(AF) Love In Time Part 4

“Love In Time 4”

lit 4

Title : Love in time 4

Author : @silvi0931

Main Cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae, Jessica Jung, Im Yoona

Genree : sad

Rating : G

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini hanyalah hasil imaginasiku, ide cerita adalah murni hasil pemikiranku, kesamaan alur dan tokoh cerita merupakan hal yg tidak disengaja, Don’t Bash, Don’t be COPAS & keep RCL.

Enjoy it and Happy Readding.

 

*** Love in time ***

Author Pov.

Rintikan hujan yg jatuh di Seoul terdengar sempurna di sebuah kamar dengan cahaya lampu yg begitu sedikit, angin yg sedikit kencang menggoyangkan jendela dan gordeng yg ada di kamar tersebut, namun hal itu tidak membuat Donghae bergeming sedikitpun, pria itu terus menatap nanar sebuah foto seorang gadis yg memakai seragam SMA, air matanya sudah begitu menumpuk di pelupuk matanya. Hatinya terasa sakit dan sesak ketika mengingat gadis yg dicintainya mencintai pria lain yg sering membuatnya menangis.

 

*** Love in time ***

Author Pov.

Siwon memakirkan mobilnya di halaman vila yg sudah dipesanya untuk berlibur di Yangyang beberapa hari kedepan, kemudian Siwon melepaskan seatbeltnya, tanpa disengaja matanya melirik kearah Tiffany yg ada di sampingnya, gadis itu tertidur selama perjalanan kemari, Siwon terdiam memperhatikan wajah cantik tersebut, wajah Tiffany begitu damai seperti terlepas dari semua beban yg dirasakanya namun dibalik semua itu Siwon sadar betapa lelahnya gadis itu ketika menghadapinya, Tiffany begitu sabar menghadapi Siwon yg acuh padanya, Siwon tersenyum kecil melihat Tiffany yg tertidur pulas di sampingnya, kemudian Siwon menyingkirkan anak rambut Tiffany yg menutupi wajah cantik Tiffany dengan perlahan takut membuat gadis didepanya itu terbangun.

” Mianhe fany-ah, gomawo kau masih tetap peduli padaku, aku tidak tahu apa yg harus kulakukan padamu ” ucap Siwon pelan.

Siwon pun langsung keluar dari mobil itu dengan pelan agar tidak memebuat suara sekecil apapun, Siwon dengan perlahan membopong tubuh mungil Tiffany dilenganya dan membawanya masuk ke Vila.

Tiffany menggeliat kecil ketika merasakan seseorang menyentuhnya, Tiffany terus memejamkan matanya.Sebenarnya dia sudah terbangun ketika sampai di halaman vila namun Tiffany tidak jadi membuka matanya ketika merasakan tangan Siwon membelai lembut pipinya, Tiffany mengeratkan peganganya di leher Siwon, dia tidak ingin kehilangan pria ini, dia ingin selalu merasakan kehangatan Siwon setiap saat, Tiffany meneteskan airmatanya ketika mengingat dia akan melepas Siwon untuk selamanya, dia akan kehilangan pria ini dari hidupnya.

Siwon menurunkan tubuh mungil Tiffany diranjang dengan perlahan, kemudian pria itu menutup tubuh Tiffany dengan Selimut dan melangkah pergi meninggalkan kamar tersebut, namun langkahnya tiba tiba terhenti ketika merasakan sebuah tangan melingkar erat di perutnya, Tiffany terbangun dan langsung memeluk Siwon. Siwon membeku di tempatnya.

” hajiman …… jebal ” ucap Tiffang lirih , Siwon membeku ditempatnya ketika Tiffany mengatakan hal tersebut.

” gomawoyo …… ” ucap Tiffany lirih dan tersenyum kecil, airmatanya perlahan turun membuat pipinya sedikit basah, Tiffany semakin erat memeluk Siwon, Tiffany tidak ingin semua ini hilang dari hidupnya, mereka terdiam cukup lama dengan posisi tersebut, Tiffany memeluk Siwon dari belakang dengan posisi terduduk di ranjang, sedangkan Siwon tetap berdiri mematung membiarkan Tiffany melakukan semua ini.

Setelah cukup lama mereka dalam posisi tersebut, Siwonpun perlahan melepas tangan Tiffany yg sedang memeluknya tanpa menoleh sedikit pun kerah Tiifany, Siwon tidak ingin membuat Tiffany semakin mencintainya karena hal itu akan membuat Tiffany tersakiti, Siwon tidak bisa mencintai Tiffany, Siwon sudah sering membuat gadis itu menangis karenanya, Siwon hanya ingin Tiffany hidup bahagia dengan pria yg lebih baik darinya.

” mianhe ….. ” ucap Siwon dan meninggalkan kamar tersebut, Tiffany hanya bisa melihat Siwon yg semakin jauh meninggalkanya, Tiffany tersenyum getir melihat Siwon yg pergi dan kemudian terisak, Tiffany memegang dadanya yg terasa sangat sesak, hatinya begitu sakit. Air matanya penuh membasahi pipinya.

Siwon memasuki kamarnya dengan langkah gontai, kemudian tubuhnya terkulai di lantai dan bersender di pintu. Bodoh …. Siwon merasa begitu bodoh seharusnya Siwon tidak membuat Tiffany menangis karenanya, Siwon meremas rambutnya keras dan mengeram kesal, dia menyesal sangat menyesal karena selalu membuat Tiffany menangis. Jika waktu bisa kembali Siwon ingin mengulang semua kejadian sebelumnya, dia menyesal namun hal itu sudah terjadi, dia sudah sering membuat Tiffany tersakiti olehnya.

 

*** Love in time ***

Tiffany terbangun ketika merasakan cahaya matahari masuk lewat celah celah gordeng kamarnya, kemudian dia langsung terbangun untuk membersihkan tubuhnya, Tiffany melihat dirinya dari kaca kamr mandi, penampilan begitu berantakan, matanya sembab dan kepalanya pun terasa pusing setelah menangis semalam. Setelah membersihkan tubuhnya Tiffany langsung menuju dapur untuk membuat sarapan, saat dia hendak kedapur Tiffany berhenti di depan kamar Siwon dan mengetuk pintu tersebut untuk membangunkan Siwon namun Siwon tak kunjung membuka pintu kamarnya bahkan Siwon menguncinya, mungkin Siwon masih tertidur fiki Tiffany, kemudian Tiffany pun langsung menuju dapur untuk membuat sarapan.

Siwon terbangun dari tidurnya, dia memegang kepalanya yg terasa sangat penat, semalam dia cukup banyak meminum bir untuk menghilangkan perasaan tidak karuan yg dirasakanya,  kemudian Siwon pun langsung melangkah keluar untuk mengambil segelas air untuk di minumnya.

Langkah Siwon terhenti ketika melihat Tiffany sedang memasak di dapur, hati Siwon bergemuruh tak karuan setiap melihat hadis tersebut namun hatinya kembali tetasa sakit ketika bayangan sully menghampiri fikiranya, saat itu pula mata Siwon dan mata Tiffany saling bertemu, hati Tiffany kembali terasa sakit. Tiffany pun langsung membuang pandanganya dari Siwon tidak ingin membuat hatinya semakin terasa sakit, Siwon yg tersadar pun langsung berjalan menuju dapur dengan pelan.

” bersihkan tubuhmu terlebih dahulu, oppa lalu setelah itu sarapanlah ” ucap Tiffany sambil menata makanan di meja.

” ne ….. ”

” kemana kau akan pergi setelah ini ?” tanya Siwon, Tiffany menghentikan gerakanya yg sedang mengaduk sop dan menatap Siwon lembut.

” aku akan pergi berjalan jalan mengelilingi Pantai Naksan, dan tentu saja denganmu oppa, kita sudah membuat kesepakatan bukan?, jadi mari kita lakukan kesepakatan itu dengan baik ” ucap Tiffany.

deg ……

Hati Siwon terpukul ketika Tiffany mengatakan hal itu, Siwon merasa bersalah selama ini dia akan berbuat baik pada Tiffany hanya karena sebuah kesepakatan, namun entah kenapa hatinya memberontak semua itu, kini dia benar benar ingin melihat wanita itu bahagia karena sebuah ketulusan bukan karena sebuah kesepakatan.

