(AF) SORRY PART 4 (END)

SORRY PART 4 (END)

received_808976042509078.jpeg

Author             : @Zoey_loe

Genre              : Sad, Romance

Main Cast        : Tiffany Hwang, Choi Siwon, Lim Yoona

Length              : Capter

Okey!! Happy reading and keep RCL please…….

AUTHOR POV

Tiga bulan berlalu, Siwon juga tidak berubah dia masih menjadi Siwon yang dingin dan kasar pada Tiffany.Mereka seperti orang asing yang baru saja kenal, kemesraan yang mereka ciptakan dulu telah sirna.Walaupun kondisinya seperti ini Tiffany tetap merawat Siwon, menyiapkan semua yang diperlukan Suaminya.

Seperti malam ini Tiffany menunggu Siwon pulang hanya ingin makan malam bersama tapi yang di tunggu tak kunjung datang sampai sampai Tiffany ketiduran di meja makan.

Siwon pulang.Saat Siwon memasuki rumah nya dilihat lampu yang masih menyala “apa Tiffany belum tidur” batin nya. Siwon berjalan masuk menuju kamar nya tapi ketika melihat ke arah meja makan dia melihat sosok wanita yang tak asing lagi, di dekatinya sosok wanita yang sedang tertidur pulas di meja makan, yap wanita itu istrinya, Tiffany.

Di selipkan oleh Siwon rambut Tiffany yang menutupi wajah cantik nya, lalu mengusap pipi nya dengan sayang.Sebenarnya Siwon masih mencintai Tiffany bahkan tidak berkurang sedikitpun tapi hatinya masih kecewa, hatinya masih terluka.

Diangkat tubuh Tiffany ala bridalstyle, Siwon memindahkan Tiffany ke kamar mereka.Perlahan Siwon merebahkan tubuh Tiffany di tempat tidur agar Tiffany tidak terbangun, tapi saat Siwon merebahkan tubuhnya, Tiffany membuka matanya lalu menangkup wajah Siwon.

cup cup cup cup cup… Tiffany mendaratkan kecupan kecupan ringan di pipi dan bibir Siwon bergantian, saat kecupan nya yang kelima Siwon melepas kan tangan Tiffany yang menempel di wajahnya, lalu berjalan menjauhi Tiffany.

“Tiffany” panggil Siwon yang memunggungi Tiffany.

“hoh” jawab Tiffany kaget karena tiba tiba Siwon memanggil nya.

“lusa kita akan menginap dirumah orang tua ku!!” ucap siwon dengan nada yang sangat datar, siwon tengah membuka pakaian kantor nya. Sepertinya setelah ini dia bersiap siap membersihkan tubuhnya.

“ada apa oppa? Apa ada acara penting” Tanya Tiffany dengan nada yang sangat lembut.

“Tidak usah banyak Tanya, ikut saja” bentak Siwon lalu masuk ke kamar mandi.

Tiffany terjkejut saat Siwon membentaknya, baru beberapa menit yang lalu Siwon bersikap manis padanya sekarang dia sudah bersikap kasar. Sebenarnya Tiffany sudah terbangun ketika Siwon membelai pipi nya tapi Tiffany memang sengaja pura pura tertidur hanya ingin melihat reaksi suaminya itu. Siwon masih perhatian, buktinya Siwon mau menggendong nya sampai kamar mereka berarti Siwon masih mencintainya  pikir Tiffany. Sekarang Benar benar tak ada diskusi lagi diantara Siwon dan Tiffany.

 

Tiffany mengedarkan pandangan nya keseluruh sudut kamarnya bersama Siwon, air mata nya pun menetes begitu saja.Tiffany sangat sedih karena Siwon yang dulu dengan Siwon yang sekarang sangat berbeda, kamar yang dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan mereka sekarang menjadi dingin, bahkan sangat dingin dari salju.Rasanya Tiffany ingin berontak tapi sayang nya dia tidak bisa.

 

***

 

Siwon dan Tiffany sudah sampai di kediaman orang tua Siwon, Tiffany sedikit terkejut karena keluarga besar Choi berkumpul disini, sooyoung pun juga ada disini tapi kenapa Siwon tidak memberi tahunya.Tiffany ingin menyapa Sooyoung tapi sepertinya Sooyoung tengah asyik mengobrol dengan keluarganya.

Siwon dan Tiffany pun masuk kekamar yang sudah disiapkan untuk mereka, baru saja masuk ke kamar, Siwon langsung keluar bergabung bersama keluarganya. Tiffany membongkar koper mereka dan ingin memasukannya kedalam lemari besar di dekat tempat tidur. Tiba tiba Sooyoung menjulurkan kepalanya dipintu kamar.

“unnie” panggil Sooyoung.

“ada apa Sooyoungie” jawab Tiffany yang masih sibuk merapikan pakaiannya.

“unnie kau dipanggil halmoni, dia menyuruh mu bergabung di ruang tengah” ajak Sooyoung.

“nde sebentar lagi aku akan kesana, kau duluan saja” Tiffany pun mengalihkan pandangannya ke Sooyoung memastikan wanita itu kalau dia akan kesana sebentar lagi.

“baiklah” sooyoung pun berjalan keluar kamar Tiffany.

Setelah merapikan pakaian nya Tiffany pun ke ruang tengah ternyata itu ruang keluarga yang berada di ruang tengah rumah besar itu.Tiffany pun duduk di samping Siwon, Siwon yang hanya menunduk dengan penuh kebisuan, Tiffany bingung dia tidak berani bertanya pada suaminya. Ibu dari tuan choi yaitu nenek nya Siwon pun membuka pembicaraan

“baiklah, karena kita sudah berkumpul. Ada yang ingin aku bicarakan padamu fany ahh” nenek Siwon bicara sangat tegas dengan sorot mata yang tajam.

“nde halmoni ada apa?” jawab Tiffany dengan penuh Tanya.

“kau telah bergabung bersama kami hampir 5 tahun, tapi sampai saat ini kami tak melihat tanda tanda kehamilan, kau bahkan pernah keguguran dan dokter memfonis hanya ada sedikit harapan untuk hamil lagi” jawab nenek Siwon panjang lebar.

 

TIFFANY  POV

“kau telah bergabung bersama kami hampir 5 tahun, tapi sampai saat ini kami tak melihat tanda tanda kehamilan, kau bahkan pernah keguguran dan dokter memfonis hanya ada sedikit harapan untuk kau hamil lagi”

DEG!! Perkataan nenek Siwon bagaikan pil pahit yang masuk kemulut ku, aku menangis, cepat cepat aku hapus air mata yang telah jatuh.Untuk inikah aku di ajak ke sini, untuk dihina atau dipisahkan dari Siwon oppa?

“sebenarnya dari dulu kami sudah punya calon untuk Siwon, sebelum kau menikah dengannya, tapi Siwon anak yang keras kepala, tidak mau diatur dan akhirnya dia memilih menikahi mu” lanjut nenek Siwon.

Aku hanya bisa tersenyum, yaa senyum yang sangat dipaksakan tentunya, aku mencuri pandang kearah Siwon oppa dan aku melihat wajahnya dengan tatapan kosong.

“dan aku dengar dari ibu mertuamu kau sudah berkenalan dengan wanita itu” nenek nya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan Siwon oppa hanya diam saja, tapi aku melihat air matanya.Ingin aku peluk dia agar dia kuat dengan semua masalah ini, tapi aku tidak punya keberanian.

Nenek nya masih bicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraan ini dia berkata

“kau maunya bagaimana fany aah? Dimadu atau diceraikan?” Tanya nenek nya dengan wajah yang sangat menantang.

Oh Tuhan… kuatkan aku, hatiku sakit mendengarnya. Mengapa keluarga nya bersikap seperti ini kepada ku.

“Tiffany jawablah?” kali ini nyonya Choi yang memintaku untuk menjawab.

