(AF) MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING Part 3

MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING

Part 3

PhotoGrid_1432099178895

Author : @q2lovepink

Main Cast: Tiffany Hwang, Choi Siwon

Other Cast: Jessica Jung, Choi Sooyoung, Lauren Hanna

Genre  : Sad, Romance, Marriage Life

Rating : PG (17+)

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku, apabila ada kesamaan cerita, ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak disengaja.

So Happy Reading ;)

Proyek kerjasama yang dibangun oleh Hyundai Crop dan Hwang Group mengalami kemajuan pesat berkat kerja keras semua tim, dan terutama CEO kedua belah pihak, yakni Choi Siwon dan Tiffany Hwang. Semua investor juga merasa puas dengan hasil yang mereka peroleh, untuk itu dua perusahaan terbesar di Negeri ginseng tersebut berencana untuk mengadakan pesta guna merayakan kesuksesan mereka.

Tiffany sangat antusias dalam perencanaan pesta tersebut, karena ini adalah kali pertama ia menjalankan proyek yang diberikan oleh mendiang ayahnya, terlebih lagi proyek tersebut berjalan sukses. Ia meminta pada semua pihak untuk menyerahkan urusan pesta pada dirinya, Tiffany ingin dia sendiri yang merancang pestanya dan tentunya dengan bantuan Jessica. Tidak diragukan lagi, mereka memang ahlinya.

Pesta akan diselenggarakan dua hari ke depan di salah satu hotel ternama di Seoul. Tiffany dan Jessica terlihat sangat sibuk mendekorasi ballroom yang akan menjadi tempat pesta diadakan. Namun tidak ada gurat kelelahan dalam wajah mereka. Dua gadis Amerika tersebut terlalu senang, sehingga mereka tidak mengindahkan rasa lelah yang menghinggapi mereka.

“No! jangan letakkan bunga itu disana!” intruksi Tiffany pada salah satu pegawainya. Ia mengontrol semua persiapan pesta mulai dari dekorasi, undangan bahkan urusan makanan sekalipun.

“Fany-ah, sebaiknya kau istirahat saja. Apa kau tidak merasa lelah? Sejak kemarin kau selalu mondar-mandir antara kantormu dan tempat ini. Biarkan mereka yang melakukannya.”

Siwon yang sejak tadi memperhatikannya, merasa gerah dengan sikap Tiffany yang tidak kenal lelah. Berulang kali ia memperingatkannya, namun hasilnya nihil. Tiffany tetap bersikeras dengan pendiriannya bahwa ia harus memastikan semua persiapan pesta sudah sesuai dengan keinginannya.

“Eoh? Oppa juga disini? Mian, aku tidak tahu kalau Oppa datang.” Ucapnya tanpa mengindahkan nasihat Siwon.

“Bagaimana mungkin kau menyadari kedatanganku, dari tadi kau sibuk dengan pekerjaanmu.”

Siwon berjalan melewati Tiffany dan ia duduk di salah satu bangku dekat kolam. Tiffany hanya tersenyum tipis melihat tingkah Siwon yang merajuk seperti anak kecil.

“Jadi Oppa marah? Oh kyeopta! Kau ingin apa? Ice cream? Coklat? Atau……….”

“YAK! Aku bukan anak kecil Fany!” teriak Siwon kesal, Tiffany tertawa puas sambil memegang perutnya. Siwon tertegun sesaat melihat tawa Tiffany yang begitu lepas. Terbesit rasa senang dalam hatinya.

“Apa kau senang, eoh? Tertawalah sepuasmu.” Rajuk Siwon pura – pura marah.

“Aigoo.. ternyata Oppaku benar – benar marah, hm? Baiklah bagaimana kalau kita makan siang? Kebetulan aku sangat lapar Oppa.” Ajak Tiffany mencoba membujuk Siwon.

Sebenarnya memang inilah tujuan Siwon mengunjungi Tiffany, ia ingin mengajaknya makan siang, ternyata nasib baik berpihak padanya. Tiffany yang terlebih dulu mengajaknya. So, tidak perlu menunggu jawaban lagi, Siwon langsung menggandeng tangan Tiffany menuju restoran favoritnya. Tiffany terkesiap dengan aksi Siwon, namun ia tidak dapat berbuat apa – apa selain mengikutinya.

 

***

“Suho-ssi, dimana Tiffany? Aku tidak melihat dia manapun.” Tanya Jessica yang sejak tadi mencari sahabatnya yang tidak ada ditempat. Biasanya jika ingin keluar, Tiffany pasti akan mengatakannya pada Jessica. tapi kali ini karena Siwon langsung membawanya pergi, ia jadi tidak sempat memberitahu Jessica.

“Tadi aku melihatnya pergi dengan Siwon-ssi, sepertinya mereka akan makan siang.” Jawab Suho salah satu pegawai di perusahaan Hwang Group.

“MWO?? Pergi dengan Siwon Opaa?? Aish anak itu, seenaknya saja meninggalkanku. Dia pikir aku tidak lapar. Awas saja kalian! Aku akan membuat perhitungan.” Ancamnya dengan mengepalkan tangannya.

Jessica berjalan dengan menghentak – hentakkan kakinya, ia masih kesal dengan Siwon dan Tiffany yang tidak mengajaknya makan siang. Karena tidak fokus pada jalanan yang ada di depannya, Jessica menabrak seorang pria yang tengah sibuk dengan ponselnya.

“AWW..! siapa yang berani menabrakku??” teriak Jessica

“Mianhae Agasshi, tadi aku sedang menelopn seseorang. Jadi aku tidak melihatmu berjalan didepanku.” Sesal pria tampan tersebut.

“YAK! Kau ………………” Jessica terpana dengan wajah tampan pria yang ada dihadapannya, ia menelan ludah. ‘Tampan sekali pria ini.’ batinnya.

“Agashhi, gwenchana?”

“N-nde.. ah namaku Jessica  Jung.” tanpa basa – basi Jessica langsung mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.

“Ah.. namaku Lee Donghae.” Pria yang bernama Lee Donghae itupun membalas uluran tangan Jessica.
***

Siwon dan Tiffany menikmati makan siang mereka dalam keheningan, tidak ada seorang pun diantara mereka yang memulai pembicaraan. Hanya terdengar suara garpu dan sendok yang saling bersahutan, hingga akhirnya Tiffany memberanikan diri untuk membuka suara.

“Bagaimana keadaan Lauren, Oppa? Mian, belakangan ini aku tidak pernah mengunjunginya.”

“Gwenchana, Lauren pasti mengerti dengan kesibukanmu Fany.”

Dan selanjutnya mereka kembali terdiam. Sesekali Siwon melirik kearah Tiffany. Ia merutuki dirinya dalam hati yang tak sanggup mengatakan apapun.

TING

Suara pintu restoran berbunyi, menandakan ada pelanggan lain yang masuk. Sepasang insan manusia yang baru saja bertemu berjalan beringan mencari meja yang kosong, namun sayang semua meja telah terisi penuh. Hingga tanpa sengaja sang wanita melihat dua orang yang tak asing lagi baginya. Tanpa segan ia pun menghampiri mereka.

“Tiffany?”

“Eoh? Jessca?”

Pandangan Tiffany beralih pada seorang pria yang berdiri disamping Jessica. lantas ia kembali memandang Jessica dengan tatapan menuntut penjelasan. Seolah mengerti dengan tatapan Tiffany, Jessica langsung memperkenalkan pria disampingnya.

