(AR) The Beautiful Suspects Part 5

The Beautiful Suspects Part 5

SIFANY_TBS_POSTER2

The Beautiful Suspects Part 5

Author: Youngwonie

Cast:

Choi Siwon |Tiffany Hwang

Supported cast:

Jessica Jung | Lee Donghae | Cho Kyuhyun | Im YoonA | Lee Hyukjae | Kim Taeyeon

| Oh Sehun | Krystal Jung

Genre: Mystery, Action, Soft Romance

Rating: PG 17

Length: Chaptered

Disclaimer: The cast are belong them self, but the story is mine. Don’t be a plagiator. Enjoy this story and don’t forget to comment. Your comment is oxygen to my finger and heart to write.

Warning: Typo

—The Beautiful Suspects—

 

Flashback.

Jessica menatap benda berbentuk tali di tangannya.Ia mendapatkan benda itu dari supir Kim yang mengira benda itu adalah miliknya yang tertinggal di mobil kakaknya. Karena Jessica juga mempunyai benda yang sama seperti itu yang sering dipakainya di tangannya. Benda itu adalah gelang yang dibuat khusus dengan inisial ‘Jetiyul’ yang menjadi lambang ikatan persahabatan dirinya, Tiffany dan Yuri.Dan gelang itu hanya dimiliki oleh mereka bertiga.Jessica sempat heran saat supir Kim memberikan gelang itu padanya karena dia tidak merasa kehilangan gelangnya. Gelang miliknya selalu ia pakai kemanapun, bahkan saat mandi. Saat ia menanyakan pada Tiffany, gadis itu juga tidak kehilangan gelangnya. Tiffany masih memakainya saat terakhir Jessica melihatnya.Berarti pemilik gelang itu adalah Yuri.Tapi bagaimana bisa gelang Yuri tertinggal di mobil kakaknya?Ada yang salah di sini, dan Jessica harus segera mengetahuinya.

“Kita sudah sampai, nona.”Ucap supir Kim mengingatkan saat mereka sudah sampai di tempat tujuan Jessica, Rumah Yuri.

Jessica menaruh gelang milik Yuri di saku jins-nya. Lalu ia turun dari mobil dan berjalan ke depan ke sebelah pintu kemudi.

“Ahjusshi tidak usah menungguku.Aku akan pulang naik taksi.”Ucapnya pada supir Kim.

“Baik, nona.”

“Dan—jangan beritahu kakakku kalau aku memaksa Ahjusshi menceritakan kejadian malam itu.”

Supir Kim mengangguk paham.Ia pun pamit pada Jessica untuk kembali ke rumah keluarga Jung. Jessica berbalik setelah supir Kim pergi.Ia menatap rumah sederhana milik orang tua Yuri di depannya. Ia pun berjalan ke depan rumah itu dan mengetuk pintunya. Ibu Yuri yang membukanya.Ia memberi salam pada Nyonya Kwon dan memberitahu maksud kedatangannya untuk bertemu Yuri. Jessica disambut baik oleh ibu Yuri dan dipersilahkan masuk menemui Yuri di kamarnya.

Jessica naik ke kamar Yuri yang berada di lantai dua.Saat itu pintu kamar Yuri terbuka.Dari luar Jessica bisa melihatnya sedang belajar dengan serius.Ujian memang sudah dekat.Tapi Yuri sedang diskors karena kasus kehamilannya.

“Yul,” panggil Jessica.

Yuri menoleh ke belakang.Jessica sedang berjalan mendekat ke kursinya.

“Kenapa kau kemari?” tanya Yuri.

“Apa aku tidak boleh mengunjungi temanku?”

“Aku baik- baik saja, Jessie.Kau tidak perlu khawatir.”

“Bagaimana kau bisa bilang baik- baik saja?Kau hampir dikeluarkan dari kampus. Cita- citamu menjadi seorang pengacara hebat akan kandas. Apa yang akan kau lakukan?”Jessica hampir menangis terbawa emosi.Ia sedih melihat Yuri yang selalu berusaha keras mengejar cita- citanya terpuruk seperti itu.

“Aku memang akan dikeluarkan dari Kyunghee. Tapi masih banyak universitas lain yang akan menerimaku. Aku akan mengajukan beasiswa ke universitas di luar negeri yang tidak akan mempermasalahkan kehamilanku.”

“Lalu bagaimana dengan bayimu?”

Yuri mengusap perutnya yang masih rata dengan kasih sayang.

“Aku akan membesarkannya sendiri.”

“Tidak.Kau tidak boleh melakukannya, Yul. ”

“Apa maksudmu Jessie?”

“Kau harus menggugurkannya.”

“ Aku tidak akan membunuh darah dagingku sendiri.”

“Kau harus menyingkirkannya sekarang atau setelah dia dewasa nanti dia akan menderita karena disebut sebagai anak pelacur.”

Plak!!!

Yuri menampar Jessica karena pernyataannya.

“Kenapa kau menamparku? Aku benar kan? Kau sama saja seperti ibuku yang menjadi wanita simpanan orang kaya untuk mendapatkan uang mereka.”

“Jaga mulutmu Jessica Jung!”

“Aku tahu siapa ayah anak itu, Yul.”

Jessica mengeluarkan gelang milik Yuri dari saku jins-nya.

“Supirku menemukan ini di mobil kakakku. Ini milikmu kan?”

Yuri terbelalak.

“Supirku memberitahu kalau dia mengantarmu dan kakakku ke hotel.”

Yuri membeku.

“Pria itu kakakku kan? Jung Woohyun. Dia yang menghamilimu bukan?Karena itu kau tidak bisa menuntutnya untuk bertanggung jawab.” cecar Jessica.

“Dengar, Yul. Aku hanya tidak ingin anakmu bernasib sama sepertiku. Meskipun dia dibesarkan seperti tuan putri, status anak simpanan akan tetap melekat pada dirinya.”Jessica memegang pundak Yuri dan menatap gadis itu dengan matanya yang berkaca- kaca.

“Gugurkan kandunganmu secepatnya.”

***

 

“Yuri tidak pernah cerita soal laki- laki itu?”

Tiffany menggeleng.

“Aku benar- benar tidak tahu kalau dia memiliki pacar atau laki- laki yang sedang dekat dengannya. Dia tidak pernah cerita padaku atau Jessica.”

Kyuhyun mengusap rambutnya karena frustasi.

“Kalau saja aku menemukan lelaki bejat itu.” geram Kyuhyun.

Mereka berdua berada di kantin kampus untuk makan siang. Tapi sejak sampai di tempat itu mereka tidak menyentuh makanan mereka sama sekali.

“Aku akan bertanggung jawab atas kehamilan Yuri.”Ucap Kyuhyun tiba- tiba.

Tiffany membulatkan matanya. Kyuhyun tidak serius dengan ucapannya barusan kan?

“Aku sungguh- sungguh. Dengan cara itu Yuri tidak akan dikeluarkan dari kampus. Aku akan menikahinya dan menanggung biaya kuliahnya.” Lanjut Kyuhyun.

“Kau gila!” timpal Tiffany.

“Kita tidak punya cara lain untuk menyelamatkannya. Lagi pula dengan cara itu aku bisa menunjukkan pada Yuri betapa aku sangat menyayanginya.”

“Apa kau tidak memikirkan keluargamu?Bagaimana perasaan mereka nanti?”

“Aku akan bicara pada orang tuaku.Mereka pasti akan mengerti.”

“Oke, mungkin keluargamu akan mengerti.Lalu, bagaimana dengan karirmu? Skandal seperti ini akan merugikanmu suatu saat nanti. Saat kau sudah menjadi pengacara terkenal, masalah ini akan membebanimu, Kyu.”

“Aku tidak perduli.”

“Tapi aku perduli.”Suara Tiffany meninggi.

“Kau tidak perlu mengorbankan dirimu untuknya.Ini adalah konsekuensi yang harus diterimanya karena kesalahannya sendiri.” tambahnya.

Kyuhyun menatap heran pada sikap Tiffany.Ia pikir Tiffany akan mendukung keputusannya. Tapi nyatanya gadis di depannya itu marah dan menyalahkan Yuri.

“Aku sudah menghubungi ayahku di LA.Aku meminta bantuan padanya untuk mencarikan universitas yang bisa menerima Yuri di sana.” ucap Tiffany melembut.Menyadari tatapan menghakimi dari Kyuhyun.

