(AF) That Man

 That Man

that man

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Choi Si Won-Kim Hyun Joong

Leight :oneshoot

Genre: action, drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran dan komentar, oke..Happy reading!!!

Bang Bang Bang..

Bunyi tembakan terdengar menggema ke seluruh gedung. Suasana tampak kacau.  Perusahaan yang awalnya riuh akan suara karyawan itu kini dipenuhi dengan suara peluru dari berbagai penjuru. Semua orang ketakutan. Kecuali beberapa orang berpakaian rapi yang berusaha menangkap penyebab kekacauan. Seorang Pencuri berlari di sudut-sudut koridor memakai topeng dan berpakaian serba hitam. Diantara pengejar-pengejar itu, terlihat perempuan muda yang berusaha mengejar sang pencuri. Wajahnya serius, sarat akan kesungguhan. Dia di dampingi lelaki tampan berjas dengan nametag Kim Hyun Joong di dada kanannya.

Sudah berkali-kali memang, sosok pencuri yang menamakan dirinya Black Hawk itu beraksi. Tidak satu dua kali juga polisi gagal menangkap buronan kelas atas itu. Black Hawk diketahui telah berkali-kali mencuri dalam jumlah yang tidak sedikit di beberapa perusahaan besar Korea dan petinggi-petinggi negara. Dia sepertinya tidak jemu dalam melakukannya. Aksinya juga tidak terduga, mengincar targetnya secara random hingga membuat polisi dan seluruh jajarannya kalang kabut. Senyum merekah selalu terukir di bibirnya kala ia dikejar-kejar polisi, seolah memandang rendah tiap orang yang berusaha membela negara itu. Baginya, polisi-polisi itu hanya mainan yang mengasikkan.

“tiffany, kau kejar dari arah sana” ucap kapten kim

Gadis muda nan cantik yang dipanggil tiffany itu mengangguk mantap dan segera mengejar pencuri tadi dari arah berlawanan. Nafasnya memburu, jantungnya berdetak hebat, dan rambutnya berkibar di udara. Dia benar-benar ingin menangkap black hawk.

Back Hawk terlihat berlari ke arah gadis itu, terkepung. Tapi pencuri itu justru semakin berlari ke arah tiffany yang kini tampak menodongkan pistol. Tak takut, black hawk semakin berlari ke arahnya, melucuti pistolnya, mengelus pipinya, dan melalui gadis itu. Tiffany tidak mau kalah, ia segera meraih jaket black hawk namun tepisan pencuri itu membuat tiffany tersungkur.

Bang bang, pencuri itu hampir terkena tembakan.

“tiffany gwenchana? Kejar dia” raung sang kapten

“nde kapten kim” ucap semua polisi

“nde gwenchana, kita harus mengejarnya kapten” tiffany segera bangkit dan berlari bersama kapten kim. Dirasakannya lengkan kaki yang seolah terbakar, dia menahan rasa sakit itu. Pikirannya masih sama, dia harus menangkap black hawk.

Black hawk memang bukan penjahat biasa, dia pencuri kelas atas dengan predikat berkali-kali berhasil kabur. Seperti kejadian hari ini, dia berhasil kabur setelah mengelabui semua polisi yang mengejarnya di siang bolong. Bahkan berhasil melukai salah seorang polisi cantik kesayangan kapten kim.

@@@

Tiffany berjalan terseok-seok menuju apartemennya. Usahanya kali ini gagal, kapten kim yang mengantarnya pulang memberinya semangat tapi hanya disambut oleh senyuman yang terlihat sangat dipaksakan olehnya. kapten kim sangat baik, tak jarang kapten itu mentraktir tiffany makan dan memberikannya waktu istirahat yang lebih. Dia juga selalu menjadi penyemangat tiffanny walau selalu gagal. Kapten kim bukan tipe orang yang kaku, jadi semua kalimatnya seolah angin lalu bagi tiffany. tiffany hanya selalu memberinya senyum terbaiknya, yang dipaksakannya sebagi penghormatannya.

Sesampai di apartemen, belum sempat ia menyadari lampu apartemennya menyala, ia dihujani oleh ciuman lembut oleh sosok yang selama ini telah diketahuinya. Ya, dia hanya tahu, belum tahap kenal meskipun telah berkali-kali bertemu. Tapi sosok itu telah cukup lama menyita perhatiannya.

“apa yang- “ tiffany berusaha mendorong bahu lelaki jangkung itu walau ia tidak menampik dia selalu merasakan kelembutan dalam setiap perhatian lelaki itu, dan dia sangat merindukannya.

SLAP

“how dare you?” dengan segala kekuatannya akhirnya tiffany berhasil mendorongnya. Nafasnya terengah-engah, wajahnya dipenuhi amarah, dan matanya seolah mau membunuh. Dia kadang berpikir, kenapa manusia penuh teka-teki di depannya ini selalu membuatnya marah.

Lelaki itu hanya bisa mengelus-elus pipinya sambil terus menampilkan senyum terbaiknya pada gadisnya. Gadisnya, kata ini tentu dilihat dari sudut pandang sang lelaki karena sang gadis tidak pernah menganggap dirinya milik siapapun kecuali Tuhannya. Gadis itu menyebut lelaki itu dengan bahasa “lelaki sombong” karena sepanjang dia mengenal semua manusia, dia lelaki paling sok tahu, sok pintar, dan sok baik yang pernah diketahuinya.

“untuk apa kau kesini? Mau tertawa kalau aku tidak berhasil mengejarmu? Atau mau memberi selamat atas lukaku?  Lagipula, darimana kau tahu passwordku?” wajah tiffany masih sama, penuh amarah. “setauku aku sudah mengubahnya”, tambahnya sambil bergumam

“bogoshippo baby” tidak berefek, dia tetap mengucapkan kalimatnya dengan senyum lebar. Bahkan dia tidak berupaya untuk menjawab satupun pertanyaan dari gadisnya.

Percuma, pikir tiffany. lelaki ini, sejak bertemu dengannya juga selalu seperti itu, seenaknya sendiri, semaunya, dan sebahagianya. Tiffany tidak pernah bisa menghentikan apa yang diinginkannya dan apa yang dikehendakinya.

Lelaki itu menghela nafas, “passwordmu 5555, angka kesukaanmu, lima”. imbuhnya saat melihat tiffany akan berkoar “jangan tanya lagi aku tahu darimana karena aku sudah berkali-kali bilang padamu aku tahu segalanya tentangmu, gadisku”.

Lelaki sok itu memandang kaki gadis itu “mianhe, gara-gara aku kau terjatuh”

Tiffany menjauhkan kakinya yang akan disentuh lelaki sok itu. “jangan berani menyentuhku”.

“tapi aku sudah menyentuhmu” mata tiffany membesar mendengar ucapannya. “kita baru saja berciuman, kau lupa?” lihatlah, dia memang benar-benar menyebalkan. tiffany semakin kesal sedangkan lelaki sombong itu malah tertawa. “tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu kalau kau belum menjadi istriku yang telah aku sematkan cicin berlian terindah di jari manismu” dan seketika itu dia menggendong tiffany dengan bridal style.

“diamlah” kata lelaki itu saat tiffany meronta. Tiffany bisa melihat sorot mata penuh kelembutan di lelaki tampan itu. ya, lelaki tampan, dia tidak bisa mengelak bahwa lelaki yang wajahnya kini ada di depannya itu terlihat sangat tampan dengan lesung pipinya.

Tiffany bertemu dengan lelaki itu sudah lama. Lelaki itu selalu misterius sejak pertama bertemu. Penuh kejutan dan tidak terduga dan dia baru menyadari bahwa lelaki itu yang telah di ketahui lama itu adalah black hawk kala mengejarnya saat mencuri di rumah salah seorang hakim kenamaan korea. Dia polisi baru dan muda yang sangat bersemangat hingga ia sendirilah saat itu yang berhasil menyamai kecepatan black hawk. Tanpa diduganya, back hawk membuka topengnya, menunjukkan wajah aslinya, dan memberikan senyum nakalnya saat mereka hanya berdua. Jadi tidak ada yang tahu wajah black hawk kecuali tiffany dan tidak ada yang tahu bahwa tiffany tahu. Ingin rasanya ia melaporkan bagaimana wajah seorang black hawk tapi apa daya, dia tidak mempunyai bukti sedikitpun bahwa wajah itu adalah wajah black hawk.

Setelah itu, pertemuan demi pertemuan terjadi. Lelaki itu seolah tahu segala hal tentang tiffany. Walau tiffany pindah apartemen, mengganti password, dan memberikan keamanan lebih pada apartemennya, lelaki itu tetap mampu masuk ke dalam. Tiffany menyerah, segala hal yang menyangkut lelaki itu adalah percuma.

“oke, kau disini saja. biarkan aku yang mengurus segalanya” sejak dari gendongannya. Tiffany hanya bisa melihat bagaimana lelaki itu perhatian padanya. Dia menyiapkan makan malam tiffany, meletakkannya di meja, dan mulai memijat kaki gadisnya itu.

“cepat dimakan, jangan terlalu terpesona denganku. Kau saja masih tidak mau memanggilku oppa” ucapnya tanpa memandang tiffany, dia sibuk memijat kaki tiffany. ada nada kesal di dalamnya. Pertemuan demi pertemuan telah terjadi tapi tiffany tidak pernah mau memanggilnya dengan sebutan oppa padahal dia sangat menginginkannya.

Tiffany mulai makan sambil merutuki dirinya yang semakin terpesona oleh lelaki sombong itu. dia memang tidak akan memanggilnya oppa, baginya itu terlalu cheesy untuk seorang penjahat kelas atas seperti lelaki sombong itu. dia tetap suka memanggil dia dengan sebutan “lelaki sombong”. Sejak pengejaran pertama itu, lelaki sombong itu seolah menghipnotisnya dengan segala perhatian dan cinta yang diberikannya.

“kau seharusnya tidak memaksakan kakimu berlari. Ini membuat sakitmu semakin parah”

“ini semua juga salahmu lelaki sombong. Seharusnya aku bisa menangkapmu”

“baiklah, sekarang tangkap aku” seperti anak kecil yang menyodorkan tangannya untuk diborgol dalam sebuah permainan, lelaki itu tidak merasa bersalah sama sekali menampakkan senyum manisnya. Dia selalu melakukannya saat tiffany seperti ini, marah dan menghujat, tapi lelaki itu selalu sabar dan memberikan jawaban yang sama, yang hanya akan di tanggapi wajah kesal tiffany.

Bagaimana kau tidak kesal ketika kau begitu dekat dengan buronan nomor satumu tapi kau tidak bisa menangkapnya karena tidak cukup bukti?

Bagaimana kau tidak kesal ketika orang yang kau cari-cari dengan susah payah dengan mudahnya menemukanmu dan masuk ke apartemenmu seenaknya?

Bagaimana kau tidak kesal ketika dia selalu saja tahu segala hal tentangmu tapi kau tidak tahu sedikitpun tentangnya, bahkan namanya?

