(AF) We are in love

We are in love

CYMERA_20150801_214206

Author : @silvi0931

Main Cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae, Kwon Yuri, Im Yoona and other.

Genree : Friendship, Romance.

Rating : G

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini hanyalah hasil imaginasiku, ide cerita adalah murni hasil pemikiranku, kesamaan alur dan tokoh cerita merupakan hal yg tidak disengaja, Don’t Bash, Don’t be COPAS & keep RCL.

««« We are in love »»»

Seoul, 2015

Tiffany gadis yg tumbuh di salah satu keluarga ternama di Seoul, dia memiliki kepribadian yg ceria, baik hati, apa adanya dan pandai, wanita berusia 25 tahun ini berjalan anggun sambil tersenyum senang, perasaanya begitu berbunga bunga hari ini karena desaign gaun pengantin ke-8 akan segera di keluarkan, dia adalah desaigner muda yg banyak dikagumi di korea karena karya karya nya yg sederhana namun terlihat tetap elegan.

Shine Fashion begitu bersuka cita merayakan keberhasilan salah satu desaigner mereka yg telah menjebol rating yg begitu tinggi, desaign Tiffany begitu laris di senangi seluruh usia, bahkan mereka telah di ajak kerja sama dengan perusahaan Fashion Amerika, pegawai Shine Fashion menyambut Tiffany dengan senyuman manis mereka seperti biasanya, dan Tiffany pun balas dengan senyum indah milik nya, sepanjang perjalan hingga sampai ke ruang kerja nya dia tak lelah untuk bersandung ceria.

” Selamat pagi Nyonya Hwang ….. ” sapa asisten Tiffany Sunny yg merupakan sahabat nya pula, Tiffany tersenyum ceria menatap gembira asistenya itu dan langsung berlari memeluk sahabat nya itu.

” Sunny-ah …… ” teriak nya senang dan memeluk erat tubuh Sunny, sedangkan Sunny gadis ini bersusah payah mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melepas pelukan yg menyiksanya.

” Ne ..nn ..ne Nyonya Hwang ” ucap nya terbata karena menahan berat tubuh Tiffany dan juga nafas nya yg sedikit sesak akibat ulah teman nya itu.

Tiffany langsung melepas pelukanya kilat ketika mendengar kata ” Nyonya ” dan menatap tajam temanya itu.

” hentikan embel embel itu, aku tidak suka, aku ini masih muda bahkan aku belum menikah tapi sudah kau panggil Nyonya, cukup panggil aku seperti biasa saja ” ucanya sedikit kesal dan melangkah menuju meja kerja nya dan mengehempaskan tubuhnya.

” sepertinya kau sangat bahagia hari ini ” ujar Sunny, Tiffany hanya menganggukan kepalanya mantap.

” oh …. selamat atas keberhasilan mu Fany-ah ” ucap sunny kembali dengan senyum yg mengembang di bibir nya, dia begitu bangga memiliki atasan seperti Tiffany yg begitu berbakat dan banyak di kagumi.

” gomawoyo ….. dan terimakasih pula atas kerja keras mu telah membantuku, tanpa bantuamu aku tidak akan berhasil seperti ini ” ujar Tiffany, kemudian dia langsung mengeluarkan kotak bekal nya dan tersenyum manis ke arah Sunny, mengajak gadis itu untuk ikut sarapan juga bersamanya.

 

««« We are in love »»»

Seoul, Incheon Airport.(09 : 45 KST)

Namja bertubuh tinggi ini berjalan tegap penuh wibawa menuju pintu keluar Incheon Airport, dengan satu koper berwarna hitamnya dia berjalan lurus, matanya terus menunduk ke bawah mengecek setiap e-mail yg masuk di ponselnya, dia baru saja pulang dari urusan bisnis nya di Macau sekarang dia sudah disibukan kembali dengan e-mail email client nya.

Choi Siwon tersenyum manis ketika matanya tanpa sengaja membaca artikel keberhasilan seorang desaigner muda, berbakat dan terkenal yg telah menjebol pasar, wajah tampanya tak henti henti nya terus tersenyum melihat nama Tiffany Hwang di artikel tersebut, ternyata sahabat kecil nya itu telah berubah menjadi wanita karier yg berbakat dan mengagumkan.

Bruk ….. Ponsel yg di bawa Siwon terhuyung ke bawah dan pecah menjadi beberapa bagian kecil, dia membelalakan matanya melihat ponsel malang milik nya, namun dia langsung tersadar ketika melihat beberapa barang wanita yg saling berserakan di bawah nya.

” oh …. Mianhe …. ” ujar nya sopan meminta maaf, Siwon terdiam, sejenak dia terkesima dengan tatapan mengikat yeoja berkulit cokelat manis di depanya, dia langsung tersadar ketika yeoja itu tersenyum lembut melihat tatapan kosong konyol Choi Siwon.

Siwon langsung bergegas membereskan semua barang barang tersebut.

” Miam Nona, aku tidak sengaja sungguh … Maafkan aku ” ucapnya sambil membereskan barang barang yeoja itu.

” Gwenchana Tuan, lagi pula aku juga salah tak memperhatikan jalan di depanku ” ujar Yuri, mereka pun bersama sama membereskan barang barang itu, di sela sela kegiatanya Siwon terus melirik ke arah Yuri, entah kenapa matanya terus terpaku pada yeoja itu.

” terimakasih sudah membantuku, tapi sekali lagi maafkan aku, karena aku membuat ponselmu rusak ” ujar Yuri sedih setelah mebereskan barang barang nya, Siwon tersenyum dan mengelak, dia lah yg bersalah karena tidak melihat jalan di depanya.

” lupakan, kita sama sama bersalah Nona ….. ” ujar Siwon, Yuri tersenyum dan kemudian melangkah pergi setelah berpamitan pada Siwon.

Siwon terus diam menatap langkah Yuri dengan senyum kecil yg terus mengembang di bibirnya.

 

««« We are in love »»»

Seoul, Choi Family’s House ( 19 :00 KST )

Di kediaman rumah Choi Kiho yg merupakan Ayah dari kedua anak anak nya, yaitu Choi Siwon dan Choi Yoona, mereka sedang sibuk mempersiapkan sebuah pesta ulang tahun kecil untuk karib kerabat mereka Tiffany Hwang, tepatnya pada hari ini tanggal 1 Agustus gadis berusia 25 tahun itu kini berulang tahun dan telah mencapai usia 26 tahun, dan keluarga Choi begitu antusias merayakan pesta kecil untuk merayakanya, mereka sudah menganggap Tiffany seperti putrinya sendiri sejak Tiffany kecil.

Choi yu jin istri Choi Kiho begitu bersemangat membawa sebuah kue ulang tahun di tanganya, menurut nya hari ini adalah hari spesial bagi nya diamana Tiffany yg sedang berulang Tahun juga Putra sulung nya yg baru pulang setelah melakukan urusan bisnis selama tiga tahun di Amerika. Nyonya Choi dan Yoona sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan memanggil seluruh keluarga kecil nya untuk berkumpul.

Choi Yu jin menyuruh putrinya Yoona untuk memanggil oppa nya yg sedang di kamar, dengan cepat Yoona pun melakukan perintah ibunya dan melangkah menuju kamar Siwon.

Yoona menghela nafas nya pelan sebelum membuka pintu itu, dia hafal kebiasaan oppanya jika di panggil oleh orang untuk turun kebawah pasti oppa nya itu langsung dengan malas dan sedikit kesal memarahi dongsaeng nya karena terganggu.

Ceklek … pintu pun terbuka, Yoona menyembulkan kepalanya ke dalam kamar Siwon dan mencari sosok namja itu, dan …. WAH … Oppanya itu langsung saja dengan tiba tiba memunculkan wajah nya di depan wajah Yoona di tengah cahaya lampu kamar yg padam membuat Yoona terlonjak kaget dan ketakutan.

” Arggghhhhh ….. ” Teriak Yoona histeris, Siwon langsung membekap mulut dongsaeng nya dan menyuruh Yoona untuk tidak berteriak lagi.

Yoona mencibir sebal dan melipat kedua tanganya di dadanya menatap oppanya kesal, Siwon kira ini lelucon terkonyol apa ?, jelas jelas kejadian baru saja hampir membuat jantung Yoona copot karena ketakutan.

” Waeyo ? ” tanya Siwon datar pada adiknya.

” eomma menyuruh mu untuk turun kebawah segera ” ucap Yoona malas dan melangkah pergi dengan kesal, sementara Siwon tersenyum melihat tingkah dongsaeng nya yg membuat nya menahan tawa atas sikap ke kanak kanakan dongsaeng nya, tak mau eommanya menunggu lama Siwon pun langsung beranjak turun ke bawah.

Sesampainya di bawah tepat nya di ruang makan, sebelum melangkah beranjak ke ruang makan Siwon mengernyitkan dahinya heran, kenapa semua lampu di rumah di matikan ?, sehingga membuatnya sedikit kesulitan ketika berjalan.

” eomma memangnya ada apa ini ?, kenapa semua lampunya dimatikan ” tanya Siwon pada eommanya, eomma Siwon hanya diam tak menjawab wanita paruh baya ini malah langsung memberikan satu terompet kecil di tangan Siwon, Siwon melirik kanan kirinya dia melihat banyak makanan dan kue ulang tahun juga topi kerucut yg di pakai eommanya, Siwon memutar bola matanya malas, dia sadar hari apa dan tanggal berapa sekarang, mereka akan merayakan ulang tahun Tiffany seperti tiap tahunya, Yoona yg di samping nya langsung saja memakaikan topi kerucut ke kepala Siwon.

” pakailah oppa …. ” ucap Yoona dan melangkah pergi entah hendak kemana, fikir Siwon.

 

««« We are in love  »»»

 

Seoul, Choi Family’s House ( 19 :15 KST )

Tiffany menutup pintu mobil nya dan langsung melangkah cepat memasuki halaman rumah Choi Kiho, senyum manis nya terus mengembang menemani langkah nya, hari ini seperti biasa pada tiap tahunya, hari yg tak akan pernah dia lupa dalam hidupnya, kebiasaan yg sering di lakukanya dengan keluarga Choi ini untuk merayakan ulang tahun nya. Tiffany begitu tak sabar ingin segera memasuki rumah indah tersebut, sesampainya di depan pintu rumah Tiffany mengernyit heran, kenapa masih sore seperti ini lampu rumah Tuan Choi sudah padam, apa mereka sedang pergi atau sudah tertidur lelap, tidak biasanya mereka seperti ini, Tiffany menjadi loyo dia memanyunkan bibir nya dan bersedih, apa mereka tak ingat lagi dengan hari ulang tahun nya, fikir nya, kemudian dengan lesu dan tak bersemangat dia membalikan tubuh nya kembali menjauh dari rumah itu dengan sedih dan kecewa.

