(AR) The Beautiful Suspect Part 4

The Beautiful Suspects Part 4

SIFANY_TBS_POSTER2

Author: Youngwonie

Cast:

Choi Siwon |Tiffany Hwang

Supported cast:

Jessica Jung|Lee Donghae|Cho Kyuhyun|Im YoonA|Oh Sehun|Krystal Jung

Genre: Mystery, Action, Soft Romance

Rating: PG 17

Length: Chaptered

Disclaimer: The cast are belong them self, but the story is mine. Don’t be a plagiator. Enjoy this story and don’t forget to comment. Your comment is oxygen to my finger and heart to write.

—The Beautiful Suspects—

 

Flashback.

“Wajahmu pucat sekali, Yul.”

“Aku tidak apa- apa.”

Yuri tersenyum untuk meyakinkan Kyuhyun yang terlihat khawatir padanya.

“Aku sudah bilang padanya untuk beristirahat saja di asrama.  Tapi dia bersikeras mau datang.” Keluh Tiffany.

“Yuri tidak mungkin melewatkan acara ini. Dia kan bintangnya.” Sahut Jessica.

Malam itu mereka berempat berada di aula kampus untuk menghadiri acara penghargaan mahasiswa berprestasi. Seluruh mahasiswa Kyunghee dari semua jurusan berkumpul di sana. Sebenarnya Yuri sedang tidak sehat saat itu. Ia terkena demam sejak tadi pagi. Tapi seperti kata Jessica, ia adalah bintang dari acara itu. Jadi Yuri bersikukuh tetap datang meskipun tubuhnya lemah.

Acara itu dibuka dengan sambutan dari orang- orang penting di Kyunghee, termasuk Kakak Jessica, Jung Woohyun. Pembawa acara memanggil Tuan Jung untuk berdiri di podium dan memberikan pidato. Hadirin bertepuk tangan untuknya. Sebagian besar mahasiswa sangat mengidolakannya. Termasuk Tiffany. Ia mendengarkan dengan semangat nasehat dan tips- tips sukses yang dijabarkan Jung Woohyun dalam pidatonya. Lain halnya dengan ketiga sahabatnya. Jessica memasang earphone di kedua telinganya, mendengarkan musik. Kyuhyun yang duduk di sebelahnya melihat Jessica sedang memasang earphone, mengambil salah satunya dan memasang ke telinganya. Mereka berbagi earphone dan mendengarkan musik bersama- sama. Tidak ingin mendengarkan pidato yang disampaikan Jung Woohyun.

Nice choice.” Kyuhyun mengomentari lagu yang diputar Jessica.

“Lagu  favoritku.” Ujar Jessica.

Sedangkan Yuri, ia tidak fokus pada apapun di sekitarnya. Ia terlalu lemah karena merasakan sakit- sakit di sekujur tubuhnya.

Semua orang bertepuk tangan kembali saat Jung Woohyun mengakhiri pidatonya. Acara terus berlanjut sampai tiba saatnya pemberian penghargaan pada mahasiswa- mahasiswa berprestasi. Nama Yuri di sebut untuk menerima gelar juara satu. Ia maju ke atas panggung untuk menerima penghargaan itu. Kyuhyun, Jessica dan Tiffany bersorak dari tempat duduk mereka.

“Yuri! Yuri! Yuri!.”

Yuri menerima penghargaan yang diberikan oleh Jung Woohyun.

“Selamat Kwon Yuri!” Tuan Jung menyalami dan memberi selamat pada Yuri. Mata pria tua itu menatap Yuri dengan tatapan yang tidak biasa. Yuri yang ditatap seperti itu merasa terganggu. Apalagi  Jung Woohyun cukup lama menjabat tangannya.

“Te-terima kasih, Tuan.”

Yuri menarik paksa tangannya hingga tautan mereka pun terlepas. Jung Woohyun memperlihatkan smirk-nya saat melihat ketidaknyamanan Yuri. Ia menatap Yuri dengan tatapan merendahkan. Melihat tatapan itu, Yuri teringat tatapan yang yang sama yang diberikan Jung Woohyun setelah melakukan hal bejat padanya malam itu. Nafas Yuri tiba- tiba sesak.  Jantungnya berdetak tak beraturan. Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya. Wajahnya yang sudah pucat karena demam semakin memutih. Kejadian malam itu terulang dengan jelas di kepalanya. Dan, Yuri jatuh pingsan.

***

 

Kyuhyun, Tiffany dan Jessica duduk gelisah di ruang tunggu klinik universitas. Dokter sedang memeriksa keadaan Yuri. Nyonya Yoon sebagai kepala asrama yang mendampingi Yuri di ruang pemeriksaan.

“Seharusnya Yuri mendengarkan perkataanku untuk istirahat. Dia sudah sakit sejak bangun tidur tadi.” sesal Tiffany.

“Sudahlah, Tiff. Kita berdoa saja. Semoga Yuri tidak apa- apa.” Hibur Jessica.

