(AF) We are In Love Part 2

We are In Love Part 2

CYMERA_20150801_214206

Title : We are in love Part 2

Author : @silvi0931

Main Cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae, Kwon Yuri, Im yoona and Other

Genree : Romance, Friendship.

Rating : G

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini hanyalah hasil imaginasiku, ide cerita adalah murni hasil pemikiranku, kesamaan alur dan tokoh cerita merupakan hal yg tidak disengaja, Don’t Bash, Don’t be COPAS & keep RCL.

Enjoy it and Happy Readding.

««« We are in love »»»

Hyundai Store Center Seoul [ 10: 50 KST ]

Seorang yeoja berjalan melihat tiap tiap rak makanan, mencari makanan yg di sukainya, kemudian dia mengambil beberapa mie instan dan tiga kotak jus minuman favoritnya, kemudian dia berlanjut kembali ke rak lainya.

Tak lama kemudian pandangan nya menangkap sosok yg sangat dikenalinya juga di rindukanya, terlihat Choi Siwon sedang memperhatikan sekeliling nya untuk melakukan tugas rutinya mengecek semuanya.

Siwon terus menasehati beberapa karyawan nya untuk tetap menjaga kerapihan letak barang yg dijual, terlihat juga dia sedang berbincang bersama sekretaris nya Lee Sungmin.

Yuri terus memperhatikan sosok itu, matanya memperhatikan Choi Siwon dengan penuh kagum, sosok pria yg sangat sempurna untuk menjadi seorang pemimpin, kemudian terlintas dibenaknya tujuan utamanya saat ini, yaitu mencari tahu informasi pribadi tentang Siwon dan mendekati pria itu untuk mendapat perhatian Siwon.

Sebuah kesempatan baik untuk langkah pertamanya, Yuri langsung melangkahkan kakinya menghampiri Siwon yg membelakanginya.

” Permisi ….. ” ujar nya, Siwon langsung membalikan tubuh nya ke arah suara tersebut, dia terkejut dan juga sedikit senang, dia langsung tersenyum melihat Yuri kini ada di depanya.

” Yuri-ssi …. sedang apa kau kemari ? ” tanya nya, Yuri tersenyum sebelum menjawab pertanyaan tersebut.

” aku sedang berbelanja barang kebutuhanku untuk sebulan mendatang ”

” jinjja ?, kau sangat rajin, apa kau tidak menyuruh seseorang di rumah atau mengajak mereka berbelanja bersama untuk membantumu membawa semua barang barang mu ” ucap Siwon sambil melihat banyak nya belanjaan Yuri di ranjang belanjaan.

” Ne …. tidak apa apa, aku cukup kuat untuk membawa semua ini ” Siwon terkekeh pelan.

” Apa yg kau lakukan di sini Siwon-ssi ? ” tanya nya.

” Aku sedang mengawasi perkembangan di sini ”

” kau melakukanya setiap hari ? ” tanya Yuri lagi, dia ingin sedikit berlama lama dengan namja ini.

” Aniya, semua itu ada jadwal nya ? ”

” Kau sangat rajin Siwon … ”

Siwon mengelengkan kepalanya, semua itu tak benar juga.

” Aniya, jika aku sedang malas maka aku akan menyuruh sekretaris ku untuk melakukanya ” ujar nya dan menunjuk Sungmin.

Sungmin tersenyum mengiyakan, kemudian mereka terus mengobrol santai, Yuri menanyakan banyak tentang Siwon tapi Siwon menjawabnya dengan sedikit kebenaran nya, dia menanyakan semua tentang latar belakang Siwon dari keluarga sampai teman, Yuri juga baru tahu bahwa Sungmin merupakan salah satu teman Siwon, dia tersenyum senang mendengar setiap jawaban Siwon, semua ini akan memudahkanya untuk bisa mendekati Siwon dalam waktu dekat saat dia mengetahui bahwa perusahaan mereka saling berkerja sama.

Setelah cukup lama akhirnya Yuri berpamitan pulang, Siwon langsung tersadar yeoja ini begitu banyak membawa barang barang nya, sehingga membuatnya tak tega melihat Yuri membawa semua itu seorang diri, karena karakter Siwon yg begitu menghormati perempuan.

” biar aku dan Sungmin membawa semua barang barang mu ” tawar Siwon, dengan cepat dia langsung membawa barang barang itu dengan Sungmin, Yuri menolak karena tak enak hati.

” Aniya Siwon, biar aku menyuruh penjaga saja untuk melakukanya ” ujar nya.

” Tidak apa apa, aku tidak suka jika melihat yeoja yg sedang kesusahan, bukankah seorang pria harus bersikap seperti itu ” ujar Siwon di selingi candaanya, akhirnya Yuri pun membiarkan mereka membantunya, dia semakin tertarik dengan Sikap Siwon.

Yuri terus berjalan di belakang mereka sembari terus menatap langkah Siwon hingga sampai ke mobil nya.

” Terimakasih sudah membantuku Siwon ” ujar Yuri.

” Ne Gwenchana sudah tugas kami membuat pelanggan kami merasa pusa atas layanan kami ” ujar Siwon, Yuri tersenyum mengiyakan, muncul ide di benak Yuri untuk mengajak Siwon makan bersama sebagai bentuk rasa terimakasihnya.

” bagaimana jika aku mentraktir kalian makan bersama sebagai bentuk rasa terimakasihku karena kalian sudah membantuku ”

” Ani …. kami tidak bisa, banyak pekerjaan yg harus ditangani setelah ini, jadi mungkin lain waktu kita bisa ” ujar Siwon menolak tawaran Yuri.

Yuri kecewa namun dia tetap menutupinya dengan tersenyum dan menyetujuinya, tapi lain waktu bisa dilaksanakan sepulang kerja pun bisa, fikir Yuri. Tapi Siwon tetap mengatakan tak bisa karena pekerjaanya yg menumpuk.

” baiklah, jika kalian punya waktu beritahu aku untuk makan bersama, oette ? ”

” Ne, itu lebih baik ” Ujar Siwon, kemudian dia pamit pada Yuri untuk segera pergi menangani pekerjaan yg lain, dan Yuri mengiyakan.

 

««« we are in love »»»

Seoul, Tiffany’s house ( 16: 30 KST )

Seorang yeoja cantik bertubuh mungil mendatangi rumah Tiffany dengan membawa satu koper berwarna merah, dia memencet bel rumah Tiffany, dan tak lama kemudian Tiffany membuaka pintu tersebut, dia terkejut dan terdiam sejenak melihat yeoja yg sangat dirindukanya selama ini, yeoja yg selalu Tiffany percaya untuk mencurahkan seluruh isi hatinya.

Tiffany tersenyum lebar, senang melihat Teeyeon yg kini sedang berdiri di hadapanya dan langsung memeluk tubuh Tae yeon, mereka saling berpelukan melepas rasa rindu mereka setelah tak bertemu 2 tahun lamanya.

Tiffany langsung membawa Tae yeon masuk ke rumah nya dan mendudukan yeoja itu, dia langsung beranjak ke dapur untuk mengambil beberapa hidangan.

Tae yeon melihat ke penjuru ruangan Tiffany, terlihat bersih dan rapih, dia tersenyum senang namun juga heran, dia senang karena Tiffany sudah pandai membersihkan rumah tapi dia juga heran kenapa yeoja itu melakukanya, dia tahu Tiffany adalah gadis yg sibuk dan sedikit pemalas mengenai pekerjaan rumah.

Tiffany datang sembari membawa minuman di tanganya dan mendudukan dirinya di sebelah Tae yeon.

” Kenapa kau tidak memberitahuku kau akan pulang Tae yeon-ah ? ” tanya Tiffany kesal.

” Mian Fany-ah, aku tidak sempat, lagi pula aku datang kemari untuk menginap satu hari saja ” ujar nya, Tiffany mendesah, dia fikir Tae yeon akan di tinggal disini dan menemaninya ternyata dia salah, tapi Tiffany bukanlah yeoja yg mengalah begitu saja pada temanya.

” Tinggalah di sini, bukankah kedua orang tuamu masih tinggal di jepang, jika kau membeli apartment itu akan mahal, jadi tinggalah di sini kau hanya perlu membiyayai kebutuhanmu sendiri ”

” lalu bagaimana dengan Appamu ? ”

” dia tinggal di Amerika mengurus perusahaanya disana, jadi disini aku sendiri dan kesepian ” ujar Tiffany sedih.

Tidak ikut bersedih karena temanya bersedih justru Tae yeon tertawa mendengar pernyataan yeoja itu, dia bisa membayangkan betapa kesepiannya temanya itu sendirian di rumah ini, dan lagi mengingat Siwon yg pergi ke Amerika selama 3 tahun, Tae yeon tidak tahu bagaimana ekspresi wajah sedih Tiffany karena kesepian.