“Ah.. Fany, Siwon Oppa, perkenalkan ini  Donghae Oppa.”

Siwon dan Tiffany hanya saling pandang dan keduanya mengangkat bahu serempak. Tunggu! Tadi Jessica memanggilnya ‘Oppa’ apa mereka sudah sedekat itu?

“Annyeonghaseo, Lee Donghae imnida.” Donghae membungkuk hormat pada mereka.

“Choi Siwon imnida,”              “Tiffany Hwang imnida.”

“Ehmmmm bolehkah kami bergabung dengan kalian? Tidak ada meja yang tersisa untuk kami.” Lanjut Donghae dengan nada sedikit ragu.

“N-nde?” Jawab Siwon dan Tiffany serempak.

“Ayolah Fany! biarkan kami bergabung dengan kalian, ne! kami sudah sangat lapar. Please!” bujuk Jessica dengan puppy eyesnya. Tiffany langsung menggeser tubuhnya agar Jessica dapat duduk disampingnya. Begitu pun dengan Siwon yang mempersilahkan Donghae untuk duduk bersamanya, meskipun ia menggerutu sebal pada Jessica yang selalu mengganggu momentnya bersama Tiffany.

Kehadiran Jessica dan Donghae mampu mencairkan suasana yang sempat canggung. Mereka berdua tidak pernah kehabisan cerita. Sementara Siwon dan Tiffany hanya menjadi pendengar setia. Jika orang lain yang melihat mereka berempat, pasti akan beranggapan bahwa mereka tengah melakukan ‘Double Date’

“Oh iya Siwon-ssi, Tiffany-ssi, minggu depan aku akan mengadakan pameran lukisan di galeriku. Jika kalian tidak keberatan dan ada waktu, aku ingin kalian ikut hadir.”

Donghae menyerahkan undangannya pada Siwon dan Tiffany. Begitu membaca undangan yang diberikan Donghae tadi, Tiffany tersenyum simpul. Ia berencana mengerjai seseorang.

“Donghae-ssi jadi kau seorang pelukis? Maukah kau melukisku suatu hari nanti?”

Siwon dan Jessica sontak membulatkan mata mereka. Jessica tidak senang karena ia yang terlebih dulu mengenal Donghae, Jadi seharusnya ia yang meminta itu. Sedangkan Siwon tidak senang karena gadis yang dicintainya harus dilukis oleh pria muda yang mungkin usianya hanya berbeda tipis dengannya.

“Dengan senang hati, tapi bolehkah aku melukis nona Jung terlebih dahulu?” Tanya Donghae seraya melirik Jessica. tentu saja Jessica merasa sangat bahagia.

“Oh suatu kehormatan bagiku Tn. Lee.” Jawab Jessica antusias. Ia mendelik pada Tiffany dan tersenyum penuh kemenangan.

Merasa diacuhkan oleh ketiga orang yang tengah asyik bercanda, Siwon berpamitan pulang.

“Mianhae, aku harus segera pergi, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Ucap Siwon sinis.

“Oppa! Apa kau akan meninggalkanku? Aish jinjja.. kau tega sekali Oppa!” komentar Tiffany tak kalah sinis.

“Bukankah kau sudah punya teman baru? Kau pulang saja bersama mereka.” Siwon melirik Donghae sebal.

“YAK! Oppa! Kalau kau berani meninggalkan Fany, aku akan membuat perhitungan denganmu.” Ancam Jessica dengan mengepalkan tanganya kearah Siwon.

“Tapi aku tidak keberatan jika harus mengantar Tiffany-ssi pulang. Aku pastikan dia akan aman bersamaku, kau tenang saja Siwon-ssi.”

‘Mwo? Siwon Pabo! Apa kau akan membiarkan pria asing itu mengantar Fany? Itu sama saja kau memberinya kesempatan. Andwe! Itu tidak boleh terjadi.’ Gerutu Siwon dalam hati, ia lantas menarik tangan Tiffany keluar restoran.

“Kajja Fany! Aku masih ada urusan denganmu.”

Donghae mengedipkan sebelah matanya pada Jessica, “Aku hebat kan?”

 

***

Keheningan terjadi di dalam mobil yang ditumpangi Siwon dan Tiffany. Sejak keluar dari restoran tadi, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Tiffany heran dengan mood Siwon yang gampang berubah sejak tadi pagi, dan tanpa terasa mata indahnya sudah tertutup.

Setelah 15 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di perkarangan rumah mewah Tiffany. Ketika Siwon hendak berbicara dengan Tiffany, ia tersentak kaget mendapati Tiffany tengah tertidur lelap. Siwon tidak tega membangunkannya, ia pasti sangat kelelahan. Pikirnya. Dalam keadaan seperti ini, ia bisa dengan leluasa memandang wajah cantik Tiffany. Siwon membelai lembut pipi mulus Tiffany.

Lama mereka dalam posisi ini hingga akhirnya Tiffany menggeliat pelan dan mengerjap – ngerjapkan matanya. Siwon sontak menjauhkan wajahnya dari wajah Tiffany. Ia bersikap seolah – olah  tidak terjadi apa – apa.

Begitu kesadarannya terkumpul penuh, Tiffany melebarkan matanya dan menatap Siwon tajam seakan ia meminta penjelasan Siwon akan keberadaan mereka di perkarangan rumah Tiffany. Seolah tahu dengan tatapan Tiffany, Siwon langsung memberinya jawaban.

“Kau sangat kelelahan Fany-ah, jadi aku terpaksa membawamu pulang,” Katanya dengan santai.

“Tapi pekerjaanku masih banyak Oppa! Sebaiknya cepat Oppa antarkan aku kembali ke hotel!” protes Tiffany tak terima.

“Jadi kau ingin mengajakku check in bersama?” goda Siwon.

“Yak! Dasar byuntae! Ada apa dengan otakmu!” tak dapat dipungkiri, perkataan Siwon tadi mampu membuat pipi Tiffany merona, namun dengan sigap Tiffany menutupinya dengan berpura – pura marah.

“Hahaha… kau lucu sekali Fany-ah.” Tiffany semakin geram melihat Siwon yang tidak berhenti menertawakannya. Ia berniat untuk turun dari mobil Siwon, namun sebuah tangan kekar menghalangi niatnya.

“Baiklah aku akan mengantarmu, tapi kau harus janji setelah ini kau harus istirahat. Aku tidak ingin kau memaksakan dirimu Fany-ah. Jadi kalau kau melanggar janji, aku tidak akan segan – segan menyeretmu pulang. Aratchi!”

Tiffany tertegun dengan penuturan Siwon, ia tidak menyangka Siwon begitu memperhatikannya. Mata Siwon juga menyiratkan kelembutan dan ketulusan. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, yang jelas ini pertama kalinya ia merasakan kenyamanan dari seorang pria selain ayahnya.

 

***

Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Semua tamu undangan tampak sangat menikmati pesta yang diadakan oleh dua perusahaan terbesar di Korea tersebut. Perhatian mereka teralihkan pada sosok wanita cantik dengan balutan dress one shoulder merahnya. Ia berjalan anggun dengan rambut gelombangnya yang sengaja dibiarkan terurai, make up nya yang tidak terlalu tebal namun terkesan elegan ditambah dengan perhiasan yang melekat sempurna pada leher dan pergelangan tangannya, membuat semua tamu undangan terpaku dan enggan mengalihkan pandangannya.

