(AF) Unbreakable Part 5

(AF) Unbreakable Part 5

Unbreakable

 poster

Author: @bugsy_hrh79 https://twitter.com/bugsy_hrh79

Genre: Romance, Marriage Life, Sad

Rating: G

Cast:

Tiffany Hwang – Choi Siwon

Stella Kim

Kim Taeyeon

Jessica Jung

Kwon YuRi

Choi Sulli

Byun Baekhyun

Disclaimer : Names, characters, places, events and incidents either are the product of the author’s imagination. Keep RCL readers ^^

Poster BY: HRA@POSTERCHANNEL

Part 5

~Sifany~

 

Cause everything inside it never comes out right
And when I see you cry it makes me want to die

 

***

 

Tiffany POV

 

Fany-eonnie, aku pergi dulu… ada jam kuliah pagi ini. Jangan khawatir, aku akan menjemput Sulli tepat waktu sebentar…”kata Sooyoung kepadaku yang sedang duduk membaca majalah di sofa ruang tengah.

 

Nde? Tidak perlu Youngie-ah, kau pasti sibuk. Biar aku yang menjemputnya..”

 

Hmmm, lalu apa gunanya aku tinggal disini jika tidak membantumu eonnie..”katanya lagi sambil mengecup pipiku. Aissh, dasar Choi Sooyoung.

 

Ya! Dasar aneh”teriakku kepadanya yang telah berjalan keluar rumah tanpa memperdulikanku.

 

Huftt... Sebenarnya aku merasa tidak enak kepada Sooyoung karna dia adalah seorang mahasiswa. Ayolah, apakah aku tidak bisa menyewa maid?. Tapi aku tidak mungkin melawan orang tua Siwon oppa.

 

Dan lihatlah. Sekarang aku tidak tau harus berbuat apa. Tidak mungkin menelpon Taengo dan Jessi di jam kerja seperti ini. Dan Siwon oppa, dia melarangku ke mall tanpa ditemaninya atau Sooyoung atau sahabatku.

 

Drrrttt…drrrttt

 

Getar handphone-ku menyadarkanku dari lamunanku. Langsung saja ku buka pesan dari nomor yang tidak kuketahui?

 

[From: Unknown number]

Fany-ah?

Ini aku, Donghae J

Ya! Aku ingin menagih janjimu untuk menemaniku makan siang bersama Leeteuk. Tidak ada penolakan Mrs.Choi!

Bersiaplah, 30 menit lagi aku akan menjemputmu. Okay :p

 

Nde? Donghae oppa? Ahh! Aku lupa dengan janjiku waktu itu. Aigoo, bagaimana ini.

 

[To: Donghae Oppa]

Eoh, oppa?

Baiklah, tapi berjanjilah hanya makan siang, setelah itu antarkan aku pulang…

 

Baiklah, hanya untuk makan siang. Lagipula tidak ada yang menemaniku dirumah.

 

[To: Siwon Oppa]

Oppa.. apa aku mengganggumu?. Aku akan makan siang diluar dengan teman-temanku. Jangan khawatir, mereka akan menjemput dan mengantarku pulang.

 

Kau juga jangan lupa makan siang Oppa ^^

 

Setelah mengirimkan pesan untuk suamiku, dia tidak langsung membalas pesanku sepertinya sangat sibuk. aku langsung bersiap-siap.

 

~~~

 

“Selamat siang nyonya Choi…”kudapati Donghae oppa berdiri didepan pintu rumahku dengan senyumnya.

 

“Selamat siang tuan Lee, sebenarnya kau tidak perlu turun dari mobil.. eoh? Kau tidak menjemput Leeteuk oppa?”kataku sambil membalas senyumnya.

 

“yaaahh, ternyata kau menikah dengan namja kaya raya Tiffany Hwang…”katanya sambil memandang rumahku.

 

Aiissshh, kajja!”langsung saja kulangkahkan kakiku memasuki mobilnya.

 

Ya! Mana ada tuan rumah yang tidak menyuruh masuk tamunya? Dasar mushroom!”omel Dongahe oppa sambil memasuki mobilnya.

 

Oppa. Bukankah kau mengajakku makan siang diluar? Jadi aku tidak perlu menyuruhmu masuk pabo!”kataku sambil tertawa.

 

~~~

 

XXX Cafe

 

“Jadi, kau ingin mencari cinta sejatimu di Seoul oppa?”tanyaku pada Donghae oppa sambil memasukkan makanan kemulutku.

 

“Ya, begitulah…”jawabnya tersenyum tipis.

 

“mau ku kenalkan dengan teman-teman modelku?”kataku menggodanya. Aku tau, cinta pertamanya adalah seorang model.  Yah, lebih tepatnya cinta sepihak. Itulah sebabnya aku tidak pernah tau siapa cinta pertama sahabatku ini. Dia hanya sering bercerita tentang gadis itu dulu.

 

Ya! Apa kau sedang meledekku?”balas Donghae oppa sambil mencubit pipiku pelan. Yang benar saja, dia masih sama seperti dulu. Ya, dia sudah ku anggap seperti kakakku sendiri.

