(AF) Dad, I want Mommy (epilog)

Dad, I want Mommy (epilog)

 D2

Author: @zoey_loe

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won–Lauren Hanna Lunde

Support cast:  Kim Taeyeon–Lee Donghae–Jessica Jung

Length: Epilog

Genre: Romance, Marriage Life

Rating: 15

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan. FF ini murni hasil kerja keras ku!!

 

Annyeonghaseo yorobun…..
I’m comeback dengan judul FF yang sama hihi….
jadi gini kemaren banyak yang teror aku minta diperjelas ending di part 2 nya karena masih gantung. Nah, aku buat lah epilog FF DAD, I WANT MOMMY ini. Well, kalau mau baca dari Part 1, Part 2, Epilog ini baru sekuel nya jadi nyambung yaa. Okey!! Happy reading and keep RCL please…….

 

Matahari bersinar terang pagi ini, sedikit demi sedikit cahaya masuk kedalam kamar bernuansa pink. Dan cahaya matahari mulai berjalan diatas wajah cantik Tiffany. merasa terganggu, Tiffany menutup wajahnya dengan bantal yang dia peluk.

Tiffany yang tidur memunggungi Siwon, sedangkan Siwon asik memeluk pinggang Tiffany. setengah sadar, Tiffany merasa ada sepasang tangan kekar tengah memeluknya.

“Hoh  tangan siapa ini? Apa ini mimpi?” gumam Tiffany, tangan nya meraba raba lengan yang bertengger dengan nyaman di pinggangnya.

Tiffany merasa ini nyata, bukan mimpi. Perlahan Tiffany memutar tubuhnya dan kini berhadapan dengan Siwon. Matanya bulat, melebar dengan sempurna.

“AAAAAAAAAAAA!!!” Teriak Tiffany dengan kencang.

Siwon yang sedikit terganggu menutup telinganya “Yak ahjumma!! Ini masih pagi dan kau sudah berteriak. Aissh jinja” Siwon menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang dia pakai.

“kau melanggar perjanjian, Siwon” marah Tiffany, yang kini sudah duduk di tempat tidur.

“melanggar apa huh?” elak Siwon, tubuhnya masih ditutupi selimut. Sepertinya dia masih mengantuk.

“kau memeluk ku, kau menyentuh ku saat tidur tadi” jelas Tiffany, membuka selimut yang menutupi tubuh Siwon.

“aku tidak memeluk mu, aku memeluk bantal guling semalam” Siwon duduk dari posisi tidurnya, siap memulai perdebatannya dengan Tiffany.

“Yakk!! Kau memeluk ku bukan bantal guling dan aku merasakan itu Siwon” kesal Tiffany, Siwon pura pura tidak ingat atau memang tidak ingat pikir Tiffany.

“Tiffany aku memeluk mu disaat tidur dan aku sedang tidak sadar. Berarti aku tidak melanggar perjanjian kita semalam bukan?” ya, mereka membuat perjanjian saat akan tidur bersama tadi malam. Tidak boleh berdekatan, sebenarnya ada bantal guling yang menjadi pembatas jarak antara mereka,tapi entah kemana bantal guling itu berada pagi ini. Mereka juga tidak boleh saling menyentuh, apalagi memeluk. Tapi kenyataan nya Siwon memeluk Tiffany.

“tapi tetap saja Siwon, kau memeluk ku”

“aku hanya memeluk mu Tiffany, tidak lebih” Siwon mencoba meraih tangan Tiffany, tapi Tiffany menolaknya.

“jika kau berani berbuat macam macam aku akan menendang mu keluar dari kamar ini” Tiffany sudah siap memukul kepala Siwon dengan bantal tapi dengan cepat Siwon menangkapnya.

“aku akan lebih dulu mengunci kamar ini, agar kau tidak bisa menendang ku keluar dari kamar” Siwon sudah mengunci kedua tangan Tiffany di kepala tempat tidur dan segera mendaratkan  kecupan mesra di bibir Tiffany, tapi Tiffany menolak dengan menjauhkan kepalanya dari hadapan Siwon.

“ini masih pagi Siwon dan aku takut kau tidak bisa mengendalikan dirimu, karena hanya ada kita berdua di kamar ini. Lepaskan aku dan menjauhlah” oohh, Tiffany benar benar menolaknya.

Dengan terpaksa Siwon mengikuti intruksi Tiffany “oke, kau menang kali ini. Lihat jika kau sudah menjadi milik ku nanti. Aku tidak akan melepaskan mu, walaupun kau kehabisan nafas sekalipun”  ancam Siwon, Tiffany terkejut mendengar ancaman Siwon.

“aku tidak yakin kau berani melakukan itu” ejek Tiffany.

“kau menantangku? Aku akan melakukan nya sekarang jika kau tidak percaya” Siwon mendekat kearah Tiffany.

“Yaa!! Aku akan berteriak jika kau melakukan itu padaku” Tiffany menjauh dan menutup wajahnya dengan bantal.

“Hahaha.. kau takut sekali ya” Siwon tertawa dengan senang.

“tidak lucu Siwon. Cepat bangun, kau berhutang sarapan padaku” Tiffany beranjak dari tempat tidur, dan berjalan menuju kamar mandi.

“bisakah kita mandi bersama” goda Siwon. Siwon memang senang sekali menggoda Tiffany, melihat ekspresi terkejut ditambah rona merah di wajah Tiffany.

“berhenti bicara yang tidak tidak Siwon byuntae, kau bisa menggunakan kamar mandi di kamar satunya” ucap Tiffany, yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan lengan yang dilipat didepan dada.

“arra arra. Aku hanya bercanda, kau mudah sekali marah” Siwon dengan genit mengedipkan sebelah matanya kearah Tiffany.

“iew.. kau menjijikan” cibir Tiffany, masuk kedalam kamar mandi, meninggalkan Siwon yang tengah tertawa dengan puas.

 

 

 

 

“woaah… ini enak sekali” gumam Tiffany, yang memasukan nasi goreng kimchi dengan suapan besar kedalam mulutnya. Mereka tengah sarapan berdua di ruang makan apartemen milik Tiffany. setelah pertengkaran kecil di tempat tidur membuat mereka kelaparan.

