(AD) 기다릴게(Gidarilge)

기다릴게(Gidarilge)

image

Author : Choi Min Ri

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Genre: Romance

Rating: PG-17

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

©Choi Min Ri 2015

 

Seoul, Oktober 2015

Di sebuah set produksi tampak para staff sedang berlalu lalang, pasca selesainya syuting di sore hari itu. Seluruh staff dan para aktor dipersilahkan untuk beristirahat. Siwon salah satu lead actor di drama She Was Pretty, melenggang ke luar set sembari membungkukkan badannya dan tersenyum ramah pada setiap staf yang ditemuinya.

Segera ia masuk ke mobil audy R8 yang terparkir di basemen hotel tempat syuting dilaksanakan, memasang sabuk pengaman dan mengambil hp IPhone terbaru miliknya dan mengetikkan teks pesan ke seseorang.

“Aku akan menjemputmu, apakah sudah selesai?”

Tidak lama, sebuah pesan masuk, dan membuat sudut bibir laki-laki itu terangkat sedikit.

 

“Oppa, kau ingin memesan apa?”

“Americano”

“Kau tidak ingin makan?”

“Aku tidak sedang lapar, kau pesanlah, dan nanti pesankanlah untuk member yang lain”

“Oppa ini bagaimana? Bukankah Oppa yang mengajakku kemari, kenapa Oppa malah tidak memesan makanan? Aku tidak akan memesankanmu Americano, sekarang sore, kau akan mengalami jadwal tidur yang buruk jika selalu mengkonsumsi kopi di malam hari, walaupun setelah ini kau masih harus syuting hingga larut. Kau juga harus makan, jika tidak makan kau akan sakit”

“Aku hanya tidak merasa sedang ingin makan”

“Anio, aku juga tidak akan makan jika kau tidak makan”

“Arraso aku akan makan tapi, kau saja yang memilihkan”

“Oke, jika aku pesankan yang biasa tidak masalahkah kan?”

“Ani, aku sedang tidak ingin makan lasagna, spaghetti dan sup jagung lebih baik kurasa”

“Tadi katanya tidak ingin makan, sekarang malah meminta banyak”

“aku hanya tidak berselera untuk makan lasagna hari ini”

“Arraso, tidak baik berdebat untuk makanan, kau tidak masalahkan kan kalau aku pesankan chamomile tea? Aku rasa perutmu sedang tidak dalam keadaan yang baik”

“Lalu kau memesan apa?”

“Steak kurasa”

“Baguslah, jangan memaksaakan diet lagi, aku pernah mendengar Sooyoung menggerutu karena kau benar-benar menginginkan beratmu turun seperti anak SMP”

“Sooyoung sangat berlebihan, aku tidak pernah diet, jika dibandingkan si sikshin itu pastilah porsiku jauh dibawahnya dan yoona”

………………………………………………………………………………………

“Bagaimana harimu, apa menyenangkan?”

“Nde, aku banyak mendapatkan tawaran pemotretan, dan menghadiri fashion week lagi, kau tau kan Oppa aku sangat menyukainya, jadi rasanya tidak seperti bekerja”

“Hm, senang mendengarnya, kau pasti bersenang-senang disana. Jangan terlalu banyak bekerja juga”

“Kau harusnya bicara hal itu pada dirimu sendiri, orang-orang akan mengganggapmu gila harta jika begini”

“Haha, managerku sudah terlanjur memaksaku menangani kontrak, kau tahu kan aku adalah namja yang bertanggung jawab, dan aku yakin jika aku tidak menerima tawaran mereka, mereka pasti akan sangat kecewa, yah aku ini idol yang ….”

“Arra..arra, kau mulai menyombongkan diri lagi”

“Aku hanya menceritakan kebenarannya, nah sekarang giliranmu menyombongkan diri keke”

“Ani itu bukan gayaku, Oppa kau tahu tidak? Aku sedang menyukai Unpretty Rapstar……”

 

Dia Siwon, saat ini ia sedang menikmati makan malam bersama Tiffany, ya dia Tiffany Hwang, member girlband yang sangat dicintai di seluruh dunia, Siwon yakin itu, seperti dirinya yang secara personal juga mencintai Tiffany. Sudah lama sekali rasanya, berada sedekat ini dengan Tiffany. Semua hal pernah menjadi sangat tidak terkendali pasca berita hubungan Tiffany dan Nickhun keluar dan dilanjutkan dengan kerja samanya dengan model bernama Cheol Woo itu di Heart A Tag. Entah mimpi apa Siwon semalam, Tiffany mengiyakan ajakannya untuk ‘sekedar’ makan malam. Sesungguhnya Siwon tidak fokus untuk menyimak apa yang Tiffany katakan saat ini, ia hanya memperhatikan mimik wajah berseri-seri dan senyuman bulan sabit gadis di hadapannya yang selalu membuat hatinya berdebar, secara langsung bukan hanya melalui stalker di akun Instagramnya. Siwon harap Tiffany sedang dalam mood yang baik hari ini, jika tidak Siwon akan sangat kesulitan lagi mendekatinya. Beberapa bulan belakangan ini, merupakan bulan yang berat untuknya. Tiffany benar-benar membuat hati Siwon jungkir balik. Tak jarang wanita itu selalu membuatnya cemburu atas semua hal yang ia lakukan, walaupun dia tidak bermaksud melakukannya (Tiffany hanya terlalu memiliki daya tarik berlebihan bagi banyak lawan jenis), hal itu juga yang selalu membuat Siwon jatuh pada kesalahan yang sama, memaksa Tiffany untuk selalu bersamanya. Contohnya saja, apa yang terjadi pada Siwon dan Tiffany secara “off cam” berefek terhadap “on cam” hubunganya dengan Nickhun dan Cheol Woo. Dan bodohnya Siwon, ketika ia berusaha membalas keadaan dengan mengikuti program WGM dengan Liu Wen, sekaligus untuk mempertahankan kepopuleran Siwon sebelum wamil dan eksistensi SM Ent di China. Siwon sebenarnya merasa kasihan pada wanita itu sekarang, ia sempat berlebihan padanya, dengan maksud untuk memanasi Tiffany. Sayang Tiffany tidak merespon, dan memutus kontak dengan Siwon, yah, Siwon bahkan tidak dapat menghubungi Tiffany selama 2 bulan, gadis itu mengganti nomor ponselnya dan mengunggah postingan di Instagamnya “New Beginnings”, ya pada saat itu postingannya itu memang ditujukan pada Siwon, dan kehidupan cintanya yang rumit. Syukurlah ‘penghubung” Siwon dan Tiffany, Sooyoung dan Yoona selalu membantu Siwon untuk kembali ke Tiffany. Jujur, sebenarnya Siwon selalu uring-uringan jika bersama Tiffany, uring-uringan mengerjarnya, dan mendapatkan komitmennya untuk bersama Siwon. Siwon selalu berfikir apakah Tiffany benar-benar sudah tidak memiliki suatu ketertarikan padanya. Entahlah, Siwon merasa tidak bersemangat saat ini. Banyak hal yang ada di fikirannya. Jadwal syuting yang padat, menyanyi, dan terakhir tanggal wamil yang telah ditetapkan. Semuanya menambah penat beban otaknya. Banyak yang belum siap ia tinggalkan, keluarganya, bugsy, Super Junior, teman-temannya, dan Tiffany. Baru saja hal menjadi baik antara Siwon dan Tiffany, ia sudah harus jauh lagi dari Tiffany 2 tahun ke depan. Apa nanti Tiffany akan pergi lagi darinya? Siwon memang telah banyak mencoba berpaling dari Tiffany, tapi laki-laki itu tetap tidak bisa. He hate that he loves her, so much, sampai ia tidak dapat menentukan batas antara cinta dan benci terhadap Tiffany.

