(AF) THE WILLS PART 4

THE WILLS PART 4

The wills part 4

Author : @q2lovepink

Main Cast : Choi Siwon, Tiffany Hwang and Jessica Jung

Other Cast : Im YoonA, Cho KyuHyun, Lee Donghae and Kim Taeyeon

Genre : Romance, Hurt, and Family

Rating : PG (17+)

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku. Apabila ada kesamaan cerita ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak di sengaja.

So Happy Reading😉

“Mulai sekarang, aku lah yang berkuasa di rumah ini.”

“Mwo??? Apa maksudmu Jessie?”

“Ak sud…”

“Oh Soo Na-ya kau sudah pulang rupanya.” Ucapan Jessica terpotong oleh kalimat yang dilontarkan Siwon. Soo Na tersenyum melihat Siwon, ia mengadukan perbuatan buruk putrinya pada suaminya.

“Siwon-ah, lihatlah bagaimana perbuatan putriku pada ibunya sendiri. Ia sama sekali tidak menghormatiku.” Siwon menatap Jessica dan memberikan isyarat padanya untuk segera pergi. Jessica yang mengerti maksud Siwon, langsung melenggang tanpa menengok kembali pada Hwang Soo Na.

“Kau lihat, ia bahkan tidak mau menyapaku. Oh aku sunggguh tidak mengerti kenapa ia bertingkah seperti itu.”

“Dengarkan aku Soo Na-ya. Saat ini emosi Jessica sedang tidak stabil, Tiffany mengalami kecelakaan dan ia harus kehilangan penglihatannya.” Mata Hwang Soo Na terbelalak tak percaya.

“Ba-bagaimana mungkin itu bisa terjadi?”

“Aku akan menceritakannya padamu. Kajja kita masuk!”

Siwon menuntun istrinya untuk masuk, ia menutup pintu utama yang masih terbuka dan membawanya ke ruang keluarga. Mereka duduk berdampingan di sofa bermotif bunga. Siwon terlebih dulu memberinya teh hangat sebelum memulai ceritanya.

“jadi YoonA yang menyebabkan Tiffany kecelakaan?”

“Ne, ia merasa bersalah dan pergi meninggalkan rumah.” Ada perasaan geram pada diri Soo Na. Ia tak terima jika YoonA harus pergi dari rumah ini.

“Siwon-ah kita harus segera mencarinya. Aku tidak ingin putri bungsuku berkeliaran dijalanan.” Siwon mengusap – usap punggung Soo Na pelan, “Tenanglah, aku pasti akan membawanya kembali. Kau tidak perlu khawatir ne,” Soo Na mengangguk yakin lalu ia menyandarkan kepalanya pada bahu tegap Siwon.

Jessica yang menyaksikan keduanya dari lantai atas, hanya menatap jijik melihat sikap manja Soo Na. “Cih! Dasar wanita murahan. Hebat sekali aktingmu. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu mencabik – cabik keluargaku Soo Na. Tunggu saja pembalasanku.”

 

*****

Tiffany masih terbaring di ranjang king-size nya. Ia enggan untuk bangun. Meskipun matanya terbuka, toh ia bak orang yang tengah tidur. Semuanya tetap gelap tidak ada bedanya.

Suara langkah kaki yang menghampirinya, tidak membuatnya membalikkan badan untuk mengetahui siapa sang pemilik langkah tersebut. Tubuhnya masih menghadap ke arah jendela. Selimut masih bertengger manis menutupi hampir seluruh badannya. Tiffany tidak menghiraukan siapa yang masuk ke kamarnya. Ia terlalu malas untuk bertanya.

“Tiff, kau sudah bangun? Aku membawakan sarapan untukmu.” Ternyata Jessica yang datang. Ia membawa nampan berisi bubur dan susu.

“Aku tidak lapar Eonni,” jawabnya tanpa mengubah posisi semula.

“Kau tidak makan sejak kemarin Tiff, tidak mungkin kau tidak lapar.” Jessica meletakkan nampannya di meja nakas lalu duduk ditepian ranjang adiknya.

“Ayolah Tiff, makan sedikit saja ne. Jangan membuatku menjadi kakak yang buruk.” Tiffany membalikkan badannya. Ia mengubah poisinya menjadi duduk bersandar pada sandaran ranjang miliknya. Cairan bening pun menetes dari ujung matanya.

“Kau bukan kakak yang buruk eonni, aku lah yang telah membuatmu tersiksa dengan keadaanku sekarang. Eonni rela meninggalkan urusan kantor demi mejagaku. Eonni menghabiskan seluruh waktu eonni untuk menemaniku. Aku bukan lagi adik yang berguna untukmu. Aku hanya akan menjadi benalu untukmu. A-aku….. hiks….”

“Ssssttt… cukup Tiffany. Jangan pernah katakan hal itu lagi. Kau adalah satu – satunya keluarga yang aku miliki. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri. Kita berdua akan bersama – sama melewati ini semua. Kau dan aku. Oke?” lirihnya dengan suara yang tertahan. Ia tidak ingin Tiffany mendengarnya menangis. Jessica menghapus airmata Tiffany, “Jangan menangis baby, please.” Ia lalu membawa Tiffany kedalam pelukannya. Mereka menumpahkan segala rasa pedih, sakit dan kecewa dalam pelukan hangat yang belakangan ini tidak pernah mereka dapatkan satu sama lain.

“Love you eonni,”

“Me too.”

 

*****

“sayang, anak kita pergi dari rumah.”

Mwo? Bagaimana bisa? Apa kau tidak menjaganya?”

dia bukan anak kecil lagi sayang. Aku tidak mungkin terus menjaganya sepanjang waktu.”

“Tapi ini tidak boleh terjadi. Kita harus segera menemukannya Soo Na-ya.”

“Ne, aku tahu. Untuk itulah aku meneleponmu.”

“Temui aku sekarang! Kita harus mencarinya bersama.”

“Arraseo. Aku akan segera menemui.”

Baiklah, aku tunggu kau di tempat biasa.

“Ne, sampai bertemu.”

