(AF) All I Ask

Choihwangly ’s Present

ALL I ASK

large

 

TIFFANY HWANG | CHOI SIWON

PG-17 | Romance, Sad, Hurt | Oneshot | This story is mine. I just borrow they name for my story. Casts are belong theyself and god. Please dont be a plagiator. Keep RCL | WARNING : TYPO

.

.

.

Author Note : Well, FF ini terinspirasi dari lagu nya Adele – All I Ask. Jadi, aku saranin untuk semua reader yang baca FF ini, coba deh baca FF ini sambil dengerin lagu nya Adele – All I Ask. ThanksJ

.

.

.

Wanita itu sedari tadi sibuk dengan kertas-kertas yang berada diatas mejanya. Ia mencoret nya lalu membuangnya. Ia mendengus berkali-kali. Semua coretannya tidak ada yang sesuai harapannya. Padahal, ia harus segera mengeluarkan pakaian dengan rancangan baru hasil dirinya untuk brand fashion miliknya.

“Tiffany!” Seseorang tiba-tiba saja memasuki ruangannya tanpa mengetuk. Merasa namanya dipanggil, wanita cantik bernama Tiffany itu mengangkat wajahnya dengan ekspresi kesal untuk melihat orang yang baru saja menghancurkan konsentrasinya. Namun ia segera tersenyum melihat siapa orang yang datang menemuinya.

“Hai, Choi!” Balas Tiffany dengan ramah lalu tersenyum manis yang membuat matanya ikut tersenyum dengan indah. Orang yang baru saja datang mengunjunginya adalah adik dari kekasihnya saat ini. Choi Sooyoung. Tiffany sudah terbiasa dengan kehadiran Sooyoung yang tiba-tiba. Namun itulah yang Tiffany sukai dari Sooyoung. Entah kebetulan atau tidak, tapi Sooyoung selalu datang tiba-tiba disaat suasana hati Tiffany sedang tidak baik. Dan disaat itulah, Sooyoung akan menghibur Tiffany dengan caranya sendiri hingga membuat suasana hati Tiffany kembali senang.

Sooyoung menyimpan tas chanel nya di atas meja kerja Tiffany lalu duduk dikursi berhadapan dengan Tiffany. Sedangkan Tiffany tetap terdiam dikursi besar nya.

“Ada apa denganmu?” Tanya Sooyoung to-the-point.

“Tidak ada.” Jawab Tiffany malas.

“Tidak ada, lalu mengapa mukamu kusut seperti itu?” Lanjut Sooyoung dengan sedikit cuek dan dingin. Oh, sepertinya keluarga Choi memiliki sifat turunan. Cuek dan dingin. Yang tentu saja menurun pada kekasihnya, juga pada orang yang berada didepannya saat ini. Untung saja Tiffany sudah terbiasa dengan hal itu.

“Mengapa ekspresiku mudah sekali ditebak orang,” gumam Tiffany kesal.

“Kau memang tidak pandai menyembunyikan ekspresimu, Hwang.” Kata Sooyoung sembari memainkan handphone nya. Tiffany mendengus pelan.

“Aku hanya merasa stress. Tidak ada hasil gambaranku yang sesuai dengan ekspetasiku. Padahal aku harus segera mengeluarkan pakaian dengan design terbaru.” Jelas Tiffany sembari memainkan pensil yang sedari tadi dipegangnya.

“Harus nya aku tahu itu dan tidak usah bertanya. Itu adalah masalah rutin mu.” Gumam Sooyoung masih fokus dengan handphone nya. Tiffany hanya menatap Sooyoung dengan kesal.

“Kau membuatku semakin bertambah stress.” Seru Tiffany kesal. Sooyoung tertawa pelan mendengarnya.

“Itulah aku,” Jawab Sooyoung santai lalu menyimpan handphone nya, mengambil tas nya, lalu berdiri dari tempatnya. “Ayo!” Lanjut Sooyoung mengajak Tiffany. Tiffany mengerutkan keningnya.

“Ayo?” Tanya Tiffany bingung.

“Ya. Ayo kita keluar dari sini dan bersenang-senang.” Seru Sooyoung memperjelas.

“Tidak sekarang, Choi. Tidakkah kau lihat apa yang sed- Oh!” Tiffany berlonjak kaget saat dengan tiba-tiba saja Sooyoung menarik tangannya dengan sedikit keras.

“HEI!” Teriak Tiffany kesal setelah berdiri dari duduknya. Sooyoung menatap Tiffany dengan senyuman merasa-tidak-berdosa yang menghiasi wajahnya.

“Ambil tas mu dan kita akan pergi dari sini. Ayolah! Aku jamin kau akan mendapat inspirasi untuk design mu selanjutnya setelah hangout bersamaku.” Kata Sooyoung membujuk Tiffany seperti anak kecil. Tiffany mengernyit jijik mendengarnya yang sukses membuat Sooyoung tertawa melihatnya.

Tiffany pun dengan cepat mengambil tas hermes miliknya. Ia mengambil handphone nya dari dalam tas mahal itu. Sooyoung menunggunya dengan malas.

“Tunggu sebentar, aku harus mengabari Siwon.” Kata Tiffany lalu menempatkan handphone itu ditelinganya. Namun tiba-tiba saja Sooyoung menarik handphone itu dari Tiffany. Ia memutuskan sambungan teleponnya dan menyimpan handphone itu didalam tas Tiffany.

“Hei! Apa yang kau lakukan!” Seru Tiffany kesal dengan sedikit berteriak.

“Aku sudah memberitahu oppa. Jadi kau tidak perlu menghubungi nya lagi. Cepatlah Eonni!” Kata Sooyoung sembari menggunakan aegyo saat ia memanggil Tiffany dengan sebutan eonni.

“Oh, mengapa kau begitu menjijikan sekali hari ini, Choi Sooyoung!” Keluh Tiffany saat Sooyoung menariknya keluar dari ruangan itu.

