(AF) Saranghae My Spoiled Waitress Part 1

SARANGHAE MY SPOILED WAITRESS

Part 1

PicsArt_1433042504054

Author : @q2lovepink

Main Cast : Tiffany Hwang, Choi Siwon

Other Cast : Jung Jessica, Im Yoona, Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun dan Lee Donghae

Genre : Comedy, Romance

Rating : G

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku, apabila ada kesamaan cerita, ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak disengaja.

So Happy Reading😉

Dua gadis cantik tengah menghabiskan waktunya dengan berbelanja di sebuah department store terbesar di Korea. Inilah kebiasaan mereka hampir setiap hari, berbelanja dan pergi ke salon. Tidak peduli seberapa banyak uang yang mereka habiskan.

 

Tiffany Hwang gadis blasteran Amerika ini adalah pewaris tunggal perusahaan Hwang Group. Sejak ibunya meninggal ia tinggal bersama  grandparentsnya di LA, karena Tuan Hwang takut putrinya tidak mendapat perhatian darinya mengingat jabatannya sebagai CEO menuntutnya untuk selalu berada di perusahaannya.

 

Karena didikan grandparentsnya lah Tiffany menjelma menjadi gadis yang manja dan selalu berbuat seenaknya. Mereka terlalu memanjakan Tiffany dan menuruti semua kemauannya.

 

Setelah menyelesaikan studinya di LA, Tn. Hwang meminta Tiffany untuk kembali ke Korea, guna melanjutkan perusahaan yang telah dibangunnya selama 30 tahun. Awalnya Tiffany menolak, namun karena ancaman Tn. Hwang yang akan menghapusnya dari daftar ahli waris, Ia terpaksa menyetujuinya.

 

“Tiff, apa kau yakin Daddy mu tidak akan marah kali ini?” Tanya Jessica sahabat Tiffany yang juga berasal dari LA.

 

“ Don’t worry Jessie, Daddy tidak akan berani memarahiku. So, Let’s Go!!”

 

Hari ini mereka benar – benar menguras habis kartu kredit yang diberikan Tn. Hwang. Untuk kesekian kalinya, Tn. Hwang memijit pelipisnya yang terasa sakit akibat ulah putrinya. Ia baru saja mendapat tagihan kartu kredit yang luar biasa membengkak.

 

Tn. Hwang mendesah berat, kali ini putrinya sudah sangat keterlaluan. Ia memutuskan untuk memberinya pelajaran. Dengan langkah tegas, Tn. Hwang berjalan menghampiri Tiffany yang tengah asyik dengan earphonenya.

 

“Fany!! Mulai hari ini Daddy akan menarik semua kartu kreditmu.” Ucap Tn. Hwang tegas.

 

Kontan saja Tiffany langsung menegakkan duduknya dan menatap Daddy nya tak percaya,

“What????? Daddy, you kidding me??”

 

“No, Fany! I am serious.”

 

“Hah, come on Dad! Apa daddy tega melakukan ini pada putri semata wayang daddy? Daddy tahu kan aku tidak bisa hidup tanpa kartu kreditku.” Tiffany mencoba memohon pada Daddy nya dengan wajah yang memelas.

 

“Kali ini kau sangat keterlaluan Fany. Daddy tidak akan goyah lagi dengan rayuanmu. Kalau kau ingin kartu kreditmu kembali, kau harus bekerja di tempat yang sudah daddy tentukan.” Ancam Tn. Hwang. Tiffany membulatkan matanya sempurna. What? bekerja? Yang benar saja. Ia tidak ingin bekerja di bawah perintah orang lain.

 

“Daddy aku tidak mau melakukannya!” Tolak Tiffany keras.

 

“Baiklah, hanya ada dua pilihan untukmu Fany. Bekerja atau semua fasilitasmu daddy tarik selamanya.”

 

“WHAT?? YAAAK DADDY! KENAPA KAU TEGA MELAKUKANNYA! AKU AKAN MENGADUKANMU PADA GRANDPA! KAU PASTI AKAN MENYESAL DAD! AAAHHHHH!!!!!”

 

Tn. Hwang tidak peduli dengan teriakan Tiffany, Ia tetap melenggang menuju kamarnya.

 

**

“HAHAHAHA… apa daddy mu serius Tiff? Kau harus bekerja? hhahahaha” Jessica tidak bisa menahan tawanya mendengar cerita Tiffany.

 

“Berhenti tertawa Jessie! Kau membuat moodku bertambah buruk.” Kesal Tiffany dengan mulutnya yang mengerucut.

 

“Ok Ok Sorry!! So, kapan kau akan mulai bekerja? Apa tempat kerjamu di perusahaan seperti daddy mu?”

 

“I don’t know.” Jawab Tiffany lemah.

Jessica ikut membaringkan tubuhnya disampingnya Tiffany, mereka sama – sama memikirkan bagaimana nasib Tiffany selanjutnya. Membayangkannya saja membuat Tiffany bergidik ngeri. Selama ini Tiffany lah yang selalu memerintah orang, dan sekarang keadaan berubah sebaliknya. Apa yang akan terjadi padanya jika seandainya atasan di tempat ia bekerja nanti adalah seorang ahjussi jahat bertubuh besar, berkumis tebal dan… dan….. aaahhhh Tiffany mengeleng – gelengkan kepalanya. Ia benar – benar frustasi.

