(AF) Begin Again Chapter 2

Choi HwangLy’s Present

Begin Again (Chapter 2)

Ba

Choi Siwon | Tiffany Hwang | Jessica Jung | Lee Donghae | Im YoonA | Kwon Yuri | Lee Cheol Woo

|PG-15|Friendship, Romance, Sad, Hurt|Chapter|The story is mine. I just borrow they name for my story. The cast are belong theyself and God. Please dont be plagiator. Keep RCL|Warning:TYPO|

Pintu ruangan terbuka. Semua mata orang yang berada didalam ruangan memperhatikan kedua wanita cantik nan anggun yang baru saja memasuki ruangan tersebut. Tiffany dan Jessica membungkukkan badannya bersamaan. “Annyeonghaseo, Jung Jessica imnida” Ujar Jessica memperkenalkan dirinya lalu tersenyum kepada orang-orang yang berada diruangan itu. “Annyeonghaseo, Tiffany Hwang imnida” Seru Tiffany memperkenalkan dirinya setelah Jessica. Tiffany pun ikut tersenyum manis kepada orang-orang disana. Senyumannya sedikit memudar saat melihat orang yang duduk dimeja paling depan berdampingan dengan CEO dari Wonderland Group.  Hatinya kembali berdegup dengan kencang. Tiffany masih memperhatikan sosok tersebut hingga akhirnya mata mereka pun bertemu.

 
*Chapter 2*

 

 

Tiffany dan Jessica duduk berhadapan dengan Choi Siwon sebagai CEO dari Hyundai Corp, dan Lee Cheol Woo sebagai CEO dari Wonderland Group. Jessica begitu fokus memperhatikan salah satu direktur dari WonderlandGroup yang sedang berpresentasi didepan. Berbeda dengan Tiffany, entahlah, ia begitu susah untuk fokus dalam meeting ini. Sesekali Tiffany melirik kearah Siwon. namun Siwon terlihat sama sekali tidak mempedulikan kehadirannya. ‘Babo! dia itu membencimu Tiffany Hwang’ Ujar Tiffany dalam hatinya. Lalu menatap kembali Direktur Oh yang sedang berpresentasi. Tapi, tunggu sebentar. Mengapa ada hal yang aneh saat Tiffany melirik Siwon?

Tiffany kembali melirik Siwon diam-diam, Tiffany melirik kesebelah Siwon, matanya sedikit membulat terkejut. Kwon Cheol Woo yang merupakan CEO dari WonderlandGroup itu sedang tersenyum sembari menatapnya. Tiffany langsung saja mengalihkan pandangannya kembali fokus pada Direktur Oh.

“Jadi, bagaimana pendapat kalian, Nn.Jung, Nn.Hwang?” Tanya Direktur Oh menatap Tiffany dan Jessica mengakhiri presentasinya

“Eoh, ah—“ Tiffany terlihat bingung untuk menjawab. Jessica menghembuskan napasnya. Ia tahu kalau Tiffany tidak fokus pada meeting ini

“Ah, aku setuju dengan mu Oh Sangjanim. Kurasa tempat itu sangat cocok untuk dijadikan lokasi pemotretan, tempat itu memiliki nuansa yang ceria dan sangat cocok dengan DisneyLand. Aku setuju akan hal itu” Ujar Jessica sambil tersenyum. Jessica menginjak kaki Tiffany dengan cukup keras. Tiffany meringis pelan.

“Oh, aku sependapat dengan Jessica-ssi, Oh Sangjanim” Seru Tiffany sambil tersenyum. Direktur Oh tersenyum lega mendengarnya

“Baiklah, terimakasih atas pendapat kalian. Bagaimana dengan pendapat anda Choi Sangjanim? Kwon Sangjanim?” Ujar Direktur Oh. Siwon dan Cheolwoo berpandangan lalu mengangguk

“Kami setuju dengan hal itu. Nn.Hwang dan Nn.Jung pun sudah setuju. Hal ini baik karena kita harus memilih tempat yang disetujui oleh model agar mereka merasa nyaman saat photoshoot berlangsung” Ujar Siwon mengeluarkan suaranya. Jantung Tiffany kembali berdegup sangat kencang. Ia kembali mendengar suara Siwon yang begitu ia sukai. Sudah tiga tahun ia tidak mendengar suara itu. Dan kini, ia kembali mendengarnya. Apalagi, Siwon menyebut namanya! Benarkah itu?

“Aish, apa yang kau pikirkan Hwang Miyoung!” Gumam Tiffany sangat pelan sembari menjitak kepalanya sendiri.

“Ada apa denganmu, Tiffany-ssi?” Tanya Siwon bingung saat melihat Tiffany menjitak kepalanya sendiri. Sontak semua orang yang berada diruangan itu menatap Tiffany. Tiffany membulatkan matanya terkejut.

“A-ah, aniyo Choi Sangjanim. Mianhae” Ujar Tiffany lalu menundukkan kepalanya. Benarkah Siwon baru saja berbicara kepadanya? Jessica hanya menghembuskan napasnya berat melihat Tiffany

“Baiklah, meeting hari ini mengenai lokasi pemotretan yang akan dilakukan selesai. Meeting selanjutnya akan dilaksanakan tiga hari mendatang. Terimakasih atas kehadirannya” Ujar Kwon Cheol Woo seraya berdiri diikuti Siwon lalu keduanya membungkukkan badan mereka. Orang yang menghadiri meeting berdiri dari tempatnya memberi hormat lalu berjalan keluar ruangan.

“Kajja Sica-ah” Ujar Tiffany menarik tangan Jessica seraya tersenyum kearah Kwon Cheolwoo yang sedari tadi menatapnya dengan tersenyum lebar. Tiffany sedikit melirik Siwon, wajahnya begitu datar melihat Tiffany. Ah entahlah, Tiffany segera keluar dari ruangan itu diikuti Jessica dibelakangnya.

Kwon CheolWoo menoleh kearah Siwon. “Tiffany Hwang, dia begitu menarik nde hyung?” Ujar CheolWoo pada Siwon. Ya, Cheolwoo dan Siwon sudah sangat dekat sekarang. Hingga mereka tidak lagi menggunakan bahasa yang formal jika berbincang. Siwon sedikit terkejut. Namun ia berusaha menyembunyikannya lalu hanya membalasnya dengan menggelengkan kepalanya.

“Hah, aku benar-benar bingung denganmu Hyung. Gadis secantik Tiffany kau bilang tidak menarik. Changkaman Hyung, aku ingin menyusulnya sebentar” Ujar Cheolwoo lalu berjalan keluar ruangan berniat menyusul Tiffany dan Jessica. Siwon menghembuskan napasnya berat. “Ya, aku sebenarnya ak mengakui itu” Gumam Siwon tanpa sadar lalu menyusul Cheolwoo yang sudah keluar ruangan meeting.

 

*

 

“Tiffany-ssi! Jessica-ssi!” Ujar Cheolwoo sedikit berteriak lalu berjalan menghampiri Jessica dan Tiffany. Tiffany dan Jessica menghentikan langkahnya dan membalikkan badan mereka

“Apa yang dia inginkan?” Bisik Tiffany bingung pada Jessica

“Sepertinya dia tertarik padamu Fany-ah, apakau tidak menyadarinya selama meeting tadi berlangsung ia selalu menatapmu” Jawab Jessica santai

“Maldo andwae!” Ujar Tiffany sembari menginjak kaki Jessica. “Aish” Ujar Jessica lalu mengelus kakinya yang sedikit sakit

“Annyeong” Seru Cheolwoo ramah saat sudah berada dihadapan Tiffany dan Jessica. Tiffany maupun Jessica membungkukkan badannya memberi hormat.

“Waeyo, sangjanim?” Tanya Jessica bingung

“Ah, apakah kalian ada waktu luang sekarang?” Tanya Cheolwoo dengan senyum yang sedari tadi terlukis diwajahnya

“Tidak ada sangjanim” Jawab Tiffany jujur. Cheolwoo tersenyum penuh arti. Tiffany dan Jessica saling berpandangan tak mengerti.

“Changkaman” Ujar Cheolwoo ramah lalu membalikkan badannya. Sedangkan Tiffany dan Jessica hanya mengangguk walaupun mereka sebenarnya masih belum mengerti apa yang terjadi

“Ah, Siwon hyung!” Teriak Cheolwoo saat Siwon berjalan kearah nya. Tiffany membulatkan matanya sempurna, Jessica menatap Tiffany dengan khawatir. Siwon terlihat santai lalu berjalan mendekati tempat Cheolwoo, Jessica, dan Tiffany berdiri. “Bersikaplah seolah kau tidak mengenalnya” Bisik Jessica pada Tiffany. Tiffany hanya mengangguk mengerti.

“Ah hyung, baru saja aku akan menyusulmu” Ujar Cheolwoo pada Siwon

“Waeyo?” Tanya Siwon dingin. Seperti biasanya

“Mari kita makan malam bersama Tiffany-ssi dan Jessica-ssi” Ujar Cheolwoo santai. Jantung Tiffany lagi-lagi berdegup dengan kencang. Oh, untung saja dia tidak memiliki penyakit jantung.