Aku langsung memegang tangan Siwon oppa , tangan nya dingin dan gemetar.

“walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan suamiku, tapi aku bisa berdiskusi dengannya melalui hati. Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami” jawabku dengan tegas.

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Pada saat itu juga Siwon oppa menatapku dengan tetesan air mata.Tapi anehnya mataku tidak sedikit pun meneteskan air mata di hadapan mereka. Lalu aku bertanya pada Siwon oppa

“siapa yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti oppa?”

“yoona” jawab Siwon oppa singkat.

“kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus aku siapkan dalam pernikahan ini halmoni?” aku menarik nafas dalam dalam setelah menanyakan hal itu.

“pernikahannya dua minggu lagi fany aah” nenek nya tidak menjawab, ayah mertuaku lah yang menjawab.

“ohh baiklah, kalau begitu aku permisi dulu. Aku ingin istirahat dikamar” pamit ku sambil membungkuk.

Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat. Aku buka pintu kamar, aku langsung duduk ditempat tidur.ingin berteriak tapi aku hanya seorang diri disini. Tak kuat rasanya menerima semua ini, cintaku akan segera dibagi. Apa karena ini Siwon oppa menjadi orang asing selama beberapa bulan belakangan ini?

Aku berjalan menuju tempat tidur, merebahkan tubuhku yang sangat lelah menarik selimut untuk menutupi tubuh ku.Tiba tiba pintu kamar terbuka, ternyata Siwon oppa yang datang, dia duduk di tempat tidur disebelahku. Ku hapus air mataku, lalu segera menatapnya.

Diam, kami diam beberapa saat. Lalu aku memulai pembicaraan

“terimakasih. Karena sudah memberi ku sahabat, jadi aku tidak kesepian lagi dirumah jika kau sedang bekerja, iya kan?” aku memamerkan senyuman palsu

Siwon oppa hanya mengangguk lalu ikut berbaring di sebelah ku. “mengapa dia sangat cuek? Dia juga tidak memanjakan ku lagi” Tanya ku dalam hati.

“tidurlah!” perintah nya. Aku hanya mengangguk patuh

Tidak lama lagi aku akan berbagi suami ku dengan wanita itu. aku pun akan di sibukkan mengurusi pernikahan mereka. Sudahlah, mungkin ini takdirku..

 

AUTHOR POV

Malam sebelum pernikahan Siwon, Tiffany masih diabaikan oleh Siwon.Tiffany ingin marah tapi ditahannya. Tiffany hanya bisa menangis..

Hari pernikahan telah tiba, Tiffany sudah siap tapi dia tak sanggup untuk keluar kamar.Acara pernikahan Siwon dan Yoona di adakan di Jeju tidak terlalu meriah hanya kerabat dan keluarga saja yang hadir.

Tiffany berdiri di dekat jendela, berdiri sangat lama disana. Lalu Siwon yang telah siap dengan tuxedo hitam masuk ke kamar, berjalan mendekati Tiffany

“apa kau sudah siap?” tanyanya sambil menatap wajah Tiffany lalu menghapus air mata yang menetes di pipi mulus milik Tiffany.

“nanti jika Yoona sudah sah menjadi istri mu, perlakukan lah dia seperti kau memperlakukan ku dulu oppa. Lalu setelah itu..” Tiffany terisak tidak dapat melanjut kan ucapan nya

“lalu apa fany ahh?” Tanya Siwon lagi sambil mengusap pundak Tiffany menenangkan istrinya.

Tiffany tidak bisa bicara sekarang. Karena Siwon akan menikah dia tidak mau membuat Siwon khawatir.

 

Acara pernikahan pun dimulai, Tiffany duduk di dekat Sooyoung.Tiffany melihat suaminya mengucapkan janji pernikahannya bersama Yoona membuat nya sangat cemburu.Tiffany ingin berteriak “oppa jangan, oppa hentikan. Aku mohon” tapi Tiffany ingat akan kondisinya yang sekarang.

Jantung Tiffany berdetak dengan kencang ketika Siwon mendaratkan ciuman ringan dibibir Yoona.Sooyoung memeluk Tiffany menyalurkan kekuatan dalam pelukannya.Tuan choi melihat dengan iba kearah Tiffany, bibirnya seakan berucap “gwencana?”

Tiffany hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum tipis, senyum di paksakan sebenarnya hati Tiffany tengah menangis sekarang.

 

Setelah selesai acara Siwon masuk kedalam kamar begitu saja mengabaikan semua orang yang ada disana.Tiffany bingung dengan sikap Siwon. “apa dia tidak suka dengan pernikahan ini? Sementara Yoona disambut hangat di dalam keluarganya, sedangkan aku dimusuhi” ucap Tiffany dalam hati.

Malam ini Tiffany tidak bisa tidur, bagaimana bisa? Suaminya Siwon akan tidur dengan wanita yang sangat di cemburui olehnya. Tiffany berfikir apa yang akan mereka lakukan di dalam 1/3 malam. Tiffany membolak balikan tubuhnya di tempat tidur, membuka lalu menutup selimutnya, tapi tetap saja dia tidak bisa tidur.

Tiffany pun keluar kamar dan turun ke dapur mencari sesuatu yang bisa mengisi perut nya, mungkin dia lapar makanya mata nya tidak mau terpejam. Saat Tiffany turun dari tangga, dia melihat seorang pria yang mirip dengan Siwon tengah tidur di sofa ruang tengah. Penasaran, lalu di dekati oleh Tiffany

“oh tuhan.. Siwon oppa tidak tidur dengannya.Dia tidur di sofa”Ucap Tiffany dalam hati ada perasaan senang didalam hatinya.

Tiffany duduk di sofa itu sambil menjelajahi wajah Siwon dengan tangan kirinya, tiba tiba Siwon memegang tangan Tiffany, Tiffany sangat kaget.

“aku tahu, ini pasti kau Fany ahh, kau datang kesini. aku tahu” racau Siwon masih dengan mata terpejam lalu membuka matanya dan tersenyum, menarik tubuh Tiffany dan memeluk nya sangat erat.Siwon mengangkat tubuh mungil Tiffany ala bridalstyle menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar siwon dan tiffany duduk di tepi tempat tidur, menatap satu sama lain. Tiffany sangat merindukan Siwon, begitu sebaliknya.Diletakkan kedua tangan Siwon disisi wajah Tiffany lalu menariknya mencium Tiffany dengan mesra, melumat bibir nya dengan lembut.Tiffany juga membalas ciuman Siwon, dia sangat merindukan ciuman ini. Lama mereka terhanyut dalam ciuman manis itu, Siwon pun turun mencium leher jenjang Tiffany, lalu dagu dan kemudian pindah kebelakang telinga. Tiffany menggeser kepala nya seakan memberi akses kemudahan untuk Siwon. Lama dalam kegiatan itu, tak sadar Tiffany pun mengeluarkan erangan dari bibir nya menikmati sentuhan sentuhan Siwon. Siwon pun menghentikan aktifitas nya dan menatap Tiffany seakan meminta izin untuk melakukan lebih, seakan paham apa yang diinginkan Siwon Tiffany pun mengangguk mengiyakan keinginan Siwon. Akhir nya mereka melakukan hubungan suami istri sebagaimana mestinya, menyalurkan cinta dan kerinduan yang sudah tidak mereka lakukan beberapa bulan terakhir.

***

mereka tidur dan berpelukan sangat erat, Tiffany merindukan suasana seperti ini.

“maafkan aku, aku sudah mengabaikan mu, aku menyakitimu. Kau pasti menderita karena ego nya aku” bisik Siwon masih memeluk Tiffany dengan erat.

Tiffany hanya mengangguk menatap Siwon dengan keheranan.Tiffany hanya bisa tersenyum, sudah lama hal ini tidak terjadi pikirnya.Setelah beberapa bulan siwon mengabaikan nya akhirnya Tiffany merasakan kehangatan dari Siwon lagi.