” Eonni ….. ” panggil Yoona yg baru tiba di depanya, entah sejak kapan Yoona tiba tiba saja berada di depan Tiffany, Yoona menghampiri Tiffany dan merangkul tubuh wanita yg sudah dia anggap eonni nya itu, Yoona terbawa sedih ketika melihat wajah sedih Tiffany.

” waeyo eonni ? ” tanya nya pelan, Tiffany menggelengkan kepalanya pelan, Yoona yg mengerti pun langsung menepuk pelan dahinya dan mulai berakting melaksanakan rencananya.

” Aigoo …. kenapa aku hampir lupa, selamat ulang tahun eonni ku ” ucap Yoona tersenyum manis dan memeluk tubuh Tiffany, Tiffany tetap diam tak merespon, yeoja itu hanya tersenyum kecil bersyukur satu orang di depanya masih mengingat ulang tahun nya.

Yoona langsung membawa tubuh Tiffany paksa memasuki rumah nya yg masih gelap gulita itu, dan mengatakan pada Tiffany bahwa dia akan merayakan pesta ulang tahun nya berdua saja, Tiffany pun menyetujui nya setidak nya itu lebih baik dari pada termenung di rumah nya seorang diri meratapi harinya ini.

 

Preetttttt … prrreeetttt ……… Suara keras terompet itu langsung menyambut Tiffany dan Yoona ketika memasuki rumah keluarga Choi itu, Tiffany tersenyum senang melihat kejutan ini jadi mereka merencenakan semua ini, Tiffany terus tersenyum haru dalam intensitas cahaya yg tidak cukup terang karena hanya lilin lilin kecil yg menerangi ruangan tersebut, Nyonya dan Tuan Choi tersenyum senang dan langsung memeluk tubuh Tiffany memberi selamat atas bertambah nya umur yeoja itu.

” saengil chukae hamnida Tiffany ” ucap Nyonya dan Tuan Choi bareng, Tiffany tersenyum haru dan berterimakasih.

Sementara tak jauh satu meter di hadapan Tiffany Siwon terdiam melihat Tiffany, Tiffany tidak tahu kehadiran Siwon di depanya karena terhalang tubuh Nyonya Choi juga cahaya lampu yg tidak begitu terang.

Siwon terdiam membeku melihat Tiffany, sudah bertahun tahun lamanya dia tidak pernah melihat sahabat nya itu, dia hanya bisa mendengar kabar yeoja itu saja dari chat dan telepon, tapi sekarang dia bisa melihat yeoja itu kembali.

Masih dengan posisinya yg terus terdiam Choi Siwon seperti orang bodoh yg melihat orang asing yg tak pernah di temuinya, Nyonya Choi tersenyum mengetahui sikap putranya dan perlahan menyingkirkan tubuh nya memperlihat satu makhluk tampan yg tengah berdiri di belakang nya.

Secara refleks dan tak di sengaja Tiffany yg tengah tertawa menghadap Yoona langsung menengokan tubuh nya, dan ….. sampailah dia bertemu pandang dengan namja yg sangat dirindukanya juga sedikit di bencinya, Tiffany terdiam bisu antara kesal dan rindu menatap Siwon, ingin sekali dia berlari memeluk tubuh tegap itu tapi langsung diurungnya mengingat kejadian buruk yg menimpanya dulu padanya dan itu di sebabkan karena Siwon yg tak membantunya.

 

Fashback ….

Kembali pada masa di mana ketika Tiffany duduk dibangku sekolah nya, Semua siswa siswi saling berbondong bondong menutupi sebuah papan pengumuman nilai hasil ujian,

Tiffany gadis berkecamata dan berpenampilan sedikit berbeda seperti yeoja biasanya melangkah pelan sambil memukuli kepalanya dengan tanganya, dia merutuki soal matematika yg telah di kerjakanya kemarin, dia begitu resah dengan hasil ujian nya akankah dia mendapat kan nilai bagus ataukah sebaliknya, namun gadis optimis ini begitu percaya dia akan lulus dalam ujian ini mengingat sahabat nya itu telah berbagi jawaban denganya.

Tiffany memang sangat bodoh dalam matematika dan itulah alasan tepat dia tidak menyukai pelajaran tersebut, tapi tak dapat di sangka yeoja paling muda di banding teman lainya ini begitu pandai dalam bidang seni dan lainya kecuali Matematika, Tiffany memang masih begitu muda untuk masuk sekolah karena selisih umur nya dengan temanya itu berbeda 3 tahun lebih muda dari temanya, saat kecil dia sudah begitu akrab dengan Choi Siwon dan selalu bersama sama, dan saat menginjak masuk sekolah dasar Tiffany memaksa untuk tetap masuk sekolah seperti Siwon, meskipun pihak sekolah menolak Tiffany mengingat umur gadis itu yg masih terlalu muda untuk masuk sekolah tapi Tiffany tetap menangis dan terus memaksa ingin sekolah, dan alhasil dia bisa masuk sekolah satu kelas dengan Siwon karena latar belakang orang tuanya yg mendukung. Bagi gadis paling muda seusia Tiffany diperkirakan akan sulit menerima pelajaran namun siapa sangka gadis ini begitu pandai namun satu kelemahan nya adalah Matematika, Tiffany tidak pernah bisa untuk memahami pelajaran Matematika yg begitu rumit baginya, dan tentunya kelulusanya dalam setiap ujian Matematika adalah karena tak lain bantuan dari Choi Siwon berupa contekan jawaban, sejak saat itu lah Tiffany terus bergantung pada Siwon jika menyangkut Matematika.

Tiffany menyipitkan matanya dan membenarkan letak kacamatanya, dia melangkah begitu pelan memasuki kerumunan siswa siswi tersebut, setelah itu dia langsung mempercepat langkah nya karena tak sabar ingin mengetahui hasil ujian matematikanya.

Tiffany melirik mencari deretan namanya, namun pertama dia langsung tersenyum gembira melihat nama Choi Siwon terdapat di urutan teratas dan saat itu pula harapanya semakin membuncah dia begitu yakin akan mendapat nilai Matematika yg tak jauh dari Siwon, dia terus mencari deretan namanya dan senyum indahnya sedikit mulai memudar karena tak menemukan namanya juga, hingga teman di sebelah nya memberitahu dimana urutan nama Tiffany sebenarnya.

” Fany-ssi lihatlah di urutan terbawah ” ujar temanya sembari tertawa pelan menyindir.

Tiffany pun mengikuti arah suara tersebut, dan betapa terkejut nya dia, Tiffany terdiam bisu melihat namanya terdapat di posisi paling bawah, Tiffany berusaha mengumpulkan seluruh kesadaranya untuk melihat hasil nilai nya itu, namun sepertinya keberuntunganya tak berpihak padanya sekarang

Tiffany meremas novel yg di bawanya dan menahan emosinya yg kini telah membuncah, hatinya begitu sakit dan dadanya terasa sesak melihat nilai tersebut, Tiffany terus melirik nilai Siwon dan nilainya bergantian namun tetap nilainya itu berselisih begitu jauh dari Choi Siwon.

Air mata Tiffany sudah begitu menumpuk di pelupuk matanya melihat semua ini, bahkan suara sorak riuh temanya terdengar menyakitkan di tellinganya, mereka menyoraki Tiffany.

” dasar gadis bodoh, kenapa kau sangat memalukan ….. ” ujar salah satu teman sekelas nya dengan sengit.

Karena tak dapat menahan perasaanya lagi Tiffany langsung berlari dengan cepat menjauh dari tempat tersebut dengan perasaan sedih yg berkecamuk di hatinya.

dia terus berlari keluar dari gedung sekolah dengan kepala yg terus menunduk menutupi air matanya yg telah mengalir indah di pipinya.

Tiffany menghentikan langkah nya di taman belakang sekolah yg begitu sepi, dia terhuyung ke tanah dan menangis, dia begitu kecewa Choi Siwon telah mempermainkanya, namja yg telah dia anggap orang yg sangat berharga dalam hidup nya melibihi siapapun, Tiffany terus tersedu sedu larut dalam tangis dan kesedihanya, dia harus menahan malu pada semua orang orang karena dia tak lulus dalam ujian.

” hiks …. hiks ….. hiks …. ” tangis Tiffany semakin kencang ketika dia mengingat wajah Choi Siwon sahabat nya itu.

” berhentilah menangis …….. ” ucap seorang namja pelan dan menyodorkan sapu tangan ke Tiffany.

Tiffany mendongakan kepalanya, hatinya semakin sakit dan tangis nya sudah tak dapat ditahan lagi ketika melihat wajah datar Choi Siwon di hadapanya.

Tiffany menghempaskan tangan Siwon kasar dan berdiri menatap Siwon dengan air mata yg sudah banjir di wajah nya, dia begitu kecewa dengan namja ini.

” Kenapa ?, kenapa kau mempermainkanku ?, hiks … hiks …. apa karena aku begitu bodoh sampai kau tega melakukanya, aku kira kau adalah teman yg akan selalu membantuku tapi aku salah mengenaimu ….. aku membencimu Choi Siwon ” Tiffany menangis kencang  meluapkan seluruh emosinya pada Siwon, kenapa namja itu begitu tega melakukan ini padanya, padahal Tiffany selalu membantu namja itu ketika kesepian dan sering membantu Siwon dalam tugas seni.

Tiffany terus menangis di tanah, sementara Siwon dia hanya dia merasa sangat bersalah, dia sadar dia begitu kejam pada Tiffany, padahal sahabat nya itu selalu membantunya, Siwon sadar dia begitu sombong dengan semua kelebihanya, dia hanya menatap nanar Tiffany terus menangis pilu di depanya.

Falshback End …

 

Tiffany tersadar setelah mengingat kejadian itu, dia meremas kuat rok nya dan menatap Siwon dengan tatapan yg tak dapat di artikan, perasaan benci, kerinduan, amarah dan semuanya bercampur aduk melihat wajah Siwon yg menatap nya dengan wajah polos tanpa dosa.

Tiffany mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya, dia harus tetap terlihat kuat dan berwibawa di depan sahabat nya itu, meskipun Tiffany begitu membenci Siwon tapi persahabatan mereka lah yg tak akan Tiffany lepaskan sampai kapanpun.

Yoona yg mengerti dengan ekspresi Tiffany langsung berdeham keras ” EHEM …. ” membuat semuanya tersadar dan kembali seperti semula.

Tiffany, yeoja ini langsung tersenyum manis ke arah Siwon dan membuat Yoona heran dengan senyuman itu.