Siwon kembali terdiam merasakan sakit dihatinya.

 

*** Love in time ***

Siwon mengayuh sepedanya dengan pelan, semilir angin yg ada di pantai tersebut begitu sejuk, Tiffany hanya diam di belakang Siwon yg memboncengnya dan merasakan hembusan angin di pantai, mereka berjalan jalan layaknya sepasang kekasih yg sedang berbulan madu, orang orang yg melihat Siwon dan Tiffany hanya tersenyum melihat pasangan tersebut, menurut mereka Siwon dan Tiffany adalah pasangan yg sangat bahagia.

” oppa …… aku bahagia saat ini ” ucap Tiffany sedikit keras, Tiffany tersenyum sambil menutup matanya merasakan hembusan angin yg menerpa tubuhnya. Siwon tersenyum senang mendegar perkataan Tiffany, Siwon pun merasakan hal yg sama dengan Tiffany, dia sangat senang saat ini, mereka tersenyum bahagia bersama layaknya sepasang kekasih. Siwon terus mengayuh sepedanya dengan perasaan bahagia. Untuk saat ini mereka melupakan semua beban dan masalah dalam hidup mereka, mereka hanya ingin berbahagia melupakan semuanya.

Tiffany tersenyum senang, kini dia bisa merasakan kebahagiaanya sebelum dia pergi.

 

Setelah mengelilingi pantai, Siwon dan Tiffany berjalan bersama di pinggir pantai, tangan kanan Siwon menuntun sepedanya seiring dengan jalan mereka sedangkan tangan kirinya menggenggam hangat tangan Tiffany. Sesekali Tiffany melirik kearah Siwon yg ada di sampingnya, Tiffany tersenyum bahagia melihat tangan Siwon yg terus menggenggam tanganya.

” oppa ….. ”

” hmmm ” Siwon tersenyum lembut kaerah Tiffany.

” gomawoyo ” ucap Tiffany tersenyum, kemudian Tiffany mengayunkan tanganya dan tangan Siwon yg sedang menggenggamnya dengan senang dan tersenyum bahagia, Siwon yg ada di sampingnya pun tersenyum bahagia melihat Tiffany yg begitu bahagia hari ini.

Seketika muncul ide jail di benak Siwon, dengan cepat Siwon berlari sambil menuntun sepedanya menuju ombak di pinggir pantai sehingga membuat Tiffany terbawa denganya.

” oppaaaa …… andwae ” teriak Tiffany sambil tersenyum, Siwon terus berlari menuju ombak dengan tertawa bahagia sedangkan Tiffany, gadis ini berteriak ketika kakinya sudah menyentuh air dingin di pantai, Siwon terus berlari sedikit jauh ke ombak pantai dan melepaskan genggaman tanganya membuat Tiffany tertinggal.

Siwon tertawa ketika melihat Tiffany berteriak dan mempout bibirnya kesal, Tiffany terlihat lucu ketika kesal.

” oppa ….. ” panggil Tiffany, Tiffany terdiam dan mempoutkan bibirnya, dia memperlihatkan ekspresi memelasnya pada Siwon,  Siwon terkekeh melihat tingkah Tiffany.

” oppa …. ” panggil Tiffany lagi, Siwon yg mengerti maksud Tiffany hanya diam menetertawakan gadis tersebut.

” shiero …. ” ucap Siwon kemudian terkekeh melihat Tiffany yg masih terdiam di ombak pinggir pantai, Tiffany masih setia memasang wajah memelasnya dengan gemas, Siwon yg tak tega pun langsung menaruh sepedanya dan menghampiri Tiffany, Tiffany tersenyum senang memperlihat eyesmilenya, Siwon menghampirinya dan mengulurkan tanganya, ketika Siwon sudah meraih tangan Tiffany, Tiffany langsung menarik Siwon dengan kuat sehingga Siwon terjungkal dan terjatuh ke air membuat sekujur tubuh Siwon basah, Tiffany tertawa bahagia dan berlari menjauh dari Siwon.

” hahahahaha…… ” Tiffany tertawa riang.

” yak ….. hey, kau akan merasakan akibatnya nona Hwang ” teriak Siwon dan langsung berlari mengejar Tiffany, Tiffany yg tahu Siwon akan mengejarnya pun langsung berlari menuju vila, Siwon mengejar Tiffany yg sudah jauh dengan sepedanya.

 

*** Love in time ***

Siwon dan Tiffany berdiri sebelum memasuki daerah penjualan di sekitar pantai naksan, hari hari mereka habiskan untuk bersenang senang, Tiffany menghela nafasnya pelan sebelum memasuki pusat penjualan tersebut, dia begitu gugup melihat banyaknya orang orang di depanya, apalagi ketika Tiffany melihat sepasang kekasih bergandengan mesra yg baru saja melintas di depanya dan siwon.

” oppa ….. teruslah gengam tanganku nanti, aku sangat gugup ” ucap Tiffany sambil menautkan tanganya dan tangan Siwon.

” jangan khawatir, aku akan selalu bersamamu ” ucap Siwon tersenyum lembut, Tiffany termangu, apa Siwon mengatakan hal tersebut dengan sungguh sungguh, Tiffany semakin mengeratkan genggamanya, dia mengeratkan genggamanya bukanlah karena gugup tapi Tiffany ingin Siwon selalu menggenggam tanganya dan tidak akan pernah melepas genggaman tersebut sampai kapanpun, kini Tiffany sudah mulai dikuasai oleh keserakahan untuk selalu bersama pria yg dicintainya, bukankah itu hal wajar yg dilakukan seorang wanita pada kekasihnya, hari hari yg telah dilaluinya di Naksan membuat Tiffany semakin takut untuk melepas Siwon.

” kajja …… ” Siwon langsung memasuki pasar tersebut sambil mengenggam tangan Tiffany, Tiffany hanya terdiam mengikuti langkah Siwon, Tiffany terus menatap Siwon yg sedang membawanya masuk ke dalam pasar tersebut, Tiffany menatap tanganya yg di genggam oleh Siwon dan tersenyum kecil.

Siwon dan Tiffany berjalan sambil bergandengan tangan, orang orang yg ada di tempat tersebut tersenyum melihat pasangan tersebut, Tiffany tersenyum senang ketika orang orang menatap kagum dirinya dan Siwon.

” oppa ….. sekarang aku sudah tidak gugup lagi karena kau terus menggenggam tanganku ” ucap Tiffany tersenyum bahagia, Tiffany mengayun ayunkan tanganya yg di genggam Siwon ke udara, Siwon tersenyum melihat tingkah Tiffany.

” oppa …. ” Tiffany langsung mempercepat langkahnya dengan senang menuju penjual aksesoris.

” wah ….. lihatlah oppa, boneka ini sangat bagus ” ucap Tiffany senang sambil menunjukan boneka teddy bear berwarna putih  yg sangat besar.

” ini juga bagus ” ucap Tiffany lagi mengambil satu pasang gelang couple.

” ahjuhsi …. aku ambil gelang dan boneka beruang ini ” ucap Siwon pada penjual tersebut, Tiffany terkejut dengan ucapan Siwon namun sedetik kemudian dia tersenyum senang.

” kau akan membelinya oppa ?” tanya Tiffany, yg melihat Siwon mengambil beberapa uang di dompetnya.

” ne ” ucap Siwon tersenyum manis, kemudian Siwon langsung membayar gelang dan boneka tersebut kepada penjualnya.

” kemarilah ” ucap Siwon dan langsung memasangkan gelang couple tersebut pada tangan Tiffany, Tiffany terkejut dan terdiam menatap Siwon yg sedang memasangkan gelang couple tersebut ke tanganya.Kemudian Siwon juga langsung memakaikan gelang tersebut ke tanganya juga.

” bukankah ini sangat bagus ” ucap Siwon tersenyum manis, Tiffany mengangguk dan tersenyum. Penjual tersebut tersenyum melihat Siwon dan Tiffany.

