(AF) Fire in My Heart Part IV(END): Because of Choi Seunghyun

Fire in My Heart Part IV(END): Because of Choi Seunghyun

poster fire

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Choi Si Won-Choi Seunghyun-Nichkhun Horvejkhul

Genre: drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran, oke..Happy reading!!!

“aku tidak mau tabiii. Aku tidak mau”

“hei, pelankan suaramu kalau tidak akan ada banyak orang yang menyangka aku akan melakukan hal buruk kepadamu” ucapan seunghyun sedikit kasar. gadis ini benar-benar tidak mau diam selama perjalanan menuju mobil. Baik di lift, di koridor, bahkan ketika di tempat parkir

“biar saja orang berpikiran buruk. Biar kau dihajar. Sapa suruh kau menggeretku dengan paksa seperti ini” omel tiffany. sudah lama tiffany tidak mengomel dan walau dia mengelak, sebenarnya dia begitu merindukan saat-saat dia ceria seperti ini.

Seunghyun tiba-tiba menghentikan jalannya dan mendekat pada tiffany “atau aku memang harus melakukan hal buruk kepadamu, chagie” mengakhiri kalimat itu dengan memanyunkan bibirnya tanda ciuman, menunjukkan bahwa dia benar-benar pemain wanita. Tiffany hanya bisa menatap penuh kejijikan dan seunghyun hanya bisa terbahak-bahak melihat wajah tiffany yang seolah mau muntah itu

“aigoo, kau terlihat lebih baik sekarang, kau terlihat bahagia”

“aku jijik, bukan bahagia”

“kau tersenyum, seperti ini, hiii. Apakah karena kita yang akan berkencan?” tanya seunghyun disela-sela ia menyetir

“aigoo.. tentu saja aku sangat bahagia karena aku bisa kencan denganmu tabi..” ucap tiffany sambil mengelus pipi seunghyun dan

PLAk

“konsen saja menyetir. Bisa-bisanya kau masih menggodaku di saat seperti ini” ucap tiffany

“aisshh..appoo.. awas ya kau gadis menyebalkan. Lagipula apa salahnya? Nichkhun sudah berkhianat dan kakakku yang bodoh itu juga sedang kau hindari kan? Berarti aku punya kesempatan kan?”  Ucap seunghyun disertai smirk

“bisa tidak kita tidak membicarakan dua orang itu? bukankah hari ini kencan kita? Kenapa tidak membahas kita saja?”

“sudah kubilang  jangan menggodaku nona cantik. Kau akan menyesal nanti”

“mungkin itu yang aku inginkan” pembicaraan kedua orang itu semakin lama semakin penuh dengan saling menggoda

“wowowo.. kau mau apa?”

Sssttt… seunghyun menghentikan mobilnya tiba-tiba

“aww..aku hanya cari tissu tabi, kenapa kau berlebihan seperti ini”

“oh, di jok belakang tidak ada apa-apa, tissuku habis” dan seunghyun kembali menjalankan mobilnya

֍֍֍

“oke, sekarang kita kemana? Nonton film? bagaimana?” tanya seunghyun

“kau susah payah mengajakku kencan dan hanya berakhir di departemen store? disini seorang choi seunghyun yang playboy mengajak sahabatnya kencan? Menyedihkan sekali. Lagipula bagaimana kalau kau ketahuan?”

“Kau sahabatku yang paling banyak protes. Hanya di mall kau bisa sendirian diantara ribuan orang. Mengerti? Jadi, kalau kau ingin sendirian, daripada mengurung diri di apartemen kecilmu itu lebih baik berdua bersamaku disini. Kau tidak perlu bingung karena aku sudah menutupi wajahku dengan topi dan masker, mereka tidak akan mengetahui kalau ada aktor tampan yang terkenal disini” jawaban seunghyun selalu saja ringan tapi dipenuhi keceriaan di dlamnya

“tsk. Tampan? baiklah” akhirnya tiffany mengalah saja. toh, dia juga merindukan saat-saat bersama seunghyun

“sang pangeran tampan dan sahabatnya yang cantik” mata seunghyun berbinar, seolah ikut tersenyum seperti halnya bibirnya yang tak terlihat itu pasti juga ikut tersenyum

Mereka akhirnya menonton film bersama. Kali ini berbeda, mereka melakukan hobi kesukaan mereka tidak di dalam kamar seunghyun yang mempunyai home teaer besar itu, tapi di dalam bioskop.

“kau sudah meminta maaf pada taeyeon?” tanya seunghyun di sela-sela mereka menonton film dan makan pop corn

“belum” jawab tiffany singkat

“wae? Kau masih marah padanya?”

“ehmm.. walau dia benar, tidak seharusnya dia seperti itu. dia kan sahabatku, tapi kenapa malah membela nichkhun dan siwon?”