“Makan malam? Baiklah, sepertinya itu menyenangkan” Jawab Siwon santai. Sesekali  Tiffany melirik Siwon, namun lagi, Siwon sama sekali tidak meliriknya. ‘Apa dia sangat sangat membenciku hingga menganggap aku tidak ada?’ pikir Tiffany

“Arraseo. Kalian mau kan?” Tanya Cheolwoo ramah pada Tiffany dan juga Jessica

“Ah itu—“

“Tidak ada penolakan. Kajja!” Ujar Cheolwoo lalu melangkah begitu saja bersama Siwon meninggalkan Tiffany dan Jessica. “Sica-ah!” Seru Tiffany menatap Jessica. Jessica mengangkat bahunya tak mengerti. “Kita ikuti saja dia” Ujar Jessica. Tiffany hanya mengangguk malas lalu berjalan berdampingkan bersama Jessica mengikuti Cheolwoo dan Siwon yang telah beranjak lebih dulu.

 

 

*

 

 

Siwon, Tiffany, Jessica, dan Cheolwoo memasuki salah satu restorant ternama di Seoul. Ya, seperti yang sudah diduga sebelumnya. Begitu banyak paparazzi yang mengikuti mereka dan tentu memotretnya. Tak banyak juga orang-orang yang berbisik melihat mereka.

‘Omo! Bukankah itu Choi Siwon? dan lihatlah! Dia bersama Kwon CheolWoo, Tiffany Hwang, dan Jessica Jung!’ Seru salah satu gadis berseragam pada segerombolan temannya

‘Oh god! Mereka begitu lebih tampan dan cantik jika dilihat langsung!’

‘Kupikir akan sangat serasi jika Choi Siwon dan Tiffany Hwang menjadi sepasang kekasih’ Ujar seorang wanita paruhbaya pada teman-temannya. Siwon dan Tiffany yang mendengarnya cukup terkejut. Namun mereka berusaha untuk bersikap biasa saja.

 

“Ada yang bisa saya bantu tuan” Ujar seorang pelayan saat keduanya sudah memasuki restoran tersebut

“Kami membutuhkan meja untuk empat orang” Ujar Cheolwoo tegas

“Mari ikut saya Tuan” Ujar pelayan itu lalu menunjukkan meja yang akan ditempati oleh keempat orang yang sangat dikenal di Korea ini

“Kalian mau pesan apa biar aku yang teraktir” Ujar Cheolwoo sambil tersenyum ramah

“Kau yakin Cheolwoo-ah?” Tanya Siwon meyakinkan

“Nde hyung. Giliranku untuk mentraktirmu hari ini” Ujar Cheolwoo santai lalu membuka menu yang berada diatas meja

“Baiklah, aku pesan tenderloin dan vodka” Ujar Siwon pada pelayan tersebut. Tiffany cukup kaget lalu menatap Siwon bingung. ‘sekarang ia selalu meminum vodka?’ pikir Tiffany tak percaya

“Aku pesan hal yang sama dengan Siwon” Ujar Cheolwoo. “Bagaimana dengan kalian?” Tanya Cheolwoo pada Tiffany dan Jessica

“Eoh, aku hanya ingin salad tuna” Seru Jessica cepat. “Bagaimana denganmu Tiffany?” Tanya Cheolwoo lagi, “Aku ingin hal yang sama dengan Jessica” Jawab Tiffany pelan. Sontak Siwon dan Jessica menatap Tiffany bingung. “Baiklah, pesanan anda akan siap dalam waktu sepuluh menit” Ujar pelayan tersebut.

“Bukankah kau tidak menyukai hal yang berbau ikan?” Seru Jessica sedikit berbisik namun masih bisa didengar oleh Cheolwoo dan Siwon. “Ah, apa yang baru saja aku pesan tadi?” Tanya Tiffany yang tersadar dari lamunannya. Jessica menghembuskan napasnya berat. Siwon menatap Jessica bingung. Jessica hanya mengangkat bahunya tak mengerti.

“Kau tidak menyukai hal yang berbau ikan Tiffany-ssi?” Tanya Cheolwoo pada Tiffany. “A-ah nde” Jawab Tiffany sedikit ragu. “Lalu kenapa kau memesan salad tuna?” Tanya Cheolwoo bingung. “A-ah itu” Ujar Tiffany bingung. “Kau sangat aneh Tiffany-ssi” Ujar Cheolwoo sembari tertawa pelan. “Pesanlah lagi menu yang lainnya” lanjutnya. “A-anio. Tidak usah sangjanim. Aku bisa memberikan tunaku pada Jessica” Ujar Tiffany. Jessica menatap Tiffany tajam. Tiffany hanya tersenyum memamerkan senyumannya.

 

Kring~ handphone Tiffany berbunyi. Dengan cepat Tiffany mengambil handphonenya. “Danny” Gumam Tiffany. Siwon menatap Tiffany bingung. ‘Danny? Siapa dia?’ pikir Siwon bingung. Tiffany sedikit ragu. “Bisakah aku ke toilet sebentar?” Izin Tiffany yang mendapat anggukan dari Cheolwoo. Jessica menatap Tiffany cemas lalu melirik kearah Siwon. Tiffany mengangkat panggilan videocall nya. “Mommy!” Teriak seorang anak kecil dilayar handphone Tiffany yang begitu terlihat dan terdengar sangat jelas oleh Siwon.

“Jessica-ssi, maaf aku menanyakan hal ini padamu, tapi, siapa itu Danny?” Tanya Siwon hati-hati pada Jessica saat Tiffany sudah beranjak menuju toilet. jessica sedikit tersedak. Dengan cepat Cheolwoo memberinya segelas air. “minumlah” Ujar Cheolwoo ramah. Jessica meminumnya lalu menatap Siwon

“Mi-mianhae. Apa yang tadi kau tanyakan Choi sangjanim?” Tanya Jessica pada Siwon

“Tadi Tiffany menggumamkan nama Danny. Lalu aku tidak sengaja melihat seorang anak kecil dilayar handphone Tiffany dan memanggilnya mommy. Apa dia anak—Tiffany ?” Tanya Siwon hati-hati. Jessica terdiam termangu memikirkan jawaban yang tepat untuk Siwon.

“Mwo? Tiffany sudah memiliki anak dan menikah?” Kaget Cheolwoo menatap Jessica

“A-ani! Tiffany sama sekali belum menikah! Dan, Danny, Danny itu— keponakannya! Ya, keponakannya! Mungkin anda salah mendengar saat Danny memanggil Tiffany dengan sebutan mommy” Ujar Jessica sambil tersenyum kikuk. Cheolwoo mengangguk mengerti. Sedangkan Siwon mengangkat sebelah alisnya masih dengan menatap Jessica. langsung saja Jessica membuang pandangannya dari Siwon. ‘kurasa ia tidak memiliki keponakan bernama Danny’ Ujar Siwon dalam hatinya.

 

 

*

 

 

Siwon,Jessica, dan Cheolwoo menatap Tiffany tanpa berkedip. “Tiffany-ah! Berhentilah minum! Kau sudah sangat mabuk!” Ujar Jessica menggoyangkan tubuh Tiffany lalu memandang Siwon dan Cheolwoo tak enak

“Apa dia selalu seperti ini Jessica-ssi?” Tanya Siwon dingin. Jessica menggeleng lemah. Ya, Tiffany diam-diam memesan tiga botol soju. Dan siapa sangka, ia menghabiskannya sendirian. Siwon, Cheolwoo, dan Jessica sama-sama terkejut menyaksikannya. Terlebih Siwon. bukankah Tiffany sangat membenci alkohol? Sedangkan Jessica, ia tahu Tiffany memang bisa meminum alkohol akhir-akhir ini. Tapi ia tidak menyangka Tiffany bisa menghabiskan tiga botol sendirian.

“Yak! Neo! Choi Siwon! Lebih baik kau tidak usah berbicara! Aku benci mendengar suaramu!” Racau Tiffany tak jelas namun masih bisa dimengerti. “Tapi aku masih mencintaimu” Racau nya sangat pelan membuat Siwon dan Cheolwoo tidak bisa mendengarnya. Berbeda dengan Jessica yang dapat mendengarnya karena ia berada disebelah Tiffany

“Tiffany! Sadarlah!” Ujar Jessica pada Tiffany

“ Diamlah Jessy!” Ujar Tiffany sedikit berteriak. Tiffany kembali mengambil botol soju itu dan menuangkannya kegelas miliknya, saat hendak meminumnya kembali, dengan cepat Siwon mengambil gelas itu dari tangan Tiffany dan meminumnya

“YAK!” Teriak Tiffany tak terima sembari mengacungkan tangannya didepan wajah Siwon

“Jessica-ssi, lebih baik kau pulang bersama Tiffany sekarang” Ujar Siwon pada Jessica dengan tatapan memohon. Jessica mengangguk mengerti. “Fany-ah, kajja. Kita pulang sekarang” Ujar Jessica pada Tiffany. Entah mengapa, tiba-tiba saja Tiffany menangis. Ia kembali meracau. “Menyedihkan sekali hidupmu Tiffany Hwang!” “Tiffany, ayolah” Ujar Jessica sembari membantu Tiffany berdiri. “Aku membencimu! Aku membencimu Choi Siwon!” Racau Tiffany lagi. “Aku merindukan Danny” Bruk! Tiba-tiba saja Tiffany pingsan saat sudah sukses berdiri dibantu oleh Jessica.

