(AF ) Love in time 5 – End

FF Sifany 

” Love in time 5 – End”

lit 4 

Title : Love in time

Author : @silvi0931

Main Cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae, Jessica Jung, Im Yoona

Genree : sad

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini hanyalah hasil khayalanku, ide cerita adalah murni hasil pemikiranku, apa bila da kesamaan alur dan tokoh itu hal yg tidak disengaja, Don’t Bash, Don’t be COPAS & keep RCL.

Enjoy it…

Happy reading🙂

 

*** Love in time ***

Siwon membelalakan matanya ketika melihat adegan yg sangat memuakan di depanya, nafasnya terasa sesak dan seperti tercekat, tubuhnya membeku seperri tersiram oleh air yg sangat dingin dan tak dapat melakukan apa apa, hatinya begitu sakit melihat wanita yg di cintainya dicium oleh pria lain di hadapanya, Siwon mengepalkan tanganya kuat, matanya menatap tajam adegan tersebut, Siwon semakin mengeratkan kepalan tanganya menahan gejolak panas di hatinya.

Donghae melepas ciumanya dari bibir Tiffany, dan langsung tersenyum sinis ke arah Siwon yg sedang menatapnya tajam dan sangat mematikan, namun Donghae tak menghiraukan tatapan tersebut. Donghae puas, dia merasa puas membuat Siwon merasakan semua ini.

Siwon langsung membalikan tubuhnya dan melangkah pergi, tidak seharusnya dia  melihat adegan tersebut yg sangat memuakan baginya, dia hanya akan merasakan rasa sakit yg sangat sakit jika harus tetap disini.

 

” ayo kita pulang ” ucap Siwon dingin pada Yoona yg baru saja datang dengan Yieun yg membawa beberapa makanan dan minuman ditangan mereka.

Yoona mengernyitkan dahinya dan menatap heran Siwon yg berlalu.

” ada apa denganya ” batin Yoona.

” oppa kita baru sebentar disini …. ” ucap Yoona mengejar Siwon.

” aku ingin pulang, jika kau tidak ingin pulang maka pulang saja sana dengan taksi ” ucap Siwon membentak Yoona, saat ini hatinya benar benar sedang hancur dan dia tidak ingin berlama lama disini. Akhirnya Yoona pasrah dan mengalah untuk pulang.

 

Tiffany membeku di tempatnya, tubuhnya terasa sangat lemas dan kaku, dia tidak bisa berbuat apa apa selain menatap Donghae dihadapanya dengan keterkejutan dan penuh tanda tanya. Apa yg sudah terjadi padanya saat ini.

” kenapa kau melakukanya ? ” tanya Tiffany tegas.

” aku melakukanya karena aku …..  aku mencintaimu Fany-ah ” ucap Donghae pelan, Tiffany terdiam.

” kau tidak boleh mencintaiku Donghae-si, itu hanya akan membuatmu tersakiti karena aku sudah mencintai pria lain dan akan tetap mencintainya ” ucap Tiffany dan melangkah pergi.

” tidak bisakah kau melupakanya, dia hanya bisa terus menerus membuatmu menangis ” ucap Donghae, Tiffany menghentikan langkahnya, dia meremas ujung jakectnya menahan perasaan sakit yg kembali menghampirinya, Tiffany sadar, apa yg dikatakan Donghae memang benar kenyataanya, namun semua ini sangat sulit dipahami oleh siapapun perasaanya pada Siwon tidak akan berubah meskipun dia sangat tersakiti dengan hal itu.

 

*** Love in time ***

Yoona menghela nafas untuk kesekian kalinya melihat oppanya yg begitu terlihat lesu dan tak bersemangat, akhir akhir ini Siwon sering menyendiri dan tak banyak bicara, pria itu bahkan terlihat seperti orang yg sudah bosan hidup.

” oppa ….. nan gwenchana ” tanya Yoona pelan, Tuan dan Nyonya Choi yg sedang memakan sarapanya pun ikut menengok ke arah Siwon, Nyonya Choi mengehela nafasnya dan menatap sedih putranya yg sedari tadi hanya diam dan memakan makananya tanpa selera.

” Siwon-ah …  ” ucap Nyonya Choi lembut.

” aku baik baik saja eomma ” ucap Siwon pelan kemudian memasukan satu sendok makanan kemulutnya dengan malas, perasaanya sampai saat ini masih tak karuan sejak melihat adegan itu.

Nyonya choi dan Yoona hanya menghela nafas pelan dan menatap sedih Siwon yg pergi tanpa menghabiskan sarapanya terlebih dahulu.

 

*** Love in time ***

Siwon melangkah memasuki gedung kantornya setelah dia memarkirkan mobilnya, sebelum memasuki ruang kerjanya dia berpapasan dengan Donghae di koridor kantor, Siwon dan Donghae menghentikan langkahnya dan saling menatap tajam, tangan Siwon mengepal mengingat kejadian beberapa hari lalu yg dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

” selamat pagi Jaksa Choi ….. ” ucap Donghae santai dan mengeluarkan senyum smirknya.

” pagi jaksa Lee ” jawab Siwon kemudian melangkah pergi meninggalkan Donghae yg menatap dingin Siwon.

 

************

Siwon berdiri di balkon kantornya sambil memandang pemnadangan Seoul dimalam hari, sampai saat ini setelah kejadian Donghae mencium Tiffany di arena ice kating beberapa hari lalu terus mengusik fikiran dan perasaanya, bayangan itu selalu muncul dalam benak Siwon, perasaanya benar benar terasa tak karuan, perasaan amarah, kesedihan dan ketakutan semua itu beraduk menjadi satu, kini Siwon menyadari dia telah jatuh dalam pesona Tiffany.

Memikirkan hal itu kini Siwon teringat kembali pada Tiffany, Siwon menghea nafasnya pelan, sudah beberapa hari yg cukup lama ini dia tidak pernah melihat gadis itu, Siwon sangat merindukan sosok Tiffany.

Ingin sekali dia mengungkapkan perasaanya pada Tiffany, namun dia sangat takut untuk mengatakan perasaanya, Siwon hanya bisa mencintai dan mengagumi Tiffany dalam diam.

 

” apa yg sedang kau fikirkan ? ” tanya Donghae yg baru saja datang. Siwon menghela nafas, suara itu …. Siwon hanya diam. Suara Donghae membuatnya merasakan sesuatu yg menguak di dalam hatinya, sesak dan terasa sangat sakit.

Mereka terdiam diri, hanya hembusan angin malam dan dan suara bising Seoul yg menjadi peran dalam kesunyian tersebut.

” apa kau mencintainya ? ” tanya Siwon memecahkan keheningan diantara mereka. Donghae terdiam memandang datar di depanya

” ne ….. aku mencintainya ” ucap Donghae kemudian, Siwon terpaku di tempatnya, perasaan sesak itu kini menghampirinya kembali, kini dia benar benar takut.

” tujuan utama aku kembali dari Jepang adalah untuk menemuinya, aku sudah lama memcintainya sejak aku dan Tiffany SMP, aku ingin sekali mengatakan bahwa aku sangat mencintainya, namun aku takut, Tiffany hanya mengganggapku sebagai teman dan kaka baginya, hal itulah yg aku takuti, aku takut ketika menyatakan perasaanku dia akan menjauhiku …… ketika aku bertemu kembali denganya kenyataan pahit menghampiriku …. dia mencintai pria lain, aku kira dia bahagia dengan pria yg dicintainya, namun aku salah, Tiffany tidak bahagia dengan pria yg dicintainya, pria itu hanya bisa membuatnya tersakiti ” ucap Donghae kemudian menatap Siwon di sampingnya, Siwon membeku, dia dalah pria yg sangat jahat, kini dia menyadari hal itu. Siwon terdiam dia memang salah namun kini sudah berubah kini dia pun mencintai Tiffany, dia tidak ingin kehilangan wanita itu.

” kini aku tidak akan melepasnya, aku akan memilikinya ” ucap Donghae, Siwon membeku, dia menatap dingin Donghae. Tidak dia tidak akan melepaskan Tifany.

” aku tidak akan melepasnya begitu saja ” Siwon terhenti sejenak. perasaan yg teramat sakit menghammpirinya dan menguak hatinya begitu dalam. Ingin sekali dia mengatakan bahwa diapun mencintai Tiffany, namun entah kenapa bibir dan lidahnya terlalu kelu untuk mengatakanya, bayangan ketika dirinya kehilangan Sully menghampirinya tiba tiba dan membuat sesuatu yg begitu dalam mengusik hatinya.

” berjanjilah kau akan membuatnya bahagia ” lirih Siwon, Siwon menghela nafas kasar dan melangkah pergi.