 

Ya! Ya! Lee Donghae! Kau tidak bisa menyentuh istri orang sembarangan ikan pabo!”tiba-tiba suara yang sangat kukenal terdengar. Leeteuk oppa datang terlambat dengan wajah marah yang dibuat-buatnya.

 

Oppa! Kau sangat terlambat. Makanlah, kami sudah memesankanmu makanan…”kataku terkekeh melihat wajahnya.

 

Mian, aku harus mengantar Baekhyun ke tempat les-nya tadi.. Hehehe..”katanya sambil duduk lalu menatap Donghae oppa.

 

Ya! Kalau Choi Siwon melihatmu menyentuh istrinya seperti tadi, kau mati Lee Donghae!”kata Leeteuk oppa lalu memakan makanannya.

 

Eiii, apa yang ada dipikiranmu oppa?Hahahaha

 

So, aku yakin kau sudah bisa move on dari cinta pertamamu itukan?”tanya Leeteuk oppa. Aku hanya menatap Donghae oppa menunggu jawabannya.

 

“Tentu saja! Dia sudah memiliki kehidupannya sendiri sekarang…”kata Donghae oppa, entah kenapa tiba-tiba aku teringat Jessi yang masih single. Setelah kupikir-pikir bukankah mereka berdua sangat cocok? Ya itu menurutku.

 

Ya, oppa. Aku mempunyai seorang teman. Sangat cantik, dia juga Amerika-Korea sepertiku. Apa kau mau kuperkenalkan?”tanyaku yang langsung bersemangat membuat kedua namja dihadapanku menatapku.

 

Nugu?”tanya Leeteuk oppa penasaran.

 

“Jessica, oppa. Kau ingat? Aku yakin kau pernah bertemu dengannya di butik”kataku pada Leeteuk oppa

 

Ahhh. Jessica? Ahh kau benar. Berkenalanlah dengannya Hae-yah! Aku memang hanya sesekali melihatnya. Dia juga tidak datang ke acaraku waktu itu. Tapi aku yakin dia orang baik, meskipun kesan pertamanya dia terlihat sedikit dingin”

 

“Tentu saja dia orang baik. Aku dan Taeyeon bersahabat dengannya. Bagaimana kau mau oppa? Aku akan membujuknya  bertemu denganmu..”kataku berharap Donghae oppa menerima tawaranku. Jujur saja aku ingin melihat kedua sahabatku ini juga memiliki kehidupan yang baru.

 

Hmmm… baiklah… aku akan mencobanya.”kata Donghae oppa sambil tersenyum kepadaku dan Leeteuk oppa.

 

Kyaaah! Aku juga bahagia jika kau bahagia Hae-ah. “kata Leeteuk oppa sambil menepuk punggung Donghae oppa. Aku hanya bisa tersenyum, baguslah dia mau.

 

Setelah berbicang-bincang, dan bercanda dengan mereka aku melirik jam ditangan kiri-ku, ternyata sudah sore. Tidak terasa sudah dua jam aku disini.

 

Oppa… aku rasa sudah cukup untuk hari ini, Sulli pasti mencariku. Kalian harus mengantarku pulang..”kataku sambil memasukan handphoneku kedalam tas.

 

Hmm, aku harus menjemput Taeyeon. Mian Fany-ah. Donghae, antarkan Tiffany!”kata Leeteuk memerintah Donghae oppa.

 

Ya! Tanpa kau perintah aku juga akan mengantarnya pabo.”katanya sambil berdiri.

 

Kajja!

