(AF) Begin Again Part 4

Choi HwangLy’s Present

Begin Again (Chapter 4)

Ba

Choi Siwon | Tiffany Hwang | Jessica Jung | Lee Donghae |Kwon Yuri | Im Yoona | Lee Cheol Woo

|PG-15|Friendship, Romance, Sad, Hurt|Chapter|The story is mine. I just borrow they name for my story. The cast are belong theyself and God. Please dont be plagiator. Keep RCL|Warning:TYPO|

.

Sinar matahari yang menusuk mata melalui celah-celah jendela membuat Tiffany maupun Siwon mengerjapkan matanya berkali-kali.  Siwon membuka matanya perlahan. Ia menatap kesekeliling ruangan ini. Bukan kamarnya. Lalu dimana ia sekarang? Siwon membalikkan badannya kesamping, matanya membulat seketika melihat Tiffany yang tengah tertidur memunggungi nya tanpa sehelai benang pun. Tiffany membuka matanya dan membalikkan badannya. “Dann—“ Tiffany terdiam dan membulatkan matanya terkejut melihat orang yang disebelahnya bukanlah Danny.

Keduanya masih terdiam saling bertatapan berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Keduanya menunduk yang memperhatikan badan mereka satu sama lain lalu kembali berpandangan.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriak Tiffany dan Siwon keras. Sangat keras.

 

 

*Chapter 4*

 

 

“A-apa yang kau lakukan!” Teriak Tiffany terkejut melihat Siwon disebelahnya.

“Molla” Jawab Siwon singkat masih terkejut juga bingung

“Yak!! Choi Siwon!” Teriak Tiffany kesal

“Ti-tiffany, aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi. Aish!” Ujar Siwon frustasi

“Apa yang kau lakukan padaku Mr.Choi!”  Teriak Tiffany sembari memukul badan Siwon kesal

“Yak! Yak! Hentikan!” Ujar Siwon sembari berusaha membuat Tiffany berhenti

“Andwae! Apa yang telah kau lakukan padaku huh! Lalu dimana anakku!!” Teriak Tiffany sangat keras. Siwon menahan tangan Tiffany dengan sekuat tenaga. Tiffany membulatkat matanya. Ia mengerutuki dirinya sendiri. ‘Bagaimana bisa aku keceplosan’ ujar Tiffany dalam hati sembari menggigit bibir bawahnya dan menunduk. Siwon menatap Tiffany dalam dan serius

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon serius

“A-aniya! Keluarlah dari kamarku!” Teriak Tiffany tak peduli

“Hwang Miyoung!” Seru Siwon meninggikan suaranya

“Mwo?! Untuk apa kau peduli padaku huh?!” Ujar Tiffany

“Tiffany” Seru Siwon merendahkan suaranya. Tiffany hanya diam tak menjawab

“Baiklah kalau kau tidak ingin memberitahuku” Ujar Siwon pelan. tiffany masih tetap terdiam sembari mengigit bibir bawahnya

 

 

**

 

 

“eu, Siwon-ssi” Seru Tiffany menghentikan langkah Siwon yang hendak berjalan keluar pintu Apartement. Siwon membalikkan badannya

“Wae?” Tanya nya singkat

“Hm, lebih baik kau sarapan dulu disini, aku akan menyiapkan pancake” Seru Tiffany memberanikan dirinya

“Aku tidak ingin merep—“

“Aniyo. Kau sama sekali tidak merepotkanku” Potong Tiffany cepat

“Baiklah kalau kau memaksa” Jawab Siwon akhirnya. Tiffany tersenyum pelan mendengarnya.

 

Hening. Inilah yang terjadi. Hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar. Entahlah, keduanya tidak ada yang ingin membuka topik pembicaraan. Ini begitu canggung. Sangat canggung.

“Siwon-ssi” “Tiffany” Seru Tiffany dan Siwon bersamaan

“Lebih baik kau dulu” Ucapnya lagi bersamaan

“A-ah, mungkin sebaiknya kau dulu” Ujar Tiffany lalu meminum juice nya dengan cepat

“Ladies First” Seru Siwon cepat. Tiffany menghembuskan napasnya berat

“Ah-mm, a-apa yang kau liat semalam?” Tanya Tiffany gugup memberanikan diri sedangkan Siwon, ia berusaha untuk menahan tawanya

“Tentu saja aku melihat seluruh tubuhmu” Seru Siwon santai

“M-mwo” Kaget Tiffany.  Mukanya sudah berubah jadi merah sekarang

“Kau tahu? Saat ku perhatikan, kurasa sekarang kau memiliki sedikit lemak diperutmu” Ujar Siwon asal. Tiffany membulatkan matanya takut sembari memegang perutnya yang rata

“Mwo? Benarkah? Ottokhae” Takut Tiffany pelan.

“Nde! Dan juga, bagaimana bisa dada mu menjadi semakin rata?” Ujar Siwon serius. Tiffany memindahkan tangannya menuju dadanya. Ia mengintip dada nya dari atas baju yang ia kenakan

“Omo, benarkah itu? oh, eomma, ottokhae” Ujar Tiffany ketakutan. Sedangkan Siwon hanya tertawa cukup keras dikursinya

“Apa yang kau tawakan!” Teriak Tiffany ketakutan

“Aku hanya bercanda Hwang Miyoung! Aku tidak mengingat apapun tentang kejadian semalam” Ujar Siwon sembari tertawa terbahak-bahak. Tiffany menatap Siwon kesal

“Yak! Hentikan!” Teriak Tiffany tak terima

“Arraseo, arraseo” Ujar Siwon akhirnya lalu kembali menyuapkan makanannya kedalam mulutnya. Tiffany hanya mendengus kesal.

KRING~ Handphone Tiffany berbunyi. Dengan cepat Tiffany mengambil handphonenya dan mengangkat sambungannya

 

‘Nde Sica-ah’ Seru Tiffany pelan

‘Yak! Hwang Miyoung! Dimana kau sekarang?! Mengapa semalaman handphone mu tidak aktif? Apa kau melupakan anakmu eoh?’ Teriak Jessica dari sebrang sana.  Tiffany sedikit menjauhkan handphonenya dari telinganya karena suara Jessica yang begitu keras

‘Mianhae, ada sesuatu yang terjadi semalam, aku berada di Apartementku sekarang. Bagaimana dengan Danny? Dia tidak apa-apa kan?’

‘Tentu saja dia mencarimu! Dia menangis karena tidak ada kau saat ia bangun tidur! Apa yang terjadi semalam? Kau tidak apa-apa kan?’