Siwon adalah salah satu dari ratusan pasang mata yang ikut terpesona dengan makhluk indah yang kini tengah berjalan menghampirinya. Tak dapat dipungkiri, jantungnya saat ini berdegup kencang. Bahkan rasanya ia tak mampu bernapas lagi, seluruh tubuhnya tiba – tiba kaku tak dapat digerakkan.

“Oppa, gwenchana?” suara lembut Tiffany mampu menyadarkannya kembali ke alam sadarnya.

“E-eoh… a-ada apa Fany-ah?” tanyanya dengan terbata – bata, ia sendiri bingung kenapa lidahnya menjadi kelu.

“Tsk.. kau ini aneh sekali Oppa. Ya sudah aku akan menemui tamu yang lainnya, ne.”

“Changkamman! Bisakah kita bicara sebentar?” Tanya Siwon ragu, entahlah apa yang ingin dibicarakan Siwon pada Tiffany.

“N-nde? Apa ada hal yang penting Oppa?”

Tanpa menjawab pertanyaan Tiffany, Siwon sudah membawanya menuju balkon hotel. Tiffany tidak dapat melakukan apa – apa selain mengikuti Siwon yang begitu tampak bersemangat.

Setelah mereka sampai, Siwon berubah menjadi gugup. Tiffany mengerutkan keningnya berlipat – lipat. Siwon terus saja menghembuskan nafasnya sembari menggerak – gerakkan tangannya agar merasa lebih tenang.

“Oppa, ayo katakan ada apa? Semua tamu sudah menunggu kita.” Desak Tiffany yang sedari tadi bingung dengan tingkah Siwon.

“Eum..eum.. Fa.. Fany-ah… a..aku…aku… oh shit! Kenapa susah sekali mengatakannya?”

“Tidak biasanya kau seperti ini Oppa. Kalau kau masih tidak mau bicara, aku akan pergi.”

Tiffany bersiap meninggalkan Siwon, namun dengan sigap Siwon menahannya.

“Ba..baiklah aku akan bicara sekarang. Se-sebenarnya aku… aku… me..menyukaimu.” akhirnya kata – kata yang sedari tadi sulit diucapkan Siwon, meluncur juga dari mulutnya. Sementara Tiffany bagaikan disengat listrik ribuan volt, tubuhnya menegang dan ia sama sekali tak bergeming. Apa ia tidak salah dengar? Siwon menyukainya? Tapi bagaimana mungkin? Ia adalah suami mendiang Stephany saudari kembarnya.

“Fany-ah, apa kau mendengarku?” Siwon terus mengguncang – guncangkan tubuh Tiffany yang tidak meresponnya.

“Eoh? N-ne… Op-Oppa…. Kau hanya bercanda kan?” akhirnya Tiffany mampu mengeluarkan suaranya setelah beberapa detik terdiam.

“I’m so serious Fany” Ucap Siwon mantap.

“Tapi Oppa, apa kau sadar kalau aku adalah adik iparmu? pernyataanmu tadi secara tidak langsung adalah pengkhianatan untuk Stephany Eonni!”  Tiffany tidak dapat menahan emosinya, entah apa yang membuatnya seperti itu. Namun ia merasa jika Siwon tidak pantas untuk mengungkapkan perasaannya pada adik iparnya sendiri.

“Fany-ah ini bukan pengkhianatan! Stephany memiliki tempat tersendiri disini.” Ungkap Siwon sembari menunjuk hatinya.

“Tidak Oppa! Aku tidak akan pernah bisa menerimamu.”

“Apa kau tidak memikirkan Lauren? Dia sangat membutuhkanmu Fany.” Siwon terus berusaha membujuk Tiffany dengan membawa nama Lauren, akan tetapi Tiffany masih menolakknya.

“Itu bukan alasan Oppa! Aku masih bisa menjaganya tanpa harus hidup bersamamu.”

Siwon tidak habis pikir kenapa gadis di depannya ini begitu keras kepala. Ia menolak mentah – mentah ungkapan cintanya. Sakit, tentu saja. Selama ini ia lah yang selalu menolak semua yeoja yang mencoba mendekatinya, namun kali ini keadaannya berbalik.

“Baiklah, kalau memang itu keputusanmu. Kau egois Fany! Kau! sangat sangat egois!” ungkap Siwon dengan penuh penekanan di setiap katanya. Ia pun berlalu meninggalkan Tiffany  yang sudah berlinang air mata.

Pertahanan Tiffany runtuh. Seluruh tubuhnya terguncang hebat, kedua kakinya tidak dapat menopang tubuhnya lagi hingga ia terkunglai ke lantai. Cairan bening mengalir deras di pipinya, hatinya begitu sesak.

“Mianhae Oppa… jeongmal mianhae..” lirihnya.

 

***

Siwon berjalan sempoyongan akibat mabuk berat, ya setelah ia menerima penolakan dari Tiffany, Siwon secara membabi buta meminum 10 gelas wine. Pikirannya kacau, ini adalah kali kedua ia mabuk setelah dulu ia kehilangan Stepahany. Siwon terus meracau sepanjang perjalanan, ia lupa dengan mobilnya yang terparkir di bar tempat ia minum. Terkadang ia tertawa, terkadang pula ia menangis seraya memukul – mukul dadanya. Hingga tanpa sadar ia menabrak seorang wanita cantik.

“Awww!!!” ringis wanita tersebut, ia terjatuh bersama Siwon. Karena kesadarannya sudah habis, Siwon akhirnya pingsan dipangkuan wanita yang baru saja ditabraknya. Wanita cantik itu memicingkan matanya, meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya adalah benar.

“Siwon Oppa…” gumamnya pelan, sedetik kemudian ia tersenyum licik. ‘Ini adalah saat yang tepat untuk mendapatkannya.’ Batinnya.

Tanpa menunggu waktu lama, ia membawa Siwon kedalam mobil silvernya. Lantas ia menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi menuju apartement pribadinya. Wanita berambut blonde tersebut memiliki ide gila yang menurutnya kesempatan ini tidak akan datang dua kali.

“Kau sendiri yang datang padaku Oppa, jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat sesuatu padamu.” Ucapnya seduktif seraya membelai lembut pipi Siwon.

 

***

Cahaya matahari yang masuk ke celah – celah jendela, mengganggu tidur seorang pria tampan dengan berbalut selimut putih. Ia mengerjap – ngerjapkan matanya menyesuaikan dirinya dengan cahaya matahari. Setelah semua kesadarannya terkumpul, ia merasa asing dengan ruangan yang ditempatinya. Dan betapa syoknya pria tersebut mendapati dirinya yang hanya mengenakan celana boxernya. Terlebih lagi ketika ia menoleh kesamping kirinya, ia melihat seorang wanita yang tengah tertidur pulas.

“Apa yang terjadi denganku? Dan dimana ini? Apakah aku melakukan sesuatu terhadap wanita ini? Tapi siapa dia?” pertanyaan – pertanyaan itu bergelayut dipikiran pria yang ternyata adalah Choi Siwon, ia sungguh tidak mengingat apapun tentang kejadian semalam. Dan bagaimana mungkin ia bisa terbangun dalam keadaan yang menjijikkan seperti ini.

“Oppa.. kau sudah bangun, hm? Mianhae semalam tidurku sangat nyenyak, jadi aku telat membangunkanmu.” Ucap wanita yang tadi tidur disamping Siwon. Begitu wanita tersebut menolehkan kepalanya, mata Siwon melebar sempurna. Ia tidak percaya wanita yang kini ada dihadapannya adalah wanita yang selama ini selalu mengejarnya dan yang selalu ia tolak.