Kyuhyun yang juga khawatir dengan keadaan Yuri tidak bisa duduk dengan tenang. Ia bangun dan berjalan mondar- mandir di depan pintu ruangan tempat Yuri diperiksa. Nyonya Yoon keluar dari dalam ruangan. Mereka bertiga langsung berkumpul di depan wanita paruh baya itu.

“Bagaimana keadaannya?” tanya mereka bertiga bersamaan.

“Tiffany, Jessica, bisa aku bicara dengan kalian sebentar?” ucap Nyonya Yoon tanpa menjawab pertanyaan mereka.

Tiffany dan Jessica saling pandang. Mereka merasakan firasat yang tidak baik.

“Aku akan keluar untuk membeli kopi, kalian bisa bicara di sini.”

Kyuhyun pamit keluar dari klinik untuk memberikan privasi pada para wanita itu. Mungkin yang ingin dibicarakan Nyonya Yoon sangat pribadi. Setelah Kyuhyun pergi, Nyonya Yoon menatap Tiffany dan Jessica satu persatu.

“Apakah akhir- akhir ini Yuri sering merasa mual terutama di pagi hari?”

Tiffany dan Jessica menerawang. Mencoba mengingat- ingat.

“Ya, beberapa hari ini. Yuri bahkan pernah tidak mau makan seharian karena mual yang dirasakannya.” Jawab Tiffany.

“Yuri juga sering merasa lelah dan mengeluh tidak enak badan.” Tambah Jessica.

Kekhawatiran tampak jelas di wajah Nyonya Yoon yang tak lagi muda.

“Apakah Kwon Yuri sedang dekat dengan seorang pria saat ini? Seorang kekasih, tunangan, atau calon suami?” tanyanya lagi.

“Tidak. Yuri tidak sedang dekat dengan pria mana pun. Kenapa Anda menanyakan hal itu Nyonya? Jangan bilang, kalau Yuri—“

Tiffany tidak ingin tebakannya benar. Tapi ekspresi Nyonya Yoon saat itu menunjukkan sebaliknya.

“Kwon Yuri, hamil.”

Tiffany dan Jessica terpaku. Berusaha mencerna apa yang dikatakan Nyonya Yoon. Mereka jelas merasa ketakutan.

“Dokter sudah mengeceknya. Yuri dinyatakan positif hamil.” Nyonya Yoon memperjelas pernyataannya.

“Tidak—“ lirih Tiffany.

“ini tidak mungkin—“sambung Jessica.

“Aku juga berharap begitu. Tapi, kenyataannya tidak selalu seperti yang kita inginkan. Kalian pasti tahu konsekuensi yang akan diterima Yuri setelah berita ini sampai ke dewan kampus. Aku harap kalian lebih mendukungnya mulai saat ini.”

Flashback end.

***

 

“Jadi proyektilnya terjatuh di bawah meja?”

Siwon menatap Tiffany lekat- lekat. Wanita itu membulatkan matanya. Ia baru sadar kalau Siwon berhasil menjebaknya.

“Kau tahu soal penembakan dinding kaca itu kan Nyonya Jung? Bahkan kau melihat proyektilnya terjatuh di bawah meja.” Tandas Siwon.

“Kenapa kau menyembunyikan fakta itu dari kami?”

Siwon terus mendesak Tiffany. Tiffany memalingkan wajah sambil memegang tengkuknya. Siwon bisa melihat kegelisahan yang melingkupi wanita itu.

“A—ku, sebenarnya aku tidak yakin soal itu.” jawab Tiffany gagap. Ia terus membuang pandangannya dari tatapan Siwon.

“Tiffany!!!”

Siwon dan Tiffany langsung menoleh ke sumber suara yang memanggil nama Tiffany. Kyuhyun berjalan tergesa- gesa menghampiri tempat duduk Tiffany dan Siwon. Tiffany langsung berdiri saat Kyuhyun sudah sampai di depan mereka.

“Kyu!” panggilnya. “Syukurlah kau sudah datang. Tadinya aku kebingungan karena tidak bisa menghubungimu.”

“Ponselku rusak. Aku menelpon ke rumah, setelah mendapat kabar kecelakaan Krystal aku langsung kemari. Bagaimana keadaan Krystal?”

“Aku tidak tahu. Dokter masih menanganinya di dalam.”

”Tenanglah, semua pasti akan baik- baik saja.”

“Hmm. Semoga.”

Lalu pandangan Kyuhyun beralih pada Siwon yang masih duduk di tempatnya, masih dengan santai menyeruput kopinya. Sadar sedang diperhatikan Kyuhyun, Siwon menaruh cangkir kopinya dan berdiri.

“Selamat sore, Pengacara Cho.” Sapanya.

“Aku pikir kau tidak seharusnya ada di sini, Jaksa Choi. Kau tidak punya kepentingan apapun di sini.” Kyuhyun menatap sinis pada Siwon.