“Nuguya?” Tanya Siwon penasaran

‘Mwo? Kau bersama seorang lelaki? Nuguya? Aku seperti mengenal suaranya…dia, Siwon?!’ Kaget Jessica  dengan suara yang tinggi

‘Nde’ Jawab Tiffany singkat

‘Mwo? Apa yang dia lakukan padamu? Apa yang telah kalian lakukan?!’

‘Yak! Jung Sooyeon! Tak bisa kah kau hilangkan sifat khawatir berlebihan mu itu? Antarkan anakku sekarang! Palli! Aku merindukannya!’

‘Yak! Hwang Miyoung! Tiff—!’

TUT~ Tiffany memutuskan sambungannya lebih dulu. Siwon menatap Tiffany serius

 

“Danny, apa dia anakmu?” Tanya Siwon serius

“Mwo?” Seru Tiffany terkejut

“Kau bilang pada Jessica untuk mengantarkan anakmu pulang. Kau memiliki seorang anak bukan? Nugu? Danny?” Tanya Siwon menatap Tiffany dalam. Lagi,lagi Tiffany hanya terdiam mengerutuki kebodohannya

“Tiffany?” Seru Siwon menyadarkan Tiffany

“Ah, Siwon-ssi, kapan pemotretan ku bersama Jessica dimulai?” Tanya Tiffany mengalihkan pembicaraan. Siwon menghembuskan napasnya berat.

“Untuk apa kau menanyakan hal yang sudah kau tahu” Ujar Siwon dingin

“Ah ye” jawab Tiffany seperti orang bodoh

 

 

 

*

 

 

 

Siwon berjalan memasuki lift dengan sedikit malas. Ia menekan tombol yang berada disamping lift lalu terdiam. Senyum tiba-tiba saja terukir diwajahnya. Ia kembali meningat kejadian semalam yang sudah tiga tahun ini tidak ia lakukan bersama Tiffany. Setelah pintu lift terbuka di lantai tujuan Siwon, dengan cepat Siwon berjalan keluar lift. Sebuah bola menggelinding kearahnya saat ia berjalan menuju pintu gedung mewah ini. Siwon mengambil bola itu dan melihatnya bingung.

“Ahjussi..bisakah kau mengembalikan bolaku?” Tanya seorang anak kecil tiba-tiba. Siwon menundukkan kepalanya lalu tersenyum dan berjongkok mensejajarkan dirinya dengan anak kecil didepannya ini

“Bola ini punya mu?” Tanya Siwon ramah. Anak kecil itu mengangguk yakin lalu mengambil bolanya dari tangan Siwon.

“Eoh, ahjussi, sepertinya aku pernah melihatmu” Ujar anak kecil itu dengan lucu. Siwon terdiam menatap anak kecil didepannya. Wajahnya begitu mirip dengannya. Sepertinya ia cukup familiar dengan wajah anak ini….Danny?

“Nde. aku pernah melihatmu ahjussi. Di Apartement mommyku” Lanjut anak kecil itu

“Siapa namamu nak?”

“Namaku Danny. Danniel Choi” Jawab anak kecil itu

“Nde? Danniel Choi?” Tanya Siwon terkejut. Danny menganggukkan kepalanya cepat

“Bolehkan ahjussi tahu siapa nama mommymu sayang?”

“Nama mommy ku Ti—“

“Apa yang sedang kau lakukan Danny-ah?” Tanya seorang wanita yang tiba-tiba saja datang membelakangi Danny. Danny membalikan badannya lalu tersenyum melihat wanita itu. siwon segera berdiri dari tempatnya.

“Jessy auntie” Ujar Danny lalu menggenggam tangan Jessica

“Siwon Oppa” Kaget Jessica melihat Siwon didepannya. Apa yang baru saja Siwon dan Danny bicarakan tadi? Pikir Jessica penasaran

“Eoh, Sica-ah” Seru Siwon masih menatap Danny yang berada disebelah Jessica

“Apa yang kau lakukan disini Oppa?” Tanya Jessica bingung menatap Siwon

“Ak—“

“Jessy auntie. Ayolah, aku ingin bertemu mommy!” Rengek Danny memotong ucapan Siwon.

“Oh nde, kajja Danny-ah. Oppa, kami duluan” Pamit Jessica pada Siwon. “Nde” Seru Siwon singkat. lalu Jessica berjalan lebih dulu meninggalkan Siwon sembari menggandeng tangan Danny yang berada disebelahnya

“Eoh, ahjussi, kuharap kita bisa bertemu lagi!!” Teriak Danny sembari melambaikan tangannya kearah Siwon. Siwon tersenyum lalu membalas lambaian tangan Danny.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

“Eoh, oppa! Kau sudah datang” Ujar Yuri saat melihat lelaki bermasker itu sudah berada di ruangtamu apartementnya

“Nde, Yuri-ah” Jawabnya singkat

“Changkaman oppa, aku akan membawakanmu kopi”

“Aniyo, gwaenchana. Aku sedang tidak ingin apapun saat ini” Ujar lelaki itu menahan Yuri. Yuri hanya mengangguk lalu duduk disebelah lelaki itu

“Hem, Yuri-ah”

“Nde oppa, wae?”

“Bi—“ TINGTONG~ suara bel apartement Yuri membuat lelaki itu terpaksa membatalkan ucapannya dan hanya menghelang napas malas. Yuri menatap lelaki itu sebentar lalu berjalan kearah pintu Apartement nya

“Annyeonghaseo noona” Ujar seorang lelaki sembari membungkukkan badannya pada Yuri. Yuri tersenyum cerah melihat seseorang yang baru saja datang kepadanya

“Eoh Park Jihyuk. Masuklah” Ujar Yuri lalu mempersilahkan lelaki bernama Jihyuk itu memasuki apartementnya

“Nugu?” Tanya lelaki bermasker itu bingung menatap Yuri lalu membuka masker yang sedari tadi dipakainya

“Ah oppa, kenalkan ini Park Jihyuk. Dia adalah orang yang kepercayaanku yang baru oppa” Ujar Yuri cepat. Dengan cepat lelaki itu berdiri dari duduk nya dan menjabat tangan seseorang yang bernama Jihyuk itu

“Lee Donghae imnida” Seru lelaki bermasker itu pada Jihyuk

“Park Jihyuk” Seru Jihyuk ramah lalu duduk disamping Yuri diikuti oleh Donghae disebelahnya

“So, apa yang kau dapatkan Jihyuk-ah?” Tanya Yuri to the point pada Jihyuk

“Kemarin aku melihat mereka memasuki sebuah mobil. Lalu aku mengikuti mereka sampai keapartementnya noona. Dan lihatlah apa yang ku dapatkan” Ujar Jihyuk sembari memberi Yuri sebuah amplop yang besar. Dengan cepat Yuri mengambil amplop itu

