(AF) MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING Part 6

MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING

Part 6
1st ff

Author : @q2lovepink

Main Cast: Tiffany Hwang, Choi Siwon

Other Cast: Jessica Jung, Choi Sooyoung, Lauren Hanna, Kwon Yuri, Kim Stella and Lee Donghae

Genre  : Sad, Romance, Marriage Life

Rating : PG (17+)

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku, apabila ada kesamaan cerita, ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak disengaja.

So Happy Reading ;)

 

“Ne, Aku mencintai Tiffany Hwang.”

DEG

Tubuh Tiffany hampir  limbung ke belakang jika saja Siwon tidak menahannya.  Matanya mulai memanas. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, begitupun dengan para tamu yang hadir di pesta tersebut.

“Semuanya sudah jelas kan? Donghae Oppa mencintaimu Tiffany Hwang.” Ucap Jessica sinis.

“Ta..tapi.. Jessica a-aku.. aku ….”

“Kita harus bicara Lee Donghae!” Siwon menyeret Donghae menuju taman belakang. Sepertinya ia sangat murka dengan pernyataan Donghae.

“Omona!! Ottokhe??? Apa yang akan mereka lakukan Eonni?” Sooyoung sangat khawatir jika terjadi sesuatu antara Oppa nya dan Donghae.

“Kau yang harus bertanggung jawab Tiffany.” Jessica menatap manik mata Tiffany tajam. Tatapan dingin khas miliknya memang sangat menakutkan.

“Aku tidak percaya kau bisa menaklukan dua pria sekaligus Tiffany.” Tambah Yuri yang membuat suasana semakin panas.

“Sudahlah tidak ada gunanya kalian berdebat disini. Sebaiknya kita susul mereka.” Ny. Choi mencoba menengahi mereka yang mungkin akan berperang dingin jika tidak segera dihentikan.

“Ne, Eomma benar sebaiknya kita susul mereka Eonni.” Dan mereka pun pergi ke tempat dimana Siwon membawa Donghae. Namun alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati tempat tersebut kosong.

“Kemana Siwon Oppa dan Donghae Oppa pergi?” gumam Tiffany pelan, tentu saja itu semakin membuatnya khawatir. Dan tanpa diduganya , dari arah belakang terdengar suara alunan musik yang berasal dari alat musik gitar yang dimainkan oleh Siwon seraya melantukan sebuah lagu romantis persembahan darinya untuk Tiffany.

It’s a beautiful night,
We’re looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.


Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

Just say I doooooo-ooo uhu,
Tell me right now baby,
Tell me right now baby, baby.

Just say I doooooo-ooo uhu,
Tell me right now baby,
Tell me right now baby, baby.


Oh, it’s a beautiful night,
We’re looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.


Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

 

Begitu lagu itu selesai, semua lampu yang berada di kolam renang milik keluarga Choi menyala yang merangkai sebuah tulisan “Will you marry me tiffany hwang?” di tambah dengan lampu yang telah dirangkai di sebuah pohon dengan tulisan “Yes or no”

Siwon berlutut di hadapan Tiffany seraya menggenggam tangannya erat. Tiffany tidak dapat menahan kristal bening yang sudah menumpuk di pelupuk matanya sehingga mereka satu persatu jatuh membasahi pipinya.

“Tiffany Hwang aku tahu aku bukanlah laki – laki sempurna bagimu. Namun percayalah jika cintaku sungguh sempurna untukmu. Tidak ada cacat sedikitpun dalam cintaku. Senyumanmu adalah hal terindah dalam hidupku. Kau mampu meluluh lantahkan pertahananku yang telah ku bangun bertahun – tahun. Kau juga mampu mencairkan bongkahan es yang telah membekukan hatiku selama ini. Kau yang telah membangunkan hatiku dari tidur panjangnya. Kau telah mengembalikan senyuman anakku. Kau telah memberikan kehidupan baru untuknya. Aku tidak tahu bagaimana aku akan menjalani hidupku tanpa kehadiranmu. Aku sungguh telah jatuh dalam pesonamu. Aku menjadi orang yang bodoh dan bahkan gila jika melihat tatapanmu yang begitu menyejukkan. Aku tidak bisa mengendalikan diriku jika di dekatmu. Aku ingin selalu bersamamu, menghabiskan seluruh sisa hidupku denganmu. Aku ingin menjadi penjaga hatimu. Jadikanlah aku raja dihatimu, seperti halnya kau yang telah menjadi ratu dihatiku. Jadikanlah aku satu – satunya orang yang tinggal di hatimu. Jadikanlah aku satu – satunya orang yang kau cintai. Tiffany Hwang be mine please!! I love so much.”

Dan selanjutnya hujan deras turun dari mata indah Tiffany. Ia sudah tak kuasa lagi mendengar semua penuturan cinta dari Choi Siwon. Baginya kalimat yang diucapkan Siwon terdengar  jauh lebih  merdu dibandingkan dengan lagu yang dibawakannya.

“Kau bodoh Choi Siwon!! Kau memang gila!!! Kau pikir aku hanya akan membiarkanmu seorang yang tinggal di hatiku? Dan apa kau pikir aku hanya akan menjadikanmu satu – satunya orang yang aku cintai? Kau salah besar Mr. Choi. Begitu banyak orang yang aku cintai dan aku akan menempatkan mereka semua di dalam hatiku yang paling dalam…..” Siwon menahan nafas, takut jika Tiffany akan kembali menolaknya.

“…….Tapi kau tidak perlu khawatir Mr. Choi Siwon yang tampan…. Aku akan menempatkanmu di tempat yang paling istemewa disini.” Tiffany menunjuk dada kirinya, dan berkata “Yes, I wanna be yours.”

Senyum Siwon mengembang dan ia pun berdiri, lantas ia menyematkan cincin berlian di jari manis Tiffany. Suara tepukan tangan dan sorak gembira terdengar menggema di taman belakang tersebut. Semuanya ikut terhanyut dalam suasana romantis yang diciptakan Siwon dan Tiffany. Tidak ada satu orang pun yang tidak menitikan air mata, bahkan mereka sangat iri dengan moment tadi. Yuri, Sooyoung dan Jessica adalah salah satu dari orang iri tersebut. Mereka berharap jika suatu hari nanti mereka juga akan mendapatkan hal yang sama. Jessica melirik kearah Donghae, ia ingin sekali Donghae malakukan hal romantis seperti yang dilakukan Siwon.

Orang yang paling bahagia disini tentunya adalah Lauren. Ia begitu mengharapkan sosok seorang ibu yang ia temukan dalam diri Tiffany. Lauren berjalan menghampiri mereka dan kemudian memeluk Tiffany. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang paling istimewa. Hari yang tidak akan pernah ia lupakan.

“Tiffany Aunty, bolehkah sekarang aku memanggilmu Mommy?” Tanya Lauren tanpa ragu.

“Tentu saja baby. Aku berjanji akan menjadi Mommy yang terbaik untukmu.” Tiffany kembali memeluk Lauren dan mencium puncak kepalanya.

“Apa kalian berdua melupakanku?” Siwon yang merasa diabaikan oleh dua gadis yang paling berharga dalam hidupnya tersebut, pura-pura merajuk.

“Sayangnya iya.” Jawab Tiffany dan Lauren bersamaan.

