(AF) My Second Love My Wife Twinning Part 1

MY SECOND LOVE MY WIFE TWINNING

PhotoGrid_1432099178895

Author : @q2lovepink

Main Cast: Tiffany Hwang, Choi Siwon

Other Cast: Jessica Jung, Choi Sooyoung, Lauren Hanna

Genre  : Sad, Romance, Marriage Life

Rating : PG (17+)

Length : Chapter

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiranku, apabila ada kesamaan cerita, ataupun karakter tokoh adalah hal yang tidak disengaja.

So Happy Reading😉

Rintikan hujan membasahi kota seoul seolah mereka ikut merasakan kesedihan yang sedang dialami keluarga Choi.

 

“Wae Stephy??? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa kau tidak ingin melihat  putri kita tumbuh besar?”

 

Siwon terus meraung – raung di atas gundukan tanah yang menutupi tubuh kaku istri tercintanya. Semua orang yang melihatnya hanya bisa menatap Siwon dengan miris. Mereka semua begitu kehilangan sosok Stephany yang begitu lembut dan penyayang.

 

Stephany hwang adalah istri dari Choi Siwon yang meninggal akibat mengalami pendaharan hebat ketika melahirkan putrinya. Siwon sangat terpukul dengan kenyataan yang harus dihadapinya. Dia masih belum bisa menerima kepergian Stephany yang begitu dicintainya.

 

“Stephy…….. ireona..!!!!!!! kembalilah jebal..!!!!!!!” Siwon terus terisak.

 

 

“Daddy..!!! ireona..!!! Daddy… Daddy….!!” suara khas anak kecil membangunkan Siwon dari mimpi buruk yang selalu menemaninya.

“Eoh.. Lauran-ah”.

“Apa Daddy mimpi buruk lagi?” tanya Lauren.

“Ne… ada apa Lauren-ah? Apa kau akan pergi bersama Sooyoung Imo?” Siwon merasa bingung dengan penampilan Lauren yang sudah sangat rapi.

“Apa Daddy merindukan Mommy?” bukannya menjawab pertanyaan Siwon, Lauren malah balik bertanya.

“Ne?? Eoh tentu saja.”

“Apa Daddy mau menemaniku untuk menemui Mommy?” Lauren tidak berhenti bertanya.

“Mwo??? Apa maksudmu Lauren-ah?” Siwon semakin bingung dengan pertanyaan – pertanyaan Lauren.

“Daddy aku sangat merindukan Mommy. Aku ingin pergi menemui Mommy. Bolehkah?” ucap Lauren dengan mata yang berkaca – kaca.

“Baiklah. Tapi sebelumnya Daddy harus menjemput dulu rekan Daddy di bandara. Kau tidak keberatan kan honey?” Siwon menarik Lauren kedalam pangkuannya.

“Yes Daddy up to you”.

 

 

©©©©©

“Daddy, apa rekan kerja Daddy seorang wanita?”

Lauren yang duduk disebelah kursi kemudi terus menatap Siwon sambil bertanya tanpa henti. Dia sangat penasaran dengan rekan kerja Siwon yang akan mereka jemput di bandara. Sejujurnya, Lauren sangat tidak suka jika Siwon berdekatan dengan seorang wanita. Karena dia berpikir jika Daddy nya menikah lagi dengan orang lain, itu berarti Mommy nya akan tergantikan di hati Siwon. Itulah salah satu alasan mengapa Siwon tidak pernah menikah lagi setelah kepergian Stephany, dan tentunya Siwon juga memang masih belum bisa membuka hatinya untuk wanita lain.

 

“Daddy….!!!!!!”

 

Teriakan Lauren mampu membuat Siwon menoleh kearahnya. Melihat Lauren mempoutkan bibirnya, Siwon dengan sigap mencubit pipinya.

 

“Awwww… Appo Daddy.”

“hahahahaha…. kau lucu sekali honey.” Siwon tidak henti – hentinya menggoda putrinya. “Seandainya kau ada disini Stephy. Kau pasti akan ikut tertawa bersamaku.” Batin Siwon.

Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di Incheon Airport.

 

“Daddy ingat ya kalau sampai rekan kerja Daddy itu wanita, aku akan membuatnya tidak bisa tidur semalaman.” Ancam Lauren dengan gaya lucunya.

“Eoh.. sejak kapan putri Daddy berubah menjadi nenek sihir?” goda Siwon.

“Yaakkkkk!!!! Daddy…!!!!!!” teriakan Lauren yang seperti lumba – lumba mengharuskan Siwon menutup telinganya.

“Oke.. oke honey dengarkan Daddy. Daddy tidak akan pernah menikah dengan siapapun tanpa seizinmu dan kau juga harus tahu Lauren-ah Mommy mu akan selalu ada di hati kita. Dia tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Arraseo!!” Siwon menangkup wajah Lauren dengan lembut dan penuh kasih sayang.

“Arraseo Daddy. Promise??”

“I promise you honey.” Mereka pun menautkan jari kelingking mereka sebagai tanda perjanjian mereka.

 

 

©©©©©

Seorang gadis cantik bermata indah dengan setelan jeans hitam dipadukan dengan jaket kulit dengan warna senada dan rambut ikal yang terurai indah menambah kadar kecantikannya. Tidak jarang para pengunjung pria menatapnya kagum.

Tiffany Hwang pewaris perusahaan besar Hwang Group berjalan anggun keluar dari sebuah toilet bandara. Karena dia sibuk dengan ponselnya, tanpa sengaja dia menabrak seorang pria.

 

BUKKK

 

“AWW… I’m sorry Sir. Are you okey?” Tiffany membantu pria itu berdiri.

“It’s okey Miss. I ……”

Pria yang tadi bertabrakan dengan Tiffany tidak sempat melanjutkan kata – katanya. Dia sangat terkejut dengan pemandangan yang ada dihadapannya kini.

 

“Stephy? Apakah aku bermimpi?” gumam pria tersebut.

 

“What?! Sir… are you okey? Sir… Sir…” Tiffany melambaikan tangannya di depan wajah pria yang tak lain adalah Choi Siwon.

 

“Fany-ah…!!!!” Tiffany langsung mengalihkan pandangannya begitu mendengar panggilan dari seorang gadis yang sudah tidak asing lagi ditelinganya.

 

“Jessicaaaaaa….” dia langsung berlari menghampiri Jessica dan meninggalkan Siwon yang masih tidak bergeming di tempatnya.

“I miss you so bad ice princess” Tiffany memeluk Jessica dengan erat melepas kerinduan mereka.

“Me too mushroom” Jessica pun membalas pelukannya dengan hangat.

 

“Daddy.. Daddy… gwenchana?” Lauren yang baru saja keluar dari toilet yang sama dengan Tiffany merasa bingung mendapati Siwon yang menatap kosong ke depan.

 

“Daddy..!!!!” suara Lauren semakin keras dan berhasil menyadarkan Siwon dari lamunannya.

“Eoh Lauren-ah. Kau sudah selesai?”

“Apa yang Daddy lihat?” Lauren ikut memandang kearah pandangan Siwon tadi.

“A-aniyo.. kajja kita pulang.” Siwon mencoba mengalihkan pertanyaan Lauren.

“Mwo??? Pulang???? Bukankah Daddy harus menjemput teman Daddy?”

“Dia sudah dijemput supirnya Lauren-ah.”