 

 

**SiFany**

 

 

Tiffany memasuki apartementnya bersama Siwon dengan Sooyoung dibelakang nya. Kedua tangannya penuh dengan belanjaan-belanjaan yang dibeli nya bersama Sooyoung tadi. Satu-satu nya hal yang bisa membuat Tiffany lepas dari stress hanya satu. Yaitu shopping. Terkadang Sooyoung selalu memanfaatkan hal itu yang selalu sukses membuat kakak lelaki satu-satunya itu marah.

Mommy!” Teriak Tiffany terkejut melihat sosok Siwon yang tiba-tiba saja muncul dari arah kamar saat ia sedang berjalan menuju ruang tengah. Sooyoung ikut berteriak terkejut diselebah Tiffany. Siwon secara refleks menutup kedua telinga nya mendengar teriakan kekasihnya dan adiknya itu yang bisa terdengar hingga ke lantai paling bawah gedung ini.

“Bisakah kalian tidak berteriak?” Seru Siwon sedikit kesal.

“Kau mengagetkanku, Siwon!” Seru Tiffany tak kalah kesal. Sooyoung menganggukkan kepalanya setuju dengan Tiffany.

“Okay…maafkan aku.” Kata Siwon mengalah. Ia melirik kearah belanjaan yang Tiffany dan Sooyoung bawa. Lalu menatap keduanya secara bergantian dengan tajam. Tiffany menggigit bibir bawahnya gugup. Siwon pasti akan memarahinya lagi karena ia menghabiskan uang dengan berbelanja sebanyak ini.

“Kau tidak perlu mengomeli ku atau pun Tiffany, oppa.” Seru Sooyoung malas disebelah Tiffany lalu berjalan menyimpan belanjaannya diatas meja ruang tengah dan duduk di sofa yang berada tak jauh dari meja.

“Berapa uang yang kau habiskan?” Tanya Siwon dingin menatap Tiffany dengan tajam.

“Tidak banyak.” Jawab Tiffany pelan.

“Dan aku ingin mengetahuinya lebih detail. Berapa tepatnya?”

“1500 dollar.” Jawab Tiffany semakin pelan.

“Ya Tuhan! Tiff-“

“Sudahlah oppa! Tidak perlu mengomeli nya! Berbelanja sebanyak 1500 dollar adalah hal yang biasa untuk para wanita!” Seru Sooyoung dari tempatnya membela Tiffany dengan memotong ucapan Siwon.

“Tapi kalian membuang-buang orang hanya untuk hal yang tidak terlalu penting!” Seru Siwon tidak setuju dengan penuturan Sooyoung.

“Ini terakhir kalinya. Aku berjanji!” Seru Tiffany cepat sebelum terjadi perang dunia antara kakak-beradik Choi.

“Kau mengatakan hal yang sama dua minggu yang lalu.” Ujar Siwon mengingatkan Tiffany. Tiffany kembali menggigit bibir bawahnya.

“Kali ini aku benar-benar akan menepati nya.” Kata Tiffany yakin. Siwon menghembuskan napasnya berat lalu dengan tiba-tiba memeluk Tiffany dengan erat tanpa kesusahan dengan belanjaan yang dibawa Tiffany.

Ops..18+ Showtime.” Kata Sooyoung yang sukses membuat Tiffany menatapnya dengan tatapan mematikan miliknya. Sooyoung menjulurkan lidahnya ke arah Tiffany.

 

 

**SiFany**

 

 

Ini adalah hari Sabtu. Tiffany sedang tidak mengunjungi butiknya begitupun dengan Siwon yang sedang tidak bekerja. Tiffany tersenyum puas melihat coretan nya diatas kertas polos berwarna putih itu. Kali ini design buatannya benar-benar sesuai dengan ekspetasinya selama ini. Ia merapikan kembali peralatannya lalu menyimpannya dengan rapih. Ia melihat jam diruangannya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Tiffany segera keluar dari ruang kerja nya. Ia melihat kesegala arah lalu menghembuskan napasnya berat. Siwon belum juga keluar dari ruang kerjanya. Padahal, Siwon jauh lebih dulu memasuki ruang kerjanya dibanding Tiffany.

Tiffany berjalan menuju ruang kerja Siwon. Ia membuka pintu didepannya dengan perlahan. Siwon tengah menelepon seseorang dikursinya. Dengan memberanikan diri, Tiffany berjalan menghampiri Siwon. Siwon mengangkat kepalanya lalu menatap Tiffany dengan bingung namun masih fokus berbicara dengan orang disebrang teleponnya.

“Tunggu sebentar.” Kata Siwon lalu menatap Tiffany.

“Apa apa, sayang?” Tanya Siwon bingung.

Tiffany menggeleng lalu mendekati Siwon menempatkan dirinya diatas pangkuan Siwon. Walau masih merasa bingung, Siwon mengapit handphone nya diantara bahu dan telinga kanan nya. Ia memeluk Tiffany erat dengan kedua tangannya yang kini bebas.

“Baiklah lanjutkan.” Kata Siwon lagi pada seseorang ditelepon. Tiffany mengalungkan tangannya dileher Siwon lalu menenggelamkan kepalanya di dada Siwon. Siwon masih tetap fokus pada teleponnya.

“Ya..Baiklah..Kau urus itu semua…Tentu..Aku akan meneleponmu lagi nanti.” Ujar Siwon lalu menempatkan handphone nya diatas meja kerjanya. Ia mengangkat wajah Tiffany dengan lembut.

“Ada apa, Tiffany?” Tanya Siwon khawatir. Tiffany tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya merindukanmu.” Jelas Tiffany menatap Siwon dalam. Siwon tersenyum senang mendengarnya.

“Aku lebih merindukanmu.” Jelas Siwon lalu mencium bibir Tiffany lembut dengan cukup lama.

“Apa pekerjaanmu sudah selesai?” Tanya Siwon setelah melepaskan ciumannya. Tiffany mengangguk dengan cepat.

