(AF) Break the Rules Part I

Break the Rules Part IBTR I

Author: ayuhwang

Main cast:  Choi Si Won-Tiffany Hwang-Stella Hwang

Genre: drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran dan komentar, oke?? I really really need your comments to repair my stories..Happy reading!!!

 

Café di daerah korea itu selalu ramai oleh huru-hara informasi dari satu meja ke  lain. Topik panas hari ini adalah karyawati baru yang akan menjadi reporter daily korea. Perusahaan penerbitan koran itu baru saja kehilangan reporter senior mereka, memilih perusahaan yang lebih bergaji besar tentunya. Huru-hara itu telah menjadi topik panas minggu lalu karena permasalahan yang pelik antar adirektur daily korea yang memperkarakan berhentinya sang reporter senior itu ke meja hijau.

Daily korea adalah salah satu dari empat koran besar di korea selain Korea daebak, daehan minguk this day, dan news hanguk. Daily korea adalah koran tertua dan koran yaang terkenal paling horror di antara yang lain. Kebanyakan para prialah yang berkerja disana karena direkturnya yang terkenal keras. Untungnya, kerja keras disana juga terbayarkan karena jebolan dari daily Korea adalah orang-orang yang sangat berkompeten.

“bagaimana-bagaimana?”, tanya suara-suara yang telah memunggu siwon di meja paling ujung

Siwon berjalan tampan sambil menarik salah satu ujung alisnya. Teman-temannya di meja itu menatapnya dengan penasaran yang semakin berlipat. Mereka menunggu sang reporter andalan dari news hanguk yang baru saja mengulik topik terpanas hari ini, reporter baru daily korea.

“dia terlihat… lemah”, sebenarnya siwon bingung mendeskripsikan anak baru itu. dia tidak menyangka kenapa daily korea mengangkat orang yang terlihat akan berhenti sebelum tugas pertamanya sampai di tangannya.

“apa maksudmu? yang jelas donk”, seru donghae tidak terima. Donghae, selaku teman siwon berserta tiga orang lain di meja itu telah menunggu siwon lama unutk menceritakan anak baru yang sangat ingin mereka ketahui sedangkan siwon yang ditugaskan mengamati hanya memberikan informasi secuil dan sangat tidak berarti.

“lihat saja dari sini”, ucapnya sambil menyuruh teman-temannya mengikuti arah jam satu, dimana seorang gadis cantik sedang meminum kopinya sambil sesekali tersenyum mendnegar rekan semejanya berbicara. “Dia gadis muda yang innocent dan lembut, dari sini saja kita sebenarnya sudah tidak menyangka daily korea bisa seceroboh ini dalam mengangkat pegawai barunya. Saat aku berusaha berkenalan dengannya, ia menyambutku dengan sangat baik dan ramah, terlalu “angel”. Aku merasa daily korea mempekerjakannya hanya sebagai panjangan di kantor mereka karena dia cantik”

“benarkah?”, tanya kangin masih tidak percaya

Siwon enggan menjawab. Teman-temannya akhirnya berhenti mengarahkan pandangannya pada meja wanita itu dan beralih pada kopi mereka masing-masing. mereka sebenarnya juga bisa menebak melihat dari modelnya. Hanya saja, mereka masih tidak percaya daily korea mempekerjakan seorang gadis yang lebih cocok jadi anak seorang chaebol kecintaan oemma.

“ngomong-ngomong siapa namanya?”, tanya kangin lagi

“tiffany, namanya tiffany hwang”, jawab siwon

“kau tidak tertarik padanya choi siwon?”, kali ini eunhyuk yang bertanya

Siwon adalah reporter paling tampan seantero korea, siapa yang tidak mengetahui itu. bahkan beberapa artis dan idol wanita tidak dapat menolak pesonanya.

Siwon tertawa, “aku punya standar hyukjae”, jawabnya. Ya, choi siwon punya standar. Jika tidak begitu para idol dan artis yang pernah terlibat asmara dengan siwon tidak akan begitu saja diputuskan oleh reporter handal itu. Bahkan model kenamaan china, seorang chaebol, dan wanita idaman banyak pengusaha ia campakkan. “she’s too boring. Too plain. Not my style”, jawabnya meyakinkan

“are you sure choi?”

“sure”, jawabnya. Mengangkat gelas kopinya dan tersenyum pada wanita yang baru dikenalnya yang terlihat memerhatikan siwon dari kejauhan.

“annyeong tiffany-ssi”

“annyeong”, jawab tiffany manis.

Ini sudah sapaan ke dua puluh kali mungkin jika tiffany menghitung. Senior-senior tiffany suka sekali menyapa tiffany dengan ramah. Mungkin karena jenis kelamin mereka yang kebanyakan lelaki hingga saat tiffany masuk, yang tentunya jenis kelaminnya berbeda membuat mereka terlampau bahagia. Mungkin juga karena wajah tiffany yang  ramah memberikan aura positif bagi siapapun yang melihatnya. Tiffany juga tidak pernah mengeluh  meskipun ia harus menjawab salam puluhan kali itu.

Sekarang, ia harus memutar otak untuk tugas pertamanya. Deadlinenya adalah minggu ini. dia harus bisa mewawancarai salah satu direktur dari manajemen ternama untuk rubrik entertainment. Dia telah berusaha menghubungi lewat contact personnya tapi sepertinya itu tidak berguna karena tidak ada jawaban dan tiffany yakin sekali musim panas akan tiba dan mereka semua sibuk mempersiapkan album baru dari para artisnya. Walaupun sebenarnya dia tidak mau melakukannya, dia akhirnya menggunakan jurus terakhirnya.

Ting, pesan masuk

{kenapa tidak bilang dari kemarin? aku tunggu di gedung SM sekarang}

Tiffany segera mengemasi barang-barangnya, mengajak cameramennya, dan segera beranjak ke gedung SM entertainment.

