(AR) The Beautiful Suspects Part 1

The Beautiful Suspects Part 1

  

Author: Youngwonie

Cast:

Choi Siwon |Tiffany Hwang

Supported cast:

Jessica Jung|Lee Donghae|Cho Kyuhyun|Im YoonA|Oh Sehun|Krystal Jung

Genre: Mystery, Soft Romance

Rating: PG 17

Length: Chaptered

Disclaimer: The cast are belong them self, but the story is mine. Don’t be a plagiator. Enjoy this story and don’t forget to comment. Your comment is oxygen to my finger and heart to write.

—The Beautiful Suspects—

 

September 13th 2010, 05:30 pm KST

Angin musim gugur bertiup kencang. Langit menghitam pertanda hujan deras akan segera turun. Namun gadis itu masih bergeming di tempatnya. Di depan sebuah gundukan tanah yang masih lembab. Beberapa jam yang lalu seseorang baru saja dikuburkan di sana.

“Aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang setelah melakukan ini padamu. Akan kupastikan dia mendapatkan balasannya. Aku janji,” ikrar gadis itu.

Kilat disusul petir bergemuruh membuat suasana di komplek pemakaman itu semakin suram. Tak lama hujan pun turun dengan derasnya. Gadis itu masih diam. Wajahnya basah oleh air mata bercampur air hujan. Begitu juga pakaian dan seluruh tubuhnya. Sampai seorang gadis lain menghampirinya. Memayunginya dengan payung hitam besar yang cukup untuk mereka berdua.

“Sudah waktunya untuk pergi,” ajak gadis yang membawa payung hitam.

“Kita akan meninggalkannya sendirian?”

“Tidak. Dia tidak sendirian. Ingat?”

“Ya. Kau benar. Dia tidak sendirian. Dia tidak akan kesepian. Karena dia bersama dengan buah hatinya.”

***

April 11th 2015, 08:30 am KST

Di ruang interogasi kantor kepolisian wilayah Gangnam, seorang wanita duduk berhadapan dengan seorang penyidik yang sedang berusaha mendapatkan pengakuannya.

“Sebaiknya Anda mengaku, Ny. Jung. Dengan begitu Anda mungkin bisa mendapat keringanan hukuman di pengadilan nanti.” tegas sang penyidik.

“Aku berhak untuk tidak mengatakan apapun.” Jawab wanita yang dipanggil Ny. Jung itu dengan tenang dan elegan khas nyonya besar tanpa menyiratkan rasa takut sedikitpun.

“Diammu sama sekali tidak akan membantu, Ny Jung. Setelah hasil investigasi keluar, Anda tidak akan bisa mengelak,”ancam sang penyidik.

“Kalian tidak akan dapat apa- apa.”

Lagi- lagi wanita itu menjawab dengan tenang dan elegan. Dia tidak terlihat seperti tersangka yang sedang diinterogasi karena tertangap melakukan sebuah kejahatan.

‘Detektif Lee, keluarlah.’

Kening sang penyidik yang bernama Lee Hyukjae itu berkerut saat menerima perintah dari atasannya yang mengawasi mereka dari luar ruangan.

“Tapi, Pak?”

‘Keluar sekarang!’

Dengan menghela nafas, Lee Hyukjae bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu keluar ruang interogasi. Di balik pintu, seorang pria telah bersiap untuk masuk menggantikannya. Hyukjae menatap pria itu dengan tatapan tidak suka.

“Kau lagi?”

“Aku tidak bermaksud merebut pekerjaanmu, Detektif Lee.”

“Tapi kau selalu melakukannya, Jaksa Choi.”

Pria yang dipanggil Jaksa Choi itu hanya tersenyum ringan.

“Aku hanya menjalankan perintah.”

“Seharusnya mereka memberiku kesempatan.”

“Mungkin kau harus mencoba lebih keras.”

Setelah menepuk pundak Lee Hyukjae, jaksa tampan yang bernama lengkap Choi Siwon itu masuk ke ruang interogasi.