“Mereka? Nugu Yuri-ah?” Tanya Donghae penasaran

“Siapa lagi kalau bukan sahabatku, Tiffany Hwang dan mantan suaminya, Choi Siwon” Ujar Yuri santai. Donghae membulatkan  matanya terkejut

“M-mwo?” Kaget Donghae menatap Yuri. Yuri hanya diam tak menghiraukan Donghae lalu membuka amplop yang diberikan oleh Jihyuk tersebut. Beberapa lembar foto yang membuat senyum kepuasan terpancar diwajah Yuri

“Bagaimana bisa kau mendapatkan ini Jihyuk-ah?” Tanya Yuri penasaran

“Sudah kubilang aku mengikuti mereka sampai ke Apartementnya, aku masuk kedalam apartementnya secara diam-diam, dan untungnya, mereka tidak menyadari keberadaanku. Aku bersembunyi cukup lama memperhatikan hal yang mereka lakukan. Dan diluar dugaanku, mereka melakukan hal itu noona.” Jelas Jihyuk pada Yuri. Yuri hanya mengangguk puas.

“Foto apa itu Yuri-ah?” Tanya Donghae penasaran namun juga bingung

“Ah oppa, lihatlah ini” Ujar Yuri sembari memberikan beberapa lembar foto itu pada Donghae. Donghae mengambilnya dari tangan Yuri, matanya membulat seketika. Foto Siwon yang sedang bercinta bersama Tiffany. Terlihat jelas bahwa itu memang Siwon dan Tiffany

“Apa yang akan kau lakukan dengan foto ini?” Tanya Donghae serius menatap Yuri. Yuri merebut foto itu dari tangan Donghae

“Kau pasti akan menggagalkannya jika aku memberitahumu” Ujar Yuri singkat dan dingin. Donghae menghelangkan napasnya berat

“Yuri-ah…” Lirih Donghae menatap Yuri.  Yuri hanya terdiam lalu berjalan memasuki kamarnya meninggalkan Donghae bersama Jihyuk berdua di ruang tamu.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Siwon berjalan memasuki kantor nya dengan keadaan yang sedikit kusut. Ini sudah terlalu telat dan tidak memungkinkan Siwon untuk pulang dan membersihkan badannya terlebih dahulu.

“Anda sudah datang sangjanim” Ujar Stella sembari membungkukkan badannya kearah Siwon

“Nde” Jawab Siwon singkat sembari tersenyum

“Ah, sangjanim, didalam sudah ada Kwon Sangjanim dari Wonderland Group yang menunggu anda”

“Nde? Arraseo” Seru Siwon lalu membuka pintu ruangannya. Cheolwoo dengan cepat berdiri saat Siwon memasuki ruangannya. “Hyung” Sapa Cheolwoo lalu tersenyum pada Siwon.Siwon membalas senyumannya.

“Ada apa pagi-pagi seperti ini kau sudah datang kekantorku?” Tanya Siwon lalu meletakkan tasnya diatas meja kerjanya

“ Aku ingin menanyakan sesuatu padamu Hyung” Jawab Cheolwoo lalu kembali duduk dikursi tamu. Siwon berjalan kearah Cheolwoo lalu duduk dihadapannya

“Tanyakanlah. Eoh, aku akan memanggil Stella untuk menyiapkan kopi” Seru Siwon

“Aniyo hyung. Gwaenchana, dia sudah menawarinya tadi” Cegah Cheolwoo cepat

“Baiklah, jadi apa yang akan kau tanyakan?”

“Tapi, ini masalah pribadi hyung” Ujar Cheolwoo ragu

“Gwaenchana” Seru Siwon singkat

“Hm…apa kau memiliki hubungan dengan Tiffany sebelumnya?” Tanya Cheolwoo pada Siwon. Siwon membulatkan matanya terkejut.

“Mwo?” Tanya Siwon bingung

“Aku hanya mendengar dari beberapa orang, mereka bilang kau memiliki hubungan serius dengan Tiffany beberapa tahun lalu. Mianhae karena aku telah lancang menanyakannya” Ujar Cheolwoo pada Siwon. Siwon hanya tersenyum.

“Tidak apa-apa. Kau ingin mendengar ceritaku?” Tanya Siwon. Cheolwoo menganggukkan kepalanya

“Nde. itu memang benar. Aku dan Tiffany pernah menikah. Hanya saja, tiga tahun yang lalu, kami bercerai karena sebuah kesalahpahaman. Ada seseorang yang memberiku foto Tiffany tengah tertidur dengan seseorang yang tidak aku kenali tanpa sehelai benangpun disebuah hotel, aku menganggap dia telah mengkhianatiku. Terjadi perang yang hebat antara aku dan Tiffany saat itu, hingga akhirnya Tiffany meminta untuk bercerai. Dan baru akhir-akhir ini aku baru mengetahuinya bahwa foto Tiffany yang dulu itu tidak benar” Ujar Siwon panjang lebar pada Cheolwoo

“Mwo? K-kau mengetahui pelakunya?” Tanya Cheolwoo terkejut

“Ani. Aku belum mengetahui siapa pelakunya, aku hanya mengetahui bahwa foto itu tidak benar”

“Ah ye, apa kau menyesal karena telah bercerai dengannya hyung?”

“Nde. Aku merasa bersalah dan menyesal telah bercerai dengannya. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku masih mencintainya” Ujar Siwon sembari tersenyum kecut. Entahlah, Cheolwoo merasa bersalah menatap Siwon. hal yang dilakukan adiknya terhadap Siwon adalah salah. Cheolwoo merasa gagal menjadi contoh yang baik untuk adiknya

“Berjuanglah hyung. Aku akan membantumu” Ujar Cheolwoo tulus

“Mwo? Kau yakin?” Tanya Siwon menatap Cheolwoo ragu. Cheolwoo mengangguk dengan yakin serasa mengacungkan kelingkingnya. Siwon tersenyum pada rekan kerja sekaligus sahabat yang telah dianggap sebagai adiknya sendiri itu. “Gomawo Cheolwoo-ah”

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Yoona memasuki gedung yang cukup mewah dengan beberapa belanjaan ditangannya. Ia memasuki lift lalu menekan tombol yang berada disebelah lift. Setelah sampai ditempat tujuannya, ia berjalan keluar lalu memencet bell salah satu pintu Apartement dilantai 22 itu. tanpa menunggu lama, seseorang telah membukakan pintunya untuk Yoona

“Yoona-ah, kau sudah datang, masuklah”

“Oh Jessica eonni, dimana Tiffany eonni?” Seru Yoona sembari memasuki Apartement yang cukup besar itu

“Dia sedang berbelanja bersama Danny sebentar, beberapa menit lagi mereka pasti pulang” Ujar Jessica sembari kembali menutup pintu Apartement Tiffany

“Kau mau orangejuice yoong?” Tanya Jessica seraya berjalan kearah dapur

“Nde eonni” Jawab Yoona sedikit berteriak. Yoona memandangi satu persatu foto yang terletak ditembok ruangan tengah ini, ada beberapa foto dirinya bersama Tiffany yang dipajang disini. Tanpa disadari, senyuman terukir diwajah Yoona. “Bagaimana bisa dia memajang foto ini” Gumam Yoona saat melihat foto dirinya bersama Tiffany dengan wajah yang sangat derp.

