(AF) 180o part 4 (rotation)

180o part 4 (rotation)

180

Author: ayuhwang

Cast: Tiffany Hwang-Choi Siwon-choi Seunghyun

Genre: Romance, Marrige life, Hurt

Rating: PG-17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Happy reading and comment!!!

Ketika hal buruk mengalahkanmu maka semua akan berjalan buruk. Kau hanya bisa memulainya dengan hal baik agar hal baik jugalah yang akan berjalan.

֍֍֍

Siwon hanya bisa menatap layar televisi dengan nanar. Hatinya luluh lantah hilang entah kemana, jantungnya berdetak begitu cepat, dan seluruh tubuhnya seolah tidak berdaya. Dia mendudukkan dirinya di kursi kembali.

“dia akhirnya bercerai” gumamnya untuk kesekian kalinya

Seharusnya ini adalah momen paling membahagiakan dari segala kisah drama cintanya selama ini. tapi kenapa ini terasa memilukan? Iya, dia mengingat. Wanita cantik itu telah mengakhirinya.

֍֍֍

“tiffany tidak ingin menemuimu nak” walau tuan hwang tak tahu menahu tentang segala hal yang tersembunyi dari persahabatan itu. tapi tuan hwang bisa melihat siwon sedang benar-benar mengkhawatirkan anaknya

“aku mohon tuan hwang, sekali saja. biarkan aku masuk” siwon memohon

Pemuda itu tidak mau menyerah. Dia benar-benar harus bertemu tiffany. dari raut muka frustasinya dan nada bicaranya yang memelas, dia sepertinya sungguh-sungguh.

Sedangkan tak jauh dari tempat perdebatan itu, di sudut jendela kamar atas rumah itu, terlihat wanita cantik yang dibicarakan dua lelaki di bawah sedang melihat mantan kekasihnya. terlalu memilukan memang kisahnya, tapi ini adalah jalan besar yang dia ambil. Niatnya memang untuk lelaki tampan itu, tapi sekarang sudah berubah, untuk dirinya dan kebahagiaan-kebahagiaan lain yang ia ingin rasakan setelahnya.

“siwon, kami ini sedang pusing memikirkan masalah besar. Kau boleh masuk kalau kau bisa meyakinkan tiffany untuk kembali pada suaminya. Kau ini berisik sekali membuat tante semakin pusing” nyonya hwang akhirnya angkat bicara.

Siwon paling tahu bagaimana perangai wanita ini. sudut mata elangnya akan membekukan siapa saja yang melihatnya.

“tapi nyonya”

“aiiisshh.. keras kepala sekali anak ini” nyonya hwang tidak peduli, dia begitu saja menutup pintu rumahnya tepat di depan siwon. lelaki itu tertunduk, menyesali diri lebih tepatnya sedangkan wanita cantik yang menatapnya hanya bisa mengusap air mata yang begitu saja mengalir.

—sifany—

“sudah berapa kali kubilang bahwa kita sudah berakhir tuan choi”

Akhirnya siwon berhasil menemuinya. Wanita cantik itu tetap terlihat cantik walau tampak berantakan. Matanya berkantung, rambutnya kusut, dan badannya semakin kurus. Dari sekian perjuangannya untuk bertemu wanita itu. bahkan hingga ia berbaring lemah di rumah sakit beberapa hari lalu yang tetap tidak juga mendapat perhatian, melihat wanitanya adalah obat paling mujarab. Lelaki itu akhirnya tersenyum setelah kalang kabut mencari tiffany.

Dan dari sekian perjuangan itu, seorang choi siwon tidak akan menyerah. Bukankah dia yang paling memahami tiffany?  dia yang paling mengerti bagaimana jalan pikiran wanita cantik itu? jadi dia tidak akan menyerah karena tahu bahwa tiffanylah yang akan menyerah. Seperti saat itu, saat dimana semua kesalahan ini dimulai.

“tiffany, mianhe” ucap siwon dengan nada memelas. Seandainya tiffany mau melihat, ia akan tahu seberapa rindunya mantan kekasihnya itu. air matanya selalu mengalir kala melihat tiffany dimanapun berada, tiffany terlihat menyedihkan. Apa dia tidak memikirkan kesehatannya? Dia tidak makan dengan baik? Kenapa dia terlihat seperti seorang pesakitan?

“aku sudah berkata ribuan kali kepadamu tuan choi. Kau tidak perlu meminta maaf karena kau tidak mempunyai kesalahan apapun padaku. Kalau kau merasa teriakanmu dan sikap kasarmu waktu itu adalah sebuah kesalahan baiklah, aku memaafkanmu. Aku sudah tidak menyimpan rasa marah atau apapun denganmu. Anggap saja itu semua tidak pernah terjadi” masih dengan nada yang sama, wanita itu kini selalu bersuara dingin dan penuh dengan kemantapan.

Siwon tidak pernah melihat tiffany seperti ini, tanpa kehangatan dan terlihat begitu tegas. Bahkan sorot mata gadis itu tak lagi memandang siwon penuh cinta.