“Tentu saja aku punya kepentingan di sini. Di dalam sana, klienku sedang berjuang melawan maut. Aku harus memastikan keadaannya aman. Karena tersangka-ku juga berada di tempat ini.” tandas Siwon.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun tersinggung dengan ucapan Siwon yang sudah pasti mengarah ke Tiffany.

“Kyu, sudahlah. Biarkan saja dia.”

“Dengar, Jaksa Choi. Aku tidak akan melarangmu melakukan pengawalan pada klienmu, tapi bukan berarti kau bisa mengintimidasi klienku di sini. Karena ini bukan ruang interogasi. Seharusnya kau tahu aturan itu.”

“ Apakah aku terlihat sedang mengintimidasi klienmu? Aku hanya menawarkan secangkir kopi untuknya. Tenang saja, aku tahu tempatku, Pengacara Cho. Aku tidak akan mengganggu kalian. Aku akan pergi. Lagipula dua anak buahku sudah cukup untuk memastikan keselamatan Krystal Jung.”

Siwon kemudian menatap Tiffany,”Senang bisa mengobrol denganmu, Nyonya Jung. Selamat Sore.”

Siwon melangkah dari tempat itu. Kyuhyun terus menatapnya sampai Siwon berbelok ke lorong menuju pintu depan rumah sakit.

“Apa sebenarnya yang terjadi?” tanya Kyuhyun pada Tiffany setelah Siwon tak terlihat.

“Krystal meminta Jaksa Choi meneruskan penyelidikan kasus kematian ayahnya.” Jawab Tiffany. Ia pun menceritakan kejadian sejak Siwon datang ke rumahnya sampai kecelakaan yang menimpa Krystal. Termasuk kecurigaan Siwon padanya.

“Jadi menurut Jaksa Choi, Tuan Jung mati karena diracun dan dijatuhkan dari ruang kerjanya?” simpul Kyuhyun.

Tiffany mengangguk.

“Tanpa bukti yang jelas, bagaimana bisa dia menuduhmu berkomplot dengan si penembak untuk membunuh Tuan Jung?”

“Karena—“

’Aku tahu ada penembakan malam itu.’lanjut Tiffany dalam hati. Ia tidak mengatakan itu pada Kyuhyun. Belum saatnya. Sampai Tiffany bisa memastikan Kyuhyun tidak terlibat dengan kasus pembunuhan itu.

Kyuhyun menatap Tiffany penasaran.

“Karena apa, Tiff?”

“Aku adalah satu- satunya orang yang punya kesempatan besar untuk meracuni suamiku.”

***

 

“Ada apa, Yoong? Kau sedang memikirkan sesuatu?”

Donghae menegur YoonA yang diam saja sejak mereka meninggalkan asrama Universitas Kyunghee. YoonA mengangguk mengiayakan.

“Tiffany Hwang, Cho Kyuhyun, Jessica Jung dan  Kwon Yuri. Mereka bersahabat. Tiffany dan Kyuhyun adalah kekasih. Lalu Kwon Yuri mati bunuh diri. Jessica pun menghilang. Tiffany berubah dan menjauh dari Kyuhyun. Aish, aku pusing memikirkan kenapa hal itu bisa terjadi pada mereka. Dan, apa hubungan semua itu dengan pembunuhan Tuan Jung?”

Donghae tersenyum melihat YoonA yang serius sekali memikirkan kasus itu.

“Semuanya masih berupa kepingan puzzle. Kita perlu menyusunnya. Setelah semua kepingan terkumpul, baru gambarnya akan terlihat jelas.”

“Tapi bagaimana cara menarik benang merahnya? Kasus ini sangat membingungkan.”

“Kita akan melaporkan apa yang kita dapat pada Siwon terlebih dahulu. Setelah itu, kita bisa membahasnya bersama- sama. Lebih banyak kepala lebih baik.”

“Aku setuju. Apa Siwon Oppa sudah di rumah sekarang?”

“Entahlah, tadi katanya dia ingin tinggal di rumah sakit dulu.”

Mendengar Donghae menyebut kata ‘rumah sakit’, YoonA mengerjapkan matanya. Tiba- tiba ia teringat sesuatu.

“Oppa, aku baru ingat. Tadi siang aku bertemu Pengacara Cho di rumah sakit jiwa tempat Taeyeon Eonnie bekerja.”

YoonA pun menceritakan secara rinci pertemuannya dengan Kyuhyun. Lalu ia membuka tas tangannya dan mengambil ponsel Kyuhyun yang harus diperbaikinya.

“Untuk apa Pengacara Cho pergi ke RSJ?” gumam Donghae.

“Mungkin ada keluarganya yang dirawat di sana?”

“Menurut informanku, keluarga Pengacara Cho tinggal di Jepang. Lalu, siapa yang ditemuinya di RSJ? Sepertinya aku harus mengirim mata- mata untuk mengikutinya.”