” kalian sangat serasi , kau beruntung memiliki kekasih secantik nona ini anak muda ” ucap pedagang tersebut.

” gomawo ahjuhsi …. ” ucap Siwon, kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka kembali.

 

*** Love in time ***

Tiffany berdiri seorang diri di pinggir pantai Naksan, matanya memandang lurus ke depan menikmati pemandangan sunset di sore hari, pantai Naksan terkenal dengan keindahan Sunsetnya dah hal itulah yg Tiffany sukai, cahaya jingga di pantai tersebut terlihat begitu indah, hembusan angin menerpa wajah cantik Tiffany dan membuat rambutnya bergoyang dengan cantik. Tiffany menutup matanya merasakan semua ini, hari ini dia sangat bahagia namun di balik semua itu di masih belum bisa melupakan semua kesedihanya, Tiffany membuka matanya perlahan dan menghela napas pelan, Tiffany tersenyum kecil menatap gelang couple yg terpasang indah di tanganya.

” kau ada disini ” ucap seseorang dari belakang yg tak lain adalah Siwon, Tiffany pun langsung membalikan badanya menghadap Siwon.

” oppa …. ”

” apa yg kau lakukan disini ? ”

” aku sedang menikmati pemandangan sunset sore hari, mataharinya terlihat sangat indah bukan ? ” ucap Tiffany tersenyum pada Siwon.

” ne …. sangat indah ” ucap Siwon dan membalas senyuman Tiffany. Kemudian Siwon pun menutup matanya menikmati pemandangan tersebut, Tiffany terus memandang Siwon yg sedang memejamkan matanya, terselip rasa sesih dan takut, Tiffany kembali teringat dengan sisa waktu yg dimilikinya, dia melirik kalung di lehernya kalung tersebut kini tersisa 3 kelopak, sekarang dia hanya memiliki waktu 30 hari untuk hidup, sampai saat ini dia belum mendapatkan ciuman ketulusan abadi yg dia cari, Tiffany benar benar sudah pasrah bahkan dia berharap semua ini cepat berakhir.

Siwon membuka matanya perlahan, Tiffany yg menyadari hal itu langsung memalingkan wajahnya dari wajah Siwon.

” fany-ah ….. ” ucapan Siwon terpotong ketika melihat Tiffany yg sedang menutup matanya dan membuat permohonan, Siwon terus memperhatikan Tiffany yg sedang menutup matanya memohon, kenapa baru saat ini Siwon menyadari betapa cantik dan baiknya Tiffany. Kini Siwon benar benar jatuh dalam pesona Tiffany namun Siwon tidak menyadari hal itu.

” aku ingin selalu berada di sampingnya dan hidup bahagia bersamanya, jika itu sangat sulit untukku maka aku ingin melupakanya, aku sangat mencintainya, aku berharap semua ini segera berakhir dengan indah, jika aku tidak di takdirkan untuk memilikinya aku ingin waktu berhenti disaat aku merasa bahagia berasamanya …… aku sangat mencintainya ” batin Tiffany, kemudian Tiffany menghembuskan nafasnya pelan berusaha menahan rasa sakit di hatinya dan membuka matanya kembali.

” apa yg kau lakukan ? ” tanya Siwon.

” membuat permohonan ”

” bukankah tahun baru masih lama, semua orang akan mengunjungi pantai Naksan di tahun baru untuk membuat permohonan, lalu kenapa kau membuat permohonan sekarang? ” ucap Siwon, Tiffany tersenyum kecil menanggapi perkataan Siwon.

“aku hanya ingin membuat permohonan saja ” Tiffany berhenti sejenak.

” oppa …..  aku ingin kau merawat benda ini untuku, orang bilang selama gantungan ini masih saling bersama, maka pasangan tersebutpun akan selalu bersama ” ucap Tiffany sambil menyerahkan sebuah gantungan berbentuk boneka pria dan wanita yg terbuat dari kayu.

” ige mwoya ? … ” tanya Siwon tidak mengerti maksud Tiffany

” gomawoyo ….. ” ucap Tiffany dan tersenyum kecil, Siwon mengernyitkan dahinya dan menatap manik Tiffany, dia semakin tak mengerti dengan gadis tersebut.

” aku lelah ayo kita pulang ” ucap Tiffany mengalihkan pembicaraan dan melangkah pergi meninggalkan Siwon yg terdiam menatap Tiffany yg melangkah semakin jauh, dia tidak sanggup menatap Siwon itu akan membuatnya semakin sulit untuk melepas Siwon kelak nanti. Siwon tidak tahu apa kesalahan yg telah dibuatnya pada Tiffany. Siwon merasa ada sesuatu yg mengganjal di hatinya, apa arti dari semua ini.

 

*** Love in time ***

Tiffany dan Siwon terdiam di dalam mobil menuju perjalanan pulang, mereka saling terdiam sibuk dengan pemikoran masing masing yg ada di benak mereka. Siwon terus fokus mengenderai mobilnya, dia ikut terdiam karena sedari tadi Tiffany terus terdiam memandang jalanan dari kaca mobil, Siwon khawatir dengan Tiffany, dia menggeram kesal dalam hatinya melihat Tiffany yg tidak bersemangat seperti ini.

Tiffany termenung melihat jalanan dari kaca mobil, sekarang waktu yg dimilikinya tersisa 28 hari lagi untuk tetap hidup, setelah itu dia akan meninggalkan semua orang orang yg di sayanginya jika dia gagal menemukan ciuman ketulusan abadi. Tiffany tidak tahu apa yg harus dilakukanya untuk mendapatkan ciuman ketulusan abadi dia berfikir tidak akan ada cinta tulus dan abadi untuknya, kini Tiffany telah terjebak dalam perasaanya, dia mencintai pria yg tidak mencintainya, meskipun hal itu sangat menyakitkan baginya namun Tiffany cukup bahagia bisa bersama Siwon meskipun mereka diikat dalam sebuah perjodohan yg dibenci oleh Siwon.

” fany-ah …… ” ucap Siwon menyadarkan lamunan Tiffany, Tiffany menatap Siwon yg ada disampingnya

” oppa ….. teruslah bersikap baik padaku ” ucap Tiffany pelan tanpa melepas tatapanya pada Siwon yg sedang menyetir, Tiffany termenung menatap Siwon, sedangkan Siwon meremas kemudinya pelan, kenapa Tiffany mengatakan hal tersebut?, Siwon termenung sejenak memikirkan perkataan Tiffany, Siwon sadar dia bersikap baik pada Tiffany karena sebuah kesepakatan yg ia terima, namun semua itu salah kini Siwon benar benar tulus bersikap baik pada Tiffany.

Suasana kembali hening, mereka kembali terdiam, Tiffany kembali termenung menatap jalanan, hatinya kembali terasa sesak.

” bisakah waktu berhenti saat ini, aku sungguh mencintainya, aku tidak ingin melepasnya ” batin Tiffany, Tiffany meremas roknya menahan rasa sakit yg kembali menghampirinya.

” fany-ah ….. mianhe ….. aku tidak pantas untuk mu jangan pernah mencintaiku, aku hanya akan membuatmu tersakiti …. aku ingin kau bahagia, berhentilah menangis dan berbahagialah … mianhe, jeongmal mianheyo ” batin Siwon menatap Tiffany yg termenung membelakanginya.

 

*** Love in time ***

Kicauan burung dan sinar matahari yg masuk melewati celah celah gordeng kamar, Donghae mengerjapkan matanya dan terbangun kemudian namja tersebut langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah membersihkan tubuhnya dia langsung menyiapkan sarapanya seorang diri. Ruang makan di apartment Donghae begitu sepi hanya dia seorang yg ada di ruang makan tersebut, Donghae memakan makananya dengan ekspresi yg begitu datar dan tidak berselera.

 

*****************

Siwon melangkah menuju ruanganya yg cukup jauh, beberapa pekerja yg ada dikantornya saling menyapa padanya.

” oppa … ” panggil seorang gadis yg lebih muda dari Siwon, Siwonpun langsung menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya kearah sumber suara.