Setelah mengakhiri sambungannya dengan seseorang disebrang sana, Soo Na langsung bergegas pergi tanpa mengetahui keberadaan Siwon yang tengah menguping pembicaraan mereka di balik pintu kamar.

‘anak kita? Apa yang ia maksud adalah YoonA? Siapa orang yang berbicara dengannya? Hmm… ini akan menjadi senjata untukku. Aku harus mencari tahu.’ Secara diam – diam Siwon mengikuti kemana Soo Na pergi.

Soo Na melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sehingga membuat Siwon tidak perlu repot – repot mengejarnya. Mereka memasuki sebuah perbukitan yang jauh dari pusat kota. Siwon mengernyit heran. Tempat ini merupakan tempat untuk para kalangan elit yang ingin terbebas dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Dan orang – orang yang tinggal disini juga hanyalah orang – orang tertentu yang memiliki kedudukan tinggi dan mempunyai harta berlimpah.

Soo Na membelokkan mobilnya ke arah kanan di persimpangan jalan. Ia lalu berhenti di depan pagar yang menjulang tinggi. Pintu gerbang otomatis terbuka begitu Soo Na mengklakson mobilnya. Siwon tidak dapat mengikutinya masuk ke dalam. Ia tetap berada di dalam mobilnya bersembunyi di balik tembok penyangga pagar. Setelah merasa aman, Siwon kemudian turun, berjalan dengan hati – hati mengintip ke arah rumah mewah yang baru saja dimasuki istrinya. Siwon menyaksikan dengan samar – samar Soo Na tengah berpelukan dengan seseorang di teras rumah. Mereka berdua kemudian masuk dengan saling berangkulan. Siwon tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria itu. Tapi ia berjanji akan mencari tahu tentangnya. Siwon tersenyum miring, ‘akhirnya aku menemukanmu.’

 

*****

“Shin Ye!! Shin Ye!!”

“ya nona, Apa ada yang bisa saya bantu?”

“Shin Ye maukah kau menemaniku keluar? Aku ingin menghirup udara segar.”

“Oh, tentu saja nona. Kemana anda ingin pergi?”

“Bawa aku ke taman ne,”

“Baiklah nona.”

Shin Ye orang yang membantu mengurus rumah di kediaman keluarga Hwang, dengan senang hati membawa Tiffany ke taman yang terletak tidak jauh dari rumah mereka. Dengan sangat hati – hati Shin Ye mendorong kursi roda yang ditumpangi Tiffany. Ia juga menjelaskan apa saja yang terjadi dan bagaimana suasana yang ada disekitar mereka. Tiffany menghirup oksigen segar di pagi hari yang masuk kedalam rongga paru – parunya. Semilir angin sejuk menerpa wajah cantiknya dan menerbangkan rambut – rambut kecilnya yang terurai panjang. Meskipun ia tidak dapat melihat, ia yakin jika pagi ini cuaca sangat bersahabat.

Hati Tiffany kembali teriris. Dulu ia, Jessica dan YoonA selalu menghabiskan waktu mereka yang terasa jenuh di taman ini. Ketiganya saling berbagi cerita dan canda tawa tanpa ada yang mengganggu mereka. Kini semuanya hanya tinggal kenangan. Ia tidak tahu apakah kenangan itu akan kembali dirasakannya? Entahlah. Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Tak terasa setitik demi setitik air menetes dari kelopak mataya yang indah. Kenapa kini ia sering menangis? Kenapa kini ia airmatanya selalu mendesak untuk keluar? Tiffany segera menyekanya sebelum Shin Ye menyadarinya.

“Shin Ye, di dekat sini ada supermarket. Bisakah kau membelikanku air mineral?”

“Dengan senang hati nona.”

Tak lama setelah kepergian Shin Ye, Tiffany mendengar suara biola yang sangat merdu. Iramanya yang syahdu, membuatnya terenyuh. Tanpa disadarinya, ia memutar rodanya mencari sumber suara biola tersebut. ‘aku harus mendengarnya lebih dekat.’ Gumamnya.

Tiffany tidak sadar jika ia sudah berada di jalanan. Ia panik begitu mendengar suara kendaraan yang berlalu lalang. Orang – orang yang berada disekitarnya tidak menyadari jika ia tidak dapat melihat. Mereka berfikir jika Tiffany hanya tidak bisa berjalan. Selain itu, mereka juga terlalu sibuk dengan urusannya masing – masing. Sehingga mereka tidak terlalu memperhatikannya. Sampai ketika Tiffany sudah berada di tengah jalan, seseorang menjerit histeris.

“AWAASSSSS!!!!!”

Dalam sekejap mata, Tiffany telah berada di pelukan hangat seseorang. Wangi tubuhnya mengingatkannya akan sosok yang sangat dirindukannya. Tiffany masih syok dengan kejadian yang hampir saja membuatnya kembali terbaring di ranjang pesakitan. Hingga suara orang tersebut membangunkanya kembali ke alam sadar.

“Eonni, syukurlah kau selamat.” Tiffany terlonjak kaget. Apakah orang yang saat ini tengah memeluknya erat ini adalah YoonA? Adik kesayangannya?

“Youngie?”

“Maafkan aku Eonni. Aku telah membuatmu menderita.” YoonA terisak dalam pelukan Tiffany. Iya benar. Ia adalah YoonA kesayangannya. Adik yang selalu berhasil menghiburnya.

“Oh, Youngie. Aku sangat merindukanmu. Kenapa kau pergi eoh? Apa kau tidak sayang lagi padaku?” Tiffany memukul – mukul pelan punggung YoonA. Ia juga ikut terisak.

“Aniyo. Aku sangat menyayangimu Eonni. Aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri.”

“Kalau begitu pulanglah!”

Seketika YoonA melepaskan pelukannya. Ia menatap mata kakaknya yang terasa kosong. YoonA meringis. Apa yang telah dilakukannya hingga membuat orang yang paling disayanginya menjadi seperti ini? Jessica benar, ia telah menghancurkan sesuatu yang paling berharga dalam hidup kakaknya. Ia telah merenggut kebahagiannya.

