Jessica dan Yoona, mereka terlihat bahagia di foto itu.

Siwon mengambil benda persegi itu dan terus tersenyum memperhatikan senyum Tiffany di foto tersebut, senyum itu terlihat sangat indah dan menenangkan bagi Siwon.

Namun Siwon langsung mengernyitkan dahinya pelan dan melirik ke seluruh ruangan itu, dia heran kenapa semua yg ada disini hanya foto Tiffany dan teman yeoja nya saja, sedangkan dia tidak ada.

Siwon menggerutu sebal, selama ini Tiffany bilang dialah teman yg sangat berharga dalam hidup yeoja itu tapi satu foto dirinya saja tidak ada yg Tiffany pajang untuk kenang kenangan, Namun Siwon langsung terdiam saat dia melihat sebuah foto di nakas meja di dekat ranjang Tiffany.

Dilihatnya sebuah foto dirinya dan Tiffany yg sedang tersenyum bersama saat perayaan wisuda Tiffany. Saat Siwon hendak melangkah mengambil foto itu Tiffany keluar dari kamar mandi hingga membuat Siwon membatalkan niat nya.

“ Apa yg sedang kau lakukan ? “ tanya Tiffany sambil berjalan ke arah Siwon.

“ Aku hanya sedang melihat lihat kamar mu saja, tapi …. Apa hanya foto ini yg kau punya “ ucap Siwon sambil menunjukan foto dirinya dan Tiffany.

“ Ne …. Hanya itu fotomu yg ku punya, semua fotomu sudah ku hapus setelah kau membuatku menangis saat SMA dulu “ ucap Tiffany.

“ Aigoo … Kau jahat sekali “ gumam Siwon.

“ Tapi hanya foto itu yg paling aku suka, aku selalu menaruh foto itu di dekat tempat tidurku agar aku selalu bisa melihat nya “ ucap Tiffany.

“ Wae … ? Apa karena aku tampan makanya kau menaruh nya di dekat tempat tidurmu ? “ ucap Siwon pede.

Tiffany langsung menghentikan gerakanya yg sedang memoles krim wajah dan menatap namja itu.

“ ck …. Aku menaruhnya karena aku akan cepat tertidur saat melihat senyum ku itu, aku tidak menyangka bahwa aku sangat cantik “ ucap Tiffany sambil tersenyum mebayangkan betapa cantiknya senyumnya itu.

Siwon mencibir pelan, namun namja itu langsung tersenyum kecil dan mengiyakan ucapan Tiffany dalam hati.

Rintikan suara hujan pun langsung terdengar jelas di kamar Tiffany, Tiffany menengok sejenak keluar jendela.

“ di luar hujan lebat, bagaimana kau pulang ? Aku bahkan tidak punya payung “ ucap Tiffany khawatir.

Siwon langsung berlari menuju jendela dan menengok keluar jendela, namja itu terkulai sedih.

“ Aish kenapa harus seperti ini, mobilku terparkir jauh dari penginapan mu “ ucap Siwon sedih, namun namja itu langsung tersenyum bahagia saat sebuah ide melintas di benak nya.

“ ah … Aku harus menginap satu malam disini “ ucap Siwon.

Tiffany langsung melototkan matanya terkejut “ mwo !, berdua …. ? Kau dan aku ? Disini ? di Satu kamar ini ? “ ucap Tiffany.

Siwon menganggukan kepalanya mantap “ Ne, kau tidak akan membiarkanku keluar di saat hujan lebat seperti ini kan ?, ingatlah aku telah menyelamatkan nyawamu tadi “ ucap Siwon.

“ jadi kau mengharapkan imbalan ? Aish … Baiklah hanya satu malam dan kita harus di batasi, aku akan tidur di ranjang dan kau tidur di sofa “ ucap Tiffany.

Siwon menganggukan kepalanya mengerti “ Ne …. “

Kruyukruyuk ….. Suara perut Tiffany terdengar jelas di ruangan itu, Siwon terkekeh kecil mendengarnya.

“ Kau pasti lapar sekarang ? Ayo kita membuat makanan dan makan bersama “ ajak Siwon dan melangkah ke dapur, Tiffany mengikuti namja itu dan langsung mendudukan dirinya di bangku sambil memperhatikan Siwon yg sedang mencari bahan Di kulkas.

“ kenapa tidak ada bahan makanan yg cukup untuk di masak ? “ tanya Siwon.

Tiffany mengedikan bahunya “ aku jarang memasak dan hanya akan memakan makanan cepat saji, lagi pula aku belum belanja bahan makanan karena biasanya bibi Nam memberiku makanan “ ucap Tiffany.

Siwon mendengus kesal “ lalu sekarang kita akan makan apa ? Apa kita akan menunggu sampai bibi Nam mu itu mengantarkan makanan untuk mu “ ucap Siwon kesal.

Tiffany menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis “ Aniya …. Aku ingin makan ramen buatanmu, aku punya banyak ramen di sana “ ucap Tiffany sambil menunjuk ke sebuah lemari yg berisi banyak ramen.

“ baiklah, kita akan makan ramen malam ini “ ucap Siwon, namja itu langsung memakai apron pink milik Tiffany dan mulai menyiapkan bahan bahan.

Tiffany tersenyum senang melihat Siwon yg memakai apronya dan sedang mengambil telur di kulkas.

“ kau terlihat tampan memakai apron pink itu “

Siwon menghentikan gerakanya dan tersenyum “ bukankah aku ini calon suami yg baik “ ucap Siwon.

Tiffany tersenyum dan mengangguk mengiyakan “ benar, pasti sangat beruntung calon istrimu nanti “ ucap Tiffany dan kemudian mereka pun tertawa kecil bersama.

Beberapa menit kemudian Siwon pun langsung menghidangkan dua mangkuk ramen untuk nya dan juga Tiffany, Tiffany tersenyum senang melihat ramenya sudah matang.

“ Ayo kita makan … “ ucap Tiffany.

Clep ….. Tiba tiba semua lampu padam dan terlihat gelap gulita.

“ otokhae …. Ada apa ini ? “ ucap Tiffany sedih.

“ Aish … Bahkan kita belum memakan ramen nya sedikit pun “ keluh Siwon, hanya suara mereka saja yg terdengar di ruangan gelap itu, semuanya tidak terlihat sedikitpun karena tiba tiba listrik nya padam.

“ Ah …. Aku lupa, aku belum membeli pulsa listrik bulan ini, aku terlalu sibuk Ah … Otokhae … ? “ ucap Tiffany.

Namun yeoja itu langsung berfikir lain, dan beberapa saat kemudian seluruh ruangan itu pun terlihat terang kembali, Tiffany menyalakan begitu banyak lilin ke seluruh ruangan itu.

Siwon tersenyum melihat Tiffany yg sedang menyalakan lilin di meja makan.

“ kita bisa memakan ramen nya sekarang, bukankah sekarang suasana nya sangat romantis, di luar hujan dan sekarang kita makan malam dengan di terangi lilin lilin di sekitar kita “ ucap Tiffany sembari duduk dan bersiap untuk makan ramen.

Siwon hanya bisa tersenyum menerima semua ini, dia menatap Tiffany lembut, dia tidak menyangka malam ini akan menjadi malam yg sangat romantis seperti ini.

“ kau sangat romantis, calon suami mu pasti sangat beruntung “ ucap Siwon pelan.

Tiffany langsung menghentikan kunyahanya mendegar ucapan Siwon, siapa yg akan menjadi calon suaminya itu, dan satu hal yg terus terfikirkan oleh Tiffany, apakah setelah mereka menikah mereka masih bisa melakukan hal hal seperti ini berdua. Fikir Tiffany. Yeoja itu terus terdiam di tempat nya memikirkan hal itu, dia teringat dengan ucapan Taeyeon yg mengatakan bahwa Siwon akan bertunangan dengan Yuri, tapi pernyataan Taeyeon yg menyatakan bahwa Siwon mencintainya membuat Tiffany semakin bingung.

Tiffany terus terdiam di tempat nya memikirkan hal itu, Siwon yg menyadari ekspresi Tiffany pun menjadi canggung dan ikut terdiam, mereka pun melanjutkan makan malam mereka di tengan tengah keheningan yg mengiring nya.

“ Apa benar kau dan Yuri akan bertunangan ? “ tanya Tiffany memecahkan keheningan yg menyelimuti mereka.