“aigoo..kau salah dan kau tidak mau meminta maaf”

“tapi dia juga salah”

“kau lebih salah. Dia hanya mengingatkanmu. Kau mau kehilangan sahabat sebaik taeyeon? Bukankah dia sudah terlalu banyak mengalah padamu?”

“sstt.. ehem..” sepertinya suara seunghyun terlalu keras hingga membuat orang-orang mengeluh padanya

Akhirnya dia menurunkan volume suaranya dan kembali mengomeli tiffany “ kau ingat saat menelfonku hari itu? hari dimana taeyeon pergi. Kau menangis dan bilang bahwa mereka memang benar, kau bersalah, dan kau memang seharusnya berubah. Kau lupa dengan semua itu? aku tidak mau tahu kau harus meminta maaf pada taeyeon sekarang  juga”

“ssst…” kini lebih banyak orang yang menginterupsinya dan seunghyun hanya bisa menampakkan gerakan seolah ia benar-benar menyesal atas sikapnya

Tiffany menghela nafas besar dan mulai menatap handphonennya. Seunghyun benar, kenapa taeyeon yang harus mengalah kalau tiffany yang memang bersalah. “baiklah” tiffany mengirim pesan pada taeyeon karena di bioskop sebenarnya menggunakan handphone lebih baik ditinggalkan. Dalam persahabatan, pasti akan ada pertengkaran, jangan pernah menganggap itu adalah akhir dari persahabatan, terkadang tidak ada yang benar-benar bersalah. Jadi salng intropeksi diri dan meminta maaflah.

“bagaimana dengan nichkhun dan hyung?”

“entahlah aku masih belum memikirkannya. Tapi aku rasa aku tidak akan kembali lagi pada nichkhun. ouch”

“mianata..mianata agashi. Aku terlalu berlebihan saat menonton film” ucap namja yang juga memakai masker di samping tiffany, dia menumpahkan cola tiffany

“kau tidak apa-apa tiffany?” tanya seunghyun

“tidak apa-apa tabi. Tuan, lain kali hati hati”

“nde, mianata agashi” ucap namja itu lagi

“tabi, aku ke kamar mandi dulu ya” ucap tiffany dan meninggalkan ruang bioskop

֍֍֍

Setelah mereka selesai menonton film. Pasangan yang terlihat sangat serasi ini melanjutkannya dengan jalan-jalan, dan berbelanja. Sangat sederhana tapi juga sangat manis. Tiffany tidak pernah tertawa selepas ini sejak beberapa bulan lalu dan ini karena seunghyun. semua karena seunghyun.

“tabi, kenapa kau memilih mall untuk jalan-jalan?”

“karena kau istimewa”

“istimewa? Di mall?”

“hmm.. kau tahu, hidup menjadi selebriti itu tidak mudah. Aku tidak lagi bisa berjalan santai di tempat umum tanpa menggunakan masker dan topiku. aku ingin kau, sebagai sahabat baikku” seunghyun melingkarkan tangannya di bahu tiffany “menemaniku disini, di tempat ramai ini. di tempat yang tidak biasa aku kunjungi untuk kencan”

Tiffany bisa merasakan kesedihan di dalam ucapan seunghyun. benarkan seperti itu? apakah hidup menjadi orang terkenal sebegitu sulitnya?

“aigoo. Berarti aku sangat istimewa? Baiklah, aku akan mentraktirmu di restoran favoriku setelah kita keluar dari sini. Bagaimana?” tiffany ingin  membahagiakan orang yang selalu berusaha membahagiakannya

“baiklah tapi berhubung ini kencan kita. jadi aku yang mentraktir, kau tunjukkan saja restoran yang kau maksud. Bagaimana?”

“sip” tiffany memberikan senyum terbaiknya untuk seunghyun

“hei.. apa yang kau lakukan?” tanya seunghyun lirih saat tiba-tiba tiffany membalikkan arah jalan. Mereka telah sampai di restoran favorit tiffany tapi kenapa gadis itu malah berbalik arah?

“sstt..ada nichkhun” ucap tiffany lirih. Seunghyun berpaling dan memang nichkhun ada di sudut restoran. Kebetulan yang baik, pikir nichkhun. kalau memang tiffany ingin berubah, bukankah lebih baik dia segera meluruskan segala permasalahannya?

“tiffany, ingat pembicaraan kita waktu taeyeon pergi?”