“belajarlah memasak, kau itu wanita akan menjadi seoarang istri dan ibu. Walaupun tidak terlalu enak setidaknya kau bisa memasak” nasihat Siwon, karena yang Siwon tahu Tiffany benar benar buruk dengan urusan dapurnya.

“apa kau menyukai wanita yang pandai memasak?” tanya Tiffany penasaran.

“tidak juga” jawab Siwon singkat. Mulutnya penuh penuh dengan makanan.

“apa Yoona pandai memasak?” tanya Tiffany lagi.

“tidak. Dia tidak bisa memasak sama sepertimu” Siwon tersenyum, mengingat pertama kali Yoona memasak untuk nya, sama seperti pertama kali Tiffany memasak untuk Lauren. Mereka berdua benar benar buruk soal memasak.

“apa kau masih mencintainya?” tanya Tiffany, sedikit menyesal melontarkan pertanyaan sialan itu. Bagaimana jika Siwon menjawab YA, dasar Tiffany pabo.

“ya, aku masih mencintai nya. Bagaimana pun dia istri ku, ibu dari putri ku”  Tiffany menunduk lesu mendengar jawaban dari Siwon.

“tapi aku lebih mencintai mu sekarang. Kalau Yoona adalah masa lalu ku dan aku berharap kau adalah masa depan ku” lanjut Siwon. Tiffany tersenyum malu, wajahnya berubah seperti tomat.

Senang mendengarnya. Ya, dia tidak boleh cemburu pada Yoona. Karena Yoona adalah masalalu Siwon yang tidak seharusnya di ungkit dalam hubungan mereka.

“makan” perintah Siwon yang melihat Tiffany hanya tersenyum konyol menatap piringnya.

 

Tiffany melanjutkan makannya, nasi goreng kimchi buatan Siwon benar benar enak. Tidak salah bukan jika Tiffany mencintai Siwon. Tampan, mapan, baik, pintar masak walaupun terkadang menyebalkan.

Siwon sudah menyatakan cinta nya pada Tiffany tapi belum untuk menjadi pendamping hidup dan menjadikan nya Mommy untuk Lauren. Tiffany harus lebih sabar lagi, Siwon masih dalam fase menata kepingan fazel hatinya. Dan Tiffany harus sabar sampai Siwon selesai menyusun fazel itu dengan benar.

Ketika Tiffany tengah asik dengan lamunannya, handphone Siwon berdering, membuyarkan lamunan Tiffany.

“eomma” gumam Siwon menunjuk handphone nya.

“angkatlah” perintah Tiffany. siwon menggeser layar handphone nya.

“nde eomma” jawab Siwon dengan lembut. Meneguk air putih miliknya.

“Yak Siwon!! Kau kemana? Ku dengar kau sudah sampai di korea semalam?” teriak Nyonya Choi, Siwon menjauhkan handphone dari telinganya.

“kau tidak merindukan putri mu?” Lanjut Nyonya Choi

“aku sangat merindukan nya eomma, aku akan menjemput nya nanti”

“kau dimana sekarang? Kenapa kau tidak langsung pulang?” tanya Nyonya Choi, suaranya sudah berubah lembut diseberang sana.

“aku diapartemen Tiffany” jawab Siwon dengan santai.

“MWO??” pekik Nyonya Choi.

“eomma berhentilah berteriak” marah Siwon, mengusap telinganya.

“ah mian, jadi kau semalam menginap disana?” ada nada terkejut disela ucapan Nyonya Choi.

“nde”

“kau tidak melakukan apapun dengan nya kan, nak?” tanya Nyonya Choi khawatir

“eomma.. aku tidak seburuk itu” kesal Siwon. Tidak Tiffany, tidak eomma nya. Selalu saja berfikiran buruk tentang nya. Apa wajahnya terlihat seperti pria mesum.

“eomma tahu, eomma hanya takut, nak” Nyonya Choi menghela nafas lega.

“well, kapan kau akan melamarnya? Jangan terlalu lama. Nanti Tiffany lebih dulu diambil pria lain” goda Nyonya Choi

“eomma tenang saja, dia sangat mencintai ku” Siwon mengedipkan mata kearah Tiffany yang mendapatkan cibiran dari Tiffany.

“aissh, jangan terlalu percaya diri. Eomma sangat menunggu kabar bahagia dari kalian”

“ya, bersabarlah sedikit lagi ne”

“baiklah, eomma tutup dulu teleponnya. Cepatlah datang kerumah dan jemput putri mu ini”

“nde” Siwon menunggu Nyonya Choi menutup telepon, lalu dia menutupnya juga.

 

Siwon terkekeh setelah menutup teleponnya, melihat Tiffany yang fokus dengan makanan yang ada di depannya.

“ikutlah dengan ku, menjemput Lauren nanti” Siwon menatap Tiffany dan mata mereka bertemu.

“tidak. Kau sendiri saja, kalian butuh waktu berdua untuk melepas rindu” tolak Tiffany. ya, memang benar. Karena Siwon baru saja pulang, pasti Lauren sangat merindukan Siwon dan ingin menghabiskan waktu bersama.

“tidak ada penolakan kali ini. Kami tidak akan berdua lagi sekarang, kita bertiga mulai sekarang dan seterusnya” ada rasa senang dihati Tiffany, mendengar penuturan Siwon.

“Lauren akan sangat senang jika kau juga ikut, dia sangat menginginkan kau menjadi mommy nya, kau tahu itu kan” lanjut Siwon, Tiffany hanya mengangguk, tidak bisa menolak jika Siwon sudah memaksa.

 

***

Sore ini Siwon dan Tiffany berniat menjemput Lauren dikediaman orang tua Siwon. Setengah hari ini mereka habiskan waktu berdua diapartemen Tiffany. mereka menonton, berbagi cerita, saling mengetahui kehidupan masing masing, Siwon dan Tiffany sudah mulai terbuka sekarang, tidak ada lagi yang mereka tutupi.