 

TIFFANY POV

 

Hari ini penderitaanku akan di mulai, aku tidak punya pilihan selain menuruti keinginan Daddy. Aku bahkan tidak diizinkan membawa mobilku sendiri. Aish daddy sungguh kejam, bagaimana mungkin daddy membiarkanku menggunakan bus. Kenapa ia tidak menyuruh Park Ahjussi untuk mengantarku?

 

Ketika aku sedang sibuk dengan pikiranku, tiba – tiba seorang ahjussi duduk disampingku. Ia terus memperhatikanku. Oh God, rasanya aku ingin berteriak dan berlari dari sini. Belum sampai tujuan saja aku sudah tersiksa. Aku mencoba mengalihkan pandanganku keluar jendela. Kenapa bus ini lama sekali? Sampai kapan aku harus duduk dengan Ahjussi yang menyebalkan ini.

 

Haaahhh… akhirnya aku sampai juga.  Thanks God! Aku berjalan menelurusi jalanan yang cukup padat. Huuh panas sekali, setelah 10 menit berjalan akhirnya aku menemukan tempat kerjaku. Jika ku perhatikan tempatnya lumayan bagus dan cukup nyaman, aku yakin bisa melewati 6 bulan penderitaanku.

 

TING

Pintu restoran ini berbunyi ketika aku melangkah masuk, dan aku disambut hangat oleh seorang gadis cantik yang kelihatannya di bawah usiaku.

 

“Annyeonghaseo Agasshi, selamat datang di restoran kami. Silahkan anda pilih tempat yang anda inginkan.” Ucap gadis berambut cokelat itu ramah.

 

Eoh apa dia pikir aku adalah salah satu pengunjungya? Oh Fany pabo! Tentu saja dia berpikir seperti itu. Lihat saja penampilanmu. Sama sekali tidak seperti orang yang mau melamar pekerjaan. Pantas, sejak di bus tadi semua mata memandangiku. Ya, well penampilanku hari ini  cukup hhmmm …. Sempurna! Dengan jeans putih, dipadukan blouse berwarna krem dan blazer yang senada dengan warna jeansku, serta sepatu heels krem ku. Ups jangan lupa tas channel keluaran terbaru dan kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungku.

 

“Ehm! Mianhae Agasshi, aku ingin bertemu dengan boss anda. Apa ia ada di tempat?” tanyaku sedikit ramah, meskipun agak dipaksakan.

 

“Maksud anda Tuan Choi Siwon?” gadis dengan name tag Yoona tersebut nampaknya bingung dengan tujuanku.

 

“Ah, iya Tuan Choi Siwon. Apa aku bisa bertemu dengannya?” meskipun aku tidak tahu siapa nama orang yang akan menjadi atasanku, tetapi aku yakin orang yang dimaksud gadis ini adalah orang yang aku cari.

 

“Kebetulan beliau ada di ruangannya Agasshi. Silahkan anda bisa lewat sini.” Ujarnya seraya menunjukkan jalan padaku.

 

“Oh, gomawo.”

 

“Nde, cheonma.”

 

Aku pun berjalan menuju ruangannya, dan sebelum aku mengetuk pintu, aku terlebih dahulu mempersiapkan mentalku, menarik nafas dan membuangnya kembali.’Tenanglah Tiff, kau pasti bisa melewatinya.’ Ucapku menenangkan diriku sendiri.

 

 

AUTHOR POV

 

Setelah mempersiapkan dirinya, Tiffany memberanikan diri mengetuk pintu.

 

“Masuklah!” seru suara pria di dalam sana.

 

“Annyeonghaseo! Naneun Tiffany Hwang imnida. Nice to meet you Mr.”

 

Begitu masuk ruangan, Tiffany langsung membungkukkan badannya tanpa melihat ke arah pria yang tak lain adalah Choi Siwon pemilik restoran sekaligus calon atasan Tiffany. Dan alangkah terkejutnya Tiffany ketika Ia mendongakkan kepalanya, orang yang harus ia hormati adalah pria muda yang mungkin hanya berbeda 3 tahun dari usia Tiffany.

 

‘Mwo? Appa Daddy sudah gila? Mengapa aku harus bekerja di bawah perintah pria muda ini? Aish dia bahkan tidak jauh berbeda dariku.’ Gerutu Tiffany dalam hati.

 

“Ehem!” Siwon berdehem keras dan membuyarkan lamunan Tiffany.

 

“Jadi anda yang bernama Tiffany Hwang? Yang akan bekerja di tempatku selama 6 bulan?” Tanya Siwon dengan nada yang cukup menyebalkan bagi Tiffany.

 

Oh, ini sungguh lebih parah dari dugaan Tiffany. Ia tidak mungkin bekerja dengan pria ini, bagaimana mungkin Tiffany mau menuruti perintah orang yang usianya tidak beda jauh darinya.

