(AF) Saranghae My Spoiled Waitress Part 2

SARANGHAE MY SPOILED WAITRESS

Part 2

PicsArt_1433042504054

Author : @q2lovepink

Main Cast : Tiffany Hwang, Choi Siwon

Other Cast : Jung Jessica, Im Yoona, Kim Taeyeon, Jung Yunho, Park Jiyeon, Cho Kyuhyun dan Lee Donghae

Genre : Comedy, Romance

Rating : PG (17+)

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku, apabila ada kesamaan cerita, ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak disengaja.

So Happy Reading😉

 

Hari ini Tiffany bekerja dengan kaki yang masih terluka, jalannya pun tertatih – tatih. Sebenarnya Siwon tidak tega melihatuanya, namun ia tidak ingin memperlihatkan rasa cemasnya di depan Tiffany karena itu akan menurunkan harga dirinya.

Secara diam – diam Siwon menyuruh Taeyeon untuk membantu Tiffany, dan dengan senang hati Taeyeon melakukannya. YoonA juga senantiasa membantunya, tentunya ia ingin Tiffany memberikan lampu hijau untuknya mendekati Cho Kyuhyun.

Ketika mereka sedang sibuk melayani pengunjung, tiba – tiba seorang pria muda tampan nan tinggi memasuki restoran Siwon. Tiffany sontak membulatkan matanya tatkala melihat pria tersebut. Ia segera menyembunyikan dirinya di balik lemari besar tempat penyimpanan peralatan makanan.

Pria tampan tersebut tersenyum ramah pada Taeyeon yang menyambutuanya. Ia pun duduk di tempat yang ditunjukkan Taeyeon. Tiffany mengernyit bingung melihat tingkah pria yang membuatuanya harus bersembunyi itu terhadap Taeyeon.

 

Tiffany POV

Kenapa Yunho Oppa bersikap manis pada Taeyeon? Apa mereka sudah saling mengenal? Aihsh eottokhe? Aku tidak mungkin menemuinya dengan pakaian seperti ini, tapi aku sangat merindukannya.

“Ehem! Apa yang kau lakukan disini gadis Amerika? Kenapa kau tidak bekerja? Apa kau sedang mengintip seseorang?”

Oh God! Kenapa pria menyebalkan ini selalu menggangguku?

“Bisakah untuk kali ini saja kau tidak menggangguku Mr. Bossy? Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.”

“Aku hanya bertanya padamu. Apa aku salah? Lagipula kenapa kau mengintip tamuku, hoh?”

Eerrrrrgghhhh ingin sekali rasanya aku menyumpal mulutuanya dengan lap ini. Ia sungguh menyebalkan! Tapi tunggu. Jika Taeyeon mengenal Yunho Oppa, kemungkinan besar Mr. Bossy juga mengenalnya. Aku yakin Yunho Oppa pasti sering datang kemari. Aku harus segera menanyakannya.

“Mmmm Mr. Bossy, apa kau mengenal pria yang duduk bersama Taeyeon itu?”

“Aniyo. Memangnya kenapa? Tapi setahuku pria itu memang dekat dengan Taeyeon. Ia sering datang kemari, bahkan ia selalu minta Taeyeon yang melayaninya. Aku rasa mereka memang punya hubungan.”

Mwo? Itu tidak mungkin. Yunho Oppa tidak mungkin menyukai Taeyeon, aku sangat mengenalnya.

“Hei! Jaga ucapanmu! Aku tidak percaya dengan semua yang kau katakan! Yunho Oppa tidak seperti itu.”

“Yak! Kenapa kau memarahiku? Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat. Kenapa kau sangat tertarik sekali dengan hubungan mereka, eoh?”

Pria ini sungguh membuatku kesal, aku harus segera pergi dari hadapannya sebelum kesabaranku habis.

 

Siwon POV

Ada apa dengan gadis itu? Yunho?? Siapa sebenarnya orang itu? Menurutku ia tidak lebih tampan dariku. Ya walau harus ku akui jika ia juga memiliki kharisma yang sama denganku. Tapi aku tetap lebih unggul darinya.

Aissh apa yang terjadi denganku? Kenapa aku harus peduli? Terserah gadis Amerika itu mau tertarik pada siapapun. Aku tidak harus mempedulikannya.

Damn, kenapa ia selalu membuatku frustasi? Aku bisa gila jika begini terus.

“Sanjangnim? Apa yang anda lakukan?”

“Eoh? YoonA-ssi, eung … aku… aku… Ah! Apa pekerjaanmu sudah selesai? Sebaiknya cepat kau selesaikan tugasmu. Arraseo?”

Oh hampir saja YoonA melihatku mengumpat tentang pria itu. Aish.. kau memang bodoh Choi Siwon, bagaimana mungkin seorang CEO sepertimu harus iri pada pria yang jauh di bawahmu. Mwo? Iri? Apa aku baru saja bilang bahwa aku iri padanya? Andwe! Aku tidak mungkin iri pada pria itu. Tidak mungkin.

 

Author POV

“Sikap Sanjangnim aneh sekali, ia mengendap – ngendap disini dan menyuruhku menyelesaikan tugasku. Memangnya dia pikir aku sedang bermalas – malasan, eoh? Seenaknya saja. Huft! Kalau saja dia bukan atasanku sudah ku lempar lap ini pada wajahnya.” YoonA tidak berhenti menggerutu sejak Siwon bicara dengannya tadi.

“Yoong, gwenchana?” Tanya Taeyeon yang bingung dengan ekspresi kesal dongsaengnya.

“Ah, ne.. oh iya Unnie dimana Yunho Oppa? Apa ia sudah pulang?”

“Ne, katanya dia ada urusan penting lainnya, jadi ia tidak bisa berlama – lama disini.” Taeyeon kembali melanjutkan pekerjaannya, namun sepertinya YoonA ingin menggodanya.

“Unnie, bagaimana perasaanmu pada Yunho Oppa? Apa kau kesal karena ia harus pergi cepat, hm?”

“Yak! YoonA! Apa yang kau bicarakan? Jangan berpikiran macam – macam. Aku tidak sepertimu, aratchi?” pipi Taeyeon merona merah dengan ucapan YoonA tadi, ia pun segera meninggalkan YoonA sebelum gadis itu kembali menggodanya.

 

**Sifany**

Tiffany memutuskan untuk menemui Yunho, ia tidak peduli jika pria tampan itu akan memandangnya aneh dengan pakaian yang kini tengah dipakainya.

Yunho berjalan cepat menuju mobilnya, sampai suara panggilan menghentikan langkahnya.

“OPPA!!!” Tiffany berlari menghampirinya meskipun ia harus kesulitan karena lukanya.

“Eoh? Tiffany? Kau…..” Yunho memperhatikan Tiffany dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatuanya. Tiffany menggunakan pakaian pelayan?

“Tidak usah menatapku seperti itu Oppa!” rengut Tiffany kesal.