Siwon dan Tiffany sudah ada didepan bangunan mewah milik keluarga Choi. Mereka masuk melewati pintu besar itu, di ruang tengah ada Nyonya Choi yang sedang asik membaca majalah dan Lauren  dengan gadget nya.

“hey bidadari kecil ku” sapa Siwon dengan lembut.

Lauren mendengar panggilan itu, dia mengenalnya, mengalihkan pandangannya dari gadget ke sumber suara. Lauren terkejut dengan apa yang dilihat nya saat ini. Pria tampan kesayangannya, Daddy nya yang sangat dia rindukan beberapa bulan ini, ada di hadapannya..

“hey mengapa melamun seperti itu? Tidak merindukan Daddy?”  tegur Siwon berjalan menghampiri Lauren. Lauren berlari bersembunyi dibalik tubuh Nyonya Choi.

“maafkan Daddy, Daddy terlalu lama meninggalkan mu ya?” Siwon mencoba mendekati Lauren yang tengah bersembunyi di balik tubuh Nyonya Choi, menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.

“hei” Siwon meraih Lauren. Namun Lauren memberontak, enggan disentuh oleh Siwon. isakan kecil mulai terdengar, putrinya menangis.

“sayang, maafkan Daddy hmm?” bujuk Siwon. Nyonya Choi dan Tiffany hanya bisa menyimak, tidak bisa membantu apapun.

“Daddy jahat” gumam Lauren, tidak terlalu jelas karena wajahnya tertutup tapi Siwon mendengarnya.

“iya, Daddy minta maaf” putrinya memang sangat sulit untuk dibujuk.

“Daddy tidak sayang padaku” ucap Lauren disela tangisannya.

“Daddy sangat menyayangimu sayang. Ayolah perlihatkan wajah manis itu, Daddy sangat merindukan nya” rayu Siwon, tapi benar Siwon memang merindukan putri semata wayang nya ini.

“Daddy bohong, Daddy tidak merindukan ku, Daddy merindukan Tiffany ahjumma” Nyonya Choi yang mendengar  ucapan Lauren, melemparkan pandangan  ke Tiffany lalu terkekeh.

“Daddy merindukan kalian berdua” Siwon kehabisan kata kata, mulut pintar putrinya sulit di lawan.

“tapi Daddy lebih dulu menemui Tiffany ahjumma” Lauren mendengar perbincangan Nyonya Choi dan Siwon ditelepon tadi pagi. Ini yang membuatnya sedikit marah pada Siwon.

“perlihatkan wajahmu, Daddy akan menjelaskan nya” pinta Siwon, membelai rambut Lauren dengan sayang.

Lauren menurut, mengangkat kepalanya dan keluar dari persembunyian di balik tubuh Nyonya Choi, menghapus air matanya dengan kepalan tangannya.

“Daddy pulang sangat malam kemarin, untung saja Tiffany ahjumma mau menampung Daddy semalam. Karena Daddy sudah sangat lelah dan ingin segera tidur, Daddy datang ke apartemen Tiffany ahjumma yang lumayan dekat dengan bandara. Maka dari itu Daddy memilih ke apartemen Tiffany ahjumma di bandingkan pulang kerumah” jelas Siwon panjang lebar.

“tapi kenapa paginya Daddy tidak langsung menemui ku?” tanya Lauren dengan polos.  Kena kau Siwon, putri mu lebih pandai di bandingkan dengan kebohongan mu. Tiffany hanya mengulum senyum melihat kebingungan di wajah Siwon.

“ada pekerjaan yang harus Daddy kerjakan tadi, kau mengertikan sekarang?” Lauren mengangguk “apa kau memaafkan Daddy?”

“ya” Lauren mengangguk dengan kuat dan langsung menghambur memeluk Siwon erat “I miss u so bad” gumam Lauren “jangan pergi lagi Dad” Lirihnya.

“ya, Daddy tidak akan pergi lagi, Daddy akan disini bersama mu” balas Siwon, mencium puncak kepala Lauren dengan sayang.

“I Love u so much Dad” Lauren menghujani Siwon dengan kecupan kecupan ringan.

“oh So sweet” ucap Nyonya Choi dan Tiffany bersamaan.

 

“yayaya!! Ada ribut ribut apa ini” kata Jessica yang baru saja turun dari kamarnya “oh ada Choi Siwon sajangnim, selamat datang Choi sajangnim” lanjut Jessica dengan main main.

“terimakasih atas sambutan nya kaka ipar” balas Siwon tak kalah main main.

“kau tidak membawa oleh oleh untuk ku?” Jessica sudah mulai bergabung duduk bersama yang lain.

“aku sudah membelikan untuk kalian tapi besok akan aku berikan. Koper ku sudah berada dirumah” ucap Siwon, dia sudah membelikan semua anggota keluarga nya oleh oleh termasuk Tiffany.

“aku akan menagihnya” kata Jessica dengan angkuh yang hanya dibalas anggukan kepala dari Siwon.

“apa kita akan pulang sekarang, sayang?” tanya Siwon pada Lauren

“tentu, bantu aku berkemas Dad” ajak Lauren menarik tangan Siwon.

“kajja” Siwon dan Lauren pun naik kelantai atas menuju kamarnya.

 

 

“well, apa putra ku sudah melamar mu, Tiffany?” tanya Nyonya Choi, duduk lebih dekat dengan Tiffany.

“belum eomma” ucap Tiffany malu malu.

“lalu? Apa yang Siwon katakan padamu?” Nyonya Choi sangat penasaran dengan hubungan Siwon dan Tiffany.

“dia hanya mengatakan kalau dia mencintaiku dan dia melarang ku pergi atau menjauh dari nya” sebenarnya Tiffany malu membicarakan tentang hubungannya kepada Jessica apalagi Nyonya Choi.

“dan kau mengiyakan nya?” tanya Jessica dan Tiffany mengangguk.

“bagaimana jika Siwon hanya ingin berhubungan seperti itu saja padamu bertahun tahun, Tiff?” Jessica mendapatkan pukulan di lengannya ketika melontarkan pertanyaan itu.