“baby kau kurus sekali, sepertinya kau banyak kehilangan berat badan mu. mianhae” bisik Siwon di telinga Tiffany

“oppa kenapa tidak tidur dengan Yoona?” Tanya Tiffany lembut dan mempererat pelukannya membenamkan wajah nya di dada bidang Siwon.

“aku merindukan mu. Aku tak mau menyakiti mu lagi, kau sudah banyak terluka oleh sikap ku” jawab siwon lembut tangannya mengusap punggung polos Tiffany.

“fany ahh.. aku minta maaf telah mengabaikan mu. waktu aku di jeju selama 3 minggu, omoni memberiku foto foto mu bersama mantan kekasih mu itu. sudah berapa kali kau bertemu dengannya? Kau juga tidak pernah cerita kalau kau bertemu denganya?Itu yang membuat ku marah.Omoni juga bilang kalau kau tidak tulus mencintaiku, kau hanya mengejar hartaku.Aku ingin bicara pada mu tapi waktu itu aku sudah terlanjur kecewa pada mu, aku berasumsi kalau kau diam diam selingkuh dibelakang ku.Omoni juga marah padaku karena terlalu memanjakan mu.” jelas Siwon panjang lebar.

DEG!! Tiffany hatinya merasa sakit, dituduh berselingkuh oleh Siwon suaminya sendiri, ketika tidak ada kepercayaan diantara mereka hanya karena omongan nyonya choi yang tidak pernah melihat Tiffany yang dengan tulus mencintai Siwon tanpa ada maksud apapun.

“oppa aku tidak pernah berselingkuh. Waktu itu donghae sedang  berada di korea jadi dia menemuiku, aku ingin menceritakan semua padamu tapi waktu itu kau sangat sibuk. aku pikir ini juga tidak terlalu penting karena aku hanya bertemu dengan nya begitu saja. Dan perlu kau tahu oppa aku tidak pernah berselingkuh aku benar benar tulus mencintaimu. Jika aku hanya mengejar hartamu aku tidak akan menangis sepanjang malam karena kau mengabaikan ku, karena aku menderita mencintaimu.” Ucap Tiffany menjelaskan semua yang menjadi permasalahan antara mereka.

“arraseo, mianhae aku tidak menyadari itu” siwon mencium puncak kepala Tiffany.

Entah Tiffany harus senang atau sedih karena Yoona sendirian tidur dikamar pengantin. Malam ini, mereka menyelesaikan masalah mereka dan berusaha saling memaafkan satu sama lain.

“oppa ku mohon jangan mengabaikan ku lagi, rasanya sangat menyakitkan. yakso?” pinta Tiffany sambil membelai pipi Siwon

“hmm yakso!! Tidurlah sayang”  mereka pun tidur dengan nyenyak, selesai membicarakan permasalahan yang terjadi beberapa bulan belakangan ini.

 

***

Keesokan paginya keluarga choi dan Yoona tengah asik sarapan bersama di meja makan, Tiffany yang baru keluar dari kamar ikut bergabung bersama mereka mengambil tempat di sebelah nyonya choi.

“sayang sekali, eomma mu tidak bisa hadir di pernikahan mu kemarin” ucap nyonya choi setelah menyesap teh nya.

“iya omonim, dia di sibukkan menemani appa untuk proyek baru nya” jawab Yoona sambil tersenyum manis kearah nyonya choi.

Sebenarnya Yoona merasa bersyukur ibu nya tidak bisa hadir dalam pernikahan nya bersama Siwon, karena ibu nya tidak tahu kalau Yoona di jadikan istri yang kedua. Ibu nya memang sudah lama tidak ke korea, ibu nya juga jarang mengunjungi Yoona. Yoona lah yang sering mengunjungi ibu nya di jepang jika dia sedang mengambil cuti.

“omoni siang ini aku akan pulang bersama Tiffany” bisik Siwon.

“ajak Yoona pulang bersama mu, dia istrimu juga” jawab nyonya choi menatap siwon lalu berganti menatap Tiffany dengan tatapan sedingin es.

“arraseo, aku akan mengajak yoona pulang juga. Yoong kemasi lah barang barang mu kita akan pulang siang ini, kerumah ku” ajak Siwon lalu menghabiskan sarapan nya.

“nde” jawab Yoona singkat.

***

Satu jam melakukan perjalanan dari Jeju ke Seoul akhir nya mereka sampai di rumah juga. Yoona turun dari mobil dengan ragu bingung apa yang harus dia lakukan.

“yoona ssi, ayo masuk. ini akan menjadi rumah mu mulai sekarang” ucap Tiffany sambil memberikan senyum manis nya.

“hoh nde” jawab Yoona yang baru terbangun dari lamunan nya lalu mengikuti Tiffany masuk kedalam rumah. Siwon tengah sibuk membawa masuk barang barang mereka.

Ketika mereka masuk rumah, Kim ahjumma menyambut nya.Tiffany pun memperkenalkan Yoona pada Kim ahjumma.

“Yoona ssi ini Kim ahjumma, dan ahjumma ini Yoona“ Tiffany agak ragu ketika ingin memperkenalkan Yoona pada ahjumma bahwa Yoona juga istri Siwon, ada perasaan tidak enak saat akan mengatakan kata kata itu.

“selamat datang Agassi, senang bertemu dengan mu” sapa Kim ahjumma ramah sambil sedikit membungkuk.

Yoona pun tersenyum sambil sedikit membungkuk membalas salam Kim ahjumma.

“silahkan beristirahat dulu, saya akan menyiapkan makan siang untuk kalian” ucap Kim ahjumma sambil berlalu menuju dapur.

“Yoona ssi kajja akan ku tunjukan kamar mu dan siwon oppa” ajak Tiffany.Sebenarnya kamar Tiffany dan Siwon tapi sekarang menjadi kamar Siwon dan Yoona, Tiffany mengalah untuk mereka.

Menempatkan kamar utama menjadi kamar Siwon dan Yoona juga Tiffany harus berdebat dengan Siwon.

 

“tidak, pokok nya aku akan tetap tidur bersama mu” siwon menolak sambil mengacak acak rambut nya dengan prustasi.

“oppa kau tidak bisa begitu, bagaimana pun juga dia istri mu. perlakukan lah dia seperti kau memperlakukan ku” Tiffany memohon sambil menarik tangan Siwon lalu menggenggam nya.

“aku tidak bisa” jawab Siwon melepaskan genggaman tangan Tiffany.

“kau sudah berjanji dihadapan Tuhan oppa, kau akan menjaga, mencintai nya, suka maupun duka. Aku ingat dengan jelas kau mengatakan itu dengan lantang, jadi aku mohon” Tiffany tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi, Tiffany menarik lengan siwon agar melihat kearahnya.

“aku menyesal, aku benar benar menyesal fany aah. Seharusnya aku tidak harus cepat cepat mengambil keputusan seperti ini, seharusnya aku lebih dulu mediskusikan permasalahan kita.Mianhae, jeongmal mianhae” sesal siwon sambil merengkuh tubuh mungil Tiffany.Memeluk tubuh Tiffany erat Siwon benar benar menyesal. Hmm Tiffany merasakan bahu nya basah, apa siwon menangis?

“sudah lah oppa tidak perlu menyesali semua ini, ini mungkin takdir kita. Mari kita menjalankan takdir ini sebagaimana mestinya hmm?” ucap Tiffany mencoba menguatkan Siwon mengusap punggung Siwon hangat memberi kekuatan pada sentuhan nya.

“gomawo, kau wanita terkuat yang pernah aku temui” puji Siwon sambil membelai pipi Tiffany dan memeluk nya lagi.

Pipi Tiffany merona merah seperti tomat dan mengangguk di dada Siwon..