“Mianhae, Oppa hanya heran saja dengan penampilanmu Tiff. Gwenchana?”

“Sudahlah, aku akan menceritakannya nanti. Oppa bogoshippoyo.” Tiffany langsung memeluk Yunho, gadis itu sungguh merindukannya.

“Eoh? Rupanya kau tidak berubah Tiff, kau masih saja manja.” Yunho membalas pelukan Tiffany, ia sangat menyayangi Tiffany seperi adiknya sendiri.

“Yak! Oppa!! Berhenti mengataiku manja.” Protes Tiffany dengan aegyo nya. Yunho hanya terkekeh mendengarnya, lantas ia melepaskan pelukannya dan menatap Tiffany lekat.

“Apapun yang terjadi padamu, Oppa yakin pasti ada kebaikan dibalik semuanya.” Ucap Yunho lembut. Tiffany memberikan senyuman terbaiknya, inilah yang disukai Tiffany dari Yunho. Sikap dewasa dan perhatian Yunho terhadapnya.

“Asalkan Oppa selalu ada disampingku, aku yakin semuanya akan menjadi lebih baik.”

“Aku akan selalu menjadi Oppa mu Tiff, percayalah!” Yunho mengacak – ngacak rambut Tiffany dan berlalu darinya.

‘Selalu saja seperti ini. Oppa akan mengacak rambutku dan mengatakan hal yang sama. Tidak bisakah Oppa menganggapku lebih dari sekedar adik untukmu? Saranghae Oppa.’ Lirih Tiffany pelan.

Di sudut yang lain tanpa sengaja Siwon memperhatikan keduanya, entah kenapa hatinya terasa panas tatkala menyaksikan adegan pelukan Tiffany dan Yunho. Terlebih ketika Yunho mengacak rambut Tiffany sayang dan tersenyum manis padanya.

“Apa hebatuanya dia? Dasar pria hidung belang! Berani sekali kau merayu dua wanita sekaligus. Aku tidak akan membiarkanmu berkuasa di tempatku.” Geram Siwon kesal. Ia pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang entahlah ia juga bingung dengan apa yang terjadi padanya.

 

Tiffany POV

Hiks.. hiks… apa yang kurang dariku? Aku bahkan lebih cantik dari Taeyeon. Aku juga lebih kaya darinya. Dilihat dari sisi manapun aku sangat sempurna. Tapi kenapa Yunho Oppa tidak pernah memandangku? Hari ini aku akan mogok kerja, aku sedang tidak dalam suasana hati yang baik untuk bekerja. Aku tidak peduli jika Choi Siwon akan menerkamku, aku hanya ingin sendiri disini.

“YAK!!! Kenapa kau selalu bersantai – santai gadis Amerika? Semua orang tengah sibuk dan kau hanya duduk manis disini! Apa aku menggajimu untuk bersantai, hoh?”

Oh God! Kenapa pria ini selalu muncul dihadapanku? Kapan ia akan menghilang dari hidupku?

“Tuan Choi Siwon yang terhormat, bisakah anda tidak mengatur hidupku sehari saja?”

“Jika kau bisa bekerja dengan baik, aku tentu tidak akan mengaturmu lagi.”

“Hari ini aku tidak akan bekerja apapun! aku sedang mogok kerja!” Kesabaranku benar – benar habis menghadapi pria yang sangat super menyebalkan ini. Ku lemparkan papan pesanan yang tengah ku pegang, dan sepertinya ia terkejut dengan ulahku. Oh I don’t care! Aku sudah muak dengannya.

“Apa maksudmu dengan mogok kerja Miss. Hwang? Apa kau pikir ini perusahaan nenek moyangmu? Kau tidak bisa seenaknya melakukan hal  yang kau inginkan!!”

“AAARRRGGGGGGHHHHH!!!!! Aku ingin pulang SEKARANG!! Dan Kau jangan berani mencegahku!!”

 

Siwon POV

“AAARRRGGGGGGHHHHH!!!!! Aku ingin pulang SEKARANG!! Dan Kau jangan berani mencegahku!!”

Omona! Gadis ini benar – benar gila. Ia bahkan berani pergi sebelum waktunya dan meninggalkan semua pekerjaannya. Apa salahku hingga aku harus dipertemukan dengannya. Aku sudah kehabisan akal untuk mengatasinya.

Aku putuskan untuk kembali ke ruanganku. Ku ambil segelas air es untuk mendinginkan kepalaku yang terasa panas dan terbakar. Tugas ini sungguh berat untukku, bahkan hingga detik ini ia tidak mau menghormatiku. Apa hatinya terbuat dari batu? Kenapa sifat keras kepalanya tidak bisa hilang?

 

Tok.. Tok … Tok..

“Masuk!!”

“Apa anda memanggil saya sanjangnim?”

“Ne, Taeyeon-ssi. Ada yang ingin aku tanyakan padamu.”

“Ada apa Sanjangnim?”

“Selama kau bekerja dengan Tiffany, apa dia selalu menyusahkanmu atau dia selalu membuatmu jengkel?”

“Nde?? Aniyo. Meskipun terkadang ia berbuat semaunya, tapi pada dasarnya ia baik Sanjangnim. Aku hampir tidak pernah bermaslah dengannya.”

“Baiklah, kalau begitu kau boleh keluar. Gomawo Taeyeon-ssi.”

“Ne, Cheonma. Saya permisi Sanjangnim.”

Sepertinya Taeyeon sangat yakin dengan apa yang dikatakannya. Tapi kenapa gadis Amerika itu tidak bisa berbuat baik padaku? Aish Jinjja….. sebaiknya aku mengerjakan tugasku terlebih dulu.

 

Author POV

Hati Tiffany sedang dalam keadaan tidak baik, ia memutuskan untuk mengunjungi sahabatuanya Jessica.

 

Ting Tong … Ting Tong …

“Ne, Changkamman!” Jessica segera berlari menuju pintu apartementuanya karena sang tamu tampaknya sudah tidak sabar.

“Eoh? Tiffany? Ada apa kau kemari? Bukankah seharusnya kau masih di restoran? Apa Mr Bossy mu itu membuat masalah lagi? Apa ia tahu kau kesini? Atau kau kabur dari sana?” rentetan pertanyaan Jessica membuat Tiffany semakin penat. Ia langsung menerobos masuk tanpa menjawab pertanyaan Jessica satu pun.

“YAK!! Aku bertanya padamu TIFFANY HWANG!!!!!”

“Aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu JESSICA JUNG!!!!” teriak Tiffany dari ruang tengah apartement Jessica.

“Kau masuk rumah orang tanpa permisi dan kau juga berteriak – teriak seenaknya. Itu TI-DAK-SO-PAN!” Jessica meletakkan kedua tangannya dipinggangnya. Ia kesal karena Tiffany tidak mau menjawab pertanyaannya.

“Come On Jessie! Jangan membuatku bertambah marah. Aku sudah cukup pusing dengan semua masalahku.” Rengut Tiffany kesal.

