(AF) The Wills Epilog

THE WILLS (EPILOG)

the wills epilog

Author : @q2lovepink

Main Cast : Choi Siwon, Tiffany Hwang and Jessica Jung

Other Cast : Im YoonA, Cho KyuHyun, Lee Donghae, Lauren Hana, Juno and Kyumgsan

Genre : Romance, Marriage Life, and Family

Rating : PG (17+)

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku. Apabila ada kesamaan cerita ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak di sengaja.

So Happy Reading ;)

Suara ketukan heels menggema memenuhi koridor rumah sakit jiwa. Ini adalah kali pertama bagi gadis jangkung ini menginjakkan kakinya di tempat yang menurut beberapa orang menyeramkan. YoonA membuka handle pintu kamar bernomor 143 itu dengan tangan gemetar. Ada rasa takut yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Dengan sangat hati – hati ia menghampiri wanita setengah baya yang tengah membelakanginya itu.

“Eomma, bagaimana keadaanmu?” tanyanya ragu.

“….” tidak ada respon. YoonA menghela panjang. Ia tahu usahanya akan percuma meskipun ia mengajaknya berbicara. Karena kini ibunya tidak lagi seperti dulu. Hwang Soo Na mengalami gangguan jiwa akibat kenyataan yang tidak bisa diterimanya. Suaminya Siwon, menceraikannya. Ditambah lagi ia harus kehilangan kakinya yang ditembak oleh putrinya sendiri Hwang YoonA juga seluruh fasilitas kekayaan yang pernah dimilikinya dicabut. Soo Na merasa hidupnya telah hancur. Berulang kali ia mencoba bunuh diri, hingga akhirnya ia harus berakhir di tempat ini.

Setelah cukup lama memandang ibunya yang terlihat sangat menyedihkan, YoonA meletakkan sebuket bunga mawar di dalam vas diatas meja nakas. Ia lalu beranjak dari posisi duduknya dan melangkah keluar.  Setitik air menetes dari pelupuk matanya. Walau bagaimana pun wanita rapuh itu  tetaplah ibunya yang telah mengantarnya ke dunia ini.

KyuHyun telah menunggunya di luar rumah sakit. Ia enggan untuk masuk karena masih belum terima dengan perbuatan Soo Na yang telah membunuh ayahnya. Begitu melihat sosok yang dicintainya keluar, KyuHyun menampakkan senyum manisnya. Ia mendekati YoonA yang berjalan kearahnya.

“Apa kau sudah selesai, chagie?” Ucapnya manis.

“Oppa, jangan panggil aku seperti itu. Rasanya sangat menggelikan.” Rengek YoonA dengan aegyo-nya.

“Haha.. kau terlihat cantik saat merajuk YoonA-ya.” YoonA memukul dada KyuHyun keras. Ia pergi meninggalkan pria evil itu dengan wajah yang sudah memerah.

“Hey, kau mau kemana?”

“Kemanapun asalkan tidak bertemu denganmu Oppa.” YoonA berbalik dan menjulurkan lidahnya pada KyuHyun.

“Mwo!! Kau bilang apa??? Kemari kau Hwang YoonA! Kau tidak akan bisa lari dariku!!!” KyuHyun bergegas mengejar YoonA yang sudah berjalan jauh darinya.

“Arrggghhhh…. andweeee!!!!”

 

*****

Jessica masih setia menemani pria yang telah berhasil mengubah hidupnya. Semenjak kejadian penembakan itu, Lee Donghae masih terbaring lemah diatas ranjang pesakitan. Selang – selang infus masih menempel di beberapa bagian tubuhnya. Wanita cantik itu tidak mempedulikan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Ia hanya tidak ingin saat Donghae membuka matanya, ia tidak ada disampingnya. Jessica sadar, penyebab pria di depannya ini terluka adalah dirinya. Donghae telah mengorbankan hidupnya demi Jessica. Jadi sudah sepantasnya jika Jessica mengabdikan separuh hidupnya untuk pria yang kini juga dicintainya.

“Bangunlah Lee Donghae. Aku mencintaimu.” Lirih Jessica dengan suara parau.