 

~~~

 

Author POV

 

Siwon, pria itu kini tengah duduk di ruang tengah rumah-nya sambil melonggarkan dasi yang melingkar dilehernya. Hari ini urusannya selesai sangat cepat, itulah sebabnya kini dia telah tiba dirumahnya.

 

Sedari tadi dia bertanya-tanya kenapa tidak disambut istri tercintanya itu. Sudah dipastikannya Tiffany berada diluar rumah. Merasa gelisah dia-pun langsung mengambil hand-phone nya di saku celana-nya. Dilihatnya pesan dari istrinya yang tidak dibacanya.

 

{From: Tiffany ]

Oppa.. apa aku mengganggumu?. Aku akan makan siang diluar dengan teman-temanku. Jangan khawatir, mereka akan menjemput dan mengantarku pulang.

 

Kau juga jangan lupa makan siang Oppa ^^

 

Siwon tersenyum simpul membaca pesan dari istrinya itu. Teman-temannya? betapa tega-nya Tiffany mengganggu pekerjaan Taeyeon dan Jessica untuk makan bersamanya, pikir Siwon.

 

Tak lama setelah itu, kini Siwon mendengar suara mobil didepan rumahnya. Karena malas, dia hanya duduk diam ditempatnya. Pasti Tiffany, batinnya. Siapa lagi? Sooyoung sedang dikamarnya sedangkan Sulli pasti sedang tidur siang.

 

“Ohh. Oppa? Kau sudah pulang?”kata Tiffany saat melihat suaminya itu duduk bersandar disofa.

 

Siwon menghadapkan kepalanya menatap istrinya “Baby…” Tiffany lalu mendudukan tubuhnya di samping Siwon. Tanpa diberi kesempatan untuk berbicara, Siwon langsung melumat lembut bibir Tiffany. Ciuman penuh rindu. Tiffany memejamkan matanya menikmati ciuman suaminya.

 

Setelah puas. Tidak, Siwon tidak pernah puas dengan wanita disampingnya ini. Lagipula mereka tidak bisa melakukan hal ‘ini’ dengan waktu yang lama diluar kamar karena Sooyoung kini tinggal bersama mereka. Siwon melepas ciuman itu lalu dengan hati-hati membaringkan kepala-nya kepangkuan Tiffany, lalu memejamkan matanya menunggu sentuhan lembut dari istrinya itu.

 

Dan sudah diduganya, Tiffany langsung mengulurkan tangannya mengelus-elus wajah tampannya untuk menenangkannya. “Kau lelah oppa?”tanya  Tiffany dengan suara seraknya.

 

“nde…” Siwon menggerakan kepalanya ke sebelah kiri lalu mencium dan mengelus perut buncit Tiffany.

 

“kau sudah makan? Kau tidak membalas pesanku tadi”

 

hmmm…mian, aku baru membacanya…” Tiffany menganggukan kepalanya mengerti.

 

“apa kau makan makanan yang sehat baby? Tidakkah kau mengganggu pekerjaan Taeyeon dan Jessica?”Tiffany mengernyit bingung.

 

“Jessi? Aku tidak keluar bersama mereka oppa…”kata Tiffany membuat Siwon langsung membuka matanya.

 

mwo? Jadi kau?”

 

“Leeteuk oppa dan Donghae oppa. Mereka yang mengajakku tadi…”kata Tiffany yang langsung membuat raut wajah Siwon berubah seketika.

 

“Donghae?”Tiffany menganggukan kepalanya otomatis tanpa menyadari perasaan Siwon saat ini.

 

“ayo, oppa. Mandi dan istirahatlah dikamar.”ajak Tiffany.

 

Meski mood-nya telah turun karena mendengar nama mantan kekasih istrinya, tapi Siwon langsung menuruti kata istrinya itu. Lagipula ada Leeteuk yang bersama Tiffany tadi, pikirnya. Dia membantu Tiffany berdiri dari tempat duduk yang cukup rendah itu lalu mereka naik ke atas.

 

~~~

 

Sudah jam 6 sore, tapi Siwon masih memejamkan matanya tertidur. Tiffany tahu suaminya itu lelah dengan pekerjaannya yang banyak. Tiffany menatap wajah lelap suaminya itu lalu tersenyum miris. ‘Seandainya kau tetap setia padaku waktu itu oppa, pasti kenangan buruk itu tidak akan menghantuiku setiap kali kau memperkakukanku dengan baik. I miss you’ujar Tiffany dalam hati. Dia lalu menaikkan selimut menutupi tubuh Siwon dan beranjak keluar menuju kamar anaknya.

 

“Bagus..bagus.. kyaa, keponakanku memang hebat seperti aunty!”terdengar suara Sooyoung dari luar pintu.

 

Tiffany lalu memengetok pintu kamar anaknya itu dan membukanya “apa aku mengganggu?”

 

Mom?” Sulli tersenyum menatap Mommy-nya yang kini masuk bergabung dengan mereka.

 

Wahh, sepertinya kau menikmati peranmu sebagai teman Sulli, adik iparku. Eomma dan appa pasti senang kau melakukan tugas dengan baik..”kata Tiffany sambil mengacak-acak rambut Sooyoung.

 

Yak! Eonni. Aku melakukannya dengan tulus. Arra?”kata Sooyoung lalu meneguk jus stroberi disampingnya.

 

Tiffany tersenyum tulus lalu mengecup pipi putri kecil-nya “I know..”

 

Eonnie?

 

hmmm?

 

“sebenarnya ada yang ingin aku konsultasikan denganmu..”Sooyoung tersenyum memamerkan deret gigi putihnya.

 

“memangnya aku doktermu?”

 

“ayolah, aku serius nyonya Choi”

 

Tiffany menganggukan kepalanya  “okay

 

Sooyoung tersenyum senang “Sulli-ah, aunty akan mengambilkan makan malam-mu. Berjanjilah untuk tetap disini okay? Kami akan melakukan pembicaraan orang dewasa” katanya, Sulli mengangguk patuh.

 

ania, pergilah ke kamar bersama Daddy, sayang. Mommy akan membawakan makanannya juga..”kata Tiffany.

 

wae? Daddy sakit?”tanya Sulli, yang dia tau Siwon hanya akan makan didalam kamar jika sedang sakit.

 

Tiffany menggelengkan kepalanya “tidak sayang. Daddy hanya sedang lelah. Sana, temani daddy..”jelas Tiffany.