“Ok aku akan menunggumu sampai rasa kesalmu itu hilang.” Jessica duduk berhadapan dengan Tiffany, ia mengambil cemilannya dan memakannya sendiri tanpa menawari Tiffany.

“Jess, bagaimana pendapatmu tentang penampilanku? Apa aku terlihat jelek?” setelah beberapa menit mereka terdiam, akhirnya Tiffany membuka pembicaraan.

“What do you mean, Tiff?” Jessica mengerutkan keningnya bingung.

“Sampai detik ini Yunho Oppa masih menganggapku sebagai adiknya Jess,” Lirih Tiffany pelan.

“Jadi kau seperti ini karena Yunho Oppa? Ayolah Tiff, sampai kapan kau akan terus mengharapkannya. Bukankah sudah ku katakan untuk melupakannya dan mencari pria yang lebih baik darinya!” Jessica tidak habis pikir Tiffany masih saja mengharapkan Yunho yang sudah jelas – jelas tidak menyukainya sebagai seorang wanita.

“Tapi aku sangat mencintainya Jess,”

“Dan Yunho Oppa tidak mencintaimu Tiff!” Tegas Jessica.

“Aku akan membuatuanya jatuh cinta padaku. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya.” Tiffany berdiri dari duduknya dan memberikan tatapan dinginnya pada Jessica.

“Kau sudah gila Tiff.” Jessica pergi meninggalkan Tiffany yang masih memikirkan rencananya.

 

**Sifany**

Tiffany dan Tuan Hwang tengah menikmati makan malam mereka. Tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka, hanya dentingan suara sendok dan garpu yang terdengar di ruang makan tersebut.

Tiffany melirik sekilas kearah Tuan Hwang, ia masih ragu untuk mengungkapkannya. Tiffany takut jika Tuan Hwang akan marah dan menolak permintaannya. Menyadari hal itu, Tuan Hwang berdehem keras.

“Apa yang ingin kau sampaikan Fany?” Tanya Tuan Hwang tanpa menatap putrinya.

“Eung.. Daddy… aku kan sudah memenuhi keinginan Daddy untuk bekerja di restoran itu. Ja.. jadi bisakah aku… eung.. bisakah aku… meminta satu permintaan pada Daddy?” ucap Tiffany ragu, ia menundukkan kepalanya dalam seraya memain – mainkan jarinya.

“Memangnya apa yang kau inginkan? Tas Channel? Perhiasan Tiffany and Co?” Tuan Hwang masih sibuk dengan santapannya, ia tidak sedikitpun menoleh pada Tiffany.

“Bu.. bukan itu Daddy! Aku.. aku… ingin menikah dengan Yunho Oppa.” Jawab Tiffany sangat pelan, namun masih terdengar jelas oleh Tuan Hwang.

“MWO???? Tadi kau bilang apa FANY?” Tuan Hwang sontak berdiri dan matanya membulat sempurna.

“Dad, jika aku menikah Daddy tidak akan kerepotan lagi mengurusku. Bukankah itu ide yang bagus?”

Tuan Hwang memegang kepalanya yang terasa berat akibat permintaan Tiffany yang sangat diluar dugaannya. Ia kembali duduk dan meminum air putih guna menenangkan hatinya.

“Kapan kau akan berhenti membuat Daddy mu ini stress Fany? Dengar! Pernikahan itu bukan sebuah permainan yang bisa seenaknya kau mainkan Fany! Kenapa kau bisa dengan mudahnya mengatakan hal itu?”

“Aku tidak main – main Dad, aku ingin Daddy segera menikahkan aku dengan Yunho Oppa!” Tukas Tiffany mantap.

“Apa menurutmu Yunho akan menerimamu secepat itu? Daddy tahu bagaimana sikap Yunho terhadapmu. Kau tidak boleh memaksakan kehendakmu!” bentak Tuan Hwang, kali ini ia tidak dapat lagi menahan emosinya menghadapi kelakuan putri semata wayangnya.

“JANGAN MEMBENTAKKU DADDY!” teriak Tiffany tak kalah keras, ia pun berlari menuju kamarnya dengan air mata yang mengalir deras.

Tuan Hwang menghela nafas berat, ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang untuk bertemu dengannya besok pagi di kantornya.

 

**Sifany**

“Mwo? Tiffany ingin menikah? Apa anda serius Ahjussi?” Hati Siwon tiba – tiba mencelos mendengar penuturan Tuan Hwang yang mengatakan bahwa Tiffany ingin menikah dengan Yunho.

“Ne, Ahjussi sudah lelah menghadapi tingkah kekanakannya Siwon-ah,” Jawab Tuan Hwang lemah.

Mereka berdua sama – sama berpikir keras untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

“Siwon-ah, bagaimana jika kau membuat putriku jatuh cinta padamu?”

“Nde? A..apa maksud Ahjussi?”

“Siwon-ah, aku yakin jika Tiffany jatuh cinta padamu ia akan melupakan permintaan gilanya itu.”

“Eummm Ahjussi kenapa anda tidak ingin putrimu menikah dengan Yunho?”

“Dulu aku pernah memintanya dan ia menolaknya karena ia bilang ia tidak mencintai Tiffany. Ia hanya menganggap putriku sebagai adiknya.” Siwon tersenyum mendengarnya. Ia jadi yakin bisa menjalankan tugas baru yang diberikan Tuan Hwang.

 

Tiffany POV

Aku berjalan gontai menuju restoran tempat kerjaku. Sebenarnya aku malas untuk bekerja hari ini, namun mengingat kejadian kemarin dimana aku kabur sebelum waktunya pulang, aku jadi tidak enak jika harus bolos hari ini. Aku tidak ingin pegawai yang lainnya berpikiran buruk terhadapku, terutama pada Mr. Bossy. Mereka pasti akan mengira kalau aku diperlakukan istemewa olehnya.

Eoh? Kenapa sepi sekali? Kemana Mr. Bossy? Biasanya ia akan memberikan ocehannya setiap pagi. Huft! Tapi syukurlah setidaknya telingaku akan aman untuk sementara waktu.

“Hai, Tiff! Apa lukamu sudah sembuh?” ingin sekali rasanya aku menghindar dari Taeyeon, tapi aku tidak mungkin melakukannya. Ia pasti akan mencurigaiku. Aku harus bersikap seperti biasanya, meskipun hatiku sakit setiap kali aku melihatnya.

“Hai, Taeng! Lukaku sudah agak baikkan, kau tidak perlu khawatir.”

“Unnie, kalau kau masih sakit biar aku saja yang mengerjakan tugasmu ne.” Aigoo gadis rusa ini selalu saja mencari perhatianku.

“Gwenchana Yoong, aku tidak ingin Sanjangnim memarahiku lagi.”

“Apapun yang dikatakan Sanjangnim jangan Unnie masukkan kedalam hati, ne. terkadang ia memang seperti tu.”