 

Tiffany tersenyum malu mengingat perdebatan nya dengan Siwon dan sekarang sampailah Tiffany dikamar Siwon dan Yoona, ketika Tiffany akan membuka pintu kamar ternyata Siwon berada didalam

“oh oppa mian aku hanya ingin mengantar Yoona ssi” Tiffany membuka pintu kamar dengan lebar dan menyuruh Yoona masuk.

“baiklah, kalian istirahat saja dulu. Aku juga ingin istirahat, setelah ini kita akan makan siang bersama. Oke?” ucap Tiffany bersemangat sambil mengangkat jari jempolnya keudara.

Tiffany pun berjalan menuju kamar barunya, masuk dan menutup pintu kamar itu perlahan dan bersandar dibelakang pintu.Memukul dadanya berulang kali, entah kenapa dadanya terasa sesak dan sakit “kuat Tiffany, kuat Tiffany” berulang kali Tiffany mengucapkan mantra itu.

 

***

“selesai. Aku keruang kerja dulu banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan” pamit siwon sambil melirik kearah tiffany dan yoona, lalu meneguk air minum nya sekali lagi.

“apa oppa ingin kopi?” tawar Tiffany lembut.

“yes please” jawab siwon lalu beranjak pergi keruang kerjanya.

“yoona ssi apa aku boleh minta tolong?” Tanya Tiffany sambil merapikan meja makan

“ya, apa itu?” jawab yoona singkat

“bisa kau buat kan kopi dan mengantar nya keruang kerja siwon oppa, aku harus merapikan semua ini dan mencuci nya” pinta Tiffany sambil menunjuk meja makan yang masih berantakan oleh piring, mangkuk dan gelas yang kotor.

“hmm baiklah aku akan melakukannya”

Sebenarnya Tiffany sengaja melakukan itu, agar Yoona dan Siwon tidak canggung.Bagaimana mereka bisa secanggung  itu padahal mereka bilang mereka sangat dekat.Apa karena status nya sudah berbeda, ah entahlah.

Yoona pun membuatkan kopi untuk siwon, tiffany tidak harus memberi intruksi. Sudah pasti yoona tahu selera kopi nya siwon karena yoona sudah berteman lama bukan, pasti yoona sudah paham soal apa yang menjadi selera siwon.

CKLEK!! Yoona membuka pintu ruang kerja siwon lalu menyerbu masuk, siwon masih asik dengan berkas berkas nya

“fany ahh kau letakkan saja kopinya di meja” ucap siwon tanpa melihat kearah si pembawa kopi.

“ini aku oppa, yoona” bisik Yoona lalu meletakkan kopi diatas meja.

“oh mianhae Yoong aku kira Tiffany, soalnya Tiffany yang menawarkan kopi tadi” mengalihkan pandangan nya kearah yoona

“gwencana oppa, apa ada yang kau butuhkan lagi?”

“tidak Yoong, terima kasih kopi nya” jawab siwon memberikan senyum manis nya

“ne” jawab yoona singkat lalu keluar dari ruang kerja siwon.

Ketika keluar dari ruang kerja siwon, yoona membuang napas dengan kasar.Lalu berjalan menuju dapur dan bergabung bersama Tiffany yang tengah asik mencuci piring sambil bersenandung kecil.

“apa perlu bantuan?” ucap Yoona menawarkan diri

“tidak perlu Yoona ssi, sudah hampir selesai” jawab Tiffany tanpa melirik kearah Yoona

“yoona saja”

“hoh baiklah. Yoona” ucap Tiffany memberikan penekanan ketika menyebutkan nama nya

“bukan nya disini ada ahjumma yang membantu membereskan rumah? Kenapa kau masih mencuci piring” Tanya Yoona berbasa basi bingung harus bicara apa

“ya ada. Tapi sepertinya dia sedang mencuci pakaian, tidak ada salah nya juga kan jika aku membantu nya mencuci piring aku juga tidak ada kerjaan”  jawab Tiffany yang sedang mengeringkan tangannya karena pekerjaan nya sudah selesai.

Yoona hanya mengangguk ria, Tiffany menarik kursi lalu duduk disebelah Yoona ikut bergabung mengelap piring yang selesai di cuci tadi.

“yoona aku dengar dari siwon oppa kau seorang dokter, di bagian apa kau bekerja kalau aku boleh tahu?” Tanya tiffany antusias tangannya masih sibuk mengelap piring piring itu.

“aku di bagian bedah anak” jawab yoona seadanya.

sebenarnya yoona masih tidak enak bicara dengan Tiffany. Terkadang Yoona merasa dia seperti tamu tidak diundang didalam rumah tangga siwon dan tiffany. Tapi disisi lain dia sangat mencintai siwon. Bagaimana bisa Tiffany masih berperilaku baik sedangkan Yoona disini bisa dikatakan sebagai perebut suaminya.

“woaah sepertinya kau sangat menyukai anak anak?” tiffany menghentikan kegiatan nya lalu menatap yoona dengan senyum manisnya.

“bisa dikatakan seperti itu, hmm tiffany apa kesibukan mu sekarang? Kau bekerja?” Tanya yoona. Sepertinya mereka mulai saling ingin tahu lebih jauh

“hanya dirumah, terkadang aku pergi bersama sooyoung atau teman teman ku yang lainnya jika aku sedang bosan dirumah. Ya, aku dulu bekerja di sekolah yang sooyoung pimpin tapi aku berhenti setelah aku menikah, aku ingin fokus mengurus rumah tangga ku” jelas Tiffany panjang lebar dan tidak terasa pekerjaan nya selesai.

Tiffany maupun Yoona, tidak pernah saling membenci.tapi mereka juga tidak saling menyukai, hanya saja menjadi teman bukan kah itu lebih baik. Apa lagi mereka tinggal satu atap mulai sekarang, jadi tidak masalah jika mereka mulai dekat.

***

Senin pagi yang sibuk, Tiffany yang sibuk setelah menyiapkan sarapan, Yoona yang sibuk untuk berangkan kerja dan Siwon sudah lebih dulu pergi setelah selesai sarapan. Tiffany yang masih sibuk dengan dapur nya, tiba tiba mendengar bunyi bel rumah “siapa yang bertamu sepagi ini” fikir Tiffany.

Tiffany pun berjalan menuju pintu, membuka kan pintu dengan perlahan. Dibalik pintu seorang wanita cantik yang sudah berumur tapi nampak fashionable, sepertinya wanita ini bukan orang biasa kalau dilihat dari penampilannya.

“maaf ada yang bisa saya bantu, ahjumma?” tanya Tiffany dengan sopan.

“ahjumma? Kau pembantu dirumah ini kan? Panggil aku Nyonya” ucap nya dengan angkuh dan meremehkan. Lalu menerobos masuk kedalam.

“NE?” kaget Tiffany.

“kenapa? Kau tidak su-?” ucapannya terpotong setelah melihat foto pernikahan Tiffany dan Siwon tergantung rapih didinding ruang tamu nya.

“kau? Siapa kau sebenarnya?” tanya wanita paruh baya itu.

“bukan nya aku yang seharus nya bertanya seperti itu, ini rumah ku dan anda adalah tamu disini” Tiffany kesal dengan wanita yang dihadapannya ini. Sudah bertamu sangat pagi, belum lagi dengan ucapannya yang asal itu.

“aku tidak mungkin salah rumah, karena Lee Yoon he yang memberi alamatnya padaku. Bahwa Yoona dan Siwon tinggal dialamat ini, dirumah ini” jelas nya panjang lebar.

Tiffany terkejut, Lee Yoon he adalah ibu mertua nya. menutup mulut dengan tangannya “Yoona eomma?” belum sempat wanita itu menjawab. Yoona yang mendengar keributan langsung keluar kamar dan melihat Nyonya Lim lah yang membuat keributan dipagi hari ini.

“eomma” panggil Yoona, berlari menghampiri ibu nya.