Siwon terdiam di tempat nya, bagaimana Tiffany mengetahui hal itu, tapi saat ini Siwon pun tidak tahu apa yg harus di jawab nya, dia bahkan tidak tahu apa yg harus di lakukanya mengenai pertunanganya itu.

“ entahlah … “

Tiffany tersenyum kecut “ kau selalu membuatku bingung ……. aku selalu berfikir tentang hubungan pertemanan kita, suatu saat kita akan menikah dengan seseorang pilihan kita nanti, dan aku selalu khawatir apakah setelah kita menikah kita bisa melakukan hal hal seperti ini berdua, ataukah kita akan semakin jauh dan bahkan mungkin akan saling melupakan karena kau dan aku akan selalu sibuk dengan pasangan kita nanti “ ucap Tiffany.

Siwon mematung di tempatnya dan menatap lekat manik Tiffany, pria itu tidak tahu harus menjawab apa, mereka saling menatap satu sama lain, dan saat itu mereka saling menyadari ada sebuah kekhawatiran besar dari mata mereka tentang hubungan mereka.

 

*** We are in love ***

Siwon langsung memarkirkan mobil nya di depan kantor cabang Hyundai di Busan, banyak sekali urusan bisnis yg harus di selesaikanya, namja itu membuka mobilnya dan melangkah keluar dia menatap gedung di depanya dan menghela nafas pelan, satu bulan melelahkan akan segera datang menemuinya, dia harus menangani proyek baru Hyundai dan harus memenangkan tender.

“ Pagi Presdir Choi “ ucap Sungmin yg baru saja datang.

Siwon tersenyum membalas “ pagi juga, bagaimana tadi malam ? “ tanya Siwon.

Sungmin mencibir pelan “ seperti yg kau fikirkan, aku kesusahan mencari tumpangan untuk pulang dan berakhir dengan baju basah “ ucap Sungmin.

Siwon terkekeh pelan “ Mian …. Ada yg harus ku lakukan, kau tahu apa itu kan “ ucap Siwon, Sungmin hanya mengangguk paham.

“ Ne, bagaimana tadi malam, apa kalian melakukan hal itu ? “ tanya Sungmin sambil menyeringai menggoda.

“ Mwoya …. ? Hal itu apa maksudmu ? “ tanya Siwon, sebenar nya dia tahu apa yg dimaksud Sungmin, tapi apa dia pantas jika harus memceritakan hal seperti itu, lagi pula bahkan dia tidak pernah melakukan hal itu.

“ kalian berdua, di sebuah rumah hanya berdua, pasti kalian melakukanya kan ? Tinggal satu atap bersama yeoja secantik Tiffany-si pasti sangat menyenangkan, aku tidak percaya jika kalian tidak tergoda untuk melakukanya ? “ ucap Sungmin yg terus menggoda.

“ Yak ! Sejak kapan kau mesum seperti ini, apa kau pernah melakukanya ? Aish …. Aku tidak ingin tertular mesum seperti mu, lagipula kami hanya berteman “ ucap Siwon, kemudian mereka pun berjalan bersama memasuki gedung itu.

“ bukankah kau menyukainya, tapi kenapa kau terus menyembunyikan perasaanmu, jika aku menjadi dirimu aku pasti akan mengatakanya sejak awal “ ucap Sungmin.

Siwon langsung menghentikan langkahnya dan teringat semalam, semalam rasanya dia seperti ingin mati saja, di tengah romantisnya suasana makan malam itu tapi tanpa sengaja mereka membicarakan tentang hubungan pertemanan mereka, saat itu Siwon benar benar ingin mati saja, semalam dia hanya bisa terus terdiam karena tidak bisa membalas setiap pertanyaan Tiffany, dan dia ingat jelas saat Tiffany bilang bahwa Donghae sering datang ke penginapan yeoja itu, di tambah lagi saat Siwon tahu bahwa sudah tersemat cincin manis di jari Tiffany.

Siwon tersenyum kecut mengingat malam itu “ Apa yg akan kau lakukan jika yeoja yg kau cintai hanya menganggap mu sebagai teman “

“ entahlah, aku tidak tahu …. Tapi yg jelas aku akan sangat takut saat kita akan saling menjauh bahkan mungkin jika dia meninggalkan ku “ ucap Sungmin.

Siwon tersenyum kecil dan menepuk bahu sekretaris nya itu “ Kita memang pria bodoh “ ucap Siwon.

Sungmin mencibir dan melangkah lebih awal “ tapi aku bukan si penakut seperti dirimu, meski aku di tolak tapi setidaknya aku sudah menyatakan perasaanku padanya dan aku tidak akan menyerah “ ucap Sungmin.

Siwon langsung mengejar langkah Sungmin “ ah …. Aku salut padamu “ ujar Siwon sembari mengacungkan jempolnya.

 

*** We are in love ***

Tiffany tersenyum kecil saat matanya menangkap sosok yg dirindukanya, namun senyumnya perlahan memudar saat dia teringat dengan rencana pertunangan Siwon setelah proyek namja itu selesai nanti, Tiffany melangkah pelan menghampiri Siwon.

“ Bukanya kau sibuk ? “ tanya Tiffany langsung.

“ Aniya, aku sudah menyelesaikan tugasku untuk hari ini, mau makan siang bersama? “ tawar Siwon.

“ Ne, aku tahu tempat yg enak untuk makan siang bersama “ ucap Tiffany.

Dan disinilah mereka sekarang, Di sebuah restorant di dekat kawasan Gwangbokro Fashion Street , mereka duduk di kursi di dekat pembatas, cuaca yg cerah dan semilir angin terlihat begitu indah.

“ Sebentar lagi proyek ku akan selesai “ ucap Tiffany, kemudian yeoja itu meneguk jus miliknya.

“ benarkah, kenapa cepat sekali ? “ keluh Siwon.

“ Ku dengar tempat wisata di Busan sangat bagus, apa kau mau berkeliling melihat nya bersamaku ? “ tawar Tiffany.

Siwon tetap diam di tempat nya tidak menjawab pertanyaan Tiffany.

“ Kau pasti sangat sibuk … “ ucap Tiffany kecewa.

“ Ani …. Kita bisa menghabiskan satu bulan ini bersama, lagi pula proyek yg kutangani tidak terlalu menyibukan “ ucap Siwon.

Tiffany tersenyum di tempat nya “ Aku rasa dua bulan jarang bertemu membuatku sedikit canggung saat bersamamu, tapi aku akan baik baik saja “ ucap Tiffany dan kemudian yeoja itu memakan makanan nya dengan santai.

 

*** We are in love ***

Siwon dan Tiffany menghentikan langkah nya dan terdiam kaku saat mereka melihat seseorang yg sangat di kenal, mereka terus terdiam di tempat, genggaman tangan Siwon pada tangan Tiffany pun mulai merenggang.

Yeoja itu menatap tajam dua orang yg baru saja datang di depanya, Yuri menatap tajam Siwon dan Tiffany bergantian, sehingga membuat Tiffany tidak enak dan hanya menundukan kepalanya.

“ Apa kau mencoba untuk menusuku dari belakang Tiffany-si ? “ tanya Yuri sinis.

Tiffany hanya diam di tempat nya tidak menjawab apapun, yeoja itu terlalu takut dan bingung.

“ Apa yg kau fikirkan sekarang itu salah Yuri-ah …. “ ucap Siwon mencoba menjelaskan, tapi Yuri tidak peduli dia terus menghujam Tiffany dengan tatapan sinisnya dan mengabaikan Siwon.

“ Aku bertanya pada yeoja yg di sampingmu Oppa “ ucap Yuri, Siwon menghela nafasnya kasar, Yuri sangat keras kepala.

“ Ayo kita pergi “ ucap Siwon dan membawa Yuri untuk mengikutinya tapi Yuri menolaknya dan langsung menghempaskan tanganya.

Dia menghampiri Tiffany dan terus menatap yeoja itu, sehingga mau tak mau Tiffany pun harus mendongakan kepalanya dan balik menatap Yuri.

“ Maafkan aku …. Tapi aku bukanlah yeoja yg akan merusak hubungan orang lain, dan bukankah kau sudah tahu bahwa kami teman dekat sejak kecil, jadi wajar jika kita berjalan bersama ataupun makan siang bersama karena semua orang pun bisa melakukanya “ ucap Tiffany menjelaskan.

Yuri tertawa sinis, dia hendak melawan ucapan Tiffany tapi Tiffany langsung melangkah pergi mengabaikan atasanya.