“Ne, gomawo Yoong. Aku akan berganti pakaian dulu.” Huuh…. Tidak ada ocehan dari Mr. Bossy, malah ada ocehan YoonA. Menjengkelkan.

 

Siwon POV

Aku harus bisa melakukannya. Dengan wajahku yang tampan, tubuh kekar ditambah dengan lesung pipiku, aku yakin ia akan jatuh dalam pesonaku. Tunggu! Kenapa aku jadi bersemangat seperti ini? Choi Siwon ingatlah, kau hanya membantu Hwang Ahjussi tidak lebih dari itu. Ya tidak lebih dari itu.

Hah, itu dia! Tapi apa yang harus ku lakukan? Ayolah Choi Siwon berpikirlah! Ugh… kenapa sulit sekali. Tenanglah ia hanya seorang gadis biasa, kau pasti bisa menaklukannya Siwon.

Oh tidak! Ia datang kemari. Bagaimana ini?

“Kau kenapa? Aneh sekali..”

“Eum.. Tif.. Tiffany….”

“Kau memanggilku apa? Hei, Mr. Bossy apa kau salah minum obat tadi malam?”

Damn! Ada apa denganmu Choi Siwon? Kenapa kau harus gugup di depannya. Sekarang lihatlah! Kau terlihat bodoh dimatanya.

“Pergilah! Cepat selesaikan tugasmu!” aku harus berusaha bersikap tenang dan tetap tegas terhadapnya.

“Kau! Dasar orang aneh! Aku heran bagaimana bisa ada orang yang sepertimu. Kasihan sekali wanita yang akan menjadi pendampingmu nanti.”

“Yak!!! Apa yang kau katakan? Kau tidak berhak berkata seperti itu padaku!”

Aish wanita ini, selalu saja menyulut emosiku. Mungkinkah aku bisa bertahan dengannya? Aku bahkan tidak bisa menjaminnya.

 

Tiffany POV

Ada apa dengannya? Aneh sekali. Eerrrgghhhh disaat suasana hatiku sedang buruk kenapa orang itu malah muncul dihadapanku? Membuat hariku tambah hancur saja. Ottokhe? Apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkan Daddy?

Aku terus berjalan menuju loker ku. Aku tidak yakin bisa bekerja dengan baik hari ini. eoh? Bukankah itu Kim Taeyeon? Apa yang sedang ia lakukan? Perlahan aku mendekatinya, sepertinya ia sedang berbicara dengan seseorang. Kutempelkan telingaku pada lemari yang membatasi aku dan Taeyeon. Aku penasaran dengan percakapannya di telepon. Sangat mencurigakan.

“Ne, Oppa. Baiklah aku akan menunggumu di sudut jalan dekat restoran. Ne, arraseo. Annyeong!”

Mwo?? Jadi dia akan berkencan? Dengan siapa? Apa itu Yunho Oppa? Arrggghhh ANDWE!!!

“Omona! Tiffany!! A-apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Aku ingin mengganti bajuku. Apa aku mengganggumu?”

“A-aniyo. Aku hanya mengambil barangku yang tertinggal, kalau begitu aku pergi dulu.”

Tingkahnya benar – benar mencurigakan, aku harus segera mencari tahu.

 

Setelah aku memastikan penampilanku sempurna, aku segera bergegas keluar mencari YoonA. Aku harus mendapatkan informasi darinya. Aku yakin YoonA akan memberitahukan semuanya padaku. Ketika aku akan memanggilnya, Taeyeon terlebih dulu mendekatinya. Aku mendengus kesal, tapi aku tidak kehilangan akal. Aku akan menguping pembicaraan mereka. Ya itu harus!

“Yoong, hari ini kau bisa pulang sendiri kan?”

“Wae, unnie? Apa ada sesuatu?”

“Aniyo! Unnie.. unnie.. hanya ada perlu dengan Yunho Oppa.”

Mwo? Yunho Oppa? Ternyata dugaanku benar. Mereka akan pergi berkencan. Ini tidak boleh dibiarkan. Aku harus mencegahnya. Harus!

“Ada perlu? Hahaha… ayolah unnie! Kau tidak perlu malu padaku, kalian akan berkencan kan? Ayo mengaku saja, hahahaha…”

“Aishh kau ini, Yunho Oppa hanya ingin mengajakku ke taman hiburan.”

“Hahaha… itu bagus Unnie, semoga berhasil!”

Dasar rusa jelek! Kenapa ia malah mendukung hubungan mereka? Awas saja kau! Aku tidak akan membiarkanmu mendekati KyuHyun Oppa!

“Ehem! Aku tidak menggajimu sebagai penguping gadis Amerika!” suara itu lagi, kenapa ia terus menggangguku? Kubalikan badanku dan ku tatap wajah menyebalkannya dengan tatapan tajamku.

“Wae? Apa kau ingin melawanku? Disini aku bos mu. Jadi kau tidak bisa melawanku!”

“Ya, dan kau adalah bos yang paling menyebalkan yang pernah aku temui!!! Kuharap kau akan kehilangan semua pegawaimu!”

“Mwo!! YAAK!!! Kau tidak bisa menyumpahiku seperti itu!!”

Ku julurkan lidahku dan aku segera pergi dari hadapannya. Aku tidak ingin hariku semakin buruk karenanya.

 

Author POV

Sore sudah tiba, Tiffany semakin gelisah dibuatnya. Ia bingung bagaimana cara mengikuti Taeyeon dan Yunho. Ia tidak membawa mobil, itulah yang membuatnya frustasi. Jessica tengah sibuk dengan urusannya, ia tidak tahu siapa lagi orang yang bisa ia mintai tolong. Ia tidak mungkin menghubungi KyuHyun, itu sama saja membunuh dirinya sendiri.

“Unnie, kau tidak pulang?”

“Ah, ye sebentar lagi. Kau duluan saja Yoong.”

“Baiklah, aku duluan. Annyeong!” baru berapa langkah YoonA berjalan, ia kembali lagi menghampiri Tiffany. Tiffany mengernyitkan dahinya bingung.

“Unnie, apa kau sedang menunggu KyuHyun Oppa?” tanyanya ceria. Tiffany memutar bola matanya, disaat seperti ini kenapa gadis ini malah menanyakan suatu hal yang menurutnya sangat tidak penting.

“Aniyo, jikapun aku menunggunya aku tidak akan membiarkanmu ikut Yoong.” YoonA mengerucutkan bibirnya kesal. Ia pun kembali berlalu dengan menghentak – hentakkan kakinya.

 

Tiffany POV

‘Ayolah Tiff, berfikirlah!! Kau harus segera menyusul Yunho Oppa.’ Alam bawah sadarku terus memerintahku untuk segera bergerak cepat. Aku bingung, jalan pikiranku tiba – tiba saja buntu. Sebuah ide muncul begitu saja dalam otakku. Tapi pikiranku mengatakan ‘tidak’ sedangkan hatiku berkata ‘iya’. Ottokhe?? Apa yang harus kulakukan? Ayolah! Berikan aku jawaban! Kau harus melakukannya Tiff, ia adalah satu – satunya jalan untukmu. Oh God, apa hanya ini jalan keluar untukku? Aku terus mondar – mandir di depan pintu restoran, hingga orang yang sedari tadi menjadi perdebatan antara pikiran dan hatiku muncul dihadapanku dengan gaya sok cool-nya.

