(AF) My Child Part 2

My Child - SiFany

Tittle            :    My Child.

Author         :    Airyl.

Main cast     :    Tiffany Hwang, Choi Siwon.

Other Cast  :    Lee Haeyeon (Cristy), Jessica Jung, Lee Donghae, Im YoonA, Choi                          Sooyoung.

Genre           :    married life, family, friendship, romance, sad.

Rating          :    PG-15.

Length         :    chaptered.

Disclaimer   :

Jalan cerita milik saya, murni dari hasil pemikiran saya. Semua cast milik Tuhan, dan saya hanya meminjam nama dan beberapa hal untuk keperluan cerita. Kesamaan tokoh, tempat, alur cerita, maupun yang lainnya merupakan hal yang tak di sengaja.

DON’T BE PLAGIATOR, and KEEP RCL!!!

###################################################################

“Ada apa, eonni?”

Yoona menatap Tiffany yang duduk berseberangan dengannya. 30 menit yang lalu wanita itu memanggilnya untuk datang ke sebuah cafe dengan alasan ingin menanyakan sesuatu yang penting. Tetapi kini, Tiffany hanya diam sambil mengaduk-aduk juicenya.

“Eonni,” panggil Yoona untuk kesekian kalinya.

Akhirnya Tiffany pun mengarahkan pandangannya pada gadis yang sudah nampak tak sabar itu.

“Yoona-ya.”

“Ne, eonni?”

“Apa kau…”

Tiffany menggantungkan kata-katanya, membuat rasa penasaran Yoona makin meningkat tentang apa yang akan di tanyakan istri dari kakak sepupunya sekalian sahabatnya itu.

“Eonni, kau membuatku penasaran! Cepat katakan!”

“Yoona-ya, apa kau…melihat seseorang saat di Jepang?”

Seseorang siapa maksudnya? Yoona mengernyit. “Siapa yang eonni maksud?”

“Hmm…seseorang seperti teman lamamu mungkin. Apa kau bertemu orang yang kau kenal di sana?” tanya Tiffany yang nampak tak sabaran.

“Tentu aku bertemu banyak kenalanku, eonni. Apa sebenarnya maksudmu, eonni? Aku tidak mengerti.”

Tiffany mendesah kecewa. Dia yakin Yoona tak bertemu Jessica di Jepang. Jika bertemu, gadis itu atau mungkin Sooyoung akan langsung menceritakannya. Namun saat kembali menatap ekspresi penasaran di wajah Yoona, mau tidak mau Tiffany pun memaksakan senyum di wajahnya.

“Aniyo. Aku hanya ingin tau saja, Yoona-ya. Kau tak ingin memesan makanan? Biar aku yang bayar.”

Yoona kembali mengernyit. Dia tau Tiffany tengah berusaha mengalihkan topik. Namun gadis itu pun hanya mengangguk dan memesan makanan. Mungkin Tiffany belum siap menceritakan hal tersebut padanya.

*********

Di sebuah butik ternama di Seoul, nampak Donghae dan Jessica tengah menemani Haeyeon memilih pakaian. Gadis kecil itu merengek minta di belikan pakaian baru dua hari setelah mereka berada di Korea. Tentu Jessica langsung menurutinya, karena dirinya sendiri juga hobi berbelanja. Donghae sebagai suami pun hanya dapat menggelengkan kepala dengan tingkah istri dan anaknya itu, Haeyeon benar-benar menuruni sikap Jessica yang hobi berbelanja.

“Mommy, daddy, bagaimana dengan gaun ini? Aku cantik kan kalau memakainya?” tanya Haeyeon sambil menunjukkan sebuah gaun selutut berwarna biru laut.

“Menurut daddy, gaun itu manis. Sepertinya akan cantik jika dipakai olehmu,” ujar Donghae yang langsung mendapat balasan senyum bahagia dari putrinya itu.

Sedangkan Jessica yang tengah melihat gaun anak-anak yang lain nampak tak setuju dengan pilihan Haeyeon. “Cristy, it’s bad. Yang ini saja,” ucap Jessica sambil menyodorkan gaun pilihannya.

Namun Haeyeon langsung menggeleng dengan bibir yang mengerucut lucu.

“Shireo! I don’t like it, mom!”

Perdebatan kembali terjadi. Donghae pun menggelengkan kepala. Selalu seperti ini jika mereka tengah berbelanja.

