(AF) Different Part 2

” Ff Sifany Different 2 “

Different Pict

Title : Different

Author : @silvi0931

Main Cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae, Jessica Jung, Im Yoona

Genree : sad

Rating : PG – 17

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini hanyalah hasil imaginasiku, ide cerita adalah murni hasil pemikiranku, kesamaan alur dan tokoh cerita merupakan hal yg tidak disengaja, Don’t Bash, Don’t be COPAS & keep RCL.

Enjoy it and Happy Readding.

 

«© Sifany ©»

Tiffany menggeliat pelan dan mengerjapkan matanya, matanya perlahan menyesuaikan dengan cahaya yg masuk dari celah gordeng, pandanganya menelusuri semua sudut ruangan tersebut, terlihat luas, indah dan rapih itulah yg Tiffany lihat.

Siwon menggeliat dan mengeratkan pelukanya, sedangkan Tiffany, gadis itu terdiam membeku ketika merasakan gerakan tangan di perutnya, nafas Tiffany terasa tercekat ketika merasakan deruan nafas hangat Siwon di pundaknya, kini Tiffany tersadar di mana dia sekarang, di ranjang king Size milik Siwon.

” tidak …. ” batin Tiffany berteriak, dia langsung saja terbangun dan memeriksa keadaan dirinya.

Tiffany menghela nafas lega, untunglah bajunya masih utuh dan baik baik saja,  kemudian dia menatap sendu Siwon yg sedang tertidur di sampingnya, wajah namja itu begitu damai dan tampan, dia mengulurkan tanganya mengelus pelan wajah Siwon yg sedang tertidur dan tersenyum lembut namun dia langsung menghentikan gerakanya ketika mengingat  tujuan nya yg sebenarnya. Hatinya terasa seperti teremas kuat ketika mengingat semua rencana buruknya, sungguh Tiffany tidak akan sanggup jika harus melakukanya, dia akan mengecewakan seseorang yg telah menyadarkanya.

Tiffany langsung beranjak dari ranjang tersebut dengan pelan takut membuat Siwon terbangun namun langkah nya langsung terhenti ketika Siwon menahanya dan langsung mendudukan Tiffany ke ranjang kembali, mereka duduk berhadapan dengan jarak yg sangat dekat.

Yeoja itu membeku tak dapat melakukan apapun melihat Siwon yg kini semakin dekat menghampiri wajahnya, kini jarak mereka begitu dekat dan tersisa hanya beberapa senti saja, jantung Tiffany berdegup kecang tak karuan namun pada akhirnya diapun memejamkan matanya membiarkan Siwon untuk menciumnya, tanpa memperduliakan apapun dia terus menelengkan kepalanya sembari matanya terpejam menempelkan bibir mereka dengan begitu lembut, entah apa yg telah merasuki Tiffany, yeoja itu sekarang tak melakukan gerakan apapun selain membiarkan Siwon mencium nya.

Siwon mecium bibir Tiffany pelan dan lembut, mereka hanyut dalam perasaan masing masing, hanya diam melakukan ciuman ini dengan mengerahkan seluruh perasaan yg mereka rasakan sehingga membuat mereka seolah saling mengerti dengan perasaan yg dimiliki, tangan Tiffany yg sedari tadi terdiam kini beranjak memeluk kepala Siwon dan sesekali meremas rambut cepak milik Siwon menikmati kecup demi kecup yg Siwon lakukan padanya.

Tiffany terus menikmati perlakuan Siwon padanya, namun terlintas semua bayangan pahit di benak nya, rasa sakit dan dendam, tujuan yg sebenarnya dia miliki kini menghampiri fikiranya, lantas Tiffany tersadar dari perlakuan Siwon, yeoja itu langsung saja mendorong tubuh Siwon menjauh darinya menatap mata elang itu dengan tatapan sedihnya, Ya Tuhan …. dia telah melakukan sebuah dosa, mengkhianati seseorang yg telah memperlakukanya dengan tulus, tapi apakah dia sanggup melupakan rasa sakit dan kebencian seluruh klen nya pada klen Phoenix, dia hanya bisa terus menatap mata Siwon.

Siwon menatap Tiffany dengan nafas yg sedikit tersengal, begitupun Tiffany ,Tiffany terdiam menatap Siwon dengan tatapan yg tidak dapat diartikan, tangan mungilnya kini meremas sprei menahan gejolak di hatinya entah apa yg dirasakanya sekarang, saat ini dia begitu bingung dengan perasaanya, dia tidak ingin masuk dalam perangkap nya sendiri.

Menyadari akan ketakutan dari wajah yeoja yg dicintainya Siwon tersenyum lembut dan menghampiri Tiffany, menggenggam tangan mungil Tiffany dan menatap lembut mata indah itu, seolah mengatakan bahwa semua baik baik saja, dan menuntut gadis itu untuk percaya padanya.

” mianhe, aku tahu tidak seharusnya  melakukan hal tadi padamu, kau jangan khawatir aku tidak melakukan hal buruk apapun padamu selain ciuman pertama ini ”

” kau …… ”

” semalam kau mabuk dan tertidur, aku tidak tahu harus memulangkanmu kemana, jadi aku membawamu ke rumah persembunyianku, tenang …… tidak ada yg tahu tempat ini kecuali aku, kau dan Jessica ……. ” Siwon menghentikan ucapanya sejenak, kemudian menatap Tiffany dan mengatakan perasaan kuat yg dimilikinya  pada gadis itu ” Fany-ah aku mencintaimu, aku tidak akan mungkin menyakiti wanita yg sangat ku cintai ” ucap Siwon kemudian dia langsung mencium puncak kepala Tiffany, membuat gadis terdiam kembali, namja ini kembali memperlakukanya dengan baik dan tulus, Sungguh Tiffamy tidak menginginkan semua perlakuan baik ini, dia merasa tak pantas mendapakat semua ini setelah semua rencana buruk yg telah di lakoni nya.

Siwon beranjak pelan dari ranjang, Tiffany hanya menatap Siwon yg melangkah pelan, suasana kembali hening tak ada suara pun yg mereka keluarkan. Tiffany hanya memandang tubuh tegap Siwon yg sedang berjalan dengan nanar, hingga pada akhirnya dia merasakan sudah tak sanggup lagi menyimpan semua ini ” Siwon-si …… maafkan aku dan terimakasih ” ucap Tiffany tulus, Siwon membalikan tubuhnya, menatap Tiffany dengan penuh tanda tanya.

” untuk apa kau meminta maaf ?, kau tidak pernah bersalah Fany-ah ”

” ani ….. ” Tiffany terdiam sejenak ” aku sangat senang bisa bertemu denganmu dan …… aku sangat senang ” ucap Tiffany pelan, yeoja itu kini hanya diam berusaha mengatur nafasnya yg terasa sangat berat, ada satu kata yg ingin dia ucapkan namun sangat sulit dan terasa sakit jika di katakan, semua kebohongan dan pengkhianatan nya yg tidak di ketahui oleh Siwon.

” ne, cepatlah mandi kemudian kita sarapan ”

 

«© Sifany ©»

Hamparan salju itu penuh dengan begitu banyak kejutan kejutan, semua pasang mata menatap kagum dan bahagia menatap pertunjukan sihir es tersebut, dengan begitu lincah Tiffany menggerakan tanganya kesana kemari mencipatakan sedikit pertunjukan pada semua anak anak kecil klen Phoenix, tak peduli dari mana mereka berasal dan kepedihan di masa lalu, Tiffany terus membuat semua kupu kupu es yg berterbangan juga membuat boneka boneka saling menari dengan lucunya dengan mantra miliknya. Senyum itu terus mengembang setiap detik nya, hingga mereka melupakan semuanya.

Di barisan paling belakang Siwon duduk menyilangkan kakinya dengan tangan yg menopang dagunya, mata nya tak pernah henti untuk memandang wanita cantik di depanya dengan senyum manis nya, siapa sangka seorang pangeran yg terlihat begitu berkharisma dan bijaksana kini terlihat begitu konyol saat melihat wanita yg dicintainya.

” Dia sangat cantik …..” batin Siwon memuji Tiffany terus memandang wanita itu dengan penuh kagum dan cinta nya yg begitu dalam, mungkin dia akan merasa gila jika terus seperti ini.

Sementara di depanya beberapa meter, Tiffany menatap anak anak kecil di depanya dengan sangat bahagia, perasaan bahagianya hampir membuncah dalam dirinya ketika menatap tawa bahagia anak anak kecil itu, untuk saat ini dia bisa merasakan kehangatan yg begitu tulus dan sangat di impikanya, sejatinya wanita ini tidak akan pernah sanggup melihat sebuah tangis anak anak kecil yg tak berdosa dan tidak tahu apa apa.

” lagi, aku ingin melihat boneka salju itu menari kembali …… ” ujar anak perempuan yg paling kecil di antara lainya, mata bening dan kecil itu menatap Tiffany dengan memohon sembari menautkan kedua tanganya memohon dengan wajah memelas nan menggemaskan miliknya, Tiffany menatap mata itu iba dan tersenyum lembut, membawa tangan kecil gadis kecil itu bersamanya di tengah pertunjukan.

” rentangkan tanganmu ……..” pinta nya, gadis kecil itu dengan sangat senang hati melakukan perintah Tiffany, dia begitu tak sabar akan kejutan yg diberikan Tiffany padanya, dengan pelan Tiffany mengarahkan tanganya dan membuat sebuah burung yg cukup besar dan membuat tubuh gadis itu terbawa terbang bersama burung miliknya.

Semua menatap kagum gadis kecil itu dan bersorak ria, Tiffany pun tertawa pelan melihat sedikit kebahagiaan itu, sedikit tawa dan kebahagiaan tulus ini membuatnya sedikit terasa terobati dari luka dalam nya,   burung itu terus terbang berputar putar dan membuat Tiffany mengikuti arah pandang nya melihat burung itu dengan senyum yg terus mengembang di bibirnya, hingga pada akhirnya membuat nya tak sengaja saling menatap dengan Siwon dari jauh dan saling melemparkan senyum tulus mereka, yeoja ini menatap Siwon dengan penuh terimakasih.

Burung itu pun berhenti kembali, Tiffany tersenyum lembut menyambut gadis kecil tadi dan memberikan sebuah Camelia putih yg dilapisi es.