“Berarti dia harus pergi dari sini?”

“Itu  satu- satunya jalan untuk menyelamatkannya, Kyu. Aku juga menyayanginya.Tapi aku tidak ingin ada yang berkorban di antara kita.Terutama kau. Karena—“

“Karena apa?”

“Aku mencintaimu.Aku tidak ingin kau melakukan hal bodoh yang akan menyulitkan dirimu sendiri.”

Kyuhyun tertegun.‘Aku salah dengar kan? Tiffany bilang dia mencintaiku?’Ucap batinnya.

Tiffany menunduk lalu membuang tatapannya ke arah lain.

Mian.Seharusnya aku tidak mengatakannya di saat seperti ini.”

Tiffany berdiri lalu pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun.

***

 

Sidang dewan kampus baru saja selesai.Yuri positif dikeluarkan dari Kyunghee. Tiffany, Kyuhyun dan Jessica menunggunya di depan ruang sidang. Yuri keluar dengan wajah datar.Tidak ada kesedihan dan ketakutan di matanya.Ia benar-benar sudah siap dengan keputusan yang dijatuhkan padanya.Berbeda dengan Tiffany dan Jessica. Sadar akan kehilangan sahabatnya itu, keduanya langsung memeluknya. Mereka bertiga menangis sambil berpelukan.Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menatap mereka dari tempatnya berdiri.Ia buru- buru menghapus setetes air mata yang lolos dari pelupuk matanya. Seandainya dia seorang wanita, mungkin Kyuhyun sudah bergabung bersama Tiffany, Yuri dan Jessica.Ia pun diam- diam pergi dari tempat itu. Ketiga sahabatnya tidak boleh melihatnya menangis.Ia harus terlihat tegar di depan tiga wanita yang sangat disayanginya itu.

 

“Tinggallah semalam lagi di sini.”Pinta Tiffany saat mereka bertiga sudah berada di kamar asrama. Yuri sedang membereskan barang- barangnya yang akan dibawa pulang ke rumahnya.

“Tiff benar.Menginaplah di sini untuk yang terakhir kalinya.Biarkan kami melepas rindu padamu sebelum kau meninggalkan asrama ini.” sambung Jessica.

“Kalian bersikap seperti aku akan mati saja.Walaupun aku tidak berada di asrama ini, kita masih bisa berkumpul di rumahku. Kalian akan mengunjungiku kan?” jawab Yuri.

Gadis itu kelihatan lebih tenang daripada Tiffany dan Jessica.

“Tentu saja. Kami akan sering mengunjungimu. Iya kan, Jessie?”

Jessica mengangguk setuju.

“Terima kasih karena selama ini sudah menjadi sahabat yang baik.Aku pasti akan merindukan kalian. Saat aku tidak ada, kalian harus saling menjaga satu sama lain.” Ucap Yuri lagi.

“Sekarang kau yang bersikap seperti ingin mati.” Cibir Jessica.

Mereka tertawa. Walaupun di hati mereka menyimpan kesedihan yang sama, mereka saling menguatkan satu sama lain. Untuk terakhir kalinya mereka bertiga tidur di asrama itu.Benar- benar yang terakhir. Karena keesokan harinya, Tiffany dan Jessica terbangun karena suara ribut- ribut di depan kamar mereka.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan pintu terdengar beberapa kali dan sangat tidak sabaran.Tiffany yang terjaga karena berisik dengan malas melangkah ke pintu.

“Nyonya Yoon?” Matanya mengerjap kaget dengan kedatangan kepala asrama.Kesadarannya langsung terkumpul.Ia pun membungkukkan badan dan memberi salam.

“Selamat pa—“

Ucapan salam Tiffany langsung dipotong oleh Nyonya Yoon.

“Tiffany, Yuri—“

Tiffany mengernyit.Ia heran melihat Nyonya Yoon yang memasang wajah sedih dan berusaha menahan tangisnya.

“Ada apa?” tanya Tiffany. Masih belum mengerti.

“Tiff, siapa yang mengetuk pintu pagi- pagi?”Jessica muncul dari dalam kamar.Ia sama kagetnya dengan Tiffany ketika melihat Nyonya Yoon berdiri di depan kamar mereka.

“Yuri ditemukan tewas di depan asrama.”

Kalimat terakhir Nyonya Yoon seperti menghipnotis Tiffany dan Jessica.Keduanya terpaku menatap wanita tua yang berdiri di hadapan mereka.

 

Flashback end.

***

 

Malam itu pelataran Universitas Kyunghee sangat ramai.Mobil- mobil mewah bergiliran masuk ke area parkir.Termasuk Bentley Continental milik Siwon yang berada tepat di belakang BMW M3 miik Tiffany. Siwon dan YoonA turun setelah memarkir mobilnya di antara deretan mobil undangan yang lain. Saat itu Tiffany juga baru turun dari mobilnya.Siwon dan YoonA berpapasan dengan Tiffany sebelum masuk ke dalam aula tempat pesta itu berlangsung.

Siwon mengenakan tuxedo hitam dengan kemeja putih di dalamnya serta dasi kupu- kupu. Sedangkan YoonA  mengenakan gaun berwarna biru tanpa lengan sepanjang mata kaki. Serta sepatu berwarna senada dengan gaunnya.YonnA tampak anggun dengan mengikat rambut panjangnya.Ia membungkuk hormat pada Tiffany saat mereka bertatapan.

Annyonghasseo, Sunbaenim.” Sapanya.

Tiffany  tersenyum ramah pada YoonA. Ia masih ingat pada YoonA yang pernah membantunya dalam beberapa acara amal yang diadakan di kampus dulu.

Annyeong, YoonA-ssi.”Balasnya.

Malam itu ia mengenakan gaun lengan pendek berwarana maroon perpaduan brokat dan satin sepanjang mata kaki.Rambut hitamnya disanggul ke atas dengan rapi. Make up tipisnya dipadukan dengan lipstick berwarna merah. Dan sepasang stiletto yang senada dengan gaunnya melengkapi penampilannya yang sederhana namun tampak elegan itu. Siapapun yang melihatnya akan terpesona dengan penampilannya. Termasuk Siwon yang tak bisa melepas pandangannya dari sosok tersangka cantik-nya itu.

“Selamat malam, Nyonya Jung.”

“Selamat malam, Jaksa Choi.”

” Senang bisa melihat Anda di sini.”

“ Aku yakin bukan suatu kebetulan kau berada di sini.”

“Kebetulan atau tidak, ini bukan sesuatu yang buruk untukmu kan?”

“Setiap keadaan selalu punya dua sisi.Tergantung bagaimana kita menyikapinya.”

“Aku suka dengan kalimatmu.”

“Maaf, aku harus segera ke dalam.Sampai jumpa, Jaksa Choi.Senang bertemu denganmu YoonA-ssi.Keurom.”

Setelah pamit pada Siwon dan YoonA, Tiffany melangkah masuk ke dalam aula.Siwon mengekorinya dengan tatapannya sampai wanita itu menghilang di balik kerumunan orang- orang.

“Oppa tertarik padanya, eoh?”

YoonA menyikut lengannya. Siwon mentap YoonA dengan sebelah alis terangkat.

“Kenapa kau bilang begitu?”

“Sejak tadi Oppa tidak berhenti menatapnya.Aku belum pernah melihat Oppa menatap seorang wanita dengan tatapan seperti itu.”

“Aku hanya penasaran padanya. Dia sangat—“

Cantik. Tapi Siwon tidak ingin mengatakan itu di depan YoonA.

“Misterius.”

“Jangan terlalu fokus padanya.Bisa- bisa Oppa malah jatuh dalam pesonanya.”

“Apa aku tipe pria yang mudah takluk pada seorang wanita?”

“Tiffany sunbae bukan wanita biasa.Dia punya semua yang pria inginkan.Muda, cantik, cerdas, dan kaya raya.Pria manapun bisa takluk padanya.”

“Aku tahu.Kau tidak perlu mengingatkanku.”

“Tapi—“

Jja, kita akan ketinggalan pestanya jika terus mengobrol di sini.”

Siwon menarik lengan YoonA sebelum gadis itu melanjutkan protesnya.YoonA hanya menurut saat Siwon mengajaknya masuk ke dalam aula.Di dalam, tamu undangan sudah memenuhi hampir setengah dari ruangan yang besar itu.Mereka terdiri dari Dewan kehormatan kampus, para donatur, pejabat setempat, dosen, mahasiswa, dan alumni.Kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan menengah ke atas. Mereka membentuk kelompok- kelompok kecil, saling mengobrol dan menyapa satu sama lain.