“Fany-ah! “Tiffany-ssi!” Teriak Jessica,Siwon,dan Cheolwoo terkejut.

“Omo ottokhae” Seru Jessica sembari menintikkan air matanya. Ia benar-benar takut Tiffany akan kenapa-napa. Siwon langsung berdiri dari tempatnya lalu menghampiri Tiffany dan mengangkatnya ala bridalstyle keluar restoran menuju mobilnya. “Biarkan aku yang mengantarnya. Jessica-ssi, ikutlah denganku” Ujar Siwon lalu berlalu. Jessica menganggukkan kepalanya mengerti.

“Mianhae sangjanim” Ujar Jessica pada Cheolwoo sambil membungkukkan badannya

“Sejujurnya aku masih tidak mengerti, tapi gwaenchana. Cepatlah. Kasihan Tiffany” Ujar Cheolwoo pada Jessica. jessica langsung mengikuti Siwon menuju tempat parkiran.

 

 

~

 

 

“Apa dia selalu seperti ini Sica-ah?” Tanya Siwon saat sudah diperjalanan.

“Aniyo oppa. Ini pertama kalinya dia seperti ini” Ujar Jessica sembari menangis

“Tenanglah, dia akan baik-baik saja” Ujar Siwon menenangkan Jessica

“Fany-ah, sadarlah” Lirih Jessica memeluk Tiffany

“Apakah ia masih menempati Apartement kami?” Tanya Siwon lalu sedikit menengok kebelakang menatap Jessica

“Nde” Jawab Jessica singkat. Mendengar hal itu, tiba-tiba saja bibir Siwon tersenyum manis. Ya, apartement yang ditempati Tiffany selama ini adalah Apartement yang ditempatinya bersama Siwon dulu. Dan apartement itu juga yang menjadi saksi buta pertengkaran hebat antara Siwon dan  Tiffany.

 

Mobil Siwon sudah memasuki gedung Apartement yang cukup mewah itu. Ia memarkirkan mobilnya lalu mematikan mesin mobilnya “Biar aku yang menggendongnya. Kau masuklah lebih dulu dan siapkan tempat tidur untuknya” Suruh Siwon pada Jessica. Jessica menatap Siwon dengan ragu. “Percaya padaku” Ujar Siwon mengerti tatapan Jessica. Jessica akhirnya mengangguk menurut.

Siwon keluar dari mobilnya lalu membuka pintu mobil bagian belakang. Ia membawa tubuh Tiffany yang terlihat semakin kurus. Sekarang, Siwon memang membencinya, namun ia juga tidak dapat membohongi dirinya sendiri kalau ia sangat khawatir pada Tiffany. Setelah tigatahun tidak bertemu, haruskah Tiffany kembali muncul dihadapannya dengan membawa kesan yang tidak enak?

Siwon terdiam menatap wajah Tiffany lekat. Cantik. Masih sama seperti dahulu. Bahkan, sekarang ia terlihat lebih cantik. Tiffany meracau pelan. “Aku membencimu Choi Siwon”. Siwon hanya tersenyum lalu membawa Tiffany menuju apartementnya.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

“Mwo? Apa yang baru saja kau katakan oppa? Tiffany akan kembali bertemu dengan Siwon karena sebauh pekerjaan?” Kaget Yuri menatap lelaki di hadapannya. Lelaki itu menganggukan kepalanya pelan

“Andwae! Ini benar-benar diluar skenarioku!” Teriaknya tidak terima

“Yuri-ah” Lirih lelaki itu menatap Yuri

“Aku tidak mau melihat mereka kembali bersama oppa! Aku tidak sudi akan hal itu!” Ujar Yuri meninggikan suaranya

“Tapi—“

“Aku harus merancang rencana baru lagi!” Ujar Yuri memotong ucapan lelaki itu. lelaki itu menghembuskan napasnya berat dan menatap Yuri dalam

“Yuri-ah!” Seru lelaki itu sedikit meninggikan suaranya

“Wae? Kau tidak suka dengan caraku? Kau bisa pergi dan tidak usah mengunjungiku lagi oppa!”

“Kau adalah sahabat, ani. Kau adalah adikku! Tidak mungkin aku meninggalkanmu. Keundae, kau tidak perlu seperti ini untuk membalaskan dendammu Kwon Yuri!” Ujar lelaki itu cepat. Yuri hanya menatap lelaki dihadapannya itu dengan sinis.

“Mianhae, aku sudah tidak memiliki waktu untuk mendengar ocehan tak bergunamu itu oppa. Aku harus bertemu dengan teman lamaku. Good night” Ujar Yuri dingin lalu meninggalkan lelaki itu sendirian. Lelaki itu berteriak frustasi. Bingung untuk memilih berada dipihak siapa.

 

 

 

*

 

 

 

Yuri mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mobilnya berhenti di depan salah satu restoran ternama yang berada di Seoul. Ia memarkirkan mobilnya dengan sembarang, lalu turun dari mobilnya dan berjalan memasuki restoran itu dengan gaya classy yang selalu saja melekat dalam dirinya. Tak sedikit orang yang berbisik melihat kehadiran Yuri. Yuri memasang senyuman termanisnya pada orang-orang yang melihatnya. ‘Untunglah tidak ada paparazzi yang mengikutiku’ gumam Yuri pelan.

Yuri memasuki restoran tersebut. Ia mencari-cari dimana orang yang sudah memiliki janji dengannya. Yuri tersenyum saat menemukan orang yang dicarinya sedang melambaikan tangannya kearah nya.

“Yuri eonni!” Ujar wanita itu sedikit berteriak. Yuri menghampiri wanita tersebut lalu memeluk tubuhnya singkat.

“Yoona-ya! Aku sangat merindukanmu! Bagaimana kabarmu selama ini?” Ujar Yuri lalu duduk dihadapan Yoona

“Omo! Benarkah ini? Presenter ternama di Seoul saat ini sedang menanyai kabarku?” Canda Yoona menatap Yuri

“Kau tidak berubah Yoona-ah. Kau selalu saja seperti ini” Ujar Yuri santai

“Haha, aku baik-baik saja eonni. Bagaimana denganmu?” Tanya Yoona pada Yuri

“Seperti biasanya, buruk.” Ujar Yuri sembari tersenyum miris. Yoona menatap Yuri dengan khawatir

“Lupakan kejadian itu eonni” Lirih Yoona menatap Yuri dalam

“Aku sudah melupakannya Yoong. Aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada sahabatku tersayang” Ujar Yuri santai

“Aish jinjja. Aku benar-benar penasaran dengan wanita yang telah menyakiti hatimu itu!” Ujar Yoona geram. Yuri tersenyum miring. ‘Kau sangat mengenal dia Im YoonA.’ Ucap Yuri dalam hatinya

“Siapakah dia? Beri tahu aku eonni! Jebalyo! Aku ingin memberi dia pelajaran!” Ujar Yoona gemas

“Kau tidak perlu mengetahui nya Yoong. Kau yakin kau ingin memberinya pelajaran?” Tanya Yuri menatap Yoona dalam. Yoona mengangguk yakin

“Nde! Aku tidak suka jika eonni ku disakiti oleh orang lain!” Ujar Yoona lagi

“Kau hanya perlu mengikuti ku Yoong. Aku sudah memikirkannya” Seru Yuri santai

“Maksudmu?” Tanya Yoona tidak mengerti

“Aku akan memberitahu mu nanti. Kau hanya perlu mengikuti arahanku” Jawab Yuri. Sedangkan Yoona  hanya mengangguk mengerti. Yuri tersenyum lebar melihatnya.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Siwon menggendong Tiffany menuju kamarnya. Jessica sudah menyiapkan tempat tidur untuk Tiffany. Jessica menatap Tiffany sendu.

“Baringkanlah ia disini oppa” Suruh Jessica pada Siwon. Siwon mengangguk paham, lalu ia membaringkan Tiffany diatas kasur berseprai pink itu dengan perlahan.

‘Danny, aku merindukanmu’ racau Tiffany namun masih bisa didengar dengan jelas. Siwon mengangkat alisnya menatap Tiffany yang memejamkan matanya. Siwon menatap wajah Tiffany cukup lama. Pikirannya masih dipenuhi dengan seseorang bernama Danny. ‘Danny? Siapa dia?’ Hal itu yang sedari tadi dipikirkan Siwon. setahunya, Tiffany samasekali tidak memiliki keponakan lelaki.

“Oppa!” Seru Jessica menyadarkan Siwon dari lamunannya. Dengan cepat Siwon mengangkat wajahnya dan menjauhkan tangannya dari tubuh Tiffany lalu menatap Jessica.

“Biarkan ia beristirahat. Kau mau teh Oppa?” Seru Jessica dengan suara yang sedikit serak. Siwon hanya mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar disusul oleh Jessica dibelakangnya.