“Changkamman! Kalian berhutang penjelasan padaku.” Tiffany yang baru saja ingat dengan kejadian sebelumnya, langsung menuntut penjelasan. Dan seketika semuanya saling pandang.

“Hehehe…” Jessica hanya tersenyum dengan wajah innocentnya, “aku terpaksa melakukannya Fany-ah, itu semua karena Siwon Oppa yang memaksa kami.”

 

FLASHBACK ON

Sesuai janjinya pada Jessica untuk menjemputnya sore ini, Donghae dengan setelan kemeja biru lengan panjang dan celana jeans hitamnya terlihat sangat cool. Apalagi ditambah dengan kaca mata hitam yang bertengger mains di hidung mancungnya, ia benar – benar terlihat….um….tampan. pantas saja Jessica tidak pernah berkedip setiap kali menatapnya. Ia juga terlihat sangat cantik dengan dress selututnya yang senada dengan kemeja Donghae. Padahal mereka tidak melakukan perjanjian sebelumnya mengenai pakaian yang akan mereka kenakan untuk kencan ini. Jessica dengan rambut blondenya yang terurai dan gaya berjalannya yang elegan, membuatnya terlihat bak seorang putri kerajaan. Itu pula yang membuat Donghae tergila – gila pada gadis yang dikenal dengan sebutan ‘ice princress’ ini.

Pasangan ini memasuki sebuah restoran mewah, dan keduanya sukses membuat beberapa pasang mata iri melihat keserasian yang ditunjukkan mereka. Setelah mendapat kursi yang dirasa mereka nyaman, Jessica dan Donghae pun segera memesan makanan yang tersedia di restoran tersebut. Sebenarnya Jessica sangat gugup dengan kencannya hari ini, padahal ini bukan kali pertama mereka makan berdua. Mungkin ungkapan hati Donghae kemarin yang membuatnya menjadi berbeda. Jessica berulang kali menghembuskan nafasnya dan berdehem guna menetralkan perasaannya. Donghae yang menyadari itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah Jessica yang tidak seperti biasanya.

“Apa kau gugup sweety?”

“N-nde?? Ah.. a-aniyo.” Jelas sekali dia terbata – bata, tetapi masih saja menyangkal.

“Jadi bagaimana jawabanmu?”

“Nde??? Jawaban yang mana Oppa?”

“Tentang perasaanku kemarin. Apa kau sudah melupakannya? Aish.. jinjja!!”

“YAK! Mana ada seorang pria yang menyatakan perasaannya melalui telepon! Tidak romantis sekali.” Cibir Jessica kesal.

“Baiklah aku akan melakukannya sekali lagi.” Jessica tersenyum senang mendengarnya.

Ketika Donghae akan mengungkapkan perasaannya, tiba – tiba seorang pria yang tak lain adalah Choi Siwon datang menghampiri mereka.

“Hai! Apa yang sedang kalian lakukan disini?” sapa Siwon santai.

“Tidak bisakah kau datang disaat yang tepat Oppa?”

“Menurutku aku datang disaat yang tepat karena kebetulan aku ingin berbicara dengan kalian.” Siwon menggeser tubuh Donghae dan langsung duduk disampingnya.

“Begini, aku akan melamar Tiffany di saat pesta ulang tahun Lauren.”

“MWO??? Kau akan melamar Fany-ku?????” secara spontan Jessica berteriak keras.

“Ssssstttt…. Kecilkan suaramu Sica! Apa kau ingin semua pengunjung disini melemparimu dengan makanan?” Jessica hanya menggeleng layaknya anak kecil yang sedang dimarahi oleh ayahnya.

“Dengar! aku ingin kalian melakukan sesuatu untuk membantu rencanaku……………………………” Siwon menjelaskan panjang lebar tentang rencananya dalam melamar Tiffany, namun sepertinya Jessica tidak menyetujuinya.

“Shirreo!!! Oppa kau sudah merusak kencanku dan sekarang kau malah menyuruhku melakukan hal yang tidak mungkin aku lakukan. Aku tidak ingin mempertaruhkan persahabatanku dengan rencana bodohmu itu.”

“Sica-ya aku rasa rencana Siwon-ssi cukup bagus.” Jessica tercengang mendengar Donghae yang menyetujui rencana Siwon.

“Kau menyetujuinya Oppa?? Yak!! Apa kau ingin mempermainkan sahabatku?” Jessica sungguh tidak bisa dikendalikan. Siwon dan Donghae hanya menghela nafas pasrah.

“Sica jebal! Aku jamin semuanya akan baik – baik saja. Kau sangat mengenal Fany kan? Ia tidak akan mungkin membiarkan persahabatn kalian hancur. Jadi percayalah padaku.” Siwon sudah tidak tahu lagi bagaimana cara membujuk Jessica. setelah beberapa menit berfikir, akhirnya Jessica mau mengikuti rencana Siwon. Kedua pria tampan itu pun tersenyum lega.

“Gomawo Sica-ya.”

“Kau harus menjamin semuanya akan baik – baik saja Oppa.”

“Ne, Yakso.”

 

FLASHBACK OFF

 

“Dan kau tahu Fany, kencanku dengan Donghae Oppa gagal. Jadi kalian berdua harus bertanggung jawab.” Ucap Jessica seraya melirik kearah Siwon.

“Ya.. ya.. ya.. itu semua kesalahanmu. Kenapa kalian tidak melanjutkannya setelah kepergianku?”

“Bagaimana mungkin kami melanjutkannya dengan waktu dan suasana yang telah berubah karena kehadiranmu.” Sepertinya perdebatan mereka tidak akan pernah berakhir jika tidak ada orang yang menengahinya.

Sementara itu disisi yang lain, Sooyoung dan Yuri hanya memandang mereka heran.

“Youngie, apa Siwon Oppa dan Jessica selalu berdebat setiap kali mereka bertemu? Aku belum pernah melihat Siwon Oppa seperti ini sebelumnya.” Tanya Yuri dengan tatapan yang tak pernah lepas dari ketiga orang yang kini tengah menjadi tontonan orang banyak.

“Itu karena mereka terlalu menyanyangi Fany Eonni. Oppa dan Sica Eonni selalu berebut untuk mendapatkan perhatian Fany Eonni.” Jelas Sooyoung mantap, karena memang itulah kenyataannya.

“Wow daebak!!! Beruntung sekali Tiffany, ia bisa mendapatkan kasih sayang dari semua orang. Sedangkan aku………….” Ada jeda sesaat sebelum Yuri melanjutkan kalimatnya. “bahkan Appa dan Eomma tidak pernah menanyakan kabar tentangku.” Air muka Yuri berubah menjadi sendu. Memang Yuri selalu merasa kesepian, kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Sehingga saat ia bertemu Sooyoung dan diperkenalkan dengan keluarga Choi, ia merasa memiliki seorang keluarga.

“Hai, bukankah masih ada aku? Kau sudah berjanji padaku tidak akan mengungkitnya lagi. Kau ingat?”

“Ne, Youngie. Gomawo.” Sooyoung memeluk Yuri sayang, ia tahu saat ini perasaan sahabatnya pasti sedang tidak dalam keadaan baik.

 

**Sifany**

“jadi kapan rencana pernikahan kalian akan dilaksanakan?” Tuan Choi membuka suara setelah mereka duduk dalam satu meja jamuan pesta.