“aww.. eomma appo” Jessica meringis mengusap lengannya.

“putra ku tidak seperti itu. Tapi, jika dia tidak melamar mu dalam waktu satu bulan ini, kau coba saja pura pura pergi meninggalkan nya. Aku ingin tahu apa yang akan Siwon lakukan” Nyonya Choi memberikan saran pada Tiffany.

“ya, aku setuju” sahut Jessica menjentikan jarinya.

“nde, aku juga berencana seperti itu” sambung Tiffany.

“waah.. kita satu pemikiran ternyata” Gumam Nyonya Choi senang.

“ahh aku berharap kau yang akan dinikahi oleh putra ku, Tiffany” Tiffany tersenyum kaku mendengar penuturan Nyonya Choi.

“dan kau Jessica, cepatlah menikah. Kau akan dilangkah untuk yang kedua kalinya oleh adik mu. Tsk!!” ejek Nyonya Choi.

“ya, aku akan menyusul mereka. Eomma tenang saja”  Jessica tertawa, Tiffany dan Nyonya Choi pun ikut tertawa.

 

 

 

Setengah jam kemudian, Siwon turun dengan koper kecil di tangan kanan nya dan Lauren ditangan kirinya.

“ahjumma” Lauren berlari dan naik kepangkuan Tiffany.

“ahjumma gomawo” ucap Lauren, tangan mungilnya menangkup wajah Tiffany.

“untuk?” tanya Tiffany bingung.

“mau menampung Daddy semalam di apartemen mu” jawab Lauren dengan senyum manisnya.

“aah itu, yaa sama sama sayang” Tiffany mencubit pipi Lauren gemas.

“kajja ahjumma kita pulang” ajak Lauren, yang mulai turun dari pangkuan Tiffany.

“anyio. Bawalah Daddy pulang, dan habiskan lah waktu kalian berdua. Kau sangat merindukan Daddy bukan, ahjumma akan pulang bersama Jessica aunty” jelas Tiffany panjang lebar.

“aku lebih suka kita bertiga. Aku, Daddy dan Ahjumma” kata Lauren lesu. Lauren berharap Tiffany ikut pulang dengannya. Merasakan kebahagiaan apa yang dia rasakan saat ini ketika Daddy nya pulang.

“ya, lain kali kita akan pergi bertiga. Tapi malam ini ahjumma ada urusan lain dengan Sica aunty, gwencana?” Lauren mengangguk sedih. Tiffany bohong, sebenarnya Tiffany tidak memiliki rencana apapun, hanya ingin memberi keluasan pada Siwon dan Lauren.

“Jessica, kau mau membawa Tiffany kemana hoh?” Tanya Siwon, dengan raut wajah yang sulit diartikan.

“ini urusan wanita, kau tidak perlu tahu” jawab Jessica ketus.

“aku harus tahu kemana kalian akan pergi, karena aku-“ Siwon menggantung ucapannya.

“karena apa?” pancing Jessica. Hahah kena kau Siwon.

lama Siwon tidak menjawab “karena Tiffany adalah kekasih ku” gumam Siwon sangat pelan.

“MWO?? Kekasih??” pekik Jessica pura pura terkejut.

“woaah eomma.. sepertinya kau sudah memiliki calon menantu” goda Jessica, Nyonya Choi hanya tersenyum konyol.

“Daddy.. Daddy.. kekasih itu apa?” tanya Lauren yang sedari tadi mendengar perbincangan orang dewasa didepannya.

“Ne?” kaget Siwon, mukanya berubah bingung.

“kekasih itu teman, sayang” ucap Tiffany, membantu Siwon untuk menjawab.

“bukan nya Daddy sudah berteman dengan Tiffany ahjumma sejak lama?” kali ini Lauren yang bingung.

“ya, kau benar sayang. Tapi Daddy mu baru mengakuinya sekarang” kata Nyonya Choi dengan sedikit menggunakan nada mengejek.

“ayo kita pulang sekarang, Lauren. Jangan kau dengarkan ucapan tiga wanita ini. Dan kau Sica, jangan membawa Tiffany pulang larut malam” kesal Siwon, berjalan dengan cepat tanpa berpamitan pada Tiffany maupun Nyonya Choi.

 

 

“kalian sebenarnya mau pergi kemana?” tanya Nyonya Choi pada Jessica dan Tiffany.

“tidak kemana mana, aku hanya akan mengantar Tiffany pulang” Jessica, Tiffany dan Nyonya Choi mulai berjalan keluar rumah.

“apa eomma ingin ikut?” Tanya Tiffany dengan sopan.

“tidak. Suamiku akan pulang sebentar lagi” Tolak Nyonya Choi dengan lembut.

“baiklah, aku pulang dulu eomma” pamit Tiffany, memeluk Nyonya Choi.

“sering sering lah main kerumah” Ucap Nyonya Choi, Tiffany hanya mengangguk.

“Jessica berhati hatilah menyetir dan langsung pulang kerumah ne”

“arraseo” Jessica dan Tiffany pun masuk kedalam mobil milik Jessica dan melajukan mobil itu dengan cepat.

 

***

 

Siwon sudah rapih dengan piyama tidurnya, duduk di tempat tidur kamarnya menunggu Lauren. Diambil handphone miliknya diatas nakas, sudah satu jam yang lalu mereka sampai dirumah. Tapi Tiffany belum memberinya kabar apapun. Siwon mencoba mengirim pesan pada Tiffany terlebih dahulu.

 

Isi pesan Siwon dan Tiffany:

 

Hey, apa kau sudah dirumah?

Ya, aku sudah dirumah.

Jessica mengajak mu pergi kemana tadi?

Jessica mengajak ku kesuatu tempat, dimana banyak pria tampan dan mapan.

Berhentilah melirik pria lain, Tiffany. kau milik ku sekarang.

Belum seutuhnya, Siwon.

Tapi kau tetap tidak boleh melirik pria lain, apalagi berdekatan dengan mereka. ANDWAE!!

