(AF) 180o part 3

180o part 3(It Must be Ended)

180

Author: ayuhwang

Cast: Tiffany Hwang-Choi Siwon-choi Seunghyun

Genre: Romance, Marrige life, Hurt

Rating: PG-17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Happy reading and comment!!!

 

“nyonya choi sendirian?”

Kesekian kalinya seorang choi siwon bertemu dengan tiffany, istri teman kerjanya yang akan menjadi partnernya dalam proyek pembangunan mall baru.tiffany selalu merasa terganggu karena siwon seolah mencium bau kebohongan rumah tangganya yang selama ini ditutup-tutupinya. berulang kali siwon mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membuat tiffany kikuk dan  tidak bisa menjawab.

“aaa… seunghyun pasti sedang sibuk sampai membiarkan istrimya yang cantik berada di café sendirian tengah malam?”

Tiffany sedang suntuk. Seunghyun sedang tidak berada di rumah dan saat tengah malam tidak bisa tidur, ia memilih berada di café terdekat. Menikmati malam sambil menyeduh coffe latte kesukaannya.

“tuan choi, sebaiknya anda jangan terlalu mencampuri urusan keluarga saya. Kita hanya rekan bisnis” tiffany mulai kehilangan kesabaran menghadapi siwon

“aku sangat tertarik denganmu. kau tahu itu kan? Kenapa seorang choi seunghyun yang begitu mencintai min young akhirnya menikah denganmu?”

Hati tiffany tersentak mendengar nama itu disebut. Nama seorang yang ia dengar dari suaminya saat malam pernikahan mereka. Malam saat dia mengetahui kebenaran bahwa hati suaminya bukanlah miliknya.

“maaf aku sedang terburu-buru” tiffany melenggang begitu saja dari hadapan siwon dan pemuda itu hanya tesenyum melihat gadis itu.

Siwon bagaimanapun adalah teman seunghyun. siwon tahu bagaimana hubungan seungyun dengan min young. Pertanyaan besar baginya adalah bagaimana akhirnya seunghyun menikah dengan seorang gadis lugu, cantik, nan pintar bernama tiffany yang telah mengalihkan pandangannnya sejak pertama kali melihatnya.

Tiffany selalu sendiri kemanapun dia pergi dan entah karena apa siwon selalu tidak sengaja berada di tempat itu. tempat dimana tiffany seolah pikirannya melayang jauh hingga tidak menyadari adanya siwon disana sampai suatu saat siwon mengetahui bahwa seunghyun dan min young masih berhubungan. Ada satu jawaban dari semua pertanyaan siwon atas gadis yang membuatnya tertarik ini “mereka menikah bukan karena cinta”.

Sejak saat itu siwon tidak berhenti mendekati tiffany, mungkin penasaran karena tiffany memang begitu menarik baginya.

“pakai uangku dulu saja” seru siwon dibelakang tiffany

Tiffany sedang kebingungan karena dompetnya yang tiba-tiba menghilang padahal menurutnya ia tadi membawa barang penting itu.walau sebenarnya ia keberatan tapi ia akhirnya hanya bisa mengucapkan terimakasih karena memang pilihannya hanya itu.

“ayo nyonya choi” siwon begitu saja menarik tangan tiffany dan menggeretnya keluar café

“ini dompetmu” ucap siwon setelah keluar cafe

“kau??? Kau mencuri dompetku? membayar kopiku seolah kau pahlawan dan sekarang kau..” tiffany berhenti mengomel karena wajah siwon mendekat

 “haaakh… dengar nyonya choi. Kau menjatuhkan dompetmu saat kau meninggalkanku begitu saja dan kalaupun iya kau punya bukti apa kalau aku yang mencuri dompetmu? Lagipula, ini bukan satu dua kali kau membutuhkan bantuanku, kau sudah terbiasa dengan bantuanku bukan, nyonya choi?”

Bukan pertemuan yang pertama dan bukan pula bantuan yang pertama memang. Tiffany selalu dilibatkan dalam situasi dimana dia membutuhkan bantuan siwon.

“jangan pernah dekati aku” tiffany mendorong bahu siwon dan berjalan menjauh. Dia merasakan jantungnya berdetak tak beraturan saat lelaki itu berada di dekatnya. Walau dia tidak menyukai hal itu, tapi hatinya seolah melompat bahagia tiap itu terjadi.