Siwon metatap Tiffany yang masih mengoceh tanpa henti, that’s his Tiffany, Tiffany who capture his heart, who he deeply, madly in love with. Siwon berfikir keras dalam diamnya haruskah ia menanggapi ocehan Tiffany? Ia bahkan terlalu takut mengajak Tiffany bercakap-cakap serius, takut jika ia akan mengulangi kesalahan yang sama dan membuat Tiffany menjauh darinya lagi.   

“Oppa, kau tidak makan spagetimu?”

“Um, ah ye”

“Kau hanya memutar-mutar garpumu dari tadi. Apa kau mau kusuapi? Kau benar-benar bisa sakit bila tidak makan”

“Eh, apa tidak masalah?”

“Tentu saja masalah disini, makanya Oppa makanlah yang cepat, aku harus kembali latihan”

“Ah, ne…Um ada yang ingin kusampaikan”

“Nde Oppa?”

“Fany-ah, jadwal wamilku sudah ditetapkan”

“Jinja?”

“Nde, pertengahan bulan depan”

“Ah, apa Oppa telah megambil tesnya?”

“Ne, aku lulus sebagai polisi”

“Ah, keren sekali, Oppa pasti akan sangat keren dalam seragam polisi”

“Begitukah?”

“Hahahaha, tentu saja”

“Aku kan pergi selama dua tahun, dan yah akan cukup lama. Bugsy akan merindukanku pasti. Ani, mungkin aku yang akan kesepian tanpa anjing itu. Aku harap kau juga begitu

………………………………………………………………………………………

“Oppa”

“Wae?”

“Aku akan mengunjungimu di camp”

“Benarkah, apakah kau tidak takut akan dketahui fans?”

Geuromyo, itu Oppa yang harus mengaturnya. Kau pernah bilang padaku seorang Choi Siwon bisa melakukan apa saja”

“Benarkah? Kau akan datang mengunjungiku? Aku ini pengingat yang baik, aku akan menangih janjimu jika kau tidak menepatinya, dan akan aku bungakan jika kau berbohong”

“Yah, Oppa! Mana bisa!”

“Kau bilang seorang Choi Siwon bisa melakukan apa saja, menangih janjimu tentu bisa”

“Arraso, aku akan datang, Oppa semangatlah”

“Ah ye, gomawo Fany-ah. Kemarikan kelingkingmu”

“Wae?”

“Kita akan melakukan janji kelingking”

“Aigoo, seperti anak kecil saja. Igo”

“Kau Tiffany Hwang telah berjanji mengunjungiku di camp, jika kau melanggarnya aku akan membuatmu menyesal”

“Nde, aku Tiffany Hwang telah berjanji mengunjungi Choi Siwon di camp, dan akan menanggung akibatnya jika aku tidak mengunjunginnya”

“Yaksok”

“Kau puas sekarang Oppa? Ah, Yoona dan Sooyoung sudah merengek meminta makanan, bisakah kita kembali sekarang?”

 

Seoul, November 2015

Bulan Oktober telah berlalu, dan jadwal wamil Siwon semakin dekat, seminggu lagi. Saat ini ia baru saja menyelesaikan She Was Pretty. Cukup menyenangkan, karena drama ini mendapatkan rating yang meningkat hingga ending. Dan paling berkesan karena ini adalah drama terakhirnya sebelum “off” selama 2 tahun. Masih ada beberapa kontrak yang harus ia kerjakan, ia harus ke Amerika dan  China untuk menghadiri peluncuran film, menghadiri persetujuan dengan UNICEF Korea karena ia terpilih sebagai salah satu brand ambassador perlindungan anak putus sekolah, dan melakukan pemotretan bersama Piaget. Entah ia yang terlalu keras pada dirinya sendiri atau perusahaan yang terlampau mengeksploitasi waktu kerjanya (setidaknya itu kata fans), atau ia memang sengaja untuk menyibukkan diri agar melupakan orang yang selama ini selalu membuatnya resah, Tiffany. Sejak makan malam terakhir ini hubungannya  dengan Tiffany tetap sama, komunikasi mereka masih memang masih terjaga, setidaknya lebih sering dibanding setelah berita dating itu muncul hingga dikonfirmasi “putus” oleh agency masing-masing.

