(AF) Never Know

Never Know

cover never know

Author : Ruth Tivani

Cast : Siwon – Tiffany

Supported Cast : You can find it, if you read until finished.

Genre : Sad Romance

Rating : G

Length : Oneshoot

Disclaimer : The story is mine. Don’t be a plagiator. Enjoy and don’t forget to comment.

“You’ll never know where’s the destiny bring you go”

 

Seseorang tidak dapat menemukan mesin waktu dihidupnya.

Mereka hanya manusia-manusia bodoh yang berharap menemukan mesin waktu ketika mereka sedang dalam penjara penyesalan.

Seperti halnya Pria yang sedang meruntuki kebodohannya itu. Bagaimana tidak? Sudah 2 tahun ia menjalani kehidupan seperti patung, ia hanya bisa termenung dalam dunianya sendiri. Seseorang terdekatnya pasti akan menemukan pemandangan dimana pria itu sedang duduk diam di kursi kamarnya yang menghadap pada dinding kaca yang besar. Ia tiadak akan makan jika bukan ibunya yang memaksa, merengek agar supaya anak sulungnya mau makan, tidak akan keluar rumah jika bukan untuk sesuatu hal penting yang memaksanya untuk keluar, bahkan ia tidak akan mengeluarkan sepatah katapun jika tidak ada pertanyaan yang benar-benar butuh jawaban darinya. Separah itukah? Iya … Trauma yang dialami tepat 2 tahun yang lalu berhasil merubah hidup pria ini 100% menjadi hancur. Kenangan demi kenangan berhasil melintas di pikirannya ketika hatinya sedang merindu, bak adegan film yang tak bisa dihentikan alurnya. Dingin, begitu dingin sampai hatinya membeku seperti es, Apakah dia benar-benar manusia? Bagaimana bisa ia menjalani hidup bak patung selama 2 tahun ini…

 

**Never Know**

 

“Apa Kau tidak bisa menunggu sampai minggu depan?” Teriak seorang wanita dengan tatapan nanarnya.

Sedang pria yang tepat berada dibelakangnya itu merundukkan kepalanya menyesal. Tak mendengar jawaban dari pria itu, sang wanita membalikkan tubuhnya menatap pria pengecut yang membuatnya kecewa. “Aku hanya memintamu untuk tinggal bersamaku satu minggu saja sebelum kau pergi dengan pesawatmu, kenapa kau tidak bisa mengabulkan permintaanku?” Cercanya dengan pertanyaan yang sulit untuk dijawab sang pria.

Pria itu mendonggakkan wajahnya dengan ekspresi penyesalannya ia meminta maaf  “Tiffany, maafkan aku.. Tapi.. itu adalah tugasku sebagai seorang pilot, aku tidak bisa mengundur penerbangan atau bahkan membatalkannya, jadi tolong mengertilah. Aku hanya 3 bulan berada di Kanada, setelah itu aku berjanji aku akan tinggal di Korea. Kita akan menikah dan aku akan mengurus perusahaan abeoji, aku berjanji. Jadi tolong ijinkan aku melakukan penerbangan terakhirku Tiffany…”

Kini air mata itu tak bisa tertahankan untuk tumpah ruah mengaliri pipi Tiffany, ia begitu kecewa dengan keputusan yang diambil oleh kekasihnya, Apa ini cinta? Kenapa dia lebih memilih Karir dari pada wanitanya, meskipun ia berjanji itu akan menjadi penerbangan terakhirnya tapi..

“Baiklah, jika itu maumu. Aku tidak akan menahanmu lagi, aku harap kau bisa mengerti setelah kau pulang Choi Siwon” Ujarnya sebelum kakinya benar-benar melangkah meninggalkan pria yang mematung seorang diri itu.

Keesokan harinya tepat pukul 7 pagi, Siwon sudah bersiap dengan segala keperluannya, dari mulai baju hingga barang-barang pribadi lainnya sudah ia siapkan.

Ia juga bisa melihat keluarganya tengah menunggu di meja makan rumahnya. “Siwon-a” Seru sang Eomma tatkala sang putra menuruni anak tangga rumah mereka.

“Apa kau tidur dengan nyenyak nak?” Tanya sang Eomma saat Siwon sudah duduk di kursi meja makan. “Ne, Eomma” Jawabnya singkat diiringi senyum tipis dibibirnya.