“Duduklah sebentar oppa. Aku akan menyiapkannya” Ujar Jessica lalu berjalan kearah dapur

“Nde” Jawab Siwon singkat. Siwon menatap keseliling ruangan ini. ‘tidak banyak berubah’ gumam Siwon pelan. Ruang tengah yang ditemboknya terpajang banyak berbagai foto Tiffany, Jessica, dan Donghae menghiasi ruangan ini dengan indah. Matanya Siwon berhenti saat menatap tembok yang sedari tadi dipunggungi nya. Tembok itu dihiasi dengan banyak foto anak lelaki yang masih kecil. Siwon berjalan pelan mendekati tembok itu. matanya masih fokus pada setiap foto yang berada ditembok itu. Tanpa disadari, Siwon tiba-tiba saja tersenyum melihat satu persatu foto tersebut. Anak kecil yang begitu tampan dan mirip dengannya.

Matanya berhenti lama pada foto anak tersebut bersama Tiffany. Keduanya tersenyum lebar didepan menara eiffel yang indah dimalam hari. Dimana anak itu digendong dengan nyaman oleh Tiffany. ‘3 Oktober 2019. Ulangtahun Danny yang ke-2’  itulah tulisan yang berada dibawah foto tersebut. Siwon kembali menatap foto anak kecil itu dengan lekat. “Jadi ini anak kecil bernama Danny”” Gumam Siwon pelan. ‘Mengapa dia begitu mirip denganku’ pikir Siwon dalam hatinya.

“Siwon oppa?” Seru Jessica yang tiba-tiba datang dari arah dapur dengan dua buah gelas berisi teh hangat didalamnya

“Eoh, nde” Ujar Siwon pelan lalu duduk disofa ruang tengah.

“Apa kau baru saja melihat-lihat foto Danny oppa?” Tanya Jessica pada Siwon

“Nde” Jawab Siwon singkat. banyak hal yang ingin Siwon tanyakan pada Jessica. Namun dengan keadaan seperti ini, Siwon mengurungkan niatnya.

“Bukankah ia begitu lucu?” Seru Jessica pelan. Siwon hanya menganggukkan kepalanya.

“Tiffany. Apa dia selama ini meminum alkohol, Sica-ah?” Tanya Siwon menatap Jessica

“Dia bisa sedikit meminum alkohol oppa. Aku pun sangat terkejut melihat dia seperti itu tadi” Jawab Jessica pelan

“Sejak kapan ia meminum alkohol?” Tanya Siwon menatap Jessica. Jessica hanya tersenyum kecut diam dan tidak menjawab. Ia kembali mengingat saat pertama kalinya ia melihat Tiffany meminum minuman yang dulu sangat dibencinya itu

 

 

 

Flashback

                                                   

Donghae menatap Jessica dengan khawatir sedari tadi. Jessica tak berhenti menangis sejak tadi. Donghae sudah menenangkan Jessica dengan segala cara, namun Jessica tetap saja menangis.

“Sica-ah” Lirih Donghae sembari mengusap air mata yang sudah mengering dipipi Jessica

“Berhentilah menangis. Kau sudah menangis selama tujuh jam. Lihatlah, airmata mu bahkan sudah mengering. Kau benar-benar membuatku khawatir” Ucap Donghae lalu memeluk tubuh Jessica hangat. Donghae dapat merasakan tubuh Jessica yang sangat sangat bergetar.

“Bagaimana dengan Tiffany oppa?” Lirih Jessica sembari terisak

“Dia akan baik-baik saja. Percayalah padaku” Ujar Donghae pelan

“Aku tidak mau dia melakukan hal diluar batas. Ia menutup teleponnya begitu saja. Oppa…hiks.. aku benar-benar mengkhawatirkan nya” Seru Jessica dengan badan yang semakin bergetar

“Dia tidak akan melakukan itu chagi. Percayalah, dia sedang mengandung seorang bayi. Dia tentu tidak ingin menyakiti calon anaknya itu. Dia tidak akan macam-macam baby” Seru Donghae tepat ditelinga Jessica. Jessica hanya diam tidak menjawab. Merasa Jessica sudah mulai tenang, Donghae melepas pelukannya dan menatap Jessica dalam.

“Kau mengkhawatirkannya?” Tanya Donghae menatap Jessica. Terselip rasa menyesal di hatinya.

“Sangat. Aku sangat mengkhawatirkannya oppa” Jawab Jessica lirih

“Tak apa-apa sayang. Dia akan baik-baik saja” Seru Donghae pada Jessica.

“Aku bisa mati karena mengkhawatirkannya” Ujar Jessica sangat pelan

“Sudah kubilang, dia akan baik-baik saja” tegas Donghae pada Jessica. Jessica mengangguk pelan. handphone nya tiba-tiba saja berbunyi. “Dimana handphoneku” Ujar Jessica pelan. “Igeo” Seru Donghae sembari memberikan handphone milik Jessica padanya.”Tiffany!” Ujar Jessica sedikit berteriak saat melihat nama yang tertera dilayar handphone nya.

 

‘Yeoboseyo? Fany-ah! Fany-ah! Tiffany!’ Seru Jessica cepat dan sedikit serak

‘Hey, apakau menangis Nn.Jung? Haha” Ujar Tiffany dengan suara yang sangat serak lalu tertawa

‘Eodiga? Neo eodiga!’ Ujar Jessica sedikit berteriak. Sangat berisik disana. Apakah Tiffany berada di….club?

‘……’ Tiffany diam tidak menjawab

‘Tiffany Choi!’ Teriak Jessica kencang. Kesal,marah,dan khawatir. Itulah yang Jessica rasakan saat ini. Tiffany lebih dari sekedar sahabat untuknya. Tiffany adalah adiknya. Dan tentunya dia tidak ingin hal buruk datang pada adiknya

‘Aku bukan seorang wanita bermarga Choi lagi Nn.Jung. haha’ Seru Tiffany lalu tertawa. Jessica mengangkat alisnya bingung.

‘Sica-ah, hiks.. appoyo.. mani appo’ Ujar Tiffany lalu terisak.  Jessica membulatkan matanya. Tadi Tiffany jelas tertawa, sekarang ia menangis. Apa dia..mabuk?

‘Mwo? Kau mabuk Fany-ah? Kau meminum alkohol?’ Tanya Jessica tidak percaya

‘……’ Lagi, Tiffany hanya diam tak menjawab

‘Dimana kau sekarang! Katakan padaku!’ Tanya Jessica meninggikan suaranya

‘Aku berada di ****’

‘Arraseo. Diamlah disana. Jangan kemana-mana sebelum aku datang’ Ujar Jessica lalu menutup sambungan teleponnya.

 

“Ada apa dengannya Sica-ah?” Tanya Donghae khawatir

“Mollayo. Kurasa ia mabuk oppa. Aku akan menyusulnya sekarang” Ujar Jessica sedikit terburu-buru lalu mengambil kunci mobil yang berada dikamarnya

“Biar aku antar” Ujar Donghae menahan tangan Jessica. jessica menggeleng pelan

“Aku hanya ingin berbicara berdua dengannya” Seru Jessica pelan dan menatap Donghae dengan tatapan seolah-olah ia memohon pada Donghae untuk memberinya kesempatan memiliki waktu berdua bersama Tiffany. Donghae menganggukkan kepalanya pelan

“Arraseo. Berhati-hatilah” Ujar Donghae pelan. jessica mengangguk yakin.

“Gomawo oppa” Ujar Jessica lalu memberi kecupan singkat pada bibir Donghae dan sedikit berlari keluar Apartement.

 

***

 

Jessica memasuki club besar itu dengan tergesa-gesa. Ia menerobos orang-orang yang tengah menari didalam sana. Matanya mencari sesosok wanita yang sangat dikenalnya. “Dimana kau Tiffany” Gumam Jessica pelan. matanya membulat seketika saat ia mendapati seseorang yang sangat dikenalnya berpenampilan begitu kacau dengan rambut yang sangat berantakan dan mata yang membengkak.

Jessica memperhatikannya. Wanita itu meminum satu gelas besar berisi alkohol yang dihabiskannya dalam satu kali teguk. Jessica membulatkan matanya tak percaya. Bukankah wanita itu membenci alkohol? Wanita itu kembali mengambil segelas penuh alkohol. Saat hendak meminumnya dengan cepat Jessica mendekatinya dan mengambil gelas itu lalu meminumnya. Wanita itu menatap Jessica dengan kesal

“Yak! Itu minumanku!” Teriaknya dengan suara yang serak. Jessica menatap Tiffany dengan nanar.

“Fany-ah” Lirih Jessica lalu duduk disebelah Tiffany dan menghadap Tiffany

“Eoh, Sica-ah?” Kaget Tiffany menatap Jessica. “Apa yang kau lakukan disini? Kau ingin berpesta denganku eoh? Haha” Seru Tiffany sedikit tak jelas namun masih bisa dimengerti. Jessica hanya diam menatap Tiffany. Ia menunggu Tiffany bercerita dengan kehendaknya sendiri.

“Sica-ah, appoyo. Mani mani appo” Ujar Tiffany serak sembari memukul-mukul dada nya yang terasa sangat sesak.