“saranghae” lanjut siwon. di depan wanita itu, harga diri seorang lelaki kini ia gadaikan. Memohon  cinta.

Tiffany memejamkan mata tak kuasa. Kenapa jalannya begitu sulit? Seandainya lelaki ini mau bersabar barang sebentar, pikirnya. Sekarang, setelah situasi berubah, tidak mungkin ia akan merampas kebahagiaan Jessica, sahabatnya sendiri. lalu apa bedanya ia dengan wanita perusak kebahagiaannya di masa lalu?

“apa ada yang tidak jelas dari kalimat anggap saja semua itu tidak pernah terjadi? Aku harap kau mengerti tuan choi” kembali, tiffany melenggang begitu saja

“aku tidak akan pernah berhenti. Kau tahu itu kan?”

“aku bukan lagi tiffany yang mudah menyerah tuan choi” ucap wanita itu sambil menampik tangan siwon yang menahan lengannya

֍֍֍

Menjadi penguntit dan yang dikuntit tidaklah mudah. Siwon dan tiffany sedang main petak umpet. Mereka kembali asing, kembali seperti dulu. Siwon juga tidak akan menyerah seperti dulu. Tapi tiffany berubah, dia tidak akan lagi mau masuk dalam lubang gelap itu.

“Apakah ia sakit?” tanyanya pada dirinya saat melihat tiffany dari kejauhan. Tiffany terlihat semakin tanpa sinar.

Tiffany yang tahu siwon kembali mengikutinya berlari kecil menjauh. Ya, mereka akan kembali bertemu, kembali berdebat, dan kembali tidak menemui titik ujung.

“awww”

“tiffany” pekik lelaki itu. tiffany terjatuh karena menghindari choi siwon

֍֍֍

“dia hamil?” lelucon mana lagi ini

Setelah segala drama yang terjadi, ternyata semua belum berakhir. wanita itu ternyata mengandung anaknya. Seharusnya ini adalah berita bahagia? Tapi kenapa begini? Memilukan lagi? Ya, karena dokter juga baru berkata bahwa buah cinta mereka telah hilang. Tiffany terjatuh, kehilangan banyak darah sekaligus kehilangan anaknya, karena siwon.

Sedangkan wanita itu hanya terbaring lemah di tempat pasien. Bukan karena tidak sedih, tapi berita yang sama mengejutkannya baginya kini seolah melengkapi kisah menyedihkannya dengan siwon. tiffany tidak menangis, tidak pula bersedih, hanya kosong. Justru siwonlah yang menangis, meraung di hadapan wanita itu sambil memeluk wanita itu.

Setelah menegarkan hati. Wanita itu menarik dirinya dalam kehampaan dan berkata pada lelaki di samping tempat tidurnya “jadi setelah ini aku harap kau tidak lagi menemuiku tuan choi. Kisah kita diawali dengan buruk, mungkin itu yang membuat jalan kita selalu buruk”

֍֍֍

Setelah mengurung diri berhari-hari, siwon kini memantapkan hati. Dia bersalah dan menyerah. Tak ingin lagi membuat tiffany kembali bersedih.

“Jessica, maafkan aku. Aku ingin pernikahan kita dibatalkan”

Seperti yang sudah dibayangkan. Makian dan cician datang dari tuan jung dan istrinya. Dia telah mempersiapkan diri dengan semuanya, termasuk segala kemungkinan buruk ini. bukankah wanita itu menggumamkan tentang “perbaikan” selama ini? jadi inilah yang dilakukannya. Dia telah merusak semua dan ingin memperbaikinya.

“apakah ini karena tiffany?” tunangannya kini angkat bicara setelah semuanya diam

Siwon tidak menjawab. Dia hanya terlalu kaget dengan pertanyaan Jessica. Bagaimana wanita ini tahu?

“seunghyun baru saja menemuiku. Dia memohon padaku untuk melepaskanmu. Dia menceritakan segalanya, termasuk segala kerumitan perselingkuhan hubungan kalian dan cintanya pada tiffany yang datang terlambat. Walau aku tidak percaya, tapi kedatanganmu setidaknya memberiku jawaban-“

Seunghyun tahu segalanya? dan seunghyun mencintai tiffany?

“pergilah” ucap Jessica di akhir kalimatnya. “aku juga tidak mau menikah dengan lelaki yang mencintai orang lain”.

֍֍֍

Ekspresi siwon tidak bisa di deskripsikan saat ia keluar dari rumah keluarga jung dan bersiap ke rumah keluarga hwang. berita-berita mengejutkan datang menghantamnya tanpa henti. Perceraian tiffany, kehamilan tiffany, dan kini seunghyun. mantan suami kekasihnnya itu mengetahui segalanya, memilih diam, dan akhirnya merelakan segalanya untuk kebahagiaan tiffany?