“Aku ingin kau mengurus proyek resort di Distrik Busan setelah kau kembali ke Korea” Kini gilirang sang Abeoji yang berucap. Siwon sedikit kaget mendengar titah Ayahnya yang begitu cepat. “Abeoji apa itu tidak terlalu cepat? Bahkan aku belum mengetahui teknis perusahaan secara menyeluruh. Bukankah masih ada Yoona?” Siwon sedikit mengajukan protes atas perintah ayahnya yang sedikit memaksa.

“Aku yakin kau bisa menanganinya dengan otak pintarmu itu, lagipula aku sudah memberi Yoona tugas yang lain”

Karena Siwon tidak ingin berdebat dengan ayahnya, akhirnya ia yang menyerah, memberikan anggukan kepala yang membuat ayahnya tersenyum puas.

Setelah selesai sarapan Siwon langsung berpamit pada kedua orang tuanya, meskipun penerbangannya 3 jam lagi namun ia ingin menggunakan waktu emas itu untuk bertemu Tiffany yang terakhir kalinya sebelum ia melakukan penerbangan.

Dalam mobil perasaan Siwon bercampur aduk, ia terus menerka-nerka bagaimana reaksi Tiffany nanti, secara gadis itu sangat berat melepas Siwon pergi, ya apapun itu alasannya Siwon sudah memilih penerbangannya dari pada Tiffany kekasihnya. Baiklah Siwon, kau akan menerima konsekuensinya nanti.

Kini mobil Siwon sudah berada di halaman rumah Tiffany yang tak kalah mewah dari rumahnya, tapi ia masih belum menyadarinya sampai sang sopir mengingatkannya. “Tuan, kita telah sampai” Ujar sang sopir “Ah.. Ne..” Kata Siwon yang baru pulih dari lamunannya.

Dari bilik jendela yang berukuran medium itu, Sang wanita bisa melihat prosesi pangerannya turun dari mobil, dia sangat tampan hari ini, tapi entah mengapa perasaannya kacau saat itu juga, pandangaannya tak mau lepas dari sang pangeran yang tengah merapikan kancing jasnya dengan gagah, sampai tanpa ia sadari keduanya saling beradu pandang dalam jarak jauh. Siwon menatap kearah bangunan lantai dua itu atau lebih tepatnya menatap sang wanita, tapi sang wanita masih membeku. Pria itu melemparkan senyum terbaiknya namun wanita itu malah menutup tirai kamarnya dan berlalu begitu saja.

Siwon sedikit gelisah dengan perlakuan Tiffany. Namun akhirnya ia masuk kedalam rumah besar itu.

Didalam ia disambut dengan pelayan keluarga Hwang, marga keluarga Tiffany, kebetulan pada saat itu hanya ada Tiffany dan para pelayannya, sedangkan orang tuanya berada di Jepang beberapa hari untuk mengurus bisnis keluarga mereka.

“Aku akan memanggilkan nona Tiffany, Tuan” Ujar pelayan paruh baya itu. Siwon tesenyum dan kembali ke pikirannya.

Tak berapa lama, sang pelayan kembali menemui Siwon, sedang Siwon menunggu kalimat yang akan dikatakan pelayan

“Tuan, nona Tiffany dia bilang dia tidak ingin menemui anda, dan dia menyuruh anda agar segera pergi” Kata sang pelayan dengan berat hati.

“Apa boleh aku menemuinya sendiri?” Tanya Siwon meminta ijin

“Tapi, nona pasti akan marah”

“Aku mohon” Kata Siwon dengan wajah memelas

Pelayan itu nampak berpikir sejenak, dan akhirnya ia memberika ijin juga pada Siwon. “Kamsahamnida”  Siwon tersenyum dan langsung berjalan menuju kamar Tiffany.

Tiba di depan kamar Tiffany, Siwon mengetuk-ngetuk pintu dengan pelan “Ajuma, bukankah aku sudah bilang aku tidak ingin menemuinya suruh dia pergi sekarang” Benar, teriakan itu berasal dari dalam kamar, dari mulut Tiffany.

“Aku tidak akan pergi jika kau seperti ini Tiffany”  Kata Siwon setengah berteriak. Namu tak ada jawaban yang keluar dari mulut Tiffany. Pada akhirnya Siwon menyerah untuk mengetuk pintu, tapi ia tidak menyerah untuk dapat melihat wajah Tiffany,dan akhirnya ia membuka pintu atas ijinnya sendiri. Rupanya pintu tidak dikunci, dan Siwon pun bisa melihat gadis itu duduk di sofa kamarnya dengan kedua tangan memegang buku yang tengah dibacaya, tidak atau lebih tepatnya pura-pura dibaca.