 

~~~

 

Sulli masuk kekamar orangtua itu lalu menaikkan tubuh kecilnya keatas tempat tidur disamping Daddy-nya.

 

Dad?”bisiknya ditelinga kiri Siwon lalu mengecup pipinya singkat.

 

Tentu saja Siwon bisa merasakan kehadiran putrinya itu “Hei… bagaimana di sekolah tadi sayang?tanya Siwon lalu membaringkan tubuh mungil Sulli dan memeluknya erat di sampingnya.

 

Sulli memainkan tangan mungilnya di bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di dagu Daddy-nya “nde, seperti biasa Dad. Aku juga bilang kepada teman-temanku bahwa akan segera memiliki dongsaeng” kata Sulli membuat Siwon tertawa.

 

jinja?”Sulli mengangguk senang.

 

Dad? Kapan baby-nya akan keluar?”

 

“masih sekitar hampir 3 bulan sayang. Wae? Kau tidak sabar melihatnya? Daddy juga.”kata Siwon membayangkan calon anak keduanya itu.

 

Mereka belum mengetahui jenis kelaminnya. Siwon ingin kali ini mendapatkan anak laki-laki. Tapi dia juga tidak masalah jika Tiffany kembali melahirkan seorang putri. Bukankah para pria diluar sana akan cemburu dengannya karena hidup dikelilingi tiga perempuan cantik?.

 

Mommy akan melahirkan bayi laki-laki bukan?”kata Sulli

 

“belum tau sayang”

 

“kenapa belum tau Dad?”tanya Sulli penasaran membuat Siwon gemas.

 

Dan setelah itu Siwon kini mengesek-gesekkan dagu-yang telah ditumbuhi sedikit bulu-bulu halus itu- ke wajah Sulli membuat anak itu kegelian dipelukannya “Kyaaa~ Stop! Dadddd!! Mommy!!!!aaaaaa~

 

ahahaha.. Dadd!!”teriak anak itu membuat Siwon tertawa puas. Lalu menghentikan aksinya.

 

Sulli, dengan nafas yang masih tersengal-sengal kini mempoutkan bibir super imutnya melihat Siwon tertawa kepadanya.

 

Sementara dibalik pintu, Sooyoung yang baru saja masuk hendak membawakan makanan untuk kedua Choi itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

Ck!ck!ck!”Siwon dan Sulli langsung duduk menyambut Sooyoung.

 

“makanlah oppa, sulli ”kata Sooyoung menatap keduanya.

 

Baru saja Siwon akan membuka mulut untuk bertanya kepadanya namun Sooyoung langsung memotongnya “sstt. Jangan banyak tanya. Istrimu sendiri yang ingin kau makan dikamar saja karena menurutnya kau lelah bekerja. Beruntunglah kau memiliki istri perngertian sepertinya oppa.”kata Sooyoung lalu mengedipkan matanya untuk Sulli dan langsung keluar.

 

~~~

 

eonnie... sebenarnya aku ingin menikah”kata Sooyoung memberanikan diri lalu menatap Tiffany yang kaget mendengarnya.

 

whatt?! Choi Sooyoung! Apa kau?”

 

Yakk! Singkirkanlah pikiran negatifmu eonnie! Aiisssh!”kata Sooyoung saat menyadari Tiffany sedang berpikiran yang tidak-tidak terhadapnya.

 

Mwo? Lalu apa? Hei, kau masih kuliah Youngie”kata Tiffany menurunkan suaranya.

 

“ayolah eonnie. Aku mengatakan ini karena aku tau kau tidak seperti eomma yang pasti tidak akan mengijinkanku. Sebentar lagi study-ku selesai eonni. Dan aku ingin segera menikah.”Tiffany menarik nafas lalu membuangnya kasar.

 

“Lalu?”

 

eomma dan appa pasti tidak akan menyetujuinya karena aku belum memiliki pekerjaan. Sedangkan aku sama sekali tidak tertarik dengan perusahaan appa.”kata Sooyoung membuat Tiffany tidak habis pikir dengan adik iparnya itu.

 

“Lalu kau ingin apa dariku? Memangnya kenapa kau ingin segera menikah? Kau tidak ingin mencapai cita-citamu terlebih-dahulu?”kata Tiffany dengan lembut.

 

eonnie, teman-temanku bahkan ada yang sudak memiliki anak. Eonnie dan oppa bahkan menikah di usia yang lebih muda dariku saat ini. Apa salahnya aku menikah?”kata Sooyoung menyampaikan pendapatnya.

 

“jadi kau ingin menikah hanya karna ingin ikut-ikut saja?”Sooyoung menggeleng .

 

“tentu saja bukan.”

 

“lalu siapa namja yang membuatmu yakin ingin menikah dengannya?”tanya Tiffany.

 

Sooyoung tersenyum, dia yakin Tiffany akan membantunya. “aku sudah kurang lebih delapan tahun berpacaran dengannya eonnie. Dan aku yakin dia cinta terakhirku. Jung KyungHo namanya. Dia 5 tahun lebih tua dariku”

 

hmm, kau belum membawanya bertemu appa dan eomma?”