“Ada apa denganmu? Jelaskan padaku, Fany-ah” Lirih Jessica menatap Tiffany dalam

“Seseorang telah memitnahku Jessy. Bukankah itu lucu?” Ujar Tiffany purau. Jessica masih terdiam menatap Tiffany. Ia menunggu Tiffany melanjutkan kalimatnya.

“Kau tahu kan jika hubunganku akhir-akhir ini sedang tidak baik bersama Siwon Oppa. Dan kau tahu? Tadi siang saat jam makan siang, Siwon Oppa tiba-tiba saja pulang, saat aku berniat menyambutnya dan menyelesaikan masalahku dengannya dengan memberi kabar gembira kalau aku sedang mengandung anaknya, tiba-tiba saja  ia membentakku. Ia menampar pipiku dengan keras. Aku hanya bisa menangis. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi.” Lirih Tiffany. Airmatanya kembali keluar dari matanya yang sudah membengkak. Jessica menatap Tiffany nanar. Ia bisa merasakan apa yang sahabatnya itu rasakan.

“Lalu ia melemparkan sebuah amplop yang cukup besar padaku. Saat aku membukanya, kau tahu apa itu isinya? Amplop itu berisi foto diriku bersama seseorang yang sama sekali tidak aku kenali sedang tertidur berasama dengan keadaan tidak menggunakan apapun dan hanya ditutupi oleh selimut disebuah hotel. Aku berani bersumpah Jessy! Aku tidak pernah melakukan itu. aku bahkan tidak tahu siapa lelaki difoto itu. aku tidak pernah bertemu dengannya.” Lanjut Tiffany. Air matanya semakin deras mengalir.

“Fany-ah” Lirih Jessica. hanya itu yang bisa Jessica ucapakan.

“Dan kau tahu apa yang paling menyedihkan dari segalanya? Entah mengapa aku mengatakannya, entah ini adalah hal yang diinginkan oleh anakku, aku meminta untuk bercerai dengannya. Dan ia dengan cepat menyetujuinya. Jessica-ah, apakah keputusanku benar huh? Apa aku tidak salah dalam mengambil keputusan?” Tanya Tiffany lalu menatap Jessica lekat. Jessica menganggukkan kepalanya pelan

“Aku tahu kau sudah tidak bisa mengangkat beban itu dihatimu. Aku tahu kau sudah cukup menderita akhir-akhir ini. Setiap manusia memiliki batas Fany-ah. Dan ini adalah puncaknya untukmu. Kau selalu membuat keputusan yang benar. Percayalah, semuanya akan baik-baik saja” Ujar Jessica lalu memeluk tubuh Tiffany erat.

 

Flashback End

 

 

 

“Jessica!” Ujar Siwon sedikit meninggikan suaranya

“Ah, nde oppa” Kaget Jessica tersadar dari lamunannya.

“Aku bertanya padamu, Sejak kapan dia meminum alkohol?” Tanya Siwon mengulang pertanyaannya

“Ah itu, semenjak pertengkaranmu dengannya dulu” Jawab Jessica jujur. Siwon membulatkan matanya terkejut

“Benarkah?” Tanya Siwon menatap Jessica. jessica menganggukkan kepalanya

“Apa kau tahu dia begitu tertekan saat itu dan ia mabuk berat karenanya oppa? Itu adalah pertama kalinya aku melihat dia meminum alkohol” Ujar Jessica sembari tersenyum miris. Siwon hanya terdiam. Hening. Itulah yang terjadi hingga akhirnya suara pintu Apartement pun terbuka. Jessica dan Siwon menatap kearah pintu tersebut. Jessica membulatkan matanya sempurna saat melihat orang yang baru saja memasuki ruangan tersebut.

“Jessica-ah! Jessy Auntie!” Teriak seorang wanita dan anak kecil yang baru saja memasuki Apartement Tiffany. Jessica membulatkan matanya terkejut. Siwon hanya menatap mereka bingung.

“Hyo-ah, Danny-ah” Gumam Jessica pelan masih terkejut. Hyoyeon tampak terkejut melihat Siwon dan hanya mampu terdiam mematung disebelah Danny. Siwon semakin tidak mengerti apa yang terjadi. Danny mendekati Jessica

“Auntie. Dimana mommy? Lalu siapa ahjussi ini?” Tanya Danny menunjuk Siwon. sedangkan Siwon hanya tersenyum kikuk. Jessica bingung harus menjawab apa pada Danny. Jessica menatap Hyoyeon penuh arti. Seakan mengerti, Hyoyeon langsung menggendong Danny.

“Annyeong Siwon Oppa” Ujar Hyoyeon pelan. Siwon hanya tersenyum membalas Hyoyeon. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi

“Hyo auntie, kajja. Aku ingin bertemu mommy!” Rengek Danny digendongan Hyoyeon. Hyoyeon mengangguk lalu membawa Danny menuju kamar Tiffany

“Bukankah itu anak yang bernama Danny?” Tanya Siwon pada Jessica saat Hyoyeon sudah menghilang dihadapannya. Jessica hanya menganggukkan kepalanya

“Mommy? Siapa mommy nya?” Tanya Siwon menaikkan sebelah alisnya menatap Jessica. jessicia terlihat bingung untuk menjawab

“Ah itu, emm..Oppa, bukankah ini sudah terlalu malam? Sebaiknya kau pulang sekarang” Ujar Jessica mengalihkan pembicaraan. Siwon hanya menghembuskan napasnya kasar.

“Arraseo” Ujar Siwon singkat lalu berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju pintu depan apartement diikuti Jessica dibelakangnya.

“Aku pergi dulu Sica-ah, sampaikan salamku pada Hyoyeon”

“Nde oppa. Berhati-hati lah dijalan” Ujar Jessica lalu menutup pintu Apartement. Jessica menghembuskan napasnya lega lalu berjalan menuju kamar Tiffany

 

 

*

 

 

“Mommy!” Teriak Danny saat memasuki kamar Tiffany. Hyoyeon mengangkat sebelah alisnya bingung melihat Tiffany yang sudah tertidur pulas. Keadaanya cukup berantakan.

“Auntie! Turunkan aku!” Rengek Danny sembari menggerak-gerakkan kakinya. Hyoyeon segera menurunkan Danny dari pangkuannya. Danny berlari menuju ranjang diikuti Hyoyeon dibelakangnya

“Mommy” Ujar Danny pelan sembari memukul-mukul pipi Tiffany yang tengah tertidur. Tiffany hanya menggeliat kecil lalu membalikkan badannya memunggungi Danny. Danny memajukan mulutnya

“Auntie, apa mommy tidak ingin melihatku?” Tanya Danny lalu menatap Hyoyeon dengan airmata yang membendung dimatanya. Hyoyeon segera mengangkat Danny dipangkuannya

“Mommy mu sudah tertidur sayang, seperti nya mommy lelah” Jawab Hyoyeon berusaha membuat Danny mengerti

Klek~

Pintu kamar terbuka. Jessica langsung masuk dan berjalan medekati Hyoyeon dan Danny ditepi ranjang

“Ada apa denganya Sica-ah?” Tanya Hyoyeon tidak mengerti

“Dia mabuk Hyo” Jawab Jessica pelan diakhiri lenguhan panjang. Hyoyeon terkejut bukan main.

“Mwo bagaimana bisa?” Tanya Hyoyeon tak percaya

“Wae? Apakah terjadi sesuatu pada mommy?” Tanya Danny menatap Jessica dan Hyoyeon bergantian lalu menintikkan airmatanya

“Omo! Baby, kau tidak boleh menangis. Mommy mu tidak apa-apa sayang” Ujar Jessica lalu memangku Danny

“Benarkah?” Tanya Danny menatap Jessica. jessica mengangguk yakin.

“Mengapa kalian sudah pulang? Bukankah kau bilang akan pulang akhir pekan nanti Hyo-ah?” Tanya Jessica bingung menatap Hyoyeon

“Kami ingin memberikan kejutan pada Tiffany” Jawab Hyoyeon. Jessica hanya mengangguk paham

“Bagaimana Siwon bisa ada disini?” Tanya Hyoyeon yang sangat sangat tidak mengerti

“Ceritanya panjang. Aku ceritakan diluar” Jawab Jessica lalu menatap Danny yang mulai tertidur dipangkuannya

“Seperti nya dia sangat lelah” Gumam Jessica lalu menidurkan Danny disamping Tiffany. Lalu ia berjalan menuju ruang tengah diikuti Hyoyeon dibelakangnya.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Seorang wanita cantik berjalan  memasuki rumah yang cukup mewah itu. ia berjalan kearah dapur untuk mengambil segelas minuman. Ia tak menghiraukan seorang lelaki yang sedari tadi menatapnya dimeja makan.

