(AF) No Good In Good Bye Part 2

NO GOOD IN GOODBYE (PART 2)
NGIG

By

@IshikawaMiyako 

Cast

Choi Siwon

Tiffany Hwang

And Others 

PG17

Disclaimer

Cerita ini bersumber dari imajinasi liarku !

So, Don’t copy my story !

Note :

Pertama aku ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk Admin Minri karena mau menerima ff’ku yang masih banyak sekali kekurangan ini, dan terimakasih juga untuk semua keluarga Sifany’s Island.

Dan teruntuk readers terimakasih untuk respon positifnya. Ini adalah kali pertama aku menulis sebuah fanfiction, dan aku sadar sekali bahwa tulisanku sangat berantakan, kedepannya aku akan belajar untuk menulis dengan lebih rapi. Mohon dukungannya, komentar-komentar kalian menjadikan aku lebih semangat belajar.

Dan untuk jalan cerita yang mungkin diantara para readers ada yang merasa alurnya terlalu terburu-buru, ya aku juga merasakannya setelah membaca ulang cerita ini, Aku akan coba untuk memperbaikinya. Dan untuk yang bertanya-tanya kenapa di awal-awal cerita tidak dibahas/diceritakan bahwa siwon sudah menikah memang adalah bagian dari cerita yang diharuskan seperti itu, juga untuk sedikit memberi kejutan.

Tapi sebenarnya jika kalian baca lebih jeli lagi aku sudah memberikan beberapa clue kenapa hubungan siwon dan tiffany dirasa janggal.

Oke sepertinya cuap-cuapnya terlalu panjang. Mohon maaf.

Selamat membaca, semoga part ini tidak membuat kalian kebingungan !!!!!

 

 

 

 

“can’t take the ache from heartbreak”

 

 

 

Tak ada pekerjaan juga tak ada koneksi internet, apa yang tidak bisa dilakukan Choi Siwon ? Tiffany bahkan tidak diperbolehkan keluar dari Apartemennya. Siwon tidak ingin Tiffany melihat komentar-komentar buruk tentang dirinya, akan sedikit berbahaya.

Siwon menjanjikan Tiffany akan baik-baik saja untuk itu Tiffany yang sedikit pembangkangpun kali ini harus menuruti kata-kata Siwon, tak ada internet, tak bekerja juga tak keluar dari Apartemennya, Tiffany pasrah!

 

Tiffany sangat-sangat merasa bosan ini bahkan baru hari ke 3 setelah berita skandalnya menyeruak. Ia juga menahan ridunya yang teramat sangat karena Siwon belum menemuinya lagi sejak sarapan ketika itu.

 

“Huft……” Dengan enggan Tiffany bangkit dari tempat tidurnya karena Ia haus, saat berjalan menuju dapur dengan sempoyongan, Ia menangkap sesuatu yang aneh.

Disalah satu sudut ruangan dekat jendela Apartemennya Tiffany melihat tempat itu kini terlihat berubah, sebelumnya tempat itu hanya berisikan rak dengan banyak buku yang bahkan tak pernah Tiffany baca. Tapi saat ini tempat itu berisikan banyak sekali bahan-bahan untuk membuat baju dengan berbagai macam warna dan jenis bahan yang berbeda, terdapat juga meja panjang yang sepertinya berfungsi untuk membuat pola. Benang-benang jahit yang berwarna-warni terlihat memanjakan mata Tiffany, Ia sangat berbinar ketika melihatnya.

Yang tak kalah menarik perhatiannya adalah sebuah mesin jahit dengan warna pink yang membuat tiffany langsung melompat kearah benda itu dan bergumam “yeoppo-da” Tiffany bahkan belum pernah melihat mesin jahit berwana pink sebelumnya dan sekarang Ia memilikinya.

Disudut dekat jendelapun terdapat meja dan alat-alat tulis untuk Tiffany belajar membuat design-nya lengkap dengan banyaknya majalah fashion yang mungkin bisa menjadi referensi untuknya.

Dan jangan lupakan manekin yang berdiri di kedua sisi meja itu.

“Ini terlihat sangat sempurna” Tiffany senang bukan kepalang, meskipun Ia seorang model yang terbiasa menggunakan baju-baju rancangan terkenal, dan salah seorang fashionista terbaik versi salah satu majalah kenamaan Korea. Tiffany juga tentu ingin mencoba memakai baju buatannya sendiri.

Tiffany yang ambisius!

 

 

****

 

 

Saat ini dikantornya Siwon sedang mencoba untuk menstabilkan kembali keadaan seperti semula, tak ada konfrensi pers atau semacamnya, Ia hanya bungkam dan menganggap keadaan ini bukan masalah besar.