Dengan senang gadis itu mengulurkan tanganya menerima pemberian itu dan kembali duduk, Tiffany terus memperhatikan Camelia putih itu, akankah dirinya bisa menjadi Camelia putih yg suci itu, dan terus terbebas dari Noda, Tapi sayang Tiffany merasa bahwa dirinya adalah sebuah bunga Camelia Merah yg akan terus ternodai, ingatanya akan kepedihan dan kebencian itu terus selalu terngiang di benaknya dan menghalangi semuanya.

” Sihir yg sangat bagus …… ” puji Siwon seketika, Tiffany langsung tersadar dan menengok Siwon yg kini tengah berjalan menghampirinya.

” Lihatlah ini …….. ” ujar Siwon, Tiffany dan semua anak anak langsung mengarah pada Siwon tak sabar menatikan pertunjukan pria itu, sebelum melakukan pertunjukanya, Siwon mengenggam tangan Tiffany dahulu, memperingatkan yeoja itu untuk tidak usah takut pada pertunjukan nya karena api, Siwon tersenyum lembut menatap Tiffany, dia ingin yeoja itu tidak perlu takut karena ada dirinya disisinya.

Dengan pelan dan perlahan tangan kanan Siwon mengeluarkan semburan api kecil yg di arahkanya pada salju, membuat salju di tanah itu dan berubah menjadi sungai kecil, dan dengan gerakan cepat dia menaruh kamelia merah yg menyala seperti api tenang pada air yg mengalir itu dan mengalir di sungai kecil buatanya dengan indah, dengan tangan kiri nya yg terus mengenggam tangan Tiffany agar tidak perlu takut, kehangatan dan perhatian itu membuat Tiffany tersadar akan ketulusan sejati Siwon, Tiffany tersenyum lembut melihat Siwon yg Sibuk dengan pertunjukanya, dengan pelan Tiffany membalas genggaman tangan besar nan hangat Siwon, dan befikir untuk menerima semua tawaran namja itu atas kebahagiaan dan hidupnya dan untuk sejenak bersandar santai pada namja itu, dengan sigap dia membantu Siwon membuat Sungai kecil itu dan membuatnya melingkar dan terus mengalir tenang.

” Apa kau masih takut dengan api ? ” tanya Siwon di sela sela pertunjukan mereka di depan anak anak yg sedang terfokus mengagumi sihir keduanya, dia tahu Tiffany phobia api setelah yeoja itu di kerjai oleh sepupu nya Chanyeol dan Minho.

” Ku rasa aku akan terbiasa dengan api itu, asal kau menggunakan nya dengan baik maka aku tidak akan takut lagi ” ujar Tiffany, mereka terus bersenang senang bersama anak anak kecil itu hingga langkah kaki menghampiri mereka tanpa sepengatahuan mereka.

Jessica menepukan tanganya menatap datar pemandangan di depanya, dengan sedikit kagum dan senang melihat itu dia melangkah perlahan menyunggikan senyum nya sedikit demi sedikit, merasakan kebahagiaan dengan melihat kebahagiaan kecil di depanya.

” Pertunjukanmu sangat mengagumkan ” puji Jessica dari belakang, dengan serentak mereka mengalihkan pandangan mereka dan menengok kebelakang menatap sesosok yeoja dengan jubah hitam simbol klen nya, Tiffany langsung melepaskan genggaman tanganya pada Siwon dan menatap Jessica biasa saja, meskipun kebencian dirinya tak dapat dihilangkanya tapi dia paksa untuk menerima apa adanya.

” terimakasih …… ” ujar Tiffany pelan dan tak luput dari tatapanya pada Jessica, membuat Jessica tersenyum tak enak hati atas kesalahan lampau nya, dia salah mengira Tiffany dan kini dia berfikir akan lebih baik jika mereka saling mengenal dan berbaikan.

” Maafkan aku …. ” ujar Jessica lirih, Tiffany terdiam, memaafkan ?, apakah dia bisa memaafkan orang orang yg telah menyakitinya, Tiffany terus terdiam membeku matanya melihat di depanya dengan takut akan kebencianya, ingin sekali dia mengulurkan tanganya dan menerima semua itu tapi akankah dia sanggup melupakan semua yg telah membuat nya seperti ini, tubuh Tiffany bergetar mengingat semua itu, mata bulan sabitnya kini sudah bening dengan cairan bening yg menumpuk padanya, sisi gelap dirinya telah menghampiri nya kembali, melihat mereka yg tersenyum semua itu terlihat seperti menyakitkan bagi Tiffany, kenapa baru sekarang hati kecil sucinya kembali bertindak, perasaan takutnya akan kebencian telah datang setelah sekian lama terkubur dalam dalam, Tiffany langsung berlari meninggalkan mereka tanpa memperdulikan Siwon yg mengejarnya dan terus memanggilnya.

” Fany-ah ….. ” teriak Siwon memanggil Tiffany yg berlari, namja itu begitu khawatir dengan keadaan Tiffany yg berubah begitu aneh, Tiffany yg pergi meninggalkan mereka begitu saja membuat Jessica menatap kecewa kepergian Tiffany, membuatnya bertanya tanya apa yg sebenar nya terjadi, dia sadar dia salah pada Tiffany tapi apakah salah jika dia meminta maaf pada gadis itu.

Sementara Jessica dan anak anak lainya yg di tinggal oleh Siwon dan Tiffany yg pergi menjadi terdiam, Jessica berdiam diri dengan wajah sedih nya tanpa merasa malu pada anak anak kecil yg terus melihat nya iba, Jessica menyesali perbuatanya, dia sadar bagaimanapun juga dia bersalah pada Tiffany telah memperlakulan yeoja itu dengan buruk, dia sangat merutuki dirinya sendiri yg tak dapat mengendalikan emosinya, kemudian dia terduduk lemas di tanah yg tertutup salju itu dan meratapi kesalahanya.

” Noona Gwenchana ? ” tanya seorang namja kecil dan mengahmpiri Jessica, Jessica sontak mendongakan kepalanya ketika merasakan tangan kecil meraih dagunya.

” gwenchana ….. ” ujar Jessica pelan dan tersenyum kecut, dia menyesali perbuatan buruk nya pada Tiffany dulu, memaki gadis itu di depan seluruh penduduk klen Alexandrite dan merendahkan gadis itu, tanpa memperdulikan perasaan Tiffany saat itu, namun saat ini dia ingin memulai semuanya lagi bersama yeoja yg dicintai oppanya itu.

 

«© Sifany ©»

Tiffany terus berlari menjauh dari tempat tadi dengan perasaan yg tidak karuan, air matanya bahkan telah menumpuk di pelupuk matanya tanganya meremas pelan jubahnya menahan perasaanya, kenapa ?, kenapa perasaan itu kembali, dan apakah dia bisa menerima perasaan itu dan mereka semua yg telah menyakitinya, dia ingin sekali membuka hati kecil nya menyalakan sebuah cahaya terang di hati gelapnya, menerima semua kebahagiaan kecil itu dan melupakan semua rasa sakitnya, namun dia tidak akan pernah bisa, selama ini dia hidup dalam sebuah kegelapan yg begitu gelap hingga dirinya tak tahu jalan menuju jalan cahaya kecil itu, hidup tumbuh besar dengan kebencian dan rasa sakit yg telah lama menjadi teman nya, setiap saat di penuhi oleh perasaan yg tak tentu. Tiffany terus berlari tak peduli dengan Siwon yg terus mengejarnya khawatir. Hingga sampai di titik puncakanya Tiffany langsung merubah dirinya menjadi serpihan butiran salju dan menghilang bersama angin, meninggalkan Siwon yg terdiam menatap sedih dirinya yg menghilang begitu saja.

 

Di tempat lain Tiffany menghembuskan nafasnya berat menatap hamparan salju yang begitu luas, sepi dan dingin, dengan keadaan yg sedikit berantakan karena bangunan bangunan tua yg sudah hancur dan lapuk, tempat itu hanya menyisakan sebuah tumbuhan tumbuhan kecil yg masih bertahan di musim dingin yg panjang ini.

matanya kembali terpejam merendam semua berbagai emosi dalam dirinya, perasaan takut, benci dan dendam begitu menguak dalam dirinya sehingga kini dia tidak begitu kuat untuk merasakan semua emosi itu.

Saat itu pula munculah semua kenangan kenangan dalam hidupnya, seperti video yg di ulang, kenangan kebahagiaan dan tawa lepas semua orang orang yg di sayanginya, tangis dan rintihan semua orang orang yg di sayanginya terlihat jelas dalam benak dan ingatan hidup nya, hatinya kini kembali merasakan keperihan ketika mengingat kejadian malam itu.

 

Flashback………….

Kobaran api dan suara riuh begitu menggempar di sebuah kawasan milik klen Alexandrite di negeri Magistar, malam yg begitu dingin terasa sangat panjang dan mencengkram, kobaran si jago merah tersebut begitu besar melahap kawasan kecil di bagian barat Negeri ini.

Seorang gadis kecil berumur 5 tahun meringkuk menangis ketakutan, Tiffany terus memeluk lututnya erat dengan kobaran api yg terus menyala nyala di hadapanya, semua garis keturunan dari klen nya kini tak tersisa semua penghuni kawasan klen Alexandrite habis tak tersisa dan tak berdaya melawan pembantaian yg menimpanya.

” eomma …… hiks …hiks ….. ” Tiffany terisak ketakutan melihat korban perang tersebut di depan matanya.

” tetaplah bersembunyi, Fany-ah ” ucap Appa Tiffany, pria yg sudah menjadi ayah itu berusaha melindungi putrinya dari musuh, namun saat itu juga pintu ruang keluarga tersebut langsung ambruk dan dibarengi dengan sekawanan pria yg siap menyerang salah satu keluarga klen Alexandrite tersebut, Tiffany semakin ketakutan dan bersembunyi di kolong meja besi, musuh langsung saja menciptakan api yg sangat besar dan membuat seisi rumah tersebut terbakar, Tiffany melihat dengan jelas Appa dan eommanya melawan musuh tersebut, Appa Tiffany terus menciptakan air dari tanganya berusaha melawan musuh dan berhasil rumah tersebutpun tidak terlalu terbakar oleh kobaran api, namun kemudian suasana berubah menjadi mati seketika, tak ada suara hanya hening dan detak jantung yg bergemuruh tak karuan, Appa dan eomma Tiffany langsung membeku tak melakukan apapun ketika merasakan sebuah pedang menusuk tubuh mereka, Appa dan eomma Tiffany ambruk tak berdaya, darah mengalir dari tubuh mereka, bahkan kini kobaran api tersebut menjadi semakin membesar dan menghabiskan semuanya, Tiffany terus menahan tangis melihat semua ini, hatinya begitu pilu melihat semua garis keturunan klen nya tak tersisa akibat peperangan.