“hmm? Pembicaraan tentang pacar-pacarmu itu?” tiffany masih terlihat bingung dan sedikit-sedikit melirik ke arah nichkhun

“bukan” seunghyun memutar bola matanya. dia sedang ingin bicara serius dan tiffany sepertinya hanya fokus pada nichkhun. “ dengarkan aku” seunghyun memfokuskan wajah tiffany padanya, memegang erat pundaknya, dan berbicara lurus menatap mata gadis di depannya

“kau bilang bahwa kau ingin berubah. Tidak lagi seperti yang orang-orang bilang. Ingat?” tiffany menganggukkan kepalanya, dia sadar seunghyun serius kali ini

“kalau kau ingin berubah, perbaiki semuanya. Nichkhun adalah bagian dari itu. kau harus memantapkan hatimu. Beri keputusan yang terbaik. Kau benar-benar mencintainya atau hanya seperti yang taeyeon katakan. Kau harus berpikir sekarang!”

“aku.. aku tidak bisa..”

“kau harus bisa” seunghyun mengguncang tiffany, memberikan gadis itu kekuatan

“tunjukkan kalau kau bukan seperti yang mereka katakan. Kau tidak bodoh tiffany” tiffany terlihat berpikir sebelum akhirnya ia melihat ke arah nichkhun

“kau siap?” lagi, tiffany hanya menganggukkan kepala. Kini ia berjalan ke arah nichkhun, kekasihnya yang selama ini mencarinya kalang kabut

“tiffany” ucap nichkhun kaget

“mickey”

Dan setelah itu, mereka berdua berbicara panjang dan serius. seunghyun hanya bisa melihat dari meja tempat ia makan sambil menerka-nerka kira-kira apa keputusan tiffany. sesekali ia menyuapkan makanan ke mulutnya tapi ia merasa kurang bisa menikmatinya. Seolah ia seperti sasaeng yang menguntit idol favoritnya. Tidak salah memang mengingat dia sangat terkagum-kagum pada seseorang yang menurutnya bakal calon kakak iparnya. Tapi, semakin lama seunghyun melihat nichkhun seolah naik darah.

“aku tidak peduli” nichkhun menggebrak meja. Seketika seunghyun mendekat, takut-takut terjadi sesuatu dengan tiffany

“siapa dia?” tanya nichkhun

Seunghyun melepaskan masker dan melenggang tampan di depan nichkhun, “kekasih tiffany”.

“what” tiffany dan nichkhun berteriak bersama

“chagie. Bukankah kau sudah bilang akan mengakhiri hubungan dengan dia” seunghyun sepertinya tidak hanya bisa akting di depan kamera. dia sangat cocok memerankan seorang selingkuhan gadis cantik bernama tiffany

Tiffany disana hanya bisa bingung dan terkejut. Dia tidak mengiyakan tapi tidak juga mengelak. Nichkhun juga sama bingungnya karena dia yakin tiffany tidak pernah selingkuh dengan siapapun. Tiffany tidak pernah selingkuh, gadis itu selalu ada untuk nichkhun.

“tiffany, apa maksudnya ini? jadi kau memutuskan hubungan kita karena TOP”

“kau tidak perlu bicara chagie” seunghyun menutup mulut tiffany saat gadis itu akan menjawab

“kami sebenarnya sudah berpacaran lama nichkhun-si. kau baru saja diputuskan bukan? Kau sudah tahu alasannya sekarang. jadi, jauhi tiffanyku” mata tiffany membulat mendengar ucapan seunghyun, tiffanyku? Sejak kapan tiffany menjadi miliknya

“aaaaa…oppaaaaa”

“nichkhun”

“TOP”

“siapa gadis itu?”

Di balik jendela restoran. Gadis-gadis ABG berlonjak-lonjak sambil berusaha memotret mereka. Seunghyun maupun nichkhun sama-sama tidak menyangka hal ini akan terjadi. Mereka berdua mengutuk diri sendiri dan sama-sama menggeret tiffany menjauh dan menuju dapur restoran, mencari pintu lain untuk keluar dari restoran dengan aman.

“aarrgghh” tiffany berteriak kencang

“lepaskan tanganmu dari kekasihku” ucap nichkhun sambil tetap berlari

“seharusnya aku yang mengatakan itu” ucap seunghyun tak mau kalah. Mereka melewati dapur restoran sambil ditatap aneh oleh koki-koki restoran. Beberapa koki juga sempat berteriak histeris melihat artis-artis tampan yang biasa mereka lihat di bioskop berlati di hadapan mereka.

“kalian diamlah” teriak tiffany. ini bukanlah waktu yang tepat untuk berdebat.

Setelah semua berakhir, lari-lari yang tak terduga itu. seunghyun, nichkhun, dan tiffany berakhir di sebuah kedai di pinggir jalan. Seunghyun memakai maskernya, nichkhun memakai topi seunghyun dan tiffany memesan makanan.

“ini semua gara-gara kalian” ucap tiffany pada dua orang yang sedari tadi hanya duduk dan saling memberikan tapan membunuh.

“ini gara-gara aktor kecil ini”

“ini karena kau selingkuh dengan aktor sok tampan ini” ucap nichkhun tak mau kalah

“tabi. kali ini aku tidak mau berdebat. Aku akan berbicara sampai semuanya jelas” seunghyun tahu, tiffany sepertinya benar-benar serisu kali ini.