Siwon dan YoonA terus berjalan menembus kerumunan untuk mencari teman- teman YoonA yang juga diundang ke acara itu.Sesekali YoonA menyapa dosen- dosen yang berpapasan dengannya.Sekedar berbasa- basi dan menanyakan kabar mereka.Ia pun tak henti- henti mendapat pujian karena karirnya yang bagus di usia yang masih sangat muda. Mereka juga memuji Siwon karena ketampanan dan ketenarannya.

Sampai di salah satu sisi ruangan, YoonA menemukan teman- teman sekelasnya dulu. Seo Joohyun, Choi Sooyoung dan Kim Hyoyeon. Mereka berpelukan dan menanyakan kabar satu sama lain setelah lama tak bertemu. Siwon membiarkan YonnA bersama gadis- gadis itu sementara matanya sibuk mencari keberadaan Tiffany.Ia mengambil segelas crown dari pelayan yang menawarkan minuman padanya. Saat meneguk cairan beralkohol itu, ia melihat Tiffany berada di sisi ruangan yang berseberangan dengannya. Sedang bercakap- cakap dengan beberapa wanita.Siwon terus memperhatikannya dari tempatnya berdiri.Tiffany terlihat tidak begitu tertarik dengan percakapannya bersama wanita- wanita itu. Namun, ia tetap menunjukkan sikap santunnya dengan sesekali tersenyum menanggapi omongan wanita- wanita yang bersamanya.

Saat Tiffany menoleh ke arah tempat Siwon berdiri, tatapannya bertemu dengan Siwon yang masih memperhatikannya.Siwon menyeringai.Lalu mengangkat gelas minumannya.Memberi isyarat untuk bersulang.Ia bisa melihat tatapan tidak suka yang ditunjukkan Tiffany. Lalu dilihatnya Tiffany menatapnya dengan serius.Mata wanita itu melebar dan tak berkedip saat menatapnya.Siwon mengernyit.Ia menyadari tatapan Tiffany tidak tertuju untuknya. Tapi sesuatu di belakangnya.Siwon pun berbalik. Beberapa meter di belakangnya, Kyuhyun sedang berjalan dengan menggandeng seorang wanita. Jessica Jung. Siwon terperangah.Bukan karena kehadiran Jessica.Karena dia sudah memprediksi itu sebelumnya. Tapi cara Tiffany yang menatap kedua orang itu lah yang membuat Siwon berpikir kalau wanita itu tidak tahu apa- apa soal Jessica dan kehadirannya malam itu di pesta.

Kyuhyun dan Jessica berjalan melewati tempat Siwon.Mereka menuju ke tempat Tiffany berdiri.

“Halo, Tiff.” Sapa Kyuhyun. Tiffany tidak menjawabnya.Pandangannya tertuju pada Jessica yang mengamit lengan Kyuhyun dengan erat.Mata  wanita bergaun pink itu tidak berani menatap Tiffany.

“Kau tidak merindukan Jessie?” tanya Kyuhyun kemudian.

Tiffany tetap bergeming.Kyuhyun bertanya apakah dia merindukannya, Tiffany sangat merindukan sahabatnya itu.Ia ingin sekali memeluk Jessica yang sudah lima tahun tak diketahui keberadaannya. Tapi perasaan kecewanya muncul kembali saat melihat ketakutan Jessica untuk menatapnya. Ketakutannya itu mengingatkan Tiffany pada kesalahan yang dilakukan Jessica lima tahun yang lalu. Yang membuat Tiffany sangat marah dan memutuskan persahabatan mereka.

Tiffany menatap Jessica dengan tatapan dinginnya.

“Apa kabar, Jessie. Lama tak bertemu.” Ucapnya.Kyuhyun tampak kecewa dengan reaksi Tiffany.

Ia pikir Tiffany akan senang melihat Jessica kembali.

“Aku—baik.Kau sendiri?” jawab Jessica ragu- ragu.

Well, suamiku baru saja mati beberapa hari yang lalu. Seharusnya aku masih berkabung sekarang.Tapi seperti yang kau lihat, aku baik- baik saja.”

“Aku senang melihatmu baik- baik saja.Aku—sangat mengkahawatirkanmu.”

“Terima kasih.Tapi aku tidak butuh perhatianmu sama sekali.”

Lalu pandangan Tiffany beralih ke Kyuhyun.

“Aku harap kau menemuiku setelah acara ini selesai.Kita perlu bicara, Pengacara Cho.”Tandasnya.

“Kita akan bertemu besok.Banyak yang ingin kuceritakan padamu, Tiffany.”

“Kalau begitu sampai bertemu besok.Sampai jumpa, Pengacara Cho.”Lalu tatapannya kembali ke Jessica,”senang bertemu lagi denganmu, Nona Jung.Keurom.”

Tiffany berbalik meninggalkan pasangan itu.Ia berjalan menembus kerumunan sambil terus menatap Siwon yang masih mengawasinya. Siwon meneguk habis minumannya lalu menaruh gelas kosongnya di atas nampan yang dibawa salah satu pelayan yang berjalan di dekatnya.Ia bergerak mengikuti Tiffany yang terus berjalan menjauh dari area pesta menuju pintu depan aula.

Dor!!! Dor!!! Dor!!!

Terdengar suara seperti letusan senjata api. Semua orang terkejut dan mencari- cari asal suara itu.Siwon dan Tiffany pun menghentikan langkah mereka.Mencari- cari kemana arah tembakan itu.

Tring! Tring! Tring!

Siwon dan Tiffany kemudian mendongak saat mendengar suara dentingan kaca dari lampu gantung yang berada di atas mereka.Lampu gantung berukuran besar itu bergoyang.

“AWAS!!!”Siwon bergerak refleks dengan menarik Tiffany menjauh dari bawah lampu itu.

Bugh!!

Mereka terlempar ke lantai.

PRANG!!!

Detik berikutnya, lampu berdiameter 2,5 meter itu pun terjatuh.Kaca- kacanya pecah berserakan di atas lantai.Siwon dan Tiffany yang tersungkur di dekat tempat itu menatap shock ke arah jatuhnya lampu gantung yang hampir saja menimpa mereka. Siwon bisa mendengar dengan jelas suara  jantungya dan jantung Tiffany yang berdetak sangat cepat dan tak beraturan. Keduanya terjatuh dengan posisi duduk saling berpelukan.

“Kau baik- baik saja, Nyonya Jung?” tanya Siwon setelah berhasil mengatur nafasnya. Ia menatap khawatir pada Tiffany. Tiffany balas menatapnya.Alih- alih menjawab pertanyaan Siwon, Tiffany justru terpaku menatap wajah tampan Siwon yang terlihat benar- benar khawatir padanya.

Orang- orang segera berkumpul mengerumuni mereka.YoonA, Kyuhyun, dan Jessica yang menerobos kerumunan untuk melihat peristiwa itu sangat terkejut melihat Siwon dan Tiffany yang hampir menjadi korban jatuhnya lampu gantung itu.

“Oppa?”

“Tiffany?”

YoonA dan Kyuhyun menatap Siwon dan Tiffany yang masih terduduk dengan posisi berpelukan di dekat jatuhnya lampu gantung. Tiffany yang lebih dulu tersadar akan posisi mereka segera menarik diri dari Siwon. Kyuhyun dengan sigap menghampirinya dan membantunya berdiri.

“Aww—“ Tiffany menjeritkesakitan saat mencoba berdiri dengan bantuan Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Kakiku—“

Kyuhyun dan Siwon refleks mentap ke arah pergelangan kaki Tiffany yang terluka karena terkena serpihan kaca dari lampu gantung.Pecahan kacanya masih menempel di kakinya. Dan darah segar mengalir di sekitarnya.

Siwon yang sudah bangkit dari duduknya mencoba membantu Tiffany.

“Jangan bergerak, aku akan mengambil serpihan kacanya.”

Tiffany mengangguk. Ia merintih saat  Siwon mencabut pecahan kaca itu dari kakinya. Lalu Siwon mengambil sapu tangannya di saku jasnya dan mengikatkannya di kaki Tiffany untuk menghentikan pendarahannya.Kyuhyun yang masih memegang Tiffany hanya memperhatikan pertolongan yang diberikan Siwon.