 

*** Love in time ***

Kediaman rumah Tuan Choi terlihat sedikit sibuk, Nyonya Choi dan Yoona juga Tiffany sibuk membenahi peralatan masak yg akan digunakan mereka untuk membuat daging bakar, Tiffany dan Nyonya Choi bergotonh royong memindahkan tempat pemanggangan ke taman Rumah Tuan Choi. Sedangkan Yoona sibuk dengan mempersiapkan bahan makanan.

Yoona dan Nyonya Choi sengaja melakukan hal ini untuk membuat suasana hati Siwon kembali membaik, Yoona yg menyarankan ide tersebut ke eommanya dan sang eomma dengan senang hati memyetujui ide tersebut, dan jadilah pesta makan malam ini.

Tuan Choi tersenyum melihat tiga wanita tersebut yg sibuk mempersiapkan semuanya, dia tersenyum melihat kebahagiaan yg terukir disana, belum pernah lagi keluarganya terlihat bahagia seperti ini setelah kepergian eomma Tiffany dan kepindahan Tuan Hwang dan Tiffany ke Amerika sejak saat itulah dia tidak lagi melihat dan mendengar canda tawa putri dan istrinya, tapi setelah kembalinya Tiffany kini dia bisa merasakan hal itu lagi.

” ehem ….. ” Tuan Hwang berdeham menghampiri Nyonya Choi, Nyonya Choi menengok ke arah tersebut dan tersenyum menyambut Tuan Choi yg baru pulang dari kantornya.

” yeobo …… pergilah mandi dan cepatlah kemari, kita akan melakukan pesta kecil malam ini ” ucap Nyonya Choi, Tuan Choi tersenyum melihat istrinya yg begitu semangat malam ini.

” kau terlihat sangat senang malam ini ”

” itu karena calon menantu kita ada disini ” ucap Nyonya Choi sedikit keras dan menatap Tiffany yg sedang mempersiapkan daging, Tiffany yg mendengar itu pun langsung menengok ke arah Nyonya Choi dan tersenyum.

” Fany-ah …… kami sangat senang karena kau istri dan putriku tidak merasakan kesepian lagi ” ucap Tuan Choi, Tiffany hanya tersenyum meresponya.

” aish ….. kenapa Siwon oppa belum datang juga, dia selalu saja membuatku kesal ” gerutu Yoona

” sabarlah sebentar lagi juga oppa mu pasti akan datang ” ucap Nyonya Choi.

” ne …. benar ” ucap Tiffany mengiyakan perkataan Nyonya Choi.

” eonni …. apa kau tahu ? ” ucap Yoona pelan.

” mworago ? ”

” Akhir akhir ini Siwon oppa sering menyendiri, dia begitu mengkhawatirkanmu, dia merindukanmu ” Tiffany hanya diam mendengarkan Yoona.

” tetaplah bertahan disisi Siwon oppa, meskipun dia kadang mengacuhkanmu, namun sebenarnya dia juga tersiksa dengan sikapnya padamu, aku yakin dia itu mencintaimu …… jadi aku mohon tetaplah selalu disisinya karena aku yakin dia akan sangat membutuhkanmu untuk selalu disisinya ” ucap Yoona dan menatap sendu Tiffany, Tiffany terdiam.

Hening ….. mereka terdiam sibuk dengan pemikiran masing masing yg ada dibenak mereka, Tiffany memikirkan perkataan Yoona, bisakah dia tetap bertahan disisi Siwon, namun kini waktu yg dimilikinya hanya tinggal sedikit. Tiffany hanya bisa berharap dia bisa selalu disisi Siwon, namun untuk tetap bertahan itu akan membuatnya hanya merasakan kesakitan.

 

*** Love in time ***

Siwon memasuki rumahnya, dia melihat ke penjuru rumahnya namun rumah nya terlihat sepi.

” kemana mereka ? ” batin Siwon, Siwon kembali melangkah ke ruang keluarga, biasanya eommanya atau Yoona ada disana untuk membaca majalah, namun ruangan tersebut kosong tak ada seorangpun, Siwon celingukan mencari orang dirumahnya, kemudian dia melihat maid dirumahnya sedang berjalan.

” bibi ….. kemana semua orang ? ” tanya Siwon, maid tersebut membunggkuk hormat.

” eoh … tuan muda, kau sudah pulang …. Nyonya dan Nona Choi ada di taman samping rumah ” ucap maid tersebut kemudian membungkuk dan pergi.

Siwon pun langsung melangkahkan kakinya ke taman, sesampainya disana, Siwon membelalakan matanya melihat sosok yg sangat dirindukanya kini ada beberapa meter didepanya, dia melihat Tiffany sedang menyiapkan daging untuk dipanggang nanti, jantung Siwon tiba tiba berdegup begitu kencang, tubuhnya terasa kaku untuk melakukan apapun dia hanya bisa berdiam diri melihat Tiffany yg sedang berdiri membelakanginya beberapa meter darinya.

” kau sudah pulang, oppa ?, cepatlah bersihkan tubuhmu dan langsung kemari ” ucap Yoona menginterupsi Siwon, dan secara reflek dan tiba tiba Tiffany membalikan tubuhnya, matanya bertemu dengan Siwon dan saling pandang, Tiffany membeku dia sangat merindukan sosok yg kini berdiri beberapa meter dihadapanya, hatinya tiba tiba berkata apakah Siwon juga merindukanya seperti yg Yoona katakan padanya,  kemudian dia tersadar  dan hanya tersenyum lembut, dan kemudian melangkah  mengambil pencapit yg ada dimeja.

Yoona merangkul Siwon.

” apa oppa senang bertemu fany eonni malam ini, dia sangat cantik malam ini meskipun hanya memakai make up yg sangat sederhana ” goda Yoona, Siwon melepas rangkulan Yoona dan menatap dongasengnya kesal.

” apa maksudmu ” ucap Siwon sengit dan melangkah pergi, namun sedetik kemudian dia tersenyum. Yoona tersenyum geli melihat Siwon yg tersipu dengan ucapanya, namun Siwon berusaha menutupinya.

 

Tuan Choi, Nyonya Choi, Siwon, Yoona dan Tiffany sudah berkumpul, Nyonya Choi menugaskan Yoona untuk menyiapkan minuman, Nyonya Choi dan Tuan Choi bertugas untuk menyiapkan makanan penutup, sedangkan Siwon dan Tiffany bertugas untuk memanggang daging dan sosis.

Siwon memang tidak suka dan tidak jago memasak namun entah setan apa yg telah merasukinya, saat ini dia dia begitu menikmati kegiatanya memanggang daging, sudah ketiga kalinya Siwon membuat daginggnya benar benar terpanggang hangus, sehingga membuat Tiffany kesal dan harus selalu mengajari Siwon.

Api pemanggang menyala dengan besar kembali ketika Siwon menambahkan minyak zaitun ke dagingnya, membuat Tiffany terkejut dan menjauh.

” aish ….. sedikit dan pelan pelan kau menambahkanya oppa, minyaknya harus pas kena dagingnya ” ucap Tiffany kesal kemudian membalik dagingnya.

” mianhe, akan aku coba sekali lagi ” ucap Siwon hendak menambahkan minyak zaitun lagi, namun Tiffany mencegahnya, merebut kecap asin dan minyak zaitun ditangan Siwon.

” biar aku saja yg melakukanya ” ucap Tiffany sedikit kesal, Siwon tersenyum melihat Tiffany yg kesal.

Kemudian mereka pun melanjutkan memanggang dagingnya lagi.

 

Yoona dan Nyonya Choi yg melihat Siwon dan Tiffany hanya terkekeh dengan sikap pasangan tersebut.

” setidaknya aku bahagia karena mereka bahagia ” gerutu Yoona sambil mempersiapkan gelas.

Nyonya Choi tersenyum mendengar Yoona yg menggerutu, memang semenjak Siwon sering menyendiri dan diam, Yoona lah yg sering mendapatkan dampaknya, dia pernah dimarahi oppanya karena saat itu Siwon sedang dalam mood yg buruk.

Setelah semuanya sudah siap dan matang, akhirnya mereka duduk bersama untuk menikmatinya, Nyonya Choi duduk dengan Tuan Choi disampingnya, Tiffany duduk bersama Siwon disampingnya, sedangkan Yoona dia duduk ditengah tengah karena dia tidak memiliki pasanganya.

Yoona mendesah pelan melihat eommanya yg begitu centil pada Appanya malam ini, eommanya meminta Appanya menyuapi Nyonya Choi.

” yeobo ….. suapi aku, aku ingin merasakan seperti kita saat berbulan madu dulu ” pinta Nyonya Choi manja, Yoona kembali menggerutu tak jelas dan menatap kesal pasangan yg ada di depanya.