“Mwo??? Yakkk!!!! Apa – apaan dia? Kita sudah kesini dan dia malah pulang dengan supirnya? Aigooo ckckck…”

 

Siwon tidak merespon ocehan Lauren. Dia masih bergelayut dengan pikirannya tentang gadis yang baru saja ditemuinya.

 

 

 

©©©©©

“Sica-ya apa kau tahu di bandara tadi aku bertemu dengan pria aneh.” Tiffany mengingat kejadian tadi yang menurutnya cukup aneh.

“Apa pria itu tampan?” goda Jessica.

“Yaakkk!!! Kenapa pikiranmu selalu dipenuhi pria – pria tampan?” teriak Tiffany sambil mengetuk kepala Jessica pelan.

“Aww appo.. tapi setidaknya aku masih normal Fany-ah. Aku tidak sepertimu yang selalu menolak pria. Eummmm… kau tidak menyukaiku kan Fany-ah?” Jessica memicingkan mata nya pada Tiffany.

“Yaakkk!!! Apa maksudmu? Apa kau pikir aku tidak normal? Dengar Jessica Jung aku adalah wanita normal dan kau jangan pernah coba – coba berpikiran buruk tentangku.” Cerocos Tiffany kesal.

“Hahahaha… kau lucu sekali mushroom.”

Jessica tidak bisa menahan tawanya melihat kekesalan Tiffany. Dia memang sangat suka menggoda Tiffany, apalagi mereka sudah lama tidak bertemu.

 

 

©©©©©

Sementara itu disebuah pemakaman dua insan yang berbeda usia sedang menatap nisan didepannya dengan nanar. Mereka tidak pernah bisa menahan air mata mereka jika berada di tempat yang sudah sejak lima tahun lalu selalu mereka kunjungi.

 

“Stephy  Apa kau benar – benar hadir dihadapanku tadi? Aku sungguh senang bisa melihatmu lagi”  batin Siwon di tengah isakannya.

 

Disampingnya seorang gadis kecil juga sedang bergumam dan terisak. “Mommy, I miss you so bad. Bisakah kau kembali lagi, Mom?”

 

 

 

 

 

 

©©©©©

Di kediaman keluarga Hwang, Tiffany dan ayahnya sedang menikmati makan makan malam mereka berdua. Ya, Tiffany memang telah ditinggalkan oleh ibunya sejak Ia berusia 2 tahun, dan selama itu Ia tidak pernah bertemu dengan ibunya bahkan Ia tidak pernah melihat fotonya sekalipun.

 

“Fany-ah besok pagi kau harus segera menemui Tuan Choi di kantornya.” Tuan Hwang memulai percakapan mereka setelah beberapa menit mereka terdiam.

 

“Mwo??? Daddy aku baru saja sampai di seoul, dan Daddy langsung menyuruhku untuk bekerja? Aigoo kenapa Daddy tega sekali? Apa Daddy tidak meresa kasihan padaku?” protes Tiffany. Dia tidak habis pikir kenapa Tuan Hwang langsung menyuruhnya untuk mengurus perusahaannya. Terlebih lagi dia harus langsung menemui Kliennya.

 

“Kalau besok kau tidak segera menemuinya, kita akan kehilangan proyek besar kita Fany-ah” ucap Tuan Hwang lembut. Sebenarnya ada niat tersembunyi yang direncanakan Tuan Hwang dalam proyek ini.

 

“Tapi Daddy….”

“Tidak ada penolakan Fany-ah.” Ucap Tuan Hwang tegas.

“Baiklah. I got it.” Balas Tiffany dengan malas.

“I believe you honey.” Senyum Tuan Hwang mengembang mendengar jawaban Tiffany.

 

 

 

©©©©©

Dua gadis cantik dengan stelan kantor yang elegan berjalan anggun di sebuah loby gedung mewah. Setiap langkah mereka tidak pernah lepas dari tatapan pria yang terus memandang ke arah mereka. Ya siapa lagi kalau bukan Tiffany Hwang dan Jessica Jung. Mereka memang selalu menjadi pusat perhatian dimanapun dan kapan pun.

 

“Annyeonghaseo Agasshi, apa ada yang bisa saya bantu?” suara lembut seorang resepsionis menyambut kedatangan mereka.

“Annyeonghaseo.. bisakah kami bertemu dengan Tuan Choi?” Tiffany pun membalasnya ramah. Tidak lupa dengan senyuman manisnya yang dapat menyihir siapapun.

“Eoh mianhaeyo Agasshi Tuan Choi sedang tidak ada di ruangannya. Kebetulan hari ini beliau sedang ada jadwal di luar.” Ucap sang resepsionis itu dengan penuh penyesalan.

 

“Ottokhe Sica-ya? Daddy pasti akan kecewa padaku.” Jessica hanya bisa mengedikkan bahunya mendengar kekhawatiran Tiffany.

 

“Agasshi jika anda tidak keberatan, anda bisa menemuinya di departement sore kami. Jaraknya hanya 15 menit dari sini.”

“Jeongmal? Apa Tuan Choi tidak akan marah?” Tiffany tampak antusias dengan saran sang resepsionis. Setidaknya dia masih punya harapan.

“Direktur kami orang yang sangat baik Agasshi. Dia akan dengan senang hati menerima kalian.”

 

Mendengar ucapan lembutnya, membuat Tiffany dan Jessica sangat terkesan pada sang resepsionis. Mereka yakin pasti Tuan Choi jauh lebih baik dan ramah darinya.

 

 

 

©©©©©

“Sooyoung Imo ayo cepat..!!! Daddy bilang dia juga ada disini. Pallii!!!”

 

Seorang gadis kecil menarik – narik tangan gadis dewasa yang berjalan disampingnya.

“Aigoo Lauren-ah, kenapa kau cerewet sekali. Apa kau tidak lihat Imo membawa banyak kantong belanjaan? Imo tidak mungkin bisa berjalan cepat.” Ungkap sang gadis dewasa.

 

“tapi Im-……” ucapan Lauren terpotong tatkala dia melihat sesosok gadis cantik yang berjalan berlawanan arah dengannya.

“Mommy.” Gumam Lauren. Merasa tidak mendapat respon dari Lauren, Sooyoung menoleh kearahnya. Dan betapa terkejutnya dia melihat sosok yang juga dilihat Lauren.

“Omona!!! Stephy Eonni! Apa dia wanita yang diceritakan Siwon Oppa?”

 

 

FLASHBACK ON

“Youngie, aku mohon untuk kali ini percayalah padaku.” Mohon Siwon dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

“Waeyo Oppa? Apa kau melihat hantu?”

“lebih dari itu Youngie. Aku melihat Stephy dan ini nyata.” Ucap Siwon yakin.

“Mwo??? Oppa cukup sudah. Kali ini aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Jadi sebaiknya kau istirahat dan tenangkan pikiranmu. Oke?” Sooyoung pun segera keluar dari kamar Siwon.

“Kau mau kemana Youngie? Aku belum selesai bicara.” Siwon terus memanggil Sooyoung. Tapi yang dipanggil tidak peduli sedikitpun.

 

FLASHBACK OFF

 

Tanpa Sooyoung sadari Lauren telah berlari menghampiri Tiffany, gadis yang tadi dilihatnya.

“Mommy….!!” teriak Lauren sambil memeluk Tiffany. Tentu saja Tiffany sangat kaget dengan tingkah Lauren.