Setiap malam, Siwon selalu menstalker Ig Tiffany, dan ia mengeluarkan beberapa caption yang secara rahasia ditujukan kepada Tiffany. Ia cukup pandai menyelipkan bagian yang masih berkolerasi dengan She Was Pretty dalam postingannya sehingga ia tidak akan dicurigai oleh fans. Tapi entah apakah gadis bermata indah itu akan menangkap atau bahkan memperhatikan apa yang Siwon lakukan untukknya. Jika fans jeli, mungkin mereka akan mendapatkan beberapa postingan yang ingin Siwon tunjukkan untuk Tiffany, terutama fans yang mendukung hubungan mereka berdua. Atau bagi fans yang memang mengikuti 24 jam kegiatan laki-laki itu. Seems like i did. But this is what i want to say. Lol, Enjoy the fall sky and Love you all. God bless”,“cinta itu menginjinkan seseorang untuk berbuat gila dan menunjukkannya ke hadapan dunia” adalah beberapa postingan yang Siwon buat untuk mengekspresikan perasaannya, tapi apa daya ia belum medapatkan respon yang ia nantikan dari Tiffany. Tiffany memang sedang menyiapkan konser Phantasia, pastilah gadis itu sibuk. Tapi benar-benar tidak sempat bertemu dengan Siwon yang akan segera wamil apalagi ia rutin mengupload postingan di akun Ig miliknya, itu menurut Siwon sedikit keterlaluan. Bagaimanapun, orang tahu jika Tiffany dan Siwon adalah ‘sahabat’ dekat, terima kasih kepada Kyuhyun dan Heechul, fakta itu terbongkar pada acara on air mereka. Siwon mengambil boneka Woody kecil yang ada di nakas sebelah tempat tidurnya. Boneka itu diambil dari bagian properti syuting She Was Pretty. Begitu melihat boneka itu dia langsung teringat Tiffany. Gadis itu sering sekali mengatakan wajah Siwon sangat lucu karena mirip dengan tokoh koboi di Toy Story itu. Ya, itu menjadi boneka kesayangannya mulai saat itu. Saat melihat boneka itu terlintas mata bulan sabit Tiffany yang muncul karena gadis itu tidak berhenti membandingkan betapa miripnya ia dengan Woody, sangat cantik. Ia bahkan membawa serta boneka itu saat syuting She Was Pretty dan meletakkan boneka Woody di meja kerja Kim Hyun Sik, berharap Tiffany akan menangkap sosok boneka itu jika ia menonton She Was Pretty. Memang siapa lagi orang yang pertama kali menyebutkan jika Siwon mirip dengan Woody, jika bukan Tiffany saat mereka interview bersama di Thailand? Adakah gadis lain?

 

“Woody, kau bahkan sudah aku ajak syuting, tapi Mi Young bahkan tidak menghubungiku hingga sekarang, apa dia tidak menonton dramaku? Padahal dramaku seharusnya sangat terkenal, mustahil orang di korea tidak menontonnya. Bahkan jika dia tidak menontonnya, member SNSD yang lain pasti akan membuatnya menonton atau paling tidak menceritakan jika Woody yang ia berikan juga menjadi “cameo” di She Was Pretty. Apa Ibumu menghindariku lagi? Apa salahku kali ini? Apa memang kami tidak ada harapan lagi?”

 

Siwon memainkan tangan Woody dan berguling – guling di tempat tidurnya. Woof…woof Bugsy menyalak dan menerobos masuk ke kamarnya.

“Hi buddy!, kau kangen pada Daddy?”

“Woof…woof”

“Bahkan kau saja kangen padaku, tapi Mommymu tidak kangen padaku, kau juga bahkan sudah jarang bertemu Mommy kan? Dia saja tidak ikut menemaniku saat membelimu, tapi aku senang, dia juga yang membuatku memilihmu saat di pet shop menurutnya totol di badanmu sangat lucu, jadi dia tetap Mommy angkatmu dan kau harus berterima kasih padanya arra!”

“Woof…woof”

“Good boy!, sekarang kau berbaring!, aku akan membuatmu terkenal”

 

Siwon membuat Bugsy terlentang di lantai kamarnya dan memfoto anjingnya itu, menguploadnya ke Instagram, dan menuliskan caption yang membuatnya geli. Ya anjing itu pasti akan menunggunya walau 2 tahun lagi.

 

“Oppa, apa kau melihat Bugsy?”

“Woof…woof…woof”

“Aigoo, disini kau rupanya”

“Jiwon-ah kau baru pulang?”

“Nde, aku segera pulang karena kata eomma kau sudah ada di rumah”

“Kau baik sekali, aku jadi terharu, jangan sedih saat kutinggalkan nanti, saeng-ie”

“Aku tidak akan menolakmu kali ini, jadi manfaatkan dengan baik rasa sayangku Oppa”

“Kekekeke, lebih daripada kau yang merindukanku aku akan lebih merindukanmu Jiwon, tetap pastikan followermu tidak lebih banyak daripadaku arattchi!”

“Aku dan Bugsy akan melampaui ketenaranmu Oppa, itu sudah dipastikan!”

“Yah!”

“Oppa, apa kau yakin, jika kau tidak ingin media mengantarmu ke camp nanti”

“Ya, ada media dan fans akan membuatku sangat berat meninggalkan mereka, selain itu akan sulit untuk kalian untuk mengantarku jika terlalu banyak orang”

“Apakah Tiffany akan ikut mengantar?”

“Entahlah, sangat tidak mungkin hal itu terjadi”

“Hah, betapapun aku kehilangan respect terhadapnya karena membuat Oppa menderita, dan betapapun aku sempat mengharapkan Oppa segera mencari yang lain, tapi aku sadar hanya dia yang akan membuat Oppa lebih bahagia, dan aku sadar suatu saat kalian setidaknya akan mendapatkan sesuatu yang baik pada saat yang tepat. Aku percaya dia masih bersamamu, Oppa”

“Gomawo Jiwon-ah, kau, aboeji, dan eomma masih mendukungku untuk mengejar Mi Young”

“Tentu, dia gadis yang baik, aku rindu menghabiskan waktu natal sekeluarga dan bersama Mi Young di sini. Aku harap, dia bisa kembali berada disini tahun ini”

“Mungkin dia akan kemari saat aku tidak ada, jagalah dia untukku, ne”

“Arraso, lebih dari itu jagalah dirimu, Oppa. Tinggal seminggu lagi sebelum kau berangkat”

“Nde kau benar”

………………………………………………………………………………………

“Jiwon, sebenarnya aku takut”

“Takut?”