“ sejak kapan kalian bersama Oppa ? “ tanya Yuri sedikit tidak suka.

“ sejak kami masih kecil “ jawab Siwon.

Yuri mendengus kesal.

“ Apa kau datang kemari hanya untuk membuat suasana seperti ini ? “ tanya Siwon tegas.

Yuri langsung tersadar dan menyesal bagaimanapun juga dia tidak pernah bisa melawan Siwon mengingat bahwa namja itu adalah seseorang yg dicintainya.

“ Ani …. Maafkan aku “ ucap Yuri pelan.

“ Aku sudah melupakanya, dan aku minta lupakan juga kejadian tadi, kami hanya makan siang bersama sebagai seorang sahabat “ ucap Siwon.

 

*** We are in love ***

Tiffany meneguk minumanya dengan sekali minum dan menaruh botol itu kasar, dia menatap kesal kedepan kemudian dia remas botol minuman yg dibawanya dengan penuh emosi.

“ Kau tahu Jessie, dia itu sangat menyebalkan, dia menatapku seperti ingin membunuhku hanya karena melihat aku dan Siwon jalan bersama, bukankah dia sudah gila “ ucap Tiffany kesal di teleponya.

“ Jika dia bukan atasanku, mungkin aku sudah menampar mulutnya dan menjambak rambutnya “ ucap Tiffany sambil menggerakan tanganya memperagakan tindakan yg akan di lakukanya, yeoja itu terus menatap kedepan dengan emosi mengingat pertemuan tadi.

“ ingatlah dia itu kekasih sahabat mu, dan kau juga harus menganggapnya seperti sahabatmu juga, dan hal yg perlu kau tahu dia itu atasanmu juga putri dari pemilik tempat kamu berkerja “ Ucap Jessica.

Tiffany menghela nafasnya kecil dan bersedih “ kau benar … Ah … Kenapa harus seperti ini “ ucap Tiffany sedih.

 

*** We are in love ***

“ Oppa …. Aku sudah menemui eomma mu kemarin, tapi kenapa dia selalu bersikap kaku saat aku berkunjung ke rumah mu “ ucap Yuri.

Mereka sedang berjalan bersama menikmati hembusan angin dan cuaca yg indah sambil berjalan bergandengan tangan di taman.

“ Mungkin kau belum bisa memenangkan hatinya “ ucap Siwon asal.

“ Jinja ? Lalu aku harus bagaimana ? “ keluh Yuri.

Siwon melirik sejenak dan tersenyum kecil.

“ Yoona selalu senang saat aku membawa semua barang barang yg bagus dan mewah, tapi kenapa eommu hanya biasa saja menerimanya “ keluh Yuri.

Siwon menghentikan langkahnya dan menatap Yuri sedikit kesal jadi selama itu Yuri melakukan hal hal seperti itu tanpa sepengetahuan nya “ berhentilah menyuapi mereka dengan hal hal seperti itu, aku sangat tidak menyukainya “ ucap Siwon dengan nada serius, sebenarnya hubungan dia dan Yuri dia lakukan karena terpaksa, Siwon kira dia akan mencintai yeoja itu seiring berjalanya waktu dan bisa melupakan cintanya pada Tiffany tapi dia salah langkah.

“ waeyo ? “ tanya Yuri sedih.

“ entah aku harus mengatakanya padamu dengan bagaimana, aku selalu bingung untuk menjelaskanya …. Aku sangat membenci saat melihat seorang yeoja menangis dan bersedih, prinsipku adalah untuk selalu menjaga dan tidak membuat seorang wanita menangis, dan aku merasa akulah bukan namja yg seperti itu, aku selalu membuatmu bersedih dan menangis karena aku tidak mencintaimu dan aku merasa sangat bersalah …. Tapi buatlah aku agar aku bisa mencintaimu dengan cara yg baik, aku tidak suka jika kau menyuap keluargaku hanya untuk mendapat perhatian dan hati kami “ ucap Siwon dengan nada serius.

Yuri terdiam di tempatnya dan menatap mata Siwon dengan tajam, hatinya terasa begitu sakit setiap kali Siwon mengatakan hal itu, mata yeoja itu kini dipenuhi oleh tumpukan bulir bulir air mata.

“ Aku tahu kau mencintai Tiffany, dan aku sangat berterimakasih padamu karena oppa sudah memberiku kesempatan untuk bisa bersamamu, tapi apakah tidak ada sedikitpun perasaan itu untuk ku, aku selalu berusaha untuk membuatmu mencintaiku, tapi aku selalu tidak bisa dan karena alasan itu juga aku sangat membenci Tiffany yg bisa juga membuat mu membenciku, tapi apa salah jika seorang yeoja tidak menyukai yeoja yg di sukai oleh pria yg dicintainya “ ucap Yuri tegas, dia langsung meninggalkan Siwon dengan airmata yg mengalir dipipinya.

Siwon menghela nafasnya kasar dan menyesali ucapanya, sudah kedua kalinya dia membuat Yuri seperti ini dan itu membuat Siwon merasa tidak enak pada yeoja itu.

 

*** We are in love ***

“ Bibi Nam …. Setelah kau selesaikan jahitanya tolong kau kumpulkan semua bajunya dan berikan padaku “ ucap Tiffany memberi perintah pada Bibi Nam, dia terlihat begitu sibuk memberi arahan pada semua karyawan, sesekali dia memcibir kesal dan memarahi satu karyawan yg begitu malas dan selalu menyantai.

“ Hei … Kau harus menjahitnya seperti ini, mengerti ? “ ucap Tiffany untuk ke tiga kalinya kepada karyawan pemalas tersebut.

“ Ne aku mengerti tapi bisakah kau pergi, kenapa kau selalu mengawasiku ? “ keluh namja yg lebih muda dari Tiffany itu.

Tiffany mendengus kesal dan memukul bahu namja itu kesal “ Aku ini lebih tua dari mu, bahkan aku adalah atasan mu, jadi bisakah kau mendengarkanku “ ucap Tiffany kesal, namja itu hanya diam dan melanjutkan kegiatanya untuk menjahit baju yg di bawanya.

Tiffany melirik kesal dan menghela nafas nya, dia menarik nafas dalam dan memejamkan matanya mencoba menetralisir amarah nya, dia melirik frustasi pada namja itu yg lagi lagi melakukan kesalahan, dengan cepat Tiffany langsung mengambil alih posisi namja muda itu dan mulai melepas jahitanya kembali.

“ lihat dan perhatikan, kau harus menjahitnya seperti ini “ ucap Tiffany, gadis itu mulai menginjak mesin jahit itu dan menjahitnya dengan benar.

“ jika kau terus seperti ini sampai kapan tugas ku selesai dan pulang ? “ ucap Tiffany sembari terus menjahit bajunya.

“ kalau begitu bagus, kau akan tetap tinggal disini “ ucap Namja muda itu dengan pelan.

“ Agashi … Ini baju yg kau minta “ ucap Bibi Nam yg baru datang dan menyerahkan beberapa baju yg sudah di jahitnya kepada Tiffany.

“ Ah … Ne, ayo ikitlah denganku “ pinta Tiffany pada namja muda itu.

“ Kenapa kau terus menyuruhku “ keluh namja muda itu, Bibi Nam yg mendengar ucapan keponakanya langsung memukul anak itu, Sementara namja muda itu meringis kesal.

“ Apa yg kau lakukan Minho-ya …. Cepat dan turutilah, jangan jadi pria yg malas “ ucao Bibi Nam kesal.

“ Baiklah …. “ ucap Namja muda yg bernama Minho itu.

Mereka pun berjalan keluar dari ruang penjahitan dan beralih ke ruang penyablonan.

Tiffany langsung menyiapkan semua alat alat untuk menyetak gambar pada baju yg sudah di jahit itu, sementara Minho hanya terus diam dan memperhatikan atasanya itu dengan tatapan lembut, dia sangat suka membuat tiffany kesal dan terus mengajarinya karena dengan seperti itu dia bisa terus berada di samping Tiffany.

“ Cepatlah kemari dan lakukan, kau pasti bisa melakukanya kan ? “ ucap Tiffany.

“ Kau ini perempuan, tapi kenapa kau ahli dalam melakukan semua pekerjaan ini ? “ tanya Minho dan mulai menyablon bajunya.

“ karna aku ini seorang designer, aku tidak akan kalah dari siapapun “ ucap Tiffany sembari menyipitkan matanya dan mengepalkan tanganya mengingat saat presdir Kwon memberikan proyek ini, kemudian mereka pun terkekeh bersama.