” maafkan kami, harus ada korban untuk kemerdekaan dan perdamaian Magistar, klen phoenix di ramalkan akan memimpin negeri ini ” ucap salah satu musuh tersebut kepada Appa dan eomma Tiffany yg tak berdaya dan kemudian pergi meninggalakn tempat itu, Tiffany terus melihat adegan tersebut, sebelum musuh tersebut pergi dia melihat tanda gambar api dengan seekor burung di jacket yg dikenakan musuh tersebut, Tiffany terus menatap tanda tersebut, akan selalu dia ingat tanda itu, tanda yg menghadirkan sebuah kesakitan dan ketidak adilan di Negeri ini, dia terus terisak, kini gadis kecil itu tak mampu berbuat apapun untuk menolong kedua orang tuanya, gadis kecil itu hanya bisa terus menangis merasakan kesakitan yg teramat sakit di hatinya.

Tubuh kecil nya merangkak pelan, mengulurkan tanganya mengelus wajah kedua orang tuan nya dengan tangan bergetar, dua terus menangis tak memperdulikan papun di sekeliling nya yg sudah terbakar api, tak peduli dengan panas nya api dan kobaran apai itu, terus terdiam menangis di samping ke dua orang tuanya yg kini telah tiada, hingga pada akhirnya tubuh mungil nya ambruk tak berdaya ketika sesuatu menghantam nya dan dia terjatuh pingsan, kobaran api itu terus menyala nyala terlihat samar di matanya yg mulai menutup dan tak berdaya.

Flashback End …………………………

Tiffany perlahan membuka matanya dengan keadaan air matanya yg kini sudah meningglakan jejak indah di pipinya, yeoja itu kini berjalan lemas meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan yg berkecamuk.

Tiffany meremas jubahnya dan tetap melangkah pergi meninggalkan tempat yg dulu menjadi tempat tinggalnya, tempat yg memberikan peninggalan sebuah kenangan yg teramat sakit dan juga kenangan indah dalam hidupnya.

” apa yang harus ku lakukan sekarang eomma, appa …… aku hanya bisa diam, pada akhirnya aku tidak akan bisa menahan semua perasaan ku, ingin sekali aku membalas semua perbuatan mereka, tapi adakah jalan lain selain pemberontakan, kita bisa mendapat sebuah keadilan dan nama baik klen kita kembali tanpa harus menciptakan rasa sakit dan tangis, kita hanya harus bisa mengerti satu sama lain dan saling memaafkan, melupakan semua ego demi kedamaian yg sesungguhnya pada negeri ini ” batin Tiffany.

 

«© Sifany ©»

Choi Kiho dan penasehat istana nya terduduk diam mimikirkan sesuatu, keberadaan klen Alexandrite telah di ketahuinya, pemimpin Negeri ini begitu heran apa yg telah terjadi pada pembantaian 20 tahun silam, mereka telah berbuat kesalahan karena telah lalai untuk membunuh semua klen Alexandrite dan harus menyisakan korban yg akan memberontak untuk sebuah kebenaran, Choi Kiho terus resah di kursi tahtanya memikirkan sesuatu untuk menutupi kesalahan Phoenix dulu, kehormatan Phoenix harus tetap di pertahankan, dia tidak akan membiarkan rahasia terbesar keturunanya terbongkar di hadapan semua penduduk Magistar.

” Apa kau yakin bahwa pria muda itu berasal dari Alexandrite ? ” Tanya Choi Kiho, parajurit nya itu menangguk mengiyakan mereka begitu yakin dengan keberadaan orang asing pendatang baru di daerah Phoenix, dari kemampaun Sihir mereka prajurit itu yakin bahwa dua yeoja juga satu namja asing di kawasan Phoenix berasal dari Alexandrite, apa lagi ketika parjurit itu tahu tanpa sengaja mereka melihat kekuatan Cryokinetik Tiffany saat pertunjukan wanita itu.

Setelah mendengar pernyataan parjuritnya Choi Kiho semakin terdiam tak percaya, dia begitu ingat Kemampuan sihir utama Klen Alexandrite adalah mengendalikan air dan es, mengingat bahwa pemimpin alexandrite dulu Park Jae yun memiliki kekuatan Cryokinetik. Dia begitu takut bagaima jika Klen Alexandrite menuntut akan kebenaranya dan nama baik mereka. Orang orang di ruang itu pun kasak kusuk khawatir akan ramalan yg telah di ramalkan dulu, sebuah kehancuran hebat yg akan menyangkut pautkan Putra mahkota mereka.

” terus cari tahu informasi tentang mereka ….. ” Pinta Choi Kiho, prajuritnya itu menangguk paham dan langsung meninggalkan tempat tersebut.

” ini tidak bisa terjadi, kita harus menghindari semua ini demi perjuangan sesepuh Choi Sonju dulu …. ” ujar penasehat itu.

 

«© Sifany ©»

Buah apel merah menggoda itu terjatuh menggelundung ke tanah dan berserakan di mana mana, untunglah tempat itu sepi dari orang orang hingga membulatnya tidak perlu  kesulitan untuk memungut kembali apel miliknya, Yoona memunguti apel itu satu persatu dan di masukanya pada ranjang kecil di tanganya, dengan santai dia memunguti apel nya hingga selesai, kemudian dia menghintung jumlah apel tersebut satu persatu utuk memastikan jumlah apel miliknya lengkap, dia langsung bingung ketika satu apel tak di temukanya, dia melangkah dan mencari satu apel miliknya ke kolong meja perpustakaan.

” Apa ini milikmu ? ” tanya seorang namja yg ada di perpustakaan tersebut, dengan menunjukan sebuah apel merah besar di tanganya, Yoona langsung mendongakan kepalanya menatap namja itu, senyum manis Kyuhyun terus terlihat sempurna dan tulus hingga membuat Yoona tersenyum senang menanggapinya, namja itu melangkahkan kakinya menghampiri Yoona dengan apel yg ada di tanganya, mengembalikan apel tersebut pada sang pemilik.

” Terimakasih …… ” ujar Yoona, Kyuhyun tersenyum mengiyakan dia tatap yeoja itu dengan wajah tampan dan senyum manis yg tak pernah luput dari wajahnya, menatap yeoja itu dengan tatapan yg berbeda seperti biasanya, biasanya dia kan menunjukan wajah sok tampan dan cool nya pada semua yeoja, tapi kini berbeda dia tunjukan senyum manis nya dengan tulus dari dalam hatinya.

” apa kau juga sering membaca di perpustakan ini ? ” tanya Kyuhyun, Yoona menundukan kepalanya menyembunyikan semburat merah merona di pipinya karena berhadapan dengan namja ini.

” Ne, aku sering membaca di sini ….. ” ujar nya pelan dan malu malu.

” Namaku Cho Kyuhyun, maukah berbagi sedikit kebahagiaan dan ikatan denganku ? ” ujar Kyuhyun menyodorkan tanganya pada Yoona, mengajak wanita itu untuk berteman baik denganya, Yoona menerima uluran tangan tersebut dan tersenyum manis, untuk sejenak mereka terdiam saling menatap merasakan perasaan yg berbeda dari biasanya, Yoona dapat melihat dengan jelas wajah tampan itu tersenyum tulus padanya mengenggam tanganya hangat, perasaan apakah ini akankah dia berfikir bahwa tidak semua penduduk klen Phoenix eogis dan jahat, dapatkah untuk sejenak dia bisa merasakan kebahagiaan dalam berkomunikasi dengan sesamanya, siapa pun itu.

Yoona langsung tersadar dan berkata ” Ehm …. Namaku Im Yoona ” ujar Yoona tergagap dan langsung melepas genggaman tangan mereka, dia menghindari tatapan Kyuhyun padanya dan menatap lainya menyembunyikan rasa malu nya, sementara Kyuhyun tersenyum lembut melihat Yoona, gadis yg baik dan berbeda dengan lainya, cantik, pintar dan lugu.

” ehm …. jadi, Im Yoona, buku apa yg kau suka ? ” tanya Kyuhyun membuka sebuah komunikasi untuk berbasa basi.

” Aku menyukai buku tentang penyembuhan ” ujar Yoona, Kyuhyun menganggukan kepalanya mengerti dan mengelus janggutnya berfikir mencari tahu buku penyembuhan yg paling bagus di perpustakaan ini.

” aku lebih suka buku tentang sejarah, tapi aku tahu buku sihir penyembuhan paling bagus disini ” ujar Kyuhyun, dia genggam tangan Yoona dengan lembut membawa yeoja itu ikut bersamanya menuju rak buku yg terdapat buku sihir penyembuhan paling bagus, mereka melangkah pelan menelusuri tiap deret buku buku yg berjajar di rak, setelah di temukanya buku itu dia langsung mengambil nya pelan dan memberikan buku itu pada Yoona di sampingnya, yeoja itu tersenyum senang menerimanya dan mereka melangkah pergi menuju tempat membaca.

Mereka mendudukan dirinya bersama di lantai dan mulai membaca buku masing masing, karena seorang yeoja cantik di samping nya Kyu hyun tidak berniat sedikitpun untuk mebaca buku miliknya dan memilih menatap Yoona di samping nya dengan tatapan lembut nya.

” ehm ….. Yoona shi, mau berbagi cerita denganku ? ” ujar Kyuhyun, Yoona langsung menghentikan kegiatan nya yg sedang membaca, dia menengokan kepalanya kearah Kyuhyun menatap mata itu mencari sebuah keyakinan.

” baiklah …. di mulai darimu ” ujar Yoona, Kyuhyun langsung menegakan tubuh nya dan langsung bersiap untuk bercerita.