“Ste-stella?”

“Gomawoyo untuk semalam Oppa.” Ucapnya manja, dan ketika ia hendak memeluk Siwon, dengan sigap Siwon langsung menepis tangannya.

“Katakan! apa yang sudah terjadi semalam Stella?” geram Siwon. Ia tidak bisa membayangkan jika sudah terjadi hal buruk yang menimpanya bersama Stella.

“Seperti yang kau lihat sekarang Oppa.” Ucap Stella santai.

“Itu tidak mungkin! Kau adalah wanita licik Stella! Kau pasti sudah menjebakku!!!” Teriak Siwon, ia langsung berdiri dari tempat tidur Stella, lantas dengan cepat ia mengambil pakaiannya yang tercecer di lantai, dan segera pergi meninggalkan Stella yang tersenyum puas.

 

***

Sementara itu di kediaman keluarga Hwang, Tiffany masih asyik menutupi tubuhnya dengan selimut pink tebalnya. Hari ini ia tidak ingin melakukan aktifitas apapun. Pernyataan Siwon tadi malam, terus terngiang di telinganya hingga membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Bahkan ia tidak henti – hentinya menangis. Tiffany memang belum bisa meyakinkan hatinya untuk Siwon, ia tidak ingin mengkhianati Eonninya. Baginya, Siwon tetap suami Stephany sampai kapanpun dan ia tidak boleh merebutnya.

“Auntyyyy!!!!!” suara khas Lauren mampu mengalihkan pikiran Tiffany, dengan segera ia mengibaskan selimutnya dan menatap Lauren yang kini berdiri tepat dihadapannya.

“Ada apa baby? Kenapa pagi – pagi kau sudah ada disini, hm?” Tanya Tiffany lembut.

“Apa aku tidak boleh berkunjung? Apa Aunty tidak senang dengan kedatanganku? ” tampaknya Lauren sangat kecewa dengan pertanyaan Tiffany.

“A-aniyo, bukan begitu baby. Aunty hanya terkejut saja, kau tiba – tiba ada disini sementara Aunty baru bangun.” Jelas Tiffany, ia mencoba memberi pengertian pada Lauren agar Lauren tidak salah paham terhadapnya.

“Aku sangat merindukan Aunty, dan apa Aunty tahu semalam Daddy tidak pulang. Aku pikir Daddy ada disini bersama Aunty.”

Ucapan Lauren sontak membuat Tiffany mematung. Jadi semalam Siwon tidak pulang? Kemana dia? Apa terjadi sesuatu padanya? rasa khawatir tiba – tiba menyelimuti Tiffany.

“Eonni, apa tadi malam Siwon Oppa bersamamu? Aku sudah meneleponnya berkali – kali, tapi ia tidak mengangkatnya.”

Sooyoung yang baru saja bergabung bersama mereka ikut menjelaskan bahwa Siwon belum pulang hingga kini, dan itu membuat Tiffany semakin mengkhwatirkannya.

Drrrttt drrrtttt

Suara ponsel Sooyoung berbunyi, ia mengernyitkan keningnya begitu melihat nomor yang tertera di ponselnya. Sooyoung sama sekali tidak mengenali nomor yang baru saja mengirimnya pesan.

Dan betapa terkejutnya Sooyoung tatkala ia membuka pesan yang berisikan foto – foto Siwon bersama Stella yang tengah tidur sambil berpelukan. Mata Sooyoung memanas, ia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Ada apa Youngie? Apa itu pesan dari Siwon Oppa?” Tanya Tiffany penasaran.

“Sooyoung Imo, apa itu Daddy?” Lauren yang berada di tengah – tengah mereka ikut antusias menanyakan Siwon.

“Bu-bukan… Eonni maaf bisakah aku menitip Lauren sebentar? Aku harus pergi, tadi temanku baru saja memberiku pesan. Aku janji aku akan kembali secepatnya, ne.”

“Baiklah! Kau berhati – hatilah di jalan ne,”

“Ne, Arraseo! Lauren-ah, Imo pergi dulu. Tidak apa – apakan kau disini bersama Tiffany Aunty?”

“Tentu saja, Imo pergi lama juga tidak apa – apa. Biar aku bisa menghabiskan waktuku bersama Tiffany Aunty.” Ucap Lauren senang, bagaimana tidak sudah beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan Tiffany. So, sudah pasti ia sangat merindukannya.

“YAK! Lauren-ah apa maksudmu? Awas saja ya Imo tidak akan membelikanmu ice cream.” Ancam Sooyoung, tentu saja ia hanya berpura – pura. Lauren dan Tiffany pun tidak bisa menahan tawa mereka dan keduanya ber-high five ria.

 

***

Siwon pulang dalam keadaan yang kacau. Rekaman kejadian tadi pagi di apartement Stella seolah berputar terus di kepalanya. Siwon merutuki kebodohannya yang tidak sadarkan diri dan melakukan hal yang……………. Oh, Shit! Bagaimana jika itu benar – benar terjadi. Apa yang harus ia katakan pada Lauren dan Sooyoung? Kau memang bodoh Choi Siwon! Kau sangat bodoh! Bagaimana mungkin kau bisa terjebak oleh wanita psikopat itu. Siwon terus menyalahkan dirinya yang begitu mudah masuk kedalam perangkap Stella. Namun semua itu bukan sepenuhnya kesalahan Siwon, karena pertemuannya dengan Stella kemarin malam memang tidak disengaja.

“Tuan Choi anda sudah pulang? Sejak tadi nona muda Lauren terus menanyakan anda.” Jelas Park Ahjuma, pengurus rumah sekaligus pengasuh Lauren.

“Tadi malam aku menginap dirumah temanku, Ahjuma. Oh iya dimana Lauren? Bukankah tadi  Ahjuma bilang dia menanyakanku.” Siwon mengedarkan pandangannya guna mencari Lauren.

“Nona Sooyoung membawanya ke rumah Nona Tiffany, Tuan. Karena nona muda Lauren tidak mau berhenti merengek.” Mendengar nama Tiffany, semakin membuat Siwon merasa sesak. Seandainya Tiffany tidak menolaknya dan seandainya ia tidak mabuk, mungkin semua ini tidak akan terjadi.

“Tuan, Gwenchana? Apa anda ingin aku buatkan kopi?”

“Tidak perlu Ahjuma, aku hanya ingin beristirahat di kamarku. Gomawo.”

Siwon kembali berjalan gontai menuju kamarnya, Park Ahjuma yang melihat raut wajah Siwon yang tidak seperti biasanya, merasa khawatir dengan keadaan tuannya.

 

***

Sesuai permintaan Stella yang menyuruhnya untuk bertemu di café yang terdapat di daerah Gangnam-gu, dengan penuh kesabaran Sooyoung menunggu wanita yang telah menyulut emosinya tersebut.

Selang berapa lama, akhirnya Stella muncul dengan gayanya yang angkuh. Senyuman puas tidak pernah lepas dari bibirnya. Ia pun menghampiri Sooyoung yang tengah menatapnya tajam.

“Apa maksud dari semua ini Stella? Sampai kapan kau akan mengejar – ngejar Oppaku? Bukankah sudah kuperingatkan agar kau menjauh darinya, kenapa sekarang kau muncul lagi, eoh?” emosi Sooyoung yang sedari tadi ditahannya, akhirnya meluap ke permukaaan. Ia sudah sangat murka dengan Stella yang tidak pernah berhenti mengganggu Siwon.