“Ya. Hasilnya sesuai dengan ekspetasiku,” Jawab Tiffany senang. “Apa pekerjaanmu sudah selesai?” Lanjut Tiffany bertanya.

“Sebentar lagi kurasa.” Jawab Siwon yang sukses membuat Tiffany mengerucutkan bibirnya. Siwon tidak menyianyiakan kesempatan itu. Ia mengecup bibir Tiffany singkat.

“Yak!” Seru Tiffany tak terima.

“Aku tidak akan lama.” Jelas Siwon. Tiffany hanya terdiam lalu kembali menempatkan kepalanya di dada bidang Siwon dan menatap layar laptop didepannya dengan bosan. Siwon kembali fokus pada layar laptopnya. Tangannya dengan lincah digerakkan di atas keyboard laptop miliknya.

“Apa yang kau kerjakan?” Tanya Tiffany penasaran.

“Dokumen kerjasama perusahaanku dengan Perusahaan Kwon Hae Jin.” Jawab Siwon.

“Bukankah seharusnya sekertaris mu yang mengerjakannya?”

“Ya. Namun aku ingin yang satu ini aku sendiri yang kerjakan. Lagi pula, sudah banyak pekerjaan yang harus Stella kerjakan.”

“Tidak usah menyebutkan namanya!” Seru Tiffany kesal.

“Ada apa dengannya?” Tanya Siwon bingung menghentikan pekerjaannya.

“Dia selalu menggodamu!” Kata Tiffany tidak suka. Siwon tersenyum geli mendengarnya.

“Apa kau cemburu?”

“Ya.” Jawab Tiffany singkat tidak malu mengakui kecemburuannya. Siwon tertawa pelan lalu mencium pipi kanan Tiffany.

“Dia tidak seperti itu, sayang. Selaginya memang benar ia melakukannya, aku tidak akan tergoda olehnya.” Kata Siwon lembut.

“Kau membelanya!” Seru Tiffany lalu semakin memajukan bibirnya.

“Berhenti mengerucutkan bibirmu sebelum aku menghentikan pekerjaanku sekarang juga dan melakukan sesuatu yang membuatmu tidak akan bisa keluar dari ruangan ini sampai malam tiba.” Ancam Siwon tepat di telinga Tiffany yang sukses membuat Tiffany merinding mendengarnya.

“Ya! Ya! Baiklah!” Seru Tiffany mengalah sedikit ketakutan. Siwon tersenyum penuh kemenangan.

“Sekarang, biarkan aku fokus pada pekerjaanku lebih dulu agar semuanya selesai dengan cepat.” Kata Siwon. Tiffany mengangguk menurut dan kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Siwon.

 

 

**SiFany**

 

 

Tiffany membuka pameran untuk pakaian-pakaian rancangan baru nya yang akan dipromosikan hari ini. Begitu banyak fashion designer ternama Korea maupun dunia yang menghadirinya. Bahkan, sahabat lama Tiffany yang sama-sama seorang CEO Fashion datang jauh-jauh dari Amerika ke Korea untuk menghadiri pameran Tiffany.

Tentu saja, Sooyoung datang sebagai salah satu model yang akan melakukan runaway untuk pakaian rancangan Tiffany yang terbaru. Dan jangan lupakan Siwon. Kekasihnya rela pulang lebih awal dari kantor nya untuk menemani Tiffany hari ini.

Tiffany sudah menyuruh Siwon tetap dikantor nya dan tidak perlu datang ke pamerannya. Namun Siwon tetap memaksakan dirinya untuk datang ke pameran Tiffany. Tiffany melarangnya karena ia tahu, hari ini begitu banyak hal yang harus dilakukan Siwon pada perusahaannya sebagai seorang CEO. Dan Tiffany memikirkan apa yang akan dikatakan Mr. Choi dan Mrs. Choi mengenai hal ini.

“Bukankah sudah kukatakan untuk tidak usah datang ke sini?” Tanya Tiffany pelan sembari menghampiri Siwon.

“Dan bukankah sudah kukatakan bahwa aku akan tetap datang?” Seru Siwon menatap Tiffany. Tiffany menghembuskan napasnya berat.

“Tapi, bukankah banyak hal yang harus kau lakukan dikantor hari ini?”

“Aku sudah menyuruh Stella yang mengerjakan itu semua.” Jawab Siwon santai.

“Bukankah kau bilang harus kau yang mengerjakannya?” Tanya Tiffany bingung.

“Mengapa aku merasa kau tidak ingin aku ada disini?” Tanya Siwon mengabaikan pertanyaan Tiffany.

“Tidak!” Jawab Tiffany cepat. “Tentu saja aku sangat ingin kau ada disini.” Lanjut Tiffany.

“Nah. Kalau begitu biarkan aku tetap disini.” Seru Siwon. Tiffany mengambil napasnya dalam.

“Apa yang kau khawatirkan jika aku tetap disini?” Tanya Siwon memegang kedua pundak Tiffany dan menatap nya dalam.

“Aku memikirkan Aboenim dan Eommonim.” Jawab Tiffany jujur. “Mereka jelas sama sekali tidak menyukaiku karena aku keturunan Amerika. Dan aku hanya khawatir bagaimana reaksi kedua orangtua mu saat mengetahui kau meninggalkan kantor di saat yang sedang penting hanya untuk menemaniku di pameranku.” Jelas Tiffany menatap Siwon dengan tatapan yang sulit diartikan. Mendengar penuturan dari Tiffany, Siwon segera memeluknya dengan erat.

“Jadi itu yang kau khawatirkan jika aku ada disini?” Tanya Siwon lembut. Tiffany menganggukkan kepalanya pelan.

“Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, Tiff. Mereka tidak akan tahu.” Kata Siwon.

“Tapi bagaimana jika mereka tahu, Siwon? Mereka akan semakin tidak menyukaiku.” Lirih Tiffany.

