(AF) Prince Choi and Cinderella

Prince Choi and Cinderella

  

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Choi Si Won

Genre: drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan komentar yang membangun(membangun semangat tentunya).dan saran, oke..Happy reading!!!

Kerumunan massa mengelilingi tanda kuning bertuliskan “do not across the line”. Para Wartawan ikut berkerumun berusaha mencari gambar dan motif dari kasus bunuh diri yang baru terjadi. Tidak jauh dari sana, sepasang suami istri berteriak histeris melihat anak gadisnya bersimbah darah tak bernyawa. Gadis cantik bermarga hwang itu diketahui bunuh diri dari lantai 23 apartemennya. Tidak kuasa menahan kesedihan, ibu gadis itu pingsan dipelukan suaminya di depan mayat anaknya.

“choi, terkutuk kau.. terkutuk..” suami itu benar-benar marah

***

“kau masih memikirkan cinderellamu won?”

Pria tampan yang tengah ditanya sahabatnya itu sibuk membenamkan dirinya dengan setumpuk pemikiran yang semuanya berujung pada gadis yang ditemuinya seminggu lalu. Termangu menatap kalung indah di tangannyasambil membayangkan pertemuannya dengan gadis misterius itu. Gadis cantik yang dengan berani mencium siwon di bar saat pesta ulang tahun leeteuk. Tingkah gila gadis itu telah membuat CEO perusahaan kontraktor terkemuka di korea itu ikut gila dibuatnya. Berhari-hari dia mencari pemilik kalung indah yang ia pegang, tapi nihil. Leeteuk mengatakan gadis itu bukan tamu undangannya, gadis itu penyusup di pesta ulang tahunnya sekaligus penyusup di hati sahabatnya.

“aku tidak tahan lagi, arrrgghh, dimana kau? Aku bisa gila. Kau tahu teukie, hanya wajahnya yang terus menerus dikepalaku dan tingkah gilanya itu benar-benar membuatku ikut gila. Arrgghh” nada siwon terdengar benar-benar frustasi

“sudahlah, kau sudah berusaha menemukannya, jangankan melihatnya, mengetahui namanya saja tidak. Banyak gadis cantik di luar sana pangeran tampan” kata leeteuk sambil memakan salmon pedasnya.

Mereka sedang makan di sebuah restoran sea food dan siwon sedari tadi tidak menyentuh makanannya, sibuk dengan pikirannya sendiri. Bagaimana mungkin menemukan gadis itu terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami? Dia mempunyai kekuasaan dan kekayaan tapi sepertinya itu semua tidak berguna. Hanya tuhan yang tahu keberadaan Cinderellanya itu dan malam itu, Tuhan tidak hanya baik hati, dia sedang memberi kado pada seorang choi siwon.

Dilihatnya cinderellanya itu berjalan tak jauh dari jangkauan matanya. Gadis di bar yang terlihat begitu liar itu kini memakai gaun biru muda yang membuatnya terlihat begitu anggun. Guratan rasa tidak percaya sekaligus bahagia bercampur menjadi satu di wajah siwon, ingin rasanya saat itu juga dia berteriak dan memeluk cinderellanya itu.

Sebagai orang yang telah lama mencari bak orang gila tidak makan berhari-hari, dia mengikuti gadis itu menuju ke sebuah meja besar yang telah diduduki oleh beberapa orang. Duduk disamping meja itu dan menguping pembicaraan orang-orang dalam meja besar itu. sesekali menggoda gadis itu, memberi tanda bahwa siwon berada disana dengan tatapan matanya. Walau akhirnya hanya akan diacuhkan oleh gadis bermata indah itu.

Akhirnya dari pembicaraan itu siwon mengetahui siapa nama gadis itu, bahkan keluarganya. Sebuah kebetulan ataukah memang takdir, tapi siwon tidak mengindahkan sebuah kebenaran yang diketahuinya.