“ckckck… ternyata kau tidak pernah berubah Sooyoung-ah, tapi sayang kali ini ancamanmu tidak akan berhasil. Kau sudah melihatnya sendiri bukan? Oppa mu tidak akan bisa lagi menghindar dariku. Hahahaha.” Tawa Stella yang begitu membahana mengisi seluruh café yang kebetulan belum terlalu ramai.

“Siwon Oppa tidak mungkin melakukannya. Kau pasti sudah menjebaknya! Aku akan buktikan kalau semua ini hanya rekayasamu, wanita busuk!!” dengan reflek Sooyoung menyiram Stella dengan air minum yang ada di atas meja. Tentu saja Stella murka, ia menjambak rambut Sooyoung dan meneriakinya.

“BERANI SEKALI KAU MENYIRAMKU!!! DASAR WANITA TIDAK TAHU DIRI!!!!

Melihat pertengkaran antara dua gadis cantik ini, membuat seluruh pengunjung dan pemilik café ikut memisahkan mereka.

“Nona tolong hentikan!!! Jangan membuat keributan di café ku!! Jika kalian berdua tidak mau berhenti, aku tidak akan segan – segan memanggil polisi.” Ujar sang pemilik café dengan penuh ancaman.

Mendengar itu, Sooyoung dan stella berhenti. Mereka saling memberikan deathglare mereka masing – masing. Stella terlebih dahulu pergi dari café tersebut disusul oleh Sooyoung, namun sebelumnya Sooyoung terlebih dulu memohon maaf pada pemilik café dan pengunjung lainnya.

 

***

“Aunty!”

“hm..”

“Apa Aunty menyayangiku?”

“Tentu saja baby, Aunty sangat sangat menyayangimu.”

“Jinjja?”

“Ne, apa kau perlu bukti?”

Lauren menganggukkan kepalanya cepat.

“Baiklah. Apa yang harus Aunty lakukan agar my princess ini mau percaya?” Tiffany mendudukkan Lauren dipangkuannya dan memeluknya erat.

“Tinggallah bersama kami Aunty. Please!!!”

Secara perlahan Tiffany melonggarkan pelukannya pada Lauren, ia kembali teringat dengan ucapan Siwon. Dan tanpa dapat dicegah, cairan bening lolos begitu saja dari mata indahnya. Tiffany segera menghapusnya dengan punggung tangannya sebelum Lauren melihatnya.

“I’m so sorry baby, Aunty tidak mungkin melakukannya. Tapi kau tidak perlu khawatir, Aunty pasti akan sering menginap dirumahmu dan kau juga bisa menginap disini selama yang kau mau. Bagaimana? Apa kau setuju?”

“YEAHHH!!! Aku setuju!!!” Lauren bersorak gembira, ia melompat – lompat kegirangan. Tiffany hanya bisa tersenyum getir melihat Lauren, hatinya begitu sakit karena tidak dapat mengabulkan keinginan Lauren.

 

***

Jessica dan Donghae tengah menikmati makan siang mereka di café yang tidak jauh dari kantornya. Sejak pertemuan pertama mereka, kini keduanya terlihat lebih akrab bahkan terkadang orang yang melihat pasangan tersebut mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

“Oppa, apa kau tinggal sendiri di Korea?”

“Aniyo, aku tinggal bersama adikku. Sebenarnya Appa hanya menyuruhku saja, tapi adikku yang satu ini selalu merengek untuk ikut bersamaku. Aku sangat menyayanginya, dia satu – satunya adik yang aku punya,” ujar Donghae panjang lebar.

“Pasti sangat menyenangkan memiliki seorang adik. Kita bisa berbagi cerita bersamanya. Tidak sepertiku yang tinggal sendiri, aku hanya bisa menumpahkan semua perasaanku pada sahabat terbaikku. Dia yang selama ini selalu menemaniku.”

“Kalau boleh aku tebak, orang tersebut pasti Tiffany Hwang. Benar kan?” Tanya Donghae penuh keyakinan.

“That’s right.” Jessica mengacungkan jempolnya pada Donghae dan memberikan senyum terbaiknya.

“Sepertinya temanmu itu penuh dengan tekanan, aku bisa melihat dari sorot matanya.” Ucapan Donghae tiba – tiba berubah serius.

“Jadi Oppa memperhatikannya? Apa Oppa menyukai Fany?” Tanya Jessica sinis.

“Mwo??? Hahahaha kau tenang saja Sica-ya, dia bukan tipeku.” Donghae mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum penuh arti pada Jessica. tentu saja Jessica dibuat tersipu malu oleh tingkah Donghae.

 

***

Sooyoung melangkah cepat menuju kamar Siwon. Ia mengetuk – ngetuk pintu kamarnya dengan menggebu – gebu. Setelah pulang dari café tadi, Sooyoung langsung bergegas pulang kerumahnya. Ia tahu jika Oppa nya tidak masuk kantor hari ini.

“Oppa! Buka pintunya! Aku ingin bicara denganmu!”

“Lain kali saja Youngie! Aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun.”

“Shirreo!! Aku ingin bicara denganmu sekarang juga. Cepat buka pintunya!!” Teriak Sooyoung. Dengan terpaksa Siwon membuka pintu kamarnya. Sooyoung merasa miris melihat keadaan Siwon, ia bersumpah akan membalas perbuatan Stella.

“Cepat katakan apa urusanmu! Aku sangat lelah.” Siwon berjalan menuju sofa kamarnya, ia duduk tanpa menatap Sooyoung.

“Oppa aku sudah tahu semuanya.”

“Nde???”

“Tadi pagi Stella mengirim fotomu bersamanya.” Lirih Sooyoung, ia menundukkan kepalanya tak berani menatap Siwon yang membulatkan matanya karena kaget.

“Youngie percayalah, aku yakin aku tidak melakukan apapun padanya.” Ujar Siwon berusaha meyakinkan Sooyoung.

“Aku percaya padamu Oppa, hanya saja aku heran kenapa kau bisa berada di apartementnya.” Sooyoung ikut duduk disamping Siwon.

“Itu semua terjadi karena aku mabuk berat setelah Fany menolak cintaku.”

“Mwo????? Fany Eonni menolak cinta Oppa? Jadi Oppa sudah mengungkapkannya?? Ya ampun Oppa, tidak seharusnya kau minum hingga mabuk berat seperti itu. Sekarang Oppa lihat kan akibatnya. Aku tidak bisa menjamin jika Oppa benar – benar tidak melakukannya dalam keadaan mabuk.” Suara Sooyoung naik satu oktaf begitu mendengar penjelasan Siwon. Ia juga sudah naik pitam.

“Tapi aku yakin tidak melakukannya Youngie.” Ucap Siwon memelas.

Sooyoung tidak tega melihat Siwon yang hancur seperti ini, ia segera membawa Siwon kedalam pelukannya. Keduanya menumpahkan air mata mereka dalam keheningan.

 

***

Jam sudah menunjukkan pukul 8 PM waktu setempat. Lauren sudah tertidur lelap di ranjang milik Tiffany. Hingga detik ini belum ada kabar apapun dari Sooyoung, bahkan nomornya tidak dapat dihubungi. Tiffany semakin frustasi dibuatnya. Ia terus mondar – mandir di ruang tengah rumahnya.

TING TONG

Mendengar suara bel, Tiffany segera berlari membuka pintu. Namun sayang, bukanlah Sooyoung yang datang melainkan orang suruhan Siwon.