Brakk, tiffany merebahkan tubuhnya di kursinya

“gomawo sunbae”

“nde, gomawo tiffany”

Setelah hampir tengah malam akhirnya tiffany sampai di kantornya kembali. Hari ini sangat melelahkan, dia benar-benar keliling ke tiga perusahaan besar korea. Wawancara dan menunggu, diakukan seharian. Benar-benar melelahkan. Bunyi keybord di tangan tiffany tidak berhenti meski tengah malam sudah ia lewati. Tiffany ingin segera menyelesaikan artikelnya. Ditemani kopi di mejanya, matanya masih terbuka lebar menatap layar di depannya.

“haakh, akhirnya ini akan segera berakhir”, dia menyandarkan punggungnya sebentar di kursinya sambil memutar-mutar gelas kopi di tangannya. Dia teringat lelaki yang baru dikenalnya di kedai kopi beberapa hari lalu. Typical lelaki flamboyan dengan sejuta pesona, gampang ditemui. Namun ada hal yang mengulik perasaan tiffany ketika ia meihat mata lelaki itu. dia mempunyai mata yang tajam tapi lembut, ada perasaan hangat ketika tiffany semakin memperhatikannya. Melihat matnya justru semakin ingin menguak rahasia di dalamnya.

Lelaki yang mitsterius, ucap tiffany dalam hati. Dering handphone menginterupsi lamunannya, tiffany segera membuka isi pesan itu.

{hi, sedang apa?}

Choi siwon, tiffany lupa kalau mereka telah bertukar nomor sebelumnya

[berpikir]

{memikirkanku?}

Tiffany memandang lama layar handphonennya. Tertebak, seorang flamboyan, typical pemain.

[ya]

{ooo, jangan seperti ini. kita baru saja mengenal. Kau terlalu terburu-buru}

[terburu-buru apa?]

{menyukaiku}

Menyukainya? Tiffany tidak bisa menangkap maksud siwon

[aku tidak membencimu]

{berarti kau menyukaiku}

[ya, aku cukup menyukaimu]

Siwon tidak segera membalasnya dan tiffany tidak mau berpikir lama hanya gara-gara choi siwon, ia segera melanjutkan pekerjaannya.

“tiffany, kau tidak pulang?”

“oh, nde sunbae, setelah ini aku akan pulang. selamat malam tuan park”, jawab tiffany ramah

“selamat malam, aku duluan”

Setelah artikelnya selesai. Tiffany segera membereskan barang-barangnya dan pulang

“bagaimana new comer?”, tanya donghae

“No, terlalu mudah, tidak tertarik”

Ketiga temannya memndang siwon dengan penuh pertanyaan. Kemarin, siwon baru saja mengatakan bahwa ia tertarik dengan new comer daily korea. Siapa yang tidak tertarik dengan gadis cantik, lulusan california univercity, dan reporter daily korea?. Kangin, donghae, dan eunhyuk sudah menduga bahwa gadis cantik itu akan menjadi target siwon selanjutnya. Tapi tidak kurang dari 24 jam mereka menemukan kabar yang mengejutkan.

“kau yakin? Dia cantik kan?”, tanya kagin tak percaya

“dari awal sebenarnya aku kurang tertarik. Dia terlalu boring, anti sosial, dan Typical gadis oemma. Terlebih, kemarin aku mengiriminya pesan dan dia langsung bilang bahwa dia memikirkan dan menyukaiku”

“what?”, teman-temannya berkoar

“ya dan aku berhenti mengiriminya pesan”

Kantor news hanguk hari ini sedikit panas. Rapat evaluasi hari ini dipenuhi amarah dari deirektur utama karena pamor daily korea mulai naik lagi. Wawancara khusus dari tiga menejemen besar di korea tentu sangat diminati banyak kalangan. News hanguk sebenarnya juga menagangkat topik yang hampir sama tapi mereka menggunakan pakar dalam bidang entertainment untuk menjelaskan berkembanganya kpop akhir-akhir ini. meski headline daily korea masih kalah dengan headline berita dari siwon, tapi ini tidak bisa dibiarkan. Direktur utama siwon sangat berapi-api untuk mengalahkan daily korea. Siapa yang tidak ingin menyangi koran terlama dan terhormat seperti daily korea.

“bagaimana mungkin kalian kalah dengan wartawan baru?”,

Brakk, direktur utama membantng koran daily korea di meja rapat.

“dia wartawan baru.war-ta-wan ba-ru”, teriaknya

Kita sudah berhasil mengalahkan mereka akhir-akhir ini dan aku tidak ingin ini terjadi lagi. Semua mengiyakan dan rapat dilanjutkan. Siwon selaku wartawan pemegang rubrik politik sebenarnya tidak tertarik membahas masalah dunia enetertain. Namun, dia tertarik karena yang membuat direkturnya naik darah pagi ini adalah artikel dari tiffany hwang. gadis yang menurutnya akan segera ditendang dari daily korea sebelum tugas utamanya. Bagaimana gadis selemah dan sependiam itu bisa mendapatkan wawancara eksklusif dari the big 3?

“kau meremehkan gadis innocent itu siwon”, ucap donghae lirih dnegan nada sinisnya.

Doanghae pemegang rubrik entertain dan dia baru saja dikalahkan oleh wartawan baru daily korea yang menurut wartawan handal news hanguk akan ditendang sebelum tugas pertamanya diberikan.

Siwon berjalan dari kantornya bersiap pulang. dia sangat menikmati menghidrup udara sore ini karena ia berhasil menyelesaikan tugasnya sebelum malam datang dan ini jarang sekali terjadi.

“tiffany-ssi”, teriak siwon saat meliihat tiffany juga berjalan tak jauh dari tempatnya

Tiffany menoleh, tidak menjawab siwon, hanya menatap lelaki itu berlari dan kian mendekat.

“kau mau pulang?”

“nde”

“mau aku antar”

“tidak perlu, gomawo siwon-ssi”, tolak tiffany ramah

Siwon baru saja memikirkan tiffany dan gadis itu kini ada dihadapannya.

“hari ini artikelmu mengejutkan banyak pihak”

Tiffany tersenyum malu. Dia juga tidak menyangka artikelnya cukup menyita banyak kalangan. Bahkan rubrik entertain yang dipandang sebelah mata biasanya menjadi sangat menarik gara-gara artikelnya.