“Apa penantianku akan berbalas, sudah lama sekali aku mengharapkan Tiffany tapi semakin lama kami semakin menjauh, memang saat ini kondisi kami sudah lebih baik dari sebelumnya tapi tetap saja ketakutan itu masih menghantuiku. Aku juga sudah mencoba membuka hati untuk melupakannya, mengambil banyak pekerjaan untuk menghilangkannya dari fikiranku, tapi pada akhirnya, semua itu tidaklah cukup. Masih ada satu bagian kepingan dalam diriku yang kosong tanpanya, hal itu yang membuatku, pada akhirnya tetap kembali padanya. Batas kebencianku padanya sudah berada pada titik maksimal sehingga yang aku tahu saat ini hanya akan kembali padanya, apakah ini sudah menjadi obsesi? aku sudah kehilangan harapan Jiwon. Aku takut aku akan menjadi gila”

“Anio Oppa, kau harus percaya pada hatimu. Aku yakin kau pasti akan mendapatkan yang terbaik. Tuhan, pasti akan merencanakan hal terbaik untuk dua umatnya yang saling mencintai, jika kau percaya dan tetap konsisten, Tuhan akan menciptakan suatu kemudahan untuk mencapai takdirmu dengan Tiffany, tapi jika tidak Tuhan akan segera memutus kesempatanmu dengan Tiffany, jauh sebelum kalian seperti ini. Buktinya selama ini seberapapun kalian mengahadap masalah, seberapapun kalian mengalami perang dingin, kalian tetap kembali mencari satu sama lain. Walaupun kalian tidak pernah berada dalam satu ikatan dengan komitmen resmi, sesungguhnya kalian sudah melakukannya ketika hati kalian tertarik satu sama lain, dan aku harap kalian akan mendapatkan takdir yang baik bersama”.

“Kau sudah punya pacar ya? Pintar sekali mengguruiku”

“Yah, aku sedang menghiburmu tahu”

“Hm, apakah dalam 2 tahun ini hatinya akan siap untukku?”

“Tergantung, mungkin harus ada sesuatu yang mengingatkannya padamu saat kau tidak ada. Kata orang, kau akan dapat merasakan betapa berharganya sesuatu saat sesuatu yang kau miliki itu jauh darimu”

“Begitukah?”

“Tentu”

 

Seoul, November 2015

“Tiffany!”

“Wae!, yah Sooyoung kau mengambil fotoku saat aku tidak fokus, kau pasti megambilnya saat aku sedang jelek, kemarikan!”

“Ania, kau meragukan kemampuan Choi Sooyoung, it turn out well babe. Ini sangat cocok jika di upload. Kemarikan ponselmu, ini akan membuat SONE semakin bersemangat untuk menunggu Phantasia”.

“Arraso, fotonya memang terlihat natural, upload saja”

“Ne,,,yak!!! Sudah, ah yeppeo, Choi Sooyoung kau memang sangat berbakat menjadi fotografer!”

“Mana sini kulihat?”

“Eonni, aku juga sudah mengirimkannya untuk Siwon Oppa, dia pasti sangat senang menerima kabar darimu”

“Yak, Choi Sooyoung! Kau benar-benar, aku bahkan belum menghubunginya minggu ini bagaimana bisa kau mengirimkan fotoku padanya”

“Apa salahnya? Itu hanya foto. Hiburlah dia sedikit. Dia sebentar lagi akan wamil. Kau jarang menghubunginya sejak makan malam itu. Kasian sekali dia selalu menanyakan kabarmu padaku, memangnya aku ini asisten pribadimu yang harus selalu menginfokan kegiatanmu padanya setiap waktu”

“Dia menghubungimu lagi?”

“Tentu saja, siapa lagi yang bisa dia hubungi di antara member? Taeyeon? Dia pasti akan memblok Siwon dari daftar temannya segera setelah Siwon Oppa me-line Taeyeon”

“Aku hanya tidak tahu harus berkata apa”

“Hubungilah dia sekali, 5 hari lagi dia akan pergi selama 2 tahun. Selama itu dia pasti akan kesepian. Setidaknya cukup ucapkan selama tinggal. Kau pasti lebih paham maksudku Eonni. Ayo pulang, hasil pemotretan cukup bagus, jadi kita bisa pulang lebih awal, Kyungho Oppa mengatakan dia menitipkan ayam pada manager Oppa, aku sudah lapar”

“Aigoo, dasar Shikshin”

 