“Tiffany, ada apa denganmu? Apa kau masih tidak mengerti juga? Bukankah sudah kukatakan berulang kali jika ini akan menjadi penerbangan terakhirku, dan setelah itu kita akan menikah” Ujar Siwon yang tak mengerti dengan pola pikir Tiffany.

“Kau mengijinkanku atau tidak, aku tetap akan berangkat” Siwon tetap bersikukuh dengan keputusannya, lagi pula menurutnya Tiffany terlalu kekanak-kanakan, Pertama Siwon hanya pergi selama 3 bulan, kedua ini adalah penerbangan Siwon yang terakhir, dan ketiga Siwon akan menikahi Tiffany dan mengurus perusahaan keluarganya, lalu apa yang dipermasalahkan Tiffany? Apa yang dia inginkan?.

Tiffany bangkit dari duduknya dan menjatuhkan buku yang ada di tanggannya dengan kasar. “Jika kau tetap dalam keputusanmu, kenapa kau kemari? Kenapa kau menemuiku Choi Siwon?” Teriak Tiffany yang sudah tidak tahan lagi. Dia menangis, Tiffany menangis lagi, betapa sembabnya mata Tiffany saat ini, belum reda tangisnya semalam, kini ia menangis lagi karena Siwon.

Pria itu pun mencoba menghapus air mata Tiffany yang mengalir, namun dengan kasar ditepis olehnya. “Apa sebaiknya kita putus?” Kata-kata itu muncul disela redanya isak tangis Tiffany.

Siwon lagi-lagi dibuat tercengang, apa dia begitu mudah mengeluarkan kata-kata yang bahkan Siwon tidak berani ucapkan? Apa semudah itu?.

“Kau bicara apa Tiffany? Sampai kapanpun kita tidak akan putus”

Tiffany hanya terdiam, ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia juga sangat sulit untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya ia inginkan. Jadi lebih baik untuknya diam.

Siwon mendesah pasrah “Aku berangkat 2 jam lagi, sementara itu aku berada di taman belakang, aku harap kau bisa memahamiku” Kata Siwon diakhir dan meninggalkan kamar Tiffany.

 

Ditaman belakang, Siwon mengalihkan perhatiannya dengan memberi makan ikan koi peliharaan milik Ayah Tiffany. Dia butuh ketenangan, bisa gila jika pikirannya hanya tertuju pada Tiffany. Jadi untuk itulah ia menabur makanan untuk ikan saat ini. Namun bohong jika tidak ada Tiffany dalam pikirannya, sekalipun ia ingin mengalihkan perhatiannya pada ikan-ikan itu, tak bisa dipungkiri, Tiffany tetap muncul dalam pikirannya, ia bahkan gelisah memikirkan Tiffany yang tak kunjung keluar untuk menemuinya.

 

Tak berapa lama kegelisahan itu musnah, dengan adanya Tiffany yang tiba-tiba ikut serta memberi makan ikan koi. “Pergilah, jika itu maumu” Kata Tiffany enteng. Siwon melongo setelah makanan ikan terakhir ia taburkan “Tiffany” Tatapannya beralih pada wanita itu.

“Aku mengijinkanmu Siwon-ssi,  jadi pergilah” Balas Tiffany menatap tepat pada manik mata Siwon.

Ada apa dengan wanita ini, kenapa tiba-tiba….

“Wae? Apa kau tidak perlu ijiku lagi?” Tanyanya diiringi dengan senyum manisnya.

“Apa kau serius Tiffany?”

“Tentu, Aku pikir tidak ada alasan untuk mengikatmu disini” Katanya tersenyum bodoh.

“Aku menyadarinya Siwon-ssi… Aku sadar bahwa kelakuanku seperti anak-anak usia 5 tahun, Aku malu padamu… Mianhae”

Siwon hampir menangis saat itu juga, tapi ia tahan untuk membuat Tiffany tetap tersenyum seperti sekarang ini. Ia memegang bahu Tiffany dengan kedua tanggannya “Aku berjanji Tiffany, setelah 3 bulan, aku akan mendatangimu dan akan menikahimu, setelah itu kita akan menata kehidupan kita berdua, dan saat itu juga kau akan menjadi milikku seutuhnya, Aku mencintaimu” Kata Siwon lembut lantas mengecup kening wanitanya penuh cinta. Siwon, pria itu bersumpah, hanya Tiffany seorang yang dicintainya, yang ia butuhkan dalam hidupnya, ia berharap takdir baik akan mengiringi hidup mereka setelah perjalanan Siwon dan memulai perjalanan baru bersama-sama, hanya berdua. Ya, dia berjanji.