“Kau sedang memperhatikan wajah derpmu itu Yoona-ah?” Seru Jessica tiba-tiba yang membuat Yoona sedikit terkejut

“Eonni, kau membuatku terkejut! Haha nde, mengapa bisa ia memajang foto itu” Ujar Yoona lalu duduk disofa berwarna pink putih itu

“Dia selalu memajang foto derp seseorang. Lihatlah foto itu” Ujar Jessica sembari menunjuk foto yang dibingkai cukup bagus dan ditandatangani oleh Tiffany. Yoona sontak tertawa terbahak-bahak melihatnya. Bagaimana bisa dia tidak menyadari adanya foto itu. Foto Tiffany bersama Jessica dengan ekspresi wajah yang begitu aneh seperti alien

“Berhentilah tertawa Yoong” Ujar Jessica kesal

“HAHA, nde mianhae eonni. Omo kalian benar-benar seperti alien difoto itu”

“Ya memang aku mengakui itu” Ujar Jessica malas sembari meminum orangejuice nya

“Mmm..eonni, bolehkah aku menanyakan sesuatu tentang Tiffany eonni?” Tanya Yoona sedikit ragu pada Jessica

“Apakah dahulu dia memiliki sahabat yang bernama Kwon Yuri?”

 

 

 

***

 

 

 

Danny terlihat semangat mengambil beberapa mainan di Mall yang cukup terkenal di Seoul ini, berbeda dengan Tiffany yang begitu pusing melihat anaknya yang sudah membeli lebih dari 25 mainan hari ini.

“Danny-ah, apa kau sudah cukup berbelanja mainan nya? Tadi kau sudah membeli duapuluhlima mainan sayang. Dan sekarang kau mengambil sepuluh mainan?” Kaget Tiffany saat melihat Danny memasukkan sepuluh mainan kedalam troli

“Mommy bilang mommy akan memberikanku mainan yang banyak!” Ujar Danny berteriak seperti anak kecil pada umumnya

“Tapi ini sudah sangat banyak sayang” Ujar Tiffany berusaha membuat Danny menurut

“Baiklah, tapi setelah ini aku ingin makan steak mommy! Nde, nde?” mohon Danny menatap Tiffany. Tiffany menghelangkan napasnya pelan

“Arraseo. Kajja, kita bayar mainan mu dulu” Ujar Tiffany lalu menggandeng tangan Danny menuju kasir. Setelah membayar semua mainan Danny, Tiffany membawa Danny ke restoran favorite nya. Cukup banyak orang-orang yang mengunjungi restoran ini sekarang. Ya, karena ini adalah waktu makan siang kantor. Tiffany memasuki restoran itu dengan banyaknya belanjaan yang ia bawa ditangannya. “Danny-ah, jangan lari sayang” Ujar Tiffany mengingatkan Danny yang sudah berlari memasuki restoran itu. Bruk!! Karena terlalu sibuk dengan barang belanjaan yang dibawanya, Tiffany dengan tidak sengaja menabrak seseorang yang berada didepannya membuat orang itu terjatuh dan belanjaan yang dibawa Tiffany pun jatuh berantakan.

“Agashi, mianhae, mianhae” Ujar Tiffany berkali-kali lalu membereskan belanjaannya yang berserakan dilantai

“Gwaenchana, ini bukan sepenuhnya salahmu, biar aku bantu” Ujar seseorang itu lalu membantu Tiffany merapikan belanjaannya. Setelah semua beres. Seseorang itu berdiri dari tempatnya diikuti oleh Tiffany.

“Sekali lagi aku min—Kwon Yuri?” Ujar Tiffany sedikit terkejut saat melihat orang yang baru saja ditabrak dan menolongnya. Yuri. Wanita itu membulatkan matanya terkejut.

“Mommy? Kau tidak apa-apa?” Tanya Danny yang kembali menghampiri Tiffany

 

*

 

Disinilah mereka sekarang. Makan dimeja yang sama. Tiffany Hwang kembali bertemu sahabat lamanya saat SMA, Kwon Yuri. Yuri hanya menatap Tiffany dengan datar sedari tadi. Berbeda dengan Tiffany yang terlihat senang bisa kembali bertemu dengan Yuri.

“Apa dia anakmu?” Tanya Yuri dingin sembari menatap Danny sinis. Danny merasa takut lalu bersembunyi dibelakang tangan Tiffany

“Nde. Danny-ah perkenalkan dirimu sayang” Ujar Tiffany lembut pada Danny. Danny menggelengkan kepalanya tidak mau dibalik tangan Tiffany

“Da—“

“Tidak apa-apa” Ujar Yuri cepat masih dengan nada yang sama lalu menyuapkan makanan kedalam mulutnya

“Bagaimana kabarmu Yuri-ah? Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu. aku hanya melihatmu ditv saat membawakan sebuah acara” Ujar  Tiffany ramah pada Yuri. Yuri hanya tersenyum kecut menatap Tiffany dingin

“Tidak baik” Jawab Yuri singkat

“Apa ada yang sedang kau pikirkan?” Tanya Tiffany bingung menatap Yuri

“Nde, aku berfikir kenapa aku harus kembali bertemu dengan sahabat lamaku yang telah mengkhianatiku” Ujar Yuri sembari tersenyum kecut. Tiffany semakin bingung menatap Yuri

“Apa maksudmu?”

“Kurasa kau telah lupa kejadian sepuluh tahun yang lalu” Jawab Yuri menatap Tiffany dengan tatapan yang sulit diartikan

“Kejadian? Kejadian apa maksudmu?”  Tanya Tiffany benar-benar tidak mengerti

“Entahlah, coba kau pikirkan. Ah mian sahabatku, aku harus pergi sekarang” Ujar Yuri dingin lalu berlalu meninggalkan Tiffany yang masih berusaha mencerna perkataan Yuri kepadanya. Senyum miring terpancar diwajah Yuri saat ia telah meninggalkan Tiffany dimejanya. Yuri segera mengeluarkan handphone nya dari tas miliknya lalu menelepon seseorang

‘yeobeoseyo, Hyeri-ah? Bisakah kita bertemu?’