 

Sementara itu di ruang yang berbeda, Siwon juga tengah mendampingi Tiffany yang sedang latihan berjalan. Karena benturan keras yang tepat mengenai kepalanya, penglihatan Tiffany akhirnya kembali. Kabar baik ini tentu disambut gembira oleh semua orang yang menyayanginya. Yang saat ini dibutuhkan Tiffany adalah dorongan dari orang – orang terdekatnya agar ia bisa berjalan lagi.

Siwon memegang tangan kanan Tiffany. Ia membantunya untuk bisa berdiri tegak. Meskipun berulang kali terjatuh, namun Tiffany tidak pernah menyerah. Kasih sayang keluarganya juga Siwon membuatnya termotivasi untuk bisa sembuh total. Tiffany ingin melihat senyuman dari mereka. karena itu adalah hal terindah yang diharapkannya selama ini setelah kejadian – kejadian buruk yang menimpa keluarganya.

“Akkhh..!!”

“Gwenchana?”

“Ne, Oppa.” Siwon kembali membantu Tiffany berdiri. Meskipun masih tertatih – tatih, namun Tiffany berusaha sekuat tenaga untuk berjalan sedikit demi sedikit.

“Aku yakin kau pasti bisa Tiff, berjuanglah!” Tiffany menghentikan langkahnya dan menoleh pada Siwon.

“Selama Oppa selalu disampingku, semuanya akan terasa mudah aku lewati.” Siwon membelai rambut panjang Tiffany. Ia tidak berani melakukan skinship lebih dari itu, karena dokter dan tuan Hwang tengah mengawasi mereka.

Berbicara mengenai pria paruh baya ini, ia selamat dari maut karena pertolongan pertama yang dilakukan adik iparnya yang lebih dikenal dengan sebutan sekretaris Park. Setelah mengetahui perbuatan jahat istrinya, Hwang Suk Jin mengalami serangan jantung. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit ternama di Seoul. Sadar dengan perbuatan licik  yang akan dilakukan Hwang Soo Na jika suaminya meninggal, Sekretaris Park berinisiatif merencanakan sesuatu untuk menjebak wanita jahat itu. Ia sengaja membawa kakak iparnya ke suatu tempat dan memberikan berita palsu tentang kematian Hwang Suk Jin. Untuk menghindari kasus yang bisa menjeratnya karena membuat laporan palsu, sekretaris Park terlebih dahulu bekerjasama dengan pihak kepolisian dengan menjelaskan semua duduk persoalannya. Dan atas izin dari Hwang Suk Jin pula-lah ia membuat surat wasiat palsu. Mayat Hwang Suk Jin palsu digantikan oleh orang yang memang sudah meninggal. Pada saat ketiga putrinya dan juga Soo Na melihatnya untuk terakhir kali, Hwang Suk Jin memang berada di dalam peti mati. Namun ketika ia dimasukkan kedalam mobil ambulance, posisinya digantikan oleh mayat lain. Hwang Suk Jin bersembunyi dengan kondisinya yang masih lemah. Ia tidak ingin muncul di depan keluarganya sebelum kesehatannya pulih total. Untuk itulah ia menjalani perawatan di salah satu rumah sakit yang dirahasiakannya bersama sekretaris Park.

 

*****

Satu bulan telah berlalu. Kini Donghae telah terbangun dari tidur panjangnya. Ketiga putri Hwang beserta Siwon, KyuHyun dan Lee Donghae tengah berkumpul di kediaman Hwang. Mereka dipanggil oleh tuan Hwang untuk membicarakan sesuatu.

“Jadi, diantara ketiga putriku yang cantik ini siapa yang akan menikah terlebih dulu?” tanya tuan Hwang memulai pembicaraan.

“Appa!!” protes kedua putrinya. Sementara para pria malah tersenyum senang.

“Jika anda menghendaki kami menikah besok, aku akan sangat siap tuan.” Ujar Siwon menimpali yang dibalas tatapan mematikan dari Tiffany.

“Apa kau pikir aku bersedia menikah denganmu Oppa?”

“Kalau kau tidak bersedia, aku akan menggendongmu ke altar pernikahan.”