 

Saat sedang serius bekerja memeriksa beberapa file, pintu ruangan itu terbuka menampilkan sosok wanita cantik berperawakan kurus menghampiri siwon dan berhenti tepat didepan meja Siwon.

 

“Kumohon Oppa pulanglah, mereka semua menanyakanmu, menanyakan keadanmu, keadaan suamiku”

 

Siwon meletakan pulpen yang sedari tadi dipegangnya, pandangannya dari dokumen-dokumen diatas meja kerjanya saat ini beralih menatap wanita yang sedang mencoba berbicara padanya.

 

“Ya, aku akan pulang.” Siwon hanya menjawab singkat lalu menurunkan pandangannya lagi pada kertas-kertas dibawah mejanya yang jauh lebih menarik bagi Siwon dibandingkan dengan menatap lama-lama sang istri yang saat ini sedang mendengus sebal.

 

“Kau selalu saja seperti ini Oppa! Aku tidak akan tinggal diam lagi, 1 tahun sudah cukup untuk ku menahan semuanya dan bersabar menunggumu. Tapi kau bertindak terlalu jauh dan membuat semuanya menjadi kacau.”

Siwon berkata sedikit sinis meskipun raut mukanya tetap terlihat tenang “Kekacauan apa yang ku buat ?”

“Kau bertanya padaku ? Apa aku tidak salah dengar Oppa ? Sadarlah Siwon Oppa, kita sudah menikah, kau adalah Suamiku dan semua orang mengetahui hal itu! Apakah kau terlalu dibutakan oleh cinta hah ? Mengapa kau menganggap masalah ini begitu enteng ? Apa kau tidak peduli pada perasaanku ? Kau jahat!”

“Jangan tanyakan hal itu padaku, tanyakanlah pada dirimu sendiri. Aku tak merasa membuat kekacauan apapun. Yang kau anggap dengan kekacauan adalah berawal dari perbuatanmu sendiri. Apa kau lupa ?”

Siwon tetap tenang menghadapi wanita dihadapannya yang sedang emosi dan berusaha mati-matian untuk tidak menangis di hadapan Siwon, tapi Siwon tidak peduli.

“Jangan menyiksa dirimu terlalu lama, kau tau bahwa aku tidak akan pernah berhenti mencintai Tiffany. Dia adalah segalanya untukku, sudah begitu sejak awal”

Sejatinya Siwonpun masih tetap menyayangi wanita yang berstatuskan sebagai istrinya itu.

 

 

 

 

( Flashback 1 year ago )

 

 

Tiffany dan Siwon tengah berada didalam mobil. Sepulang Siwon bekerja Ia bergegas mengganti jasnya dengan yang baru dan langsung menjemput Tiffany di Apartemennya. Ketika itu Tiffany sangat cantik dengan Gaun berwarna putih yang membalut tubuh indahnya, Gaun dari salah satu Merk terkenal Valentino itu Siwon berikan lengkap dengan Sepatu serta Perhiasannya khusus untuk Tiffany kenakan dimalam itu.

Mereka terlihat sangat serasi! Si Tampan dan Si Cantik!

 

“Oppa kita akan makan malam dimana ?”

“Rahasia” Siwon memamerkan senyum misteriusnya.

Tiffany sangat suka dengan kejutan , Ia sangat penasaran tapi Ia akan sabar menanti.

 

3 tahun Berhubungan tentu mereka sering makan malam bersama, tapi Tiffany tau bahwa makan malam kali ini akan berbeda dari makan malam mereka sebelumnya.

A Special Dinner.

 

Tiffany mengalihkan pembicaraan untuk mengurangi rasa penasarannya, dalam pikirannya terlalu banyak kemungkinan-kemungkinan untuk apa makan malam kali ini, Ia senang tapi juga sedikit takut.

 

“Oppa aku rasa aku ingin belajar merancang busana, bertahun-tahun yang kulakukan hanya memamerkan baju rancangan orang lain. Jika aku bisa memamerkan baju-baju rancangannku sendiri pasti akan menyenangkan, apalagi jika banyak yang memakainnya juga. Bukankah itu kedengaran sangat membanggakan Oppa ?” Tiffany berkata dengan sangat excited.

 

“Ya kurasa itu akan membanggakan, jadi Seorang Choi Siwon akan memiliki pasangan seorang Designer muda berbakat, Model cantik dan Hot Mama ?” Siwon berkata dengan seduktif sembari menggoda Tiffany dengan kerlingan nakalnya.

 

“YA! Oppa” Tiffany merona.

 

Tiffany sedikit gugup. Malam ini terasa sedikit aneh tapi Ia akui Ia memang akan selalu gugup jika dekat-dekat dengan kekasihnya itu. Choi Siwon memang sangat berbahaya.