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Tiffany berjalan dipinggir taman dengan menggandeng tangan Danny disebelahnya. Ia hanya terdiam sedari tadi. Ia memikirkan sesuatu. Kejadian sepuluh tahun lalu? Mengapa ia tidak bisa mengingatnya? Mengapa otaknya terasa  beku saat memikirkan hal itu? Danny mengangkat kepalanya bingung melihat mommy kesayangannya itu

“Mommy?” Seru Danny pada Tiffany.  Tiffany hanya terdiam tidak menjawab. Pandangannya lurus kedepan. Danny yang merasa kesal pun melepaskan genggaman tangannya dari Tiffany lalu berlari masuk kedalam taman. Tiffany hanya terdiam. Sepertinya ia tidak menyadarinya.

Danny terus berlari menelusuri taman, hingga tidak sengaja ia menabrak seseorang didepannya. Danny tersungkur jatuh kebelakang

“Appo!! Hiks..mommy..hiks” Isak Danny sembari mengelus-ngelus lututnya yang terasa sakit

“Kau tidak apa-apa adik kecil?” Ujar seseorang yang tiba-tiba saja datang dan berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Danny

“Ahjussi..appoyo” Ujar Danny masih terisak lalu mengangkat kepalanya menatap seorang lelaki bertubuh besar didepannya. Lelaki itu membulatkan matanya terkejut. Namun akhirnya, senyuman terukir diwajahnya

“Kau, Danny kan?” Seru lelaki itu sembari tersenyum. Danny memberhentikan tangisnya lalu mengangguk pelan

“Ahjussi” Ucap Danny pelan. Siwon tersenyum cerah pada Danny

“Kau mengingatku? Ikutlah denganku, biar ahjussi membersihkan lukamu”Ujar Siwon lembut sembari mengacak-ngacak rambut Danny  saat melihat luka yang berada di lutut Danny. Danny menganggukkan kepalanya

“Ahjussi, aku tidak bisa berjalan” Ujar Danny dengan suaranya yang serak. Lagi-lagi Siwon tersenyum kearah Danny lalu berjongkok didepan Danny. Siwon menepuk-nepuk pundaknya sendiri

“Danny-ah, naiklah kepundakku. Biar ahjussi menggendongmu” Ujar Siwon melirik Danny. Danny hanya menuruti ucapan Siwon. Siwon berjalan kearah minimarket yang tak jauh dari taman dengan Danny digendongannya. Ia membeli plester luka lalu mendudukkan Danny dibangku depan minimarket

“Ahjussi, apakah itu akan sakit?” Tanya Danny ragu melihat Siwon yang sudah membuka plester nya. Siwon menggeleng pelan

“Tidak akan sakit” Ujar Siwon cepat lalu menempelkan plesternya dilutut Danny yang terluka

“Cha, sudah beres. Otte? Kau tidak sakit lagi bukan?” tanya Siwon pada Danny. Danny menganggukkan kepalanya lalu tersenyum kearah Siwon

“Danny-ah, apa kau sendirian sedari tadi?” Tanya Siwon menatap Danny

“Aniyo ahjussi. Tadi aku bersama mommyku. Tapi mommy mengabaikanku, yasudah aku berlari meninggalkannya.” Ujar Danny sembari memajukan mulutnya seperti bebek. Siwon hanya tersenyum geli

“Lalu apa yang ahjussi lakukan disini?” Tanya Danny penasaran

“Ahjussi memang selalu datang kesini disore hari. Ah keundae, bolehkan ahjussi mengetahui siapa nama mommy mu sayang?”

“Mommy? Ah, mommy!!” Teriak Danny yang melihat Tiffany dari arah sebrang. Siwon mengalihkan pandangannya pada seseorang yang lihat Danny dengan tatapan berbinar nya. Siwon membulatkan matanya terkejut. “Tiffany Hwang?” Gumam Siwon melihat Tiffany. “Mwo ahjussi mengenal mommy?” Seru Danny senang. Siwon hanya terdiam melihat Tiffany yang berjalan tergesa-gesa kearahnya

“Omo Danny ah apa yang kau lakukan disini? Mommy sangat mengkhawatirkanmu sayang. Mengapa kau meninggalkan mommy sendiri? Mommy sangat takut kehilanganmu” Ujar Tiffany sembari menintikan airmatanya lalu melepaskan belanjaan yang berada ditangannya kemudian memeluk Danny dengan erat

“Ahh” Rintih Danny kesakitan saat lututnya terkena tas milik Tiffany

“Omo, lututmu, apa yang terjadi padamu sayang?” Tanya Tiffany menatap Danny khawatir

“Tadi saat ditaman aku terjatuh mommy, untung saja ahjussi mau menolongku” Ujar Danny lalu tersenyum kearah Siwon. tiffany mengalihkan pandangannya. Ia membulatkan matanya melihat Siwon yang sedari tadi berada disamping Danny

“Si-siwon” Ujar Tiffany terkejut

“Jadi benar mommy dan ahjussi sudah saling kenal” Ujar Danny senang

“Nde” Jawab Siwon singkat lalu menatap Tiffany meminta penjelesan. Tiffany mengalihkan pandangannya agar tidak bertatapan dengan mata milik Siwon

“Danny-ah, kajja kita pulang, ini sudah sore sayang” Ujar Tiffany lalu menggenggam tangan Danny. Danny menarik tangannya dari genggaman Tiffany

“Mommy aku belum ingin pulang, aku ingin membeli icecream!” Ujar Danny sedikit berteriak. Tiffany menggembungkan pipinya

“Arraseo. Kajja”

“Ahjussi! Ikutlah denganku juga mommy!” Ujar Danny senang lalu menarik tangan Siwon

“Nde?” Ucap Siwon sedikit terkejut

“Danny-ah” Cegah Tiffany cepat

“Pokoknya aku ingin bersama dengan Siwon ahjussi! Ahjussi ayolah!” Rengek Danny menatap Siwon. siwon tersenyum kikuk lalu menatap Tiffany ragu. Tiffany hanya menghembuskan napasnya pasrah lalu mengangguk pelan. Senyuman cerah terpancar begitu saja diwajah Siwon

“Baiklah, kajja Danny-ah” Ujar Siwon semangat lalu berdiri dari tempatnya. Danny mengangguk semangat. Lalu berjalan lebih dulu bersama Siwon meninggalkan Tiffany yang masih ditempatnya

“Yak! Tunggu aku!” Teriak Tiffany kesal lalu mengambil beberapa kantung belanjaan yang berserakan dan berjalan menyul Siwon dan Danny

 

 

*

 

 

Siwon hanya tersenyum gemas melihat Danny yang begitu lahap memakan icecream miliknya. Siwon kembali menatap Tiffany meminta penjelasan dari segalanya. Terutama Danny. Apakah Danny adalah anaknya? Lagi-lagi Tiffany mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Siwon. siwon menghembuskan napasnya berat.