“Tidak Eonni. Aku tidak mungkin kembali kesana. Itu bukanlah rumahku.”

“Siapa yang mengatakannya, eoh? Itu adalah rumahmu Yoong, rumah kita.”

“Tapi eonni, aku bukanlah-“

“Kau tetap adikku. Siapapun orang tuamu aku tidak peduli. Kau adalah adik kesayanganku.” Tiffany meraba – raba wajah YoonA yang basah akibat air mata yang tidak berhenti mengalir. Ia menghapusnya dengan kedua ibu jarinya, Tiffany kembali berucap, “Kembalilah Yoong, aku mohon. Jika kau ingin melihatku bahagia maka pulanglah ke rumah. Aku sangat kesepian, aku mohon pulanglah.” YoonA hanya mampu menjawabnya dengan isakan yang semakin keras. Ia kembali memeluk Tiffany. “Aku akan pulang untukmu, Eonni.”

 

*****

Shin Ye kebingungan mencari Tiffany. Ia luar biasa panik, terlebih dengan keadaan Tiffany yang saat ini tidak dapat melakukan apapun tanpa bantuan orang lain. Dengan tangan yang gemetar, Shin Ye mmengambil ponselnya dan menekan nomor yang ditujunya.

Yeoboseo,”

“Yeo-yeoboseo nona, saya… saya.. minta maaf nona.”

“Nde? Kenapa kau harus minta maaf?” tiba – tiba pikiran Jessica melayang pada adiknya, Tiffany. “Ada apa Shin Ye, cepat katakan! Apa terjadi sesuatu dengan Tiffany?

“Ne, nona. Nona Tiffany hilang.”

Mwo? Bagaimana mungkin ia bisa hilang?!” Shin Ye menceritakan semuanya pada Jessica secara detail. Ia merasa sangat bersalah. Ia juga takut jika dirinya akan dipecat.

Tanpa menunggu waktu lama, Jessica segera pergi dari kantornya dan melesat menuju taman yang disebutkan Shin Ye. Jessica berharap bisa menemukan Tiffany, ia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan adiknya. Jessica melajukan mobilnya secara membabi buta tidak peduli dengan keselamatannya sendiri. ‘aku mohon selamatkan Tiffany, jagalah adikku, aku mohon.’ Do’anya dalam hati. Waktu terasa begitu lama dan jalanan terasa begitu panjang. Jessica masih belum bisa menemukan Tiffany. Ia sudah mencarinya ke setiap sudut jalanan di sekitar taman, tapi hasilnya tetap nihil. Hingga akhirnya sebuah panggilan berhasil membuatnya bernafas lega.

Nona, Nona Tiffany sudah pulang. Ia bersama nona YoonA.” Meskipun nama terakhir yang disebutkan Shin Ye membuatnya sedikit janggal, namun setidaknya Tiffany selamat. Jessica memutuskan untuk pulang dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka.

 

*****

“Kwang Soo tolong kau cari tahu siapa pemilik alamat rumah ini. Dan segera beritahu aku begitu kau mendapatkan informasi tentangnya.”

“baik Tuan, segera saya laksanakan.” Ucap Kwang Soo seraya membungkuk hormat dan berlalu dari hadapan Siwon.

Siwon kembali duduk di kursi kebesarannya, begitu Kwang Soo pergi meninggalkannya dengan sejuta harapan. Ia yakin tidak lama lagi ia akan segera mengakhiri permainan ini.

“Jadi kau sudah menemukannya?” Siwon memutar kursinya setelah mendengar suara yang berada dibelakangnya. Ia terkejut mendapati sekretaris Park sudah berdiri di depan mejanya.

“Sekretaris Park? Kapan anda tiba disini?” tanya Siwon tanpa menjawab pertanyaan yang tadi diajukan kepadanya.

“Kau terlalu serius Siwon-ah, jadi kau tidak menyadari kedatanganku.” Sekretaris Park duduk di sebrang Siwon. Ia menautkan kaki kirinya diatas kaki kanannya.

“Mian,”

“Jadi bagaimana? Apa kau sudah menemukannya?” ulang Sekretaris Park lembut.

“Aku masih menyeledikinya Sekretaris Park, tapi aku yakin jika pria itu ada sangkut pautnya dengan kejadian yang menimpa keluarga Hwang.” Sekretaris Park mengangguk – anggukan kepalanya dengan jawaban yang diberikan Siwon, ia lalu tersenyum bangga padanya.

“itulah mengapa aku mempercayakan kasus ini padamu. Kau memang hebat Siwon-ah,” Siwon menunuduk malu dengan pujian yang dialamatkan padanya. Ia kemudian menyahut, “Semua ini juga berkat bimbingan dari anda Sekretaris Park. Aku tidak akan ada apa – apanya tanpa anda.”

“Hahaha inilah dirimu, selalu merendah. Aku suka itu.” Siwon ikut tersenyum, dan detik berikutnya mereka hanyut dalam pemikiran masing – masing.

 

*****

Jessica memarkirkan mobilnya dengan sembarang. Setelah melepas seatbelt yang melingkar ditubuhnya, ia langsung membanting pintu mobil dan berlari secepat kilat. Sesampainya di ruang keluarga, ia menemukan Tiffany tengah berbincang hangat bersama YoonA. Mereka tampak bahagia dengan senyuman yang terpancar dari wajah keduanya. Jessica terdiam. Ia tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Sejak Tiffany tersadar dari komanya, ini adalah kali pertama ia melihat kembali senyuman adiknya. Apakah hanya YoonA yang mampu membuatnya tersenyum? Kenapa ia begitu egois memisahkan mereka. Memang harus diakui, YoonA tidak bersalah apapun. Ia bahkan baru mengetahui kenyataan ini setelah mendengar percakapan antara dirinya dengan Tiffany. YoonA juga berbeda dengan ibunya. Ia adalah gadis yang lembut dan penyayang. Tiffany benar, mereka bertiga tumbuh bersama. Ia tahu bagaimana YoonA yang sesungguhnya. Mereka selalu ada satu sama lain untuk saling melengkapi.