 

 

SIWON POV

 

TOK TOK TOK

 

Ketika aku sedang mempelajari pengeluaran restoranku, tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu. Aku menyuruhnya masuk. Mungkin salah satu pegawaiku, pikirku. Namun dugaanku salah, ketika orang tersebut masuk, ternyata  ia seorang gadis asing. Gadis tersebut langsung membungkukkan badannya tanpa melihat kearahku.

 

Dan betapa terkejutnya aku, tatkala gadis asing itu mendongakkan kepalanya. Sungguh cantik luar biasa. Dan tunggu! Tadi ia mengatakan namanya ‘TIFFANY HWANG?’ apa ia putri Tn. Hwang yang akan bekerja padaku?  Melihat penampilannya yang ‘WOW’ aku jadi tidak yakin ia bisa menjalankan tugasnya. Aku berdehem, mencoba menetralkan pikiranku dan aku mulai menjalankan aktingku sebagai atasan yang keras dan agak kejam. Huuhh tugas yang cukup berat bagiku.

 

Gadis bernama Tiffany itu terus menatapku tajam. Apa – apaan dia? Memangnya siapa yang menjadi boss disini?

 

“Sorry Mister. Apa kau benar – benar pemilik restoran ini?” tanyanya angkuh dan sinis. Ish, dia bahkan meragukanku.

 

“Apa kau pikir aku penyelendup kemudian  menyamar menjadi Choi Siwon?” tanyaku tak kalah sinis. Gadis itu mendelik sebal.

 

“Baiklah Tiffany-ssi, aku akan memperkerjakanmu sebagai pelayan di restoranku. Kau harus menyapa pengunjung yang datang dengan ramah dan ingat kau harus tersenyum! Selain itu kau harus menuliskan pesanan mereka kemudian mengantarkan makanan yang mereka pesan. Jika mereka sudah selesai, kau harus membersihkan meja yang sudah mereka tempati. Setelah itu kau harus—–“

 

“YAAKKK!!! Kenapa kau tidak sekalian saja menyuruhku mencuci piring, memasak, dan membakar restoranmu!” Selanya dengan suaranya yang keras. Aku tidak percaya dia putri tunggal Tn. Hwang, Aish aku bisa gila jika harus menghadapinya setiap hari. Aku menghela napas dan berusaha bersikap tenang.

 

“Jika kau tidak mau, kau bisa mencari pekerjaan lain, kebetulan sudah ada beberapa orang yang ingin melamar pekerjaan di restoranku. Jadi dengan senang hati aku akan memberikan pekerjaanmu pada orang lain.” Sepertinya ia tidak berkutik lagi dengan ancamanku.

 

“Ok! Aku akan melakukannya. Tapi perlu kau ketahui Mr. Bossy kalau aku tidak suka diperintah oleh orang sepertimu, So kau hanya boleh memerintahku jika pegawaimu ada disekitar kita. You got it?”

 

‘Mwo? Dia pikir siapa dirinya? Seenaknya saja mengaturku. Aku yang menjadi boss disini, kenapa ia yang harus mengaturku? Aish Jinjja.. tenanglah Choi Siwon, kau harus bersabar menghadapinya.’

“OK. Deal! tapi sebelumnya gantilah pakaianmu. Kau tidak mungkin melayani pengunjung dengan pakaianmu itu kan?” aku memperhatikan penampilannya dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya, dan tampaknya ia sangat kesal dengan permintaanku yang satu ini. Aku tersenyum puas melihat kekesalannya.

 

 

TIFFANY POV

 

“AAARRRGGGGHHHHH!!!! CHOI SIWON MENYEBALKAN!!!!!” aku berteriak di dalam toilet ketika aku harus mengganti pakaianku. Lihatlah penampilanku sekarang! Aku bagaikan pelayan yang selalu melayaniku dirumah. Hiks… jika penampilanku seperti ini, aku tidak beda jauh dengan mereka.

 

Aku melangkah keluar, dan kulihat Choi Siwon tengah memandangiku dengan senyuman yang meremehkanku.

 

“Apa kau sudah siap nona Hwang?” Ucapnya seraya menghampiriku. Ingin rasanya aku menampar mulutnya yang menyebalkan itu.  Tapi aku mencoba untuk menahannya.

 

Choi Siwon memperkenalkanku pada pegawai lainnya. Ini sungguh memalukan, apalagi ketika aku melihat gadis yang tadi menyambutku. Tampaknya ia terkejut mengetahui ternyata aku adalah pegawai baru disini.

 

“Taeyeon Eonni , aku pikir wanita tadi adalah kekasih sanjangnim, ternyata dia sama saja dengan kita. Tapi gayanya seperti orang kaya saja. Apa mungkin semua yang dia kenakan tadi palsu?” bisiknya pada teman yang menurutku lebih tua darinya.

 

Rasanya aku ingin mencekik gadis itu, seenaknya saja dia mengatakan semua yang aku kenakan palsu. Aishhh aku benar – benar tidak tahan dengan semua ini.