“aku tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa foto itu?”  ibu nya menunjuk foto Siwon dan Tiffany. Yoona langsung menarik tangan ibu nya dan mengajak nya bicara berdua dikamar.

 

“jelaskan padaku apa maksud dari semua ini Lim Yoona?”  marah Nyonya Lim ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar. Yoona belum berani untuk bicara, dia hanya bisa diam, berfikir untuk merangkai kata yang akan diucapkan.

“kau menjadi istri kedua nya ya?” tanya ibu nya dengan geram karena sedari tadi Yoona hanya diam seribu bahasa.

“hmm” jawab nya.

“oh tuhan betapa bodohnya kau”

“Yoona!! Kau cantik, berpendidikan, pintar, dan kau seorang dokter berbakat di korea. Kenapa kau begitu bodoh hoh? Kau menjadi istri kedua? Apa sudah tidak ada lagi namja tampan dan kaya yang kau temui di korea ini. Oh tuhan, aku tidak habis fikir” cerca Nyonya Lim pada putrinya.

“bukannya kau menjadi istri kedua juga sebelum istri tuan Jung meninggal” bisik Yoona, dia terpaksa bicara seperti itu. Agar ibu nya tidak terlalu menghakimi nya. Nyonya Lim terpaksa menjadi istri kedua, semua nya karena Yoona dan untuk putri semata wayang nya itu. Yoona kuliah dan menjadi dokter berbakat karena ibu nya yang menikah dengan pengusaha kaya, kalau tidak, mungkin Yoona hanya orang biasa.

“jangan mengungkit hidup ku, hidup mu lah yang menjadi masalah buat ku sekarang. Kita berbeda Yoona, eomma dan kau sangat berbeda. Eomma yakin kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari ini. Minta Siwon untuk menceraikan mu secepatnya”

“tidak, eomma ini hidup ku. Aku berhak menentukan hidup ku sendiri. Sejak kapan eomma perduli padaku? Berhentilah bersikap sok perduli padaku” ucap Yoona acuh. Karena selama ini ibu nya tidak pernah memperhatikannya. Bahkan saat dia wisuda dan mendapatkan nilai tertinggi ibu nya tidak terlalu antusias dan tidak menghadiri acara wisuda putri semata wayang nya itu.

“aku perduli, kau putriku satu satu nya yang aku punya” lirih Nyonya Lim

“sangat menjijikan mengetahui kalian bertiga tinggal satu atap seperti ini. Kau gila, dimana otak mu yang ber-IQ tinggi itu Lim Yoona?” Nyonya Lim murka melihat putri nya yang menurut nya sangat bodoh.

“ini pilihan ku, aku bisa menjalani semua ini dengan baik. Eomma tidak perlu khawatir”gumam Yoona.

Nyonya Lim menghambur kepelukan Yoona “maafkan eomma, karena tidak selalu ada disamping mu disaat kau butuh dan membuat mu mengambil keputusan seperti ini. eomma tahu rasanya sangat menyakitkan, eomma harap kau menemukan kebahagian nak” katanya panjang lebar, Nyonya Lim menangis dibahu Yoona, dan Yoona ikut menangis bersama ibu nya.

 

 

 

 

“Yoona” panggil Tiffany, yang melihat Yoona baru turun dari lantai atas sudah berpakaian rapih sepertinya akan berangkat kerumah sakit untuk kerja.

“ya, ada apa?” tanya Yoona.

“maafkan aku. Aku tidak tahu kalau itu ibu mu dan seharus nya aku sudah menurunkan bingkai foto itu” Tiffany sangat menyesal, dia juga tidak berfikir kalau Nyonya Lim tidak mengetahui yang sebenarnya.

“gwencana, ibu ku sudah mengetahuinya sekarang dan dia bisa mengerti” ucap nya menampilkan senyum terbaiknya.

Yoona melirik arlogi di tangan kirinya “ah aku harus pergi sekarang, aku bisa terlambat dan pasien ku akan mengomel” Yoona terkekeh

“aku pergi dulu” pamitnya.

“hmm hati hati”gumam Tiffany.

Tiffany sangat bingung, dia tahu Yoona tersakiti begitu pun dengannya. Bahkan Tiffany jauh lebih sakit, harus membagi suami nya dengan wanita lain. Entah siapa yang harus disalahkan dalam kekacauan ini, Tiffany hanya bisa berdoa agar segera terlepas dari kekacauan ini dan memiliki kebahagiaan masing masing antara dia dan Yoona.

 

***

 

TIFFANY POV

Sudah beberapa minggu ini aku sering sekali sakit kepala, sakit kepala nya suka datang secara tiba tiba. Membuat nafsu makan ku tidak terartur akhir akhir ini. Aku tidak berniat untuk memeriksa nya, mungkin hanya karena kurang tidur saja.

Melihat bahan makanan sudah hampir habis aku pun belanja keperluan dapur di supermarket di dekat rumah, aku sibuk memilih sayur sayuran tiba tiba sakitnya datang lagi dan kali ini sakitnya lebih dahsyat, aku tidak bisa menahannya. Beberapa detik kemudian tubuh ku ambruk dan jatuh kelantai.

Dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjut nya, yang aku tahu sekarang aku berada di rumah sakit ah bukan sepertinya ini sebuah klinik karena kamar nya tidak terlalu besar. Aku mencoba duduk tapi sakit kepala sialan ini membuat ku susah untuk bangun. Seorang dokter wanita yang sudah berumur datang menghampiri ku.

“apa kepala anda masih sakit Nyonya?” tanya nya dengan lembut, sambil memeriksa keadaan ku dengan teleskop yang menggantung di lehernya.

“hmm ya, sedikit” ucap ku seperlunya, kepala ini masih terasa sakit sekali, biasanya tidak akan separah dan selama ini sakit nya.

“apa ada kerabat yang bisa dihubungi? Ada yang ingin aku bicarakan?” kata dokter bermarga Lee yang sudah selesai memeriksa ku.

“katakan saja padaku, suami ku tidak bisa datang. Dia sedang di luar kota” bohong, Siwon oppa tidak keluar kota hanya saja aku malas untuk menyeret nya kesini. Hanya karena sakit kepala yang menurut ku tidak terlalu penting.

“tapi keadaan mu belum pulih, aku ta-“ belum selesai dokter Lee bicara, aku sudah menyela nya lebih dulu.

“tidak. Katakan pada ku sekarang, aku baik baik saja” sakit kepala ku seketika hilang tapi berganti dengan jantung ku berdetak dengan sangat kencang, ada ketakutan yang menghantui ku. Apa sebenarnya yang terjadi padaku tuhan!!

“anda mengidap kanker otak stadium akhir” bisik nya, oh Tuhan aku tidak salah dengar bukan? Apa? Kanker otak? Mataku melebar.

“dan kemungkinan hidup anda sudah tidak lama lagi. Maaf Nyonya, saya tidak bisa membantu banyak. Sebenarnya bisa melakukan operasi atau kemotraphi tapi semuanya sudah terlambat, Saya hanya akan memberi resep obat untuk penghilang rasa sakit nya saja bukan menyembuhkan” tangan ku terbang kemulut, aku berharap ini mimpi. Tanpa terasa air mata ku menetes dengan sangat deras seperti aliran sungai kecil, dokter Lee hanya menepuk nepuk pundak ku mencoba membuat ku tenang.

Aku tidak bisa tenang, bagaimana dengan suami ku Siwon? Bagaimana jika aku sudah tidak ada di dunia ini lagi? Oh Tuhan aku melupakan Yoona, apa ini alasan mengapa Tuhan mengirimkan Yoona kedalam rumah tangga ku, karena aku akan pergi selamanya. Aku belum siap untuk semua itu, aku belum ingin berpisah dengan suami ku. Kenapa penyakit ini datang nya tiba tiba sekali. aku menangis semakin kencang, dokter Lee meninggalkan ku didalam ruangan praktek nya. Aku menangis sepuasnya, menangis sejadi jadi nya. Mengapa cobaan ini datang nya bertubi tubi Tuhan!!