” Ini hanya sekadar informasi saja, dan kau adalah orang pertama yg mengetahuinya, sebenar nya aku ini adalah salah satu orang yg tak bisa menggunakan sihir, aku hanya bisa melakukan sihir perlindungan saja dan membuat orang berhalusinasi, aku tidak bisa mengendalikan apapun, api, air atau sebagainya aku tidak pernah bisa mengendalikan apapun, hanya bisa membuat orang berhalusinasi, dan itu berpengaruh juga dengan tubuhku, karena tubuhku tidak bisa mengeluarkan banyak energi hingga pada akhirnya akan terpingsan karena kehabisan energi …….” dia terhenti sejenak menarik nafasnya dalam dalam dan menguatkan dirinya untuk melanjutkan ucapanya.

” dan karena sihir itu pula kedua orang tuaku mati, dulu aku sangat nakal dan sulit di atur, aku selalu merasa diriku itu sudah besar dan hebat, hingga aku menggunakan sihir halusinasi ku pada mereka, mereka berhalusinasi tentang kematian mereka, dan buruk nya aku tidak bisa menghentikan nya hingga mereka mati karena ilusi ku ” ujar Kyu hyun pelan, selesai menceritakan dirinya dia tersenyum kecut, karena dirinya pula kedua orang tuanya meninggal karena terkena sihir putranya, dulu dia pernah membuat kedua orang tuanya berhalusinasi tentang kematian mereka dan fatal nya saat itu namja ini tak tahu cara menghentikan sihirnya sendiri hingga kedua orang tuanya mati karena ilusi yg di buat putranya, Kyu hyun terdiam wajah nya terunduk kebawah, sedih mengingat kejadian itu.

Yoona yg tahu dengan perubahan wajah Kyuhyun langsung iba, dia mengerti dengan namja ini, kehilangan kedua orang tua mereka memang hal sangat menyakitkan.

” gwenchana …. ? ” tanya Yoona lembut, Kyuhyun hanya tersenyum kecil dengan masih menundukan kepalanya.

Yoona langsung menghela nafasnya bersiap untuk bercerita, dia memantapkan dirinya tentang cerita menyakitkan nya itu, mungkin akan lebih baik jika dia berbagi kesedihan mereka, fikir Yoona.

” Aku juga seperti mu, bahkan seluruh keluargaku meninggal, mereka di bunuh oleh orang orang egois, bahkan aku melihat kematian mengenaskan Appa dan eomma di hadapanku, saat itu aku tidak bisa melakukan apapun untuk mereka selain terus menangis dan terus menangis, semua nya menghilang dari hidup ku setelah kematian besar itu, aku kehilangan mimpi, keceriaan ku dan semua harapanku, aku hidup dengan semua kebencian dan dendamku pada orang yg telah membunuh seluruh keluargaku, selama ini aku hidup dalam sebuah persembunyian dan pelarian, hidup dengan kegelapan dan perasaan yg tidak tentu ” ujar Yoona menceritakan hidupnya, dia menatap lurus kedepan menerawang masa lalunya yg begitu pilu, sementara namja di samping nya terdiam, matanya menatap Yoona dengan tatapan berbeda dengan sebelumnya, terkejut, penasaran juga sedih adalah perasaan yg di rasakan Kyuhyun ketika melihat Yoona, melihat tatapan letih dan keputus asaan Yoona membuat Kyuhyun iba, dia hendak menanyakan sesuatu pada gadis untuk lebih mengerti.

” Yoona, memang nya siapa yg telah membunuh seluruh keluargamu ? ” tanya Kyuhyun pelan, takut membuat yeoja di samping nya tersinggung, Yoona terhenyak mendengar pertanyaan itu, hatinya bergemuruh tak karuan mengingat mereka, orang orang egois yg sangat jahat, dia merasakan kembali rasa sakitmya mengingat itu, Yoona mengepalkan tanganya pelan tanpa sepengetahuan Kyuhyun, menahan seluruh perasaan sakit nya yg begitu dalam.

Yoona menengokan wajah nya menatap mata Kyuhyun dengan nanar, dahinya mengerut sempurna, apakah dia bisa mengatakan hal yg sebenarnya, bahwa klen namja itulah yg telah membunuh semua miliknya, tatapan itu semakin lama semakin berubah menjadi tatapan yg dingin dan penuh kebencian, melihat wajah namja di samping nya membuatnya teringat kembali akan kepedihanya.

” Apa yg akan kau lakukan pada orang yg telah membunuh semua keluargamu ?, apa yg akan kau lakukan ketika hidup mu terasa begitu mati mengingat semua itu ?, dan jika kau salah satu dari mereka yg telah membunuh keluargaku, akankah kau meminta maaf padaku ?, apa yg akan kau lakukan ketika hidup mu dipenuhi oleh perasaan yg tidak karuan, semua berbagai macam emosi selalu di tahanmu ?, berusaha terus menjadi kuat, dan apakah kau akan memaafkan mereka yg telah membunuh keluargamu ?, dan kau tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa terdiam ketika pembunuh itu kini ada di hadapanmu ? ” rentetan pertanyaan itu terus di lontarkanya, dia mengeluarkan seluruh amarah nya, reaksi apakah yg akan di lakukan oleh namja di depanya itu, Yoona menatap mata Kyuhyun tegas menuntut akan sebuah jawaban.

Melihat tatapan itu membuat Kyuhyun terhenyak, juga ribuan pertanyaan tadi, dia begitu tak tahu apa yg akan di jawab nya. Dia terus terdiam membeku seribu kata mendengar ucapan Yoona, hingga Yoona langsung membuang tatapan nya pada Kyuhyun.

Air mata itu kini telah memenuhi pelupuk matanya kembali ” Aku hanya menginginkan sebuah perdamaian yg nyata, hidup bahagia seperti yg lainya, aku selalu berusaha berbalas dendam tapi aku tak sanggup melakukanya, ketika aku berusaha untuk egois seperti mereka namun tak pernah bisa …… aku berasal dari keln Alexandrite” ujar Yoona, mendengar pernyataan yg menyakitkan gadis itu membuat Kyuhyun tidak enak hati, dia pun terdiam tidak mengeluarkan suaranya dia juga begitu terpukul dengan pengakuan itu, mereka terdiam membiarkan diri mereka hanyut dalam fikiran masing masing.

Hingga tanpa mereka sadari seseorang yg bersembunyi di balik rak buku terfokus mendengar percakapan mereka, bibir namja misterius itu tersenyum licik dan melangkah pergi dengan senyum mengembang karena informasi yg telah di dapatkanya, sudah tidak perlu di duga lagi, memang benar adanya bahwa yeoja asing yg mahir dalam sihir penyembuhan adalah bagian dari klen Alexandrite, prajurit Choi Kiho itu terus tersenyum.

Setelah lama mereka terdiam di ruang tersebut, Yoona pun merasa jengah, dia terbangun dari duduk nya, memunguti beberapa buku milik nya dan kemudian pergi dengan membawa buku juga ranjang kecil di tanganya, yeoja itu melangkah pergi tanpa mengeluarkan sepatah katapun pada Kyu hyun, setelah menceritakan semua kisah hidup nya dia merasa begitu sedih mengingat itu dan membuat nya tidak mau mengatakan apapun.

Yoona terus berjalan pergi meninggalkan perpustakaan tanpa menolehkan kepalanya pada namja itu sedikit sehingga membuat Kyu hyun menjadi bersalaha juga, namja itu sadar seharusnya dia pula tak menanyakan tentang kehidupan keluarga yeoja itu, Kyu hyun menatapa nanar langkah pelan itu.

Hingga sampai keluar perpustakaan Yoona terus terdiam datar, bahakn dia tak membalas sedikit pun sapaan anak anak kecil padanya, sementara di belakang nya Cho Kyu hyun berlari pelan mengejar Yeoja itu untuk meminta maaf, Kyu hyun langsung menghentikan lang kah Yoona dengan menahan tangan kurus yeoja itu.

” tunggu, Yoona-ssi …… ” ucap Kyu hyun, Yoona menghentikan langkah nya, dia membalikan tubuhnya kebelakang menatap Kyuhyun, dia menatap namja itu datar dan dingin, rasanya di ingin sekali marah meluapkan seluruh emosinya pada namja yg berasal dari klen yg telah membunuh seluruh penduduk klen nya.

” aku berasal dari klen Alexandrite, Kyu hyun-ssi ” ucap Yoona lirih memperingatkan namja itu, namun Kyu hyun tak menghiraukanya dan tetap mencengkram lengan itu, menatap mata Yoona lembut, dia tidak memperdulikan hal itu, baginya tidak ada arti apapun asal yeoja itu, dia tersenyum lembut, bahkan dia sadar seharusnya dia lah yg meminta maaf pada yeoja itu, mata Yoona sudah berkaca kaca mengungkapkan hal bodoh itu, dia tidak tahu apa yg telah di perbuat nya tadi, dia begitu lelah dengan hidup nya, dia hanya ingin orang orang menerima nya tanpa pandang dari mana asalnya. Sekuat apapun Yoona untuk membalas rasa sakit nya itu, tapi tetap saja dia tdiak akan sanggup melakukanya, yg dia inginkan saling berdamai tanpa melukai siapapun.

” Maaf kan aku …. ” ucap Kyu hyu pelan, namja itu langsung memeluk tubuh Yoona hangat. Yoona hanya diam dalam peluka itu, menurut nya tidak semua orang klen Phoenix bersikap jahat dan egois.

 

«© Sifany ©»

Beberapa hari Kemudian.

Tiffany Pov.

Entah sudah berpa hari ini aku terus terdiam menyendiri merenungi semua nasibku, aku merasa begitu tak karuan dengan berbagai macam emosi yg ku rasakan, aku tidak tahu apa yg akan ku lakukan untuk mengembalikan kebenaran Alexandrite, apakah aku bisa melakukan hal itu, merebut kembali kebenaran dan keadilan.

Aku terdiam menatap sungai kecil di depanku, air yg mengalir itu membuatku merasa sedikit lebih tenang, setidak nya untuk sejenak aku bisa melepaskan beban yg ku rasakan, ikan ikan yg berenang di sungai itu membuatku menyunggingkan senyum ku dan berfikir hidup berdampingan itu sangat menyenangkan, menerima satu sama lain dan saling berkerja sama seperti yg kulihat di ekosistem sungai kecil di depanku.