Siwon juga merasakan kegugupan yang hampir sama, Ia sangat tidak sabar untuk melaksanakan rencananya. Dia berpikir apa kira-kira respon kekasihnya nanti. Siwonpun merasakan penasaran sama halnya dengan Tiffany.

 

Sementara Siwon berkonsentrasi menyetir Tiffany tidak henti-hentinya berbicara, Ia gugup dan penasaran jadilah Ia sangat cerewet!

 

“Jika aku ingin menjadi Designer ada baiknya aku kuliah diluar negri, kira-kira dimana tempat yang paling bagus ya ? Bagaimana jika Paris ?”

 

“Tiff kau tega meninggalkanku ?” Siwon berkata dengan sedikit sewot, Ia membebaskan Tiffany melakukan apapun yang disukainya, tapi jika harus pergi jauh meninggalkannya jangan harap Siwon mengijinkanya. Choi Siwon yang egois!

 

“Aku hanya pergi belajar Oppa bukan ke neraka! Aisshhh jinjja!” Tiffany berkata dengan sedikit kesal, sebenarnya Ia hanya menggoda Siwon, mana mungkin Ia rela berjauhan dengan kekasihnya.

 

“Aku tak bisa berjauhan darimu Tiff! Jangan harap aku akan memberimu ijin untuk pergi kesana!” Siwon berkata tegas.

 

“Ah sayang sekali” Tiffany pura-pura mengeluh.

 

Siwon menggenggam salah satu tangan Tiffany “Aku menyangimu Tiff, mengertilah”

Tiffany tersenyum lembut menanggapinya “Aku tau oppa”

 

Pegangan keduanya semakin erat, meskipun siwon sedang menyetir tapi itu tak menyulitkannya karena jalan yang mereka lalui cukup lurus dan lenggang.

 

Tapi sesaat kemudian, Brakkkk…………!!!!!!!!!!! Terlihat cahaya mobil lain yang menyilaukan didepan mobil yang ditumpangi mereka, terdengar teriakan Tiffany yang cukup kencang dan pegangan Siwon yang terasa semakin erat. Lalu semuanya Gelap!

 

 

 

****

 

 

 

Salah satu  resepsi penikahan termegah dan termewah saat ini tengah dilaksanakan di Ball Room Hotel bertaraf bintang 5 C&C Hotel. Para tamu undangan dari segala kalangan terpenting di Korea selatan menghadiri acara sakral tersebut, Para wartawanpun tak luput meramaikan suasana pada malam itu.

 

Dan sepasang pengantin yang tengah menjadi sorotan itu terlihat cukup serasi di atas pelaminan, Siwon dengan tuxedo hitamnnya terlihat gagah meskipun wajah tampannya menampakan sedikit gurat yang tak dapat dimengerti, disampingnya Stella kim dengan gaun putih menjuntai yang terlihat mewah dan mahal itupun terlihat sangat berbahagia.

 

Ya. Pernikahan itu adalah pernikahan anatara seorang pengusaha sukses Siwon Choi dengan seorang pewaris tunggal salah satu perusahaan terbesar di Korea Kim Enterprise, Stella Kim.

 

 

 

****

 

 

 

Ditempat yang berbeda dimalam yang sama dengan pernikahan Siwon.

Tiffany masih tetap tertidur dengan damai, tetap cantik meskipun dengan berbagai alat bantu menempel pada tubuhnya, sudah 4 minggu sejak kecelakaan itu terjadi mata indahnya masih enggan untuk terbuka.

 

“Eonni bangunlah, apa kau tidak merindukanku eoh ?”

 

“Aku membawakan bunga mawar pink kesukaanmu eonni, apa kau ingin memcium baunya ? Hmmm Bunga ini benar-benar sangat harum.”

 

“Aku juga membawa camilan favoritmu, ayo kita makan bersama eonni!”

 

“Bangunlah eonni, kumohon! Aku merindukanmu.”

 

Air matanya lolos begitu saja, Krystal tak dapat menahan isak tangisnya, sambil membungkam mulutnya Ia berbalik dan meninggalkan Tiffany menuju pintu keluar.

 

 

 

****

 

 

 

“Siwon Oppa harus tau keadaan Tiffany Eonni! Bagaimana mungkin Ia bisa melakukan ini pada Eonni.” Krystal terlihat sangat gusar, Ia menyayangi Tiffany layaknya seorang kakak kandung, Krystal adalah junior Tiffany. Mereka bernaung dibawah Agensi yang sama, Tiffany mengajarkan banyak hal kepada Krystal tentang dunia Modeling sesuai dengan pengalamannya. Bagi Krystal Tiffany adalah peri penolongnya. Disisi lain Tiffany pun sangat baik dan Sifat kekanakan Krystal membuat Tiffany sangat menyayanginya.