 

*** We are in Love ***

Siwon melangkahkan kakinya memasuki tempat kerja Tiffany, sesekali dia tersenyum untuk menyapa para karyawan di tempat tersebut, bahkan beberapa dari mereka menyambut Siwon dengan hangat meski belum mengenal.

“ Anyeong …. Aku Siwon, apa aku bisa bertemu dengan Tiffany ? “ tanya Siwon, pada salah satu karyawan di situ.

Bibi Nam yg mendengar suara seseorang yg mencari Tiffany pun langsung menghampiri Siwon.

“ Apa kau mencari Tiffany agashi ? “ tanya Bibi Nam.

“ Ne …. Apa dia ada ? “ tanya Siwon ramah, bibi Nam tidak langsung menjawab namun wanita paruh baya itu terlebih dahulu memperhatikan penampilan Siwon dari ujung kaki sampai ujung rambut, Bibi Nam hanya tersenyum kecil melihat penampilan Siwon.

“ Dia ada di dalam, sepertinya dia masih sibuk, tapi sepertinya sebentar lagi pun kami akan sitirahat makan siang “ ucao Bibi Nam.

Siwon hnya mengangguk dan tersenyum kecil, dia mengikuti langkah Bibi Nam sambil membawa sebuah kantong besar di tanganya.

Siwon tersenyum kecil saat melihat Tiffany yg sedang sibuk memberi arahan pada karyawan yg lain, apalagi saat melihat raut kesal Tiffany saat menegur karyawan namja yg lebih muda darinya, Siwon sangat senang bisa melihat ekspresi itu, Tiffany akan terlihat cantik meski sedang kesal, fikir Siwon.

“ Tiffany agashi ada seorang namja tampan yg ingin menemuimu “ ucap Bibi Nam.

Tiffany langsung menghentikan pekerjaan nya dan menengokan tubuhnya, dia langsung bisa melihat siapa yg sedang mencarinya, senyum yeoja itu langsung mengembang saat melihat Siwon yg sedang berdiri menatapnya.

Tiffany langsung menaruh baju yg sedang di bawanya dan menghampiri Siwon, sehingga membuat Minho menghentikan pekerjaanya untuk melihat Tiffany.

“ Siapa pria itu ? “ tanya Minho pada Bibi Nam .

“ Mungkin namja chingunya “ ucap Bibi Nam dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Minho yg sedang tertunduk sedih.

****

“ Kenapa kau datang kemari ? Apa kau tidak sibuk ? “ tanya Tiffany.

Siwon menggelengkan kepalanya dan langsung menunjukan sebuah kantong besar yg berisi roti isi di tanganya.

“ Aku kesini untuk makan siang bersama, kau bisa meenyuruh karyawan lain untuk mengambilnya di mobilku, masih ada banyak di sana “ ucap Siwon.

Tiffany tersenyum bahagia “ jinja …. ? Kau sangat baik “ puji Tiffany, kemudian dia pun melanglah masuk untuk menyuruh karyawan lain untuk mengambil beberapa makan siang di mobil Siwon.

 

*** We are in Love ***

“ Bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini “ tanya Tiffany setelah dia menghabiskan makanan yg ada di mulutnya.

Siwon menghentikan kunyahanya dan menghela nafas pelan “ seperti biasa, aku adalah pria yg sangat sibuk tapi tidak apa apa mengingat posisiku ini jadi aku bisa menyelesaikan perkerjaan ku kapanpun aku mau “ ucap Siwon dan kemudian tersenyum kecil.

Tiffany mencibir pelan dan meminum minumanya, dia menyedot minuman itu dengan sedotan sebelah kanan, karena Siwon hanya membeli satu minuman dan alhasil kini mereka harus meminum minuman di gelas yg sama.

“ Makan siang di tempat ini enak, aku menyukainya, tempat yg bersih dengan pepohonan yg rindang, cuaca yg cerah, suasana yg sepi dan tentunya dengan wanita cantik di sebelah ku “ ucap Siwon.

“ Arra … Tapi … Kenapa kau memintaku makan siang di sini ? “ tanya Tiffany, dia melirik kesekelilingnya yg sepi, mereka kini makan siang di taman belakang kantor Tiffany.

“ bukankah sudah ku bilang aku menyukainya “ ucap Siwon sambil tersenyum menggoda.

Tiffany menatap Siwon heran dan memundurkan posisinya “ apa kau sedang menggodaku ? “ tanya Tiffany.

“ ternyata kau tergoda dengan godaanku ? Ck “ ucap Siwon.

“ aku tidak tergoda, hanya saja sedikit takut “ ucap Tiffany dan kembali memakan roti isi miliknya.

Siwon hanya terkekeh pelan mendengar jawaban yeoja itu dan kembali memakan makanan nya dengan santai, namun berbeda dengan Siwon justru Tiffany memakan makanan nya dengan sangat cepat hingga tanpa Siwon sadari yeoja itu sudah menghabiskan makanan nya lebih dulu.

“ Cepatlah habiskan makanan mu “ pinta Tiffany setelah meminum soda nya.

Siwon menghentikan kunyahanya dan memperhatikan Tiffany yg sedang membenahi penampilanya. Namja itu mengernyitkan dahinya melihat Tiffany yg sudah menghabiskan makanan nya.

“ Kenapa kau cepat sekali menghabiskan makanan mu ? “ tanya Siwon heran.

Tiffany tetap diam dan membersihkan mulutnya dengan tissue.

“ bukankah jam istirahatnya masih lama ? “ tanya Siwon lagi.

“ Aku hanya khawatir jika Yuri datang kesini dan melihat kita berdua “ ucap Tiffany.

Siwon menghela nafasnya pelan “ padahal aku sengaja meleletkan kunyahanku hanya untuk berlama lama dengan mu “ ucap Siwon sedih.

“ kita bisa melakukanya lain kali “ ucap Tiffany dan terbangun dari bangkunya, yeoja itu mengambil ponsel miliknya yg tergeletak di bangku dan siap untuk melangkah, namun Siwon langsung menghentikanya.

“ Kau akan meninggalkanku dan membiarkanku menghabiskan makanan ku sendirian disini ? “ tanya Siwon.

“ Ne …. “ jawab Tiffany dan melangkah pergi.

“ Tunggu “ teriak Siwon pelan, Tiffany langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Siwon.

“ Besok bersiaplah, kita akan pergi ke pasar jalgachi dan memasak bersama, bukankah besok kau libur kerja “ ucap Siwon.

Tiffany tersenyum senang dan menganggukan kepalanya “ Ne … Akan kutunggu “ ucap Tiffany dan melangkah pergi meninggalkan Siwon yg sedang memakan makan siang nya seorang diri.

Siwon terus menatap langkah Tiffany yg pergi menjauh darinya dan menghela nafasnya pelan “ dia gadis yg aneh, tapi aku tetap menyukainya …. Dia langka dan sangat cantik tapi kenapa aku tidak pernah bisa mendapatkanya “ gumam Siwon.

 

*** We are in love ***

Waktu menujukan pukul 20:00 KST beberapa karyawan yg tersisa langsung membenahi barang barang mereka dan pulang bersama.

Tiffany berjalan sendirian di koridor kantor nya, dia menghentikan langkahnya sejenak dan melakukan peregangan pada tubuhnya, kerja lembur seperti ini memang sangat melelahkan, setelah dia selesai melakukan peregangan otot dia pun melangkah kembali namun langkah kecil nya langsung tehenti, dia terlonjak kaget di tempatnya saat tiba tiba saja dia melihat sosok Minho di depanya.

“ Omo ! Aish … Kau membuatku kaget saja “ ucap Tiffany.

“ Noona … Apa aku boleh mengajukan pertanyaan padamu ? “ tanya Minho.

Tiffany mengernyitkan dahinya dan menatap Minho heran.

“ Apa itu ? ….. Tidak, kau tidak boleh mengajukan pertanyaan padaku “ ucap Tiffany dan berjalan pergi sehingga membuat Minho pun berjalan mengikuti yeoja yg lebih tua darinya itu.

“ Waeyo ? “ tanya Minho.

“ Aku yakin pertanyaanmu itu hanya untuk mengejek ku saja “ ucap Tiffany.

“ Memangnya kau tahu apa yg ingin ku tanyakan ? “ tanya Minho, Tiffany langsung menghentikan langkah nya dan menatap Minho penuh selidik.