“Akhirnya kau pulang juga, Kwon Yuri” Ujar lelaki itu santai lalu mulai meminum minumannya. Yuri hanya menatap kakaknya itu dengan malas

“Aku sedang malas berdebat denganmu Kwon Cheolwoo” Ujar Yuri malas lalu duduk dihadapan kakaknya itu

“Kau tidak membuat masalah lagi kan diluar sana” tebak Cheolwoo menatap Yuri

“Ani” Jawab Yuri singkat tanpa menatap Cheolwoo

“Ada apa denganmu?” Tanya Cheolwoo bingung dengan sikap Yuri

“Kau ingat aku pernah bercerita padamu kalau aku telah membuat sahabat lamaku bercerai dengan suaminya?” Tanya Yuri lalu membalas tatapan Cheolwoo. Cheolwoo mengangguk

“Apa sahabat lamamu itu mengetahui kau yang menyebabkannya?” Tanya Cheolwoo serius. Yuri menggeleng pelan

“Aniyo. Rencanaku berjalan sangat baik oppa.” Ujar Yuri sembari tersenyum

“Lalu?”

“Mereka sudah lostcontact selama tiga tahun, namun akhirnya mereka bertemu lagi karena sebuah pekerjaan. Aku tidak mau itu terjadi oppa. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya saat ditinggalkan oleh seseorang yang kita cintai dan kita tidak akan pernah melihatnya lagi” Ujar Yuri menatap Cheolwoo dalam. Airmatanya sudah hampir jatuh dipelupuk matanya. Cheolwoo menghembuskan napasnya

“Sampai kapan kau akan membalaskan dendammu itu Yuri-ah?” Seru Cheolwoo pada Yuri. Yuri hanya tersenyum kecut

“Sampai dia merasakan apa yang aku rasakan dulu.”

“Lalu, kau akan memunculkan dirimu didepan Tiffany?” Yuri menggeleng pelan

“Sejauh ini aku hanya akan bermain dibelakang layar. Kau tahu oppa? Aku sempat ingin berhenti melakukan ini. Namun semakin aku ingin berhenti, bayangan kejadian itu semakin sering muncul dikepalaku. dan saat itu juga aku ingin melakukan hal yang lebih dari ini.” Ujar Yuri pelan

“Apa kau belum melupakan kejadian itu?” Tanya Cheolwoo lirih. Yuri menganggukkan kepalanya sebagai Jawaban. Hatinya terasa sakit mengingat kejadian saat ia masih duduk dibangku SMA tersebut.

 

 

 

Flashback

 


Yuri begitu semangat merangkai banyaknya bunga berawana merah dibantu oleh Cheolwoo disebelahnya. ”Oppa! Kau salah merangkainya!” Kesal Yuri pada Cheolwoo. “Waeyo? Bukankah ini bagus?” Tanya Cheolwoo bingung menatap Yuri. Sedangkan Yuri hanya mendengus kesal.

“Apa yang sedang kalian lakukan nak?” Tanya Ny.Kwon yang tiba-tiba saja datang memasuki kamar Yuri

“Kami sedang merangkai bunga eomma” Ujar Yuri sambil tersenyum manis

“Bunga? Apakah ini untuk kekasihmu Cheolwoo-ah?” Tanya Ny.Kwon menatap Cheolwoo

“Aniyo eomma! Aku hanya membantu Yuri merangkai bunga-bunga ini. Yuri akan memberikan bunga ini pada lelaki yang disukainya!” Ujar Cheolwoo dengan nada menyindir. Yuri mencubit lengan Cheolwoo dengan keras

“Yak! Kwon Yuri!” Teriak Cheolwoo kesakitan. Yuri hanya tersenyum penuh kemenangan

“Aigo, kalian selalu saja seperti ini. Jeda lah dulu pekerjaan kalian. Makan malam sudah siap, eomma dan appa akan menunggumu dimeja makan” Ujar Ny.Kwon

“Aniyo eomma. Makan lah duluan. Aku dan Cheolwoo Oppa akan menyusul nanti”  Ujar Yuri pada Ny.Kwon. Cheolwoo menatap Yuri kesal

“Yak! Aku sangat lapar!” Ujar Cheolwoo kesal

“Andwae! Kau harus membantuku dulu oppa! Sebentar lagi ini akan menjadi rangkaian bunga yang indah!” Ujar Yuri pada Cheolwoo. Cheolwoo hanya menghembuskan napasnya berat. Ny.Kwon hanya terkikik pelan lalu berajalan keluar dari kamar Yuri

 

*

 

Pagi pun tiba. Yuri serega bangun dari tidurnya. Senyum menghiasi wajahnya sedari tadi. Setelah selesai membersihkan dirinya, Yuri mulai menyisir rambutnya yang indah lalu memakai tas sekolahnya. Tak lupa, Yuri membawa bunga yang sudah dirangkainya bersama Cheolwoo semalam

“Cepatlah sedikit Kwon Yuri! Aku bisa terlambat masuk kuliah!” Teriak Cheolwoo dari bawah

“Nde oppa! Changkaman!” Seru Yuri lalu berjalan menuruni satu persatu anak tangga itu

“Kau tidak akan sarapan dulu Cheolwoo-ah? Yuri-ah?” Tanya Ny.Choi pada Yuri dan Cheolwoo

“Aniyo eomma. Aku sudah sangat telat sekarang” Ujar Cheolwoo sedikit terburu-buru

“Oppa! Tapi aku lapar!” Rengek Yuri pada Cheolwoo

“Kalau begitu aku pergi duluan!” Ujar Cheolwoo lalu berjalan keluar rumah

“Aish, oppa, changkaman!” Ujar Yuri lalu mengecup pipi Ny.Kwon singkat dan mengikuti Cheolwoo berjalan keluar rumah

“Kau tidak akan makan duluan Yuri-ah?”

“Aniyo eomma! Aku akan makan diluar!” Jawab Yuri sedikit berteriak lalu masuk kedalam mobil Cheolwoo.

 

*

 

Yuri berjalan menuju taman sekolah dengan serangkaian bunga mawar merah ditangannya. Ia mencari sesosok lelaki yang sangat disukainya sejak ia memasuki sekolah ini. Langkah dan pandangannya terhenti saat melihat orang yang disukainya itu sedang berduaan bersama sahabatnya. Tiffany.

Yuri memperhatikan keduanya. Jongsuk. Lelaki yang sangat disukainya itu mulai menggenggam kedua tangan Tiffany dengan tangannya. Matanya mulai memanas. Yuri mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh Jongsuk pada Tiffany.

“Fany-ah, aku menyukaimu. Aku menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Dan aku ingin menyatakannya sekarang. Kau, apakah kau mau menjadi kekasihku?” Tanya Jongsuk menatap Tiffany dalam. Airmata Yuri sudah keluar dari matanya yang indah. Ia menanti jawaban apa yang akan Tiffany berikan pada Jongsuk.

“A-aku”

“Kau mau kan, Tiffany Hwang?” Tanya Jongsuk memastikan. Tiffany menganggukkan kepalanya pelan

“Nde” jawab Tiffany singkat.

DEG! Hati Yuri seakan meledak saat itu juga. Airmata keluar sangat deras saat menyaksikan Jongsuk yang mencium lembut bibir Tiffany. Mengapa harus Tiffany? Mengapa harus sahabatnya? Yuri membuang rangkaian bunga yang sudah dirangkainya dengan susah payah itu dengan sembarang lalu menginjak-nginjaknya dengan airmata yang terus saja keluar dari matanya.

Yuri masih memperhatikan gerak-gerik Tiffany dan Jongsuk. Keduanya terlihat bahagia dan tertawa bersama. Berbeda dengan Yuri yang sedari tadi merasakan sakit didadanya. Tiffany berlari ketengah jalan. Jongsuk mengejarnya. Hingga tak disadari, sebuah truk besar melaju dengan cepat kearah Tiffany. Yuri yang melihatnya membulatkan matanya sempurna

“FANY-AH!!!!” Teriak Yuri menyadarkan Tiffany. Tiffany membalikkan badannya lalu membulatkan matanya. “AAAAAAAAAAAAA” Teriak Tiffany sangat keras.

BRUK!!!

Tiffany mengerjapkan matanya berkali-kali lalu menatap kesekeliling, dilihatnya keadaan dirinya yang baik-baik saja. Hanya luka sedikit ditangannya, dan lagi, ia tidak merasakan truk itu menghantam dirinya. Yang ia ingat, ada seseorang yang mendorongnya dari samping.

Tiffany menatap bingung orang-orang yang tengah berkumpul didekat tempatnya. Ia berjalan dengan susah payah ke kerumunan orang-orang itu. matanya membulat seketika. Airmatanya tiba-tiba saja keluar dari matanya yang begitu indah. Dilihatnya Yuri yang tengah menangis histeris dengan Jongsuk yang kepalanya dipenuhi dengan darah.

“Jongsuk-ah! Jongsuk-ah! Bangunlah!” Teriak Yuri sembari menangis histeris. Tiffany menutup mulutnya yang membuka dengan tangannya. Ia berjalan mundur lalu pergi berlari meninggalkan kerumunan orang-orang itu. sejak saat itu, Tiffany tidak pernah lagi datang kesekolah, juga bertemu dengan Yuri. Dan hal yang menyakitkan adalah, Jongsuk meninggal saat akan dibawa kerumah sakit. Karena hilangnya Tiffany secara tiba-tiba setelah kejadian itu, Yuri menganggap ini adalah sepenuhnya kesalahan Tiffany.

