(AF) All About You, Sehun

All About You, Sehun

Untitled-1

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Sehun-Choi Si Won

Genre: drama, romantic

Length: One-shoot

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran dan komentar, oke..Happy reading!!!

“siapa namamu?”, tanya siwon pada lelaki muda di depannya

“sehun imnida”, jawab lelaki muda itu dengan mantap

“aku yakin kau akan jadi idol kebanggaan korea suatu hari nanti”

Sehun tersenyum lebar mendengarnya. Dipuji mantan idol yang sekarang terkenal di dunia internasional tentu akan menjadi kebanggan tersendiri bukan? Terlebih beberapa bulan lagi dia akan debut dengan teman-temannya sebagai sebuah boygrup di bawah naungan manajemen besar di korea.

Siwon sendiri adalah mantan idol SM, manajemen yang menaungi sehun. Namun, sekarang dia lebih banyak disibukkan dengan film-film internationalnya. Terkadang, saat ia promosi film terbarunya, dia akan pulang ke korea. Seperti hari ini, dan sekarang dia menyempatkan diri mengunjungi lee soo man, mantan direkturnya. Sekaligus menengok kabar manajemen yang membuat namanya menjadi sebesar sekarang.

Saat siwon berkunjung dan melihat penampilan rookie. Siwon terkagum-kagum dengan penampilan calon-calon baru idola korea yang sangat mengangumkan. Terlebih pada sosok sehun, wajah tampannya merupakan aset berharga bagi SM dan korea nantinya. Begitulah yang dikatakannya pada lee soo man.

“selamat sehun, kau mendapat pujian dari seorang bintang international”, kata chanyeol

“aku rasa dia belum tahu kemampuan musikmu, pasti dia akan lebih terheran-heran”

“aku tidak perlu pujian darinya, aku perlu membuktikannya saat kita debut nanti”, jawabnya percaya diri

“aku suka semangatmu hyung”

“harus”, jawab chanyeol semangat. “bagaimana kalau kita makan malam bersama?”

“ahmm,, tidak terimakasih”, tolak sehun seperti biasa

“jangan bilang kau akan dinner lagi dengan kekasihmu”

“tentu, aku tidak akan mengganti makan malam istimewaku hanya untuk makan denganmu”, jawabnya bangga

“tidak mau aku temani?”, mata chanyeol penuh pengharapan

“TIDAK, terimakasih”, jawab sehun sambil melenggang meninggalkan sahabatnya

“tiffany, desainmu yang kemarin sangat indah. Aku sangat senang. Pelanggan banyak yang langsung memesan”

“syukurlah kalau kau puas jessica”

Sejak blanc and clair memutuskan untuk membuka cabanng baru di korea, tiffany sebagai sahabat jessicalah yang mengurus. Tiffany yang waktu itu memang membutuhkan pekerjaan tidak sengaja bertemu dengan sahabat lamanya yang telah lama pindah ke china. Saat mengetahui bahwa jessica akan membuka cabang baru di korea, tiffany langsung berinisiatif untuk memegang kendali cabang itu.

Singkat kata persahabatan itu berbuah pada bisnis yang lancar karena tiffany tidak hanya cakap mengurus perusahaan, tapi juga cakap dalam mendesain. Jessica kini tidak lagi sendiri dalam mendesain, tapi ada tiffany yang membantunya.

“aku akan memberikan bonus padamu besok”

“kau paling tahu apa yang ku mau”, jawab tiffany senang

“Ngomong-ngomong, baju baru?”, tanya jessica

Tiffany terlihat memakai kaos pink berbeludru dengan bawahan celana putih yang membuat kaki jenjangnya semakin indah. Rambut tiffany yang kecoklatan agak berantakan terjatuh dengan baik membuat wanita berumur tiga puluhan itu semakin cantik. tiffany tersenyum mendengar pertanyaan jessica.

“tentu. Ini dari someone special”

“oh, come on. Aku tahu siapa yang kau maksud”

Tiffany tertawa renyah mendengarnya, “bagaimana kabar manse?”

Manse adalah anak jessica yang masih berumur tiga tahun. dia sangat lucu tapi juga sangat jail, jessica sampai kuwalahan jika sudah mengurus manse.“ayahnya ada di rumah”, jawab jessica sambil tertawa

Jessica membayangkan bagaimana repotnya tylor kwon mengurus manse yang tingkahnya semakin lama semakin menggemaskan sekaligus merepotkan.

Breaking News

Penyanyi sekaligus aktor kenamaan korea, choi siwon hari ini berkunjung ke korea untuk promosi film barunya berjudul “shadaow”. Film yang juga dibintangi..

Tiba-tiba berita di TV itu menginterupsi percakapan mereka. Jessica menatap tiffany yang terlihat tanpa ekspersi menonton berita itu.

“tiffany“, panggil jessica

“nde?”, ucap tiffany reflek. Jessica menginterupsinya dari lamunan dan pikiran panjangnya.

“bukankah kau harus menjemput someone specialmu?”

Tiffany tersadar dan melihat jam tangannya. “astaga, untung kau mengingatkan. Aku berangkat dulu”, tiffany mengangkat tasnya dan mencium pipi jessica sebagai ucapan perpisahan dan beranjak pergi keluar kantor.

“noona”, teriak sehun

Wanita yang dipanggilnya menoleh. wanita itu terlihat begitu anggun dengan kaos pinknya, tersenyum sangat cantik, dan memberikan pelukan hangat untuk sehun.

“hai noona?”, sapa chanyeol

“hai chanyeol. Kau semakin tinggi dan tampan”, chanyeol tersenyum sangat lebar mendnegar pujian dari tiffany

“noona,kekasihmu disini”, sehun memutar bola matanya

“noona, aku pulang dulu ya” , pamit chanyeol

“iya, pulang sana”, kata sehun

“sehuuun”, tiffany mengalihkan pandangannya ke chanyeol dan memberikan ucapan perpisahan. “Nde, chanyeol, hati-hati”

“oke noona”, jawab chanyeol sambil tersenyum dan saat ia mengalihkan pandangannya pada sehun. “aku suka tiffany”, bisik chanyeol

Mata sehun membulat mendengarnya, tapi sebelum ia bisa protes chanyeol sudah berlari menjauh. Dari sekian teman-teman traineenya, mereka memang banyak mengaku tertarik pada tiffany. terlebih semakin hari tiffany semakin bertambah cantik.

“bagaimana harimu?”, tanya tiffany

Sehun berusaha kembali pada kesadarannya dan menjawab pertanyaan tiffany, “sangat menyenangkan. bagaimana dengan noona?”

“sangat menyenangkan apalagi setelah mendengar harimu menyenangkan. besok jessica memberikan bonus untukku”

“benarkah?”

Tiffany mengangguk, “ayo, aku sudah membeli makan malam yang enak untuk kita berdua”

Sehun tersenyum bahagia, “aku mencintaimu noona”

“nado”, jawabnya sambil mencium singkat pipi sehun

Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melenggang ke jalanan ramai seoul.

“noona”, ucap sehun lirih, dilihatnya tiffany masih belum menutup matanya. “wae? Kenapa kau tidak bisa tidur? kau gelisah?”, tanya sehun sambil mempererat pelukannya

tiffany sedari tadi memang tidak bisa tidur. Memeluk sehun tidak juga membuatnya nyaman untuk sekedar mencoba menutup matanya. “hmm? Aku tidak apa-apa. Tidurlah”

Sehun menarik dagu tiffany agar menatapnya. Mata mereka beradu, tiffany tahu bahwa sehun tidak mempercayai apa yang dikatakannya.

“baiklah aku memang sedang tidak bisa tidur. bisakah kau buatkan noona susu? Mungkin itu bisa membuatku tidur”

“baiklah”, sehun beranjak dari tempat tidur meskipun ia sebenarnya sangat mengantuk dan sudah sangat siap untuk berada di alam mimpi. Tapi apapun yang tiffany inginkan, dia akan segera memenuhinya.

Tiffany tersenyum melihat sehun yang berusaha membuka matanya dengan susah payah. Ia sangat bersyukur mempunyai sehun. Sehun adalah hidupnya, harapannya, dan semangatnya.

“oh, annyeong haseo hyung”, sapa sehun

Sehun tidak menyangka bertemu lagi dengan choi siwon saat ia berangkat untuk rekaman. Choi siwon terlihat kebingungan dan menatap luar gedung dengan pandangan percaya tidak percaya.

“oh, nde. ahmmm, siapa tadi yang mengantarmu sehun?”, tanya siwon sambil mengarahkan pandangannya pada mobil di luar gedung yang telah beranjak hilang dari pandangannya

“oh, itu-“

“kekasihnya hyung”, potong chanyeol sambil merangkul pundak sehun dan Sehun memberikan death glarenya pada chanyeol

“kekasihmu?”

“memang kenapa hyung?”, tanya sehun

“ah, tidak. Tidak ada apa-apa”, jawab siwon terbata. Siwon seolah membuatnya kehilangan kesadaran saat itu

“oia, untuk apa hyung kesini lagi. Ada urusan?”