Tiffany menyandarkan kepalanya di kaca van, menutup matanya dan berpura-pura tidur agar para member tidak mengetahui kegalauan hatiya. Perkataan Sooyoung terngiang di kepalanya, Siwon akan pergi wamil. 2 tahun. Dia pasti kesepian, setidaknya ucapakanlah selamat tinggal”. Mungkin bukan Siwon yang akan kesepian, tapi dirinyalah. Walaupun dialah paling sedikit menunjukkan sinyal perhatian kepada Siwon tapi tidak dipungkiri dia belum bisa sepenuhnya menyingkirkan laki-laki itu dari hati dan fikirannya. Seberapapun ia mencoba saat laki-laki itu melukainya, ia pasti tetap kembali pada Siwon, hanya laki-laki itu tidak mengerti semua perhatian yang telah Tiffany tunjukkan padanya, sepertinya belum bisa membuat Siwon merasa cukup. Bagaimanapun, ia telah jatuh hati pada laki-laki itu semenjak trainee, Siwon pernah menjadi idolanya, lalu menjadi sunbae favoritnya, menjadi teman favoritnya, menjadi Oppa favoritnya, hingga menjadi namja favoritnya. Betapapun ia coba untuk menolak, ia tetap kalah. Ia tentu melihat apa saja yang di posting Siwon di akun Ignya. Sama seperti Siwon, dia juga menstalker akun Ig namja itu, dia menonton drama Siwon, menertawai akting bodoh Siwon, dan tentu melihat boneka Woody yang dengan keras diteriakkan member saat mereka kebetulan sedang menonton drama itu. Jujur ia akui, ia luluh. Tapi ada suatu perasaan lagi dalam dirinya yang membuat ia belum siap. Belum siap terikat pada sebuah komitmen awal dengan Siwon walau sudah berkali-kali Siwon meminta Tiffany menjadi kekasihnya. Tapi sebenarnya tanpa ada komitmen resmi pun ia merasa sudah sangat menjaga hatinya hanya untuk Siwon, terlepas dari apa yang diketahui media dan masyarakat luas. Mungkin Siwon memerlukan komitmen untuk mempertahankan egonya untuk menandai Tiffany secara sebagai pasangannya. Dan itulah yang ditakutkan Tiffany, ia belum siap berkomitmen, terkekang. Banyak hal yang perlu dikorbankan dalam berkomitmen, apalagi dengan seorang Choi Siwon. Dulu saat awal Siwon meminta komitmennya, Tiffany merasa sangat belum pantas jika bersanding dengan namja itu, Siwon yang sudah sangat terkenal bersanding dengannya yang masih memiliki kerurangan, itu membuatnya sangat rendah diri, meskipun Siwon berulangkali mengatakan ia tidak pernah mempersalahkan atributif Tiffany, ia hanya ingin Tiffany sebagai seorang yeoja yang akan mendampinginya saat itu. Dan sekarang saat Tiffany sudah hampir berhasil mencapai targetnya, Siwon datang kembali menawarkan sebuah komitmen, tapi Tiffany tidak bisa, ia masih ingin melebarkan sayapnya yang baru mengembang, sayap yang dengan susah payah ia dapatkan. Dan hal itulah yang membuat laki-laki itu kecewa padanya. Ya, ia akui dirinya dan Siwon masih sangat keras kepala, dan egois. Mungkin memang mereka pernah berkorban satu sama lain, tapi pesan pengorbanan itu belum tersampaikan dengan cara yang sama. Misalkan, Siwon akan siap menanggung konsekuensi jika ia dibenci oleh fans jika bersama Tiffany ia yakin ia akan dapat menjaga gadis itu, tapi Tiffany, ia tidak yakin dia cukup siap, menanggung amukan fans jika bersama dengan Siwon, apalagi setelah WGM dengan model sekaliber Liu Wen yang tanpa cela dan dirinya pasca berita putus dengan Nickhun, dan bagaimana orang-orang disekitarnya, keluarganya dan keluarga Siwon yang sangat berpegaruh di Korea, member, dan pekerjaan yang pasti akan sangat terpengaruh jika terjadinya skandal. Jadi bagaimana? Ia sendiri tidak yakin dengan hatinya sekarang. Apakah dengan adanya berbagai masalah belakangan ini ia masih mampu mempertahankan hatinya untuk Siwon. Apakah masih? Apakah ia sangat jahat pada laki-laki yang masih sangat perduli padanya itu? Haruskah ia pergi ke rumah laki-laki itu dan mengucapkan salam perpisahan secara langsung?

 

“Pany-ah, bangunlah kita sudah di dorm”

“Ah, ye”

“Kalian naiklah ke dorm dulu, aku akan memarkirkan mobil dulu, Sooyoung, ayamnya yang diberikan Kyungho ada di bagasi, kali ini jangan lupa menyisakannya untukku, aku akan segera menyusul ke atas untuk membacakan kalian jadwal selanjutnya”

“Nde, gomawo Oppa!”

“Pany eonni ppali!”

“Nde Seo-ah, tunggu sebentar, aku harus mencari pasangan sepatuku, tadi aku melepaskannya di mobil, aku akan menyusul kalian sebentar lagi. Oppa changkaman juseyo, mian aku kehilangan sepatuku”

“Arraso, tapi cepatlah sedikit, ayam-ayam itu pasti tidak enak jika sudah dingin”

“Ye, kekekeke, ah ini dia, baiklah Oppa aku pergi ke atas lebih dulu, cepatlah parkir mobilnya sebelum Sooyoung mengambil 2 porsi tambahan lagi”

 

Tiing

Iphone bercasing pink itu mengeluarkan suara. Sebuah pesan line muncul di layar poselnya, Siwon.

“Fotonya sangat cantik, semangatlah untuk konsermu”

Tiffany menatap pesan itu berlama-lama, Siwon saja menyemangatinya untuk konser padahal laki-laki itu sebentar lagi akan wamil. Tiffany kembali merasa bersalah saat ini. Haruskah ia membalasnya?

“Sooyoung yang mengambilnya, dan mengirimnya pada Oppa tanpa seijinku, mianhae…Oppa sebentar lagi akan wamil, bagaimana persiapannya?”

“Eomma telah menyiapkan banyak vitamin untukku, member lain banyak memberikan wejangan padaku, aboeji mengajakku pergi hari ini, Jiwon berjanji akan menjaga Bugsy disini, aku juga sudah pamit ke SM dan yah aku rasa aku sudah siap”

“Oppa jagalah dirimu 2 tahun kedepan ini, mianhae aku tidak dapat mengantarmu nanti”

“Santai saja, aku tahu kau sibuk, kau juga jangan terlalu lelah bekerja, istirahatlah juga”

 

Ring…ring…ring

“Yeobseo, Oppa?, aku baru saja mengetikkan balasan untukmu”

“Mi Young-ah, bisakah kita bertemu lusa? sebelum aku berangkat, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu”

“Tentu, tapi apakah oppa tidak lelah, lusa hanya beberapa hari sebelum keberangkatanmu”.

“Anio, ini tidak seperti kita akan melakukan aktivitas yang menguras tenaga, apakah kau ada waktu?”

“Nde, tentu saja”

“Kalau begitu, kita bertemu di dormmu lusa malam”

“Baiklah aku akan mengatakan pada manager Oppa untuk megosongkan jadwalku pada waktu itu”

 

“Eonniii! Yah ternyata kau disana! Apa yang membuatmu masih berada disini?”