***

Dua jam lebih siwon menunggu dan gadis itu akhirnya keluar sendirian dari restoran, melepaskan sepatu haknya, dan menggantinya dengan sepatu flat. Dalam satu gerakan saja siwon sudah mengunci pergerakan gadis itu dan mencium gadis itu penuh. Tak peduli bahwa gadis itu kini sekuat tenaga menjauhkan tubuhnya dari siwon, mendorong bahu siwon sebisa mungkin, dan tidak membalas ciumannya. siwon memang sudah gila. Baginya, kelakuan nakal gadis itu tempo hari telah membuatnya kehilangan akal sehat, bibir tiffany baginya sudah seperti narkoba baginya.

PLAK

“kau gila” ucap tiffany angkuh

“tempo hari kau telah mengambil separuh jiwaku nona, aku perlu mengambilnya kembali dengan cara yang sama” ucapnya diiringi smirk. Ditatapnya tiffany dengan intens.

“jadi gadis liar di bar kemarin adalah anak mama dan papa, tiffany hwang” nama gadis itu ditekan saat siwon mengucapkannya, diiringi tawa bahagia akhirnya ia mengetahui nama gadis itu.

Tiffany hwang, gadis itu terlihat anggun dan feminim di depan keluarganya. Kelakuannya berbeda seratus delapan puluh derajat saat gadis itu di luar rumah, jauh dari mama papanya.

“bukan urusanmu” tiffany tidak mengindahkan kalimat siwon, ia terus berjalan tanpa peduli siwon yang terus menggodanya

“dan sepertinya aku kehilangan start karena aku dengar dirimu tadi akan ditunangkan dengan lelaki tampan yang duduk di seberangmu tadi”

“apakah aku begitu mengagumkan hingga kau begitu tertarik padaku?” godaan gadis itu dibalas senyuman oleh siwon.

“kau tidak hanya menarikku, kau membuatku gila” tiffany tertawa renyah mendengar gombalan siwon. Sedangkan siwon memandangnya penuh kekaguman, senyum gadisnya itu seolah meluluhkan seluruh jiwa yang tersisa diraganya.

“apa orang tuamu tahu gadis polosnya itu begitu nakal diluar rumah?” tanya siwon

Kerah siwon dengan cepat ditarik tiffany, jarak mereka begitu dekat hingga siwon dengan leluasa memandang tiap mili wajah cantik tiffany, hatinya melonjak bahagia

“jangan coba-coba berurusan dengan orang tuaku. Aku akan selalu menjadi gadis  yang dibanggakan orang tuaku. Jadi sekarang, kembalikan kalungku” tiffany mencoba meraih kalung disaku bawah jas siwon namun tangan siwon dengan cepat menggengamnya.

“gadisku ternyata sangat menakutkan. Apakah kau selalu seperti ini saat jauh dari orang tuamu?”

Tiffany hanya menatap nanar lelaki dihadapannya, sejak kapan tiffany menjadi miliknya, gadisku tsk. “apakah kau selalu seperti ini dengan gadis-gadis?”

Kesekian kalinya, tiffany membuat siwon terkagum-kagum. Entah dengan spontanitasnya, sikap gilanya, kepandaiaannya berbicara, ataupun dengan senyumannya. Sedangkan tiffany, tidak menghiraukan siwon. dia sedang tidak ingin meladeni lelaki ini, wajahnya menunjukkan kelelahan. Gadis itu berjalan menyusuri trotoar dengan lesu. Seolah ingin melepaskan beban berat yang ia tanggung seharian. Ditemani oleh siwon yang memandangnya dengan kagum.

“apa kau akan melakukan segalanya untuk orang yang kau cintai?” setelah hampir setengah jam menyusuri jalan dalam diam, tiba-tiba kalimat itu keluar dari mulut tiffany.