“ Memangnya apa yg ingin kau tanyakan ? “ ucap Tiffany.

“ Apa tadi siang itu namja chingumu ? “ tanya Minho.

Tiffany terdiam sejenak dan memperhatikan Minho, dia tersenyum di tempatnya “ bukan, memangnya kenapa ? Apa kau cemburu ? “

“ yang benar saja …. “ ucap Minho dan tertawa kaku.

Tiffany mencibir kesal dan melangkah pergi namun Minho menghentikan yeoja itu lagi.

“ Noona … Jadi benar kau belum punya namja Chingu ? “ tanya Minho senang.

“ Aku sudah punya, tapi bukan dia …. Dia juga tampan tapi dia tidak pernah datang kesini, pria yg tadi siang itu hanya temanku “ ucap Tiffany.

“ benarkah, tapi kalian terlihat sangat serasi …. Tapi tetap saja aku tidak menyukainya “ ucap Minho pelan dan mereka pun melanjut melangkah berjalana bersama.

“ Noona bukankah besok libur ? Apa kau punya waktu luang ? “

“ Ani …. Besok aku sibuk jadi jangan menghubungiku, oke ? “ ucap Tiffany sambil tersenyum senang.

“ memangnya kau sibuk kemana ? “ tanya Minho penasaran.

“ Besok aku akan pergi bersama seorang namja “ jawab Tiffany sambil tersenyum jahil.

“ Apa kalian akan pergi berkencan ? “ tanya Minho lagi, namja itu terus berjalan menyeimbangi langkah Tiffany, Tiffany hanya terus tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Minho.

“ Apa benar kau akan kencan ? “ tanya Minho.

Tiffany menghentikan langkahnya dan menyentil dahi Minho sehingga Minho meringis kesakitan dan mengelus dahinya.

“ Kau boleh menganggapnya seperti itu, jadi jangan menggangguku “ ucap Tiffany dan melangkah pergi.

“ Yak ! Noona tunggu …. Kau pasti berbohongkan, kau tidak mungkin berkencan kan ? “ teriak Minho, Tiffany hanya terus diam tak menjawab dan terus melangkah pergi, dia melambaikan tanganya tanda agar Minho diam.

 

*** We are in love ***

Semua orang terlihat sangat sibuk melakukan sebuah negosiasi, ahjuma ahjuma penjual ikan di pasar tersebut terlihat begitu ramah, Tiffany mengernyitkan dahinya dan menatap Siwon penuh tanda tanya, namja itu sedari tadi hanya diam dan menyuruhnya untuk terus menuruti langkah Siwon.

Siwon tersenyum senang melihat ikan ikan segar di hadapanya.

“ hari ini kita akan memasak masakan seafood “ ucap Siwon, namja itu langsung memilih ikan segar yg akan di masak oleh nya dan Tiffany.

Tiffany hanya terus diam dan menatap takut ikan ikan yg masih hidup di depanya, yeoja itu hanya terus diam dan menyerahkan tugas memilih ikan pada Siwon.

“ menurutmu enak yg mana ? Apa kita pilih yg ini ? “ tanya Siwon senang sambil menunjukan ikan yg masih hidup di tanganya.

Tiffany memundurkan tubuhnya menjauh dari Siwon dan menatap takut ikan di tangan Siwon.

“ terserah kau saja, dan aku minta jauhkan ikan itu dariku “ pinta Tiffany dengan raut ketakutanya.

Siwon tersenyum di tempat nya melihat reaksi Tiffany.

“ Ahjuma kita ambil ini “ ucap Siwon pada ahjuma penjual ikan tersebut, setelah mmbayar ikanya mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.

 

*****

Tiffany sibuk memperhatikan benda di depanya dengan bahagia, yeoja itu terus mengabaikan Siwon yg sedang memasak ikan mereka, bahkan Tiffany tidak mau melakukan hal hal yg lainya, dia hanya terus diam, duduk manis di meja makan sambil memperhatikan ikan kecil yg ada di aquarium kecil di depanya.

“ kau bilang kau takut ikan, tapi kenapa kau menerima ikan itu “ ucap Siwon, namja itu terlihat begitu tampan dengan apron pink Tiffany dan pisau yg ada di tanganya.

Tiffany terus diam dan fokus meperhatikan dua ikan hias berwarna merah di depanya, bahkan yeoja itu memasukan tanganya kedalam aquarium kecil itu untuk menyentuh ikan kecil itu.

“ ikan yg kita masak itu terlalu besar dan terlihat menyeramkan, aku tidak mau memegangnya karena ikan itu terus menerus bergerak gerak “ ucap Tiffany yg masih memperhatikan ikan kecil nya.

“ kau sangat lucu ….. “ cibir Siwon.

“ oh …. Ahjuma itu bilang ikan ini jantan dan betina, akan kita beri nama apa ikan ini ? “ Tanya Tiffany antusias.

Siwon menghentikan acara iris mengiris nya dan membalikan tubuhnya menatap Tiffany.

“ bagaimana dengan Siwon dan Tiffany “ usul Siwon asal.

Tiffany mempoutkan bibir nya kesal dan mendengus sebal “ Kau fikir aku ini ikan ? “ ucap Tiffany kesal.

“ kalau begitu Simba dan Mushroom “ usul Siwon lagi, Tiffany terdiam memikirkan usulan Siwon.

“ baiklah, setidaknya itu lebih baik daripada tadi, nama ikan ini adalah Simba dan Mushroom “ ujar Tiffany dan kemudian yeoja itu memberi ikan ikan itu makanan.

“ eoh … Kapan makanan nya matang ? Aku sangat lapar “ ucap yeoja itu lagi, Tiffany merengek seperti anak kecil.

“ hei …. Kita baru saja akan memasak nya, kemarilah dan bantu aku masak agar cepat selesai “ pinta Siwon.

Dengan patut Tiffany langsung berdiri dan memakai apronya, dia menghampiri Siwon dan siap untuk membantu namja itu.

“ pegang ini ? “

“ Yak ! Kenapa kau menyuruhku untuk memegang ikanya “ ucap Tiffany sebal.

Siwon tertawa kecil di tempat nya “ Aniya …. Potong bawang bombai ini “ ucap Siwon lagi.

Dengan setengah hati Tiffany pun melakukanya, dia terima pisau kecil dari Siwon dan mulai memotong bawang bombai nya.

“ Apa besok kau masih sibuk ? “ tanya Siwon du sela sela kegiatan mereka.

“ Aniya …. Tapi besok aku akan sibuk dengan seseorang “ jawab Tiffany.

“ Nugu ? “

“ Tentu saja pria yg sangat kurindukan kedatanganya jadi jangan ganggu kami dengan menghubungiku, oke “

 

*** We are in love ***

Lee Donghae dengan setia terus berdiri di depan pintu penginapan Tiffany menunggu yeoja itu datang, sedari tadi namja itu terus berdiam diri menyenderkan tubuhnya ke tembok sembari terus memperhatikan kesekelilingnya. Sudah hampir setengah jam dia menunggu Tiffany pulang kerja, meski mereka sudah berjanji akan bertemu pada jam 19:00 tapi Donghae ingin lebih dulu datang.

Setelah lama menunggu sebuah suara langkah kakipun terdengar dari tangga dan memunculkan sosok Tiffany yeoja itu terlihat sedikit berantakan karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak memperhatikan penampilanya.

Donghae tersenyum lembut melihat Tiffany, yeoja itu terus berjalan lesu karena belum menyadari kedatanganya.

“ Kau sudah datang “ ucap Donghae mengagetkan Tiffany, yeoja itu sedikit terlonjak dan langsung tersadar dari lamunanya, Tiffany langsung menutup tubuhnya dengan tas kecil nya bahkan yeoja itu menutup wajahnya juga.

“ Kau sudah datang, bukankah kita akan bertemu setengah jam lagi “ ucap Tiffany sambil terus menutup tubuh dan wajahnya.

Donghae tersenyum dan menghampiri Tiffany “ aku hanya ingin datang lebih awal, tapi …. Kenapa kau menutup wajah mu ? “

“ ck … Aku malu, penampilanku sangat berantakan, bahkan aku tidak memakai make up hari ini “

Donghae meringis di tempatnya mendengar pernyataan Tiffany lalu tersenyum lembut “ tidak apa apa, kau masih terlihat cantik meski tanpa make up “

“ jinja ? Kau tidak berbohong ? “

“ Ne … “ jawab Donghae, Tiffany pun langsung menurunkan tanganya dan membuka pintunya.