“Sica-ya, kita berbelanja untuk Haeyeon. Jadi, biarkan dia dengan pilihannya,” lerai Donghae.

“Aish, tapi pilihannya itu tidak bagus, oppa!”

“Pilihanku bagus, mom! Selera mommy saja yang jelek!”

“Mwo? Kau bilang apa, Cristy?”

Beberapa pelayan toko nampak tertawa kecil melihat perdebatan ibu dan anak itu. Semua gaun, baik untuk anak-anak maupun dewasa, yang ada di butik itu tentu sangat bagus, hanya saja akan berbeda penilaian bagi masing-masing orang dengan seleranya. Dan sepertinya, Jessica dan Haeyeon memiliki selera yang berbeda untuk fashion.

*********

Donghae, Jessica, dan Haeyeon telah selesai berbelanja. Kini, Donghae tengah membawa semua belanjaan mereka ke mobil. Sementara Jessica dan Haeyeon sedang membeli ice cream di sebuah kedai ice cream dekat butik tempat mereka membeli pakaian. Jessica yang masuk ke kedai untuk membeli ice cream, sedangkan Haeyeon menunggu di depan kedai tersebut. Tak jauh dari tempat mobil Donghae terparkir, nampak sebuah mobil sedan putih baru di parkirkan. Dari mobil itu, keluar seorang gadis semampai yang nampak terburu-buru. Gadis itu berjalan melewati kedai dengan terburu-buru sambil menelpon, namun tanpa sengaja menabrak Haeyeon hingga tas gadis itu terjatuh. Haeyeon pun langsung mengangkat tas gadis itu dan menyodorkannya kembali.

“Tas ahjumma jatuh. Ini tasnya,” ucap Haeyeon seraya tersenyum manis.

Gadis yang tasnya terjatuh itu pun mengakhiri telponnya dan mengambil tasnya kembali.

“Gomawo, adik kecil. Hmm…bisa panggil aku eonni saja? Aku merasa tua jika di panggil ahjumma.”

Haeyeon pun tertawa kecil, kemudian mengangguk. “Araseo, eonni.”

“Aigo…, kau manis sekali. Siapa namamu?”

“Namaku Cris-, eh, salah! Namaku Lee Haeyeon, eonni,” jawab Haeyeon. Dia teringat kata-kata daddy-nya bahwa dia harus memakai nama ‘Haeyeon’ di Korea, bukan ‘Cristy’.

“Salam kenal, Haeyeon. Namaku Choi Sooyoung!”

“Salam kenal, Sooyoung-eonni!”

Gadis yang ternyata Sooyoung itu tersenyum, kemudian ekspresinya berubah panik saat teringat tujuannya menuju butik.

“Omo! Aku harus segera ke butik. Annyeong, Haeyeon!”

Haeyeon menatap orang yang baru di kenalnya itu berlari kecil menuju butik tempatnya membeli pakaian tadi. Gadis kecil itu tertawa kecil, hingga sebuah tangan menepuk bahunya, dia pun menoleh.

“Apa yang kau tertawakan, baby?”

“Aniyo, mom. Let’s go, daddy sudah menunggu.”

*********

@SiFany’s Home.

Tiffany tengah duduk di sofa sambil berbicara dengan seseorang melalui telpon. Ekspresi wanita itu nampak serius.

“Kalau tidak salah namanya Cristy. Aku tidak tau marganya, tapi sepertinya Lee.”

“Ne. Aku harap kau dapat segera menemukannya. Aku akan memasukkan sebagian bayarannya setelah ini.”

Setelah mengatakan itu, Tiffany langsung memutuskan sambungan telponnya, karena di lihatnya Siwon baru saja pulang. Dia langsung berdiri dan menyambut suaminya itu.

“Oppa pulang terlambat,” ucap Tiffany dengan tangan yang terulur membantu Siwon melepas jasnya.

“Mian. Tadi ada masalah kecil di jalan. Siapa yang kau telpon?”

Tiffany terdiam sesaat, kemudian kembali tersenyum. “Bukan siapa-siapa.”

Tiffany POV

“Bukan siapa-siapa.”

Aku tak ingin memberitahu yang sebenarnya pada Siwon-oppa bahwa aku mencari anak itu. Saat orang suruhanku mendapat informasi yang jelas barulah aku akan memberitahunya.

“Aku sudah membuat makan malam. Cepat mandi dan ganti pakaianmu, oppa.”