“tiffany.. tiffany.. tiffany..” teriaknya setelah sampai di rumah keluarga hwang

Jenis teriakan frutasi yang ikut membuat siapapun ikut bersedih mendengarnya. datang ke rumah keluarga hwang dengan segala harapan kebahagiaan yang akan ia rasakan tapi ternyata segala keterkejutan dan segala hal memilukan yang ia alami belum berakhir. gadis itu meninggalkan korea, itulah yang dikatakan tuan hwang.

Sekarang, semuanya telah jelas. Mungkin Tuhan memang tidak mengizinkan mereka bersama. Kini ia hanya akan menyimpan tiffany dalam memori-memori kelam yang manis dalam hidupnya

֍֍֍

5 tahun kemudian

Hanbeoman nae mameul deurojwo

Everyday everynight I am missing you

You nae gyeote eobsodo dasgi beorsu eobsodo

Eonjena nae memeun tto gateun neo ingeol

Naegen ne manheun tto gateun nae ingeol

Tepukan riuh terdengar setelah seorang lelaki tampan berumur sekitar tiga puluh tahunan mengalunkan lagu milik fly to the sky dengan penuh penghayatan di pesta ulang tahun perusahaannya. Menyelipkan sedikit memori-memori indah akan seseorang yang tidak seharusnya dirindukannya

“appaaaaaaa” tak lama kemudian seorang lelaki yang tak kalah tampan berumur sekitar tiga tahunan menghambur ke pelukannya.

“choi muda, bagaimana penampilanku?” tanya siwon pada anak tampan itu

“daeeebaakkk” ucap anak itu sambil mengacungkan jempolnya mantap

“ayo sayang, appa harus menemui teman-temannya” ucap wanita cantik yang menghampiri mereka. Mengambil anak tampan itu ke gendongannya

“mommyy.. aku masih ingin bersama appa” anak itu merajuk, memanyunkan bibirnya

“anakmu sangat tampan stella” ucap tuan hwang yang menghampiri mereka

“iya, seandainya aku punya cucu setampan dia” lanjut nyonya hwang. seandainya tuan dan nyonya hwang tahu bahwa mereka sempat akan mempunyai cucu darinya bertahun-tahun silam, pikir siwon. tuan hwang memang tahu segala cerita drama yang terjadi antara putrinya dan siwon, tapi tidak dengan hilangnya calon cucunya. Cerita itu terlalu memilukan untuk dikatakan.

“selamat atas ulang tahun perusahaanmu” Ucapan basa-basi dari tuan hwang. Dua lelaki tampan berbeda usia itu kini lebih sering bersama, berdua, seperti teman

“bagaimana kabar tiffany?”

Ya, setelah bertahun-tahun lelaki itu masih saja menanyakan kabar kekasihnya yang hilang. Setelah semua drama memuakkan itu nyatanya dia seolah masih menunggu kekasihnya. walau semua telah ia maafkan. Kesalahannya dan memulai hidup baru. Tapi setidaknya, dia ingin selalu mendengar keadaan cinta pertamanya itu.

Tuan hwang tertawa kecil “dia baik-baik saja. kau tidak dengar kemarin dia pulang ke korea?”

“aku mendengarnya. Mungkin lebih tepatnya aku bingung mau berbuat dan berkata apa kalaupun aku bertemu jadi aku memang tidak ingin menemuinya. Semuanya sudah berubah” siwon tidak berbohong. Siwon memang terlalu takut untuk menemui tiffany. Setelah dari kabar buruk tentang buah hatinya itu, ia merasa terlalu bersalah hingga ia selalu disana, menatap wanitanya dari jauh.

“iya. Semuanya sudah berubah nak. Ngomong-ngomong, apa proyekmu ke depannya”

“membangun cabang di jepang”

“jepang?”

“iya. Negara dimana putrimu berada”

֍֍֍

Dari sekian kenangan-kenangan yang terselip, siwon ternyata dipertemukan dengan cinta pertamanya. Di sebuah galeri lukisan, saat lelaki itu ingin jalan-jalan di sela waktu kerjanya. Dia tidak pernah menyangka takdir mempertemukannya dengan wanita itu yang kini berdiri di hadapannya. Tatapan tiffany tidak menunjukkan cinta atau kerinduan,  yang hanya ada tatapan aku pernah mengenalnya.

“hai tiffany”

“hai. Kau disini?” mereka benar-benar seolah asing

“ya, begitulah. aku tidak tahu kalau kau disini bekerja sebagai pelukis. Akhirnya kau bisa menyalurkan bakatmu” siwon memberi jeda untuk mengamati tiffany dari ujung kepala ke kakinya. “Dan wow. Kau sangat berbeda”

Tiffany memang berbeda. Dia tidak lagi terlihat anak lemah yang manis dengan balutan kaos seadanya dan celana robek sana-sini. Wanita ini terlihat dewasa dengan meninggalkan segala hal yang ada dalam dirinya sejalan dengan dia meninggalkan korea dulu. 180 derajat berubah.