Terdengar langkah samar di belakang ku, aku langsung tersadar dan terdiam, memfokuskan diriku akan suara langkah itu, berjaga jaga jika itu seorang musuh, diam diam aku mengeluarkan belatih kecil milik ku dari balik jubah, langkah itu terdengar semakin dekat saja sehingga aku langsung membalikan tubuhku.

Aku membalikan tubuhku dan langsung menghela nafas lega, syukurlah ….. ternyata langkah kaki itu adalah suara langkah kaki Donghae Oppa,  aku menatap datar mata namja itu yg kini melihat ku dengan sendu, sembari menghampiriku namja itu tersenyum lembut, akupun membalas senyum itu, senyum yg membuatku merasa tenang.

” Kau ada disini rupanya ….. ” ujar nya, dia menghentikan langkah nya tepat di hadapanku.

” dari mana kau tahu bahwa aku ada disini ….. ? ” aku bertanya padanya, bukanya di jawab namja itu langsung terkekeh saja.

” aku bisa merasakan nya, aku menyimpan kristal milik mu di tasku, jadi aku bisa merasakan diamana pun kau berada ”

Aku terkekeh pelan ” jadi kau yg mencurinya ….. ” ujar ku, kemudian seperti biasa kami duduk bersama memandang air sungai.

Ku lihat dia merogoh rogoh sesuatu di tas kecil nya, aku mengernyitkan dahiku pelan, sebenar nya apa yg sedang namja itu lakukan, setelah di rasakanya mendapat barang di carinya dia langsung mengeluarkanya, ku lihat Donghae oppa mengeluarkan satu bungkus makanan dan sebuah kalung.

” ini …… ” ujar nya, aku menerima makanan itu, namun pandanganku tak teralihkan pada sebuah kalung cantik di tanganku, aku memperhatikan kalung itu lebih detail, bandul bebentuk Snow Flake berwarna pink yg terbuat dari krystal, aku terdiam sejenak karena senang dan tersenyum senang. Kalung peninggalan kedua orang tuaku dulu yg pernah rusak dan hilang, kalung ini kini terlihat sempurna tidak seperti dulu, dulu bandul Snow Flake miliku telah retak akibat terjatuh saat pembantaian dulu, aku tersenyum nanar melihat kalung ini, teringat semua hidup ku yg berlalu.

” gomawo, Oppa ….. ” ujar ku lembut dan tersenyum senang, aku langsung memakai kalung itu di leherku, Donghae Oppa tersenyum kecil melihat nya.

” aku senang jika kau senang ….. ” ujar nya, aku langsung menghentikan senyum ku dan terdiam, fikiranku tiba tiba teringat pada sesosok namja yg telah memenuhi hari hariku, entah kenapa aku sangat merindukanya, namun ketika aku merindukanya aku pun takut dengan kebencianku pada seluruh klen nya.

Aku menghela nafas pelan, dan menatap kedepan.

” gwenchana ….. ? ” pertanyaan Donghae oppa membuatku tersadar dan tersenyum kecil, namun dia begitu mengenal ku dengan baik hingga dia tahu apa yg aku rasakan saat ini.

” mau berbagi cerita ?, setidak nya itu membuat mu menjadi lebih baik ” ucap nya lagi, dia tersenyum ke arah ku, sejenak aku memandang wajah itu dan mulai bercerita.

” Aku merasa perasaan ku begitu tidak karuan, aku selalu berhati hati dengan api, tapi kali ini api itu tidak begitu membahayakan bahkan api itu terus menyala dengan terang di hatiku yg begitu gelap dan dingin, hingga api itu merubah nya menjadi hangat ” ucap ku sembari mengingat sosok itu.

” Fany-ah  ……… aku tidak ingin melukai mu, aku selalu berusaha untuk melindungi mu dan semua klen Alexandrite, aku mencintaimu …. ” ujar Dong hae Oppa, aku terdiam membeku, apakah dia mengatakanya dengan sungguh sungguh, aku menatap mata itu mencari sebuah kepastian, dan aku mendapatakan nya tatapan yg selalu meyakinkanku, tatapan yg selalu membuat ku merasa aman dan nyaman, tapi bisakah aku melupakan seseorang yg telah membuat ku sadar akan semuanya, orang yg telah menyalakan sedikit cahaya terang di hatiku, aku sadar akan cinta Dong hae Oppa padaku, tapi aku tidak pernah bisa mebalas nya dan sampai kapanpun itu, aku hanya bisa menganggap nya sebagai seorang teman yg sangat berharga bagiku melebihi apapun.

” maafkan aku ………… ” ucap ku lirih dan menundukan kepalaku, Dong hae Oppa terdiam mendengar hal itu, aku bisa mengerti perasaanya, namun aku juga bingung dengan perasaan ku sendiri, sampai saat ini aku belum bisa menerima siapapun untuk disisiku, aku sungguh merasa bersalah.

” Aku tidak bisa ……….. ” ucap ku lagi sebelum aku melanjutkan perkataan ku lagi Dong hae oppa langsung memotong ucapanku.

” kalau begitu aku akan menunggu, kapan pun itu, aku akan selalu melebarkan tanganku untuk mu Fany-ah ….. ” ucap nya, dia mendongakan kepalaku dengan tanganya dan tersenyum lembut, aku tahu saat ini dia sedang menahan perasaan nya dan berpura pura tegar.

” Kau tahu, masih begitu banyak waktu untuk ini, kalau begitu mari kita menjadi teman untuk sementara sampai kau benar benar bisa menerimaku, saling memahami dan melengkapi, tetap lah disisiku apapun itu …… ” ujar nya lembut.

Kami saling terdiam kembali, hening dan hanyut dalam fikiran masing masing.

” Oppa, apa kita akan tetap melakukanya ?, apa kita akan tetap memberontak pemimpin Magistar ? ” tanya ku mengalihkan pembicaraan, seketika Dong hae Oppa langsung menengokan kepalanya menatap ku, dia terus menatap ku heran hingga dia membalikan tatapan nya kembali menatap ke depan.

” kita akan tetap melakukanya ….. ”

” tapi …… apa kah ada cara lain selain pemberontakan ini, kita bisa bicara baik baik pada mereka ” ujar ku pelan dan meyakinkan nya.

” Apa kau telah berubah, apa kau sudah jatuh cinta pada namja itu, Ingatlah Fany-ah semua keluarga kita di bunuh tanpa alasan yg benar, bahkan mereka membantai kita setelah kita membicarakan hal itu baik baik dengan mereka ….. ” ujar nya sedikit marah, aku menatap nya tak percaya, tidak ku sangka Dong hae oppa begitu marah saat ini padaku, aku menundukan kepalaku merasa bersalah, Iya benar, mereka begitu egois, dan rasa sakit itu tidak akan pernah ku lupakan, tapi ada satu hal yg membuatku tak sanggup melakukanya, aku takut membuat sebuah tangis dan rasa sakit pada orang orang yg tak bersalah terutama anak anak, mereka begitu suci dan tak berdosa.

Dong hae Oppa terbangun dari duduk nya, aku mendongakan kepalaku melihat nya yg kini posisi nya lebih tinggi dariku, dia menatap ku sebelum melangkah pergi.

” Aku akan memperlajari sihir untuk mengendalikan Diamond itu ” ujar nya dan melangkah pergi, aku membelalakan mataku tak percaya, apa namja itu yg benar benar akan melakukanya, tidak ….. aku begitu bodoh seharusnya aku tidak mengatakan hal itu sebelum nya, sungguh aku kahawatir akan hal ini, apa yg harus ku lakukan ?, saat ini aku begitu bingung dengan perasaan ku, kini aku sedikit goyah dengan semua tujuan ku.

 

«© Sifany ©»

Seorang yeoja membeku di tempat nya, tanganya menutup rapat rapat mulut nya sendiri, dia begitu terkejut dan tidak percaya.

Jessica membeku di belakang pintu besar ruang tahta istana, di terus menyembunyikan dirinya di balik pintu, jantung nya berdegup tak karuan mendengar berita buruk ini, apakah dia akan percaya dengan semua ini.

Terdengar dari ruangan tersebut beberapa prajurit Choi Kiho saling berbaris rapih untuk melaporkan tugas mereka.

” Yang Mulia, informasi itu benar adanya, saat ini tiga orang asing yg berada di daerah ini berasal dari klen Alexandrite, aku yakin betul setelah melihat kekuatan mereka, bahkan aku melihat wanita itu melakukan kekuatan Cryokinetik milik nya …… yeoja itu bernama Tiffany Hwang ” ujar parajurit yg telah mencari informasi tentang Tiffany.

” Nde, kami juga menemukan beberapa informasi, aku mendengar yeoja yg Bernama Im Yoona menceritakan masa lampau nya saat pembantaian dulu pada salah satu pemuda di istana ini, yeoja itu menceritakan semua kisah hidup nya pada penjaga perpustakaan Cho Kyuhyun …. ” ujar prajurit lainya, Choi Kiho menggeram kesal di kursi tahtanya, matanya menatap tajam di depan nya.

” Cari tahu persembunyian mereka dan tangkap mereka ……. ” pinta Choi Kiho, parjurit itu pun mengangguk paham dan langsung pergi.

Dari balik pintunya Jessica terus membeku di tempat nya tidak percaya, jadi semua dugaan nya selama ini benar, Tiffany dan namja yg di cintainya berasal dari klen alexandrite, dia terus terdiam di balik pintu besar itu.

 

«© Sifany ©»

Keesokan harinya.

Jessica melangkah riang menuju suatu tempat dimana sosok yg di sukainya sering mengunjungi tempat tersebut, sambil sesekali dia bersenandung riang melantunkan sebuah lagu, ditanganya terdapat sebuah kotak yang di yakini sebuah kotak makan siang.

Dia tahu perasaan nya pada Dong hae tak dapat dimengerti, dia mengenal Donghae seperti halnya Siwon dulu pada Tiffany, setiap hari dia menaruh semua harapanya untuk bisa bersanding bersama Donghae, memang perasaanya begitu cepat dan terkesan memaksa, tapi dia juga tak dapat melakukan apapun untuk melakukanya, setiap hari bersembunyi mengagumi pria itu dan menaruh harapan. Bahkan setelah dirinya tahu bahwa namja itu berasal dari Klen Alexandrite dia tidak memperdulikan hal itu, di telah di butakan oleh perasaanya sendiri, dan Jessica pun tidak mempermasalahkan hal itu.