 

***Never Know***

 

Hari itu Siwon benar-benar berangkat dengan hati yang lega, karena Tiffany menijinkannya untuk melakukan penerbangan. Ia ingat sebelum ia benar-benar terbang dengan pesawatnya, Tiffany mengantarnya sampai di bandara, Wanita itu juga sempat memberikan sepucuk surat berwarna coklat dengan background daun maple yang mempercantiknya. Namun Siwon belum membacanya, ia akan membacanya setelah ia tiba di Kanada. Ia tidak sabar untuk itu.

 

Setelah pendaratannya tiba, Siwon langsung menuju Apartemennya selama di Kanada.

Ia menaruh seluruh barang bawaannya di ruang tamu, lantas mengambil sepucuk surat dalam tas punggungnya dan mengambil duduk di sofa ruang itu. Ia mulai membuka surat dengan bungkus yang didesain sangat cantik. Sambil tersenyum ia mulai membaca surat itu.

“  Untuk Kekasihku Choi Siwon.

       Siwon-ssi, Annyeong…

Apa kau sudah sampai di Kanada dengan selamat? Apa ada yang menggangu pikiranmu saat terbang? Aku sangat merindukanmu meskipun kita baru berpisah hari ini.

   Siwon-ssi, selama di Kanada aku ingin kau hidup dengan baik, jangan terlalu mengurusi pekerjaanmu itu, Tuan Pekerja Keras. Atau aku akan marah?

      Aku minta maaf karena kita sempat bertengkar sebelum kau pergi ke Kanada, aku tahu sikapku kekanak-kanakan, pasti kau lelah karena aku. Sekarang aku menyadarinya Siwon-ssi, aku menyesal.. maafkan aku.

   Siwon-ssi, aku sangat berterimakasih kau sudah berjanji padaku, kau menjanjikan sesuatu yang sangat manis untukku, untuk seseorang sepertimu, aku sangat beruntung karena dicintai olehmu.

    Tapi  kita tidak tahu hal apa yang akan terjadi berikutnya.

Manusia hanyalah manusia, aku berperan sebagai diriku yang sekarang dan kau berperan sebagai dirimu yang sekarang, tidak ada bedanya semua orang adalah karakter yang tercipta, jangan pernah menyalahkan takdir,jika jalan ceritamu tidak seperti yang kau inginkan, karena kita hidup dalam skenario takdir.

   Aku akan menunggumu selama yang aku bisa, aku akan memikirkanmu selama otakku masih bisa berfikir, aku akan menginggatmu selama memoriku masih bagus, dan aku akan mencintaimu selama aku masih hidup.

    Siwon-ssi, Choi Siwon…

Berjanjilah kau akan hidup bahagia hari ini, besok, lusa, bahkan selamanya kau harus bahagia.

      Aku mencintaimu…

                                                          Dari Kekasihmu Tiffany Hwang”

 

Surat itu sudah selesai ia baca, entah mengapa air matanya jatuh tak terasa olehnya, ia berdecak kecil “Tck, Ya.. Tiffany kenapa kau membuatku menanggis seperti ini?.. Aku juga, aku juga mencintaimu Tiffany. Sangat”

 

***Never Know***

 

Sudah 2 bulan Siwon berada di Kanada, tapi dia sudah begitu rindu pada wanitannya, yang saat ini tak bisa dijangkaunnya, alasan satu-satunya sekat mereka adalah pekerjaan yang dipilihnya. Meskipun penerbangan yang dilakukan Siwon memanglah tak secara terus menerus, karena ia menjalankan penerbangan 1 minggu 3 kali untuk Kanada – Amerika selama 3 bulan, mustahil untuknya jika sesekali pulang ke Korea. Diwaktu luangnya ia selalu menyibukkan diri dengan kegiatan kegiatan kecil, seperti berolahraga, pergi ke taman hiburan dan tentunya tak ketinggalan untuk membalas surat dari Tiffany, mereka sudah tidak menggunakan email, pesan text, atau bahkan telefon, sejak 3 minggu yang lalu, bukan Siwon yang ingin, tapi Tiffany yang memintanya dengan alasan kepulangan Siwon yang sebentar lagi, tidak baik juga untuk sering mengobrol dalam telefon, apalagi akhir-akhir ini Siwon di sibukkan dengan jadwal penerbangannya yang semakin padat, kini ia harus melakukan penerbangan 4 atau bahkan 5 kali dalam 1 minggu. Membalas surat dari Tiffany saja perlu mencuri waktu. Ya, Siwon memang harus bersabar menahan rasa rindunya untuk beberapa minggu ini.