“uuumm.. kau lucu sekali baby” lelaki sombong itu memainkan hidung tiffany. sejauh yang diketahui tiffany lelaki itu memang paling suka memainkan hidung, mencium kening, dan tidur disamping tiffany sambil memeluknya walau tiffany selalu melarangnya.

Tiffany hanya bisa menghela nafas besar setelah semua kejadian yang terjadi. Tidak tahu apa nama hubungan ini, lelaki sombong itu berulang kali mengatakan cinta, memanggilnya dengan sebutan “baby”, dan memberikan tatapan penuh cinta. Tiffany tidak bisa menamakan perasaannya cinta karena dia tidak pernah bisa menerima cinta pada orang yang tidak dikenalnya. Bahkan yang tidak dia ketahui namanya.

“kali ini, kenapa kau mencuri di perusahaan konstruksi itu?”

“perusahaan itu menyuap pemerintah, mendirikan apartemen di daerah yang tidak seharusnya. Pendirian apartemen itu akan membuat banyak lahan pedagang kecil hilang”

“lalu?”

“aku mencuri kali ini supaya mereka kekurangan modal dan investor semakin tidak percaya pada mereka…” jawab lelaki itu sambil terus memijat kaki tiffany

Ya, lelaki itu memang selalu bercerita pada tiffany soal alasan-alasannya mencuri. Meski alasannya adalah untuk kebaikan, bagaimanapun mencuri adalah hal yang terlarang. Tiffany berulang kali menasehatinya tapi tidak pernah berhasil. Black hawk tetap melancarkan aksinya. Seperti halnya tiffany selalu melarang lelaki itu memeluknya saat tidur, percuma.

“kau tertidur rupanya” gumam lelaki itu. Setelah dia menjelaskan panjang lebar, gadisnya itu biasanya akan mengomel tapi setelah sekian menit menunggu ternyata omelan itu tak kunjung diterimanya karena gadis cantik itu tertidur di kursi. Ia segera menggendong tiffany ke tempat tidur.

“jangan berani memelukku” gumam gadis itu dengan mata terpejam. Lelaki itu hanya tertawa mendengarnya. ia tetap tidur disampingnya, memeluknya, dan memberi ciuman hangat di kening gadisnya.

“selamat tidur, babyku yang cerewet”

Seperti biasa saat tiffany terbangun maka semua yang dialaminya seolah mimpi. Lelaki itu datang dan pergi dengan seenaknya. Tiffany tidak menampik bahwa dirinya selalu merasa nyaman dan aman dengan lelaki itu. tapi tetap saja, dia adalah target utamanya. Berulang kali ia berusaha menguak tentang sosok lelaki itu, tapi selalu gagal. Bukan satu dua kali tiffany mencoba merekam pembicaraan mereka, memasang sisi TV di seluruh ruangan apartemennya, dan memberi pelacak di baju lelaki itu. tapi seperti yang telah dikatakan, selalu gagal. Lelaki itu seolah tahu segala trik dan cara yang digunakan tiffany.

Saat berjalan di dapur, tiffany menemukan secarik kertas yang didampingi oleh segelas teh madu hangat dan sepiring roti panggang.

“dia membuatkanku sarapan lagi”

Makanlah baby, jangan lupa jaga kesehatan terutama kakimu. Ada taxi yang menunggumu di luar untuk mengantarmu kerja. Aku lebih suka memberimu kendaraan pulang pergi daripada harus melihatmu selalu bersama dengan kaptenmu yang kurang tampan itu.

Semoga harimu menyenangkan

Dari orang tampan yang selalu mencintaimu

Tiffany terkekeh membaca surat lelaki sombong yang selalu merasa paling tampan itu. dia memakan sarapannya dan bersiap berangkat kerja.

@@@

Berminggu-minggu berlalu, tiffany dan kapten kim terlihat semakin dekat. Seperti yang black hawk khawatirkan. Kapten kim sepertinya menaruh hati pada gadis cantik itu. bahkan mereka sekarang makan malam bersama. Tiffany sendiri sebenarnya malas untuk keluar, tapi dia tentu tidak enak menolak ajakan kaptennya.

“kau suka restorannya?” tanya sang kapten di sela-sela makan mereka

“nde.. suka kapten” jawab tiffany canggung. Sebenarnya dia kurang nyaman berada di restoran mahal yang mengharuskannya untuk jaga kelakuan dan kesopanan. Belum lagi dia berpakaian seadanya. Dia tidak berpikir kaptennya akan mengajaknya makan di restoran mahal seperti ini.

“jangan memanggilku kapten jika sedang tidak bertugas” tiffany bingung jika sudah begini. Lalu bagaimana dia harus memanggil kaptennya?

“panggil oppa saja” senyumnya merekah kala mengatakannya

Tiffany terdiam. Dia mengingat manusia paling menginginkan panggilan itu, lelaki sombong itu, black hawk. Dimana dia sekarang? kenapa tiba-tiba tiffany merindukannya?

“tiffany” kapten kim membuyarkan lamunannya. “kau keberatan dengan panggilan itu?”

“ani kapten, gwenchana.. ah, gwenchana..oppa” ucapan tiffany semakin membuat senyum sang kapten melebar.

Tak lama berselang setelah itu, meja tiffany diramaikan oleh kata-kata cacian tuan kim pada pelayan yang baru saja menumpahkan wine di bajunya. Pelayan itu berulang kali mengucapkan permintaan maaf dan tuan kim akhirnya meminta izin tiffany untuk ke belakang walau tidak dihiraukan oleh tiffany. Gadis itu masih tidak percaya atas apa yang dilihatnya, saat kau memikirkan seseorang, maka orang itu juga akan merasakannya, benarkah seperti itu? kenapa cepat sekali orang yang dirindukannya ada di hadapannya?

“kau merindukanku?” tanya lelaki tampan yang masih tetap terlihat tampan meski memakai baju pelayan. Lelaki itu mengecup bibir tiffany dan duduk di depannya.

“kau jangan selalu terpesona seperti itu” dia menuangkan wine ke dua gelas dan memberikan salah satu pada tiffany

“ayo bersulang”

“untuk apa?” tanya tiffany

“untuk keberhasilan pencurianku berikutnya” lelaki itu mendekatkan gelasnya pada gelas tiffany. bunyi dentingannya tak membuat gadis itu menghilangkan wajah kagetnya

“kau akan mencuri lagi?”

“ya, di rumah salah satu menteri kita” tak ada beban. Black hawk tidak takut akan ditangkap bukan? walau dia memberikan clue.

“baby..” ucap lelaki itu sebelum tiffany berkomentar. Dia tidak punya banyak waktu. “aku tidak suka kau dekat dengan orang tadi-“

“kapten kim maksudmu?”

“terserahlah siapa dia. Dan aku”, dia memberinya jeda sesaat “tidak terima kau memanggilnya oppa. kau menolak memanggilku oppa jadi tidak ada seorangpun di dunia ini yang boleh mendapat panggilan itu darimu” ucapnya marah. Jenis marah seorang anak kecil yang iri dengan  mainan temannya yang jauh lebih menarik.

Tiffany selalu tidak mengerti. Sejak kapan lelaki sombong itu menjadi kekasihnya? kenapa lelaki itu seolah punya hak untuk mengatur hidupnya?

“baiklah, aku sepertinya harus pergi” dilihatnya kapten kim berjalan dari jauh. “selamat malam baby” dia mengecup bibir tiffany, lagi dan beranjak keluar restoran.

Setelah kejadian ini, entah kenapa tiffany bertekad berusaha untuk tidak keluar dengan kapten kim di luar jam kerja. Alasannya? Supaya dia tidak perlu memanggil kapten dengan sebutan oppa. tidak tahu apa yang dibuat oleh lelaki sombong itu, tapi dia ingin menurutinya.

“kapten, besok black hawk akan beraksi. Dia akan mencuri di rumah salah satu menteri” kapten kim sudah kembali dari toilet. Wajah kesal sang kapten sudah tidak begitu terlihat. Sebenarnya sang kapten akan menginterupsi tiffany karena memanggilnya dengan “kapten” lagi. Tapi tiffany sedang membicarakan urusan kantor dan ini urusan yang penting.

“kau yakin? Kau tahu darimana?”

“aku.. aku baru saja mendapat telfon dari informanku. Walau tidak tahu benar atau tidak, setidaknya kita harus mempersiapkan diri”

“baiklah” ucap sang kapten mantap

@@@

Semua regu telah dikerahkan ke beberapa rumah menteri yang diyakini bakal target dari black hawk. Kapten mengawasi dari sisi TV apa yang terjadi di rumah-rumah yang mereka awasi. Disampingnya, tiffany sibuk memastikan bahwa semua telah berada di posisi yang telah ditunjuk.

Jam demi jam berlalu, tapi tidak ada kejadian janggal yang terjadi. Semua berjalan dengan baik.

“tiffany, kau yakin informanmu benar?”

“nde kapten” jawabnya. Tiffany mulai berpikir bahwa lelaki itu membohonginya

“siapa informanmu?” perlu beberapa waktu untuk tiffany berpikir. Tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya pada kaptennya.

“dia adalah”

“kapten, ada laporan rumah menteri park cho hae kerampokan” sebelum tiffany berbohong, ia diselamatkan oleh suara rekannya.

“sial” umpat kapten kim. Rumah menteri keungan tidak ada dalam list mereka. Selain karena penjagaan rumah itu paling ketat, seluruh keluarga park juga ada disana. Jadi mereka tidak berpikir black hawk akan melancarkan aksinya disana.

“baik, semua regu berkumpul. Kita menuju ke rumah tuan park cho hae. Ulangi, semua menuju ke rumah tuan park cho hae”

Semua bergegas dan menyiapkan diri. sirine mobil polisi menggema di jalanan utama seoul. Tiffany pun bersiap, dia tidak akan melepaskan black hawk begitu saja. dia harus memenjarakan balck hawk.

Sesampainya di rumah menteri keuangan korea itu, mereka mengepung rumah dari berbagai sudut. Revolver-revolver dan para penembak jitu dikerahkan, tidak lupa semua polisi bersiap dengan amunisinya masing-masing.

“black hawk, menyerahlah. Kau sudah terkepung” ucap kapten kim tegas. Suaranya menggema, tapi sepertinya black hawk belum juga menampakkan diri. tiffany dan beberapa polisi mulai mendekati rumah, mencari sang pencuri.

Bunyi sepatu polisi-polisi korea yang memasuki rumah itu terdengar lirih. Mereka mulai berpencar, mengendap-endap dengan memasang mata elang agar tidak terkelabui oleh black hawk lagi.

Tiffany mulai memasuki ruang kerja rumah besar itu dan

GREP, dalam satu gerakan dia dibungkam oleh tangan kekar yang mengunci pergerakannya.