” baiklah kemarilah, akan aku suapi ” ucap Tuan Choi kemudian menyuapi Nyonya Choi, Tiffany tersenyum melihat tingkah keduanya.

” Fany-ah, bukalah mulutmu ….aaa ” ucap Nyonya Choi menyodorkan daging panggang kemulut Tiffany, Tiffany tersenyum menunjukan eyesmilenya dan memakanya.

” gomawo …. ahjuma ” ucap Tiffany.

” ne …. aku akan sering melakukanya saat kau menjadi keluarga kami dan mengandung cucuku nanti …. dan berhentilah memanggilku ahjuma, panggil aku eomma ” ucap Nyonya Choi membuat Siwon, Tiffany dan Yoona hampir tersedak mendengarnya.

” mwo …. apa maksud eomma, bahkan menikah pun kami belum ” ucap Siwon.

” makanya cepatlah menikah, jangan membuatku berkhayal terlalu lama ” ucap Nyonya Choi sewot. Yoona menghela nafas lelah melihat eommanya. Tiffany tersenyum miris melihat keluarga Tuan Choi yg begitu baik padanya.

” apa aku akan sanggup meninggalkan semua ini ” batin Tiffany.

” dengarkan aku semuanya ” ucap Yoona keras dan mengangkat tanganya ke atas, semua menatap Yoona.

” eomma berhentilah bersikap manja pada Appa, aku tidak suka melihatnya ” ucap Yoona.

” jadi putri mahkota ku cemburu ” goda Tuan Choi.

” ne, Appa …. bukankah Appa pernah bilang saat aku kecil kalau Appa hanya akan memanjakanku ” semua tertawa mendengar keluhan Yoona, menurut mereka itu lucu.

” dan aku ingin kalian memakan sosis ini berdua ” ucap Yoona menunjuk Siwon dan Tiffany, kemudian dia menyerahkan satu sosis ke Tiffany, Tiffany handak memotongnya menjadi dua namun Yoona langsung mencegahnya.

” aish …. eonni kenapa kau tidak mengerti maksudku, aku ingin Siwon oppa memakan sosis ini dari mulutmu ” ucap Yoona Tiffany dan Siwon membelalakan matanya.

” itu menjijikan Yoona ” ucap Tiffany yg masih belum mengerti ucapan Yoona, Tiffany mengira Siwon harus memakan sosis yg sudah dikunyah olehnya.

” fany eonni hanya cukup menahanya dengan menggigitnya dan biarkan Siwon oppa yg memakan sosis itu dari bibirmu ”

” hey …. kau ingin kami melakukan hal itu didepanmu, Appa dan eomma ?, itu tidak sopan Yoona ” ucap Siwon sewot, bagaimana tidak adiknya itu memang sangat jahil dan tak tahu batas.

” kami tidak akan keberatan, benarkan eomma ? ” Nyonya Choi pun langsung mengerti ucapan Yoona.

” ne …” ucap Nyonya Choi semangat.

” lakukan …. lakukan …lakukan ” ucap Yoona dan Nyonya Choi, dengan ragu Tiffany pun melakukan yg di perintah Yoona begitupun dengan Siwon, Siwon memajukan wajahnya untuk memakan sosis tersebut sehingga membuat wajah mereka sangat dekat, Tiffany tercekat, jantungnya berdegup kencang tak karuan, pipinya kini sudah merona merah seperti udang yg direbus, Siwon semakin dekat, Tiffany menelan ludahnya ketika Siwon sudah memakan sepotong dari sosis tersebut dan ketika hidung mereka bersentuhan mereka saling bertukar pandang dan terdiam, Siwon terus menatap Tiffany yg begitu dekat tanpa celah tersebut, dan cut ….. Siwon langsung memotong sosisnya dengan giginya sebelum bibirnya menyentuh bibir Tiffany.

Tiffany menghela nafas lega, jika seperti ini dia akan benar benar mati karena jantungnya berdegup kencang, untung saja Siwon tidak memakan seutuhnya sosis tersebut.

prok …..prok ….prok…..

” horeeeee …. ” sorak Yoona dan Nyonya Choi, mereka bertiga bertepuk tangan riang, kemudian Yoona pun diam diam menekan tombol save foto Tiffany dan Siwon yg baru saja diambilnya.

 

*** Love in time ***

Siwon Pov.

Aku seperti orang bodoh

Hanya bisa memandangmu

Dan mungkin hatimu akan berpaling dariku

Dan karenanya jarak antara kita semakin melebar

Sungguh aku seperti orang bodoh

Tak mampu mengucapkan kata cinta

Dan mungkin takut pada rasa sedih dan pedih.

Tiffany membuka pintu mobilku dan melangkah pergi sesudah berpamitan padaku, aku hanya menatap nanar langkahnya.

” Fany-ah …… ” panggilku, Tiffany langsung membalikan tubuhnya dan menatapaku, aku hanya terdiam menatapanya, ada yg ingin sekali aku katakan padanya, namun entah kenapa lidahku begitu kelu, aku hanya bisa diam menatapnya nanar seperti orang bodoh.

” tidak …. selamat malam ” ucapku kemudian, Tiffany hanya tersenyum simpul kemudian pergi.

” aku …… aku mencintaimu ” ucapku lirih setelah Tiffany masuk ke rumahnya.

Kata kata inilah yg ingin ku katakan padanya, namun ketakutan dan kepedihan di masa laluku membuatku takut melakukanya, aku takut kehilanganya, aku hanya bisa mencintainya dalam bisu, karena setidaknya ini tidak akan menyakitkan bagiku ataupun Tiffany

Aku hanya bisa menatap Tiffany yg semakin menjauh dari hadapanku.

 

*** love in time ***

Rapat antara para dewan Hyundai group berlangsung dengan sangat panas, mereka kini sedang membahas kebakaran salah satu departement store mereka yg terbakar, kerugian besar di alami oleh perusahaan tenama ini, belum lagi proyek yg mereka garap bulan ini tidak berjalan semestinya, para investor Hyundai group menghilang. Hari ini begitu berat di rasakan oleh Tuan Choi.

Tuan Choi memasuki rumahnua dengan langkah gontai, dia terlalu lelah dan tertekan. Nyonya Choi yg melihat suaminya pulang dalam keadaan seperti ini semakin menjadi khawatir, dia menghampiri suaminya dan memegang pundak suaminya pelan namun Tuan Choi langsung menepisnya kasar.

” yeobo ….. tenanglah ” ucap Nyonya Choi, Tuan Choi tidak memperdulikanya dan kemudian dia duduk disofa setelah membuang tas kantornya sembarang.

Siwon yg baru saja pulang dari kantornya langsung memghampiri Tuan Choi dan menatap sedih Appanya, dia sudah mendengar semua inciden Hyundai hari ini.

” kenapa kau baru pulang ? ” tanya Tuan Choi dingin, dia begitu kalut dengan perasaanya dan inciden Hyundai hari ini.

” aku harus menyelidiki kasus ”

” kenapa kau hanya memikirkan kasus bodohmu itu, huh, pikirkan Hyundai sekarang ini ” bentak Tuan Choi, amarahnya kinj tak dapat di tahanya lagi.

Siwon terkejut dengan bentakan Appanya, dia tidak terima dengan perkataan Appanya, namun Siwon hanya diam dia tidak mau membuat Appanya semakin tidak terkontrol.

” tinggalkan pekerjaanmu, dan ganti posisiku di Hyundai ” Siwon membelalakan matanya, tidak mungkin dia meninggalkan mimpinya yg kini dia dapatkan, Siwon menatap Appanya.

” Appa aku tidak akan melakukanya ” putus Siwon, kemudian dia melangkah pergi dengan amarah yg menggerogotinya.

tiba tiba Tuan Choi langsung memegang dadanya kesakitan, Nyonya Choi dan Yoona yg melihatnya langsung panik dan menghampiri Tuan Choi.

” kau …….. akh …. ” ringis Tuan Choi meremas dadanya.

” Appa …. ” ucap Yoona khawatir.

” yeobo ….. ” ucap Nyonya Choi khawatir, Siwon khawatir melihat Appanya dan langsung menghampirinya.

” Appa …. ” ucap Siwon.

Setelah itu mereka langsung membawa Tuan Choi kerumah sakit.

Dan untuk beberapa hari Tuan Choi di rawat karena penyakitnya yg kambuh.

 

*** Love in time ***

Siwon berjalan gontai menuju mobilnya dengan peralatan kantor yg dibawanya, Siwon hanya tersenyum kecil kepada pegawai di kantor kejaksaan  yg menyapanya, untuk beberapa hari ini dan seterusnya  dia akan berhenti dari pekerjaan yg di impikanya, Siwon akan menggantikan posisi Tuan Choi di Hyundai. Sungguh… ini dalah hari yg berat baginya.