 

“itu dia eonnie kenapa aku ingin meminta tolong kepadamu”kata Sooyoung menundukan kepalamu.

 

“apa yang bisa kulakukan?”

 

Eonnie, dia sedang membangun perusahaan kecilnya. Di bidang investasi. Sangat kecil bahkan jika dibandingkan dengan bisnis butikmu itu eonnie. Ya, dia masih pemula eonnie dan tidak sengaja aku membaca penunggakan perusahaannya yang lumayan besar baginya. Aku ingin membantunya tapi tidak bisa karna jumlah uang tabunganku yang masih sedikit. Aku, eonnie... bisakah kau membantunya?”

 

“kau ingin aku membayar hutangnya?”

 

“bisakah? Aku janji akan menggantinya”

 

“lalu apa yang akan berubah setelah aku membayar hutangnya?”tanya Tiffany dengan bingung.

 

“tapi berjanjilah untuk tidak memberi tahu oppa, apalagi appa. Tentu saja setelah kau membayar semua tagihan Kyungho oppa, perusahaannya akan kembali normal dan dia bisa melanjutkan bisnisnya eonnie. Dan eonnie tau, appa mungkin akan mengijinkanku menikah dengan pria yang memiliki pekerjaan yang baik.”

 

“Hidup berkeluarga tidak semudah itu Youngie-ah. Setidaknya salah satu dari antara kalian harus memiliki pengahasilan yang pasti. Hei, kau tau? Bisnis yang sedang dijalani kekasihmu belum bisa menjamin Youngie-ya. Aku sarankan kau juga memiliki pekerjaan untuk bisa membantu suami-mu nantinya. Bagaimana jika kalian memiliki anak?”seakan menjadi eommanya Sooyoung, Tiffany menasihati adiknya.

 

Sooyoung mengangguk setuju “aku tau eonnie. Maka dari itu aku juga ingin memintamu menolongku sekali lagi”

 

“bisakah kau mempekerjakanku sebagai karyawanmu di butikmu? Aku pikir butik sebesar itu bisa mepekerjakanku. Setidaknya sebelum aku mendapatkan perkerjaan yang aku inginkan. Ah, ani. Aku janji akan mendapatkan pekerjaanku sebelum kau melahirkan keponakanku. Ne?”

 

mwo?? Yang benar saja Youngie! Apa yang akan eomma dan appa katakan jika putri mereka bekerja untuk menantu mereka?”kata Tiffany lebih tak habis pikir dengan Sooyoung.

 

“tidak apa-apa eonni. Selama kau tidak menjadikanku pembantumu. Hehehe.. lagipula aku ingin eomma dan appa melihat bahwa aku juga bisa mandiri tanpa bantuan mereka.”

 

aiissshh, terserahlah! Kau membuatku serba salah.”

 

Jeongmal? Eonnie? Kau benar-benar mau membantuku bukan? Kyaa~~ aku tau kau yang terbaik eonnie! Saranghae.”