Mata YoonA tak sengaja bertemu pandang dengan mata Jessica. Seketika ia menegang. YoonA langsung menundukkan kepalanya tak berani menatap kakak sulungnya. Tidak, ia bukan kakak kandungnya, melainkan kakak tirinya.

Jessica perlahan mendekatinya, Tiffany yang tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi, hanya mampu mengernyit karena YoonA mendadak diam tak bersuara. Ia juga mendengar suara langkah yang menghampiri mereka.

“Siapa disitu? Youngie ada apa? Kenapa kau diam saja?” Tiffany mencoba menggapai tangan YoonA, namun ia tidak menemukannya karena YoonA sudah berdiri.

“Eon-nie?” YoonA bingung. Ia tidak tahu harus memanggil Jessica dengan sebutan apa? Kepalanya makin menunduk dalam tatkala Jessica semakin mendekatinya.

“Mianhae, Yoong.” Lirih Jessica pelan.

“Nde?” YoonA sontak mendongakkan kepalanya tak percaya. Benarkah apa yang ia dengar barusan? Apa ia tidak sedang bermimpi?

“Jessie Eonnie?” sahut Tiffany. YoonA dan Jessica mengalihkan pandangan mereka pada Tiffany yang tengah menatap bingung.

Jessica mengambil tangan Tiffany lalu menggenggamnya. Ia kemudian berjongkok di depan kursi rodanya. “Tiff, aku sangat mengkhawatirkanmu. Jangan kau ulangi lagi ne,”

“Aku janji eonni, aku tidak akan mengulanginya lagi. Untung saja ada YoonA yang menyelamatkanku.” Jessica beralih menatap YoonA. “Kemarilah Yoong,” YoonA ikut berjongkok disamping Jessica. “Aku ingin kita bertiga kembali seperti dulu lagi saat kita tidak tahu apapun tentang masalah Appa dan Eomma. Youngie, kau adalah adikku yang selalu membawa keceriaan. Aku dan Tiffany masih menyayangimu. Maafkan aku telah menyakiti perasaanmu, hiks…” sambil menangkup wajah YoonA dengan sebelah tangannya, Jessica tidak bisa mencegah lagi tangisannya. Pun begitu dengan Tiffany dan YoonA. Ketiga gadis cantik ini saling berpelukan menyalurkan segala rasa yang ada pada diri mereka.

“Eonni, aku lah yang seharusnya minta maaf padamu. Aku telah merusak kebahagian kalian.” Jessica semakin mengeratkan pelukannya pada kedua adiknya. “Aniyo. Kau sama sekali tidak bersalah Yoong, kau hanyalah korban dari keserakahan ibumu.”

“Jessie Eonni, Youngie, berjanjilah kalian tidak akan pernah melepaskan tanganku. Aku sangat membutuhkan kalian. Aku tidak ingin sendiri.” Jessica dan YoonA saling pandang. Mereka kemudian menggenggam kuat tangan Tiffany. “Tangan ini tidak akan pernah lepas darimu. Kami berjanji.” Ucap keduanya bersamaan.

Tiffany tersenyum haru. Ketiganya kembali berpelukan seakan tidak ada lagi hari esok.

 

*****

“Lebih baik sekarang kau pulang saja sayang, kita bisa melanjukan pencarian besok.”

“Baiklah, aku akan pulang. Aku juga sudah lelah mencarinya seharian.” Soo Na dan kekasih gelapnya sudah berkeliling mencari keberadaan YoonA. Mereka bahkan mencarinya ke setiap sudut kota, namun tidak membuahkan hasil. Soo Na memutuskan untuk pulang ke rumah. Sebenarnya ia tidak terlalu peduli dengan keadaan putrinya, hanya saja YoonA merupakan aset yang tidak boleh hilang.

Hari sudah beranjak malam ketika Soo Na tiba dirumah. Semuanya tampak sepi seperti biasa. Walaupun rumah ini terbilang mewah, namun kehidupan di dalamnya tidak mencerminkan kebahagiaan.

Tatkala Soo Na menginjakkan kakinya di ruang keluarga, ia melihat YoonA tengah asyik menonton TV. Soo Na terlonjak tak percaya. Gadis yang sejak pagi tadi dicarinya hingga ke penjuru kota kini ada dihadapannya?? Soo Na juga tampak geram. Bagaimana tidak, ia menghabiskan waktunya seharian hanya demi mencarinya. Namun kenyataannya putri yang ia cari tengah duduk santai di rumah.

“Youngie!!” panggilan yang cukup keras dari Soo Na, sontak mengalihkan pandangan YoonA dari televisi. YoonA berdiri kaget. Raut wajah ibunya menampakkan kekesalan.

“Eomma,”

“Apa yang kau lakukan, eoh?” Soo Na berjalan cepat mendekatinya. Ia membanting tas tangannya ke atas sofa disampingnya. “Kau tahu? Eomma mencarimu kemana – kemana tapi kau malah seenaknya duduk santai disini. Tidakkah kau berfikir betapa berharganya waktu eomma, eoh? Semuanya jadi sia – sia hanya karena kau!!!” YoonA sedikit mundur karena bentakan ibunya. Ia tidak mengerti kenapa ibunya tiba – tiba marah. Dan apa tadi ia bilang? Ia mencarinya seharian? Tapi untuk apa? YoonA mengerutkan dahinya mencoba berfikir atas jawaban dari  pertanyaan hatinya. Detik berikutnya, YoonA baru memahami apa yang ada dalam kepala ibunya. YoonA tersenyum sinis, “Apa eomma takut kehilanganku, hm? Eomma tidak perlu khawatir, karena aku tidak akan pergi dari rumah ini.” YoonA lalu pergi meninggalkan ibunya yang berdiri mematung setelah mendengar ucapan YoonA yang terasa aneh ditelinganya.

 

Dari kejauhan, Siwon menyaksikan drama antara ibu dan putrinya dengan senyuman yang lebar. “Sepertinya kau akan mendapatkan perlawanan dari putrimu sendiri Soo Na. Tidak lama lagi permainanmu dan kekasih gelapmu akan segera berakhir.” Gumam Siwon sebelum menghilang dari tempat persembunyiannya.