“Mwo?? Appa lihatlah! Apa Appa akan membiarkan pria sepertinya menikah dengan putrimu?” Tiffany memberikan puppy eyes-nya pada ayahnya. Setelah sekian lama tidak bermanja – manja pada ayahnya, kini Tiffany tidak ingin menyia – nyiakan kesempatan. Jessica memukul kepala Tiffany pelan. “Ingat usiamu Tiff, kau sudah tidak pantas bergelayut manja seperti itu.” Tiffany mengerecutkan bibirnya. YoonA menatap iri pada keduanya. Ia tidak berani melakukan hal yang sama seperti kedua kakaknya. Ia sadar, siapa dirinya sebenarnya.

“Youngie-ya, kemarilah nak!” tuan Hwang menepuk kursi disebelah kirinya yang masih kosong. Dengan canggung YoonA mendekati tuan Hwang.

“Kenapa kau terlihat canggung, hm? Aku adalah ayahmu. Bersikaplah seperti dulu nak. Aku tidak ingin putriku berubah.”

“Tapi—“

“Tidak ada kata ‘tapi’ Youngie-ya, kau tetaplah putri kecilku yang manis.” Mata YoonA berkaca – kaca. Ia berhambur kedalam pelukan ayahnya.Tiffany dan Jessica ikut bergabung bersama mereka.

“Aigoo… ternyata putri – putriku masih saja menggemaskan. Lihatlah bagaimana jika kalian menikah dengan mereka? apa kalian siap dengan sikap manjanya?” tanya tuan Hwang menggoda pada calon – calon menantunya.

“Itu akan menjadi bonus bagi kami tuan,” ucap Lee Donghae dengan seringaiannya.

“YAAAKKK OPPA!!!!!”

“Hahahahaha….” semuanya tertawa dengan tingkah lucu Jessica yang sudah lama tidak mereka lihat.

 

*****

Tiffany dan Siwon berjalan sambil bergandengan tangan. Semilir angin sore menemani perjalanan mereka. ombak sungai berlari – lari saling berkejaran. Sesekali mereka menyapu kedua kaki sepasang kekasih itu. Matahari sudah bersiap meninggalkan singgasananya. Siwon dan Tiffany sangat menikmati pemandangan indah di waktu senja tersebut. Mereka tidak ingin waktu cepat berlalu. Keduanya hanya ingin menghabiskan sisa hidup mereka bersama berdua.

“Tiff, aku sangat bahagia sekarang kau telah menjadi milikku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu.” Tiffany menolehkan kepalanya pada Siwon. Ia sedikit memincingkan matanya. “Aku belum menjadi milikmu seutuhnya Oppa.” Ucapnya pelan. Siwon tersenyum kecil. Ia menangkup kedua sisi wajah Tiffany. “Aku akan secepatnya menjadikanmu milikku seutuhnya, baby.” Bisik Siwon. Tiffany menampilkan eyesmile-nya sebagai jawaban dari ungkapan Siwon. Pria berlesung pipi itu mendekatkan wajahnya pada wajah Tiffany. Saat keduanya semakin dekat, suara lengkingan seseorang menginterupsi mereka.

“TIFFANY!!!!” Jessica berlari menghampiri mereka bersama Donghae dibelakangnya. Siwon menatap kesal kearah Jessica. Wanita yang tengah mengatur nafasnya itu selalu menganggu moment romantisnya bersama Tiffany.

“Tidak bisakah kalian datang disaat yang tepat?” sungut Siwon. Donghae hanya mengedikkan bahunya. “Aku hanya mengantarnya saja kawan. Jessica merengek ingin menyusul kalian kesini.”

“Dan kau tidak menolaknya sama sekali?” nampaknya Siwon belum bisa menerima alasan yang diberikan Donghae kepadanya.

“Jika kekasihku sudah merajuk, aku tidak mungkin bisa menolaknya Siwon.” Wajah Donghae memelas. Ia mengharapkan kata maaf dari pria di depannya.

“Oppa kalau kalian masih betah berbincang, kami akan berjalan – jalan berdua ne,” Jessica menggandeng tangan Tiffany bersiap untuk pergi.

“Hey, apa kalian tidak ingin mengajakku?” YoonA yang baru saja tiba, pura – pura merajuk pada kedua kakaknya.