“Mommy! Aku ingin memesan satu mangkuk ice cream lagi” Rengek Danny pada Tiffany. Tiffany membulatkan matanya terkejut

“Danny-ah, kau sudah memakan tiga mangkuk ice cream” Ujar Tiffany menatap Danny dengan tatapan aneh

“Apa dia begitu menyukai ice cream?” Tanya Siwon pada Tiffany

“Nde, tapi tidak biasanya dia seperti ini. Dan apa kau tahu oppa? Tadi siang dia membeli duapuluh lima mainan” Ujar Tiffany malas. Siwon tersenyum menggoda menatap Tiffany. Tiffany membalas tatapannya dengan tatapan bingung

“Mwo?” Tanya Tiffany bingung

“Oppa? Kau kembali memanggilku oppa?” Ujar Siwon menggoda Tiffany. Tiffany langsung mengalihkan pandangannya bingung harus melakukan apa

“S-siwon! itu maksudku” Ujar Tiffany cepat lalu membersihkan mulut Danny yang sedikit belepotan dengan tisu ditangannya

“Oppa, oppa, oppa” Ujar Siwon menatap Tiffany. Tiffany hanya mendengus kesal.

“Sudah habis!” Teriak Danny senang saat semua ice cream nya telah selesai ia habiskan. Siwon dan Tiffany tersenyum gemas menatap Danny

“Mommy! Apa iPad ku ada pada mommy?” Tanya Danny pada Tiffany

“Nde, waeyo chagi?” Seru Tiffany lembut

“Berikan padaku mommy!” Ujar Danny lucu. Siwon hanya terdiam gemas melihatnya. Dengan cepat Tiffany memberikan iPadnya pada Danny

“Igeo, berhati-hatilah” Ujar Tiffany mengingatkan. Danny mengangguk mengerti lalu mengambil iPad nya dari tangan Tiffany.

“Mommy! Ahjussi!” Ujar Danny

“Nde?” Seru Tiffany dan Siwon bersamaan

“Aku diajarkan oleh Hyoyeon auntie bagaimana cara berfoto, eoh, lihatlah ke arah kamera dan tersenyum mom,ahjussi!” Ujar Danny semangat. Siwon dan Tiffany hanya menuruti ucapan Danny

“Hana..dul…set” jepret~ Sebuah foto yang terdiri dari Tiffany, Siwon, dan juga Danny yang tengah tersenyum kearah kamera dengan senyuman cerah dan tidak dipaksakan. Entahlah, ada rasa kebahagiaan sendiri didalam diri Tiffany  maupun Siwon.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Yuri berjalan memasuki gedung salah satu stasiun tv ternama, KBC. Ia memasuki sebuah ruangan, lalu tersenyum kearah seseorang yang tengah menunggunya sedari tadi. Yuri berjalan mendekati orang tersebut lalu duduk dihadapannya

“Kau datang lebih awal Kwon Yuri”

“Nde, ah otte? Apa semuanya telah beres Hyeri-ah?” Tanya Yuri penasaran

“Tentu saja. Aku telah membuat artikel nya. Ah, hal yang kau sampaikan padaku itu adalah fakta bukan?” Tanya Hyeri pada Yuri sembari membuka laptopnya

“Nde tentu saja. Kau tidak perlu khawatir” Ujar Yuri santai

“Ah, yuri-ah, lihatlah ini, apa ini sesuai dengan yang kau inginkan?” Tanya Hyeri pada Yuri sembari memberikan laptopnya pada Yuri. Yuri mengambil laptop nya lalu melihat artikel yang sudah disusun rapih oleh Hyeri itu dengan senyuman yang terukir diwajahnya

“Omo, ini benar-benar bagus Hyeri-ah” Ujar Yuri lalu memberikan kembali laptopnya pada Hyeri

“Tidak perlu ada pengeditan lagi bukan?” Tanya Hyeri meyakinkan

“Ah, changkaman Hyeri-ah, bisakah kau memasukkan ini?” Seru Yuri sembari memberikan flashdisk kecil pada Hyeri. Hyeri mengambilnya lalu membukanya. Matanya terkejut menatap layar laptop dihadapannya. Ia mengangkat kepalanya menatap Yuri

“Yuri-ah, apakah ini semua benar?” Kaget Hyeri tak percaya. Yuri hanya mengangguk santai

“Omo, kau selalu memberiku kejutan. Ah, ini akan menjadi hottopic!” Ujar Hyeri masih terkejut

“Hyeri-ah! Jangan kau sebarkan artikel itu sebelum aku menyuruhmu nde?” Mohon Yuri pada Hyeri

“Yaaak, waeyo? Ini benar-benar berita hebat Yuri-ah” Rengek Hyeri pada Yuri

“Ini bukan waktunya. Bukan waktu yang tepat”

“Baiklah” jawab Hyeri malas

“Oke, Aku harus pergi sekarang. Goodbye” Ujar Yuri lalu pergi meninggalkan ruangan Hyeri.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Yoona terdiam termangu diatas ranjang milik Jiwon. Ia kembali mengingat perkataan Jessica saat berada di apartement Tiffany siang tadi.

 

Flashback

 

“Apakah dahulu dia memiliki sahabat yang bernama Kwon Yuri?” Tanya Yoona menatap Jessica dalam

“Yuri? Kau mengenalnya?” Yoona mengangguk yakin

“Nde, Yuri adalah sahabat Tiffany sejak SMA. Namun karena Tiffany harus pindah ke Amerika, persahabatan mereka renggang begitu saja. Aku sempat bertemu Yuri sesekali saat kami masih SMA. Persahabatan Yuri dan Tiffany begitu erat. Bahkan saat dulu aku sering diabaikan Tiffany karena ia terlalu sibuk bermain bersama Yuri.” Jelas Jessica pada Yoona

“A-apa Tiffany eonni masih menyimpan foto Yuri?” Tanya Yoona menatap Jessica ragu. Jessica tersenyum lalu mengangguk

“Nde, walaupun persahabatan mereka cukup renggang sekarang, Tiffany masih menganggap Yuri sebagai sahabatnya. Oleh karena itu dia masih tetap menyimpan foto-fotonya bersama Yuri”

“Emm, Jessy eonni, bolehkah aku melihat foto-foto mereka?” 