Senyum Jessica langsung mengembang ketika melihat Donghae yg sedang terduduk seorang diri di sebuah bangku di bawah pohon di dekat danau, Jessica kembali memeriksa penampilan dirinya dan merapihkan rambutnya yg sedikit berantakan kemudian melangkah cepat menghampiri Donghae.

” ehm …. permisi ” ucap Jessica anggun, Donghae menghela nafas pelan dan memejamkan matanya, dia tahu suara siapa ini, kemudian Donghae langsung menoleh malas kearah Jessica.

” untuk apa kau kemari? ” ucap Donghae dingin.

Jessica tetap tersenyum dan mendudukan dirinya dibangku membuat Donghae kesal dan berdiri melangkah hendak pergi, namun Jessica langsung menghentikanya.

Donghae terdiam berdiri membelakangi Jessica yg sedang menatapnya kecewa.

” apa kau tidak menyukai ku?, kenapa kau selalu bersikap dingin padaku ” tanya Jessica sedih, Donghae membalikan tubuhnya dan menatap Jessica datar dan dingin

” aku tidak pernah menyukaimu sedikitpun, jangan pernah menggangguku, aku tidak menyukai semua wanita seperti mu, itu hanya akan merepotkanku saja, lagi pula aku sudah lama mencintai seseorang dan itu bukan kau tentunya ” ucap Donghae, Jessica terdiam, dia tak dapat melakukan apapun selain berpura pura tegar mendengar ucapan Donghae, apakah pria itu sungguh sungguh dengan ucapanya.

” siapa wanita yg kau cintai itu ? ” tanya Jessica pelan.

” mungkin kau akan terkejut mendengarnya, tapi memang seperti inilah kenyataanya. …. ” ucap Donghae berhenti sejenak, dan menatap Jessica tegas yg tengah menatapnya sedih ” wanita yg kucintai adalah Tiffany Hwang, dia merupakan kekasih dari kakak sepupumu itu ” ucap Donghae, Jessica membelalakan matanya terkejut.

” tidak mungkin, Tiffany dan Siwon oppa saling mencintai ”

” sudahlah, berbicara seperti ini tidak ada gunanya ” ucap Donghae melangkah pergi Jessica pun ikut mengejar Donghae, mempercepat langkahnya sembari mensejajarkan dirinya dengan langkah pria di samping nya yg tak sedikitpun berniat untuk meladeni nya.

” tunggu …… aku mencintaimu Lee Donghae ” ucap Jessica namun Donghae terus melangkah pergi tak memperdulikan ucapan Jessica.

” Choi Kiho …. pemimpin Magistar akan melakukan sesuatu pada klen mu, Alexandrite dalam bahaya ” ujar Jessica sedikit keras, Dong hae langsung menghentikan langkah nya membalikan tubuhnya menghadapa Jessica, menatap yeoja itu terkejut dan juga marah, bagaimana bisa yeoja itu mengetahui identitas nya.

Dia langsung melangkah dengan begitu cepat, setelah nya menghadap wanita itu tanpa rasa belas kasih sedikitpun dia langsung mencengkram baju Jessica erat membuat yeoja itu sedikit ketakutan melaihat nya

” Apa maksudmu …. apa yg kau ketauhi dari kami ”  ucap Dong hae sengit, Jessica berusaha melepas cengkraman erat itu dengan tanganya tapi percuma tenaga Dong hae lebih besar darinya, dia sedikit terbatuk dengan cengkaraman di bajunya.

” Aku tidak tahu apapun tentang kalian, bahkan aku mengetahui kau berasal dari klen Alexandrite dari prajurit istana ….. ” ujar Jessica terbata, dengan kasar Dong hae melepas cengkraman tanganya dan melangkah pergi, sekarang perasaanya begitu tak karuan, tiba tiba di mengkhawatirkan semua orang yg ada di rumah persembunyian, tanpa memperdulikan Jessica sedikitpun dia terus melangkah pergi.

Jessica terdiam lemas menatap sedih langkah Donghae, hatinya kini terasa begitu sesak, melihat perlakuan namja itu padanya tadi sangat begitu keterlaluan, tapi dia juga menyadari akan kesalahanya sendiri.

 

«© Sifany ©»

Jessica terdiam di tempatnya menatap sedih taman istana di depanya, dia duduk di bangku dengan menyilangkan kedua kakinya, saat ini dia sedang di landa dengan perasaan sedih juga sakit, dia sadar akan kesalahanya, namun saat ini yg masih membuat dirinya terus resah adalah masalah identitas Tiffany dan Dong hae, setelah mengetahui semua itu, membuatnya terus berfikir dan merenung. Apalagi setelah namja itu bilang tidak menyukainya dan menolak nya membuatnya semakin tak karuan.

” Apa aku salah ?, aku memang salah ….. tapi bisakah kami saling berbagi kasih yg sama ….. kenapa semua nya seperti ini ” batin nya.

” Apa yg sedang kau lakukan ? ” suara bass itu membuat Jessica langsung tersadar, dia menengokan kepalanya ke arah Siwon yg berjalan menghampirinya, dia tersenyum kecil melihat Siwon, sejenak dia kembali terfikirkan tentang hal yg tidak di ketahui oleh pria itu, apakah Siwon sudah tahu tentang Tiffany sebenarnya, namun Jessica langsung menepis nya, dia tidak mau membuat hubungan Siwon dan Tiffany hancur, biarlah Siwon mengetahuinya sendiri dengan berjalanya waktu.

” Aniya, Oppa ” ucap nya lemas, Siwon mendudukan dirinya di bangku tepat di samping Jessica mengikuti arah pandang yeoja itu yg sedang menatap hamparan rumput kecil di depanya.

” Oppa, apa yg akan kau lakukan pada Tiffany-ssi ? ” tnaya Jessica, Siwon mengernyitkan dahinya pelan, melakukan apa ?, dia tidak mengerti dengan ucapan adik sepupunya itu.

” apa maksudmu ? ”

” Apa kau tidak tahu sedikitpun tentang kekasih mu ? ” tanya Jessica heran, Siwon terkekeh pelan mendengar nya, Tiffany bukanlah seorang yeoja yg mudah mengungkap kan sesuatu begitu saja, bahkan terkesan acuh.

” entahlah, yg ku tahu, dia hidup seorang diri tanpa keluarga, dia sangat begitu takut dengan api dan dia sebenar nya gadis yg baik …. ” jawab Siwon pelan, Jessica tersenyum mecoba untuk mengerti.

Mereka pun hanya terdiam merenung masalah mereka sendiri, sedari tadi identitas sebenar nya dari Tiffany dan Dong hae terus mengiang di kepalanya, apalagi dengan remcana jahat yg di lakukan oleh paman nya, hal itu lah yg terus di fikirlan oleh hingga dia berfikir apa yg telah terjadi sebenar nya, dia tahu klen Phoenix dan klen Alexamdrite saling membenci satu sama lain, namun yg masih di fikirkanya saat ini kenapa Choi Kiho ingin menengkap mereka, hingga membuat Jessica terus penasaran.

Karena terus terdiam dalam fikiran mereka masing masing, akhirnya Siwon terbangun dari duduk nya, entah kenapa tiba tiba saja dia sangat merindukan sosok yeoja itu, dia juga tidak melihat yeoja itu akhir akhir ini setelah Jessica meminta maaf pada gadis itu , tanpa sepatah katapun dia melangkah meninggalakan Jessica yg terdiam, Jessica yg sadar dengan kepergian Siwon hanya bisa diam menatap nanar langkah itu dan menghela nafas nya pelan.

«© Sifany ©»

Seorang namja berlari terburu buru, nafasnya tersengal sengal, peluhnya bercucuran dan wajahnya begitu jelas melukiskan sebuah ketakutan juga kekhawatiran, namja itu terus berlari menghindar dari musuh yg mengejarnya, namun tanpa di ketahuinya musuh nya yang lain kini sudah menghadang nya di depan.

Jung soo langsung saja menghentikan langkah nya, mata itu terus melirik kesana kemari memperhatikan musuh musuh di sekelilingnya, dia berusaha meprediksi apa tindakan yg akan di lakukan oleh musuhnya.

Salah satu musuh tersebut bergerak pelan memberikan aba aba kepada teman nya yg lain yg tak lain adalah salah satu keturunan klen Alexandrite yg merupakan pasukan keamanan dari kerajaan Klen Alexandrite.

Jung Soo yg tahu apa yg akan di lakukan oleh musih nya langsung mengeluarkan sihirnya, dia langsung saja melakukan teleportasinya untuk melarikan diri namun sayang musuh lebih cepat dari perkiraan Jung soo.

Dia mematung tak dapat melakukan perlakuan apapun, tubuhnya terasa begitu kaku dan lemas untuk melakukan apapun, bahkan dia tidak bisa menggunakan sihirnya sama sekali, namja itu merasakan seperti di ikat oleh rantai yg begitu kuat.

” apa yg akan kau lakukan ? ” tanya Jung soo.

” kau adalah salah satu dari klen alexandrite bukan?, kau akan kami bawa ke suatu tempat ”

Jung soo hanya terdiam tak dapat melakukan apapun, namun diam diam dia menggerakan jarinya tanpa di ketahui oleh musuh, Dia pun langsung meninggalkan pesan pada seekor burung kecil yg ada di hutan tersebut.

Kemudian tanpa basa basi salah satu musuh tersebut langsung menggunakan sihirnya untuk membuat Jung soo tak sadarkan diri dan meninggalkan tempat tersebut

*

Di tempat lain Taeyeon menunggu dengan resah suaminya yang belum pulang setelah dua hari ini, Taeyeon semakin di pusingkan oleh suara tangisan bayinya, yeoja itu langsung saja menggendong jungyeon dan menenangkan putra kecil nya itu, Jungyeon terus saja menangis kencang sehingga membuat Teyeon semakin khawatir.