Siwon menghentikan langkahnya ketika seseorang memanggilnya.

” Jaksa Choi …. ” panggil Donghae, Siwon langsung membalikan tubuhnya dan menghadap Donghae.

” aku bukan seorang Jaksa lagi Jaksa Lee, ada apa kau memanggilku ”

” aku tahu, aku harap kita masih bisa bertemu dan mengobrol, jika kau butuh bantuanku aku akan membantumu ” ucap Donghae kemudian melangkah pergi, Siwon menatap sendu kepergian Donghae, memang…. Donghae adalah orang yg baik, namun sayang pria itu yg membuat hati Siwon tak karuan dan yg membuat Siwon sadar akan ketulusan Tiffany padanya, Donghae pula orang yg menyadarkan Siwon akan perasaan takutnya akan kehilangan.

 

*** love in time ***

Siwon kembali fokus pada presentase yg di lakukan oleh sekretaris Seo tentang keadaan Hyundai, kini dia akan memulai pekerjaan barunya, Siwon terus memperhatikan document yg ada didepanya dengan tatapan kosong, hari harinya kini sungguh melelahkan, sekarang dia harus berjuang untuk memulihkan kembali Hyundai.

” Tuan ….. apa kau memperhatikan ku ? ” Tanya sekretaris Seo, Siwon langsung tersadar dari lamunanya.

” mianhe, kita bisa melanjutkanya lagi ”

” baiklah …… sekarang Hyundai benar-benar kekurangan investor, untuk satu bulan ini kita harus mendapatkan investor secepatnya agar Hyundai tetap aman ” ucap Sekretaris Seo menjelaskan.

” kita ralat ini sebentar, aku lelah ” ucap Siwon kemudian melangkah keluar dari ruangan.

 

Siwon berdiam diri memperhatikan Seoul dari atas gedung, lelah rasanya hari harinya yg dia lewati, Siwon kembali merenungi dirinya, ingin rasanya dia menolak semua ini, namun apa daya Appanya kini sedang sakit dan tidak akan bisa meneruskan posisinya di Hyundai, sungguh …. Siwon sangat membenci pekerjaan barunya sekarang, dia telah membuang impianya yg telah ia dapatkan.

” arghhhhhhhhhh ………… ” teriak Siwon melepas semua beban yg dirasakanya dan terisak.

 

*** Love in time ***

Tiffany Pov.

Aku berjalan lemas menuju kamar, rasanya sangat sakit, entah apa yg terjadi padaku sekarang rasanya jantungku begitu sakit, aku langsung meraih pinggiran ranjang dan langsung terduduk. Aku remas dadaku yg terasa sangat sakit dan berusaha mengatur nafasku.

Tanpa sengaja tanganku menyentuh kalung yg bertengger di leherku, aku tercengang. Oh Tuhan ….. kini aku hanya terdiam, kelopak bandul kalungku hanya tersisa dua.

Aku remas kuat dadaku dan berusaha mengatur nafasku kembali, apakah seperti ini rasanya ketika kematianku sudah dekat.

” Fany-ah ….. ” ucap seseorang secara tiba tiba

” Sica …. ” ucapku lirih

” nan gwenchana ? ” Tanya jessica khawatir, aku hanya menganggukan kepalaku .

” Sica, kenapa akhir akhir ini aku merasa sangat cepat lelah, jantungku terasa sangat sakit ” ucapku

” waktu yg kau miliki tinggal sedikit fany-ah, kau hanya memiliki waktu 13 hari lagi, kau akan merasakan rasa sakit ketika waktumu dekat, apalagi kecelakaan yg kau alami saat itu sangatlah parah dan kau belum benar benar sembuh ”

” Sica …… apa yg harus kulakukan?, aku benar benar akan meninggalkanya, semuanya …… aku akan meninggalkan orang orang yg ku cintai ” ucapku

” kau tidak boleh seperti itu, waktumu masih tersisa 13 hari dan itu bisa kau gunakan untuk mendapatkan ciuman ketulusan abadi ”

” tidak, aku tidak akan mencari atau mendapatkan ciuman itu, aku hanya akan berusaha untuk bahagia dalam waktu yg tersisa ini ”

” Fany-ah …… ”

” aku sangat senang bisa mengenalmu Sica, aku akan bahagia, percayalah ”

” kenapa ….. bukankah saat itu kau dicium oleh pria yg benar benar mencintaimu, kenapa kau harus mendapatkan persyaratan yg sangat sulit seperti ini …….. mianhe selama ini aku tidak bisa membantumu ” ucap Jessica, aku tersenyum lembut menatapnya.

 

*** love in time ***

Siwon meminum bir nya lagi, entah sudah berapa banyak ia meminum bir tersebut yg dia habiskan, saat ini dia hanya ingin melepas semua penat dan beban nya, Siwon tersenyum miris mengingat betapa bencinya dia dengan semua ini, Appanya menekanya untuk menjadi seorang CEO di Hyundai group dan Siwon sangat tidak menyukai pekerjaan tersebut, Siwon sangat terbebani dengan masalah Hyundai.

Siwon menghentikan tanganya menuang bir ke dalam gelasnya ketika merasakan sebuah tangan mencegahnya, Siwon terdiam dan kemudian tersenyum miris, Siwon langsung terkulai lemas ke meja dan menatap kosong di depanya.

Tiffany menghela nafasnya melihat Siwon yg seperti, entah sampai kapan namja tersebut terus seperti ini jika sedang mendapat masalah.

” oppa hentikan semua ini, ayo kita pulang ” ucap Tiffany

” aku akan tetap disini, kau tidak pernah mengerti tentang semua ini, bukan ” ucap Siwon tak jelas, Tiffany langsung mengabil posisi duduk disamping Siwon dan menatap pria tersebut.

” apa kau menyesali semua ini, lalu …. kenapa kau melakulan semua ini jika ini semua membuatmu sakit ” ucap Tiffany, Siwon terdiam mencerna perkataan Tiffany.

” apa kau menyesal bertunangan denganku, apa kau menyesal meneruskan mimpi Tuan Choi, Appamu. Jika seperti itu maka akhiri saja semuanya ” Siwon tetap terdiam.

” aku tidak pernah menyesal dengan semua ini, ini semua takdir ” ucap Tiffany.

” pulanglah …. ” ucap Siwon tak memperdulikan Tiffany.

” kalau begitu aku juga akan meminum sebanyak mungkin sepertimu ” ucap Tiffany sedikit mengeraskan suaranya.

” apa maksudmu ” bentak Siwon, Tiffany langsung saja merebut gelas Siwon dan meminum minuman beralkohol tersebut dengan banyak.

” bukankah seperti ini adil, kau menyesali perbuatanmu dan tersakiti, akupun juga akan seperti itu, merasakan apa yg kau rasakan ” ucap Tiffany berteriak, Siwon terdiam, Tiffany langsung saja terus menerus meminim bir tersebut tanpa henti, Siwon langsung mencengkram tangan Tiffany sehingga membuat gadis tersebut berhenti meminum. Siwon menatap mata Tiffany lembut.

” aku tidak pernah menyesal bertunangan denganmu, tetaplah disisiku, beri aku kekuatan untuk menghadapi semua ini ” ucap Siwon pelan dan langsung terhuyung pada tubuh Tiffany, sedangkan Tiffany hanya terdiam membeku di tempatnya mendengar perkataan tersebut.

 

*** love in time ***

Siwon dan Tiffany pergi ke daerah Gangnam untuk menemui investor untuk Hyundai, beberapa hari ini yeoja itu begitu gigih untuk memulihkan kembali Hyundai, Tiffany juga begitu membantu Siwon untuk menjadi CEO Hyundai, Tiffany begitu semangat dan mahir dalam meyakinkan para investor.

Investor Tuan Cho tertarik dengan penjelasan Tiffany, sambil meminum segelas teh mereka membahas tentang produk dan proyek Hyundai.

” ah ….. ahjuhsi bisa saja ” ucap Tiffany kemudian tersenyum dan kembali meminum tehnya.

” benar, kalian sangat serasi ….. kau bisa menghubungiku jika kau mebutuhkan bantuanku, aku siap menjadi investor Hyundai lagi ”

” gomawoyo, ahjuhsi ” ucap Tiffany, Siwon tersenyum melihat Tiffany, selama ini Tiffany telah berkerja keras membantu Siwon untuk mendapatkan para investor.

” aku sangat berterimakasih padamu Tuan Cho ” ucap Siwon dan membungkuk hormat, begitupun dengan Tiffany.

Kemudian mereka saling berjabat tangan sebelum pergi dari kediaman Tuan Cho.

 

Tiffany terus terdiam duduk di jok samping Siwon yg mengemudi, Siwon terus mengemudi mobilnya.