“semua orang harus bertumbuh, berkembang, dan berubah. Bukan begitu? Bagaimana? Bukankah aku semakin memukau?”

Siwon sejenak terkejut dengan ucapan tiffany. kemana perginya wanita pendiam yang pemalu itu?

“hei,  jangan terlalu terpukau denganku. Kau tidak akan jatuh cinta denganku lagi kan?”

Wanita ini menggodanya? Sejak kapan? Tawa tiffany di akhir kalimatnya semakin membuat siwon terkejut

“anak ini. sini, aku ajak berkeliling galeriku”

Tarikan tiffany di tangan siwon mengakhiri segala pikiran-pikiran siwon. Mereka kembali bertemu. Tapi kali ini berbeda karena tak ada konflik, tekanan, maupun pertengkaran. Seperti halnya seorang teman sekolah yang kembali bertemu dalam waktu yang tidak terduga.

“bagaimana menurutmu lukisanku yang ini?” tanya tiffany di sela-sela ia mengikat rambutnya yang tampak acak. Sedangkan siwon masih saja takjub dengan tiffany.

“tuan choi. Kalau kau memang tidak mengerti aliran kubisme. Mengapa kau kesini? Atau kau memang kesini mau menemuiku?” sikut tiffany yang kembali menarik siwon pada dunia tempatnya berpijak

“ehmm.. aku merasa lukisanmu ini menunjukkan sebuah kebahagiaan. Warna-warna cerahnya dan segala keterbukaannya”

“tidak buruk penilaianmu. Ayo aku tunjukkan lukisan terbaikku”

Akhirnya drama yang memuakkan itu seolah memang sudah ditutup dengan menghilangnya tiffany di korea kala itu. Mereka memang kembali bertemu, 180 derajat berbeda dengan pertemuan-pertemuan kelam yang selama ini terjadi. Mereka bercanda, menceritakan hal-hal yang menyenangkan, dan tidak sedikitpun menyinggung masa lalu yang gelap itu, yang mereka tinggalkan untuk memulai hidup baru

֍֍֍

“bunga lily untuk nona hwang yang cantik” ucap siwon di depan rumah tiffany

Dan setelah pertemuan di galeri waktu itu. pertemuan-pertemuan berikutnya tercipta. Bukan kencan, mereka menyebutnya jalan-jalan sahabat lama. Tidak salah memang karena siwon memanglah sahabat tiffany waktu itu.

“ayolah. Seorang choi siwon memberikan sahabatnya bunga? Kita sudah dewasa tuan choi. Aku akan lebih berkesan kalau kau memberiku bunga tabungan”

“aku hanya punya kartu kredit yang sepertinya sudah lama menunggak. Kau mau?”

“kau pikir aku percaya tuan choi yang kaya raya menunggak membayar kartu kredit. Masuklah, aku masih belum selesai memasak”

Dalam sekian memori yang tersimpan siwon mengingat bahwa dua hal yang paling disukainya ketika melihat tiffany adalah melukis dan memasak. Baginya, wanita itu selalu terlihat sangat cantik ketika dia melukis dan memasak.

“awww” pekik tiffany ketika jarinya terkena panas panci

“kau tidak apa-apa?” ditiupnya jari tiffany dengan hati-hati. Dia tidak menyadari tatapan wanita itu sekarang karena jarak mereka yang dekat

“ciumanku adalah penyembuhmu” sambil tersenyum, siwon mengecup tangan tiffany

Tiffany memang pandai memasak tapi juga pandai melukai dirinya saat di dapur. Mungkin siwon lupa kalau itu adalah kalimat yang biasa diucapkannya di masa lalu. Tiffany terluka ketika kenangan itu terlintas.

“maaf” ucap siwon setelah beberapa lama mereka berpandangan. Menyadari kecanggunggan yang terjadi. Ternyata kenangan-kenangan masa lalu itu masih terselip diantara mereka berdua.

“ehm.. masakannya sudah matang”

Makan siang kali ini sepertinya tidak hangat lagi seperti biasanya. Mereka berdua terdiam dengan pikiran masing-masing.

“aahhh. Rapat hari ini dibatalkan” ucap siwon memecah keheningan

“lalu?”

“aku disini saja ya. Ayolaaah” siwon merajuk

“aku mau melukis siwon-si. kau akan bosan disini”

“its okay. Aku akan tidur kalau aku bosan”

“terserah. Ingat, aku tidak suka kalau kau masuk ke ruang kerjaku atau kamarku”

“iya nyonyaaa”

“sudah aku bilang jangan panggil aku seperti itu aku masih muda” siwon bersiap-siap berlari

“pantas saja kau belum punya pasangan nyonya. Kau pemarah” mereka seperti anak kecil. Berlarian sambil terus saling bercanda

Melihat tiffany melukis bukanlah hal yang bagus untuk dilakukan. Itu hanya akan membuat kenangan-kenangan masa lalu yang telah digudangkan itu kembali terbuka. Siwon memilih untuk berkeliling rumah tiffany dan memutuskan untuk masuk kamar wanita itu. dia hanya ingin menggoda wanita itu, ingin mengetahui apa yang disembunyikan wanita itu walau setelah itu dia menemukan fakta yang kembali membuatnya kembali pada kenangan itu.