Siwon-oppa mengangguk seraya tersenyum, kemudian berjalan lebih dulu menuju kamar kami di lantai atas. Aku pun mengekorinya dari belakang.

*********

Aku dan Siwon-oppa sedang menikmati makan malam kami. Suasana hening. Karena itu, pikiranku mulai melayang, teringat kejadian di bandara 2 hari yang lalu.

Anak yang bersama Jessica itu… Dia putriku kan?

Ya! Aku yakin. Anak itu pasti putriku, yang ku lahirkan 5 tahun yang lalu. Mengingat Jessica yang sangat panik saat melihatku, aku makin yakin bahwa itu putriku.

Tuhan, terima kasih telah menjawab doaku selama ini. Akhirnya aku dapat melihatnya. Akhirnya aku dapat mengetahui seperti apa wajahnya. Terima kasih, Tuhan. Dia tumbuh dengan baik. Terima kasih telah menjaganya saat aku tak bersamanya. Aku… akan berusaha mendapatkannya lagi. Dia putriku. Aku memiliki hak atas putriku yang di rebut itu!

Tiffany POV End

“Fany-ah, gwenchanna?” tanya Siwon khawatir saat melihat istrinya itu makan dengan mata yang berkaca-kaca.

Tiffany pun tersadar dari lamunannya dan segera tersenyum.

“Gwenchanna, oppa. Jangan khawatir.”

*********

_Esok Harinya_

Sejam setelah Siwon berangkat kerja, nampak seorang pria datang menemui Tiffany. Tiffany langsung mempersilakan pria itu masuk.

“Bagaimana? Apa yang kau dapat?” tanya Tiffany begitu dirinya dan orang yang ternyata orang suruhannya itu berada di dalam.

“Maaf, nyonya. Saya belum mendapatkan apa pun. Sejujurnya, informasi yang nyonya berikan masih belum cukup. Apa ada informasi lain tentang anak itu?”

Tiffany terdiam. Wanita itu berjalan mondar-mandir memikirkan informasi lain yang dapat membantu menemukan anak yang di yakininya sebagai putrinya itu.

“Usianya 5 tahun. Mungkin saja dia akan masuk taman kanak-kanak di Seoul,” ujar Tiffany akhirnya.

“Bulan ini banyak taman kanak-kanak membuka pendaftaran untuk siswa tahun ajaran baru. Saya akan mencoba mencari tau siswa baru dengan nama Cristy Lee.”

Tiffany pun mengangguk setuju. “Ne. Aku harap kau dapat-“

“Eonni, siapa yang kau cari?”

Tiffany dan orang suruhannya langsung menoleh ke arah pintu. Nampak Yoona dengan ekspresi penuh tanya. Orang suruhan Tiffany pun membungkuk sekilas, kemudian beranjak pergi. Tinggallah Tiffany dan Yoona di rumah besar itu. Keduanya duduk berseberangan di sofa.

“Kau mencari anak siapa, eonni?” tanya Yoona curiga.

Tiffany menundukkan kepalanya, nampak mempertimbangkan sesuatu. Wanita itu ragu untuk memberitahu Yoona.

“Eonni, siapa yang kau cari? Aku dengar namanya Cristy Lee. Siapa dia?”

“Di-dia…”

 

YoonA POV

“Eonni, siapa yang kau cari? Aku dengar namanya Cristy Lee. Siapa dia?” desakku.

“Di-dia…”:

Sebenarnya, siapa anak yang di cari Fany-eonni? Cristy Lee? Pikiranku berputar keras saat melihat ekspresi ragu di wajah Fany-eonni. Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.

Tunggu sebentar! Tadi siapa nama anak itu? Cristy…’Lee’? Marganya Lee? Marga itu…

Andwe! Tidak mungkin! Mereka berada di Amerika. Tidak mungkin Fany-eonni melihatnya.

“Yoona-ya, aku melihat Jessica.”

DEG

Tuhan…, sepertinya dugaanku benar. Tapi, bagaimana bisa?

“Aku melihatnya di bandara saat menjemputmu, Yoona-ya. Dia bersama seorang anak perempuan. Tidak mungkin itu anaknya. Dia…”

Fany-eonni menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang menbuatku merasa iba. Aku mengerti maksudnya.

“Anak Jessica sudah tiada. Dia bahkan tidak sempat melahirkannya! Anak perempuan yang bersamanya itu anakku, Yoong. Aku yakin!”