“kau membutuhkanku nyonya choi” gumam siwon saat melihat tiffany yang mulai menjauh

—sifany—

Siwon seolah mengiyakan kalimat tiffany, dia menjauh dari wanita itu. bahkan tiffany seringkali diacuhkannya dalam presentasi maupun hal-hal penting lainnya. Tiffany bahagia, begitulah yang dia tanamkan dalam pikirannya setelah kepergian gangguan seorang choi siwon. walau terselip perasaan rindu akan segala perlakuan siwon padanya

“aku baik-baik saja tiffany” suara tidak asing itu membuat tiffany yang dipenuhi kekhawatiran berbalik. Siwon yang berbalut perban dikepalanya menunjukkan wajah terbaiknya dan tersenyum memeluk tiffany. beraninya seorang choi siwon memeluk istri temannya sendiri bahkan memanggil gadis itu dengan namanya, tanpa embel-embel choi. Tapi yang paling aneh adalah seorang tiffany tidak berusaha mengelak dari pelukan itu. Apakah ini berarti dia membenarkan apa yang selama ini siwon katakan?

Bahwa rumah tangganya dengan seunghyun adalah palsu

Bahwa ia membutuhkan siwon

Bahwa siwon berhasil membuatnya jatuh cinta

“apakah kau begitu mengkhawatirkan aku” tiffany tidak menjawab dia masih shock dengan apa yang baru saja terjadi. Siwon dan tiffany sedang mengecek lapangan terkait pembangunan proyek mereka. Karena tiffany maupun siwon yang tidak ingin bersama, akhirnya mreka berpisah di tempat dan meninjau tempat dari sisi yang berbeda. Namun secara tiba-tiba semua pekerja heboh karena siwon tertimpa bahan bangunan dari atas dan dilarikan ke rumah sakit. Tiffany langsung menuju rumah sakit dan menemukan siwon yang secara tiba-tiba berada di belakangnya dan memeluknya.

“aku sudah bilang aku adalah orang yang paling memahamimu” kalimat yang sering tiffany dengar itu kini membawanya kembali pada dunia dimana ia berpijak. Segera ia mendorong siwon dan memandangnya penuh amarah.

“kau sama saja dengan yang lain” dan ia kembali melenggang begitu saja.

—sifany—

“kau adalah orang yang terlalu memikirkan orang lain, kau adalah orang yang selalu lugu dan mengiyakan apa kata orang lain, kau tidak pernah punya pilihan sendiri, kau membiarkan orang lain mengatur hidupmu, kau membiarkan prinsipmu membunuhmu pelan-pelan, kau tahu bagaimana suamimu tapi kau membiarkannya karena kau tidak tahu harus bagaimana? Tiffany, apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau tidak pernah mengikuti kata hatimu?”

siwon mengucapkan kalimat itu penuh dengan kemarahan. Dia tidak tahan dengan sikap acuh wanita yang kini tertunduk lesu di hadapannya. Siwon seolah sangat mengenal tiffany, ia sangat yakin tiffany mencintainya  dan  tiffany membutuhkannya. Tapi wanita keras kepala itu selalu mengelak dengan dalih yang sama “ia telah bersuami”. Padahal siwon tahu betul bagaimana rumah tangga itu dibangun.

Tiffany menangis, seolah menumpahkan segala apa yang ia rasakan selama ini. rumah tangga yang ia idam-idamkan selama ini tidak pernah berjalan semestinya. Ia telah menjadi menantu tapi tidak pernah menjadi istri. Dalam tangisan itu siwon menciumnya.

“siwon aku mohon berhenti seperti ini” rengek tiffany mencoba menghentikan ciuman siwon.

“aku tahu kau juga mencintaiku” jawab siwon tanpa berusaha menghentikan ciumannya. “kau merasa bersalah? Dia tidak pernah memandangmu dan mungkin sudah berkali-kali bercinta dengan selingkuhannya itu”

Tiffany berhenti memberontak. Tiffany memandang siwon penuh arti. Apa yang dikatakan siwon benar. Sudah hampir satu tahun dia berusaha menjadi istri yang baik namun suaminya tidak pernah menghiraukannya. Tiffany masih suci, sesuci hatinya kala ia dilamar keluarga Choi. Kalimat siwon berhasil meluluh lantahkan pertahanan yang dibangunnya. Ia menyerahkan dirinya.

Dan sesungguhnya, dari semua ketidak sengajaan yang berujung pada sebuah bantuan itu terselip sebuah senyum penuh arti dari seorang choi siwon. mungkin beberapa memang Tuhan yang menggerakkan, tapi beberapa lagi Tuhan menggerakkannya lewat tangan seorang choi siwon.