“Ah Yeobo, tentu saja harus secepatnya. Aku sudah tidak sabar ingin memliki  cucu laki – laki.” Tiffany dan Siwon langsung tersedak begitu mendengar ucapan Ny. Choi. Bagaimana mungkin ia bisa berpikiran sejauh itu.

“Eomma, apa yang Eomma bicarakan?” desis Siwon pada Ny. Choi.

“Eoh? Apa yang salah Siwon-ah? Kalian kan akan menikah dan tentu saja kalian harus segera memiliki keturunan. Bukankah begitu Hae Ri-ssi? Anda juga pasti menginginkannya bukan?”

“A-ah n-ne.. tentu saja.” Ny. Hae Ri melirik sekilas kearah Tiffany dan ia hanya mampu mengangkat bahunya.

“Wow daebak!! Lauren-ah tidak lama lagi kau akan segera memliki dongsaeng namja.” Ujar Sooyoung menimpali yang sengaja membuat Siwon semakin geram mendengarnya.

“Jinjja??? Apa itu benar Dad? Yeaayyyyy!!!!!” Siwon memberikan tatapan tajamnya pada Sooyoung yang hanya dibalas dengan senyum evil dari Sooyoung.

Dan malam itu pun mereka habiskan dengan penuh kebahagian dan  penuh canda tawa seolah tidak akan ada lagi hari esok. Jessica merasa senang melihat senyuman itu kembali lagi pada sahabat tercintanya. Ia bersumpah akan selalu menjaga senyuman indah tersebut agar tidak kembali pudar. Tiffany yang tidak sengaja bertemu pandang dengan Jessica, mngernyit bingung dan mengangkat kedua alisnya seolah bertanya ‘ada apa?’. Jessica hanya menggerakan mulutnya guna mengatakan ‘I love you’ tanpa suara. Tiffany tersenyum manis dan membalas ucapannya.

 

**Sifany**

Akhirnya hari yang paling bersejarah bagi Tiffany dan Siwon pun tiba. Tiffany tidak dapat melukiskan bagaimana perasaannya saat ini. Ini adalah impiannya sejak dulu, menikah dengan pangeran pujaannya. Meskipun terbesit rasa sedih yang dalam karena sang ayah tidak dapat menyaksikan pernikahannya, namun itu tidak mengurangi rasa bahagianya. Karena kini sang ibu yang dulu sangat dirindukannya saat ini berada disampingnya, memeluknya, menggenggam tangannya dan memberikannya kecupan sayang.

“Kau sangat cantik Fany-ah.. mommy yakin Siwon tidak akan mampu mengedipkan matanya barang sedikitpun.” Goda Ny. Hae Ri ketika mereka berada di ruang rias pengantin wanita. Well, hari ini Tiffany memang terlihat sangat mengagumkan dengan gaun pengantin yang indah dan tata rias yang tidak terlalu mencolok. Ia bagaikan seorang bidadari yang tersesat di dunia nyata.

“Thank you, Mom.. I love you.”

“I love you too, honey.” Ny. Hae Ri mencium puncak kepala Tiffany dan memberikannya pelukan hangat. Kedua wanita cantik berbeda usia tersebut saling menumpahkan air mata bahagia mereka dalam pelukan hangat tersebut.

“Ehem! Bibi bolehkah aku memeluknya juga?” Jessica yang sedari tadi menyaksikan adegan mengharukan antara ibu dan putrinya tersebut, tidak tahan untuk ikut serta merasakan kebahagian bersama mereka.

“Tentu saja Sica-ya, kemarilah!” ucap Ny. Hae Ri lembut dan lantas melepaskan pelukannya pada Tiffany.

“Apa kau pikir aku ingin memelukmu Sica?” Tanya Tiffany pura-pura sinis.

“Kau tidak akan pernah bisa tahan dengan pelukan seorang Jung Jessica, Tiffany Hwang!”

“I know.” Tiffany merentangkan tangannya dan tangisan pun pecah diantara mereka.

“Berjanjilah untuk selalu bahagia Fany-ah. Aku tidak akan membiarkan Choi Siwon hidup jika ia berani menyakitimu walau hanya setetes air matamu.” Ucap Jessica tegas disela isakannya.

“Sepertinya Siwon Oppa harus menyewa beberapa bodyguard untuk melindunginya dari seranganmu Sica.” Kekeh Tiffany, dan mereka pun tertawa bahagia.

 

**Sifany**

Pandangan Siwon tidak pernah lepas dari wanita cantik mempesona disampingnya yang kini telah resmi menjadi istrinya. Senyuman pun selalu terukir di wajah tampannya sehingga memperlihatkan lesung pipi nya yang dapat membuat semua orang terpukau jika melihatnya. Tangan kanannya melingkar indah di pinggang Tiffany, dan setiap menit ia selalu membisikkan kata ‘Saranghae’ di telinga sang istri hingga membuatnya merinding mendengar kata – kata tersebut dari Siwon. Terlebih lagi Siwon selalu mengecup pipinya setiap kali ia berbisik.

“Oppa! Hentikan! Semua orang tengah memandang kita.” Bisik Tiffany pelan.

“Biarkan saja. Kita sudah menjadi suami istri dan mereka tidak berhak melarang kita, baby.”

“Tetap saja Oppa. Bukankah kita bisa melakukannya nanti? Jadi aku mohon sekarang jaga sikap Oppa di hadapan tamu undangan.”

“Jadi kau sudah siap untuk malam kita, baby? Baiklah aku akan mencoba menahannya sekarang.” Tiffany sontak membulatkan matanya. Apa yang ia bicarakan tadi? Tiffany pabo! Ia sendiri masih belum bisa mengontrol degup jantungnya ketika berdekatan langsung dengan Siwon, apalagi jika ia harus …. Harus… aaahhh…. Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya. Ottokhe???

“Siwon Oppa, aku peringatkan padamu! Jika kau berani menyakiti Fany sehelai rambut pun, aku tidak akan segan – segan membunuhmu.” Ancam Jessica ketika ia dan Donghae menghampiri pasangan pengantin baru ini.

“Yak Jessica!!! apa kau pikir aku sudah gila, eoh? Untuk mendapatkannya saja aku harus bersusah payah. Jadi mana mungkin aku berpikiran untuk menyakitinya.” Siwon yang tidak terima dengan ucapan Jessica, merasa geram mendengarnya. Tentu saja ia tidak sebodoh itu untuk melepaskan berlian yang telah susah payah ia dapatkan.

Tiffany mengelus – elus tangan Siwon guna menenangkannya. Jessica memang selalu berlebihan jika sudah menyangkut masalah sahabatnya. Tiffany memberi isyarat pada Donghae untuk membawanya pergi sebelum suasana berubah semakin panas.

“Chagi-ya, ayo kita pergi. Aku sangat lapar. Bagaimana kalau kita mencoba makanan yang ada di meja itu?” Donghae mencoba untuk membujuk Jessica agar ia tidak memperburuk suasana. Sebenarnya Jessica sangat bahagia melihat Tiffany bisa menikah dengan Choi Siwon, karena ia yakin hanya Siwon lah yang mampu mencintai Tiffany melebihi dirinya sendiri. Hanya saja ia masih belum rela melepaskan Tiffany untuk orang lain.

“hai Oppa! Hai Tiffany! Chukkae!!! Aku berharap kalian akan selalu bahagia.”

“Gomawo Yul, cepatlah menyusul ne.” ucap Siwon.