 

*****

Sejak penglihatannya tidak berfungsi lagi, Tiffany lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar. Seperti pagi ini, Tiffany tidak berniat beranjak dari kamarnya yang masih gelap. Ia hanya duduk malas di kursi rodanya tanpa melakukan aktifitas apapun. Bosan? Tentu saja. Akan tetapi inilah yang mampu ia lakukan. Tiffany tidak mungkin lagi beraktifitas seperti dulu kala. Terkadang ia ingin mengakhiri hidupnya yang sudah tidak berguna lagi. Namun beruntung, ia masih memiliki orang – orang yang begitu menyayangi dan memberinya semangat untuk tetap bertahan.

Perlahan Tiffany mendorong kursinya kearah jendela untuk sekedar mendengar nyanyian burung – burung yang berkicau indah. Biasanya setiap pagi, Tiffany akan menyapa mereka dan bernyanyi bersama. Kupu – kupu yang tengah hinggap diatas bunga pun ikut menari mengiringi suara merdu Tiffany. Dapatkah ia kembali melakukan semua itu? Entahlah hanya keajaiban yang dapat mengubahnya.

“Tiff?” meskipun matanya tidak dapat melihat siapa orang yang memanggilnya, namun Tiffany tahu siapa sang pemilik suara.

“Masuklah.”

Siwon menghampirinya dengan langkah yang lembut seolah ia tidak ingin mengganggu pendengaran wanita yang dicintainya.

“Apa kau ingin aku menemanimu ke suatu tempat? Kebetulan hari ini aku memiliki banyak waktu kosong.” Ujar Siwon setelah berdiri disamping Tiffany seraya memandang kearah wajah cantiknya,

“Kemanapun aku pergi tetap akan terasa sama bukan? Meskipun kau mengajakku ke tempat yang paling indah sekalipun aku tetap tidak bisa menikmatinya.” Mendengar rintihan Tiffany, Siwon langsung mensejajarkan tubuhnya dan mengenggam tangan Tiffany yang bebas.

“Aku akan membuatmu menikmatinya Tiff, aku janji. Sekarang izinkan aku membawamu pergi.” Siwon kembali berdiri dengan tangan yang masih bertengger manis di telapak tangan mungil milik Tiffany.

 

*****

“Apa yang kau inginkan dariku Donghae-ssi? Kenapa kau selalu mengikutiku?” Jessica yang merasa kesal karena selalu dibuntuti Lee Donghae sejak ia tiba di parkiran kantornya, terpaksa menghentikan langkahnya yang hendak masuk kedalam ruangannya.

“Aku hanya ingin kau mengatakan ‘ya’ nona Hwang Sanjangninm.” Jawab Donghae santai.

“Mwo? Apa kau sudah gila? Ini bahkan masih terlalu pagi untuk pergi keluar!!” Tegas Jessica yang sedikit meninggikan suaranya karena ajakan gila Lee Donghae yang memintanya untuk menemaninya menghabiskan waktu berdua. Tentu saja Jessica menolaknya. Bagaimana bisa seorang klien dengan berani mengajaknya berkencan.

Kim Taeyeon bergerak mundur selangkah. Ia tidak ingin mencampuri urusan atasannya. Terlebih ini masalah pribadi.

“Kita bisa memulainya dengan sarapan bersama. Otte?” Jessica semakin geram dibuatnya. Ia membuka pintu ruangannya dan kemudian membantingnya keras tepat di depan wajah Lee Donghae.

“YAK!!! Apa yang kau lakukan Hwang Jessica? Cepat buka pintunya!!!!”

“Pergi dari sini!!! Atau aku akan memanggil petugas keamanan untuk mengusirmu!!!” teriak Jessica dari dalam. Tetapi nampaknya Lee Donghae tak tergoyahkan. Ia dengan setia menunggu Jessica di depan pintu ruangan yang tertutup rapat. Dan Kim Taeyeon pun tak mampu berbuat apa – apa untuk mencegahnya.

 

*****

Setelah mempertimbangkan ajakan tulus Siwon, Tiffany akhirnya menyetujui ajakannya. Siwon mendorong kursi yang ditumpangi Tiffany. Mereka kini tengah berada di sebuah tempat yang tidak diketahui banyak orang. Tempat ini merupakan tempat yang selalu dijadikan Siwon untuk menenangkan dirinya dari segala masalah yang menimpanya. Tempat dimana terhampar rerumputan yang elok dan bunga – bunga yang menghiasinya di setiap titik. Disana juga terdapat sebuah air terjun buatan yang mengalir dengan irama yang indah. Perpaduan suara kicauan burung yang bersahutan dengan suara gemericik air menambah kesyahduan harmonisasi yang tercipta di pagi yang cerah ini. Terlebih lagi cuaca dan udara disana juga mendukung suasana yang romantis diantara mereka.

Siwon mengambil tangan kanan Tiffany dan menuntunnya untuk meraba bunga – bunga yang tengah menari mengikuti hembusan angin. Ia kemudian memetik salah satu bunga dan memberikannya pada gadis yang sedang tersenyum indah.

“Genggamlah bunga ini dan rasakan aroma wanginya!” ujar Siwon lembut seraya menuntun tangan Tiffany untuk menggenggam bunga yang diberikannya.

Tiffany menutup matanya dan mulai mencium aroma lembut yang keluar dari bunga lily yang berada dalam genggamnannya. Ia merasakan keteduhan yang tak dapat di ungkapkan saat menciumnya. Tiffany kembali membuka matanya tanpa menyadari jika Siwon tak pernah melepaskan pandangan darinya barang sedetik pun.

“Kau menyukainya?”

“Ne, ini adalah bunga kesukaanku. Bunga yang memilki keindahan dan beraroma lembut.”

‘sama sepertimu,’ gumam Siwon dalam hati. Ia lalu kembali mengajak Tiffany berkeliling dan tak lupa ia selalu membuat Tiffany seolah dapat merasakan keindahan yang terpancar dari taman ini.