 

 

AUTHOR POV

 

“Annyeonghaseo, Kim Taeyeon imnida.”

 

Sebuah uluran tangan dan sapaan hangat disertai senyuman tulus, meluluhkan kekesalan Tiffany.

Dengan reflek Tiffany menerima tangan gadis yang bernama Taeyeon tersebut.

 

“Annyeonghaseo, Tiffany Hwang imnida.”

 

“Cepat perkenalkan dirimu Yoong,” desis Taeyeon pada adiknya Kim Yoona. Dengan sedikit terpaksa Yoona memperkenalkan dirinya.

 

“Annyeong, Kim Yoona imnida.”

 

“Baiklah Taeyeon-ssi, Yoona-ssi, kalian boleh kembali bekerja.” Tegas Siwon.

 

“Ne, sanjangnim.”

 

“Dan kau gadis Amerika, bekerjalah dengan baik.” Lanjutnya sambil berlalu. Tiffany hanya mendengus kesal.

 

 

**

 

TING

 

“Annyeong——- Eoh? Oppa?“

 

“Tiffany?”

 

Pengunjung yang ternyata bernama Cho Kyuhyun, sangat terkejut mendapati sepupunya Tiffany bekerja di tempat temannya. Apalagi ia bekerja sebagai….. ‘PELAYAN?’. Sungguh kenyataan yang tak terduga. Kyuhyun langsung menarik tangan Tiffany keluar restoran.

 

Tanpa disadari mereka berdua, sepasang bola mata memperhatikan mereka dengan tatapan nanar. Kim Yoona gadis cantik bertubuh tinggi itu memang telah lama memendam rasa pada pria berwajah pucat tersebut. Dan ia sangat benci melihat Tiffany yang langsung mencuri perhatian Kyuhyun.

 

“Eonni, lihatlah gadis sombong itu! Aku membencinya. Kenapa ia bisa dengan mudah mencuri perhatian Oppa ku?” adu Yoona pada kakaknya Taeyeon.

 

Taeyeon bingung dengan tingkah Yoona yang tiba – tiba marah. Ia pun mengikuti arah tunjuk adiknya. Pantas saja Yoona marah, ternyata pria itu penyebabnya. Pikir Taeyeon.

 

“Sudahlah Yoong, kau jangan terlalu mengharapkannya. Eonni tidak ingin kau kecewa terlalu banyak.” Ucap Taeyeon bijak.

 

“Shirreo!! Aku akan tetap mengejarnya Eonni. Dia orang pertama yang mencuri hatiku, jadi sebelum dia menikah aku tidak akan melepasnya.”

 

Taeyeon hanya memutar bola matanya, percuma berdebat dengan Yoona jika sudah menyangkut masalah Kyuhyun. Taeyeon pun meninggalkan Yoona yang masih kesal di tempatnya.

 

 

TIFFANY POV

 

Aku senang bisa bertemu dengan Kyuhyun Oppa, meskipun bukan dalam situasi yang aku harapkan. Ugh, seandainya saja Daddy tidak mengancamku aku tidak akan sudi bekerja disini apalagi dengan si Mr. Bossy yang menyebalkan itu. Shit! Wait! Bukankah tadi Kyuhyun Oppa bilang kalau mareka berteman baik? Oh, God kenapa dunia begitu sempit?

 

“Tiffany-ssi, bisakah kau melayani pengunjung yang ada di meja pojok? Aku harus melayani yang lainnya.”

 

“Eoh?? Nde.”

 

Entah kenapa sikap ramah Taeyeon membuatku langsung menyukainya. Berbeda sekali dengan si gadis rusa. Eoh bicara soal gadis rusa, ada apa dengannya? Sejak tadi dia selalu menatapku sinis. Ia bahkan selalu membuang muka padaku. Ugh….  whatever, aku tidak peduli dengannya.

 

“Apa kau akan berdiam diri terus disini gadis Amerika? Pelangganku semakin banyak. Tidak seharusnya kau melamun dan berpose seperti itu. Ingat! ini restoran bukan studio foto, apa kau mengerti?”

 

Mwo?? Arrgggghhhh… siapapun tolong keluarkan aku dari tempat ini. Please!!!

 

“Hai, Agasshi! Tolong berikan aku minuman!”

 

“Kau memanggilku Ahjussi?”

 

“Nde, tentu saja. Pelayan yang lain sedang sibuk, hanya kau yang menganggur.”

 

“YAK! Ahjussi! Aku bukan pelayanmu. Kau tidak berhak menyuruhku!”

 

“YAK! Restoran macam apa ini? Pelayanannya sungguh buruk!”

 

“Kalau kau tidak suka, kau boleh cari restoran yang lain.”

 

Kesabaranku sudah habis. Aku tidak peduli jika orang ini mau marah atau pergi sekalipun. Moodku sedang benar – benar buruk saat ini. AWWWW!!!! Siapa yang berani menyeretku?

 

 

SIWON POV

 

Ketika aku akan kembali ke ruanganku, tiba – tiba aku mendengar suara keributan dari arah meja depan. Kulihat seorang Ahjussi sedang beradu agrumen dengan gadis Amerika itu. Oh Shit! Ada apa lagi ini? Jangan sampai gadis itu membuatku kehilangan pelanggan – pelangganku.