Kenapa? Kau cemburu?

Tidak. Aku tidak.

Kau cemburu Siwon.

Ya, benar aku cemburu.

Haha, kau terlihat manis ketika sedang cemburu.

Berhentilah mengejek ku. Tidurlah

Ya, aku akan tidur sekarang

Mimpikanlah aku

Memimpikan mu selalu.

 

 

 

 

Siwon tersenyum konyol memandangi handphone nya, membaca pesan terakhir  dari Tiffany.

“Dad, lama ya?” tanya Lauren, ketika masuk kedalam kamar Siwon.

“sedikit” jawab Siwon santai, senyum nya masih terukir diwajah tampannya.

“Daddy terlihat bahagia sekali, ada apa Dad?” Lauren yang melihat senyum Siwon yang tidak luntur sejak  dia masuk kedalam kamarnya.

“Daddy senang bisa melihat bidadari kecil Daddy lagi” Siwon membawa Lauren kepangkuan nya dan mencium puncak kepala Lauren.

“melihat ku atau Tiffany ahjumma” ledek Lauren.

“keduanya” jawab Siwon, yang mendapat tatapan dari Lauren.

“apa Tiffany ahjumma sudah mulai menyayangi Daddy?” Lauren duduk bersila dihadapan Siwon dan meletakkan kedua tangannya didagu.

“bisa dibilang seperti itu” Siwon menggosok gosok dagunya.

“waaw, Tiffany ahjumma akan menjadi Mommy ku Dad?” mata Lauren berbinar dan senyum nya mengembang.

“akan Daddy usahakan, dan kau bersabar. Oke?” ucap Siwon, menyelipkan anak rambut Lauren kebelakang telinganya.

“aku sangat menantikan itu Dad” Lauren menghambur kepelukan Siwon.

Oh betapa Lauren menginginkan Tiffany menjadi Mommy nya. Sebenarnya Siwon sudah ingin melamar Tiffany, tapi dia masih menunggu waktu yang tepat. Siwon sangat berharap ini akan menjadi lamarannya yang terakhir. Maka dari itu dia harus menyiapkan, menyusun rencana dengan matang. Siwon ingin saat melamar Tiffany itu menjadi hari yang tak pernah dilupakan buat Tiffany maupun Siwon.

 

 

 

2 minggu kemudian…

 

Tiffany berlari tergesa gesa dikoridor sebuah rumah sakit. Tadi Siwon menghubunginya bahwa Lauren terjatuh dari tangga dan dilarikan kerumah sakit. Dengan cemas Tiffany langsung pergi ke rumah sakit yang Siwon beritahu tadi.

Tiffany menelusuri lorong, mencari kamar yang dia cari. Pikirannya hanya pada Lauren, Tiffany sangat menghawatirkan Lauren.

“lindungi dia Tuhan” mantra itu terucap didalam hatinya berulang kali.

Tiffany sudah sampai di depan kamar tempat Lauren di rawat. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Tiffany langsung menerobos  masuk kedalam.

Terkejut, aneh, bingung. Itu yang Tiffany rasakan ketika dia masuk ke dalam kamar itu, kamarnya gelap, sunyi, sepertinya tidak ada seorangpun di dalam sana.

“aku tidak salah masuk kamar, kan?” katanya, bicara pada dirinya sendiri. Ya, dia tidak salah masuk kamar. Ini benar kamar yang ingin dia tuju, ingin menemui Lauren. .

Tiba tiba lampu di kamar itu menyalah, tangan Tiffany langsung terbang ke mulutnya. Ruangan itu penuh dengan bunga mawar berwarna merah muda, warna favorit Tiffany. di sudut kamar itu pun, terangkai rangkaian bunga mawar yang indah. Kamar ini bukan seperti kamar rawat inap rumah sakit tapi seperti taman bunga, dihiasi beratus ratus mawar.

“ohh… ini sangat indah” puji Tiffany didalam hati. Matanya berkaca kaca, tapi dia masih bingung apa maksud dari semua ini.

Pintu disudut kamar itu perlahan terbuka, dan munculah pria tampan yang tidak asing lagi buat Tiffany. Siwon, ya itu Siwon. Berjalan mendekati Tiffany yang berdiri bagaikan patung, dengan senyum yang tidak terlepas dari wajahnya, akhirnya Siwon sampai dihadapan Tiffany.

BUUGHH!!! Tiba tiba Tiffany memukul dada Siwon kuat.

“appo” rintih Siwon memegangi dadanya.

“kau membohongiku dan kau membuatku cemas karena kebohongan mu itu” marah Tiffany, tidak menatap Siwon.

“mianhae” Siwon menangkup wajah Tiffany agar melihat kearahnya.

“bagaimana dengan semua ini?” lanjut Siwon menanyakan kamar rumah sakit yang sudah disulap nya menjadi kebun mawar merah muda.

“sebenarnya aku ingin marah padamu, tapi melihat semua yang ada di kamar ini. Marah ku sedikit berkurang” ucap Tiffany datar, belum ada senyum yang terukir diwajahnya.

“sedikit? Kau tidak menyukainya ya?”  Siwon sedikit kecewa, dia sangat berharap Tiffany sangat menyukai kejutan nya ini.

Lama Tiffany tidak menjawab pertanyaan Siwon, Siwon hanya menunduk  lesu.

“aku menyukainya, sangat menyukainya. Siwon terimakasih, ini indah” gumam Tiffany, menghambur kepelukan Siwon.

Siwon terkejut dengan penuturan Tiffany barusan, belum lagi dengan pelukan yang tiba tiba. Siwon pun membalas pelukan Tiffany.

“kau mau lihat yang lain?” tanya Siwon, dileher Tiffany.

“masih ada lagi?” Tiffany menarik dirinya dari pelukan Siwon,  dan Siwon mengangguk.

Siwon mengambil tangan Tiffany dan membawanya kearah jendela besar yang ada di kamar rumah sakit.

“bukalah?” perintah Siwon dengan lembut.

“tirai ini?” tanya Tiffany bingung.