“Kau tahu? Tempat ini dibangun oleh Appa sebagai hadiah pernikahannya untuk eomma. Ia ingin memberikan sesuatu yang sangat special yang tidak akan pernah terlupakan oleh orang yang paling dicintainya. Sebelum Appa melamar Eomma, ia sudah membangunnya terlebih dulu. Appa selalu berjanji pada dirinya untuk selalu mencintai Eomma dan memberinya kebahagian sampai akhir hayatnya. Dan inilah salah satu wujud rasa cinta Appa yang begitu besar untuk Eomma. Kala itu, usiaku masih 5 tahun. Appa mengajak kami kesini dengan mata kami yang tertutup. Saat membuka mata, hal pertama yang dilakukan eomma ialah menangis haru. Tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulutnya. Hanya rasa cinta yang tulus yang terpancar dari hatinya. Sejak saat itulah kami sering menghabiskan waktu bersama disini. Hingga ketika usiaku menginjak 15 tahun, Appa dan Eomma mengalami kecelakaan tragis. Mereka tewas di tempat dengan tangan yang saling bertautan.

Aku terpuruk. Kehidupanku terasa hampa. Hampir seluruh waktuku kuhabiskan disini hanya untuk mengenang mereka. Bayang – bayang kedua orang tuaku, selalu muncul di ambang pintu itu. Mereka tersenyum padaku, memberiku kekuatan untuk tetap bertahan. Hingga pada suatu waktu, mereka mengirimkan seorang malaikat penolong padaku. Ia lah yang membuatku menjadi seseorang seperti sekarang. Tanpanya mungkin sekarang aku sudah mati.”

Tak terasa setitik air keluar dari mata elang Siwon. Sayang, Tiffany tidak dapat melihatnya. Ia mengangkat tangannya mencari – cari keberadaan Siwon. Dengan sigap Siwon menangkapnya. “Aku disini Tiff,”

“Siwon, seandainya aku dapat bertemu dengan orangtuamu, aku ingin sekali mengucapkan terima kasih karena mereka telah mengirimmu ke dunia ini. Aku yakin mereka akan bangga padamu. Kau adalah pria terhebat yang pernah aku temui.” Siwon mensejajarkan tubuhnya dengan Tiffany. Ia mengelus pipi gadis bereyesmile itu dengan penuh kelembutan. “Aku juga sangat bersyukur bisa bertemu denganmu Tiff,” untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dengan posisi saling berhadapan dengan tatapan penuh cinta dari sorot mata Siwon.

Setelah sekian menit mereka membisu, Tiffany tersadar dan berdehem keras. “Ehem!!! Siwon ayo kita berkeliling lagi. Aku ingin menelusuri setiap sudut taman ini.” Siwon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia menjadi salah tingkah. “Kajja!” keduanya kembali melanjutkan perjalanan mereka dan berhenti di tepian sungai kecil yang mengalir dari air terjun yang sengaja diciptakan untuk menambah kecantikannya. Siwon membantu Tiffany turun dari kursi rodanya lalu memposisikan dirinya duduk dengan kaki yang menjulur menyentuh air. Setelah memastikan Tiffany nyaman dengan posisi duduknya, Siwon pun mengambil posisi duduk disampingnya. Mereka berdua menikmati aliran sungai yang mengalir tenang. Sesekali Tiffany merapikan rambutnya yang berterbangan diterpa angin. Ia juga sering menggosok – gosokkan lengannya untuk mengusir rasa dingin. Melihat itu, Siwon membuka jaketnya dan menyampirkannya di bahu Tiffany. Tiffany terlonjak kaget dan sontak menoleh. Siwon memberikan senyuman terbaiknya walaupun ia tahu Tiffany tidak akan melihatnya. Tanpa mempedulikan ekspresi terkejut Tiffany, Siwon menyisir rambut Tiffany yang agak berantakan karena tertiup angin dengan jemari besarnya. Tiffany semakin terperanjat dengan tindakan Siwon. Namun entah mengapa ia membiarkan pria itu melakukannya. Ada rasa nyaman ketika Siwon menyentuhnya sehingga membuatnya tak mampu berkutik.

“Choi Siwon, kenapa kau melakukan ini semua untukku?” tanya Tiffany setelah beberapa lama keheningan terjadi diantara mereka.

“karena aku mencintaimu.” Tiffany membuang pandangannya ke arah lain. “Jangan pernah katakan hal itu lagi Siwon.” Ia berusaha keras untuk menahan air matanya agar tidak jatuh di depan pria yang telah berhasil mencuri hatinya.

Siwon menarik dagu Tiffany untuk dapat menatap matanya, “Aku akan terus mengatakannya sampai hati ini mati.” Katanya mantap. Tanpa bisa dicegah lagi, buliran – buliran bening meluncur perlahan dari kelopak mata indah Tiffany.

“lalu bagaimana dengan eomma? Kau tidak bisa mengabaikan statusmu, Siwon.”

“Aku tahu, tapi semua itu akan segera berakhir. Percayalah.” Siwon menghapus air yang mengalir di pipi Tiffany dengan sangat lembut seakan ia takut ibu jarinya akan melukai kulit mulus tiffany.

“Tapi…. aku.. aku.. tidak sempurna lagi.. kau akan mengalami kesulitan jika bersamaku.” Tiffany terisak keras tak sanggup membayangkan penderitaan Siwon jika hidup bersamanya.

“Aku akan lebih kesulitan jika jauh darimu Tiff, jadi aku mohon percayalah padaku. Aku hanya ingin hidup bahagia denganmu.” Tidak perlu mengeluarkan kata – kata, Tiffany langsung berhambur ke pelukan Siwon. Ia menangis bahagia di dada bidangnya. Tentu saja Siwon tidak menyia – nyiakan kesempatan ini. Ia membalas pelukan Tiffany dan mengelus rambut panjang serta punggungnya.

“Jadi apakah ini jawaban ‘iya’ untukku Miss hwang?”