Alis siwon terangkat, ikut tersenyum melihat senyum tiffany, gadis ini begitu polos. “aku membawa mobil. Aku bisa mengantarmu”, tawar siwon lagi

“tidak perlu siwon-ssi, aku-“

“hei anak muda, kau mau menggoda putriku?”, seorang pria paruh baya terlihat menginterupsi pembicaraan mereka. Dia memakai kacamata hitam di dalam mobilnya yang kacanya telah ia turunkan. Meski siwon tidak bisa melihat wajahnya, siwon yakin sekali wajahnya itu sedang menunjukkan ekspresi sinisnya

“appa?”, ucap tiffany

Appa?  siwon tidak percaya. Orang aneh di depannya ini adalah appa tiffany. dia melihat lagi pria paruh baya di depannya. Aku sepertinya mengenalnya, gumamnya

“hei putriku sayang, ayo segera masuk, appa sudah siapkan masakan untukmu”

“terimakasih appa”, ucap tiffany tidak terima sambil melangkah menuju mobil tua kesayangan ayahnya.

“tentu putriku sayang”, nada bicara appa tiffany dibuat seolah sedang menghibur balita hingga siwon ingin sekali tertawa dibuatnya

“oh”, tiffany menghentikan langkahnya. “aku pamit dulu siwon-ssi”, dia membungkukkan badannya dan masuk dalam mobil

Appa tiffany, tuan hwang justru mencibir siwon dan menginjak pedal gasnya sekencang mungkin hingga membuat tiffany berteriak.

“keluarga yang aneh”, ucap siwon

“oppaaa”, teriak jiwon dan berhambur ke pelukan siwon

Gadis kecil berumur sepuluh tahun itu diangkat oleh siwon  ke udara dan dipeluknya dengan erat. adik satu-satunya siwon itu telah menunggu berjam-jam untuk makan bersama.

“oppa kan sudah bilang, tidak perlu menunggu oppa”, kata siwon pada adiknya yang kini ada di pangkuannya

“oppa jarang-jarang pulang sore, aku harus bisa makan malam dengan oppa”, jawabnya riang

“oke, adik oppa masak apa hari ini?”

Jiwon menarik tangan siwon ke ruang makan. Siwon dibuat terkagum-kagum pada keahlian memasak adiknya. Sudah beberapa tahun ini mereka tinggal hanya berdua, kedua orang tua siwon sudah sejak lama meninggalkan mereka karena kecelakaan. Alhasil, siwon harus membesarkan adiknya sendiri. untunglah, adik siwon adalah anak yang mandiri. Justru dialah yang mengurus rumah dan menjadi juru masak. Siwon terlalu sibuk hingga jarang di rumah. Jika sudah tidak bisa menemani jiwon, siwon akan menitipkannya pada tetangga siwon yang baik hati dan sering menolongnya.

“tunggu, kau sudah minum obatmu?”, tanya siwon sebelum mereka makan

Jiwon menanggukkan kepalanya sebagai jawaban “iya”. “besok apakah oppa bisa mengantarku ke rumah sakit?”

“aaa, besok waktunya kau ke rumah sakit?”

Jiwon menderita lemah jantung. Sudah beberapa kali gadis kecil itu memasuki rumah sakit.

“oppa selalu ada waktu untukmu”

“aaa, oppaku romantis sekali, saranghae oppa”

“nado saranghae”, dan siwon tersenyum melihat wajah ceria jiwon

Siwon hafal betul suasana rumah sakit jiwon. Ia sudah puluhan kali masuk rumah sakit ini karena penyakit jiwon yang mmebuatnya harus terus kontrol di rumah sakit. mereka duduk di ruang tunggu sambil membicarakan hal-hal seru, mengalihkan perasaan takut jiwon.

“unnie”, jiwon berlari dan memeluk wanita cantik yang berdiri tak jauh dari mereka

Siwon tahu benar siapa wanita itu. “hi stella”, sapa siwon

“hi siwon, bagaimana kabarmu?”

“baik, kau sendiri?”

“yaaa begitulah. selalu baik kalau kau baik. jiwon waktunya kontrol?”

“yaaa, begitulah”, dan mereka tertawa bersama. “kau sendiri, kenapa disini?”

“ehmm, ingin menemuimu?”

Siwon tertawa. Dia tahu bahwa stella adalah dokter kandungan di rumah sakit itu sekaligus mantan sekaksih siwon. Sekian banyak mantan siwon, stella adalah salah satu yang terbaik, mungkin bisa dibilang yang terbaik? Selain dokter, Stella sering menjadi donatur di rumah sakit itu dan beberapa kegiatan amal lain. Disinilah pertama kali mereka menjalin hubungan. Tentunya setelah pertama kali bertemu di kantor news hanguk karena ayah stella adalah direkturnya. “kau begitu merindukanku?”

“kau tidak merindukanku?”, balik stella

“aish, kalian memalukan”, ucap jiwon menginterupsi

Stella tersenyum dan membungkuk pada jiwon. “kau merindukanku jiwon?”

“sangat. Aku sangat merindukanmu”, ucap jiwon dan merangkul erat stella

Siwon tersenyum melihat dua gadis cantik kesayangannya itu. Seandainya stella bukanlah anak dari pemimpinnya, mungkin ia masih meneruskan hubungannya. Mungkin, kalau siwon bukanlah orang yang egois, ia akan memperjuangkan stella apapun yang terjadi. semua itu hanya kemungkinan-kemungkinan yang ada di angan-angan dan kenyataanlah yang terjadi. mereka tak lagi menjadi sepasang kekasih.

Choi jiwon, terdengar nama jiwon dipanggil. Stella pamit dan dua kakak adik itu memasuki ruangan periksa.

“ooo, hi jiwon cantik”

“hi dokter hwang”, sapa jiwon balik. Jiwon memang telah menjadi langganan dari rumah sakit jadi ia kenal betul siapa yang merawatnya.