 

 

 

AUTHOR POV

 

Ini sudah satu minggu setelah Tiffany mengetahui penyakitnya, belum ada yang tahu. Tiffany masih menyimpan nya sendiri dengan rapih. Tiffany juga tidak meminum obat apapun atau pergi ke rumah sakit hanya sekedar untuk memeriksa keadaan nya, buat Tiffany semuanya akan menjadi percuma, kenyataan penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan lagi, jadi Tiffany sudah pasrah dan siap kapan Tuhan akan memanggilnya. Secepatnya juga Tiffany akan memberi tahu Siwon maupun Yoona, tapi untuk bicara pada Siwon sangat sulit, Tiffany belum berani untuk mengatakan semua nya.

Tiffany menghampiri Yoona yang tengah sibuk di ruang tengah dengan kertas kertas yang berhamburan diatas meja. Kebetulan Siwon belum pulang, jadi mereka punya waktu untuk bicara.

“apa kau sibuk?” tanya Tiffany yang sudah duduk dengan nyaman di samping Yoona.

“tidak terlalu. Ada apa?” Yoona masih fokus dengan kertas kertas nya itu.

“aku ingin bicara dengan mu dan ini sangat penting menurut ku” lirih Tiffany, mukanya pucat.

Yoona meninggalkan pekerjaan nya dan duduk dengan serius “bicaralah, aku akan mencoba menjadi pendengar yang baik untuk mu”

Tiffany menunduk sambil memainkan buku buku jarinya “aku mengidap kanker otak stadium akhir dan dokter bilang hidup ku tidak akan lama lagi” mata Tiffany sudah mulai memerah.

Yoona terkejut mata nya melotot kearah Tiffany dan mulutnya sedikit terbuka “kau sudah mencari dokter untuk mencoba menyembuhkan penyakit kanker mu? Aku mempunyai beberapa teman yang ahli dalam bidang itu, kita bisa menemuinya besok?” ajak Yoona.

“tidak, aku sudah pasrah, dokter itu juga bilang sulit untuk disembuhkan. aku hanya ingin menikmati waktu demi waktu terakhir ku” ucap Tiffany sedih.

“kenapa kau mudah sekali menyerah, kita bisa mencoba dulu. Siapa tahu Tuhan memberi keajaiban untuk mu” Yoona mencoba menyemangati Tiffany dengan mengajak nya untuk berobat.

“mungkin ini alasan mengapa Tuhan mengirim mu kedalam rumah ini, karena aku akan meninggalkan Siwon selamanya” Tiffany menunduk, menggigit bibir bawahnya menahan tangis.

“jangan bicara seperti itu” Yoona menarik tangan Tiffany ke genggamannya dan mata mereka bertemu.

“aku hanya ingin meminta sesuatu dari mu, tetaplah disisi Siwon ketika aku sudah tidak ada. Kau akan menjadi istri satu satunya setelah ini” pinta Tiffany.

“aku tidak berharap seperti itu. Apa Siwon oppa sudah tahu tentang masalah ini?” tanya Yoona dengan hati hati.

“belum, aku belum memberitahunya.”

“seharusnya kau lebih dulu memberitahu Siwon oppa, setelah itu memberitahuku”

“aku lebih siap memberitahu mu dari pada memberi tahu Siwon oppa” air mata yang sedari tadi di tahan nya akhirnya tumpah.

“tetaplah kuat, aku mendoakan yang terbaik untuk mu” Tiffany memeluk leher Yoona erat dan menangis disana, Yoona mengusap ngusap punggung Tiffany.

Tidak ada rasa senang sedikitpun dihati Yoona mengetahui Tiffany mengidap penyakit mengerikan itu, karena yang Yoona tahu Siwon sangat mencintai Tiffany. Siwon akan sangat sedih mengetahui penyakit yang di derita Tiffany apalagi kalau sampai Tiffany meninggal, tidak tahu Siwon akan menjadi seperti apa. Selama menikah dengan Siwon, Yoona belum satu kali pun melakukan hubungan suami istri seperti layak nya sepasang suami istri yang normal, bahkan jika tidur saja Siwon selalu memunggungi nya. Dari situ Yoona tahu bahwa Siwon masih dan akan tetap mencintai Tiffany, mungkin Siwon mengambil keputusan ini hanya karena paksaan Nyonya Choi dan betapa bodohnya Yoona mau menerima pernikahan ini. Semuanya sudah di butakan oleh cinta, ada rasa menyesal karena sudah dengan berani masuk kedalam rumah tangga Siwon dan Tiffany tanpa diundang. Tapi penyesalan itu sudah tidak ada gunanya, hanya bisa menjalani semua pilihan nya.

 

 

 

Dihari hari selanjut nya, Yoona sering tidak pulang kerumah. Hanya ingin memberi keluasan waktu untuk Tiffany dan Siwon berbicara, dengan beralasan harus jaga malam di rumah sakit. Tapi sudah dua minggu setelah bicara dengan Yoona, Tiffany belum mencoba berbicara pada Siwon. Mungkin malam ini, sebelum semuanya terlambat.

Tiffany dan Siwon tengah bersandar di kepala tempat tidur mereka, Siwon merangkul Tiffany dengan manja, sesekali mencium rambut nya. Tiffany yang asik memainkan kancing piyama yang Siwon pakai, dia akan mulai bicara, jantung nya berdetak dengan sangat aktif.

“oppa” bisik nya.

“hmm” jawab Siwon hanya dengan gumaman, dia sudah mulai mengantuk.

“aku ingin mengatakan sesuatu pada mu”

“apa? Katakan baby” Tiffany duduk dengan serius, pembicaraan ini akan mulai serius. Siwon pun ikut duduk bersila berhadapan dengan Tiffany.

“aku..” Tiffany terdiam, sulit sekali untuk membuka suara nya.

“aku mengidap penyakit kanker otak stadium akhir dan dokter bilang hidup ku sudah tidak lama lagi” suara nya serak, kepala Tiffany menunduk.

Siwon meraih dagu nya, agar Tiffany melihat kearahnya “bercanda mu tidak lucu” balas Siwon.

“aku serius oppa” Siwon mencoba mencari kebohongan di mata indah milik Tiffany, tapi nihil Siwon tidak menemukannya.

“kau serius? Kau menyembunyikan semua ini dari ku? Sejak kapan?”

“nde, sudah tiga minggu yang lalu”

“dan kau baru memberitahu ku?” Tiffany hanya mengangguk takut.

“kenapa kau tidak bilang lebih awal, kita bisa mencari dokter terbaik walaupun keujung dunia sekali pun, asal kau bisa sembuh” Siwon menangkup wajah Tiffany.

“semuanya sudah terlambat oppa, aku akan segera pergi untuk selamanya”

Siwon meletakkan satu jari nya diatas bibir pink milik Tiffany “ssstt jangan bicara seperti itu, kau akan sembuh, kau akan sembuh” Siwon membawa tubuh Tiffany kepelukannya, mendekap nya dengan sangat erat. Dia benar benar tidak ingin kehilangan Tiffany.

Tiffany menangis dipelukan Siwon, begitu sebalik nya. Lama dalam posisi seperti itu, hening, Tiffany pun menarik diri nya dari pelukan Siwon.

“mianhae, aku membuat mu sakit. Aku sangat mencintai mu dan cinta itu tidak berkurang sedikit pun fany ahh” ucap Siwon disela tangis nya. Tiffany baru akan membalas ucapan Siwon tiba tiba sakit dikepala nya datang. Tiffany menahan rasa sakit nya itu dengan memejam kan mata dan menggigit bibir nya, mukanya mulai pucat, siwon yang melihat perubahan raut wajah Tiffany pun memeluk Tiffany.