” lama tak bertemu dengan mu, Siwon-ah … ” ucap Tiffany seperti biasanya, Siwon tersenyum kecil menanggapi sapaan Tiffany dan mendudukan dirinya begitupun lainya mereka mendudukan mereka dan bersiap kepada acara pembukanya.

Setalah suasana kembali tak canggung lagi mereka pun memulai bercakap seperti biasanya seperti dahulu kala, Nyonya Choi mendekatkan kue ulang tahunya ke Tiffany ” Buatlah permohonan terlebih dahulu chagi …. ” ujar Nyinya Choi lembut.

Tiffany pun dengan senang hati memejamkan matanya dan mulai untuk membuat permohonan, namun ucapan Siwon langsung menginterupsinya sehingga membuat Tiffany membuka matanya kembali.

” buatlah permohonan agar kau pandai Matematika ” ujar Siwon sedikit meledek

Semua pun terkekeh dengan ucapan Siwon begitupun dengan Tiffany yg terkekeh sumbang, yah jika seperti ini mereka terlihat begitu hangat, sikap Tiffany yg mudah lupa dengan sebuah permasalahan dan pemaaf membuat ikatan persahabatan mereka begitu kuat.

Tiffany langsung menghetikan tawanya dan langsung melemparakan tatapan death glare pada Siwon sedangkan Siwon hanya terkekeh melihat tatapan Tiffany padanya.

” tanpa kau beritahupun aku selalu membuat permohonan itu sejak kecil ” ucap Tiffany sedikit kesal dan mulai memejamkan matanya membuat permohonan dan permohonan Tiffany begitu sederhana namun berharga baginya juga semua.

” Aku ingin ikatan kuat ini terus berjalan hingga mati, persahabatan ku dengan Choi Siwon, jagalah selalu persahabatanku denganya ” batinya dan membuka matanya kemudian meniup lilinya, semua bertepuk tangan setelahnya, dan melanjutkan pesta kecil itu.

Di sela sela perayaan ulang tahun itu, Siwon tak henti hentinya mengoceh menjelek jelakan Tiffany dan sok menceramahi yeoja itu, membuat Tiffany begitu tak nyaman dengan ini dan sedikit kesal dengan celotehan namja itu.

” Kau bilang kau tidak mau gendut, tapi kau makan dengan sangat lahap seperti ini ” ujar Siwon.

” Mwo !, aku tidak peduli tentang itu, apa kau bermaksud untuk merusak hari ulang tahunku ? ”

” sudah Siwon jangan mengganggu Tiffany terus, hari ini adalah hari ulang tahun nya ” ucap Nyonya Choi lembut.

” Apa kau menyukai jepitan rambut nya Fany-ah ? ” tanya Nyonya Choi lagi.

Tiffany melirik jepitan rambut berwarna pink nya dan kadi kadonya.

” Ne, bibi …. aku sangat menyukainya, aku juga menyukai hadiah paman, aku tidak menyangka paman sangat pandai memilih parfum untuk yeoja ” ucapnya.

Tuan Choi tersenyum bangga ” Ne, bukankah aku ini romantis ”

Semua terkekeh mendengar nya.

Setelah lama berpesta Nyonya Choi merasa mengantuk dan memutuskan untuk pergi tidur bersama suaminya, hingga hanya menyisakan Siwon, Yoona dan Tiffany, mereka terus melanjutkan pesta kecil tersebut dan menghabiskan makananya, apalagi Yoona yeoja itu begitu bersemangat untuk menghabiskan semua ini.

” Apa eonni akan menghabiskan semua makan ini ? ” tanya Yoona, Tiffany melirik makanan yg begitu banyak di depanya.

” Aniya, kita akan memakanya bersama sama, jadi makanlah … ”

” Ah …. baiklah, baru kali ini lagi eomma memasak seperti ini ” ujar Yoona.

Tiffany memutar gelas yg di bawanya sebelum meminum wine tersebut, setelah nya dia menatap Choi Siwon yg kini sama sepertinya.

” Kenapa kau tidak memberitahu tentang kepulanganmu Siwon-ah ? ”

Siwon menghentikan kegiatanya menyesap minumanya dan menatap Tiffany dengan senyum yg tak pernah lepas dari wajahnya itu ketika mengobrol dengan Tiffany, membuat Tiffany muak dan ingin muntah saja melihat wajah itu.

” untuk apa aku meberitahumu eoh?, lagi pula kau sudah mengetahuinya sekarang ” ujar Choi Siwon.

Tiffany tertawa pendek ” hehehe …..  kau benar, lebih baik tak tahu tentang kepulanganmu, karena hanya akan membuatku kesal saja setiap bertemu dengamu ”

” bagaimana kalau dengan minum dan makan deoboki ” tawar Siwon, makanan kesuakaan mereka jika sedang berkumpul berdua

Tiffany tersenyum senang dan mengiyakan.

Dengan cepat Siwon memencet ponsel nya dan memesan makan itu.

Tak butuh waktu lama bir dan deoboki yg di pesan pun datang.

Yoona bersorak gembira melihat bir dan deoboki yg sudah datang dan berterimakasih pada kedua kaka nya itu, menurutnya mereka begitu perhatian padanya.

” Oppa, eonni terimakasih, aku sangat menyukai makanan ini ”

Tiffany dan Siwon pun mulai menikamati hidangan itu, Tiffany dan Siwon begitu menyukai makan ini meskipun pada dasar nya Choi Siwon menyukai deoboki karena Tiffany Hwang sangat menyukai makanan tersebut.

Mereka terus minum sambil mengobrol.

”  setelah kejadian mengenaskan itu aku telah berubah, bahkan aku selelau berusaha untuk memahami pelajaran Matematika, dan Alhasil aku mendapatkan Nilai tertinggi di ujian Ke 3 ku, tidak lulus Ujian Negara dua kali membuat ku sadar akan kesalahan ku karena tidak begitu tekun pada pelajaran itu ” ujar Tiffany sambil menatap gelas di depanya mengingat ngingat kejadian mengenaskan itu.

Siwon mengiyakan ucapan Tiffany dan tertawa kecil ” alasanku memberikan jawaban yg salah saat itu, karena aku ingin Tiffany Hwang berubah dan menjadi yeoja yg lebih baik ” ujar Siwon.

Siwon tertawa mengingat kejadian 15 tahun silam itu, menurut nya sahabat nya ini begitu lucu dan berbeda dengan yg lainya.

Siwon dan Tiffany melirik ke arah Yoona yg sedari tadi terus diam.

Yeoja itu kini sudah ambruk di meja karena meminum bir yg cukup banyak, Siwon dan Tiffany menghela nafas bersama.

” aku sudah menyuruh nya untuk tidak minum bir tapi dia tetap memaksa ” ujar Tiffany pelan dan terdengar seperti orang meracau, dia menatap sendu Yoona yg tertidur di meja.

Tiffany yg sudah mencapai finish nya hanya terus diam menatap datar Siwon dengan wajah menggodanya, dia terus meracau tak karuan pada namja itu.

” Siwon …. kenapa kau terlihat tampan saat ini, apa kau melakukan perawatan seperti yeoja ” racau Tiffany, dia memperhatikan wajah Siwon dengan mata sayu nya.

Siwon diam menatap lekat Tiffany di depanya, Tiffany menguap dan menggeliat, dia mengayunkan tanganya ke atas dan membuat kancing kemeja atas nya sedikit terbuka menampakan dua buah payudara milik nya yg tertutup bra dan kaus dalam.

Siwon tergelak dan langsung membuang pandanganya dari Tiffany, dia mengambil blazer milik Yoona dan melemparkanya pada Tiffany.

” Hentikan dan duduk lah dengan benar ” ujar Siwon pelan.

” Apa maksudmu !, aku sudah duduk dengan benar, kenapa kau selalu membuat ku kesal ” ucap Tiffany kesal.

” Sebenar nya aku masih kecewa dengan kejadian SMA dulu, dan sekarang masih ada sedikit rasa benci padamu, tapi aku selalu mengingat persahabatan kita ” racau Tiffany, Siwon terus diam mendengar yeoja itu untuk melanjutkan ucapanya.

” Siwon …. kau adalah pria yg sangat berharga dalam hidupku melebihi eomma, appa dan semuanya ” racau Tiffany kembali, Siwon terdiam tak bergerak pandangan sayu nya berubah 100 % setelah mendengar pengakuan yeoja itu.

 

««« We are in love »»»

Seoul, Shine Fashion ( 08 :30 KST )

Tiffany langsung bergegas ke bandara untuk menjemput semua bahan bahan baju yg akan dibuat nya, dibandara Tiffany bertemu Jessica, sahabat Tiffany yg telah membantu Tiffany untuk mencarikan bahan bermerek ini ke Paris.

Tiffany tersenyum senang dan memeluk Jessica, dan Jessica pun membalasanya, mereka begitu senang karena sudah lama tak bertemu sekiranya selama 1 tahun mereka tak bertemu karena Jessica harus menjalani praktek kesehatan di Paris.

” Sica, aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu ” ujar Tiffany dan melepaskan pelukanya.

” Me Too Baby, aku sangat merindukanmu, by the way di mana sahabat mu itu ? ” tanya Jessica akan kehadiran Siwon, sejak dulu Tiffany selalu bersama sama dengan Siwon sahabat nya, kemana pun dan dimana pun mereka akan selalu berjalan bersama hingga banyak orang mengira mereka adalah sepasang kekasih, tapi sebenarnya baik Tiffany maupun Siwon mengakui bahwa hubungan keduanya hanyalah seorang sahabat saja.

” Aish ….. sekarang kita sudah dewasa dan memiliki tugas yg berbeda tentu saja dia sibuk dengan pekerjaanya Sica, dia baru saja pulang dari macau ” terang Tiffany, Jessica mengernyit heran.

” sejak kapan Siwon ke macau ?, bukankah kau bilang bahwa Siwon pergi ke Amerika untuk menyelesaikan Studdy dan bisnis keluarganya ”  ucao Jessica sambil berjalan keluar menuju parkiran mereka sambil terus mengobrol.

” Dia di Amerika selama 3 tahun menjalani S2 dan bisnis kecil keluarganya tapi setelah itu dia langsung ke macau 1 minggu untuk memeriksa perkembangan cabang Hyundai Store di macau ” ucap Tiffany menjelaskan, jessica menganggukan kepalanya mengerti dan kemudian terkekeh, pasti selama ini Tiffany begitu kesepian karena tidak ada kehadiran Siwon di samping yeoja itu.