 

~~~

 

Tiffany POV

 

Aku masih memikirkan apa yang kubicarakan dengan Sooyoung tadi saat Siwon tiba-tiba menyadarkanku dari lamunanku. “apa yang kau pikirkan baby?

 

Kulihat Siwon oppa tersenyum disampingku. Tidakkah aku sangat beruntung memilikinya? Dia sangat tampan bahkan memiliki tubuh yang menjulang tinggi dan gagah. Tunggu dulu, bukankah Sooyoung juga mirip dengannya. Cantik, serta memiliki tubuh yang tinggi.

 

Sekejap aku memiliki ide untuk Sooyoung. Tidakkah dia sangat cocok menjadi seorang model?. Aku saja yang tidak setinggi-nya bisa sukses di bidang itu dulu.

 

oppa? Tidakkah kau berpikir Sooyoung sangat cocok menjadi seorang model?”tanyaku meminta pendapat suamiku itu.

 

“Model? Ya memang. Tapi setahuku dia tidak pernah bermimpi menjadi model. Dia ingin menjadi seorang aktris baby. Dia bahkan memasuki sekolah seni untuk itu.”kata Siwon lalu mengusap-usap perutku.

 

“Tapi menurutku dia cocok menjadi seorang model oppa…”gumamku membuat Siwon terkekeh.

 

“memangnya ada apa? Sepertinya kalian berdua berbicara sangat lama tadi”

 

no. Dia hanya membicarakan kekasihnya oppa…”kataku tersenyum lalu membaringkan tubuhku disamping Siwon.

 

hmmm, apa kau menginginkan sesuatu?”tanya Siwon oppa.

 

Aku tersenyum kepadanya. “tetaplah bersamaku Daddy

 

“tentu saja”

 

eoh, oppa! Baby-nya bergerak menendang perutku”kurasakan bayi dalam kandunganku bergerak lalu menendang  kuat.

 

Lalu kurang dari sedetik Siwon oppa bangkit dengan bersemangat mengangkat gaun tidurku untuk melihatnya sendiri.

 

Dia hanya tersenyum speechless melihat perut bagian kananku bergerak-gerak. Aku juga bahagia merasakan gerakan bayiku setiap hari. Tidak peduli dengan celana dalamku yang kini terekspos karena Siwon mengangkat gaunku. Aku hanya tersenyum bersamanya memperhatikan perutku.

 

Hey, baby Choi.. jangan terlalu keras menendang perut Mommy…”bisik Siwon oppa diperutku lalu mengecupnya membuatku tertawa geli.

 

hahaha.. hentikan oppa...”

 

I miss you baby…”katanya membuatku terdiam.

 

Siwon oppa menatapku sendu, apa dia sedang ‘menginginkan-ku’ sekarang? Terlihat jelas dimatanya. Dia tersenyum lalu beralih mengecup bibirku lembut.

 

Hey! Tidak mungkin aku membuatnya kecewa menahan hasratnya sepanjang malam.

 

“aku menginginkanmu baby…”bisiknya ditelingaku lalu turun mencium rahangku-membuatku mendesah tertahan-

 

Ssssh.. Lakukanlah dengan hati-hati oppa…”kataku pelan memberinya izin. Aku yakin dia masih ingat apa saja syarat yang dikatakan dokter saat melakukan hubungan ‘itu’ jika aku sedang hamil.

 

Dan malam sepanjang malam aku menghabiskan waktu privat-ku bersama suamiku dengan tenang.

 

***

 

 Author POV

 

Hari ini Tiffany ditemani Siwon untuk periksa rutin kandungannya. Siwon, meskipun memiliki pekerjaan tapi dia menyempatkan waktunya menemani istrinya itu. Selesai check up, kini Siwon akan kembali ke kantornya karena dia memiliki jadwal meeting.

 

“tidak perlu mengantarku ke rumah, turunkan aku di bank oppa…”kata Tiffany saat mereka telah masuk ke dalam mobil.

 

“apa yang akan kau lakukan disana?”tanya Siwon bingung.

 

“mentransfer uang oppa... aku janji setelah itu langsung pulang..”kata Tiffany mengantisipasi suaminya. Hari ini dia berencana mengirimkan uang yang dia janjikan untuk kekasihnya Sooyoung dan tentu saja Siwon tidak boleh tau hal itu.

 

“untuk apa? Biar aku yang melakukannya dikantor”

 

“tidak bisa lewat atm oppa... jumlahnya banyak..”kata Tiffany berusaha setenang mungkin.

 

mwo? Untuk apa?”

 

“untuk urusan butik oppa.. ayolah, kau tidak boleh terlambat meeting hari ini tuan Choi”kata Tiffany tanpa menatap Siwon.

 

Siwon POV

 

“untuk urusan butik oppa.. ayolah, kau tidak boleh terlambat meeting hari ini tuan Choi”kata Tiffany tanpa menatapku sedikitpun.

 

Untuk urusan butiknya?. Apa aku tidak salah? Tidak biasanya dia sendiri yang turun tangan dalam hal bayar membayar. Apalagi dia sedang cuti.

 

“seharusnya kau menyuruh bendahara-mu atau asisten-mu melakukannya…”kataku lalu meliriknya. Ada apa dengannya? Apa dia sedang menyembunyikan sesuatu dariku?.

 

“jangan pulang sendiri, aku akan menelpon Sooyoung menjemputmu..”

 

n-ne”katanya lalu tersenyum kaku kepadaku.

 

“maaf tidak bisa menemanimu baby…”aku menurunkannya dilobby bank lalu pergi dari tempat itu.

 

Tiffany POV

 

Huft. Untung saja Siwon tidak bertanya banyak tadi. Semoga dia tidak curiga dengan-ku karena Sooyoung memintaku merahasiakan semuanya.

 

~~~

 

Setelah mengirim uang itu, aku mengeluarkan handphoneku lalu mengirimkan sms untuk adik iparku itu.

 

[To: Sooyoung]

 

Eonnie sudah mengirimkan uang itu atas namamu. Good luck for u’r boyfriend :p

 

Berselang beberapa detik Sooyoung langsung membalasnya.

 

Jinja?? Thankyou eonnieku!! Tunggu disana aku akan menjemputmu. Kau tidak memberitahu oppa bukan? Kenapa dia tau kau berada di bank eonnie? Ahh sudahlah, tunggu eonnie.. aku datang..

 

Aku tersenyum membaca sms Sooyoung. Aku bahagia jika dia bahagia. Soal uang itu, bahkan jika kekasihnya itu tidak mengembalikannya aku tidak masalah. Selama dia bisa membahagiakan adik iparku.

 

Kini aku duduk manis menunggunya di depan bank setelah kulihat sosok yang sangat kukenal melintas dihadapanku.

 

Oppa!”kataku cukup kaget melihatnya disini.

 

Fany-ah”dia juga terlihat kaget melihatku. Setelah itu kami berdua tertawa. Dunia ini sangat sempit ternyata.

 

“apa yang kau lakukan disini?”tanyaku pada Donghae.