” Fany-ah ….. bagaimana jika kita makan siang terlebih dahulu di restaurant seafood ? ”

” makan siang ?, baiklah aku sangat lapar ” ucap Tiffany senang.

” terimakasih sudah membantuku ”

” ne ….. gwenchana, aku senang bisa membantumu,oppa …. apa sekarang kau masih belum menerima pekerjaan mu sebagai CEO ”

” aku akan menerimanya, aku akan berusaha untuk bisa menjadi CEO di Hyundai ”

” syukurlah ” gumam Tiffany pelan dan tersenyum, kemudian terdiam kembali.

 

Sesampainya di restaurant Seafood, mereka duduk di meja paling pojok, Tiffany duduk dan diam, hari ini dia merasa sangat lelah dan pusing.

Pelayan restaurant pun datang, kemudian Siwon dan Tiffany memesan makanan mereka. Setelah makanan yg mereka pesan datang, mereka langsung menyantapnya, namun baru beberapa suapan yg masuk kedalam mulut Tiffany, Tiffany langsung merasakan perutnya yg sangat sakit, Tiffany meremas ujung dress nya kuat merasakan jantungnya yg kembali sakit.

” Fany-ah gwenchana ? ” tanya Siwon khawatir yg melihat ekspresi Tiffany dan keringat dingin Tiffany yg bercucuran, Tiffany hanya mengangguk lemah.

Siwon hanya bisa menatap Tiffany di depanya, Siwon mengkhawatirkan Tiffany, namun gadis itu selalu menjawab baik-baik saja.

” oppa, berapa hari lagi kesepakatan kita selesai ? ” tanya Tiffany tiba tiba, Siwon membeku ditempatnya, tidak, bukan ini yg dia inginkan, kenapa Tiffany harus mengatakan pertanyaan tersebut disaat saat sekarang, kini perasaan takut menghampiri Siwon kembali.

” 10 hari lagi ” jawab Siwon pelan, Tiffany terdiam, waktu kini terasa berjalan dengan sangat cepat.

Tiffany tersenyum nanar mengingat hal tersebut, tiba tiba saja rasa sakit yg menyeruak pada Tiffany tiba menghampirinya, Tiffany meremas ujung dress nya kuat menahan rasa sakit, namun beberapa detik dia menahanya dia langsung terpingsan dan tak sadarkan diri.

Siwon panik melihat Tiffany yg terpingsan, Siwon langsung saja membopong tubuh mungil Tiffany dan pergi ke rumah sakit.

 

*** Love in time ***

Tiffany mengerjapkan matanya perlahan dan membukanya, matanya membuka melihat sekelilingnya dengan samar karena cahaya di ruang tersebut begitu terang.

” Apa aku sudah mati ” batin Tiffany, perawat yg sedang memeriksa detak jantung Tiffany melihat Tiffany yg membuka matanya.

” Nona kau sudah tersadar ” ucap perawat tersebut.

” Jadi aku belum mati ” batin Tiffany, Tiffany langsung saja terbangun dan mendudukan tubuhnya membuat Dokter terkejut karena keadaan Tiffany benar benar lemah jika dalam keadaan normal, namun mereka tidak tahu dibalik semua ini.

” Nona kau tidak boleh banyak bergerak ” ucap sang Dokter

” aku baik baik saja, uisa nim ” ucap Tiffany, sang Dokter semakin heran, bagaimana mungkin Tiffany merasa baik baik saja sedangkan hasil dari pemeriksaan detak jantung Tiffany sangat lemah bahkan di bawah normal.

” uisa nim ” panggil Tiffany pada Dokter tersebut.

” aku ingin kau jangan katakan hal ini pada siapapun, katakan pada pria yg sedang menungguku bahwa aku baik baik saja ” ucap Tiffany.

” tapi ….. keadaanmu sangat lemah, tapi kenapa kau terlihat baik baik saja sekarang ”

” aku memang baik baik saja, percayalah padaku ” ucap Tiffany, kemudian Dokter tersebut pun mengerti dan langsung meninggalkan tempat tersebut.

 

Siwon langsung berdiri dari duduknya ketika Dokter yg memeriksa Tiffany keluar .

” Dokter …. bagaimana keadaanya ? ” tanya Siwon khawatir.

” dia baik baik saja ……. tapi ini aneh ……” ucap sang Dokter namun dia langsung menghentikan ucapanya mengingat Tiffany menyuruhnya untuk menutup mulut.

” aneh …. apa yg aneh?, ada apa denganya ? ”

” ani, di baik baik saja, hanya saja dia tidak boleh terlalu lelah ” ucap Dokter tersebut.

” khansamnida Dokter ” ucap Siwon.

 

Siwon membuka pintu kamar inap Tiffany pelan, Siwon melihat Tiffany yg sedang melamun bersandar pada ranjang, Siwon diam memperhatikan Tiffany dari jauh, Siwon melihat Tiffany berbicara seorang diri.

” entahlah Sica …… ” ucap Tiffany pelan, Siwon mengernyitkan dahinya, Sica …. ?, Siwon semakin heran disini tidak ada orang lagi selain Tiffany dan dirinya yg sedang bersembunyi.

” Fany-ah ….. ” panggil Siwon, Tiffany tetkejut melihat Siwon yg tiba tiba datang, Jessica yg ada di depan Tiffany pun hanya diam melihat dua insan tersebut, toh …. Siwon tidak akan bisa melihatnya.

” oppa …. ”

” aku melihatmu berbicara seorang diri ”

” hmm ….. itu hanya kebiasaanku ketika aku kesepian ” ucap Tiffany berbohong dan tersenyum.

” kau baik baik saja ? ” tanya Siwon pelan.

” ne …. aku baik baik saja ”

” maafkan aku ”

” maaf ? …. untuk apa ? ”

” untuk semuanya, selama ini aku hanya bersikap mengacuhkanmu, tapi kau selalu bersikap baik padaku ”

” aku melakukanya karena aku merasa bahagia melakukanya, berada disamping seseorang yg kita cintai itu akan membuatku merasa bahagia, kau tidak usah khawatir oppa, aku tidak akan mengikatmu dalam kesepakatan kita, bukankah sebentar lagi kesepakatan kita akan berakhir ” Siwon terdiam menatap sendu Tiffany yg sedang menatap keluar jendela.

” bukan ….. ada satu hal yg ingin aku katakan, aku ….. aku mencintaimu, maafkan aku, seharusnya aku mengatakan perasaan ini padamu tapi aku takut, aku begitu takut mengatakanya, bahkan aku merasa seperti orang bodoh ” batin Siwon menatap sendu Tiffany.

 

*** Love in time ***

Siwon memeriksa kembali document documentnya untuk presentade besok, dia harus berusaha sendiri untuk menjadi CEO Hyundai group dan mempertahankan Hyundai, sampai saat ini Tuan Choi masih dirawat.

Siwon termenung melihat document tentang saham dan foto kelurganya yg terdapat di meja kerjanya, kini dia sadar perjuangan Appanya dalam mempertahankan Hyundai dan tetap menafkahi keluarganya benarlah sangat besar.

 

tok… tok… tok

Masuklah sekretaris Seo dan langsung menghadap Siwon.

” rapat pemilihan CEO akan dilaksanakan beberapa menit lagi Tuan ” ucap sekretaris Seo.

” baiklah ….. aku akan persiapkan semuanya ” ucap Siwon kemudian membereskan beberapa documentnya yg akan di presentasikanya.

 

Siwon menghela nafasnya pelan sebelum memasuki ruang rapat, dia meremas documentnya dan melangkah memasuki ruangan tersebut, dia melihat banyak sekali dewan Hyundai dan beberapa orang di ruang rapat tersebut.

Siwon berjalan menuju tempat duduknya, kemudian sekretaris Seo pun menuju ke podium untuk membuka rapat pemegang saham dan pemilihan CEO Hyundai.

 

*** Love in time ***

Tiffany tergesa gesa berlari memasuki sebuah Cafe,  matanya menelusuri keseluruh sudut tempat tersebut mencari sosok Siwon, namja tersebut menghubungi Tiffany untuk menemui Siwon di Cafe yg sering mereka datangi, Tiffany khawatir Siwon akan mabuk lagi seperti biasanya.

Tiffany menghentikan langkahnya setelah menemukan Siwon, namja tersebut sedang duduk lemas meneguk vodkanya, Siwon yg menyadari Tiffany langsung mendongak dan tersenyum.

” kau sudah datang, duduklah ” Tiffany pun menurut dan duduk di depan Siwon

” Fany-ah ….. hari ini aku sudah menjadi seorang CEO Hyundai, ayo kita rayakan keberhasilanku ” ucap Siwon kemudian menuangkan vodka ke gelas untuk Tiffany.

Tiffany hanya diam menatap Siwon.