 

“Hai girl, gwenchana?” tanya Tiffany seraya mensejajarkan tubuhnya dengan Lauren.

 

“Mommy..” Lauren tidak berhenti menyebut panggilan itu dan dia tidak mau melepaskan pelukannya. Tiffany menoleh kearah Jessica, dia tidak tahu harus berbuat apa terhadap gadis kecil ini.

 

“Honey, apa kau kehilangan ibumu? Apa dia hilang di tempat ini?” tanya Tiffany mencoba mendapat jawaban dari Lauren atas tingkahnya. Lauren hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Lalu kenapa kau memanggilnya Mommy?” tunjuk Jessica pada Tiffany.

 

Sooyoung yang sadar mendapati Lauren tidak ada disampingnya, langsung menghampiri mereka.

“Mianhae Agasshi.”

“Eoh.. apa dia anakmu?” tanya Jessica penasaran.

“Aniyo. Dia keponakanku.” Sooyoung menggeleng cepat.

“Lauren-ah. Dia bukan Mommy mu. Apa kau lupa kalau Mommy sekarang sudah bahagia bersama-Nya?” Sooyoung mencoba melepaskan pelukan Lauren dari Tiffany. Dan ucapan Sooyoung tadi mampu membuat Tiffany terkejut sekaligus terenyuh.

 

“Jadi ibunya sudah meninggal?” tanya Tiffany.

“Ne, Agasshi. Ibunya telah pergi ketika melahirkan Lauren.” Lirih Soyooung. Tiffany semakin terenyuh dan tidak tega mendengar penjelasan Sooyoung. Dia bisa merasakan apa yang dirasakan Lauren. Mereka sama – sama ditinggalkan ibunya sejak kecil. Tanpa basa – basi lagi Tiffany langsung membalas pelukan Lauren hangat.

 

“Honey, apa kau sangat merindukankan Mommy mu, hm?” Tiffany membelai lembut rambut Lauren. Lauren merasakan kehangatan yang selama ini dirindukannya dan dia merasa nyaman dalam pelukan Tiffany.

 

Sooyoung dan Jessica ikut terharu melihat dua insan yang belum saling mengenal ini.

 

“Lauren-ah.!! Youngie..!!!” panggilan seorang pria yang berada dibelakang mereka menginterupsi kegiatan yang mengharukan ini. Keempat gadis itu langsung menoleh kearah suara.

 

“Oppa! Daddy!” ucap Lauren dan Sooyoung bersamaan.

 

“K-Kau…” Siwon sangat terkejut saat matanya menangkap sosok yang sama dengan sosok 1 hari yang lalu di bandara.

 

“Apa kalian saling mengenal?” pertanyaan itu tentu saja keluar dari mulut Sooyoung dan Jessica.

 

“A-aniyo… kami hanya tidak sengaja bertabrakan di bandara. Bukan begitu Tuan………………..” Tiffany tidak dapat melanjutkan kata – katanya. Dia bingung harus memanggilnya apa.

 

“Siwon. Choi Siwon.” Dengan reflek  Siwon langsung mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.

 

“Changkamman.. apa anda Tuan Choi pemilik departement store ini?” tanya Jessica.

“Ne, Agasshi,”

“Omona! Kebetulan sekali. Perkenalkan namaku Jessica Jung dan ini Tiffany Hwang. Kami perwakilan dari Hwang Group Company.” Tanpa ba bi bu lagi Jessica langsung memperkenalkan dirinya begitu dia tahu siapa pria yang ada didepannya ini.

 

“Oh.. jadi anda berdua yang ingin bertemu denganku?” Siwon pun mulai teringat dengan ucapan resepsionisnya yang mengatakan bahwa ada dua gadis cantik yang ingin betemu dengannya.

 

“Ne, anda benar Tuan. Senang bertemu denganmu.” Tiffany memberikan senyuman cantiknya yang mampu membuat seorang Choi Siwon terpaku tak bergerak.

 

“Mata itu… kenapa dia begitu mirip denganmu Stephy?” batin siwon.

 

“Ehm.. Oppa, Lauren-ah, Tiffany-ssi, Jessica-ssi sepertinya jika kita berdiri terus disini kita akan menjadi bahan tontonan orang banyak. Mmm bagaimana jika kita ngobrol – ngobrol di restoran sana? Bukankah kalian ingin membahas urusan perusahaan? Dan kebetulan sekarang sudah waktunya makan siang.” Sooyoung yang menyadari ekpresi Siwon segera mencairkan suasana dengan mengajak mereka untuk makan siang.

 

“Itu ide yang bagus.” Jessica mengiyakan.

 

 

©©©©©

Setelah 1 jam berbincang – bincang serta makan siang, Tiffany dan Jessica berniat untuk pamit pulang. Namun ketika Tiffany hendak berdiri, Lauren menarik tangannya.

 

“Aunty, bolehakah aku memanggilmu Mommy?” Tiffany membulatkan matanya. Begitupun dengan Siwon, Jessica dan Sooyoung.

“A-a-Aunty…” melihat Tiffany yang tidak bisa mengatakan apapun, Jessica langsung membantunya berbicara. “Lauren-ah, Tiffany Aunty tidak mungkin kau panggil Mommy. Apa kau tahu sampai sekarang dia tidak memiliki kekasih. Jadi jika kau memanggilnya dengan sebutan itu semua pria akan menjauhinya karena mereka pasti berpikir kalau Tiffany Aunty sudah menikah.” Bisik Jessica. Tapi dia tidak benar – benar berbisik karena Tiffany, Siwon dan Sooyoung juga bisa mendengarnya. Tiffany menahan rasa malunya sedangkan Siwon dan Sooyoung terkikik geli mendengar ucapan Jessica.

 

“Baiklah kami harus pergi Lauren-ah. Jaga dirimu baik – baik. Arachi!” Lauren menggeleng kuat – kuat. Dia tidak ingin Tiffany cepat pergi. Tiffany menghela napas berat. Dia kembali mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh mungil Lauren.

 

“Aunty berjanji hari minggu besok kita akan pergi berdua. Hanya kau dan Aunty. Setuju?” Tiffany berusaha untuk membujuk Lauren, dia sudah sangat lelah hari ini.

“Jeongmal??” Lauren mencari keyakinan pada mata Tiffany dan tentu saja Tiffany bersungguh – sungguh. “I promise baby.” Lauren pun menganggukkan kepalanya. Akhirnya Tiiffany bisa bernapas lega. Dia kembali berpamitan pulang.

 

 

 

©©©©©

“Fany-ah, apa kau yakin akan mengajaknya pergi?”

“Emm” Tiffany hanya bergumam kecil sambil memejamkan matanya.

“Aku heran kenapa Lauren begitu menyukaimu? Padahal kalian baru saja bertemu. Dan bukankah kau pernah bertemu dengan Tuan Choi di bandara? Kau juga pernah bilang kalau dia terus menatapmu. Dan tadi juga aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Bahkan dia menatapmu dengan intens. Aha!!! jangan – jangan Tuan Choi juga menyukaimu. Atau mungkin kau mirip dengan istrinya makanya Lauren ingin memanggilmu Mommy. Aish…. ini sungguh membingungkan. Tapi Fany-ah dengan begini kita akan mudah bekerjasama dengan Hyundai Crop.” Jessica terus mengoceh dia tidak peduli dengan rasa kantuk Tiffany.