 

***Never Know***

 

Hari itu menjadi hari yang sangat menggembirakan untuk Siwon, namun juga menjadi hari yang menyedihkan. Menyenangkan disaat ia akan kembali kepelukan wanitannya, dan menyedihkan karena berhenti dari penerbangan selamanya. Ya, itulah hidup, dimana seseorang akan diperhadapkan pada sebuah pilihan tak kenal itu anak kecil atau bahkan orang dewasa. Dan setiap pilihan yang diambil, membawa resikonya sendiri-sendiri, entah itu baik maupun buruk, resiko tetaplah resiko.

 

Hembusan nafas segar keluar dari hidung pria gagah nan rupawan itu. Bingkai kebahagiaan seloah terpancar dari wajah bersihnya. Sapuan angin yang menerpa wajahnya seolah ikut berbahagia. Pria itu, Choi Siwon. Telah kembali ke Korea.

Setelah mengginjakkan kaki di Korea, tempat pertama yang akan ia tuju adalah rumah kekasihnya Tiffany, ia tak sabar ingin melihat wajah Tiffany yang berseri lembut. Ia jadi tak sabar untuk melihatnya.

Kini kakinya berdiri tegap di pekarangan rumah mewah nan megah itu, ia melihat ke atas menatap kamar Tiffany yang berada di lantai dua.

Saat melangkahkan kakinya lebih dalam, ia disambut oleh para pelayan rumah itu, hingga tiba di ruang tamu, ia melihat semua orang berkumpul disitu, ayah dan ibu Tiffany dan orang tuanya.Tunggu? Orang tuanya? Kenapa kedua orang tuanya juga ada disini? Apa mereka tahu jika Siwon akan langsung menemui Tiffany, bukan mereka dulu? Yaaa, kenapa orang tuanya jadi cemburuan begini?.

“Siwon-a” Seru Ibu Siwon, bangkit dari duduknya. Lantas ia menghampiri anak sulungnya dan memeluk erat tubuh anaknya yang sudah dewasa itu.

“Eomma… Apa kau begitu merindukanku hingga kau menungguku disini? Eomma, tenanglah setelah dari sini aku juga akan pulang” Seru Siwon sambil tersenyum renyah.

Ibunya melepas pelukannya pada Siwon dan melihat anaknya dengan tatapan sendu.

“Abeonim, Eomonim.. Bagaimana kabar kalian?”

Kedua Orang tua Tiffany hanya tersenyum tipis mendengar sapaan calon menantunya.

“Dimana Tiffany? Wahh, padahal dia adalah orang pertama yang ingin aku temui sebelum kalian”

“Dimana dia?”

Semua orang selain Siwon di ruangan itu, saling menatap satu sama lain, entah apa arti pandangan mereka.

“Oh, baiklah.. Biar aku yang mencarinya” Kata Siwon sumringah. “Abeonim Eomonim,ijinkan aku”

Siwonpun langsung mendatangi kamar Tiffany, ia tak mengetuk atau bahkan meminta ijin untuk masuk. Ia langsung membuka pintu kamar itu. Namun aneh, yang ia dapati adalah kamar yang kosong seolah tidak ada penghuninya, semuanya juga serba putih, mulai dari kasur, bantal, selimut, bahkan sofa dikamar itu juga ditutup dengan kain berwarna putih. Kemana Tiffany?

Siwonpun berteriak memanggil nama Tiffany.

“Tiffany…”

“Tiffany.. Kau dimana?”

“Tiffany aku sudah pulang, jangan membuat drama bodoh, cepat keluar atau aku yang akan menemukanmu dan menghukummu”

“Tiffany..”

Tak ada suara yang menyahut, sedikitpun tidak ada. Kemana Tiffany?

Karena dirasa Tiffany tidak ada didalam, ia pun keluar dari kamar itu, ia mencari ke seluruh sudut rumah itu dan bahkan taman belakang rumah keluarga Hwang, namun non sen, ia tak mendapati sosok Tiffany sama sekali. Karena tak berhasil menemukannya, ia langsung menuju tempat dimana semua orang berkumpul.

“Eomonim, dimana Tiffany bersembunyi sekarang?” Tanya Siwon pada ibu Tiffany. Namun ibu Tiffany tak juga memberikan jawaban.