“fany ahh, Tiffany” panggilnya.

“mani appo” Tiffany meringis kesakitan, tangis nya pecah lagi.

“kita kerumah sakit sekarang ne?”  saat Siwon berniat menggendong Tiffany, tubuhnya sudah lemas. Tiffany pingsan.

Di guncang guncangkan tubuh Tiffany,lalu memegang pipi Tiffany dengan lembut “Tiffany, Tiffany. Bangun lah, kau akan sembuh hmm” mata Siwon mulai kabur karena air mata yang terus mendesak keluar. Tidak ada respon cepat cepat di gendongnya Tiffany dan  membawa nya kerumah sakit.

 

 

HOSPITAL

 

Sesampainya di rumah sakit Yoona menyambut Siwon dan Tiffany dengan panik, membawa nya keruang emergency, sudah tengah malam jadi rumah sakit tidak terlalu ramai. Siwon sangat kesal, ketika beberapa perawat mencegah nya untuk masuk. Siwon mengacak rambut nya dengan prustasi.

Setelah setengah jam didalam sana, dokter yang menangani Tiffany melenggang keluar dengan senyum manis nya.

“Taeyeon unnie, bagaimana keadaan Tiffany?” tanya Yoona cepat, menarik lengan Taeyeon agar cepat memberinya jawaban. Tidak ada raut wajah sedih sejak dia keluar, malah dia menebar senyum sejak tadi.

“dia baik baik saja” jawabnya singkat.

“apa maksud nya dengan baik baik saja, istri ku sekarat dan kau bilang baik baik saja?” kesal Siwon karena Taeyeon terlihat santai.

“tenang dulu, ini terkadang dialami wanita hamil. Hmm maksud ku sakit di kepalanya itu”  jelas Taeyeon, tidak ada senyum lagi takut jika Siwon akan murka.

“HAMIL!!” teriak Yoona dan Siwon bersamaan.

“yaa dia hamil”

“tapi istri ku bilang dia mengidap kanker otak” Siwon masih tidak mengerti dengan keadaan yang dihadapinya sekarang.

“kurasa dokter yang menanganinya waktu itu salah mendiagnosa nya, karena yang aku lihat Tiffany sedang hamil tiga bulan dan itu benar” jelasnya panjang Lebar, Yoona tersenyum senang mendengar kabar baik ini.

“benarkah? Apa Tiffany sudah sadar? Apa dia tahu semua kabar bahagia ini?” tanya Siwon bertubi tubi, dia sangat senang Tiffany nya, istrinya baik baik saja.

“ya dia tahu dan kau boleh menemui nya sekarang” Taeyeon menunjuk kedalam ruang emergency.

“oh gomawo” Siwon langsung berlari memasuki ruang itu.

“gwencana?” tanya Taeyeon, ya Taeyeon sudah tahu semua tentang kehidupan Yoona. Mereka berteman sudah cukup lama. Dan hanya dengan Taeyeon, Yoona sering mencurahkan semua isi hati nya.

“hmm, sekarang aku mempunyai alasan untuk  pergi dari mereka” Taeyeon memeluk nya.

“oh Yoona, semoga ada kebahagian untuk mu setelah ini hmm?”

“aku sangat berharap seperti itu unnie” Yoona mempererat pelukannya.

“good girl” puji Taeyeon. Sekarang Yoona akan membiarkan Siwon dan Tiffany berbahagia bersama calon anak mereka, tidak ada alasan lagi buat Yoona untuk bertahan. Mereka sudah berbahagia sekarang dan Yoona sangat senang mendengarnya, sekarang Yoona lah yang harus mencari kebahagian untuk dirinya sendiri.

 

 

“Tiffany” panggil Siwon memasuki ruangan serba putih yang ditutupi dengan tirai.

“oppa” Siwon berlari untuk memeluknya.

“aku sangat bersyukur kau tidak mengidap penyakit sialan itu” ucap Siwon melepas pelukannya, meletakkan tangannya di kedua sisi wajah Tiffany dan membiarkan ibu jari nya dengan bebas berjalan dipipi mulus istrinya.

“aku senang, aku masih bisa bersama mu oppa” Tiffany menggenggam tangan Siwon yang berada dipipinya.

“oh kita akan menjadi daddy dan mommy lagi” ucap Tiffany seraya tersenyum senang.

“hmm dan aku akan menjaga mu, kau tidak boleh melakukan apapun, bahkan berjalan pun aku tak mengizinkannya”

“itu berlebihan” Tiffany memukul dada Siwon main main.

“dan aku akan lebih berhati hati, oppa tenang saja” lanjut nya.

“oh Tiffany, kau milik ku hanya milikku” Siwon meraih dagu Tiffany lalu mendekatkan wajah nya dan bibir mereka bertemu. Mereka berciuman sangat manis, tidak perduli dimana mereka, sekarang mereka sangat senang.

 

END

 

 

 

EPILOG

 

“DANIEL.. LAUREN..” teriak Tiffany dengan terengah engah.

“bisakan kalian berhenti berlari, mommy lelah mengejar kalian dari tadi dan kalian tidak kasihan pada adik bayi didalam perut mommy ini” Tiffany mengusap perut buncit nya, dia tengah hamil anak ketiga nya bersama Siwon usianya sudah enam bulan, jarak Daniel dan Lauren juga cukup dekat hanya selisih satu tahun. Umur Daniel 5 tahun sedangkan Lauren 4tahun.

Daniel dan Lauren baru saja selesai mandi, menolak untuk di pakaikan baju. Selalu seperti ini jika selesai mandi harus ada acara kejar mengejar, yang membuat Tiffany kelelahan mengejar mereka. Siwon keluar dari kamar, mendengar kegaduhan di lantai bawah.

“ada apa ini” ucap Siwon, meletakkan satu tangannya dipinggang.

“lihat anak anak mu, tidak mau dipakaikan baju. Aku sampai lelah mengejarnya” adu Tiffany yang sudah duduk kelelahan di sofa.

“Daniel, Lauren” panggil Siwon dingin,

“yes dad” jawab Daneil dan Lauren serempak dan berhenti ditempatnya berdiri tanpa berlari lari lagi.

“cepat pakai baju atau daddy tidak akan membeli pakaian lagi untuk kalian” ancam Siwon, dengan cepat  Daniel berlari menghampiri Tiffany untuk dipakaikan baju.

“daddy, aku ingin daddy yang memakaikan baju ku” gumam Lauren manja.

“bawa baju nya kesini, akan daddy pakaikan” Lauren tersenyum, membawa pakaiannya dan memberinya ke Siwon.

Inilah kehidupan Siwon dan Tiffany yang baru, mengurus kedua anak nya yang super aktif, tapi mereka sangat senang memiliki  anak anak yang aktif berarti mereka sehat karena kelebihan energi. Yoona meminta perceraian setelah mengetahui Tiffany hamil, tapi hubungan mereka tetap baik, bahkan anak anak Siwon dan Tiffany memanggil Yoona “eomma” Yoona juga sangat sering berkunjung kerumah mereka bahkan sesekali untuk menginap.

Nyonya choi yang sudah merestui hubungan Siwon dan Tiffany, sudah tidak membenci Tiffany lagi.  Bukan karena Tiffany memberinya cucu saja tapi karena Nyonya Choi tahu jika Tiffany benar benar tulus mencintai putra semata wayangnya itu. Keluarga mereka menjadi lengkap dan sempurna.

“wah, sedang sibuk mengurus anak ya” goda Yoona yang baru saja datang.

“hei Yoong” sapa Tiffany melambaikan sebelah tangannya yang bebas, sedangkan tangan satunya sibuk memakaikan celana daniel.

“Yoona eomma” teriak Daniel dan Lauren.

“hay, merindukan eomma” Yoona memainkan matanya dengan lucu.

“neomu bogoshipoeso” gumam Daniel, memberikan flying kiss untuk Yoona.