 

“YAAAAKKKK!!! JESSICAAAA!!! Bisakah kau diam sebentar? Aku sangat lelah dan jangan menambah bebanku dengan pertanyaan – pertanyaan konyolmu itu!” bentak Tiffany. Dia sungguh tidak tahan dengan ocehan Jessica yang menurutnya sangat mengganggu.

 

“YAAAKKKK!!! Jangan berteriak di depanku!!!! Telingaku bisa hancur karena suara lumba – lumbamu itu!!”

 

“Oh…. kalau begitu kau tahu kan jalan keluar kamar ini?” ucap Tiffany dengan menggerlingkan matanya.

 

“MWO!!! Kau mengusirku Fany-ah? Aish jinjja… kau benar – benar tidak tahu terima kasih.” Tiffany hanya mengedikkan bahunya.

 

Begitulah mereka. Setiap kali bertemu pasti selalu saja ada pertengkaran kecil diantara mereka. Tapi itulah yang membuat persahabatan mereka tidak pernah putus sampai sekarang. Meskipun jarak pernah memisahkan mereka, tetapi Jessica dan Tiffany selalu menjaga persahabatan yang sudah mereka jalin sejak kecil.

 

 

©©©©©

Siwon keluar dari mobil sport hitamnya bersama Sooyoung dan Lauren. Senyuman terus terukir di wajah cantik Lauren. Dia begitu sangat bahagia karena besok pagi Tiffany akan mengajaknya pergi. Siwon dan Sooyoung juga senang melihat kebahagian Lauren. Ini pertama kalinya Lauren antusias berkenalan dengan klien wanita Daddy nya.

 

“Oppa! Bisakah kita bicara sebentar?” Suara Sooyoung menghentikan langkah Siwon.

“Ada apa Youngie?”

“Aku hanya ingin mengingatkanmu Oppa. Tidak semua orang senang jika dia harus dibandingkan dengan orang lain. Aku tahu Lauren menyukai Tiffany-ssi karena dia melihat sosok Stephany Eonni pada dirinya. Dan kau juga Oppa. Aku bisa melihat pancaran matamu ketika menatapnya. Tapi kau tidak boleh menyukainya jika kau menganggap dia sebagai Stephany Eonni. Karena itu hanya akan menyakiti hatinya. Kalian berdua harus melihatnya sebagai sosok dirinya bukan sebagai sosok orang lain.” Jelas Sooyoung panjang lebar dan dia berlalu meninggalkan Siwon yang masih sibuk mencerna setiap kata yang diucapkan Sooyoung.

 

 

 

©©©©©

Sesuai janjinya pada Lauren, kini Tiffany berdiri di depan sebuah rumah mewah. Dia sendiri bingung kenapa dia harus melakukan ini. Tapi hati kecilnya lah yang membawanya datang ke rumah ini.

 

TING TONG

 

“Yes, itu pasti Mommy.” Lauren yang sedari tadi menunggu Tiffany, langsung beranjak dari sofa kamarnya begitu dia mendengar suara bel.

 

“Lauren-ah apa kau lupa dia tidak suka jika kau memanggilnya Mommy?” Siwon mengingatkan.

“I’m sorry Daddy aku lupa.”

“Gwenchana. Kajja!! Dia pasti sudah menunggumu.” Siwon menggandeng tangan Lauren keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.

 

“Daddy.. akan lebih menyenangkan kalau Daddy juga ikut bersama kami.”

“Bukankah kemarin Tiffany Aunty bilang kalau dia hanya ingin pergi berdua denganmu?”

 

Selama mereka menuruni tangga, Tiffany sudah memperhatikan keduanya. Dia tersenyum manis ketika Lauren menoleh ke arahnya.

 

“AUNTY!!!!” Lauren berlari dan menghambur ke pelukan Tiffany.

 

“Hai baby!!! How are you today?” Tiffany melepas pelukan Lauren dan menatapnya lekat.

“I’m really really OK Aunty.” Jawab Lauren penuh semangat.

“Good baby. Uhm……..” Tiffany memperhatikan penampilan Lauren dari ujung rambutnya sampai ujung kakinya. Lalu ia bertanya, “Bolehkah Aunty mengubah gaya rambutmu honey?” Tiffany merasa ada yang ganjal dengan penampilan Lauren pagi ini.

 

“Apa aku terlihat jelek?” tanya Lauren dengan mempoutkan bibirnya.

 

“Aniyo. Kau sangat cantik baby. Hanya saja  tatanan rambutmu tidak sesuai dengan dress yang kau pakai.”

“Jinjja????” Tiffany menganggukkan kepalanya dan mulai mengubah gaya rambut Lauren.

 

Siwon yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya memandang haru. Sungguh pemandangan yang indah,  “Seandainya kau adalah Stephy, aku pasti akan sangat bahagia.” Gumam Siwon pelan.

 

 

 

“TADA!!! Oh… kyeopta.” Tiffany bangga dengan hasil karyanya. Tidak bisa dipungkiri, dia memang ahli dalam hal make over.

 

“You look so beautiful honey.”

“Apa aku sudah mirip denganmu?” pertanyaan Lauren kontan mengejutkan Tiffany.

 

“Ne??? Hahaha… kau lebih cantik dariku honey.” Ucap Tiffany jujur. Memang harus diakui Lauren adalah perpaduan dari Siwon dan Stephany, jadi tidak salah bukan jika Lauren hampir sempurna.

 

“Kajja Aunty kita pergi!” Lauren menggenggam tangan Tiffany. Mereka hendak pergi namun langkahnya terhenti oleh panggilan seorang pria.

 

“Lauren-ah apa kau tidak ingin berpamitan pada Daddy?” Mendengar suara bass itu, membuat Tiffany dan Lauren otomatis menolehkan kepalanya ke arah suara.

 

“Oops… I’m sorry Daddy.” Lauren memukul keningnya pelan menyadari kebodohannya yang lupa untuk berpamitan pada Siwon.

 

“Jadi setelah memiliki teman baru kau melupakan Daddymu hm?” tanya Siwon pura – pura marah.

“Apa Daddy cemburu?”

“Tentu saja.” Lauren tertawa geli melihat ekpresi Siwon yang pura – pura cemburu padanya.

 

“Mianhae Siwon-ssi, bolehkah aku meminjam Lauren sebentar?” Tiffany yang merasa tidak enak karena telah mengajak Lauren tanpa meminta izin pada Siwon pun langsung membungkukkan badannya seraya meminta maaf.

 

“Tentu saja Tiffany-ssi. Mianhae jika Lauren akan merepotkanmu nanti.” Siwon mengibaskan tangannya didepan Tiffany.

 

“Aniyo. Aku yakin Lauren adalah gadis yang sangat baik, dia tidak akan merepotkanku. Bukan begitu baby?” Tiffany memberikan senyum terindahnya dengan lengkungan bulan sabit pada matanya.

 

DEG

 

Untuk kedua kalinya Siwon tersihir oleh senyuman Tiffany. Dia kembali terpaku sampai akhirnya Lauren menyadarkannya. “Daddy.. gwenchana?”

 

“Eoh… n-ne Lauren-ah” Siwon sangat malu karena dirinya tertangkap basah tidak berkedip saat menatap Tiffany. Tetapi hatinya tidak dapat dibohongi, Ia terpana dengan pesona Tiffany.