“Kita juga bisa tanyakan pada Taeyeon Eonnie apakah ada keluarga Cho yang dirawat di sana. Lalu bagaimana dengan ponsel milik Cho Kyuhyun ini? Apakah kita akan memakainya untuk penyelidikan?”

Donghae menyeringai.

“Tentu saja. Kita tidak boleh menyia-nyiakan keberuntungan yang berpihak pada kita.”

 

Sesampainya di pelataran rumah Siwon, Donghae memarkirkan mobilnya. Bentley milik Siwon sudah ada di sana. Berarti pria itu sudah sampai di rumah. YoonA dan Donghae pun masuk ke dalam rumah untuk segera menemui Siwon. Aroma harum masakan tercium saat keduanya memasuki ruang tamu.

“Hmm, sepertinya kita tiba di saat yang tepat, Yoong.” Ujar Donghae.

“Benar. Perutku juga sudah lapar, Oppa.”

Mereka pun langsung menuju ruang makan yang langsung terhubung dengan dapur. Di sana terlihat Siwon dan Taeyeon yang sedang sibuk memasak. Posisi mereka membelakangi Donghae dan YoonA sehingga tidak menyadari kehadiran dua orang itu. Siwon dan Taeyeon kompak memakai apron dengan warna yang sama. Mereka bersenandung menyanyikan lagu favorite mereka saat masih remaja. Sesekali Taeyeon tertawa mendengar suara Siwon yang tidak terlalu bagus menyanyikannya. Tapi Siwon cuek saja dan terus menyanyi tanpa peduli cibiran dari Taeyeon. Siwon terlihat begitu santai dan lepas jika sudah bersama Taeyeon.

YoonA tersenyum senang melihat pemandangan itu. Donghae menyikut lengannya.

“Wae?” protes YoonA.

“Apa kita hanya akan berdiri di sini?” ujar Donghae.

Rupanya percakapan mereka terdengar oleh Siwon yang langsung berbalik dan melihat mereka berdua.

“Kalian? Sejak kapan ada di sana, eoh?” tanyanya. Taeyeon pun ikut berbalik menghadap YoonA dan Donghae.

“Baru saja. Iya kan, Oppa?” bohong YoonA.

Ne,”

“Kalau begitu jangan diam saja di sana, bantu kami menaruh semua makanan ini ke meja makan.” Titah Taeyeon.

YoonA dan Donghae pun bergegas membantu memindahkan makanan yang sudah siap dari konter dapur ke meja makan. Saat itu Hyukjae datang bersama Sehun membawa beberapa botol Soju dan makanan ringan.

“Wah, makanannya sudah siap ya.” Ujar Hyukjae semangat. Ia pun langsung menempati salah satu kursi di meja makan dan mencomot sepotong bulgogi yang sudah siap di meja makan.

“Hyeong, cuci tanganmu dulu. Kau jorok sekali.” Protes Sehun sambil menata botol- botol soju di atas meja.

“Dasar tidak sopan, tuan rumahnya bahkan belum mempersilahkanmu makan.” Tambah Donghae.

Hyukjae memberengut mendapat teguran dari Sehun dan Donghae. Mereka memang kompak dalam urusan memojokkannya.

“Sudahlah, tidak perlu ribut- ribut di depan makanan. Oppa, Eonnie, kajja. Semuanya sudah siap.” YoonA mengajak Siwon dan Taeyeon untuk bergabung di meja makan. Mereka pun bergabung setelah mencuci tangan dan melepas apron yang mereka kenakan tadi.

“Kalian terlihat seperti pasangan suami istri. Menggelikan sekali.” Komentar Hyukjae. Taeyeon justru senang mendengar itu, begitupun YoonA.

“Bilang saja kalau kau cemburu, iya kan?” tandas Donghae.

“Ya! Siapa yang cemburu? Jangan mengada- ada.” Elak Hyukjae.

“Jujur saja, Hyeong. Dari dulu kau memang suka pada Taeng noona kan?” Sehun ikut menimpali.

Semua mata kini menatap ke arah Hyukjae.

Pletak! Sehun yang duduk di samping Hyukjae langsung mendapat jitakan dari pemuda itu.

“Aww, sakit Hyeong.”

“Jangan dengarkan mereka. Ayo kita mulai makan sekarang, aku sudah sangat lapar.”

Siwon hanya bisa menggeleng melihat tingkah teman dan saudaranya it. Ia pun memimpin doa. Mereka makan malam sambil diselingi obrolan ringan. Saat berkumpul, mereka sudah seperti keluarga. Siwon, Donghae, Hyukjae dan Taeyeon bersahabat sejak kecil. Bahkan mereka bersekolah di sekolah yang sama sampai SMA. Saat kuliah, Donghae dan Hyukjae memilih pendidikan kepolisian dan menjadi detektif. Sedangkan Siwon kuliah jurusan hukum dan Taeyeon memilih menjadi Psikiater. Walaupun sibuk dengan pekerjaan masing- masing, mereka masih sering berkumpul walaupun hanya makan malam bersama.