“oh, kau diantar oppamu?”

“nde dokter”, jawab jiwon dengan senyum lebar

Siwon ikut tersenyum. “tentu, aku adalah oppa yang baik”, jawabnya bangga

Siwon juga sudah mengenal baik orang-orang di rumah sakit itu, sudah seperti teman.

“begitukah tuan choi? Baiklah, oppamu memang baik”, pikiran siwon tertuju pada dokter hwang. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya saat melihat dokter spesialis adiknya itu.

“kenapa kau menatapku seperti itu tuan choi?’, ucap dokter hwang sambil terus memperhatikan catatan yang ada ditangannya. Jiwon sedang diperiksa oleh sster-suster diruangan sebelah mereka

“tiffany hwang, dokter hwang, aaa, dokter hwang appanya nona tiffany hwang?”, seru siwon

Dokter hwang terkekeh, “jadi dari tadi kau memikirkan itu. iya tuan choi, dia adalah putri kesayanganku”

Siwon menganga tidak percaya. Lelaki yang ditemui siwon kemarin sangat berbeda dengan dokter hwang yang dia kenal. “kau sangat, emm berbeda dokter”

Kini dokter hwang tertawa, “aku disini dokter tuan choi. Aku kemarin adalah ayah dari seorang putri cantik. Tentu aku harus berbeda. Bagaimana kau pasti terpesona dengan penampilanku?”, jawabnya dengan sibuk memeriksa jiwon

Anak dan ayah sangat berbeda, “aku tidak terpesona, hanya terkejut”

“sama saja”

“itu berbeda dokter hwang”

“kau hanya tidak mau mengakui bahwa aku lebih keren darimu”

“aku tidak pernah bilang begitu”, ucap siwon tidak terima

“hi”

“aish”, gerutu siwon

Dia sedang mengerjakan artikel yang pastinya akan menjadi headline besok pagi. Rubrik politik adalah rubrik paling sibuk dan siwon adalah orang yang dipercaya memegangnya. Donghae yang menyapanya terkadang dibuat sebal kalau siwon sudah sibuk dengan deadlinennya, orang itu akan menjadi sangat sensitif dan pemarah

“aku ada tiket konser Jay Park”, seru donghae antusias

Donghae memang memegang bagian entertain. Jadi temannya itu paling sering mendapatkan tiket konser gratis dan siwon adalah orang yang paling sering diajaknya.

“kapan?”, jawabnya masih dengan mata tertuju pada layar datar

“akhir pekan ini”

“aku pikir-pikir dulu ya”

“waeee?”

“karena aku tidak begitu berminat”

“kalau aku bilang nona tiffany hwang juga akan ikut, apa sekarang kau berminat?”

Siwon menghentikan laju tangannya. Matanya kini beralih ke donghae.

Kena kau, seru donghae dalam hati.

Tentu tiffany hwang akan ikut konser itu, dia berada di rubrik entertain. Tapi siwon menggelengkan kepalanya dan ia kembali ke layarnya.

“kau pikir aku tidak melihat bagaimana kau terperangah dengan artikel dari nona hwnag. Belum lagi aku lihat kemarin sore kau menyapanya. Aku yakin dia sekarang sudah mulai menarik bagimu, ya kan?”, donghae menggoda. Nadanya penuh sindiran dan siwon tak bisa berkutik.

Siwon memang mulai tertarik dengan tiffany, ia tak dapat memungkirinya. Dibalik pribadinya yang terlihat sangat monoton, gadis itu mempunyai banyak hal yang ingin siwon gali lebih dalam. Baginya gadis itu tak lagi membosankan.

“bagaimana? Oke, aku siapkan tiketnya ya”, tak perlu menunggu jawaban. Donghae sangat menngenal sahabatnya itu.

Tak perlu lagi menjelaskan suasana konser. Ramai dan antusias, itulah yang terjadi. jay park adalah seorang solois yang sangat berbakat dan dicintai banyak kalangan. Dia juga termasuk artis yang sukses mendebutkan artis-artis lain, agensy miliknya AOMG telah menjadi salah satu agensy besar di korea.

Siwon, donhae, dan beberapa kru dari news hanguk yang ikut telah menunggu reporter-reporter lain untuk meliput hal yang sama, konser solo pertama Jay Park. siwon sebagai orang yang datang bukan karena ingin meliput berpakaian sangat tampan dengan setelan kaos putih dan kacamata hitamnya. Berpakaian casual tapi seperti biasa, sangat menarik.

Siwon bisa melihat tiffany dari jauh berjalan ke arah mereka. Gadis itu tak terlalu mencolok tapi menarik. Ia membiarkan rambutnya tergerai tersapu angin. Make upnya sederhana tapi wajahya terlihat sangat natural dan indah. keindahan alami yang tak tersentuh, siwon terlepas jauh ke dalam pikirannya.

“annyeong haseo”, suara lembut itu menarik siwon tiba-tiba. Matanya melebar bersamaan dengan senyumnya yang menawan.

“annyeong haseo, tiffany-ssi”, jawabnya lirih. Pandangannya tak beralih sedikitpun dari tiffany

“kau membuatnya takut siwon”, bisik donghae

Mereka akhirnya memasuki venue konser dan duduk di kursinya masing-masing. Siwon sedikit sebal, mengapa ia harus duduk jauh dari tiffany? padahal ia ingin ngobrol dengan gadis itu. jadi, selama konser dan selama siwon bisa, ia akan memperhatikan tiffany.