“Jadi mereka mengganti penyidiknya? Aku sarankan Anda untuk pulang karena Anda tidak akan mendapatkan apapun sama seperti temanmu tadi,” ucap Ny. Jung setelah Siwon duduk di hadapannya.

“Anda yakin sekali Ny. Jung atau—aku lebih senang memanggilmu Ny. Tiffany Hwang? Karena menurutku Anda tidak pantas menyandang nama keluarga Jung,” Siwon menatap Ny. Jung dengan tatapan menyindir. Merasa tersinggung, Ny. Jung atau Tiffany Hwang balik menatap tajam padanya.

“Apa maksudmu tuan penyidik?”

“Sebagai seorang istri yang suaminya baru saja mati mengenaskan, wajahmu tidak tampak sedih sedikitpun. Oh, aku sampai lupa, tentu saja Anda tidak perlu bersedih karena Anda sendiri yang telah membunuhnya.”

“Aku tidak membunuh suamiku. Dia mati ka—“

Tiffany menghentikan ucapannya. Menyadari kalau Siwon sedang memancingnya untuk mendapatkan keterangan.

“Kenapa berhenti? Katakan saja Nyonya. Apa yang Anda lihat saat kejadian itu?”

Tiffany berusaha menguasai emosinya. Ia harus berhati- hati karena penyidik di depannya bisa saja menyudutkannya.

“Tidak. Aku tidak tahu apa- apa. Aku ke ruang kerjanya untuk mengantarkan kopi yang biasa aku buatkan untuknya. Dan saat itu—dia sudah terjatuh.”

“Anda yakin tidak ada yang mendorongnya?”

“Tidak ada orang di sana kecuali aku. Dan aku TIDAK MENDORONGNYA.”

“Jadi begitu?”

“Ya.” Jawab Tiffany mantap.

“Baiklah, Anda bisa pulang. Pengacaramu sudah menunggu di depan.”

“Apa?”

“Anda bebas Nyonya. Karena Anda bukan pembunuhnya. Hasil investigasi sudah keluar sebelum aku kemari. Dan Anda tidak terbukti melakukan kejahatan. Kasus kematian Tuan Jung dinyatakan sebagai kasus bunuh diri.”

“Jadi kau mempermainkanku tadi?”

“Aku hanya menjalankan tugasku sebagai penyidik untuk mendapatkan informasi dari satu- satunya saksi yang berada di TKP, Nyonya.”

Siwon meninggalkan ruang interogasi. Pengacara Tiffany masuk setelah Siwon keluar. Pemuda berumur 27 tahun itu kelihatan khawatir terhadap Tiffany.

“Kau baik- baik saja kan?”

“Aku tidak apa- apa, Kyu.”

“Maaf, aku terlambat menjemputmu. Kalau saja aku datang lebih cepat, kau tidak perlu bertemu dengan Jaksa Choi. Dia terkenal dengan triknya memancing pengakuan tersangka dengan permainan kata- kata dan emosi dalam interogasi.”

Tiffany terdiam mendengar penjelasan Kyuhyun.

“Dia tidak menyulitkanmu kan?”

“Dia hanya membuang waktunya. Dia tidak akan dapat apa- apa. Ayo, aku harus  segera pulang untuk upacara pemakaman.”

***

“Pukul 2 dini hari, Jung Woohyun, 65 tahun ditemukan tewas di halaman rumahnya karena terjatuh dari ruang kerjanya di lantai dua. Tidak ada tanda- tanda kekerasan di tubuh korban. Kecuali kaca jendela yang pecah, tidak ada kerusakan di ruangan itu. Kemungkinan pelakunya adalah orang yang dikenal korban sehingga korban tidak melakukan perlawanan. Tersangka utama adalah istrinya sendiri, Tiffany Hwang yang berada di ruangan itu sesaat setelah korban terjatuh. Tidak ada rekaman cctv dan saksi yang melihat kejadian itu membuat penyidik tidak menemukan bukti apapun yang memberatkan Tiffany Hwang. Tiffany Hwang dibebaskan dan kasus ini diduga sebagai kasus bunuh diri.”