 

 

Flashback End

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Tiffany mengerjapkan matanya berkali-kali. Sinar matahari begitu menusuk matanya yang tengah terpejam.  Tiffany memegang kepalanya yang sedikit pusing. Lalu membalikkan badannya. Matanya membulat seketika mendapati orang yang sangat dirindukannya saat ini sedang tertidur pulas disampingnya. Tiffany sedikit terkejut lalu tersenyum dan mencium bibir mungil itu dengan singkat. anaknya itu hanya menggeliat pelan. membuat Tiffany tersenyum geli

Anak itu membuka matanya perlahan. “Mommy” Gumamnya pelan menatap Tiffany

“Baby, kau sudah pulang?” Tanya Tiffany lembut. Anak itu menganggukkan kepalanya pelan

“Kenapa kau tidak memberi tahu mommy hm? Mommy sangat merindukanmu” Ujar Tiffany pelan

“Saat aku datang mommy sudah tertidur” Serunya lalu memajukan bibirnya

“Oh benarkah? Maafkan mommy chagi. Kajja, kita mandi agar sehat” Ujar Tiffany lalu berdiri dari tempat tidurnya. Danny merentangkan tangannya kearah Tiffany. Tiffany yang mengertipun langsung mengambil Danny dan menggendongnya.

 

*

 

“Danny-ah! Kemari sayang!” Teriak Tiffany dari arah dapur. Danny langsung berlari menghampiri Tiffany

“Waeyo mommy?” Tanya Danny dengan lucu

“Duduklah sayang, mommy sudah menyiapkan bubur untukmu” Ujar Tiffany. Danny mengangguk lalu duduk di meja makan miliknya sendiri.

“Cha, makanlah chagi” Ujar Tiffany lalu meletakkan semangkuk bubur diatas meja makan Danny. Danny langsung memakan bubur itu dengan lahap. Tiffany tersenyum melihatnya. Tiffany teringat akan Jessica dan Hyoyeon. Bukankah Jessica semalam bersamanya? Dan Hyoyoen, pasti Hyoyoen yang mengantarkan Danny pulang.

“Danny-ah, apa semalam Jessy Auntie dan Hyo Auntie pulang?” Tanya Tiffany mensejajarkan tubuhnya dengan Danny yang terduduk dimeja makan kecilnya

“Mollayo mommy” Ujar Danny sambil terus memakan bubur nya. Tiffany tersenyum manis pada Danny

“Arraseo” Ujar Tiffany sembari mengusap puncak kepala Danny.

‘sepertinya mereka pulang’ gumam Tiffany pelan

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Seperti biasa, Jessica selalu menikmati sejuknya kota Seoul dipagi hari melalui balkon apartement nya. Jessica memejamkan matanya, ia menghirup segarnya udara pagi lalu merentangkan tangannya keatas. Tanpa disadari nya, seseorang datang dan langsung memeluknya dari belakang. Jessica hanya tersenyum tanpa membuka matanya

“Good morning Mrs.Lee” Bisik Donghae tepat ditelinga Jessica

“Sejak kapan marga ku menjadi Lee?” Seru Jessica singkat lalu membuka matanya dengan perlahan

“Haruskah aku mengatakannya sekarang?”

“Mengatakan apa?”

“Berbaliklah sebentar Jung Jessica” Ujar Donghae pelan. jessica dengan cepat membalikkan badannya

“Mwo?” Tanya Jessica dingin dengan wajah yang datar. Donghae tersenyum manis lalu menarik tangan Jessica menuju meja makan

“Yak,aku sudah sarapan oppa!” Kesal Jessica karena ditarik dengan tiba-tiba

“Duduk saja” Ujar Donghae lalu mengambil sesuatu dari dalam kulkas

“Mwo?” Tanya Jessica tak mengerti

“Aku membelikanmu redvelvet tadi. Makanlah” Ujar Donghae sembari menyerahkan kue itu pada Jessica

“Lalu kau?”

“Aku sudah memakannya duluan tadi” Ujar Donghae sembari tersenyum penuh arti. Jessica mengangguk lalu mulai menyantap redvelvetnya. Jessica sudah sampai pada suapan terakhirnya. Donghae memperhatikan Jessica dengan khawatir

“Mmm! Ini sangat enak oppa!” Ujar Jessica lalu melap mulutnya dengan tisu

“M-mwo? Kau menghabiskan semuanya?!” Kaget Donghae menatap Jessica

“Nde, waeyo?” Tanya Jessica santai

“Sica-ah!”

“Waeyo?” Tanya Jessica bingung

“Kita harus kerumah sakit sekarang!” Seru Donghae khawatir

“Rumah sakit? Kenapa aku harus kerumah sakit?” Tanya Jessica mengangkat sebelah alisnya menatap Donghae

“Aku memasukan sesuatu pada redvelvet itu! Dan kau memakannya? Andwae! Kajja! Kita kerumah sakit sekarang. Aku belum mau kehilanganmu Jessica!” Teriak Donghae khawatir. Jessica tertawa sangat keras. Donghae menatap Jessica dengan bingung. “Waeyo?” Tanya Donghae tak mengerti

“Maksudmu kau memasukan ini?” Tanya Jessica sembari tersenyum. Lalu ia memperlihatkan sebuah benda kecil berbentuk bulat berwarna emas yang terdapa huruf D&J tersebut kepada Donghae. Donghae membulatkan matanya tak percaya

“Kau, bagaimana bisa?”

“Kau ingin membunuhku dengan memasukkan cincin pada kue ku, huh?”

“Jawab aku, bagaimana bisa?” Tanya Donghae menatap Jessica

“Tadi saat aku akan menyuapkan suapan kedua, aku melihat cincin ini disendokku, saat kau sedang menatap kearah lain aku mengambil cincin itu dan seolah olah tidak mengetahui nya. HAHA” Jelas Jessica diakhiri tawanya. Donghae menatap Jessica kesal

“Kau adalah seorang pengacau kejutan dan sama sekali tidak bisa romantis” Ujar Donghae kesal. Jessica hanya tertawa tanpa henti

“Yak yak! Hentikan. Aku akan serius sekarang. So, bagaimana? Kau mau?” Tanya Donghae menatap Jessica dalam. Jessica menghentikan tawanya. Jessica mendekatkan wajahnya kewajah Donghae hingga bibir mereka bersentuhan. Donghae dengan cepat membalas ciuman Jessica. setelah merasa napasnya akan hilang Jessica menarik wajahnya dari wajah Donghae lalu tersenyum menatap Donghae.

“Itu adalah jawabanku” Jawab Jessica tulus lalu memasukkan cincin itu pada jari manis nya

“Gomawo” Seru Donghae lalu kembali mencium bibir Jessica dalam

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

“Kau akan pergi Yoong?” Tanya Siwon yang melihat Yoona tengah sibuk mempercantik dirinya

“Nde oppa. Otte? Apa penampilanku sudah baik?” Tanya Yoona lalu berbalik menghadap Siwon

“Sangat buruk” Jawab Siwon dengan wajah serius nya

“Yak!” Ujar Yoona tidak terima

“Aku bercanda Im Yoona. Changkaman! Sejak kapan kau mengubah rambut mu menjadi blonde?” Tanya Siwon memperhatikan rambut Yoona

“Ah ini? Otte? Bukankah warna blonde sangat cocok denganku? Ini pertama kalinya aku mengubah warna rambut menjadi blonde seumur hidupku” Ujar Yoona sembari memainkan rambutnya

“Kau lebih cocok dengan rambut berwarna gelap Yoong” Jawab Siwon santai lalu berjalan menuju kamarnya. Yoona hanya menghembuskan napasnya kasar lalu berjalan keluar rumah. Dan mengendarai mobilnya sendiri

 

 

*

 

 

Yoona sampai direstoran favorit nya. Ia memarkirkan mobilnya rapih lalu berjalan masuk kerestoran tersebut. Yoona mencari-cari orang yang sudah membuat janji dengannya tadi pagi. Seyum terukir diwajahnya saat menemukan orang yang dicarinya. Yoona berjalan mendekati orang tersebut.

“Tiffany eonni!” Sapa Yoona sambil tersenyum ramah

“Oh Yoong, kau sudah sampai. Kau mengubah warna rambutmu?”

“Nde eonni. Apakah ini cocok untukku?”