“Apa kau sedang ada masalah nona? Aku perhatikan sejak tadi pagi kau terlihat gelisah.” Ayo Tiff, katakan padanya! Kau harus menurunkan egomu, ini semua demi Yunho Oppa.

“Aku tidak apa – apa Siwon-ssi. Terima kasih atas perhatianmu.” Kupaksakan senyumku padanya.

“Nde? Kau memanggilku apa? Hahaha.. aku rasa memang ada yang salah denganmu nona, kau terlihat aneh! Atau mungkin kau menginginkan sesuatu dariku, eoh? Tebakanku benar kan?” ia mencondongkan sedikit badannya kearahku dengan kedua tangannya yang berada di dalam saku celananya dan senyum smriknya yang menjijikan. Aisshh bagaimana bisa aku meminta tolong padanya, ia sungguh membuat seluruh aliran darahku mendidih.

“Dengar tuan Choi yang terhormat, aku hanya akan meminta ini sekali. Jadi tolong kau jangan salah paham, oke?” aku bisa melihat dari sudut mataku, jika ia tengah menahan tawanya. Sungguh menyebalkan! Jika bukan karena Yunho Oppa, aku tidak akan pernah mau berurusan dengannya. Aku bersumpah jika ini yang terakhir kalinya!

“Baiklah, apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin kau mengantarku ke suatu tempat.”

“Kemana? Aku perlu tahu tujuanmu, karena aku tidak ingin kau membawaku ke tempat yang tidak aku inginkan.” Kuhembuskan nafas beratku, ku tahan rasa kesalku, dan ku kepalkan tanganku agar amarahku tidak meledak. Sabarlah Tiff, kau pasti bisa menghadapi pria menyebalkan ini.

“Ke taman hiburan,” ucapku tenang.

“Nde? Apa kau yakin Nona? Aku pikir kau akan mengajakku ke club malam.”

“Simpan pikiran kotormu itu tuan Choi! Kajja! Kita tidak punya banyak waktu.”

 

Author POV

Selama perjalanan, Tiffany terus menggigiti kukunya gelisah, sebenarnya Siwon sangat penasaran dan ingin menanyakan langsung padanya apa yang sedang ada dalam pikirannya. Namun niat itu segera ia singkirkan. Ia tidak mau berdebat lagi dengan Tiffany. Sisa perjalanan mereka habiskan dengan keheningan, tidak ada satupun diantara mereka yang berniat untuk membuka suara. Sesekali Siwon melirik kearah Tiffany, namun gadis itu tetap fokus dengan pikirannya. Huft! Sungguh membosankan. Pikirnya.

Setibanya mereka di taman hiburan, Tiffany langsung berhambur keluar dan mencari orang yang sedari awal menjadi tujuannya mengunjungi tempat ini. ia bahkan tidak mempedulikan Siwon yang telah sukarela memberinya tumpangan. Siwon menghembuskan nafasnya kasar sebelum ia menyusul Tiffany.

Langkah kakinya yang panjang memudahkannya menyelaraskan langkah kaki Tiffany yang telah lebih dulu berjalan meninggalkannya di belakang. Tiffany menoleh kesamping, dan mendapati Siwon tengah berjalan santai disampingnya. Wanita bereyesmile itu mendelik kesal dan tidak mempedulikannya.

Setelah berjalan cukup lama, mata Tiffany akhirnya menangkap sosok orang yang sedari tadi dicarinya. Tiffany berlari menghampirinya dan kembali meninggalkan Siwon yang ternganga ditempatnya.

 

Siwon POV

Mwo? Jadi ia mengajakku kemari hanya untuk bêrtemu dengannya? Siwon pabo! Kau pasti akan diabaikan. Ketika aku melihat Tiffany mendekati Yunho, aku hampir saja akan meninggalkannya. Namun langkahku terhenti ketika Yunho berseru kaget melihat kehadiran Tiffany.

“Tiffany? Apa yang kau lakukan disini? Apa kau datang sendiri?” Tanya Yunho heran, ia mencari – cari orang yang mungkin sudah mengantar Tiffany. Ya, aku bisa memahami keterkejutan Yunho. Seorang Tiffany Hwang tidak akan mungkin menginjakkan kakinya di tempat seperti ini dan tuan Hwang juga tidak akan mungkin membiarkan Tiffany pergi sendirian ke tempat yang belum pernah dikunjunginya.

“Aku yang mengantarnya kemari, kebetulan tadi kami bertemu di jalan dan aku mengajaknya untuk sekedar mampir kesini. Bukan begitu Tiffany-ssi?” tampak jelas raut kebingungan dari wajah Tiffany atas penuturanku tadi. Untuk mengalihkan perhatian mereka kuulurkan tanganku untuk memperkenalkan diriku pada pria yang ada di depanku.

“Annyeong namaku Choi Siwon, jika aku tidak salah lihat kau sering berkunjung ke restoranku. Apa aku benar?” Yunho menautkan kedua alisnya, mungkin ia sedang mengingat – ingatku.

“Oh.. iya aku tahu. Anda pasti pemilik restoran itu kan? Annyeong namaku Jung Yunho. Maaf tadi aku sempat tidak mengenalimu.”

“Gwenchana,” kami saling bertukar senyum setelah melepaskan jabatan tangan kami.

“Oppa, dimana Kim Taeyeon?” Tiffany celingak – celinguk mencari seseorang, tunggu! apa tadi ia menyebut nama ‘Kim Taeyeon?’ jangan bilang jika ia kemari untuk membututi pasangan ini. aissh dasar gadis bodoh! Untuk apa ia mengikuti mereka. Kenak – kanakan sekali.

“Bagaimana kau tahu aku bersama Kim Taeyeon?” matilah kau Tiffany! Kenapa ia bodoh sekali? aku berusaha menahan tawaku melihat kegagapan pada wajah Tiffany.

“A-aku.. aku hanya menebaknya Oppa. Kau tidak mungkin datang hanya seorang diri kan Oppa?”

“Lalu kenapa kau bisa menebak jika itu Kim Taeyeon?”

“Hahahhaha…..” Tiffany membeku seketika dengan pertanyaan Yunho dan tawaku meledak. aku tidak bisa menahannya lagi, Tiffany dan Yunho menatapku heran.

“Ups! Mian..” aku kembali mengunci mulutku, aku ingin tahu apalagi jawaban yang akan diberikan Tiffany.

“Sudahlah Oppa! Aku tidak ingin berdebat denganmu. Aku sudah lelah, aku ingin pulang.”

“Hei, Tunggu! Kau tidak akan pulang sendirian kan?”