“Eomonim, tolong beri tahu aku dimana Tiffany, Abonim, Abeoji, Eomma.. Kalian pasti tahu dimana Tiffany? Dimana dia sekarang?”

Pria itu merogoh ponsel yang ada disaku celananya, tangannya bermain di atas layar ponselnya, jarak sebentar ia menempelkan ponsel itu pada telinganya, dia tengah menelefon, ia menelefon Tiffany. Namun ponsel Tiffany tidak aktif, ia menyerah setelah mencoba untuk yang ketiga kalinya. Ia menjadi gusar.

“Eomonim, Abeonim.. Tolong beritahu aku dimana Tiffany? Apa yang kalian sembunyikan dariku?” Tanya Siwon dengan paniknya.

“Eonni, dia sudah bahagia Oppa” Sebuah suara tiba-tiba menyahut dari arah pintu. Seluruh orang yang ada diruangan itu mengalihkan pada sumber suara tak terkecuali Siwon.

“Yoona, apa maksudmu?” Tanya Siwon tak menduga adiknya ada disitu juga.

“Oppa, Tiffany Eonni, dia sudah bahagia di kedamaiannya”

Siwon tercengang,ia tak mengerti maksud perkataan Yoona.

“Apa yang kau bicarakan Choi Yoona? Kedamaian apa maksudmu? Dimana Tiffany?” Cercah nya dengan berbagai pertannyaan dari Siwon.

“Tiffany eonni, dia meninggal”

Matanya memanas, saat mendengar Adiknya berkata hal yang buruk pada Tiffany. Ia tak habis pikir, sebenarnya apa yang Yoona inginkan?

Ia tersenyum sinis pada Yoona, dan menghampirinya. Ia mencengkram kuat tangan kedua lengan Yoona, hingga semua orang bisa mendengar pekikan Yoona yang kesakitan akibat cengkraman

kuat Siwon. “Choi Yoona, Omongan tak masuk akal apa yang sedang kau bicarakan? Tiffany? Dia meninggal? Cihh.. Yang benar saja, sebelum aku terbang ke Korea aku masih sempat membaca suratnya satu hari sebelum aku pulang, dan sekarang kau mengatakan Tiffany telah meninggal?” Air mata Siwon mulai merembes keluar dari persembunyiannya. Ia tak tahan lagi. Yang dia mau hanyalah bertemu dengan Tiffany tidak ada yang lain.

“Siwon, apa yang dikatakan adikmu adalah benar, Tiffany, anak kami telah meninggal” Kata Nyonya Hwang yang akhirnya buka suara.

Siwon melepaskan cengkramannya dari lengan Yoona dan beralih menatap Nyonya Hwang yang saat ini tengah ada di pelukan Suaminya.

“Ne?”

“Oppa ikutlah denganku! Aku akan menjelaskan semuanya padamu” Kata Yoona yang langsung mengelandang kakaknya untuk pergi kesuatu tempat.

 

Tibalah mereka di Rumah Penyimpanan Abu.

Yoona sempat tak yakin untuk mengajak kakaknya kemari. Tapi ia harus melakukannya, meski ia tahu akan sangat menyakitkan untuk kakaknya. “Oppa, ayo turun” Kata Yoona lembut.

Siwon sama sekali tak mengindahkan ajakan Yoona untuk keluar dari mobil, dari perjalanan sampai tiba pandangan Siwon kosong, membuat Yoona yang duduk di kursi kemudi harus turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Siwon.

“Oppa..” Kata Yoona lagi.

Akhirnya Siwonpun mau turun, namun tetap dalam kondisinya yang lunglai. “Choi Yoona, kenapa kau membawaku disini?” Kata Siwon yang hampir tak terjangkau suaranya oleh telinga Yoona.

“Karena yang kau cari ada disini”
Merekapun akhirnya masuk kedalam Rumah Abu, ia menyusuri lorong-lorong yang penuh dengan abu-abu jenazah yang telah meninggal. Hingga tiba saat dimana Siwon melihat Abu dengan tulisan Tiffany Hwang yang berada di guci kecil tempat  abu, ia juga bisa melihat rangkaian bunga, dan foto Tiffany sedang tersenyum tanpa beban. Hatinya hancur seketika, pria itu, pria itu mengeluarkan air matanya tanpa isak tangis di bibirnya. Hanya air mata yang berbicara kala itu. Tangannya sangat berat untuk menyentuh kotak abu milik Tiffany. “Oppa, aku akan menceritakan semuanya tanpa ada yang tersembunyi” Kata Yoona lembut.