Donghae menatap Siwon setelah  membacakan hasil penyelidikan kasus yang baru mereka tangani. Siwon menegakkan posisi duduknya.

“Ini bukan kasus bunuh diri.” Ujarnya.

“Maksudmu?” tanya Donghae penasaran.

“Dari yang aku pelajari tentang riwayat hidupnya, Jung Woohyun tidak punya alasan untuk bunuh diri. Hidupnya terlalu sempurna jika harus diakhiri dengan cara tragis seperti itu.”

“Jadi kau pikir ada yang membunuhnya? Bukankah tidak ada siapa- siapa di rumah itu selain istrinya? Dan sekarang istrinya pun sudah dibebaskan karena tidak ada bukti yang menyatakan dia bersalah.”

Donghae menatap serius pada atasannya itu.

“Bukan dia pembunuhnya.”

“Maksudmu ada orang lain?”

“Aku juga belum yakin sepenuhnya. Dari interogasiku pagi tadi, Ny. Jung seperti menyembunyikan fakta tentang kematian suaminya.”

“Aku semakin tidak mengerti. Lalu menurutmu apa yang harus kita lakukan?”

“Meneruskan penyelidikan kasus ini. Aku mendapat perintah khusus dari Kepala kejaksaan untuk melanjutkan kasus ini atas permintaan putri Tn. Jung sendiri.”

“Tapi ini tidak mudah, Siwon. Tidak ada saksi, tidak ada cctv, darimana kita memulai penyelidikan ini.”

“Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin. Kita akan mulai dari TKP. Rumah keluarga Jung. Tapi sebelum ke sana, aku ingin kau menyelidiki seluruh penghuni rumah itu dan orang- orang terdekat yang bisa leluasa keluar masuk ke sana.”

“Soal itu akan kuurus secepatnya. Tapi—“

“Lakukan itu saja dulu, Hae. Selebihnya akan kita pikirkan nanti. Sekarang aku harus pergi. Aku sudah janji pada YoonA akan pulang lebih awal untuk makan malam dengannya. Dia pasti sudah menunggu di rumah.”

“Baiklah aku mengerti.”

“Oh ya, sebaiknya kau temui Hyukjae. Dia akan butuh teman untuk mengeluh.”

“Aku tahu. Aku sudah menyiapkan telingaku untuk mendengar ocehannya.”

“Setidaknya kau masih punya teman seperti Hyukjae.”

Siwon mengemudikan mobil menuju rumahnya. Dia tidak boleh terlambat untuk makan malam karena YoonA bilang dia akan memberikan kejutan untuknya.

“Aku tidak membunuh suamiku! Dia jatuh ka—“

Tiba- tiba ia teringat ucapan Tiffany Hwang di ruang interogasi. Hampir saja ia bisa membuat wanita itu bicara. Tapi sepertinya wanita itu punya penguasaan diri yang cukup baik. Akan sulit untuk mendapatkan kesaksian darinya. Dan sialnya, hanya dialah saksi kunci kasus itu.

Drrrt…!!!

Ponselnya bergetar. Sms dari YoonA.

‘Oppa, jangan terlambat. Kalau tidak, aku dan Sehun akan membunuhmu!’

Siwon terkekeh. Ia baru saja memasuki garasi rumah saat membaca sms itu. Dia tidak terlambat. Jadi dia tidak akan mati.

“Aku pulang!” ucapnya saat masuk ke dalam rumah. Siwon mengerutkan kening saat menyadari rumah dalam keadaan gelap.

“Apa- apaan ini?” gumamnya. Lalu Siwon menyalakan saklar lampu yang berada di dekat pintu dan seketika YoonA dan Sehun muncul sambil membawa sebuah kue tart dan menyanyikan  sebuah lagu.