“Mianhae Nona, aku hanya ingin membawakan pakaian nona muda Lauren. Dan tuan Choi berpesan bahwa sebaiknya nona muda untuk sementara waktu ini tinggal bersama anda.”

Orang tersebut menjelaskan maksud kedatangannya dan langsung berpamitan pulang sambil membungkukkan badannya.

“Changkamman Ahjussi! apa terjadi sesuatu di rumah Tuan Choi? Kemana Sooyoung? Kenapa ia tidak menjemput Lauren? Dan tadi anda bilang bahwa Lauren harus tinggal disini untuk sementara waktu? Ahjussi, bisa anda jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?”

Tiffany menyerbu Ahjussi tersebut dengan rentetan pertanyaan yang tidak mungkin di jawab olehnya.

“Aku sungguh tidak tahu apapun nona, jeongmal mianhaeyo.” Sesal Ahjussi tersebut.

“Gwenchana. Kau boleh pergi Ahjussi, Gomawoyo.” Tiffany kembali menutup pintu rumahnya, pikirannya melayang entah kemana.

“Aku tidak bisa diam saja, aku harus segera mencari tahu.” Gumam Tiffany seraya mengambil ponselnya dan menekan nomor yang ditujunya.

Tuuuttt tuuutttt

1 detik… 2 detik…. 3 detik………

“Aish… ayolah Oppa angkat teleponnya! Arrrrgghhhh….. aku bisa gila jika begini.”

Karena tidak mendapat respon dari orang yang diteleponnya, Tiffany pun memutuskan untuk mengirimnya pesan.

From    : Tiffany

To        : Siwon Oppa

Annyeong Oppa, maaf mungkin Oppa masih marah padaku. Tapi aku mohon jangan membuatku penasaran seperti ini. Katakanlah apa yang terjadi denganmu dan Sooyoung! Aku sungguh mengkhwatirkan kalian. Tolong balas pesanku ini Oppa, jebal!’

 

Sudah satu jam Tiffany menunggu balasan dari Siwon, namun hasilnya nihil. Siwon sama sekali tidak membalasnya.

“Baiklah jika itu maumu aku tidak akan lagi mempedulikanmu.” Geram Tiffany kesal. Ia membanting ponselnya ke atas sofa yang berada dikamarnya.

 

***

Pagi ini Tiffany mengajak Lauren jalan – jalan di taman sekitar rumahnya, kebetulan hari ini adalah hari libur jadi ia bisa menghabiskan waktu bersama Lauren. Meskipun hatinya masih sakit karena Siwon masih belum membalas pesannya hingga detik ini.

Ketika mereka sedang asyik bercanda, tiba – tiba Ny. Hye Ri datang menghampiri mereka.

“Pagi Lauren-ah!” sapa Ny. Hye Ri ramah. Sontak Tiffany kaget dan langsung memalingkan wajahnya.

“Halmoni!!! Bogoshippoyo.” Ujar Lauren manja dan menghambur kedalam pelukan Ny. Hye Ri.

“Nado.” Balas Ny. Hye Ri yang juga sangat merindukan Lauren.

“Lauren-ah Kajja kita pergi! Bukankah kau ingin membeli sesuatu?” ajak Tiffany. Jelas sekali ia ingin menghindar dari ibunya.

“Tiffany! Bisakah kita bicara sebentar?”

“Maaf Nyonya, aku sedang terburu – buru jadi aku tidak punya waktu untuk berbicara denganmu.” Ketus Tiffany. Ia hendak menarik tangan Lauren, namun Ny. Hye Ri mencegahnya.

“Aku mohon Fany! Hanya sebentar saja.” Pinta Ny. Hye Ri dengan tatapan sendunya.

“Aunty, biarkan Halmoni ikut bersama kita. Aku juga sangat merindukannya.” Rengek Lauren dengan mempoutkan bibir mungilnya. Melihat itu, akhirnya Tiffany mau menuruti keinginan Lauren dan ibunya.

 

Tak jauh dari tempat ketiga insan yang berbeda usia itu duduk, sesosok wanita tinggi nan cantik tengah memperhatikan mereka.

“Ini tidak mungkin. Stephany sudah mati! Aku bahkan menyaksikan sendiri pemakamannya. Tapi siapa wanita itu, kenapa ia bisa bersama Lauren dan Ny. Hye Ri. Tidak! Aku sangat yakin Stephany sudah mati.” Ucap wanita itu yakin. Ia begitu terkejut tatkala melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Stephany, ditambah lagi kini wanita itu tengah bersama Lauren dan Ny. Hye Ri. Hal yang sungguh mustahil baginya.

 

Flashback On

Seorang calon ibu muda dengan perutnya yang buncit karena kehamilannya yang sudah menginjak usia 9 bulan, tidak pernah melepaskan senyumannya pada setiap orang yang dilaluinya. Well, calon ibu muda ini memang terkenal dengan keramahannya, jadi wajar saja jika semua orang yang bertemu dengannya akan merasa senang dan menyukainya. Namun ternyata, di balik semua itu ada sesosok wanita yang begitu membencinya. Ia akan melakukan apa saja demi mendapatkan keinginannya, bahkan jika perlu ia akan menghabisi siapapun yang mencoba menghalanginya. Termasuk niatnya untuk melenyapkan orang yang kini tengah berjalan kearahnya.

“Puaskanlah tersenyum Nona Choi. Karena sebentar lagi senyummu itu akan hilang selamanya.” Desisnya pelan dengan kilatan mata yang penuh kebencian.

Wanita itu lantas menumpahkan minuman yang dipegangnya dan otomatis orang yang sedari tadi menjadi sasarannya jatuh tergelincir dengan perutnya yang menabrak lantai. Darah segar mengalir deras dari kedua kakinya hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.

Semua orang yang melihat kejadian itu segera menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Sementara sang pelaku hanya tertawa puas menyaksikan adegan yang menurutnya sangat menarik. Tidak ada seorang pun yang menyadari perbuatan jahatnya.

 

***

Derap langkah kaki terdengar keras di lorong rumah sakit yang cukup sunyi. Seorang pria muda bersetelan kantor, berlari cepat menuju ruang ICU dimana sang istri tengah berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Ia tidak peduli dengan tatapan aneh orang – orang yang memandangnya heran, yang ada dipikirannya saat ini adalah keselamatan istri dan calon bayinya.

“Eomma bagaimana keadaan Stephy? Dia pasti akan selamat kan Eomma?”

“Tenanglah Siwon-ah, dokter sedang menanganinya. Kau berdoa saja ne, semoga istri dan calon bayimu selamat.” Ujar Ny. Choi menenangkan putranya.

“Aku tidak percaya ini bisa terjadi pada mereka Eomma.” Siwon tidak bisa menahan tangisannya, ia menumpahkan air matanya di bahu Ny. Choi.

Tidak lama berselang dokter yang menangani Stephany keluar dari ruangan operasi.

“Uisa-nim bagaimana keadaan istri dan anakku?”

“Putri anda bisa kami selamatkan, namun sayang istri anda mengalami pendarahan yang sangat hebat, jadi kami tidak bisa menolongnya. Jeongmal mianhaeyo tuan.” Sesal dokter itu. Ia kemudian menepuk bahu Siwon, mencoba memberinya ketenangan.

Tubuh Siwon terperosot, ia menarik rambutnya frustasi dan menangis keras. Bagaimana tidak, istri yang begitu dicintainya harus pergi selamanya.