“aku tidak menyangka ini kau baby” bisiknya. “ssssssttttt.. “ ucapnya saat tiffany melakukan perlawanan. ”kau benar-benar ingin menangkapku? Kita lihat saja nanti” dia bergerak ke ruang utama, menuju pintu keluar rumah besar itu

Semua kaget melihat black hawk membawa tiffany sebagai tawanan. Pistol seketika tertodong di kepala tiffany.

“jangan ada yang bergerak atau aku akan membunuhnya”

“dia tidak akan membunuhku kapten” teriak tiffany

“kau percaya diri sekali gadis cantik” bisik black hawk

Kapten kim dipenuhi oleh perasaan khawatir. “turunkan senjata” ucap sang kapten tegas

“jangan kapten” black hawk semakin menekan pistolnya di kepala tiffany. dia berjalan lambat ke arah gerbang, mengamati setiap pergerakan semua polisi.

Bang, black hawk mengarahkan ktembakan ke angkasa

“jangan memakai penembak jitu kapten. Suruh penembak jitumu meletakkan revolvernya atau aku akan-“

“baik baik baik… “ ucap sang kapten segera. Dia benar-benar tidak ingin tiffany terluka

Tiffany benar-benar marah, bisa-bisanya lelaki ini menjadikannya sandera. Dia tidak mau tahu, kalaupun lelaki ini benar-benar membunuhnya, maka memang begitu takdirnya. Dia segera mengelak, pistol lelaki itu yang tepat di depan matanya membuat pupilnya melebar.

“shit” ucap black hawk, dia akhirnya berlari menjauh dengan diiringi tembakan dari semua polisi yang memegang senjata kembali. Tiffany dan kaptenpun juga ikut mengejarnya.

Seperti biasa, lelaki itu paling bisa dalam urusan kabur. Dia semakin menjauh dan semakin menghilang, mampu menggunakan hal-hal kecil dan tempat-tempat tidak terduga dalam pelariannya.

“dimana dia?” teriakan frustasi sang kapten saat mereka berada di gang buntu, sepenglihatan mereka lelaki itu berlari kesini.

Tiffany berpikir keras, bagaimana caranya memicu kemunculan black hawk. “ayo tiffany pikirkan” ucapnya berulang kali di otaknya. Seperti mendapat suatu ide brilian walau tidak terlihat ada lampu di atas kepalanya dia mendekat pada kaptennya

“kapten”

CUP, seketika tiffany mengecup bibir kapten kim hyun joong.

“shit” ucap black hawk dari kegelapan

Bang Bang Bang,

Seketika semua tembakan mengarah ke sudut atap rumah. Terlihat pergerakan black hawk yang mencoba menghindari semua tembakan yang mengarah kepadanya.

“shit” ucapnya lagi, raungan kesakitannya diikuti jatuhnya beberapa atap rumah. Lelaki itu terlihat menekan dada kiri atasnya yang terkena tembakan. Dia terus berlari hingga tembakan-tembakan polisi itu terhenti.

Tiffany yang melihat lelaki itu tertembak tampak khawatir. Dia sedikit menyesali perbuatannya walau dia berusaha menghilangkan perasaan itu.

Tiffany keluar dari mobil kapten kim di pagi buta. Ya, pengejaran yang memakan waktu hingga pagi hari itu tidak membuahkan hasil. Tiffany tampak sedih seperti biasanya saat ia tidak bisa menangkap black hawk. Itulah yang dipikirkan kapten kim hingga ia menyimpan pertanyaan-pertanyaannya terkait ciuman tidak terduga itu. padahal, jauh di lubuk hati tiffany, bukan itu yang membuatnya memasang muka sedih. Ada kekhawatiran di dalamnya. Dia sendiri merutuki hal itu, tapi dia tidak bisa menghilangkan perasaan itu.

@@@

Sehari setelah kejadian itu, tiffany kembali bekerja. ia kini sedang latihan hanggar. Diantara semua latihan, dia paling suka belajar memanah dan hanggar. Sebenarnya dua latihan ini tidak terlalu digunakan sebagai polisi tapi memang dari kecil dia suka memainkan permainan hanggar dan olahraga panahan.

Tiffany sangat menikmati bermain hanggar kali ini. dia merasa lawannya, kapten lee dari divisi cyber sekaligus gurunya dalam hanggar memainkan seni hanggar yang baik, indah, dan membuatnya nyaman. Tapi, lama kelamaan pergerakannya semakin menakutkan. Satu dua kali tiffany terkena pedangnya, dan semakin lama tiffany semakin merasakan aura kemarahan.

“sajangnim” teriak tiffany tegas. Dia melepaskan penutup kepalanya. Permainan Kapten lee semakin menyudutkannya.

“iya nona hwang”

“kau”

Mereka sedang di daerah jangkauan polisi. Apa yang kau lakukan ketika kau buronan bukanlah hal ini, berada di tengah-tengah musuhmu. Black hawk, lelaki itu, membuka penutup hanggar dan dengan entengnya memberikan senyum termanisnya pada gadisnya.

“eeeiiitss..” ucap lelaki itu saat tiffany akan memanggil kawan-kawannya. Pedang hanggarnya menempel di bibir tiffany. “aku harus memberi hukuman pada bibir ini”

Sring, dalam satu gerakan tiffany menampik pedang lelaki itu dengan pedangnya, membuat bibirnya tergores. Ia segera mengalihkan pedangnya pada lelaki itu.

“kapteeennn” orang-orang di gedung sebelah yang berlatih taekwondo segera menuju tiffanny. Mereka kaget mendapati tiffany yang menodongkan pedang hanggar di leher lelaki tampan. ya, semua orang juga berpendapat bahwa lelaki itu sangat tampan.

“tiffany, apa yang-“

“kapten, dia black hawk. Kalau tidak percaya, pasti akan ada luka di dada sebelah kirinya.  Bukankah kemarin dia tertembak? Tidak mungkin itu hilang begitu saja dalam sehari” dia tidak bergeming sedikitpun dari lelaki itu. dia tidak ingin terperdaya lagi”

“aku diperintah kapten lee untuk menggantikannya hari ini. bagaimana mungkin aku adalah black hawk”

“dia berbohong kapten. Dia black hawk”

Ketegangan terjadi. Kapten kim segera memerintahkan anak buahnya untuk membuka baju hanggar milik lelaki itu. setelah baju itu terbuka, dilihatnya  badan lelaki itu kekar dan mulus, tidak ada luka sedikitpun disana.

“tidak mungkin, tidak mungkin kapten” tiffany masih tidak terima. Kapten kim hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya

“maafkan anak buahku…”

“seunghyun, lee seunghyun imnida, aku saudara jauh kapten lee” jawab lelaki itu tampak membungkuk sopan

“nde. maafkan anak buahku tuan lee” lelaki itu memberikan tanda bahwa dia baik-baik saja dan memafkan tiffany

Tifffany masih disana, shock dan tidak percaya atas apa yang dilihatnya. Seharusnya tidak begini, seharusnya lelaki di depannya di tangkap dan dibawa ke penjara, dia telah membayangkannya hal itu sejak tadi.

“tunggu, telfon kapten lee. Aku yakin dia bukan utusan kapten lee”

“tiffany” kapten kim mulai marah

“kapten, dia benar-benar black hawk” tiffany tidak mau kalah, dia benar-benar ingin meyakinkan kaptennya

“baiklah, aku saja yang menelfon” dia segera mengambil handphonennya dan menelfon

Tiffany tidak hanya kesal karena lelaki itu tidak terbukti terluka, tapi wajah lelaki sombong itu benar-benar ingin ditonjok. Dia memasang muka sombongnya di depan tiffany yang harga dirinya kini ia pertaruhkan di depan kapten kim dan regunya.

“annyeong haseo kapten lee”

“ahh, ndee tiffany sii. Ada apa?”

“aku ingin menanyakan apa kapten mengutus seseorang bernama lee seunghyun untuk menggantikan kapten?”

“nde..”

DEG, tiffany tahu kali ini dia benar-benar kalah telak 2-0

“-dia keponakanku jauh. Aku menyuruhnya menggantikanku karena aku tahu kualitas hanggarnya. Kenapa tiffany si? kau sudah bertemu dengannya?”

“nde kapten lee. Aku hanya ingin menanyakan saja. terimakasih.” Suara tiffany lirih, tak bertenaga. Dia lupa bahwa black hawk bukan penjahat biasa. Dia lupa bahwa selama ini black hawk selalu setahap lebih pandai dari dia. Bagaimana dia bisa segegabah itu?

Setelah percakapan itu berhenti, kapten kim kembali meminta maaf pada lelaki yang mengaku bernama lee seunghyun itu.

“kau mungkin masih kecewa dengan pengejaran kita yang gagal. Aku rasa kau harus istirahat di rumah tiffany” sebenarnya tiffany ingin sekali mengelak dan kembali berdebat. Tapi, sepertinya semua itu hanya akan membuatnya mendapat amarah kaptennya. “bibirmu-“ tangan kapten ditepis oleh tiffany, dia masih marah kenapa semua orang tidak percaya padanya.

Kapten kim mengerti perangai tiffany. gadis muda itu berkobar-kobar, paling semangat dalam menjalankan misi. Suasana hatinya pasti kacau karena tidak bisa menangkap black hawk dan kejadian barusan hanya akan menambah kekesalannya. Semua bubar, termasuk tiffany yang tak mau menatap lelaki sombong itu. ia segera menuju ruang ganti. Sepertinya pulang memang keputusan terbaik kali ini.

@@@

Saat tiffany memasuki apartemennya, dia menyadari lampunya menyala. Segera ia menepis pergerakan yang dirasakannya.

“wow, kau sekarang sangat tanggap baby” kata lelaki itu. tiffany berhasil memegang kepalanya dengan tangannya dan mengunci pergerakannya dengan tangannya yang lain. “tapi tidak sepintar aku” dan dalam satu gerakan saja gadis itu kini ganti terkunci oleh lelaki itu.

“aku membencimu. Aku membencimuuuuuu” tiffany benar-benar frustasi menghadapai lelaki ini

“baiklah, benci aku. Tapi aku tetap mencintaimu” ucapnya sabar

“aarrgghhh” suara tiffany memekikkan telinga hingga lelaki itu melepaskannya. Kini tiffany menghujaninya dengan pukulan. Lelaki itu hanya bisa mengcover tubuh dan wajahnya dengan kedua tangannya

“appo..baby appoo.. baby..baby .. ah, hentikan” lelaki itu memegang kedua pergelangan gadisnya, memandang penuh cinta seperti biasanya, dan memeluknya hangat.

“sstt.. pasti harimu sangat buruk” tiffany hanya bisa diam dan tidak melakukan perlawanan lagi dalam pelukan nyamannya. Lagi pula setiap perlawanannya pada lelaki itu juga tidak berbuah. Bagaimana bisa lelaki itu seolah menenangkan tiffany dari harinya yang buruk sedangkan dialah penyebab itu semua? dasar lelaki menyebalkan, teriak tiffany dalam hati

“jadi namamu lee seunghyun?”