“Kita akan membuat mereka menyukaimu.”

“Tidak semudah yang kau bayangkan.” Seru Tiffany pelan. Siwon hanya terdiam tidak menjawabnya.

“Hey apa yang kalian lakukan?” Suara Sooyoung membuat Tiffany dan Siwon melepaskan pelukannya. Siwon hanya terdiam dan menatap Sooyoung dengan dingin. Berbeda dengan Tiffany yang menunduk karena malu.

“Eomma dan Appa menyuruhmu pulang malam ini untuk makan malam bersama.” Kata Sooyoung pada Siwon.

“Makan malam bersama? Apakah ada acara?” Tanya Siwon bingung. Sooyoung mengangkat bahunya.

“Aku tidak tahu. Tapi eomma bilang, kau bisa membawa Tiffany.” Lanjut Sooyoung. Tiffany membulatkan matanya terkejut.

“Aku? Mengapa?” Tanya Tiffany bingung.

“Sepertinya mereka sudah mau menerimamu.” Kata Sooyoung sembari tersenyum.

“Benarkah?” Tanya Siwon memastikan.

“Entahlah, aku tidak tahu. Maka dari itu datanglah malam ini. Ah Tiffany, ada seseorang yang mencarimu.” Kata Sooyoung.

“Siapa?” Tanya Tiffany bingung.

“Keturunan Amerika.” Jawab Sooyoung singkat.

“Oh, pasti Jessica! Kau ingin bertemu sahabat lamaku?” Tanya Tiffany menatap Siwon sembari tersenyum. Siwon mengangguk dengan cepat.

“Tentu.” Jawab Siwon lalu menempatkan tangannya dipinggang Tiffany dan berjalan meninggalkan Sooyoung sendirian disana.

 

 

Tiffany dan Siwon berjalan menghampiri seorang wanita cantik berbibir tipis yang tengah menunggu seseorang. Wanita itu tersenyum dengan cerah saat ia melihat Tiffany.

“Hwang!” Seru wanita cantik campuran Korea-Amerika itu dengan penuh semangat.

“Jung!” Balas Tiffany lalu memeluk tubuh wanita didepannya dengan sangat erat membuat Siwon terpaksa melepaskan tangannya dipinggang Tiffany.

“Aku merindukanmu!” Kata Tiffany.

“Aku lebih merindukanmu!” Balasnya lalu melepaskan pelukannya bersama Tiffany.

“Ini Siwon. Kekasihku yang selalu ku ceritakan padamu.” Kata Tiffany memperkenalkan Siwon. Siwon segera mengulurkan tangannya

“Choi Siwon.”

“Jessica Jung.” Kata Jessica sembari membalas uluran tangan Siwon. Tiffany segera kembali mengajak Jessica berbincang. Ia benar-benar merindukan sahabatnya yang sekarang telah menetap di Amerika itu. Siwon hanya tersenyum mendengar ocehan kedua orang yang sudah lama tidak saling bertemu itu.

 

 

**SiFany**

 

 

Tiffany mengigit bibir bawahnya gugup. Ia akan kembali menemui Mr. Choi dan juga Mrs. Choi sekarang. Terakhir ia bertemu mereka yang didapatnya adalah sebuah caci maki dari keduanya. Kedua orangtua Siwon sangat tidak menyukai Tiffany, walaupun Siwon sudah menjalin hubungan selama empat tahun bersama Tiffany.

Alasannya adalah, karena ia merupakan gadis keturunan Amerika. Alasan yang tidak masuk akal bagi Siwon, Tiffany, maupun Sooyoung. Namun ya, itulah yang sebenarnya. Seluruh keluarga Choi tidak ada yang menyukai seseorang keturunan Amerika. Entah apa yang terjadi sebelumnya hingga seluruhnya tidak menyukai orang keturunan Amerika. Namun Siwon dan Sooyoung tidak begitu tentunya.

Kini, Tiffany, Siwon, dan juga Sooyoung sudah berada di rumah keluarga Choi. Tiffany menatap Siwon dengan cemas.

“Semua akan baik-baik saja.” Seru Siwon menenangkan.

“Ya. Kau tidak perlu terlalu khawatir, Tiff.” Kata Sooyoung. Tiffany hanya menganggukkan kepalanya. Siwon, Tiffany, dan Sooyoung telah turun dari mobil. Sooyoung memasuki rumah lebih dulu meninggalkan Siwon dan Tiffany dibelakang.

Eomma- Siwon Oppa dan Tiffany datang!” Teriak Sooyoung sembari berjalan keruang tengah. Mrs. Choi segera menghampirinya.

“Akhirnya kau pulang Siwon-ah.” Seru Mrs. Choi lembut lalu memeluk Siwon. Siwon balas memeluknya. Tiffany hanya terdiam kaku bingung harus melakukan apa. Sooyoung segera berdiri disebelah Tiffany.

“Anakku sudah pulang?” Suara Mr. Choi terdengar selagi ia berjalan menghampiri Siwon. ia memeluk Siwon singkat lalu melepaskan pelukannya.

Tiffany hanya menunduk sedari tadi. Tidak berani menatap Mr. Choi maupun Mrs. Choi.

Annyeonghaseo eommonim, aboenim.” Kata Tiffany lalu membungkuk dengan sopan. Mrs. Choi menatap Tiffany dengan sinis sedangkan Mr. Choi menatap Tiffany dengan tatapan datarnya.

“Kekasihku mengucapkan salam, eomma, appa.” Kata Siwon dengan nada yang sangat dingin yang sukses membuat Tiffany maupun Sooyoung merinding mendengarnya. Namun Mr. Choi dan Mrs. Choi sama sekali tidak mempedulikan Tiffany.

“Ayo keruang makan. Tamu kita sudah menunggu.” Seru Mrs. Choi lalu berjalan menuju ruang makan bersama Mr. Choi.