Flashback Off

 

***

Sejak hari yang memilukan itu, Siwon tidak pernah fokus dalam bekerja. Ia sering kali melamun dan memarahi semua pegawainya tanpa sebab. Tentu saja itu membuat seisi kantor bingung. Selama ini Sanjangnim mereka tidak pernah seperti ini, Ia dikenal baik dan ramah.

Tiffany dan Jessica yang kebetulan ada meeting bersama pimpinan Hyundai Crop tersebut juga merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Siwon. Terlebih Tiffany, ia menyalahkan dirinya sendiri yang telah mengakibatkan perubahan sikap Siwon yang cukup drastis.

Berapa kali Tiffany berusaha berbicara dengannya, akan tetapi Siwon selalu bersikap dingin. Hati Tiffany sangat hancur, ia tidak mengharapkan ini dari Siwon. Ia ingin Siwonnya yang dulu kembali.

“Sica-ya apakah aku seburuk itu? Apakah aku begitu menyakitinya? Kenapa semuanya menjadi begini Sica? Tell me! Katakan kalau aku adalah orang yang jahat!” Tiffany meraung – raung dalam pelukan Jessica. ia sudah tidak tahan dengan semua ini, ia begitu rapuh.

“Menangislah Fany-ah! Menangislah jika itu membuatmu lebih baik. Aku akan selalu bersedia memberikan bahuku untukmu.” Jessica mengelus lembut punggung Tiffany, ia ikut sedih melihat sahabatnya serapuh ini.

 

***

“Imo, kenapa sekarang Daddy sering pulang malam? Apa ia tidak menyayangiku lagi? Ia bahkan jarang menyapaku.” Ucap Lauren sedih. Memang akhir – akhir ini Siwon sering menghabiskan waktunya di kantor, ia selalu pulang malam ketika Lauren sudah tertidur lelap dan pergi sebelum Lauren bangun. Well, tidak ada yang tahu apa alasan Siwon melakukannya.

“Aniyo sayang, Daddy sangat sangat menyayangimu. Hanya saja sekarang ini Daddy mu sedang sibuk, jadi kau tidak boleh berpikiran buruk tentangnya. Aratchi!”

“Keunde…. Aku sangat merindukannya Imo. Aku ingin bermain bersama Daddy, hiks… hiks…” buliran – buliran air mata lolos dari mata Lauren, Sooyoung segera memeluknya erat.

“Bukankah masih ada Imo, hm?” Sooyoung berusaha mencegah air matanya agar tidak ikut jatuh.

“Shirreo! Aku hanya ingin Daddy!” Lauren menaikan nada suaranya, sungguh ia sangat merindukan Siwon.

Sooyoung tidak dapat lagi menahan air matanya, ia semakin mengeratkan pelukannya pada Lauren. ‘Aku harus bicara dengan Siwon Oppa.’ Batinnya.

 

***

Hari ini peusahaan Hyundai Crop dan Hwang Group mengadakan pertemuan untuk membahas proyek mereka selanjutnya, dan itu berarti mengharuskan Tiffany kembali bertemu dengan Siwon. Namun keduanya bagaikan orang asing yang baru pertama kali berjumpa. Mereka tidak saling menyapa, dan selalu memalingkan wajah jika mereka tak sengaja bertemu pandang.

Jessica hanya bisa menghembuskan nafas pasrah menyaksikan keduanya. Entah apa lagi yang harus ia lakukan untuk memperbaiki hubungan mereka yang dulu pernah terjalin indah.

POK… POK… POK…

Suara gemuruh tepukan tangan menggema di ruang meeting tersebut. Kesepakatan yang telah mereka sepakati membuahkan kepuasaan dari berbagai pihak.

“Siwon-ssi, Tiffany-ssi, aku sangat berharap kerjasama kita kali ini akan mencapai hasil yang luar biasa.” Ujar salah satu investor. Ia sangat antusias dengan proyek ini.

“Ne, aku juga berharap begitu Tn. Matsumi. Khamsahamnida anda mau bergabung bersama kami.” Balas Siwon seraya membungkukkan badannya pada Tn. Matsumi.

“Seharusnya aku yang berterima kasih pada anda Tn. Choi karena telah mengajakku untuk ikut membangun proyek yang bagus ini. Oh iya bagaimana jika kita makan siang bersama? Ya sebagai bentuk awal kerjasama kita.” Ajak Tn. Matsumi.

“Dengan senang hati Tuan.” Ucap Siwon dengan dimple smilenya.

“Bagaimana dengan anda Tiffany-ssi? Apakah anda juga bersedia?” pandangan Tn. Matsumi beralih pada Tiffany yang tengah melamun.

“Eoh? Ah.. ne, tentu saja saya bersedia.”

Mereka pun meninggalkan ruang meeting dan bertolak menuju restoran yang telah dipilihkan oleh Tn. Matsumi. Sesungguhnya Tiffany dan Siwon tidak terlalu respect dengan hasil meeting tadi, mengingat hubungan mereka yang kini tengah merenggang. Siapa yang seharusnya patut disalahkan dalam masalah ini? Entahlah.

 

***

Stella tidak menyangka jika ia akan bertemu Siwon disini. Meskipun Siwon tidak sendiri, namun ia tak peduli. Stella tetap berniat untuk menemui Siwon, dengan senyumnya yang mengembang ia melangkah menuju meja yang ditempati Siwon beserta rekan kerjanya termasuk Tiffany.

“Hai, Oppa! Sepertinya kita memang berjodoh. Buktinya kita dipertemukan di tempat ini.”

Semua pasang mata sontak memandang kearah Stella. Tiffany memicingkan matanya, ia merasa tidak pernah  mengenal wanita yang ada didepannya kini. Sedetik kemudian kedua pasang mata wanita cantik ini saling bertemu. Stella memberikan tatapan tidak suka pada Tiffany.

Sadar dengan tatapan kedua wanita tersebut, Siwon langsung menarik Stella keluar. “kita bicara di tempat lain Stella.” Desis Siwon geram.

Entah apa yang membuat dada Tiffany sesak begitu melihat Siwon pergi bersama Stella. Namun ia tidak memiliki hak untuk merasakannya. Toh, ia dan Siwon tidak punya hubungan apapun. Bahkan Tiffany sudah menolak perasaannya mentah – mentah.

“Gwenchana?” Jessica yang melihat perubahan raut muka Tiffany, paham betul jika Tiffany merasa terganggu dengan kehadiran Stella.

“Ne, apa aku terlihat buruk?”

“Sangat terlihat jelas dimatamu! Fany apa kau mengenal wanita tadi?” Tanya Jessica penasaran.

“Aku juga baru melihatnya Sica, jadi mana mungkin aku mengenalnya.” Tiffany kembali menyantap makanannya yang sempat tertunda karena kehadiran tamu yang tak di undang tadi. Tetapi tak bisa dipungkiri pikirannya melayang pada sosok yang baru saja ditemuinya bersama orang yang telah menyita sebagian waktunya karena terlalu sibuk memikirkannya.

“Aish… kau ini.” Jessica mendengus kesal.

 

***

“Apa lagi yang kau inginkan Stella? Tidak cukupkah kau membuatku menderita?” kesabaran Siwon telah habis. Stella telah membuat hidup Siwon menjadi hancur berantakan.

“Aku hanya ingin kau menjadi milikku Oppa.” Jawab Stella santai.

“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi hidup bersamamu!”