֍֍֍

“anak tampan.. namamu siapa?” tanya tiffany pada anak kecil yang terlihat tampan di depannya

Tiffany dan siwon kembali bersama. Menghabiskan waktu seharian untuk jalan-jalan sembari menikmati butiran salju pertama di musim dingin.

“takeru”

“Umurmu berapa takeru?” lanjut siwon

“5 tahun paman” jawab ibu anak kecil kecil.

Lima tahun. umur anak kecil itu mengingatkan mereka akan sesuatu. Mungkin, jika hal-hal buruk yang terjadi lima tahun lalu tidak terjadi. Anak mereka akan berumur sama dengan takeru. Setelah ibu dan anak itu pergi, mereka duduk di kursi, terdiam beberapa saat.

“tiffany, aku minta maaf “

Tiffany tidak menjawab, kehilangan buah hatinya merupakan kenangan paling menyedihkan dari kisahnya bersama siwon. jadi, disana dia hanya menanngis. Menangis sejadi-jadinya. Hal yang belum sempat dilakukannya saat hal itu terjadi lima tahun lalu. Siwon, disana juga ikut menangis, memeluk tiffany. nyatanya, kenangan yang digudangkan itu tetaplah bisa keluar dari persembunyiannya.

Setelah menumpahkan segala kesedihan mereka. Siwon mengantar tiffany pulang. Tidak ada kata, hanya tangan siwon yang tidak pernah lepas sedikitpun dari tiffany. tiffany tidak juga ingin melepaskannya. Genggaman tangan siwon masih sama seperti dulu, memberinya kenyamanan dan kekuatan.

“selamat malam siwon”, di akhir kalimat itu siwon menahan lengan tiffany yang sudah akan masuk dalam rumahnya

Setelah itu, ciuman itu terjadi. Siwon mencium siwon. jenis ciuman kerinduan yang dipenuhi hasrat. Ciuman terlama yang pernah mereka rasakan, seolah ciuman itu bisa menghapus lima tahun kerinduan yang mereka rasakan.

“bogoshippo”, gumam siwon ditengah-tengah ciuman itu

“nado”,

Hingga siwon mulai masuk dalam rumah itu, tiffany menghentikannya. Ini adalah kesalahan. Membiarkan siwon masuk ke dalam berarti membiarkannya masuk ke dalam hidupnya lagi. Tiffany tahu apa yang akan terjadi jika ini diteruskan.

Siwon menatapnya dengan penuh dengan pertanyaan. Tiffany belum siap, belum siap untuk kembali memasukkan siwon dalam hidupnya. Sepanjang dia mengenal siwon, hanya kenangan-kenangan buruk yang diingatnya.

“tiffany-“

“selamat malam siwon”, tiffany tak bicara lagi. Dia menutup pintunya di depan siwon, seperti ia menutup hidupnya untuk lelaki itu.

֍֍֍

Knock knock knock

Berapa kalipun siwon mengetuk, pintu itu tidak membuka.

“aku tahu kau disana tiffany. hari ini adalah ulang tahun. Kau tidak mau membukakan pintu untukku?”

Tiffany hanya bisa menghela nafas di dalam sana. Setelah ciuman penuh kerinduan itu., tiffany menghindari siwon. dia selalu seolah punya segudang kesibukan yang membuatnya tidak bisa ditemui siwon.

“saranghae, saranghae tiffany hwang. apa yang salah dengan cinta? apa aku begitu menakutkan bagimu?”, tiffany mendengarnya, dia berada di balik pintu. “Kenapa kau seperti ini? ayo kita bangun cerita baru. Cerita yang jauh lebih indah daripada cerita kita dulu. Selama lima tahun aku selalu mencintaimu. Berapa kalipun aku menciba melupakanmu, aku tidak pernah bisa. Aku selalu menanyakan kabarmu pada appamu. Bagiku, setidaknya mendengar kau baik, maka aku juga akan baik. Sekarang, setelah kita bertemu dalam keadaan yang baik, kenapa kau menghindariku?”, tiffany menangis di balik pintu. “sejak pertama kali bertemu denganmu di galeri waktu, aku ingin sekali memelukmu, kau tidak tahu betapa rindunya aku padamu? Tapi aku tidak mungkin melakukannya. Kau telah berbeda. 180 derajat sangat berbeda hingga aku pun menganggap bahwa aku benar-benar tak ada di sana, di hatimu. Sampai aku masuk ke kamarmu, lukisanku terpampang disana-“

“dia melihatnya”, gumam tiffany

“ aku masih disana, di hatimu”, sejenak siwon terdiam. Sepertinya tiffany benar-benar tidak akan membukakan pintu untuknya. Tiffany akhirnya membuka pintu, tapi kosong. Siwon sudah pergi.