—sifany—

“kau kenapa?” tiffany kembali berteriak

Nafas siwon putus-putus sambil mencoba menetralisir dirinya, tapi gagal. Siwon yang dulu kini kembali. Amarah yang meledak-ledak akibat melihat gadis yang dicintainya makan malam bersama suaminya. Baginya kesabarannya sudah habis mengingat sekarang seunghyun setiap hari selalu meminta makan siang bersama dan seringkali mendapati tiffany dan seunghyun bersama di perusahaan.

Siwon ketakutan, takut kehilangan tiffany dan dia berusaha mati-matian menampik pemikiran bahwa gadis polos itu mulai jatuh cinta dengan seunghyun, ti juga gagal. Pikirannya selalu saja menuju pada suatu konklusi bahwa “gadis polo situ akan mudah jatuh cinta pada suaminya”.

“apa kau tidur dengannya?”

“bagaimana bisa kau punya pemikiran..”

“jawab saja”

“kalau iya kenapa? dia suamiku. Kami berhak melakukan apapun”

“tidak. Kau tidak mungkin melakukannya, aku tahu itu” jawab siwon sambil terus menampakkan wajah antara marah, takut, dan gugup

“kenapa kau menanyakannya kalau kau adalah orang yang paling mengerti aku” tiffany seolah capek menjelaskan semua keadaan yang terjadi. Siwon tidak pernah seperti ini padanya.

“tiffany, kau hanya mempermainkan aku? Oh, aku tidak percaya seorang gadis polos seperti kau bisa mempermainkanku”

“apa maksudmu? kau yang punya pemikiran-pemikiran tidak jelas itu”

—sifany—

“aku ingin kalian bercerai” kini, siwon dan tiffany adu argumen lagi untuk kesekian kalinya, setelah teriakan demi teriakan di apartemen siwon beberapa waktu lalu. Seunghyun kembali menjadi materi pembicaraan yang selalu membuat kedua orang itu berujung pada perdebatan.

“siwon. aku tidak mungkin bercerai dengannya. Kau tahu itu kan?”

“berarti benar kalau kau mempermainkanku”

“siwon jangan mulai lagi” tiffany mulai mencium bau pertengkaran kali ini

“kau akan meninggalkanku untuk suamimu bukan? Suami yang…”

“siwon aku mohon jangan mulai lagi”

“kau selalu seperti ini. Mengelak membahas hal ini. kenapa? apa kau benar-benar mulai mencintainya?” siwon mulai menyakiti tiffany lagi

“lepaskan aku siwon si” tiffany mulai kesakitan, siwon mencengkeram erat pundaknya

Tok tok tok… “tiffany”

Mereka berdua saling memandang mendengar suara seunghyun. jam memang menunjukkan waktu makan siang dan seunghyun memang biasa menghampiri tiffany di ruang kerjanya untuk mengajaknya makan siang.

“siwon lepaskan aku” tiffany berusaha mengelak karena siwon terlihat akan menciumnya setelah mengetahui seunghyun berada tak jauh dari mereka.

Siwon berhasil mencium tiffany. bukan ciuman yang lembut dan hangat seperti biasa. Jenis ciuman yang kasar dan menekan hingga tiffany tidak bisa bernafaspun siwon masih tetap saja menciumnya penuh tekanan.

““kau hanya milikku, kau tidak mungkin bersama seunghyun. Kau hanya seorang istri yang tidak dianggap olehnya-“ bola mata tiffany membulat mendengar pernyataan siwon di sela ciuman itu“-kau hanya wanita yang dicampakkan suamimu, terbuang, dan..”

PLAKK

Tangan tiffany bergetar hebat setelah menampar siwon. selama ini dia pikir hanya siwonlah yang memahaminya. Dia tidak pernah berpikir bahwa seseorang yang berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya itu bisa mengucapkan kalimat memilukan seperti itu. kalimat yang selama ini selalu terngiang-ngiang ddalam dirinya dan menghantuinya.

“kau tidak berhak berkata seperti itu tuan choi” ucap tiffany diiringi aliran air mata di pipinya. “kau tidak perlu menekankan betapa menyedihkannya diriku. Aku memang hanya wanita hina dan tidak seharusnya juga kau mendekati wanita hina ini”

“tiffany, siwon” pintu kantor tiffany terbuka

“kau sedang ada disini siwon si?”