” baiklah aku akan tinggal disini, lalu di mana Siwon ? ” Tiffany mencibir kesal mendengar pertanyaan itu, kenapa semua temanya selalu menanyakan keberadaan Siwon.

” dia ada di rumahnya ” ucap Tiffany malas.

” ku kira dia akan menemanimu di sini ?, bukankah kalian selalu bersama sama seperti sepasang sepatu yg cantik ” ujar Tae yeon.

Tiffany hanya mengangguk mengiyakan, dia sadar memang seperti itulah dirinya dan Siwon. Selalu bersama sama setiap saat meskipun tidak dengan di sengaja tapi dia selalu saja bertemu namja itu setiap saat dan dimanapun, bahkan Tiffany pernah menuduh bahwa Siwon sering memata matainya, tapi Siwon selalu menyangkalnya, dan Tiffany rasa pengakuan Siwon benar untuk apa namja itu mengurusi dirinya, fikir Tiffany.

Tiffany pun terdiam di tempat nya mengingat masa lalunya bersama Siwon.

 

Flashback.

Tiffany baru saja keluar dari rumahnya, yeoja itu berpakaian sangat rapih untuk pergi ke gereja, dengan bersenandung ria dia terus berjalan seorang diri, kemudian di tengah jalan dia bertemu Siwon, Tiffany berfikir untuk apa namja itu berada disini mengingat rumah Siwon berada di blok yg berbeda.

Tiffany melihat Siwon sedang duduk di pinggir rumah orang sembari membaca sebuah buku, Tiffany pun berfikir menghampiri namja itu untuk menanyakan hendak pergi kemana Siwon.

Siwon mendongakan kepalanya, ketika melihat pantulan bayangan seseorang sedang di belakangnya, Siwon menengokan kepalanya ke belakang, dan dia langsung melihat Tiffany di belakangnya sedang mengintipnya, dia langsung menatap yeoja itu kesal.

” Apa yg kau lakukan disini ? ” tanya Siwon kesal.

” lalu apa yg kau lakukan disini ?, apa kau sedang menungguku ? ” Siwon langsung mengelak, yg benar saja, untuk apa dia menunggu Tiffany jelas jelas Tiffany melihat dengan mata kepalanya bahwa dia sedang membaca buku.

” untuk apa aku menunggumu, bukankah kau lihat sendiri aku sedang membaca buku ” sanggah Siwon.

Tiffany menangguk pelan, benar juga jelas jelas dia melihat namja itu sedang membaca buku, lalu kenapa dia harus mencurigai Siwon.

” benar, tapi …… kenapa kau membaca buku disini ?, disini terlalu silau untuk membaca buku, bukankah di rumah jauh lebih baik dan nyaman ” timpal Tiffany, Siwon terdiam, Aigoo ucapan yeoja ini benar juga dan masuk akal, dia langsung tergagap seketika tak tahu harus mengatakan apa.

” a … aku … aku hendak pergi ke toko buku, sampai disini aku .. hmm .. aku lupa buku apa yg akan Yoona pesan, jadi aku berhenti dan mengirim sms padanya, dia sangat lama membalasnya jadi aku duduk disini sembari membaca ” jawab Siwon gagap, dia menatap Tiffany yg sedang menyipitkan matanya menatap Siwon tak percaya, hingga dia mencari akal agar yeoja itu tak menanyakan apapun lagi.

” lalu kau hendak kemana ? ” tanya Siwon.

” Aku akan pergi ke Gereja di dekat taman, jadi sampai jumpa ” ucap Tiffany dan melangkah pergi, Siwon menatap Tiffany sejenak dan mengingat ngingat ucapan yeoja itu.

Mereka pun pergi ke tempat tujuan mereka masing masing, Tiffany pergi ke gereja dan Siwon pergi ke toko buku, tapi setelah Tiffany sampai di depan halaman gereja dia melihat sosok yg tak asing baginya, sosok namja itu membelakanginya, Tiffany memperhatikan tas dan baju itu, dan dia langsung teringat bukankah itu tas dan baju Siwon.

” Siwon-ah ….. ” panggil Tiffany pelan, Siwon langsung membalikan badanya dan langsung terkejut, dia bertemu dengan Tiffany lagi !

” Apa yg kau lakukan disini ?, bukankah kau bilang akan pergi ke toko buku, apa kau mengikutiku ? ” tanya Tiffany pada Siwon yg kini terdiam polos dan berpura pura mendengarkan ucapan Tiffany berikutnya.

” Aku tidak mengikutimu, aku hanya … hanya ….  ” ucap Siwon dia bingung apa yg akan di katakanya lagi untuk membuat Tiffany percaya padanya, Tiffany menatap Siwon intens, namja di depanya benar benar menyebalkan.

” jika kau habis pergi ke toko buku kau tidak mungkin datang kemari di waktu yg sama denganku, jarak toko buku lebih jauh dari gereja ” timpal Tiffany.

” Aku ingat minggu ini aku belum ke gereja, jadi apa salahnya jika aku pergi kemari terlebih dahulu untuk memanjatkan do’a ku pada Tuhan ” ujar nya beralasan, Tiffany mencibir kesal, namun kemudian dia mengiyakan dan mengajak namja itu untuk masuk ke gereja bersama.

” Kenapa kau membawa tas, lalu bunga  mawarmu itu untuk apa ? ” tanya Siwon pada Tiffany sembari melangkah memasuki gereja.

” hari ini aku akan pergi bersama Tae yeon dan Jessica ”

” Memangnya kalian mau pergi kemana ? ” tanya Siwon lagi, Tiffany menghentikan langkah nya dan menatap Siwon kesal, namja ini ingin selalu tahu saja semua urusanya.

” itu bukan urusanmu ” Jawab Tiffany dan melangkah dahulu meninggalkan Siwon di belakang nya yg sedang menundukan kepalanya.

Flashback end.

 

Tiffany tersenyum mengingat kejadian itu, dan langsung tersadar ketika ponsel nya berdering nyaring di saku celananya.

” Yeoboseyo ……. ” ujarnya, Tae yeon terdiam melihat Tiffany dan mendengarkan yeoja itu berbicara dengan Siwon di telepon, baru saja mereka membicarakan namja itu kini Siwon sudah menelpon Tiffany.

” Apa kau sudah pulang ?, bagaimana kalau kita pergi ke atas bukit di belakang taman bermain ? ”

” Aku tidak bisa, di rumahku ada seorang tamu ” jawab Tiffany.

” tamu ?, dia namja atau yeoja ? ”

Tiffany mengehala nafasnya kesal mendengar pertanyaan itu ” Namja ataupun yeoja itu bukan urusanmu Siwon, dia Tae yeon ” jawab Tiffany, di tempat nya Siwon mengernyitkan dahinya pelan, Tae yeon ?, dia bertanya siapa itu Tae yeon, tapi Siwon urung pertanyaan itu, setidaknya itu bukan seorang namja ataupun orang yg tak di kenalinya, kemudian dia langsung memutuskan sambungan telepon nya begitu saja.

Di rumah Tiffany, Tiffany berdecak sebal melihat Siwon memutuskan pangggilannya begitu saja.

” Aish … dasar ” gumam nya kesal, Tae yeon tersenyum melihat ekspresi kesal yeoja itu.

 

««« We are in love »»»

Shine Fashion [ 09 :00 KST ]

Di ruang kerja Tim utama bagian desaign, Yuri duduk dengan Sunny di depanya, membantu Sunny yg sedang menyelesaikan gaun yg di garapnya, sembari membantu Sunny ,Yuri menggunakan kesempatan ini untuk menanyakan hal tentang Tiffany.

” Memang nya sejak kapan Choi Siwon dan Tiffany-ssi berteman ? ” tanya Yuri sembari memasang sebuah pita di bagian dada sebelah kiri gaun itu, Sunny menghentikan kegiatannya yg sedang membenarkan bagian bawah gaun itu.

” Yang ku tahu mereka berteman cukup lama, aku mengenal Siwon 3 tahun lalu sebelum Siwon pergi ke Amerika melanjutkan S2 nya, aku mengenal Siwon karena dia sering mengantar dan menjemput Tiffany, mungkin mereka sudah berteman sejak SMA melihat mereka sudah begitu akrab dan saling memahami ” jawab Sunny santai dan melanjutkan ke bagian lainya.

Yuri berdiam sejenak dan berfikir kembali.

” Kenapa kau menanyakan hal itu kepala Tim ? ” tanya Sunny penasaran, Yuri tersenyum mendengar pertanyaan itu.

” Ani, aku hanya ingin tahu seperti apa Tiffany itu, bukankah dia adalah anggota ku ” jawab Yuri beralasan, Sunny menanggukan kepalanya mengerti.