“Nyonya Jung, Anda tidak apa- apa?” tanya Tuan Go,  yang merupakan Dekan di universitas datang menanyakan keadaan Tiffany.

“Lukanya perlu dirawat.”Jawab Siwon cepat.

“Ada ruang kesehatan di sebelah gedung ini. Di sana juga ada dokter yang bertugas 24 jam.” Saran Nyonya Yoon yang juga ikut datang melihat keadaan Tiffany.

“Aku akan membawanya ke sana.” Ucap Kyuhyun.

“Tidak, Pengacara Cho. Kau tetap di sini.” cegah Siwon.

“Apa maksudmu melarangku, Jaksa Choi?”

“Di ruangan ini baru saja ada penembakan.Tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini sebelum polisi datang.” Tandas Siwon.

“ YoonA, hubungi Hyukjae. Tuan Go, perintahkan para penjaga untuk mengamankan setiap jalan keluar. Penembak itu tidak boleh lolos dari sini.”titah Siwon.

“Baik, Jaksa Choi.” Tuan Go segera mengkoordinir para penjaga untuk mengamankan jalan keluar dari kampus.YoonA  pun segera menghubungi Hyukjae seperti perintah Siwon.

“Nyonya Yoon, antar aku ke ruang kesehatan.”

Siwon menatap Kyuhyun agar melepaskan Tiffany.Kyuhyun pun melepaskan pegangannya dan membiarkan Siwon yang hendak menggendong Tiffany.

“Aku bisa berjalan sendiri.Kau tidak perlu menggendongku.” Protes Tiffany.

Namun Siwon tetap menggendongnya.

“Butuh waktu yang lama kalau Anda berjalan sendiri dengan satu kaki terluka, Nyonya Jung.”

Tiffany akhirnya diam dan menurut.

“Yoong, tetap  di sini dan awasi keadaan sampai polisi datang. Aku akan kembali setelah membawa Nyonya Jung ke ruang kesehatan.”Perintah Siwon pada YoonA sebelum keluar dari aula bersama Nyonya Yoon.

“Baik, Oppa.”

“Mari, Jaksa Choi.” Nyonya Yoon mengantar Siwon yang menggendong Tiffany keluar dari aula menuju ruang kesehatan terdekat. Kyuhyun yang masih kesal  hanya bisa memandangi kepergian mereka dari tempatnya.

***

 

“Dokter Kim? ini tertinggal di kamar Nyonya Cho. Kami menemukannya saat membersihkan kamarnya.”

Seorang perawat memberikan sebuah amplop berwarna cokelat pada Taeyeon yang sedang bersiap- siap untuk pulang.Taeyeon menerimanya dan berterima kasih pada si perawat.

“Terima kasih, Yura-ssi.Aku akan menghubungi Tuan Cho untuk mengambilnya besok.”Ucapnya.

“Sama- sama.Aku permisi dulu, Dokter.Hyeri sudah menungguku di luar.”

“Kalian mau pulang bersama?”

“Ne. Dia berjanji akan mentraktirku makan.Kalau dokter mau boleh bergabung dengan kami.”

“Terima kasih, sebenarnya aku mau sekali.Tapi aku sudah ada janji.Lain kali saja.”

“Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu.Sampai jumpa, Dokter Kim.”

“Sampai jumpa.”

Taeyeon lalu menelpon Kyuhyun bermaksud memberitahunya soal barang milik Jessica yang tertinggal itu.

“Nomornya tidak aktif.Aku hubungi besok saja.” Gumam Taeyeon.

Ia pun menaruh amplop itu di atas meja kerjanya. Lalu menghubungi Donghae yang sudah janji akan datang menemuinya.

“Kau dimana? Aku sudah menunggu di ruanganku.”Ucapnya setelah teleponnya tersambung.

“Aku sudah di sini.”Jawab Donghae sambil masuk ke ruangan Taeyeon. Ia menunjukkan puppy smile-nya saat  melihat wajah kaget Taeyeon. Ia pun berjalan meghampiri Taeyeon dan duduk di kursi yang ada di depan meja kerjanya.

“ Hal penting apa yang membuatmu mendadak meminta tolong padaku pada jam begini?” tanya Taeyeon pada Donghae dengan sedikit kesal.

“Aku perlu informasi dari rumah sakit ini tentang seorang pasien.Mungkin kau bisa membantu kami mendapatkan rekam medisnya selama dirawat di sini.”

“Sebenarnya data seperti itu tidak boleh dipublikasikan kepada orang luar selain keluarga pasien, tapi aku akan mencoba membantu. Mungkin pihak rumah sakit akan mengizinkan kalau data itu dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan polisi. Kau membawa surat perintah dari atasanmu kan?”

“Tentu saja.”

“Kalau begitu aku akan mengantarmu menemui kepala rumah sakit. Aku sudah menelepon sekretarisnya  untuk mengatur pertemuan sekitar sepuluh menit lagi. Jadi kita tinggal pergi ke ruangannya.Kau tunggu di sini, aku akan mengganti bajuku dulu.” ucap Taeyeon.

“Oke.” Jawab Donghae. Taeyeon meninggalkannya ke ruangan yang ada di belakang meja kerja itu.

Donghae iseng melihat- lihat ruang kerja Taeyeon.Ia menggeleng- gelengkan kepala saat melihat poster- poster bergambar kepala yang menunjukkan bagian- bagian otak di sekeliling dinding ruangan. Lalu pandangannya beralih ke meja kerja Taeyeon.Ia tersenyum saat melihat figura foto empat remaja yang dipasang Taeyeon di samping figura foto ayahnya. Empat remaja itu adalah dirinya bersama Siwon, Taeyeon dan Hyukjae saat masih SMA.Donghae ingat foto itu diambil saat mereka berlibur ke Pulau Nami yang sangat terkenal setelah menjadi lokasi syuting drama Korea yang booming pada masa itu.

Ia mengambil figura foto itu dari atas meja untuk melihatnya lebih dekat. Namun tak sengaja Donghae menyenggol amplop cokelat yang terletak di dekat figura hingga amplop itu jatuh ke lantai dan menimbulkan suara berdenting yang teredam.Donghae langsung mengambil amplop itu dari lantai.Ia mengerutkan keningnya karena penasaran. Ia pun membuka amplop yang tidak bersegel itu dan mengeluarkan isinya. Donghae terkejut saat melihat benda logam yang terbungkus plastik bening yang ditemukannya.

“Ada apa?”Taeyeon yang baru muncul dari ruang ganti bertanya karena melihat Donghae yang terpaku di kursinya.

“Apa benda ini milikmu?” tanyaDonghae cepat.

Taeyeon mendekat untuk melihat benda yang ditunjukkan Donghae.Ia sama kagetnya dengan Donghae karena ia tahu persis benda apa itu.

“Dari mana kau mendapatkannya?”Taeyeon balik bertanya.

“Dari amplop ini.”

Donghae menunjuk amplop cokelat yang dipegangnya.

“Ini—milik salah satu pasienku.”

“Bagaimana pasienmu bisa menyimpan proyektil peluru?”

Donghae menatap Taeyeon meminta penjelasan.

“Aku juga tidak tahu.Dia baru saja keluar dari rumah sakit ini setelah dinyatakan sembuh.Benda ini tertinggal dan ditemukan perawat saat membersihkan kamarnya.”

“Siapa nama pasien itu?”

“Jessie Cho.”

Donghae mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Kyuhyun dan Jessica yang dikirim Siwon padanya.

“Apakah wanita ini orangnya?”

Taeyeon terbelalak kaget.

“Benar. Kenapa kau bisa menyimpan fotonya?“

“Dia adalah pasien yang ingin aku tanyakan itu.” Tandas Donghae.

“Namanya Jessica  Jung. Adik dari Jung Woohyun, korban pembunuhan dari kasus yang sedang kami tangani.Dia menghilang sejak lima tahun yang lalu dan kembali muncul di rumah sakit ini saat mata- mata kami mengikuti Pengacara Cho, salah satu tersangka kasus pembunuhan itu.”

Taeyon terdiam.Mencoba mencerna penjelasan Donghae.Pernyataan Donghae begitu mengejutkannya.Belum lagi proyektil peluru yang ditemukan Donghae dalam amplop milik Jessica yang dikenalnya sebagai Nyonya Cho itu.