Lagaknya pertanyaan chanyeol tidak didengar oleh siwon. lelaki itu masih berkutat dengan pikiran-pikirannya.

“hyung?”

Siwon tersentak mendengar panggilan chanyeol. “oh, aku harus pergi, permisi”

“oh, nde hyung”, ucap sehun dan chanyeol bersamaan

“ada apa dengan dia?”, tanya chanyeol heran setelah siwon pergi

“sudahlah bukan urusan kita”, jawab sehun sambil mengajak chanyeol menuju studio sesegera mungkin.

“tiffany”

Panggilan di café tersebut mmebuat choi siwon terganggu. Ia telah lama duduk di café tersebut, ingin menikmati malam seoul dengan tenang lengkap dengan hoodie dan kacamata hitamnya. Siwon berdiri dari tempat duduknya saat melihat gadis yang terpanggil itu. Jantungnya kini berdetak begitu cepat. Benarkah dia hari ini akan dipertemukan dengannya? Seseorang yang sangat dirindukannya? Tapi apakah dia punya kekuatan untuk sekedar bertemu dan menyapanya? Siwon tidak beranjak dari tempatnya. Ia membiarkan orang-orang berlalu lalang di hadapannya sambil sesekali tidak sengaja menyenggolnya. Wajah indah itu dilihatnya dengan seksama. Setidaknya setelah sekian lama, ia sangat bahagia bisa mengetahui keberadaan wanita yang amat dicintainya itu.

“permisi”, ucap tiffany, dan saat lelaki di depannya tidak bergerak sedikitpun, justru membuka kacamata hitamnya, tiffanylah yang terdiam. “siwon”, ucapnya saat melihat siapa yang ada di depannya

Aaarrrgh, itu choi siwon?

Bukankah itu choi siwon

Oh, oppa, kau disini

tiffany sadar apa yang diperbuat siwon. dia telah mengalihkan semua orang yang berada di café tersebut padanya. Tiffany menarik tangan siwon dan menggeretnya keluar café. Beberapa orang mengikutinya dan mereka semakin berlari kencang. Sleama perjalanan itu, siwon tak memikirkan apa-apa. hnaya wanitanya yang kini memegang tangannya.

Suasana terasa begitu canggung. ini adalah pertemuan setelah sepuluh tahun. pertemuan lalu terasa didominasi oleh keegoisan dan kemarahan hingga mreka lupa bahwa ada cinta yang pernah tersimpan di hati mereka. Kopi dihadapan mereka bahkan sudah tidak lagi mengeluarkan uapnya, menandakan sudah mulai dingin. mereka akhirnya berhasil melarikan diri dari kerumunan fans siwon dan tiffany kini duduk dihadapannya di sebuah café lain.

“ehm.. bagaimana kabarmu?”, Akhirnya, setelah beberapa menit dalam kehampaan tiffany bersuara. Menanyakan sebuah pertanyaan klise khas teman lama.

“b-baik, kamu?”, Siwon merutuki diri yang tidak bisa menyembunyikan kecanggungan dan rasa takutnya hingga suaranya ikut bergetar. Tiffany manggut sambil berucap bahwa ia juga baik-baik saja dan suasana kembali hening setelah itu.

“kau-“ ucap tiffany dan siwon pada waktu yang bersamaan

Mereka terdiam sejenak.

“kau sekarang sibuk apa?”, lagi, pertanyaan klise. Tapi kali ini diajukan siwon

“aku sekarang mengurus perusahaan jessica yang ada di korea. Kau tahu kan?”

“aaa, blanc and clair?”, tanya siwon

“nde”

“aku tidak menyangka dia bisa sesukses ini”, timpal siwon

Siwon, tiffany, dan jessica adalah teman di masa lalu. Tapi waktu selalu berubah dan berkembang dan memenuhinya dengan berbagai peristiwa dan kejadian yang mengubah segalanya. hidup bukankah memang begitu? selalu tentang perubahan dan perkembangan.

“iya. Dia beruntung sejak bertemu dengan tylor kwon”, jawab tiffany sambil tertawa

“kau sirik dengannya?”

“what? Bagaimana kau bisa mengataknnya. Tentu saja tidak.  Aku hanya iri”

“sama saja”, dan mereka tertawa bersamaan

Akhirnya, mereka mempunyai sesuatu yang diperbincangkan. Jessica dan keluarganya, siwon dan karirnya, dan tiffany dan pekerjaannya. Semua terasa menyenangkan untuk diperbincangkan hingga mereka lupa bahwa mereka telah menghabiskan beberapa cangkir kopi malam itu.

“astaga, aku terlambat”, ucap tiffany melihat jam tangannya

Siwon mulai kebingungan, dia belum ingin mengakhiri semua ini. dia masih ingin berbicara banyak dengan tiffany, melihat wajah cantiknya, dan sekedar menatap senyum indahnya.

“kau akan pergi?”

“nde siwon-sii”

“tapi kopimu belum kau habiskan”

Tiffany menatap dua gelas yang telah dihabiskannya, “sepertinya aku sudah penuh siwon-ssi. Aku harus-“

“baiklah, bagaimana kalau aku memberimu tumpangan?”, ucap siwon cepat

Terlihat sekali dia tidak ingin melepaskan tiffany. dia masih ingin bersamanya. Ayolah, pertemuan setelah bertahun-tahun dengan seorang yang selalu ada di pikiran dan hatimu akan diakhiri begitu saja. terlebih, ada hal penting yang belum ditanyakan siwon. saking pentingnya hingga ia tidak bisa mengatakannya secara sekarang. ia takut momen indah ini akan rusak jika ia menanyakannya. Hal yang sangat sensitif hingga pertanyaan siwon seolah hanya bertengger manis di tenggorokannya tanpa mau keluar dari mulutnya.

“ehmm.. tapi aku membawa mobil sendiri. mianhe siwon-sii”

Tiffany sebenarnya bukan tidak mau. Tapi dia memang membawa mobil sendiri, terlebih dia juga harus menjemput sehun, dan dia sudah terlambat. Momen ini memang sangat indah tapi terlampau indah untuk diteruskan. Masa lalu menyimpan jutaan hal buruk yang bisa mencuat begitu saja jika ini dilanjutkan.

“oh, baiklah”, siwon akhirnya menyerah

Tiffany tersenyum canggung dan pamit pulang.

“bolehkah aku mempunyai nomor handphonemu?”, ucap siwon saat tiffany akan beranjak pergi

Tidak tiffany, jangan berikan. Kau tidak tahu apa yang akan dia lakukan nantinya? Mungkin hatimu akan tersakiti lagi. “baiklah”

Tiffany memberikan nomor handphonennya. Dia tidak bisa menolak meski pikirannya berkata demikian. Dia tahu benar dia masih sangat mencintai siwon. hal yang tidak seharusnya ia rasakan. Apalagi setelah semua kejadian-kejadian memilukan di masa lalu.

“noona akhir-akhir ini kau bahagia sekali”, sindir sehun

“tidak”, jawab tiffany berusaha membuat sehun tidak curiga

Tiffany sedang menggunakan pyama pink miliknya. Telungkup, mengangkat kepala, sambil membawa handphonennya. Sehun yang bagaimanapun tetap curiga ikut berbaring di samping tiffany.

“noona bohong”

“tidak. Aku tidak bohong”, sanggah tiffany

Sehun paling mengerti tiffany, dia tahu saat tiffany gelisah, bersedih, dan berbohong. Cukup dengan tatapan, sehun selalu mampu membuat tiffany buka mulut.

“noona, kau seligkuh dariku”

Sejenak tiffany menatap sehun begitu lama, “Hanya teman lama”.

“aku sudah bilang berkali-kali kan noona. aku akan senang jika noona punya kekasih, tapi aku tidak ingin kau selingkuh dariku”, tangan sehun menangkup wajah tiffany

Tiffany memandang sehun yang tak disadarinya kini sudah dewasa. Tak terasa lima belas tahun telah berlalu dan tiffany telah melihat sehun tumbuh sangat baik. Dia tidak seperti berumur lima belas tahun, sehun seperti anak berumur dua puluh tahun dengan pemikiran yang jauh melebihi apa yang diinginkan tiffany.

“ lagipula, aku juga ingin segera punya appa”, tambahnya. “aku tidak ingin oemmaku yang cantik ini masih saja berkutat memikirkan orang itu dan menyiaka-nyiakan wajah cantikmu”

Tiffany tersenyum simpul. Sudah lama sekali sehun tidak memanggilnya oemma. sejak tiffany bekerja dengan jessica dan ekonomi mereka membaik, sehun menolak memanggilnya oemma. Menurutnya oemmanya masih terlihat sangat muda hingga tidak pantas dipanggil oemma. tiffany memang masih muda, dia berumur tiga puluh dua tahun tapi rasanya dia masih terlihat sebagai wanita berumur dua puluh lima tahunan.