“siwon, Aku tahu kau tertarik padanya tapi jangan memperhatikannya seperti itu”, ucap donghae yang ada di samping siwon

Akhirnya siwon mengarahkan matanya kembali ke arah panggung. Dia tersenyum sendiri. dia juga tidak mengerti mengapa tiffany membuatnya seperti itu. Mungkin karena tiffany memberikan kesan tak menarik pada awalnya, kemudian ia membuat siwon penasaran dengan keahliannya, dan semakin membuat siwon terkejut karena ia adalah anak dari dokter kesayangan adiknya. mungkinkah karena itu? atau mungin karena tiffany adalah gadis yang monoton dan sangat membosankan yang ternyata memberikan banyak kejutan baginya. Seperti yang ia lihat hari ini, saat gadis itu tampil sederhana tapi sangat menawan. Atau kemungkinan terakhir karena tiffany adalah gadis yang bukan tipernya tapi mempunyai beberapa hal yang membuat siwon tertarik? Entahlah

Saat siwon mengarahkan pandangannya ke tiffany lagi, matanya memicing. Gadis itu terlihat sangat tidak nyaman dengan lelaki asing disampingnya. Bahkan lelaki itu sesekali merangkul tiffany dan ditepis oleh tiffany. siwon tidak tinggal diam. ia berjalan ke arah tiffany, merangkul tiffany, dan memberikan death glare pada lelaki menjengkelkan itu.

Konser berakhir dan semua tampak sangat puas. jay park memberikan penampilan terbaiknya. Semua orang masih membicarakan jalannya konser dan hal-hal yang paling berkesan, termauk donghae dan beberapa wartawan lain. Kecuali tiffany dan siwon yang masih berkutat dengan pikirannya masing-masing. Tangan siwon masih memegang erat tangan tiffany meski gadis itu berulang kali mencoba melepaskannya.

“baiklah, aku pamit dulu. annyeong”, satu per satu dari mereka pamit pulang termasuk tiffany karena ia akan pulang bersama fotografernya. Dia tidak membawa kendaraan.

Siwon melepaskan tangan lembut itu meski dengan berat hati. “tiffany-ssi, aku akan mengantarmu”

Donghae dan teman-temannya dari news hanguk saling memadang. Teman-teman tiffanypun juga mengiyakan tanpa pikir panjang. Mereka melihat bagaimana siwon memperhatikan tiffany dan bagaimana lelaki itu mendekati tiffany saat konser, tak perlu penjelasan panjang lagi.

Siwon lebih pintar kali ini. ia tidak mengajukan tawaran seperti dulu. ia memberikan pernyataan, dengan tanda titik dibelakanngnya yang membuat tiffany tidak bisa berkutik. “oh,nd-nde”

“tiffany-ssi, soal yang tadi-“

“aku mengerti. Kau hanya membantuku, terimakasih siwon-ssi”, ucap tiffany ramah

“oh, nde”, jawab siwon sambil tersenyum. “oia, dokter hwang, aku tidak menyangka dokter hwang itu ayahmu”

“kau kenal ayahku?”, ucap tiffany berbinar

Dia sangat mencintai ayahnya

“ya, adikku sering berobat ke ayahmu. Sempit sekali kan dunia ini”, ucap siwon diakhiri dengan kekehan

Tiffany tertawa , “ayahku unik, maafkan dia”

Kini siwon yang tertawa. Keanehan dokter hwang disebut unik oleh tiffany. mereka akhirnya mengobrolkan banyak hal. Termasuk siwon yang benar-benar ingin tahu bagaimana caranya tiffany mendapatkan wawancara eksklusif dari pemimpin tiga perusahaan besar korea dan tiffany tetap tidak menjawabnya.

Siwon tidak menggoda, mengobrol saja baginya cukup. Dia tidak bisa memeperlakukan gadis itu seperti gadis-gadis siwon sebelumnya. Dia terlalu polos hingga membuat siwon takut jika ia terlalu terburu-buru, gadis itu justru akan menjauh.

“annyeong siwon-ssi, gomawo”

“nde tiffany-ssi”

Siwon pulanng dengan senyum bodohnya. Dia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya. adiknya menyambutnya dengan bahagia dan berulang kali menanyakan mengapa kakak kesayangannya itu tersenyum sendiri. meski adiknya itu tahu pasti karena kakaknya itu sedang jatuh cinta. meski begitu, jiwon tidak pernah menyukai gadis-gadisnya oppanya. Dia hanya berharap satu orang yang akan menjadi unnienya kelak, stella kim.

Hari demi hari berlalu. Tiffany disibukkan dengan dealine dan cacian dari atasannya. Begitupun dengan siwon, ia bekerja keras demi karir dan adiknya. Penyakit jiwon akhir-akhir ini sering kambuh dan siwon sangat khawatir. Tapi tentunya, siwon ada waktu untuk menghubungi tiffany.

“aku butuh bantuan”, ucap tiffay di telfon. Nadanya begitu lesu dan terlihat sangat frustasi

“tiffany-ssi butuh bantuanku? Apa itu?”

“lebih kepada bantuan nasehat. aku sedang suntuk, aku disuruh mewawancarai GD dan lelaki itu sulit sekali di ajak bicara”

“hmm.. GD? Kau berhasil mewawancarai bosnya GD secara eksklusif tapi tidak bsia mewawancarai anak buahnya?””

“aku benar-benar sedang tidak ingin bercanda”, nadanya meninggi dan siwon semakin tersenyum membayangkan wajah tiffany yang kesal

“kau sudah mencoba menghubungi dengan cara apa saja?”

“dengan semua yang aku bisa”, nadanya meninggi, terlihat sekali kalau tiffany frustasi. “apapun, menelfon menjemernya, meminta bantuan bosnya, menunggunya di YG, bahkan aku sudah berusaha menunggunya di apartemennya. Aiiiiiisssshhhh”, siwon tidak berani tertawa meski ia sangat menginginkannya

“baiklah, hmmm… kalau kau mewawancarai personal. Buat personal itu tahu kau berbeda dengan reporter-reporter lain”, siwon mengatakannya dnegan hati-hati. “wartawan lain yang cuman ngelemparin pertanyaan supervisual. GD itu bukan artis biasa, ia adalah sebuah ikon bagi korea, ikon tiffany-ssi, cari tahu dia orangnya bagaimana, apa yang dia sukai, apa yang membuatnya tertarik…hello,,, hello,, tiffany? tiffany-ssi,, tiffany hwang??”