 

“Aku sudah menghubunginya, hingga detik inipun aku masih terus menghubunginya meskipun tak ada jawaban, ponselnya tidak aktif. Aku dan Manager Oppa mendatangi kantornya, Ia tak ada disana, aku mendatangi rumahnya Ia pun tak ada disana, Dia ada tapi seperti menghilang, seluruh akses untuk aku menghubunginya seolah tertutup, aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya” Manager eonni mencoba menjelaskan kepada Krystal keadaan yang Ia hadapi selama Tiffany koma.

 

“Sejak hari kecelakaan itu aku bahkan tidak lagi melihatnya, meskipun dilarikan ke rumah sakit yang sama tapi nama Siwon tak terdapat dalam daftar pasien dirumah sakit ini, akupun tak tau bagaimana keadaannya, sampai berita pernikahannya muncul dan kulihat sepertinya Ia baik-baik saja” Kwon Yuri, manager Tiffany berkata dengan raut bingung dan pandangan menerawang.

 

“Aku yakin ada yang tidak benar terjadi disini, Siwon Oppa tidak mungin melakukannya dengan sengaja” Krystal sedang berasumsi dengan pikirannya sendiri.

 

“Entahlah aku benar-benar kebingungan dengan situasi saat ini, aku berharap ini hanya mimpi, tapi ini bukan mimpi, 4 minggu adalah waktu yang cukup lama untuk kita tersadar bahwa Tiffany tak juga membuka matanya, ini bukan mimpi.”

 

Krystal dan Manager Kwon Yuri itu terdiam, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

 

 

 

****

 

 

 

Tak ada bulan madu atau semacamnya untuk pasangan pengantin baru ini, setelah selsai acara resepsi mereka pergi menuju kediaman keluarga Choi. Siwon tak menghabiskan malam didalam kamar sebagaimana pengantin  baru pada umumnya, Ia justru pergi menuju ruang kerjanya dengan alasan ada pekerjaan yang harus Ia selsaikan secepat mungkin. Stella hanya bisa pasrah dan mencoba memberikan pengertiannya.

 

Siwon tengah melamun sembari duduk bersandar di atas kursi kerjanya. Ia merasa ada yang aneh dengan perasaannya, sebagai pria yang baru saja melangsungkan pernikahan Ia sama sekali tak merasakan bahagia, justru rasa khawatir mendominasi perasaannya saat ini, apa yang Ia khawatirkan sebenarnya ?

Seakan sedang memiliki beban pikiran yang berat kepala Siwon berdenyut dengan kencang seakan siap meledak.

 

Ia dan Stella memang dekat, mereka berteman sejak mereka kecil karena Ayah Siwon dan Ayah Stella juga berteman baik, tapi seingatnya Ia tak pernah menjalin hubungan special dengan Stella, Ia menganggap Stella seperti adiknya sendiri, lalu mengapa mereka menikah ?

 

Seperti puzzle yang belum terangkai, seperti itu jugalah yang ada dalam pikiran Siwon saat ini, Ia bahkan tak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Ia seperti melupakan sesuatu!

 

 

 

****

 

 

 

Sementara disis lain di dalam kamar Siwon, Stella sama sekali tak dapat memejamkan matanya, kamar pengantin itu terlihat sepi dengan hanya ada dirinya sendiri meratapi kesendiriannya.

 

“Oppa aku tak akan membiarkanmu pergi lagi!”

“Kau harus tetap disisiku, bersamaku!”

 

 

****

 

 

 

“Tiff …….”

“Apa yang harus kulakukan ?”

“Tidakah ada aku, Manager Oppa dan Krystal disini cukup untukmu ?”

“Apa kau tidak merindukan kami ?”

 

“Aku tidak tau apa yang kau butuhkan lagi Tiff, katakanlah, aku akan mencarikannya untukmu, dengan senang hati, aku berjanji tak akan mengeluh lagi jika kau punya permintaan yang sulit.”

“Aku akan mengantarkan mu kemanapun kau mau, sekalipun itu jauh aku tak akan menolaknya lagi, jadi katakanlah Tiff, kita akan pergi bersama bertiga dengan Manager oppa. Jadi bangunlah” Yuri mencoba berkata dengan semangat meskipun sebenarnya dia hampir putus asa.

 

“Aku merindukan sup asin buatanmu Tiff.”

“Oppa akan mengajarkanmu bersepeda jika kau sudah bangun nanti.”

“Aku akan membiarkanmu memakan ramen meskipun esoknya kau harus bekerja, kita akan makan ramen sepuasnya, aku tak akan mengejekmu gendut lagi”

“Kita juga harus pergi berlibur Tiff, bagaimana jika Jepang ?” Manager Lee Donghae berbicara sambil menatap nanar pada Tiffany.

 

Tak ada respon apapun, tak ada gerakan apalagi jawaban.