Akhirnya sehun memanggilnya dengan sebutan noona. Tak hanya itu, teman-teman traineenya juga selalu tidak percaya bahwa tiffany adalah oemma sehun. Mereka dan para sunbaenya selalu menawarkan diri untuk menjadi ayah sehun tapi sehun menolaknya karena dia tahu oemmanya harus mendapatkan orang yang benar-benar baik dan mampu membahagiakannya.

Berulang kali sebenarnya sehun dan jessica mencoba merekomendasikan beberapa orang yang menurutnya baik. Tapi tiffany menolaknya. Sehun tahu ibunya itu masih saja memikirkan appanya yang sangat dibencinya itu. terkadang dia sangat membenci hal itu. Bagaimana mungkin oemmanya masih mencintai orang yang menghancurkan hidupnya dan tidak pernah sekalipun memikirkan keluarganya?

“kau benar-benar ingin punya appa?” tanya tiffany sambil merapikan rambut sehun

“tidak juga. Aku hanya ingin noona bahagia”, jawaban yang sangat membahagiakan bagi seorang oemma untuk mendengarnya

Tiffany memeluk sehun, “apakah kau akan sebahagia ini jika mendengar dia adalah appamu”, ucap tiffany dalam hati sambil mengelus rambut belakang sehun

Tiffany tidak berpikir sampai ke arah sana. Dia memang masih mencintai siwon, tapi membayangkan menikah dan menjalani hidup bersama dengan choi siwon adalah urusan lain. Dia tidak tahu apakah dia bisa hidup dengan orang yang menorehkan luka begitu lama dan dalam untuknya.

“Hai hyung”

Siwon tidak menjawab sapaan sehun dan berlalu begitu saja. Dia baru saja melihat dan benar-benar yakin bahwa yang dikatakan chanyeol sebagai kekasih sehun adalah tiffany. Padahal dia baru saja menandatangani proyek baru dengan SM untuk membintangi salah satu film SM. Ini semua ia setujui juga karena ia belum ingin kembali ke amerika, ia masih ingin di korea, bersama tiffany.

“tunggu, tapi tiffany sudah dewasa. Mana mungkin ia berhubungan dengan lelaki yang umurnya jauh dibawahnya seperti itu”

Siwon gusar, kepalanya tidak bekerja dengan baik, hatinya terasa tersakiti dan bingung dalam waktu yang bersamaan, dan tangannya tidak henti-hentinya memainkan pena yang dipegangnya sambil mengetuk-ketukkannya di meja. Dia sendirian di ruang rekaman, memikirkan hubungan tiffany dan sehun.

“kekasih.. kekasih.. tidak mungkin”, ucapnya berulang kali

“siwon-sii”, panggil manajernya

“nde?”

“jangan lupa nanti kau mengisi presentasi untuk para rookie”

“oh, nde noona”

“jadi, imej juga merupakan hal penting di industri ini”, seru siwon di depan para rookie

Siwon sedang memberi nasehat-nasehat dan tips bertahan lama di industri hiburan. Setelah ia menjelaskan panjang lebar tentang mengasah bakat, attitude, dan membangun koneksi. Dia menjelaskan tentang image.

“dan jangan merusak image kalian hanya karena terlibat skandal cinta, terlebih dengan sesama idol. Itu tidak hanya akan merusak karir kalian, tapi juga karir kekasih kalian”, siwon memberikan jeda, menatap sehun dengan tatapan sinis.

“orang itu kenapa? dia semakin aneh. lihatlah cara dia menatapmu”, bisik chanyeol yang berada di samping sehun

Sehun menyadarinya hanya saja ia tidak mau tahu. Dia merasa tidak punya salah pada siwon jadi dia tidak perlu cemas, pikirnya. Lagipula, sedari pagi choi siwon memang bersikap aneh.

“sehun. Coba kau ceritakan kisah cintamu?”

“apa?”

Choi siwon sedang tidak waras hari ini, pikir sehun. semua kelas hanya tertawa mendengar pertanyaan siwon. sehun terkenal orang yang sedikit anti sosial dan dingin, kecuali dengan orang yang telah dekat dengannya. Mereka tidak pernah melihat sehun mencoba mendekati wanita selama ini.

“ahm, a-aku sedang tidak berhubungan d-dengan siapapun hyung”, jawab sehun terbata

“ayolah, aku dengar dari chanyeol kau sudah punya kekasih”, siwon berusaha semanis mungkin kali ini. “Wanita yang biasa mengantarmu itu?”,

Semua di ruangan semakin tertawa mendengar pertanyaan siwon. Kai, salah seorang trainee melempar bola kertas pada chanyeol. “apa yang kau lakukan hyung”,  tanyanya pada chanyeol

Chen dan baekhyun, yang duduk berdampingan juga tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Jhonny, suho, dan xiumin yang memang merupakan anak pendiam hanya bisa terkekeh.

“dia bukan kekasihnya sehun hyung, tiffany noona itu kekasihku”, teriak baekhyun

Sehun berbalik menatap baekhyun dan memberikan death glarenya. Baekhyun seketika menutup mulutnya dan mengalihkan pandangannya dari sehun.

“wowowo, kenapa ini? apa ada yang bisa menjelaskan?”, siwon akhirnya buka suara karena ruangan yang semakin ramai tak terkendali

“dia,d-dia oemmaku hyung”, jawab sehun

“apa?”, siwon semakin tidak mengerti.

“lagipula aku masih lima belas tahun, mana mungkin aku terlibat cinta”, tambah sehun

Lima belas tahun

Lima belas tahun

Iya, siwon mengingat. Anaknya dengan tiffany pasti berumur lima tahun sekarang. ini tidak pernah dipikirkannya mengingat sehun tidak terlihat seperti remaja, badannya yang tinggi dan pemikirannya yang dewasa. Pantas saja, saat pertama kali mendengar nama sehun, ia sangat familiar.

“owh, aku tidak menyangka oemmamu terlihat begitu muda dan cantik”

“terimakasih hyung”

Ruangan kembali tenang setelah itu. Disudut ruangan itu, seorang gadis bernafas lega setelah dari tadi jantungnya berdetak hebat kala siwon bertanya pada sehun. dia baru saja berpikir bahwa rahasianya selama ini akan diketahui oleh seantero rookie di SM. Dan segera setelah itu, sehun berbalik menatap gadis itu dengan memberikan senyumnya yang dibalas gadis itu dengan memberikan senyum yang tak kalah manisnya.

“sica noona”, sehun datang dan memeluk jessica

“oh, hai sehunnie. Kenapa kau berubah secepat ini? kau tidak seperti anak berumur lima belas tahun kau seperti anak dua puluhan lebih”, ucap jessica heran

Dilihatnya sehun dari atas ke bawah. Tiffany dan siwon benar-benar perpaduan yang sempurna. Bagaimana mereka bisa mempunyai anak yang begitu tampan?

“noonaku mana?”

“dia sedang pergi. Aku kira makan siang bersamamu”

“liburan ini benar-benar membosankan”, ucap sehun sambil membolak-balikkan majalah yang dibacanya

“kau tidak latihan?”, dan jessica hanya mendapat gelengan kepala sebagai jawaban

“noona-noona”

“hmm?”

“kau tahu choi siwon?”, sehun menunjukkan gambar siwon di majalah yang dipegangnya

Jessica sedikit shock mendengar pertanyaan sehun, “tahu. Memangnya kenapa?”

“dia ada proyek film dengan manajemenku. Aku mungkin akan ikut walau sebagai cameo. Jadi aku akan syuting dengannya. Keren kan?”

Seandainya kau tahu kalau dia appamu, pikir jessica, “wow, kau kenal dengannya?”

“tentu”, jawab sehun bangga. “kami sering berbicara dan makan bersama. Dia sangat ramah pada semua trainee. Oia, noona tahu orang yang sedang dekat dengan noonaku?”

Matilah, ini adalah pertanyaan yang sangat ingin dihindarinya. Baru beberapa menit lalu tiffany bercerita tentang siwon padanya.

“mmm..memangnya tiffany sedang dekat dengan seseorang? Aku tidak tahu”, wajahnya dibuat tidak mencurigakan, sebisa jessica.

Untung sehun sedang sibuk dengan majalahnya, jessica lega. “sama. aku juga tidak tahu dengan siapa. Tapi aku senang akhirnya noonaku mau membuka hatinya”

Dia masih sama sehun, hatinya hanya untuk choi siwon, batin jessica. Kenapa dia jadi berada dalam situasi yang tidak enak begini, “Kau masih membenci appamu?”

“jangan ungkit dia. Aku tidak pernah punya appa”, jawab sehun enteng

“jangan seperti itu sehun“

“noonaaa”

Sehun menutup majalahnya, Jessica tahu dia sedang menahan amarahnya. Appanya adalah hal yang paling tidak ingin dibicarakan sehun sejak ia berumur delapan tahun. saat ia mengerti kenapa selama ini ia tidak pernah punya sosok appa. Kenapa oemmanya selama ini bekerja keras mati-matian? Kenapa nenek dan kakeknya selalu menyalahkan oemmanya atas apa yang terjadi?