“kau yakin itu namaku?” jawab lelaki itu sambil sibuk membuatkan makan siang.

“tidak”

“pintar” tiffany merasa itu sebuah sindiran bukan pujian. Dia telah kalah berkali-kali dalam setiap permainan lelaki itu.

“aku tidak tahu bagaimana kau bisa menggantikan lee seunghyun itu tapi aku yakin akan menangkapmu. Aku akan menanyakan wajah lee seunghyun pada kapten lee-“ lelaki itu tahu bahwa gadisnya kini mulai mengomel lagi, dia hanya mengangguk-anggukan kepala sabar atas setiap kalimat yang diucapkan gadisnya. “dan aku akan membuktikan kalau diriku benar. Kau akan masuk penjara, kau akan berada disana dalam waktu yang lama. Kau-“

“enak?” suapan lelaki itu menginterupsi omelannya

“nde” jawab tiffany cepat masih dengan wajah penuh amarah

“oke. Kita makan” lelaki itu menyiapkan segalanya di meja makan. Kini, meja makan tiffany dipenuhi oleh makanan-makanan lezat buatan seorang lelaki tampan yang paling dibencinya.

Bukan makan bersama yang pertama, lelaki itu memang sering membuatkannnya makanan. Dari apa yang dilihat tiffany, lelaki itu lebih pandai memasak dari pada dia yang seorang wanita.

“aaa..”

“aku bisa makan sendiri” tiffany menampik suapan lelaki itu

“ayolah baby. Aku ingin menyuapimu” sekarang lihatlah lelaki dihadapan tiffany. dia merengek, seperti anak kecil meminta mainan. “ini masakanku jadi kau harus menurut” tambahnya

“enak saja, tapi ini semua bahan makananku. Lihatlah kau menghabiskan sebagian isi kulkasku. Kau pikir ini semua tidak mahal” tiffany tidak percaya apa yang di dengarnya, enak saja dia mengatur-ngatur hidup tiffany. ya, walau memang seperti itu adanya

“baiklah, aku akan mengisi penuh seluruh kulkasmu. Kalau perlu aku ganti dengan kulkas yang jauh lebih besar. Dua pintu” ucap lelaki itu kesal. “ayo sekarang buka mulutmu baby” sekarang nada bicaranya kembali lembut

Tiffany akhirnya menyerah saja, membuka mulutnya. Sepertinya berdebat dengan lelaki tampan di depannya percuma memang. Seandainya saja dia bukan buronan paling dicari di korea, mungkin tiffany akan benar-benar mencintainya. Apa? Tiffany merutuki diri memikirkan cinta pada lelaki sombong itu.

“oh, kau berdarah lagi baby” lelaki itu mengusap darah di bibir tiffany dengan bibirnya.

“ya” teriak tiffany

“sudah kubilang jangan mendekati kaptenmu lagi, kau malah menciumnya”

“bibirku tergores karenamu” enak saja lelaki itu menyalahkan kapten lee. wajah lelaki itu kini mendekat “pokoknya ini karena kau dengan seenaknya mencium orang itu”. dia memberi jeda sesaat sebelum menyentuh bibir tiffany dengan ibu jarinya“ini milikku dan hanya aku yang boleh menyentuhnya”.

Tiffany terdiam mendengar apa yang diucapkan lelaki itu, miliknya? Heiii…

Lelaki itu kembali duduk di kursinya “aku lebih baik masuk penjara daripada melihatnya” tambahnya. Nada bicaranya kali ini penuh kekecewaan. Benarkah lelaki itu cemburu? Apakah dia benar-benar mencintaiku sebesar itu?, pikir tiffany

Setelah makan, lelaki itu masih saja di apartemen tiffany. dia membersihkan rumah, mencuci piring dan membereskan barang-barang.

“dia siapa baby?” lelaki itu selalu penasaran dengan foto dua anak kecil yang tersenyum riang di atas meja nakas tiffany.

“temanku”

“tampan sekali”

“mmm” tiffany enggan berkomentar. Tunggu, sejak kapan lelaki ini memuji orang lain tampan? apa tiffany tidak salah dengar

“kau bilang dia tampan?”

“iya lihatlah. Dia sangat lucu dan tampan”

“Dia gemuk dan menyebalkan”

“andwe. Dia tampan baby”

“iya, tampan” tiffany benar-benar enggan berdebat karena baru saja Tiffany berdebat panjang karena lelaki itu bersikeras mencuci bajunya.

“ayolah baby”

“ani,ani. Kau cukup membersihkan rumah dan mencuci piring. Terimakasih” tiffany menghadangnya mendapatkan baju-baju kotor tiffany

“kau kenapa? malu jika aku mencuci baju dalammu?” iris mata tiffany membesar. Ini memalukan, pikirnya. Bagaimana bisa dia dengan entengnya bilang seperti itu?

“iya, kalau kau sudah tahu seharusnya kau tidak perlu tanya, pabo”

“kenapa kau harus malu. Kau akan menjadi istriku, nantinya aku juga akan melihatnya”

Tiffany terpaku mendengarnya. sejauh itukah pemikiran lelaki di depannya. Bahkan tiffany belum memikirkan hal seperti itu. baginya, pernikahan adalah hal besar. Dia masih takut memikirkan bagaimana hidupnya kelak jika menikah. Apakah dia akan menikah dengan keluarga baik-baik? Apakah mertuanya bisa menerima dia yang sebatang kara? Tiffany adalah anak yang hidup di panti asuhan sejak kecil. Orang tuanya meninggal saat mereka bertengkar hebat dalam mobil. Tiffany disana, saat semua perdebatan sengit oemma dan appanya. Ia tidak hanya takut untuk menikah karena statusnya tapi juga trauma atas orang tuanya.

“jangan terlalu terpesona olehku” Baju-baju kotor tiffany sudah di bawa lelaki itu. ucapan lelaki itu sukses membuat tiffany berpikir jauh.

Bagi tiffany, judul hari ini adalah seharian bersama black hawk. Bukan, tiffany lebih suka menggunakan lelaki sombong, bersama dengan “lelaki sombong seharian”. Dia kurang suka memikirkan lelaki sombong itu adalah buronannya. Seharian karena memang sampai malam hari lelaki itu tetap berada di apartemen tiffany. jadi kali ini, tiffany makan dua kali bersama lelaki itu.

“ehmm.. mashita”

“kau suka?”

“mmm” tiffany menganggukan kepalanya sebagai jawaban. “seharusnya kau jadi chef”

Lelaki itu bahagia melihat tiffany sekarang begitu ceria. Mungkin dia memang seharusnya sering seharian bersama gadisnya, supaya dia lebih sering melihat senyum itu. senyum indah di mata gadisnya.

“aku akan menjadi chef di keluarga kita nanti”

Uhuk uhuk uhuk.. tiffany tersedak. Jawaban lelaki itu selalu tak terduga, tapi kali ini dia menyinggung lagi hal itu, pernikahan dan keluarga.

“kau seharusnya hati-hati” sambil menyodorkan air putih, lelaki itu memukul-mukul punggung tiffany.

“ya, itu semua karenamu. Berhenti mengucapkan kalimat-kalimat manis”

“memang kenapa?”

“itu hanya membuatku..” ada jeda disana. Tiffany mungkin spontan saat mengucapkannya tapi setelah itu dia berpikir bahwa tidak baik membuat lelaki sombong semakin sombong.

“membuatmu apa?”

“tidak” tiffany mengelak. Menyuapkan makanan ke mulutnya untuk menghindari lelaki itu.

“baiklah, kalau kau tidak mau menjawab. Aku juga sudah tahu jawabannya” katanya enteng, senyumnya merekah, dan dia benar-benar bahagia saat ini.

Hari ini berjalan buruk, itu yang ada di otak tiffany. setelah peristiwa memalukan di tempat latihan dan seharian bersama penjahat itu. kini ia harus menghabiskan malam dalam gelap karena secara tiba-tiba terjadi masalah dengan listriknya.

“sudah belum? Kenapa lama sekali? Kau bisa tidak sih? Aku sudah mengantuk”

“sebentar baby, ini aku juga sedang memperbaikinya. Kalau memang kau mengantuk tidur saja”

“haaaakh.. baiklah” tiffany beranjak ke kamar tidurnya.

Tiffany sedari tadi mengomel karena lelaki sombong itu tak kunjung selesai membenarkan listriknya.

“aaarrrgghh..” lelaki itu langsung berlari menuju kamar tiffany

“ada apa baby?”

“sepertinya tadi aku menginjak cicak. Iuh, aku benci binatang itu” wajah jijiknya benar-benar terlihat walau itu dalam kegelapan. “iuuuhhh” berulang kali ia mengulang kalimat itu.

“pasti ini karena listrik mati, AC ikut mati, jadi banyak nyamuk, jadi banyak cicak juga”

“iuuuuhhhh” tiffany mengulang kalimatnya, wajahnya cemas. “itu karena kau. Lama sekali membenarkannya”

Lelaki itu hanya bisa menghela nafas. Ya, dia sepertinya satu-satunya objek bagi gadisnya untuk disalahkan apapun masalahnya.

“babyyy. Sebentar lagi-” ucapnya sabar

“kau disini saja. ini semua karenamu jadi kau harus tanggung jawab. Kau harus memastikan tidak ada cicak-cicak atau saudara-saudaranya mendekatiku”

Lelaki itu ingin tertawa mendengarnya. tapi karena tiffany sedang serius dan tawaran tiffany jarang-jarang didapatkannya, dia akan memanfaatkannya.

“jangan berani macam-macam” ucap tiffany sebelum memejamkan matanya

“memang sejak kapan aku berani macam-macam padamu”

Setelah memastikan tiffany benar-benar tertidur, seperti biasanya, lelaki itu memeluk tiffany, memberikan kecupan manis di keningnya, dan mengucapkan selamat tidur. sebenarnya, lelaki itu akan bilang bahwa ia sudah memperbaiki kabel kulkas tiffany yang konstlet. tapi, tiffany belum-belum sudah ketakutan sendiri dan memberikan tawaran yang tidak mungkin ditolak oleh lelaki itu. ya, walau tidak diberikan izinpun dia akan tetap disana, menemani gadisnya.

@@@

Tidur tiffany sangat nyaman. Dia merasakan kenyamanan yang tak biasa kala ia membuka matanya di pagi hari. lelaki itu terlihat masih terlelap dan memeluknya erat. tidak pernah seperti ini dan tidak pernah senyaman ini. biasanya lelaki seenaknya itu akan hilang di pagi hari.

“jangan terlalu terpesona olehku” ternyata mata yang menutup itu hanyalah tipuan. Dia telah bangun dan tiffany benar-benar tertangkap basah mengamati ketampanan wajah lelaki yang  jaraknya benar-benar dekat itu.