 

Setelah makan malam, Siwon, Donghae dan Hyukjae berkumpul di ruang depan untuk membahas kasus Tuan Jung.

“Aku sudah mengecek ulang data yang kami kumpulkan di TKP. Tapi kami benar- benar tidak menemukan proyektil peluru di sana.” ujar Hyukjae.

“Kau bahkan tidak tahu ada bekas tembakan di sana.” cibir Donghae.

“Kami memang kurang teliti soal itu. Karena sebelumnya kan kami tidak diberitahu kalau ada penembakan.” Hyukjae membela dirinya.

“Bisa jadi Nyonya Jung sudah menyingkirkan proyektilnya sebelum kami datang. Karena dia sendiri yang mengatakan padamu kalau proyektilnya terjatuh di bawah meja kerja Tuan Jung. Benarkan?” Simpul Hyukjae. Siwon tidak langsung menjawab. Ia sedang fokus melihat foto TKP yang diambil polisi setibanya di sana. Donghae dan Hyukjae ikut memperhatikan foto itu.

“Apa kau menemukan sesuatu?” tanya Donghae.

“Ya, tapi tidak kelihatan jelas. Hyuk, apa kau membawa file digital foto ini?”

“Tentu saja. Ada di dalam flashdisk ini.”

Hyukjae menyerahkan flashdisk-nya kepada Siwon. Siwon langsung menghubungkan benda itu dengan laptopnya. Setelah membuka foldernya, Siwon menampilkan foto TKP itu di layar laptopnya. Donghae dan Hyukjae juga ikut memperhatikan foto itu.

“Coba kalian perhatikan bagian ini.” ucap Siwon.

Ia  meng-zoom bagian bawah meja kerja Tuan Jung. Di sana terlihat sebuah benda kecil yang sebelumnya luput dari perhatian mereka. Karena dalam foto fisik, benda itu hanya terlihat seperti sebuah titik.

“Apa itu proyektilnya?” tanya Hyukjae.

“Bisa jadi.”

Siwon lalu mencari foto yang meng-close up bagian bawah meja tempat benda yang mirip proyektil itu berada dari sekian foto yang ada di file milik Hyukjae.

Klik!

Foto terpisah dari bagian itu tampil di layar laptop Siwon. Siwon, Donghae dan Hyukjae langsung memfokuskan pandangan mereka pada foto itu. Namun, ketiga pria itu membelalak kaget. Pasalnya benda yang mirip proyektil itu tidak ada dalam foto. Mereka bertiga saling pandang.

“Benda itu menghilang!” pekik  Donghae.

“Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Hyukjae.

“Jarak  waktu pengambilan kedua foto ini hanya terpaut 20 detik. Nyonya Jung tidak mungkin menyingkirkannya tanpa diketahui oleh polisi. Berarti bukan dia yang menyingkirkan proyektilnya.” Simpul Siwon.

“Berarti—“ Donghae menatap ke Hyukjae, sama seperti yang dilakukan Siwon sekarang.

“Hanya anggota polisi yang berada di sana yang bisa melakukannya.”

Hyukjae memegang keningnya.”Aku tidak menyangka ada pengkhianat di antara anak buahku . Aku akan memeriksanya.”

“ Aku akan pastikan pengkhianat itu ditemukan.” Janjinya pada Siwon.

“Melalui orang itu, kita bisa lebih dekat dengan pembunuhnya.” Ucap Siwon.

“Bagaimana dengan Nyonya Jung? Apakah dia akan dihapus dari daftar tersangka?” tanya Donghae.

“Tidak. Dia tetap harus diawasi karena dia dengan sengaja menyembunyikan fakta penembakan itu dari polisi. Bisa jadi dia tahu pelakunya dan ingin melindungi orang itu.” Tandas Siwon.

“Lalu, bagaimana hasil penyelidikanmu di Kyunghee?” lanjutnya.

Donghae menyerahkan rekaman hasil wawancaranya dengan kepala pengurus asrama putri Universitas Kyunghee. Siwon mendengarkannya dengan seksama sampai rekaman itu selesai.

“Tiffany Hwang, Jessica Jung, dan Cho Kyuhyun adalah orang- orang yang punya hubungan dekat dengan Tuan Jung. Istri, adik, dan pengacara pribadinya. Mereka bertiga juga terhubung dengan Kwon Yuri yang saat itu tewas karena melompat dari atap gedung asrama.”

“Apa menurutmu kasus Tuan Jung ada hubungannya dengan kasus Kwon Yuri lima tahun yang lalu?” Donghae penasaran.

“Bagaimana menurutmu?” Siwon balik bertanya.

“Kedua kasus itu bisa terhubung kalau Tuan Jung juga dekat dengan Kwon Yuri.” Simpul Donghae.

“Itu yang harus kita cari tahu. Hyukjae, tolong carikan berkas kasus kematian Kwon Yuri.”