“Tamu? Siapa?” Tanya Siwon menatap Sooyoung.

“Aku tidak tahu.” Jawab Sooyoung sembari menggelengkan kepalanya. Siwon kembali menggenggam tangan Tiffany dengan erat.

“Tenanglah. Semua akan baik-baik saja.” Kata Siwon lalu menuntun Tiffany ke arah ruang makan. Tiffany mengambil napasnya dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.

 

 

 

Tiffany duduk dengan tidak nyaman disebelah Siwon dan Sooyoung. Terlebih dengan dua orang paruh baya dan seorang wanita lainnya yang tidak ia ketahui siapa. Namun yang jelas, wanita itu memiliki paras dan tubuh yang sangat sempurna. Ia benar-benar cantik!

Tiffany melirik Sooyoung. Sooyoung jelas-jelas memperlihatkan tatapan tidak sukanya pada wanita itu. Lalu ia melirik Siwon. Siwon sedari tadi hanya memasang tampang datar dengan tangannya yang selalu menggenggam tangan Tiffany dengan erat sedari tadi dibawah meja.

Tiba-tiba saja, Mr. Choi membuka suaranya yang sukses membuat perhatian semua orang di meja makan terfokus padanya.

“Baiklah. Berhubung semua orang telah berkumpul disini, aku akan menyampaikan suatu hal yang sangat penting.”Kata Mr. Choi yang mendapat anggukkan dari Mrs. Choi dan senyum teka-teki dari keluarga yang tidak dikenal Tiffany, Siwon, ataupun Sooyoung.

“Aku, Istriku, Mr. Kwon, dan Mrs. Kwon telah sepakat untuk menjodohkan anak kami. Choi Siwon dan Kwon Yuri.” Lanjut Mr. Choi yang sukses membuat Tiffany, Siwon, dan Sooyoung membulatkan matanya terkejut. Wajah Tiffany tiba-tiba saja pucat. Hatinya terasa sakit. Jadi, alasan Mr. Choi dan Mrs. Choi mengundangnya untuk makan malam adalah untuk memberitahukan bahwa Siwon akan dijodohkan dengan orang lain?

Aboeji!” Teriak Siwon tak terima. Tiffany sedari tadi hanya menundukkan kepalanya. Ia akan menangis jika saja Sooyoung tidak menggenggam tangannya.

“Jangan berteriak pada ayahmu, Choi Siwon! Dulu kau tidak pernah membantahku. Apakah ia yang mengajari mu untuk berteriak pada ayahmu sendiri?” Seru Mrs. Choi meninggikan suaranya sembari menatap Tiffany dengan sinis.

“Jangan menyalahkannya!”

“Lihat? Kau bahkan membelanya!” Seru Mrs. Choi semakin meninggikan suaranya.

Eo—“

“Cukup!” Seru Tiffany menmotong ucapan Siwon. Tiffany berdiri dari tempatnya. Ia memberanikan dirinya mengangkat kepalanya dan menatap mata Mrs. Choi.

“Oh, sekarang kau berani menatapku?”

“A-aku, apakah aku memiliki kesalahan padamu, Mrs. Choi? Apakah dilahirkan sebagai gadis keturunan Amerika itu adalah kesalahanku? Maafkan aku jika kau berfikir seperti itu. Selama ini aku menahan diriku mendengar caci maki yang kau keluarkan padaku karena aku menghormatimu. Aku menghormati Mr.Choi, Siwon, dan juga Sooyoung. Apa yang salah dengan orang keturunan Amerika?” Tanya Tiffany dengan berani. Mr dan Mrs. Choi menatap Tiffany dengan tidak percaya.

Siwon dan Sooyoung hanya terdiam ditempatnya. Begitu juga dengan keluarga Kwon.

“Kau berani berbicara kasar pada istriku?” Seru Mr. Choi berdiri dari tempatnya dengan suara yang tinggi.

“Aku hanya ingin tahu alasannya, Mr. Choi. Apa yang salah dengan orang keturunan Amerika?” Tanya Tiffany kini berani menatap mata Mr. Choi.

“Tidak ada,” Jawab Mrs. Choi tiba-tiba dengan nada dingin nya lalu ikut berdiri dari tempatnya. “Aku hanya tidak menyukainya. Tidak ada keluarga Choi yang menyukai orang keturunan Amerika.” Lanjutnya. Tiffany menahan napasnya. Ia menelan ludah nya dengan susah payah. Tidak ada alasan? Apakah itu hal yang masuk akal? Membenci seseorang keturunan Amerika dengan tidak jelas? Tidak ada alasan? Tiffany benar-benar tidak mengerti dengan pikiran semua keluarga Choi. Well, bukan hanya Tiffany. Siwon dan Sooyoung juga sama.

“Jadi, apa yang kau inginkan?” Tanya Tiffany memelankan suaranya. Ia masih menatap lurus ke arah Mrs. Choi.

“Tinggalkan anakku.” Kata Mrs. Choi tajam. Siwon dan Sooyoung segera berdiri dari tempatnya. “Eomma!” Teriak Siwon dan Sooyoung tidak terima mendengarnya.

“Aku mencintainya, eomma! Jangan menyuruhnya untuk meninggalkanku! Kau tidak memiliki hak, eomma!” Seru Siwon dengan nada tinggi.

“Aku sudah menganggap Tiffany sebagai kakakku! Tiffany adalah orang yang baik, eomma! Kau tidak bisa menyuruhnya meninggalkan oppa!” Seru Sooyoung menatap Mrs. Choi tajam.

Omo! Kau lihat itu, yeobo? Kedua anakku bahkan berani membentakku karena wanita itu!” Seru Mrs. Choi menatap Tiffany dengan tatapan kejam nya.

“Baiklah. Aku akan meninggalkan Siwon.” Kata Tiffany tiba-tiba. Siwon dan Sooyoung menatap Tiffany dengan tidak percaya.