“Sangat cocok. Ah, Chagi, perkenalkan dirimu sayang” Seru Tiffany pada seorang anak kecil yang dibawanya. Yoona menatap anakkecil itu bingung

“oh?nde mommy. Annyeonghaseo Auntie, namaku Daniel Choi tapi kau bisa memanggilku Danny” Ujar Danny. Yoona tersenyum gemas melihatnya walaupun ia masih bingung dengan anak didepannya ini

“Duduklah Yoong” Suruh Tiffany. Yoona mengangguk mengerti lalu duduk dihadapan Tiffany

“Mianhae, keundae, siapa dia- eonni? Daniel Choi? Ah, apakah dia?” Seru Yoona terkejut. Tiffany mengangguk pelan

“Kau bisa merahasiakan ini dari Siwon kan Yoong?” Tanya Tiffany menatap Yoona dengan tatapan memohon. Yoona menghembuskan napasnya pelan

“Kenapa kau tidak ingin dia mengetahuinya eonni? Dia berhak mengetahuinya” Ujar Yoona menatap Tiffany tak mengerti

“Andwae. Aku tidak akan memberitahunya Yoong. Aku tidak ingin dia mengetahuinya. Nde? jebal” Mohon Tiffany pada Yoona. Yoona hanya membalasnya dengan mengangguk pelan. “So, bisa kau ceritakan semuanya padaku sekarang eonni?” Tanya Yoona pada Tiffany. Tiffany menarik nafasnya lalu mulai menceritakan segala yang terjadi. Yoona tampak sedikit geram mendengar cerita Tiffany tersebut

“Siapa yang tega melakukan hal itu eonni?” Tanya Yoona geram

“Sudahlah Yoong. Biarkan saja. Ini semua sudah terjadi” Ujar Tiffany pelan

“Keundae eonni! Ini sangat keterlaluan! Siapa orang yang telah mengedit foto itu! Aku percaya padamu eonni! Kau pasti tidak melakukannya! Aish jinjja!” Ujar Yoona. Tiffany hanya tersenyum membalasnya

“Dan lagi, aku tidak mengerti dengan Siwon oppa. Mengapa dia tidak membiarkanmu menjelaskannya lebih dulu! Hah, ini benar-benar membuatku geram!” Seru Yoona tak tahan

“Sudah kubilang tidak apa-apa Im Yoona. Ini semua sudah terjadi” Ujar Tiffany tenang

“Lalu, sampai kapan kau akan menyembunyikan Danny dari Siwon oppa dan juga publik?”

“Entahlah. Kau tahu sendiri bahwa pernikahanku dengan Siwon saja tidak diumbar ke publik. Bagaimana bisa aku dengan tiba-tiba mengumbarkan kepublik bahwa aku sudah memiliki anak laki-laki berumur dua tahun setengah” Jelas Tiffany pada Yoona.

“Hah nde, itu ada benarnya juga” Ucap Yoona pelan

“Jangan sampai kau mengatakannya pada Siwon nde” Ujar Tiffany lagi

“Nde eonni, aku mengerti” Jawab Yoona cepat

“Aku percaya padamu Yoong” Seru Tiffany tulus

“Mommy! Aku ingin mengatakan sesuatu yang rahasia!” Ujar Danny sambil memukul pelan tangan Tiffany

“Waeyo chagi?” Tanya Tiffany lalu mendekatkan kupingnya kearah Danny

“Kapan kita akan pulang kerumah?” Tanya Danny sedikit keras. Sontak Yoona tertawa gemas mendengarnya

“Tunggu sebentar chagi, bahkan kita belum memesan makanan” Ujar Tiffany lembut

“Huh, aku sangat bosan mommy, dimana iPad ku” Ujar Danny sembari memajukan bibirnya. Tiffany mengambil iPad milik Danny ditasnya lalu memberikannya pada Danny “Hati-hati” Ujar Tiffany saat Danny mulai mengambil iPadnya

“Dia sangat lucu eonni!” Ujar Yoona gemas. Sedangkan Tiffany hanya tertawa pelan.

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

“Yuri-ah!” Teriak Cheolwoo memanggil Yuri seraya masuk kedalam kamar Yuri. “Kemana dia” Gumam Cheolwoo bingung. Saat hendak kembali keluar kamar, mata Cheolwoo menangkap sebuah kotak yang sudah cukup usang diatas kasur Yuri. Cheolwoo mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamar Yuri. Ia berjalan pelan lalu mengambil kotak yang cukup usang itu dan duduk ditepi ranjang.

Karena penasaran, Cheolwoo membuka kotak itu. sebuah album foto. Entahlah itu milik siapa. Merasa tertarik, cheolwoo mengambil album foto tersebut dan membukanya.

Senyum terukir diwajah Cheolwoo begitu saja. Foto-foto dirinya bersama Yuri semasa kecil banyak disimpan di album tersebut. Mulai dari foto mereka yang masih sangat kecil hingga Yuri masuk ke SMA dan dirinya yang masih berkuliah dulu. Senyumannya sedkit memudar saat melihat foto Yuri yang tengah merangkul seorang wanita dengan begitu hangat sambil tersenyum cerah kearah kamera. Cheolwoo yakin itu adalah sahabat Yuri yang selalu Yuri ceritakan padanya dari sejak SMA hingga kejadian yang sangat tidak menyenangkan itu. yang membuat senyumannya memudar adalah, Cheolwoo mengenal wanita itu.

“Tiffany Hwang” Gumam Cheolwoo pelan memperhatikan foto yang disimpan di album lama milik Yuri itu

“Apa yang kau lakukan, oppa?”  Tanya Yuri yang tiba-tiba saja masuk kekamarnya. Cheolwoo terdiam lalu mengangkat kepalanya menatap Yuri

“Yuri-ah”

“Nde?” Tanya Yuri bingung

“Wanita ini… Dia sahabat lamamu yang selalu kau ceritakan padaku itu?” Tanya Cheolwoo pelan menatap Yuri

“Nde oppa, wae?”

“Dia… Ti-tiffany Hwang?” Tanya Cheolwoo lagi meyakinkan. Yuri membulat mata terkejut

“Mwo? Kau mengenalnya oppa?” Tanya Yuri terkejut

“Kau bilang padaku kau berhasil membuat sahabat lamamu bercerai dengan suaminya, maksudmu dia?”

“Nde oppa”

“Ti-tiffany Hwang? Dia bercerai dengan suaminya? Siapa suaminya dulu?” Tanya Cheolwoo lagi

“Choi Siwon. Waeyo oppa? Apa kau mengenal mengenal mereka?” Seru Yuri menatap Cheolwoo bingung

“Mwo? Choi Siwon?”

 

 

 

 

—ToBeContinued—

 

 

Hello guys!. Kalian mungkin akan protes, kok Siwon/Tiff nya jarang muncul? Kok moment SIFANY nya gaada atau sedikit? Ok, aku jelasin, aku rencana nya mau nyelesaiin satu persatu masalah yang masih belum terpecahkan asalnya datang dari mana. Biar kalian ga terlalu bingung nantinya. Tapi di next chapternya, bakalan banyak moment Sifany nya kok hehe, sabar ya. Ohiya, next chapternya berunsur yadong NC. Jadi, mungkin akan aku protect. Makasih yang udah selalu RCL!<3

 

 

211 thoughts on “(AF) Begin Again Chapter 2

  1. Semenjak fany cerai ama siwon,fany meminun alkohol.untung ada sica yg selalu menemani dan menghibur fany,kamsabnida sica.so sweet banget siwon menggendong fany ampai kekamarnya.
    Dany gak sengaja ketemu siwon dady,tapi siwonnya gak kenal dany,siwonnya gak peka deh, we…..we…..
    Aiggo…….donghae mau romantis ehhhh…..malah dikacaukan oleh sica…..benar2 deh ice princess.
    Ooo…..cheolwoo oppanya yuri.gak nyangka yuri berbuat seperti itu pada fany,dan malah membuat rumah tangga fany retak sampai bercerai dengan siwon,dan parahnya ampai membuat foto rekayasa fany berselingkuh dengan pria lain, ck…..ck…..ck…..saking ingin balas dendam,yuri memanfaatkan yoona,jahat banget sih yurinya.
    Kasian pada yoona ditengah antara fany dan yuri,
    Siwon ada saingan berat nih,kayaknya cheol woo naksir ama fany deh.hehehe…….
    Next part……thor.keep writing thor.hwaiting.
    Thanks buat ffnya thor,saya suka konfliknya thor.
    Thor saya minta PWnya ya.thanks ya thor.
    Sifanya 4ever♡♡♡♡♡

  2. Haesica forever donghae romantis n Jessica yg dingin tp penuh kasih sayang….
    Sifany juga hàaaaaaaaaaaaaaaaah siapa sih yg buat mereka cerai apa yuri jahat amat kasian kan Danny gx tau kalau siwon itu ayah nya…aca… Aca.. Aca…faithiing

  3. Aq setuju krn dr awl udh ad konflik yg bikin kita mencari-cari penyebabny.
    karaktet Yuri bikin gemes, n ap Yoona akn bermuka dua? nih crt bikin pnasaran bgt.
    aplg lht HaeSica yg sweet pgn Sifany kyk gitu.
    bgmn cr dpt PWny? q dftr mnta PWny dong…

  4. Akhurx terbongkar juga alasan yuri dendam ma fany.
    Kirain mreka rebutan siwon eh ternyata gara2 namja lain.
    Knp fany lari pas kecelakaan itu?
    Pnasaran ma reaksi oppax yuri stlh tau bhw fany adlh trgetx yuri.
    Pliss cpt bls mzq ya thor .
    Gomawo

  5. Du du du du… sampai segitunya ya Tiffany karena masalah hubungannya sama Siwon. Alkohol oh alkohol kenapa harus ke alkohol?? Pelampiasan ke Sebotol Alkohol T_T Siwon kok gk peka sih,? Huhu T_T dan yang paling serius how can Yuri sejahat itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s