***

 

Siwon terus memperhatikan dokter yang sedang mengobati luka Tiffany.

“Biar aku yang menjaga Nyonya Jung di sini.Anda bisa kembali ke aula, Jaksa Choi.”

Siwon menoleh kepada Nyonya Yoon yang berbicara padanya.

“Mereka pasti membutuhkan Anda.” Tambah Nyonya Yoon.

Siwon menatap Tiffany sebelum memutuskan untuk meninggalkannya di ruang kesehatan bersama Nyonya Yoon.

“Aku tidak apa- apa. Pergilah.”Ucap Tiffany meyakinkan Siwon.

“Aku akan  menempatkan dua orang polisi di sini untuk berjaga- jaga. Bagaimanapun penembaknya belum ditemukan.Sangat berbahaya meninggalkanmu di sini tanpa pengawasan.”

“Terserah kau saja, Jaksa Choi.”

Siwon lalu menghubungi Hyukjae yang sudah sampai di aula untuk mengirim dua orang polisi ke ruang kesehatan. Tidak lama, kedua polisi yang ditugaskan itu pun sampai ke sana.

“Aku akan kembali ke aula.Jaga dirimu baik- baik.”Ucapnya pada Tiffany sebelum pergi.Lalu pandangannya beralih kepada Nyonya Yoon yang berdiri di sampingnya.

“Nyonya Yoon, sebaiknya Anda ikut denganku untuk menjalani pemeriksaan seperti yang lain.”

Nyonya Yoon mengangguk setuju.

“Baiklah, Jaksa Choi.”

Mereka berdua pun keluar dari ruang kesehatan menuju aula.Siwon bergabung dengan Hyukjae dan YoonA. Sedangkan Nyonya Yoon bergabung dengan tamu undangan lain yang sedang diperiksa oleh polisi.

“Bagaimana?” tanya Siwon pada Hyukjae.

“Sampai saat ini belum ada yang mencurigakan dari tamu undangan yang hadir.Termasuk Cho Kyuhyun dan Jessica Jung, kalau kau mencurigai mereka berdua.” Jawab Hyukjae.

“Tidak.Mereka berada cukup dekat dengan kami waktu itu.Sedangkan penembaknya mungkin berada di lantai atas gedung ini karena sasarannya adalah lampu gantung yang berada di atas Nyonya Jung.”

“Kau benar.Selongsong pelurunya ditemukan di lantai dua.Di sisi barat dekat dengan pintu darurat.” Sambung Hyukjae.

“Bagaimana dengan cctv?” tanya Siwon selanjutnya.

“Kami sudah memeriksanya.Tidak ada rekaman video saat peristiwa berlangsung.Penembakan ini sepertinya sudah direncanakan karena pelakunya sudah meretas sistem keamanan gedung ini.”

Alis Siwon bertaut,”Penembakan yang sudah direncanakan dengan  meretas sistem keamanan sehingga tidak ada rekaman cctv. Modusnya sama seperti yang terjadi pada kasus Tuan Jung.”

“Mungkinkah—Nyonya Jung juga diincar untuk dibunuh?” tebak YoonA.

Siwon mengangguk pelan.Otaknya sedang berpikir keras tentang kasus yang ditanganinya.Awalnya Tiffany adalah tersangka dari kasus pembunuhan suaminya.Tapi malam itu, Tiffany menjadi sasaran dari rencana pembunuhan yang terjadi di hadapannya.Siwon mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan.

‘Penembaknya tidak mungkin keluar dari tempat ini. Dari lantai dua ke bawah tidak ada jalan lain selain melewati tangga yang dekat dengan pintu keluar. Dan tidak ada yang keluar dari tempat ini setelah insiden terjadi.Orang itu pasti masih berada di tempat ini.Berbaur dengan para tamu atau pelayan yang ada di sini.Tapi bagaimana caranya dia bisa lolos dari pemeriksaan polisi?’

***

 

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Siwon pada Tiffany saat kembali ke ruang kesehatan.

“Aku tidak apa- apa. Dokter bilang lukanya tidak terlalu serius.Aku ingin pulang sekarang.”Jawab Tiffany sekaligus meminta izin untuk pulang.

“Baik.Tapi aku akan mengantarmu.”

“Aku bisa pulang sendiri, Jaksa Choi.Aku punya supir yang akan mengantarku.”

“Nyawamu sedang terancam, Nyonya Jung.Apa kau belum paham?”

“Aku tahu.Dan terima kasih karena kau sudah menolongku.Tapi aku tidak mau dikhawatirkan.Apalagi olehmu.Lucu bukan, kemarin kau mencurigaiku sebagai pelaku pembunuhan suamiku sendiri.Dan sekarang, kau malah mengkhawatiran keselamatanku.”

“Aku mencurigaimu karena kau tidak mau berterus terang.Aku yakin kau bukan pelakunya, tapi kau selalu menutupi kenyataan untuk melindungi pelaku itu.Dan sekarang, kau hampir menjadi korban pembunuhan itu sendiri, Nyonya Jung.Apa kau masih mau melindunginya?”

Siwon menatap Tiffany intens.Antara marah bercampur khawatir karena sikap keras kepala Tiffany yang masih mempertahankan kebungkamannya.

“Dengarkan aku, Nyonya Jung.”Siwon memegang pundak Tiffany meminta perhatian dari wanita itu.

“Kau bisa percaya padaku.Aku akan melindungimu. Tapi kau harus mendukungku untuk mengungkap identitas pembunuh itu.Dengan begitu kita bisa secepatnya membawa orang itu ke pengadilan.”

“Sudah cukup interogasinya, Jaksa Choi.”

Pandangan Siwon dan Tiffany beralih kepada Kyuhyun yang tiba- tiba memasuki ruangan.

“Aku akan membawa Tiffany pulang.”

Kyuhyun menatap ke Tiffany dengan lembut.

Kajja, tiff.”Ajaknya.

“Aku tidak akan pulang denganmu. Aku akan pulang—bersamaJaksa Choi.”

Alis Kyuhyun terangkat.

“Kau serius?”

Tiffany mengangguk.

“Pergilah.Kita akan bertemu besok sesuai rencana.”

Kyuhyun membuang nafas dengan kasar. Sebenarnya ia tidak setuju dengan keputusan Tiffany. Tapi setidaknya Tiffany akan aman bersama dengan Siwon. Ia khawatir penembak itu masih mengincar Tiffany karena polisi belum menemukan jejak keberadaannya.

“Baiklah. Kita akan bertemu besok. Jaga dirimu baik- baik.”

“Kau bisa percayakan dia padaku, Pengacara Cho.”

Kyuhyun pun pergi meninggalkan ruangan itu.Ia bertemu dengan YoonA di depan aula. YoonA mengangguk sopan padanya.

“Selamat malam Pengacara Cho.”

Kyuhyun yang baru mengetahui YoonA adalah adik Siwon menatap penuh selidik padanya.

“Selamat malam YoonA-ssi.Bagaimana kabarnya ponselku?Aku yakin kalian sudah membajak data- data pribadiku yang ada di dalam benda itu. Tsk. Aku tidak percaya orang- orang dari kejaksaan menggunakan cara yang ‘tidak biasa’ untuk menyelidiki sebuah kasus.” sindirnya.

“Anda sudah salah sangka Pengacara Cho.Insiden tabrakan kita di RSJ itu murni sebuah kecelakaan. Dan asal kau tahu, ponselmu masih dalam proses perbaikan. Aku berjanji akan segera mengembalikannya setelah selesaidiperbaiki.”Jawab YoonA tegas.

“Terserah apa katamu nona Jaksa.Yang jelas, kalian tidak akan mendapatkan apapun dari benda itu.” Tandas Kyuhyun.

Pria itu pergi dari hadapan YoonA begitu saja.Ia menuju ke mobinya dimana Jessica sudah menunggunya.

“Tiffany tidak mau pulang bersama kita?” tanya Jessica saat Kyuhyun sudah duduk di belkang kemudi.

“Dia akan pulang bersama Jaksa Choi.”

Jessica mengangguk paham.

“Tiffany memang butuh perlindungan polisi saat ini.”

Kyuhyun menatap kekasihnya itu.

“Kau tidak apa- apa?”

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Sikap Tiffany padamu—aku yakin kau kecewa.”

“Aku tidak akan menyalahkannya.Dia berhak bersikap seperti itu setelah apa yang kulakukan dulu.”