Kami sudah menunggumu dari tadi. Cepatlah jika kau tidak ingin ak menghabiskan ayam milikmu”.

“Nde, sorry Sooyoung aku akan segera kesana, mianhee aku sedang menelpon Daddy tadi, dia kangen padaku katanya”

“Ah, oke. Kajja! Ya Hwang Mi Young jika sampai ayam di atas habis karena mencarimu ke bawah, kau harus mentraktirku makan tiap minggu!, Arratchi!”

“Ya!!”

 

Seoul, November 2015

Siwon baru saja menyelesaikan syuting iklan terakhirnya hari ini. Dia sedang memilih beberapa foto untuk koleksi pribadinya saat ini. Satu foto menarik perhatiannya, membuat sudut bibirnya terangkat cukup lebar. Ini sangat bagus.

 

Seoul, 17 November 2015

Para member SNSD baru saja menyelesaikan latihan mereka untuk Phantasia.

Latihan ini berakhir cukup lama dari biasanya mengingat hari ini sudah hampir dekat dengan konser besar pertama SNSD pasca Jessica hengkang. Tiffany tidak berhenti menatap ponselnya sejak tadi. Ya, hari ini adalah hari pertemuannya dengan Siwon. Dia sempat membatalkan janji pertamanya dengan Siwon, karena ternyata ia dan member lain harus menginap di kantor karena waktu latihan hingga larut malam. Saat ini, dia bahkan belum menyiapkan apa-apa untuk laki-laki itu. Jadwal yang padat mengurungnya di ruang dance seharian ini. Ia belum mandi, dan sebentar lagi Siwon akan datang. Ini saja, ia masih berada di tempat latihan. Ottokhae.

 

“Yah Hwang Mi Young, kau kenapa? Dari tadi kau terlihat cemas. Apa ada yg mengganggumu?”

“Ania, Yuri-ah. Nan gwenchana, aku hanya ingin cepat mandi. Badanku sangat lengket”

“Kau ingin mandi tapi mengecek ponselmu terus. Apa kau ingin membawa ponsel ke toilet?”

“Apa salahnya dengan mengecek ponsel? Kalian ini kenapa jadi membahasku? Pokoknya aku hanya ingin mandi dan beristirahat. Ijinkan aku oke?”

“Iya sudah-sudah. Kalian ini bisa tidak berhenti berdebat? Kepalaku pusing sekali. Minggir biarkan aku tidur sebentar saja kalau begitu”

“Taeng, kau jorok sekali”

“Ya sudah kau mandikan aku saja, Sunny”

“Byuntaeng!”

Aku dalam perjalanan ke ke studio dance, aku harap aku sudah ada di sana 15 menit lagi

“Omo!, minggiiir aku harus segera mandiiiiii!!!!!”

“Yah!, Hwang Mi Young kecilkan suaramu!”

 

Waktu menunjukkan tengah malam di Seoul. Tiffany menyelinap keluar saat para member sedang tidak memperhatikan. Maklum kebanyakan dari mereka sudah tertidur tanpa sadar di sekitar ruang latihan dance. Dia keluar mengenakan baju kasual yang cantik dengan sedikit polesan bedak tipis. Ya, dia ingin tampil cantik malam ini. Setidaknya, hanya ini yg bisa ia siapkan untuk Siwon.

 

Tiffany segera turun menuju ke basemen, mencari mobil Siwon. Saat membuka pintu, ia melihat sosok tinggi itu tengah menatap ke depan seolah tidak memperhatikan dirinya yang sudah duduk di jok sebelah Siwon.

“Oppa”

“Ah, kau sudah datang?”

“Mianhae, karenaku kau menunggu lama dan kau jadi datang malam-malam seperti ini karena jadwal latihan yang diperpanjang, persiapan konser kali ini benar-benar menguras tenaga, tapi aku harap hasilnya akan baik”

………

“Oppa kau terlihat baik tanpa jambang, kau harus sering-sering mencukurnya”

………

“jadi kenapa Oppa megajakku bertemu?”

………

“Choi Siwon Oppa, kenapa kau diam saja?”

“Ah nde, mian. Aku tidak tahu harus memulai dari mana tapi setidaknya aku sangat senang, setidaknya kita bisa bertemu sebelum aku pergi wamil, dan yah aku akan pergi wamil dua hari lagi”

“Arraseo, Oppa, mian aku tidak bisa ikut mengantarmu”

“Tiffany, sebenarnya aku ingin memberikanmu sesuatu”

“Apa?”

“Kemarikan tanganmu”

“Oppa?!, apa maksudnya ini, kau memberiku cincin lagi. Bukannya dulu kau juga sudah pernah memberikan satu untuk ulang tahunku?”

“Tiffany, mungkin kau kaget dengan apa yang kulakukan, aku telah berfikir cukup lama untuk ini. Tiffany aku tahu, kondisi kita masih berada dalam keadaan pemulihan, aku yakin kau juga paham jika kita masih berada dalam kondisi tidak nyaman satu sama lain, dan ini adalah kesalahanku. Aku juga tahu kita bahkan tidak pernah menjadi sepasang kekasih atau terikat dalam sebuah komitmen layaknya pasangan pada umumnya. Tapi aku percaya apa yang pernah kita lalui selama terlepas dari banyaknya memori buruk aku yakin masih ada lebih banyak memori yang membuatku tidak pernah lepas darimu walaupun seberapa keras ku mencobanya. Selama beberapa tahun ini, aku merasa kehadiranmu lah yang bisa menutup kekosonganku, kau selama ini selalu berkata aku terlalu sempurna untukmu, tapi tidakkah kau paham? Aku benar – benar sempurna jika kau yng mengisi kekosongan diriku. Definisi sempurna yang orang lihat dariku adalah penjabaran dari luar saja. Tapi tidak ada yang melihat kekurangan yang ada di dalamku sepertimu. Kau yang harus melengkapiku, di sini di hatiku, jadi Hwang Mi Young, maukah kau melengkapiku?