YoonA POV End

Yoona menundukkan kepalanya. Gadis itu bingung harus mengatakan apa. Pikirannya kembali berputar pada kejadian 5 tahun yang lalu.

“Yoong, dulu Jessica yang mengambil putriku setelah aku melahirkannya kan? Aku harus mengambilnya lagi.”

“Andwe!”

Tiffany nampak terkejut mendengar ucapan Yoona. Kenapa gadis itu melarangnya? Begitu mengingat bagaimana dekatnya Jessica dan Yoona dulu, Tiffany pun langsung tertawa sinis.

“Kau berpihak padanya kan? Sudah ku duga.”

“Bukan begitu, eonni. Apa eonni tak ingat bagaimana kondisi Sica-eonni saat itu?”

“Aku tak peduli, Yoong! Dia sudah merebut putriku!”

“Sica-eonni tidak merebutnya, eonni. Siwon-oppa yang memberikan bayi itu!”

“Siwon-oppa memberikannya karena terpaksa! Dia ingin melindungiku, meskipun menggunakan cara yang salah, Yoong! Jessica yang membuat Siwon-oppa terpaksa melakukannya!”

“Sica-eonni kehilangan anaknya. Apa eonni tak bisa mengingat sedikit saja bagaimana hidupnya setelah itu?”

Suara Yoona terdengar mulai melembut. Matanya mulai berkaca-kaca, mengingat bagaimana hidup salah satu sahabat yang sudah di anggapnya sebagai kakaknya itu kehilangan anaknya. Namun ekspresi Tiffany tetap sama, wanita itu tak melunak.

“Aku tidak perlu mengingatnya, aku tidak peduli! Bagaimana kejamnya dia mengambil bayi yang baru saja ku lahirkan, itu yang ke pedulikan! Dia jahat! Dia kejam, Yoong! Bahkan dia pergi entah kemana setelah melakukan itu! Dia pasti tak ingin membiarkanku bertemu anak itu. Dia…dia…tak merasa bersalah sama sekali!!!”

Tiffany nampak mulai histeris. Keningnya berkerut dan wajah cantiknya memerah karena emosi. Yoona yang melihat itu langsung tersenyum miris.

“Apa eonni lupa bagaimana Sica-eonni kehilangan anaknya?”

Tiffany tersentak. Pertanyaan lirih itu sukses membuat jantungnya berdegup kencang. Deretan peristiwa 5 tahun silam itu kembali berputar bagai rekaman di pikirannya dengan sangat jelas. Menimbulkan rasa bersalah yang sangat besar dalam dirinya. Sedangkan Yoona yang duduk di hadapannya telah berdiri dan pamit pergi.

“Mianhae karena membuat eonni mengingatnya lagi. Tadinya aku datang untuk mengajak eonni ke panti asuhan, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Aku pamit.”

*********

Pukul 12 siang. Waktu untuk istirahat makan siang para pegawai maupun atasan. Siwon sendiri memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran Italia yang terletak cukup jauh dari perusahaannya. Bukan tanpa alasan dia pergi jauh hanya untuk makan siang. Pria itu akan makan bersama ‘calon’ investor di perusahaannya. Ya, masih calon. Karena dia akan membujuknya untuk berinvestasi. Sesampainya di restoran yang merupakan tempat favorit investor buruannya itu, Siwon langsung mengambil tempat di dekat kaca besar yang dapat digunakan untuk menatap pemandangan diluar. Dia lebih dulu sampai dan memutuskan untuk memesan segelas Americano terlebih dahulu. Siwon menatap ke luar restoran, memeriksa tanda-tanda kedatangan orang yang di tunggunya. Baru saja dia hendak menatap kembali ke dalam, tiba-tiba seseorang yang baru saja turun dari sebuah mobil berwarna silver diluar restoran mengalihkan perhatiannya. Siwon memperhatikan gerak-gerik orang itu, dan rupanya orang itu juga memasuki restoran tempatnya berada. Tak hanya itu, orang itu pun memakai meja di depan Siwon, yang juga bersebelahan dengan kaca besar. Siwon merapikan jasnya dan berdehem sebentar, kemudian berdiri dan mendekat pada orang yang tadi di perhatikannya.

“Annyeonghaseyo, Donghae?”

Orang yang ternyata Lee Donghae itu langsung menoleh dan nampak terkejut.