“baiklah, aku diam”, ucap jessica sambil mengangkat kedua tangannya menyerah

“aku akan ke SM”

“dia baik siwon. dia tumbuh menjadi anak paling tampan yang pernah aku tahu. Dia pelindungku, penyemangatku, segalanya”, ucap tiffany sambil tersenyum

Makan siang dijadikan waktu untuk siwon membicarakan anak mereka. Ya, anak mereka yang bertahun-tahun lalu tak diharapkan siwon. Setelah pertemuan pertama itu, terjadi beberapa pertemuan lagi. Tiffany terlihat menyambut dengan baik setiap ajakan-ajakan siwon.

 Tujuh belas tahun lalu, saat semua kisah ini dimulai. Siwon merupakan rookie dari sebuah boygrup yang dicintai banyak remaja kala itu, super junior. Sedangkan tiffany masih menjadi trainee di agensy yang sama. mereka telah menjalin hubungan sejak masih menjadi trainee. Tiffany kala itu berumur 17 tahun saat mengetahui bahwa dia hamil, anak siwon. padahal waktu itu dia juga dipersiapkan akan debut.

“aku..kita..kita tidak bisa mempunyai anak tiffany, kita terlalu muda. Kau akan segera debut dan kau karirku baru saja dimulai”

Siwon frutasi kala itu. Ini benar-benar diluar kendalinya. Dia masih anak remaja yang ingin menggapai semua mimpinya. Dan berita yang diberikan tiffany seolah alarm penghancur semua mimpi yang baru akan ia bangun. Tiffany benar-benar kecewa kala itu, dia meminta berpisah dari siwon dan meninggalkan dunia yang belum sempat ia cicipi itu. ia kembali ke amerika, ke orang tuanya.

Orang tua tiffany marah besar. Meski begitu, mereka menerima kehadiran cucu tampannya dengan baik. Lima tahun kemudian, saat siwon baru saja meniti karir internasionalnya, mereka kembali bertemu. Dilihatnya tiffany bersama dengan seorang anak tampan yang ia yakin adalah anaknya, mereka hidup dengan baik.

Siwon masih mencintai tiffany, ia tak dapat mengelaknya. Tidak ada wanita yang begitu mempengaruhi hidupnya seperti tiffany. walau dia hanya bisa bersama tiffany dua tahun, tapi itu ia jadikan bekal selama hidupnya. Cara tiffany memberikan semangat, kepercayaan gadis itu akan kemampuan siwon, dan seluruh kenangan yang diberikan gadis itu tak pernah sedikitpun tidak terlihat di pikiran siwon barang sehari.

tiffany adalah gadis bodoh, ia tahu itu. Dibuang begitu saja oleh seorang choi siwon tidak menjadikannya mampu melupakan manusia itu. Tiffany tidak pernah berusaha mencari pengganti choi siwon di hatinya. Meskipun ia begitu membenci siwon dan semua orang mencacinya, bahkan terkadang jika sehun benar-benar marah, anaknya itu akan ikut menyalahkan tiffany atas segala yang terjadi. Tiffany tidak bisa menghapus manusia paling dibencinya dalam hidupnya.

“thank you mister”, ucap sehun kala berumur lima tahun

Siwon menemui anak laki-laki itu dengan membawa sebuah es krim strawberry. Mereka mengobrol lama saat anak kecil itu menunggu oemmanya menjemputnya dari sekolah, Oemmanya memang selalu terlambat. Siwon menjadikan itu waktu untuk menemui anaknya. Sehun dengan polosnya bercerita bagaimana kerja keras oemmanya untuk memberikannya bubble tea.

“sehun!”

“oemma”, anak kecil itu berlari ke arah tiffany

“tiffany“, sapa siwon

“sehun masuk ke mobil”, sehun masuk ke dalam mobil meninggalkan oemmanya dengan orang yang tanpa diketahuinya adalah ayahnya.

“ada apa lagi siwon?”

“aku hanya ingin melihat keadaan kalian”

“aku harap kau tahu bahwa kisah kita berakhir sejak kau menolak menerima sehun”

“kau yang mengakhirinya”

“lalu aku harus bagaimana? Apa yang bisa aku lakukan?”, lelaki paling egois dihadapannya adalah ayah dari anaknya, tiffany tidak habis pikir

“kita-, kita bisa-“

“kita bisa apa siwon?”, Siwon tidak berkata apa-apa. Tiffany benar, mereka tidak sinkron kala itu. “lalu sekarang, apa kau bisa menerima kami?”

“aku.. aku..”

Tiffany tahu siwon tidak bisa, karir internasionalnya baru saja dimulai. Tiffany berbalik menuju mobilnya. Tiffany mengerti siwon sedang benar-benar membangun karirnya waktu itu, tapi tetap saja kenyataan itu membuat tiffanylah yang akhirnya tersakiti. Tidak ada yang salah disini. Tiffany pergi meninggalkan siwon, ini adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan. Walau dia begitu merindukannya tapi ia tahu siwon juga tidak bisa menerima sehun, jadi dia juga tidak bisa menerimanya.

Sepuluh tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan. Ketika mereka sama-sama telah dewasa dan saling memaafkan atas masa lalu.

“aku lupa namanya-“, ucap siwon

“sehun, namanya sehun”

Siwon bernafas lega. Sehun yang dikenalnya memang benar-benar anaknya yang hilang selama ini. “oh, nde, sehun. Kapan kalian kembali ke korea?”

“tepat setelah kami bertemu denganmu. aku menawarkan diri untuk kembali ke korea dan mengurus cabang jessica di korea. Hidup kami juga lebih baik setelah itu”

“ jadi karena itu aku tidak pernah bisa menemui kalian lagi di Amerika. Orang tuamu juga menolak memberi tahu keberadaanmu. Mereka terlihat sangat membenciku”, kata siwon diikuti tawa yang dipaksakan untuk membuat itu tidak terlalu menyakitkan. Orang tua mana yang tidak benci melihat orang yang telah merusak masa depan putri kesayangannya.

“tiffany”

“hmm?”

“kau mau kembali bersamaku?”

Tiffany tercekat, dia hanya terdiam setelah siwon menanyakan pertanyaan itu. tiffany memang bahagia bersama siwon. Tapi untuk memulai hidup bersama, dia belum siap. Walau kesalahan-kesalahan siwon di masa lalu mungkin sudah mulai ia lupakan, tapi kembali bersama benar-benar masih di luar angan-angan. Selain itu, Sehun membenci ayahnya, begitupun dengan orang tua tiffany.

“jangan melucu choi siwon”, dia mencoba menghilangkan rasa gugupnya dengan memakan makanannya

“aku bersungguh-sungguh tiffany. Menikahlah denganku”

Uhuk uhuk uhuk…

Tiffany tersedak dan siwon langsung memberinya air putih dan menepuk-nepuk pundak tiffany, “sudah baikan?”

“terimakasih”, ucap tiffany setelah ia merasa baikan

“welcome”

Tiffany menghela nafas, lelaki di depannya tetap begitu gegabah dalam mengambil keputusan. Mengajak kembali orang yang telah disakitinya dengan sangat tidak romantis, tiffany ingin sekali menggerutu. “tidak semudah dan sesederhana itu siwon-ssi. Semua telah  berubah dan-“

“tapi kita bisa membangun keluarga yang kita impikan”, ucapnya sambil memegang tangan tiffany. “Kau, aku, dan sehun”

Mata tiffany menyipit mendengar ucapan choi siwon, luka lama itu tiba-tiba terpampang di hadapannya.

“siapa kau dengan mudahnya bilang begitu?”, tiffany melepaskan genggaman tangan siwon. “setelah aku dan sehun kau temukan dalam keadaan baik. Kau dengan mudahnya mengajak kami menerimamu begitu?”

“bukan begitu maksudku tiffany”

“lalu apa? Lalu kemana kau selama ini saat kami benar-benar membutuhkanmu? Kau hanya memikirkan dirimu sendiri siwon. Saat kau menginginkan karir, kau mengejarnya bahkan tanpa mau melihat kami. Dan sekarang, saat kau telah mempunyai karir sukses dan membutuhkan sebuah keluarga untuk melengkapi hidupmu dengan seenaknya kau kembali datang dan mengajak kami, menjadi keluarga?”

Siwon selalu semaunya sendiri dan menganggap semuanya enteng. Tiffany memejamkan matanya. menghirup udara sebanyak mungkin untuk menetralkan dirinya. Bukankah dia telah melupakan dan memaafkan atas semua yang terjadi. Kenapa tiba-tiba menjadi begini?

“maafkan aku yang terlalu emosional”, ucap tiffany setelah dia merasa hatinya kembali tenang

“its okay tiffany. aku mengerti. Jika kau memang belum siap,,it-its okay”

Kau tidak akan pernah bisa mengerti siwon, kau dan segala keegoisanmu. Tiffany tersenyum menanggapi siwon dan siwon menjawabnya dengan sebuah senyuman.