“Aku yang akan mengantarnya Yunho-ssi, kau tidak perlu khawatir.”

“oh, syukurlah! Aku lega mendengarnya. Tolong kau jaga dia ne,”

“Tentu saja, jika terjadi apa – apa padanya aku akan kehilangan pegawaiku. Annyeong senang berkenalan denganmu Yunho-ssi.”

“Hahaha.. ne, nado. Annyeong.”

 

**Sifany**

Selama perjalanan menuju mobilku, Tiffany terus menghentak – hentakkan kakinya. Bahkan sampai kami masuk kedalamnya, ia tidak berhenti menggerutu. Saat ini aku tidak ingin mengganggunya dulu, aku akan membiarkannya mengeluarkan semua kekesalannya. Kunyalakan mesin mobilku, dan kulajukan dengan kecepatan sedang.

“Mr. Bossy, menurutmu kenapa Yunho Oppa lebih tertarik pada Taeyeon? Bukankah aku lebih cantik darinya?” pertanyaannya membuatku tertegun, apa yang harus aku katakan padanya? Aku tidak mungkin mengatakan jika ia jauh lebih cantik dari Taeyeon.

“Ehem!” aku berdehem keras untuk mengatur nafasku sebelum menjawabnya. “Mungkin karena Taeyeon tidak manja sepertimu.”

“Apa semua pria tidak menyukai wanita manja? Apa aku harus berubah seperti Taeyeon?” lagi – lagi pertanyaannya sulit aku jawab.

”Eum….tidak semua pria seperti itu Tiff, ada kalanya mereka menyukai sifat manja seorang wanita dan kau tidak perlu menjadi siapapun untuk menarik seseorang. Cukup menjadi dirimu sendiri.” Aku rasa jawabanku sudah tepat dan aku berharap ia tidak akan bertanya macam – macam lagi yang bisa membuatku mati kutu.

“Lalu bagaimana dengan dirimu? Apa kriteria wanita impianmu?” Tiffany sedikit mencondongkan tubuhnya padaku dan itu membuatku gugup, terlebih lagi pertanyaannya itu membuatku menjadi sesak. Apa – apaan ini? kenapa ia bertanya seperti itu?

“Aku akan jatuh cinta pada seseorang yang bisa membuat hatiku bergetar dan membuat mataku tak berkedip ketika pertama kali aku melihatnya.” Entah kenapa tiba – tiba jawaban itu lolos dari mulutku.

“Hahaha.. kau aneh Mr. Bossy, siapapun bisa dengan mudah membuat hati seseorang bergetar.”

“Yakk!! Tentu saja itu tidak mudah! Sampai detik ini aku belum menemukannya!”

“Oh ya?? Benarkah?? Mungkin saja karena tidak ada wanita yang tertarik padamu. Hahahaha…”

“Yaakk!! Apa maksudmu?? Aku bisa mendapatkan siapapun di dunia ini termasuk dirimu.” Damn! Apa yang baru saja aku katakan? Siwon pabo!! Kenapa kau ceroboh sekali.

“Kau tadi bilang apa? Mendapatkan diriku? Cih.. jangan berharap Mr. Bossy! Aku tidak akan tertarik padamu.”

“Hei, gadis Amerika! Kau jangan terlalu berbesar kepala, aku juga tidak ingin mengharapkanmu. Tadi itu hanya perumpamaan saja, kau jangan salah paham.”

“Whatever!”

Karena kalimat cerobohku tadi, suasana menjadi canggung dan kembali hening. Ingin sekali rasanya aku memukul mulutku yang tak bisa terkontrol ini. Tiffany terus memandang keluar jendela yang ada disampingnya, sepertinya ia enggan untuk melihatku. Aku berharap waktu cepat berlalu dan ia segera melupakan ucapanku tadi atau setidaknya ia hanya menganggapnya sebagai ucapan belaka.

 

Author POV

Begitu tiba di sudut jalan yang akan menuju rumahnya, Tiffany menyuruh Siwon untuk menurunkannya. Ia masih tidak ingin Siwon mengetahui rumahnya, meskipun sebenarnya Siwon sudah mengetahuinya. Ada rasa sesal dalam diri Siwon melihat tingkah Tiffany yang acuh padanya. Ia hanya mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal, selebihnya ia berlalu tanpa menoleh kembali ke belakang.

Siwon teringat dengan janjinya pada tuan Hwang untuk membuat Tiffany jatuh cintanya padanya. Namun setelah mendengar jawaban Tiffany tadi, sepertinya ia harus menyerah sebelum berperang.

 

**Sifany**

Hari ini suasana restoran sangai ramai, mungkin karena ini adalah akhir pekan. Tapi kenapa disaat semua orang tengah menikmati hari liburnya, Tiffany malah harus bekerja ekstra? Itulah yang ada dalam pikiran Tiffany saat ini.

Ketika Tiffany tengah melayani seorang pelanggan, datanglah seorang wanita cantik nan anggun. Sepertinya wanita itu orang asing, karena tidak satupun pegawai Siwon yang pernah melihatnya sebelumnya.

Wanita itu duduk di meja pojok dekat jendela yang menghadap langsung ke jalanan kota Seoul sambil mengibaskan rambut hitam panjangnya yang indah. Matanya yang dihiasi eyeliner tebal menambah ketajaman pada mata kecilnya. Tak sedikit dari para pengunjung yang menatap takjub padanya. Tiffany merasa tersaingi, biasanya ia-lah yang selalu menjadi pusat perhatian mereka.

Saat Tiffany akan bertolak menuju dapur, suara bass yang sangat dikenalnya berseru senang seolah telah menemukan sesuatu yang sangat berharga. Tiffany kembali berbalik, dan mendapati Siwon tengah berbincang dengan wanita yang telah mencuri pesonanya.

“Park Jiyeon? Kau kah itu?”

“Omona! Siwon Oppa!! Oh aku tidak percaya kita akan bertemu lagi, sudah sangat lama sekali ya,”

“Ne, hampir lima tahun.”

“Bagaimana kabarmu Oppa?”

“Seperti yang kau lihat sekarang.”

“Ye, kau tidak pernah berubah.”

“Hm, begitulah. Dan kau semakin cantik Jiyeon-ah.”

Wanita yang diketahui bernama Park Jiyeon adalah teman dekat Siwon ketika mereka kuliah dulu. Siwon dan Jiyeon merupakan mahasiswa berprestasi kala itu, mereka juga sering dipasangkan dalam setiap acara yang diadakan di kampusnya. Bahkan banyak dari teman mereka yang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Well, kedua insan ini memang sangat populer dikalangan para mahasiswa.

“Taeyeon Unnie, apa wanita itu kekasih Choi sanjangnim?” Tanya YoonA penasaran.

“Mollayo,”

“Wow! Ia sangat cantik! Anggun sepertimu Unnie,” YoonA menepukan kedua telapak tangannya kagum.

“Seandainya mereka benar sepasang kekasih, mereka akan tampak serasi.” Taeyeon menyikut lengan YoonA pelan untuk memperingatinya.