“Siwon?” kagetnya.

Siwon pun tersenyum tipis. “Lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?”

Donghae pun ikut tersenyum. Meskipun terlihat jelas bahwa senyum itu terlihat terpaksa. “Aku baik. Bagaimana denganmu?” ucap Donghae mencoba ramah. Dari gelagatnya, pria itu nampak tidak nyaman dan mengkhawatirkan sesuatu.

“Bagaimana bisnismu? Aku mengira kau masih di Amerika,” ucap Siwon.

“Aniyo, aku memutuskan kembali ke Korea. Bisnisku berjalan lancar.”

“Baguslah. Kau terlihat tak nyaman. Ada apa?” tanya Siwon bingung.

Donghae kembali memasang senyum di wajahnya. “Aniyo, gwenchanna.”

Tanpa sengaja, tatapan Siwon tertuju pada seorang wanita cantik yang berjalan anggun memasuki restoran. Jessica Jung, istri Lee Donghae. Namun wanita itu tak sendirian, melainkan bersama seorang gadis kecil yang berjalan di sebelahnya sambil bergandengan tangan. Siwon pun mengerti kekhawatiran Donghae.

“Istri dan…anakmu datang,” ucap Siwon.

Donghae pun langsung menoleh, dapat di lihatnya Jessica dan Haeyeon yang baru datang dan tengah mencari keberadaannya. Donghae kembali menatap Siwon dengan tatapan bersalah.

“Gwenchanna. Gomawo. Sepertinya dia tumbuh dengan baik.”

Baru saja Siwon berbalik dan hendak kembali ke mejanya, terdengar sapaan Jessica dari belakangnya.

“Annyeong. Kau teman Donghae-oppa? Kenapa pergi?”

Siwon yakin, Jessica belum menyadari siapa dirinya. Dia pun menoleh dan kembali memasang senyum ramahnya. Seketika ekspresi Jessica yang tadinya santai berubah terkejut.

“Si-Siwon-oppa?” kagetnya.

“Lama tak berjumpa, Sica-ya. Bagaimana kabarmu?” tanya Siwon ramah. Dia sudah menganggap wanita di hadapannya itu sebagai adiknya sendiri, mengingat bagaimana dekatnya wanita itu dengan istrinya dulu. Bahkan selain Yoona, Sooyoung, dan Taeyeon yang kini berada di Jepang, Jessica juga merupakan saksi hubungannya dengan Tiffany sejak awal.

Sedangkan Jessica nampak memucat dan menundukkan kepalanya. Tangannya makin menggenggam erat tangan Haeyeon.

“Mommy kenapa?” Haeyeon nampak khawatir saat melihat ekspresi mommy-nya itu.

Siwon mengalihkan tatapannya menatap Haeyeon. Anak itu sendiri sedang mendongak menatap Jessica. Siwon tersenyum tipis melihat bagaimana cantiknya gadis kecil itu. Namun dia juga menyadari kekhawatiran Jessica.

“Gwenchanna, Sica-ya. Aku tidak akan melakukan apapun. Putrimu sangat manis.”

Jessica kembali mengangkat kepalanya mendengar ucapan Siwon, terlebih kalimat terakhir pria itu. Siwon mengatakan kata ‘putrimu’. Jessica pun tersenyum manis.

“Gomawo, oppa,” ucapnya lembut.

Nampak di pintu masuk orang yang di tunggu Siwon baru datang. Siwon pun segera pamit pada sepasang suami istri di hadapannya itu.

“Donghae, Sica, orang yang ku tunggu sudah datang. Aku kembali ke tempatku.”

“Ne,” sahut Donghae dan Jessica kompak.

“Annyeong, anak manis!” ucap Siwon pada Haeyeon.

Haeyeon pun tersenyum, dan dari situ Siwon menyadari bahwa anak itu memiliki lesung pipi. “Annyeong, ahjussi!”

*********

_Malam harinya_

Siwon berada di ruang kerjanya. Namun dia tak memperhatikan laptopnya yang tengah menyala. Pria itu terlarut dalam lamunannya. Mengingat gadis kecil yang bersama Jessica saat di cafe tadi. Masih jelas di ingatannya senyuman manis anak itu yang menampilkan lesung pipinya, membuatnya teringat pada dirinya sendiri yang juga memiliki lesung pipi. Siwon tak dapat membohongi dirinya sendiri, dia menyadari hatinya yang bergetar saat melihat gadis kecil itu.

Tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka. Siwon pun tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh ke arah pintu. Nampak Tiffany masuk dengan membawa secangkir kopi. Wanita itu mendekat dan menaruh kopi itu di meja kerjanya.

“Oppa lembur?”

“Ne.”

“Kalau begitu, biar ku temani.”

Siwon langsung menggekeng. “Kau tidur saja, Fany-ah.

“Aniyo. Aku ingin menemani oppa. Lagipula, aku belum mengantuk.”

Siwon pasrah, membiarkan kemauan istrinya itu. Percuma saja berdebat untuk hal kecil seperti itu, karena Tiffany sangat keras kepala. Tiba-tiba Siwon teringat pertemuannya dengan Donghae dan Jessica. ‘Haruskah aku menceritakannya?’ batinnya.,

“Oppa melamun?”

“A-aniyo,” jawab Siwon sambil tersenyum. Dia memutuskan untuk tak menceritakan perihal pertemuannya dengan Donghae dan Jessica. Dia tak ingin istrinya itu histeris lagi.

“Oppa, kira-kira apa yang sedang di lakukannya sekarang?” tanya Tiffany tiba-tiba.

Siwon mengernyit. Siapa yang di maksudnya?

“Apa dia sedang menghabiskan waktu bersama Jessica?”

Mendengar itu, Siwon langsung mengerti siapa yang di maksud Tiffany.

“Fany-ah…”

“Aku ingin memilikinya, oppa. Apa yang harus ku lakukan?”

Siwon terenyuh mendengar ucapan lirih wanita yang sangat di cintainya itu.

 

Tiffany POV

Aku duduk di sofa yang terletak di ruang kerja Siwon-oppa. Tiba-tiba pikiranku tertuju pada anak yang bersama Jessica saat di bandara.

“Oppa, kira-kira apa yang sedang di lakukannya sekarang?”

Aku terdiam sejenak, mengingat ekspresi malu anak itu karena ketahuan sedang memperhatikanku. Namun yang membuat hatiku sakit adalah saat anak itu memanggilnya ‘mommy’.

“Apa dia sedang menghabiskan waktu bersama Jessica?”

“Fany-ah…”

Aku menoleh dan menatap Siwon-oppa. Aku mengerti dia tak ingin aku seperti ini. Tapi aku merindukan anakku. Tiba-tiba percakapanku dengan Yoona saat pagi tadi terlintas di benakku.

‘Apa eonni lupa bagaimana Sica-eonni kehilangan anaknya?’

Tuhan, kenapa kejadian 5 tahun silam itu terus berputar di pikiranku sejak Yoona menanyakan itu? Aku ingin melupakannya! Rasa bersalahkumakin membesar karena mengingatnya. Jika begini, apa yang harus ku lakukan untuk mengambil anak itu dari Jessica?

“Aku ingin memilikinya, oppa. Apa yang harus ku lakukan?”

Akhirnya, cairan hangat berwarna bening ini kembali keluar dari kedua mataku. Aku tidak tau harus menggambarkan perasaanku dengan cara apa.

Aku membenci Jessica karena dia mengambil putriku. Aku ingin mengambil putriku lagi darinya. Tapi di sisi lain, rasa bersalahku padanya juga makin menjadi-jadi. Aku bingung, bagaimana cara mengambil putriku jika perasaan bersalah ini terus muncul?

Tiffany POV End

Siwon mendekat dan langsung memeluk Tiffany. Saat menatap mata istrinya itu beberapa detik yang lalu, dia yakin wanita itu tengah frustasi dan di landa kebingungan yang besar. Siwon membelai rambutnya lembut, berusaha menenangkannya.

“Fany-ah, kita bisa memiliki anak lagi.”

Siwon berusaha mengucapkan itu selembut mungkin. Namun respon yang di dapatkannya bukanlah yang di harapkannya. Tiffany mendorongnya, hingga pelukannya terlepas. Wanita itu menatapnya tajam dengan mata yang berair.

“Fany-ah…”

“Aku ingin anak itu!” bentak Tiffany keras.

~TO BE CONTINUE~

59 thoughts on “(AF) My Child Part 2

  1. Jadi anak itu anak tiffany..
    Tpi bagaimana bisa siwon berikan anak itu kepada jessica.
    Aku mau tahu masa silam mereka.
    Lanjuttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s