 

“Minhaeyo Tuan, jeongmal mianhaeyo..! gadis ini masih dalam tahap training, jadi ia belum mengerti bagaimana cara melayani tamu. Sekali lagi maafkan kami tuan! Sebagai gantinya Anda boleh makan apa saja dan kami akan memberikan pelayanan terbaik kami untk anda.”

 

Aku berusaha membujuknya dan yah, aku berhasil. Pandanganku beralih pada gadis sombong yang dengan tenangnya berdiri seraya melipatkan tangannya di depan dadanya. Ku tarik tangannya dan kuseret dia ke belakang restoranku.

 

“AWWW Lepaskan!! Kau membuat tanganku terluka.” Ringisnya kesakitan.

 

Sejenak aku lihat tangannya yang memang  memerah akibat cengkramanku. Tapi aku tidak peduli, reputasiku hampir saja hancur gara – gara gadis cantik ini. Tunggu! Cantik? Apa aku baru saja memujinya? Andwe! Aku tidak mungkin memujinya, dia adalah gadis sombong yang tidak punya sopan santun.

 

“Kau mau apa lagi Mr. bossy?”

 

“Tidakkah kau menyadari kesalahanmu Miss Hwang? Bersikaplah sopan pada pelangganku. Kau hampir saja membuatku kehilangannya.”

 

“Really??? Oh.. poor you, but I don’t care!”

 

“YAAK! Kau mau kemana? Aku belum selesai.”

 

“Awww!!” tanpa sengaja aku kembali melukai tangannya, kali ini kuku tanganku yang tidak sengaja menggores  kulit putihnya.

 

“Gwenchana?” tanyaku khawatir.

 

“Kau.. Kau.. telah melukai tanganku. Hiks.. hiks.. bagaimana aku bisa menghilangkan goresan ini? Hiks.. hiks…”

 

“YAK! Kau terlalu berlebihan. Itu hanya luka kecil, anak kecil saja tidak akan merengek sepertimu.”

 

“ARRRRGGGGHHHHHH…. Tapi luka ini menodai kulitku. KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!!”

 

Aku bersumpah ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku bertemu dengan gadis aneh seperti dia. Aku tidak ingin lagi bertemu gadis lain yang memiliki karakter sama dengannya.

 

 

AUTHOR POV

 

Karena tidak tahan dengan suara tangis Tiffany, Siwon terpaksa menyuruhnya pulang. Ia tidak ingin para pelanggannya  beranggapan bahwa ia adalah atasan yang membully pegawainya.

 

Tiffany tidak langsung pulang kerumahnya, Ia berniat menemui sahabatnya terlebih dahulu. Menurutnya, Jessica bisa menyembuhkan rasa kesalnya.

 

“Tiff, apa yang terjadi padamu? Apa boss mu benar – benar seorang Ahjussi yang kejam? Apa dia menyiksamu? Apa kau tidak diberi makan?” Tanya Jessica bertubi – tubi. Tiffany langsung menghempaskan tubunhya di tempat tidur milik Jessica.

 

“Aniyo, boss ku masih sangat muda Jessie.  Tapi ia selalu bersikap seolah dia adalah seorang penguasa. Aku sangat membencinya. Kau lihat Jessie, tanganku terluka hiks..”

 

“Omo!! Tanganmu!!! Kenapa ia tega sekali? Uljima baby.. kita harus segera mengobati lukamu. Kajja! Aku antar kau ke dokter.”

 

“Keunde.. uangku tidak cukup Jessie..” rengek Tiffany.

 

Tn. Hwang memang sengaja memblokir semua kartu kredit Tiffany dan ia juga hanya memberi uang saku secukupnya pada putrinya. Itu menambah Tiffany frustasi, belum pernah ia memegang uang yang hanya cukup untuk ongkos bus. Biasanya Tiffany akan menghabiskan uangnya hingga jutaan dalam satu hari.

 

**

 

Setelah mendapat kabar dari Siwon, Tn. Hwang langsung mengunjungi restoran milik keluarga Choi, sahabatnya. Tn. Hwang meminta putra tunggal Tn. Choi, untuk membantunya memberi pelajaran pada Tiffany. Awalnya Siwon berpikir tugas ini akan sangat mudah, namun kenyataannya ini lebih sulit dari persentasi pertamanya dihadapan  para klien.

 

“Jadi Tiffany sama sekali tidak melakukan pekerjaannya?”  Tanya Tn. Hwang begitu mereka duduk berhadapan di sofa ruang kerja Siwon.

 

“Nde, Ahjussi. Ia bahkan berani mengusir pelangganku.”

 

“Nde? Ckck.. Ahjussi juga sudah lelah memberitahunya, harus dengan cara apa lagi agar anak itu bisa berubah.” Tn. Hwang tampak frustasi mendengar penuturan dari Siwon mengenai putrinya Tiffany.