“Ah, Youngie. Untung saja kau datang. Kebersamaan kita akan semakin lengkap.” Tiffany langsung merangkul lengan YoonA yang membuat tangannya harus terlepas dari genggaman KyuHyun.

“Yak!! Hwang Tiffany!! Kau ingin memisahkanku dari Youngie-ku?” teriak KyuHyun tak terima YoonA dibawa pergi olehnya.

“Saat ini YoonA belum resmi menjadi Youngie-mu Cho KyuHyun.” Balas Tiffany dengan suara tenang.

“Mwo???” sebelum para kekasihnya berhasil menangkap mereka, Tiffany, Jessica dan YoonA bergegas berlari dari kejaran pria – pria yang siap memangsa mereka.

“Lariiiiii!!!!!!” teriak ketiganya serempak.

 

*****

Pernikahan akbar telah selesai digelar. Ketiga pasangan pengantin baru itu melepaskan rasa lelah mereka dengan merebahkan tubuh masing – masing di atas sofa yang tersedia di ballroom hotel tempat mereka melangsungkan pernikahan.

Tiffany menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya Choi Siwon. Sementara YoonA dan Jessica lebih memilih bersandar pada sandaran sofa. Donghae dan KyuHyun merenggut kesal. Istri – istri mereka sama sekali tidak romantis. Keduanya iri melihat pasangan Tiffany dan Siwon. Mereka berdua selalu tampak romantis. Selama acara pernikahan berlangsung, Siwon tidak henti – hentinya mencium Tiffany, baik di pipi, kening bahkan dibibirnya sekalipun. Sedangkan KyuHyun dan Donghae? Mereka hanya bisa berdiri bersalaman dengan para tamu. Jessica selalu menampakkan sikap dinginnya. Sementara YoonA selalu bersikap acuh. Tapi mereka yakin jika wanita – wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya itu akan berubah total setelah malam ini berakhir.

“Tiff, kau pasti sudah sangat lelah. Kajja kita pergi ke kamar.” Ajak Siwon lembut. Pipi Tiffany langsung merona merah dengan ajakan Siwon. Jantungnya berdegup kencang. Jessica dan YoonA saling berpandangan. Jika Siwon mengajak Tiffany ke kamarnya, itu artinya suami mereka juga akan melakukan hal yang sama. Oh God! Apa yang harus mereka lakukan?

Melihat perubahan pada raut wajah istrinya, Donghae langsung bertanya khawatir. “Gwenchana? Kau kenapa sayang?”

“Eoh? Aniyo. Aku tidak apa – apa Oppa.” Elak Jessica cepat.

“Kau juga terlihat panik chagie.” Kini giliran KyuHyun yang bertanya.

“Benarkah? Haha..” YoonA tertawa canggung untuk menutupi kegugupannya. Siwon berjalan mendekati mereka dan menepuk bahu kedua iparnya tersebut, “Mereka hanya takut jika kita melakukannya malam ini. Tapi kalian tidak perlu khawatir, setelah mereka merasakannya, justru mereka-lah yang akan meminta lebih pada kita.” Bisik Siwon yang masih bisa terdengar oleh para wanita di dekatnya.

“CHOI SIWON!!!!!!!”

 

6 years later

 

“Mommy!!” seorang gadis kecil berusia 5 tahun, berlari menghampiri orang tuanya yang tengah duduk berduaan di kursi kayu yang terdapat di halaman belakang kediaman mereka.

“Ada apa baby, hm?”

“Kakiku sakit. Juno Oppa tadi mendorongku.” Adu-nya dengan bibir yang mengerucut lucu.

“Ia tidak sengaja sayang. Bukankah tadi kalian sedang bermain bersama?”

“Tapi kakiku terluka Daddy.”

“Sini, coba Mommy lihat.” Tiffany sang ibu, mengangkat putri kecilnya Lauren Choi untuk duduk di atas kursi kayu yang tadi ia tempati bersama suaminya. Lalu ia berlutut untuk memeriksa lukanya.

“Mmmm.. Mommy rasa luka ini akan sembuh hanya dengan satu kecupan.” Lauren menautkan kedua alisnya tanda ia tidak mengerti.