” Tapi adik Siwon juga sering datang kemari membawa bekal makan Siang dan makan bersama, aku pernah makan siang bersama nya beberapa kali, dia yeoja yg baik dan mudah bergaul ” ucap Sunny lagi, dia mengatakan semua tentang Siwon dari yg dia tahu pada atasanya itu.

Yuri menatap Sunny, jadi Siwon punya seorang dongsaeng dan yeoja itu sering datang kemari.

” memangnya apa pekerjaan adik Siwon ? ”

” Yang ku tahu dari Tiffany, adik Siwon-ssi bekerja sebagai salah satu model ternama di bawah naungan SM entertainment ” jawabnya,

Yuri tersenyum senang, jadi adik Siwon seorang model, dia tersenyum ini akan semakin mudah untuk mendekati Siwon, mengingat Tiffany yg begitu mengenal Siwon, dan adik Siwon seorang model, mungkin dia bisa meminta Tiffany untuk menjomblangi dirinya dan Siwon.

 

««« We are in love »»»

Seoul, 12: 30 KST.

Tiffany dan Siwon duduk di sebuah meja makan bersama, mereka melakukan makan siang bersama seperti biasanya, dan kali ini Siwon yg akan membayarnya, Tiffany sangat senang dengan hal itu jadi dia menggunakan kesempatan ini untuk makan makanan termahal dan terenak di restaurant ini, awalnya Siwon menolak tapi dia ingat dia kalah dalam taruhan Tiffany beberapa hari lalu, Tiffany bertaruh siapa yg datang paling cepat menuju ke gereja baru yg ada di dekat taman maka dia menang dan yg kalah harus menuruti semua apa yg di katakan si pemenang.

Saat pertaruhan itu Tiffany tahu jalan cepat menuju ke gereja itu, Tiffany pergi ke gereja itu lewat taman belakang di dekat taman bermain dan alhasil dia berhasil sampai terlebih dahulu dan menang.

” Terimakasih karena kau sudah mentraktirku Siwon, aku beruntung memiliki teman seperti mu, dan aku senang aku menang dalam pertaruhan ini ” ujar Tiffany senang sambil memakan makanan nya, Siwon tersenyum.

” Ne …. Aku ini pria yg bertanggung jawab pada janji dan ucapanya ” ujar nya bangga.

Tiffany tersenyum mengiyakan dan melanjutkan makanan nya kembali.

Siwon pun melakukan hal yg sama memakan makanan nya juga, dia melirik ke arah Tiffany yg sedang memakan makanan nya dengan senang, Siwon tersenyum melihat Tiffany dan melanjutkan makanan nya lagi sambil sesekali mengeluarkan candaanya pada Tiffany, namun Siwon terus ingat akan pertaruhan itu.

[ Kilas balik saat beberapa hari lalu setelah turunya jabatan Tiffany, yeoja itu sering sekali murung dan bersedih, meskipun Tiffany selalu bilang yeoja itu baik baik saja tapi Siwon tahu hal yg sebenarnya, dia begitu mengenal Tiffany lebih dari yeoja itu. Saat itu Siwon lah yg mengajak taruhan dia meminta bertaruh balap lari karena Tiffany pun jago dalam berlari, tapi Tiffany menolaknya dan berpendapat untuk taruhan yg Tiffany fikirkan, dan akhirnya Tiffany meminta mereka bertaruh siapa paling cepat sampai di gereja baru dekat taman belakang, dan Siwon menyetujuinya, kemudian merekapun melaksanakan pertaruhan itu, Sebenar nya Siwon yg lebih dulu sampai ke gereja itu, tapi dia menghentikan langkah nya dan bersembunyi di semak semak taman sambil menunggu Tiffany lebih dulu datang, dan setelah Tiffany datang dia pun datang dan alhasil Tiffany lah yg menang dalam pertaruhan itu. ]

Siwon terus mengeluarkan semua candaanya dan menceramahi Tiffany, sehingga membuat Tiffany tak nyaman dan sedikit kesal dengan ucapan Siwon.

” Kau itu yeoja, seorang yeoja harus selalu memperhatikan kesehatan dan tubuhnya, kau makan begitu banyak, apa kau tidak sadar sekarang tubuhmu sedikit melebar ” ujar Siwon.

Tiffany langsung menghentikan kunyahanya, dia melirik ke depan mejanya, semua makanan yg ia makan terbuat dari bahan nabati jadi kenapa harus gemuk, bukankah makanan yg akan kaya serat akan membuatnya tetap langsing.

” Yang sedang ku makan adalah steak jamur bukan daging, dan semua makanan di depanku tidak mengandung kalori tinggi Siwon-ah ” ujar Tiffany, Siwon mengiyakan.

” memang benar, tapi tidakah kau berfikir untuk menimbang berapa berat badanmu hanya untuk memastikan, bahkan saat ini pipimu terlihat sangat Chubby ” ujar nya sambil menahan tawa melihat Tiffany yg terkejut dan memegangi pipinya.

Siwon terus menahan tawa, bukankah memang benar saat makan semua pipi orang akan terlihat sangat Chubby ketika di mulutnya penuh dengan makanan seperti Tiffany saat ini, jadi Siwon hanya sedang membodohi yeoja itu.

” benarkah ? ” tanya Tiffany sedih sembari memegang pipinya yg penuh makanan, karena tak tahan menahan tawanya Siwon akhirnya tertawa pelan menertawai Tiffany di depanya, sehingga membuat Tiffany kesal karena Siwon mempermainkanya.

Tiffany hendak menjambak rambut Siwon namun langsung di hentikan oleh deringan ponsel Siwon yg terletak di meja.

Drrrt ….drrrtttt …. drrrttt, Siwon langsung mengangkat ponsel itu.

” yeoboseyo ….. ” ujar nya.

” Oppa apa kau sedang sibuk ? ” tanya seorang yeoja di sebrang telepon Siwon, Siwon terdiam sejenak mendengar kata oppa, kemudian dia tersadar meskipun sedikit tak suka dengan panggilan oppa itu, tapi dia tidak ingin mempermasalahkan hal kecil itu.

” Ani, aku sedang makan siang bersama temanku ” jawabnya. Di tempat nya Yuri tersenyum senang mendengar Siwon sedang makan siang.

” baiklah aku akan kesitu untuk makan siang bersama ? ”

Siwon menolak dengan pelan dan sopan.

” Maafkan aku, tapi tidak bisa … kami … ”

” Kenapa dia tidak boleh kemari, ajak saja dia kemari Siwon ” ucap Tiffany keras memotong ucapan Siwon, Siwon jadi tidak enak jika harus menolak Yuri jadi dia mengalah dan mengijinkan yeoja itu kemari.

” baiklah … datanglah kemari ke Restaurant Cina yg tak jauh dari Shine fashion ” ujar Siwon.

Tiffany tersenyum senang, dia penasaran siapa orang yg akan datang kemari itu.

Tak lama kemudian yeoja yg mereka ajak untuk makan siang pun datanag, Yuri datang tepat di belakang Siwon dan tersenyum manis menyambut kedua orang itu

Siwon membalikan tubuh nya dan langsung memperkenalkan Yuri pada Tiffany yg kini sedang terdiam terkejut melihat Yuri, dia teringat kembali dengan turunya jabatannya yg tak lain karena kedatangan Yuri, dengan sedikit berat hati dia menyambut Yuri ramah, dia tersenyum manatap Yuri dan menyuruh Yuri untuk duduk, Yuri pun duduk di samping Siwon.

Tiffany terus menatap orang di depanya itu dengan sedikit tak suka, dia menutupi ketidaksukaanya itu dan menyesali menyutujui yeoja berkulit sedikit cokelat itu datang kemari.

” Tiffany-ssi jadi kalian berteman ? ” tanya Yuri,

Tiffany tersenyum kecil mengiyakan dan kembali fokus pada makananya, sementara Siwon terus memperhatikan gelagat Tiffany di depanya.

” aku senang kalian sudah saling kenal, jadi aku tak usah repot repot memperkenalkan kalian ? ” ujar Siwon,

Yuri tersenyum mengiyakan, kebiasaan yg sering di lakukanya ketika bersama Siwon, selalu bersikap manis dan baik di hadapan pria itu.

” Apa kalian sudah lama berteman ? ” tanya Yuri, Tiffany dan Siwon saling berpandangan sejenak, hingga kemudian siwon menjawab.

” Ne, kami berteman sudah sangat lama, sejak kami masih sangat kecil, jadi kami sudah sangat akrab dan saling memahami ” Jawab Siwon Yuri menangguk mengerti, sementara Tiffany , dia masih terus diam dan hanya menanggapi ucapan Yuri apa adanya.

” Apa kau sudah kenyang dengan makanan nya fany-ah ? ” tanya Siwon pada Tiffany yg sedikit tak nafsu memakan makanan nya.