Tiffany terdiam tak menjawab, ia langsung mematikan telfon siwon dan sibuk mengetik beberapa kalimat dan mengirimkannya pada menejer GD. setelah terkirim, ia segera menghubungi siwon yang langsung di jawab “yak, kau mematikan telfonku begitu saja?”

Tiffany menjauhkan hp dari telinganya, “maaf siwon-ssi aku langsung menghubungi menejer GD setelah mendengarmu”

“memang kau menghubungi bagaimana?”, tanya siwon masih dengan nada kesal

“aku memberikannya pesan dari salah satu pertanyaanku yang menandakan bahwa aku-bukan-wartawan supervisual”

“aee, wartawan daily korea harusnya memang bukan wartawan supervisual”

“siapa dia? Aku nggak suka dia. Aku hanya suka stella uni, bawa dia pergi”, ucap jiwon kesal

Siwon berusaha mendinginkan adiknya. tentu dia tidak ingin tiffany merasa tidak enak padahal siwonlah yang mengajaknya menjenguk adiknya di rumah sakit. “jiwon, kau tidak boleh begitu”

Jiwon semakin menekuk mukanya. oppanya membentaknya hanya gara-gara gadis baru? Jiwon semakin berontak dan teriak-teriak. Siwon kebingungan, tidak biasanya adiknya itu emosional seperti itu.

“oooo, jadi kau tidak suka dengan anakku?”, suara dokter hwang menghentikan suasana kacau itu

“putri kesayanganku, aku sudah menunggumu”, dokter hwang memeluk putrinya. “jiwonie, dia tiffany putriku. Aku yang menyuruhnya kesini, maaf jika mengganggumu ya”

Jiwon langsung terdiam, wajahnya sarat akan penyesalan. Siwon berterimakasih dokter hwang langsung tanggap. Tiffany tidak berpikrian apa-apa, dia paling tahu ayahnya adalah orang paling bisa diandalkan.

“kau tidak ada waktu untuk ayahmu tapi kau ada waktu untuk menemani anak cunguk itu kesini”, itulah ucapan pertama kali dokter hwang pada putri kesayangannya saat mereka berduaan di ruangan dokter hwang

“bukan begitu ayahku sayang. Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku, siwon-ssi mengajakku ke rumah sakit menjenguk adiknya, dan aku mengiyakan karena kau ingin memberikan kejutan untuk ayahku” ucap tiffany manis, sambil disertai wink di akhir kalimatnya

“baiklah, kau paling pintar beralasan”

“aku tidak beralasan”, jawab tiffany polos

“baiklah putri kesayanganku, aku percaya”, dia memberikan kecupan di kening tiffany

Mereka mengobrol beberapa saat. Lebih banyak dihabiskan dengan bercanda, tentunya karena tuan hwang sangat bahagia bertemu dengan putri kesayangannya. Sesekali membicarakan leo dan michele, kakak-kakak tiffany yang sudah berumah tangga dan sibuk dengan kehidupannya.

Knock Knock

“masuk”, ucap dokter hwang

Siwon masuk dan meminta izin membawa tiffany, adiknya ingin bertemu dan meminta maaf lagi. dokter hwang dengan berat hati mengiyakan, tiffany tertawa dan memberikan ciuman pada pipi ayahnya sebelum ia keluar dari ruangannya.

“ayahmu kekanakan sekali”, ucap siwon saat mereka berjalan ke ruangan jiwon

Tiffany tertawa, “ya begitulah tapi aku menyayanginya”

Tiffany masuk ruangan tanpa ditemani siwon karena siwon harus mengambil resep untuk jiwon. Tiffany duduk di samping jiwon dan memberikan senyum indahnya. Jiwonpun menjawab senyum itu dan bilang bahwa ia meminta maaf dan sangat menyesal. Dia hanya sedang kesal karena kakaknya jarang mengunjunginya di rumah sakit sedangkan dia bosan sendirian.

“oppamu itu wartawan hebat jadi maafkan dia kalau dia jarang mengunjungimu. Tugasnya banyaaak sekali”, tiffany berusaha memberikan penjelasan pada jiwon

“aku tahu, oppaku pasti adalah wartawan hebat tapi aku juga membutuhkannya”, wajah jiwon tertunduk, air matanya mulai keluar. “aku sebenarnya tidak ingin mengganggunya, tapi aku benar-benar ingin selalu bersamanya akhir-akhir ini”

Tiffany memeluk jiwon sambil menepuk halus punggung gadis kecil itu dan air mata tiffany ikut mengalir.

“kenapa kau menangis?”

“aku menangis karena kau menangis”

“kau akan menangis kalau melihat orang lain menangis? kau cengeng sekali”

Tiffany tertawa sambil mengusap air matanya, “maafkan aku”

“kau lucu sekali unie.”, jiwon tertawa mendengar permintaan maaf tiffany. “Namaku jiwon anak yang suka sekali memasak, namamu siapa unie?”, ucap jiwon sambil mengulurkan tangannya

“tiffany, namaku tiffany hwang emmm dan aku tidak pandai memasak”, jawab tiffany

“kau tidak pandai memasak? para wanita harus bisa memasak unie”

Tiffany terlihat malu, dia mengelus tengkuknya.

“baiklah, aku akan mengajarimu memasak”

“benarkah?”, jiwon tersenyum. jarang sekali ada orang dewasa yang mau diajari oleh anak kecil dan jiwon merasa tiffany bisa dijadikan temannya

 

Siwon menemani jiwon sedangkan tiffany pulang bersama dengan ayahnya. Tuan hwang sangat bahagia bisa pulang bersama putri kesayangannya. Tiffanypun demikian. Bahkan mereka menyempatkan membeli makanan di luar untuk makan malam bersama.

“appa, apakah yang dimaksud jiwon itu adalah stella, stella kim? dokter yang biasa berdonasi itu?”, tanya tiffany di tengah-tengah makan mereka

“ya, gadis yang biasa berdonasi di rumah sakit itu. bukankah kau juga mengenalnya?”