 

««« We are in love »»»

Hyundai Office Center Seoul ( 11: 45 KST )

Setelah memperbincangkan kerjasama antara Shine Fashion dengan Hyundai Corp mengenai pemasaran produk produk Shine Fashion mereka pergi ke restaurant bersama untuk makan Siang.

Kwon jae geum yg merupakan dierktur utama Shine Fashion begitu kagum dengan pengusaha muda seperti Siwon yg begitu berbakat dan kompeten, tak henti hentinya pria paruh baya yg sudah memiliki satu anak itu terkagum kagum saat rapat kerja sama mereka tadi.

Kwon jae geum berjalan sambil merangkul pundak Siwon akrab, mereka berjalan bersama menuju kursi yg telah di pesan.

Siwon mendesah kesal dengan sangat lirih, rangkulan Tuan Kwon di pundaknya membuatnya sedikit risih namun dia tetap terus bersikap baik dan ramah mengingat pria di samping nya itu lebih tua darinya.

Mereka duduk di kursi yg sudah di pesan, kemudian mereka memesan pada pelayan makanan siang yg enak di restaurant ini.

” Tuan Choi, aku begitu bangga padamu kau begitu berbakat ” puji Kwon jae geum, Siwon tersenyum kecil.

” terimakasih atas pujian mu Tuan ….. ” ujar Siwon Sopan, Kwon jae geum terkekeh pelan entah kenapa dia selalu ingin tersenyum setiap sikap yg di lakukan Siwon, sementara Asisten Kwon jae geum terus mencibir sebal melihat tingkah atasanya yg berlebihan.

Di tengah percakapan mereka ponsel Kwon jae geum berbunyi, dia langsung mengangkat telepon tersebut dan tersenyum senang karena putrinya menelpon nya.

” yeoboseyo ….. Yuri-ah  ” ujar nya di teleponya.

” Appa, sekarang Appa di mana ? ” tanya putri jae geum dari sebrang telepon.

” Aku ada di restaurant Sea Food dekat dengan Hyundai Store center ” ujar nya, Yuri kesal dengan jawaban Appanya, dia sudah lelah membawa bekal siang Appanya ke kantor Appanya tapi Appanya tidak ada di kantornya, kemudian Yuri memberitahu Appanya bahwa dia akan kesana untuk makan Siang bersama Appanya, jae geum pun langsung menutup teleponya dan melanjutkan aktivitas nya yg baru saja terhenti karena telepon masuk dari putrinya.

” Maafkan aku, Tuan muda Choi …. ” ujar jae geum.

” ah  ….. ne gwenchana, mari kita lanjutkan makan siang nya ” ujar Siwon, kemudian mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan santai.

Setelah cukup lama, akhir nya Yuri datang ke restaurant sea food tersebut tepat di saat mereka sedang memakan menu penutup makan siang.

Jae geum tersenyum lebar menyambut putrinya yg baru datang dan sedang melangkah menghampirinya, semua orang terkagum melihat Yuri, yeoja yg sangat cantik dan Sexy, aura cantik dan anggun yeoja itu begitu terlihat di mata namja.

Sungmin yg merupakan Sekretaris Siwon pun terkagum dari tempat duduk nya, sedangkan Siwon dia terdiam heran menatap Sungmin di depanya yg terdiam melotot konyol, menurut nya.

Karena posisi Siwon yg membelakangi Yuri memebuatnya tak sadar akan kedatangan yeoja itu, karena heran dengan dua pria di depanya dia pun mengikuti arah pandang tersebut, dan benar saja dia pun ikut terdiam konyol melihat Yuri menghampiri meja mereka, dia terkejut namun juga senang melihat yeoja yg pernah ditabrakanya di bandara kemarin yg lalu.

” Hai …… Appa dan semuanya ” sapa Yuri manis, kemudian mereka langsung tersadar dan salting, Yuri terkekeh melihat tingkah mereka.

” kau sudah datang …… ” ucap Jae gum, Jae geum langsung tersadar dan mendapat ide ketika dirinya melihat Siwon di depanya, kesempatan baik untuk nya mendapat perhatian Siwon.

” Ah …. kemarilah duduk di sini ” ucap Jae geum dan menyingkirkan tubuh asistenya dari samping Siwon mengisyaratkan agar asistenya itu pindah kursi dari situ

Asisten jae geum berdecak kesal dan menuruti perintah jae geum dengan setengah hati, dia hafal betul dengan pemikiran Atasanya itu.

Yuri duduk di samping Siwon, kemudian dia baru menyadari wajah Siwon, namja yg pernah di tabraknya di bandara waktu itu, Yuri tersenyum manis ke arah Siwon.

” kita bertemu lagi Tuan ” ucap nya senang, Siwon hanya menanggukan kepalanya dan tersenyum.

” jadi kalian pernah bertemu ? ” tanya Jae geum.

” Ne kami pernah bertemu di bandara Appa, saat itu kami saling bertabrakan tanpa sengaja ” jelas Yuri, Jae geum mengangguk anggukan kepalanya, sementara Siwon dia hanya terus tersenyum mengiyakan, Yuri membenarkan letak duduk nya dan menatap Siwon.

” Siapa nama mu Tuan ? ” tanya Yuri.

” namaku Choi Siwon ”

” senang bertemu denganmu, aku tidak menyangka akan bertemu lagi, setelah kejadian itu aku terus terfikirkan oleh kejadian yg sedikit memalukan itu ” ujar Yuri.

” jinja ? …. kalau begitu maafkan aku ” ujar Siwon sopan, Yuri menggelengkan kepalanya, tidak sepenuh nya Siwon bersalah lagi pula dia juga bersalah karena tak memperhatikan jalan.

” Aniya, aku juga bersalah Tuan, jadi mari kita lupakan itu ” ujar nya dan tersenyum manis, Siwon tersenyum mengiyakan, Yuri terkesima dengan senyum manis namja ini, dan di mulai dari sekarang entah apa yg di rasakan Yuri namun yeoja itu sangat menyukai senyum manis Siwon dan Sikap Siwon.

Mereka pun melanjutkan makan siang mereka sambil mengobrol santai, baru saja bertemu, Yuri sudah begitu akrab dengan Siwon karena sifat yeoja itu yg mudah bergaul.

 

««« We are in love »»»

Seoul, Hyundai Store Center (12: 10 )

Tiffany baru selesai memberi semua bahan bahan yg di butuhkanya untuk membuat gaun pengantin dan juga mini dress, di tanganya terdapat 3 kotak berukuran sedang, 1 kotak sepatu high heels dan dua kotak lainya adalah kotak yg berisi pernak pernik yg di butuhkanya, dia terlihat kerempongan dengan barang belanjaanya itu belum lagi satu kantong pelastik berisi makanan ringan kesukaanya, dia kesulitan ketika berjalan dengan 3 kotak sedang dan satu kantong pelastik yg di bawanya, penampilan dirinya yg memakai rok pensil dan kemeja yg di masukan dan sepatu tingginya membuatnya semakin kesulitan untuk melangkah.

Mengingat dirinya sedang berada di Hyundai Store center dan dekat dengan Hyundai Office center membuat yeoja ini terfikir untuk memanggil seseorang yg sering di andalkanya untuk menolongnya, dengan sedikit kesusahan Tiffany mengambil ponselnya dari tas mini nya, kemudian dia langsung melakukan panggilan ke Nomor 1 di ponselnya.

” Yeoboseyo ……. ” ucap Tiffany setelah telepon orang yg di tujunya terangkat. Di tempat lain Siwon langsung mengangkat panggilan di ponsel nya ketika melihat Nama Tiffany di ponselnya.

” Waeyo ? ” ujar Siwon dari sebrang telepon Tiffany, Tiffany tersenyum senang di tempatnya dan mengutarakan tujuanya menelpon Siwon.

” Siwon-ah ….. bisakah kau membantuku ” ujar Tiffany, mendengar Tiffany mengatakan membutuhkan bantuanya Siwon langsung bertanya lagi apa yg di butuhkan yeoja itu dari bantuanya.

” apa itu ? ”

” Bisakah kau membantuku membawa barang barang ku, aku ada di Hyundai Store, aku habis berbelanja bahan untuk gaun yg yg akan ku buat, banyak sekali belanjaanya, jadi aku sedikit kesulitan membawanya ” ujar Tiffany.

Siwon menghela nafas di tempatnya.

Di tempat dia berdiri, Tiffany mengernyitkan dahinya ketika mendengar suara yeoja di panggilanya dengan Siwon, suara yeoja itu terdengar jelas dan begitu dekat, itu berarti Siwon sedang makan siang bersama seorang yeoja, Tiffany semakin heran siapa yeoja itu, apa yeoja itu yeojachingu Siwon ?, atau sekretarisnya, tapi Tiffany tahu betul sekretaris Siwon itu laki laki.

” kau sedang apa Siwon ? ” tanya Tiffany.

” Aku sedang makan siang bersama resensi ku ”

” Apa kau sedang makan siang bersama yeoja mu ? ” tanya Tiffany sedikit menaikan suaranya.

” dia bukan yeojachinguku ”

” laku kenapa kau makan siang bersama seorang yeoja ? ”

” bukankah sudah ku bilang dia resensi ku ”

Tiffany berdecak kesal merutuki dirinya, aduhhhh bodohnya dia, Siwon itu seorang pengusaha jadi banyak client yg harus di tanganinya, Tiffany terdiam diri di tempatnya.

” Kenapa kau berbicara seperti itu, apa kau cemburu ? ” Pertanyaan Siwon di ponsel nya langsung membuatnya tersadar dan salting, tapi dia sadar sekarang Siwon tak ada di samping nya lalu untuk apa di salting, lagipula Tiffany fikir untuk apa dia mencampuri urusan asmara pria itu.

” Aniya, mana mungkin aku cemburu padamu …. lanjutkan saja makan siang mu, maafkan aku sudah mengganggumu ” ujar Tiffany sedikit kesal dan mematikan sambungan ponselnya, dia langsung melangkah kembali memasuki mobil putih milik nya dan mebereskan barang belanjaanya.

Di tempat Siwon, Siwon tersenyum ketika mendengar ucapan kesal Tiffany yg mengatakan bahwa yeoja itu tak cemburu padanya, dia memasukan kembali ponsel nya kedalam saku celananya dan melanjutkan mengobrol santai dengan Kwon jae geum dan Yuri, padahal jika Tiffany memaksa  Siwon untuk tetap membantunya Siwon  akan dengan segera dan senang hati melakukanya, tapi sayang yeoja itu langsung mengambil kesimpulan dan menutup teleponya.