” oppa …. jangan terlalu banyak minum ”

” tidak apa ”

” nanti siapa yg akan menyetir mobilmu, aku tidak mau melakukanya ”

” Fany-ah ….. ” mereka saling pandang.

” apa kau bahagia bersamaku?, apa aku sering membuatmu tersakiti ? ”

” aku bahagia bersamamu ” ucap Tiffany pelan, Siwon terkekeh pelan.

” maafkan aku ”

” aku memaafkanmu ”

” berjanjilah kau akan selalu disampingku ” Tiffany mengernyitkan dahinya.

” apa maksudmu ? ”

 

*** Love in time ***

Tiffany melangkah pelan memasuki halaman rumah Tuan Choi dengan Siwon yg tekulai lemas dibahunya, seperti biasa namja itu mabuk lagi, Tiffany begitu keberatan menopang tubuh Siwon.

Tiffany terus berjalan dengan Siwon yg dibahunya, dia berjalan di pinggir kolam renang, Siwon menyuruhnya untuk masuk dari samping rumah agar orang di rumah tidak mengetahuinya.

” tubuhmu sangat berat oppa ” keluh Tiffany.

Tubuh Siwon yg begitu berat membuat Tiffany kesulitan berjalan,  kemudian tubuh Siwon terhuyung pelan ke pinggir kolam Tiffany yg menopangnya pun jadi ikut terbawa ketika Tiffany menahan tubuh Siwon dia langsung terjatuh karena hak sepatunya dan alhasil mereka terjebur ke kolam renang bersama.

byur ……..

untunglah kolam renang tersebut tidak begitu dalam dan hanya setinggi pinggang mereka sehingga memudahkan Tiffany untuk membantu Siwon.

Tiffany langsung terduduk lemas sesudah keluar dari kolam renang tersebut, namun detik kemudian dia menjadi panik melihat Siwon yg tidak bergerak sedikitpun, namja itu terbaring tak sadarkan diri.

” oppa ….. bangunlah ” ucap Tiffany khawatir menepuk nepuk pipi Siwon.

” oppa ….. bangunlah …. op ”

grep …… Tiffany langsung menghentikan ucapanya ketika tubuh Siwon yg langsung memeluknya, Tiffany membeku seketika di tempatnya, jantungnya bergemuruh tak karuan, Siwon mendekap tubuh Tiffany begitu erat dengan posisi tertidur di lantai. Tiffany hanya diam membeku, suasana begitu hening mereka hanya diam dalam posisi tersebut, bahkan Tiffany kini dapat mendengar detak jantung Siwon yg tak beraturan.

” apa kau bisa mendengarnya, suara hatiku ” ucap Siwon lirih.

” apa yg kau katakan ? ” ucap Tiffany dan bergerak pelan untuk melepas dekapan Siwon.

” aku mencintaimu ” batin Siwon

” tetaplah seperti ” ucap Siwon dan mengeratkan pelukanya, Tiffany pun hanya bisa diam dalam posisinya, merasakan hangatnya dekapan Siwon.

 

Tiffany membaringkan tubuh Siwon ke ranjang king Size Siwon, dia berhasil membawa Siwon sampai ke kamar Siwon, untunglah Nyonya Choi masih dirumah sakit menemani Tuan Choi, Tiffany menyelimuti tubuh Siwon pelan dan melangkah pergi mengambil air kompresan untuk Siwon, setelah mereka terjatuh di kolam renang ditambah mereka yg baru saja berdiam diri di lantai membuat Siwon masuk angin.

Tiffany menutup pintu kamar Siwon dengan pelan tanpa membunyikan suara sedikitpun, kemudian dengan pelan dia langsung membangunkan Siwon, Tiffany mengguncang tubuh Siwon pelan untuk terbangun.

” oppa, bangunlah, ganti bajumu terlebih dahulu nanti kau bisa sakit ” ucap Tiffany pelan, Siwon pun mengerjapkan matanya dan membuka matanya, dia menatap Tiffany yg ada di depanya.

” Fany-ah ”

” gantilah bajumu, aku akan mengambil minuman penghangat ” ucap Tiffany dan melangkah pergi, namun Siwon langsung menahanya, Siwon langsung terbangun dan berdiri memeluk Tiffany dari belakang, Tiffany terdiam dalam posisinya tubuhnya terlalu kaku untuk melakukan apapun, bahkan kini Tiffany bisa merasakan deruan hangat nafas Siwon di kulit putih bahunya, kini namja tersebut memeluk erat Tiffany seakan takut akan kehilangan Tiffany.

” jangan pergi, tetaplah disampingku ” ucap Siwon pelan

” kau harus mengganti bajumu oppa ”

” aku tahu, tapi tetaplah disampingku, Fany-ah. temani aku malam ini ” ucap Siwon dan mengeratkan pelukanya, tak ada yg dapat dilakukan Tiffany saat ini, dia begitu luluh dengan perlakuan ini.

 

Setelah mengganti bajunya Siwon langsung terbaring di ranjangnya menghadap kekiri, dia menatap lembut Tiffany yg sedang terbaring menghadapanya, Siwon meminta Tiffany untuk menemaninya tidur.

Mereka terdiam saling pandang, tak ada satu suarapun yg keluar dari mulut mereka, mereka hanya saling menatap lembut seolah saling berbicara mengungkapkan perasaan mereka lewat tatapan tersebut, dengan lembut Siwon menggenggam tangan Tiffany hangat dan erat.

Siwon terus menatap lembut mata Tiffany. Siwon menyadari betapa peduli dan sayangnya Tiffany padanya, ketika dia terpuruk gadis itu selalu saja menenangkanya meminjamkan bahunya untuk tempat bersandar Siwon, ketika Siwon bersikap dingin namun Tiffany selalu saja bersikap baik padanya. Siwon semakin mengeratkan genggamanya, dia berharap waktu berjalan dengan lambat untuk saat ini, dia ingin sekali merasakan semua ini, jika waktu bisa diulang kembali dia akan membuat wanita ini bahagia, mencintainya dan selalu membuat ukiran indah dibibir manis tersebut.

Siwon memajukan tubuhnya perlahan mendekat Tiffany.

” izinkan aku merasakan semua ini, izinkan aku merasakan cintamu lagi Fany-ah ” ucap Siwon lembut, Tiffany tersenyum dan mengangguk pelan, kemudian Tiffany langsung mendekap tubuh Siwon ke pelukanya, memberikan namja itu kehangatan dan ketenangan, Siwonpun membalas senang dekapan Tiffany dan mengeratkan pelukanya.

” bolehkan aku memelukmu seperti ini sampai pagi ? ” tanya Siwon.

” kau boleh melakukanya, jika itu membuatmu merasa lebih baik ”

Siwon tersenyum senang dalam pelukanya.

Bisakah waktu berhenti saat ini, mereka hanya berharap semua berhentu saat ini, merasakan kebahagiaan.

Malam ini pun mereka lewati bersama dengan perasaan mereka.

 

*** Love in time ***

Jessica terus mondar mandir di tempatnya, banyak sekali permasalahan yg dia hadapi, dia bingung apa yg harus dilakukanya untuk membantu Tiffany agar tetap hidup. Kini waktu yg dimiliki Tiffany sudah hampir habis, namun sampai sekarang Tiffany belum mendapatkan persyaratan itu, Jessica bingung apa yg harus dilakukanya untuk membuat Tiffany tetap hidup.

Jessica menghela nafas kasar mengingat semua ini, dia fikir Siwon adalah cinta sejati Tiffany namun sekarang dia kecewa, kenapa Siwon masih belum bisa mencintai Tiffany, Jessica bingung apa yg membuat namja itu seperti ini bukankah waktu itu dia tahu Tiffany dan Siwon tidur bersama, lalu apalah arti semua itu, seorang namja dan yeoja tidur bersama meskipun tidak melakukan kontak apapun tetap saja dalam keadaan normal itu bisa membuktikan bahwa mereka saling mencintai.

Tiffany menghela nafas pelan untuk kesekian kalinya, dia merasa pusing sendiri melihat Jessica yg terus mondar mandir  di depanya.

” Sica, berhentilah mondar mandir, kau membuatku pusing melihatnya ” keluh Tiffany, Jessica langsung saja menghentikan aktivitasnya dan duduk di bangku sebelah Tiffany.

” mian, Fany-ah …. ”

kemudian untuk beberapa saat mereka saling terdiam melihat sungai han di depan mereka, mereka sibuk dengan pemikiran masing masing.

” Fany-ah …… mungkinkah Siwon itu bukan cinta sejatimu ?, apa yg bisa kulakukan untuk membantumu, kenapa ini sangat sulit ” ucap Jessica frustasi, dia merasa serba salah saat ini, bahkan dia juga sangat bingung dengan persyaratan Tiffany untuk hidup kembali.