“Maksud Mommy?” tanpa memberi jawaban pada putrinya, Tiffany langsung mengecup luka Lauren tepat di atas lututnya.

CUP

“Otte? Apa masih sakit?” Lauren menggeleng – gelengkan kepalanya. Ia lalu memeluk leher Tiffany erat. “You’re amazing Mom, I Love You.”

“I Love you yoo baby.”

“Ehem!! Jadi kau hanya menyayangi Mommy-mu Lauren-ah?” Lauren melepaskan pelukannya pada Tiffany dan terkekeh pelan dengan rajukan ayahnya.

“Mommy, apa Daddy cemburu pada kita?” bisik Lauren di telinga Tiffany. Tentu saja Siwon mendengarnya. Karena suara Lauren tidak seperti orang yang sedang berbisik.

“Tentu saja baby, Daddy-mu marah karena kau adalah putri kesayangan Mommy.” Balas Tiffany seraya melirik kearah Siwon dengan tatapan yang menggoda.

“Mwo??” Siwon menghembuskan nafasnya sebelum kembali berujar, “Baiklah kalau begitu aku harus segera membuat adik laki – laki.” Tiffany dan Lauren sontak membelalakan matanya.

“ANDWEE!!” teriak pasangan ibu dan anak itu serentak.

“Wae?”

“Karena Daddy akan membagi kasih sayang Daddy untuk little baby.” Lauren mengembungkan pipinya. Ia belum mau memiliki seorang adik.

“Dan aku belum siap untuk melahirkan kembali Oppa.” Timpal Tiffany sinis.

Siwon tersenyum puas telah berhasil menggoda kedua orang yang begitu berharga dalam hidupnya. Dengan senyum evil-nya, ia mengangkat sedikit tangannya dan mulai menggelitiki istri serta putrinya.

“Akkhhhh Daddy Stop it!!” Lauren terpingkal – pingkal karena ulah ayahnya. Ia tertawa keras sampai matanya berair.

“Mulai detik ini kalian tidak boleh lagi membuatku marah arraseo!!” ancam Siwon masih dengan aksinya menggelitiki mereka.

“Oh My God, Oppa hentikan!!!!!”

 

*****

“Juno-ya, ada apa sayang? Kenapa kau cemberut?” Jessica membelai sayang pipi putranya yang menampakkan wajah masam.

“Lauren terluka karena ulahku Mom.” Jawab Juno dengan kepala tertunduk.

“Jinjja?? Apa lukanya parah?” Jessica mulai panik. Juno Menggeleng pelan. “Mollayo. Ia lari menemui Tiff Mommy dan Siwon Daddy.”

Jessica menoleh kearah yang ditunjuk Juno. Ia memicingkan matanya, memastikan bahwa penglihatannya tidak salah.

“Tapi mereka terlihat bahagia.” Gumam Jessica.

“Mungkin itu hanya luka kecil, yeobo. Sudahlah tidak perlu dipikirkan.” Donghae memeluk istrinya dari belakang. Ia mencium aroma shampo yang digunakan Jessica.

“Walaupun hanya luka kecil, tapi Juno harus membiasakan diri untuk meminta maaf Oppa.”

“Kenapa tidak kau antar saja Juno pada mereka?” Jessica mengangguk setuju. Ia melepaskan tangan Donghae yang melingkar manis di perutnya. Kemudian ia mengamit tangan Juno.

“Juno-ya, kajja kita temui Lauren!”

“Yes, Mom!”

 

Siwon menghentikan aktivitasnya begitu Jessica, Donghae dan juga Juno berdiri di depan mereka. Tiffany menghapus airmatanya yang keluar akibat tertawa menahan geli.

“Eoh? Hyung, Noona, ada apa?” Donghae tersenyum padanya. Ia mengedikkan kepalanya menunjuk Juno. Mengerti dengan maksud Donghae, Siwon menyuruh Lauren untuk keluar dari tempat persembunyiannya di balik punggung Siwon.

“Lauren-ah, Juno Oppa ingin bertemu denganmu.” Lauren menggeleng kuat. Ia masih marah pada Juno.

“Shirreo!”