“aku hanya sedang meminta tanda tangan dari nyonya choi” siwon mengambil salah satu dokumen dari meja tiffany dan beranjak keluar dari ruang tiffany.

—sifany—

Mata tiffany hanya memandang pesan dari siwon. Lelaki keras kepala itu kembali berulah, dia kembali menjejal tiffany dengan berbagai pertanyaan dan tuntutan. Sejak kapan lelaki itu kini berubah begitu menekan tiffany? tiffany mengerti siwon sedang cemburu. Siapa yang tidak was-was melihat orang yang dicintainya begitu dekat dengan suaminya? Tapi tiffany benar-benar tidak tahan dengan siwon yang semakin lama semakin membuatnya tidak bisa bernafas dengan segala prasangka dan tuntutan itu.

“kau belum tidur?” suara seunghyun menginterupsi lamunan tiffany tengah malam itu. Seunghyun hanya dibalas senyuman dan anggukan oleh istrinya.

“seunghyun, aku ingin kita bercerai” setelah hening beberapa saat mereka berdua duduk dalam diam, tiffany akhirnya mengucapkan kalimat yang sama sekali tidak disangka oleh seunghyun.

Tatapan tiffany tidak sedikitpun beralih dari pandangan menerawang jauh sedang kan seunghyun masih belum menanggapi pernyataan tiffany.

“aku tidak akan bertanya kenapa kau meminta bercerai. Aku tahu yang kita bangun ini bukanlah rumah yang akan membuatmu nyaman. Tapi,…”

“aku tidak menyalahkanmu seunghyun si, sungguh. Ini bukan tentangmu, ini tentang aku yang ingin mengakhirinya, hanya itu”

—sifany—

“aiigooo..tiffany. oemma sudah menunggumu lama” wajah nyonya choi kali ini terlihat sangat bahagia, tiffanypun ikut sumringah melihatnya

“oemma, katakan, apa yang membuat oemma begitu bahagia?” tanya tiffany sambil menerka-nerka kenapa perempuan yang sudah dianggap sebagai ibunya ini tersenyum sangat lebar.

Nyonya choi segera menyeret tiffany ke ruang keluarga. Dilihatnya ruang keluarga itu ramai. Bukan hanya seluruh keluarga choi berkumpul tapi juga Jessica ada disana.

“Jessica. Kau ada disini?” tanya tiffany sambil memberikan pelukan hangat pada sahabat yang paling disayanginya itu

“taraaa… siwon sudah setuju untuk menikah dengan Jessica” seketika itu juga senyum tiffany memudar. Dilihatnya Jessica terlihat bahagia dan malu-malu setelah nyonyai choi berteriak bahagia. Sedangkan siwon, lelaki menyebalkan itu juga tersenyum penuh kedalaman makna saat menatap tiffany.

“aku sangat berterimakasih kau mengenalkanku dengan jessica” ucap siwon sambil merangkul bahu Jessica

“chukkae. Semoga kalian bahagia” ucap tiffany bahagia. Memaksakan senyum terbaiknya di depan sahabat dan kekasihnya itu. sedangkan lelaki keras kepala itu, terlihat menyimpan amarahnnya dalam wajah tampannya saat mendengar ucapan selamat dari tiffany.

—sifany—

“bagaimana? Kau bahagia? Aku akan menikah dengan orang yang kau rekomendasikan” ucap siwon dalam mobil

Siwon bersikeras mengantar tiffany pulang karena ia ingin bicara dengan gadis yang telah mengabaikan telfon maupun pesannya selama seminggu ini.

“menjadikan Jessica sebagai permainan. Kau pikir ini lucu?” ucap tiffany marah

“iya. Seperti menjadikanku permainan mu. Kau pikir itu lucu?” timpal siwon. lelaki ini sekarang selalu seperti itu, dipenuhi amarah.

Tiffany datang ke rumah keluarga siwon karena tahu kekasihnya ada disana. Ia berharap akan memberikan kabar baik untuk hubungan mereka tapi siwon justru sebaliknya. Memberikan berita paling tidak diduga, mengejutkan, dan menyakitkan.

“sudahlah percuma. Kau hanya berkutat di pikiran busukmu itu”

“aaa.. pikiranku busuk? Laau bagaimana denganmu nona choi? Dicampakkan oleh suamimu dan sekarang kau mencampakkanku?”

Tiffany benar-benar sama sekali tidak mengenali siwon sekarang. Perlakuan kasarnya, ucapan penuh amarahnya, dan pikiran-pikiran buruknya.