“ahh kau manis sekali” Yoona membalas nya.

“tumben pagi pagi seperti ini kau kerumah, bukankah seharusnya kau berada dirumah sakit?” tanya Siwon, selesai dengan tugas nya, Lauren dengan pakaiannya sudah rapih.

“aku mampir sebentar kesini, untuk memberikan undangan ini” Yoona mengeluarkan undangan berwana silver , menyodorkan ke Tiffany.

“kau akan menikah? Dengan Lee min ho? Dokter anak paling tampan sejagat korea?” ucap Tiffany, terkejut mendapat undangan tiba tiba dari Yoona, karena terakhir Yoona cerita dia belum ingin menikah dalam waktu dekat ini.

“iya begitulah” jawab Yoona dengan senyum konyolnya.

“kau tidak bilang sebelumnya pada kami?” Siwon penasaran  karena Yoona tidak pernah membahas soal pernikahan setiap kali dia berkunjung.

“ya, aku berubah fikiran. Aku juga ingin memiliki anak anak yang super cute seperti kalian” katanya, memeluk Daniel dan Lauren yang duduk didekat nya. Karena biasanya Yoona hanya bisa meminjam Daniel dan Lauren dan dia ingin memiliki anak yang sesungguh nya.

“kami ikut bahagia Yoongie aah” Tiffany merangkul Yoona dengan sayang.

“Yoona eomma, menikah itu apa? Apa aku boleh menikah juga?” tanya Daniel dengan polosnya, semua mata melotot kearahnya, kecuali Lauren karena dia belum mengerti.

“menikah itu, dua orang dewasa yang saling mencintai dan mereka berjanji dihadapan tuhan untuk saling menyayangi suka maupun duka” jelas Yoona

“dan ya haha kau boleh menikah juga, tapi jika kau sudah besar seperti daddy, arratchi?” Daniel mengangguk paham, Yoona mengusap kepalanya dengan lembut.

“tapi dengan siapa aku akan menikah?” tanya Daniel lagi, Yoona dan Tiffany melempar senyum  mendengar pertanyaan Daniel.

“kau akan menemukan gadis cantik jika sudah besar nanti” Tiffany angkat bicara, ikut andil menjelaskan pertanyaan putra nya.

“secantik Yoona eomma?” tanya Daniel untuk kesekian kalinya, kali ini dengan kedipan mata genitnya untuk Yoona.

“haha apa apaan itu, kau masih kecil dan kau sudah pandai menggoda ya” Yoona menjalankan jari jari lentik nya disekitar perut daniel.

“haha hentikan haha eomma tolong hentikan” bukannya berhenti Yoona malah semakin kuat menggelitiki perut Daniel, Lauren ikut membantu dengan ketawa renyah nya.

“ini hukuman untuk pria genit” Tiffany pun ikut menggelitiki perut Daniel, berteriak minta untuk berhenti tapi tidak ada yang mengindahkan ucapannya.

Siwon tersenyum bahagia melihat pemandangan di depannya, walaupun beberapa tahun yang lalu memiliki banyak kesulitan, tapi mereka sudah mendapatkan kebahagian termasuk Yoona.

 

END

 

Haduh akhirnya ending juga yaa, capek ga sih bacanya? Haha gini deh ending nya, kurang ngena feels nya kah? Maaf sajalah, saya newbie didunia ff jadi ya begini hasilnya. Oke, terimakasih buat yang sudah baca dari part 1 sampai 4, terimakasih komentar nya sangat membangun. Jika ada kelebihan menarik dari ff ini itu datangnya dari SIFANY jika banyak kesalahan dan kurang menarik itu datang nya dari saya, karena saya yang nulis hihihi. Baiklah see u next time guys……….

76 thoughts on “(AF) SORRY PART 4 (END)

  1. syock tau tippa skt kanker, kirain bnrn nyatanya beda ya amppuuunn hahahah, tp keren thor yaa meski kependekan yg part akhir tp keren kok suka 😍😍

  2. woahhhhh pokokx campur aduk deh prasaan d part ini terutama waktu siwon dan yoong nikah dan fany didiagnosis kanker otak tpi untung aja salah dan akhirx happy ending yahhh seneng banget hehehee, d tunggu ff slanjutx thorr

  3. Aduh thor aku udah hampir nangis waktu bagian dokter nhasih tau kalo tiffany punya penyakit, untungnya itu cuma salah dianogsa

    dituggu karya-karya selanjutnya ya

  4. Wktu tiffany d vonis kena kanker pikirnya pasti sad ending.
    Ehh.. ternyata dokter ny slh.. malahan tiffany hamil..
    Yey.. suka bngt sma ending ny. . Siwon dan tiffany pny ank.. Yoona jg akan menikah.. Akhirnya happy ending semua. .. D tnggu ff lainny thor..

  5. Eh ternyata authornyaa kak emil hihi. Daebak ff nya kak,aku kira tadi bakalan sad ending,gara2 tiff didiagnosa sakit kanker otak. Oon yaa dokter lee yg meriksa tiffany, masa tiff didiagnosa sakit kanker padahal tiffany hamil. Gilaa dokter bego itu wkwk.

  6. huaaa author aku nangis baca story mu ini…kasian bnget pas tiff eonni ngerelain siwon oppa nikah lagii,,disana gueee sedihh bnget sampai ikut nitikin air mata,,tpi ending’a mereka semua bahagia

  7. Bikin syock aja pas tau tffany sakit kanker…
    tp akhir yg baik…
    di tunggu ff selanjutanya yg gga kalah bagus dri ini

  8. Udh syok waktu awal pas tau kena kanker ehh ternyata salah diagnosa *mungkin dokter’y udh ketuaan lol haha happy ending aku sukaaa😀
    Ditunggu karya selanjutnya;)

  9. Yak…..siwon tega2nya kamu menduakan fany dengan menikahi yoona,tega sekali sakiti fany.
    Aiggo…..ini dokter kok bisa2nya fany salah diagnosis kanker otak stadium akhir,dokternya lagi ngantuk kali ya.ckckck……..
    Untung deh,setelah diperikaa ama dokter taeyeon,
    ternyata fany hamil,bukan kena kanker otak, benar2 bikin jantungan.
    Senangnya……siwon dan tiffany hidup bahagi dgn
    anak2nya,dan juga hubungan fany dgn yoona sangat baik,walaupun yoona bercerai dgn siwon.
    Chukae buat yoona dan lee minho,akhirnya menikah.
    Thanks banget buat saeng ama ffnya.
    Saeng daebak….saeng hwaiting…..saeng jjang.
    Aiggo……unnie makin cinta deh ama sifany.
    Sifany 4ever♡♡♡♡♡

  10. Kaget pas tau Tiffany eonni didiagnosa kena penyakit kanker otak stadium akhir…😣😣😣 ternyata Tiffany eonni hamil… OmG pasti Tiffany eonni and Siwon oppa so happy….😊😊👼👼👶👶
    Happy Ending Yeayy!! I like this story so much~~
    Keren ceritanya~~ DAEBAK!!👍💪🎅
    AUTHOR TWO THUMBS UP FOR YOU👍👍

  11. Hohoo author jaim bangettt:'( sampe nangisterus bacanya😥 dokter di klinik itu minta dicincang apa?! Bisa2 nya salah ngecek penyakit tiffany. But.. I love this ff so much. Thanks for the author!! This strory is very nice. Bikin deg2an, speechless, jengkel, dan berujung nangis:’D kerennnnnn(y)

  12. Yg dibthkn hny ksbrn kikhlsn utk jlni hdp yg sdg dihdpi n hal itu terjdi am fany. dgn ikhlas akhirny fany mndptkn kbhgiaan yg sesungghny bhkn lbh krn ksbrnny. wlpn sempat kaget krn vonis yg slh tp justru kbhgiaan yg didpt.happy utk semuany…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s