 

“Ok.. bye Daddy.” Lauren melambaikan tangannya pada Siwon dan berjalan menuju mobil Tiffany yang sudah terparkir di halaman.

 

“Annyeong Siwon-ssi” Tiffany kembali membungkukkan badannya sebelum masuk ke dalam mobilnya.

“Annyeong Tiffany-ssi. Hati – hatilah di jalan.” Siwon pun membalas bungkukkan Tiffany.

 

 

©©©©©

“Tiffany Hwang….. Tiffany Hwang…. oh Shit! kenapa nama itu terus bergelayut dipikiranku?” Siwon yang kini tengah mempelajari proposal yang diajukan Hwang Group, tidak bisa memfokuskan pikirannya. Wajah dan senyuman Tiffany terus menghiasi setiap detiknya. Namun Siwon masih belum yakin dengan hatinya. Ucapan Sooyoung kemarin masih terus terngiang ditelinganya. Iya dia tidak ingin menyakiti Tiffany dengan menganggapnya sebagai Stephany. Meskipun wajah mereka sangat mirip tetapi Siwon akui Tiffany memiliki sisi yang berbeda dan matanya jauh lebih cantik dari mata milik Stephany. Itulah yang membuat Siwon mulai membuka hatinya setelah 5 tahun terkunci rapat. Walaupun dia sendiri masih ragu dengan apa yang dirasakannya sekarang.

 

 

 

©©©©©

Tiffany sedang berada di ruang tengah bersama Lauren. Mereka mengahabiskan waktu dengan menggambar, bermain boneka dan hal lainnya. Akhir – akhir ini Tiffany sering berkunjung ke rumah Siwon, selain atas permintaan Lauren, dia dan Siwon juga bisa sekaligus membicarakan kerjasama mereka dalam pembangunan proyek yang sedang mereka jalani. Siwon senang dengan kedekatan mereka, akhirnya Lauren bisa merasakan apa yang dirasakan oleh teman – temannya. Sebenarnya Lauren juga sering bermain bersama Sooyoung, namun perasaannya ketika bermain bersama Tiffany sangatlah berbeda. Itu pula lah yang dirasakan Siwon.

 

TING TONG

 

Ketika Siwon sedang asyik bermain dengan Ipad nya, tiba – tiba bel pintu rumahnya berbunyi. Menandakan ada seorang tamu yang datang. Siwon sedikit mendongakkan kepalanya tatkala tamu tersebut menghampirinya.

 

“Eoh? Eommonim..” Siwon terkejut mengetahui tamu yang datang ternyata ibu mertuanya.

 

“Apa kabar Swon-ah? Mianhae Eommonim tidak mengabarimu terlebih dahulu.”

 

Nyonya Song Hye Ri ibu kandung Stephany sekaligus ibu mertua Siwon, memang sudah lama tidak menemui menantu dan cucunya, dan entah kenapa hari ini Ia ingin datang berkunjung.

 

“Gwenchana Eommonim. Aku senang Eommonim mau berkunjung ke rumahku.” Ucap Siwon dengan penuh hormat.

 

“Oh iya dimana cucuku, nak?” Ny. Hye Ri mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari Lauren.

 

“Dia sedang bermain bersama Tiffany.”

“Tiffany?? Nugu??” Mendengar nama Tiffany mengingatkannya pada seseorang.

“Dia klienku. Kebetulan Lauren sangat menyukainya, jadi dia sering bermain dengannya.”

 

Siwon mengantar Ny. Hye Ri menuju ruang tengah untuk menemui Lauren. Sebenarnya Ia sangat penasaran dengan gadis bernama Tiffany itu. Ia takut kalau gadis itu adalah orang yang sama dengan yang ada dalam pikirannya.

 

“Lauren-ah, lihatlah siapa yang datang.”

Tiffany dan Lauren menolehkan kepalanya ke belakang. Dan …..

 

DEG

 

Tubuh Ny. Hye Ri seketika menegang. Dia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya sekarang. Menyadari hal itu, Siwon segera menghampirinya. Ia berpikir kalau Ibu mertuanya itu terkejut karena melihat wajah Tiffany yang mirip dengan Stephany. Seperti hal yang pernah dialaminya dulu. Namun bukan itu alasan Ny. Hye Ri sebenarnya.

Ia berjalan perlahan menghampiri Tiffany dengan air mata yang tiba – tiba menetes. Baik Siwon, Tiffany maupun Lauren hanya menatapnya heran. Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan Ny. Hye Ri.

 

“Tif- Tiffany…a-anakku… be-benarkah ini kau nak?” Ny. Hye Ri menangkup wajah Tiffany seraya membelai pipinya lembut.  Tentu saja itu membuat Tiffany mengernyitkan keningnya. Ia melirik kearah Siwon meminta penjelasan. Siwon hanya mengedikkan bahunya, Ia juga tidak mengerti dengan tingkah ibu mertuanya.

 

“Mianhae Nyonya, bukannya aku tidak bersikap sopan, tapi bolehkah aku bertanya sesuatu? Apakah anda juga berpikir kalau aku mirip dengan ibunya Lauren?” Ny. Hye Ri menggeleng pelan, Ia semakin terisak dengan pertanyaan Tiffany.

 

“Mianhae Fany-ah… mianhae….” tubuh Ny. Hye Ri terperosot ke lantai, Ia merasa tidak punya tenaga sama sekali. Sontak Tiffany dan Siwon langsung membawanya duduk di sofa ruang tengah. Siwon menyuruh salah satu maid nya untuk membawakan minuman. Mungkin Ny. Hye Ri terlalu syok, pikirnya.

 

Setelah meminum air putih yang dibawakan maid, Ny. Hye Ri agak sedikit tenang. Ia kembali menatap lekat Tiffany. Tangannya terulur menyentuh setiap lekuk wajah Tiffany. Tiffany merasa ada kehangatan yang menjalar ke tubuhnya.  Entah perasaan apa ini, tapi yang pasti Ia sangat merasa nyaman dengan sentuhan yang diberikan Ny. Hye Ri.

 

“Fany-ah kau memang mirip dengan Stephany, i-i-itu… itu karena kau adalah saudara kembarnya.”

 

“MWO?????” Tiffany sontak terkejut, Ia langsung berdiri dari duduknya. Siwon juga sama terkejutnya dengan Tiffany, namun Ia memilih untuk menunggu penjelasan selanjutnya dari Ny. Hye Ri.

 

“Nyonya aku sama sekali tidak mengenal Stephany dan aku juga tidak pernah bertemu dengannya, jadi mana mungkin anda mengatakan kalau aku adalah saudara kembarnya.” Tiffany tampak tidak terima dengan pernyataan Ny, Hye Ri.

 

“Tapi itu kenyataannya Fany-ah.. Mommy sangat bersalah karena telah memisahkan kalian. Mommy sungguh menyesal.” Tangis Ny. Hye Ri kembali pecah.

 

“Mommy??? Changkamman!!! Jangan bilang kalau anda adalah ibu kandungku!” Emosi Tiffany mulai tersulut. Ia tidak akan bisa menerima jika itu memang benar.

 

Ny. Hye Ri hanya menggangguk lemah seraya bergumam “Mianhae.”

 

“ANDWEEEEEEEEEEEE!!!!!! Aku tidak memiliki ibu! Aku tidak pernah memilikinya!! Apa kau tahu sejak kecil aku selalu menunggunya, berharap dia akan datang, memelukku, menemaniku tidur, memberiku kehangatan, menghapus air mataku, tapi harapan itu tidak pernah datang! Aku sudah lelah menunggu! Aku tidak akan mengharapkannya lagi! AKU SANGAT MEMBENCINYA!!!!!!”