 

Melihat raut keputus asaan dari raut muka Tn. Hwang, Siwon mencoba memberinya semangat.

 

“Hwang Ahjussi, ini baru hari pertamanya. Mungkin Tiffany belum terbiasa, kita masih memilki waktu yang banyak untuk mengubahnya. Anda tenang saja aku akan berusaha semampuku.” Ucap Siwon meyakinkan Tn. Hwang, lebih tepatnya meyakinkan dirinya sendiri.

 

 

AUTHOR POV

 

Sudah satu bulan Tiffany bekerja di restoran milik Siwon, ia sudah mulai membiasakan diri dengan lingkungan disekitarnya, meskipun ia masih sering melakukan kesalahan, mengeluh kelelahan sampai bahkan mengeluh kulit putih mulusnya menjadi rusak.

 

“Ugh… badanku serasa mau remuk.” Keluh Tiffany seraya memijit – mijit pelan tangan dan kakinya. Ia tengah menikmati jam istirahatnya di rooftop restoran. Hari ini pengunjung sangai ramai sehingga semua pegawai harus kewalahan melayani mereka termasuk Tiffany.

 

“Ehem!”

 

Suara deheman yang cukup keras dari arah belakang, kontan membuat Tiffany menolehkan kepalanya ke sumber suara. Tiffany memutar bola matanya sebal tatkala mengetahui siapa orang tersebut.

 

“Apa lagi yang kau inginkan Mr. Bossy? Bukankah ini jam istirahatku? Aku sangat lelah, jadi biarkan aku menikmati waktu luangku sebentar.” Ujarnya dengan nada kesal.

 

“Kau jangan selalu berpikiran buruk padaku, aku hanya ingin memberimu ini. “ balas Siwon sambil menyodorkan sebuah amplop kecil pada Tiffany.

 

“Ige mwoya?” kening Tiffany berkerut hebat tatkala mendapat amplop tersebut dari Siwon.

 

“Bukalah sebelum aku berubah pikiran!” serunya.

 

Setelah Tiffany membuka amplopnya, ia kembali memandang heran pada Siwon dan menuntut penjelasan.

 

“Itu adalah gajimu bulan ini.” Jelas Siwon singkat.

 

“REALLY???? YEAAHHH!!!! Thanks Mr. Bossy!”

 

Ini pertama kalinya Siwon mendapat senyuman tulus dari Tiffany dan entah kenapa hatinya bergetar. Sementara Tiffany, ini adalah pertama kalinya ia mendapat uang hasil keringatnya sendiri, dan entah kenapa juga ada rasa bangga yang begitu memuncak yang menyelimuti hatinya.

 

 

KYUHYUN POV

 

“Oppa, apa kau menyukai Tiffany Eonni?”

 

“Nde??”

 

Aku  tersentak kaget mendengar pertanyaan Yoona, apa aku tidak salah dengar? Mana mungkin aku menyukai Tiffany. Ah aku tahu Yoona pasti cemburu pada Tiffany, lebih baik aku menggodanya saja.

 

“Tentu saja aku menyukainya, ia gadis yang cantik, manis dan matanya juga indah. Iya kan?”

 

Kulihat ada cairan bening yang menumpuk di kelopak matanya, aku jadi tidak tega jika menggodanya terus.

 

“Bukankah itu yang harus dilakukan oleh kakak sepupu kepada adik sepupunya?”

 

“Ne….. MWO??  KAKAK SEPUPU??”

 

Yoona tampaknya terkejut dengan penyataanku, namun sedetik kemudian ia tersenyum bahagia. Aku pun ikut tersenyum bersamanya.

 

 

TIFFANY POV

 

“Jessie!! I’m so so happy!! Hari ini aku mendapat gaji pertamaku. Nanti malam aku akan mentraktirmu ne,”

 

“……..”

 

“Oh, jadi kau sudah punya janji dengan Donghae Oppa.”

 

“………..”

 

“Nde, arraseo.. gwenchana. Ok bye!”

 

Huuuhhh disaat aku ingin menikmati gaji pertamaku bersama Jessie, ia malah pergi dengan Donghae Oppa. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mungkin pergi sendirian. Hmm lebih baik aku segera mengantar makanan ini saja.

 

“Eonni.. sini biar aku saja yang mengantarnya. Eonni pasti capek iya kan? Sebaiknya Eonni istirahat saja, ne?”

 

Ada apa dengan gadis rusa itu? Kenapa ia tiba – tiba baik padaku? Apa ia salah minum obat? Hah, whatever. Setidaknya ia mau membantuku, aku bisa merenggangkan otot – ototku dulu.

Aku duduk disebuah bangku dekat pantry. Hari ini rasanya cukup melelahkan, tanpa terasa mataku perlahan tertutup dan setelahnya aku tidak ingat apa – apa lagi.