“Tiffany!” Kata Siwon dengan nada yang sangat khawatir. Khawatir jika Tiffany mengucapkan hal itu dengan serius.

“Maafkan aku, Siwon.” Lirih Tiffany lalu berlari meninggalkan tempat itu. Siwon segera bergegas mengejar Tiffany. Hanya saja tangan Mr. Choi yang masih sangat kukuh menghalangi niat Siwon.

“Diam disini, Choi Siwon!” Seru Mr. Choi dengan nada yang sudah menjadi ciri khas nya. Dingin dan tegas.

 

 

**SiFany**

 

 

Siwon turun dari mobil nya dengan tergesa-gesa. Ia segera berlari menuju elevator lalu menutup pintu nya dan menekan tombol di sebelah kanan yang berada didalam elevator tersebut. Sampai di lantai tujuannya, Siwon segera berlari kearah pintu apartement nya bersama Tiffany.

Ia menekan tombol-tombol untuk memasukkan password apartement nya. Namun sial, pintu apartement nya tidak terbuka. Menandakan Tiffany telah mengganti password apartement itu. Siwon menekan bel apartement berkali-kali. Tidak ada tanda-tanda orang yang membukanya. Ia kembali menekan bel itu dengan tidak sabaran. Suara seseorang yang mencoba membukakan pintu dari dalam terdengar. Siwon menarik napasnya dalam. Berharap Tiffany benar-benar membukakan pintu untuknya.

“Siwon.”Gumam Tiffany lalu tersenyum menatap Siwon. Siwon dapat melihat mata Tiffany yang membengkak. Pasti akibat menangis karena kejadian beberapa saat yang lalu di rumahnya. Tanpa menunggu lama Siwon segera memeluk tubuh mungil Tiffany dengan sangat erat. Tiffany terdiam tidak membalas nya. Ia berusaha menahan air matanya yang lagi-lagi akan keluar.

“Maafkan aku, Tiffany.” Gumam Siwon mengecup puncak kepala Tiffany. Tiffany segera membalas pelukan Siwon lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang Siwon.

“Tidak perlu meminta maaf.” Kata Tiffany pelan. Siwon sedikit menarik dirinya lalu mengangkat wajah Tiffany hingga bisa menatapnya.

“Kau tidak serius dengan ucapanmu dirumahku, bukan? Kau tidak akan meninggalkan ku, bukan?” Tanya Siwon. Ekspresi khawatir menunggu jawaban dari Tiffany terlihat sangat jelas tanpa bisa ia sembunyikan. Tiffany menundukkan kepalanya menatap lantai tidak menjawab.

“Kumohon katakan sesuatu, Tiff.” Lirih Siwon. Tiffany tampak berfikir cukup lama.

“Tidak akan.” Jawab Tiffany pada akhirnya. Siwon tersenyum lega mendengarnya. Ia segera menautkan bibirnya dengan bibir Tiffany. “Aku mencintaimu.” Gumam Siwon di sela-sela ciumannya.

 

 

**SiFany**

 

 

Tiffany berjalan mengikuti arahan Sooyoung dibelakangnya yang tengah menutup matanya dengan kedua tangannya. Hari ini Sooyoung benar-benar menyebalkan bagi Tiffany. Ini seharusnya menjadi hari yang menyenangkan untuknya. Ini adalah hari ulangtahun nya. Namun yang terjadi adalah yang sebaliknya. Hati nya benar-benar dalam suasana yang sangat buruk. Siwon tidak mengabarinya dan sama sekali tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya sedari pagi. Dan kini, apalagi hal konyol yang sedang direncanakan oleh Sooyoung?

“Kemana kau akan membawaku, Choi!” Seru Tiffany kesal.

“Tidak usah banyak bertanya, gadis keturunan Amerika!” Seru Sooyoung menggoda Tiffany dengan menekankan kata ‘keturunan Amerika’ padanya. Tiffany mendengus dengan kesal.

“Baiklah. Aku akan melepaskan tanganku. Setelah aku melepaskan tanganku, aku ingin kau berjanji akan masuk kedalam pintu yang sekarang berada didepanmu. Okay?”

“Ya! Ya! Baiklah! Cepat lepaskan tanganmu dari mataku! Mataku terasa sangat sakit sekarang karena kau menekan tanganmu terlalu kuat!” Kesal Tiffany dengan tidak sabaran. Sooyoung segera melepaskan tangannya.

Ops..I’m sorry. Sekarang tepati janjimu. Masuklah!” Perintah Sooyoung.

“Kau tidak merencanakan hal yang aneh bukan?” Tanya Tiffany. Tiffany menatap Sooyoung penuh selidik sebelum masuk.

“Percayalah padaku, Tiffany!” Kata Sooyoung sedikit kesal lalu mendorong Tiffany memasuki pintu misterius itu.

Tiffany sedikit tersungkur saat masuk keruangan itu. Tiffany mengerutkan keningnya. Ruangan ini sangat gelap. Tidak ada lampu atau apapun yang dapat menerangi ruangan ini membuat Tiffany tidak bisa melihat apapun. Tiffany segera membalikkan badannya dan membuka pintu itu kembali. Namun sial. Pintu itu terkunci. Tiffany segera mengetuk pintu itu berkali-kali dengan keras.

“Yak! Choi Sooyoung! Apa yang kau lakukan! Buka pintu nya! Disini benar-benar gelap!” Teriak Tiffany dengan sangat keras. Namun tidak ada yang menyaut dari luar sana. Tiffany mendengus dengan kesal.

 

I will leave my heart at the door
I won’t say a word
They’ve all been said before, you know
So why don’t we just play pretend
Like we’re not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

 

Tiba-tiba saja sebuah lampu menyala. Lampu itu mengarah kesalah satu pojok diruangan ini. Tiffany mengalihkan pandangannya untuk melihat. Lampu itu menerangi sebuah screen infocus yang berada di pojok ruangan. Tiffany menatap screen infocus itu dengan pandangan tidak mengerti.