“aku tidak menatapmu”

“jangan berbohong baby” dan setelahnya lelaki itu mencium tiffany begitu lama. Hawa pagi yang sejuk di bulan februari bersamaan dengan turunnya butiran-butiran salju seolah berpadu dengan keromantisan mereka. Tiffany tidak mengelak, dia membalas ciuman itu. jenis ciuman lembut yang membawamu mengangkasa. Suasana nyaman yang tercipta karena hadirnya lelaki itu membuatnya tanpa sadar ikut menikmati tiap detik ciuman lembut yang dirasakannya. Serasa banyak kupu-kupu beterbangan di dalam perutnya.

Setelah ciuman itu berakhir, mereka hanya saling berpandangan lama. Lelaki itu bahagia. Pancaran sinar matanya dan senyuman tulusnya benar-benar memperlihatkan bagaimana tulusnya dia pada gadisnya. Tiffany tidak bisa menampik bahwa dia benar-benar telah jatuh pada lelaki itu.

“aku harus berangkat kerja”

“eeiittss” lelaki itu menarik tiffany dalam pelukannya lagi

“hari ini hari ulang tahunku. Aku mau seharian lagi bersamamu. Kosongkan jadwalmu dan aku tidak menerima penolakan”

“10 februari?”

“mmm” angguk lelaki itu

“tapi”

“aku tidak menerima penolakan” selalu, lelaki itu seenaknya sendiri. ini sebenarnya hidup siapa?  dia siapa? Kenapa bisa semaunya sendiri mengatur tiffany?

“andwe. Memang kau siapa mengaturku seenaknya?” tiffany beranjak ke kamar mandi tanpa mau melihat lelaki itu.

“ya, tahun lalu saat kau ulang tahun aku memberikan hadiah istimewa untukmu” teriak lelaki itu dari luar kamar mandi

“lalu”

“jadi kau harus menurutiku”

“tidak mau”

“surat dokter sudah diantarkan ke kantormu. jadi sekarang kau tidak perlu lagi berangkat kerja dan bisa menemaniku seharian” kata lelaki itu saat gadisnya keluar kamar mandi

“apa?”

“kalau aku bilang tidak ada penolakan berarti tidak ada penolakan. Mengerti nona hwang? baiklah. Aku akan mandi dan menyiapkan sarapan. Ngomong-ngomong, kau sangat cantik setelah mandi” dia mengakhiri kalimatnya dengan ciuman

Mereka sarapan setelah semua perdebatan itu. seperti biasa, masakan siwon selalu enak dan tiffany mulai merasa dia ketergantungan dengan lelaki yang sedang makan dengan lahapnya itu.

Ting Tong Ting Tong

“biar aku yang membuka” lelaki itu melarang tiffany yang sudah setengah beranjak dari tempat duduknya

Tiffany tidak menyangka, apa yang diucapkan lelaki itu benar-benar dilakukannya. Beberapa menit lalu, sebuah kulkas besar dua pintu masuk ke apartemen tiffany dan kulkas lama tiffany di bawa oleh kurir.

“bagaimana? Kau suka?”

“mmm. Gomawo”

“kau kenapa?”

“aku merasa aneh saja. kau yang ulang tahun tapi kenapa kau yang memberiku hadiah”

“jangan sungkan”

“Baiklah, kau mau hadiah apa?” tanya tiffany. Ya, bagaimanapun lelaki ini telah banyak membantunya sejak kemarin. Dia sudah seperti pembantu saja mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan memasak untuk tiffany.

“aku..aku minta dipanggil oppa” wajah malu-malunya benar-benar lucu, pikir tiffany

“baiklah,,, oppa” Lelaki itu tersenyum lebar, sangat lebar. “hari ini kita akan kemana?”

“apa maksudmu kemana? Kita akan menghabiskan waktu disini, seharian disini.”

“disini?”

“kau pikir kemana? Aku tidak mau kemana-mana. Hanya seharian bersamamu, seperti kemarin” sejenak tiffany berpikir. Memang kemarin adalah hari yang tidak biasa, seharian bersama membuat tiffany semakin lupa bahwa dia adalah buronannya dan ia takut jika rasa itu, rasa cinta itu akan semakin besar.

Seharian di rumah yang dimaksud lelaki itu tidak sepenuhnnya. Buktinya mereka sempat belanja bersama untuk memenuhi seluruh kulkas besar itu. selain itu, siwon juga membutuhkan bahan-bahan untuk membuat kue.

Lelaki itu benar-benar tampan. sangat tampan hingga kharismanya selalu membuat tiffany tidak berhenti memandangnya. Apalagi ketika di dapur. Tiffany duduk disana. Hanya duduk memandang lelaki tampan yang tengah sibuk membuat kue ulang tahunnya.

Sangat aneh memang ketika membandingakan saat tiffany ulang tahun. Tahun lalu, sejak matahari terbit hingga malam hari lelaki itu tak henti-hentinya memberikan kejutan pada gadisnya. Hal yang tidak pernah bisa dilupakan tiffany adalah dansa romantis di tengah gerimis yang menerpa mereka di malam hari. Terkadang tiffany berpikir lelaki sombong ini adalah pemain wanita. Tapi, bagaimanapun tiffany adalah wanita yang  merasa tersanjung jika diistimewakan.

“oppa, boleh aku bertanya?” tiffany mulai merasa bosan kalau hanya duduk diam melihat lelaki itu membuat kue

“mmm”

“bukankah kau tertembak waktu itu. lalu bagaimana tidak ada luka?”

“kau pasti tahu jawabannya” jawabnya enteng masih tetap fokus pada kuenya. Ya, pasti orang itu menggunakan rompi anti peluru, pikir tiffany

“baiklah. Black hawk, kenapa namamu black hawk?”

“skip. Pertanyaan lain”

“yaaah” lelaki itu tertawa melihat wajah kesal tiffany

“kau bosan? Mau ikut membuat kue denganku?” ajakan lelaki itu dijawab dengan ssenyuman antusias oleh tiffany

Lelaki itu sangat bahagia. Ulang tahunnya kali ini benar-benar berbeda. Ada tiffany disana yang sedari tadi tak henti-hentinya memanggilnnya oppa, menanyakan ini itu, dan saling bercanda sampai akhirnya malam tiba.

Ting tong ting tong

“biar aku yang buka” lelaki itu berjalan menuju pintu. “shit. Untuk apa kaptenmu kesini?” ucapnya saat melihat monitor. lelaki itu benar-benar terlihat kesal. Di tengah-tengah mereka asik menyiapkan segalanya untuk meniup lilin dan memakan kue, kapten yang dibenci siwon itu datang.

“apa?” tiffany kebingungan menyingkirkan semua barang-barang pesta. “oppa, masuk ke kamar” gadis itu menyeret lelaki itu ke kamar.

“tidak aku akan mengusirnya”

“kau gila ya” ucap tiffany

“ya. Aku gila” dia malah berusaha membuka pintu. tapi, tiffany benar-benar bisa memainkan permainan sekarang. dia menangkup wajah lelaki itu dan menciumnya. Ciuman pertama dari seorang tiffany hwang membuat lelaki itu  terdiam. Tiffany hwang berinisiatif menciumnya?

“oppa, bersembunyi. Oke?” lelaki itu mengangguk-anggukkan kepalanya. Wajahnya bahagia, seperti anak kecil yang mendapat hadiah. Ya, mungkin ini adalah hadiah terbaik setelah panggilan manis dari gadis itu.

“tiffany”

“ah, nde kapten. Ada apa?”

“aku membawakan gingseng untukmu tapi sepertinnya kau sudah sehat”

“ah, nde kapten aku sudah baikan”

“emm, kau tidak mempersilahkan aku masuk?” pertanyaan sang kapten membuat lelaki sang sedang bersembunyi mengutuk sang kapten

“ah, nde. silahkan masuk kapten”

Sejenak, anak buah dan kapten itu tampak canggung.

“tiffany, soal ciuman waktu itu”

Sial, pikir tiffany. “kapten, itu hanya momen. Anggap saja aku tidak pernah melakukannya”

“tapi-“

Prang, terdengar suara dari kamar tiffany

Lelaki itu, pikir tiffany. “kapten, sebentar”

“ya, apa yang kau lakukan?” tanya tiffany, suaranya berbisik

“dia benar-benar ingin kubunuh”

“aku yang akan membunuhmu dulu”

“YA-” tiffany membungkam mulut lelaki itu. Wajah lelaki itu benar-benar kesal. Jadi kapten itu lebih berarti darinya?. “usir dia atau aku keluar?”

Tiffany hanya bisa menghela nafas sambil menjawab “nde” dengan nada malas.

Akhirnya kapten lee keluar juga. Setelah itu, tiffany yang kini ganti diomeli oleh lelaki itu untuk pertama kalinya.

“ini semua gara-gara kau dengan cerobohnya menciumnya”

“jangan sampai hal itu terulang lagi”

“aku benar-benar ingin membunuhnya”

“oppa, ayo kita minum” tawar tiffany

“tidak mau. Aku tahu kau akan membuatku mabuk dan berusaha mengungkap identitasku” tiffany membanting perekam suaranya di depan meja. Selalu, lelaki itu seolah punya penyadap di otak tiffany.

“baiklah, ayo kita minum”, bagaimana lelaki itu akan tega jika gadisnya sudah mempoutkan bibirnya

Lelaki itu menuju balkon, menempatkan kursi dan meja disana.

“oppaa, disana dingin” hawa dingin menusuk dirasakannya saat pintu balkon terbuka

Tiffany berjalan menuju balkon, melihat jalanan yang diselimuti salju. Beberapa saat kemudian dia merasakan pelukan hangat lelaki itu dengan selimut yang mengcover tubuhnya.

“oppa apa yang-“

“sssttt.. jangan menghancurkan momen romantis kita” lelaki itu semakin mempererat pelukannya. Sejenak kemudian mereka duduk di kursi, ditemani turunnya butiran-butiran salju dan soju.

“oppa” ucap tiffany. Suasana romantis memang sedang dirasakan tiffany. duduk dalam pelukan hangat seorang yang tak dikenalnya ditemani butiran-butiran salju yang sedang mereka tatap penuh kekaguman.

“mmm?”

“selamat ulang tahun”

“gomawo”

“oppa”

“mmm?”

“aku…” tiffany gugup untuk mengatakannya. Apakah yang ingin dikatakannya ini benar?

“jantungmu berdetak sangat cepat baby. Kau gugup?” dan tiffany hanya bisa mengangguk. Lelaki itu tersenyum, meraih dagu tiffany, dan menciumnya. Hari ini diawali dengan ciuman lembut nan hangat dan diakhiri dengan ciuman yang sama. bedanya, ada perasaan bahagia yang lebih tak tergambarkan disana. Semakin bannyak kupu-kupu yang berterbangan di perut tiffany. ciuman yang penuh hasrat namun sarat akan kelembutan itu berakhir dengan senyuman diantara keduanya.

“ayo baby, kau mabuk, tidurlah” semakin lama memang tiffanylah yang terlihat mabuk. Setelah suasana romantis itu, mereka mengobrol panjang lebar, saling berbagi pemikiran sambil meminum soju untuk menghangatkan tubuh mereka.