 

“hei, sejak kapan bank ini hanya memperbolehkan dirimu saja yang datang”katanya bercanda.

 

“menyebalkan!”kataku mencibir.

 

“dan kau, apa yang kau lakukan? Tidak baik ibu hamil berjalan keluar sendirian…”katanya dengan wajah seriusnya membuatku tertawa.

 

“apa kau sedang menghawatirkanku tuan Lee?Hahahaha..”

 

Tch! Ya sudah. Dasar jamur!”

 

Eonnie!”tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepanku dan Donghae.

 

Eoh, Youngie”kataku sambil melambaikan tangan kepadanya.

 

oppa, aku duluan. Kau membawa mobil sendiri bukan?”kataku, Donghae hanya mengangguk.

 

bye, aku akan menghubungimu nanti Fany-ah

 

okay, bye”aku pun naik kedalam mobil. Donghae oppa terlihat melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.

 

Author POV

 

hai baby”sapa Tiffany kepada Sulli yang duduk di kursi depan disamping Sooyoung.

 

Hai Mom…”balas anak itu lalu tersenyum manis menatap Mommy-nya.

 

“apa ada masalah di sekolah?”

 

No, mom…”jawab anak itu.

 

Ahh, kau ingin melihat foto baby-nya?”kata Tiffany lalu mengeluarkan foto hasil USG-nya tadi.

 

Sulli yang mendengar hal itu langsung bersemangat mengahdap Mommy-nya yang kini mengulurkan sebuah foto kecil calon adiknya. Dia mengambil foto itu lalu mengamatinya dengan senyum yang mengembang.

 

Aunty juga ingin lihat Sulli!”seru Sooyoung disampingnya.

 

“fokuslah menyetir Youngie…”kata Tiffany dari belakang.

 

Eiiii, arraseo. Tapi terima kasih eonnie, kau sudah membantuku. Hehehe..”

 

Ahh, iya. Youngie-ah. Aku memiliki pekerjaan untukmu. Tapi, jika kau mau”kata Tiffany yang langsung membuat Sooyoung kegirangan di tempatnya.

 

Jinjaaa?! Tentu saja eonnie! Apa itu?”

 

“Kau bisa menjadi model untuk beberapa desain terbaru.. kau mau?”

 

mwo?! Model?? Memangnya tidak ada profesi lain eonni?”

 

“tidak mungkin aku memberimu pekerjaan tanpa kau yang belum memiliki pengalaman kerja Choi Sooyung-ssi. Kecuali Model, masih bisa. Aku yakin kau sudah terbiasa berakting disekolahmu bukan. Jadi itu bukanlah hal yang sulit. Kau juga bisa memintaku mengajarimu jika kau mau. Hehe..”kata Tiffany menunggu respon Sooyoung.

 

heuh. Baiklah, lagipula hanya sementara saja”kata Sooyoung pasrah sedangkan Tiffany tersenyum puas.

 

Good..”

 

~~~

 

Kini ketiga penghuni rumah itu tengah duduk menonton acara TV diruang tengah. Sulli dan Sooyoung duduk mengapit Tiffany ditengahnya. Sungguh pemandangan yang lucu, padahal masih banyak ruang yang tersedia untuk mereka duduki.

 

Good night”suara Siwon yang baru datang membuat ketiganya menatapnya.

 

“Hai Dad” Sulli langsung berdiri meminta pelukan Siwon dan tentu saja langsung didapatkannya.

 

“Hai sweety!”Siwon lalu memberikan kecupan dikedua pipi kenyal putrinya itu. Setelah itu mendekati Tiffany lalu mengecup dahi istrinya. Sooyoung menatap geli keluarga kecil Oppa-nya itu.

 

“kau tidak ingin mencium adik kecilmu ini oppa?”tanya Sooyoung yang langsung mendapat jitakan pelan di dahinya, sedangkan Tiffany dan Sulli yang tertawa melihat kedua kakak-beradik itu.

 

“mintalah kepada kekasihmu sana!”kata Siwon kemudian bergabung duduk di sofa.

 

“menyebalkan!”umpat Sooyoung.

 

“apa kau menjemput Tiffany di bank tadi?”tanya Siwon

 

“tentu saja!”balas Sooyoung.

 

ahh, iya! Eonnie, siapa namja tampan yang tadi bersamamu di bank? Dari tadi aku ingi menanyakannya..”tiba-tiba Sooyoung teringat akan lelaki yang tadi dia lihat di bank.

 

“ohh, itu uncle yang ada di pesta Bakhyun-oppa kan Mom?”sambung Sulli.

 

ahh, nde. Donghae oppa. Waeyo? Kau sudah memiliki kekasih Youngie-ah, jangan melirik namja lain!”kata Tiffany. Sedangkan Siwon yang kembali mendengar nama mantan kekasih istrinya langsung terbakar api cemburu. Apa Tiffany sengaja bertemu dengan Donghae di bank?, pikirnya.

 

Hanya Tiffany yang menyadari raut wajah Siwon yang berubah 180 derajat dari sebelumnya. Dan setelah itu Siwon hanya diam, lalu pergi ke kamarnya tanpa mengatakan satu kata-pun.

 

Tiffany POV

 

Ada apa dengannya? Setelah kusadari, raut wajah Siwon oppa selalu berubah jika aku berbicara tentang Donghae. Apa salahku? Dia hanya sahabatku. Kuputuskan untuk ikut naik keatas menyusul Siwon oppa.

 

Sulli-ah, ingat! Jam 9 kau sudah harus naik ke kamarmu okay?”Sulli mengangguk patuh lalu kembali fokus menonton.

 

“aku ke-kamar dulu Youngie-ah…”

 

nde…”

 