Dengan tiba-tiba screen infocus itu menayangkan sebuah video yang membuat jantung Tiffany berhenti saat itu juga. Video itu berisi foto-foto dan video-video dirinya dengan Siwon disaat mereka sedang bersama. Dimulai dari foto di awal pertemuan mereka bertemu hingga sekarang.

Setelah video itu berakhir, lampu lainnya yang lebih redup menyala menerangi tengah ruangan. Membuat sekumpulan bunga yang dibentuk menjadi bentuk love yang cukup besar itu terlihat. Disebelahnya bahkan ada lilin lilin yang meneranginya.

Tiffany membuka mulutnya. Benar-benar terkejut dengan semuanya. Suara Siwon tiba-tiba terdengar di ruangan yang sebagian besar masih gelap ini. Tiffany mencari kesegala arah. Ia menemukannya. Ia melihat screen infocus itu kembali menayangkan sebuah video yang berisi Siwon didalamnya.

“Aku tahu tidak ada orang yang sempurna di dunia. Namun bagiku, kau sempurna, Tiffany. Kau bahkan lebih dari sempurna. Aku mewakili kedua orangtuaku, ingin meminta maaf atas apa yang terjadi di rumahku saat kita makan malam bersama. Aku tahu kau sakit atas perlakuan kedua orangtuaku. Terlebih dengan perjodohan bodoh yang mereka katakan. Maka dari itu, maafkanlah kedua orangtua ku, Tiff. Aku yakin, seiring berjalannya waktu, kita bisa meyakinkan kedua orangtua ku dan membuat mereka menyukai mu.”

“Aku mencintaimu, Tiffany. Aku mencintaimu lebih dari apapun didunia ini. Aku sangat menyayangimu. Kau adalah kekuatanku. Maafkan aku karena hari ini aku sama sekali tidak mengabarimu. Aku mencintaimu. Selamat ulangtahun, sayang.”

Video itu berhenti. Lampu kembali menerangkan satu titik diruangan ini. Tiffany mengalihkan pandangannya untuk melihat. Itu Siwon! Kini Siwon tengah menyanyikan sebuah lagu untuk Tiffany. Lagu milik John Legend – All Of Me. Itu adalah lagu kesukaan Tiffany. Siwon menghampiri Tiffany lalu menariknya masuk ketengah bunga berbentuk love. Siwon terus bernyanyi hingga lagu itu selesai.

“Selamat ulang tahun, Tiffany.” Kata Siwon saat ia selesai menyanyikan lagunya.

Air mata haru keluar dari mata indah Tiffany tanpa ia bisa tahan. Tiffany dengan cepat memeluk tubuh Siwon dengan erat. Siwon tersenyum lalu membalas pelukannya.

“Aku mencintaimu.” Gumam Tiffany.

“Aku tahu itu,” Seru Siwon sambil tersenyum lalu mengecup puncak kepala Tiffany. “Aku khawatir.” Lanjut Siwon membuat Tiffany mengangkat kepalanya untuk menatapnya.

“Apa yang kau khawatirkan?” Tanya Tiffany bingung.

“Aku takut kau masih memikirkan perkataan orangtuaku tentang perjodohan itu. Aku takut akan apa yang terjadi besok. Aku takut kau meninggalkanku Tiffany.” Jawab Siwon jujur. Tiffany menundukkan kepalanya perlahan lalu kembali menatap Siwon sembari tersenyum.

carpe diem, Siwon. Tidak usah memikirkan hal itu untuk saat ini. Aku bahkan tidak mengingat kau benar-benar telah dijodohkan.” Kata Tiffany pelan.

“Tapi aku ta—“

“Ya, aku tahu. Aku juga takut Siwon. Aku bahkan takut kau yang akan meninggalkan ku. Tapi setidaknya berpura-pura lah seakan kita tidak takut akan apa yang akan terjadi selanjutnya.” Seru Tiffany memotong ucapan Siwon yang sukses membuat Siwon tidak menjawab.

 

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow

 

“Jangan salah paham akan apa yang aku katakan Siwon,” Kata Tiffany melihat ekspresi Siwon didepannya. “Percayalah bahwa hari esok yang kita takutkan tidak akan pernah datang.” Lanjut Tiffany menatap Siwon dalam dengan mata yang berkaca-kaca. Siwon menarik napasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ia lalu mencium bibir Tiffany dalam dan cukup lama.

 

All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

 

Siwon melepaskan ciumannya. Lalu ia kembali memeluk Tiffany dengan erat. Pelukan yang sangat berarti bagi Tiffany. Pelukan seakan ia sangat takut dan tidak ingin kehilangan Tiffany. Tiffany membalas pelukannya sama eratnya dengan pelukan yang Siwon berikan padanya.

“Ini hari ulang tahunku.” Gumam Tiffany masih memeluk Siwon dengan erat.

“Ya.” Seru Siwon singkat.

“Bolehkah aku meminta sebuah permintaan padamu?” Tanya Tiffany mengangkat wajahnya menatap Siwon.

“Tentu.”

“Berdansalah denganku. Genggam tanganku dengan sangat erat. Aku ingin membuat kenangan yang sangat indah tentang kita dihari ulangtahunku. Aku ingin kita berdansa sepenuh hati kita seperti apa yang orang lain yang saling mencintai lakukan.” Kata Tiffany menatap Siwon dalam. Siwon menatap Tiffany dengan tatapan yang sulit diartikan. Entah mengapa, Siwon merasa seperti Tiffany akan meninggalkannya.

Namun Siwon hanya terdiam. Ia mengikuti kemauan Tiffany. Tangan kanannya ia letakkan dipinggang ramping Tiffany. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menggenggam tangan Tiffany dengan sangat erat seperti apa yang Tiffany inginkan. Mereka berdansa. Berdansa ditengah bunga berbentuk love di kesunyian tanpa diiringi lagu.