……………….

“Aku tidak sedang melamarmu saat ini, tetapi dengan cincin ini aku berharap kau akan tetap meningatku sebagai orang pertama yang pernah melamarmu. Ini memang bukan sebuah lamaran yang pantas, jika kau menungguku aku akan memberikan lamaran yang jauh lebih baik daripada saat ini. Kau boleh berhubungan dengan siapa saja dalam dua tahun ini, tetapi setelah dua tahun wamilku berakhir aku akan kembali mencari dan melamarmu. Aku hanya butuh kau percaya dan menungguku”

………………..

Tiffany, diam di tempat, kaku. Tidak menyangka dengan “lamaran” tiba – tiba yang Siwon lakukan. Baginya ini lebih buruk daripada saat Siwon meminta Tiffany untuk menjadi kekasihnya, ia belum siap. Dia akan menolak, tapi ia benar – benar melihat isi hati Siwon saat ini. Isi hati tanpa sebuah ego di dalamnya. Siwon sedang memintanya untuk bersiap menjadi calon pendamping hidupnya dua tahun lagi saat ini.

…………………

Fany-ah,….kau tidak perlu menjawab pertanyaanku sekarang, dua tahun ini aku harap menjadi waktu berfikir terbaik untukmu. Aku tidak ingin kau menganggap cincin ini sebagai pembeban atau pengikat untukmu. Tapi anggaplah cincin ini sebagai memori dari namja yang ingin jika kau mengingatnya akan kembali kepadamu. Tentu sejujurnya aku menginginkan jawaban yang baik atas permintaaanku, tapi kau tidak akan memaksamu. Sekalipun nanti jawaban yang kau berikan tidak sesuai dengan keinginanku pun, aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan perasaanmu lagi Tiffany. Maka sampai saat itu tiba, aku harap kau menyimpan cincin ini untukku”

 

………………..

“Tiffany? Apakah kau mendengarku?”

“Nde Oppa, aku akan menyimpannya, aku hanya terkejut. Kau tiba-tiba saja….”

CUP

“Mianhae aku kembali menciummu tanpa ijin lagi, terima kasih karena telah bersedia menyimpan cincin ini untukku. Dan terima kasih, kali ini kau tidak marah saat aku cium”

“Nde, kau benar-benar merusak suasana, dengan mengambil kesempatan saat aku sedang tidak fokus, aku akan memaafkanmu kali ini”

“Hahaha. Fany-ah aku akan sangat merindukanmu 2 tahun ini. Aku harap aku bisa membawamu untuk pergi ke camp saja. Kita mungkin benar-benar akan tidak bisa bertemu di kemudian hari. Senang rasanya bisa melihatmu dan berpamitan secara langsung seperti ini. 2 tahun tidak akan lama kan? Jangan merindukanku nde, tapi apakah benar kau tidak bisa mengantarku sebelum aku pergi. Atau jika tidak, apakah aku bisa mengunjungimu sebelum pergi?”

“Oppa kau benar-benar membuatku sedih sekarang, aku tidak akan menyangkalnya, pasti akan terasa ada yang kurang tanpamu. Dan aku sangat menyesal karena aku tidak bisa mendampingimu saat ke camp. Perusahaan dan jadwal pasti membuatku sulit melakukan itu, dan kua juga tidak boleh mengunjungiku sebelumnya. Fokuslah untuk persiapanmu pergi ke camp, aku tidak ingin kau kau terlambat menuju camp hanya karna mengunjungiku dengan jadwal yang berubah-ubah. Sebaliknya, aku akan berusaha selalu mengunjungimu ke camp setiap bulan. Aku bahkan akan kesana saat natal. Jadi kau harus menyiapkan hadiah natal yang bagus untukku, tahun lalu aku tidak mendapatkan hadiah natal darimu. Hanya keluargamu saja yang perduli padaku”

“Arra! Berbicara tentang hadiah? Mana hadiahku? Sudah kubilang kan sebelumnya aku mendapatkan banyak hadiah dari orang yang tidak kukenal sebelum wamil ini, tapi bahkan orang yang terdekat denganku tidak memberikanku hadiah”.

“Ah nde Oppa, aku memang tidak menyiapkanmu hadiah apa-apa, jadi kita seri, kau tidak memberikanku hadiah natal dan aku tidak membelikanmu hadiah saat ini”

“Yak! Hwang Mi Young, bagaimana kau bisa begitu tega padaku?”

“Hahaha, mianhae, aku benar-benar tidak memiliki waktu keluar untuk membeli hadiah. Aku hanya bisa memberikanmu ini, kemarilah Oppa”

 

Siwon mencondongkan tubuhnya mendekat ke Tiffany dan disambut oleh pelukan hangat gadis itu. Entah kapan saat ia terakhir merasakan pelukan ini. Ia memejamkan matanya membungkus erat tubuh mungil Tiffany, mengingat bagaimana rasanya pelukan gadis itu dan mengirup wangi bunga dan buah manis yang hanya bisa ia temukan pada Tiffany.

“Gomawo Tiffany itu lebih baik dari hadiah di toko semewah apapun yang bisa kau temukan di dunia ini, karena ini langka jadi biarkan lebih lama”

“Oppa, aku masih memiliki hadiahku yang kedua, apa kau tidak mau menerimanya?”

“Apa?, masih ada lagi, katamu kau tidak sempat menyipakan hadiah”

“Makanya lepaskan dulu”

 

Siwon melepaskan pelukannya dengan enggan pada Tiffany. Tiffany tersenyum tulus tepat di manik mata Siwon, menarik wajah namja itu dengan cepat dan mencium pipi Siwon cukup lama. Dipastikan ciuman langka yang diinisiasi Tiffany itu membuat Siwon terdiam. Tiffany, menciumnya. Ia pasti mimpi baik semalam. Tiffany di lain pihak, merasa lega. Akhirnya, isi hatinya keluar. Saat-saat tertentu memang terkadang membuat kita tidak bisa mengandalkan logika dalam memutuskan sesuatu, tetapi mngandalkan insting, intuisi, dan perasaan yang walaupun tidak memiliki jalur aman untuk melangkah ke depan, akan menghantarkan kita tetap ke tempat tujuan dengan medan yang lebih menyenangkan dan menantang. Inilah isi hati Tiffany yang coba ia tahan selama ini. Ia merasa sangat lega.