” Stella-si ….. ”

” akhirnya kita bertemu lagi setelah beberapa hari libur kerja, bagaimana kabarmu ?” tanya Stella kemudian mereka pun melanjutka percakapan mereka sambil berjalan menuju ruang kerja.

” baik baik saja ”

” oppa bagaiamana jika nanti siang kita makan bersama di restaurant Jepang? ” Stella merangkul lengan Siwon mesra.

” Siwon-si ….. ” tegur Donghae yg baru saja keluar dari ruanganya.

” jaksa Lee …. ” ucap Siwon dan Stella. Donghae menatap Siwon dengan tatapan dingin dan benci, tidak ada sepatah katapun yg dilontarkanya kecuali menatapa dingin Siwon di depanya, Siwon membalas menatap Donghae.

” bagaimana kabar Tiffany ? ” tanya Donghae, Siwon mengernyitkan dahinya, untuk apa Donghae menanyakan Tiffany, ada rasa tidak suka ketika Donghae menanyakan hal tersebut, Tiffany adalah tunanganya.

” dia baik baik saja ”

” syukurlah ….. aku harap kau bisa menjaganya dengan baik ” ucap Donghae dan tersenyum sinis kemudian meninggalkan Siwon dan Stella, Siwon terdiam di tempatnya untuk apa Donghae mengatakan hal tersebut, ada hubungan apa Donghae dengan Tiffany, perkataan tersebut terus terngiang di fikiran Siwon.

” oppa, gwenchana ?” tanya stella menyadarkan lamunan Siwon.

” ne gwenchana ”

” bagaimana jika nanti siang kita ….. ”

” ani, aku tidak bisa, nanti siang Tiffany akan kemari membawa bekal untuku ” ucapan Stella dipotong oleh Siwon yg tahu apa yg akan stella katakan, kemudian Siwon melangkah pergi meninggalkan stella yg kesal dengan jawaban Siwon.

 

*** Love in time ***

Tiffany memasuki gedung kantor Siwon bekerja, ditanganya membawa kotak makanan untuk makan siang Siwon, Tiffany membawakan makanan kesukaan Siwon. Seperti biasanya dia menunggu Siwon di taman belakang kantor Siwon. Setelah cukup lama dia menunggu akhirnya Siwon muncul, Siwon tersenyum pada Tiffany dan Tiffany pun membalas senyum Siwon.

” oppa … ”

” apa sudah lama kau menungguku ? ” tanya Siwon kemudian mereka duduk di bangku yg terdapat di bawah pohon.

” aniyo …. “. kemudian Tiffany pun membuka kotak makanya, Siwon terus memperhatikan Tiffany, akhir akhir ini perhatian Siwon selalu tertuju pada Tiffany, Siwon tersenyum lembut memperhatikan Tiffany yg sedang menyiapkan bekal yg akan mereka makan.

” makanlah, aku harap kau menyukainya ” ucap Tiffany kemudian Siwon pun mulai memakan bekal tersebut. Siwon begitu lahap memakan bekal tersebut.

” pelan pelan jika kau sedang makan oppa ” ucap Tiffany yg melihat Siwon yg begitu lahap, Siwon tersenyum menanggapi nasihat Tiffany.

” masakanmu enak ” ucap Siwon, tiba tiba Siwon menghentikan kunyahanya, pertanyaan Donghae pagi tadi terus terngiang dikepalanya.

” apa hubunganmu dengan Jaksa Lee ?” tanya Siwon, Tiffany menghentikan kunyahanya dan mentapa Siwon, kenapa tiba tiba Siwon menanyakan hal tersebut, tidak seperti biasanya Siwon seperti ini.

” dia hanya teman dekatku ketika SMP sampai SMA, Donghae-si adalah orang yg sangat baik padaku, dia orang yg sangat mengerti siapa diriku, dia adalah orang yg selalu ada disaat aku membutuhkan perlindungan, kami berpisah ketika lulus SMA, dia melanjutkan pendidikanya ke Jepang dan saat itulah kami tidak pernah lagi berhubungan, tapi sekarang kita bertemu lagi, aku tidak menyangka akan bertemu denganya lagi, aku sangat senang bisa bertemu denganya, bahkan dia belum berubah sedikitpun padaku ” jelas Tiffany panjang, Tiffany tersenyum mengingat betapa pedulinya Donghae padanya, Siwon terdiam melihat Tiffany yg tersenyum mengingat Donghae, entah kenapa hatinya terasa sakit ketika Tiffany menceritakan sosok Donghae. Mereka terdiam cukup lama, hembusan angin dan suara kendaraan terdengar jelas ditelinga mereka, Siwon dan Tiffany terdiam dengan pemikiranya masing masing yg ada difikiran mereka, tak ada sedikit suara yg keluar dari mulut merekahingga akhirnya mereka tersadarkan ketika deringan ponsel Siwon berdering di tengah kesunyian tadi.

Kring….. Kring …..

Stella is Calling …….

Siwon menghembus napasnya melihat kesal nama orang yg menelponya, Siwon menatap ponselnya nanar, dia merasa terganggu dengan panggilan di ponselnya.

” kenapa kau diam, oppa?, angkatlah ….. ” ucap Tiffany, Siwin menatap lembut mata Tiffany.

Kemudian Siwon menggeser icon berwarna merah di layar ponselnya dan mensaku ponselnya.

” Fany-ah ….. ” Siwon terdiam sejenak.

” apa kau menyukai Donghae ? ” tanya Siwon.

” ne ….. aku menyukainya ….. aku menyukainya sebagai kakaku, aku menyayanginya sebagai kakaku, dia adalah orang yg sangat baik padaku ” ucap Tiffany dan tersenyum kecil.

Siwon terdiam, tiba tiba perasaan takut akan kehilangan datang begitu saja padanya entah bagaimana. Perasaan seseorang bisa berubah kapanpun dan bagaimanapun caranya, bukankah itu benar.

 

*** Love in time ***

Donghae Pov.

Aku melihat Tiffany melangkah menuju pintu masuk kantor seperti biasanya untuk mengantar bekal untuk Siwon, namun aku tidak melihat kotak makanan di tanganya, kemudian akupun menghampirinya, kulihat dia bersemangat datang kemari.

” Fany-ah …… ” sapaku, kemudian diapun tersenyum padaku, aku mematumg melihat senyumnya, aku sangat merindukan senyuman itu setelah sekian lama, senyuman itu mampu membuatku merasa tenang.

” Donghae-si ….. ” sapa Tiffany.

” bagaimana kabarmu ?, apa yg kau lakukan kemari ? ”

” aku kemari untuk bertemu dengan Siwon oppa … ” ucap nya. Aku mengepalkan tanganku, kenapa selalu Siwon yg dia cari, bukankah pria itu sering menyakitimu.

” dia sedang sibuk hari ini, ada kasus yg harus dia selidiki nanti… memangnya kenapa ?”

” ah begitu …… bisakah kau memberikan ini padanya, aku akan menunggunya jam 7 malam nanti ” ucap Tiffany dan menyodorkan sebuah ticket bisokop padaku, aku mematap nanar ticket tersebut.

” akan aku berikan padanya …. ” ucapku kemudian tersenyum, Tiffany pun membalas senyumku.

” gomawoyo … ” ucap Tiffany dan melangkah pergi, aku terus memandang kepergiannya yg semakin memudar dan menghilang, rasa sakit itu menjalar kembali padaku, bisakah kau melupakan Choi Siwon dan pandanglah aku…..

Kemudian akupun melangkah menuju ruang kerja Siwon, aku terdiam di depan pintu ruang kerja Siwon sebelum memasuki ruang tersebut. Haruskah aku mengantarkan surat ini padanya?, Donghae ini adalah kesempatan baik untukmu membuat Tiffany jatuh cinta padamu, apa yg harus kulakukan, aku menatap tajam ticket ditanganku, aish ….. rasanya berat sekali tanganku untuk menyerahkan ini, aku meremas pelan ticket bioskop tersebut.

” aku harus tetap menyerahkanya, kau tidak boleh membuatnya kecewa, Donghae ” batinku memantapkan niatku dan melangkah masuk, kulihat Choi Siwon sangat sibuk dengan beberapa kasusnya.