 

Tiffany berlari dengan emosi yang meluap – luap. Ia sungguh membenci kenyataan ini. Sakit, itulah yang dirasakannya. Pun begitu dengan Ny. Hye Ri, Ia tidak menyangka Tiffany akan begitu membencinya. Ia terus menangis seraya memegangi dadanya yang terasa sakit.

 

Siwon bingung, entah apa yang harus dilakukannya. Di sisi lain, Ia juga masih syok dengan kejadian yan baru saja terjadi di rumahnya.  Dengan penuh kasih sayang, Siwon mengelus punggung Ny. Hye Ri mencoba memberinya ketenangan. Tetapi pikirannya tertuju pada Tiffany, Ia sangat mengkhawatirkannya. Bagaimana keadaan gadis itu? Ini pasti akan sangat sulit baginya. Batin Siwon.

 

 

©©©©©

 

BRAAKKKK

 

Tuan Hwang mendongak kaget mendengar dentuman pintu yang cukup keras.

 

“Eoh? Fany-ah waeyo??”

 

Dengan langkah cepat dan tergesa – gesa Tiffany menghampiri Tn. Hwang.

 

“Daddy.! Katakan siapa Stephany? Dan siapa ibuku?” Sembur Tiffany cepat.

“A-apa maksudmu Fany-ah? K-kenapa k-kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanya Tn. Hwang terbata – bata.

“Katakan saja Daddy!!!!”

 

Tn. Hwang menunduk dalam, “Mianhae, Fany-ah. Daddy memang sengaja menyuruhnmu mengurus proyek kerjasama kita bersama Hyundai Crop. Karena Daddy ingin kau lebih dekat dengan Lauren. Daddy tidak ingin cucu Daddy tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu seperti yang kau alami. Jadi untuk itulah Daddy merencanakan ini semua.” Jelas Tn. Hwang panjang lebar.

 

“MWOOO?? Jadi Daddy sudah tau ini semua sejak awal bahkan Daddy sudah merencanakannya? Dan Daddy sengaja merahasiakannya dariku? Tch kau sungguh aktor yang hebat Tn. Hwang. Kau bahkan tega membodohi putrimu sendiri”

 

Tiffany berlalu meninggalkan ruang kerja Tn. Hwang dengan luka yang semakin dalam. Ia sama sekali tidak menyangka akan mengalami kenyataan pahit ini di waktu yang bersamaan. Tiffany memutuskan untuk pergi dari rumahnya, Ia ingin menenangkan hati dan pikirannya, Ia juga tidak ingin bertemu dulu dengan Daddy nya.

 

 

TING TONG

 

“Nuguya? Eoh!! FANY!!!! What’s wrong with you baby?” tanpa menjawab pertanyaan Jessica yang terkejut dengan penampilannya, Tiffany langsung menghambur kedalam pelukannya dan menumpahkan air matanya di bahu Jessica.

 

“Don’t cry baby! I’m here.” Jessica mengelus rambut Tiffany lembut. Ia yakin pasti terjadi sesuatu pada sahabat terbaiknya ini. Sebelumnya Jessica tidak pernah melihat Tiffany sekacau sekarang. “Apa yang terjadi padamu Fany-ah?” gumam Jessica pelan, Ia pun ikut menangis.

 

 

©©©©©

Di lain tempat, Siwon tidak dapat tidur dengan tenang. Ia masih sangat mengkhawatirkan Tiffany. Terlebih lagi ketika Ia melihat air mata nya, itu membuatnya sakit. Siwon terus membolak – balikkan tubunhya, mencoba mencari posisi yang nyaman untuk tidur, tapi Ia tetap tidak bisa.

“AARRRRGGHHHH” Siwon mengacak rambutnya kasar. “Fany-ah aku mohon jangan membuatku khawatir seperti ini.”

 

TOK TOK TOK

 

“Masuklah”

Siwon menoleh kearah pintu, dan muncul lah gadis mungil nan cantik.

“Lauren-ah?? Waeyo? Kenapa kau belum tidur?”

“Daddy bolehkah aku tidur denganmu malam ini?” ucap Lauren pelan seraya duduk di tepi ranjang king size milik Siwon.

“Kemarilah honey, ada apa Eoh? Tidak biasanya kau seperti ini.” Siwon memeluk Lauren erat dan mencium puncak kepalanya.

“Daddy, apa Tiffany Aunty baik – baik saja? Aku sedih melihatnya menangis. Apa Halmoni memarahinya? Kenapa dia pergi tanpa pamit? Ia tidak marah pada kita kan Daddy?”

Rentetan pertanyaan Lauren membuat kepala Siwon semakin penat. Ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya pada Lauren. Dielusnya rambut Lauren tanpa menjawab pertanyaannya satu pun, hingga Lauren tertidur di pelukannya.

 

 

©©©©©

Cahaya matahari yang masuk ke celah – celah jendela sebuah kamar bernuansa putih, mengganggu tidur seorang gadis cantik bermata indah. Gadis itu menggeliat perlahan, kepalanya terasa berat setelah semalaman menangis. Matanya pun menjadi sembab, ada lingkar hitam yang tebal di bawah matanya yang cantik. Pagi ini Ia sangat malas untuk melakukan aktifitas apapun, Ia hanya ingin menyendiri atau kalau bisa Ia ingin menghilang sejenak.

 

“Eoh? Kau sudah bangun? Baguslah. Aku jadi tidak perlu repot – repot membangunkanmu. Apa kau sudah merasa baikkan? Apa tidurmu nyenyak? Oh iya aku membawakan teh hangat untukmu. Mungkin ini bisa mengurangi stressmu.” Tiffany sangat geram dengan temannya yang satu ini, kenapa dia begitu cerewet sekali. Seandainya dia memiliki kekuatan seperti biasanya, Ia pasti akan meneriaki Jessica. Tapi untungnya pagi ini Ia sedang tidak bersemangat, jadi Jessica bisa selamat dari teriakan Tiffany yang nyaring seperti lumba – lumba.

 

“Bisakah hari ini kau membiarkanku sendiri? Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu.” Tiffany membuka suaranya dengan parau, mungkin akibat menangis semalam.

 

“Tidak bisa Fany-ah. Kita harus melakukan meeting sekarang. Kau tidak boleh meratapi nasibmu seperti ini, sekarang cepat bangun dan mandi.” Perintah Jessica seraya menarik selimut yang menutupi tubuh Tiffany.

 

“I’m not going to work now Sica.”Tiffany kembali menarik selimutnya.

 

“And I want you to do it, baby.” Kali ini Jessica benar – benar memaksa Tiffany untuk segera bangun dan mendorongnya menuju kamar mandi.

 

“AAAAHHHHH STOP IT!” Tiffany mencoba memberontak, tapi kekuatan Jessica lebih besar sehingga Tiffany hanya bisa pasrah.

 

“Good girl.” Jessica tersenyum puas. Ia kembali ke tempat tidur yang ditempati Tiffany semalam, lalu kemudian Ia membereskannya dan setelah itu Ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.

 

 

 

©©©©©

 

“Yeoboseo.”

“……….”

“Apa kau yakin mereka tidak membatalkan meetingnya?”