Tiffany terus diam menatap indahnya sungai han di sore hari, mata indahnya tak pernah lepas dari pandanganya itu, Tiffany memejamkan matanya menghirup udara sore hari menikmati hembusan angin yg menerpa wajahnya, dan mungkin ini adalah untuk terkhirkalinya dia menikmati semua ini.

” Sica ….. menurutmu aku ini orang yg bagaimana ? ” tanya Tiffany mengalihkan pembicaraan.

” apa yg kau bicarakan Fany-ah ….”

” kau tahu ….. mungkin ini adalah untuk terakhirkalinya aku menikmati semua ini ”

” hentikan omong kosongmu itu, kau akan tetap hidup, aku yakin kau pasti akan mendapatkan ciuman ketulusan itu ” Tiffany hanya terkekeh mendengar ucapan Sica, kenapa gadis itu yg bersedih pada penderitaan Tiffany.

” lagipula kenapa pria bodoh itu selalu mengacuhkanmu, apa dia tidak mengerti sedikitpun tentang perasaanmu, lalu apa artinya saat itu kau dan Siwon tidur bersama ” ucap Jessica kesal.

” dia hanya memeluku sampai pagi, tidak ada yg kami lakukan, lagipula perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan Sica ”

” lalu siapa sebenarnya cinta sejatimu Fany-ah?, kenapa ini sangat sulit, jika tahu akan seperti ini seharusnya dari awal aku menjauhkanmu dari Siwon, dengan seperti itu kau tidak akan tersakiti seperti saat itu dan bisa mencari cinta sejatimu dalam waktu ini ”

” Sica hentikan, aku bahagia dengan semua ini, meskipun harus berusaha untuk tetap hidup pun manusia sudah ditakdirkan untuk mati, mungkin ini sudah takdirku, aku tidak pernah menyesal dengan mencintainya atau dengan takdirku sekarang ” ucap Tiffany pelan, Jessica langsung terdiam, memang benar apa yg dikatakan Tiffany, namun Jessica yakin Tiffany masih bisa tetap hidup, bahkan sampai saat ini Jessica yakin bahwa Siwon memang cinta sejati Tiffany, namun sikap namja itu membuatnya bingung.

” apa aku boleh meminta permintaan terakhirku ? ”

” sudah hentikan ucapanmu itu, tidak akan ada permintaan terakhir, kau bahkan boleh meminta apapun dan kapanpun kau mau asal jangan kau ucapkan permintaan terakhir ” ucap Jessica kesal kemudian melangkah pergi meninggalkan Tiffany yg terdiam menatap sendu langkah Jessica dari duduknya.

 

Deg ……. Tiffany meremas kembali dadanya yg terasa amat sakit, akhir akhir ini dia selalu merasakan sakit pada jantungnya, bahkan beberapa hari ini dia selalu cepat lelah dan sakit.

Jessica langsung berlari dan menahan tubuh Tiffany yg hampir terjatuh.

” gwenchana ? ” ucap Jessica khawatir, Tiffany menganggukan kepalanya dan tersenyum lembut.

Jessica hanya terdiam menatap sedih Tiffany, bahkan saat ini dia tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Tiffany mendapatkan ciuman itu, apa yg dapat dilakukanya pada perasaan cinta seseorang.

 

*** Love in time ***

 

Jessica langsung saja menampakan dirinya di ruangan Siwon, namun namja itu belum menyadari kedatangan Jessica, karena posisi Siwon yg menghadap ke luar jendela.

” kau, Choi Siwon ? ” ucap Jessica, Siwon langsung membalikan tubuhnya ke arah sumber suara tersebut, Siwon terkejut melihat kedatangan Jessica, bagaimana bisa yeoja berjubah putih itu masuk ke ruang kerjanya.

” maaf Nona, kau ini siapa ? ”

” kau tidak perlu tahu siapa diriku, aku kesini untuk membicarakan sesuatu yg penting tentang Tiffany ” Siwon terdiam, Tiffany …. ! ada apa dengan yeoja itu.

” memangnya kau siapa?, dari mana kau tahu tentang Tiffany ?”

” aku adalah teman dari Tiffany Hwang, memang kita belum pernah bertemu sebelumnya, karena memang sampai kapanpun kau tidak akan bisa melihatku ”

” aku datang kemari untuk memberitahu tentang ……. ” Jessica terdiam sejenak

” tentang kematian Tiffany ” Siwon membeku, kini perasaanya tak laruan, oh Tuhan …. apa yg terjadi pada Tiffany.

” apa yg terjadi padanya ? ” tanya Siwon khawatir, Jessica menghernyitkan dahinya, bukankah Choi Siwon tidak pernah peduli dengan Tiffany, namun sedetik kemudian Jesica tersenyum, Jessica bisa melihat kekhawatiran Siwon pada Tiffany.

” dia tidak baik baik saja, apa kau pernah bertemu dia di Rumah Sakit untuk pertama kalinya?, saat itu yang kau temui adalah roh Tiffany, dia menglamai kecelakaan yg sangat parah yg membuatnya koma dan harus mati sebelum takdirnya, namun dia bisa terbangun kembali dengan syarat untuk mendapatkan sebuah ciuman ketulusan abadi ”

Siwon bingung dengan penjelasan Jessica apa yg dikatakan Jessica, namun Siwon ingat saat pertama kali bertemu Tiffany hanya dia yg bisa melihat Tiffany namun yg lain tidak.

” selama ini dia berusaha untu mendapatkan ciuman itu, namun dia mengabaikan persyaratan itu untuk tetap hidup bahagia bersamamu, aku kira kau adalah cinta sejatinya namun aku salah, kau tidak pernah mencintainya seperti dia mencintaimu, dia sangat mencintaimu ”

Siwon hanya diam mencerna ucapan Jessica, ucapan Jessica sangat tidak masuk akal baginya.

” apa maksudmu ? ”

” kau harus memikirkanya sendiri Choi Siwon, saat ini dia hanya memiliki waktu beberapa jam untuk bisa bertahan hidup, jika kau memang peduli padanya datanglah dan buat dia bahagia, jangan sampai kau terlambat karena mungkin kau tidak akan bisa melihatnya lagi, jika memang bukan kau cinta sejatinya ada baiknya jika kau membuatnya bahagia sebelum dia benar benar pergi, aku berharap kau bisa membuatnya untuk tetap hidup ” ucap Jessica kemudian dia langsung mengibaskan jubahnya dan menghilang, Siwon langsung terkejut, apa yg telah ia lihat?, ini tidak mungkin, Jessica menghilang begitu saja. Namun Siwon langsung tersadar, Tiffany ……. kini fikiranya hanya tertuju pada yeoja itu, apa yg telah terjadi pada Tiffany, Siwon sangat khawatir, sudah dua hari ini dia memang tidak bertemu dengan sosok yeoja itu, membuatnya semakin takut dan khawatir.

 

*** Love in time ***

Siwon mengendarai mobilnya dengan pelan menelusuri Seoul, setelah Jessica datang tadi Siwon langsung saja pergi untuk mencari Tiffany.

Matanya kini menelusuri setiap tekuk lekuk jalanan Seoul berharap menemukan Tiffany, yeoja itu kini tidak dapat di hubungi.

Siwon meremas kemudinya karena cemas. Siwon langsung saja membalikan mobilnya kembali dan menancapkan gasnya menuju suatu tempat.

 

Tiffany berdiri di pinggir sungai han, matanya tertutup merasakan keadaan disekitarnya, tubuh mungil itu terlihat begitu kurus, lesu dan pucat, tak ada cahaya sedikitpun yg terpancar dari tubuh tersebut, Tiffany mengepalkan tanganya menahan sakit.

Matanya kini mengeluarkan cairan bening miliknya ketika merasakan detik detik terakhirnya untuk hidup.

” bisakah waktu berhenti, bisakah aku bertemu denganya, aku ingin melihat wajah itu, Choi Siwon …….. ” batin Tiffany.

Hening……..

Tak ada satupun yg terdengar di telinga Tiffany, hanya suara angin dan bising kota yg terdengar olehnya, suara itu kini mulai semakin menghilang dan tak terdengar lagi, tubuhnya kini terasa semakin sakit dan lemah.

Siwon berlari menghampiri Tiffany yg terasa jauh darinya, tubuh mungil itu terlihat begitu jauh, Siwon terus berlari, entah kenapa kakinya serasa sangat berat untuk berlari, kenapa jalanan  ini terasa begitu jauh baginya, perasaanya kini tak karuan, namja itu terus berlari cepat dengan seluruh tenaganya berharap cepat sampai dan memeluk tubuh Tiffany.