 

««« We are in love »»»

19 : 00 KST

Di depan rumahnya Siwon berdiam diri, dengan membawa kotak makan berisi deboki dan bir, dia tidak berminat untuk memasuki rumah nya terlebih dahulu, Kemudian dia berfikir apakah jam sekarang Tiffany sudah pulang, kemudian dia putuskan untuk pergi ke rumah Tiffany yg tak jauh dari rumah nya.

Siwon berdiri menatap heran rumah berbentuk mini namun mewah di depanya itu, dia melongok ke dalam halaman rumah tersebut, terlihat gelap dan sepi, itulah keadaan rumah Tiffany saat ini, Apakah yeoja itu belum pulang ?, tapi seharusnya Tiffany sudah pulang dari kerjanya satu jam lalu, fikir Siwon. Siwon sudah begitu hafal dengan gadis itu.

Sedetik kemudian dia dibuat khawatir karena Tiffany belum juga pulang, kemudian dia beranjak untuk mencari yeoja itu namun baru saja dia membalikan tubuhnya dia melihat Tiffany baru keluar dari mobilnya dengan mengeluarkan begitu banyak barang barang dari mobilnya.

Siwon masih terdiam di tempatnya memperhatikan Tiffany yg sedang kesulitan membawa begitu banyak barang barang belum lagi satu gulung kain berwarna peach dan lainya di dalam mobil.

Siwon menghampiri Tiffany namun yeoja itu tak menyadari kehadiran Siwon karena wajahnya yg tertutup barang barang yg dibawanya.

” Kau baru pulang ? ” tanya Siwon di tengah malam yg sepi dan sedikit gelap itu. Tiffany terlonjak kaget hampir saja di menjatuhkan bawaanya ketika mendengar suara bass Siwon tiba tiba, Siwon terkekeh pelan melihat ekspresi kaget Tiffany yg berlebihan dan terlihat lucu itu.

” Aish …. kau mengagetkanku saja, minggirlah aku mau lewat ” ucap Tiffany mengabaikan Siwon sendirian.

” Aku membawa deoboki dan bir ” ucap Siwon sedikit keras

Tiffany menghentikan langkahnya seketika, Siwon tersenyum melihat hal itu, dia tahu Tiffany tidak akan mengabaikan yg satu ini.

Tapi yg Siwon duga salah besar Tiffany membalikan tubuhnya dan menatap Siwon, terlihat jelas raut lelah di wajah Tiffany sehingga membuat Siwon kasihan melihat sahabat nya itu.

” kau makan saja sendirian, aku sibuk ”

” kalau begitu aku akan membuangnya ” ucap Siwon sengaja, Tiffany melototokan matanya kesal dan menghampiri Siwon yg hampir membuang makanan itu ke tong sampah.

Dengan keras Tiffany menginjak kaki Siwon, Siwon langsung memekik kesakitan, sungguh tega temanya itu, dia begitu kesakitan karena Tiffany menginjaknya dengan seluruh tenaga dan sepatu High Heels nya sehingga rasanya begitu pedas seperti deoboki yg di bawanya.

” Aw …. Apa yg kau lakukan ? ” ucap Siwon kesal,

Tiffany menatap Siwon dengan kesal juga, sementara Siwon menundukan kepalanya takut akan tindakan yg Tiffany lakukan, menyemprot nya dengan ucapan kasar dan marah marah.

” Apa yg ku lakukan, eoh ?, jelas jelas kau hampir saja membuang makanan Choi Siwon, apa kau fikir membuat dan membeli makanan itu sangat mudah, aku tidak suka orang yg membuang buang makanan dan menyia nyiakan sesuatu ” Tiffany marah besar Pada Siwon sedangkan namja itu dengan setia dan ikhlas mendengar omelan Tiffany, karena memang itulah tujuanya.

Tiffany menghela nafasnya kasar, dia mencoba menahan semua amarahnya, hari ini dia begitu lelah dan pusing dengan pekerjaanya yg sampai saat ini belum kelar juga, sehingga dia harus meluapkan emosinya pada Siwon, tapi Siwon juga yg bersalah dengan mudahnya namja itu hampir membuang makanan kesukaanya.

Tiffany melirik ke arah Siwon yg masih menundukan kepalanya seperti anak kecil yg sedang di marahi eommanya ” Maafkan aku …. ” ucap Tiffany pelan.

Siwon langsung mendongakan kepalanya dan tersenyum manis, dengan sigap dia mengambil alih barang yg di bawa Tiffany dan juga di mobil, meskipun namja itu kesulitan membawanya tapi tetap setia membawa barang barang itu sampai kedalam rumah Tiffany.

Sesekali Siwon menabrak sesuatu di depanya sehingga membuat Tiffany tak tahan untuk menahan tawa melihat tingkah namja itu.

Tiffany langsung menyalakan semua lampu lampu rumah nya kemudian dia menghempaskan tubuhnya yg lelah ke sofa di ruang tengah, begitupun dengan Siwon namja itupun menghempaskan tubuhnya di samping Tiffany karena sudah membawa barang barang yg sangat banyak.

Mereka terdiam mengatur nafas mereka masing masing yg terengah engah karena lelah, Tiffany mengelap keringatnya dengan tanganya dan …

” Arrggghhhh …….. ” Teriak mereka bersama untuk menghilangkan rasa lelah mereka, kemudiam mereka tertawa bersama sama, entah apa yg mereka tertawakan tapi itulah yg sering mereka lakukan sejak dulu, seperti kebiasaan permanent yg mereka lakukan ketika merasa lelah.

Tiffany langsung menengokan kepalanya ke samping di mana Siwon berada, dia terdiam menatap wajah itu, entah kenapa tiba tiba perasaanya tak karuan melihat wajah Siwon dengan sangat dekat seperti ini, Tiffany melihat dengan jelas peluh Siwon yg bercucuran, tatapan Tiffany berubah menjadi sendu tanpa di sadarinya, perlahan tanganya menghampiri wajah Siwon dengan pelan, dan saat itu pula Siwon menengokan wajahnya ke arah Tiffany, dia langsung terdiam membeku melihat wajah cantik Tiffany, yeoja itu terlihat begitu cantik, jantung Siwon berdegup kencang melihat jarak wajah mereka yg sangat dekat, Siwon melihat tangan Tiffany yg perlahan menghampiri wajahnya, Siwon langsung tersadar dan mendorong pelan wajah Tiffany menjauh darinya.

” Apa yg kau lakukan ? ” tanya Siwon kesal menutupi kegugupanya, Tiffany langsung tersadar dia langsung mengambil Tissu di samping nya dan melemparkanya ke wajah Siwon.

” ini …. usap keringat mu itu, kau sangat jorok ” ucap Tiffany dan melangkah pergi untuk mandi.

Siwon menatap langkah Tiffany, dia kira Tiffany akan mengelus wajahnya tapi ternyata salah, dia tersenyum kecil menatap langkah Tiffany.

 

««« We are in love »»»

Shine Fashion ( 08:00 KST )

Assisten Sunny tergesa gesa memasuki ruang kerja nya, dia sangat tidak sabar untuk memberitahu kabar yg buruk pada Tiffany tentang dipindah nya Tiffany ke Tim 2, Sunny masuk ke ruanganya dan melihat Tiffany sedang memeriksa dokument nya, dia terengah engah karena harus berlari untuk sampai ke ruangan ini.

Tiffany menengokan kepalanya ketika mendengar pintu terbuka dan menatap Sunny yg sedang terdiam mengatur nafasnya.

” Ada apa Sunny ? ” tanya Tiffany heran, Sunny menatap Tiffany sedih dia tidak tahu hatus mengatakan apa pada atasanya itu, apakah dia harus mengatakan yg sebenarnya sekarang atau menutupinya saja sampai pada akhirnya Tiffany sendiri yg akan tahu tentang keputusan itu.

Sunny menelan ludah nya karena takut harus mengatakanya tapi dia langsung memantapkan hatinya dan mengatakan sebenar nya.

” Fany-ah …. Direktur Kwon memutuskan kau untuk pindah ke Tim 2 ” ucap Sunny, Tiffany membelalakan matanya tak percaya.

” Mwo … apa kau yakin ? ” Sunny hanya bisa mengagguk, Tiffany begitu terkejut juga terpukul dengan keputusan itu, dia terduduk ke kursi kerjanya lemah, baru saja minggu lalu dia berhasil dengan proyek pertamanya dan sekarang dia akan di demprak ke Tim lain.

Tiffany sangat tidak percaya semua ini, pasti rekan kerjanya itu sedang bercanda, dia terdiam memikirkanya, kemudian dia melangkah pergi untuk menemui Direktur Kwon untuk menjelaskan semua ini.

Terlihat Direktur Kwon sedang berbicara dengan seorang yeoja seumuran denganya, Tiffany mengernyitkan dahinya ketika melihat mereka dari luar pintu namun dia langsung mengetuk pintu tersebut dan masuk dengan Sopan,

Tiffany membungkuk Hormat pada Direktur Kwon sebelum mengutarakan perkataanya.

” Selamat pagi Presdir Kwon ….. ” Sapa Tiffany Sopan,

Direktur Kwon terkejut melihat Tiffany yg masuk ke ruangan nya dan mendadak tergugup, sedangkan yeoja asing itu langsung membalikan tubuh nya dan langsung saling berpandangan dengan Tiffany.

Kemudian Tiffany duduk di sofa ruang tersebut dan mengutarakan apa yg ingin di katakanya, dia begitu tak setuju dengan keputusan itu, bagaimana bisa Direktur Kwon memindahkan Tiffany ke Tim 2 sedangkan mereka masih terikat dalam penjualan Desaign Tiffany yg hampir selesai,

” aku tidak bisa dipindahkan karena masih menyelesaikan pekerjaan itu, dan sudah semestinya aku menjadi kepala Tim utama karena Manager perncangan telah mengangkat ku sebagai Kepala Tim utama ”

Direktur Kwon terdiam bisu dia tidak tahu harus berkata apa, dia sadar keputusanya itu begitu beresiko terhadap pengeluaran desaign mereka yg sedang naik daun.

” Tapi …. kau bisa pindah tim setelah penjualan itu selesai, lagi pula kita akan mengeluarkan Desaign baru lagi yg akan di tangani oleh Putriku ” ujarnya, Tiffany mendesah kesal, pria Tua ini begitu pilih pilih.

Tiffany melirik ke arah Yuri sejenak dia memperhatikan Yuri kemudian Yuri tersenyum lembut pada Tiffany. Tiffany pun membalasnya, bagaimanapun juga dia harus menunjukan Wibawanya di depan siapa pun apalagi di depan putri Bos nya.