“Begitukah? Tapi kau jangan lupa Oppa, aku masih memiliki dokumentasi kebersamaan kita. Kalau kau menolakku, aku tidak akan segan – segan menyebarkan foto kita pada media. Dan kau tahu apa akibatnya? Keluargamu akan hancur berkeping – keping. Kau tentu tidak mau itu terjadi kan Oppa?” kali ini Stella sungguh tidak main – main, ancamannya mampu membuat Siwon bungkam. Apa yang bisa dilakukannya sekarang?

 

***

Tiffany tengah menikmati waktu sorenya di sungai Han. Ia ingin melepaskan sejenak rasa penatnya yang sudah menumpuk dikepalanya. Semilir angin menerpa kulit wajahnya yang putih nan mulus, rambutnya yang tergurai berterbangan mengikuti hembusan angin. Sepatu heelsnya sengaja ia lepaskan sehingga kedua kakinya dapat menyentuh lembutnya pasir beserta air sungai yang menghampirinya seolah ikut menyambut wanita pemilik eye smile tersebut.

Di tempat yang sama, Siwon juga tengah memandang langit senja. Ia berharap tenggelamnya matahari dapat ikut serta menenggelamkan semua masalahnya. Matanya terpejam seakan ia ingin menghilang bersama sang surya yang kini sudah tak tampak lagi.

“Siwon Oppa…”

Siwon sontak menolehkan kepalanya begitu mendengar suara lembut yang sangat dikenalnya.

“Eoh? Tiffany? Apa yang kau lakukan disini?” Siwon terkejut mendapati Tiffany yang juga berada di tempat yang sama dengannya.

“Aku………………” belum sempat Tiffany melanjutkan kata – katanya, dalam hitungan detik ia sudah berada dalam dekapan hangat Siwon. Tidak ada penolakan dari Tiffany, karena ia sendiri memang membutuhkannya.

Lama mereka dalam posisi ini. Tidak ada satupun diantara mereka yang berinisiatif untuk melepaskan pelukan hangat itu. Mereka sudah sangat saling merindukan, apalagi saat ini pikiran mereka tengah kacau jadi hanya inilah yang mereka butuhkan.

“Mianhae Oppa, Jeongmal mianhaeyo.” Setelah beberapa menit mereka terdiam akhirnya kata – kata itu meluncur dari mulut manis Tiffany.

Perlahan Siwon melepaskan pelukannya meskipun dengan perasaan enggan, ia menatap lekat manik mata Tiffany. Lantas ia menghapus cairan bening yang jatuh di pipi Tiffany dengan ibu jarinya.

“Berjanjilah untuk tidak menangis lagi Fany-ah. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika air mata ini selalu menemanimu.” Tiffany hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“Bersediakah kau menemaniku malam ini? Aku takut kita tidak akan punya kesempatan lagi.” Lirih Siwon dengan menundukkan kepalanya dalam.

“Apa maksudmu Oppa?” Tiffany menangkup wajah Siwon memintanya penjelasan atas ucapannya tadi.

“Apapun yang terjadi nanti, aku mohon tetaplah percaya padaku, ne!”

“Oppa kau membuatku bingung, aku sama sekali tidak mengerti. Apa yang-… mmpphhh”

Tanpa izin terlebih dahulu Siwon mendaratkan bibirnya di atas bibir tipis Tiffany. Siwon menciumnya lembut seakan ia ingin menyalurkan semua perasaannya melalui ciuman ini.

Ini adalah ciuman pertama bagi Tiffany, ada perasaan yang membuncah dalam hatinya. Air mata kembali mengalir di pipinya namun kali ini air mata kebahagian yang jatuh dari mata indahnya.

 

 

 

 

Tbc……………………………….

 

 

Hai! Hai readers…. Thank u so much atas saran dan kritikan chingudeul… itu sungguh menambah inspirasiku dan membuatku semakin bersemangat untuk menulis…. So keep RCL ya..!!!! oh iya jika chingudeul mau baca part berikutnya atau baca FF yang lain bisa kok kunjungi blog aku di pqiuz.wordpress.com. see you!!!!!!

 

 

 

 

90 thoughts on “(AF) MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING Part 3

  1. ais.. siwon pake acara mabuk segala pula, jadi si nenek lampir stella punya kesempatan. kelihatannya tiffany uda mulai suka ama siwon, cuma dianya ajah yg gag sadar atau gag enak ama onnienya.
    jangan bilang kalau siwon mau nurutin perintahnya stella. mampus lah

  2. Ihhhh ngapain stella muncul sgala sih??? Duhh jahat bgt s stella uda mbunuh stephy. Smga aja kedoknya ketauan m siwon.
    Next min

  3. ceritanya makin rumit, gak kuat bacanya…kesian siwon kejebak permainan stella, semoga di part selanjutnya smua konfliknya bisa terselesaikan,

  4. keren, makin seru dah,, massa siwon oppa mau nikah sama stella, kasian fany eonninya,, makin penasaran gimana next part nya,, keep writing thor!!!

  5. Huft… kesel bnget sm stella 😠 kasian siwonnya, smoga ntar fany mau nerima siwon ☺ ff nya keren, konfliknya seru 👍 next thor.

  6. kampreeettttt tuh stella pen gue gorok tuh org, awas lu yeee kena karma ntar liat aje dah. gue yakin tar my sifany balik liat lu yg bakal nangis darah dah *eh *emosi hehehhee

  7. aish siwon teledor bgt sh..
    siwon juga berubah bgt kasihan laurenny..
    hubungan sifany juga memburuk.
    knp siwon gk perjuangin cintany..
    tbc nu ganggu thor..mereka kn lgi baikan thor..
    FIGHTING THOR..

  8. stella ya amvon jahat bangett. tiffany pasti bakal percaya sama siwon kann? semoga happy endingg. cepet di publish next part ya thorr. smangatt

  9. gila, stella sampe segitunya-_-
    siwon bakal nikahin stella? penasaran reaksi tiff
    ada HaeSicaaa!! yes! banyakin moment mreka ya, nikahin aja sekalian hahah^^

  10. Semakin rumit, dan ternyata stella dalang dari kematian stephy, bahkan skrng dia mau mengganggu hubungan siwon sama tiffa. Andweeee
    Semakin seru author, ditunggu keanjutannya, banyakin moment sifany+lauren yah. Hihiii hwaiting ^^

  11. Ihhh ada aja yang ganggu kalau Tiffany eonni sama Siwon oppa ekhhhh😡😬😠
    Stella kenapa harus muncul sihhh jahat lagi!!
    Kasian Tiffany eonni ga bisa ketemu Stephany eonni huhh
    Tapi moment terakhir romantic….
    Author Jjang~~~ yo~~

  12. Wah seru nih ad pngganggu. hal ini jg psti bisa mntpkn hati fany ke siwon krn ad prubhn dlm siwon yg bwt fany kwatir. smg ini g tmbh jauhkn sifany n soo bntu oppamu, aduh ad haesica nih oke sip…

  13. Oohh akhirnyaa
    Co cweet..
    Mulai ada benalu nh fiuh..
    Btw sprti’a aku prnh baca nh ff tp lp
    Ya udh dh gpp baca lg hihi..

  14. stella bner2 ni……..
    makin complicated ni,……
    tp seru cz da ada konflikx jadi ffx gak monoton.

    gak sabar bca part selanjutnya
    oy suka ad haesica disini bakal tmbh komplit klo ada kyuyoungnya jg heeheheh ngarep bgt ya q.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s