“Eonni, dia bilang dia adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini, karena bisa dicintai olehmu. Seolah tidak ada hal lain yang dibutuhkan selain dirimu di dunia yang tidak adil ini. Saat kau bilang padanya untuk melakukan penerbangan ke Kanada, ia sempat tak setuju, karena ia tahu penyakit yang juga baru diketahuinya akan mengerogoti hidupnya tak lama lagi, dia cukup sadar akan hal itu. Dia menderita Kanker Otak stadium akhir, tapi dengan seluruh kekuatannya ia berhasil menyembunyikan penyakitnya dari orang yang dikasihinya yaitu Choi Siwon. Meskipun terkadang saat kalian bersama, Eonni selalu mencuri waktu untuk menghindar sebentar dengan 1000 alasan yang dimilikinya, itu karena penyakitnya sedang kambuh, bukan dia ingin menghindar. Dia tidak akan pernah lelah menyembunyikan penyakitnya jika yang disembunyikannya dari Choi Siwon. Ia juga bilang jika penerbangan terakhirmu adalah pertengkaran hebat kalian yang pertama, Eonni tahu bahwa kekasihnya Choi Siwon tidak egois, coba saja jika Choi Siwon mengetahui alasan Eonni melarangmu pergi, kau pasti tidak akan pergi. Eonni sangat senang ketika kau mengunjunginya untuk meminta ijin lagi, mungkin kau tidak akan menyangka itu akan menjadi pertemua terakhir kalian, tapi Tiffany Eonni tahu betul bahwa itu adalah pertemuan terakhir kalian, jadi dia tidak ingin bertengkar dan memilih untuk membiarkanmu pergi, dia bilang dia tidak akan pernah lupa saat kau mengecup keningnya, disitu Eonni bisa merasakan ketulusan cinta Oppa.

Saat kau sudah berada di Kanada 1 Minggu, kondisi Tiffany Eonni semakin memburuk, dan dia harus dirawat di rumah sakit, tapi disela sela itu dia masih bisa menyempatkan diri untuk membalas pesan dan telefonmu. Tapi pada saat kondisinya benar-benar kritis, ia memintamu untuk berkomunikasi dengannya lewat surat, ia menulis banyak surat dalam satu hari, kau pasti sempat bingungkan Oppa karena suratmu dengan milik Eonni memiliki isi yang berbeda, itu karena ia menulis suratnya sebelum ia meninggal.

Dan tepat pada 1 bulan yang lalu ia menghembuskan nafas terakhirnya, dia juga sempat berpesan padaku agar kau selalu bahagia tidak perduli apapun yang terjadi, kau harus dan pantas bahagia”

Untuk kedua kalinya Siwon merasa tercekat, berdiri tanpa tenaga, menangis tanpa bersuara, hanya air mata yang sedari tadi terus berbicara, mengungkap kata hatinya yang remuk, hancur berkeping-keping lewat tetes demi tetes air mata yang jatuh. Siwon pria itu kini telah hancur.

“Surat, kau pasti yang mengirim suratnya kan?” Tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul dari bibir Siwon.

“Ne, Eonni yang menyuhku melakukannya”

“Kenapa kau tidak mengatakan padaku, hari itu saat Tiffany meninggal? Kenapa baru sekarang?”

“Karena ini permintaan Tiffany Eonni”

 

***Never Know***

 

Sejak saat itu, Siwon menjadi pribadinya yang sekarang ini. Sulit untuknya memulai kehidupan baru lagi. Ia tahu sekarang apa yang dimaksud Tiffany pada saat mereka bertengkar, ia ingat betul saat Tiffany mengatakan dia akan mengerti setelah ia pulang nanti. Dan kini ia benar-benar mengerti. Penyesalannya adalah ketika ia tidak peka terhadap situasi Tiffany saat itu. Penyesalannya adalah

Ketika ia meninggalkan Tiffany. Dan penyesalan yang terdalam adalah ketika ia tidak ada di sisi Tiffany saat kesakitan itu menjalari seluruh tubuh Tiffany, hingga maut merenggutnya.