“Kau tidak sepenuhnya bersalah dengan menyuruh Yuri mengugurkan kandungannya.”

“Tapi karena itu Yuri akhirnya memilih bunuh diri.”

Jessica tertunduk.Tidak berani menatap Kyuhyun.Ia ingat dulu Kyuhyun sangat frustasi setelah kematian gadis yang dicintainya.

Kyuhyun meremas tangan Jessica.Wanita yang dicintainya sekarang.Ia tidak ingin melihat Jessica terus menyalahkan dirinya.

“Sudahlah.Aku tidak ingin mengingat masa- masa itu lagi.”

Mianhae, Kyu.”

“Berhentilah meminta maaf, Jessie.Aku tidak suka mendengarmu meminta maaf.”

***
Siwon menatap heran pada Tiffany.Tiffany pura- pura acuh pada keheranan Siwon.

“Aku ingin pulang sekarang.Kajja.”Ucapnya sambil bangkit dari duduknya.Tiffany berdiri dengan berpegangan pada sisi tempat tidur. Namun saat ia melepas pegangannya, keseimbangannya langsung goyah. Dengan sigap Siwon menyangga tubuhnya.

“Hati- hati.”Ucapnya pada Tiffany.

“Terima kasih.”Balas Tiffany sambil meringis merasakan sakit di kakinya.

“Kau hanya perlu mengatakan ‘tolong’.” Sindir Siwon.

Kemudian ia memposisikan lengan Tiffany di atas bahunya dan meletakkan tangannya di pinggang Tiffany untuk menjaga keseimbangan wanita itu. Tiffany hanya menurut saat Siwon memapahnya keluar dari ruang kesehatan menuju ke depan kampus.

Di depan aula, YoonA dan Hyukjae sedang menunggu mereka.

“Aku akan mengantar Nyonya Jung pulang.Yoong, kau pulanglah bersama Hyukjae.” Ucap Siwon.

“Baik Oppa.”

“Penyelidikan untuk malam ini sudah selesai.Kita akan melanjutkannya besok pagi.” Lapor Hyukjae.

Siwon mengangguk mengerti.

“Kita bertemu besok pagi.Selamat malam semuanya.”

“Selamat malam.”

Setelah pamit pada YoonA dan Hyukjae, Siwon membawa Tiffany ke mobilnya.YoonA dan Hyukjae terus memperhatikan mereka sampai mobil Siwon melaju meninggalkan area kampus.

“Ini hanya aku, atau kau juga merasa kalau Siwon sangat perhatian pada Nyonya Jung malam ini?” Ujar Hyukjae.

YoonA tidak menjawab.Pikirannya tertuju pada Siwon dan Tiffany. Sejak awal ia melihat kedua orang itu saling tertarik. Meskipun saat itu ketertarikan mereka lebih kepada tujuan saling menjatuhkan.Tapi dengan peristiwa yang baru saja terjadi, ketertarikan mereka bisa saja berubah tujuan untuk saling melindungi.Seperti yang terjadi sesaat setelah insiden jatuhnya lampu gantung itu, Siwon memeluk erat Tiffany dan terlihat sangat khawatir pada wanita itu.Entah kenapa YoonA merasa tidak suka jika akhirnya Siwon dan Tiffany saling menyukai.

“Yoong, kau baik baik saja?” tanya Hyukjae karena YoonA terdiam cukup lama.

“Nde? A—aku tidak apa- apa, Oppa. Aku hanya lelah.Ayo kita pulang.”

YoonA berjalan duluan ke mobil.Sedangkan Hyukjae menemui anak buahnya terlebih dahulu sebelum mengikuti YoonA ke mobilnya.

“Minho-ya!”

“Nde, Kapten.”

“Pastikan besok pagi berkasdata yang kita dapat ada di mejaku.”

“Siap!Aku sudah mengumpulkan semuanya. Aku akan mampir ke kantor bersama Joonmyun sebelum pulang nanti.”

Hyukjae mengangguk bangga.

“Bagus.Kalian sudah bekerja keras malam ini.”

“Terima kasih Kapten.”

“Kalau begitu aku pulang dulu.”

Hyukjae menepuk bahu Minho sebelum berbalik menuju mobilnya.YoonA yang melihatnya berjalan dengan santai menuju mobilnya memberikan tatapan membunuh pada Hyukjae.Aih- alih mempercepat langkahnya, Hyukjae malah berhenti dan berbalik menghadap Minho yang sudah bersama Joonmyun.Wajahnya terlihat serius seperti mengingat- ingat sesuatu.Hyukjae baru berjalan lagi ke mobilnya setelah kedua anak buahnya itu pergi dengan mobil polisi yang ditumpangi mereka.

“Oppa lama sekali.“YoonA mengucapkan kekesalannya saat Hyukjae sudah duduk di sampingnya.

Mian.”Jawab Hyukjae singkat.

Ia pun mulai menstarter mobilnya. Dengan perlahan ia melajukan mobilnya hingga keluar dari gerbang kampus.

“Ada apa?Sepertinya Oppa sedang memikirkan sesuatu.”YoonA langsung bertanya karena merasa heran dengan raut wajah Hyukjae yang berubah setelah menemui bawahannya tadi.

“Aku mencurigai seseorang yang menjadi pengkhianat di antara anak buahku.”

***

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia melihat ke arah Tiffany yang duduk di sampingnya. Wanita itu diam sejak mereka meninggalkan kampus. Pandangannya lurus ke depan. Entah apa yang dipikirkan wanita itu, Siwon tidak bisa menebaknya. Sosok Tiffany masih misterius dan sulit dijangkau.Dia hampir saja menjadi korban rencana pembunuhan, tapi tidak ada ketakutan sedikitpun yang terlihat dari wajahnya.Entah Tiffany memang tidak merasa takut atau dia pandai menyembunyikan ketakutannya.Yang jelas saat ini Siwon benar- benar mengkhawatirkannya.Pembunuh itu bisa saja mengulang aksinya yang gagal tadi. Kalau di depan banyak orang saja pembunuh itu bisa mengancam nyawanya, apalagi jika Tiffany sendirian.

Mereka sampai di depan gerbang rumah keluarga Jung. Namun Siwon tidak membelokkan mobilnya memasuki rumah mewah itu.Ia justru melajukan mobinya lurus dan melewatinya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Tiffany saat mereka keluar dari komplek perumahan mewah di distrik gangnam itu.

“Kau akan pulang bersamaku.Tidak aman meninggalkanmu sendirian di rumah besar itu.”

“Mwo?Apa hakmu melakukan itu tanpa persetujuanku?” protes Tiffany.

“Aku tidak pernah berkompromi untuk menyelamatkan nyawa seseorang.” Tandas Siwon.

“Turunkan aku.Aku tidak mau ikut denganmu.”Tiffany memberontak hingga Siwon hampir kehilangan kendali pada kemudinya.

Ia pun memilih menepi dan menghentikan mobilnya.

“Sampai kapan kau akan mempertahankan sikap keras kepalamu?Aku sedang berusaha menyelamatkanmu, Nyonya Jung.” Bentak Siwon.

Tiffany terdiam.Siwon terlihat marah sekali padanya.

“Kau tidak perlu sekeras itu untuk menjagaku, Jaksa Choi.”Lirihnya.

“Aku bahkan tidak peduli dengan nyawaku sendri.Seandainya kau tidak menyelamatkanku tadi, aku sudah siap untuk mati. Aku sudah lelah—Aku ingin semuanya berakhir.“

Giliran Siwon yang terdiam mendengar keputus asaan Tiffany.Wanita itu terlihat rapuh sekarang.Tabir yang menutupi kelemahannya itu mulai menguap.Tiffany menunduk dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.Ia tidak ingin Siwon melihatnya menangis.

“Nyonya Jung—“

Siwon memegang bahu Tiffany untuk menenangkan wanita yang duduk di sampingnya itu.Namun Tiffany tetap bergeming. Siwon merasa frustasi  melihat keterpurukan Tiffany, ia tidak tahu apa yang menyebabkannya menjadi seperti itu. Tapi saat ini, yang ingin dilakukan Siwon hanyalah membuat wanita itu tenang.Ia pun menarik tubuh Tiffany ke pelukannya. Tiffany sempat kaget dan berusaha melepaskan dirinya.Tapi Siwon dengan kuat merengkuhnya.