Tiffany terus bersikap tenang tenang saja dan terus bersikap ramah pada Yuri mengingat Yuri adalah atasanya yg harus dihormati dan dihargai, tidak mungkin dia bersikap semenah menah pada yeoja itu, bagaimanapun juga dia harus memperlihatkan harga dirinya sebagai seorang pegawai.

” Aku sudah sedikit kenyang ” jawab Tiffany pelan,

Yuri tertawa pelan, begitupun Siwon namja itu menertawakan Tiffany pelan, Di awal Tiffany begitu bersemangat dan bernafsu memakan makanan nya dan sekarang yeoja itu malah bilang sudah kenyang, hingga Yuri beranggapan Tiffany adalah yeoja yg serakah dan rakus.

Tiffany menatap kesal Siwon, namja ini …… batin Tiffany geram, ketika mereka tak sengaja saling berpandangan, Tiffany langsung memberikan tatapan death glare nya pada Siwon, sehingga Siwon langsung terdiam kembali.

Kemudian mereka tetap melanjutkan makan siang mereka sambil mengobrol santai, dan kini Tiffany sudah tak bernafsu sedikitpun untuk memakan makanan nya hinga dia hanya ikut mengobrol santai.

” Aw ….. ” pekik Siwon saat tak sengaja jari tanganya tersayat pisau steak.

Yuri dan Tiffany langsung khawatir dengan sigap Tiffany langsung mengambil jari Siwon, membersihkan sedikit darah itu dengan tissu dan dibalut oleh plaster miliknya yg selalu setia ia bawa kemanapun.

Yuri menatap iri dan kesal pemandangan di depanya itu, Tiffany yg sedang memasangkan plaster di jari Siwon dan Siwon yg sedang menatap lembut Tiffany dengan tatapan tak dapat dibaca oleh Yuri.

” Kau sangat ceroboh menggunakan pisau steak ” ujar Tiffany.

” Aku tidak ceroboh ini kecalakaan yg tak terduga ” sanggah Siwon, Tiffany mencibir pelan.

” Mana ada kecelakaan yg dapat di duga ” timpal Tiffany, Siwon tersenyum mengiyakan yeoja di hadapanya ini sangat pandai berbbicara.

Yuri melihat Tiffany dan Siwon kesal, jadi dia diabaikan oleh mereka.

” ehem …. ” Yuri berdeham pelan, Siwon pun tersadar dan bersikap biasa kembali, dia kemudian memakan kembali steak nya.

” biar aku yg melakukanya Oppa …” ujar Yuri dan menyuapi Siwon.

Tiffany membelalakan matanya terkejut dengan panggilan OPPA, bahkan sampai sekarang pun Tiffany tidak pernah memanggil Siwon dengan sebuatan oppa, karena menurut Tiffany dia dan Siwon masih sebaya karena pernah duduk di kelas yg sama meskipun pada nyatanya umur mereka berbeda cukup jauh, sedangkan Siwon diam menerimanya dan memakan steak yg disuapi Yuri, begitupun seterusnya Siwon terus di suapi oleh Yuri dan aneh nya Siwon tak menolak sedikitpun.

” Aku sering menyuapi Appa ku seperti ini ” ujar Yuri.

” jinjja ?, kau adalah putri yg sangat baik ” puji Siwon.

Tiffany jengah dengan orang di depanya yg semakin lama semakin mengabaikanya, jadi sekarang dia seperti obat nyamuk saja untuk mereka berdua. Tiffany pun hanya bisa memandangi mereka dengan sebal dan terus diam.

 

««« We were in love »»»

Shine Fashion, Seoul ( 08: 00 KST )

Tiffany memasuki ruanganya dengan kardus dan satu gaun yg di selesaikan semalam seorang diri, dia menyapa ramah Sunny, dia melihat sekeliling ruanganya itu, beberapa pegawai lainya ternyata belum datang juga dia juga melihat meja Yuri yg masih kosong, bukankah yeoja itu sering berangkat pagi lebih awal darinya, fikir Tiffany.

Kemudian dia berjalan ke meja kerjanya, menaruh barang barang yg di bawanya dan kemudian hendak duduk namun dia langsung melihat sebucket bunga mawar merah di mejanya.

” Sunny-ah … dari mana bunga ini ? ” tanya nya pada Sunny, Sunny mengangkatkan bahunya tak tahu, bunga itu sudah dari pagi ada di meja Tiffany.

” entahlah aku tidak tahu, kau tanyakan saja pada petugas kebersihan disini ” ujar Sunny,

Tiffany mengambil bunga itu melihat lebih detail mungkin saja pengirim akan meninggalkan jejak di bunganya itu namun Tiffany tak melihat nya.

” mungkin itu dari penggemar rahasiamu Tiffany ” ujar Sunny menebak dan mendekat ke Tiffany.

Tiffany tersenyum kecil mendengar ucapan Sunny, dia senang ternyata ada seseorang yg diam diam menyukainya dan Tiffany senang akan perlakuan ini.

” tapi … Siapa penggemar rahasiaku itu ? ” tanya Tiffany.

Sunny langsung tersenyum jahil, dia mendekatkan wajah nya pada wajah Tiffany sehingga membuat Tiffany pun memundurkan kepalanya karena jarak wajah mereka yg terlalu dekat.

” mungkinkah itu Tuan Choi Siwon ” ujar Sunny menggoda, Tiffany langsung menyingkirkan wajah Sunny menjauh darinya dan menatap yeoja itu kesal.

” Tidak mungkin Choi Siwon melakukan hal itu ” ujar Tiffany kesal dan menaruh bunga itu kembali ke mejanya, dan melangkah pergi menahan malu dan kegugupanya, mana mungkin Choi Siwon melakukan hal itu padanya, dan meskipun hal itu terjadi padanya dia tidak akan menerimanya, Jantung Tiffany berdebar mengingat itu, dia mengibas ngibaskan tanganya merasa gerah, dia begitu senang dengan hadiah bunga itu, Tiffany merasakan debaran hebat mengingat ada seorang penggemar rahasia menyukainya.

 

««« We were in love »»»

Seoul, 09: 00 KST

Siwon membukakan pintu mobilnya untuk Yuri, dengan senang dan anggun dia memasuki mobil Siwon dan mengucapkan terimakasih pada Siwon yg telah membukakan pintu mobilnya dan bersedia mengantarkan nya pagi ini ke Busan, Yuri pergi ke busan untuk mencari kain kain yg lama dan tak terpakai untuk gaunya, dan kebetulan sekali Siwon akan pergi ke Busan untuk bertemu dengan investor terbesar di perusahaan nya, meski pada awal nya Siwon berfikir dua kali untuk melakukanya tapi dia menyetujuinya mengingat Yuri sudah cukup lama mengenal nya.

Sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol santai, dan Siwon pun menikmatinya dia sudah begitu akrab dengan Yuri hingga tak membuatnya canggung untuk mengobrol dengan yeoja itu.

” jadi apa benar kau memiliki seorang yeoja dongsaeng yg berprofesi sebagai model terkenal di Seoul ? ” tanya Yuri dan menatap Siwon di samping nya.

” Ne, adiku berprofesi sebagai model terkenal, meski pada awalnya Appa sangat melarang pekerjaan itu begitupun denganku, tapi melihat usaha yg telah dilakukanya untuk menjadi model ternama akhirnya aku menerima hal itu, aku terus menyemangati nya dan berusaha bicara baik baik pada Appa untuk menerima pekerjaan Yoona ” ujar Siwon, kemudian dia tersenyum mengingat usaha besar yg Yoona lakukan seorang diri dan dibantu Tiffany, dua yeoja itu pernah hampir tertipu dengan kontrak palsu tapi beruntung nya Yoona karena Tiffany sangat teliti akan hal itu.

” mungkin aku akan menjadikan nya model busana ku suatu saat nanti, aku juga ingin bertemu denganya dan mengobrol tentang wanita, apa dia tipe yeoja yg menyenangkan ? ”

” Ne, kau bisa bertemu dengan nya di saat hari libur nya, dia yeoja yg menyenangkan dan sedikit konyol, tapi tidak mudah jika kau ingin bertemu dengan nya ” ujar Siwon, Yuri mengernyitkan dahinya.

” Waeyo ? ”

” karena saat hari libur nya dia hanya mau menghabiskan waktunya bersama Tiffany ataupun eomma juga teman yg sudah sangat dekat denganya, dan terkadang dia begitu malas untuk pergi bermain karena dia lebih suka di rumah menghabiskan waktunya bersamaku, Tiffany dan eomma ” Yuri menggeram pelan, lagi lagi Tiffany, apa yeoja itu begitu dekat dengan Siwon, memangnya apa arti Tiffany bagi keluarga Siwon hingga yeoja itu begitu istimewa.