“Kau sangat cantik Yul, aku yakin banyak pria yang ingin menjadi suamimu.” Timpal Tiffany tulus. Yuri hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan mereka. Ia tahu banyak pria yang menyukainya, namun ia tidak begitu yakin bisa mendapatkan pria yang diinginkannya.

“Aku harap aku bisa. Gomawo untuk pujianmu Tiffany.”

“Ne, cheonma.” Tiffany tersenyum tulus pada Yuri. Apa yang barusan ia ucapkan memang berasal dari hatinya. Yuri memiliki paras yang cantik dan Tiffany sangat yakin ia akan mendapatkan orang yang tepat.

“Daddy!! Mommy!!!”

“Oh my princess!” Siwon menggendong Lauren dan mengecup pipinya berulang kali.

“Apa setelah ini Mommy akan tinggal selamanya bersama kita Dad?” Tanya Lauren dalam gendongan Siwon.

“Tentu saja Lauren-ah. Mulai hari ini dan seterusnya Mommy akan tinggal bersama kita.”

“Yakso??”

“Ne, yakso.” Ucap keduanya bersamaan.

Lauren lantas memeluk mereka berdua, ia sungguh bahagia mendapatkan sosok ibu seperti Tiffany yang begitu mencintainya.

 

**Sifany**

Sudah satu jam Tiffany berada di kamar mandinya dan sepertinya ia tidak berniat untuk keluar. Tiffany terus mematut dirinya di depan cermin. Nafasnya memburu dan jantungnya berdetak sangat cepat seolah ia telah berlari dalam jarak puluhan km. ia juga mengutuk dirinya yang tidak berani menghadapi suaminya sendiri. Berulang kali ia mondar – mandir di dalam sana tak tahu harus berbuat apa. Sembari menggigit – gigit kukunya Tiffany merutuki dirinya sendiri yang tak mampu bertemu suaminya.

Tak berbeda jauh dengan Tiffany, Siwon juga resah menunggu kemunculan istrinya yang sudah satu jam mengunci diri di dalam kamar mandi. Dalam hati ia bertanya apakah terjadi sesuatu pada Tiffany? Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya. Itu tidak mungkin terjadi, seorang wanita memang sudah terbiasa berjam  jam jika sudah berada di tempat tersebut.

Tiffany kembali menghembuskan nafasnya dan mengeluarkannya kembali. Ia berusaha untuk mengendalikan perasaannya serta kegugupan yang menyerangnya saat ini. ‘Kau harus siap Fany, kau harus bisa membahagiakan suamimu’ batinnya. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Tiffany membuka knop pintu dan melangkah keluar. Kepalanya tertunduk tak mampu memandang kedepan. Ia terlalu malu untuk menatap Siwon.

Begitu mendengar suara langkah kaki, Siwon dengan segera menolehkan kepalanya menatap wanita yang kini tengah memakai gaun tidur yang sangat minim dan tipis sehingga membentuk lekukan tubuhnya yang sempurna. Tatapan Siwon tidak lepas dari pemandangan indah di hadapannya, dengan susah payah ia menelan ludah dan mati-matian menahan hasratnya yang sepertinya akan melonjak tinggi.

Tiffany masih enggan untuk mendongakkan kepalanya, sehingga menimbulkan seringaian kecil pada bibir Siwon. Ia tahu istrinya itu masih gugup dan malu, untuk itu pria tampan berlesung pipi tersebut bergerak turun dari tempat tidurnya dan menghampiri wanita cantik yang masih betah berdiri di tempatnya.

Siwon menarik dagu Tiffany agar wanita tersebut mau menatapnya, dan manik mata mereka pun akhirnya bertemu. Siwon menatap Tiffany lembut juga penuh cinta, dan tentu saja ada hasrat yang tersimpan disana. Ia mengelus – elus pipi Tiffany kemudian mendekatkan wajahnya serta mempersempit jarak diantara keduanya. Jantung Tiffany berdegup sangat kencang, ‘apakah ini saatnya?’ pikirnya. Tangan kanan Siwon melingkar indah di pinggang Tiffany dan ia pun mendaratkan bibirnya tepat di bibir ranum Tiffany yang masih basah.

Semakin lama ciuman mereka semakin dalam dan menuntut. Siwon sudah tidak mampu lagi untuk menahan hasratnya. Begitu pun dengan Tiffany, ia terpancing oleh permainan yang diciptakan Siwon.

“Aku menginginkanmu sekarang baby.” Desah Siwon di sela ciumannya.

“Ke-keunde… O-op-pa..a-aku…”

Tanpa mendengar ucapan Tiffany, Siwon langsung menggendongnya ala bridal dan membaringkannya di tempat tidur mereka. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang dan indah bagi pasangan pengantin baru ini.

 

1 bulan kemudian

Tiffany tengah asyik bermain dengan alat – alat dapurnya, ia tidak menyadari kedatangan suaminya sehingga dengan mudah Siwon memeluknya dari belakang.

“Aigoo!!! Oppa!!! Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan tanganmu Oppa! Aku tidak ingin kau menggangguku.”

“sebentar saja baby, aku sangat merindukanmu.”

“Mwo? Yak!! Bagaimana bisa kau merindukanku? Setiap hari kita selalu bertemu dan  kau juga selalu mengganggu tidurku dengan tingkah byuntaemu itu.” Tiffany berusaha melepaskan pelukan Siwon, namun kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Siwon yang memeluknya sangat erat.

“Bukankah kau juga menikmatinya, hm?”

“Changkamman!!! Oppa kenapa kau memakai minyak untuk memijit sebagai parfum mu? Hoek!! Baunya membuatku ingin muntah.”

“Nde? Fany-ah aku ini parfum yang kau belikan dua hari yang lalu.” Siwon pun akhirnya melepaskan pelukannya dan menciumi tubuhnya sendiri. Tidak ada yang salah. Tubuhnya wangi bahkan Tiffany sangat menyukai aroma ini.

“Oppa sebaiknya kau menjauh dariku. Aku tidak ingin berdekatan denganmu! Apalagi bau mu sangat tidak enak.” Tiffany berjalan menjauhi Siwon dan tangannya tidak lepas untuk menutupi hidungnya.

Siwon yang merasa bingung pun akhirnya pergi mencari Lauren, ia ingin bertanya pada puterinya siapa sebenarnya yang sedang bemasalah dengan hidungnya.

“Lauren-ah! Honey! Kau dimana nak?”

“I’m here Dad!”

“Ah Lauren-ah kemarilah! Coba kau mendekat pada Daddy. Apa pagi ini Daddy bau?” meskipun Lauren heran dengan perintah Siwon, namun ia menurutinya.

“Aniyo, Daddy sangat wangi. Wae Dad?”

“Molla. Mommy mu bilang Daddy sangat bau, ia bahkan tidak ingin berdekatan dengan Daddy.”

“Jinjja? Hahahaha….”

“Yak! Kenapa kau menertawakan Daddy?”

“Ups! I’m sorry Dad. Mmmm… sepertinya Mommy sedang sakit Dad, sejak tadi tingkahnya sangat aneh. Mommy terus menciumiku dan Mommy bilang ia sangat suka aroma tubuhku. Padahal tadi aku belum mandi dan sekarang Mommy malah mengatakan bahwa Daddy sangat bau. Itu aneh kan, Dad?” Siwon termenung mendengar penjelasan Lauren, apa yang dikatakan Lauren memang benar. Sepertinya ada sesuatu yang aneh pada diri Tiffany pagi ini.