” Dia akan tetap berada di Tim utama Appa, dan aku yg akan menjadi kepala Tim nya ” ucap Yuri

Tiffany mebelalakan matanya, Aigoo kenapa harus jadi seperti ini, fikir Tiffany. Direktur Kwon sangat setuju dengan keputusan putrinya, benar, dengan Tiffany tetap berada di Tim utama maka mereka tidak akan kesulitan untuk semuanya mengingat Tiffany yg begitu berbakat, Akan sangat di sayangkan Jika Tiffany pindah ke tim cadangan atau pembantu Tim utama.

” Benar … kau akan tetap berada di tim utama, tapi dengan sangat terpaksa aku memutuskan untuk menurunkan jabatan mu dan beralih sebagai Anggota ” ucap Jae Geum pelan di kalimat terakhirnya, dia begitu tak enak hati melakukan hal ini pada pegawai berbakat seperti Tiffany, tapi mengingat betapa sayangnya dia pada putri tunggal nya itu dia akan lakukan apapun.

Tiffany menghela nafasnya pelan, dia menundukan kepalanya kecewa, dia begitu sedih menerima semua ini, tapi di ingat lagi bagaimanapun juga di tetap harus bersyukur jika di banding harus pindah Tim.

Setelah keputusan itu, Tiffany melangkah pergi dari ruangan tersebut dengan suasana hati yg sangat buruk.

Tiffany menghempaskan tubuh nya ke kursi rapat ug ada di tengah tengah ruang kerja Tim utama, dia menyenderkan kepalanya ke meja dan menatap depanya dengan tatapan kosong.

Sunny yg melihat itu pun menjadi sedih, tapi dia sedikit lega setidak nya Tiffany masih tetap di Tim utama.

Dalam waktu beberapa jam kini meja yg dulu di tempatinya sebagai kepala Tim telah berubah bentuk dan warna, Tiffany pindah ke meja lain di bagian Anggota.

Yuri menghampiri Tiffany yg terlihat sibuk menyelesaikan gaun yg di rancang nya, di tanganya terdapat 2 botol minuman kaleng untuk nya juga untuk Tiffany, mungkin dengan mengajak yeoja iti berbicara akan membuatnya cepat menyesuaikan didi dengan lingkungan kerjany.

” Minuman kaleng …. ” tawar Yuri dan tersenyum manis, dia berdiri menyandarkan tubuh nya di meja kerja Tiffany, dia memperhatikan Tiffany yg sedang menyelipkan jarum pentul ke bagian yg terasa longgar.

Yuri memperhatikan Tiffany, cara yeoja itu berkerja dan bersikap, Tiffany cukup baik dalam masalah pekerjaan dan mengenai sikap dia rasa sudah cukup melihat Tiffany yg sudah akarab denganya meskipun telah mengalami permasalahan tadi.

” Maafkan aku, aku membuatmu harus turun jabatan ” sesal Yuri, Tiffany tersenyum kecil, baginya sekarang masalah itu sudah dilupakan meskipun dalam hati kecil nya dia tersakiti akan itu.

” Gwenchana, itu sudah keputusan, lagi pula kau pasti sudah begitu berpengalaman di banding denganku, bukankah kau pernah sekolah di Paris ” ujar Tiffany santai, Yuri tersenyum mengiyakan kemudian mereka duduk bersama di meja rapat sambil mengobrol santai.

 

««« We are in love »»»

Shine Fashion ( 12:30 KST )

Siwon tersenyum pelan menanggapi Direkrur Kwon yg terus memujinya, sehingga membuat Siwon serasa terbang melayang akan pujian itu, namun Siwon langsung sadar dengan pujian itu, dan dibuat sedikit kesal, kemudian di teringat denga ucapan Tiffany yg mengatakan ” Orang yg terus memuji kelebihan dengan terus menerus pada dasar nya mereka memiliki maksud tertentu di balik pujian itu “.

Siwon tersenyum mengingat ucapan Tiffany, meskipun pada awalnya Siwon tak percaya dengan ucapan itu tapi dia percaya dengan ucapan Tiffany meskipun sedikit.

Direktur Jae Geum menatap Heran Siwon yg tersenyum seorang diri, kemudian dia menyadarkan namja itu dengan melambaikan tanganya di depan wajah Siwon.

” Tuan Muda Choi , Apa kai baik baik saja ? ”

Siwon langsung tersadar ” Ah … Ne … Maafkan aku ” ujar nya Sopan.

Jae Geum tidak mepermaslahkan hal itu kemudian mereka melanjutkan pembicaraan mereka.

” Sebentar lagi jam makan siang apa kau mau makan bersama kami ? ” tawar jae geum.

” Ani …. aku ada janji dengan seseorang dan itu penting bagiku ” ujar nya.

Jae geum mendesah kecewa dia memperlihatkan wajah sedih nya berharap Siwon akan luluh dan menerima tawaranya, tapi sayang itu tidak mempan bagi Siwon.

” Sungguh Maafkan aku Presdir Kwon, aku harus segera pergi ” ujar nya sopan dan melangkah pergi.

Asisten Jae geum tersenyum sopa sebelum Siwon pergi.

Penolakan Siwon rupanya membuat Jae geum kecewa, bersedih dan juga geram, padahal dia ingin sekali melaksakan Start rencana Pribadinya, Jae geum berdecak kesal sedangkan Asistenya tertawa pelan melihay sikap atasanya itu, dia bersyukur karena Choi Siwon telah pergi, Jika tidak dia akan dibuat muak oleh rencana Jae geum untuk menjodohkan putrinya dengan Siwon, seperti yg sering dilakukanya pada pengusaha sukses lain.

 

««« We are in love  »»»

Shine Fashion ( 12 : 30 )

Siwon baru saja keluar dari ruanganya menuju lift, dia langsung bertemu dengan Yuri di depan Lift yg sepertinya sedang menunggu lift.

Yuri tersenyum senang melihat Siwon kini ada di hadapanya, seperti sebuah mimpi yg menjadi nyata saja bagi Yuri, baru saja dia akan menelpon Siwon mengajak pria itu untuk makan siang bersama tapi sekarang tak usah repot repot pun Siwon sudah ada di hadapanya.

” Yuri-ssi apa yg sedang kau lakukan disini ? ” tanya Siwon.

” Aku berkerja disini baru hari ini ” jawabnya dengan tak henti hentinya terus memperhatikan wajah tampan Siwon.

Siwon memalingkan tatapanya dan menatap Pintu Lift, dia begitu gugup ditatap seperti itu.

” Kau berkerja di sini sebagai posisi apa ? ”

” Aku berkerja sebagai Kepala Desaign Tim utama ” jawab Yuri.

Siwon langsung terdiam mendengar jawaban itu, apa dia tidak salah dengar tentang jawaban Yuri, Kemudian dia langsung teringat dengan Tiffany, jika Yuri berkerja menjabat Kepala Tim utama lalu apa yg terjadi dengan Tiffany.

” Oppa …. apa kau mau makan siang bersama ” tawar Yuri.

” Ah … Aniya, aku ada janji dengan seseorang sekarang ” Tolak Siwon lembut, dia celingukan ke segala arah mencari sosok Tiffany yg berkerja di kantor ini pula, namun sosok Tiffany tak dilihatnya.

Yuri bingung melihat Siwon celingukan, hendak saja dia ingin mengatakan sesuatu pintu lift segera terbuka dan Siwon langsung masuk kedalam nya bersama Yuri.

Di dalam lift Yuri terus terdiam mendengar Choi Siwon yg sedang menelpon seseorang, hingga membuatnya tak jadi untuk berbicara apapun.

 

««« We are in love »»»

Di restaurant Tiffany terdiam lesu menyandarkan kepalanya ke meja, hari ini suasana hatinya benar benar tak baik, meskipun dia terus berusaha melupakan masalah dirinya yg turun jabatan tapi tetap saja dia masih merasa tersakiti, dia menatap kedepan dengan tatapan kosong memikirkan nasib nya sembari menunggu Choi Siwon datang.

Dan tak lama kemudian Siwon, pria itu datang, Siwon mengedarkan pandanganya ke seluruh tempat tersebut, dan matanya langsung menagkap sosok Tiffany yg sedang bersandar mengenaskan, menurut nya.

Kemudian dia langsung menghampiri Tiffany, sejenak dia terdiam menatap Tiffany sedih, dia tahu bagaimana perasaan yeoja itu sekarang, pasti perasaan Tiffany sedang begitu hancur.

Siwon mendudukan tubuhnya di depan Tiffany dan masih setia menatap yeoja itu yg belum juga tersadar akan kehadiranya, Siwon mendesah pelan melihat Tiffany yg terus melamun hingga akhirnya dia menyadarkan yeoja itu.

” Fany-ah …. ” panggil nya pelan, namun Tiffany masih terdiam, hingga Siwon melambaikan tanganya di depan wajah Tiffany dan menepuk pelan pundak yeoja itu barulah dia tersadar.

” Siwon-ah …. kenapa kau ada disini ? ” tanya Tiffany heran namun masih dengan raut sedih nya.

Siwon mendesah kesal menatap Tiffany, apa karena turunya jabatan Tiffany hingga sampai membuat yeoja itu amnesia, tapi Siwon bersyukur setidaknya Tiffany masih ingat padanya.

” bukankah kau yg menyuruhku kemari Nona Hwang ” Tiffany mengganggukan kepalanya pelan, kini dia baru sadar bahwa dia yg menyuruh Siwon untuk menemuinya.

” Apa terjadi sesuatu ? ” tanya Siwon khawatir, dia berpura pura menyembunyikan bahwa dirinya sudah tahu bahwa Tiffany turun jabatan.

Tiffany menghela nafas nya pelan dan masih setia dengan wajah mengenaskanya, sehingga membuat Siwon semakin tak tega melihatnya.

” Apa aku sangat bodoh ?, apa aku tidak berguna ?, apa aku tidak sedang beruntung sekarang ? ” tanya nya bertubi tubi.

” Kau tidak bodoh, kau pintar, sangat berbakat dan akan selalu beruntung ” jawab Siwon sembari tersenyum lembut, mencoba membuat suasana hati Tiffany berubah cerah kembali, Siwon tidak akan sanggup jika harus melihat yeoja itu seperti ini.

” Hari ini aku turun jabatan, dan itu pasti sangat memalukan, semua orang berusaha agar pangkat jabatan mereka naik, tapi aku ….. ”

” Sudah Lupakan, mungkin kau sedang tidak beruntung hari ini, turun jabatan ataupun tidak bagiku Tiffany Hwang adalah wanita pintar, berbakat dan baik tentunya, jadi tetaplah tersenyum seperti ini ” ujar Siwon sambil tersenyum lebar, tanganya pun memegang bibir Tiffany dan membuat ukiran senyum di bibir Tiffany.