“tentu”

“walau itu begitu menyakitkan dan melelahkan?” tanya tiffany masih dengan wajah flatnya, memandang jalanan yang semakin lama semakin kosong

“tentu, aku akan melakukan segalanya untukmu walau menyakitkan dan melelahkan” tiffany enggan berkomentar, dia sedang tidak membicarakan mereka. Pandangannya menyiratkan kesedihan dan kelelahan. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Ingin rasanya siwon menghilangkan semua kesedihan yang ada dalam benak cinderellanya itu.

“apa yang-?” tanya tiffany saat pergelangan tangannya di tarik oleh siwon dan direngkuhnya cinderellanya itu dalam pelukannya. Membuat siwon lebih bisa memandang mata indah yang sekarang tertutupi satir kesedihan itu.

“kau sudah bersenang-senang denganku waktu itu. Sekarang giliranku”

Siwon mulai mengayun pelan tangannya dan tubuhnya. Benarkah mereka sedang berdansa? di tengah jalanan gelap? Hanya bermusikkan suara alam? Tiffany tersenyum tipis menanggapi lelaki dihadapannya itu dan mengikuti gerakan siwon yang semakin lama semakin menenangkan. Mereka berdua mulai menikmati permainan itu dan semakin terhanyut dalam hipnotis malam. Berdansa sambil membicarakan hal-hal yang menyenangkan.

“lihatlah, kau semakin cantik jika tersenyum seperti itu” ucap siwon saat dansa mereka berakhir

“terimakasih, pangeranku” sungguh panggilan yang sangat manis. Cinderella dan pangerannya, sebuah kisah dengan kalimat Happily Ever After di akhir cerita. Tapi memang tiffany tidak mengetahui nama pangeran tampan di hadapannya. Jadi tidak salah jika tiffany memanggilnya pangeran.

“wow, kau mulai menggodaku lagi” ucap siwon tak percaya.

“kau selalu membuatku ingin menggodamu pangeran”

“itu seharusnya dialogku Cinderella” ucap siwon

Malam itu, dua insan manusia itu berjalan menyusuri jalanan malam seoul tanpa mengetahui akibat apa yang akan mereka timbulkan saat hubungan yang mereka jalani beranjak ke level yang lebih tinggi.

@keluarga hwang

“tiffany, kenapa baru pulang, ayah mengkhawatirkanmu?” suara tuan hwang terdengar jelas meski hanya siluetnya yang terlihat di kegelapan rumahnya. Sudah tengah malam, seluruh lampu rumah telah dimatikan, dan tiffany baru sampai rumah.

“appa belum tidur?”

“bagaimana mungkin appa tidur kalau anak appa masih berkeliaran di jalan?”

“hanya sedikit mencari udara segar appa”

“apakah begitu menyesakkan berada disini?”

“appaaaa” tiffany tahu arah pembicaraan ini akan kemana. Dia memeluk appanya, mencoba menenangkan appanya

“ maafkan appa. Appa adalah appa yang buruk” tuan hwang menangisi anaknya. Entah apa yang diperbuatnya tapi ini bukanlah tangisan pertamanya atas anak-anaknya. Baginya, seberapapun berusaha nyatanya dia tidak bisa membahagiakan anak-anaknya.

“appa adalah appa dan suami paling baik yang pernah aku temui. Aku harap suamiku nanti akan seperti appa, begitu menyayangi keluarganya” beginilah, tiffany dan tuan hwang adalah sahabat baik. Saling mendorong dan menyemangati.

“apa kau mencintai calon suamimu?”

“Sehun adalah pilihan oemma. Jangan khawatir appa, aku akan mencintainya nanti. Bukankah appa dan oemma dulu juga dijodohkan? dan kalian benar-benar membuatku iri” jawab tiffany gembira. Menyembunyikan semua perasaan ragu dalam dirinya untuk membahagiakan lelaki paruh baya di depannya.

Tuan hwang kembali memeluk tiffany “kau memang anak appa paling manis.”

“tentu, aku anak satu-satunya” kata tiffany

“kita akan menghancurkan bedebah itu bersama” batin tuan choi

Anak dan ayah itu berpelukan cukup lama hingga terdengar suara rintihan dari kamar atas, nyonya hwang kembali bermimpi buruk untuk kesekian kalinya. Tiffany dan tuan hwang segera berlari ke kamar dan menenangkan nyonya hwang.