“Jaga ucapanmu Yoong, kau tidak ingin dipecat kan?” bisiknya, dan YoonA langsung otomatis membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

Tiffany merasa semakin panas setelah mendengar kata – kata yang terlontar dari mulut YoonA. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu sesegera mungkin. Akan tetapi langkahnya terhenti oleh sebuah panggilan yang memanggil namanya.

“Tiffany-ssi! Kemarilah!” Tiffany menoleh padanya dengan tatapan tidak suka.

“Hei, apa kau tidak mendengar panggilanku?” Tiffany menghentakkan kakinya dan berjalan setengah hati menuju meja yang ditempati pasangan itu.

“Apa ada yang bisa saya bantu sanjangnim?”

“Tolong bawakan dua gelas lemon tea ice untuk kami.”

“Ne, baiklah.” Tiffany membalikkan badannya dan wajahnya berubah ketus, ia sama sekali tidak ikhlas melakukannya.

 

Tiffany POV

Apa – apaan ini? ia menyuruhku untuk melayaninya? Cih.. yang benar saja. Aigoo… kenapa ruangan ini terasa panas sekali? Aku ingin segera pulang dan berendam di bathtub kesayanganku. Aku lelah dengan semuai ini. oh God! Kapan semuanya akan berakhir?

“Unnie, apa kau butuh bantuanku?”

“Aniyo, aku bisa melakukannya sendiri. Sebaiknya kau urus saja pekerjaanmu.”

“Baiklah, jika kau perlu sesuatu panggil aku saja ne,”

Uuhhh… gadis rusa itu selalu saja menggangguku, aku tidak suka caranya mendekatiku. Terlebih lagi ia adalah adik dari orang yang telah merebut Yunho Oppa dariku.

Setelah merasa semuanya siap, ku ambil nampan yang berisi lemon tea ice dan kuserahkan pada kedua orang yang menyebalkan itu.

“Hei, kenapa lama sekali? Minuman ini bisa kau sajikan dalam waktu 5 menit.”

“Aku sedang sibuk sanjangnim,” Siwon menajamkan tatapannya padaku. Sepertinya ia tidak percaya dengan ucapanku.

“Ketika tadi aku memanggilmu, kau tidak sedang sibuk Tiffany-ssi. Jadi jangan coba – coba mencari alasan denganku. Arraseo?” mwo? Kenapa ia jadi memarahiku? Apa ia sengaja melakukannya agar ia terlihat seperti atasan yang tegas terhadap pegawainya di depan wanita genit ini? aisshh awas saja kau Mr. bossy, aku tidak membiarkanmu.

“Sudahlah Oppa, kau tidak perlu bersikap seperti itu pada pegawaimu. Walau bagaimanapun mereka juga memiliki hak yang sama seperti hal nya kita.”

What???? Jadi wanita ini menganggapku sebagai pegawai yang berada di bawah levelnya, begitu? Aarrrggghhh aku tidak bisa menahannya lagi, aku harus memberinya pelajaran. Ku senggolkan tanganku pada gelas yang ada di depannya sehingga setengah minumannya jatuh membasahi pakaiaannya.

“Oh my God bajuku..”

“Ups! Mianhae nona, aku tidak sengaja.”

“Jiyeon, gwenchana?”

“Ne, Oppa nan gwenchana. Sudahlah tidak perlu berlebihan,”

“Tiffany ayo ikut denganku!!” lagi – lagi ia menyeretku keluar. Siwon menghempaskan tanganku kasar, membuatku hampir tersungkur ke depan.

“Apa yang telah kau lakukan Tiffany? Aku tahu kau sengaja melakukannya!! Sebenarnya ada apa denganmu, eoh? Kenapa kau tidak pernah berhenti mencari MASALAH!!!”

Sungguh aku baru melihatnya semarah itu padaku. Apa ini semua karena wanita itu? Apa ia tidak terima wanitanya diperlakukan seperti itu olehku? Aku tidak kuat menahan emosiku lagi.

“YA aku memang sengaja melakukannya. Wae? Apa kau tidak suka?”

“Mwo?? YAAKK!!! Ia adalah tamuku! Kau tidak berhak melakukan itu PADANYA!!!”

“Ia telah menghinaku CHOI SIWON!!! Aku tidak bisa menerimanya!!!!”

“Kau yang terlalu berlebihan Tiffany!! Ia mengatakan apa yang seharusnya ia katakan!! Kau memang hanya seorang PELAYAN disini!! Tugasmu hanya melayani para pengunjung dan mematuhi semua PERINTAHKU!!!”

“Mwo?? Kau bahkan mengatakan aku seorang PELAYAN? Ternyata mulutmu lebih kejam Choi Siwon!! Ya, aku memang hanya seorang pelayan disini dan kau adalah bos ku. Kau berhak melakukan apapun terhadapku. Kau berhak menghinaku. Kau berhak menginjak – injak harga diriku. Kau berhak melakukan apapun yang kau mau. Sekalipun kau ingin membunuhku, kau berhak melakukannya. Aku tidak punya kuasa untuk melawanmu.”

Aku tidak tahu dari mana kata – kataku tadi berasal. Mereka keluar begitu saja dari mulutku. Tak terasa air mataku mengalir deras membasahi pipiku, Siwon hanya diam terpaku mendengar semua ucapanku. Hati ini terasa sangat sakit dengan apa yang telah diucapkannya padaku. Aku tidak percaya seorang Choi Siwon mampu melakukannya. Aku sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakitku, aku berlari meninggalkannya. Aku ingin berlari sejauh mungkin.

 

Author POV

Siwon menatap nanar kepergian Tiffany, ia sama sekali tidak sadar dengan kata – kata yang terlontar dari mulutnya. Tidak ada niat Siwon untuk menyakiti hatinya, ia merutuki dirinya sendiri yang telah lancang menghinanya. Wajar saja jika Tiffany semarah itu, ia memang telah keterlaluan dan tidak patut untuk dimaafkan. Siwon berjalan gontai kembali masuk ke restorannya, kegaduhan yang tadi diciptakan Tiffany tidak membuat para pengungjung yang lain merasa terganggu. Mereka kembali menikmati hidangan lezat yang disajikan oleh para koki handal di restorannya.

YoonA yang tidak sengaja mendengar perdebatan antara Siwon dan Tiffany, terperangah mendengar perkataan Siwon yang dilontarkannya pada Tiffany. Ia merasa kasihan pada wanita itu, walau bagaimanapun posisinya sama dengannya. Jika ia berada di posisi Tiffany, ia pasti akan langsung meledak. YoonA ikut menangis, ia khawatir dengan keadaan Tiffany saat ini.

Taeyeon yang melihat YoonA tengah terisak, menghampirinya. Ia bingung karena YoonA tidak biasanya menangis di tempat umum. Ia adalah wanita yang tegar dan ceria.