” oek…… oekk …… ”

” tenanglah sayang ….. cup cup cup ….. ” Taeyeon berusaha menenangkan putranya

 

«© Sifany ©»

Benerapa jam kemudian, di kediaman persembunyian klen alexandrite yang tersisa

Tae yeon menangis dalam diam, bahkan yeoja ini tidak sanggup untuk menangis lagi, rasanya semua penderitaan yang dirasakanya selama ini sudah sering membuat yeoja itu menangis.

Donghae menggeram kesal, tanganya kini mengepal sangat kuat sehingga pisau yg ada ditanganya kini sudah melukai tanganya karena kepalan tanganya, bahkan luka di tanganya tak terasa sedikitpun karena saat ini dia sudah merasakan rasa yang sangat sakit di hatinya, bahkan dia sudah tidak sanggup untuk membiarkan rasa sakit itu.

Setelah mendengar pernyataan Jessica tadi dia langsung saja pergi kemari, dan benar saja kini  sebagian keluarga mereka telah pergi entah kemana bahkan tanpa kabar dan alasan yg begitu jelas, dia menggeram dalam hati.

” Jungsoo oppa mengirim pesan lewat seekor burung, dia bilang dia menyuruh kita untuk pergi dan bersembunyi, dia tidak mengatakan apapun yg terjadi padanya, hanya itu yang di pesankanya, aku …. sangat mengkhawatirkanya ” ucap Tae yeon serak, bahkan suara itu terdengar begitu pilu dan menyesakan, Tae yeon terisak kecil, air mata dan perasaan yang berkecamuk di hatinya sudah tak sanggup dia tahan, dia menangis dalam diam sambil menatap putra kecil nya yg sedang tertidur di gendonganya.

Donghae membalikan tubuhnya dan menatap sedih yeoja di depanya, teman sekaligus seseorang yg sudah dia anggap keluarganya sejak saat itu, Donghae menahan semua amarahnya, cukup sudah semua derita yang di alami oleh semua klen Alexandrite.

” tenanglah Tae yeon-ah, aku akan mencari tahu apa yg terjadi padanya, aku yakin dia baik baik saja, tetap lakukan apa yang dipesankan oleh jungsoo hyung ” Ucap Donghae menenangkan Teyeon, Teyeon mendongkan kepalanya dan menghapus airmatanya kemudian menatap mata Donghae .

” aku mempercayakan semua ini padamu, masa depan Alexandrite, nama baik, pengorbanan dan semua harapan klen Alexandrite. Saat ini hanya kau namja yang tersisa di klen Alexandrite, perdamaian dan semua kebenaran, kami semua berlindung padamu Lee Donghae ” ucap Teyeon, Donghae terdiam.

Donghae langsung saja membalikan tubuhnya dan mengambil beberapa senjata miliknya, kemudian dia melangkah pelan keluar dari tempat tinggal tersebut.

Donghae menghentikan langkahnya sebelum keluar dari pintu, dia memejamkan matanya mengingat semua pengorbanan dan penderitaan seluruh klen Alexandrite, kali ini dia tidak bisa lagi memaafkan mereka yang membuat penderitaan ini

«© Sifany ©»

Siwon langsung tersenyum manis menghampiri Tiffany yg sedang merenung di pinggir sungai kecil, dia tahu yeoja itu ada di sini dari burung phoenix peliharaan milik nya, dia menggunakan burung kesayanganya itu untuk mencari Tiffany.

” apa yang sedang kau fikirkan ? ” tanya Siwon, Tiffany langsung tersadar dari lamunanya dan membalikan tubuhnya.

Siwon langsung mendudukan tubuhnya di samping Tiffany dan menatap sungai di depanya. Cukup lama mereka terdiam, sampai pada akhirnya Siwon membuka mulutnya mengatakan sesuatu untuk memecahkan keheningan tersebut.

” Fany-ah ……. apa kau menyukai ku ? ” tanya Siwon, Tiffany terdiam tak dapat menjawab apapun, lagi lagi namja iti menanyakan hal itu, membuat Tiffany bingung saja untuk menjawab nya, tapi sekeras apapun Siwon mengatakan perasaanya pada nya jawaban Tiffany tetap sama, dia masih belum bisa menerima namja itu seutuh nya.

Siwon terkekeh kecil melihat Tiffany menjadi sangat diam tak mengatakan apapun. ” hehehe ……. aku tahu ini sulit untuk mu, seperti yang pernah ku katakan, aku akan tetap menunggu jawaban tersebut ” ucap Siwon, Tiffany menatap Siwon lembut.

” maafkan aku siwon-si ” Ucap Tiffany, Siwon tersenyum kecil.

” apa kau mau ikut denganku ke suatu tempat ? ”

” aniya …… aku lebih menyukai tempat ini ” ucap Tiffany, kemudian dia langsung mengalihkan pandanganya dan menatap hamparan bunga bunga di depanya.

Mata Tiffany menutup pelan menikmati setiap hembusan angin yang menerpanya, yeoja ini kini sedang berusaha menahan semua perasaan yg bercampur aduk di hatinya.

Suasana sunyi kembali terjadi di antara dua insan tersebut, Tiffany lebih memilih diam dan menikmati keindahan alam ini, sedangkan Siwon, dia pun memilih untuk diam membiarkan Tiffany melakukan apa yg ingin di lakukanya, namja ini hanya diam menatap lembut Tiffany.

” Siwon-si ……… ” panggil Tiffany pelan masih dengan menutup matanya.

” ne …… apa yang ingin kau katakan ? ”

” maafkan aku ” ucap Tiffany, kemudian dia menarik nafasnya berat dan membuka matanya.

Siwon mengernyitkan dahinya tak mengerti ” untuk apa kau meminta maaf ? ”

” untuk semuanya ”

Siwon terkekeh kecil, menurutnya Tiffany sangat membingungkan ” lupakanlah Fany-ah …… kajja kita pergi, sebentar lagi matahari akan tenggelam ” ucap Siwon dan melangkah pergi.

Tiffany diam hanya menatap miris langkah Siwon, dia tidak tahu apa yg harus di lakukanya untuk membalas sikap baik Siwon, Tiffany bingung apa yang harus dilakukanya, bahkan sampai saat ini dia masih menutup hatinya untuk siapapun.

Dia menghela nafas berat kembali, seperti ada yang menguak dalam hatinya, rasanya terlalu sesak dan sakit ketika dia membuka sedikit celah di hatinya untuk seseorang yang dibencinya.

 

«© Sifany ©»

Yoona mencoba berulang kali mempelajari sihirnya untuk mengembalikan sel sel yang telah rusak, peluh nya sedikit bercucuran di wajah cantiknya.

” aku harus bisa melakukanya ” ucapnya

Yoona pun kembali melakukan sihirnya kembali, dia terus mencoba sehingga pada akhirnya luka akibat busur panah pada kelinci tersebut kembali membaik dan tersembuhkan, kemudian kelinci itu langsung terbangun dan kini berlari dari tempat tersebut.

Yoona tersenyum senang karena dia sudah bisa melakukan sihirnya dengan baik.

Tak jauh dari tempat nya Kyu hyun diam diam memperhatikan Yoona, dia menyandarkan tubuh nya di tembok, dia sudah datang ke tempat ini sebelum nya dan mengikuti gadis itu.

” kau sangat hebat, Yoona-si ” puji Kyuhyun yang ada di belakang Yoona, Yoona terkejut dan langsung membalikan tubuhnya menatap namja itu.

” sejak kapan kau …… ”

” sedari tadi, saat kau latihan mempelajari sihir itu sebenarnya aku ada di belakangmu tapi aku menyembunyikan diriku agar tidak mengganggu latihan mu ” ucap Kyuhyun memotong ucapan Yoona, Yoona terdiam menundukan kepalanya karena malu.

” pipimu memerah Yoona-si ” ejek Kyuhyun, Yoona semakin menunduk tersipu malu dan salah tingkah.

” hentikan leluconmu itu, Kyuhyun-si ” ucap Yoona pelan.

Kyuhyun langsung saja mendekati Yoona, sedangkan Yoona yeoja itu kini semakin gugup dan tidak bisa melakukan apapun selain menatap mata Kyuhyun.

” kita sudah saling mengenal meskipun tidak begitu lama, tapi ……. ” ucap Kyuhyun

Namja ini semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Yoona, Yoona semakin gugup, dan semakin berjalanya waktu kini wajah mereka saling menempel dan cup……

Yoona membelalakan matanya terkejut, dia terdiam mematung dengan perlakuan Kyuhyun yang baru saja di lakukanya.

” aku menyukaimu ” ucap Kyuhyun, Yoona langsung tersadar dan menatap mata Kyuhyun mencari kebenaran atas perlakuan dan ucapan tersebut pada tatapan namja itu.

Kyuhyun tersenyum lembut dan langsung mendekap tubuh Yoona.

Yoona hanya terdiam menuruti semua perlakuan Kyuhyun, saat ini Yoona sangat terkejut, perasaan itu kembali lagi, perasaan akan kasih sayang dan cinta.

Yoona memegang dadanya, bahkan saat ini dia merasakan degupan jantungnya yang tak beraturan,  perasaan apa ini?, apakah perasaan yang dulu menghilang kini kemvali lagi?, namun hati tidak dapat di pungkiri bahwa yeoja ini telah jatuh cinta, dan dia baru menyadarinya sekarang.

 

«© Sifany ©»

Tiffany berjalan pelan menelusuri semua ruangan bawah tanah kerajaan klen Phoenix, entah apa yang membuat gadis itu melakukanya, tanpa alasan dan keinginan tertentu hati Tiffany seperti memaksanya untuk menelusuri tempat penjara para tahanan.

Tiffany berjalan pelan menuruni anak tangga, matanya menyipit dan semakin di buat penasaran ketika melihat sesosok namja yang sangat tak asing baginya, Tiffany terus melangkah menghampiri penjaraan yang ada di depanya beberapa meter, tempat itu begitu sepi hanya suara sepatu Tiffany yang terdengar di tempat tersebut.

Jung soo langsung saja mendongakan kepalanya ketika mendengar langkah kecil seseorang di tempat tersebut, dia terkejut ketika melihat Tiffany yang kini sama terkejutnya denganya.

Tiffany terkejut dan langsung menghampiri penjaraan tersebut. ” JungSoo oppa, kenapa kau ada di sini ? ” tanya Tiffany khawatir, namja itu hanya diam lemas.