 

Setiap harinya itulah yang dilakukan oleh manager Tiffany, Tiffany memiliki 2 manager yang menemaninya ketika bekerja sekaligus menjadi teman bahkan sudah seperti keluarga, Manager Kwon Yuri merangkap sebagai Make up Artistnya sekaligus Stylist’nya, Sementara Manager oppa yang bernama Lee Donghae merangkap sebagai Supir pribadinya sekaligus pengawal untuk Tiffany. Telah banyak waktu yang mereka lalui bersama, ke 2 Manager itu telah sangat menyayangi Tiffany.

 

Krystal juga selalu datang jika Ia tak ada pekerjaan , menghabiskan waktu istirahatnya dengan menemani Tiffany, mengajaknya berbicara maupun membacakan buku untukmya.

 

“Selsai! Ini sudah buku ke 3 yang kubaca eonni, bagaimana menurutmu ?”

“Buku yang mana yang paling kau suka?”

“Ish kenapa kau mendiamiku begitu lama eonni ?” Krystal berkata dengan sedikit kesal sambil memanyunkan bibir tipisnya. Dalam hatinya Ia sangat merindukan Tiffany yang cerewet.

“Hmmm baiklah, sepertinya tak ada yang kau suka tapi aku akan tetap membacakan buku berikutnya.”

 

Dan dari sekian banyak topik pembicaraan yang dibicarakan Manager Kwon, Manager Lee maupun Krystal, tak ada yang pernah berani menyebut nama Siwon.

Mereka tau tau mengapa, hanya saja mereka seperti merasa ‘takut’.

Apakah mungkin dalam tidur panjangnya Tiffany mencari pria itu ?

 

 

Tiffany memang tak memiliki siapapun kecuali 2 Managernya dan Siwon juga Krystal. Bukan Ia tak punya keluarga hanya saja keluarganya sudah punya kehidupan masing-masing.

Tiffany terlahir sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara, ketika Ia dilahirkan Ibunya mengalami pendarahan hebat, untuk itu nyawanya tidak dapat diselamatkan, Tiffany sudah menjadi piatu sejak Ia dilahirkan.

Sementara itu ketika usianya yang ke 12 Tiffany mengalami kecelakaan tragis bersama sang Ayah dan menyebabkan Ayahnya meninggal.

Tiffany menjadi Yatim Piatu.

Semejak itulah kegelapan dikehidupan Tiffany dimulai, Kedua kakanya seolah menyalahkannya atas kepergian orang tua mereka, karena ketika kecelakaan terjadi Tiffany lah yang merengek meminta sang Ayah untuk pergi makan malam di Restoran kesukaannya.

Dan ketika Ia dilahirkan Ibunya bahkan harus meregang nyawa.

Tiffany yang ketika itu masih kecil hanya bisa menangis dan menangis, tapi tak ada yang peduli dan memperhatikannya lagi, luka-luka diseluruh tubuhnya akibat kecelakaan itu bahkan tak sebanding dengan rasa sakit dihatinya, kedua orang tuanya kini telah tiada dan kedua kakanya mendiaminya.

Sibungsu yang selalu dimanja sekarang menjadi sibungsu yang malang.

 

Setelah kejadian itu Tiffany dan kedua saudaranya memang tak lagi dekat, tapi yang sebenarnya memang mereka bahkan tidak pernah benar-benar dekat.

Dan jurang perpisahan terjadi ketika kakak pertamanya Michelle Hwang yang lebih tua 10 tahun dengan Tiffany akan dinikahi oleh kekasihnya seorang pria berkebangsaan Amerika, teman semasa kecil Michelle. Dan Michelle memilih pergi untuk memulai hidupnya yang baru, jauh dari kedua adiknya. Jauh dari masa lalu kelamnya.

Tiffany dan kedua kakanya memang lahir di Amerika karena Tn. Hwang bekerja disana, Tapi ketika Tiffany berusia 10 tahun Keluarga Hwang pindah kembali ke Korea.

Lalu tak lama kemudian Leo Hwang, kaka kedua Tiffany mendapatkan Beasiswa untuk berkuliah di Belanda, Leo mengikuti jejak Michelle untuk meninggalkan masa lalu yang kelam karena kehilangan kedua orang tua mereka dan memulai hidup yang baru dan tanpa ada Tiffany Hwang didalamnya.

Tiffany kembali ditinggalkan dan dia benar-benar sendirian ketika itu.

Tiffany berjuang mencoba bertahan hidup dalam kesendiriannya, Ia memang tidak kekurangan materi, setidaknya deposito peninggalan orang tuanya masih cukup untuk membiayainya hingga Ia lulus kuliah, selain itu masih ada rumah yang Ia tinggali, tapi ia kesepian.