 

 

SIWON POV

 

Sepertinya para pegawaiku sudah pulang. Sebaiknya aku segera membereskan pekerjaanku, tapi kenapa mulutku terasa kering? Oh, shit! Gelasku kosong. Aku memutuskan untuk mengambil air minumku sendiri ke pantry, mengingat seluruh pegawaiku sudah tidak ada yang tersisa. Saat aku berjalan menuju pantry, kulihat ada seorang gadis yang tengah tertidur pulas. Kudekati dia, dan betapa terkejutnya aku tatkala mengetahui bahwa gadis tersebut adalah Tiffany. Kupandangi wajahnya yang damai ketika tidur, “Seandainya setiap hari wajahnya seperti ini ia pasti akan terlihat lebih cantik.”

Mwo? Apa yang kulakukan? Apa aku memujinya lagi? Ireona Choi Siwon! Kau tidak boleh tergoda olehnya. Ehem! Aku berdehem mencoba menetralkan perasaanku, lantas kubangunkan gadis Amerika ini.

 

“HAI! Gadis Amerika! Ayo bangun! Apa kau mau menginap disini, Hah!”

 

“Eung….”

 

Ia menggeliat perlahan, aku segera menjauhkan diri darinya.

 

“Eoh? Apa yang kau lakukan disini Mr. Bossy? Apa kau berbuat sesuatu padaku?” Ia memicingkan matanya dan menatap tajam padaku.

 

“YAK! Kenapa kau selalu berpikiran buruk padaku? Aku yang seharusnya bertanya padamu, kenapa kau tertidur disini?” pujianku padanya tadi, kutarik kembali. Gadis ini selalu memancing emosiku.

 

“Jadi aku tertidur disini? Omo! Kemana yang lainnya? Kenapa restorannya sepi?” tanyanya heran. Lucu sekali ekspresi bingungnya, aku mencoba menahan tawaku.

 

“Lihatlah jam tanganmu! Karena terlalu asyik tidur kau jadi lupa waktu.”

 

“MWO??? Jam 11 malam!!!! Oh God! Bagaimana ini? Aku harus segera pulang.”

Tiffany langsung panik begitu melihat jam tangannya, entah apa yang ada dipikirannya. Tetapi hati kecilku tidak mengizinkan ia pulang sendiri di jam segini.

 

 

AUTHOR POV

 

Tanpa berpamitan pada Siwon, Tiffany bergegas lari menuju halte. Ia takut malam ini ia akan ketinggalan bus. Karena  terlalu panik dan terus berlari, Tiffany sampai tidak melihat lubang yang ada di depannya. Kontan saja ia tersungkur ke tanah.

 

“AAAWWWW APPO!!!!!”

Siwon yang tidak sengaja lewat dan melihat adegan Tiffany tersungkur, langsung memarkirkan mobilnya sembarang. Ia membuka pintu mobilnya kasar dan berlari menghampiri Tiffany.

 

“Gwenchana?” Tanya Siwon Cemas, ia mensejajarkan tubuhnya dan memeriksa luka Tiffany di beberapa bagian tubuhnya.

 

“Appoyo.” Tiffany menangis tersedu – sedu bak seorang anak berusia 5 tahun yang terjatuh dari sepeda.

 

Siwon merengkuh tubuh Tiffany dan membawanya ke dalam mobil Audi putihnya. Selama di dalam mobil, Tiffany tidak berhenti menangis. Ia bahkan terus memanggil – manggil daddy nya. Sebenarnya Siwon sangat terganggu dengan suara tangis Tiffany, namun jika melihat keadaannya sekarang rasa jengkel itu perlahan hilang.

 

“Aku akan membawamu ke dokter, Ne.”

 

“Shirreo! Uangku akan aku simpan untuk keperluanku dan untuk mentraktir Jessie, jadi kau tidak perlu membawaku ke dokter.” Tolak Tiffany. Siwon membulatkan matanya sempurna, ia tidak menyangka dengan pernyataan Tiffany tadi. Dalam hati ia bersyukur karena Tiffany tidak lagi mau menghambur – hamburkan uangnya. Siwon pun tersenyum simpul.

 

 

TIFFANY POV

 

“Aku akan membawamu ke dokter, Ne.”

 

Mwo? Aniyo. Aku tidak ingin uangku habis begitu saja hanya untuk mengobati lukaku. Aku menolak tawarannya, dan ia meminggirkan mobilnya.

 

“Kalau begitu, lukamu harus diobati dulu sebelum kena infeksi.”

 

Belum sempat aku membalas pernyataannya, aku sudah dikejutkan dengan aksinya yang memutar tubuhku menghadapnya. Aku bahkan tidak menyadari kapan ia keluar dari mobilnya dan membuka pintu disampingku. Ia berjongkok dihadapanku dan mulai mengobati lukaku dengan sangat hati – hati. Kakiku yang terjunglai keluar mobil diangkatnya dan diletakkan di atas kedua pahanya.

Sejenak aku tersentuh dengan aksinya. Aku tatap wajahnya yang tampak mencemaskanku, dan aku baru sadar ternyata dia sangat tampan. Damn! Apa yang kupikirkan? Andwe!! Ingat Tif, pria ini telah membuat hidupmu menderita. Aku terus menggeleng – gelengkan kepalaku, berusaha untuk mengeluarkannya dari pikiranku.

 

“Gwenchana?”