“Baik. Serahkan saja padaku.”

“Donghae, kau cari tahu dimana Jessica Jung berada sekarang. Aku penasaran kenapa dia menghilang setelah Kwon Yuri bunuh diri.”

“Baik. Oh ya, YoonA bilang padaku kalau dia bertemu Pengacara Cho di rumah sakit jiwa tempat Taeyeon bekerja tadi siang.”

“Cho Kyuhyun ke RSJ? Untuk apa dia ke tempat itu?”

“Entahlah. YoonA kebetulan menabraknya saat mereka berpapasan di lobi. Ponsel Pengacara Cho rusak dan YoonA bertanggung jawab untuk memperbaikinya. Ponsel itu ada di YoonA sekarang.”

“Kebetulan yang sangat menguntungkan. Beritahu Sehun untuk memperbaikinya. Mungkin saja kita bisa dapat petunjuk dari benda itu.”

“Baik.”

“Dan kirim orang untuk mengawasi Cho Kyuhyun.”

***

 

“Pergilah, aku tidak membutuhkanmu.”

Kalimat itu yang pertama kali didengar Tiffany dari Krystal yang sudah sadar dari komanya.

“Aku pergi. Cepat sembuh.”

Tanpa berdebat, Tiffany langsung meninggalkan ruangan Krystal. Mendengar gadis itu bisa mengusirnya saja sudah membuat Tiffany tenang. Berarti Krystal sudah baik- baik saja sekarang. Meskipun keadaan fisiknya cukup memprihatinkan. Tangan dan kaki kirinya patah. Kepalanya diperban karena mengalami gegar otak ringan. Dan sebagian besar tubuhnya harus mendapat jahitan.

Krystal menatap Tiffany sampai wanita itu menghilang dari balik pintu. Ia tidak habis pikir, untuk apa ibu tirinya itu repot- repot menjaganya. Bukankah dia akan senang kalau Krystal celaka? Tapi perawat yang membersihkan lukanya tadi bilang kalau Tiffany terus menungguinya selama dirinya koma. Sebenarnya Krystal tersentuh dengan perlakuan Tiffany padanya. Tapi gadis itu buru- buru menepis pikirannya. Ia kembali mengingatkan dirinya untuk membenci Tiffany. Karena Tiffany adalah sumber kehancuran keluarganya.

Ia masih ingat kejadian lima tahun yang lalu, saat Tiffany datang ke rumahnya dan bertengkar hebat dengan bibinya, Jessica. Ia tidak tahu masalah apa yang membuat mereka bertengkar saat itu. Setahunya, Jessica dan Tiffany adalah sahabat dekat. Lebih dekat dari saudara. Tapi hari itu Tiffany terlihat sangat marah pada Jessica. Tiffany pergi dari rumahnya masih dengan emosi di wajahnya. Saat itu Krystal melihat Jessica menangis di kamarnya. Bibinya terlihat sangat menyedihkan. Keesokan harinya Krystal tidak melihat Jessica lagi di rumah mereka. Saat bertanya pada orang tuanya, ayahnya bilang Jessica ke Jepang untuk meneruskan kuliahnya di sana. Krystal tahu kalau ayahnya berbohong, jadi ia bertanya pada ibunya, namun ibunya tidak memberi jawaban apapun.

Dua tahun berikutnya, saat ibunya mulai sakit- sakitan, Tiffany muncul kembali di rumahnya. Wanita itu datang menemui ibunya. Krystal sempat menguping di balik pintu kamar ibunya.

“Tolong, jangan teruskan semua ini Tiffany.” ucap ibunya pada Tiffany.

“Maaf, eonnie. Aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu. Aku harus melakukannya agar tujuanku bisa tercapai.” Jawab Tiffany.

“Tapi semua tidak akan berubah menjadi baik dengan jalan yang kau ambil. Tidak untukmu, Jessica, Kyuhyun, dan juga mendiang Yuri. Dia pasti sedih melihatmu seperti ini Tiffany.”

Hanya percakapan itu yang bisa Krystal dengar. Ia sendiri tidak mengerti apa yang dibicarakan Tiffany dan ibunya. Tapi beberapa hari setelah itu, ibunya meninggal. Dan tak lama setelahnya, Tiffany muncul kembali sebagai Nyonya Jung yang baru, menggantikan ibunya.

Sejak saat itu, kebencian Krystal pada Tiffany muncul. Krystal menganggap Tiffany adalah penyebab kepergian Jessica dan kematian ibunya. Terakhir, kematian ayahnya yang ia yakini disebabkan oleh wanita itu juga.

***

 

“Kau siap?”

“Aku tidak tahu.”

“Sudah saatnya kau kembali, Jessie.”

“Aku takut, Kyu.”

Kyuhyun menatap Jessica, memegang pundak kurus gadis itu.

“Tidak ada lagi yang perlu kau takutkan. Jung Woohyun sudah mati. Tidak ada lagi yang akan menyakitimu.”