” kalau begitu maukah kau pertemukan aku dengan dongsaeng mu itu, aku penasaran seperti apa kah dia ? ”

” Aku bisa membantumu dengan senang hati ” ujar Siwon, Yuri tersenyum senang mendengarnya.

 

««« We were in love »»»

Shine Fashion, 10: 00 KST

Kerjasama antara Avenue Fashion dan Shine Fashion di mulai dari saat ini, mereka melakukan rapat yg sangat serius yg di langsungkan di Shine Fashion, Avenue Fashion menerima kerjasama ini dengan senang hati setelah mendengar dan melihat semua presentasi yg telah di lakukan oleh Shine Fashion hingga tak meragukan lagi bagi Avenue Fashion untuk menerima kerjasama ini, bahkan selama rapat berlangsung Donghae tak henti hentinya mendesah, antara kagum, dan juga bingung mendengar semua presentasi yg di lakukan Shine Fashion, bagaimana dia tidak bingung mengingat dirinya baru beberapa hari ini menjalankan profesinya yg baru yaitu menggantikan posisi Appanya, meskipun dengan sangat terpaksa tapi dia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya itu dan ingin membuat mereka bangga atas kerja keras nya melanjutkan usaha mereka.

Usaha keras Kwon Jae geum yg terus bercakap lihai dengan semua planing kerjasama mereka, dan juga para desaigner desaigner nya yg terus menpresentaikan ide ide cemerlang mereka mengenai kerjasama ini, ide ide dan planing Shine Fashion yg telah di cetuskan menjanjikan kerjasama mereka, hingga pihak Avenue bersedia menerima kerjasama mereka dan menggarap proyek baru mereka atas penggabungan  karya karya mereka untuk mengeluarkan merek terbaru dan berkualitas.

Setelah presentasi selesai mereka pun bersuka ria atas kerja sama mereka dan sekarang Donghae masih tak mau bergeming dari tempatnya, semua para dewan direksi dan pegawai lainya telah berbondong bondong keluar dengan bahagia tapi berbeda dengan Donghae yg masih setia memperhatikan yeoja yg ingin sekali di taklukanya, dia terus memperhatikan Tiffany yg sedang membereskan dokumen dan baju musim dingin yg telah di presentasikanya dan kemudian keluar dari ruangan itu.

 

Tiffany mengernyitkan dahinya pelan ketika dirinya telah sampai di ruanganya lagi lagi dia menemukan bunga yg sama di mejanya, sebucket bunga mawar merah dan tanaman bonsai yg cantik.

Tiffany celingukan di ruanganya tidak ada satu orang pun disini jadi siapa yg telah mengirim bunga ini, namun kemudian dia tersenyum mengambil bunga itu, oh Tuhan akhir akhir ini jantung nya selalu berdebar tak karuan menerima semua ini, Tiffany begitu penasaran siapa penggemar rahasianya itu.

” siapapun kau, aku yakin kau adalah orang yg baik …. ” ujar nya seorang diri dan tersenyum menatap kedua bunga itu dan melatakanya kembali, dia pun pergi dari ruanganya itu untuk menyusul Sunny untuk makan siang.

Saat Tiffany telah berjalan sampai di depan lift dia berdiam diri menunggu lift nya, cukup lama dia menunggu lift nya hingga ada seorang namja manis berdiri di samping nya menunggu lift terbuka.

Tiffany menengokan kepalanya ke arah namja itu dan tersenyum, setelah nya dia terdiam kembali menunggu lift namun dia langsung teringat, dia menengok ke arah Dong hae dan memperhatikan namja itu dari atas sampai bawah.

Rasanya Tiffany mengenal pria ini, dia terus berfikir mengingat namja di depanya, hingga pada akhirnya dia terkejut membelalakan matanya saat mengingat namja itu.

Donghae langsung tersenyum manis ke arah Tiffany saat yeoja itu terdiam karena terkejut.

” Kau ….. bukankah kau adalah … ” ujar Tiffany  yg langsung terpotong oleh ucapan le Dong hae.

” Senang bertemu dengan mu lagi Tiffany – ssi ” ujar Donghae tersenyum manis, Tiffany masih terus terdiam mengerjap ngerjapkan matanya tak percaya.

” Kau Lee Donghae …. ” ujar nya pelan

Donghae tersenyum mengiyakan.

 

««« We were in love »»»

Seoul, 18: 00 KST

Tiffany dan Siwon berjalan bersama setelah pulang dari kantor masing masing, Siwon berjalan pelan sembari membawa bunga mawar dan tanaman bonsai cantik milik Tiffany.

” Aku sangat senang saat ini, aku penasaran siapa penggemar rahasia itu ” ujar Tiffany sambil tersenyum membayangkan.

Siwon melirik kesal Tiffany di samping nya yg begitu bahagia menerima semua ini, tapi sama seperti Tiffany dirinya juga penasaran siapa orang yg telah memberikan bunga bunga ini pada Tiffany.

” kau tidak boleh senang terlebih dahulu karena seseorang memberimu bunga seperti ini, sedangkan kau tidak tahu siapa pengirim nya ” Nasehat Siwon, Tiffany terdiam mengiyakan ucapan Siwon.

” Tapi aku sudah mencari di bunga tersebut siapa pengirim bunga itu, misal seperti kartu ucapan atau apapun tidak ada ” ujar Tiffany

Siwon langsung memeriksa bunga mawar itu sambil terus berjalan, dia memperhatikan bunga itu secara detail hingga dia melihat kertas kecil yg terdapat di dalam bunga mawar itu, dia ambil kertas kecil itu tanpa sepengetahuan Tiffany karena yeoja itu terus berjalan di samping nya sambil terus berfikir siapa yg mengirim bunga itu, Siwon mengambil kertas kecil itu kemudian membacanya.

” Lama tak bertemu Tiffany-ssi, Aku harap kau menyukai bunganya ” itu lah yg tertulis di kertas nya.

Siwon berfikir mencari tahu siapa orang itu, dia rasa Tiffany tidak memiliki teman namja yg istimewa selain dirinya, fikir Siwon.

Tiffany langsung menengok ke arah Siwon dan tanpa sengaja dia melihat kertas kecil itu di tangan Siwon.

” Apa itu ? ” tanya Tiffany tiba tiba, Siwon langsung terkejut.

” ini bukan apa apa ” ujar nya tapi Tiffany langsung merebut kertas itu dari tangan Siwon dan namja itu pun tak mau mengalah dan mencari akal agar Tiffany tak tahu isi kertas ini.

” Apa yg kau lakukan ini adalah nomer ponsel baru Yuri ” ujar nya berbohong, Tiffany langsung melepas kertas yg sedang dipegang erat oleh Siwon.

” Aish, yeoja itu lagi ” gumam nya kesal, Siwon tersenyum mendengar ucapan Tiffany.

” Apa kau cemburu ? ”

” untuk apa aku cemburu, lagi pula kenapa kau diam saja ketika dia memanggil mu Oppa ” ucap Tiffany kesal.

” aish, itu tidak apa apa ”

” tidak apa apa apanya ?, apa kau dan dia berpacaran ? ” tanya Tiffany penasaran, Siwon melototkan matanya.

” Mwo, kami hanya sebatas teman biasa, lagi pula menurutku dia gadis yg baik ”

Tiffany mencibir pelan.

” Apa kau mencintainya ? ”

” Aku tidak mencintainya, harus ku katakan berapa kali aku dan dia hanya sebatas teman biasa tak lebih dari apapun ” jelas Siwon.

” Aku akan mempercayai itu, tapi kau harus mendapatkan restuku terlebih dahulu jika kau mencintai seseorang, dan aku perlu tahu siapa dan seperti apa yeoja yg kau cintai ” ujar Tiffany.

” Yeoja ku itu adalah wanita yg cantik, baik, pintar, berbakat dan sedikit pemarah pun tak apa apa, karena aku suka sikap nya yg apa adanya” ujar Siwon menjelaskan.

” Apa seperti itu tipe yeojamu ?, mencari yeoja seperti itu rasanya sangat sulit karena biasanya wanita akan berpura pura manis dan baik di depan namja yg dicintainya”

” kalaupun tidak ada, maka bagaimana jika kau yg menjadi yeoja chinguku ” ujar Siwon dengan nada sedikit serius

Tiffany langsung tertawa mendengar ucapan Siwon yg menurutnya lucu.

” hahahahaha ….. apa kau sedang bercanda, meskipun kau satu satunya namja yg ada di dunia ini aku ……. ”

” aku tetap tidak akan pernah mencintaimu ” ucapan Tiffany langsung di potong Siwon dan dilanjutkan oleh namja itu, Siwon tahu Tiffany selalu mengatakan hal itu padanya

Tiffany terdiam mendengar Siwon melanjutkan kata katanya dan menatap Siwon yg kini balik menatapnya dengan tatapan tak biasa

” kenapa kau tidak bisa mencintaiku ? ” tanya Siwon dan Tifany bebarengan

Tiffany langsung canggung dia langsung menjawab pertanyaan itu untuk menutupi kecanggunganya.