“ya, bukalah” dengan ragu ragu Tiffany menggeser tirai itu kesamping, dan terlihatlah jendela kaca yang sangat besar.

Di jendela tersebut tertempel beberapa foto. Ada foto Tiffany dan Lauren ketika mereka berlari lari setelah membeli ice cream. Ketika Tiffany dan Lauren tidur sambil berpelukan, Tiffany yang tertidur di sofa kamar Lauren, foto Siwon, Tiffany dan Lauren untuk majalah ketika mereka menghadiri  acara “fathers days” disekolah Lauren, bahkan foto mereka berciuman karena keusilan Lauren pun tertempel dijendela itu.

“oh my god, kau memiliki nya. Foto ini?” Tiffany menunjuk foto ketika mereka berciuman dengan malu malu.

“ya, aku memiliki foto itu” jawab Siwon dengan sedikit tertawa. Tiffany hanya mencibir pura pura kesal.

“kau mengambil semua foto ini secara diam diam, bahkan kau memiliki foto ku saat tidur. Itu tidak adil” Tiffany pura pura merajuk, melipat kedua tangan didepan dadanya.

“kita bisa tidur bersama lagi dan kau bisa dengan bebasnya mengambil foto ku saat tidur” bisik Siwon menggoda Tiffany.

“Yaak!! Byuntae” Tiffany memukul lengan Siwon main main. Siwon merangkul Tiffany dengan sayang.

 

“kau buka tirai satunya” perintah Siwon lagi.

Tiffany mebelalakan matanya “hoh? Masih Ada lagi?” Siwon mengangguk mantap.

Karena penasaran, kejutan apa lagi yang akan Siwon berikan. Dengan cepat Tiffany menarik tirai itu.
ketika tirai itu terbuka, Tiffany memutar matanya dan menatap Siwon. Siwon menatap Tiffany dengan ekspresi yang tidak terbaca.

“kau bisa menjawabnya sekarang, aku sudah menyediakan lipstick dan kau bisa menuliskan jawaban mu dibawahnya” jelas Siwon.

Di jendela kaca besar itu tertulis “Will you marry me, Tiffany Hwang?” Tulisan tersebut berwarna merah terang menggunakan lipstick. Tiffany tidak membalas ucapan Siwon, tapi dia melakukan intruksi yang Siwon berikan.

Dengan perlahan Tiffany mulai menggesekan lipstick ke jendela dan menuliskan “aku tidak bi-“ Tiffany belum selesai menulis kalimat yang ingin dia tulis tapi Siwon menangkap tangannya.

“kau menolak ku?” tanya Siwon, wajahnya penuh dengan ketakutan.

“kau ingin aku seperti itu?” balas Tiffany, Siwon menunduk.

“tidak, jangan” gumamnya pelan, kepalanya menggeleng dengan kuat.

“kalau begitu biarkan aku menyelesaikan jawaban ini”  ucap Tiffany datar. Siwon melepas lengan Tiffany yang di genggamnya sedari tadi. Dan Tiffany mulai melanjutkan  menulis jawaban yang sempat tertunda.

“aku tidak bisa menolak mu, Siwon Choi” itu balasan jawaban Tiffany. Siwon menatap Tiffany dengan ekspresi seakan Siwon berkata “benarkah?” tapi Tiffany membalasnya dengan mengangkat bahu.

 

Siwon menarik tangan Tiffany agar lebih dekat dengannya, dan dengan gerakan cepat Siwon berlutut dengan satu kaki di depan Tiffany. dari dalam saku celananya Siwon mengeluarkan sebuah cincin dan menatap kearah Tiffany, matanya penuh dengan kebahagiaan.

“Tiffany Hwang, aku mencintaimu, aku ingin mencintaimu, menyayangimu dan melindungi mu. Menjalani sisa hidup ku bersama mu. Menikahlah dengan ku” Tiffany mengedipkan matanya berulang kali, dan akhirnya air matanya jatuh. Begitu susah membalas semua ungkapan hati Siwon, dan hanya ini lah yang bisa Tiffany katakan “ya”.

Siwon menyeringai dan perlahan lahan menyelipkan cincin di jari manis milik Tiffany. cincin berlian yang indah.

“kau tahu, aku membeli cincin ini ketika aku berada di jepang. Aku sudah berniat untuk melamar mu dan inilah waktu yang tepat menurutku” kata Siwon panjang lebar, mencium tangan Tiffany dengan lembut.

“oh Siwon” Tiffany terisak, dan Tiffany ikut bergabung dengan Siwon berlutut. Jari jari Tiffany menggenggam rambut Siwon saat Tiffany menciumnya. Tiffany mencium nya dengan lembut dan manis, Siwon pun menikmati ciuman manis ini dengan membungkus tangannya disekitar pinggang Tiffany.

“aku tahu, aku akan menjadi milik mu dan kau akan menjadi milik ku. Aku sudah lama menunggu mu dan kita memiliki perjalanan jauh untuk di tempuh. Kita bersama sekarang, kita memang ditakdirkan untuk bersama” batin Tiffany

 

“yayaya. Sudah cukup, sudah cukup. Ada anak kecil disini” ucap Jessica, ketika memasuki kamar tersebut. Siwon dan Tiffany melepaskan ciuman  dengan enggan. Wajah mereka pun berubah merah padam, karena malu. Tiffany menghapus sisa air mata dengan punggung tangannya.

“kalian terlibat dalam semua ini?” tanya Tiffany, yang melihat Tuan dan Nyonya Choi, Jessica, Donghae dan Lauren. Tidak ada yang menjawab, mereka saling pandang dan melempar senyum.

“ini rumah sakit dan kalian membuat keributan disini” protes Tiffany.

“kau tenang saja Tiff, tidak ada yang akan marah. Karena tidak ada satu pun pasien dilorong ini” ucap Jessica dengan tawa nya.

“bisa seperti itu?” mata Tiffany melebar, bisa bisa nya mereka membuat kejutan semacam ini di rumah sakit. Tempat ini tidak pantas untuk kejutan semacam ini, Siwon benar benar

“apa yang tidak aku bisa, menaklukan hati mu dalam waktu tiga detik saja aku bisa” sombong Siwon.