“ masuklah, rumah ku bersih, aku sudah membereskanya jadi tidak perlu khawatir “ ucap Tiffany, sebelumnya Donghae selalu mengejek dan mengomentari Tiffany soal rumah penginapanya yg selalu berantakan hingga setiap kali mereka berkencan di rumah ini Donghae selalu membatalkanya dan memilih untuk membereskan rumah penginapan tersebut bersama.

“ syukurlah …. Cepatlah mandi dan berdandan yg cantik kita akan pergi “ ucap Donghae namja itu langsung duduk di sofa.

“ pergi ? Kemana kita akan pergi ? “ tanya Tiffany senang juga sedikit heran.

“ tentu saja makan bersama “

“ bukankah kau selalu ingin pergi kencan disini, hanya disini “ ucap Tiffany.

“ eoh … Begitu ya … Baiklah kita akan kencan disini, di tempat yg bersih dan berdua, hanya berdua “ ucap Donghae menggoda bahkan namja itu menekankan kalimat hanya berdua.

Tiffany mencibir pelan “ ck …. Jadi selama ini yg ada di fikiranmu seperti itu ? “

Donghae mengedikan bahunya dan mencopot jacket yg di kenakanya “ Ne … Semua pria selalu memikirkan hal yg sama setiap berdua dengan wanita “ ucap Donghae bercanda, namja itu menaruh jacket miliknya namun sebuah jacket hitam lain mengganggu fikiranya.

“ sepertinya ada orang lain yg pernah datang kemari “ ucap Donghae.

“ Ne … “ jawab Tiffany singkat sambil melangkah pergi ke kamar mandi.

 

****

“ Siapa orang yg pernah datang kemari selain aku ? “ tanya Donghae, mereka kini sedang makan bibimbap di satu mangkuk bersama.

“ Dia teman ku “ jawab Tiffany.

Donghae menghentikan kunyahanya dan membenarkan posisi duduknya menghadap Tiffany.

“ siapa dia ? “ Tanya Donghae lagi.

Tiffany diam di tempatnya dia bingung harus menjawab apa mengingat bahwa Donghae dan Siwon adalah rival sampai sekarang.

“ Apa kau mau minum jus atau wine aku akan mengambilnya “ ucap Tiffany gadis itu bahkan sudah bersiap untuk mengambilnya namun tangan Donghae dengan cepat mencegahnya.

“ jangan mengalihkan pembicaraan Nona Hwang “

Tiffany langsung menghela nafas pasrah “ dia Choi Siwon “ jawab Tiffany pelan dengan nada takut.

Donghae menghela nafas pelan dan memakan bibimbapnya sehingga membuat Tiffany semakin merasa bersalah.

“ kau tidak menyukainya ? Mianhe “ ucap Tiffany pelan.

“ aku memang tidak menyukainya, tapi aku tidak akan melarang nya “

“ wae ? “

“ selama dia adalah orang yg baik dan bisa menjagamu aku tidak akan melarang mu untuk berteman dengan seorang pria “ ucap Donghae tulus.

Tiffany menatap Donghae lembut dan tersenyum “ gomawoyo “ ucap Tiffany.

Donghae menganggukan kepalanya dan tersenyum kecil, namja itu mengelus rambut Tiffany sayang dan kemudian memakan makananya bersama.

 

*** we are in love ***

Pertengahan bulan, Oryukdo Island.

Angin terus berhembus dengan begitu indah dan terus menyanyikan suaranya yg terdengar menggema bersama dengan suara ombak yg menerpa bebatuan, indahnya ombak yg terus menari nari menabrakan dirinya di bebatuan menambah kesan alami.

Tiffany terus memejamkan matanya menikmati keindahan tersebut, menikmati ketenangan dan kenyamanan tempat itu, yeoja itu membuka matanya pelan dan tersenyum.

“ Apa kau menyukainya ? “ tanya namja di sampingnya, mereka duduk berdampingan di bebatuan laut.

Tiffany menolehkan kepalanya dan tersenyum manis menunjukan eyesmile indah miliknya hingga membuat namja di sampingnya ikut tersenyum lembut melihat senyum yg membuat dirinya bahagia.

“ Ne …. Aku tidak menyangka kau akan mengajaku kemari “ ucap Tiffany.

“ eoh …. Apa kau tidak memiliki jadwal hari ini ? Karena kau mengajaku kemari dengan sangat tiba tiba, tapi untunglah karena hari ini aku mengambil cuti “ ucap Tiffany lagi.

“ Arra … Aku tahu kau ambil cuti hari ini karena itu pula aku mengajakmu pergi kesini, aku langsung membatalkan jadwalku dan pergi kemari, karena ku rasa kau akan sibuk nantinya “ ucap Siwon.

“ jadi kau membatalkan semua kegiatan di kantor mu ? “ tanya Tiffany tak percaya.

“ Ani …. Sungmin yg menggantikanku, lagi pula hari ini aku hanya bertugas untuk menengok cabang hyundai di Busan “

Tiffany mencibir pelan mengetahui sikap Siwon, namja itu terkadang menyepelekan pekerjaan dan selalu melemparkanya pada sekretaris nya “ Ck … Kau harus berterima kasih pada Sungmin karena dia sering menggantikanmu “

“ Ne … Aku berhutang banyak padanya “ ucap Siwon dan tersenyum.

Mereka pun kembali terdiam sibuk dengan masing masing untuk menikmati keindahan laut tersebut. Tiffany terus mendongakan kepalanya ke atas menatap kemilauan bintang yg begitu gemerlapan di langit yang luas itu.

“ bintangnya sangat cantik, aku sangat menyukainya “ ucap Tiffany senang.

Siwon menatap bintang bintang itu dan tersenyum lembut “ Ne … sangat cantik “

“ Apa menurutmu aku secantik bintang itu ? “

Siwon tertawa kecil dan menatap Tiffany dengan senyum lembutnya, dia menatap Tiffany dan terus memperhatikan Tiffany yg terlihat cantik dengan sweater putih yg di padukan dengan rok berwarna hitam dan rambut panjangnya yg di urai dengan jepit rambut yg cantik, sementara yeoja itu hanya diam menatap Siwon dan menunggu jawaban dari namja itu.

“ menurutku bintangku yg lebih cantik “ ucap Siwon.

“ bukankah kau selalu mengatakan bahwa aku cantik “ sanggah Tiffany tak terima.

“ Aku melakukanya hanya untuk membuatmu senang, saat itu kau terus menerus terpuruk karena karier mu “ ucap Siwon.

Tiffany melirik Siwon kesal dan membuang mukanya menatap depan “ jadi seperti itu, aku memang tidak pernah beruntung “ ucap Tiffany.

“ Bintangnya jatuh, cepat buatlah permohonan mu “ ucap Siwon sambil menunjuk ke arah langit.

Tiffany mengikuti arah jari Siwon dan bersorak senang “ Aku sudah melakukanya, bagaimana dengan permohonan mu ? “

Siwon mengernyitkan dahinya “ sudah … Kapan kau memohon ? “

“ Aku sudah mengatakanya dalam hati “

“ tapi kau harus memohon sambil menutup matamu “ ucap Siwon.

Tiffany tertawa pelan “ kalau begitu ayo kita buat sebuah permohonan bersama “ ucap Tiffany.

Mereka pun bersama sama memejamkan mata mereka dan membuat permohonan bersama.

“ Apa permohonan mu ?  “ tanya Siwon.

Sejenak Tiffany terdiam dan menatap Siwon dalam “ Aku selalu berharap tentang hubungan kita, aku ingin tetap bisa bersamamu dan melakukan hal hal ini bersamamu “

Siwon tersenyum kecil mendengarnya, dalam hati dia bersyukur wanita itu selalu memikirkan hubungan mereka.

“ Apa permohonanmu ? “ tanya Tiffany balik.

Siwon langsung terdiam di tempatnya dan menoleh ke arah Tiffany, menatap gadis itu dengan tatapan yg tak dapat diartikan, rasanya bibir dan hatinya sangat sulit untuk mengatakan permohonan nya itu, dan dia hanya terus berifikir apakah permohonanya pantas untuk di katakan pada yeoja itu, bahkan Siwon pun tidak tahu selanjutnya.

“ Aku hanya ingin bahagia “ ucap Siwon singkat dan dengan serius.