“Biarkan seperti ini—“ bisiknya.

Siwon bisa merasakan wanita itu masih terisak di dadanya.Namun Tiffany tidak berusaha melepaskan dirinya lagi.

***

 

Klik!

Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya setelah mendengar suara operator yang menjawab panggilannya.Dahinya berkerut.Tiffany tidak mengaktifkan ponselnya.Apakah dia baik- baik saja sekarang?Kyuhyun benar- benar ingin tahu keadaan wanita itu.

“Masih belum bisa menghubunginya?”

Kyuhyun memutar kepalanya ke samping saat mendengar suara halus Jessica dan merasakan kehangatan di punggungnya saat wanita itu memeluknya.

“Ponselnya tidak aktif.Telepon rumahnya pun tidak diangkat.” Jawab Kyuhyun.

Jessica melepaskan pelukannya dan bergerak ke depan Kyuhyun lalu menangkup pipi tirus pria pujaannya itu.

“Tiffany akan baik- baik saja.Bukankah dia bersama Jaksa Choi?Jaksa tampan itu pasti akan meindunginya.” ucap Jessica meyakinkan Kyuhyun.

“Kau benar.Tapi tetap saja aku ingin memastikan sendiri keadaannya.Tiffany pasti terguncang karena hampir menjadi korban pembunuhan.”

Jessica menatap Kyuhyun.Ia melihat kecemasan yang besar di wajah kekasihnya itu. Sejujurnya Jessica merasa cemburu dengan perhatian Kyuhyun pada Tiffany.

“Aku juga mencemaskan keadaannya.Tapi—bisakah kita tidak memikirkannya saat ini?Setidaknya sampai malam berakhir.”

Kyuhyun menatap Jessica dengan lembut.

“Mian.Aku harusnya juga memikirkanmu.Kau pasti lelah.Seharusnya aku juga tidak membawamu ke pesta itu.”

“Tidak apa- apa, Kyu.Aku hanya ingin kau menemaniku tidur malam ini.”

“Dengan senang hati, my princess.

Kyuhyun mengecup kening Jessica sebelum mengajaknya kembali ke kamar mereka.

***

 

Mobil Hyukjae sampai di pelataran rumah Siwon. Saat itu mobil Donghae juga terparkir di sana. YoonA buru- buru turun karena melihat Donghae dan Taeyeon keluar dari rumah menyambut kedatangan mereka.

“Eonnie, Oppa?” YoonA mengernyit heran.

“Kalian berdua ada di sini?” sambung Hyukjae.

“Kami ingin melaporkan temuan kami di RSJ.” Jawab Donghae.

“Dimana Siwon? Kenapa YoonA pulang denganmu?” tanya Taeyeon karena tak melihat Siwon bersama YoonA dan Hyukjae.

“Ceritanya panjang.Kita masuk ke dalam dulu.” jelas YoonA.

Yang lain setuju dengan usulnya. Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah.Namun suara mobil Siwon menghentikan mereka. YoonA, Donghae, Hyukjae dan Taeyeon pun berbalik menghadap Beantley yang baru saja berhenti di depan rumah itu. Siwon keluar dari mobil dan memutar menuju pintu di sebelah kursi penumpang.Ia membukakan pintu dan membantu Tiffany keluar dari mobilnya. Siwon memapah Tiffany berjalan menuju pintu depan. Saat itu ia baru sadar kalau empat pasang mata sedang memperhatikannya dengan tatapan terkejut mereka.

 

To be continued…

99 thoughts on “(AR) The Beautiful Suspects Part 5

  1. wah bener2 nih ceritanya keren,,sampe part ini masih belum ketebak siapa dalangnya, ini kalo dijadiin drama pasti oke banget, hee
    apa minho atau joonmyun itu cuma orang suruhan yaa? jadi makin penasaran, ditunggu kelanjutannya thor, soalnya setuju banget sama hyukjae perasaanq juga sama kayanya siwon mulai perhatian sama nyonya tiffany

  2. ceritanya bner” keren… sejauh ini blum bsa nebak siapa dalang sbenarnya… jadi fany marah sama jessie gra” jessie nyuruh yuri gugurin kandungannya dan akhirnya yuri malah bunuh diri?? trus yg ngambil proyektil peluru itu kyu apa sica?? kyaknya kecurigaan eunhyuk bner deh, anak buahnya ada yg berkhianat.. tpi siapa?? minho atau joonmyun?? atau anak buahnya yg lain??? okay mkin pnasaran sma ff ini.. di tnggu next partnya thor.. jngn lma” ya… hehehehehe…:-D

  3. Jadi……..jessica?! 😱 sudah kuduga pasti jessica bekomplotan sama kyuhyun 😤 tapi apa motifnya jessica kaya gitu 😠 dan siwon mulai ada bunga bunga cinta eak 🙈💕 semoga tiffany juga gitu 🙊 dan yg bikin greget kapan terungkapnya 😅 next 👍

  4. Wah salut deh sama author , aku tahu untuk buat cerita seperti ini sangat luar biasa capeknya , konfliknya yang ribet sangat menguras otak , tenaga , dan juga waktu . Dan hasilnya emm …. keren banget author . Semangat terus author untuk lanjutin ceritanya …….

  5. Keren thor😀
    Ternyata yg hamilin yuri tn jung, apa tiffany menikah sama tn jung karena ada sangkut pautnya sama kehamilan yuri ??
    makin bikin penasaran siapa dalang dari semua kasus ini
    apa masih ada hubungannya sama kyuhyun jessica tiffany ? Tiffany kayak nutupin sesuatu
    Kayaknya wonpa mulai suka nih sama tiffany hehehe bukan tertarik sama kasusnya aja😀 tapi sama orangnya juga😀 hehehe
    ditunggu part selanjutnya author😀

  6. Wew… makin keren😀 apakah pembunuhnya si Jessie sndiri?? Atw jangan2 kyuhyun jg ikut terlibat disini?? Minho jg jangan2 emang berhianat lagi… aduhh makin penasaran sma kelanjutannya, next ditunggu bangetttt ^_^

  7. Cieee sifany udh mulai ada peningkatan nih. Semoga di part selanjutnya sifany udh mulai ada rasa masing2 nih.. moga aja yoong ga punya niatan buat misahin mereka next thor ditunggu kelanjutan secepatnya

  8. astaga..aku masih blum ngerti sapa dalangnya jadi bikin greget😂 good job thornim👍 sbnrnya sapa sih yg nglakuin itu, knp tiff unnie jg jadi sasarannya😰 aww, siwon oppa sudah mulai nunjukin tanda” nih suka sm tiff unnie😍 ngliat tiff unnie rapuh gitu,bikin baper😭 pasti alasan yoong unnie ga suka klo sifany smpai saling menyukai grgr tae unnie(? ahhh complicated batt, bnr” bikin penasaran tingkat dewa😝 ditunggu lanjutannya,thornim.hwaiting!!

  9. akkhh makin complicated authornim,,proyektil peluru dikamar rawat jessica? kejadian penembakan kembali terjadi, sekarang yg diincar tiffany,,siapa yang dibalik semua ini? masih belum terjawab di part ini,, tp berita bagusnya siwon mulai tertarik dengan tiffany bukan sebagai tersangka😀 see ya at next part😉

  10. author kereeeeen.. makin penasaran sama ceritanya.. banyak bgt teka teki nya.. waw gak sabar nungguin part selanjutnya.. tetap semangat ngelanjutin ff ini ya thor :^)

  11. kyaaa~~~ makin penasarannn. dapetin bukti baru muncul lagi pemasalahan baruu ahh makin penasaran… penasaran… penasarn
    dilanjut secepatnya yah thor fighthing

  12. Yah tbc, disaat moment yg pas jadi bikin greget🙂
    Banyak bgt masalah yg dihadapi fany, untung siwon perhatian bgt ma fany n spertinya siwon suka deh ma fany
    Next😀

  13. Wah wah makin menegangkan aja nih, kalo menurutku kyk nya si kyu deh yg nembak tuan jung dan tiff nutup2in fakta yg dia tau karena takut kalau kyu ternyata yg bunuh suaminya😮
    Sifany juga makin deket aja nih ciee, semoga mereka cepet2 fall in love satu sama lain😀 tapi kasian taeng juga cintanya bertepuk sebelah tangan😦
    Ditunggu update-an nya authornim