“………..”

“Baiklah, gomawo. Aku akan segera kesana,”

 

KLIK

 

Siwon mematikan ponselnya setelah pembicaraannya dengan sekretaris pribadinya berakhir. Ia heran kenapa Tiffany tidak membatalkan meeting hari ini. Apa Ia sudah baikkan?

Siwon pun bergegas pergi menuju kantornya. Setidaknya Ia bisa melihat keadaan Tiffany secara langsung, sungguh Ia sangat mengkhawatirkannya.

Siwon menancap gas mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tiffany. Entahlah, Ia sendiri bingung, kenapa perasaannya jadi tidak karuan. Ia belum berani mengatakan apakah Ia sudah bisa membuka hatinya atau belum, yang jelas akhir – akhir ini pikirannya selalu tertuju pada gadis cantik pemilik eye smile itu.

 

 

 

©©©©©

Tiffany Hwang, gadis yang kini selalu bergelayut dalam pikiran Siwon, berjalan gontai di sebuah lorong perusahaan terbesar di Korea. Make up yang dia gunakan sangat tipis tidak seperti biasanya, matanya juga masih sembab. Rambutnya digulung sembarang, dan pakaian yang dikenakan hanya jeans hitam dengan blouse putih dipadukan dengan blazer hitam. Tapi itu tidak mengurangi kecantikannya, Ia justru terlihat lebih natural meskipun kantung matanya kini menjadikannya seperti mata seekor panda.

 

Jessica yang berjalan disampingnya sangat miris melihat keaadan Tiffany, temannya yang terkenal fashionable ini lebih terlihat seperti mayat hidup. Ia khawatir Tiffany tidak bisa fokus dengan persentasinya pagi ini.

 

TING

 

Pintu lift terbuka, Tiffany dan Jessica masuk dan segera menekan  tombol angka 5. Sebelum pintu lift benar – benar tertutup, sebuah tangan kekar menahan pintu lift tersebut. Begitu melihat siapa sosok yang baru saja masuk itu, Jessica langsung membungkukkan badannya, berbeda dengan Tiffany, Ia belum menyadari sosok pria yang tak lain adalah Siwon itu berdiri tepat disampingnya. Merasa tidak ada respon dari Tiffany, Jessica menyikut tangannya pelan.

 

“Ada apa lagi Si-“

Ucapan Tiffany terpotong karena Jessica langsung membalikkan badannya menghadap Siwon.

 

“Siwon Oppa? Sejak kapan Oppa disini? Aku tidak melihat Oppa masuk. AWWW!!” Jessica mencubit lengan Tiffany, ia kesal dengan tingkah Tiffany yang menurutnya tidak sopan.

 

“Sopanlah sedikit Fany, Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa?” tegur Jessica geram.

 

“Gwenchana Jessica-ssi, aku lebih nyaman jika Ia bersikap seperti tadi.” Kedua alis Jessica menyatu, menyadari hal itu Siwon jadi gelagapan.

 

“Ma-maksudku bu-bukankah akan lebih baik jika kita menjadi teman?”

 

TING

 

Belum sempat Jessica menjawab pertanyaan Siwon, pintu lift sudah terbuka. Siwon bernapas lega, setidaknya Ia terhindar dari rasa penasaran Jessica. Mereka bertiga keluar lift beriringan, dalam hati Siwon berkata, Fany-ah sesakit itukah perasaanmu? Kau bahkan tidak menyadari kehadiranku. Wajahmu yang selalu ceria tertutup penuh oleh kesedihanmu. Seandainya aku bisa meminjamkan bahuku untuk menjadi sandaranmu, aku pasti akan memberikannya untukmu.

 

Tiffany terus berjalan melewati ruang rapat yang seharusnya Ia masuki. Ia tidak menyadarinya sama sekali. Jessica memutar bola matanya, sementara Siwon, Ia langsung menarik lengan Tiffany dan membawanya ke ruang kerjanya. Tiffany terperangah. Apa Siwon sudah gila? Apa maksudnya Ia menarik lengannya dan menuntunnya entah kemana, pikirnya. Semua orang yang berada disana, memandang aneh pada mereka berdua, diantara mereka bahkan ada yang membisikkan sesuatu.

 

Siwon tidak peduli dengan tatapan orang – orang, Ia harus berbicara dengan Tiffany.

 

Setelah sampai di ruangannya, Siwon melepas genggamannya pada lengan Tiffany.

“Kenapa Oppa membawaku kesini? Bukankah sebentar lagi meeting akan dimulai?”

 

“Meeting? Apa kau akan melakukannya dengan keadaanmu yang seperti ini? Tiffany lihatlah dirimu! Menatap jalan yang ada di depanmu saja kau tidak fokus. Bagaimana mungkin kau bisa meeting!”

 

Tiffany menundukkan kepalanya seraya memainkan jari – jari tangannya. Siwon benar, dengan keadaannya yang kacau seperti ini, Ia tidak yakin bisa menjalankan meeting. Tanpa dapat dicegah, cairan bening yang sedari tadi ditahannya, meluncur dengan sempurna di pipi mulusnya. Pundaknya bergetar hebat. Ingin sekali Siwon memeluk dan menenangkannya, tapi apa daya Ia terlalu takut jika Tiffany akan menolaknya. Ia membiarkan Tiffany menangis, menumpahkan semua bebannya berharap keadaannya akan menjadi lebih baik setelahnya.

 

 

©©©©©

“Aish jinjja… ada apa dengan Choi Siwon? Kenapa Ia membawa Tiffany begitu aja? Ottokhe??” gerutu Jessica kesal. Ia bingung, Siwon tiba – tiba membawa Tiffany pergi dan meninggalkannya seorang diri.

 

Drrrttt drrrttt

 

“Yeoboseo?”

 

“…..”

 

“Mwo?”

 

“…..”

“Ne, arasseo.”

 

Klik

 

“Apa lagi ini? Ia membatalkan meetingnya secara sepihak?? Oh my God, aku bisa gila, aish….”

 

Jessica menghentak – hentakkan kakinya kesal. Ia sudah mempersiapkan semua materi untuk meeting pagi ini, tapi dengan mudahnya Siwon malah membatalkannya.

 

 

 

©©©©©

 

Karena terlalu lelah menangis, Tiffany tertidur di sofa ruang kerja Siwon. Melihat itu, Siwon memperbaiki posisi tubuhnya agar Tiffany tidur lebih nyaman. Setelah itu Ia berjongkok tepat di depan wajahnya, memandangnya lama kemudian Siwon menghapus sisa air mata yang masih melekat di pipi Tiffany. Siwon merapikan anak rambut Tiffany yang menghalangi mata indahnya, dengan kesadaran penuh Siwon mencium kening Tiffany menyalurkan cintanya yang tulus. Ya, akhirnya Siwon akui Ia mencintainya, bukan karena bayangan Stephany tapi murni karena hatinya yang memilih Tiffany.

 

“Eung……”

 

Suara lenguhan Tiffany membuat Siwon menjauhkan wajahnya, Ia beranjak berdiri dan duduk di kursi kerjanya. Berpura – pura seolah tidak terjadi apa – apa.

 

Tiffany mengerjap – ngerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya, menatap ke sekeliling ruangan dan Setelah matanya terbuka sempurna, Ia terlonjak kaget. Ini bukan kamarku. Omo!! bukankah tadi aku bersama Siwon? Oh shit! Aku menangis dan tertidur di depannya! Ottokhe? Ini sungguh memalukan. Fany pabo! Jerit Tiffany dalam hati.