Ia bahkan belum lancar berbahasa Korea, selain sendirian dan kesepian Tiffany juga merasa dirinya sebagai orang Asing di negara asalnya sendiri.

Kehidupan yang dijalani Tiffany ketika itu adalah kehidupan yang monoton, membosankan dan menyedihkan.

Tapi kemudian seorang Tiffany yang mulai beranjak remaja mempunyai tekad bahwa dia tidak ingin sendirian dan kesepian lagi, Ia tidak ingin hanya meratapi kesedihan dan kesepiannya, Ia ingin membuat kedua orang tuanya bangga meskipun keduanya tak lagi disisinya. Ia juga ingin membuktikan bahwa Ia bisa hidup mandiri meskipun Michelle dan Leo pergi meninggalkannya.

Seorang Tiffany Hwang tidak boleh ditinggalkan lagi!

Dan saat ini terbentuklah Tiffany Hwang yang mandiri juga ambisisus.

Itulah kenapa Ia memilih menjadi seorang model, selain karena Tiffany memang cantik Ia juga ingin Dunia tau bahwa dia bukanlah gadis yang malang lagi! Untuk itu Ia sangat berusaha keras agar namanya Tiffany Hwang menjadi besar dan terkenal, Ia benci ditinggalkan Ia lebih suka diperhatikan!

 

 

****

 

 

Krystal berjalan pelan dan anggun saat menghampiri salah satu meja di kafe dekat rumah sakit itu.

“Semua mata tertuju padamu Krys” Yuri berkata dengan sedikit terkekeh saat Krystal duduk dihadapannya.

“Tentu saja begitu eonni, aku adalah seorang model yang sedang naik daun!” Krystal berbicara dengan sangat pelan seperti sebuat bisikan.

Keduanya tertawa ringan.

Gadis dengan rambut lurus itu membuka kacamata hitamnnya seraya bertanya pada Yuri “Kenapa kau menyuruhku kemari eonni ? Bagaimana dengan Tiffany eonni ?”

“Dokter memeriksa keadaannya tadi pagi, dia harus beristirahat. Kita tak boleh terus mengganggunya.”

“What ? Ah aku benar-benar tidak mengerti. Tiffany eonni sudah beristirahat sejak lebih dari 1 bulan lalu, apalagi yang perlu di istirahatkan sebenarnya ? Dia sudah saatnya untuk bangun dan beraktifitas kembali seperti dulu. Dan aku tak pernah merasa menganggunya! Dokter itu berlebihan, bukankan dia yang menyuruh kita untuk sering-sering mengajaknya berbicara ? Aisshh jinjja!!”

Gadis itu berbicara cepat seperti tanpa jeda dengan tatapan yang dibuat-buat seolah sinis.

“Molla, Dokter mengatakan keadaan Tiffany membaik meskipun belum ada tanda-tanda bahwa Ia akan segera bangun. Tak ada masalah dengan seluruh organ-organ vital ditubuhnya, semua lukanya sembuh seiring berjalalannya waktu dan perawatan dari para Dokter yang terus memantau kondisinya. Tapi Ia tertidur seolah itulah yang Ia inginkan, dan Ia belum ingin untuk terbangun.” Yuri berbicara begitu serius membuat Krystal mendengarkannya juga dengan serius.

Krystal berpikir sejenak. Ah dia tau sesuatu.

“Eonni! Apakah Tiffany eonni tidak memiliki keluarga ? Mungkin saja Ia ingin dijenguk oleh keluarganya.”

Yuri terdiam sejenak, Ia sedang mengingat-ngingat sesuatu.

“Entahlah, yang aku tau Tiffany tidak memiliki Orang tua, kedua orang tua Tiffany meninggal sejak dia masih kecil. Tiffany tidak pernah menceritakan bagaimana detailnya. Kau taukan dia begitu tertutup dan tak mau berbagi banyak tentang kehidupan pribadinya.”

“Ah kenapa Tiffany eonni begitu misterius.”

“Majja-yo, Tiffany begitu misterius. Kenapa aku baru menyadarinya setelah 5 tahun bekerja dengannya ?”

“Aigoo! Kau bahkan baru menyadarinya ketika aku mengatakannya eonni!” Krystal sedikit berbangga diri karena hal itu, Yuri memberikan tatapan tidak sukanya dengan matanya yang menyipit. Krystal lalu tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya.

“Tapi apakah mungkin dia tidak punya saudara dekat eonnie ?”

“Hufftt.. aku benar-benar merasa sangat bodoh saat ini. 5 tahun bekerja padanya tapi aku tak tau banyak tentang kehidupannya, aku jadi merasa Tiffany adalah orang asing.”

“Nado eonni, setelah dipikir-pikir semenjak aku mengenalnya aku hanya tau tentang kehidupannya sebagai Model, Duo Manager yang selalu membuntutinya, dan Siwon Oppa yang selalu dia banggakan itu.”