֍֍֍

Tiffany berlari di koridor rumah sakit, cemas. Beberapa saat lalu tiffany mendapat kabar bahwa siwon masuk rumah sakit, terluka di saat di proyek. Namun, akhirnya tiffany lega karena siwon ternyata tidak terluka parah.

“kenapa kau selalu terluka saat mengerjakan proyek?” ucap tiffany sambil mengelus luka siwon, mengamati. Siwon memang selalu begitu. Terluka saat mengerjakan proyek, tidak di korea, tidak di jepang.

“apa aku harus terluka dulu kau baru mau menemuiku?” ucap siwon.

Tiffany tertawa mendengar ucapan siwon, mencoba membuat hal ini tak lagi memilukan. Sudah cukup, drama-drama memuakkan itu tidak perlu lagi terjadi

“kenapa kau malah tertawa?”

“kau tidak berpikir ini lucu?” jawaban tiffany bukankah memang selalu begitu sekarang? tidak terduga. Tiffany menghindari menatap mata siwon, dia menutupi rasa kagetnya dengan candaan.

“saranghae” ucap siwon lagi

Tiffany kini berhenti tertawa dan menatap hazel mata siwon.

“saranghae” ucap siwon lagi. “tiffany, ayo kita memulai hal baru. Ini adalah kesempatan untuk kita. apakah kau tidak merasakannya?” siwon merajuk lagi. Sudah berminggu-minggu siwon tidak berusaha menemui tiffany. ia ingin memberikan waktu untuk tiffany berpikir.

Tiffany tidak menjawab, dia hanya terdiam.

“aku tidak akan memaksamu kali ini. kalau kau juga mencintaiku kenapa-“

“nado”

Singkat.hanya kata itu yang terucap dari bibir tiffany. Tiffany berpikir dan merenungkan semuanya. Jawaban tiffany disambut senyuman oleh siwon. siwon tahu wanita itu masih mencintainya. Lukisan siwon di kamar tiffany cukup memberikan bukti bahwa lelaki itu masih ada di hati wanita itu.

֍֍֍

“kau bahagia?”

Pertanyaan tiffany hanya dijawab oleh anggukan kepala siwon yang kini bersandar manis di bahu tiffany. menutup matanya dan memberikan backhug paling hangat. seolah ia ingin menikmati tiap detiknya bersama tiffany dan menyimpan semua yang dirasakannya kini dalam memorinya. Tiffany hanya bisa ikut tersenyum sambil terus melukis.

“kau juga bahagia?” gumam siwon. masih dengan memejamkan matanya dan  mempererat pelukannya seolah tidak ingin tiffany pergi

CUP, tiffany mencium pipi siwon dari samping.

“tentu” jawab tiffany sambil mengelus pipi siwon.

“hei, kenapa menangis?” tanya siwon. saat membuka mata, merasakan kehangatan tangan kekasihnya, dia justru melihat wanita cantik itu menangis. dia tidak ingin melihat tangisannya lagi. Dia ingin kisah cintanya kini hanya dipenuhi tawa.

“aku menangis bahagia… oppa” jawaban tiffany melegakan.

Siwon tersenyum dan mengecup bibir tiffany, “kau menakutiku”. Dan mereka kembali berciuman. Sepertinya ciuman-ciuman akan sering mereka lakukan setelah ini

֍֍֍

Pagi itu tampak tenang. Siwon dengan lelapnya masih tertidur di kamar tiffany berbalutkan selimut pink tebal. Tiffany tidak disana, hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke korea. Tiffany sudah bangun sejak pagi, menyiapkan segala hal yang dibutuhkan sekaligus membuat sarapan.

Riiing Riiing Riiing

Handphone siwon tidak berhenti berdering sejak beberapa menit lalu. Tiffany berharap calon suaminya itu akan terbangun dengan dering ponsel yang tak jauh dari tempat tidurnya.

“aiiihh, orang ini”

Tiffany akhirnya yang mengangkat karena siwon sepertinya sangat pulas hingga ia tidak bergerak sedikitpun dari tidurnya.

“ya, hello?”

“appa?”

“apppa?”, hati tiffany mulai merasa tidak enak.  “Ini siapa?”

“ini taeyong. ini siapa? Dimana appaku?”

“appamu?”

“nde, appa siwon? dimana appa siwon?” kenyataan apa lagi ini. apakah siwon sudah mempunyai anak? Kenapa dia tidak menngetahuinya. Setahunya dari appanya siwon masih tetap sendiri. tiffany memang tidak pernah bertanya tentang siwon. tapi appanya selalu bercerita tentang lelaki yang ingin dijadikan menantunya itu. tiffany menangis sambil menutup mulutnya, menahan isakan dan teriakan yang mungkin keluar. Dia segera menutup pembicaraan itu, tak kuasa.

Tuhan, ini tidak benar bukan? Ini pasti bohong. Jeritnya dalam hati.