“who are you? Siwon yang aku kenal tidak pernah meneriaku, berkata kasar padaku, dan mengolokku. Who are you?” suara tiffany bergetar diiringi air mata yang lepas begitu saja

Siwon terdiam melihat gadisnya kini berlinang air mata. Sejak seunghyun dan tiffany dekat, hal yang paling ditakutkan siwon “kehilangan tiffany” seolah berada di depan mata.

“aku tidak pernah mengerti jalan pikiranmu. Kita berpisah saja. selamat tinggal”

“tiffany, maaf..”

“jangan pernah menyentuhku” kali ini tiffany benar-benar seolah mencurahkan semua kekesalannya dalam ucapannya. Teriakannya bahkan membuat semua tubuh siwon bergetar hebat saat tiffany menyentakkan tangan tiffany dengan kasar.

Ketakutan akan kehilangan tiffany kini justru membuat ketakutan terbesar itu terjadi. Tiffany memutuskan hubungan mereka. Gadis itu pergi meninggalkan mobil siwon dan benar-benar menolak didekati. Detik itu, ia sadar telah menyakiti hati wanita paling berharga dalam hidupnya.

—sifany—

Televisi dihebohkan dengan berita perceraian dua pasangan yang selama ini terlihat serasi dan harmonis. Choi seunghyun dan tiffany resmi memberitahu public tentang perceraian baik-baik mereka. Terlihat mereka bersalaman dan saling memeluk seolah perceraian bukanlah penghalang bagi hubungan baik mereka.

Pemberitaan ini sontak menghebohkan korea. Terlebih keluarga tiffany  dan seunghyun yang tak tahu menahu tentang permasalahan itu. belum sempat berita itu mendingin.

“sekarang oemma benar-benar membutuhkan penjelasan kalian”

Keluarga choi dan hwang berkumpul berusaha memecahkan permasalahan anak-anak kesayangan mereka. Tiffany sudah siap hal ini akan terjadi. Keputusan untuk mengakhiri segala kerunyamanan dalam hidupnya benar-benar bulat. Walau seorang choi siwon yang diharapkannya akan menjadi tujuan dari segala apa yang dimulainya ini kini hilang dalam hidupnya, tapi ia benar-benar jengah dengan segala masalah-masalah yang semakin lama semakin rumit ini. dia ingin mengubah hidupnya, jauh lebih baik.

“aku yang menginginkan perceraian ini” ucap tiffany tegas. Keluarganya hanya bisa terperangah mendengar pengakuan tiffany.

“aku yang salah oemma” seunghyun berusaha membela tiffany. lelaki tanpa perjuangan itu, mendiamkan segala yang terjadi dalam hidupnya begitu saja. saat orang tuanya tidak merestui hubungannya dengan miyoung dan menjodohkannya dengan tiffany, ia diam saja. saat sebenarnya dia merasakan letupan-letupan bahagia bersama istrinya, ia juga membiarkan istrinya menngakhirinya tanpa mau memperjuangkannya. Tapi, setidaknya saat seperti ini dia tidak ingin wanita yang telah menjadi temannya itu disalahkan.

“ini adalah masalah pribadi kami. Aku harap oemma dan appa  tidak ikut campur urusan kami” lanjut tiffany masih dngan nada yang sama

“tiffany!” nyonya hwang benar-benar naik darah melihat kelakuan tiffany. tiffany yang dikenalnya bukan seperti ini.

“yeobo, tiffany sudah besar. Dia pasti sudah mempertimbangkan masak-masak semua keputusannya” ucap tuan hwang menenangkan istrinya.

Ya, perdebatan itu akhirnya berlanjut hingga pada akhir dimana baik keluarga hwang dan keluarga choi tidak bisa mengutik keputusan anak-anak mereka karena tiffany tetap bersihkukuh dengan keputusannya dan seunghyun tidak mengatakan apa-apa selain mencoba memberikan pengertian kepada seluruh keluarganya bahwa ini bukan kesalahan tiffany.

—sifany—

Tok tok tok

Tuan hwang memasuki kamar anaknya itu dengan menampakkan senyum lebarnya.

“appa? Aku sedang bersiap-siap” ucap tiffany dengan nada bahagia yang dipaksakan

Tidak, tuan hwang tidak mengatakan apapun pada anak kesayangannya itu. lelaki itu hanya tersenyum, memberikan senyum yang penuh ketentraman dan memeluk anaknya erat. jenis pelukan seorang ayah yang hangat. seketika itu juga tangis tiffany pecah.