“Lauren!!! Palli!!! Nanti kau akan terlambat datang ke sekolah. Jangan dengarkan Daddy mu, ia bisa membuatmu bolos sekolah!!!!” teriakan Tiffany sontak mengejutkan Swon dan Lauren, terlebih dengan apa yang diucapkannya. Pasangan anak dan ayah itu hanya menggeleng – gelengkan kepalanya pasrah.

“Kajja kita pergi Lauren-ah sebelum Mommy mu memakan kita.” Kekeh Siwon.

“Ne, Come on Dad!”

 

**Sifany**

Tuut…tuuttt…

“Yeoboseo. Wae Oppa? Kenapa pagi-pagi kau sudah meneleponku?”

“Sica-ya, bisakah kau mengunjungi Fany sekarang? Sepertinya ada yang tidak beres dengannya.” Siwon menjelaskan semua kejadian yang menimpa dirinya pada Jessica. ia berharap sahabat istrinya ini dapat mengorek keanehan yang terjadi pada Tiffany.

“Ne, arraseo. Aku akan segera menemuinya. Annyeong.”

Setelah menutup sambungan teleponnya Jessica langsung bergegas menuju kediaman Choi Siwon. Ia juga merasa khawatir dengan keadaan Tiffany.

 

Dua puluh menit menempuh perjalanan, Jessica pun akhirnya tiba. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ia langsung masuk begitu saja membuat si yang empunya rumah tersentak kaget.

“Eoh? Sica-ya?” entah ada apa dengan Tiffany, ia langsung memeluk wanita yang diberi julukan ‘ice princess’ itu dengan sangat erat. Seolah mereka telah berpisah selama bertahun-tahun.

“I miss you so bad my sweetheart. Kenapa akhir – akhir ini kau selalu mengacuhkanku, eoh? Apa kau sudah tidak menyayangiku lagi? Apa kau sudah punya teman baru? Apa kau ingin melupakanku? Apa kau ingin mengakhiri persahabatan kita? Apa kau-…….”

“Yak Fany-ah!!!!!” rentetan pertanyaan Tiffany membuat Jessica gerah sekaligus bingung.

“Are you okay Fany?” lanjutnya sembari memegang kening Tiffany dengan punggung telapak tangannya.

“Wae? Apa aku terlihat sakit?”

“Kau tidak sakit tapi kau aneh.” Jawab Jessica sakartis.

“Mwo??? Apa ada sesuatu dengan wajahku? Apa aku terlihat gemuk?”

“Aishhhh!!!! Kau benar – benar membuatku gila. Kajja kita pergi.”

“Yakk!! Kau mau menculikku kemana??? Aku akan melaporkanmu pada Siwon Oppa!!! Jessica Jung!!!!!” Jessica tidak menggubris teriakan Tiffany, ia tetap membawa paksa Tiffany dan melajukan mobilnya menuju suatu tempat.

Setelah sampai di tempat tujuan, Tiffany langsung terperangah mengetahui bahwa mereka berada di depan kantor Siwon. Ia menatap tajam Jessica dan menuntut penjelasan, sedangkan orang yang ditatapnya hanya tersenyum kecut dan menarik tangan Tiffany dengan paksa.

“YAK! LEPASKAN AKU!!!!”

“Diamlah Fany!! Kau tidak ingin membuat suamimu malu kan?” desis Jessica kesal.

“Keunde.. tanganku sakit Sica,” ucap Tiffany manja dengan mengerucutkan bibirnya. Jessica memutar bola matanya melihat tingkah Tiffany yang kenak – kenakan.

“Annyeonghaseo, Seohyun-ssi! Apa tuan Choi ada di ruangannya?” Tanya Jessica pada Sekretaris Siwon.

“Oh annyeonghaseo Jessica-ssi! Annyeonghaseo Tiffany-ssi! Tuan Choi kebetulan ada di ruangannya dan saat ini beliau sedang tidak ada kegiatan apapun. Anda berdua beruntung datang tepat pada waktunya.” Jawab Seohyun ramah.

“Jeongmal?? Gomawo!” Jessica kembali menarik Tiffany dan untuk kedua kalinya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ia langsung menerobos masuk. Siwon yang tengah memeriksa file mendongak kaget mendengar suara pintu yang tiba – tiba terbuka.

“YAK!!! Jessica Jung!! Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dulu?”

“Kau harus segera membawa Tiffany ke rumah sakit Oppa.”

“MWO!!!!” teriak Siwon dan Tiffany bersamaan

“Fany-ah, apa kau sakit?” nada bicara Siwon berubah menjadi khawatir.

“Aniyo, aku baik – baik saja Oppa.” Pandangan Siwon beralih pada Jessica, tatapan tajam Siwon membuat Jessica bergedik ngeri.

“Fany memang tidak sakit Oppa, tapi ia sedikit aneh.”

“Apa kau baru saja mengatakan bahwa aku gila Sica? Hiks..” air mata Tiffany tiba – tiba meluncur.

“Omona! Fany-ah.. jangan menangis ne, apapun yang dikatakan Jessica kau tidak perlu mendengarnya,” Siwon segera menghapus air mata Tiffany dan membawanya kedalam pelukannya.

“Aku tidak mengatakannya! Kenapa kau berpikir seperti itu Fany-ah?”

“Jessica sudahlah! Apa kau tidak lihat jika Fany terluka?” pegangan Tiffany pada pinggang Siwon tiba – tiba mengendur dan ia jatuh pingsan.

“Fany.. Tiffany.. Fany-ah… wake up!! Apa yang terjadi denganmu?”

“Oppa.. apa ini semua karenaku?”

“Seharusnya kau tidak membawanya kemari Jessica! sekarang cepat panggilkan dokter!!” Siwon luar biasa panik. Ia membaringkan tubuh Tiffany di atas sofa kantornya.

“Fany-ah jebal! Buka matamu! Jangan membuatku khawatir.”

Tiga puluh menit berlalu, Tiffany masih belum sadarkan diri. Jessica merasa bersalah karena ia lah yang telah membuat sahabatnya menjadi seperti ini.

Kekhawatiran mereka sedikit berkurang begitu dokter Kim tiba.

“Syukurlah anda sudah tiba uisa-nim.”

Dokter Kim segera memeriksa keadaan Tiffany, setelah mengetahui apa yang terjadi pada pasiennya tersebut, dokter Kim tersenyum simpul.

“Anda berdua tidak perlu khawatir, nyonya Choi baik – baik saja. Ini sudah biasa terjadi pada ibu hamil,” Jelasnya.

“MWO??? Hamil?????” teriak Siwon dan Jessica serempak.

“Ne, kandungannya kini sudah menginjak usia 2 minggu.”

“benarkah??? Tiffany hamil?? Anakku??? Oh usia-nim khamsahamnida.. khamsahamnida..”

Saking senangnya Siwon secara reflek memeluk dokter Kim, sehingga dokter yang sudah berusia 50-an itu sedikit terhuyung kebelakang.

“Ne, cheonmayo. Selamat ne..”

“Oh my God aku akan memiliki keponakan baru.” Gumam Jessica dengan mata yang berkaca – kaca.