“tidak mau” gadis itu menepis tangan lelaki itu. “Kau tidak mabuk sama sekali oppa? kau pasti berusaha membuatku mabuk supaya kau bisa memelukku saat tidur? iya kan? Kau curang” racaunya. “aku membencimu, aku membencimu” dia mulai memukul

“ah ah, appo baby. Lagipula untuk apa aku melakukannya kalau aku selalu bisa tidur disampingmu kapanpun aku mau” lelaki itu kesusahan membawa tiffany ke kamarnya. dia merasa kebiasaan gadisnya sekarang adalah memukulnya.

“tetap saja. kau curang, kau… curang”

“iya, aku curang. Sekarang ayo tidur” dibopongnya tiffany  ke kamarnya dengan susah payah.  tapi tiffany berbalik saat mencapai pintu.

“babyyy” lelaki itu terlihat kelelahan

Tiffany berjalan limbung ke sana-kemari, mengacak-acak barang-barang, dan langsung tersenyum nakal saat menemukan borgol. Dengan innocenntya dia memborgol tangan lelaki itu di kaki meja makan.

“kau tidak boleh masuk kamar dan memelukku” telunjuknya tepat di depan muka lelaki itu. tiffany melenggang ke kamar dan mengunci pintunya sebelum terkapar di lantai kamarnya

Memang sudah berapa kali siwon diborgol olehnya? kalau gadis itu tidak mabuk mungkin dia akan ingat bahwa semua itu akan sia-sia karena lelaki itu dengan mudahnya membuka borgol dan pintu kamar tiffany yang terkunci. Heii.. dia bukan buronan kelas kakap.

“astaga baby” ucap lelaki itu saat melihat gadisnya terkapar di lantai. Dia menggondong tiffany ke tempat tidurnya.

“aku membencimu lelaki sombong, aku membencimu” lelaki itu hanya bisa tertawa mendengar gumaman tiffany

“aku benci, benci”

“nde baby. Sekarang tidurlah” lelaki itu membelai lembut puncak kepala gadisnya. Bagaimana gadisnya bisa masih terlihat cantik meski tampak berantakan seperti ini?

“aku benci. Aku benci diriku yang mencintaimu oppa” gumamnya

Mata lelaki itu tampak sangat bahagia, hatinya berdebar tidak karuan. Benarkah ia mendengar pernyataan cinta dari gadisnya?

“baby, baby ucapkan lagi. Baby” dia mengguncang-guncang tubuh gadisnya tapi sepertinya gadisnya benar-benar mabuk dan lelah. Dia terlelap, hanya ada lengkuhan

“aku juga mencintaimu, miyoungie” ucapnya sambil mendekap gadisnya, matanya tertuju pada meja nakas tiffany. fix, Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang paling indah. Dia mendapat banyak hadiah menyenangkan yang tak terlupakan baginya dari seorang tiffany hwang.

Saat terbangun,  tiffany merasakan kepalanya begitu berat. Saat itu ia juga tahu lelaki itu telah hilang, seperti biasanya. Ada rasa kecewa disana, ia ingin merasakan lagi momen-momen romantis itu.

“wish you here” gumamnya

@@@

Berbulan-bulan berlalu, bahkan terhitung sudah hampir tiga bulan lelaki itu menghilang. Tiffany tidak merindukannya. Bukankah lelaki itu biasa begitu? bohong memang jika tidak merindukannya. Tapi itu terjadi pada awal-awal lelaki itu menghilang. Tiffany sudah terbiasa dengan masakannya, kata-kata manisnya, dan segala perhatiannya.

Setelah dua bulan lebih, tiffany memutuskan untuk benar-benar tidak mengingat lelaki itu. lelaki itu mungkin benar-benar menghilang, dia tidak pernah menghilang selama ini, biasanya paling tidak dia akan menampakkan tanda-tanda bahwa dia masih hidup berupa surat yang manis.

“atau jangan-jangan dia sudah mati” gumam tiffany saat menonton TV. “tidak mungkin, orang jelek tidak mati dengan mudah” gumamnya lagi. “aarrgghh.. “

Sekarang, setelah dia benar-benar tidak memikirkannya tiba-tiba lelaki itu kembali, sebagai black hawk. Suara sirine mobil polisi menggema dengan lantang lagi. Pencuri itu kembali, buronan kelas satu itu beraksi, dan semua polisi sekarang menuju bank terbesar di korea.

Kenapa dia mencuri di bank? Selama ini memang siwon mencuri untuk kebaikan, tentunya kebaikan dari sudut pandang lelaki itu, bukan tiffany. Tak sedikit dari orang-orang yang menjadi targetnya akhirnya terbukti melakukan penggelapan uang negara. Tapi ini bank? Untuk apa dia mencuri di bank negara? Bukankah itu hanya akan membuatnya mencuri uang negara?

Kali ini mereka benar-benar kejar-kejaran. Lelaki itu berhasil kabur sebelum polisi sempat mengepung bank itu. kini, mobil-mobil polisi itu mengejar mobil audi berkecepatan tinggi. Polisi pun tidak pantang menyerah, mereka berusaha mengimbangi mobil itu.

Ciiiittt,, Brakk

dua mobil polisi saling menabrak. Tiffany hanya bisa berharap kapten kim dan teman-temannya di mobil itu baik-baik saja. lelaki itu benar-benar gila, pikir tiffany.

ciiitt, mobil tiffany sendiri hampir saja menabrak pembatas jalan. Dia benar-benar marah kali ini, dia harus menangkap black hawk. Baginya, jika dia telah menjadi black hawk maka dia bukanlah lelaki sombong itu, yang selalu mengucapkan kalimat manis padanya.

Krreeessshhh, mobil tiffany berhasil menabrak mobil black hawk dari samping. Audi itu akhirnya berputar beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Black hawk terlihat keluar dan berlari diiringi tembakan-tembakan yang mengarah padanya. Tiffany juga ikut dalam rombongan itu, ia berulang kali menembaki black hawk.

“kita harus waspada. Jangan berpencar terlalu jauh” ucap tiffany

“nde”

Mereka sedikit berpencar untuk mencari pencuri itu. pengejaran yang melelahkan itu belum berakhir. si black hawk tiba-tiba menghilang dalam jangkauannya.

“dia disana” teriak salah satu rekan tiffany

Black hawk tidak jauh. Dia berada dalam jangkauan dekat sekarang.

Bang bang bang… black hawk juga berulang kali menembaki polisi agar jarak mereka semakin jauh.

Bang…lengkuhan kesakitan dibarengi oleh teriakan. Tiffany disana, terjatuh, terkena peluru black hawk.

“tiffany” teriak salah satu rekannya

Sejenak waktu seolah terhenti. Black hawk kini memandang dari jauh bagaimana gadisnya terjatuh. Dia seolah ikut merasakan sakit saat jeritan kesakitan itu di dengarnya.

Bang… kini gantian black hawk yang terkena tembakan. Tapi sepertinya ia tidak merasakan sakit di kakinya yang mulai berdarah. Dia hanya memandang gadisnya dari jauh, dia terluka, bukan karena tembakan yang di dapatkannya, tapi karena tembakannya yang mengenai gadisnya. Kenapa gadisnya disana? Dia tidak mengarahkan tembakan padanya tapi kenapa gadis itu yang tumbang.

Hari itu, gadis cantik dan lelaki tampan yang dikenal sebagai black hawk tumbang.

@@@

Selama penyidikan, pemrosesan hukum, dan segala tetek bengeknya. Lelaki yang diketahui bernama choi siwon itu tak henti-hentinya menanyakan kabar dari polisi yang bernama tiffany hwang. tiffany dan regunya hanya bertugas menangkap, untuk urusan hukum semuanya diserahkan pada divisi lain.

“kau merindukanku?” siwon akhirnya bisa melihat tiffany. setelah semua proses hukum yang menjemukan itu.

“gwenchana?” tanya siwon masih tampak khawatir walau telah melihat tiffany yang terlihat sangat baik-baik saja

“aku selalu baik black hawk. Pelurumu tidak pernah melukaiku”

Tiffany memainkan perannya dengan baik. Sebelum semua pengejaran gila itu. dia telah memikirkan hal yang bisa melumpuhkan seorang black hawk. Jika lelaki sombong itu benar-benar mencintainya, maka tiffanylah kelemahannya. Dia telah merencanakan sejak awal. Menggunakan rompi anti peluru di tubuhnya, menyusun skenario agar dia terjatuh di tangan black hawk.

“kau… membohongiku?” wajahnya tampak marah

“bukankah ini permainanmu? Kau juga pernah melakulannya bukan? Aku hanya belajar darimu. Tuan, choi siwon. akhirnya aku tahu namamu” wajahnya penuh kesombongan, tatapannya tampak merendahkan.

Mata siwon berkilat. Dia tidak menyangka gadisnya begitu tega mempermainkan hatinya.

“how dare you” siwon menggebrak mejanya. Dia benar-benar ingin menonjok wajah gadis itu, wajah itu bukan milik gadisnya.

Sejenak tiffany ketakutan melihatnya. Lelaki itu tidak pernah semarah itu.

“tuan choi siwon, tenangkan dirimu. Aku tidak tahu mengapa anak konglomerat sepertimu melakukan hal ini. aku sudah membayangkan bahwa dirimu adalah anak terbuang yang direkrut oleh organisasi rahasia. Tapi ternyata itu semua salah”

“kau terlalu banyak menonton film nona” katanya tanpa mau melihat tiffany

“baiklah. aku dengar kau akan dipenjara tujuh tahun. semoga kau bisa merenungkan segala perbuatanmu di penjara. aku rasa kau tidak ingin melihatku lagi. Selamat siang”

“nde. aku membencimu hingga tak ingin melihatmu lagi” ucapnya

“aku harap kemarahanmu tidak menjadi dendam. Aku akui kita mempunyai banyak momen indah bersama siwon si”

Sebelum tiffany beranjak pergi, siwon bicara, “aku tidak marah karena kau berhasil menangkapku. Aku marah karena gadisku membohongi dan membuatku khawatir setiap detiknya. Kau tidak tahu betapa aku mengkhawatirkanmu”

Tiffany berdiri disana, membelakangi siwon. dia terdiam, tidak berkomentar apapun. Benarkah lelaki yang belakangan diketahui bernama choi siwon ini benar-benar mencintainya? Sebesar itukah?

“aku akan merindukanmu, oppa” itulah ucapan tiffany. Sebelum ia melenggang pergi, meninggalkan siwon tanpa mau berbalik, menatap mata yang penuh akan cinta yang suci.

@@@

4 tahun kemudian

Lagi, untuk kesekian kalinya kapten mengajak tiffany untuk makan malam. Sejak kejadian ciuman yang  tanpa pikir panjang itu tuan kim seolah yakin tiffany mencintainya. Walau tiffany sudah berulang kali menolaknya, kapten kim tidak berhenti berharap.

“tiffany, apa kau menyukai restorannya?”