Tiffany langsung memegang besi penjaraan tersebut, namun baru saja dia memegangnya di langsung terjungkal pelan.

” jangan mendekati dan menyentuh besi ini Fany-ah, tempat ini di penuhi oleh pertahanan sihir yang sangat kuat dan berbahaya, saat ini aku tidak bisa melakukan sihir apapun karena semua akan sia sia, penjara ini akan menyerap semua energimu ”

” di mana Tae yeon eonni dan Jung yeon ?, apa mereka baik baik saja ? ” tanya Tiffany, Jung sok kembali bersedih mengingat istri dan anaknya.

” entahlah, aku sudah mengirim pesan padanya untuk melarikan diri dan bersembunyi, sebaiknya kau juga pergi dan sembunyi Fany-ah, lindungi dirimu dan juga Istri dan anaku, saat ini klen Phoenix sudah mengetahui keberadaan kita, mereka merencanakan akan menghabiskan semua klen Alexandrite yang tersisa untuk menghilangkan sejarah yang sesungguhnya, saat ini klen Alexandrite yang tersisa hanya ada beberapa orang, kita harus tetap menyelamatkan diri ”

” apa maksudmu untuk melarikan diri?, aku tidak akan berlari dan bersembunyi lagi, oppa. Biarkan mereka semua tahu siapa yang salah dalam peperangan 20 tahun yang lalu, klen Phoenix memanglah seorang pembunuh, mereka menghabiskan seluruh klen kita tanpa alasan yang benar, hanya karena tahta mereka melakukan pembantaian pada kita, bahkan klen kita sudah disalahkan dan dijadikan alasan terjadinya peperangan saat itu, klen Alexandrite tidak pernah bersalah, tetua Choi Sonju membunuh tetua kita Park jae yun yang akan dinobatkan menjadi raja saat itu, karena dia takut akan kesalahanya sendiri dia menyuruh seluruh pengikutnya untuk membunuh semua orang dari klen Alexandrite yang tidak bersalah, dan sekarang mereka menganggap klen Alexandrite pantas mendapatkan semua itu agar perdamaian berdiri di Negeri ini ” ucap Tiffany emosi.

” tidak ada gunanya kita melakulan pemberontakan untuk mengembalikan nama baik klen Alexandrite dan keadilan Negeri ini, jumlah kita hanya sedikit untuk melawan mereka yang sangat banyak, pergilah selamatkan istri dan anaku, maafkan aku karena tidak bisa mengembalikan nama baik klen Alexandrite dan melindungi klen kita. kau, Yoona, Donghae, Tae yeon juga Jungyeon putraku harus tetap hidup, lupakanlah semua nya ”

” ani …….bagaimana bisa kau menyuruhku untuk melupakan semua rasa sakit yang selama ini kurasakan, karena mereka aku kehilangan semua kasih dan cinta, kehilangan mimpi dan juga kebahagiaanku, setiap malam aku menangis merasakan kesakitan, mengingat seperti apa hancurnya klen Alexandrite, bahkan aku melihat sendiri dengan mata kepalaku mereka membunuh appa, eomma, halmonie dan harabouji tepat di depan mataku, mereka membunuh semua orang tanpa rasa bersalah sedikitpun, dia yang telah membunuh harabouji kita Park Jae yun, oppa ” ucap Tiffany serak, Lee teuk hanya terdiam, kini dia juga merasakan hal yang sama dengan Tiffany.

” apa kau lupa dengan pesan harabouji, bukankah dia menyuruh kita untuk menjadi orang yang selalu menegakan keadilan, apa kau akan melupakan jasanya dalam menegakan keadilan di Negeri ini, dia mati karena keegoisan temanya Choi Sonju ”

” Fany-ah ……….. ”

” sejak kecil aku selalu berlindung padamu, aku selalu percaya bahwa kau akan selalu melindungiku, tapi sekarang kau seperti ini dan bahkan kau menyerah, lalu siapa yang akan melindungiku, siapa yang akan memberikanku semangat untuk menghadapi semua ini ” ucap Tiffany serak, air matanya bahakan sudah menumpuk di pelupuk matanya, mencoba menahan semua amarah nya yg saat in sudah begitu membuncah.

” Fany-ah ……………. ”

” aku akan melakukan seperti yang dikatakan olehmu juga harabouji, aku akan membawa Tae yeon eonni pergi dan melindunginya, tapi kau harsu berjanji kau juga harus keluar dari sini dan melindungiku lagi ” ucap Tiffany, dia tidak membiarkan namja di depanya itu untuk berbicara sedikit pun dan membatantah nya, kemudian dia langsung mengusap air matanya kasar dan melangkah pergi.

Jung soo hanya menatap sendu kepergian Tiffany, namun tanpa disengaja matanya menangkap kaki yang sedang berdiri di balik tembok, dia juga mengenal jubah yang dikenakan oleh orang itu.

” aku tahu kau sudah mendengar pembicaraan kami …… Choi Siwon ” ucap Jung Soo, dia sudah tahu tentang namja iti dari Tiffany.

Siwon terkejut, namja itu tetap diam berdiri, saat ini dia masih belum bisa menerima kenyataan yang baru saja didengarnya.

” kau sudah tahu bahwa Tiffany bukan berasal dari klen Endelweis melainkan dia berasal dari klen Alexandrite, musuh terbesar dirimu juga semua orang dari klen Phoenix ” ucap Lee teuk

Siwon memunculkan dirinya perlahan dan menghampiri Lee teuk.

” apa kau akan menangkap Tiffany dan membunuh semua klen Alexandrite yang tidak bersalah ? ” tanya Lee teuk, Siwon tetap terdiam tidak menjawab, rasanya sulit bagi Siwon untuk mengatakan apapun saat ini.

” katakan padaku bahwa pembicaraan kalian tidaklah benar, Tiffany bukan berasal dari klen Alexandrite bukan ? ”

” seperti yang kau dengar tadi, semua itu benar. Selama ini kami hidup dalam penderitaan, hari demi hari kami lalui dengan penghinaan dan perlakuan yang sangat kasar, kami berusaha menafkahi diri kami sendiri, sejak pembantaian itu, anak anak kecil yang selamat dari pembantaian itu hidup bersama sama saling melindungi dan saling memahami, bahkan sejak saat itu pula kami menutup hati kami akan belas kasih orang lain, kami tumbuh dengan kebencian dan dendam, bahkan adik sepupuku Tiffany harus terbawa dalam masalah ini, dulu dia adalah gadis yang sangat baik, ceria dan menyayangi semua orang dengan tulus dari dalam hati, tapi setelah pembantaian itu, keceriaan dan sikap emasnya menghilang bersama semua impianya, setiap hari dia menangis dan bersikap dingin pada semua orang yg bukan berasal dari klen kami, dalam hatinya dia ingin sekali bersikap baik dan melindungi semua orang tapi kematian semua klen Alexandrite selalu terbayang olehnya, dialah yang paling menderita dibanding yang lainya ” ucap Lee teuk.

Siwon membeku di tempat, tak ada yang dapat dikatakanya, selama ini wanita yang dicintainya begitu menderita, sedangkan dirinya hidup dengan bahagia di atas penderitaan yang lain.

” siapa namamu ? ”

” namaku Park JungSoo, cucu dari Park Jae Yun, juga kakak sepupu dari Tiffany ”

” maafkan aku, aku ingin meminta restumu, aku akan melamar Tiffany untuk menjadi istriku, mungkin dengan seperti ini aku bisa melindunginya ” ucap Siwon

Lee teuk tersenyum kecut.

” kau bilang akan menikahinya, kau memang pria bodoh seperti yang dikatakan Tiffany, kau fikir semua orang orang mu akan menerima semua itu, dan berfikir bahwa Tiffany akan menerimamu?, kau memang sangat bodoh dan tidak berguna, kau tidak pernah memikirkan tindakanmu secara matang ”

Siwon terdiam.

” sejak saat itu dia tidak pernah membuka sedikit celah di hatinya untuk orang orang yang telah menyakitinya, kau fikir dia mencintaimu, dia tidak pernah sedikitpun mencintaimu, selama ini dia hanya memanfaatkanmu untuk mendapatkan informasi tentang kelemahan klen mu ”

” kau salah, aku bisa merasakan kehangatan Tiffany, aku mencintainya, bahkan sampai saat ini aku masih mencintainya, sejak awal aku memang merasakan keganjalan pada diri Tiffany, namun tanpa alasan yang ku tahu, aku mencintainya ” ucap Siwon, Lee teuk terdiam membeku, jadi Siwon sangat tulus mencintai Tiffany.

” jadi kau benar benar mencintainya?, katakan padaku apa aku benar benar mencintainya dengan tulus ? ”

” entahlah ……. rasanya perasaanku pada Tiffany sangat sulit dijelaskan oleh kata kata, tapi aku merasa bahwa aku sangat menyukainya ”

Lee teuk tersenyum kecil.

” aku mempercayakan mu untuk melindungi Tiffany, bagiku hanya dia satu satunya adik yang sangat berharga ” ucap Lee teuk.

Siwon tersenyum kecil dan meninggalkan tempat tersebut.

Di tempat itu pun Jessica sama terdiam, memang tempat nya berdiri sedikit jauh dari sel besi itu, tapi indra oendwngar milik nya yg begitu tajam membuat nay mengetahui hal yg sebenar nya, rahasia yg selalu mengiang dan selalu mengusik dirinya telah terungkap sudah, dia hanay berdiri tersiam membeku, bagai di siram air yg begitu dingin dia hanya bisa terdiam di tempat nya.

 

To Be Continued ………

 

Hehehehe Mian kalo kurang greget …. Author bingung harus kaya gimana, meskipun author sampe nangis bikinya ( hehehehehe Author lebay …PLAK ) tapi feel yg di dapet oleh readers kan berbeda beda, makasih dah baca and dont foget for RCL ….. Gomawoyo.

Dan ini akan jadi chapter, author bingung penyelesaian permasalahan nya harus gimana, juga haesica dan sebagainya author masih kepikiran buat alur selanjutnya……

Terimakasih ……

57 thoughts on “(AF) Different Part 2

  1. berharap cinta mereka bisa mempersatukan klan mereka yg beemusuhan…tapi tetep aja deh perbuatan keluarga siwon susah untuk dimaafkan huhu.,ditungu kelanjutannya thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s