“Bagaimana dengan Tiffany? Apa dia akan menerimaku?”

“Kenapa tidak? Kalian adalah sahabat baik. Dia juga menyayangimu kan?”

“Tapi aku sudah mengecewakannya. Karena aku, Yuri—“

“Ssst, jangan pernah mengatakan hal itu lagi. Satu- satunya orang yang bersalah atas kematian Yuri adalah Jung Woohyun. Kita hanya korban. Kau, aku, dan Tiffany, adalah korban kekejaman Jung Woohyun.”

Jessica melihat kesungguhan di mata Kyuhyun. Pria itu tidak menyalahkannya. Pria itu juga sudah banyak berkorban untuknya. Kyuhyun yang sudah menyelamatkannya dari tempat mengerikan dimana ia dikurung dan disiksa oleh orang suruhan kakak tirinya. Pria itu yang selalu mendukungnya sehingga ia bisa sembuh dari depresinya.

“Kau percaya padaku kan?”

Jessica mengangguk.

“Itu baru Jessie-ku.”

Kyuhyun mengangkat dagu Jessica. Lalu mencium singkat bibir tipis gadis itu.

“Aku sangat mencintaimu, Jessie.” Ucap Kyuhyun.

“Aku tahu.”

“Kajja, kita tidak punya cukup waktu untuk bersiap- siap.”

“Apa aku juga akan datang ke pesta itu?”

“Tentu saja, Nyonya Cho. Sudah saatnya kau kembali. Kita akan memberikan kejutan pada Tiffany.”

Kyuhyun lalu mengamit lengan Jessica. Mengajaknya meninggalkan ruang perawatannya. Dokter Kim sudah mengizinkannya membawa pulang Jessica yang dinyatakan sembuh total.

Keduanya pun meninggalkan rumah sakit jiwa tempat Jessica selama ini dirawat. Supir Kyuhyun sudah menunggu mereka di parkiran. Kyuhyun dan Jessica masuk ke dalam mobil setelah supir itu membukakan pintu untuk mereka. Tanpa mereka sadari, seseorang tengah mengamati mereka dari dalam mobil yang terparkir beberapa meter dari tempat mereka.

Setelah mobil Kyuhyun meninggalkan area parkir rumah sakit jiwa, orang itu menyalakan smartphone-nya. Menghubungi seseorang.

“Cho Kyuhyun baru saja meninggalkan rumah sakit jiwa. Dia bersama seorang wanita. Nde, aku akan mengirimkan fotonya.”

Orang suruhan Siwon itu pun mengirimkan foto- foto Kyuhyun dan Jessica saat keduanya berjalan menuju mobil.

***

 

Siwon menatap layar I-phone s6 miliknya. Ia baru saja menerima foto kiriman mata- matanya yang ditugaskan untuk mengikuti Kyuhyun.

“Jessica Jung, ternyata selama ini dia berada di rumah sakit jiwa.” Gumam Siwon.

Ia mengancingkan lengan kemejanya dan memakai jasnya. Lalu mematut dirinya di cermin. Ia sedang bersiap- siap ke pesta ulang tahun Universitas Kyunghee. Sebenarnya ia tidak mendapat undangan ke acara itu. Tapi ia datang sebagai pendamping YoonA. Yang tentu saja diundang ke acara itu sebagai alumni yang cukup membanggakan kampus itu.

“Oppa, kau sudah siap?” YoonA melongok di pintu kamar Siwon.

“Aku sudah siap.”

“Tsk, ekspresi wajah Oppa seperti elang yang siap memburu mangsanya. Kita akan pergi ke pesta. Santailah sedikit.” Cibir YoonA.

“Aku tidak bisa santai saat mangsaku berada di depan mata.”

“Siapa buruanmu kali ini?”

“Tiffany Hwang, Cho Kyuhyun dan—Jessica Jung.”

“Jessica Jung juga?”

Siwon menunjukkan foto Kyuhyun dan Jessica di ponselnya kepada YoonA. Gadis itu membelalakkan matanya.

“ Kajja, saatnya kita pergi ke ‘pesta’, Yoong.”

 

To be continued…

 

 

 

 

90 thoughts on “(AR) The Beautiful Suspect Part 4

  1. Ahh tbc nya ganggu nih.. padahal penasarann bnget
    Apa iya sica yg memuat yuri bunuh diri? Tpi apa alasan nya? Bngung nih pnasaran bngett
    Ditunggu next part nya author😀
    Dan semoga next part nya udh jelas hehe

  2. Menurut analisis saya #halah tiff mau balas dendam atas kematian yuri ke woohyun, tiff mungkin berantem sma jessie gegara tau anak yg dikandung yul itu anak kakaknya jessie, karna hal itu jg jessie dikurung dn ngalamin depresi, yg jd masalahnya itu siapa pembunuhnya?? Kemungkinan itu kyu sih bisa aja (mngkin buat blas dendam atas kmatian yuri krna dia dlu suka sma dia, ditambah pula skarang kyu jadian sma jessie), tp kemungkinan itu slah satu keluarga yul yg dendam jg bisa sih, ahh makin keren, ditunggu lahh klanjutannya ^_^