” Aku tidak akan pernah mencintaimu seperti aku mencintai kekasihku, tapi aku menyukaimu, bagiku kau adalah pria yg sangat berharga lebih dari Appa, eomma juga kekasihku ” ujar Tiffany dan melangkah pergi meninggalkan Siwon.

Siwon terdiam di tempatnya menatap langkah Tiffany dan tersenyum kecut, kemudian dia sadar dan langsung mengejar Tiffany di depanya dan berjalan bersama seperti biasa.

” Apa mau ku antar sampai rumah ? ” tawar Siwon, Tiffany menolak bahkan rumahnya tak begitu jauh dari tempatnya berjalan.

” Aniya, Sampai jumpa Siwon ” ujar Tiffany dan melambaikan tanganya, Siwon tersenyum senang.

Namun beberapa langkah dia melangkah, Tiffany langsung menghentikan langkah nya teringat dengan bunga miliknya, Siwon yg tahu dengan gerakan Tiffany dan mengerti yg difikirkan yeoja itu langsung hendak berlari tapi sayang Tiffany langsung memanggil Siwon.

” Siwon-ah …. ” Siwon menghentikan langkah nya dan membalikan tubuh nya pelan.

” aku lupa dengan bungaku ” ujar Tiffany dan hendak mengambil bunga itu.

” Andwea, biar aku saja yg membawa nya ” ujar Siwon dan tersenyum kikuk.

” Mana mungkin kau yg membawanya, rumahmu ke arah sana dan rumah ku ke arah sini ” ujar Tiffany sambil menunjuk ke depan arah rumah Siwon dan ke kiri arah rumahnya.

” Aniya, aku menyukai bunga ini, dan besok akan ku antar bunga ini padamu ” ujar nya beralasan.

” Ani, aku tidak mau merepotkanmu ” tolak Tiffany

” tidak apa apa bukankah kau sering seperti itu padaku jadi itu sudah biasa ” ujar Siwon polos.

Tiffany langsung menatap tajam Siwon dan merebut paksa bunganya, jadi selama ini dia merepotkan namja itu, lalu kenapa Siwon selama ini membantunya jika itu merepotkan Siwon.

” Hey, berhati hati lah pada bunga itu juga pengirimnya, bagaimana jika pengirim bunga itu hanya bermaksud untuk meneror mu ” teriak Siwon pada Tiffany yg sudah berjalan jauh, Tiffany menghentikan langkah nya, dia berbalik mengahadap Siwon namun dengan secepat kilat Siwon langsung berlari takut Tiffany akan memarahinya lagi, sedangkan Tiffany sedih melihat Siwon berlari menjauh darinya, dia takut jika ucapan Siwon benar benar terjadi padanya, dia takut jika ada yg menghadang dirinya untuk menerornya.

 

««« We were in love »»»

Seoul, 06: 30 KST.

Siwon melangkah pergi kerumah Tiffany dengan kotak makanan yg di bawanya, eommanya menyuruh Siwon untuk mengantar makanan pada Tiffany dan dengan senang hati dia melakukanya.

Dia memencet bel rumah Tiffany, dan munculah seorang yeoja, namun Siwon langsung mengernyitkan dahinya ketika yg dilihatnya bukan Tiffany melainkan Tae yeon.

” Tae yeon-ah …… di mana Tiffany ? ”

” masuklah, Tiffany masih tertidur semalam dia tidak bisa tertidur dan dia pindah ke kamar ku untuk tidur bersama,  dia bilang dia bermimpi buruk ” ujar Tae yeon sambil pergi ke dapur dengan membawa kotak makan yg di beri Siwon.

Siwon terkekeh mendengar hal itu, dia langsung pergi menuju kamar Tae yeon, dan benar saja, ketika dirinya masuk dia melihat Tiffany yg masih tertidur pulas dengan selimut yg menutupi seluruh tubuh Tiffany.

Siwon melangkah menghampiri Tiffany, dia buka selimut Tiffany berharap gadis itu bangun namun Tiffany hanya menggeliat dan kembali tertidur kemudian dia beralih ke jendela dia buka lebar lebar godeng kamarnya sehingga membuat Tiffany kesilauan karena cahaya matahari yg masuk, Tiffany menggeliat pelan dan mengerjapkan matanya, membuka matanya dengan seluruh tenaga nya karena masih begitu mengantuk.

Siwon yg melihat Tiffany berusaha membuka matanya langsung menghampiri gadis malas itu dan menepuk bokong Tiffany, Tiffany langsung terbangun dengan malas, dia melihat Siwon yg sedang tersenyum lebar padanya, dia menghela nafasnya, lelah, kenapa namja itu selalu mengganggunya.

” untuk apa kau kemari ? ” ucap Tiffany kesal dengan suara khas bangun tidur.

” yeoja malas, bangunlah eomma memasak makanan kesukaanmu ” ujar Siwon, Tiffany sangat menyukai masakan eomma Siwon, dan eomma Siwon pun dengan sangat senang hati memasak makanan kesukaan Tiffany, keluarga mereka sudah menanggap satu sama lain seperti keluarga sendiri.

Tiffany mendudukan tubuhnya bersender ke kepala ranjang, dia begitu malas melakukan apapun karena masih mengantuk, semalam dia tidak bisa tidur dan mulai tidur jam 03: 00 KST.

” ku dengar dari Tae yeon kau tidak bisa tidur karena mimpi buruk ” ujar Siwon,

Tiffany tersenyum mengingat dirinya begitu ketakutan semalam karena mimpi buruk yg konyol.

” Ne, semalam aku bermimpi seseorang meneror ku dan terus mengejarku kemanapun, dia mencoba membunuhku, akhirnya aku tertembak dan mati, tapi aku bisa hidup kembali karena seorang pria menciumku, tapi sayang aku hidup tidak menjadi manusia kembali melainkan menjadi mayat hidup yg menyeramkan ” ujar Tiffany menceritakan mimpi buruk nya itu, Siwon tertawa mendengar minpi yg sangat lucu itu, mereka tertawa bersama menertawakan mimpi itu.

” bukankah sudah ku bilang, seharusnya kau buang bunga itu dan menggantinya dengan penangkal mimpi buruk ” ujar Siwon.

” kalau begitu terserah kau saja ” ujar Tiffany,

Siwon langsung menyetujuinya kemudian dia keluar dari kamar Tae yeon menuju kamar Tiffany meninggalkan Tiffany yg kini tengah membersihkan tubuhnya.

Siwon tersenyum lebar melihat bunga mawar dan tanaman bonsai itu, kemudian dia ambil tanaman dan bunga mawar itu untuk di buang ke tong sampah.

Siwon taruh bunga dan tanaman itu di tong sampah, kemudian ponsel nya langsung berdering nyaring dia langsung mengangkat nya, eomma Siwon menelponya dan memberitahu Siwon ada seseorang yg mencari Siwon.

Dengan segera dia pulang kembali ke rumah nya dan membatalkan lari paginya bersama Tiffany, sebelum Siwon melangkah pergi meninggalkan rumah Tiffany dia tersenyum bahagia melihat bunga dan tanaman bonsai itu sudah di bawa oleh truk sampah yg baru saja datang dan dia pergi meninggalkan rumah Tiffany dengan perasaan senang.

 

««« We were in love »»»

Nyonya Choi mendudukan dirinya dikursi setelah menelpon Siwon tentang kedatangan yeoja yg tak di kenalinya itu, mereka duduk saling berhadapan, tak henti hentinya Nyonya choi melirik kearah Yuri memperhatikan yeoja itu dari atas hingga bawah, meskipun awalnya dia sedikit tak suka dengan kehadiran yeoja itu tapi setelah mengetahui bahwa yeoja itu adalah teman putranya jadi dengan terpaksa dia merelakanya.

Setelah cukup lama mereka saling terdiam, akhirnya Nyonya Choi angkat bicara menanyakan identitas yeoja itu, dan Yuri pun menjawab nya dengan sopan dan ramah, selama perbincangan mereka Nyonya Choi diam diam terus memperhatikan dan menilai Yuri, menurutnya Yuri merupakan yeoja yg cukup baik, dari penampilan yeoja itu tanpa harus ditanyakan lagi pun dia sudah mengakui penampilan ok Yuri, baju yg dipakai yuri dan semua aksesoris nya pasti itu sangat mahal dan bermerek, tapi Nyonya Choi tidak memperdulikan penampilan itu, dan mengenai sikap, dari yg telah dilihat nya Yuri cukup baik dan ramah, hingga dia bisa menerima itu.