” Jaksa Lee ….. ” sapa jaksa yg ada di ruang tersebut akupun membalas sapaan mereka dan menghampiri Choi Siwon yg belum menyadari kedatanganku.

” Jaksa Choi ” ucapku, kemudian Siwon pun mendongak padaku.

” Jaksa Lee .. ” ucapnya.

” Tiffany menitipkan ini padaku …… kuharap kau datang tepat waktu Choi Siwon….. ” ucapku pelan pada kalimat terakhirku, namun kurasa dia mendengar perkataanku, dia menatapku dengan tatapan yg aneh yg tidak dapat ku artikan.

 

 

*** Love in time ***

Siwon Pov.

Aku mengecek kembali beberapa kasus yg kutangani hari ini, kemudian aku kumpulkan beberapa bukti dari kasus penggelapan dana yg terjadi di perusahaan tekstil di Gangnam. Aku menyenderkan tubuhku pada kursi kerjaku dan menghela nafas kasar, sungguh lelah hari ini, aku terdiam sejenak menghilang seluruh penat yg kurasakan. Omo … ! aku melupakan ticket untuk menonton bioskop yg Tiffany berikan, aku melihat jam dinding di ruang kerjaku, sekarang sudah menunjukan pukul 20: 25 KST, aku sudah terlambat untuk bertemu dengan Tiffany untuk menonton bioskop. Kemudian aku langsung mencari ticket yg Donghae berikan padaku siang tadi, aku cari ticket tersebut di laci mejaku namun tidak ada, aku cari ticket tersebut di mana mana namun tidak menemukanya.

” huh ….. bagaimana bisa kau melupakanya Siwon …. dasar pabo ” gumamku kesal pada diriku sendiri, aku mengusap wajahku frustasi, kemudian dengan terburu buru aku langsung berlari ke parkiran mobilku untuk pergi ke Bioskop, tidak peduli dengan ticketku yg entah kemana yg terpenting aku bisa bertemu dengan Tiffany.

 

*** Love in time ***

Tiffany Pov.

Waktu sudah menunjukan 19: 45 KST namun Siwon oppa belum juga datang, dia sudah terlambat hampir satu jam, aku mencari sosok Siwon oppa namun dia tidak ada, apa dia masih dikantornya?, atau dia lupa?, aku menggosok gosokan tanganku untuk menghilangkan rasa dingin malam ini.

Aku lirik jam tanganku, tinggal beberapa menit lagi filmnya akan dimulai.

” huh ….. ” aku menghela nafas pelan, selalu saja seperti ini, apa dia lupa untuk menonton bioskop malam ini denganku.

” Fany-ah …. ” ucap seseorang yg tak lain adalah Donghae-si.

” Donghae-si … ”

” apa yg kau lakukan disini?, bukankah filmnya akan dimulai sebentar lagi, dimana Siwon ?” tanya Donghae.

” mungkin dia terlambat ” ucapku tersenyum getir , ” dan mungkin dia melupakanya ” batinku.

” kalau begitu ayo kita masuk, mungkin Siwon terlambat karena banyak kasus yang harus ditanganinya ” ucap Donghae dan langsung menyeretku masuk ke bioskop, aku terus memandang keluar berharap Siwon oppa datang namun pria itu belum juga nampak

Didalam aku hanya diam menonton film tersebut, fikiranku terus memikirkan Siwon oppa, kenapa pria itu melupakannya.

drt…drt…drt …..

Ponselku bergetar, aku lihag ada sebuah pesan masuk, kemudian akupun membuka pesan tersebut.

from : Siwon

Fany-ah …. eodiseo ?

Aku tersenyum membaca pesan tersebut, ternyata dia ingat untuk menonton film bersamaku.

To : Siwon

aku masih berada di bioskop oppa, di Bioskop Hanju Seoul. Balas Tiffany

Kemudian aku memasukan kembali ponselku ke saku jacket ku.

 

*** Love in time ***

Siwon Pov

Dengan terburu buru aku langsung berlari ke parkiran mobilku untuk pergi ke Bioskop, tidak peduli dengan ticketku yg entah kemana yg terpenting aku bisa bertemu dengan Tiffany.

Aku ambil ponselku dan mengirim pesan ke Tiffany.

 

To : Tiffany

Fany-ah …. eodiseo ?

From : Tiffany

aku masih berada di bioskop oppa, di Bioskop Hanju Seoul. Balas Tiffany

 

” Oppa … ” Panggil seseorang dari belakang, kemudian aku pun membalikan tubuhku ke sumber suara tersebut.

” Stella …. ”

” oppa …. kau mau pulang ?, bolehkah aku ikut denganmu ? ” tanya Stella.

” aku tidak langsung pulang, aku akan pergi menonton bioskop ” ucapku.

” jinja …. kalau begitu aku ikut aku juga ingin sekali menonton bioskop, kudengar hari ini ada film yg sangat bagus ” ucap Stella.

” baiklah … ” kemudian kamipun langsung menuju ke tempat Bisokop

 

*** Love in time ***

Author pov.

” film nya sangat bagus, aku menyukainya ” ucap Donghae setelah film tersebut selesai.

” ne …. ” ucap Tiffany tersenyum kecil, sebenarnya Tiffany tidak terlalu fokus dengan film yg baru saja ia tonton, dia terus memikirkan Siwon, bahkan sampai film selesai sekarang pria itu belum juga muncul, Tiffany menundukan kepalanya kecewa, dia kecewa kenapa Siwon tidak datang malam ini, Donghae yg melihat ekspresi Tiffany menghela nafas pelan dan menatap nanar Tiffany yg ada di depanya.

” Fany-ah … gwenchana ? ” tanya Donghae

” ne … gwenchanayo ” ucap Tiffany dan tersenyum dipaksakan. Donghae merasakan apa yg Tiffany rasakan, Donghae mengepalkan tangan kananya kesal sedangkan tangan kirinya menggenggam erat tangan Tiffany, kali ini Siwon menyakiti Tiffany kembali.

Kemudian Donghae dan Tiffany melangkah pergi dari tempat tersebut, Tiffany berjalan dengan terus menunduk kecewa, hatinya kini kembali terasa sesak dan sakit sampai kapan dia harus seperti ini berjuang untuk mendapatkan cinta pria yg mungkin tidak akan mencintainya.

 

Tak jau dari tempat Tiffany dan Donghae berjalan, Siwon berjalan dengan langkah terburu buru tidak mempedulikan Stella yg terus memanggil dan mengejarnya di belakang, saat ini fikiran Siwon terus dipenuhi oleh Tiffany, Sungguh…. Siwon merasa bersalah dan menyesal telah melupakan janjinya, Siwon terus melihat kesekelilingnya mencari sosok Tifany dan secara tiba tiba dia menghentikan langkahnya terkejut melihat dua orang di depanya.

” Fany-ah …. ” ucap Siwon, Siwon menatap Tiffany yg ada di depanya, saat itu pula matanya tak sengaja melihat tangan Tiffany yg sedang di genggam oleh Donghae.

Tiffany dan Siwon terpaku di depanya, Siwon terus melihat mata Tiffany begitupun Tiffany, mereka saling padang seolah mengerluatkan seluruh isi hati mereka.

Tiffany menatap nanar mata elang Siwon, matanya mencerminkan sebuah kekecewaan, begitupun dengan Siwon kini dia merasakan rasa sakit dihatinya ketika melihat Tiffany dan Donghae, apalagi dia melihat dengan jelas Donghae yg sedang menggenggam erat tangan Tiffany, rasa cemburu tersebut kini menghampiri Siwon.

” oppa … ” ucap Tiffany pelan, saat itu pula Stella menghampiri Siwon dan langsung merangkul lengan Siwon di depan Tiffany.

” oppa …. berhentilah berjalan begitu cepat aku lelah ” ucap Stella manja, Siwon tidak menghiraukanya, Tiffany menatap Siwon kecewa.

” kau terlambat Choi Siwon, Filmnya sudah selesai dari tadi ” ucap Donghae memecahkan keheningan yg baru saja terjadi.