“emm, mashita. Kau memang paling pandai memasak”, ucap siwon bahagia

Tiffany disana ikut tersenyum, meski sedikit dipaksakan tapi ia bahagia melihat siwon selalu tersenyum lebar menikmati masakannya.

Tiffany tidak menanyakannya. Dia belum siap dengan kebenaran yang akan diterimananya. Dia belum mau melepaskan siwon lagi. Dia masih menginginkan menghabiskan waktu selama mungkin bersama siwon. dia tidak peduli dengan kebenaran yang menunggunya. Dia tahu, ia kembali egois untuk seorang choi siwon.

“heiii, kenapa menangis lagi?”

Tiffany segera menghapus air matanya. “ani..”

siwon menghapus air mata tiffany dengan ibu jarinya. “kisah kita akan berakhir bahagia, aku sudah memohon padaNYA, aku yakin Dia akan mengabulkannya”, tiffany memeluk siwon, erat. “oia, kau sudah mempersiapkan semuanya. Pesawat kita akan berangkat tiga jam lagi?”

tiffany menegang di tempatnya. “oppa, bisakah kita tidak berangkat ke korea? Aku masih ingin disini, bersamamu”, dia semakin mempererat pelukannya

“heiii, kita bisa bersama di korea”, tidak oppa, jika aku tahu kau punya keluarga disana, teriak tiffany dalam hati. “chagie, aku juga ada urusan bisnis di korea. Ayolah, kita sudah membeli tiketnya. Aku juga punya kejutan untukmu nanti di bandara”

Air mata tiffany keluar lagi. Haruskah dia menanyakannya sekarang? dia belum siap dengan argumen-argumen dan pertengkaran dengan choi siwon. akhirnya, dia hanya menganggukkan kepalanya. Mereka akan kembali ke korea.

֍֍֍

“seunghyun” teriakan siwon di bandara cukup membuat tiga orang yang menunggu sejak tiga puluh menit itu menoleh dan mendapati siwon yang memegang erat wanita cantik di sampingnya. Pegangannnya benar-benar erat, ia tidak menginginkan tiffany jauh darinya barang sejengkalpun.

Ttiffany tersentak. Seunghyun? kejutan yang dimaksudkan siwon adalah seunghyun? appanya memang pernah cerita bahwa mantan suamiku dan mantan kekasihku menjadi sahabat dekat sejak kepergianku. Jadi beginikah? setelah akhirnya bertemu siwon, dia juga akan bertemu dengan mantan suaminya, choi seunghyun?

Seunghyun melambaikan tangan dan wajahnya bersinar. Dia bahagia bisa melihat tiffany dan siwon bersama. Cintanya pada tiffany tulus, setulus ia memberikan senyum manisnya kala melihat siwon dan tiffany bersama.

Sejak semua kejadian lima tahun lalu. Seunghyun dan siwon memang menjadi sahabat. Seunghyun paling mengerti bagaimana cintanya siwon pada tiffany. begitupun dengan siwon, dia juga mengerti kenapa seunghyun akhirnya justru memutuskan hubungannya dengan min young dan memilih menjalani kehidupan baru. Tiffany benar, keluarganya tidak merestuinya dengan min young karena memang min young kurang tepat untuknya.

“oppaaaaa” anak kecil itu berlari menuju siwon dan langsung disambut oleh pelukan.

Tiffany kembalu tersentak. Oppa? anak itu

“hei, choi kecil”, siwon menggendong taeyong

“appa, dia siapa?”, tunjuk taeyong pada wanita yang kini berdiri terdiam beberapa langkah di belakang mereka. Siwon menoleh, tiffany disana.

“aigoo chagie, sini, aku kenalkan pada choi muda, taeyong”

“dia memanggilmu appa?”

“ya, aku bapak baptisnya”, jawab siwon enteng. Jadi inilah kenyataannya? Tiffany bernafas lega, sangat lega. Jadi, yang memanggil siwon appa adalah anak senyun yang lucu yang appanya sering bicarakan.

“hei tiffany. akhirnya kau datang dengan lelaki menyedihkan ini” seunghyun memeluk tiffany

“ehem” stella yang memang berdiri disitu merasa kurang nyaman melihat seunghyun yang memeluk tiffany terlalu lama

“daddy, daddy tidak boleh memeluk wanita lain selain mommy” semua orang tertawa mendengar ucapan taeyong.

Seunghyun melepaskan pelukannya. Stella dan tiffany kembali bertemu. Masih dengan lelaki-lelaki yang sama, tapi dengan status yang berbeda.

“hello stella”, tiffany juga memberikan pelukan pada stella. “aku tidak menyangka kau akan menikah dengan orang ini. kalau dia selingkuh, bunuh saja” canda tiffany

“aigoo. Aku yakin dia hanya mau selingkuh denganmu dan siwon tidak akan membiarkannya” jawab stella

Seunghyun yang merasa menjadi objek hanya bisa berpura-pura tidak mendengar

“andwee. Dia hanya milikku” jawab siwon sambil mempererat pelukannya pada lengan tiffany

“appa, kau belum menjawab pertanyaanku? Siapa dia?”