 

I don’t need your honesty
It’s already in your eyes and I’m sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you’re the only one that matters, tell me who do I run to?

 

Tiffany menghentikan dansa nya. “Lepaskan.” Pinta Tiffany. Siwon hanya menurutinya walaupun ia merasa sangat bingung. Siwon melepaskan genggamannya yang erat dari tangan Tiffany. Tiffany terdiam menatap wajah Siwon dengan cukup lama.

“Aku tahu ada hal yang kau sembunyikan dariku,” Kata Tiffany sembari tersenyum miris. Siwon membuka mulutnya hendak berkata sesuatu. “Tidak usah. Tidak usah mengatakannya. Matamu sudah menjelaskan semuanya.” Lanjut Tiffany lagi-lagi memotong ucapan Siwon.

“Aku tahu kau khawatir dengan perjodohan ku. Kau tidak khawatir dengan hal itu, Tiff.” Kata Siwon lirih menatap Tiffany dalam.

“Aku tidak mengkhawatirkan hal itu.” Kata Tiffany bohong.

“Kau berbohong. Aku mengenalmu lebih dari siapapun, Tiffany.” Kata Siwon yang sukses membuat Tiffany terdiam dan menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don’t wanna be cruel or vicious
And I ain’t asking for forgiveness

 

“Dan kau berbohong padaku, Siwon.” Lirih Tiffany pada akhirnya.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon.

“K-kau, ka-u, kau telah menerima perjodohan itu bukan? Kau sangat menghormati kedua orangtuamu. Dan kau ingin yang terbaik untuk mereka. Kau tidak bisa melawan mereka saat mereka menyuruhmu melakukan sesuatu.” Jawab Tiffany dengan air mata yang tidak bisa ia tahan.

“Tiff—“

“Kita tidak bisa menjadi seseorang yang egois, Siwon. Tidakkah kau sadar jika kau tetap bersamamu, disaat kau telah menerima perjodohan yang dilakukan orangtua mu antara kau dan wanita bernama Kwon Yuri itu membuatku merasa menjadi orang yang kejam terhadap Yuri?”

“Tiff— Maafkan aku. Sungguh maafkan aku. Aku tidak ingin kau merasa seperti itu. Aku mencintaimu, Tiff.”

“Aku juga mencintaimu, Siwon. Aku tidak ingin kau meminta maaf padaku. Kau sama sekali tidak bersalah. Belajarlah dari apa yang terjadi dalam hubungan kita, Siwon. Ingatlah, terkadang kita harus rela membiarkan orang yang kita cintai pergi daripada kita harus mempertahankan nya tapi membuat orang lain sakit.”

“Mengapa aku merasa kau seperti ingin meninggalkanku, Tiff?” Lirih Siwon menatap Tiffany dengan sendu.

“Aku telah memikirkan hal ini selama berminggu-minggu, Siwon.”

“Memikirkan ini? Apa maksudmu?”

“Melepaskanmu.” Lirih Tiffany. Siwon membulatkan matanya tidak percaya.

“Kau— kau ingin melepaskanku? Kau ingin hubungan kita berakhir?” Tanya Siwon dengan nada tersakiti yang tidak bisa disembunyikannya.

“Ya.” Jawab Tiffany singkat. Hatinya merasa sangat sakit setelah ia mengatakan hal itu pada Siwon. Namun ini adalah yang terbaik. Ia tidak boleh menjadi orang yang egois. kedua orangtua Siwon sama sekali tidak menyukainya. Dan sekarang, ia tahu Siwon telah menerima perjodohan itu. Bukankah terkadang kita harus berhenti berjuang disaat kita sudah tidak sanggup lagi? Sudah 4tahun ia berjuang dan sekarang Tiffany benar-benar tidak sanggup lagi menjalani nya. Ia sudah memikirkan hal ini dengan matang. Ia harus melepaskan Siwon.

“Tiffany.” Lirih Siwon mendekati Tiffany. Namun tubuh Tiffany secara refleks bergerak menjauhi Siwon yang membuat Siwon menghentikan niatnya. Ia menatap Tiffany dengan tatapan tersakitinya.

“Ini hari ulangtahun mu. Mengapa kau ingin berpisah denganku dan menyakiti dirimu sendiri di hari istimewa mu?” Lirih Siwon sangat pelan hampir tidak terdengar. Tiffany hanya terdiam tidak menjawab. Ia semakin berjalan mundur menjauhi Siwon.

“Ini keputusanku, Siwon. Dan ini adalah hal yang terbaik untuk kita berdua. Aku mencintaimu. Maafkan aku. Dan semoga kau bahagia.” Lirih Tiffany sebelum pergi meninggalkan Siwon sendirian di tempat itu.

 

The End.

 

Adele – All I Ask

I will leave my heart at the door
I won’t say a word
They’ve all been said before, you know
So why don’t we just play pretend
Like we’re not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

I don’t need your honesty
It’s already in your eyes
And I’m sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you’re the only one that matters
Tell me who do I run to?

Look, don’t get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don’t wanna be cruel or vicious
And I ain’t asking for forgiveness
All I ask is

If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

 

 

Hai guys! Aku kembali dari hiatus dengan membuat FF singkat yang terinspirasi dari lagunya Adele- All I Ask. Maaf ya kalau ceritanya ga nyambung, ga jelas, atau terlalu pendek sampe gadapet feel nya. Ini baru pembukaan dari fanfict-fanfict lainnya yang bakal aku kirim ke SI. Jadi tunggu aja ya! Hehehe:D

Keep RCL^-^

 

 

53 thoughts on “(AF) All I Ask

  1. sedih banget 4thn bukan waktu yg singkat buat mrka… Sifany udh ngelewatin banyak hal sedih senang sama” dan akhirnya harus pisah cuman krna tiff kturunan amrik dan ortu siwon ga suka akhirnya siwon dijodohin sama yuri deh.. hm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s