Saengil chukhahabnida, saengil chukhahabnida…!!!”

“Aku pikir ulang tahunku sudah lewat beberapa hari yang lalu.” Ucap Siwon setelah YoonA dan Sehun berada di depannya.

“Jangan salahkan aku ini idenya noona.” Jawab Sehun.

“Lebih baik terlambat dari pada tidak merayakannya sama sekali kan? Lagi pula besok juga ulang tahun uri Sehunie jadi kita rayakan bersama- sama saja.”

“Noona-mu benar juga, Sehunie.”

“Tunggu apa lagi ayo buat permohonan dan tiup lilinnya.”

“Lilinnya terlalu banyak untukku, Noona. Aku tidak setua itu.” protes Sehun. Dan sebuah jitakkan pun mendarat di kepalanya.

“Sudah jangan banyak bicara lakukan saja.”

Arrasseo.” Jawab Sehun sambil mengelus kepalanya. Siwon hanya bisa tersenyum melihat tingkah adik- adiknya. Ia hanya ingin memohon satu hal pada Tuhan.

“Ya Tuhan, jangan pernah jauhkan mereka dariku. Karena merekalah yang bisa membuat aku bertahan sampai saat ini.” batin Siwon.

Sedangkan Sehun mengucapkan doa yang lain,”Tuhan, banyak yang ingin kuminta darimu. Jadi, jangan dengarkan aku sampai selesai. Pertama, lindungilah Hyeong dari orang- orang jahat yang pasti membencinya karena pekerjaannya. Kedua, berikanlah jodoh yang baik untuk Noona. Orang yang bisa kami percayai untuk menjaganya. Ketiga, aku ingin mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan. Dan terakhir, tentu saja aku ingin Kau selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan pada keluarga kecil kami. Amin.”

Keduanya pun meniup lilin bersama- sama.

“Sekarang waktunya makan malam. Jja, aku sudah memasak banyak hari ini.” YoonA mengajak Siwon dan Sehun ke meja makan. Sebagai satu satunya wanita di rumah, ia berperan sebagai kakak, adik sekaligus ibu bagi kedua saudara laki- lakinya. Saat orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan lima tahun yang lalu, ketiganya berusaha hidup mandiri tanpa wali. Siwon sudah cukup dewasa untuk mengurus adik- adiknya. Dan ia selalu berusaha menjadi kepala keluarga dan kakak yang baik untuk adik- adiknya.

“Aku dengar Oppa sedang menyelidiki kasus kematian Presdir Jung. Bagaimana perkembangannya?” tanya YoonA di sela percakapan mereka di meja makan.

“Ya. Sementara ini kasus itu diduga sebagai kasus bunuh diri.”

“Syukurlah. Tadinya aku khawatir kalau Tiffany sunbae benar- benar menjadi tersangka kasus itu.”

Sunbae? Berarti kau kenal dengan Ny. Jung?”

“Dia seniorku di kampus dan dia sangat terkenal.”

“Maksudku apa kau dekat dengannya di kampus dulu?”

“Kami beda dua tingkat. Aku memang pernah berkenalan dengannya waktu kampus kami mengadakan bakti sosial ke rumah- rumah jompo di Daegu. Tapi aku tidak terlalu dekat dengannya. Yang ku tahu dia sangat baik dan ramah pada semua orang. Jadi, aku pikir tidak mungkin dia akan membunuh suaminya sendiri.”

“Tidak ada yang tidak mungkin noona, bisa saja dia melakukannya karena ingin mendapat kekayaan Presdir Jung. Karena itulah dia menikahi pria tua yang seumuran dengan ayahnya lalu membunuhnya setelah mendapatkan keinginannya,” timpal Sehun.