” Fany-ah ….. ayo kita pulang ” ucap Siwon dan langsung merebut tangan Tiffany dari genggaman Donghae dan melangkah pergi.

” hentikan …. ” langkah Siwon terhenti

” berhentilah menyakitinya ….. ” ucap Donghae lagi.

” apa maksudmu jaksa Lee ? ” tanya Siwon sinis.

” berhenti menyakitinya …… kau selalu membuatnya menangis Choi Siwon, tidakah kau sadar tentang itu ? ” Siwon menatap tajam Donghae si depanya.

” huh ….. maaf jika aku lancang, jangan pernah kau campuri urusan pribadiku Lee Donghae ” Donghae dan Siwon saling menatap Sinis.

” oppa …. hentikan …. ayo kita pulang ” ucap Tiffany menyeret tangan Siwon, namun Siwon terus terdiam tidak merespon.

” Donghae-si …. ku mohon jangan campuri urusanku, aku mohon padamu kali ini saja ” ucap Tiffany lembut dan menatap Donghae memohon, Donghae memalingkan wajahnya dari tatapan Tiffany, Donghae tidak tahan jika melihat Tiffany memohon padanya, apalagi ketika Donghae melihat air mata Tiffany yg sudah penuh di pelupuk matanya.

Tiffany pun langsung melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut bersama Siwon.

Di mobil Tiffany hanya diam memandang jalanan Seoul dari kaca mobil. Sedangkan Siwon, dia seringkali melirik ke Tiffany yg ada disampingnya, dia menyesal sudah bersikap seperti ini, sungguh …. dia pun kini merasakan sakitnya, Siwon ingin sekali memeluk Tiffany yg termenung disampingnya dan mengatakan maaf.

 

**********

Tiffany membuka pintu mobil Siwon dan keluar tanpa mengatakan apapun pada Siwon.

Siwon menatap nanar Tiffany keluar dari mobilnya tanpa mengatakan apapun, bahkan wanita itu tidak melihat Siwon sedikitpun.

Siwon langsung keluar dari mobilnya dan berjalan cepat mengejar Tiffany dan …

grep….

Tiffany membeku ditempatnya ketika dia merasakan tangan Siwon memeluk punggungnya hangat. Mereka terdiam dalam posisi tersebut, bahkan Tiffany dan Siwon bisa mendengar detak jantung mereka yg bergemuruh tak karuan, Tiffany pun merasakan deruan nafas Siwon di pundaknya.

 

” mianhe ….. jeongmal mianheyo ….. ” ucap Siwon tulus.

 

” aku memaafkanmu oppa ….. lupakanlah …. pulanglah ini sudah malam ” ucap Tiffany pelan dan melepas tangan Siwon yg memeluknya tanpa melihat ke arah Siwon sedikitpun kemudian melangkah memasuki halaman rumahnya.

Siwon terdiam melihat nanar Tiffany yg melangkah pergi memunggunginya.

 

*** Love in time ***

Tiffany Pov.

Pernahkah kalian bermimpi untuk bisa mencintai dan dicintai oleh pria yg kau cintai, pernahkah kau berharap bisa hidup bahagia bersama pria yg kau cintai, dan pernahkah kau berharap untuk bisa merasakan cinta sejatimu sampai maut menjemputmu. Demikian pula denganku aku berharap semua mimpi itu menjadi kenyataan, namun aku sadar aku hanya bisa mencintai pria yg tidak tahu apakah dia mencintaiku.

huh……

Aku menghembuskan nafasku pelan dan memejamkan mataku, berusaha menahan ribuan rasa sakit yg ada di hatiku.

” Aku berharap semua ini berakhir dengan indah, jika aku tidak ditakdirkan bersamanya maka buatlah aku melupakanya di saat kematianku …… Aku ingin hidup bahagia bersamanya meskipun itu hanya satu waktu ” batinku dan menitikan air mata.

” Fany-ah …… ” ucap seseorang lembut, kemudian akupun membuka mataku perlahan, kini Jessica berada di depanku dan menatapku sendu, kemudian dia mengulurkan tanganya dan menghapus air mataku yg memgalir indah di pipiku.

” uljima …. kau tahu, wanita ditakdirkan untuk selalu bahagia jadi berhentilah menangis ” ucap Sica lembut.

” aku takut …. aku takut melepasnya, aku takut ketika waktu itu datang, dan dia memintaku untuk melepasanya ” ucapku serak.

” aku yakin dia tidak akan melepasmu, kini Siwon sudah berubah, bukankah seperti itu ” ucap Jessica dan tersenyum lembut.

” berhentilah menangis, ayo kita temukan ciuman ketulusan abadi itu bersama ” ucap Sica Semangat.

” aku tidak yakin aku akan mendapatkanya, namun meskipun jika nanti aku tidak bisa menemukanya aku akan tetap bahagia, aku lelah dan sangat lelah, aku ingin bertemu eomma dan mengadu padanya ”

” aku bisa merasakan hal itu ……. Fany-ah ayo kita cari ciuman ketulusan abadi itu bersama, bila perlu kau cium semua pria yg ada disini ” ucap Jessica semangat dan terkekeh.

” mwoya …. kau fikir aku ini wanita macam apa eoh … lagi pula aku tidak akan melakukan hal itu di depanmu karena mungkin kau hanya  akan mengganggu saja ” ucapku sedikit kesal dan sedetik kemudian kami tertawa bersama karena ucapan konyol yg Jessica ucapkan.

 

*** Love in time ***

Author Pov.

Tiffany mempercepat langkahnya memasuki boutiq miliknya.

“Hey …. Fany-ah ” panggil wanita berbadan tinggi dan berkulit sedikit cokelat.

” Yuri-ah ….. ” ucap Tiffany dan kemudian mereka saling berpelukan menghilangkan rindu mereka.

” aigoo … mianhe aku tidak bisa datang saat pertunanganmu, saat itu aku sangat sibuk dengan joongwon kecilku yg sedang sakit ” ucap Yuri kemudian mereka kembali mengobrol saling berjalan menuju ruang kerja Tiffany.

” ne gwenchana … ”

” kudengar kau mengeluarkan model baju terbaru ? ” ucap Yuri kemudian dudukdi Sofa ruang kerjaTiffany

” Ne …. kapan aku akan membawa Joongwon kecilmu itu kemari Yuri-ah, aku sangat ingin melihatnya lagi, dia sangat menggemaskan ” ucap Tiffany dan menaruh dua gelas jus di meja.

 

tok …tok….tok….

Suara ketukan pintu terdengar di ruangan Tiffany dan saat itu pula masuklah Yoona dengan membawa beberapa kotak makanan ditanganya.

” Siang eonniku yg baik hati dan …. ” ucapan Yoona terhenti ketika dia melihat sosok yg sangat dikenalinya kini berdiri di depanya.

” Yuri eonni ….? ” ucap Yoona terkejut dan senang.

” Yoong …. aku sangat merindukanmu, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini” ucap Yuri kemudian mereka saling berpelukan.

” apa yg kau bawa yoona ? ” tanya Tiffany setelah mereka melepaskan pelukan rindu seorang sahabat ketika SMA.

” aku membawa makanan siang untukmu dari Siwon oppa, dia menyuruhku untuk membeli makanan dan memberikanya padamu ”

” tumben sekali …. ” batin Tiffany menatap kotak makanan dihadapanya, yah ….. sudah beberapa hari ini setelah menonton bioskop saat itu Tiffany tidak lagi membawa bekal makan siang untuk Siwon.

” aku tidak menyangka dia adalah pria yg perhatian ” ucap Yuri, Tiffany hanya tersenyum kecil menanggapinya. Memang …. sekarang Siwon sudah bisa menerima keberadaan Tiffany, namun Tiffany tidak tahu dengan perasaan Siwon, apakah pria itu sudah bisa menerimanya di hatinya atau apakah semua ini Siwon lakukan hanya karena sepuah kesepakatan.

” kenapa eonni hanya diam ayo makanlah, jangan membuatku dimarahi oppa karena kau tidak memakanya ” ucap Yoona.