“Kalau kau tidak mau keluar, biar Mommy yang menggantikanmu untuk bermain lagi bersama Juno Oppa. Otte?” Mendengar ucapan ibunya yang akan bermain bersama kakak sepupunya, Lauren sontak menyembulkan kepalanya dengan pipi yang masih mengembung.

“Lauren sayang, kau mau kan memaafkan Juno Oppa? Jess Mom akan sangat bersedih jika kalian tidak saling berbicara lagi.” Ujar Jessica dengan nada yang dibuat sedih agar Lauren terbujuk.

“Jess Mom tidak boleh bersedih.” Lauren turun dari kursinya dengan bantuan Siwon dan langsung memeluk kaki Jessica. “Aku akan memaafkan Juno Oppa.”

“Benarkah?” ucap Juno berbinar.

“Ne, Oppa.”

Juno mengulurkan tangannya untuk meminta maaf pada Lauren.

“Maafkan aku Lauren. Kau mau bermain lagi denganku kan?”

“Tapi Oppa harus janji tidak akan mendorongku lagi.”

“Aku janji.” Tegas Juno dengan tangan yang terangkat membentuk huruf ‘V’. Lauren menampilkan eyesmile-nya yang diwariskan oleh ibunya. Wajahnya sangat cantik perpaduan antara Siwon dan Tiffany.

Saat semua orang tengah hanyut dengan moment manis yang diciptakan Lauren dan Juno, suara seseorang mengejutkan mereka.

“Apa kami melewatkan sesuatu?”

“YOUNGIEE!!” Tiffany dan Jessica langsung memeluk adik bungsunya. “Ah.. bogoshippo.” Karena harus mengikuti suaminya Cho KyuHyun bertugas di daerah Dongdaemun, YoonA terpaksa harus berpisah selama satu tahun dari kedua kakaknya. Tentu saja itu membuat mereka saling merindukan.

“Kau kembali Yoong?” tanya Tiffany dengan mata yang berkaca – kaca.

“Eonnie, apa aku begitu istimewa bagi kalian? Kenapa kalian senang sekali aku kembali kerumah, eoh?”

“Pabo!! Kenapa disaat seperti ini kau masih bisa menggoda Eonnie-mu, eoh?” Jessica menyentil kening YoonA.

“Haha.. Eonnie masih saja lucu.”

“YoonA eomma?” Juno menarik – narik rok yang dikenakan YoonA.

“Eoh? Juno-ya. Eomma sangat merindukanmu.” YoonA mensejajarkan tubuhnya dengan Juno.

“Aku juga.”

“Aku juga.” Sahut Lauren tak mau kalah.

“Omona!! Kalian berdua benar – benar kompak.” Tangan kanan YoonA memegang pipi kiri Juno. Sementara tangan kirinya memegang pipi kanan Lauren.

“Apa kau akan terus menggendong putramu sepanjang hari Cho KyuHyun?” tanya Jessica kesal melihat KyuHyun yang tidak berniat sedikit pun untuk menurunkan putranya Cho Kyungsan dalam gendongannya.

“Oh, Mianhae Noona. Kyungsan masih kelelahan setelah perjalanan tadi. Ia masih mengantuk.”

“Eonnie, jangan terlalu memaksanya. Biarkan ia istirahat dulu ne,” ucap Tiffany bijak.

“Baiklah. Ayo kita masuk kedalam. Kau bisa menidurkan Kyungsan di kamar.” KyuHyun menyerahkan Kyungsan pada YoonA. Bocah itu tampak sangat lelah. Ia bahkan enggan membuka matanya.

“Kalian masuklah dulu. Kami akan berbincang diluar.” Ujar Siwon seraya mengajak Donghae dan KyuHyun menuju meja bulat yang langsung menghadap pada kolam.

“Lauren.. Juno.. ayo kalian ikut masuk. Udara di luar sudah mulai dingin.” Tiffany mengamit tangan Lauren dan Juno di kedua sisi tubuhnya. Tampaknya kedua anak itu juga sudah lelah setelah seharian bermain bersama. Menyadari hal itu, Tiffany mengantar mereka ke kamarnya dan menidurkan malaikat – malaikat kecilnya bersama Kyungsan yang sudah terlelap disampingnya.