Sehun menutup pintu atap gedung dan berjalan menuju seorang gadis yang terlihat tersenyum ke arahnya. Langkah sehun sedikit tergesa dan segera setelah ia bisa mencapai gadis itu dan meraih leher gadis itu untuk menciumnya. Mereka berciuman cukup lama hingga tidak menghiraukan bagaimana dinginnya angin malam yang menusuk tulang mereka. Rambut mereka berterbangan di sapu angin.

“bogoshippo baby joohyun”, ucap sehun sambil mengelus pipi kekasihnya yang tampak merah setelah ciuman kerinduan itu

“nado oppa”, jawab joohyun sambil tersenyum

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum dua wanita yang dicintainya, joohyun kekasihnya dan tiffany oemmanya. Mereka telah menyembunyikan hubungan mereka selama berbulan-bulan. Dan disinilah mereka, bertemu diam-diam di atap gedung SM. Menikmati jalanan malam seoul sambil mencurahkan rasa rindu mereka. Sehun sibuk mempersiapkan debut hingga membuat waktunya untuk joohyun berkurang.

“semua orang setuju oemmamu cantik oppa”, ucap joohyun yang berada di pangkuan sehun

Sehun tertawa mengingat apa yang dialaminya kemarin. Hampir saja dia jantungan karena menganggap siwon mengetahui hubungannya dengan joohyun.

“kau juga cantik joohyun”

“aku rasa siwon oppa tertarik dengan oemmamu. Bagaimana kalau kau mengenalkan mereka?”, tiba-tiba saja joohyun memikirkan ide itu

“tapi noona sepertinya sudah punya orang lain yang dia suka”

“benarkah? tapi tidak ada salahnya bukan? Siwon oppa sukses, tampan, dan baik. Aku rasa dia akan menjadi appa yang baik untukmu”

“mungkin. Walau dia terkadang agak aneh”

“aneh?”

“sudahlah lupakan. Bagaimana kalau kita membicarkan kita? kau sudah siap bertemu dengan noona?”

“kau yakin? Kita baru beberapa bulan menjalin hubungan oppa”

“aku sudah menceritakan dirimu pada noonaku. Dia ingin melihatmu. Aku harus memastikan gadis yang kupilih juga pilihan noonaku”

“aish, dasar anak oemma”, joohyun memainkan hidung sehun

Sehun tertawa sambil mengecup bibir kekasihnya. meskipun sehun terlihat dewasa, tapi dia tidak pernah tidak mengikutsertakan tiffany dalam hidupnya. Semua apa yang dialaminya, keputusan yang diambilnya, dan impian-impiannya, dia ceritakan pada tiffany.

“kalau oemmamu tidak suka denganku? Kau akan memutuskanku?”

“tentu”

“apa?”,joohyun berdiri dari pangkuan sehun, wajahnya penuh kekhawatiran.

“noona akan menyukaimu, tenanglah”, sehun kembali meraih joohyun, memeluknya hangat, dan memberikan kecupan di puncak kepala gadisnya

Siwon setiap hari selalu menyempatkan ke SM, lebih tepatnya menyempatkan untuk bertemu dengan sehun dengan alibi ingin memberikan semangat pada sehun dan kawan-kawan yang akan debut sebentar lagi.

“terima kasih hyung”

“sama-sama, dihabiskan ya”

Siwon sedang menraktir sehun dan kawan-kawannya, untuk kesekian kalinya. Tentu sebagai rookie mereka merasa sangat senang dan merasa diperhatikan. Tidak hanya itu, siwon selalu meluangkan waktunya hanya untuk sekedar mengobrol dengan sehun. Tak dapat dipungkiri bahwa dia teramat bangga tiffany bisa membesarkan anaknya dengan begitu baik.

“hyung seharusnya tidak perlu mengantarku”

“sudahlah, kau sedang tidak dijemput dan kita searah. Tentu ini tidak akan merepotkan”

Seperti hari ini, saat sehun akan pulang dari latihan, siwon yang melihatnya di halte bus memaksanya untuk pulang bersama. Sebenarnya bukan karena searah, tapi siwon menanyakan dulu daerah rumah sehun dan dia mengarang cerita bahwa dia akan melewati jalan yang sama. tentu sebagai rookie dia tidak akan berani jika tidak ditawari oleh siwon. apalagi siwon bukan senior biasa.

“ini, ya. Disini rumahku hyung”, tunjuk sehun

“oh, kamu tinggal disini. Kapan-kapan aku boleh mampir?”

Sejenak sehun menaikkan alisnya. Choi siwon ingin mampir ke rumahnya? apa dia tidak salah dengar? Untuk apa seorang choi siwon ingin main ke rumah kecil seorang hoobaenya?

“ah, nde hyung, kapanpun kau mau”, jawab sehun dengan memaksakan senyum terbaik yang ia punya, ia mencium gelagat aneh dari siwon

Sehun berpamitan dan siwon mnginjak pedal gas nya. Melanggang tampan dengan senyum lebarnya.

“noona? hyung?”

Tiga manusia, di sebuah restoran,  saat jam makan siang tidak menyangka bahwa apa yang dilihatnya adalah nyata. Sehun, secara tidak sengaja melihat tiffany dengan choi siwon mengobrol bersama seolah telah lama mengenal. Siwon, bingung mencari alasan yang akan ia ajukan pada anaknya itu bagaimana dia bisa mengenal tiffany. tiffany, tidak tahu menahu bagaimana sehun bisa memanggil “hyung” pada siwon. Sejak kapan sehun mengenal siwon?, pikir tiffany. apalagi tiffany belum siap menceritakan pada sehun siapa manusia yang sedang makan berdua dengannya hanya bisa memandang sehun dan siwon dengan cemas.

“aaah, sehun. kami baru saja membicarakanmu”, ucap siwon memecah keheningan. “duduklah”, tambahnya

Akhirnya mereka duduk bersama. Siwon mengarang cerita bahwa ia bertemu dengan tiffany yang ia tahu adalah oemma sehun di supermarket dekat restoran, berkenalan, dan mengajaknya makan siang bersama. Tiffany hanya bisa mengiyakan semua cerita palsu itu dan sehun mengingat apa yang dikatakan joohyun tentang choi siwon yang tertarik dengan noonanya.

“jadi hyung ini adalah sunbaeku noona, kami sering bertemu di SM”, ucap sehun bangga

“benarkah?”, ucap tiffany dengan senyum dipaksakan, matanya memicing melihat siwon

Tiffany rasanya ingin membuat perhitungan dengan siwon karena tidak menceritakan bahwa ia telah mengenal sehun, anaknya sendiri. siwon berusaha tidak melihat tiffany, ia tahu wanita itu sedang marah dan merasa dibohongi. Akhirnya pertemuan keluarga ini terjadi, meski kejadiannya benar-benar tidak terduga.

“jadi bagaimana noona?”

Sehun baru saja membawa joohyun untuk makan malam bersama sekaligus memperkenalkan joohyun pada tiffany. Setelah mengantar joohyun pulang, sehun segera pulang dan menanyakan pendapatnya pada tiffany. ia benar-benar berharap noonanya itu menerima joohyun.

“kau penasaran sekali?”

“ayolah noona. aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan gadis yang tidak kau suka. Aku percaya padamu, kau oemmaku”

Saat seperti inilah, tiffany melihat bagaimana sehun tetaplah anaknya yang manja dan patuh yang masih berumur lima belas tahun,“aku tidak suka“

“apa? tapi joohyun gadis yang manis, cantik, dan baik noona“

“hei hei, aku belum selesai bicara sehun. aku tidak suka kalau kau memutuskannya. Noona menyukainya”

Seketika senyum sehun melebar. Ia memeluk noonanya dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Tiffany tertawa melihat bagaimana tingkat kekanak-kanakan sehun dan memberikan banyak nasehat. Cinta remaja sehun, harus tahu batasan dan aturannya.

Riing.. Riing.. Riing

Handphone tiffany berbunyi, menginterupsi sehun dan tiffany yang masih asik mengobrol. Tiffany tahu itu siwon, lelaki itu sedari tadi mengiriminya puluhan message tapi tiffany tidak berminat menjawabnya. Siwon telah berbohong padanya dan tiffany membenci itu.

“hp noona berdering”, kata sehun. “Aku akan berangkat tidur, mengantuk”

Sehun beranjak ke kamar mandi dan tiffany dengan berag hati mengangkat handphonennya, “yoboseo”

“akhirnya kau menjawab panggilanku”

Tiffany tidak menghiraukan betapa nada siwon bahagia saat itu, “wae?”

“tiffany, aku di depan apartemenmu”

“what?”, tiffany langsung mematikan handphonennya dan keluar dari apartemen.

“hai”, sapa siwon ramah

“untuk apa kau kesini?”

“tiffany, kau mengacuhkanku. Aku tahu kau marah karena aku tidak cerita bahwa aku telah mengenal sehun”

“lalu?”, tiffany benar-benar tidak ingin berbasa-basi lebih lama lagi

“aku ingin menjelaskannya”

Setelah itu tiffany masuk mobil siwon. Sebelumnya dia memberi pesan pada sehun bahwa ia ada urusan dengan jessica mendadak. Siwon akhirnya memberikan penjelasan pada tiffany dan meminta maaf berulang kali.