“yeobo, itu hanya mimpi buruk” ucap tuan hwang saat memeluk istri tercintanya. Tiffany berdiri di samping mereka penuh kekhawatiran dan berharap depresi yang dialami ibunya akan segera berakhir. Satu hal yang selalu membuat tiffany khawatir adalah oemmanya. Wanita yang terlihat cantik walau sudah berkeriput itu mengalami depresi akut yang membuatnya bisa masuk ke rumah sakit kapan saja jika emosinya sedang tidak stabil.

“kita akan segera balas dendam dengan mereka. Segera” gumam tuan hwang sambil terus memeluk istrinya yang tampak sangat rapuh itu

-sifany-

Siwon tidak ingin melepaskan pandangannya pada wanita menakjubkan yang sedang makan dengan begitu lahapnya di depannya.

“kenapa kau selalu memandangku seperti itu?”

Kesekian kalinya mereka bertemu, di waktu dan ditempat yang tidak terduga. Hubungan mereka telah mencapai tahap yang lebih tinggi walau mereka sendiri tidak tahu apa itu. Terkadang saat tiffany suntuk akan masalahnya, dia ke apartemen siwon. Menghabiskan malam dengan pangerannya, seseorang yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya yang penuh tekanan ini. Menceritakan semua permasalhannya, bermain kartu bersama dengan siwon yang selalu menang dan minta hadiah ciuman, berbelanja bersama dengan siwon yang selalu membayar belanjaan, dan pergi liburan bersama dengan siwon yang selalu menuruti kemanapun tiffany pergi.

“kau jadi menikahi sehun itu?” tanya siwon saat mereka duduk bersantai di balkon apartemen siwon dan menikmati teh kesukaan mereka sambil menikmati jalanan yang mulai ramai aktivitas pagi

“mmmm”

“kau tidak mencintaiku?” tanya siwon sewot

“aku selalu mencintaimu pangeranku” gadis ini selalu menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sama. Menggembirakan memang, tapi tidak ketika kau tahu bahwa gadis yang kau cintai begitu mudahnya menyatakan cinta sebegitu mudahnya dia akan menikahi orang lain.

“aku ingin kita kabur”

“ayo, kita akan kemana lagi kali ini. Aku juga sedang suntuk” jawab tiffany

“kabur. Bukan berlibur, tapi menculikmu” direngkuhnya tubuh tiffany dari belakang penuh sayang. “kita berdua hidup bersama selamanya, Happily Ever After. Bagaimana?” nada dan ekspresi siwon benar-benar serius, tiffany tahu hal itu

“tidak bisa pangeran, kau tahu itu kan” bagi tiffany, walalu dia nyaman pada siwon, tapi siwon hanyalah pangeran di dunia fantasinya. Dia tidak akan bisa mengelak dari perjodohan yang baginya adalah salah satu jalan membahagiakan orang tuanya. Jalan yang bagi siwon suatu hari adalah jalan rusaknya hubungan siwon dan tiffany. Tiffany menceritakan masalah keluarganya pada siwon. tentang ibunya, ayahnya, bahkan dirinya.

Tiffany tidak pernah tahu apa yang diketahui siwon. Gadis itu bahkan tidak tahu apa pekerjaan siwon, orang tuanya, dan apapun tentang siwon. gadis itu tidak tahu dan tidak mau tahu. Baginya, selama dia menikmati hubungannya dengan siwon itu tidak masalah. Siwon adalah pangeran impiannya yang tersesat dalam dunia nyata.