Dering telfon seunghyun menginterupsi tatapan saling membunuh itu dan mengangkat telfon, meninggalkan tiffany dan nichkhun yang sepertinya sudah siap dengan perdebatan tahap dua.

—sifany—

“hai hyungku” ucap seunghyun saat mengangkat telfon

“kau dimana?” tanya suara diujung telfon

“aku di kedai tak jauh dari restoran tadi. Kau dimana? Aku akan kesana?”

Flasback

Siwon POV

“aiiisshhh”

“kau kenapa?”

“aku tidak pernah bisa mengerti wanita”, jawabku

“hmmm..iya kau bodoh urusan wanita”

“ya” aku membentaknya

“tiffany?” tanya seunghyun. “kau butuh bantuanku?” dia memberikan smirknya. Aku tahu adikku ini bisa diandalkan

Baiklah. Aku hanya bisa mengiyakan apa yang adikku yang tidak lebih tampan dariku ini katakan. Kini aku berada bersembunyi di mobilnya yang ajaibnya kini tiffany mau diajak jalan olehnya. Hei, dia berhari-hari tidak keluar apartemen, tidak mau menemuiku, tapi mau diajak jalan oleh seunghyun? dasar gadis menyebalkan

“ouch” ucap gadis itu saat aku menyenggol gelas colanya. Bodohnya aku. Terlalu bahagia saat dia bilang tidak akan kembali pada nichkhun reflek membuatku terlonjak.

“kau bodoh”ucap seunghyun saat tiffany keluar gedung bioskop

“diam” ucapku. Aku sedang tidak ingin berdebat dengannya

End flasback and siwon POV

“apakah mereka akan kembali?” tanya siwon pada seunghyun, dia tidak menyembunyikan wajah khawatirnya pada seunghyun

“entahlah. Tapi aku rasa tiffany tidak akan kembali pada nichkhun. tenanglah, kau yang terhebat hyung”

“berhentilah menggodaku. ini bukan waktu yang tepat” ya, siwon benar. Seunghyun hanya ingin membuat kakaknya tidak terlalu khawatir

“kau memang hebat hyung. Cuman, aku lebih hebat darimu”

PLAK, siwon memukul kepala seunghyun

“jangan terlalu percaya diri, kau sama saja dengan tiffany. aku merasa kalian lebih cocok menjadi saudara”

Seunghyun hanya bisa tertawa melihat wajah kesal hyungnya. Ya, walau dia akui dalam hati bahwa dia dan tiffany lebih punya banyak kesamaan daripada hyungnya ini. tapi ada yang tidak dipunyai seunghyun, dan seunghyun merasakan itu tiap ia melihat tatapan tiffany pada siwon, tatapan cinta. Seunghyun tahu, bukankah dia pemain cinta?

—sifany—

Setelah itu, nichkhun dan tiffany kembali berbicara. sesekali diinterupsi dengan pelayan yang memberikan pesanan mereka. Seunghyun yang mengetahui itu langsung menjaga jarak, memberikan ruang bagi tiffany untuk menjelaskan.

“mickey, aku”

“jangan bicara” nichkhun menginerupsi tiffany. ia tahu arah pembicaraan ini akan kemana dan ia tahu seperti apa yang ia dengar dari restoran, tiffany ingin mengakhiri hubungan mereka.

“mickey, ini harus dibicarakan” ada jeda disana, sebelum tiffany mengambil nafas besar dan memulai pembicaraannya. “aku, selama ini selalu menjadi orang yang menyedihkan”

“minnie, kau tidak seperti itu”

“izinkan aku menyelesaikan mickey” nichkhun tidak bisa apa-apa kecuali memberikan tatapan bahwa ia akan menjadi pendengar kali ini.

“sejak keluargaku meninggal karena aku, aku menjadi orang yang sangat menyedihkan. Tapi kau ada disana, kau adalah bagian dari masa laluku, satu-satunya bagian dari masa laluku yang ada sampai sekarang” tiffany mulai menangis. semua ini dimulai dari kejadian mengerikan itu. jadi sudah seharusnya pembicaraan ini juga dimulai dari sana.

“kau selalu ada untukku hingga kita memutuskan untuk bersama. Kau yang selalu menguatkanku hingga sekarang. aku tidak bisa mengelak bahwa kita, kau dan aku tumbuh bersama dan dewasa bersama. Kau selalu memahami perangaiku yang selalu labil, manja, dan egois. Akupun juga mencoba memahami perangai burukmu yang gampang jatuh cinta itu” tiffany tersenyum di tengah-tengah ia bicara itu. baginya, kelakuan buruk nichkhun kini adalah sebuah kelakuan lucu dan konyol dari mantan sahabatnya yang telah menjadi kekasihnya itu.