Tiffany tertawa pelan melihat senyum lebar Siwon yg konyol, dia menyingkirkan tangan Siwon dari wajah nya dan terus tertawa pelan ” Aku tidak mau tersenyum lebar seperti itu, itu sangat memalukan Choi Siwon ” ujar Tiffany dan tertawa pelan.

Siwon ikut tertawa juga lagi pula dia juga tidak mau jika harus tersenyum konyol seperti tadi.

Kemudian mereka tertawa bersama, Siwon tersenyum senang melihat Tiffany yg ceria kembali, dan terus memperhatikan yeoja itu tertawa tanpa sepengetahuan Tiffany.

” Apa yg mau kau pesan ? ” tanya Siwon, Tiffany langsung menghentikan tawanya dan menegakan tubuh nya bersemangat seperti semula.

” Aku ingin pesan pasta saja dan lemon tea ” ujar nya pada pelayan yg baru tiba.

” Aku pesan menu yg sama denganya dan makanan penutup untuk kami berdua ” ujar Siwon kemudian pelayan itu pun pergi.

Tiffany menatap Siwon heran, kenapa dia memesan menu penutup makan siang untuk mereka, hendak saja Tiffany ingin mengatakan bahwa itu akan mahal, tapi Choi Siwon begitu paham dengan yeoja ini.

” Aku yg akan mebayarnya Tiffany Hwang ” ujar nya, Tiffany tersenyum dan bersorak senang mendengar jawaban itu, kemudian dia teringat sesuatu pada ulang tahunya yg sudah berlalu satu minggu yg lalu.

” Siwonie, apa kau lupa sesuatu ? ” tanya Tiffany mengingatkan Siwon.

” lupa apa ?, aku tidak lupa apapun ” jawabnya santai.

Tiffany kesal mendengar jawaban itu, bagaimana bisa Siwon lupa bahwa dia lupa belum memberinya kado ulang tahun.

” kau belum memberiku kado ulang tahun ” jawab Tiffany.

” kau masih mengingat nya, Aigoo tapi ulang tahun mu sudah berlalu satu minggu yg lalu Fany-ah ” sanggah Siwon, Tiffany tetap mengelak, meskipun sudah berlalu tapi tetap saja mereka tidak boleh melupakan tradisi itu.

” Aish … tidak bisa, aku menagihnya sekarang Choi Siwon ? ” rengek Tiffany.

Siwon semakin menjadi pusing, Tiffany benar benar tak bisa di tolak permintaanya, karena jika dia melakukanya dia khawatir yeoja ini akan marah dan bersedih, dengan wajah sedihnya Siwon menatap Tiffany yg terus menagih kado ulang tahunya.

” baiklah setelah ini kita akan berbelanja apapun yg kau mau ? ” jawab Siwon pasrah.

Tiffany melebarkan matanya dan tersenyum lebar, dia benar benar beruntung memiliki seorang teman seperti Siwon.

Tiffany langsung berdiri dan beranjak memeluk tubuh Siwon erat, Siwon mencoba memberontak dengan pelukan Tiffany yg membuatnya tak nyaman dan sedikit takut atas perubahan Tiffany, dia takut Tiffany belum tersadarkan juga.

” Terima kasih, Siwon-ah …. ” ucap Tiffany senang.

Siwon tersenyum senang dan detik kemudian dia mendorong tubuh Tiffany kuat hingga yeoja itu teeduduk kembali di kursinya, membuat Tiffany sedikit kesal dan kembali murung.

Pelayan pun datang menghidangkan makanan yg mereka pesan, Siwon tersenyum dan berterimakasih pada pelayan tersebut dan kembali menghela nafas, lelah, dia lelah melihat perubahan hati Tiffany lagi.

” hei … sudahlah, pasta nya sudah datang, ayo makan ” ajak Siwon, Tiffany tetap tidak bergeming sedikitpun, dia menempatkan kepalanya di tanganya dan menatap kosong di depanya dengan wajah sedih nya.

Siwon menyendokan pastanya ke mulut Tiffany, mencoba membujuk yeoja itu dengan menyuapinya ” Aaa … Ayolah makan, akan aku suapi ” bujuk Siwon manis, Tiffany berdecak sebal.

” Shiero …. ” tukasnya jutek.

” apa yg kau inginkan Nona hwang ? ”

” aku berubah fikiran tentang kado ulang tahunku, jika hanya sebuah barang saja itu akan tak terpakai nantinya dan sia sia, jadi mungkin dengan uang 2600 dolar akan berguna dan tak sia sia karena aku akan selalu menggunakanya dengan baik ” ujar Tiffany, Siwon melototkan matanya antara terkejut dan kesal, Aish … yeoja ini begitu keterlaluan terhadapnya.

” tapi itu terlalu besar fany-ah ” ujar Siwon dia berusaha melakukan sebuah negosiasi.

” Ani, itu tidak terlalu besar untuk ku Siwon-ah … ” ucap Tiffany.

” baiklah, apa aku boleh bayar cicil atau mungkin tahun depan ? ” Tiffany tak terima dengan pernyataan Siwon.

” Aku tidak akan menerimanya jika diberikan tahun depan, Choi Siwon ” ujar Tiffany kesal, Siwon diam di tempat nya dan menyendokan pasta ke mulutnya santai.

” baguslah jika kau tidak mau menerimanya ” gumam Siwon pelan.

namun sayang Tiffany mendengar ucapan itu, sehingga membuat yeoja itu dia buat kesal lagi dan menjitak kepala Siwon, membuat Siwon kesakitan dan marah pada Tiffany, tapi Tiffany tak memperdulikanya, Karena Tiffany tahu Siwon lah yg akan lebih takut jika Tiffany memarahinya.

Tak jauh dari meja makan Tiffany dan Siwon, Yuri terus memperhatikan dua orang itu dari jauh sehingga dia pun melupakan pesanan makananya yg kini sudah dingin.

” Memangnya hubungan apa yg mereka jalin, Sunny-ssi ? ” tanya Yuri pada Sunny dengan pandangan yg tak lepas dari Siwon dan Tiffany yg sedang tertawa, Sunny mengikuti arah pandang Yuri dan tersenyum jahil, rupanya atasan menyebalkan ini sedang dilanda cemburu.

” Tiffany selalu bilang kalau mereka hanyalah teman dekat saja, Siwon pun mengatakan hal yg sama, semua orang mengira mereka adalah sepasang kekasih tapi Tiffany selalu menyangkalnya, padahal Siwon sangat peduli dan perhatian pada Tiffany, dan ku fikir mungkin itu bentuk sayang nya pada Tiffany sebagai teman ” jelas Sunny panjang lebar, Yuri tetap memperhatikan Siwon, dia begitu pensaran sosok seperti apa Siwon dan kenapa namja itu begitu peduli dengan Tiffany.

 

««« We are in love »»»

Shine Fashion, 17:25 KST

Tiffany memasuki toilet wanita untuk buang air kecil, kemudian tak lama kemudain beberapa pegawai wanita masuk ke toilet itu untuk merapihkan penampilan, mereka tertawa pelan memasuki toilet tersebut.

di tempat nya Tiffany hendak saja keluar tapi langkah nya di tahanya ketika salah satu pegawai tersebut membicarakanya.

Tiffany berdiam diri  ditempat nya, dia begitu penasaran apa yg akan mereka perbincangkan tentang nya, Tiffany menguping dari balik pintu kamar kecil itu.

” Aku tidak menyangka Tiffany-ssi turun jabatan seperti hari ini, bukankah dia itu sangat berbakat ” ujar salah satu pegawai tersebut yg sedang berias diri di depan cermin panjang di toilet itu.

Tiffany tersenyum mendengar ucapan tersebut, ternyata mereka bersedih atas turunya jabatan nya, namun salah satu rival Tiffany di Tim 2 langsung menyangkalnya.

” dia pantas seperti itu, lagi pula dia kalah hebat dengan Yuri Sajangnim ” ucap wanita itu yg bernama eun soo, Tiffany menggeram kesal, wanita itu selalu saja membuat darah Tiffany naik saja.

” Tapi ku rasa dia juga berbakat ” ucap yg lainya menimpali, eun soo mengehempaskan bedak nya kesal.

” apa maksudmu, aku selalu bertanya tanya kenapa dia selalu mendapat kesempatan baik atas desaign nya dan ku pikir desaign nya itu sama saja denganku, kau tidak ingat apa yg dilakukanya ketika dia diberi kewenangan untuk menangani Fashion Show bulan lalu, dia selalu menekan kita untuk mencari desaign yg menarik tapi sederhana, dia memperlakukan kita dengan sangat keras dan seperti budak nya saja ” ujar Eun Soo,

Pegawai wanita di samping nya hendak menyangkal itu, dia tahu Tiffany melakukan hal itu karena Tiffany pegawai yg sangat kompeten dan teliti, lagi pula saat itu Shine Fashion sedang di landa krisis bahan untuk rancangan mereka, dan acara Fashion Show itu sangat mepet, sehingga Tiffany menekan mereka untuk bekerja cepat dan efisien, mengingat waktu dan bahan kain yg kurang, pegawai itu membatalkan sanggahan nya karena tak mau jika harus berurusan dengan Eun soo selaku wakil ketua Tim 2, dia pun hanya diam mengalah dan tak mau ikut campur.

” lalu apakah kita harus tetap hormat padanya, bukankah dia pernah menjadi atasan kita ” timpal yg lainya.

Eun Soo tersenyum jahat untuk sejenak, dia senang atas kehancuran karier Tiffany saat ini ” untuk apa kita hormat padanya, dia tak lebih pegawai biasa seperti kita ” ujar nya, semua menggangguk menyetujui.

Sementara Tiffany begitu terpukul dengan pernyataan yg baru saja di dengar nya, hatinya begitu sedih, seperti pepatah yg mengatakan serigala berbulu domba seperti itulah mereka, dan seperti pepatah habis manis sepah dibuang yg menggambarkan diri Tiffany sekarang.

Tiffany mengeluarkan dirinya dari kamar kecil itu setelah semua pegawai pergi dari toilet, dengan suasana hati yg begitu buruk dan pesimis dia melangkah menuju ruang kerjanya untuk mengambil tas nya dan kemudian pulang.

Setiap dia melangkahkan kakinya, semua pegawai melihat nya sinis dan merendahkan, Tiffany begitu tak tahan dengan kondisi ini, dia sudah begitu tersakiti dengan semua ini, dan apakah mereka tak punya solidaritas ataupun perasaan, Tiffany mempercepat langkah nya keluar gedung tersebut dengan air mata yg sudah menupuk di pelupuk matanya dan sudah tak dapat ditahan lebih lama lagi.