—sifany—

Kilauan mata membunuh tiffany benar-benar terpancar jelas. Mereka berdua sedang duduk berdua dan di dampingi teh kesukaan mereka. Bukan di balkon rumah siwon, tapi di kantor siwon. Tiffany shock bukan main saat mengetahui siapa CEO perusahaan konstruksi Hyundai, rival dari calon suaminya dan dari keluarga yang begitu dibenci ayahnya. Bodohnya dia tidak mengetahui latar belakang pangerannya selama ini. sikapnya yang tidak peduli membawa dampak buruk baginya. Sekarang, saat ia harus menemani sehun dalam sebuah presentasi sebuah perusahaan, ia harus bertemu dengan pangerannya itu.

“jadi kau selama ini mendekatiku karena sudah mengenalku?”

“justru itu yang harus aku tanyakan nona hwang. Mendekatimu? Siapa yang menciumku di pesta? Aku rasa kau yang mengenalku duluan nona hwang” walau siwon kali ini tidak memandang tiffany dengan penuh kekaguman seperti biasanya, tapi sorotan teduh matanya yang sarat akan cinta tetap terlihat. Hari yang ditakutkan siwon akhirnya tiba, hari dimana tiffany mengetahui siapa siwon sebenarnya. Pemuda dari keluarga yang menghancurkan hidupnya, hidup keluarganya.

Keluarga hwang dan keluarga choi dahulu pernah menjalin hubungan baik, sangat baik hingga kejadian memilukan itu, kematian laura hwang. Kedua keluarga itu pernah akan menjadi besan karena kedua anak mereka, choi seunghyun dan laura hwang(kakak siwon dan tiffany). cintanya yang tidak berbalas membuat gadis itu depresi dan loncat dari lantai 23 apartemennya. Tiffany kala itu masih berumur 10 tahun dan berada di amerika untuk berlibur, dia tidak tahu menahu apa-apa sampai ayahnya menceritakan segalanya dan memohon pada tiffany agar tidak memberontak lagi pada orang tuanya perihal pemaksaan appanya atas dirinya.

Ucapan Siwon benar dan tiffany benar-benar menyesali kenapa dari sekian banyak lelaki di dunia harus siwon yang harus menjadi orang itu, orang yang seumur hidupnya didengarnya dari appanya adalah keluarga yang paling harus dijauhi.

“baiklah tuan choi. Sepertinya hubungan kita berakhir disini saja” mengakhiri sesuatu yang memang akan berakhir bukankah akan lebih baik, sebelum rasa cinta itu semakin menguat dan membesar.

“saranghae”

Siwon dengan santainya menyatakan cintanya. Sebuah kalimat yang sering tiffany dengar dari pangerannya selama ini.

“aku sudah bilang, kita kabur saja dari sini. Kita saling mencintai, kenapa..”

“tuan choi” ucap tiffany tegas. “hubungan kita hanya ada dalam negeri impian. Kau tidak boleh mencintaiku, begitupun sebaliknya”

Siwon mengendus mendengar ucapan tiffany “siapa kau berhak mengatakan itu? Tuhan yang memberikan cinta. Permusuhan di keluarga kita tidak ada hubungannya dengan kita tiffany” siwon mencoba menjelaskan, berharap gadis itu luluh dan mau menghentikan permusuhan keluarga yang sangat memuakkan ini.

—sifany—

Hujan tak mempedulikan malam yang semakin larut. Menerpa jalanan kota seoul yang tak pernah sepi walau sudah melewati tengah malam. Langit seoul yang suram mengikuti hati tiffany yang gelisah dan gundah sehabis bertengkar hebat dengan appanya. Perselisihan dan pertengkaran hebat tuan hwang dan tiffany baru saja terjadi. Tiffany menginginkan pembatalan pernikahannya dengan sehun. Sebuah kenyataan pahit yang baru didengarnya bahwa ayahnya ingin menggunakan sehun untuk balas dendam pada keluarga choi. Pemuda baik hati itu menurutnya terlalu baik untuk diikutkan dalam permainan busuk pembalasan dendam keluarga choi. Tiffany tidak menyangka ayahnya begitu dendam dengan keluarga choi.