“tapi, perpisahan kemarin terasa berbeda. Bukankah kau bertanya waktu di depan apartemenku kenapa kau begitu marah padahal biasanya aku tidak seperti itu? aku bukan tipe orang yang marah begitu saja melihat kekasihnya selingkuh? Kau akan cari tahu jawaban yang sesungguhnya dan kau pasti akan mendapat jawaban bahwa jessica bukan apa-apa bagiku dan kau adalah rumahku dan tujuanku” tiffany memberikan jeda sebelum dia menjawab. Kali ini, nichkhun menatap tiffany intens, tidak lagi menatap luar, dia bersiap untuk kemungkinan terburuk

“aku juga tidak mengerti, aku begitu marah melihatmu dengan jessica. Dalam pikiranku aku selalu berpikir bahwa kaulah tujuanku, tidak ada keraguan. Tapi, akhir-akhir ini aku meragukannya, ada orang lain yang aku pikirkan,  senyumannya selalu membuatku ikut tersenyum, berdebat dengannya adalah hal paling mengasyikkan, dia yang terkadang menemuiku dalam mimpiku, yang membuatku punya banyak inspirasi dalam menulis. Tapi aku selalu meyakinkan diriku bahwa itu tidak benar dan aku adalah untukmu. Tapi, jessica… jessica membuatku begitu marah seolah kau telah seenaknya membuat hatiku yang aku tujukan hanya untukmu itu sakit. Omongannya dan taeyeon juga seolah menyadarkanku”

“menyadarkan apa minnie. Mereka hanya tidak suka kalau kita bersama”

“menyadarkanku apakah aku benar-benar mencintaimu atau kau hanya telah menjadi kebiasaanku” wajah nichkhun semakin marah. Tapi ada kekhawatiran di dalamnya.

“dan benar. Aku merasa aku mempertahankanmu karena hanya kau telah menjadi kebiasaanku. Kau adalah bagian dari masa laluku yang tidak ingin aku tinggalkan. heiii.. jangan bersedih mickey” ucap tiffany sambil mengelus pipi mantan kekasihnya

“lucu saja. ketika aku berselingkuh berkali-kali aku selalu berakhir padamu sedangkan ketika kau ternyata selingkuh untuk pertama kalinya, aku merasa kau tidak akan kembali. Aku bukan tujuanmu. Jadi inikah yang kau rasakan tiap kali aku berselingkuh? Sesakit ini? Apa TOP lebih tampan dan lebih baik dariku?”

Tiffany tersenyum mendengar ucapan nichkhun “dia bukan selingkuhanku mickey, dia orang yang mampu membuatku memberikan perhatian lebih padanya, dia juga juga bukan TOP dan soal itu, kau jauh lebih tampan, imut, dan lebih menggemaskan darinya”

“lihatlah, setelah kau mengelu-elukannya dan sekarang kau memujiku? Kau paling bisa membuat orang lain bahagia” tiffany semakin tertawa lepas

“kau tahu mickey? Aku merasa kita lebih baik seperti ini? seperti dulu. Saat kau masih menjadi sahabat kecilku sebelum semua kejadian memilukan di keluargaku dimulai”

Kini nichkhun yang mengelus pipi tiffany “aku pasti akan sangat merindukanmu dan jangan pernah ragu untuk kembali. Kau tahu tempat dimana menemukanku kan?” melihat tiffany yang terus mengeluarkan air mata di tengah-tengah kejujurannya membuat hati nichkhun ikut bersedih. Dia tidak ingin tiffany kembali menangis, hanya itu. ia tidak ingin berdebat, melihat mata tiffany saja membuatnya tahu bahwa dia telah kehilangan tiffany

“jangan mengelus pipi kekasihku” ucap seunghyun yang menghampiri mereka

“hei, kau tidak berhak mengaku seperti itu. aku sudah tahu yang disukai tiffany bukan kau TOP”

“tiffany. kau membuat perdebatan kita tidak seru” tiffany dan nichkhun hanya bisa tertawa

Akhirnya tiga orang yang bertemu dengan di awali dengan perdebatan itu. berakhir dengan makan bersama yang hangat. Tak jauh dari sana, seseorang yang juga memakai masker dan topi melihat sambil tersenyum.

—sifany—

Tiffany dan seunghyun berjalan dalam diam, hanya derap langkah mereka yang terdengar. Nichkhun telah pulang dulu karena ada panggilan dari menejernya untuk segera ke kantor. Seunghyun enggan bertanya ataupun berkomentar karena tiffany sepertinya juga sedang tidak mood untuk membicarakan sesuatu.