 

“Oppa, aku harap selama wajib militer, kau selalu menjaga kesehatanmu, makanlah yang baik, jangan lupa berdoa kepada-Nya. Lakukan tugas barumu dengan tanggung jawab seperti yang biasanya seorang Choi Siwon lakukan. Aku berjanji akan berusaha mengunjugimu setiap bulan jika jadwalku memungkinkan. Atau jika aku tidak sempat aku akan berusaha selalu menelponmu nanti. Jadi angkatlah panggilanku ne”.

“Gomawo, kau juga lakukanlah hal yang sama untukku, jangan sampai sakit dan terlalu lelah bekerja, makanlah sebanyak yang kau mau, jika kurang curi saja porsi makanan Yoona atau Sooyoung. Berkunjunglah ke rumah jika kau mengalami kesulitan. Aku yakin Eomma, Jiwon dan Aboeji akan sangat senang jika kau berkunjung ke sana”

“Nde, Oppa”

“Tiffany, aku sangat senang hari ini, kuharap kita bisa seperti ini terus, dan berjanjilah untuk selalu tersenyum padaku, aku benar – benar senang melihat senyumanmu yang seperti ini. That’s my Tiffany

 

Siwon pulang ke rumah orang tuanya setelah menghabiskan beberapa waktu dengan Tiffany. Ia merebahkan dirinya di kasur coklat king size di kamarnya. Senyuman belum pudar dari wajah mengantuknya, dengan ponsel yang sudah di genggamannya ia memposting lagi sebuah foto, dengan caption “Will you wait for me?” Oh uh, Choi Siwon kelihatannya sedang menggoda fansnya saat ini, pastilah semua fans mengira untuk menunggu Siwon hingga dua tahun kedepan. Tapi jika melihat fotonya dengan pose sedang memamerkan sebuah cincin (bagian pemotretan yang ia ambil saat itu) yang diunggah, sepertinya ia sedang bermaksud menggoda seseorang yang baru saja menciumnya tadi. Siapa lagi memang?

 

Tiffany memeluk lututnya di ruang latihan, hatinya masih belum berhenti memacu lebih keras, pasca kejadian yang barusan ia alami. Siwon memberinya cincin dan dia dengan berani memulai memeluk dan mencium laki-laki itu. Dunia dan dirinya pasti sudah benar-benar gila saat ini. Ditatapnya cincin dan ponsel pink di genggamannya, tanpa sadar ia mulai menstalker Ig Siwon lagi. Siapa tahu namja itu menuliskan “pesan” untuknya.

 

“Will you wait for me?”

 

 

Seoul, 19 November 2015

Siwon sudah memasuki camp militer bersama Changmin diantar oleh member SUJU dan EXO, benar-benar tidaka ada banyak peliputan di sana, persis sama seperti harapannya selama ini. Terima kasih untuk para fans yang benar-benar menghormati keinginannya.

 

Saat rekan-rekan penghantarnya sudah akan bersiap untuk kembali ke pulang dan meninggalkan Siwon sendiri, ponsel laki-laki itu bergetar dan sebuah pesan muncul di layarnya.

내가 기다릴게, 웃으면서

naega neol gidarilge, useumyeonseo…

 

Tiffany akan menunggunya, dengan senyuman…

 

The End

 

Author Note :

Yey my 1st FF after a long-long time of hiatus.

FF ini tidak sepenuhnya FF, sedikit ada “fakta” di dalamnya, terutama bagian Ig (kidding). Perhatian saya sudah lama tidak menulis, jadi mohon dimaklumi jika banyak typo, terkesan terburu-buru dan bahasa yang menjelimet. FF ini ditulis karena finally Daddy saya enlistment. FF ini dibuat sehari banget, dan semoga isinya memuaskan para pembaca.

Dibuat dengan penuh cinta, 19-11-2015

Choi Minri

 

 

63 thoughts on “(AD) 기다릴게(Gidarilge)

  1. Mudah mudahan itu beneraaan, amiin. Berharap bgt kalau mereka itu bisa bersama. Mimin ny keren bgt bisa buat cerita kayak gini. Saluuut min

  2. Dibaca dengan penuh cinta.
    Oh My God!!!! Baby it’s truly awesome ♡
    Penyampaian kamu baguuuuuus banget, simple dan mudah dipahami.
    Yang kita tunggu-tunggu akhirnya terjadi, bom’nya sudah mulai sifany rakit, tinggal tunggu waktu saat meledaknya, hahaha yeay ^^
    Semoga hari yang baik itu benar akan terjadi, aamiin (:
    Kaka ga liat siwon sebelum berangkat wamil, tapi kaka liat tiffa sekarang aura positif’nya mulai kembali, menyenangkan setellah tau penyebabnya. Hihii
    Thank you so much for telling us this story baby, love you ♡

  3. Manis banget ceritanya,berharap real life nya mereka kaya di cerita ini,semoga ada cerita bahagia buat sifany setelah daddy selesai wamil nanti,amin.. Ditunggu next ff nya minri^^

  4. Aah cucok
    Pas bgt sm nyata’a
    Fany Onnie hrs nunggu siwon oppa
    Siapa tau nnti pas wonppa kelar wamil dpt job bareng lg
    Haha *ngarep *maksa
    Amiinnn lah

  5. Bener2 speechless dan merasa terobati pas baca ff ini 😂😊 karena moment mereka udh langka akhir2 ini 😢 ,semoga ini REAL di dunia nyata,huaaaa sweet sekali,uhuk kode2an mulu ih,heran 😂😂😂😂💔💔💔💕

  6. Udah lama nggak baca ff sifany 😓😓😓 aku baru bisa baca sekarang lg. Tp keren. Ff disini makin keren aja, tp masih banyak ff yg belum smpe END😦 salam ketemu lg 😘✌🏻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s