 

Hening sesaat

 

“Choi Siwon..” Keduanya berkata serempak ketika menyebutkan nama Choi Siwon. Krystal menutup mulutnya sesaat karena Ia menyebut nama Siwon terlalu kencang membuat Ia kembali jadi pusat perhatian orang-orang di meja lain. “Ups…..”

Yuri melotot sesaat pada krystal lalu wanita itu menyenderkan tubuhnya lemas pada sandaran kursi dan matanya menerawang “Apakah yang kita pikirkan sama Krys ?”

“Kurasa ya eonni”

“Tiffany menginginkan Siwon”

“Ya eonni, mungkin dalam tidurnya Tiffany eonni mencari Siwon Oppa. Kekasihnya yang tak kunjung datang menjenguknya”

“Dia sudah menikah Krys, dia Suami orang lain saat ini!”

 

 

 

****

 

 

 

“Aboniem aku sangat takut, bagaimana jika siwon oppa kembali mengingat semuanya ?”

Stella mengungkapkan kegelisahannya kepada sang Ayah mertua, Tn. Choi.

 

“Tenanglah nak Siwon tidak mungkin mengingat kembali secepat itu” Ayah Siwon menanggapinya dengan cukup tenang.

 

“Tapi Aboenim saat ini dia bahkan seperti mengasingkanku, Aku merasakan bahwa dia seperti berpikir bahwa ada sesuatu yang tak benar terjadi dengannya, aku takut dia meninggalkanku lagi”

 

“Nak, setidaknya saat ini kau telah menjadi istrinya, dekatilah ia untuk mengenang masa-masa kedekatan kalian dulu buatlah Ia melupaka ingatan tentang wanita itu bukan sementara, tapi untuk selamanya.”

“Jangan bersedih lagi, kau sudah kuanggap seperti putri ku, sejak dulu sudah seperti itu. Sekarang kau jadi menantuku, kami akan selalu ada dipihakmu.”

 

“Nde Aboenim aku mengerti.”

Stella menumpahkan semua keluh kesah yang Ia rasakan pada ayah mertuanya itu, saat ini Ia terlalu takut bahkan hanya untuk sekedar mendekati Siwon, karena dengan terang-terangan Siwon menghindarinya.

 

 

Dibalik pintu nyonya Choi, Ibu Siwon yang tadinya akan masuk untuk menemui suaminya mengurungkan niatnya, Ia tetap berdiri disitu sambil mendengarkan percakapan Stella dan suaminya. Ia hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.

Dalam hati Ia berucap “Semoga Tuhan selalu melindungumu nak!”

 

 

****

 

 

 

Yang terjadi sebenarnya adalah Siwon memang kehilangan sebagian ingatannya, ini terjadi karena pada saat kecelakaan Ia mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepalanya. Beruntunglah karena ini tidak bersifat permanen, Ingatannya akan kembali meskipun dalam jangka waktu yang tidak dapat dipastikan.

Entah apa yang direncanakan Tuhan untuk Kehidupan Siwon dan Tiffany sebenarnya, dari 30 tahun yang telah Siwon lalui untuk hidup di dunia, kenapa harus ingatannya tentang Tiffany yang Ia lupakan ?

Pasca kecelakaan Siwon langsung dipindahkan kerumah sakit yang berbeda dengan Tiffany oleh Ayahnya. 3 hari kemudian Ia tersadar dengan meninggalkan memory indah dengan Tiffany entah dimana. 3 minggu Ia beristirahat total, lalu Pernikahan dipersiapkan. Meski merasa aneh dengan perkataan Ayahnya yang mengatakan bahwa Ia dan Stella tengah mempersiapkan pernikahan sebelum kecelakaan terjadi tapi Siwon tetap menurut. Ia tidak dalam kondisi baik untuk melawan atau menentang sang Ayah. Dan Tn. Choi memanfaatkan hal itu dengan baik.

Siwon lalu dinyatakan sembuh total dan menikahi teman masa kecilnya itu. Tapi Siwon menjalani hidupnya dengan tidak tenang, Ia tak tau mengapa tapi Ia mencoba berpikir dengan cukup keras, mencari tau apa yang Ia khawatirkan, apa yang telah dilewatkan olehnya, apa yang telah di tinggalkannya!

Siwon merasa sangat penasaran, meskipun kepalanya akan terasa pusing dan membuatnya kesakitan setiap kali mencoba mengingat-ngingat sesuatu tapi Siwon tidak peduli Ia terus berpikir dan berpikir. Hatinya bahkan terasa nyeri setiap dia merasa mengingat sesuatu tapi Ia tak bisa mengetahui hal apa itu.