Tiffany menganggukkan kepalanya, “ya, hanya sebatas kenal. Kami jarang mengobrol”

“maaf stella, jiwon ingin sekali bertemu denganmu”

“tidak apa-apa siwon, aku senang bisa menemaninya disini”, ucap stella

Mereka sedang duduk menemani jiwon hingga tertidur. Gadis cilik itu menginginkan stella ada disampingnya saat ia tertidur. Sebelum tidur bahkan ia selalu membicarakan bagaimana kalau oppanya bersama dengan stella. Stella hanya bisa malu-malu sambil selalu mengiyakan kata-kata jiwon, siwonpun demikian.

“jiwon sudah tertidur, aku akan mengantarmu pulang”

“tidak perlu siwon, aku membawa mobil sendiri”

“ayolah, aku yang membuatmu datang kesini padahal sift kerjamu sudah berakhir tadi sore. Kau sudah membantuku. Lagipula, mana mungkin aku tega membiarkan gadis cantik pulang sendiri malam-malam seperti ini?”

“baiklah”, stella menyerah

Siwon mengantarkan stella pulang ke rumah dengan mobil stella. Dalam perjalanan, mereka mengobrol dengan asik bahkan siwon sering menggoda stella karena gadis itu yang tertangkap basah sedang memperhatikan siwon. “jangan memperhatikanku seperti itu, aku tidak bisa mengemudi dengan benar kalau kau seperti itu”

“aku tidak bisa, kau sangat tampan”, goda stella balik

“kau juga sangat cantik stella”

“percuma, kau tetap saja memutuskanku”

“ya, karena kau terlampau cantik”

Siwon dan stella mengobrol dan bercanda hingga mereka sampai tujuan. Siwon turun dari mobil dan berjalan ke arah halte bus. Dalam perjalanan, ia teringat tiffany. ia tidak menyangka tiffany bisa dekat dengan jiwon dalam waktu singkat. Kira-kira apa yang dilakukan gadis itu tengah malam seperti ini? apakah tidak apa jika ia ingin menemuinya? Ya, siwon ingin sekali menemui tiffany, dia merindukan gadis itu.

{sudah tidur?}, siwon mengirim pesan

[belum, why?]

{aku ingin menemuimu, boleh?}

[tentu, dimana?]

{aku akan berada di depan rumahmu 10 menit lagi}

[baik, aku tunggu]

Siwon tersenyum dan memasukkan HPnya ke dalam saku. Ia menunggu, masuk, dan keluar bus dengan senyum mengembang. Dari kejauhan ia sudah melambaikan tangannya pada tiffany yang sedang duduk di teras rumahnya. saat tiffany akan mempersilahkan siwon masuk, lelaki itu menahan lengan tiffany.

“disini saja, aku tidak ingin mengganggu dokter hwang”

“disini dingin, tidak apa-apa?”

“ya,”, jawab siwon sambil tersenyum

Siwon dan tiffany meluruskan kakinya dan menatap langit malam yang indah. siwon tidak mengatakan apapun, dia hanya sibuk menikmati pemandangan malam, termasuk memperhatikan pemandangan gadis cantik disampingnya yang tersenyum indah menuutp mata bulan sabitnya sambil menghirup udara malam.

“ada yang ingin kau bicarakan?”, tanya tiffany

“emmm…”, sebenarnya tidak ada yang ingin siwon bicarakan. Dia hanya ingin melihat tiffany, hanya ingin melihat wajah sederhana dan indah itu. apakah itu salah?

“ada yang ingin aku bicarakan”, ucap tiffany

“iya? Apa?”

“bisakah kau cuti kerja beberapa waktu ini?”

“apa? tunggu, kenapa?”

“jiwon tadi bilang kalau dia selalu ingin bersamamu. Kau pasti sudah diberitahu appa kalau akhir-akhir  ini jiwon emosional dan penyakitnya sering kambuh. Dia ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu”

Siwon menghela nafas, “tidak semudah itu tiffany-ssi”

“Aku mohon, cutilah beberapa waktu, aku yakin news hanguk mempunyai cadangan beberapa orang yang mengurusi rubrik politik. Mereka bisa menanganinya”

Tiffany memohon? Siwon melihat bagaimana wajah tiffany yang bersungguh-sungguh dalam setiap perkataannya. Ya, dia bukan satu-satunya yang memegang rubrik politik, ada beberapa temannya yang cukup bisa diandalkan. Bukankah ia berjuang sekeras ini juga untuk jiwon?

“sebegitu besarnya kau menyayangi adikku?”, tanya siwon

Tiffany tersenyum, “dia anak yang manis. Kami tadi mengobrol banyak hal”

“tentu, oppanya juga anak yang manis”, siwon dan tiffany tertawa. “kau sangat cantik saat tertawa lepas seperti itu tiffany-ssi”

“hah”, muka tiffany memerah

“dan semakin cantik jika malu seperti itu”,, muka tiffany semakin memerah dan ia mencoba menutupi mukanya dengan tangannya

“dan semakin semakin semakin cantik saat kau menyembunyikannya”, siwon sangat menikmati saat-saat menggoda tiffany

Gadis itu tidak bisa bicara, tidak bisa menimpali, hnaya akan memerah dan salah tingkah. Itu sangat menggemaskan, ingin rasanya siwon mencubit pipi merah itu.

“hei anak muda jangan menggoda putriku terus ini sudah malam”, teriakan dokter hwang dari kamar tidurnya yang tertelatk di lantai atas mengangetkan siwon dan tiffany. mereka justru tertawa mendengar complain dari dokter hwang.

“appa benar, ini sudah malam. Pulanglah siwon-ssi”

Meski tiffany dan dokter hwang benar, dia sebenarnya masih ingin berada disana. “baiklah..emmm.. tiffany”

“ya?”

“bisakah aku memanggilmu ‘tiffany’? bukankah kita sudah menjadi teman?”

Tiffany tersenyum menatap siwon. lelaki itu meminta dengan wajah seperti puppy yang sangat menggemaskan, “tentu siwon-ssi. Kita teman”

wajah siwon memburuk, “aku juga tidak ingin kau memanggilku siwon-ssi, cukup siwon. siwon, oke? Siwon”

“oh, baiklah,- si-siwon”, senyum awkward di akhir katanya memberikan senyum lebar di bibir siwon

“aku pulang dulu tiffany”

“nde, si-siwon”, mereka tertawa di akhir katanya. “siwon”, ucap tiffany lagi

“hmm?”