” makan saja olehmu, aku masih kenyang Yoong, jangan khawatir lagipula Siwon oppa tidak mengetahuinya bukan ” ucap Tiffany pelan kemudian melangkah menuju meja kerjanya dan membereskan beberapa dokumen di mejanya. Beberapa hari ini Tiffany sering menjauh dari Siwon bahkan sudah selama lima hari ini dia lepas kontak dengan Siwon. Tiffany takut …. dia takut tidak bisa melepas Siwon ketika waktunya tiba.

” eonni … nan gwencahana ?” tanya Yoona khawatir, Yoona mengenal Tiffany dengan sangat baik jadi dia juga merasakan apa yg Tiffany rasakan setelah perjodohan itu, Yoona tahu Tiffany tersakiti oleh Siwon yg sering mengacuhkanya dulu.

” ne gwenchanayo ….. ” ucap Tiffany dan tersenyum dipaksakan.

” tidak … kau tidak baik baik saja, apa Siwon oppa menyakitimu lagi ? ”

” tidak dia tidak menyakitiku, bahkan dia sangat baik padaku, bukankah dia memintamu untuk memberikan bekal siang untukku ” ucap Tiffany kemudian tersenyum, saat ini Tiffany hanya bisa melemparkan sebuah senyuman untuk menutupi semua rasa sakit  yg dirasakanya, bukankah senyuman adalah jurus yg sangat ampuh untuk menutupi apapun.

Yoona hanya diam dan mengehala nafasnya dan menatap Tiffany sendu.

 

*** Love in time ***

Siwon menghela nafas dan mengusap wajahnya gusar, akhir akhir ini dia sangat mengkhawatirkan Tiffany, kini Tiffany selalu menghindarinya bahkan gadis itu sudah tidak lagi menghubunginya dan sulit dihubungi.

Siwon menatap sendu kotak kecil berwarna hitam di depanya, hatinya bimbang tak karuan, ingun sekali dia memperbaiki hubungan antara dia dan Tiffany, ingin sekali dia kembali seperti dulu tanpa ada rasa benci dalam dirinya pada Tiffany.

Siwon meraih kotak tersebut dan membukanya, tanganya bergerak pelan mengambil cincin pertunanganya dengan Tiffany.

” apa yg harus ku lakukan ….. aku sangat bingung dan takut dengan perasaanku ” ucapnya seorang diri menatap nanar cincin di tanganya.

” oppa ….. ” ucap Yoona pelan memasuki kamar Siwon, Yoona menghela nafas melihat oppanya yg tak bersemangat hari ini.

” apa yg kau lakukan disini ? ” tanya Siwon pelan dan dengan hati hati dia menyembunyikan kotak cincin tersebut ke laci meja, namun terlambat, Yoona melihatnya.

” apa yg oppa lakukan pada Fany eonni ?, oppa menyakitinya lagi ?, berhentilah menyakitinya oppa, sebagai sesama wanita aku bisa merasakan hal itu, aku mengenal Fany eonni dengan baik, meskipun dia selalu tersenyum menunjukan bahwa di baik baik saja, namun hal itu salah dia sangat tersiksa dengan semua ini ” ucap Yoona terhenti sejenak, dia menatap sendu oppanya yg terdiam, Yoona menghela nafasnya.

” oppa …… bisakah kau melupakan Sully dan belajarlah untuk mencintai Fany eonni dengan tulus ” ucap Yoona pelan, Siwon membeku ditempatnya, lidah dan sekujur tubuhnya begitu kaku untuk merespon ucapan tersebut.

” aku takut Yoongi-ah …… ” lirih Siwon, Yoona menatap oppanya kecewa dan kemudian melangkah pelan pergi dari kamar Siwon.

Siwon menatap langkah Yoona yg pergi dari kamarnya. Yoona salah, anggapan Yoona tentangnya sangatlah salah. Siwon tersenyum getir ketika Yoona menutup pintu kamarnya.

 

Sekarang Siwon sudah benar benar terperangkap dalam perasaanya pada Tiffany, dia telah jatuh cinta pada Tiffany, namun dia begitu takut untuk mengungkapnya.

 

 

*** Love in time ***

Author Pov.

” ada paket kiriman untukmu sajangnim ” ucap seorang pegawai di boutiq Tiffany dan menyerahkan sebuah paket pada Tiffany yg hendak masuk ke ruang kerjanya. Tiffany mengernyitkan dahinya.

” siapa yg mengirim paket ini ? ” batin Tiffany.

” gomawo …. kau bisa melanjutkan kegiatanmu lagi eunsoo ” ucap Tiffany, kemudian pegawai tersebutpun pergi.

 

Tiffany membuka paket yg baru saja diterimanya. Tiffany membelalakan matanya terkejut ketika melihat foto yg tak asing baginya namun sedetik kemudian dia tersenyum melihat foto tersebut, foto foto tersebut adalah foto fotonya bersama donghae ketika SMP dan SMA. Di salah satu foto tersebut terlihat Donghae yg sedang tersenyum sedangkan Tiffany merengut dengan mata sembabnya, Tiffany ingat saat itu dia menangis karena di ejek temanya ketika SMP dan Donghae berusaha menghiburnya dengan berselfie di depanya. Kemudian Tiffany berlanjut melihat foto foto yg lain, hanya dia dan Donghae yg ada di foto tersebut, Tiffany tersenyum lembut ternyata Donghae masih mengingat semua itu bahkan pria itu belum berubah sedikitpun pada Tiffany.

Tiffany mengernyitkan dahinya ketika melihat sebuah amplop di dalam peket tersebut, kemudian iapun membukanya.

 

From : Donghae

To     : Tiffany Hwang.

 

Aku sengaja mengirimkanya agar kau selalu ingat tentang persahabatan kita dulu, aku akan selalu mengingat hal itu seumur hidupku. Aku ingin mengajakmu ke lotte world jam 7 malam nanti, ayo kita bermain ice kating bersama, akan kutunggu kau disana, aku akan sangat senang jika kau menerima ajakanku.

 

Tiffany tersenyum setelah membaca surat tersebut, namun detik kemudian wajahnya kembali memperlihatkan kesedihanya, akhir akhir ini dia selalu menghindar Siwon, tak terasa dia menitikan air matanya dia sangat merindukan pria tersebut, kemudian Tiffany langsung menghapus airmatanya. Tidak ….. kau harus belajar tanpa Siwon disampingmu agar kelak terasa tidak sangat menyakitkan bagimu untuk melepasnya, batin Tiffany kemudian kembali membereskan foto foto tersebut.

 

*** Love in time ***

Siwon menghela napas pelan, percuma baginya jika harus menolak untuk menemani keponakanya Yieun pergi ke Lotte World.

” Samchon …. ayolah kita pergi ke Lotte world malam ini … ” bujuk gadis manis kecil berusia 3 tahun dihadapanya.

” bagaimana jika kau pergi bersama Yoona aunty saja ? ” tanya Siwon.

” Ne … ayo kita pergi ke Lotte world bersama Yoona aunty malam ini, ayolah Samchon ….. ” Jawab Yieun polos dan memohon. Siwon memutar bola matanya, kali ini dia akan menuruti permintaan putri adik sepupunya, Sooyoung.

” baiklah …. kita akan pergi bersama Yoona aunty ” jawab Siwon pasrah. Nyonya Choi dan Yoona tertawa melihat ekspresi pasrah Siwon.

 

*** Love in time ***

Kini Donghae dan Tiffany sudah tiba di wahana Ice kating, Donghae tersenyum melirik Tiffany yg ada di sampingnya, perasaanya kembali terasa seperti teremas keras ketika melihat Tiffany yg ada di sampingnya, entah kenapa ….. perasaan akan kehilangan itu muncul menghantui Donghae tiap saatnya. Tiffany tak menyadari Donghae yg sedari tadi menatapnya, gadis itu kini hanya fokus mengagumi arena ice kating di depanya.

Donghae menghela nafas pelan tersadar dari lamunanya.

” Apa kau siap untuk ini Nona Hwang ?, kita lihat seberapa jauh perkembanganmu dalam bermain ice kating ? ” tanya Donghae sedikit mengejek, dan menatap tempat ice kating yg begitu luas ramai oleh pengunjung.