“nde kapten kim”

Kapten kim tidak lagi memaksa tiffany memanggilnya oppa karena tiffany bersikeras menolak. Gadis itu, jauh di lubuk hatinya tidak ingin memanggil orang lain dengan panggilan oppa kecuali pada choi siwon. dia mengingat, tidak akan ada yang bisa menyamai senyum bahagia lelaki sombong itu saat ia memanggil oppa.

“tiffany, aku tahu aku sudah seringkali menanyakannya-“

“kapten, aku benar-benar tidak bisa menerimamu”, seolah tahu apa yang akan diucapkan kaptennya. “ada,,, ada orang lain yang aku tunggu” imbuhnya

“siapa?”

“kau tidak mengenalnya kapten” tiffany bisa melihat kekecewaan dalam wajah kaptennya

“apa yang membuatnya istimewa? Apa dia lebih tampan dariku? Lebih kaya? Lebih lama mengenalmu?”

“aku tidak mengenalnya lama tapi dia lama ada di hatiku. Dia mungkin lebih tampan darimu tapi bukan itu yang aku lihat. Ya, dia istimewa kapten. Dia istimewa karena mengistimewakan aku”

“aku juga mengistimewakanmu tiffany”

Tiffany menggeleng. “dia berbeda kapten. Dia membuatku mengerti kenapa seorang romeo, gatsby, dan bella swan mau mempertaruhkan nyawanya hanya untuk orang yang dicintainya”. Wajah tiffany sangat serius, ia mulai bercerita, ”Dia orang gila yang mencintaiku. Aku akan menunggunya walau aku tidak yakin dia akan kembali padaku, aku orang gila yang mencintainya. Entah apa akhirnya nanti, setidaknya aku mengikuti kata hatiku untuk selalu mencintainya. Aku sudah berulang kali mencoba melupakannya tapi tetap tidak bisa”

Kali ini, setelah bertahun-tahun berharap. Kapten kim bisa melihat keseriusan di wajah tiffany dan mata penuh cinta saat menceritakan lelaki yang ditunggunya.

“apa dia black hawk?” Wajah tiffany terlihat terkejut mendengarnya. “aku sebenarnya bertanya-tanya kenapa kau selalu memantau perkembangan black hawk. Aku kira karena dia adalah buronan kita yang paling sulit tertangkap tapi setelah mendengar apa yang kau katakan. Aku rasa aku tahu siapa yang kau maksud”

“kapten memang kaptenku yang paling hebat”

“kau memang paling bisa tiffany. aku dengar dia akan bebas satu bulan lagi”

“nde. dia berperilaku baik dan mendapatkan grasi besar dari presiden. Aku tidak menyangka dia akan bebas secepat itu. aku rasa ada kejanggalan”

“jangan terlalu curiga. Mungkin tuhan memang tidak ingin membuatmu terlalu lama menunggu”

“mungkin”, tiffany berharap apa yang dikatakan kaptennya benar.

“sebenarnya, ada rahasia yang ingin aku katakan. Choi siwon sebenarnya adalah agen rahasia pemerintah yang memang ditugaskan untuk mengungkap orang-orang yang melakukan penyelewengan. Aku juga baru tahu setelah aku naik pangkat beberapa bulan lalu”, Tiffany hanya bisa shock mendengarnya. “jadi kau tidak perlu curiga kenapa presiden memberikan grasi besar padanya”.

Hari itu, tiffany tahu segalanya. segala hal tentang seseorang yang telah lama mengetahui segala hal tentangnya.

@@@

1 bulan kemudian

Tiffany mengawali hari ini dengan hati yang berdebar. Ini adalah hari pembebasan lelaki yang telah ditunggunya lama, choi siwon. hari ini juga dia akan mengetahui, apakah lelaki itu masih mempunyai perasaan yang sama kepadanya? Tiffany tidak pernah menemuinya, rasa bersalahnya membuatnya melakukan itu. tapi, ternyata apa yang didapatnya saat pembebasan adalah penolakan. Choi siwon, lelaki itu mengacuhkan tiffany dengan senyum terbaiknya menyambutnya saat keluar dari penjara. dia telah kehilangan satu-satunya orang paling perhatian dalam hidupnya.

Tiffany pulang saat larut malam, dia menghabiskan waktunya untuk menangis sepanjang dia duduk di taman sendirian sambil menikmati musim gugur di bulan september. Setelah hatinya membaik, baru dia pulang ke apartemennya. Baginya, pulang hanya akan mengingatkannya pada momen-momen indah yang ia lalui bersama choi siwon.

“kau sudah pulang?”

CUP, sebuah ciuman di daratkan di bibirnya

“Kenapa lama sekali? Sebentar aku akan menghangatkan makanannya” suara siapa itu? kenapa terdengar sangat familiar? Apakah dia sedang bermimpi? Kenapa dia melihat dan mendengar orang itu? tiffany tidak bisa membendung air matanya saat ia melihat choi siwon kembali berada di dapurnya, dengan segala makanan yang telah disiapkannya.

“jangan terlalu terpesona olehku” ucapan itu, sudah lama sekali tiffany merindukan kalimat itu.

CUP, siwon kembali memberi kecupan pada gadisnya

“hapus air matamu. Ayo makan. Kau belum makan kan? Lagipula kenapa kau menghabiskan waktu hanya duduk terdiam di taman melihat bunga gugur, tanpa aku pula” karena tiffany hanya menangis tidak beranjak sedikitpun. Choi siwon menggandeng tangan tiffany untuk duduk di meja makan

“kenapa kau tak menyentuh makananmu?”

Bagaimana tiffany bisa mengontrol emosinya? Hari ini harapannya terlampau tinggi untuk seorang choi siwon, tapi gagal. Seolah harapannya terbanting jatuh sedalam-dalamnya hingga ia harus menetralkan emosinya. Namun, saat semua itu sudah tenang, lelaki itu kembali membuat semuanya bergelombang. Tiffany bahkan tidak mengerti lagi apa yang sedang dirasakannya. Bahagia? Kaget? Kesal? Semua seolah bercampur menjadi satu.

“aku membencimu” akhirnya gadis itu berucap, masih dengan linangann air matanya.

“babyyy…”

“kau seenaknya tadi mengacuhkanku. Kau tidak tahu bagaimana perasaanku? Aku membencimu” teriaknya kesal

Jenis teriakan tiffany seperti seorang anak kecil yang kesal dengan mamanya karena tidak menuruti kemauannya. Hal inilah yang membuat siwon justru tertawa mendengarnya.

“kau menertawakanku? Kau pikir ini lucu? Keluar kau darisini, aku membencimu”

“baiklah aku keluar”

“jangan”, ucap tiffany, siwon semakin tertawa melihatnya

“baiklah gadisku. Sekarang makan dulu, aku benar-benar membuat makanan istimewa kali ini. aku yakin masakanku lebih baik dari semua restoran yang kau kunjungi bersama kaptenmu selama ini”

“bagaimana kau-“

“sssttt.. makan dulu baby” tiffany menurut, dia mulai memakan makanannya sambil terus ditatap penuh cinta oleh siwon.

Setelah menyelesaikan makan, siwon mengajak tiffany kembali ke taman. Dimana banyak bunga berguguran disana.

“aku ingin seperti mereka” ucap siwon merajuk

Banyak pasangan disana, sama seperti mereka, memadu kasih. Berpegangan tangan, saling bercanda, duduk berdampingan, dan berciuman. Siwon, menunjuk pada pasangan yang terlihat berciuman.

Tiffany tidak bergeming, dia masih marah pada siwon. bahkan dia tidak mengucapkan sepatah katapun sejak selesai makan.

“jadi, selama ini kau mengawasiku?”

“sepertimu baby, kau pikir aku tidak tahu kalau kau selama ini juga mengawasiku? Ingat. Aku selalu satu langkah lebih baik darimu” dasar lelaki sombong, sifatnya tidak berubah sedikitpun setelah keluar dari penjara. “jadi, kau mau menjadi kekasihku?” lanjutnya

“aku masih marah padamu”

“marah kenapa lagi?”

“kau, orang paling kubenci di dunia ini. kau dengan seenaknya tadi mengacuhkanku, kau juga tidak bilang kalau kau ternyata agen rahasia pemerintah. Seandainya aku tahu, aku tidak akan memasukkanmu ke penjara. aku membencimuuu”

“sudah?”

“aku membencimu. Kau dengan seenaknya masuk dalam hidupmu, masuk dalam apartemnku, dan bertingkah seolah aku milikmu. Tapi, setelah bertemu sekian tahun kau malah bertanya apa aku mau menjadi pacarmu. Seharusnya kau menyatakan cintamu, mengatakan merindukanku, dan memelukku. Tapi-“

CUP. “sepertinya kebiasaan mengomelmu tidak berubah baby”

“kau”

“ah, ah, ah, appo baby,, appooo” tiffany mulai memukul-mukul siwon lagi. Ini adalah pukulan paling lama dan paling bersemangat yang pernah tiffany daratkan pada manusia paling menyebalkan di depannya. Jika baju siwon dibuka, mungkin warna merah akan mendominasi seluruh tubuhnya.

“oke, aku sudah puas” ucap tiffany saat berhenti. Siwon kali ini tidak mengelak, dia tahu gadisnya sedang begitu kesal terhadapnya.

Sebenarnya siwon ingin berdebat. Gadisnya ini seenaknya saja selalu menyalahkannya. Memangnya dia tidak sakit hati gara-gara gadis itu membohonginya, tidak menemuinya sekalipun saat di penjara, dan terus-terusan kencan dengan kaptennya. Tapi, sepertinya perdebatan ini tidak akan berakhir jika ia tidak mengalah. Tapi kenapa dia yang harus selalau mengalah?

“Jadi, kau mau jadi kekasihku?”

“siapa yang bilang aku mau jadi kekasihmu”

Gadis ini, geram siwon. “lalu apa maksudnya dia orang gila yang mencintaiku. Aku akan menunggunya walau aku tidak yakin dia akan kembali padaku, aku orang gila yang mencintainya. Aku sudah berulang kali mencoba melupakannya tapi tetap tidak bisa” siwon menirukan setiap kalimat yang familiar di telinga tiffany.

“kau?”

“aku mengawasimu baby”

“iiisshh, menyebalkan”

“uuummm, kau lucu sekali baby kekasihku” ucap siwon sambil memainkan hidup tiffany

Tiffany tersenyum, “iya oppa kekasihku”

Diiringi jatuhnya bunga-bunga yang indah, berwarna pink kesukaan tiffany, mereka bergandengan tangan dan duduk berdampingan dalam suasana yang romantis.

“ayo pulang, ini sudah pagi” ajak tiffany

“andwe”, tiffany berbalik menatap siwon. “kau belum menciumku disini, diantara bunga-bunga” apa tiffany tidak salah dengar, kenapa kekasihnya ini begitu cheese?