“maafkan aku tiffany. aku mohon, aku mohon maafkan aku. Aku hanya ingin mengenal sehun dengan lebih baik. Aku ingin menyayanginya, aku ingin menunjukkannya”

siwon menatap tiffany dengan sendu, matanya sarat akan permohonan. Tiffany menghela nafas sebelum ia bicara, “baiklah aku mengerti. Aku tidak sepenuhnya menyalahkanmu. Aku sebenarnya juga akan mengenalkannya padamu pada saat yang tepat. Hanya saja“

GREP, tiffany shock karena tiba-tiba siwon memeluknya dengan erat, “terimakasih, terimakasih sudah mengerti. kau tidak tahu betapa takutnya aku saat kau tidak menjawab pesan dan panggilanku. Aku pikir kau akan pergi lagi dari hidupku. Aku sangat takut tiffany. jangan pernah lakukan hal itu lagi”

Sejenak tiffany terdiam. Haruskah ia membalas pelukan hangat yang diberikan siwon? dari bagaimana siwon memeluknya, ia tahu bahwa lelaki itu benar-benar masih mencintainnya. Jenis pelukan hangat yang dulu sering ia rasakan. Pelukan hangat yang penuh cinta yang membuat semua terasa begitu nyaman, hangat, dan damai. Tiffany tanpa disadarinya juga membalas pelukan itu.

“I miss you”, ucap siwon setelah pelukan itu terlepas

Dielusnya pipi tiffany dengan ibu jarinya. Setelah itu, air mata tiffany tiba-tiba mengalir.

“hei, jangan menangis”, saat itu, siwon akhirnya bisa melihatnya, cinta seorang tiffany yang telah lama ia rindukan.

“apa? kau minta aku berbohong pada sehun kalau kau di rumahku?”

“nde”

“memang sekarang kau dimana?”

“ehmm…”

“jangan bilang kau di rumah siwon”

“ehmmm..”

“astaga tiffany”

“aku mohon, bantu aku”

“haaakh, baiklah”

“terimakasih”

“jangan berterimakasih padaku! Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan disana? Kau ada di kamar tidurnya?”

Mata tiffany membulat mendengar pertanyaan jessica, “selamat pagi jessica”. Tiffany mematikan handphonennya

“jessica?”, tanya siwon

Tiffany berbalik dan mendapati siwon yang membawa segelas susu strawberry kesukaan tiffany. tiffany menganggukkan kapala sebagai jawaban dan meminum susu yang diberikan siwon. Tiffany menikmati pemandangan halaman rumah siwon yang luas dan indah melalui ruang tamu siwon yang dikelilingi oleh kaca bening. Siwon memang telah mampu meraih impiannya dan menjadi orang yang sukses. Rumahnya begitu besar dengan desain detail arsitektur yang indah.

Siwon memberikan sweeter pink yang lembut di pundak tiffany dan memeluknya dari belakang. Saat siwon semakin mempererat pelukannya, tiffany melepaskannya.

“siwon, aku sedang minum susu”

“baiklah, kalau begitu cepat habiskan”

Tiffany menghabiskan susunya yang tinggal sedikit itu dalam satu tegukan. Siwon melihat bagaimana sisa susu mengelilingi bibir tiffany. Segera ia menyapu bibir yang penuh susu itu dengan bibirnya. Tiffany yang masih memegang gelas susu di tangannya terkejut dengan aksi tiba-tiba siwon. Dia membalas setiap ciuman siwon yang lembut yang semakin membuatnya meleleh. Tangan kiri berada di pinggang tiffany sedangkan tangan kanannya bergerak menuju gelas susu yang dipegang tiffany. Diletakkannya gelas itu pada meja disampingnya tanpa mau melepaskan sedikitpun ciumannya dengan tiffany. siwon tidak akan melepaskan tiffany lagi, tidak akan.

“noona, noonaku mana?”, tanya sehun pada jessica

“dia belum datang”, jawab jessica sambil sibuk dengan pesanan onlinenya

“loh, bukannya noona menginap dirumah jessica noona?”

Jessica berhenti mengetik, dia lupa kalau dia harus berbohong lagi hari ini. dia menatap sehun dan tersenyum, “aaa,,, dia sedang mmm-mengirim pesanan pada salah satu pelanggan sambil menngecek stock yang ada di gangnam”

“oh, Haraboeji datang memberikan surprise di depan”

“apa?”

“nde, ayo noona kita menemui mereka”, sehun menarik jessica keluar ruang kantornya

Pikiran jessica kalang kabut. Tiffany tadi memberikan pesan bahwa dia akan berangkat terlambat diantar siwon. Baru saja ia mengarang cerita untuk sehun dan sekarang ada dua orang tua tiffany yang tiba-tiba datang, ini benar-benar buruk. Bagaimana lagi dia harus membantu sahabatnya itu.

“nde, annyeong haseo halmonie, haraboeji”

“annyeong jessica, bagaimana kabarmu?”

“baik, halmonie sendiri?”

“kami para orang tua kalau kesehatan baik berarti kami sudah sangat baik”, ucap halmonie sambil memberikan senyuman pada suaminya dan Jessica ikut tersenyum mendengarnya, “tiffany dimana?”

“belum datang halmonie, noona masih di memeriksa stock. Apakah lama noona?”, tanya sehun pada jessica

“sebentar lagi mungkin.. ehmm saya permisi sebentar”

Jessica segera menelfon tiffany, tapi tidak juga diangkat. Dia menggerutu kenapa sahabatnya itu kalau sudah menyangkut choi siwon selalu menyusahkannya. Akhirnya dia mengetik message bahwa dia tidak perlu datang bersama choi siwon karena orang tuanya ada dikantor. Tapi saat message itu terkirim, suara tiffany telah masuk ke telinganya.

“annyeong hasseo”

Seketika semuanya terdiam saat salam itu terucap bersamaan dengan masuknya tiffany dan siwon dari pintu masuk. Sehun yang tak tahu menahu menyapa mereka tanpa sadar bahwa ruangan itu terasa begitu hening.

“hyung, kau bersama noona?”

Pandangan siwon beralih pada sehun, mulutnya membuka, tapi ia tidak tahu harus berkata apa.

“untuk apa kau kesini?”, tanya tuan hwang

“halmonie mengenal siwon hyung?”, tanya sehun

“tiffany, kenapa kau bersamanya?”, tambah  tuan hwang

“jadi hyung-, choi siwon adalah orang itu?”

Setelah mengetahui segala kebenaran dari jessica, sehun tidak sudi lagi memanggil siwon hyung.

Choi siwon adalah orang yang paling dibencinya seumur hidupnya.

Choi siwon ternyata adalah orang yang begitu tega membuat oemmanya menderita sekian lama.

Choi siwon adalah nama yang tidak pernah mau ia dengar sampai sekarang

Sekarang sehun menyesal kenapa ia menolak mengetahui nama appanya. Jika ia tahu namanya, ia tidak akan pernah mau dekat dengan orang itu, menerima ajakan makan bersama, atau bahkan menerima tumpangannya.

“aku harus menemui mereka”

Tiffany, siwon, dan tuan hwang sedang berbicara di dalam kantor. Tiffany menyuruh jessica mengurus sehun yang beberapa waktu lalu masih tidak mengerti mengapa kakeknya begitu marah melihat siwon. jessica sebenarnya tidak mau menceritakannya, hanya saja sehun tahu bagaimana caranya membuat jessica akhirnya bicara. Sekarang, permasalahan akan semakin rumit.

“tunggu, aku mohon sehun tenanglah”, jessica menghalangi sehun beranjak dari ruangannya

“noona, aku juga bagian dari masalah ini, aku bagian dari keluarga ini, dan aku harus ikut dalam pembicaraan mereka”

“aku mengerti. Tapi aku mohon tunggulah tiffany yang menjelaskan semua ini. aku yakin oemmamu lebih punya pejelasan yang lebih baik daripada aku”

“aku tidak butuh penjelasan lagi”, sehun tetap tidak menghiraukan ucapan jessica

BRAK

Saat sehun memasuki kantor blanc & clair, mereka sedang tidak melakukan perdebatan ataupun pertengkaran seperti yang sehun bayangkan.

“sehun”, ucap tiffany

“noona, menjauh darinya”, ucap sehun tegas

Melihat sorot mata sehun, tiffany tahu pasti jessica telah menceritakan siapa siwon sebenarnya pada sehun. tiffany melihat bagaimana jessica yang berdiri di belakang sehun menggumamkan ucapan maaf. Tiffany menghela nafas dan berusaha menahan sehun yang sepertinya sudah siap akan menghajar siwon.