Bagaikan bermain puzzle, Siwon mencoba mencari potongan-potongan petunjuk untuk menemukan jawabannya.

 

Keesokan harinya Siwon pergi bekerja ke kantornya, Ayahnya sebetulnya melarang Ia pergi karena Ia baru 1 minggu menikah dan bahkan menolak pergi untuk berbulan madu. Ayahnya menyarankan untuk Siwon menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan Stella. Tapi Siwon menolak. Satu minggu sudah cukup untuknya mengerjakan semua pekerjaan kantornya dirumah.

 

Saat tiba di kantornya, pekerjaan mencari jawaban atas kegelisahannyalah yang Ia cari, Ia mengacak-ngacak seluruh isi diruang kerjanya, laci-laci, rak-rak, meja kerja, dan yang lainnya. Ia sangat teliti berharap mendapatkan sesuatu.

Dan ya Siwon mendapatkannya!

 

Siwon memperhatikan satu persatu setumpuk majalah yang Ia temukan disalah satu rak tempat Ia menyimpan dokumen-dokumen penting perusahannya.

 

Tiffany Hwang.

Itulah nama yang tertera dalam Cover majalah-majalah tersebut, Cantik! Pikir Siwon.

Untuk apa Ia menyimpan banyak majalah-majalah berbeda tapi dengan satu wajah cantik yang menghiasi sampulnya? Ia bahkan menempatkan majalah-majalah tersebut di rak yang menyimpan dokumen-dokumen penting perusahaannya. Isi dalam majalah-majalah tersebut bahkan kebanyakan membahas tentang wanita, kecantikan dan fashion wanita. Tak ada yang menarik untuk Siwon kecuali wajah cantik gadis bernama Tiffany Hwang itu.

 

Majalah ELLE , Cosmopolitan , Allure , Oh Boy! , Ceci , Marie Claire , Beauty+ , 1st Look , InStyle , W Korea , Singles , The Celebrity , Grazia , High Cut , Maps , Dazed , Nylon , Vogue Girl dan beberapa majalah lainnya kini tengah berserakan diatas meja dengan hanya dipandangi oleh Siwon , sejak 30 menit lalu Ia bahkan tak dapat mengalihkan matanya dan hanya terfokus pada wajah yang menghiasi sampul majalah-majalah itu. Hatinya menghangat, Ia seperti menemukan harta karun yang dengan susah payah dicarinya. Majalah itu adalah bagian dari potongan puzzle yang Ia cari!

 

Siwon mulai mengetahui apa yang terjadi disini!

 

Siwon tau apa yang salah pada dirinya selama 5 minggu kebelakang yang membuat hidupnya seakan tidak tenang!

 

Ia tau penyebabnya!

 

Dan sekarang..

 

Siwon juga tau apa yang harus Ia lakukan!

 

 

 

 

To Be Continue…

 

 

 

 

{Jika komentar dipart ini mencapai 100. Part selanjutnya diusahakan agar lebih cepat}

See you………

 

 

 

 

77 thoughts on “(AF) No Good In Good Bye Part 2

  1. Ceritaaanya ternyataa sedih gini yaaa. Kasian tiffany. Apaa skrg tiffany masih ga tau kalo siwon udah punyaa istri? Makin penasaran kelanjutannya. Ditunggu yaa thor. Ceritanya bagus

  2. yaampun….. lagi genting2 nya kok TBC?? okelahh next yathor, ni ff yg aku tunggu2… apa fanny ga tau ya kalo sebenernya siwon dah nikah?

  3. Entah kenapa aku ngerasa posisi Tiffany di sini jadi posisi Jessica di FF Secret (diposting di blog ini juga), tapi bedanya di FF itu Siwon gak berpaling lagi ke masa lalunya sih. Berharap semoga semuanya bisa diatasi & SiFany berakhir dengan jalan yg terbaik.

  4. Oh stella toh istrinya siwon , trus siwon dimanfaatin nih , astaga nggk kbyng bgt, bnr” keren critanya walaupun bru pertma buat ff tpi udh memuaskn, pokoknya ditunggu klnjutnnya, smga sifany berstu ya🙏🙏

  5. akhirnya, jelas sudah alasan kenapa mereka phnya hubungan dibalik peenikahan siwon, tapi jadi penasaran gmana nasib akhir perjuangan cinta sifany dsini, ditunggu next part nya thor

  6. jadi sumber dari semua ini itu grgr siwon oppa amnesia saat itu n.n miris banget eohh, siwon oppa disuruh meniksh dg stella oleh appanya. ah pasti krn appanya tidak menyukai tiff unnie~hft apakah wonppa yg mmbuat tiff unnie sadar? dan tiff unnie tau ga soal semua itu? hngg~ jahat sekali ya-.- ditunggu next partnya adminim,hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s