“Itu tidak mungkin, Sehunie. Orang tua Tiffany sunbae di California sangat kaya raya. Dan dia adalah anak tunggal. Jadi harta tidak akan jadi motif untuknya melakukan pembunuhan. Aku juga terkejut saat mendengar berita pernikahan Tiffany sunbae dan Presdir Jung. Tiffany sunbae masih muda,cantik, cerdas dan juga kaya. Kenapa dia memilih menikah dengan Presdir Jung padahal dia bisa saja menikah dengan pria yang lebih muda dan tampan dari Presdir Jung.”

“Cinta tidak memilih usia, Yoong.” Ujar Siwon.

Aigoo, jadi kakakku bicara soal cinta sekarang. Jadi, apa kau sedang jatuh cinta saat ini Jaksa Choi?” goda Yoona.

“Tsk. Aku tidak punya waktu untuk jatuh cinta.”

Oppa, jangan habiskan waktumu hanya untuk bekerja. Suatu saat aku akan menikah dan tinggal di rumahku sendiri. Jadi, harus ada seseorang yang mengurus kalian setelah aku pindah.”

“Memangnya kau akan pergi sekarang hah?”

Yoona memutar bola matanya.

“Emm,,, tidak juga sih.”

“Apa kau sudah punya pacar, Yoong?” curiga, Siwon langsung bertanya pada Yoona.

“Ti-tidak. Tentu saja tidak. Aku sangat sibuk. Jadi aku tidak akan punya waktu untuk memikirkan seorang pria. Sudahlah jangan membahas masalah ini. Oh, ya Sehunie bagaiman kuliahmu?”

Yoona mengalihkan pembicaraan. Akhirnya mereka pun membicarakan hal hal ringan tentang kuliah Sehun, sepak bola dan berita politik yang mereka lihat di tv.

***

April 12th 2015, 10:30 am KST

Tiffany mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Namun gadis itu tak dilihatnya berada di sudut manapun. Seharusnya gadis itu berdiri bersamanya di tempat itu untuk menyambut tamu- tamu yang ingin memberikan penghormatan terakhir pada suaminya, ayah gadis itu. Saat itu Kyuhyun muncul bersama seorang rekan bisnis suaminya. Tiffany membungkuk memberinya salam. Setelah mengucapkan belasungkawa, orang itu pun melakukan ritual di depan jenazah sang Presdir. Kyuhyun berdiri di samping Tiffany mendampinginya.

“Apa kau melihat Krystal?” tanya Tiffany pelan. Setengah berbisik.

“Ya. Tadi supir Kim mengantarnya pulang. Sepertinya dia terlalu sedih jadi dia tidak mau berlama- lama di sini.”

“Dia tidak mau berlama- lama disini karena ada aku. Dia masih membenciku sama seperti saat aku masuk ke rumah keluarga Jung. Dia selalu berpikir aku tidak pantas menggantikan posisi ibunya.”

“Semua anak berpikir seperti itu terhadap ibu tirinya, Tiff. Tapi tidak semua ibu tiri menyayangi anak suaminya seperti dirimu. Dia hanya tidak tahu itu.”

Kyuhyun menatap Tiffany. Meyakinkannya. Tiffany mengangguk. Berterima kasih atas dukungan Kyuhyun. Hanya Kyuhyun sahabatnya yang masih bersamanya. Dan ia merindukan sahabatnya yang lain. Merindukan saat- saat mereka masih bersama- sama. Belajar arti hidup dan mengenal cinta. Cinta yang rumit antara dirinya, Jessica, Kyuhyun dan Yuri. Mendiang Yuri. Karena Yuri sudah meninggal 5 tahun yang lalu.

***

Siwon dan Donghae berdiri agak jauh dari tempat pemakaman Presdir Jung. Upacara pemakaman sedang berlangsung. Ia melihat Tiffany dan Kyuhyun berada di sana. Istri dan pengacara pribadi sang Presdir. Sebagai keluarga terdekat yang menghadiri upacara itu.

“Putrinya tidak ikut ke acara pemakaman. Apa yang terjadi sebenarnya dalam keluarga itu?” tanya Siwon.