“tiffany, kau.. heiii.. kenapa menangis?” seunhyun merengkuh tiffany dalam pelukannya. Dilihatnya taman bermain yang indah di samping mereka

“ini adalah taman bermainku dulu dengan nichkhun” ucap tiffany sambil menangis

“kau menyesal berpisah dengannya?” tiffany menggelengkan kepalanya

“lalu?”

“hanya mengingat masa lalu”

“kau membuatku khawatir nona cantik” mereka kini berjalan ke taman bermain itu. tiffany berada di ayunan dan seunghyun mengayunkannya dari depan

“kenapa kau masih menangis tiffany?”

“tidak tahu. aku tidak bisa berhenti”

“oke. Tunggu disini ya. Aku akan membelikanmu es krim”

“tabiii.. tidak perlu” teriakan tiffany sepertinya tidak berefek karena seunghyun sudah berlari meninggalkannya

Setelah beberapa menit berlalu. Tiffany tetap membuat dia melayang di ayunan sambil terus menangis. dia sendiri tidak mengerti dia tidak bisa menghentikan tangisannya. Ada perasaan sedih, bahagia, takut, dan khawatir di dalamnya.

CUP

Tiffany mendongak ke depan. Dilihatnya siwon, orang yang baru saja mengecup bibirnya dengan lembut. Siwon menghentikan gerakan ayunan itu dan berlutut di depan tiffany.

“kenapa menangis?”

Tiffany semakin menangis menjadi-jadi melihat siwon. siwon hnya bisa tertawa dan memeluk tiffany, mencoba menenangkan gadis cantik itu.

“kau sedih berpisah dengan nichkhun?”

Tiffany tampak berpikir, pasti tabi memberi tahu segalanya pada siwon. tiffany menjawab dengan menggelengkan kepalanya tapi di bagian akhir dia menganggukkan kepalanya. Siwon tersenyum, seolah memahami perasaan gadis itu

“kau takut karena sudah tidak ada lagi nichkhun? kau takut dan khawatir apa kau bisa hidup tanpanya? Tapi kau juga bahagia karena kau merasa bebas?” seolah tahu segala kegundahan tiffany, siwon menggambarkan semua perasaan tiffany dengan bahasanya dan gadis itu kini menganggukkan kepalanya dengan mantap

Siwon menghapus air mata tiffany dengan ibu jarinya.

“menangislah. Jangan lama-lama. Kau terlalu cantik kalau menangis” siwon ikut tersenyum melihat tiffany tersenyum.

“tabi..” siwon memberikan es krim strawberry padanya

“bisakah kita bicara tentang kita saja”

Mereka akhirnya kembali bertemu, kembali mengobrol, dan kembali berdebat. Walau kali ini siwon lebih sering mengalah dan mengiyakan ucapan tiffany. seunghyun, pahlawan dalam cerita ini hanya bisa melihat dua orang yang disayanginya itu kini terlihat bahagia dan romantis. Saling menatap dan memberikan senyuman satu sama lain. Dia akhirnya memilih menjauh dari tempat itu sambil menjilati es krimnya

—sifany—

“ehmm.. selamat malam siwon”

“selamat malam”

Walau mereka telah sampai di depan apartemen tiffany dan saling mengucap selamat malam tapi keduanya seolah tidak mau beranjak dari tempatnya masing-masing. mereka masih saling menatap dan saling memberikan tatapan tidak ingin berpisah.

“baiklah.. selamat malam” ucap tiffany lagi dan saat ia berbalik untuk membuka pintu siwon menahan lengannya

“iya siwon si?”

“saranghae” akhirnya, setelah sekian lama. Siwon berani mengucapkan kalimat itu. tiffany, dia tidak berani menjawabnya. Perasaannya tidak karuan karena dia baru saja putus dari kekasihnya dan kini siwon mengucapkan kata itu

Siwon tidak menunggu jawaban tiffany. ia menatap dalam mata tiffany seolah mengatakan aku akan menciummu dan tiffany tidak memberikan penolakan.

“ya, apa yang akan kalian lakukan?” ucap taeyeon menginterupsi siwon.

“kau merusak segalanya nona kim” nada siwon terdengar kesal, taeyeon membuatnya kehilangan momen indah.

“tiffany, kita perlu bicara”

“iya, tunggu di dalam” tatapan mata tiffany mengisyaratkan kekecewaan yang mendalam

“baiklah, aku akan menunggu di dalam” taeyeon kembali menutup pintu kembali

“siwon, aku…”

“aku tahu. Kau baru saja putus dan belum ingin menjadi kekasih siapapun. Aku hanya”

“nado saranghae” ucap tiffany tiba-tiba, membuat pupil mata siwon membesar.

Tiffany tersenyum, memberikan ucapan selamat malam lagi untuk siwon, dan masuk apartemennya

—sifany—

“would you be my wife?”