“Kau pasti sangat penasaran Yoong. Ikutlah denganku, aku tahu dimana Tiffany menyimpan foto-foto lamanya

 

*

 

“Kau sudah menemukannya eonni?” Tanya Yoona memperhatikan gerak gerik Jessica yang tengah membongkar laci yang berada dikamar Tiffany

“Ah, ini dia!” Ujar Jessica saat berhasil menemukan sebuah album yang sudah cukup usang. Jessica beranjak lalu duduk disamping Yoona dan mulai membuka album tersebut. Yoona hanya menatap foto-foto itu dengan miris. Memang benar, dia adalah Kwon Yuri yang dikenalnya. Jadi orang yang selama ini Yuri bicarakan pada Yoona itu adalah Tiffany? Orang yang ingin Yuri hancurkan….Dia adalah Tiffany?

 

Flashback end

 

“Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku memberhentikan Yuri eonni?” Gumam Yoona frustasi sembari mengacak-ngacak rambutnya sendiri

 

 

 

 

**Sifany**

 

 

 

 

Disinilah mereka sekarang. Didalam mobil Siwon yang terasa nyaman. Ya, karena Danny memaksa untuk pulang diantar Siwon, tiffany dan siwon pun hanya dapat menurutinya. Banyak pertanyaan yang ingin Siwon tanyakan pada Tiffany. Siwon melirik kebelakang. Danny sudah tertidur dibelakang. Lalu Siwon sedikit melirik Tiffany yang tengah menatap keluar jendela disebelahnya

“Kurasa kau bisa menjelaskannya Tiffany” ujar Siwon santai pada Tiffany. Tiffany segera menatap Siwon

“Maksudmu?” Tanya Tiffany tidak mengerti

“Tentang Danny” Ujar Siwon singkat. tiffany menarik napasnya dalam

“Kau sudah tahu, untuk apa kau menanyakannya lagi” Ujar Tiffany dingin lalu kembali menatap jalanan. Siwon memberhentikan mobilnya dipinggir lalu menatap Tiffany dalam. Tiffany mengalihkan pandangannya lalu menatap Siwon dengan bingung lagi

“Wae?”

“Danny, dia benar anakku?” Tanya Siwon meyakinkan. Tiffany hanya terdiam tidak menjawab

“Jawab aku Tiffany hwang!” Ujar Siwon sedikit meninggikan suaranya

“Nde” Jawab Tiffany pelan lalu menundukkan kepalanya. Siwon membulatkan matanya lalu menatap Danny dibelakang.

“Kenapa kau tidak memberitahuku?” Tanya Siwon lagi

“Untuk apa aku memberitahumu? Kau mengabaikanku saat itu” Ujar Tiffany santai sambil tersenyum miris

“Tiffany” Seru Siwon lirih

“Banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu diotakku. Aishh” Ujar Siwon frustasi. Tiffany hanya menundukkan kepalanya

“Biarkan aku memperbaiki kesalahanku dulu dan ikut menjaga Danny bersamamu” Ujar Siwon tiba-tiba

“Mwo?” Kaget Tiffany menatap Siwon

“Jebal” Seru Siwon menatap Tiffany dalam. Tiffany menghembuskan napasnya pelan

“Arraseo”

 

 

 

 

**SiFany**
 

 

 

Tiffany tengah sibuk memasukkan kebutuhan-kebutuhan Danny kedalam tasnya untuk berkencan bersama Siwon siang ini. Danny sudah sangat rapih dan terduduk tenang disamping Tiffany sekarang.

“Cha, sudah beres” Ujar Tiffany lalu menyimpan tas itu disampingnya. Tiffany terdiam sebentar lalu mengahdapkan badannya kearah Danny

“Waeyo mommy?”

“Danny-ah, apa kau masih penasaran dengan Daddy mu?” Tanya Tiffany pelan. Danny menganggukkan kepalanya cepat. Tiffany menarik nafasnya dalam. Mungkin ini waktu yang tepat untuk memberitahu Danny pikirnya

“Mmm..apa kau merasa nyaman jika sedang bersama Siwon ahjussi sayang?” Tanya Tiffany lembut

“Ye mommy, dia sangat baik kepadaku, dan aku sangat menyayanginya”

“Danny-ah”

“Nde mommy?”

“Siwon ahjussi, dia adalah daddy mu” Ujar Tiffany lalu tersenyum. Danny menatap Tiffany dengan berbinar

“Benarkah mommy? Siwon ahjussi adalah Daddy? Jeongmal?” Ujar Danny riang. Tiffany menganggukkan kepalanya cepat

“Keundae, kau jangan memanggilnya Daddy sebelum dia yang memintamu, arraseo?”

“Yaa, waeyo mommy? Aku sangat ingin memanggilnya Daddy, aku pun tidak akan terkena ejekan teman-temanku lagi jika mereka tahu aku juga memiliki Daddy!” Ujar Danny sembari memanyunkan bibirnya kesal

“Danny-ah” Lirih Tiffany menatap Danny

“Mommy? Apa mommy sedih karena ku? Mianhae mommy, aku akan mengingat ucapanmu” Ujar Danny berdiri diatas sofa lalu memeluk Tiffany dengan tangan mungil nya. Tiffany membalas pelukan Danny lalu mengecup pipi Danny dengan penuh kasih sayang

“Aku menyayangimu Danny-ah” Ujar Tiffany pelan

 

TINGTONG~

 

Danny melepaskan pelukkannya pada Tiffany. Tiffany hanya mendengus kesal. Disaat ia sedang memiliki waktu berdua bersama anaknya, selalu saja ada yang mengganggu. “Sepertinya daddyku sudah datang mommy!” Ujar Danny senang lalu berlari kearah pintu

“Jangan berlari Danny-ah!” Ujar Tiffany mengingatkan sembari mengikuti Danny dari belakang. Tiffany membuka pintu Apartementnya. Seorang lelaki bertubuh tegap tengah tersenyum kepadanya.