~~~

 

Author POV

 

Tiffany masuk lalu duduk di tempat tidurnya. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi langsung menatapnya dalam. Sedangkan Tiffany hanya diam menatapnya, dia tidak takut karena dia tidak melakukan apa-apa.

 

“Kau sudah makan oppa?”tanya Tiffany memecah keheningan diantara keduanya.

 

nde, aku sudah makan bersama klien-ku tadi.”

 

Baru saja Tiffany ingin kembali bertanya, kini suara handphone Tiffany berbunyi. Tiffany kembali terdiam menatap layar handphone-nya melihat siapa yang memanggilnya. Lee Donghae. Sungguh disaat yang tidak tepat menurutnya.

 

Dia lalu menatap Siwon yang juga kini sedang menatapnya.

 

“eoh, oppa?”

 

 

“wae?”

 

 

“ahh, iya.. aku lupa.. nanti aku menghubungi-mu lagi besok.. tidak mungkin aku menelponnya malam ini, dia pasti sudah tidur..”

 

 

“nde, aku sudah dirumah..”

 

 

“nde, you too oppa..”

 

Siwon menatap serius istrinya yang baru saja selesai berbicara dengan seorang lelaki diluar sana.

 

“siapa itu Fany-ah?”tanya-nya membuat Tiffany sedikit tegang.

 

Tiffany lalu meletakkan handphone-nya di meja “Donghae-oppa…”katanya lalu tersenyum tipis. Sedangkan Siwon tersenyum miring kembali mendengar nama itu lagi.

 

“untuk apa dia menghubungi-mu malam begini Tiffany?”tanya Siwon lagi.

 

“di-“

 

Tanpa sempat Tiffany menjawab, suara tegas Siwon memotongnya “aku tidak suka kau berhubungan dengannya!”

 

 

TBC

75 thoughts on “(AF) Unbreakable Part 5

  1. wkwkwkwk….
    ngakak waktu baca part siwon cemburu. akhirnya dia tau rasanya gmana!
    mangkanya jd cwo jgn labil dong hehehe #peace. d tunggu kelanjutanya yaa

  2. Aigoo siwon oppa cemburuan bat😂 aduh smg itu ga bikin mereka jadi berantem😥 smg sifany sllu bahagia❤ ditunggu lanjutannya thor, hwaiting!!

  3. annyeong thor, aku readers baru disini😀, nemu ff ini gk sengaja gegara boring gk ada kerjaan dirumah_-
    ff nya bagus thor, next yeth
    fighting~!!

  4. Yaakkk siwon jgn lgs marah2 gitu dong, tanya dulu baik2 sm tiff. Tp aku suka sih siwon cemburu, biar gantian dia ngerasain apa yg dulu tiff rasain hehehehe

  5. padahal sifany sedikit-sedikit sudah mulai harmonis kembali, meskipun ingatan tiffany tentang penghianatan siwon masih belum hilang bahkan mungkin tidak akan hilang. hanya waktu yg bisa menyembuhkan lukanya kembali.
    tiffany memang kakak ipar yg baik dang pengertian, bahkan mau meminjamkan uang untuk pacar sooyoung yg jumlahnya tidak sedikit itu. apa nanti masalah uang yg dipinjamkan itu tidak akan menimbulkan masalah nantinya, baik itu untuk tiffany atau sooyoung ya ??
    masalah sepertinya bakal kembali muncul dalam rumah tangga sifany, donghae sepertinya memang menyukai tiffany dulu. makanya donghae hanya menceritakan kisah cinta yg bertepuk sebelah tangan pd tiffany tanpa memberitahu gadis yg dicintainya. tapi apa leeteuk tau siapa gadis yg dicintai donghae ??
    melegakan kalau memang tiff mau menjodohkan donghae dan jessica.
    sooyoung menimbulkan kekesalan siwon dengan menyebutkan tentang pertemuan donghae dan tiff di bank, bahkan donghae malah memperkeruh kembali suasana dengan menelepon tiffany disaat yg tidak tepat.
    sepertinya donghae mau menanyakan perihal jessica ke tiff, tapi belum sempat tiff menjelaskan ke siwon, siwon sudah memotong ucapannya…
    sepertinya bakal terjadi adu mulut kembali…
    kapan berakhirnya konflik rumah tangga mereka ?? padahal mereka sebentar lagi akan memiliki anggota keluarga baru…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s