Semua memandang tiffany penuh harap. Dia kini sedang berada di café favoritnya, café yang mempertemukan dia dengan siwon yang sekaligus mantan rumahnya. secara mengejutkan tiffany di beri cappucino yang bertuliskan would you be my wife? Oleh pelayan yang ternyata adalah siwon. Tiffany tersenyum penuh arti memandang lelaki di hadapannya. Seunghyun yang ikut minum bersama tiffany hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah romantis siwon. Kakaknya telah mendiskusikan ini sebelumnya dan seunghyun benar-benar menolak ide buruk ini sebenarnya. Menurutnya ini adalah ide yang buruk, tidak romantis, dan sangat biasa.

“apakah kau malu?” tanya siwon lirih karena tiffany tidak juga menjawabnya dan tiffany menggelengkan kepalanya,  jawaban bahwa ia tidak malu dengan cara siwon

“lalu?” tanya siwon lagi dan kali ini tiffany menganggukkan kepalanya

“hmm?” siwon tidak mengerti apa maksud tiffany menganggukkkan kepalanya

“nde. I’ll be your wife” ucap tiffany mantap yang langsung disambut oleh pelukan siwon

Semua orang bertepuk tangan tanda bahagia, termasuk seunghyun. akhirnya tiffany benar-benar akan menjadi kakak iparnya.

—sifany—

“cantik”, bisik siwon saat mereka bersama di altar

Akhirnya mereka berdua menikah. Mengucapkan janji setia. Pernikahan yang sederhana, hanya ada orang-orang dekat disana, termasuk nichkhun yang kini berstatus kembali menjadi sahabat tiffany sekian lama. Dia menggandeng wanita cantik yang juga sahabat tiffany, taeyeon. Tak jauh dari taeyeon, keluarga choi juga berkumpul menyaksikan anak tampan mereka mengucap janji suci. Seunghyun, sebagai tokoh penting dalam kisah cinta pengantin tersenyum bahagia melihat mereka. Belum ada pendamping, entah sampai kapan dia akan menjalani hidupnya dengan wanita yang benar-benar diseriusinya.

—sifany—

“noona, ayo kita ke nonton film”, ajak seunghyun

Rumah tiffany dan siwon yang besar memang tidak hanya mereka huni sendiri. seunghyun seringkali menginap dan itu membuat siwon kesal.

“andwe. Kau jangan coba-coba menculik istriku. Pulang sana ini sudah malam” bentak siwon

“ehmm.. noona, ngomong-ngomong ini sudah malam. Aku boleh menginap disini?” seunghyun merajuk. Seunghyun kini lebih mirip adik tiffany daripada adik siwon.

“ehmm.. kau tanya saja pada hyungmu” dahi tiffany berkeryit, dia tahu perangai suaminya

“hyung, aku-“

“andwe, pulang” jawab siwon dingin. Dia masih sibuk mengetik urusan kantor di rumahnya

“tapi kan-“

“andwe”

“aiiissshhh” seunghyun berdecak sebal dan meninggalkan rumah itu, siwon tertawa bahagia atas kemenangannya,  dan tiffany hanya bisa menggeleng-geleng tidak mengerti dengan perangai duo choi itu

“kau menyuruh seunghyun pergi dan kau sibuk mngurus urusan kantor. Egois” sindir tiffany

“kau juga selalu sibuk dengan naskah skenariomu saat di rumah” siwon tak mau kalah. Kali ini siwon menang, tiffany memang selalu sibuk dengan hal itu.

“naskahku memang dikerjakan di rumah tapi urusanmu itu ada di kantor, bukan di rumah” selalu, wanita itu memang tak mau kalah

“jadi, kau merindukan pekerjaan rumahku?” siwon menghampiri tiffany, ada senyum nakal disana

Tiffany ikut tersenyum. “emmm.. sangat” bisiknya di telinga siwon

Siwon mulai menghujani tiffany dengan ciuman lembut, Tiffany melingkarkan kakinya di pinggang siwon, dan siwon menggendong tiffany ke kamar.

—sifany—

“hamil?” ucap mereka semua tak percaya

“keluarga choi sedang makan malam bersama dan saat tiffany memberikan kabar itu, mereka semua terkejut, kecuali seunghyun.

“nde, seunghyun tadi mengantarkan ke rumah sakit karena aku mengeluh sakit. Ternyata itu yang dikatakan dokter oppa” jawab tiffany

“tunggu, jadi seungyun tahu lebih dulu daripada aku” o’oo, tuan choi siwon mulai naik darah

“mmm..”, tiffany bingung mau bicara apa

“sudahlah siwon. kau kan tidak bisa mengantarnya karena di kantor” jawab nyonya choi, mencoba meredam kejenngkelan siwon

“tapi oemma”

“sudah-sudah, ini adalah berita yang menggembirakan tidak seharusnya kau bersikap seperti itu siwon” dan seunghyun hanya bisa tertawa penuh kemenangan sambil menjulurkan lidah pada hyungnya. Siwon menatap adiknya penuh kejengkelan. Tiffany capek, tidak mau menanggapi dua anak kecil yang terperangkap pada tubuh manusia-manusia tampan itu

—sifany—

“appa akan menjadi appa yang baik untukmu. Kita akan menjaga oemma sama-sama. otte?”ucap siwon saat melihat anaknya di box. dia mengelus pipi kecil anaknya dengan jarinya.