“Selamat pagi Tiffany” Ujarnya sembari tersenyum manis

“Good morning Mr.Choi” Balas Tiffany lembut

“Eoh, Danny-ah, kau sudah siap sayang?” Ujar Siwon lalu membawa Danny kegendongannya

“Bukankah kita akan menghabiskan waktu di LotteWorld ahjussi?” Ujar Danny senang. Siwon menganggukkan kepalanya dengan pasti

“Kau tidak ikut Fany-ah?” Tanya Siwon yang melihat penampilan sederhana Tiffany dan  tidak menggunakan makeup

“Aniyo oppa. Aku harus bertemu dengan seseorang siang nanti” Jawab Tiffany cepat

“Seseorang? Nugu?” Tanya Siwon penasaran

“Ahjussi, ayolah, aku sudah tidak sabar!” Rengek Danny dipangkuan Siwon

“Arraseo. Fany-ah, kami pergi dulu” Pamit Siwon pada Tiffany

“Nde, jaga anakku dengan baik Mr.Choi” Perintah Tiffany pada Siwon

“Tanpa kau suruh aku akan menjaganya dengan baik” Ujar Siwon lembut yang sukses membuat hati Tiffany tenang

“Baiklah, kajja Danny-ah”

“Goodbye mommy!” Seru Danny sembari melambaikan tangannya kearah Tiffany. Tiffany tersenyum sembari membalas lambaian tangan Danny.

 

 

 

*

 

 

 

Tiffany terdiam dimeja rias kamarnya. Ia sudah mengingat semuanya. Kejadian sepuluh tahun yang lalu, ia sudah mengingat semua itu dengan jelas. Ada kesalah pahaman dikejadian ini. Ya, siang ini Tiffany memutuskan untuk menemui Yuri dan menjelaskan segalanya. Tiffany mendapati kabar dari manager Yuri bahwa sekarang Yuri sedang berada di cafe langganannya, dan dia memutuskan untuk mendatangi cafe tersebut.

 

 

 

*

 

 

 

“Donghae Oppa!” Seru Yuri sembari melambaikan tangannya pada seseorang yang baru saja memasuki cafe tersebut. Lelaki yang merasa namanya dipanggil oleh Yuri pun tersenyum kearah Yuri dan berjalan menghampirinya

“Kau sudah menunggu lama Yuri-ah?” Tanya Donghae lalu duduk dihadapan Yuri

“Tidak, aku baru saja datang. Ah, biar aku memesan kopi terlebih dahulu oppa” Ujar Yuri lalu berdiri dari duduknya. Sedangkan Donghae hanya mengangguk mengiyakan. Tak butuh waktu lama, Yuri sudah kembali menghampiri Donghae dengan dua gelas kopi ditangannya. Ia memberikan satu kopi itu kepada Donghae lalu kembali duduk ditempatnya.

“Apa yang ingin kau tanyakan Yuri-ah?” Seru Donghae sembari meminum sedikit kopi miliknya

“Oppa, Tiffany Hwang, dia memiliki seorang anak, mengapa kau tidak memberitahuku?” Kesal Yuri pada Donghae. Donghae membulatkan matanya menatap Yuri

“Mwo? Bagaimana kau bisa tahu mengenai hal itu?” Tanya Donghae tak percaya

“Aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Dia sedang bersama anaknya saat itu. Kenapa selama tigatahun ini kau menyembunyikannya dari ku oppa!” Ujar Yuri kesal

“Kau pasti akan melakukan sesuatu pada anaknya” Desis Donghae pelan. yuri tersenyum kearah Donghae

“Oppa, aku tidak mungkin melakukan hal macam-macam kepada anak kecil yang lugu. Sekejam-kejamnya diriku, aku masih memiliki hati oppa” Ujar Yuri dengan nada yang dibuat-buat. Donghae hanya terdiam menatap Yuri tak mengerti. Yuri mengesap minumannya lalu kembali menatap Donghae

“Keundae, bagaimana jika publik mengetahui hubungan yang terjadi antara model cantik bernama Tiffany dan juga CEO Muda yang terkenal bernama Choi Siwon? Ah ya, dan bagaimana jika publik mengetahui bahwa Tiffany Hwang sudah memiliki anak dari Choi Siwon? Bukankah itu bagus oppa? Aku yakin ini akan menjadi berita yang sangat panas” Ujar Yuri diakhiri tawanya

“Kwon Yuri! Tak cukup kah kau sudah menghancurkan rumah tangga mereka dengan mengedit foto Tiffany dengan seseorang yang tidak dikenalnya juga menyuruh seseorang untuk datang ke Apartement Tiffany dan mengaku sebagai istri kedua Siwon?!” Ujar Donghae meninggikan suaranya. Kwon Yuri, dia sudah benar-benar keterlaluan akan semuanya. Yuri menatap Donghae tak percaya

“Mwo? Kau membentakku oppa? Kau sudah tidak berada dipihakku lagi?” Ujar Yuri tak kalah tinggi

“Yuri-ah!”

“Jadi, ini semua adalah perbuatanmu, Kwon Yuri-ssi?” Ujar seseorang yang tiba-tiba saja muncul disamping Yuri dan juga Donghae. Yuri dan Donghae mengalihkan pandangannya kearah orang tersebut. Betapa terkejutnya mereka melihat siapa orang yang berada disampingnya sekarang.

 

 

 

 

—ToBeContinued—

117 thoughts on “(AF) Begin Again Part 4

  1. Hohoho…….sifany jadi canggung.aiggo……siwon meledek fany dengan bercandanya.hehehe……
    akhirnya siwon jadi peka kalo danny anaknya.
    yoona tolong hentikan rencana jahat yuri terhadap fany dan siwon,please.hohoho…ternyata donghae tahu rencana yuri dan juga tahu kalo yurilah yg membuat rumah tangga sifany retak dan perceraian.kenapa juga donghae gak hentikan rencana jahat yuri,aiggo….donghae ahh.
    Siapa yg dibelakang yuri dan donghae.
    Apakah fany?sebelumnya fany kan ingin bertemu dengan seseorang makanya fany gak ikut siwon dan dany piknik.aiggo……penasaran banget, apalagi konflik maikin seru dan panassss……
    Thanks buat author dan ffnya.
    Keep writing thor dan hwaiting.
    Jjang thor.
    Sifany 4ever♡♡♡♡♡

  2. crtny sll bikin greget n gemes.greget krn justru org terdkt fany yg sbbkn fany cerai dgn siwon. gemes krn akhirny baik danny n siwon udh th klo mtk ayah n ank.
    q harap Yoona n Jessica yg akn hentikan rnc yuri krn Hae jg terlbt.
    btw Jessica y ktm yuri n hae? sumpah seru nih crt.

  3. Omo..,..trnyta cwok bermasker itu donghae oppa benar2 kejutan .
    Fanykah org itu?
    Yuri bnar2 horor disini…….
    Semua sdh terungkap, yoona sdh tw target yuri…….
    Apa yg akan terjdi klo berita ttf sifany disebar?
    Q mau bca next partx dlu sambil nunggu blasan pwx.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s