  3. jd sebenarnya fany tau kejadian itu, tp dia ingin tau siapa pelakunya, makanya dia nutupin
    knp fany bertengkar ma jessie?
    nsh banyak rahasia yg blum terungkap, n bikin penasaran

  4. Aaahhh pengen nebak tapi takut salah.. Hmmm..
    Makin kesini makin seru, perlahan-lahan rahasia mulai terbuka..
    Please stop krystal unnie! Jangan benci Fany mom lagi😦
    Tapi sayang Sifany masih saling membenci, nunggu cerita mereka yang mulai jatuh cinta. PASTI SERU!!!
    Ditungguuuuuuu..😀

  5. aishhh tbc.nya gangguu 😒 semakin kesini semakin jelas,, kyuhyun & jessie maniss sekali 😄 dan akan lebih jelas lagi pada part selanjutnya, see yaa😉

  6. Makin seru dan makin penasaran
    Siapa orang yg di balik pembunuhan Tn jung ? apa Tn jung yg hamilin yuri ?
    Kasusnya udah mulai terungkap satu persatu walaupun belum terlalu ketara siapa tersangkanya, pembaca makin dibuat penasaran nih hehehehe😀
    Gak sabar gimana pertemuan jessica tiffany setelah sekian lama gak ketemu
    ditunggu part selanjutnya thor😀

  7. waah akhirnya ff part 4 rilis jugaa

    semakin penasaran sebenernya siapa yang ngebunuh tuan jung itu.. dan apa penyebab tiffany mau jadi istri tuan jung..

    ditunggu kelanjutannya ya thor ^^

  8. Akhirnyaaa di post jugaaaa. Makin penasaran. Apa pembunuhnya kyuhyun? Jessica udah kembali bikin ceritanya makin seru. Tp kapan dong siwon sama tiffamy ada benih2 cintanya heheh ditunggu yaaa thor. Semangaaaaatttt

  9. Di gantungin mulu nihh…
    Dari kemarin2 nggak d ksih tau siapa pembunuh tn jung. Masih abu2 trus nggak ada titik terangnya kan jadi penasaran tingkat dewa tau…
    Next part masih berharap bakal keungkap misterinya

  10. Yeaaah this is more complicated!
    ‘Mangsa sudah didepan mata’. Bener banget apa kata Siwon, kuncinya memang di Jung Woohyun, tapi sisa 3 -Sica,Tiff, Kyu- yang benar-benar tahu peristiwa Yuri dan segalam macam itu yang informasinya begete begete dibutuhin Siwon.

    Siwon.. Tiffany… Bersatu kan eon? /still hoping/
    Semangat eonnih-kuh :*

  11. Semoga kasusnya cpt terungkap penasaran banget sbnernya knp jessica di rsj. Apa jangan2 yuri bukan bunuh diri tapi didorong sama jessie.. aaaahhh kepo nih next secepatnya min ditunggu loh

  12. Akhirnya aku mulai mengerti yeayyyy!!!🙂😀
    ok, jadi sebenernya Tiffany eonni mau balas dendam ke Tuan Jung karena sudah “menghamili” Yuri eonni?? bener ga sih?? gatau lah my opinion kayak gitu
    Pembunuh?? aku masih belum menemukan jejak pembunuhnya #sherlockholmesedition haha😀
    Krystal eonni jangan benci Tiffany Mommy… huhu aku sedih😦
    And Sifany masih saling benci membenci death glare men death glare #okegajelas
    Tunggu Moment Sifany❤❤❤
    Next Part….

  13. nah kan disini uda makin keungkap kaya nya siapa yg bunuh siapa eh wkwkwk tp msh tebakanku aja tp balik lg bisa meleset but well aku tetep suka ceritanyaaaa

  14. naah kan bener tebakan aku..tiffany sebenarnya udah tau siapa pembunuh tuan jung cuma karna dy masih ragu mangkanya tiffany berusaha nutupin semuanya dari siwon..
    kayakny tiffany nikah sama tuan jung buat balas dendam karna udah ngehamilin yuri dan membuat impian yuri hancur..
    waahh makin penasaran sama kelanjutan ff ini, semangat author-nim🙂

  15. Eoh? Jadi Jessi disiksa sama Woohyun? Astagaaa biadab banget >< sejauh ini aku belum nemu tanda-tanda kenapa Fany mau nikah sama Woohyun… uugh kepo~

  16. Baru ngerti deh sekarang jadi yang bikin yuri bunuh diri itu mr.jung apa mungkin motif tiffany nikah sama mr.jung itu buat balas dendam karena sahabatnya meninggal????
    Makin penasaran….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s