“tuhan, terimakasih” gumamnya

—sifany—

“baby, seunghyun mana?”

“o, oppa. seunghyun sedang bersama tabi”. ya, anak pertama mereka diberi nama seunghyun, seperti pamannya. Sebenarnya siwon sangat menolak ide tersebut tapi tiffany dengan segala caranya ia mampu meluluhkan hati siwon

“berarti kita tinggal berdua?” senyum nakal siwon mengembang. Hari ini adalah hari yang berat bagi siwon. dia benar-benar ingin istrinya, sekarang.

“hentikan pikiran-pikiran kotormu oppa, naskahku harus selesai besok” siwon menghela nafas besar dan kembali menampakkan wajah kusutnya

Wajah siwon berubah kusut. “aku kadang berpikir sebenarnya kau menikah denganku atau seunghyun. dia lebih sering bersamamu dan seunghyun daripada aku. Kalian lebih sering menonton film bersama, di lokasi syuting bersama, bahkan dia lebih sering bermain dengan seunghyun daripada aku” siwon kini duduk di sofa dan mulai mengeluh.

Tiffany menghentikan menulis. Dia tahu suaminya sedang dalam mood yang kurang baik. Berjalan mendekati suaminya dan duduk tepat di atas kaki siwon

“hey.. kau adalah suamiku” ucap tiffany sambil memainkan dasi siwon

“lalu?” mood siwon masih belum membaik

“seunghyun tidak ada apa-apanya dibanding tuan choi siwon. dia bukan suamiku” ucapan tiffany disertai senyuman-senyuman nakal

“benarkah? begitu istimewanya menjadi suamimu?” siwon mulai antusias

“hmm” tiffany hanya memberikan gumaman sebagai jawaban

“hmm?” siwon mulai memberikan kecupan-kecupan di bibir tiffany

“Ehem”, seunghyun datang membawa seunghyun kecil yang terlihat terlelap di gendongannya

“owh, kau sudah datang seunghyun” tiffany terlihat salah tingkah melihat seunghyun ada di hadapannya. Ia segera mengambil seunghyun kecil dan menidurkannya. Siwon, moodnya kembali memburuk melihat adiknya yang menurutnya semakin lama semakin menyebalkan itu.

“kau datang pada saat yang tidak tepat” ucap siwon

“benarkah? menurutku aku datang pada saat yang sangat tepat”

“apa maksudmu?”

Dan seperti hari-hari yang sudah-sudah. Mereka berdua kembali berdebat dengan tema yang sama, tiffany. objek yang diperdebatkan hanya bisa menatap duo choi itu sambil bergeleng.

“tabiii”

“nde?”

“bukankah kau harus syuting besok pagi. Aku yakin kau butuh istirahat cukup” ucap tiffany sambil menarik tangan seunghyun dan mendorong tubuh adik iparnya itu

“tapi-“

“aku yakin kau tidak ingin dimarahi sutradara kan. Sekarang pulanglah, selamat malam” tiffany mendorong seunghyun sampai di pintu dan menutup pintu itu

Siwon tertawa bahagia disana dan tiffany kembali ke pangkuan siwon.

“terimakasih” kata siwon.” telah membelaku”, imbuhnya. Tiffany tersenyum melihat siwon yang terlihat sangat bahagia.

“mmm.. sudah aku bilang. Kau istimewa. Kau suamiku. You are fire in my heart”

END

62 thoughts on “(AF) Fire in My Heart Part IV(END): Because of Choi Seunghyun

  1. Ahhhh gue jadi tifftabi shipper aja deh hahahaa. Bercandaa. Siwon tiffany nya kurang greget thorr. Tapi bagussssss. Ditunggu ff yg lainn. Semangat

  2. Yee happy ending 😊🎉 duuhh si tabi ganggu sifany aja 😄 tpi sneng deh siwon sma fany hehe😊 btw masih bnyak typo ya thor and kyknya kcepatn ya, tpi gpp thor lbih smgat lagi buat ff nya 😊😊

  3. aa tabi oppa my couple in roleplay*okeabaikan😂🔫 momentnya kebanyakan sm top oppa:’c tp sifany sweet batt duh bikin greget😂 mnurutku alurnya ini trllu cepet thor, tp gpp sii bagus batt😘 di tunggu ff lainnya, hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s