“sehun, izinkan appamu memberikan penjelasan”

“noona, dia orang itu. orang yang telah memberikan penderitaan begitu lama pada kita”

“sehun”, ucap siwon

“jangan pernah memanggilku”, teriak sehun pada siwon. tubuhnya ikut bergetar saking kerasnya ia berteriak. “jangan pernah berani memanggil namaku lagi”, ucap sehun

Setelah itu sehun tidak hentinya meneriaki siwon dan berusaha memukul appanya. Tiffany yang berusaha menahan sehun ikut dibantu tuan hwang dalam melerai perkelahian ayah dan anak itu. sehun ada di tangan tuan hwang dan siwon ada di tangan tiffany.

“siwon, pulanglah”, ucap tiffany

“tapi tiffany”

“aku mohon. Sehun masih labil, dia belum bisa menerima ini begitu saja. Biarkan ini semua dingin dulu, aku akan bicara dengannya”

Siwon akhirnya pergi meninggalkan ruangan itu meski dengan berat hati. Bukan dengan cara seperti ini yang ia bayangkan saat memberitahu kebenaran pada anaknya.

“haraboeji, haraboeji memaafkan dia?”

Di sisi lain sehun tidak menngerti kenapa kakeknya itu hanya diam saja tidak memberi kebenaran pada semua perkataan sehun. Tuan hwang tidak menjawab pertanyaan sehun. ia seolah pasrah dan hanya memandang siwon yang memberikan kecupan di keing tiffany sebagai ucapan perpisahan.

“haraboeji hanya ingin melihat oemmamu bahagia”, ucap kakeknya pasrah

Mulut sehun membuka tidak percaya. Bagaimana mungkin kakeknya begitu saja merestui orang itu masuk ke dalam kehidupan oemmanya begitu saja. sehun tidak bisa menerima semua ini dan tidak akan pernah mau mengerti. Ia beranjak keluar dari kantor itu sambil mendobrak pintu dengan suara keras tanpa mau melihat oemmanya yang memanggilnya.

Tuan hwang bukannya memaafkan kesalahan siwon. tapi melihat bagaimana tiffany menceritakan siwon cukup memberikan bukti bagaimana cinta anak gadisnya itu masih utuh hanya untuk seorang bedebah bernama choi siwon. selain itu, tuan hwang sendirilah saksi bagaimana kalang kabutnya siwon dalam mencari tiffany saat berada di Amerika. Baginya, tuan hwang telah menghukum siwon saat itu.

“bagaimanapun dia masih anak-anak tiff, dia akan mengerti nanati”, ucap tuan hwang menenangkan anaknya

“sehun, kau benar-benar tidak mau menceritakan masalahmu?”

Joohyun tidak henti-hentinya bertanya pada sehun yang berada di pelukannya. Beberapa waktu lalu, sehun menemuinya tanpa berkata apapun kenapa ia tampak begitu berantakan. Melihat sehun tidak juga mengatakan apapun, joohyunpun berhenti bertanya. Mungkin sehun memang tidak ingin menjawab.

“apa yang kalian lakukan?”

Pelukan sehun dan joohyun terlepas saat suara tak asing itu menginterupsinya. Mereka melihat bagaimana pelatih dancer mereka memberikan pandangan tidak enaknya. Hari ini adalah hari yang benar-benar buruk bagi sehun.

Tiffany berulang kali menatap layar handphonennya, berharap salah satu pesannya di jawab oleh sehun. dia mondar-mandir di ruang tamunya sambil memikirkan bagaimana keadaan anaknya saat ini.

“tiffany, berhenti mondar-mandir. Duduklah”, tuan hwang semakin resah melihat wajah resah tiffany

Saat bunyi pintu masuk terbuka. Tiffany segera berlari ke arahnya dan senyumnya melebar kala melihat sehun akhirnya nampak dihadapannya. Ia segera memeluk anaknya itu sambil terus-terusan bergumam bahwa ia sangat kuatir.

“noona, aku ingin istirahat”

Dilihatnya wajah sehun yang benar-benar berantakan. Tiffany mengelus pipi anaknya itu kemudian membawakan tasnya ke dalam kamar. sehun langsung merebahkan dirinya saat melihat tempat tidur tanpa mau melepas bajunya ataupun mencuci badannya. Ia termenung disana lama hingga tiffany memeluknya.

“hei, kau tidak perlu memikirkannya. noona tidak akan menemui siwon lagi kalau itu yang kau mau”, sehun tidak menjawabnya, dia hanya semakin membenamkan dirinya di pelukan tiffany. “baiklah, menangislah. Bukankah kau sudah lama tidak mennagis? Terakhir kali kau menangis adalah ketika kau tidak masuk dalam audisi SM ke tujuh belas kalinya”, tiffany terkekeh mengingat kejadian waktu itu

Sehun ikut terkekeh dan ia mengangkat kepalanya memandang noonanya yang paling disayanginya itu, “saranghae noona”

“nado saranghae hwang sehun”, sehun kembali memeluk noonanya dengan erat. hari ini dilaluinya dengan sulit dan sangat ingin menceritakan segalanya pada noonanya

“aku putus dengan joohyun hari ini”

“apa? bagaimana bisa?”, tanya joohyun

“  pelatih dance kami mengetahui hubunganku dengan joohyun. Dia bilang tidak akan mengatakan pada siapapun tapi bagaimanapun dia memperingatkan kami. joohyun panik dan ia berpikiran bahwa akan lebih baik kalau kita berpisah. Aku menolaknya tapi dia tetap bersih keras memutuskanku. Aku membenci hari ini noona”

Tiffany mencerna setiap kalimat sehun dan mulai memahami bahwa masalah siwon bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi buah hatinya hari ini.

“noona tidak berkata bahwa joohyun benar. tapi joohyun pasti mengambil keputusan itu karena ada sebabnya”

“noona membelanya?”, sehun tak terima

“bukan begitu sehun. dengarkan noona. joohyun pasti memikirkan bagaimana masa depanmu. Meninggalkanmu adalah cara terbaik agar kau bisa melangkah ke depan dengan baik”

“aku tidak akan seperti orang itu, aku tidak akan meninggalkan orang yang aku cintai demi karir”

Tiffany tertawa mendengar jawaban sehun. anaknya ini bagaimanapun masih kecil. Memikirkan masalah dalam satu sisi saja. dia benar-benar membenci siwon hingga berpikiran sedangkal itu.

“kau tidak ingin menjadi orang sukses?”

“ya tentu aku ingin menjadi orang sukses noona”

“lalu kenapa kau berpikiran bahwa karir itu tidak penting?”

“aku tidak berpikiran seperti itu. aku hanya tidak ingin seperti orang itu. kau mengerti maksudku noona”

“joohyun dan kau masih punya perjalanan yang panjang. Kau dan dia masih perlu berkarya untuk dunia ini, membantu banyak manusia di dunia ini, dan mencari kebahagiaan yang sangat luas di dunia yang luas ini. joohyun memutuskanmu karena dia ingin kau melangkah maju dengan baik. dia melepaskanmu agar kau bisa berlari ke tempat tujuanmu sehun. lagipula, dia juga perlu berkarir sehun. kau tidak boleh egois seperti ini”

Sehun masih saja menampakkan wajah tak mau mengerti. Tiffany menghela nafas dan kembali memeluk anak satu-satunya itu.

“kalau aku egois, lalu apa yang dilakuakn orang itu saat meninggalkan noona. bukankah dia juga egois?”

Tiffany tersenyum menanggapi pertanyaan sehun, “kau tahu apa yang membuat noona sangat kecewa dengan appamu?”

“jangan panggil dia dengan sebutan seperti itu noona. dia bukan appaku”, sehun berbalik membelakangi tiffany

“setiap wanita ingin diistimewakan, begitupun denganku. Aku ingin dia memilihku, aku ingin menjadi orang istimewa dalam hidupnya. Tapi ternyata dia lebih memilih karirnya. Padahal, meskipun dia memilihku, aku akan berusaha menemaninya sampai pada puncak kesuksesan itu.”, meskipun sehun membelakangi tiffany tapi ia mendengar dengan baik setiap perkataan oemmanya itu

“lagipula aku terlalu takut  untuk menghadapi masalah sendiri. Membayangkan memiliki anak sendiri di saat muda. Menghadap Semua terasa sangat menakutkan sehun tapi ternyata itu tidak semenakutkan saat memikirkannya. Saat melihat kau, aku tahu apapun yang akan terjadi nanti, aku bisa melewatkannya asalkan itu untukmu”, tiffany tanpa sadar meneteskan air matanya saat menceritakan perasaannya. Sehun yang telah berbalik mengusap air mata tiffany dengan lembut dan perbincangan mereka diakhiri dengan pelukan hangat.

“habiskan sarapanmu sehun”

“aku sudah terlambat noona”

Beberapa hari telah berlalu. Tuan hwang telah kembali ke Amerika danpPagi ini di awali dengan semangat. Mereka seolah sepakat untuk melupakan masalah-masalah yang beberapa hari lalu dan hidup kembali dalam keceriaan seperti biasanya. Tiffany menutup ceritanya dengan siwon begitupun dengan sehun yang menutup ceritanya dengan joohyun.

“noona aku berangkat”, ucap sehun sambil memakai sepatunya. Merapikan bajunya dan membuka pintunya.

“kau?”