 

**Sifany**

Seluruh anggota keluarga tengah berkumpul di kediaman keluarga Choi setelah mereka mendapatkan kabar tentang kehamilan Tiffany. Jessica dan Yuri juga ikut hadir disana. Nyonya Choi dan nyonya Hye Ri tampak antusias dengan berita tersebut, bagaimana tidak sudah sangat lama sekali mereka menantikan anggota baru dalam keluarga mereka. Terlebih lagi jika calon bayi yang dikandung Tiffany berjenis kelamin laki – laki, tentu itu akan menambah kadar kebahagian mereka.

Lauren juga tak kalah bahagianya, selama ini ia selalu iri karena teman- teman sekolahnya selalu menceritakan tentang adik – adik mereka dan sekarang dalam waktu 9 bulan ke depan, ia juga akan segera memilikinya. Lauren sudah tidak sabar menunggu waktu itu akan datang.

Tiffany juga mengalami hal yang sama. Awalnya ia tidak percaya dengan kabar yang disampaikan padanya kemarin di kantor Siwon, ia tidak menyangka jika ia akan mengandung buah cintanya bersama Siwon secepat ini. kini ia tengah didampangi dua wanita yang sangat luar biasa baginya di sofa ruang keluarga miliknya.

“Fany-ah mulai sekarang kau harus mengurangi setiap kegiatanmu. Kau harus menjaga kesehatanmu dan juga calon bayimu. Jangan lupa makan makanan yang sehat dan minum vitamin yang diberikan dokter. Kalau perlu eomonim akan menyuruh Siwon untuk terus mendampingimu.” Tiffany sontak membulatkan matanya mendengar penuturan ibu mertuanya.

“Eomonim, aku rasa itu tidak perlu. Aku masih bisa menjaga diriku sendiri, lagipula Siwon Oppa terkadang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Jadi eomonim tidak perlu khawatir ne,” Tolak Tiffany sopan.

“Fany-ah nyonya Choi benar, kau tidak boleh menyepelekan kehamilanmu. Apalagi usia kandunganmu masih sangat muda. Jadi masih sangat rentan jika terjadi sesuatu.” Timpal nyonya Hye Ri.

“Tapi mom,”

“Tidak ada pembatahan Tiffany!” seru keduanya.

Tiffany hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. ‘kenapa mereka begitu cerewet?’ pikirnya.

Sementara itu di sudut lain, Yuri tidak bergeming di tempatnya. Pandangannya tetap tertuju pada dua wanita paruh baya dan satu wanita muda yang tengah asyik mengobrol. Jika boleh jujur ia merasa iri melihat pemandangan di depannya.

“Apa yang sedang kau pikirkan, Yul?” suara Sooyoung mengalihkan lamunannya.

“Molla, aku hanya sedang berfikir apakah jika aku berada di posisinya aku akan mendapatkan perhatian seperti yang Tiffany dapatkan?”

“Tentu saja kau akan mendapatkannya Yul, aku yakin suatu saat nanti kau juga akan memiliki keluarga yang bahagia.” Ujar Sooyoung memberi semangat.

“Benarkah? Aku harap aku bisa.” Pandangannya kembali beralih pada objek awal.

 

**Sifany**

Ketika semua orang tengah asyik dengan santapan yang disajikan, Siwon malah termenung di pojok rumahnya. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Donghae yang tidak sengaja lewat, segera menghampirinya.

“Apa ada sesuatu yang mengganggumu tuan Choi?”

“Ah Donghae-ssi. Entahlah, perasaanku saat ini bercampur aduk. Aku sangat bahagia dengan kehamilan istriku, tapi disisi lain aku merasa takut. Bayangan kejadian yang menimpa Stephany tiba- tiba muncul kembali dalam pikiranku.” Raut wajah Siwon memang mengisyaratkan ketakutan yang luar biasa. Ia tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya untuk kedua kalinya.

“Ayolah kawan! Bukankah kejadian itu sudah lama? Dan setahuku itu hanya sebuah kecelakaan.”

“Ne, justru itulah yang aku takutkan.”

“Percayalah padaku Siwon-ssi, Tiffany akan baik – baik saja. Yang perlu kau lakukan sekarang ini adalah menjaganya dan calon bayi kalian.” Donghae menepuk bahu Siwon guna memberinya keyakinan. Siwon menggangguk terima kasih padanya.

 

**Sifany**

Sudah 15 menit Siwon dan Lauren menunggu Tiffany turun dari kamarnya, namun sepertinya wanita bereyesmile itu mash ingin berlama – lama disana. Lauren sudah sangat kelaparan, ia tidak bisa menunggu lama lagi. Ketika gadis itu akan beranjak dari kursinya untuk menyusul Tiffany, tiba – tiba wanita yang sedari tadi ditunggu pun muncul dengan piyama pink bermotif beruang dan rambut yang di kuncir dua di kanan dan kiri layaknya anak berusia 5 tahun. Siwon dan Lauren tercengang melihatnya. Dengan santainya Tiffany melompat – lompat ringan menuruni tangga sambil bersiul. Siwon menatap Lauren seolah bertanya ‘ada apa dengan mommy mu?’ Lauren hanya mengedikkan bahunya.

“Hai my babies! I’m so sorry.. tapi kalian tidak menunggu lama kan? Kalau pun iya, kalian pasti tidak akan marah padaku.” Tiffany menarik kursinya dan langsung melahap makan malamnya. Siwon hanya menggeleng – gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang kembali aneh.

“Selesai!!” seru Tiffany begitu ia selesai menghabiskan makanannya.

“Lauren-ah bolehkah Mommy meminjam bonekamu?”

“Nde?? Tapi untuk apa Mom?”

“Mommy ingin memeluk bonekamu.” Ujar Tiffany dengan aegyonya.

“Fany-ah kau bisa memelukku sepuasmu. Kenapa kau malah ingin memeluk boneka Lauren?” Tampaknya Siwon tak terima dengan pernyataan Tiffany. Apa ia cemburu pada sebuah boneka? Ckckckck…. Lauren terkekeh mendengar ucapan Daddy nya.

“Aku sudah bosan memelukmu Oppa.”

“Mwo???? Fany-ah k-..” sebelum Siwon melanjutkan kalimatnya, Lauren terlebih dulu memotongnya.

“Boneka mana yang ingin Mommy pinjam dariku? Woody? Barbie? Minion? Pig? Aku akan meminjamkan semuanya pada Mommy biar mereka bisa menghangatkan tubuh Mommy dan aku jamin Mommy akan tidur nyenyak.” Ucap Lauren semangat sambil melirik kearah Siwon.

“Jinjja?? Oh my baby thank you so much,” Tiffany memberi pelukan dan ciuman hangat pada Lauren.

“YAK! Lauren! Apa yang kau lakukan? Ka-kalian…… aissshhhh… aku tidak tahan lagi. Sebaiknya aku segera menyelesaikan pekerjaanku.” Siwon pergi dengan frustasi menuju ruang kerjanya.

“Sepertinya Daddy sangat marah Mom,”

“Biarkan saja, kajja! Kau harus mempersiapkan pelajaranmu untuk besok.”