Dengan sangat lambat waktu mulai berjalan mundur, Tiffany semakin lemas namun yeoja itu masih sanggup berdiri memandang sungai han didepanya dengan menahan semua rasa sakit yg dirasakanya, tubuh Tiffany perlahan mulai limbung namun seseorang berhasil menahanya.

Chu ……..

Siwon langsung merangkul tubuh Tiffany dan langsung menciumnya, dia kecup bibir pucat Tiffany degan sangat lembut, namun Tiffany tidak membalas ciuman itu, Tiffany hanya diam dan kemudian terkulai lemas tak berdaya di bahu Siwon.

Siwon membeku di tempatnya, hanya diam mematung membiarkan tubuh Tiffany terkulai di dadanya,  tangan dan tubuhnya terasa kaku, hatinya kini terasa begitu sesak dan tak karuan.

” Fany-ah …… aku mencintaimu ” ucapnya lirih dan menangis, seperti inilah dirinya, begitu rapuh dan tak berdaya menghadapi cintanya yg telah pergi,  air matanya sudah mengalir meninggalkan jejak dipipinya, dan untuk pertama kalinya Siwon merasakan sakit yg sangat sakit karena kehilangan seseorang.

 

Setidaknya sebelum semuanya berakhir aku bisa merasakanya, merasakan kebahagiaan, aku bisa merasakan ketulusan dan cinta yg begitu tulus, meskipun dalam waktu yang begitu cepat aku mendengarnya mengatakan cinta padaku, aku bahagia, pada akhirnya aku melepasnya dengan cinta yg ku miliki. [ Tiffany ].

 

The End ……………………….

 

Epilog…………….

 

Choi Siwon berlari dengan begitu cepat menuju pantai Naksan, tempat yg meninggalkan sebuah kenangan dan ketulusan, seseorang yg sangat berarti dalam hidupnya dan cintanya.

Nafas Siwon tersengal sengal, dia terus berlari berharap cepat sampai di tempat tersebut, kini hatinya berdegup tak karuan, perasaan bahagia dan kerinduan membuncah dalam dirinya, penantian yg begitu panjang terasa begitu dekat dan nyata di depanya, seseorang yg dicintainya telah kembali setelah beberapa tahun terpisah.

Tiffany baru kembali dari Amerika setelah 3 tahun menjalani operasi dan perawatan karena kebocoran jantung yg di akibatkan oleh kecelakaan besar saat itu, selama ini Siwon dan Tiffany tidak pernah bertemu maupun saling memberi kabar, Tuan Hwang langsung memindahkan Tiffany ke Rumah Sakit Amerika tanpa memberitahukan Siwon dan siapapun kecuali Donghae. Dan setelah kejadian itu Siwon selalu menutup hatinya untuk siapapun, dia pernah dibuat depresi selama satu minggu dan harus menjalani perawatan.

Tiffany terus berdiri di atas pasir pantai yg putih, matanya terpejam menikmati pemandangan Sunset di Sore hari, semilir angin yg begitu tenang menerpa rambut keriting gantungnya.

” Fany-ah ……. ” Tiffany langsung membuka matanya dan membeku di tempatnya

” Suara itu ……… ” batin Tiffany, yeoja ini langsung saja membalikan tubuhnya, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok yg sangat dirindukanya kini berdiri begitu dekat dan nyata dihadapanya.

Siwon terdiam ditempatnya memandangi Tiffany di depanya, tidak ada yg dapat di katakanya saat ini, dia begitu bahagia bisa bertemu kembali dengan Tiffany.

Mereka terdiam saling memandang lembut, kemudian perlahan Siwon melangkah maju mendekat Tiffany, tangan Siwon terulur untuk mengelus pipi tersebut.

” aku sangat merindukanmu, aku mencintaimu Fany-ah …. ” ucap Siwon dan langsung mendekap tubuh Tiffany erat, Tiffany tersenyum lembut dan membalas pelukan tersebut, dia bahagia.

Siwon melepas pelukanya dan menatap manik Tiffany.

” kau adalah mimpi baru ku yg tidak akan ku lepaskan ” ucap Siwon.

” kau adalah mimpiku yg akan selalu aku jaga sampai kapanpun, oppa ” ucap Tiffany dan tersenyum, Siwon pun ikut tersenyum.

Siwon langsung mendekap tubuh Tiffany lagi dengan erat tak mau melepaskan yeja itu, sekarang mimpinya sudah datang dan telah ia raih, dia tidak akan pernah melepas Tiffany dan akan selalu membuat Tifany bahagia bersamanya.

” nan jeongmal sarangheyo, Fany-ah ”

” Nado, oppa ”

**********************

 

 

Hai hai readers ….. akhirnya selesai juga ni ff, maaf banyak typo yg bertebaran dalam ff ini karena author  ngetik ff nya pke HP hehehe🙂 dan sekali lagi mian karena ff y kurang memuaskan untuk para readers, setiap hari author bolak balik cuma buka ini blog dan pengen tahu komentar kalian tentang ff author yg kedua ini, dan ternyata apa yg author bayangkan tidak berjalan seperti yang author bayangkan, Coment terhadap ff ini sangatlah sedikit itu berarti ff author kurang bagus …. hiks …. hiks ….😥

Makasih buat reader yg selalu meninggalkan jejak y di Comenan ( membungkuk 90 derajat ), jeongmal gomawoyo ……

Sekali lagi terimakasih dan maaf jika ff y kurang memuaskan ….

Komen kalian sangat berguna untuk kemajuan ff author and semangat bagi author untuk menulis ff ini juga mencari inspirasi untuk ff yg author buat.

Jeongmal gomawoyo ….. dan sampai jumpa di ff author selanjutnya ….. BYE ….. See you🙂

75 thoughts on “(AF ) Love in time 5 – End

  1. suka sama ceritanya..tapi agak bete sama siwon yg lama banget nyadarnya smpai sica harus muncul gitu, tapi tetep bagus lah thor ceritanya, ditunggu karya2 selanjutnya

  2. waaaaa kirain tiffany meninggal yaampuuun huhuhu.. the end nya bikin gempar deh hah :(( tapi gapapa yang penting terbayar sama endingnya hehe…
    daebak serius keren!!! ditunggu karya selanjutnya

  3. sumpah tadi aku kira tifany meniggal terus story’a end,tpii pas kebawah eh ada epilog’a,,whaaa ending’a mereka bahagia…

  4. Ciee akhirnya siwon nyatain cintanya ke tiffany, padahal waktunya tinggal sedikitt..lagi. FF nya bagus kok thor, mungkin readers yg lainnya gk sempat kasih komentar atau memang masih ada silent riders. Pokoknya author the best!

  5. Nah kan siwon nya cinta juga, tapi masih susah gtu ngungkapin dan ya pda akhirnya fany udh nggk bisa dislmtkan… eiit tpi fany msih hidup epilog nya mreka bersatu duuhh snengnya, gpp thor ff nya udh bgus emng sih masi ada typo tpi gpp dimaklumi krna ngtik dari hp hehe, okay thor ttp smgt nulis ff nya 😀😘

  6. Siapa bilang ff’nya ga bagus author, ini ceritanya bagus ko, walaupun dalam penulisannya ada typo tapi gaya bahasa author baik jadi typo bukan masalah..
    Aku pikir bakal sad tapi ternyata happy ending, syukurlaaaah ,hihii^^
    Jeti moment’nya kurang nih di part ending ini author , next ff dong bikin lagi sifany + jeti. Oke oke….
    Ditunggu, semangat author ^^

  7. g th y kok rasany krg kena gitu!!! aplg siwon hny sekilas cium fany. hrs dibwt agk dramatis dikit dmn fany diberi ksemptn utk th hati msg2. tp sukses bikin air mata ngalir….

  8. A yeayyy Happy ending… wahh Siwon oppa akhirnya tahu yang sebenarnya walaupun tinggal beberapa jam dan harus nunggu 3 tahun, tapi penderitaan itunterbayarkan sama kesembuhan Fany eonni ya kan oppa??? Wahhh daebak….
    Takdir memang hanya Tuhan yang tahu, tapi kita bisa saja merubah takdir itu walaupun hany sedikit….

  9. Ending, untunglah tiffany bisa kembali berkat bantuan ciuman siwon, akhirnya siwon gak terlambat, tadi deg-deg serrr/? Bacanya takut sad ending :”..
    Sekarang aku mo ngomentarin tulisan author, penulisannya bagus sih, buat pengen baca terus tanpa langkah-langkah bacanya, trus seperti di awal aku kira cerita ini seperti 49 days ternyata beda kalo di drama schedulernya cuek bodo amat kalo disini sica nya baik, care pula sama tiffany, oh iya thor sayangnya kenapa donghae gak diceritain lagi? Kasian dia masih jomblo disini /gak.. tapi overall aku suka semuanya, good.. ditunggu karya selanjutnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s