Tiffany mencibir “apapun itu, terimakasih banyak. Ini indah tapi tidak dengan tempatnya” Tiffany cemberut lalu tertawa senang, mata nya membentuk bulan sabit sangat cantik. Yang lain pun ikut tertawa, merasakan kebahagiaan yang dirasakan Tiffany dan Siwon saat ini.

 

“Dad, ada apa ini?” tanya Lauren yang kebingungan.

“ini yang kau inginkan, sayang” Siwon menggendong Lauren.

“Tiffany ahjumma akan segera menjadi mommy mu, kau senang?” lanjut Siwon.

“really, Dad?” mata Lauren membesar, senang mendengar ucapan Siwon.

“ya” jawab Siwon singkat.

“thank you so much Dad, ini kado ulang tahun terindah. Walaupun sangat telat mendapatkan nya” Lauren tertawa senang. Lalu mencium kedua pipi siwon.

 

Lauren turun dari gendongan Siwon dan berjalan mendekati Tiffany.

“Tiffany ahjumma” panggil Lauren, menggenggam tangan Tiffany.

“terimakasih banyak” ucapnya dengan lembut, matanya mulai berkaca kaca.

“terimakasih untuk apa?” Tiffany berlutut, mensejajarkan tubuhnya dengan Lauren.

“karena bersedia menyayangiku dan Daddy, bersedia menjadi Mommy ku. Aku tahu, aku bukan anak yang baik. Tapi sekarang aku akan menjadi anak yang baik” ucap Lauren menunduk, mulai sedikit terisak.

“hush!!” Tiffany mengangkat wajah Lauren, lalu menghapus air mata Lauren dengan ibu jarinya.

“aku tahu, kau sebenarnya anak yang baik dan mulai sekarang harus menjadi lebih baik lagi ne. Kita akan menghabiskan waktu bersama mulai saat ini”

“mom..my” gumam Lauren sedikit tergagap.

“nde?” Tiffany terkejut dengan panggilan itu.

“boleh aku memanggil mu mommy sekarang?”

“tentu” sebenarnya Tiffany belum mau di panggil seperti itu, karena dia belum sah menjadi istri Siwon. Tapi, Tiffany tidak bisa menolak permintaan anak manis ini.

“Mommy…” pekik Lauren. Memeluk leher Tiffany erat.

“Mommy Mommy Mommy” Lauren terisak, Tiffany mengusap punggung Lauren sayang. Memberi ketenangan.

 

 

Lama dengan situasi seperti ini, dirasa sudah cukup tenang. Lauren melepas kan pelukan nya dari Tiffany dan mengambil sesuatu di ransel nya.

Sebuah amplop berwarna merah muda “Dad. Daddy bilang Yoona Mommy berada disurga kan? Bisa Daddy memberikan surat ini padanya?” saat Lauren sudah menetapkan Tiffany yang akan menjadi Mommy nya, Lauren membuat sebuah surat untuk Yoona. Dan ketika Tiffany bersedia menjadi Mommy nya, Lauren akan meminta Siwon memberikan surat itu kepada Yoona.

Siwon kaget, matanya melirik kearah Nyonya Choi dan Nyonya Choi mengangguk “ya. Akan Daddy sampaikan” Siwon mengambil amplop berwarna merah muda dari tangan mungil Lauren.

“boleh Daddy membacanya?”

“boleh. Karena itu bukan sebuah rahasia tapi sebuah ucapan terimakasih. Semuanya juga boleh baca, jika mau” gumam Lauren.

 

Siwon membuka amplop merah muda dan di dalam nya ada selembar kertas putih dengan tulisan tangan Lauren yang tidak begitu rapih, Siwon pun mulai membaca isi surat ini dengan suara keras.

 

Mommy..
Yoona Mommy..
aku selalu ingin bertemu dan mengucapkan terimakasih pada Mommy, karena sudah melahirkan ku.
walaupun kita tidak pernah bertemu, dan kita tidak mempunyai banyak moment tapi aku selalu menyayangi mu.
aku sangat sedih ketika semua teman ku mengolok ku karena tidak mempunyai Mommy, aku selalu menginginkan Mommy bersama ku, membuatkan ku sarapan, menyiapkan bekal ku, mengantar dan menjemput ku sekolah, mengajari ku mengerjakan semua tugas sekolah, main piano bersama. Semuanya ingin aku lakukan bersama Mommy, walaupun aku memiliki Daddy yang super baik, GrandDaddy, Grammy yang menyayangi ku tapi aku meninginkan Mommy bersama ku juga.
Tuhan baik pada ku Mom, dia mengirimkan seorang malaikat cantik bermata indah. Tiffany ahjumma cantik seperti Mommy, dia yang menemani hari hari ku sekarang dan aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi Mommy. Ditambah Jessica aunty dan Donghae ahjussi, aku sangat bersyukur untuk itu.
Tiffany ahjumma akan menggantikan Mommy sekarang, Mommy tidak marah kan?
Tiffany ahjumma yang akan menggantikan semua yang seharusnya Mommy lakukan untuk ku dan Daddy, Mommy Gwencana?
Mommy tenang saja aku tidak akan pernah melupakan Mommy, aku akan tetap menyayangi Mommy sampai kapan pun.
Mommy tidak perlu khawatir lagi karena banyak yang akan menjaga ku dan memberi ku cinta sekarang.
aku bahagia sekarang Mom, terimakasih. Berbahagialah juga di surga.
merindukan mu selalu
LAUREN CHOI putri mu..

 

Siwon tidak bisa menahan air mata ketika membaca isi surat Lauren untuk Yoona, bukan hanya Siwon semua yang ada disana, yang mendengar Siwon membaca surat itu pun meneteskan air mata. Betapa malangnya Lauren yang sangat merindukan sosok ibu.

“tenang saja sayang, sekarang kau mendapat kan apa yang kau butuhkan. Daddy tidak akan salah pilih” batin Siwon, memeluk putrinya erat dan Siwon menangis kencang. Baru kali ini dia menangis dihadapan putrinya.