“menangislah. Appa yakin anak appa sudah bisa bertanggung jawab atas segala keputusannya. Kau tidak perlu merasa bersalah dengan appa. Soal oemmamu, biar appa yang menenangkannya”

tangan tuang hwang menyeka air mata putrinya itu. “oia, kau benar-benar tidak ingin menemui pemuda tampan itu? dia masih saja menunggumu di luar”

siwon, lelaki menyebalkan itu sejak berita perceraian itu keluar berusaha menemui tiffany tapi gadis itu tidak menemuinya barang sebentar. Sepertinya tiffany benar-benar ingin mengakhiri hubungannya dengan choi siwon. Walau semua ini berawal dari desakan siwon tapi segala perlakuan siwon telah membuatnya berpikir bahwa dia tidak hanya harus mengakhiri segalanya dengan choi seunghyun tapi juga dengan seorang choi siwon.

99 thoughts on “(AF) 180o part 3

  1. Wow.. tambah complicated nih..
    Disaat Tiffany udh pisah dari Seunghyun, Siwon malah bakal mau nikah sama Jessie…

    makin penasaran sama kelanjutannya..
    great job thor! ^^
    suka sama jalan ceritanya..😀

  2. huufft ceritanya makin complicated….akhirnya tiffany sama seunghyun udah pisah…
    siwon mulai kelabakkan cemburu n takut kehilangan tiffany….

    ditunggu next partnya …

  3. Tuh kan siwon gk sabar dan gk percaya sama tiffany akhirnya fany muak sama perlakuan siwon dan meminta berpisah, duhh bagaimana nih kelanjutannya seru kali, sica mau kawin sama siwon tapi hati siwon masih sama tiffany jadi serbasalah, dan seunghyung pun dia sebenarnya tidk mau berpisah kepada fany, tapi karna itu semua keputusan fany dia menghargainya, heheheh, next thor fighting

  4. aaah siwon jangan plin plan, kasihan tiff, mommy sudah sering tersakiti :’) uhh daebak author🙂 keep writing, I’ll waiting

  5. mwo ????
    tbc ???
    dsaat fany mw pergi ya..
    hummpff..tp drmna ayah fany thu prihal siwon ?
    ap beliau jga thu ttg hub sifany ?
    aigooo bnyk bgt teka-tekiny..
    next part aj dh. smga smua it bsa trjwab hhee
    dan …konflikny mkin seruuuu

  6. daebak! makin bikin gereget aja.. mendebarkan hahah
    seunghyun bakal balik sama minyoung? penasaran hari” Sifany klo lagi pisah hehe. happy ending ya^^

  7. Yaaa siwon oppa sih nuntut mele kan jadi gini😦 huhu greget batt dehh semakin complicated, tiff unni sudah cerai trus siwon oppa akankah menikah dg jess unni? Andwaeeeee, sifany hrs bersatu lg:( next part juseyooo, hwaiting!!

  8. teruuuussss sifany ku gmn thor huaaaaa blm ending kan ini pliiisss jgn ending dulu bnr gk tega kalo ini bisa ending gantung huhuhu, next patt yaahh hehhehehe

  9. wawwww bikin nangis tambah complicated dibikin penasaran banget
    ujungnya sad ending apa happy ending yaaa
    ditunggu next nya

  10. Aku bingung ini udh end atau belum? dari kalimat yg akhir kyak udh end tpi dari alur,cerita ‘n menurutku masih ada kelanjutan’y yg harus happy ending kan kesian tiffany klau sad ending masa iya hidup’y cuma buat nangis terus😐

  11. Bercerai? Suatu kabar baik & buruk bersamaan…
    Baik karna Tiffany bisa mulai hubungan dengan Śiwon, buruk karna Tiffany merasa sakit hati dengan Siwon
    /eh

  12. Part 1 sama part 2 nya belum dibaca.. :3 Jadi bingung. Tapi agak ngerti kok. Kekekeke~
    Ahhhh kzllll bangettttt.. Padahal Fany eonni sama Seunghyun oppa jangan dulu cerai. Buat Siwon oppa makin kesel dulu aja. Hehehehe😀

  13. Yes cerai
    akhirnyaaa..
    Sdikit ksel sh sm sikap siwon trlalu over kaya’a
    Tp moga2 tiffany mo maapin yaa
    Sifany’a b’satu lg dh
    Abis itu happy END yeay… *loh
    ok next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s