“Bodoh, aku tidak mungkin memeluk pria yang tidak aku cintai.” Mata Siwon terbelalak senang mendengar kata terakhir Tiffany. ‘cinta?’ apa Tiffany mengatakan ‘cinta?’ benarkah?

“Tiff, coba kau katakan sekali lagi. Aku tidak mendengarnya.”

“Shirreo!!!”

“Baiklah kalau begitu aku akan memaksamu untuk mengatakannya.”

“Nde?” Siwon melonggarkan pelukannya, ia menangkup kedua sisi wajah Tiffany dan mendaratkan sebuah ciuman manis pada bibir tipis Tiffany. Awalnya Tiffany tersentak, namun detik berikutnya ia menikmati ciuman manis nan hangat dari seorang Choi Siwon.

 

*****

“Tuan Lee, saya rasa Jessica sanjangnim tidak akan keluar dari ruangannya sebelum anda pergi.” Bujuk Kim Taeyeon untuk kesekian kalinya. Ia tidak tega melihat Donghae terus berdiri di depan pintu ruangan bertuliskan ‘Director’s Room’ itu. Donghae sama sekali tidak mengindahkan bujukan Taeyeon yang menyuruhnya untuk menunggu di sofa yang tersedia di sebelah barat ruangan Jessica. Ia lebih memilih untuk tetap berdiri menunggu Jessica keluar.

Taeyeon menghembuskan nafas berat. Dengan cara apa lagi ia harus membujuk Donghae untuk segera pergi. Karena secara diam – diam ia terus mendapatkan pesan masuk dari Jessica yang menanyakan keberadaan Lee Donghae. Jessica tidak berhenti memintanya untuk mengusir pria itu. Ia bahkan meminta Taeyeon untuk memanggil petugas keamanan, namun tetap saja Donghae tidak bergeming dari tempatnya. Ia justru mengancam mereka dengan embel – embel nama ayahnya yang cukup berpengaruh di dunia bisnis.

Merasa tidak ada hasil, Taeyeon terpaksa menelepon Jessica.

“Sanjangnim, sepertinya ia tidak akan berhenti menunggu anda. Saya sudah mencoba berbagai cara, tapi ia tetap keras kepala.” Tampak terdengar helaan nafas dari sebrang telepon. Ini sudah 3 jam sejak Donghae menunggu Jessica. Gadis itu bertanya – tanya sampai kapan Donghae akan bertahan menunggunya?

“Kau biarkan saja ia menungguku Taeyeon, aku ingin tahu seberapa lama ia mampu bertahan.”

“Baiklah Sanjangnim.”

Klik. Panggilan berakhir. Taeyeon melirik sekilas kearah Donghae. Ini adalah kali pertama ia melihat seorang pria yang begitu gigih menghadapi gadis berhati keras seperti Jessica. Jika itu terjadi pada pria lain, mungkin mereka akan langsung menyerah.

“Huft, kau sangat beruntung sanjangnim.”

 

*****

Hwang YoonA hanya seorang diri di dalam butiknya. Sejak Tiffany mengalami kecelakaan, butik yang ia bangun bersama kakaknya ini menjadi terbengkalai. YoonA menatap nanar ke segala sudut. Jika bukan karenanya, mungkin kini ia dan Tiffany telah mendatangani kontrak dengan salah satu agency ternama untuk menjadi sponsor bagi para artisnya. Kini semuanya telah hancur.

YoonA menangis dalam diam. Ia berfikir keras untuk menebus semua kesalahan yang diperbuat ibunya. Mampukah ia mengembalikan semuanya? Tangisan yang pada awalnya hanya berupa isakan kecil, kini berubah menjadi aliran sungai yang deras. Hatinya begitu sakit membayangkan penderitaan yang dialami kedua kakaknya. Terlebih lagi Tiffany.

YoonA bertekad dalam hatinya untuk menuntut keadilan. Ia tidak bisa hanya berdiam diri seperti ini. Ia ingin orang – orang yang disayanginya mendapat kebahagian. Tidak peduli dengan resiko buruk yang akan diterimanya. ‘apapun yang akan terjadi, aku harus melakukannya.’ Tekadnya dalam hati.  YoonA berdiri mantap, ia menghapus air matanya kasar dan meninggalkan butiknya dengan satu harapan.

 

*****

Siwon dan Tiffany masih dalam perjalanan pulang ketika suara ponsel Siwon berdering keras. Awalnya Siwon tidak menanggapinya mengingat ia kini tengah menyetir. Namun deringan yang terus menerus memanggilnya, memaksa ia harus mengangkatnya meskipun dengan perasaan kesal dan tanpa melihat siapa sang penelepon.

“Yeoboseo,” sapanya malas.

“Sanjangnim saya sudah menemukan orang yang anda cari.” Begitu mendengar suara Kwang Soo dengan kabar baik yang dibawanya, sukses membuat Siwon bersemangat untuk mendengarnya lebih lanjut.

“Benarkah? Oh syukurlah.. terima kasih Kwang Soo kau telah bekerja dengan baik. Aku akan segera kesana.”

“Apapun akan saya lakukan untuk membantu anda sanjangnim,”

“Jeongmal gomawo.”

Baru saja Siwon memutuskan sambungan dengan Kwang Soo tiba – tiba……..

Ciiiiiitttttttttt

Secara mendadak Siwon mengerem mobilnya setelah matanya tidak sengaja menangkap seseorang yang sangat dikenalnya menyebrang jalan dengan tergesa – gesa menuju suatu tempat.

“Arrgghhhh….. Siwon apa yang kau lakukan?” beruntung Tiffany memakai sabuk pengamannya. Jika tidak, mungkin ia sudah terpental ke depan.

‘apa yang ia akan lakukan disana?’ tanya Siwon setengah berbisik pada dirinya sendiri.

“Nde? Siwon apa yang terjadi?”

“Tiff, tetaplah disini. Aku harus keluar sebentar. Jika terjadi sesuatu tekanlah klakson ini sekeras mungkin. Arraseo?”