“Yoong, wae? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”

“Unnie, Tiff Unnie… ia .. ia … hiks..” YoonA tidak mampu melanjutkan kalimatnya, ia langsung menghambur ke pelukan Taeyeon.

 

**Sifany**

Jiyeon masih setia menunggu Siwon di meja yang sama, ia juga mengkhawatirkan mereka. Melihat dari sorot mata Siwon tadi, ia yakin Jika Siwon akan memarahi Tiffany. Ia menjadi tidak enak hati, semua ini karenanya. Ia yang telah membuat semuanya menjadi kacau.

Siwon berjalan menghampirinya, ia tersenyum tipis pada Jiyeon. Senyuman yang tampak dipaksakan.

“Oppa, kau tidak memarahinya kan? Mianhae aku telah membuat kekacauan disini.”

“Gwenchana, semuanya baik – baik saja. Kau tidak perlu khawatir. Apa kau ingin menambah minumanmu?”

“Aniyo, terima kasih. Aku masih ada pekerjaaan lain, aku harus pergi Oppa. Kita akan bertemu lagi nanti, ne, bye!” Jiyeon pergi menyisakan Siwon dengan rasa bersalahnya.

 

**Sifany**

“Oh ayolah Tiff, berhenti menangis! Sebaiknya kita pergi dan temui boss mu itu. Kita buat perhitungan dengannya.”

“Aku tidak ingin bertemu dengannya Jessie!”

“Apa kau akan berhenti dari pekerjaanmu?”

“Aku tidak mungkin melakukannya. Daddy pasti akan membunuhku.”

“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Mollayo,” Jessica menghela nafasnya kasar, ia ikut duduk disamping Tiffany sembari memakan snacknya.

“Apa kau mau ini?” tawar Jessica menyodorkan snack yang ia makan.

“YAAKK!!! Kenapa kau memakannya?? Itu milikku! Cepat kembalikan padaku!”

“Aisshh.. kau ini. bukankah kau sedang marah? Aku pikir kau tidak akan ingat dengan makananmu.” Jessica memberenggut kesal.

“Makanan adalah pengecualian,” terjadi keheningan sesaat. Tampaknya Tiffany tengah memikirkan sesuatu.

“Jessie, aku rasa aku telah melakukan kesalahan.” Ujar Tiffany seraya menerawang jauh.

“Mwo? Jadi kau menyadari kesalahanmu Tiff?”

“Ne, tidak seharusnya aku mengatakan jika ia berhak melakukan apapun padaku, itu akan semakin membuatnya besar kepala.”

“Oh, God Tiffany.. aku pikir kau menyadari kesalahanmu karena telah menumpahkan minuman pada wanita itu. Ternyata kau memikirkan masalah itu.”

“Ini sangat penting Jessie, aku tidak ingin ia mengikuti perkataanku dan membuatku semakin menderita. Oh no! itu tidak boleh terjadi!” Jessica hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang menurutnya sangat aneh.

 

Siwon POV

Aku harus pergi mencari Tiffany dan meminta maaf padanya. Ya aku harus melakukannya. Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini. ku belokkan mobilku, dan ku tancap gas menuju rumahnya. Aku hanya menunggunya di tempat biasa aku menurunkannya karena aku yakin gadis Amerika itu tidak menginginkanku mengetahui rumahnya.

Kemana gadis itu? Hwang ahjussi bilang ia belum pulang. Apa mungkin ia melompat dari gedung? Aniyo, itu tidak mungkin. Gadis Amerika itu tidak mungkin berani melakukannya.

Setelah 15 menit menunggu, orang yang sedari tadi aku tunggu akhirnya muncul. Tapi ia tampak baik – baik saja.

“Hei, apa yang kau lakukan disini? Apa kau ingin meminta maaf padaku? Haha sudah kuduga kau akan melakukannya Mr. Bossy.”

Mwo? Oh God, bagaimana bisa ada orang sepertinya? Aku pikir saat ini ia tengah menangis karena perkataanku, ternyata aku salah. Aku tidak boleh lemah di depannya.

“Aku datang kemari hanya ia memastikan jika kau tidak akan kabur dari pekerjaanmu nona Amerika,”

“Kau pikir aku bodoh, eoh? Jika aku keluar dari pekerjaanku, maka aku kalah.”

Apa maksudnya? Aishh.. wanita ini benar – benar membuat darahku mendidih. Lebih baik aku segera pergi dari sini sebelum emosiku meledak. Tapi bagaimana caranya? Aku tidak boleh pergi begitu saja, ia pasti akan menertawakanku.

“Ehem! Aku tidak tahu apa yang kau maksudkan Miss Hwang, tapi untuk saat ini aku tidak ingin berdebat denganmu karena itu akan sangat menguras tenagaku.”

“Mwo?” gadis Amerika itu mendekatiku, entah apa yang akan dilakukannya padaku.

“Kau bilang berdebat denganku akan menguras tenagamu?” ia semakin mendekatiku dan aku berjalan mundur.

“A-aku… aku…” oh shit! Kenapa aku jadi gugup begini? Punggungku menabrak mobilku dan aku terkunci disini. Tatapan matanya semakin tajam padaku, ia semakin mendekat dan entah kenapa tatapannya berubah menjadi nakal.

“Aku ingin tahu apa tenagamu juga akan terkuras jika aku………”

CUP

Apa ini? Rasa hangat langsung menjalar di pipiku. Tiffany mencium pipiku?? Benarkah? Apa aku sedang bermimpi? Selama beberapa detik aku terpaku di tempatku. Aku tidak mampu bergerak ataupun berucap satu kata pun. Ini terlalu mengejutkan.

Tiffany tersenyum miring. Entah apa maksudnya?

“Bagaimana? Apa tenagamu lebih terkuras sanjangnim? Atau kau ingin lebih?”

Damn! Jadi wanita ini menantangku? Oke, akan aku tunjukkan seberapa besar kekuatanku. Aku balik mendekatinya dan menyeringai padanya. Kulihat ia terkejut dan melangkah mundur.

“A-apa yang akan kau lakukan Choi Siwon?”

 

 

To be continue

 

Maaf ya part 2 nya baru bisa di post sekarang, soalnya aku harus nyelesaiin ff ku yang berjudul My Second Love My Wife Twinning dulu..

Insya Alloh setelah ini aku akan focus sama judul ini, jadi di tunggu aja ya..

See you😉

 

 

 

 

 

 

59 thoughts on “(AF) Saranghae My Spoiled Waitress Part 2

  1. Oh no
    Lg seru2’a ituh
    Knp pke TBC hooaaaa..
    Next please!!
    Mian aku komen di part 2 doank
    Abis nntn part 1 penasaran jd lngsng lanjut dh hehe..

  2. Uni, kpn ff ne dlnjutkan!? Bknya ff my second love my twinning wife dah skese lama? Bhkan ff barunya the wills uga dah slse uga?! Mf unie, udh gx sbar pgen tau kelanjutanya gmna hub sifany… Fighting unie!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s