Sambil menunggu Siwon mereka terus berbincang bincang, dan tak cukup lama Nyonya Choi pun sudah mulai bisa menerima kehadiran yeoja itu, karena sikap Nyonya Choi yg begitu peduli terhadap penilaian teman teman putranya.

” jadi kalian sudah berteman cukup lama ” tanya Nyonya Choi ramah, Yuri tersenyum mengiyakan.

” Ne, begitulah, yah meskipun kami berteman tidak begitu lama tapi kami sudah sangat akrab ” jawab Yuri, Nyonya Choi menganggukan kepalanya paham.

” lalu …. apakah putraku bersikap baik padamu ?, atau apapun itu mengenai Siwon menurutmu ” Tanya Nyonya Choi lagi

Yuri tersenyum kikuk, bagaimana dia mengatakan pendapatnya tentang Siwon, yg dia tahu mengenai Siwon hanyalah sikap baik Siwon yg membuatnya senang, meskipun pada dasarnya siwon terkadang menyebalkan karena selalu peduli pada Tiffany tapi dia menganggap itu kesalahan Tiffany mutlak, karena menurut nya Tiffany begitu sok akrab dengan Siwon.

Baru saja ia akan menjawab pertanyaan itu langsung datang sosok Siwon di hadapan mereka, Siwon datang dengan tersengal sengal karena harus berlari menuju kemari.

Nyonya Choi terbangun dari duduknya dan tersenyum melihat Siwon, begitu dengan Yuri yeoja itu tersenyum senang melihat Siwon, entah perasaan apa yg ia rasakan ketika bertemu Siwon, tapi yg jelas dia selalu ingin tersenyum setiap bersama Siwon dan merasa senang, dia juga ingin selalu berlama lama dengan namja itu, Yuri pun tak tahu perasaan macam apa yg di rasakan, tapi kini dia sadar dengan perasaan tak jelas itu, dia tahu bahwa dirinya telah jatuh pada Siwon.

Siwon sedikit terkejut melihat Yuri ada dirumahnya, dia bertanya tanya dari mana yeoja itu tahu alamat rumahnya, tapi dia tidak ingin memperdulikan itu, bagaimanapun juga Yuri adalah tamunya yg harus dia hormati.

” Siwon-ah kau sudah datang ” ujar Nyonya Choi dan tersenyum menyambut putranya.

” Oppa aku senang kau sudah datang ” ujar Yuri manis, Siwon tersenyum kecil menanggapi keduanya.

Nyonya Choi sedikit terkejut dengan panggilan Oppa pada putranya, sejak kapan Siwon menerima panggilan itu dengan mudah, Siwon tidak pernah dipanggil Oppa oleh teman yeoja nya meskipun mereka dekat bahkan Tiffany saja yg sudah berteman dengan Siwon sejak kecil tidak pernah memanggil putranya itu dengan kata Oppa. Nyonya Choi melirik ke arah Yuri dan Siwon bergantian, dia melihat putranya tersenyum menyambut yeoja itu sementara Yuri menatap putranya dengan tatapan tak biasa pada seorang teman biasa.

” ehem …… cepatlah duduk dan sambut dia Choi Siwon ” ujar Nyonya Choi setelah berdeham.

Yuri langsung tersadar dan mendudukan dirinya kembali, Nyonya Choi langsung pergi meninggalkan keduanya dengan sedikit kesal, sementara Siwon dia heran melihat eommanya yg pergi begitu saja dan bahkan wanita paruh baya itu memanggilnya dengan namanya lengkap tidak seperti biasanya.

” bagaimana kau bisa tahu rumah ku Yuri-ssi ” ucap Siwon sebagai pembuka pembicaraan mereka dan mendudukan dirinya di depan Yuri.

” Aku mengetahuinya dari Sungmin, ku kira kau tidak keberatan jika aku datang kemari untuk bertemu dongsaeng mu ” ujar Yuri tak enak hati.

” aniya, gwenchana, aku akan memanggilnya datang kemari ” ujar Siwon kemudian pergi untuk memanggil Yoona.

Tak lama kemudian yeoja yg ingin di temui Yuri pun datang, dari jauh di tempat Yoona berjalan dia berdecak kagum melihat wanita yg begitu cantik ingin menemuinya, Pakaian yg Yuri pakai dan semua acesoris itu membuat Yoona berfikir Yuri adalah yeoja yg begitu stylish, bahkan Yoona berfikir bahwa yeoja yg ingin menemuinya tak lebih dari seorang malaikat baik hati, tapi Yoona berfikir sejenak seperti apa sifat dan perilaku yeoja itu, apakah Yuri seseorang yg menyenangkan untuk di ajak mengobrol.

” senang bertemu denganmu Yonna-ya … ” sapa Yuri ramah.

Yoona tersenyum menanggapinya dan mendudukan mereka bersama, ketiganya saling mengobrol dan bercanda, Yoona terus menceritakan tentang Siwon pada Yuri seperti yg Yuri tanyakan tapi Yoona lebih menceritakan semua tingkah lucu dan payah Oppanya.

” Ne, Oppa ku ini sedikit payah dalam hubungan asmaranya …. hahahahaha ” ujar Yoona dan tertawa bersama dengan Yuri sementara Siwon hanya diam dan terus di pojokan oleh dongsaeng nya itu.

” benarkah?, aku tidak menyangka namja seperti oppa mu itu seperti itu ” ujar Yuri, mereka terus mengobrol dan bercanda, bahkan Yoona sudah mulai menikmati hubungan dirinya dan Yuri.

 

««« We were in love »»»

Shine fashion, 11:30 KST

Tiffany berjalan pelan memasuki gudang Shine fashion, di tanganya dia membawa begitu banyak kotak berisi sepatu sepatu yg sudah jadi, dia akan mengambil beberapa dari sepatu itu untuk di pasangkan pada gaun musim dingin yg sedang di garap nya, dia sedikit kesulitan membawa semua itu karena dia berjalan di tengah tengah rak kain, dia terus berjalan kesulitan ketika sudah keluar dari gudang.

” Bisa ku bantu ” ujar seorang namja yg kini sudah ada dihadapan Tiffany, Tiffany tak menyaut karena dirinya begitu kesulitan membawa beberapa kotak sepatu dan kardus kecil hingga menjulang ke atas menutupi wajah nya.

Donghae tersenyum melihat Tiffany yg kesusahan, hampir saja kotak yg di bawa Tiffany akan terjatuh ke lantai saat menenggor pintu, dengan sigap Donghae langsung memegang kotak itu hingga tidak jadi terjatuh.

Tiffany menyadari kesalahan nya itu.

” Maafkan aku, bisakah kau menyingkirkan dirimu dari hadapanku ” ucapnya sopan masih dengan keadaan tak dapat melihat jalan di depanya, Tiffany pun tak tahu jika namja itu adalah Donghae.

Melihat Tiffany yg kesusahan akhirnya dia pun mengambil alih pekerjaan Tiffany paksa, dia langsung mengambil beberapa kotak itu, hingga membuat Tiffany mendongakan kepalanya ketika kotak sepatu yg menjulang menutupi wajahnya sudah tidak menutupi wajah nya lagi, Donghae langsung tersenyum manis ketika Tiffany mendongakan kepalanya dan menatapnya.

Donghae tersenyum dan mengangkat bahunya, mengisyaratkan untuk membiarkan dirinya membantu Tiffany.

” biarkan aku membantu mu Tiffany-ssi ” ujar nya, Tiffany langsung tersenyum kikuk.

” Ne, gomawoyo Tuan Lee ” ujar Tiffany sambil tersenyum kemudian mereka pun berjalan kembali menaiki tangga bersama.

Tiffany membawa satu kotak sepatu sedangkan donghae di samping nya membawa lima kotak sepatu juga satu kotak berisi mesin jahit berukuran kecil yg masih terbungkus kardus, Tiffany terus melirik ke arah Donghae di samping nya itu dan tersenyum kecil, dia kira namja di samping nya akan selalu membuatnya kesal dan menangis seperti SMA kala, namun sekarang Lee Donghae begitu berbeda namja itu terlihat begitu baik padanya.

” Fany-ssi apa kau sudah menerima bunganya ? ” tanya Donghae sembari menaiki tangga bersama.

Tiffany langsung membelalakan matanya, dia terkejut setengah mati mendengar bahwa bunga itu pemberian dari Donghae, Aigoo dia sudah membuang bunga itu, apa yg harus dia lakukan ? Fikir Tiffany.

” eumm …. itu … bunga itu sudah ku terima ” ujar Tiffany gugup, Donghae tersenyum senang, sambil terus berjalan Tiffany terus merutuki dirinya yg begitu saja membuang bunga itu.