” jadi ini alasanmu mengajaku bermain ice kating, baiklah ….. ” Tiffany menarik nafasnya sejenak.

” ayo kita lakukan, mungkin aku akan sedikit kesusahan untuk menyeimbanginya aku sudah tidak terbiasa lagi bermain ice kating ” ucap Tiffany, Donghae terkekeh dibuatnya.

” rasanya tidak akan sia sia jika aku mengajarimu lagi bermain ice kating, ternyata kau masih payah seperti dulu ” ucap Donghae, mulut Tiffany menganga merasa kesal dengan ucapan sahabatnya itu.

” aish ….. ” ucap Tiffany kesal kemudian dia langsung memakai sepatunya dan langsung memasuki tempat tersebut. Donghae hanya tersenyum melihat Tiffany, dia sangat merindukan saat saat seperti ini ketika SMP dulu.

 

Tiffany terus bergerak kesana dan kemari dengan perlahan, terukir senyum yg indah dibibirnya, Donghae yg melihat Tiffanypun ikut tersenyum senang untuk pertamakalinya lagi Donghae melihat Tiffany tersenyum lepas tanpa beban, Dongha terus bergerak sesuai dengan langkah Tiffany yg sedikit kaku.

” ternyata ini sedikit susah ….. ” ucap Tiffany yg terus bergerak meluncur dengan perlahan di tengah arena Ice kating.

” peganglah tanganku …. ” ucap Donghae lembut dan mengulurkan tanganya, Tiffany terdiam sejenak menatap uluran tangan Donghae dan kemudian dia menerimanya dengan senang.

 

Donghae langsung bergerak meluncur dengan lincah di tengah arena dengan Tiffany di sampingnya, tanganya tetap menggenggam erat Tiffany di sampingnya, dia meluncur kesana kemari dengan tempo sedang. Tiffany tertawa bahagia ketika dia meluncur dengan baik meskipun dengan bantuan Donghae. Untuk saat ini dia kelam dalam kebahagiaanya, untuk sejenak dia melupakan semua beban dalam hidupnya yg dipikulnya.

” bukankah ini sangat menyenangkan ? ” tanya Donghae, Tiffany mengangguk senang mengiyakan pertanyaan Donghae.

” kalau begitu aku akan sering sering mengajakmu kemari ” ucap Donghae kemudian dia langsung melepas genggamanya dan meluncur memutari Tiffany dengan bahagia. Tiffany tersenyum  di tempatnya melihat Donghae yg meluncur lincah memutarinya.

 

*** Love in time ***

Siwon berdiri di luar pembatas arena ice kating sambil melihat orang orang di depanya yg sedang bermain ice kating sambil menunggu Yoona dan Yieun yg sedang membeli makanan ringan dan minuman, matanya terus memperhatikan orang orang yg sedang bergerak lincah meluncur kesana kemari di depanya. Beberapa saat kemudian mata Siwon menangkap sosok gadis dengan balutan jacket berwarna peach yg sedang berdiam sambil tertawa bahagia di tengah arena Ice kating, Siwon terus memperhatikan gadis tersebut rasanya dia sangat mengenal bentuk tubuh gadis tersebut, dan detik kemudian betapa terkejutnya dia ketika mengenali gadis tersebut yg tak lain adalah Tiffany bahkan dia juga melihat Donghae yg meluncur lincah mengitari Tiffany di tengah arena ice kating, mereka terlihat sangat bahagia, Siwon terus memperhatikan Tiffany dan Donghae dengan tajam di tempatnya.

Donghae terus meluncur mengitari Tiffany yg tertawa bahagia di depanya, kemudian tanpa sengaja matanya melihat Siwon yg sedang memperhatikan mereka dari luar pembatas arena, Donghae langsung menghentikan gerakanya, matanya dan mata Siwon saling menatap tajam dengan jarak yg jauh,  Donghae tersenyum sinis ke arah Siwon yg menatapnya tajam dan dengan seketika dia langsung……

 

cup…..

Donghae langsung mencium bibir manis Tiffany di depan Siwon dan semua orang di arena tersebut tanpa perasaan takut ataupun malu sedikitpun, Donghae mengecup bibir Tiffany dengan sangat lembut, sedangkan Tiffany dia langsung membelalakan matanya ketika bibirnya merasakan bibir Donghae yg mengecupnya lembut, Tiffany mematung ditempatnya, jantungnya berdegup kencang tak karuan ….. Oh Tuhan apakah semua ini.

 

 

TBC ………

85 thoughts on “(AF) Love In Time Part 4

  1. ciuman donghae bukan ciuman ketulusan abadi kan, fany eonni cuma nganggep sahabat kasian waktunya tinggal bentar lagi siwon oppa ayoo ungkapin dong nanti direbut donghae lagii

  2. kenapa tiff bengong dan ga ngelepas ciumannya? >< tapi itu bukan ciuman abadi kan?
    huhuhu…..makin penasaran nih thor, nextnya jangan lama2

  3. OMO!!!
    Donghae-ssi, what are you doing ???
    Donghae nyium fany ?? bkan cmn Sifany aj yg kget, aq jg’ thor..
    Aduh, gmn tuh prsaan siwon ??

    Ya Ampun, mkin seru bngt ni crtny, please thor klnjtanny jgn lma2.. Jebal..
    fighting..

  4. Wah donghae nyium fany di depan siwon penasaran sma perasaan diwon pas ngeliat itu…
    ayo siwon ungkapin dunk perasaanya ke fany sebelum fany meninggal…

  5. Omoooo!!! Donghae oppa nyium tiff unni >< aduh knp aku jd ikut degdegan xD hayuu siwon oppa cemburu berat tuh pasti liatnya, ayolah siwon oppa jujur sj sblum terlambat huehh :" penasaran batt sama lnjutnya, palliwa! Jan lama lama nde:3 hwaiting!!

  6. Ciuman donghae bukan ciuma ketulusan abadi kan,masa donghae yg jadi penyelamatnya-,- pasti siwon langsung ninju donghae tuh pas tiffany dicium donghae,aigoo udh mulai cemburu kk. oke next chap ditunggu thor!

  7. aaaaaaaaaaiiiiiiiisssshhhh donghae oppaaaaaaa omg amsyooonggg dah gk tau hrs gmn gk bisa mikir, pokoknya maunya tiff cuma sm siwon titik tanpa koma tanpa spasi tanpa tanda seru *jahat hahaha eonn cpt dilanjut ne jgn lama lama okee 😋😋

  8. critax makin hot nih thor, pasti fany kaget bnget kok donghae yg nyium, smoga siwon scepatx memberikan ciuman ketulusan abadi, next yahh thorr

  9. Omaygat yaampun baru buka wp lagi dan lgsg baca ini, aaahhh siwon nya kenapa gitu sih? Kasian itu tiffany bya, ntar kalo donghae udh ambil alih baru aje nyesel duhhh mana waktu nya tiffany sebentar lagi abis-_- jessica bantuin tiff donggg ituuuu

  10. Ckckck Donghae oppa sampe segitunya ya sama Siwon oppa, haruskah ngerebut first kiss Fany eonni didepan Siwon oppa?? Kasihan Siwon oppa and Fany eonni…
    Berharap gk ada kesalah pahaman sama Sifany🙏
    Siwon oppa cie udh mulai jatuh ya ke Tiffany eonni, siapa coba yang gk jatuh liat Tiffany eonni. Tapi oppa beda, karena kebaikan, kesabaran Fany eonni ke Siwon oppa. Dari sisi Siwon oppa kesepakatan itu mungkin udh gk ada, nah ini yang namanya Ketulusan Abadi. Ayo Siwon oppa berani ungkapin perasaan oppa ke Tiffany eonni…
    Nexttt

  11. Disini, udah mulai keliatan siwon mulai membutuhkan tiffany tapi masih aja gak berani, akhirnya keduluanan sama donghae kan ciumannya kekeke, berharap mereka bersatu, dan donghae nya bisa menemukan yang lain.. kalo gak donghae ama yoona aja wkwkw

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s