 

END…

 

 

Gimana? Gimana? Udah puas belom? Udah lunas yah hutang nya hihi…
ada rencana mau bikin Dad, I want Mommy series di tunggu aja deh. Ada yang reques minta diperpanjang lagi FF ini soalnya tapi masih belum ketemu konflik sama alur ceritanya nih, kalo ada yang mau kasih masukan boleh, aku terima dengan senang hati hehe…
baiklah see u soon ^^

88 thoughts on “(AF) Dad, I want Mommy (epilog)

  1. suratnya lauren untuk yoona,,,,,😥😥 komplit sudah ceritanyaa yaayy! ide bagus jika dibuat series authornim,,aku dukung banget ituh😉😉 siap menunggu next story.nya😉 fighting!! see ya😉

  2. sweet^^ yaampun itu aslinya romantis. tapi setuju banget sama tiffany, tempatnya nggak banget deh daddy CHOI -__- tapi gapapalah akhirnya ber happy happy ria deh hehe. daebak!!

  3. wahh ini edisi flashback yg kemaren yaa yuhuu ternyta begitu ceritanya…mereka ngegemesin and lucu gak orang tua gak anak gak ortu nya siwon gak jess dong, semuanya kompak bangett happy bacanya …semoga author slalu menghadirkan cerita2 macam ini,,

  4. Suratnya lauren buat yoona mommy bkin terharu weh😥 …. siwon oppa ngelamar nya aneh2 aja msak iya ngelamar d rumah skit tpi so sweet juga ya hehehehe hore lauren bakal punya mommy bru cantik lgi mommy nya mdah2an lauren cpt dpt adik juga ya haahahahahaha.. d tunggu sequel nya ya🙂

  5. So sweet, sedih jadi lauren, tapii seneng akhirnya tifanny di lamar juga wkwk siwon nyewa satu lorong rumah sakit demi lamar tifanny wkwk

  6. Aku menangis haru baca surat lauren untuk yoona , daebakk author (y)
    Aku setujuuu kalo cerita ini dibuat series , cerita ini terlalu sayang kalo harus berlalu begitu saja.
    Tapi aku ada sedikit saran kalo anak sifany jangan banyak” lauren & danny aja udah cukup rasanya. Aku udah seneng sih liat moment sifany+lauren disini, mereka cute, lucu.
    Mungkin konfliknya bisa di orang ke 3 tapi dari siwon biar seru, tiff’kan nanti dibantuin lauren, hehehe
    Dan bisa sambil ceritain kehidupan konflik haesica jg pasti makin seru ^^
    Ditunggu deh pokonya author , hwaiting..

  7. Anjiiirr keren thor sweet bgt 😂😂😂😂 emng pling bisa deh ah 😘😘 ahjumma ahjussi kalian bikin baperrrrr ㅋㅋㅋㅋㅋ yeeeee lauren pnya mommy bru😊😉 suratnya lauren ㅠㅠ aahhh pokonya ini bgus bgt , ditunggu ff slnjutnya😊

  8. So sweet batt duh😂 adada aja ya siwon opp nglamar di rs😂😂 surat lauren buat yoona unni nyentuh batt hue😭 ditunggu buat vers part nya min, hwaiting!! mnurutku mngkin ntar dibikin konfliknya itu bikin wonppa yg cemburu gitu liat tiff unnie ada yg ngedeketin mybe teman lamanya yg sbnrnya udh lama suka sama tiff unnie:3

  9. ternyata bener nyambung sama part akhir kkkk seneng nya nih lauren punya mami baru tapi terbaru juga pas dia ngasih surat buat yoona hiksss semoga jadi keluarga yang bahagia dan langgeng mr and mrs choi. cepet punya baby baru buat nemenin lauren kkkkk 😍😘😚😄😄😄😊😍 makasih banget buat chingu author yang udah kasih cerita bagus h.? ke fighting chingu

  10. Nangis pas baca surat Lauren😢😿
    But finally Tiffany ahjumma will be Lauren’s Mommy💞❤
    Tiffany ahjumma nanti dipanngilnya Mommy loh wihhh kkkk😆
    Romantis, lucu, haru semua mencampur jadi 1😊

  11. so sweet banget nih mereka, gak nyangka siwon bakal ngelamar fanny dengan cara yang kayak gitu, romantis banget deh
    terharu juga baca surat buatan lauren, gak nyangka aja pikirannya dewasa banget, yah walaupun fiksi

  12. Klo blm puas y emg krg aplg utk crt menikhny yg g ad blm komplit rasany. hrsny ampe nikh. tp crtny emg bth wktu yg pnjang sedusi dgn crtny. dr awl brtmu n memupukkn rasa cinta dlm dr msg2 n mempersatukn mrj dlm tkdir.
    moment yg romantis lmrannny…klo diterusin dikit lg dmn mrk menikah sifany bgt jg dgn haesica. stkh itu lauren pny adik kykny jd tmbh asik crtny…..thor hwaiting n thanks

  13. Endingnya greget sih, tapi masih kurang thor😦 karena belum diceritain tentang pernikahan mereka. Semoga author jadi deh buat the series nya wkwk..
    Kenapa harus di rumah sakit thor ngelamarnya? Serem kan 😂😂.. aa trus aku sedih pas baca surat lauren untuk mommy nya.. kata-katanya pas ngena dihati.. eakk… hehehe ditunggu thor cerita selanjutnya😉

  14. Hiks..hiks…kasian lauren…slma ini dia pendem sendiri kerinduan sosok mommy…
    Untung da fanyah yng sabar n slalu nemenin lauren sampe akhirnya dialah yg tepat jdi mommynya…
    Yeee…chuake sifany….qiqiqiqiiq

  15. Ahhh, bener” terharu aku thorr, sampe” netes ini airmata huhuhu
    Keren svmpeh la thor, seneng sedih semuanya campur jadi satu thorr
    Keep writing nulis ff yg lebih keren” lagi ya thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s