Tiffany sungguh menyesal, dia kira itu bukan pemberian dari Donghae jika dia tahu itu pemberian dari namja yg pernah diidolakanya dia mungkin sudah merawat bunga itu dengan baik. Memang pada awal nya Tiffany tak dapat memungkiri dirinya yg membenci Donghae karena sikap pria itu yg sangat sombong ketika SMA dulu tapi sekeras apapun dia melupakan namja itu Tiffany tetap tidak bisa melupakan Donghae, dia masih mengidolakan pria itu, bahkan Tiffany selalu merasakan debaran pada dirinya yg sangat tak karuan ketika melihat dan menerima perlakuan namja ini.

 

««« We were in love »»»

Seoul, 12: 30 KST

Telepon Siwon berdering nyaring, Siwon melirik ke arah ponselnya dia langsung tersenyum ketika tahu siapa yg menlpon nya di saat dia sedang sesibuk ini, dengan cepat Siwon melepas jari nya dari keyboard laptop nya dan langsung mengangkat Telepon Tiffany meski harus meninggalkan pekerjaan yg begitu menumpuk nya.

” Yeoboseyo …… ” ujar Siwon.

” Siwon-ah ………. ” Siwon tersenyum mendengar suara Tiffany yg begitu semangat dan terdengar bahagia.

” Kau tahu pengirim bunga mawar merah itu dan tanaman bonsai itu adalah Lee Dong hae, dia baru saja mengatakanya padaku, bahkan dia terus tersenyum manis padaku, dia membantuku dan baru saja dia mengajaku makan siang bersamanya ” ujar Tiffany bahagia dari teleponya

Seketika Siwon membeku mendengar hal, Lee Dong hae !, rasanya sulit untuk Siwon membalas ucapan Tiffany ketika mendengar nama pria itu, rival nya rupanya telah kembali lagi.

Siwon menggeram dalam hati dan meremas kertas yg dibawanya mengetahui bahwa namja itu kembali lagi, dan tanpa Tiffany ketahui namja ini kini sedang menatap di depanya dengan tatapan cemburu.

Siwon terus diam mendengar Tiffany melanjutkan kata katanya, Tiffany begitu bahagia menceritakan harinya harinya sekarang bersama Lee Donghae.

” Aku tidak tahu apa yg ku rasakan saat ini, rasanya jantungku terus berdebar kencang setiap melihat Donghae, apa kau juga mengerti tentang perasaan seorang wanita ketika dirinya tak dapat menahan senyum karena terlalu bahagia menerima semua perlakuan dari namja yg disukainya, aku tahu ini bodoh, tapi aku tidak bisa memungkiri perasaan diriku sendiri ketika aku menyadari bahwa aku masih tetap mencintainya ” ujar Tiffany di teleponya,

Siwon tersenyum kecut, mencoba menahan semua perasaanya kini, entah harus tersenyum ataukah menangis mendengar yeoja itu begitu bahagia ketika mengatakan bahwa dirinya tengah jatuh Cinta

Siwon terus menatap nanar di depanya membayangkan hal itu, hingga tanpa di ketahui Tiffany namja ini kini sedang berusaha mati matian menahan tangis dan air matanya yg sudah menumpuk di pelupuk matanya.

 

To Be Continued ………

 

Semoga kalian suka dengan ceritanya, di part ini dan sebelum nya belum muncul konflik yg panas karena author bingung harus buat konflik nya kaya gimana, Ok kita jumpa lagi di part selanjut nya, See you …..

76 thoughts on “(AF) We are In Love Part 2

  1. hadeeuuh usaha banget tuh yuri buat dket sma siwon .. kasian siwonnya , semoga akhirnya mereka jadian terus nikah deh ..
    ditunggu kelanjutannya ya🙂

  2. Wah sepertinya konfliknya bakalan rumit nih, cinta segi 4 ??
    Ga bisa bayangin apa yang akan terjadi dipart selanjutnya, siapa yang akan lebih tersakiti. Siwon suka sama tiffa, tapi tiffa kagum sama donghae, yuri suka sama siwon donghae pun suka sama tiffa. Sifany bakalan sulit bersama nih, pasti seru perjalanannya, moga happy ending nantinya , hihii
    Suka banget sama kisah sifany yang meskipun baru jadi sahabat disini, cemburu-cemburuannya jadi seru + gemes nungguin kapan tiff sadar kalo dia jg suka sama siwon.
    Semangat terus tulis kelanjutannya author, ditunggu, hwaiting!!!!!!! ^^

  3. Wah sepertinya konfliknya bakalan rumit nih, cinta segi 4 ??
    Ga bisa bayangin apa yang akan terjadi dipart selanjutnya, siapa yang akan lebih tersakiti. Siwon suka sama tiffa, tapi tiffa kagum sama donghae, yuri suka sama siwon donghae pun suka sama tiffa. Sifany bakalan sulit bersama nih, pasti seru perjalanannya, moga happy ending nantinya , hihii
    Suka banget sama kisah sifany yang meskipun baru jadi sahabat disini, cemburu”annya jadi seru + gemes nungguin kapan tiff sadar kalo dia jg suka sama siwon.
    Semangat terus tulis kelanjutannya author, ditunggu, hwaiting!!!!!!! ^^

  4. Omg! Itu tiffany bener-bener jatuh cinta sama donghae? Terus siwonnya gimana dong? Lagian sih siwonnya juga ga mau ngungkapin perasaannya sama tiffany-_- *jadi gue yg sewot* Yaudah tetep semangat ya thor buat nulis kelanjutan ff ini, i’ll be waiting^_^

  5. Aduh Berabe nih.. siwon udah suka sama tiff !!! tapi sejak kapan??
    kasian dong siwon, tiffany nya malah suka sama cowok lain, kisah cinta segi 4 yuri suka sama siwon, siwon suka sama tiff, tiff suka sama hae begitupun sebaliknya,, cukup rumit, tapi yah thor namanya ff sifany berarti endingya jg harus sifany.. jadi penasaran gimana sikap siwon abis denger tiff curhat bakal cari cewek juga kek tiff atau memperjuangkan tiff ?! cpt dilanjut ya penasaran. he

  6. Wah wah wah si yuri udh makin berani aja.. Jadi SKSD gitu ih.. Jd selama ini yg suka itu siwon. Dan fany itu belum tau dia punya perasaan cinta kesiwon itu sahabat atau lebih.. Munculnya donghae bikin gemes banget nih.. Next ya min penasaran sama konflik selanjutnya

  7. siwon oppa care batt ya,hnya demi pen buat tiff unnie tertawa lagi dibelain ngalah dlm pertandingan itu*-* sepertinya siwon oppa mang bneran suka tiff unnie tp tiff unnie ga peka n.n hua ini keknya konfliknya bakalan mendebarkan, cinta segi4(? ditunggu part berikutnya,hwaiting!!

  8. omaiygaad! yuri udah ambil langkah seribu tidaaak gak boleh dibiarin nih. kenapa jadi genit gitusih. pokoknya lebih suka tiff siwon kemana mana. makin penasaran sama kelanjutannya. daebak authornin! semangaaat

  9. Cinta segi 4 nich…
    Siwon kasihan bgtt…
    Siwon jgn nyerah dapetin fany ya…
    Benci bgtt karakter Yuri di sini…
    Donghae rival siwon..?? Brti sulit juga dapetin fany..
    Lanjut thor…
    Tapi banyakin SiFany… Jgn yuri trrusss…

  10. Aigoo nyesekk bgt perasaan siwon. Gk suka lht yuri disini yg gayanya sok ramah di dpn siwon&eommanya. tp kyknya yoona gk suka sm yuri. Next yha thor.

  11. Ah sungguh menyakitkan. mengapa siwon ga ngungkapin aja lw dia suka ma fany? fany jg mengapa hrs suka hae? pd hal mereka itu sama2 suka. mengapa hrs gengsi sih *mnrtaq:-)

  12. Why?? Kenapa yang sama Siwon oppa bukan Tiffany eonni?? Kenapa Yuri sama Donghae harus datang?? Kasian Siwon oppa!😢😢 Kasian Tiffany eonni!!😢😢😳😳
    Aku harap Siwon oppa sama Tiffany eonni💓👍💞💞
    Next part…
    Ditunggu banget!! Hehe^^

  13. Tuh kan siwon sebenernya suka sama tifanya tp tifanynya gimana? Makin banyak penghalang nih, ada yuri trs sekarang ditambah donghae🙂

  14. wah yuri pny renc tuh ingin dptkn siwon, tp syghny siwon krg peka. sbnrny sifany slg cinta tp msh bimbang akn pershbtn mrk yg bnr2 murni n tak th akn kdr cinta mrk. sprtiny hrs ad konflik utk ketahui hati mrk yg sbnrny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s