“owh, dia oemma, oemma tiffany”, jawab siwon

“ooo.. ini wanita yang selalu daddy dan oppa bicarakan” tiffany kaget mendengar ucapan anak lucu itu. jadi selama ini siwon dan seunghyun selalu membicarakan tiffany

“jangan kaget tiffany-si. mereka memang selalu membicarakanmu. Terkadang aku cemburu” jawab stella ringan

“chagie, aku hanya milimu. sudah-sudah. Ayo kita pergi dari sini. Oemma dan oppaku sudah menyiapkan banyak makanan untuk kita tiffany. mereka sangat merindukan mantan menantunya”, ajak seunghyun

“untuk kita semua” jawab siwon dan stella bersamaan. Seolah cemburu dengan mantan pasangan suami istri itu.

“iya iya untuk kita semua” tiffany tertawa melihat mereka semua. akhirnya, kisah yang rumit dan menyedihkan ini bisa berakhir dengan bahagia, batinnya. Hidupnya berubah, berotasi, seratus delapan puluh derajat.

END

76 thoughts on “(AF) 180o part 4 (rotation)

  1. kadang taeyong manggil siwob oppa kadang appa. sedikit typo thor. but tak apa. ku pikir bakal sad end. eh happy end ternyata.. suka sekalii
    lanjut thor bikin ff sifany

  2. kupikir ff ini msih ada beberapa part lgi, trnyata udah end di part ini… akhirnya happy ending…🙂 ff nya keren, cma ada beberapa typo aja… okay ditnggu ff slanjutnya thor… fighting…😀

  3. ya ampun suer thor , q kira wonpa udh nikah n gantian yg selingkuh , eh gk taunya….. . tp pas dibandara q bisa ngira sih klo taeyeong tuh anaknya seunghyunpa

  4. Akhirnya happy ending jga nih crita..
    Stelah mlalui prjlnan cinta yg sulit,,akhirnya sifany bersatu..walupun membtuhkan wktu yg lma tuk brsatu kmbali..pi tak pa yg pnting akhirnya mrka bhagia..
    Dtnggu karya lainnya thor..

  5. Halo kakak admin, aku sukaaa baknget ff ini dari awal, cuman sedijit kecewa pas waktu baca endingnya, kesannya kaya keburu gitu, dan rasa2 nya juga kurang natural heheh.. tapi gapapa aku tetep suka ko sama cerita ini. . ditunggu another ff nya ya kakak admin. terus berkarya ;D

  6. setelah dag dig dug antara sad ending atau happy ending
    dan ternyata hoahhhh happy ending daebakkk !!!!
    thanks author yang udah baik banget
    cerita nya keren pokokny
    sifany jangg

  7. Duhhh kiraiin siwon udh nikah.. terrnyata itu anaknya seunghyun, lega banget.. yeyyy happy ending 😄 ffnya keren, daebak thor👍 ditunggu yaa karya” selanjutnya ^^

  8. “Hidupnya berubah, berotasi, seratus delapan puluh derajat” bner bgt pas sma judulnya😊 yeaahh happy ending emng ya klo jodoh nggk kmna 😄 hihi tpi syng thor msih bnyk typo, oh ya itu juga jgn pkek tante dong agak aneh bcanya , ya lbih mnding bibi sih thor *sorry cuma saran* tpi ff nya udh bgus mngkn di ff slnjutnya lbih baik lagi 😊 fighting thor😀😘

  9. Oalahh jadi begitu ceritanya, sempet bingung sih sama ceritanya, tapi setelah baca ampe abis akhirnya bisa tau jalan ceritanya, wkwk. Okeh, next..

  10. aigoo..nyaris aj ak terjebak kya fany. hum…tp untunglh trnyta siwon hanya ayah baptisny…

    perlu sequel nh utk klanjutan hub sifany. aplg stlh kerumitan hub mereka yg brubah 180°

  11. alhamdulillah happy endingg. gua kira ada lanjutannya ternyata end. hampir aja ketipuu. siwon ga punya anak trnyataa😀 truslah brkarya thor. ditunggu yg lainnya

  12. heaaa smpat shock aku kira taeyang itu anaknya siwon tenyata anaknya seunghyun.. kereen happy ending.. tp bagus kli yaah klau d lnjut dgan kish cinta sifany..hehe..

  13. saat taeyong manggil siwon oppa appa aku kira itu anaknya aigoo ~~ trnyata bkn, syukurlah >< akhirnya sifany kembali bersama lg😘 seneng batt buat happy endnya❤

  14. Aku kira siwon menikah dengan stella setelah di tinggal tifanny, ternyata hanya bapak babtisnya saja, kasihan tifanny di kira siwon sudah menikah…… tapi akhirnya happy ending…. good reader sama alur ceritanya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s