Juno, Lauren dan Kyungsan, terlahir dengan perbedaan usia yang hanya berjarak satu bulan. Juno lahir terlebih dahulu, disusul oleh Lauren di bulan beikutnya. Dan bulan terakhir, lahirlah Kyungsan. Kehadiran mereka melengkapi kebahagian ketiga keluarga kecil tersebut.

Tiffany berjalan perlahan dengan tidak menimbulkan suara sedikit pun. Ia kemudian pergi ke dapur dan membawa tiga cangkir mocachino untuk para suami yang berada diluar. Setelah Tiffany meletakkannya di atas meja, Siwon langsung menariknya hingga ia terjatuh diatas pangkuannya. “Oppa, apa yang kau lakukan?” desis Tiffany tajam. Ia merasa malu karena KyuHyun dan Donghae tengah menatap mereka. “Aku merindukannmu baby,” desah Siwon. Baru saja ibu satu anak itu akan membuka suaranya, Jessica sudah menyelanya. “Kalau kalian ingin bermesraan, pergilah ke kamar kalian. Jangan bermesraan di tempat umum.” Donghae menyeringai, ia lalu mendekati istrinya. “Apa kau iri yeobo? Kalau kau mau, Kita bisa mengalahkan mereka.” Jessica menepis lengan nakal Donghae yang hendak menyentuh tubuhnya. “Jangan macam – macam Oppa. Kalau kau berani menyentuhku disini, aku akan mematahkan lehermu.” Tiffany dan Siwon terkekeh dengan tingkah kakaknya yang selalu membuat adegan – adegan pertengkaran kecil. Jessica dengan sikap dinginnya dan Donghae dengan sikap percaya dirinya.

“Lihatlah Oppa, mereka sangat manis bukan? Aku tidak sanggup jika harus kembali berpisah dengan mereka.” bisik YoonA pada suaminya.

“Asalkan kau bahagia, aku rela melakukan apapun chagie.”

“Gomawo.”

“Saranghae.”

“Nado.”

Karena terlalu asyik bermesraan, YoonA dan KyuHyun tidak menyadari jika Tiffany beserta Jessica sudah berada disamping mereka. “Ehem!!”

“Aigoo.. ternyata adikku romantis juga.” Goda Jessica.

“Ne, mereka pasangan yang serasi kan Eonnie.” Sambung Tiffany.

“Kita juga pasangan yang serasi Tiff, kau tidak boleh lupa itu!” protes Siwon tak terima.

“Aishh.. kau memang tidak pernah mau kalah Oppa.” Cibir Tiffany kesal. YoonA merangkul lengan kedua kakaknya. Meskipun ia sudah menikah dan memiliki satu anak, namun sifat manjanya tidak pernah berubah. “Eonnie, aku sangat sangat menyayangi kalian. Aku tidak ingin kita berpisah lagi.”

“Kau memang tidak boleh pergi lagi dari kami Youngie-ya.”

“Hm, Jessie Eonnie benar. Kalau kau berani pergi lagi, kami akan memecatmu sebagai adik.”

“Hahaha.. arraseo!!” semuanya tampak sangat bahagia. Mereka berharap kebahagian akan terus menyertai kehidupan mereka. dan ada satu kalimat yang akan selalu mereka ukir didalam hati, yakni ; ‘We are a family that can not be separated forever by anything up to pick us death.’

 

 

FIN

 

 

 

Note : sesuai janjiku, aku kembali dengan epilog dari ‘The Wills.’ maaf beribu maaf jika part end kemarin mengecewakan. *bow 900* Dan aku berharap part yang sangat singkat ini bisa sedikit mengobati kekecewaan kalian. So thanks for your support.. see you later ^^

 

 

 

 

 

53 thoughts on “(AF) The Wills Epilog

  1. Finally stlh semua hal yg buruk, jetiyoon bisa merasakn kbhgiaan mrk yg sesungguhny. aplg dgn org yg mrk cintai. yup mrk menikh dgn n dikaruniai ank2 yg lucu. sgl appun yg terjdi yg terjd tak nodai kasih syg jetiyoon yg kuat. happy ti you all…^^
    crt yg keren abis👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s