 

“Oppa, kenapa kau tidak membangunkanku?” ucap Tiffany serak. Ia menundukkan kepalanya malu.

 

“Karena kau terlalu lelah Fany-ah. Aku tidak ingin mengganggu tidurmu.”

 

Siwon berjalan menghampiri Tiffany dan duduk di sisi sofa lainnya.

 

“Eung… kendeu… apa Oppa melihat sesuatu yang aneh?” gumam Tiffany pelan.

 

“Nde???” Siwon mengernyitkan keningnya, bukannya Ia tidak mendengar ucapan Tiffany, namun Ia tidak mengerti maksud dari perkataannya.

 

“Eung… ma-maksudku… eung…. Jessica bilang ekpresiku saat tidur sangat aneh.”

 

Siwon mencoba menahan tawanya sekaligus bernapas lega, Ia mengira kalau Tiffany menyadari dirinya telah dengan lancang mencium keningnya.

 

“Lalu apa kau percaya padanya?”

 

Tiffany menggeleng pelan. “Molla, Jessica mengatakannya dengan serius.”

 

“Kau ingin tahu jawabanku?”

 

Tiffany mendongak dan menganggukkan kepalanya singkat.

 

“Bagiku ekspresimu ketika tidur ataupun menangis tidak ada yang berubah Fany-ah, kau tetap cantik.”

 

BLUSH

 

Pipi Tiffany merona merah bagaikan tomat yang sudah matang setelah mendengar ucapan Siwon. Ia semakin menudukkan kepalanya lebih dalam takut Siwon akan melihat perubahan pada raut wajahnya.

 

Setelah pernyataan Siwon tadi, suasana berubah menjadi canggung. Siwon merutuki dirinya sendiri yang dengan mudahnya megeluarkan kata – kata tersebut, namun Ia tidak bisa membohongi hati kecilnya. Semua yang Ia ucapkan memang apa adanya.

 

Drrrrttttt drrrrrttttt

 

Bunyi ponsel menginterupsi kecanggungan mereka. Siwon mengambil ponsel dari kantong celana nya, melihat nama si penelepon kemudian menggeser tombol hijau pada ponselnya.

 

“Yeoboseo Lauren-ah,”

 

“Daddy! Jam berapa Daddy pulang?”

 

“Waeyo?”

 

“Aku kesepian di rumah, Sooyoung Imo bilang Ia akan pulang larut malam.”

 

“Jinjja? Baiklah, Daddy akan pulang cepat.”

 

“Yeaaahhhh, Love you Daddy!”

 

“Love you too, honey.”

 

KLIK

 

Siwon mengakhiri teleponnya, Ia mengangkat kedua alisnya begitu menatap Tiffany yang juga tengah menatapnya intens.

 

“Apa itu Lauren?”

 

“Ne,”

 

“Bolehkah aku bertemu dengannya Oppa?”

 

“Tentu saja Fany, Ia pasti akan senang bertemu denganmu.” Bukan hanya Lauren yang merasa senang, tapi Siwon juga. Bahkan mungkin Ia lebih senang dibanding Lauren.

 

“Kendeu Oppa, sebelum kita menemui Lauren bisakah Oppa mengantarku ke tempat stephany Eonni?”

 

“Nde??”

Apa Ia tidak salah dengar? Tiffany ingin ke tempat Stephany? Oh God, kejutan apa lagi ini.

 

“Oppa… kenapa kau diam saja?”

 

“N-ne.. tentu saja Fany, aku akan mengantarmu kesana..”

 

“Gomawo Oppa.” Ucapnya lembut disertai eye smile nya yang melengkung sempurna.

 

 

 

©©©©©

 

“Mianhae Jae Bum-ah… Jeongmal mianhae… karena keegoisanku kau tidak bisa bertemu dengan Stephany sampai akhir hidunya.” Isak Song Hye Ri penuh penyesalan.

 

“Aniyo Hye Ri-ah, aku juga bersalah. Seharusnya dulu aku bisa mencegahmu pergi.”

 

Song Hye Ri dan Hwang Jae Bum adalah orang tua dari si kembar Stephany dan Tiffany. Mereka berpisah ketika Stephany dan Tiffany berusia 2 tahun. Setelah melahirkan dan mengurus bayi kembarnya selama 2 tahun, Song Hye Ri meminta izin pada suaminya Hwang Jae Bum untuk melanjutkan sekolah designnya di Paris. Namun sang suami melarangnya, Ia ingin istrinya fokus mengurus dirinya dan bayi kembar mereka.

 

Karena sifat keras kepala yang dimilikinya, Song Hye Ri tidak mengindahkan perkataan suaminya. Ia tetap bersikeras untuk pergi ke Paris dengan membawa Stephany bersamanya. Pertengkaran terjadi diantara mereka, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah.

 

Stephany berada dalam asuhan Song Hye Ri, sedangkan Tiffany berada dalam asuhan Hwang Jae Bum. Sejak perpisahan itu, mereka tidak pernah lagi berkomunikasi bahkan kedua putri mereka tidak pernah dipertemukan sekalipun.

 

TBC……………………………

 

 

 

 

Hai….hai…. readers!!! Ini adalah FF pertamaku. Mian jika masih banyak typo dan ceritanya kurang menarik… but keep RCL ya, I really need your comment and your suggestion. Ok see you next part.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

110 thoughts on “(AF) My Second Love My Wife Twinning Part 1

  1. akhirnya baca ff lagii.. rencananya mau long hiatus dari dunia per ff an .. soalnya masih baru jadi maba alisa mahasiswa baru hihihi.. tapi ternyata baru sebulan hiatus langsung kangen sama dunia ini lagi *lebayy* dan akhirnya aku kambek lagii .. komen sedikit ya sayy .. ff nya keren karna ada tifanny sama siwon *plak* tapi alur ceritannya kecepetan terus juga feel buat sifany nya aku belum dapet .. itu aja sihh tapi overall keren kokk good lah keep writing chingu ^^

  2. Oh No… ternyata ceritanya enak dibaca ya..
    Aku kira ceritanya kurang jelas…
    Ternyata keren, it’s cool yo~~
    Mianhe Author sudah salah sangka
    Tiffany eonni punya sibling wahhh
    Siwon oppa pasti jatuh cinta deh sama Tiff eonni wkwkwk😆
    Ok deh next ya(?)

  3. Ff pertama? Lumayan bagus kok, untung aja ga kaya sinetron indonesia yg udah mati tiba2 ada lagi tapi lupa ingatan😂😂ditunggu karya selanjutnya, hwaiting^^

  4. Waoooooooö….. Twiin story… Menarik…
    Apa tiffany bakal bisa memaafkan mommy nya…
    And siwon bakal jatuh cinta sm tiffany klo di liat bagaimana lauren sangat menyukai tiffany….

  5. crt yg menarik, sfkit kcptn tp ok kok krn g bertele-tele. yu mrk sdr kmbr stephany n tifany. tp yg satu udh meninggal. smg org2 di sekitarny g bndingkn tiffany n stephi krn psti akn sakit. n siwon bs cinta fany krn fany bkn krn stephany.aolg fany msh terkejut krn kenytaannyg sbnrny akn dia yg pny sdr kmbr n ibu……lnjut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s