“ini sudah malam, sebaiknya kau membawa mobilku. Kau akan kembali ke rumah sakit kan?”

“lalu kau bagaimana? Kau besok harus bekerja, kau tidak butuh mobilmu?”

“aku lebih sering diantar appa dan naik taxi daripada naik mobil sendiri. kau tahu appaku kan? Dia tidak tega melihat anaknya naik mobil sendiri”

Siwon tertawa. Ya, dokter hwang memang terlalu meyanyangi anaknya. Akhirnya siwon mengiyakan dan dia berlalu menuju rumah sakit dengan mobil kecil berwarna pink milik tiffany.

Bunyi klakson mobil mengganggu kenyamanan sarapan keluarga hwang. dokter hwang merutuki siapapun yang melakukan hal itu. setelah sarapan dokter hwang membuka rumah mereka dan melihat siwon tersenyum lebar bersandar tampan di mobil kecil putrinya.

“apa yang kau lakukan di mobil putriku?”

“aku ingin menjemput putrimu. Dokter hwang yang baik, saya menawarkan diri untuk selalu mengantar dan menjemput putri anda. Bagaimana?”

“aku bisa mengantar putriku sendiri”, siwon menghela nafas. Orang tua yang keras kepala

“anakmu adalah seorang wartawan. Waktunya tak tentu, belum lagi aku yakin sebagai dokter kau juga terkadang sibuk dan tidak bisa mengantar putrimu. Bukankah akan lebih baik kalau putri kesayanganmu itu berada di tangan yang tepat daripada naik taxi dengan orang yang tidak kau kenal. Apalagi kriminalitas sekarang semakin membahayakan”,

Berada di tangan yang tepat? tuan hwang memicingkan matanya. tapi apa yang dikatakan siwon memang ada benarnya. Tuan hwang terkadang khawatir kalau putrinya harus pulang malam-malam naik kendaraan umum.

“kau benar”, siwon tersenyum mendengarnya. “tapi sayangnya aku tak yakin tiffany mau diantar jemput oleh lelaki sepertimu”

Tiffany yang sedari tadi diam melihat pertengkaran dua lelaki berbeda usia itu akhirnya angkat bicara, “tidak perlu siwon-ssi, oh, siwon, aku bisa sendiri”

“tapi”

“lagipula aku sudah bukan lagi anak kecil. Kenapa kalian berdua seperti ini padaku?”, kini nada tiffany tiba-tiba berubah meninggi

“oh putri kesayanganku, aku tidak bermaksud seperti itu. kau adalah putriku yang dewasa dan cantik”

Siwon yang sebenarnya terkejut dengan kemarahan tiffany justru tersenyum melihat tingkah dokter hwang. dia tidak pernah menyangka dokter hwang mempunyai sisi seperti ini.

“ayo siwon, kita berangkat. aku akan mengantarmu mengambil mobilmu di rumah”

“hati-hati”, kata dokter hwang sebelum mereka memasuki mobil

“kau tidak perlu mengantarku ke rumah tiffany. hari ini aku akan mengambil cuti. Setelah itu aku bisa mengambil mobilku untuk mobile dan kembali ke rumah sakit”, kata siwon setelah mereka berkendara

“kau benar-benar mengambil cuti?”, tanya tiffany tak percaya

“ya”

“wow, terimakasih siwon-ssi”, tiffany memeluk siwon

“ya ya ya kita bisa kecelakaan dan berhenti memanggilku siwon-ssi”

“sorry”, suara tiffany penuh penyesalan

Siwon tertawa, gadis ini.

Beberapa hari berlalu. Bahkan jatah cuti siwon hampir berakhir namun kondisi jiwon belum juga membaik. Setidaknya, jiwon tak lagi emosional seperti  dulu. ia lebih banyak tersenyum dan bercerita karena sangat bahagia ditemani oppanya. direktur siwon berulang kali bertanya apakah siwon mau masuk sebelum cutinya berakhir tapi siwon menolaknya.

Banyak orang yang berkunjung di rumah sakit. direktur siwon bahkan beberapa kali juga ikut menjenguk jiwon bersama rekan-rekan siwon yang lain. Stella bahkan setiap hari selalu mengunjungi jiwon dan tak lupa untuk mengobrol dengan siwon.

“jiwon belum juga membaik”, ucap siwon lirih, penuh pengharapan. Air matanya tak pernah keluar tapi hatinya seolah menangis

“dia akan sehat siwon”, ucap stella menenangkan

“ya, dia akan sehat”, siwon mengelus puncak kepala jiwon

Stella mendekat dan memeluk siwon. terlihat sekali bagaimana seorang wartawan handal yang sellau ceria itu ‘rapuh’. Harus berperang melawan dunia dengan adiknya. siwon hnayalah manusia biasa yang bisa lelah. Siwon memeluk balik stella dengan erat. dia butuh sandaran, pelukan, dan kata semangat untuk membangkitkannya kembali.

Teasers

Bukankah kau sering mencium wanita siwon, ada apa denganmu?

*

“tiffany”

“hmm?”

“kau pernah jatuh cinta?”

*

“jadi, stella uni ini adalah calon kak iparku”, jelas jiwon

*

“stella, maafkan aku mengecewakanmu”

*

Kau bodoh tiffany

Author’s Note:

Terinspirasi dari salah satu sinetron Indonesi yang bermutu bertahun-tahun silam. Sayang sekali sinetron ini kurang mendapat apresiasi yang bagus, mungkin karena masyarakat indonesia kurang bisa menerima hal berat dan mungkin karena script nya yang terlalu berat. Ada yang tahu judulnya? Kalau ada yang tahu aku akan mengirimkan part selanjutnya lebih cepat, mungkin😀

Terima kasih!!!

59 thoughts on “(AF) Break the Rules Part I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s