“ semua orang menginginkan hal yg sama Siwon-ah “ ucap Tiffany, gadis itu melepas pandanganya dan menatap Bintang-bintang itu dengan bahagia.

“ permintaanku hanya ada satu dan untuk selamanya, tapi aku selalu berfikir pantaskah aku memintanya, aku hanya ingin hidup bahagia bersamanya, terus menggenggam tanganya dan ingin terus memeluknya, karena aku adalah pria yg bodoh yang tidak bisa memeluknya dan  menggenggam tanganya dengan erat dan lebih lama lagi “ batin Siwon sembari terus menatap nanar Tiffany di sampingnya.

 

*** We are in love ***

1, December ( Rumah penginapan Tiffany )

Musim telah berganti dan siang pun menjadi malam, di tengah gelap nya rumah kecil diatas atap itu seorang namja dengan setia duduk di sebuah pan menunggu kedatangan seseorang yg sangat dirindukanya, sudah begitu lama mereka tidak saling jumpa dan berbincang bersama karena kesibukan masing masing.

Siwon terus setia duduk di pan menunggu kedatangan Tiffany, dia melirik jam tanganya dan tersenyum kecil, seharusnya yeoja itu sudah datang lima belas menit yg lalu tapi nyatanya yeoja itu belum muncul sedikitpun, Siwon hanya bisa diam dan terus menunggu, ini adalah hari terakhir mereka berada Di Busan.

Tepat nya hari ini Tiffany dan Siwon sudah menyelesaikan proyek mereka, dan malam ini Siwon ingin merayakan keberhasilan atas proyek mereka bersama, berkali kali namja itu bangun dari duduknya dan menengok ke bawah untuk memastikan kedatangan Tiffany namun yeoja itu belum muncul juga, hingga waktu sudah berlalu dengan cepat dan hampir menunjukan pukul 20:00, Siwon berdiri dari tempatnya hendak pergi dari tempat itu namun sosok cantik bertubuh kurus itu datang di tengah gelapnya pencahayaan rumah itu.

Siwon menyunggingkan bibirnya tersenyum lembut melihat Tiffany datang.

Tiffany mendongkan kepalanya saat matanya menangkap sebuah kaki di depanya “ Kau, kapan kau kemari ? “ tanya Tiffany.

“ sejak tadi, aku menunggumu sudah sangat lama “

“ seharusnya kau menghubungiku dulu, aku sangat sibuk dengan pesta keberhasilan proyek ku “ ucap Tiffany dan tersenyum senang mengingat pesta kecil tadi yg di rayakan di rumah bibi Nam dengan beberapa karyawan lain.

“ Aku tidak ingin mengganggumu “ jawab Siwon singkat.

Tiffany hanya menganggukan kepalanya mengerti, namun yeoja itu mengernyit heran saat melihat sebuah plastik di tangan Siwon.

“ Apa itu ? “

“ Ah … Bukankah hari ini hari terakhir kita, mari kita rayakan bersama sama, aku sudah membawa satu botol wine kesukaanmu dan juga kembang api “ ucap Siwon senang sambil menunjukan benda tersebut pada Tiffany.

Tiffany bersorak ria di tempatnya dan menatap Siwon bahagia, dia langsung mengambil kunci rumah penginapanya dengan cepat dan membuka kunci rumahnya.

“ kalau begitu aku akan berdandan cantik malam ini, kita rayakan pesta ini bersama “ ucap Tiffany sebelum membuka pintunya,dan kemudian yeoja itu langsung berlari memasuki rumahnya untuk bersiap.

Siwon hanya tertawa kecil melihat sikap Tiffany

 

Setelah beberapa menit kemudian , Tiffany keluar dari rumah penginapanya dan berjalan ke arah Siwon yg sudah duduk di atas pan, di sana sudah terdapat meja kecil, dua buah gelas, satu botol wine, dan dua mangkuk deoboki pedas kesukaan Tiffany juga beberapa lilin yg menyala di samping pan.

Siwon menengokan kepalanya, namja itu terdiam di tempatnya melihat Tiffany yg berjalan ke arahnya, yeoja itu berpenampilan cantik dengan dress putih dan rambut hitam ikal yg di urai, namun yg membuat Siwon heran adalah penampilan Tiffany yg tanpa sebuah alas kaki, yeoja itu berjalan tanpa sandal ?.

“ Bagaimana penampilanku, kau menyukainya ? “ tanya Tiffany sembari memutar tubuhnya untuk memperlihatkan penampilanya pada Siwon.

“ Kau terlihat …… Seperti hantu perawan “ jawab Siwon pelan, Tiffany langsung menurunkan sunggingan manis di bibirnya saat mendengar jawaban Siwon, dan menatap Siwon datar, hingga kemudian dia langsung lari meninggalkan Siwon.

Siwon melongo di tempatnya melihat Tiffany pergi begitu saja namun namja itu tertawa kecil kemudian.

 

Tiffany langsung mendudukan dirinya di depan Siwon dengan wajah yg sedikit kesal mengingat jawaban Siwon tadi, yeoja itu hanya diam meski Siwon sudah menuangkan Wine di gelasnya.

“ Kenapa kau menguncir rambut mu “ tanya Siwon sambil menunjuk ke kepala Tiffany.

Tiffany mendengus pelan dan meniup poninya “ agar aku tidak terlihat seperti hantu perawan, kau puas “

Siwon tersenyum di tempatnya.

“ apa dress putih yg ku pakai ini membuatku terlihat seperti hantu ? “ tanya Tiffany.

“ Ani, tapi kau lah yg membuat dirimu terlihat seperti hantu, rambut hitam panjang mu yg kau urai dan kaki mu “ ucap Siwon namja itu menunjuk ke arah kaki Tiffany yg tak memakai apapun.

“ Aku melakukanya agar aku terlihat cantik seperti seorang malaikat, kau lihat …. Cahaya rembulan malam ini sangat terang, jika aku berpenampilan seperti ini kufikir Choi Siwon akan terpaku melihatku seperti melihat seorang malaikat “ ucap Tiffany dengan mulut yg penuh dengan deobokki.

Siwon tertawa mendengar penyataan Tiffany, sementara Tiffany hanya diam tak menghiraukan Siwon, dia turun dari pan dan berdiri bersandar di pembatas, dia menatap lembut langit malam yg terlihat cantik itu.

Siwon menuruti langkah gadis itu dan ikut menatap langit.

“ langitnya sangat indah, di Seoul aku tidak bisa melihat bintang seperti ini, karena di sana di penuhi oleh terangnya lampu lampu kota, apa kita bisa datang ke Busan lagi ? “ tanya Tiffany.

Siwon terdiam di tempatnya mendengar pertanyaan Tiffany “ Ne, kita akan kesini lagi berdua, hanya berdua “ jawab Siwon sambil menatap lekat mata Tiffany.

Tiffany terdiam mendengar jawaban Siwon, dia menengokan kepalanya dan menatap namja itu, kekhawatiran itu datang lagi, kekhwatiranya tentang hubungan mereka, Apa benar janji itu bisa terwujud, bahkan Tiffany tidak yakin itu, namun saat melihat tatapan itu Tiffany merasa nyaman dan yakin, diapun tersenyum lembut “ Kau janji ? Kau harus menepatinya “ ucap Tiffany pelan dan tersenyum kecil.

“ ku dengar kau akan pergi ke Macau dan setelah itu ….. “ Tiffany menggantung kalimatnya, dia terus menatap mata Siwon, sangat sulit untuk melanjutkan kalimatnya itu, entah kenapa sekarang dia seperti merasa akan kehilangan Siwon, mengingat mereka sudah memiliki pasangan masing masing selalu membuat Tiffany takut.

“ setelah itu kau akan bertunangan “ lanjut Tiffany pelan, dia menundukan wajahnya dan memutar gelas nya, dia terus menunduk menyembunyikan kekhawatiranya dari Siwon.

Siwon terdiam sejenak “ Ne …. “ ucap Siwon pelan.

Tiffany tersenyum kecut mendengarnya, dia teguk wine di gelasnya dengan sekali minum, bahkan yeoja itu menuangnya lagi dan meminum setengah nya, rasanya semua hati dan fikiranya tak karuan setelah mendengar jawaban Siwon.

“ Sekarang aku merasa takut “ ucap Tiffany pelan, dia terus menatap langit tanpa mau melihat Siwon di sampingnya, dia takut jika Siwon akan menjawab setiap perkataanya dengan jawaban yg tidak pernah dia inginkan.