“cium saja bunga-bunga itu, aku pulang”

“babyyyyy” tiffany hanya tertawa mendengar rajukan siwon, ia tetap melangkankan kakinya menjauh dari taman

“haakh, aku sangat lelah se-kali”

Tiffany mendapati kamarnya dalam keadaan yang tidak biasa. Ada banyak bunga berwarna pink disana, di setiap kaki menginjak dan di tempat tidurnya.

“kau suka?”

Tiffany ingin menangis lagi melihatnya. “ini.. ini luar biasa oppa. ini..sangat indah”, tiffany berjalan menuju tempat tidurnya. Dilihatnya ada kotak berbentuk hati berlapiskan beludru tergeletak disana, diantara bunga-bunga. “oppa, ini?”

“bukalah”,  Tiffany membuka perlahan kotak itu, semua pasti tahu apa yang ada di dalamnya.

Permen,

Wajah tiffany sangat kecewa melihat sebuah permen coklat saat membuka kotak itu. “oppa, kau-“

Sebelum tiffany mengomel siwon menyematkan cincin berlian yang tampak indah di jari manis gadisnya.

“will you marry me?” tiffany tidak perlu menjawab. Gadis itu tersenyum lebar dan memberikan ciuman lembut dalam waktu yang lama. Ya, ciuman paling lembut dan paling lama yang pernah dirasakan keduanya. Ada butir-butir air mata disana, air mata bahagia.

“saranghae choi siwon”

“nado saranghae baby”

@@@

Epilog

1st

Di sebuah panti asuhan yayasan keluarga choi, ada seorang anak kecil cantik yang senang duduk manis di taman menikmati bunga-bunga yang berguguran di bulan september.

“kau sedang apa?” ucapan bocah laki-laki kecil yang nampak memakai baju batman itu menginterupsi kegiatan anak cantik tadi.

“aku mengumpulkan bunga-bunga” jawabnya masih tetap sibuk dengan aktivitasnya. Dia memungut satu demi satu bunga yang jatuh, jika jumlahnya telah lima, dia meniup bunga-bunga itu

“kenapa kau melakukannya?”

“karena aku suka melakukannya”

“kenapa kau tidak bermain saja dengan anak-anak yang lain?”

“aku baru saja sampai disini, aku belum mengenal mereka, dan aku tidak suka diganggu. Kenapa kau dari tadi selalu bertanya?” akhirnya gadis cilik itu memandang bocah itu. “kenapa kau berpakaian seperti itu?”, lanjutnya

“halo, perkenalkan aku batman. Aku adalah pahlawan yang akan membantumu memberantas kejahatan” gadis itu tertawa kecil mendengar pengakuan anak lelaki itu

“halo batman, aku tiffany” gadis itu tersenyum dan mengulurkan tangannya

“tiffany, apakah kau mau jadi temanku. Aku bisa menjadi pahlawanmu. Aku akan selalu melindungimu dimanapun kau berada” diapun menjabat tangan gadis itu.

2nd

Huhuhuuu… huhuhuu.. huhuhuuu, bocah tampan itu kembali ke taman belakang untuk menemui temannya. Tiffany masih belum mempunyai teman. Satu-satunya teman yang dipunyanya hanyalah batman. Tapi batmannya itu sering menghilang di pagi hingga sore hari, dia menganggap batman sedang melaksanakan tugasnya sebagai pahlawan.

“kau kenapa batman?”

“teman-temanku di sekolah tadi mengataiku. Katanya aku tidak bisa menjadi pahlawan, huhuhuuu..”

Wajah gadis itu marah. “mana teman-temanmu? biar aku hajar mereka. Kau adalah pahlawan batman. Kau tidak boleh percaya dengan apa yang dikatakan orang-orang yang membuatmu menangis. kau harus tegar batman” gadis itu dengan sungguh-sungguh menjelaskan panjang lebar agar pahlawannya tidak menangis.

“-saat kau jadi pahlawan, aku akan menjadi polisi nantinya. Aku akan membantumu memberantas kejahatan” ucapan gadis itu membuat semangat batman kecil kembali berkobar

“iya, kita akan memberantas kejahatan bersama,” gadis itu ikut bersemangat mendengar suara pahlawannya

3nd

Kimchiiii, ucap dua bocah itu bersamaan. Bocah kecil yang tampan itu membawa kamera dan berfoto bersama sahabatnya.

“kenapa kau memberikan foto ini padaku?” tanya sang gadis kecil

“aku akan pergi ke amerika karena appaku bekerja disana”

“kau diadopsi orang amerika?”, sepengatahuan gadis kecil itu pahlawannya sama-sama anak panti asuhan itu

“apa itu diadopsi?”

“dibawa pergi. Orang-orang dewasa membawa pergi satu per satu dari kami. Kata nona park itu namanya diadopsi”

“owh, iya aku diadopsi appa dan oemmaku ke amerika”

“apakah akan lama?”, tanya tiffany sedih. Gadis itu hanya mempunyai batman sebagai temannya. kalau pahlawannya menghilang, dia pasti akan sendirian lagi

“aku tidak tahu. Makanya kau bawa foto ini. nanti aku akan datang padamu meminta foto itu. jangan hilangkan foto ini ya!” jawaban bocah itu pun menandakan kesedihan. dia tidak rela melepaskan satu-satunya sahabat yang mendukungnya menjadi pahlawan.

“nde, aku akan selalu membawanya kemanapun aku pergi” gadis kecil itu tampak antusias

“wonieeee, sudah waktunya berangkat” teriak oemma bocah kecil itu

“nde oemma” bocah kecil  itu memeluk temannya dengan erat dan beranjak dari ke arah oemmanya. Tapi ia berbalik lagi setelah berjalan lima langkah, berjalan ke arah sahabatnya lagi, dan mencium sahabatnya, di bibir. Setahunya, appa dan oemmanya sering menciumnya sebagai tanda sayang. Bocah gendut yang tampan itu juga ingin menyampaikan tanda sayangnya pada sahabat yang selalu menyemangatinya itu.

END

 

Thank for everyone who has commented in my last posts

Hope you always be happy and sifanyisland be better

Love you…

137 thoughts on “(AF) That Man

  1. Asli ni ff bkin snyum2 gaje dr td, So Cheesy. Aq ska’, waktu bca diawal yg trlintas dipikiran q mngkn kah kya’ City Hunter ?? ni ff kren bngt thor..
    hahaha…dtnggu ff slnjtnya.. fighting..
    Uda kepikiran lw teman kecil fany itu siwon, pas wktu siwon nnyain tntng fto msa kcil fany.. hehehe..

  2. Sweet. Aq senyum” terus dri awal bcanya😀 udh nebak sih klow temen di ftonya fany itu siwon😉 keren pokoknya nih ff lebih keren lgi klow ada sequelnya kkk~
    Fighting!

  3. Wkwkwk siwon sweet banget, kirain waktu di pertama siwon di tembak bakalan mati, ehh ternyata dia pake baju anti peluru wkwk, tifanny juga licik kaya siwon, pasangan paling sweet… Senyum gaje bacanya… Di tunggu ff selanjutnya .. Semangatt :*:*😉😉😉😉😉

  4. Sweetness overload huaaaaa>< siwon such a sweet talker cheesy bgt gimana tiff ga luluh kkke aku suka sama ide ceritanya jarang-jarang ada ff yg buat karakter tiff jadi polisi kayak di ff ini siwon yg cheesy dan tiffany yg naive haha overall its awesome! Keep up the good work,keep writing authornim!^^

  5. ceritanya bagus thor tapi part end nya kurang greget.. selalu update ya thor.. sering2 upload ff jga.. wait for you.. Awesome

  6. hahaha FF nya bagus thor,,, walaupun gagal tiffany tetap usaha masukin siwon ke penjara,akhirnya berhasil jg tapi knp disaat dia sdh jatuh cinta sih ??? hebat yah Tiffany bisa nungguin siwon selama bertahun”,,,,

  7. keren banget ff nya….diawal cerita liat tiffany pasti frustasi banget,coz gak tau identitas asli black hwak…adegan paling sweet pas tiffany kena tembakan siwon….
    terus sifany saling menunggu n menjaga bertahun-tahun untuk bisa bersatu aaaahhh sweet banget deh mereka

  8. keren ffnya thor🙂 ceritanya So sweetttt banget
    karakter Siwon Cool dan bikin penasaran
    pas pertama cerita kirain siwon oppa penjahat beneran ternyata agen
    Fany eonnie hebat bisa nunggu Siwon bertahun – tahun🙂

  9. Duh siwon cheesy banget tp kok terasa pas ya sm siwon asli yg srg cheesy hahahaha. Aku kira siwon bakalan lama marahnya krn tiff udh bohongin dia dg pura2 kena tembak.

  10. Keren bgt, trs suasana romantis nya terasa bgt. Cmn sayang, momen pernikahan dua2 nya nggak diceritakan. Trs lebih romantis lg… sukses trs ya thor bwt ff selanjutnya

  11. Hehehe…..fany frustasi tidak berhasil menangkap siwon alis blackhawk setiap kali melakukan pencurian,lucu dehh.
    Hohoho……ternyata siwon seorang agen pemerintahan untuk ditugaskan melakukan penyamaran dengan mencuri.
    Siwon akhirnya melamar fany,chukae.
    Ooo…..ternyata siwon dan fany itu teman wkt kcl.
    Thanks buat author dan ffnya.
    Author emang debak,penuh imajinasi dengan ff action,i like.author jjang author hwaiting.
    Sifany 4ever.

  12. Waahhh.. udh lama bgt ga mampir ke blog SI ini dan ga baca ff’a SIFANY
    Aaahhh.. kngen bgt
    Kereennn.. critanya seru
    So sweet
    Ampe ketawa2 sndiri baca’a
    Great.

  13. aku mau cerita dikit ya thor, meskipun nggak akan dibaca sama author. sebenernya tu dulu aku udah berulang kali liat cover ff ini nongol tapi entah mengapa aku sering males kalo mau baca habis liat cast-nya ada orang ketiganya jadi takut cinta segitiga gitu deh udah genrenya drama lagi. nyesel deh jadinya gak jadi baca mulai dulu:/
    tapi pas aku udah baca hari ini, sumpah keren keren keren bgt. soalnya ceritanya nggak ketebak dan misterius gitu kek siwon. yang aku tebak tebak tu cuma siwon temen masalaluya tiffany, ternyata juga digantungin.😦
    yang pasti aku cuma bilang keren banget, sukses bikin baper lagi. tiffany yang cerewet siwon yang super romantis, aku sampek berpikir aja ‘apakah ada orang yang kek gini di real/?’ pokoknya bikin baper asli. udah gitu kejutan-kejutannya gak masuk akal bgt, Good Job thor!! 5 jempol buat kamu

  14. uuwaaaahh….keren nih critanya, jd sbenernya siwon tuh da tau ya klo tiffany itu temennya wktu di panti asuhan, tp fany nya yg gk nyadar…..siwon disini romantis bener deh, trus tiffany malu malu kucing…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s