“Istri Presdir Jung yang pertama meninggal setahun sebelum dia menikahi Tiffany Hwang. Aku dengar putrinya tidak menyetujui pernikahan keduanya. Jadi Krystal Jung membenci ibu tirinya. Dan dia masih marah terhadap keputusan ayahnya. Mungkin itu alasan dia tidak ada di sini.”

“Bagaimana dengan keluarga yang lain?”

“Masih ada adik perempuannya, Jessica Jung. Tapi dia berada di luar negeri sekarang.”

Siwon mengerutkan dahinya.

“Kalau kau mau tanya kenapa dia tidak pulang untuk menghadiri pemakaman kakaknya, jawabannya sama. Dia juga marah karena kakaknya menikahi sahabatnya. Tiffany Hwang. Kabarnya dia juga membenci Tiffany karena hal itu.”

“Banyak sekali yang kau dapat, Hae.” Siwon menepuk pundak Donghae. Merasa bangga memilikinya.

“Aku sudah bilang kau bisa mengandalkanku.”

Siwon kembali mengamati upacara pemakaman yang hampir selesai itu.

“Jadi, keluarga mereka memiliki hubungan yang cukup rumit.” Siwon menyimpulkan.

“Yah, keluarga orang kaya memang seperti itu.”

Mereka melihat Kyuhyun dan Tiffany berjalan ke arah mobil. Kyuhyun membukakan pintu untuk Tiffany. Lalu ia sendiri memutar dan membuka pintu di sebelah tempat duduk Tiffany di mobil yang sama. Siwon menyipitkan matanya.

“Tidakkah kau merasa kalau Ny. Jung terlalu dekat dengan pengacaranya?” Siwon menanyakan pendapat Donghae.

“Gossip yang beredar, mereka dulu pernah menjalin hubungan. Saat bersama- sama kuliah di Universitas Kyunghee.”

Siwon melebarkan matanya.

“Kenapa kau baru mengatakannya?”

“Itu sudah lama sekali. Aku pikir tidak ada hubungannya dengan kasus ini.”

“Kau salah Donghae. Hubungan lama mereka bisa saja terjalin kembali. Dan itu bisa jadi motif yang kuat untuk melakukan pembunuhan terhadap Presdir Jung.”

“Maksudmu, mereka bersekongkol untuk membunuhnya agar mereka bisa bersama lagi?”

Siwon mengengguk mantap.

“Ayo, banyak yang harus kita selidiki.”

Donghae mengikuti Siwon ke mobilnya.

“Kita akan ke mana sekarang?” Tanya Donghae saat menstarter mobilnya.

“Rumah keluarga Jung.”

 

To be Continued…

114 thoughts on “(AR) The Beautiful Suspects Part 1

  1. Wih ff gendre misteri nih,siapa yg meninggal 5 tahun yg lalu?yuri kah? Wah penasaran nih,kenapa tiffany harus nikah sama orang tua? Lanjut lanjut thor…

  2. waahh banyak bgt mistery di ff ini, keren bgt jadi daya tarik tersendiri buat para reader..
    penasaran bgt knapa fany mau nikah sama tuan jung? trus siapa yg meninggal 5thn yg lalu? lalu siapa pembunuh tuan jung? sumpah penasaran bgt sama ni ff..
    semngat author-nim ditunggu bgt kelanjutan ff nya🙂

  3. Eh? Tiffany nikah ama orang berumur 65 tahun? Eh serius? 😯
    Kisah ini ada dendam-dendamnya kagak sih? Tapi pastinya kejadian Yuri meninggal pasti ada hubungannya ama yg sekarang kan?
    Oh sama kematian orang tua Siwon Yoona Sehun. Itu kejadiannya juga 5 tahun lalu. Apa ada hubungannya juga? Dududu kepo..
    Eum.. disini Kyuhyun gak dipasangin ama Yoona ya? Aku ngarep banget di ff ini selain karna maincast nya Sifany, ada Kyuna nya juga hehe.. maklum saya merangkap sbg KyuNa shipper juga 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s