“ Aku takut kau tidak bisa menepati janjimu tadi, aku takut …. Kita tidak bisa bersama seperti ini lagi, setelah kau bertunangan kau pasti akan sibuk, kau sibuk dengan pekerjaanmu dan bahkan mungkin persiapan pernikahanmu “ ucap Tiffany pelan, dia terus mengatakan semua yg di rasakan sambil sesekali meminum wine nya terus menerus, dia terus mengucapkan semuanya dan tidak mau menatap Siwon.

Siwon hanya terus diam di tempatnya mendengarkan semua ucapan Tiffany, dia tidak bisa membalas apapun dari perkataan Tiffany, dia hanya terus menerus menatap Tiffany dengan tatapan yg tidak dapat di artikan.

Karena tak ada balasan apapun dari mulut Siwon Tiffanypun menghadapkan tubuhnya menatap Siwon yg hanya terus terdiam menatap Tiffany sehingga membuat Tiffany merasa tidak nyaman dan sedikit canggung.

“ Kenapa kau hanya diam dan menatapku seperti itu ? “

Tidak ada jawaban Siwon terus diam, Siwon memdesah dalam hati, ingin rasanya bibirnya itu mengatkan apa yg ingin di katakan oleh hatinya, tapi akal fikiranya selalu menolaknya, dia hanya takut …. Takut kehilangan yeoja itu setelah mengatakanya. Apa mungkin Tiffany akan bahagia jika dia mengatakan perasaanya, apa mungkin yeoja itu bisa melepas Lee Donghae demi dirinya, Siwon tidak mau mengatakan apapun karena di tahu apa yg akan terjadi selanjutnya jika dia mengatakanya.

“ Mari kita membuat janji untuk datang kesini lagi, kita akan tetap melakukan hal hal seperti biasa hanya berdua “ Ucap Tiffany.

Siwon tersenyum kecil mendengar ucapan yeoja itu “ Ne … Aku akan menepati nya “

Tiffany tersenyum kecil, dia kembali meminum wine nya dan menghabiskanya.

“ Wine nya sangat enak, kau tidak menghabiskanya …. “ ucap Tiffany, dia menyodorkan wine miliknya ke arah Siwon agar pria itu tergoda dan meminumnya, namun Siwon hanya terus diam dan menatap Tiffany dengan sendu.

“ Aku ….. “

Cup, Tiffany membelalakan matanya kecil dan menghentikan ucapanya saat bibirnya merasakan sentuhan yg begitu terasa hangat, bibir Siwon mengecup lembut bibir ranum Tiffany, dia kecup bibir itu dengan sangat lembut, Siwon menaruh gelasnya di tembok pembatas tanpa melepas ciumanya, kemudian namja itu merangkuh tengkuk Tiffany dan memperdalam ciumanya dan terus mengecup bibir itu dengan lembut dan penuh sayang, sementara Tiffany, gadis itu hanya terus diam di tempatnya, dia terlalu terkejut dengan ciuman itu, namun akal sehatnya tidak menolaknya yeoja itu terus diam dan membiarkan Siwon terus mengecup bibirnya, hati Tiffany bergemuruh tak karuan, yeoja itu di buat semakin bingung oleh perlakuan ini.

Siwon terus mengecup bibir itu tanpa henti dan menunggu balasan Tiffany, namun yeoja itu tidak mau membalas ciuman itu, sehingga membuat Siwon sadar dan menghentikan ciumanya, dia melepas ciumanya dan menatap Tiffany masih dengan jarak yg sangat dekat.

“ Aku …. “ ucap Siwon pelan menggantung ucapanya, dia menatap mata Tiffany dalam dan memajukan wajahnya kembali untuk mencium bibir Tiffany, namun Tiffany langsung membuang mukanya.

Siwon sedikit terkejut melihat perubahan Tiffany, dia mulai merenggangkan pelukan tanganya di tengkuk Tiffany saat Tiffany membuang mukanya, dan menatap yeoja itu penuh tanda tanya.

Tiffany memundurkan tubuhnya dan menaruh gelasnya “ Kenapa …. Kenapa kau selalu membuat ku bingung “ ucap Tiffany pelan sebelum pada akhirnya meninggalkan Siwon yg terdiam di tempat nya.

 

TBC …..

 

Mian readers kalo banyak typo yg berterbangan dan juga penyusunan kalimat kalimatnya yg mungkin tidak sesuai denga  masing masing readers, saya mengharapkan kritikan kalian dalam ff ini untuk kebaikan selanjutnya … Dan sekali lagi terimakasih.E

44 thoughts on “(AF) We Are In Love Part 4

  1. Aaaahhhhh
    Waee?? Lg seru itu hadoohhh knp tbc hiks..
    Lanjut thor
    Jgn lama2 please
    Perpanjang n perbanyak moment SIFANY jaebal!!

  2. Yaaa siwon cb kau ungkpkn perasaanmu ke tiffany….n tiffany kpn km sadar akn perasaanmu k siwon bahwa bkn rasa persahabtn yg kau rasakn tp cinta seorg yeoja kpd namja….next …kuharp d part selanjt a sifany sudah bersatu n bahagia n tdk ad lg yg menghalangi….

  3. ya elahhhh…
    kesel bnget nih liat mreka berdua…
    aduhh siwonn…udah jujur ja ke fany soal prsaan mu..
    dripda kyak gini trus…
    fany pun,,ngomong bgtu pi ttep msih sma donghae..
    dtnggu deh klnjutannya thor..
    pnsran ma pa yg akan dlkuin siwon stelah dtnggal fany akbat ciumannya…

  4. baca ff ini kenapa rasanya emosi karena yuri tunangan siwon dan donghae pacar tiffany,kenapa siwon tidak ngungkapin langsung aja ke tiffany,tiffany juga kanapa gak peka kalo dia mencintai siwon
    Di tunggu kelanjutannya thor jangan lama lama

  5. Baca Cerita ini bikin gerhet , Siwon kenapa gak ngungkapin perasaan nya sama Tiffany , Dan kenapa dia malah mau tunangan , Tiffany juga malah sama Donghae , Okeee next yaaa … Penasaran …

  6. gregetan bgt dah sama sifany . mereka gak mau terbuka. semoga next part mereka dah mau terbuka. tiffany sadarlah klo sebenere suka sama siwon

  7. Tiff ny udh mulai jatuh cinta tuh ama siwon cepetlah sadar..huufft.. Kasian pan si siwon
    Hmm..next cepetan thor.. Gepeel 😂😅

  8. Aduh siwon… Kesel banget aku bacanya apa salahnya mengutarakan perasaan sekalian. Ih gregetan banget bacanya. Tiffany juga peka dong tiff.. Aduh gak tahan deh bacanya hubungan mereka rumit banget. Next thor fighting..

  9. Aahhh!!! Lg seru2 ada tulisan tbc. Part ini bkn baperr, kok tadi pas baca ini mengingatkan aku sm adegan yg ada di DOTS ya?? Ayo dong Siwon cpt2 ungkapin hatinya. Next!!

  10. huaa baper baper😦😦😦 kalo dari awal nyatain cinta kan gak serumit ini oppaa😥😥 jadi gregetan sendiri😦😥

  11. loh, katanya fany donghae gak pacaran kok ini tambah deket aja pake elus elus kepala? :((
    sumpah pengen banget ngantongin yuri sama donghae biar gak ganggu2!! rasain noh mamanya siwon gasuka yuri hahahahaha😀
    akhirnya sifany ada kiss scene nya wkwk/slap😀
    kayak yg di dots gak sih ini? eh?
    tapi keren kok. ditunggu next part jgn lama lama ya authornim^^

  12. Kasihan Tiffany eonni sama Siwon oppa gk mau jujur satu sama lain, jadinya gitu….
    Ya emang Siwon oppa bikin Tiff eonni bingung trs😆
    Fany eonni peka please… Siwon oppa itu sayang sama eonni melebihi apapun *bahasanya mantap
    Siwon oppa semangatt dapetin Fany eonni😍😍
    Next part thor! Fighting!

  13. Fany.. udah jujur aja.. kamu juga udah ada rasa cuma belum tau aja.. duhhh gimana nih hubungan mereka selanjutnya abis itu.. aaaa next next next secepatnya!!! Ditunggu banget

  14. yes. part 4… nyesek bacanya… jangan sampe trlmbat deh merasakn trnyta slama ini cinta. ayo siwon appa sifany shippera mendukung kamu menytakan cinta pada Tiffany😀😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s