“oh, hi sehunie”

Siwon berdiri di depan sehun tepat saat sehun membuka pintu rumahnya, tersenyum tampan memakai pakaian kerjanya. Sayangnya sehun yang sama tampannya enggan memberikan senyumnya pada lelaki yang dulunya ia sapa hyung itu.

“oh, sunbae. ehmmm,,, hi, ada apa kau kesini pagi-pagi?”

“ada hal yang ingin aku bicarakan”, jawabnya memandang tiffany yang berdiri tak jauh dari mereka, kaget dengan kedatangan siwon

“oh, baik, masuklah”, tiffany sendiri sedang salah tingkah. Sehun masih berdiri diam di ambang pintu memandang siwon dengan wajah sangat terganggu

Siwon memasuki rumah tiffany dibarengi sehun yang kembali melepas sepatunya. Ia ikut duduk diantara siwon dan tiffany. ini adalah situasi yang sangat awkward sebenarnya. Sehun bahkan melupakan bahwa ia sudah terlambat untuk melindungi oemmanya dari appanya.

“aku ingin bicara denganmu tiffany”, ucap siwon sambil melirik sehun, berharap sehun mengerti dengan maksudnya

“kau bisa mengatakannya di depanku juga”, jawab sehun

“baiklah”, jawab siwon kecewa. “tiffany, aku mencintaimu, aku tidak ingin kita berpisah lagi, dan aku mohon menikahlah denganku”, siwon mengeluarkan kotak beludru pink yang saat dibuka. Sebuah berlian indah nan mahal terlihat disana.

Tiffany memandang siwon dan sehun bergantian. Dia bingung harus berkata apa. sehun menampakkan wajah yang tak bisa dibaca oleh tiffany. apakah dia masih membenci siwon atau sudah memaafkan appanya itu.

”, ucapnya sambil memandang sehun dan kembali pada siwon

“sehun, apakah kau benar-benar tidak bisa memaafkanku?’, siwon tahu alasan tiffany menolaknya

Sehun melangkah tampan mendampingi tiffany di altar  gereja. Akhirnya noonanya yang paling cantik itu menikah. Dia tersenyum kaku dengan memegang tangan tiffany. gadis itu tahu bahwa putranya itu sedang gugup, “relax sehun, aku yang akan menikah, kenapa kau yang tegang?”, tiffany bersuara lirih, berharap tidak ada yang mendnegarkan mereka. Toh, suara iringan piano itu juga terlalu keras.

“apakah noona benar-benar ingin menikahi orang itu?”, sehun tidak menjawab pertanyaan tiffany. dia justru menanyakan hal lain.

“kalau kau menyuruhku membatalkan pernikahan ini, aku akan melakukannya sekarang juga”

Sehun memandang tiffany, noonanya itu tersenyum begitu cantik menyambut pandangan sehun. sehun kemudian ikut tersenyum dan melepaskan tangan tiffany. ia menyerahkannya pada siwon. senyuman itu cukup memberikan pernyataan bahwa tiffany sangat bahagia hari itu. sehun sebenarnya juga menantikan hari itu, hari dimana ia melihat tiffany akhirnya menikah dan mendapatkan kebahagiaanya. Meskipun ia sebenarnya keberatan dengan pasangan yang dipilih oleh tiffany.

Selama pemberkatan, sehun seolah memutar kembali memori yang selama ini ia lewatkan bersama noonanya.

Tiffany tidak pernah tersenyum begitu ringan seperti hari ini. selama ini yang dilihat sehun adalah perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anaknya. Senyum tiffany yang damai saat memuji apapun yang dilakukan oleh sehun, kemarahan tiffany saat sehun berbuat salah, kekecewaan tiffany saat dunia tidak berpihak pada mereka, dan tawa bahagia tiffany saat sehun bahagia.

Oemmanya itu, tiffany, kini punya alasan lain yang membuatnya tersenyum, dan sehun sangat menghargai itu, kebahagiaan yang langka itu. tak terasa matanya berkaca-kaca, saat ia berusaha menghilangkan air mata itu, ia pun menyadari, di sampingnya terdapat seorang laki-laki yang turut bahagia atas apa yang dialami oemmanya. Lelaki yang selalu berkorban apapun untuk kebahagiaan oemmanya, meski itu mengorbankan harga dirinya.

“haraboji, oemma sedang bahagia, jangan menangis”, ucap sehun lembut

Dua lelaki berbeda usia itu saling merangkul dan melihat bagaimana seorang wanita yang paling mereka sayangi akhirnya menemukan kebahagiaannya yang hilang. Di saat itu sehun sadar, dia tak perlu ragu memberikan oemmanya untuk siwon karena jika orang itu berbuat macam-macam, ada dua orang lelaki paling kuat yang akan melindungi tiffany

Author’s Note:

Jadi sebenernya fanfic ini sudah lama banget di laptop. Banyak kekurangan dan mau dibenerin juga notok rasanya, jadi sorry banget ya. Thank you udah mau baca. love you all!!!

 

36 thoughts on “(AF) All About You, Sehun

  1. Annyeong…
    Yak ampyun aku pikir Mommy bner2 pacaran ma Tsehun 🙈, ternyata mereka eomma wa adeul.
    Konfliknya sebenarnya berat tapi karna bentuknya oneshoot x ya, jadi berkesan seperti kembang api begitu meledak, duarr…. udah abis, tapi aku suka, gak kebanyakan tele-tele… ditunggu karya selanjutnya. Satu lagi point yg aku suka, mommy ttp ditemenin sama “kembaran sialan”nya (minjem istilah dr ff lain), the ice princess… jessica. Aku suka ff dngn tokoh “para gadis” yg masih melibatkan jessica ddlmnya. Gomawo

  2. Hahaa, sehun jd ankna sifany? Gx nyangka bget.. Krna one shoot alurnya jd cpt bget. N penjelasana uga gx detail. Tp keseluruhan fena bagus.

  3. ommo….so sweet…
    hummppytt pantes aj serasa janggal dg hub sehun-fany, trnyta mereka ibu & anak ckckck..
    sehun jga sih klbhan kalsium ya jd bsa tumbuh segede it . daebak dh gen siwon yg mdominasi…

  4. Waaa gak nyangka, ternyata sehun anaknya tiffany, kiraiin pacarnya 😁
    Yeayy happy ending 😊 daebak thor, ditunggu karya” selanjutnya ^^

  5. Njirrr dikirain sehun pacarnya pani 😂😂 tp btw ini fanfic kcepetan, ada beberapa kata yg disingkat jd agak kurang nyaman pas dibaca, nama orang yg gk pake huruf kapital pun jg agak ganggu, tp yahh dri segi cerita emang bagus, tapi yaa cuma itu sih kekurangannya ☺
    Ditunggu lah karya selanjutnya 😀😀

  6. dari sejak sehun bikinin susu buat tippa tuh kerasanya kek ‘oh bukan pacar nih. pasti noona’
    lah begitu nyebut eomma langsung DOR!! JADI SEHUN ANAKNYA TIPPA?!!
    tidak terduga ternyata. keren authornim! sukaa 😍😍

  7. astaga, aku kira sehun beneran pacarnya tiffany.and dia ternyata anaknya tiffany.dan OMO !!tiffany hamil di usia 17 tahun ?? woww ,
    authornya daebak buat ffnya.

  8. Kirain dari awal baca sehun itu kekasihnya fany, ternyata sehun itu anaknya fany dan siwon.tapi akhirnya siwon melamar fany dan menikah. Happy ending deh.author,benar2 daebak ffnya.
    Tetap semangat thor.keep writing thor.author jjang.fighting.

  9. awalnya aku pikir ada kisah noona romance antara sehun ma tiffany, eh trnyata sehun anaknya tiffany ma siwon…untung aja sehun mau maafin siwon yg udah ninggalin tiffany…

  10. Kirain ini ttg cinta segitiga antara fany sehun siwon hahaha ternyata sehun anaknya fany toohh. Something new bgt :’) biasanya sehun sk dipasangin sm fany as couple tp di cerita ini malah jadi anaknya. Plot twisted in the middle, dan aku sukaaa ide dan jalan ceritanya. Walau masih banyak yg perlu diperbaiki but you did a good job thor. Ditunggu karya2 lainnyaa

  11. astaga trnyata sehun oppa anaknya tiff unnie 😅 kirain bnran namjachingunya n.n gud bangetlaa, beda pokoknya >< aih jadi tiff unnie hamilnya saat umur 17th makanya mamud banget laa 😂 hftt~ siwon oppa gitu ya dulu, untungnya skrg mereka dah baikan lagi dan bersatu kembali~^^ ditunggu ff lainnya,hwaiting!!

  12. emg nih author bikin reader slh phm. fany eommany sehun krn msh muda dipgil noona. emg tuh ank,tp klo eommany fany sih setuju aj. wjr sih dr kcl ditgl appany eh udh bsr ingin kmbli n bntk klrga, siapa yg g mrh?
    klo utk kbhgiaan eomma knp g?
    crtny menarik bgt..trs berkrya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s