Di luar gedung Siwon sudah setia berdiri menunggu Tiffany, dia tahu hari ini Tiffany tidak membawa mobil nya, meskipun Tiffany tak memintanya untuk menjemput gadis itu, tapi Siwon ingin bersama gadis itu.

Tiffany berlari kecil keluar dari gedung megah itu dengan raut wajahnya yg sedih menahan tangis.

Siwon yg melihat Tiffany kekuar gedung tersenyum senang namun senyum nya itu langsung pudar ketika melihat Tiffany menundukan kepalanya dan Siwon yakin gadis itu tengah menangis seperti yg Tiffany lakukan ketika dia hendak menangis, gadis itu berpura pura kuat di depan orang lain namun sebenarnya begitu rapuh, Siwon sangat hapal tentang hal itu sejak dulu, dia khawatir dengan keadaan ini, Tiffany menghentikan langkah nya tepat di depan Siwon.

” Gwenchana ? ” tanya Siwon pelan, dia hendak memegang bahu Tiffany yg sedikit bergetar namun Tiffany langsung menepisnya pelan dan mendongak ke arah Siwon dengan masih menahan tangis.

” Apa aku begitu bodoh ?, Apa aku terlalu bersikap keras ?, Apa aku ini tidak berguna sehingga mereka dengan begitu mudah melupakan aku, Aku tidak berguna dan tidak ada apanya ” Ujar Tiffany dengan suara serak karena menahan tangis nya yg ingin pecah.

Siwon menatap lembut Tiffany dan membawa Tiffany kedekapannya, menenangkan gadis itu dan menyuruh Tiffany untuk mengeluarkan seluruh emosinya saja.

” Menangislah dan keluarkan semua emosi mu ” pinta Siwon pada Tiffany yg kini tengah bergetar hebat karena menahan tangis.

Setelah Siwon memintanya untuk mengeluarkan semua emosinya Tiffany langsung menangis dalam pelukan Siwon membuat kemeja biru Siwon basah karena air matanya.

Siwon mengeratkan dekapanya dan mengelus punggung Tiffany sayang.

” Kau tidak bodoh, kau cantik, pintar, berbakat dan baik, kau hanya sedang tidak beruntung saja ” ujar Siwon seperti biasanya

Tiffany terus menangis dalam dekapan Siwon cukup lama, dan Siwon pun tak keberatan dengan ini. Dia dengan setia menjadi tempat Tiffany mengeluarkan dan melampiaskan emosi yeoja itu.

Yuri baru saja keluar gedung menuju mobil nya namun langkah nya terhenti ketika matanya melihat Tiffany yg sedang menangis dalam dekapan Siwon, Siwon terlihat biasa saja dengan tingkah Tiffany, bahkan namja itu terlihat seperti bersedih karena Tiffany bersedih.

Yuri menatap keduanya dengan tatapan yg tak dapat diartikan dan tersenyum kecut, beruntung sekali Tiffany bisa dekat dengan Siwon , dan dia iri dengan hubungan mereka itu, hingga kini membuat Yuri terambisi untuk mendapat perhatian Siwon.

 

 

To Be Continued ….

 

Hai author Come back ….. autnor bawa cerita nih, mungkin kalian gx asing dengan cerita seperti ini, Ff ini terinspirasi dari sebuah drama korea, author bikin versi Sifany y, tapu tetep ko alur y berbeda …..

99 thoughts on “(AF) We are in love

  1. Pas Siwon ketemu Yuri aku kira Siwon suka sama Yuri, tapi pas baca makin kebawah Siwonnya jd kaya yg suka sama Fany. Suka banget sama sifat Siwon disini. FFnya seru, smga Yuri ngga macem macem sama Fany. Ditunggu kelanjutannya author. Fighting♡

  2. Ahh sifany so sweet… Tpi yuri dtg tanpa diundang dan kalo diliat” seperti mau ngepisahin mrka berdua hmm… Sifany mah lengket sll … Jdi yuri gausah ngarep ehehe ditunggu next chapternya thor!!

  3. kasian fany, tp untung ada siwon yg pengertian bgt dan sepertinya fany jg suka ma siwon. tp yg bingungin siwon tu, dia itu suka ma fany apa yuri? soalnyakan pas awal2 ketemu, sptnya dia tertarik. semoga aja dgn diturunjannya jabatan fany, siwon ga jd suka ma yuri, dan akhirnya sifany bersatu🙂

  4. Yuri jangan sampe ada rencana jahat yaaa sama tiffan . Kasiaaan tiffany. Donghaenyaaa belom keluar yaak. Menanti bgt nih wkwkw di tunggu kelanjutannya.

  5. Yuri gk usah aneh2, jangan jahat2 sama tiff, udah cukup posisi ketua tim buat kamu, gk usah ngerebut siwon, biarkan tiff bahagia dg siwon #eaaaa ditunggu klanjutannya ^_^
    P.S: perbaiki typonya ya thor😀

  6. aihhh kesian tiff unnie pasti terpukul bgt digituin😢 untung ada siwon oppa yg begitu pengertian pd tiff unnie:’) yuri unnie ih pasti bakalan nglakuin apapun buat ngrebut siwon oppa dan ngebuat tiff unnie sedih n.n siwon oppa sepertinya ntar sukanya ke tiff unnie:3 hmm ditunggu lanjutannya thornim, hwaiting!!😘

  7. Yuri mau jahatin tiffany? Jangan dong
    Siwon kalau sayang sama fany cepet ungkapin dong bikin bahagia tiffany jangan sampe bikin sedih .. keep writing author 🙅🙅

  8. teman rasa pacaran itu mah ^^ mereka bener” manis😉 tiffany diturunin jabatannya😦 jadi ikutan sedih saya😦 next chap semoga tiffany lebih beruntung😉

  9. wahh seru thor cer
    itanya..aku suka bgt.soalny
    disini merekasaha sahabatan..
    ditunggu kelanjutannya ya thor..
    fighting untuk author yang buat ff ini
    keep
    fighting thor

  10. selamat yaa silvi buat ff nya. keren banget ceritanya, tapi sayang masih banyak typo bertebaran. Well, keseluruhan cerita sih udah menarik koo menurut aku. semoga Yuri gak berbuat hal yg aneh ke Tiffany nanti nya. Oke, ditunggu kelanjutan nya yaa kawan. Fighting!!!

  11. Yah Tbc nya di saat yang tidak tepat. Menurut saya Cerita ini bener2 buat kami jadi panas dingin , di saat kesel2nya pun, pasti ada bagian yang lucu dan buat ketawa . Ini yang bikin ff ini semakin bagus dan menarik , jadinya pembacapun gak terbakar emosi hingga bisa berujung pada penjelek2kan cast pendukung lainnya. Penyusunan dan pemilihan kata bahasanya pun juga sudah cukup bagus dan dapat di mengerti. Saya rasa itu saja yang bisa saya sampaikan. Tetap semangat dan semoga kelanjutannya tidak kalah bagus dan menarik dari part sebelumnya . Terima kasih

  12. Yuri jahat peran nya ga jadi masalah biar ff nya tambah seru. Fany eonni yang sabar ya kasian deh di dzalimin terus untung nya ada siwon oppa. Thor pengen deh Tiffany keluar dari perusahaan terus bangun perusahaan nya sendiri kecil2an akhirnya sukses terus siwon oppa nyemangatin fany eonni sampe yuri eonni nya cemburu. Maaf opini ku ga jelas ya😪☺

  13. ciee.. friendzone nih yee? *tunjuk sifany..
    ak curiga nih mreka sbener.a dari dlu udah saling suka.. cuma mreka blum sadar aj..
    mreka trlalu sweet buat skedar jd sahabat.. bikin orang lain envy.. ak aj ngiri apalagi yuri yg kyak.a mulai suka sma siwon..
    smoga next part konflik.a tmbah seru..

  14. Kasihan bgt fany eonni turun jabatan. Siwon oppa perhatian bgt sama fany eonni. Semoga yuri eonni gk pisahin mereka berdua. Sedih banget yuri eonni jadi org ketiga

  15. wah ceritanya seru banget di bacanya gak mudah ketebak soalnya… keren thor.. maaaf thor aku baru comeback ini udah lama gk baca ff sibuk dengan kuliah (kkn) malah jadi curhat.. di tunggu part seelanjutnya. postingan yang di branda sanat positif thor. memang harus di gituain buat readr yag gk pernah komen..

  16. pas banget pemilihan tokoh pendukungnya..dengan muka juteknya yuri..semoga ajah bukan cuma tiffany yg dibikin cemburu nantinya sama siwon dan yuri..tapi datanglah pria yg bkin siwon cemburu

  17. Pertanyaanya adalah, fany masih punya ortu gak ? Dimana ortunya ? Knp dy tinggal sndiri, mian mungkin aku gak jelas bacanya ..
    Nyesek bgt jd fany. Gmna nti klw yuri jd sm siwon. Fany sendirian lagi donk ..
    Aigooo

  18. cerita di sini sifany cerita nya friendzone ya? kaya sifany di rl aja fz terus ;(( yuri jeles liat tiffany sama siwon semoga tiffany gak diapa apain ya thor sama yuri next chap deh jangan lama thor ^^

  19. Ksian bnget fany’a..
    Prah bner tuh direktur kwon..mmtang2 yuri anaknya,,tiffany lngsung dtrunkan dri jbtan..prah ni..
    G’ profesional bnget…pi bruntung deh fany,,msih da siwon yg slalu setia mndampinginya..hehe
    Mdah2an ja mreka ber2 bsa sgera jdian..
    Al’a yuri da brambisi mw dpetin siwon tuh..
    Jngan smpek deh…

  20. Baper baca ff ini… Siwon oppa perhatian banget sama Tiffany eonni😁😁 mereka emang kayak orang pacaran tapi masih menyangkal dengan hubungan persahabatn😆😆 kata SAHABAT emang bisa jadi penutup hubungan ya😊😊*ngomong apa sih* Tiffany eonni aku tau sebenernya eonni suka kalau ada Siwon oppa💓😍 Siwon oppa juga gitu kan?? Yuri kayak ga suka dengan hubungan Siwon oppa dan Tiffany eonni😈😈
    Next part ga sabar!! Author Daebak👍

  21. siapa tuh yg bikin fany kyk gitu, sini pgn q jitak tuh kepala > <.
    sprtny itulh budaya org korea, sk kepo n krg hargai kinerja org aplg org itu dibwh(ups sorry). tp utg ad siwon. ini pst seru krn ad org ke 3 Yuri. Yuri psti mnfaatkn ap yg dia pny utk ggu fany….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s