  14. Sedikit2 flashbacknya bikin kita tau. Tp masih penasaran juga siapa sebenernya pelakunya. Awalnya aku kira kyuhyun tp kenapa tiffany juga malah jadi korban selanjutnya. Atau jesica otak di balik semuanya? Atau ada tokoh lain yg punya rencana jahat? Ah penasaran. Di sini romance nya udah dapet. Pengen liat lebih lagi gimana siwon mulai jatuh hati hhehe lanjut yaa author. Ff nyaa kerennn. Semangatttt

  15. Woahhhhh daebakkk! Suka sama alur ceritanyaaa.. Penasaran pembunuhnya, dan dengan maksud apa dia membunuh. Aishhhh, pengen cepet-cepet baca kelanjutan ceritanyaaaa, nextttt

  16. ihhh keren. ,tmbah onsatan ni akir critanya. ,siapa sbnernya pmbunuhnya. ,siwon n tiffany udh mulai slung suka ni. ,post lnjutannya sevepatnya. ,

  17. Wuhuu kyknya ini ksus bner” sulit, tpi ykin kok mreka bkln bisa ngungkpinnya😊 ih keren lah pokoknya nggk nyangka bkln ada yg buat ff sifany dengn genre kyk gini yg alurnya bner” keren sumpah✌ciiee si jaksa tampan udh mulai perhatian nih tpi syng fany nya msih gtu tpi ykin fany juga suka hihi 😄 eh yoona knp nggk suka liat siwon sma fany? Plis jgn suruh siwon sma taeyeon😢 hhmm oke next part ditunggu!! Pembunuhnya juga ditunggu!! Kkk~

  18. min, asli ya. ni ff bener bener bagus. ngebuat kita bingung gitu siapa sih pelaku sebenarnya. kenapa ada proyektil di kamar rawat Jessie, terus siapa anak buah hyukjae yg berhianat… aaaa daebak
    siwon udah mulai suka sama fany.

    eh mian min baru comment di part ini. jeongmal mianhae

  19. WOW Siwon Oppa perhatian aja ke Tiffany eonni :p❤❤❤
    Just follow the rules aja Oppa hehe😀
    Demi apa?? Jessie eonni nikah sama Kyuhyun Oppa??
    Dan Jessie eonni menyimpan proyektil peluru?? Mungkinkah Kyuhyun Oppa, Dalang pembunuhan?? Dan Tiffany eonni membantu?? Semoga perkiraanku ada benarnya haha
    YooNa eonni ga suka kalau Siwon Oppa deket sama Tiffany eonni??😦
    Waeyo eonni?? mereka serasi kok🙂
    Next Part lah…. seru
    Author DAEBAK!!!

  20. Nah nah nah,, knp makin ksini aku pndh haluan u/ mencurigai kyu ?? Tapi gak mustahil jg yg ngebunuh nantinya ada tokoh lain yg muncul. Siapapun itu pembunuhnya cepetan muncul. Biar greget
    Sifany baru gitu aja udah bkin jantungku dag dig dug.. Ditunggu chapter 6 nya author ! Fighting

  21. Sebenarnya, aku dah baca ff ni dari chapter 1, cuma, baru sempat comment sekarang, mian. makin penasaran sama siapa pelakunya. apa mungkin Jessica karna ada proyektil di ruang inapnya? atau… akh… bikin pusing. Keep writing thor! trus, post secepatnya ^^

  22. ohh makinn penasaran sebenarnya siapa dalang di balik kasus tuan jung ??
    siwon sudah mulai perhatian sama tiffany..mungkinnklo di buat drama pasti ratingnya naik mulu deh thor..
    okee lanjut deh thorr. maunya sih di part selanjutnya sudah terungkap siapa dalangnya.tapi terserah author deh ya..
    yang penting author faightinggg.

  23. Ulala….😱makin kesini partny makin bikin penasaraan aj. Aplg dg pelakuny yg bkn atw meleset dr perkiraan siwon..
    Hummppttt kira2 siapa ya orangny ?
    Ap pelakuny sma dg orang yg dcurigai hyuk jae sbg penghianat diantara yim mereka

    Aaa..gk sabar nunggu next part
    Pokokny dtunggu scpatny dh postinganny..

  24. Seruuuu bngettt thorr
    Aku punya dugaan klo yg bunuh tuan jung itu jessie sma kyu..
    Trus yg mau ngebunuh tiff pas acara reuni itu spa ? Itu siwon udh mulai suka sma tiff 😀
    Ditunggu part selanjut nya
    Buat auhornya fighting !!

  25. nyaaahhh jadi siwon mulai jatuh cinta nih sm tiff yaelah dee kah,yauda klo gt biar nnti akhirnya tae sm hyuk *lah kok jd aku yg nentuin* oya kalo misal bkn jessie ato kyu yg bunuh tuan jung trs siapa dong ada yg mau jebak mrk kah? heemm makin penasaran nih sm ceritanya lanjutkan dong

  26. Teka-tekinya masih banyak, aku makin seneng sama cerita misteri buatan author youngwonie ini. Makin mendebarkan dan bikin penasaran tingkat akut #likeit
    Duh apalagi sifany udah mulai dekat dan sepertinya di chapter-chapter berikutnya bakalan banyak moment mereka, pasti makin seru❤
    Kyuhyun sebenernya cintanya buat siapa yah, dia sayang sama jetiyul tapi ga mungkin cintanya buat mereka bertiga jugakan. Apalagi dia keliatan super perhatian sama tiff dan ternyata dimasa lalu tiff jg suka sama kyuhyun, rumit tapi keren.
    FF satu ini pokonya WOW!
    Ditunggu next chapternya author, semangaaaaaaaaat ^^

  27. akhirnya dipart ini sifany moment nya udah muncul tapi ada kendala nih soalnya yoona lebih suka kalo siwon sama taeyeon, sampe part itu penembak masih belom ketauan keren deh tapi kok aku curiga sama minho thor (?) terus itu dikamar jessica kenapa bisa ada proyektil? apa jessica dijebak atau itu ulah dia? wahh ditunggu next chapternya thor

  28. haaa sifany momentnya🙂
    jadi hubungan persahabat fany n sica uda renggang gara2 kematian yuri ya.. tapi sica kayakny pengen ngebalikin hubungan persahabatan mereka lagi kayak dulu cuma tiffany masih enggan deh..
    nah loh itu siapa lagi yg neror tiffany?
    kayakny memang ada org dalam deh di kepolisian kalo aku curiganya sama minho..
    ada proyektil di dlm kamar sica ada 2 kemungkinan sih proyektil itu yg bekas membunuh tuan jung atau bekas latihan tembak sica dulu atau bisa juga jessica di jebak..
    makin penasaran sama kelanjutannya, semangat author-nim🙂

  29. Eyaaaa siwon udah mulai ngasih tanda-tanda nih aiiih :3
    Next chap banyakin lagi moment sifany nyaaa okay! ^^

    Sebenernya ada yang aku sedihin di ff ini /hiks/ KyuNa ku~ oemji aku gak bisa ngebayangin Kyuhyun mesra sama Jessi dan Yoona manis-manisan ama Donghae.. huweeeeh 😭 aku kan shipper KyuNa HaeSica tapi kenapa jadi switch couple gini..😢

    Okay.. lupakan masalah shipper-shipper an, toh disini Sifany yg jadi maincast nya. Beralih… aku jadi curiga sama Kyuhyun. Kenapa proyektil peluru nya bisa ada di RSJ? gak mungkin itu Jessi yg nyimpen. Pasti Kyuhyun yg bawa trs gak sadar dia jatuhin barang bukti itu waktu jenguk Jessi..
    Masalahnya Kyu dpt darimanaaaa? Apa dia punya partner di kepolisian? Yg EunSiHae anggep si–partner Kyuhyun–entah siapa lah itu musuh dibalik selimut?
    Apa Kyuhyun dendam sama Woohyun? Tssk..
    Ahiya! Jadi…. ternyata Tiffany juga cinta sama Kyuhyun? Omg balabala JeTi cinta sama Kyuhyun tapi Kyuhyun cintanya sama Yuri…
    5 tahun berlalu dan sekarang Kyuhyun sama Jessi.. well done Cho~ Nice! Very very nice 😦
    Dan apa… Tiffany masih cinta sama Kyuhyun sampe sekarang? Itukah yg nyebabin tiffany tutup mulut? Aiiih ~.~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s