 

**Sifany**

Sesuai janjinya pada Tiffany, Lauren meminjamkan semua bonekanya. Seisi tempat tidurnya dipenuhi dengan boneka Lauren. Namun anehnya Tiffany merasakan ada sesuatu  yang kurang. Ia berguling – guling ke kanan dan ke kiri karena tidak dapat memejamkan matanya. Akhirnya ia memutuskan untuk bangun dan menyusul Siwon. Tiffany mengganti piyamanya dengan gaun tidur yang sangat tipis dan transparan. Entah apa yang membuatnya melakukan itu, Ia hanya mengikuti kata hatinya.

Secara perlahan Tiffany berjalan dan membuka pintu ruangan Siwon tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Merasa ada bayangan yang masuk, Siwon mendongakkan kepalanya dan terkejut mendapati Tiffany tengah berdiri dengan senyum menggodanya. Karena masih kesal dengan kejadian tadi, Siwon mengabaikan Tiffany. Sebenarnya Siwon sangat terpesona dengan penampilan Tiffany kali ini, akan tetapi rasa gengsinya mengalahkan semuanya.

“YAK! Oppa!! Apa kau sudah tidak tertarik lagi padaku?”

“Bukankah seharusnya itu pertanyaanku? Kau yang lebih dulu mengatakan sudah bosan denganku Fany-ah.”

“Aku tidak pernah sungguh – sungguh mengatakannya Oppa.” Tiffany menurunkan nada suaranya karena tidak ingin menyulut emosi Siwon lebih lanjut.

“Sudahlah Fany-ah, sebaiknya kau segera tidur ini sudah hampir larut. Aku akan menyusul setelah pekejaanku selesai.”

“Shirreo!! Aku akan tidur disini sampai Oppa selesai.”

“Hei! Kau tidak boleh tidur disini Fany-ah! Itu tidak baik untuk kesehatanmu.” Bukannya mendengarkan perkataan Siwon, Tiffany malah membuka rompi gaun tidurnya dan duduk dengan menyilangkan kakinya yang membuat pahanya terekspos sempurna sambil memainkan rambutnya. Siwon tercekat. Siapa yang tahan dengan pemandangan indah di depannya kini.

“A-apa yang kau lakukan Fany-ah?” Tanya Siwon gugup.

“Wae? Apa aku tidak boleh melakukannya disini di depan suamiku sendiri?”

“Bu-bukan begitu Fany-ah. Kau merusak konsentrasiku, aku jadi tidak bisa fokus.”

“I-don’t-care!”  Siwon menghembuskan nafasnya berkali – kali. Ia sungguh kehilangan konsentrsinya saat ini hanya karena melihat tingkah Tiffany yang mampu membangkitkan hasratnya.

Karena tidak ada reaksi apapun dari suaminya, Tiffany berniat untuk meninggalkannya. Namun sebelum ia bangkit, sebuah tangan kekar menahannya.

“I want you now baby.” Bisik Siwon di telinga Tiffany.

“But I don’t want Choi Siwon!”

“Kau tidak akan pernah bisa menghindar dariku Tiffany Choi.” Siwon menyeringai, dan malam itu pun mereka kembali menyatukan cinta suci mereka.

 

9 bulan kemudian

Rasa takut Siwon semakin bertambah menjelang kelahiran bayi yang dikandung Tiffany. Bayangan mengerikan itu selalu muncul dalam pikirannya. Meskipun begitu, Siwon selalu mampu menyembunyikan ketakutannya dihadapan Tiffany. Ia tidak ingin istrinya ikut stress yang bisa mengganggu kehamilannya. Siwon bahkan tidak pernah membiarkan Tiffany pergi sendirian, jika Siwon tidak dapat menemaninya ia akan menyuruh siapapun untuk menggantikannya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada wanita yang sangat dicintainya.

Tok tok tok

“Masuk!”

“Surprise!!!!”

“Fany!!! Siapa yang membawamu kemari? Kau tidak sendirian kan?”

“Mmmm…. Kau tidak perlu khawatir Oppa, aku datang bersama Park Ahjussi.” Siwon mendesah lega.

“Syukurlah. Lalu apa yang membuat istriku yang cantik ini mengunjungiku di pagi hari, hm?” Tiffany mengembungkan pipinya.

“Apa Oppa tidak suka dengan kehadiranku?”

“Siapa bilang? Aku sangat sangat bahagia my baby. Bahkan jika boleh, aku ingin kau selalu berada disampingku setiap detik.” Siwon meraih pinggang Tiffany dan mempersempit jarak mereka meskipun harus terhalang oleh perut buncit Tiffany. Tiffany tersenyum senang.

“Bogoshippo Oppa.” Bisiknya.

“Nde??” Tiffany mencium lembut bibir Siwon, dan dengan senang hati pria berlesung pipi itu membalasnya.

Setelah ciuman manis itu berakhir, mereka saling menatap dalam. Siwon mengelus pipi mulus Tiffany.

“Wow!! Pagi ini sungguh indah. Seorang bidadari muncul dikantorku dan memciumku terlebih dulu. Apa ada yang kau inginkan baby?”

“Obseo. Aku hanya ingin wajah suamiku selalu terlihat bahagia ketika ia bekerja. Jangan pernah hilangkan senyumanmu Oppa, karena aku dan calon bayi kita sangat menyukainya. Berjanjilah untuk selalu tersenyum kapan pun dan dimana pun! Yakso!” Siwon mengerutkan keningnya, ucapan Tiffany semakin membuatnya takut.

“Fany-ah aku tidak suka kau berkata seperti itu.”

“Wae? Apa ada yang salah dengan ucapanku?”

“A-aniyo. Hanya saja ucapanmu seolah – olah kau… kau… ah sudahlah lupakan saja. Ingat Fany-ah! Setelah dari sini kau harus langsung pulang! Jangan pergi kemanapun! Aku tidak mau bayi kita lahir di jalanan.” Tiffany terkekeh mendengar peringatan Siwon yang menurutnya terlalu berlebihan.

“Baiklah Choi Siwon sanjangnim! Aku mengerti. Aku akan pulang sekarang, Bye my love! Jaga diri Oppa ne,” sebelum Tiffany membuka pintu, Siwon kembali menariknya kedalam pelukannya.

“Fany-ah, aku mohon tetaplah tinggal disini, aku tidak ingin kau pergi.” Ada nada ketakutan yang sangat jelas dalam ucapan Siwon.

“Oppa, ada apa denganmu? Aku hanya akan pulang ke rumah. Bukankah tadi kau bilang kau tidak ingin bayi kita lahir dijalanan? Ayolah Oppa! Berhentilah bersikap berlebihan ne, aku janji aku akan menjaga diriku baik – baik. Percayalah Oppa! Please!” Tiffany menangkup wajah Siwon, mencoba meyakinkannya. Siwon mengangguk setuju walaupun hatinya masih merasa enggan.

“Kajja! Aku akan mengantarmu ke bawah.”

“Andwe! Pekerjaanmu masih menumpuk Oppa. Aku tidak mau melihat CEO perusahaan ini bermalas – malasan. Palli! Kembalilah bekerja!”

“Baiklah nyonya Choi. Take care please!”

“Hm, bye!” Tiffany mencium pipi Siwon sekilas sebeum keluar dari ruangannya.

 

Ketika Tiffany menunggu Park Ahjussi mengambil mobilnya, ada seorang pria paruh baya menghampirinya. Ia terlihat lusuh dan menyedihkan.