 

“Eoh? N-nde.”

 

“Lukamu sudah selesai diobati, Kajja kita pulang!”

 

“Andwe!! Kau tidak berniat mengantarku kan? Aku bisa pulang sendiri.”

 

Andwe! Ia tidak boleh mengantarku. Aku tidak ingin ia tahu siapa aku sebenarnya. Sepertinya Mr. bossy bingung dengan ucapanku. Ottokhe apa yang harus kukatakan?

 

“Kau akan pulang sendiri dengan keadaanmu yang sekarang dan di tengah malam seperti ini?”

 

Benar juga, keadaanku ditambah lagi jam yang sudah larut, tidak memungkinkanku untuk pulang sendiri. Oh, seandainya Jessie tidak berkencan dengan si Fish Face itu, aku tidak akan kesulitan seperti ini.

 

“Baiklah, tapi kau hanya boleh mengantarku sampai belokan sebelum rumahku, arraseo??

 

“Hei, aku hanya ingin mengantarmu bukan mau meminta tebusan pada orang tuamu.”

 

Eerrgghhh kenapa pria ini keras kepala sekali. Aku harus bisa mencegahnya.

 

 

SIWON POV

 

Aku tahu alasan Tiffany melarangku untuk mengantarnya, dan aku juga tidak ingin ia merasa tertangkap basah olehku tentang siapa dia sebenarnya. Tetapi aku tidak bisa membiarkannya pulang dengan keadaannya sekarang. Aku melirik kearahnya, dan ia memberenggut kesal.

 

“Ok.. ok.. aku akan menuruti keinginanmu, tapi kau harus janji kalau kau akan berhati – hati, arraseo?”

 

“Kenapa kau cerewet sekali Mr. bossy? Aku bukan anak kecil yang harus dinasehati oleh orang tua sepertimu.”

 

“Mwo? Kau bilang apa? Yak! Aku sudah berniat baik menolongmu dan kau malah mengataiku orang tua! Ckckck… kau benar – benar yeoja aneh!”

 

Apa – apaan dia? Aishhh gadis ini selalu saja membuat moodku berubah – ubah. Ketika aku bersimpati padanya, ia malah membalikkannya dengan tingkahnya yang bisa mendidihkan darahku.

 

 

“STOP! Biarkan aku turun disini.”

 

Teriakan gadis Amerika ini membuat aku meremkan mobilku secara mendadak. Untung saja tidak ada kendaraan lain didepan kami. Jika saja ada, sudah ku pastikan mobilku akan menabraknya. Sampai kapan aku harus bersabar menghadapinya?

 

“Apa kau yakin bisa berjalan sendiri? Tidak ingin kuantar?” kucoba menawarkan kembali bantuanku.

 

“Kau tenang saja Mr. Bossy, rumahku sudah dekat dari sini, jadi aku akan tidak akan terlalu kesulitan.”

 

Aku tidak terlalu yakin dia bisa kuat sampai ke rumahnya, cara berjalannya saja masih terpincang – pincang, belum lagi ia selalu meringis kesakitan dan terkadang menghentikan langkahnya demi menahan sakit.

 

Tanpa aku sadari, aku telah mengikutinya dari belakang. Aku sendiri bingung kenapa aku melakukannya, aku hanya mengikuti kata hatiku. Dasar gadis keras kepala, kenapa dia memaksakan diri sendiri. Eoh? Apa ia sudah sampai? Syukurlah! Sekarang aku bisa pulang dengan tenang.

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

Hai.. hai.. readers!! Ini FF keduaku,,  kali ini aku mengusung genre comedy. Semoga reader semua puas dengan ceritaku. So keep RCL ya…😉

84 thoughts on “(AF) Saranghae My Spoiled Waitress Part 1

  1. Sifany sweet banget. Semoga aja bisa jadi REAL. Ceritanya menarik selalu berantem tapi nanti saling mencintai. Keep writing thor.

  2. Tingkahnya tiff ada2 aja , kasian juga sih sama nasifnya dia , tapi itu hukuman yang bagus menurutku . Suka deh sama ff ini lucu banget soalnya , sifany gak ada harinya gak berantem . Daebak , jjang (y)

  3. Keren thor
    cieee siwon perhatian sama tiffany🙂 semoga siwon bisa merubah tiffany hehe ^^
    Ditunggu chap selanjutnya

  4. Hihi siwon pertama kali kenal lgsg salting itu sampe gk sadar diri klo dia mulai suka sama tiffany. Daebak ff nya thor! Next thor!

  5. Aku suka banget sama ff’y rasanya udh lama bgt gk bca ff yg bisa buat aku seneng kyak gini. Lanjut thor ff ini keren ‘n idenya juga bagus ditambah alur yg pas hehe seneng bgt pokok’y😀

  6. udh koment di part 2 tpi blm di part 1 sorry ya
    bsa jdi gadis bar” tiffany klok bosnya kyk siwon tukang marah and bossy bngt gtu
    smoga aja smua ada hikmahnya, tiffany blm tau klok ternyata siwon tu suruhan daddynya, ksihan bngt sih dia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s