Dan penyesalan terakhirnya adalah mengapa ia begitu bodoh…

 

The End

50 thoughts on “(AF) Never Know

  1. Sedih gw bacanya😥 seandainya siwon oppa tidak pergi meski itu penerbangan terakhirnya😦
    Ditunggu karya karya selanjutnya thor hwaiting🙂

  2. Bener kan dugaanku, Tippa pasti sakit yg memungkinkan usianya kurang dr 3 bulan 😁😁 siwon sih gk peka 😦😧
    Cukup sedih sih, bagus, dan gaya bahasanya suka bangettt 👍👍 ditunggu karya selanjutnya 💪💪

  3. sedih banget ceritanya..sebenernya rada gak rela kalo baca yg sad2 ending gini, tapi suka banget lah sama moment sifany disini yg walopun minim tapi dapet banget pesan dari ceritanya..
    thanks author, ditunggu karya2 selanjutnya

  4. Wuah…. Hiks…. Hiks….
    Sukses author bikin nangis reader ceritany sad ending.
    Pantes fany ngelarang siwon pergi ia tau kalo umurny nggak nyampe 3 bulan dan nggak bisa bertemu lg dgn siwon. Memang penyesalan dtang diakhir

  5. huaaahhhh tiffany ternyata meninggal, daebak ceritanya keren tapi singkat gitu ya gapapa. ditunggu next ff nya yaa. fighting

  6. ow knp gini akhir.nya , sumpah nyesek😥 . andai aja wonpa gk jd terbang , mungkin dia lbh rela fany un ninggalin wonpa

  7. Singkat padat dan jelas, meskipun pendek tapi setiap kata demi kata menusuk banget, walaupun aku udah merasa bahwa tiff akan meninggal tetapi cerita ini masih sukses untuk buat aku nangis . Daebak ….. Fighting

  8. Tuh kn mewek iih..
    Singkat yaa tapi nusuk hati rembo
    “Dan penyesalan yang terdalam adalah ketika ia tidak ada di sisi Tiffany saat kesakitan itu menjalari seluruh tubuh Tiffany, hingga maut merenggutnya.”
    Itu sih nyesek bgt loh
    Hikz.. hikz..

  9. Annyeong…. 😢
    Huwaa… 😭 wa…. 😭😭 sedih buanget yak, yah mommy n daddy ga bersatu.
    Gomawo dah buat cerita ini

  10. Ceritanya bikin nangis, serius nangis pas baca surat yang ditulis Fany eonni pertama kali, sama pas udah mau ending Yoona cerita semuanya mulai dari awal mau nahan nangis tapi gk bisa😢😭😔. Fany eonni kuat ya.. Thor bikin yang baper lagi dong… serius ceritanya keren… gk tau lagi. Siwon oppa yang tabah, Fany eonni nanti sedih loh liat Siwon oppa kyk gitu… Author Jjang!

  11. Sad ending thor.jadi sedih bacanya thor,mau nagis….hiks……hiks…..hiks….. fany terkena penyakit kanker otak stadium akhir.keren thor ffnya.ya walaupun sad ending,tapi tetap sifany jjang.ditggu ff lainnya thor.tetap semangat thor.
    Fighting.

  12. Biarpun singkat, Ni ff bikin berurai air mata gw😭😢
    Daebakkk! Tp kecewa karna sad ending. Keep writing thor😍

  13. Bikin nangis…nggak nyangka kali bakal kayak gitu ceritanya, aku kira siwon bakal kecelakaan pesawat terus meninggal atau hilang ingatan gitu. Eh ternyata malah tiffany nya yang meninggal

  14. baperrr
    andaikan ad mesin waktu, ak jamin siwon bklan make t alat buat nebus keaalahanny dmsa lalu

    sukses bkin mewek ceritamu

  15. Dapet banget feels nya, apalagi baca malem2😦
    Huhu so sad kenapa mesti meninggal tiff nya.. kasian siwon oppa padahal udh merelakan pekerjaannya sbg pilot demi bisa brg sama tiff, eh malah ditinggal duluan :((

  16. yah yah yah sad ending kok sedih sih hiks😦 tapi keren kok authornim. siwon pasti nyesel banget hiks. sabar ya daddy :”)
    keren! good job!

  17. Kasihan banget sifany, mereka saling mencintai namun takkdir berkata lain. Ketika mereka ingin selalu bersama selamnya tp ternyata kisah cinta mereka di pisahkan oleh kematian.
    kebayang gana disini siwon sangat menyesal karena dia ttp le kanada sementara tiffany berjuang dengan penyakitnya.
    Udah ketebak sih klo ada suatu hal yg awalnya bikin tiff tdk merelakan siwon melakukan penerbangan, isi surat tiff jg makin meyakinkan klo terjadi sesuatu padanya.
    Dan ternyata benar tiff meninggal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s