“Agasshi bisakah anda membantuku? Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Sepertinya putriku akan segera melahirkan. Ia terbaring lemah di sebrang sana, suaminya pergi meninggalkannya. Sedangkan kami tidak memiliki apapun untuk membawanya ke rumah sakit. Tidak ada seorangpun yang berniat untuk menolong kami.” Pria baruh baya itu menunduk sedih.

“Nde?? Putri anda akan melahirkan? Bagaimana bisa orang – orang tidak ada yang mau membantu anda ahjussi? Apa mereka tidak memiliki hati?” Tiffany merasa miris mendengar cerita ahjussi tersebut, hati nuraninya sebagai makhluk sosial mendorongnya untuk membantu mereka tanpa pikir panjang.

“Kajja ahjussi! Kita harus segera membawa putri anda ke rumah sakit.” Lanjutnya.

“Khamsahamnida agasshi, jeongmal khamsahamnida.”

“Ne, cheonma. Kajja!”

Tiffany menuntun ahjussi itu menuju tempat yang dimaksud, setelah tiba di sebrang jalan  Tiffany merasa bingung karena tempat tersebut kosong. Tidak ada seorangpun disana.

“Ahjussi dima- ehmp……..” saat Tiffany berbalik, tiba – tiba ada orang yang membekap mulutnya dan menyeretnya kedalam sebuah mobil.

 

**Sifany**

Perasaan Siwon semakin tak menentu. Ia juga tidak dapat berkosentrasi dengan pekerjaannya. Jari – jarinya terus mengetuk – ngetuk meja karena rasa cemas yang luar biasa. Ia sendiri tidak mengerti dengan perasaanya yang tengah melandanya kini. Ketika pikirannya melayang, suara telepon membuyarkan lamunannya. Siwon mengerutkan keningnya tatkala melihat nama yang tertera dalam ponselnya. ‘Park Ahjussi’

“Yeoboseo, ahjussi, wae? Apa ada masalah?” Tanya Siwon to the point, firasatnya mengatakan jika ada sesuatu yang terjadi.

“Eung.. mianhae tuan Choi, apa nyonya Choi kembali lagi ke ruangan anda?”

“Obseo. Wae? Bukankah tadi ia bersama ahjussi?” nada suara Siwon sudah mulai khawatir.

“Ne, jeongmal mianhaeyo tuan Choi. Tadi aku sedang mengambil mobil, ketika aku kembali nyonya Choi sudah tidak ada. Aku pikir beliau kembali ke atas.” Jelas Park Ahjussi dengan sedikit ragu, ia sangat takut jika Siwon akan memarahinya.

“Apa maksudmu tidak ada Park Ahjussi? Jangan bermain – main denganku! Ini sungguh tidak lucu.” Siwon berdiri dari kursinya, lututnya terasa lemas. Ketakutannya kembali menghantuinya.

“Jeongmal mianhaeyo tuan, aku tidak mungkin berani bermain – main dengan anda. Nyonya Choi menghilang, aku tidak menemukannya dimana pun.” Pertahanan Siwon akhirnya runtuh, ia terjatuh kembali ke kursinya dan pandangannya berubah kosong.

 

**Sifany**

“LEPASKAN AKU!!!! Apa yang kalian mau dariku???”

“DIAM!!! Sekali lagi kau berteriak, aku tidak akan segan – segan menyumpal mulutmu!”

“Jebal, lepaskan aku! Berapapun yang kalian yang mau akan kuberikan.” Suara Tiffany melunak berharap mereka mau mengikuti permintaannya.

“Kami tidak ingin uangmu nona manis.” Ucap salah satu bandit itu.

“Seandainya saja kau tidak hamil, kami pasti akan mencicipimu dulu,” seringai yang lainnya.

“Cih! Lebih baik aku mati daripada disentuh oleh bandit – bandit seperti kalian!!” teriak Tiffany kembali.

“Benarkah? Kau terlihat lebih cantik jika sedang marah manis.” Ucapnya lagi sembari membelai pipi Tiffany.

“Jangan sentuh AKU!!!!”

“Hahhahahaha……… ayo kita pergi! Bos akan segera datang.” Mereka pergi meninggalkan Tiffany di sebuah ruangan yang sangat gelap dengan tangan yang terikat pada belakang kursi. Hanya sebuah lilin yang meneranginya.

Tidak lama setelah kepergian kedua bandit itu, sesosok berjubah hitam dan bermasker masuk ke ruangan tersebut. Tiffany memicingkan matanya guna melihat lebih jelas siapa sosok yang kini berdiri di hadapannya.

Saat sosok tersebut membuka jubah serta maskernya, Tiffany tersentak kaget. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“K-kau…..”

 

To Be Continued

 

 

Hah? Konflik lagi???? Mian, aku terpaksa membubuhi lagi konflik sebelum part ending. Penculikan Tiffany merupakan tolok ukur terungkapnya kematian Stephany. Aku juga masih bimbang menentukan sad ending atau happy ending? Semuanya tergantung pada mood-ku hehehehehe…..

Siapakah yang akan selamat dalam penculikan tersebut? Apakah calon bayi Tiffany? Ataukah Tiffany? Atau justru keduanya? Jawabannya akan terjawab di next part. So, see you and don’t forget! Keep RCL ok!!😉
Bagi yang ingin mendapatkan password untuk part selanjutnya dapat menghubungi authornya langsung di nomor 085721877343 dengan Format :
Username : isilah dengan nama yang biasa kalian gunakan untuk memberikan komentar di setiap fanfic yang terdapat di blog
Comment : isilah dengan tepat dimana kalian meninggalkan komentar
Umur : isilah umur kalian
3 Fanfic SI yang pernah di koment : Fanfic yang diminta PW-nya 

 

 

86 thoughts on “(AF) MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING Part 6

  1. Annyeong…
    Jangan2 yuri nih yg nyulik, stella kan dibalikin ke cina ma baban hae. Huhuhu…. 😟sedih deh gimana baby choi, klo mommy dculik apalagi mungkin pakek diintimidasi atau yg parah disiksa, huwa… wa… wa… 😭

  2. cerita yang sangat menarik, sungguh sebuah alur cerita yang sangat menyentuh, penasaran bgt kelanjutannya. smoga happy ending soalnya ksian siwon jika hrus trluka utk ke 2 kalinya.

  3. Kira’in bener’an donghae mencintai tiffany ternyata ini buat ngerja’in tiffany … Ya ampun siwon so sweet bnget sich
    Horee akhir’nya sifany menikah juga happy family
    Dech…
    Siapa tuh yg menculik tiffany kasihan tau kan tiffany lagi hamil tua
    Mudah”an tidak terjadi apa” dech sama tiffany

  4. aigo baru aja sifany hidup a bahagia knp udah ad masalh lagi sh
    kashan siwon ………bgmana hidup a jika di tingalkan lag olh org yg di citainya utk ke2 kali nya………pensaran tuk bc kelanjtn kisahnya nh…..thor minta PW aa dong tuk di part terkhir nh

  5. Heol tnyt sandiwara utk lamar fany,tp sukses bikin q greget..kirain beneran….0.0
    Yup Lauren yg plg bhgia ^^ akhirny bibiny fany jd mommyny.bhkn semua org bhgia^^.lht pershbtn JeTi sungguh haru,jd igt wktu mrk msh di SNSD….
    tp…tp…ini ap??fany diculik..n.,,nn..ap Stella lg pelakuny…0o0 OMG tdk lg,Siwon trauma bgt akn hal itu..smg bs cpt ktm…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s