“Ta—–“

Buukkk…

Belum sempat Tiffany melanjutkan kalimatnya, Siwon sudah membanting pintu mobil dan keluar secepat kilat. Tiffany hanya bisa menghela nafasnya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran jok mobil Siwon.

“Sebenarnya ada apa dengannya?”

 

*****

“Jaksa Cho, ini adalah bukti – bukti penggelapan dana yang dilakukan oleh Lee Dong Ju.”

Seorang jaksa bermarga Cho sontak mendongakkan kepalanya begitu seseorang menyodorkan beberapa file penting berselimutkan map merah. Ia menatapnya dengan mata berbinar. Bagaimana tidak? Kasus ini sudah sangat berlarut – larut dan menguras waktu serta pikirannya. Kini waktu yang selalu dinantikannya telah tiba.

“Bagus! Segera buatkan surat penangkapan untuknya. Aku ingin segera menyeretnya ke sel tahanan.”

“Siap!!”

Jaksa Cho mengamati setiap kata dan angka yang tertera pada kertas berukuran 21 x 29 cm yang beberapa menit lalu diberikan oleh salah satu bawahannya. ia merasa lega setelah sekian lama ia menangani kasus ini secara rahasia, kini ia telah berhasil mengumpulkan bukti – bukti yang cukup kuat untuk menguak kejahatan yang telah dilakukan Lee dong Ju selama puluhan tahun. Jika Lee Dong Ju berhasil ditangkap, maka kasus yang selama ini menjadi prioritasnya otomatis akan terkuak juga.

Jaksa Cho melangkah keluar dari ruangannya. Ia membalas sapaan orang – orang yang dilewatinya dengan sumringah. Wajah pucatnya kini tampak berseri – seri, namun itu tidak bertahan lama setelah ia menemukan sesosok gadis kurus bertubuh tinggi tengah berdiri mematung menatapnya.

“Hwang YoonA?”

 

 

To Be Continue

 

Maaf beribu maaf jika part 4 ini terlalu lama di update-nya. Pekerjaanku teramat sangat banyak menyita waktu dan pikiranku. So, aku jadi tidak bisa fokus untuk melanjutkan ff ini. Mian jika masih banyak typo dan ada kalimat – kalimat yang kurang enak dibaca. Aku hanya ingin segera menyelesaikan ff ini.

Kritik dan saran tetap ditunggu. Thanks before………………………

 

69 thoughts on “(AF) THE WILLS PART 4

  1. Yeah!! Semangat terus Hae!! Penasaran moment haesicanya
    Moment sifany tuh bikin melting, daddy won kece bingits hahah
    Ayo bongkar semua, biar sifany & haesica nikah^^
    Happy ending ya–“

  2. Akhir’a 3 serangkai kembali bersama
    Ahhh senang’a
    Apa lg pas sifany moment’a aduuhhh bikin senyam senyum sndiri
    Di tnggu ya thor next’a

  3. Akhrny 3 brswdra kmbli brsma.. mkin ksni mkin seru thor, sifany ny da mlai pcran ni, brhrap Donghae gak jhat n serius sma Jessi, Yoona ngpain y ke kntor dir. Cho ??? dtnggu part slnjtny thor.. fighting

  4. Makin seru jalan ceritanya. Kasus lee dong ju, apa dia itu appa donghae? Makin complicated ya walaupun my OT3 (JeTiYoon) is back tapi tetep masih ada yang ga lengkap, selama soona masih berkuasa di kediaman hwang kayaknya hidup mereka bertiga gaakan aman. Sekarang gatau kenapa aku malah pengen baca lebih banyak ttg kisah 3 bersaudara hwang daripada moment sifany nya haha soalnya cerita ini lebih condong ke genre family sih lebih greget aja jadinya pengen tau lbh detail dgn perjuangan mereka untuk survive melawan soona 😂😂

  5. Makin kesini semakin menegangkan dan bikin sedih,,eomma yoona jahat banget thorr,sedih aku bacanya.. part ini semakin complete dan semakin jelas ceritanya
    Semoga aja kasus soona cepet terungkap dan mereka bisa hidup bahagia bertiga.dan juga supaya tippany bisa menerima siwon sebagai kekasihh

  6. Seneg deh bisa liat hwang bersaudara udh baikn, fany ksihn bgt trus seneng bgt sma moment nya sifany disini sweet bgt akhirnya fany bilng cinta juga sma siwon, dan smga siwon bisa cpt” nyelesain smuanya dan sifany bhagia, haesica juga😀 smga sicanya nggk nyuekin hae hihi trus itu kyuna gmna? Itu yg diliat siwon siapa sih? Penasaran bgt sumpah ni ff favorite bgt😊 ditunggu part slnjutnya 😀

  7. Bersatu kembali mereka bertiga.
    Aku jadi seneng.
    Siwon dan tiffany udah jadian yaa?
    Aduhh, beruntung bnget tiffany.
    Jessica juga beruntung bisa dapat donghae yang nggak putus2 mau tunggu dia.
    Lanjutt

  8. Akhirnya tiff mau juga sm siwon wkwk, smg hubungan mereka ga dirusak siapa2..
    Seneng jg yoona bisa kumpul lg brg jess & tiff
    Terus lee dong ju itu siapa sih thor? Jgn2 pacarnya soona lg ._.
    Daripada bikin penasaran, diupdate lah thor.. fighting! ^^

  9. aku kira yg nyelamatin tiff unnie itu wonppa, ternyata yoong unnie😅. seneng deh grgr itu yoonsictiff bersatu lagi :’). selingkuhannya sona siapa uu?? ldh oppa tu sbnrnya niat jahat ga sii?? aih. cieee sifany akhirnya pacaran >< tiff unnie kok ditinggal sendiri, jan smpe ada apapa. itu wonppa mau nemuin siapa? yoong unnie jg mau ngelakuin apa😥. aigooooo

  10. keadasn sdkt lbh baik. sifany slg ungkpkn hatiny. yoona bertkd akn perbaiki keadaan yg jd awl perubhn dr klrg hwang. bhkn smkin terbuka siapa dlh diblik keadaan klrg hwang. smg bs cpt teratasi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s