Pukulan berat bagi tiffany mengetahui appanya seperti itu. Tiffany tidak ingin sehun ikut dalam permainan ini. sedangkan tuan hwang bersi keras bahwa mereka harus balas dendam pada keluarga choi, pertengkaran hebat terjadi, untuk pertama kalinya tiffany tidak mengalah pada lelaki paruh baya itu. Dia tidak mencintai sehun dan tidak ingin ayahnya masuk dalam dendam berkepanjangan.

Tiffany kini berjalan lunglai, menyusuri jalanan seoul dengan terseok dan basah kuyup. Ketika hati sedang gundah, hanya satu tempat tujuan yang ada di kepalanya, rumah pangerannya, apartemen siwon.

Siwon membuka pintu apartemen dan mendapati tiffany dalam keadaan yang mengerikan. Tertunduk lesu dengan pakaian basah dan tanpa beralaskan kaki. Sungguh keadaan yang tidak pernah siwon lihat dari seorang tiffany hwang yang elegan dalam keadaan apapun.

“tiffany, kau..” siwon memandang tiffany penuh dengan tanda tanya

“pangeran-“ masih dengan menundukkan kepala, gadis itu kembali memanggil siwon dengan sebutan yang sangat dirindukan siwon.

“-apa- aku boleh menginap-disini? Hujan deras- dan aku..” tiffany menahan isak. tiap kalimat yang diucapkan tiffany begitu lirih dan di dalamnya terdengar penuh kesakitan. Air mata tiffany yang mengalir diiringi air hujan yang melekat dalam tubuhnya tidak terlihat, tapi mata dan hidung tiffany yang memerah memperlihatkan semuanya. Betapa hari ini dia lalui dengan derai air mata.

“aku..aku tidak tahu lagi harus kemana” akhirnya tiffany berhasil menyelesaikan kalimatnya

Siwon tidak menunggu lama untuk mempersilahkan tiffany masuk. Siwon tidak berkata apa-apa. Bukankah dia sangat memahami tiffany? tiffany sedang tidak baik dan tidak ingin bicara apapun. Bahkan gadis itu seolah melupakan bahwa siwon adalah orang yang harus dijauhinya selama ini.

Rambut tiffany dengan telaten dikeringkan oleh siwon. gadis itu tetap tak memandang siwon.

“sudah kering, sekarang tidurlah” ucap siwon lembut

Gadis itu tidak bergeming justru kembali mengeluarkan air matanya. siwon benar-benar ikut rapuh melihat gadisnya terlihat menderita seperti itu. dia memeluk tiffany erat dan semakin erat. seolah ingin menghilangkan semua beban yang ada di pundak tiffany. air mata tiffany dengan bebas mengalir di dada siwon. tanpa sepatah katapun tiffany akhirnya terlelap. Kembali tertidur di ruangan itu untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan dan setelah benar-benar mengenal siwon.

—sifany—

Pagi harinya tanpa diduga siwon terbagun dengan mendapati tiffany yang sudah memasak di dapur, seperti biasanya. Membuat teh susu hangat untuk mereka berdua. Seperti sebuah keajaiban hari ini datang dan terulang kembali, rasanya seperti mimpi.

“tiffany” ucap siwon menginterupsi kegiatan tiffany yang sedari tadi sibuk membuat teh susu sambil bernyanyi-nyanyi riang

Tiffany tersenyum melihat wajah tampan siwon yang baru bangun tidur, merindukan wajah tampan itu. “Cinderella dan pangeran”

Ucapan tiffany benar-benar membuat siwon semakin melebarkan senyumannya. Benarkah ini terjadi? Cinderellanya kembali? Dia kembali menjadi pangeran? Dia bersumpah seumur hidupnya hanya ingin dia lalui seperti ini, hanya berdua dengan tiffany tanpa tahu status mereka, marga mereka, ataupun semua fakta kehidupan yang sangat memuakkan di luar sana. Siwon mendekatkan diri pada tiffany dan memeluknya erat, sangat erat hingga tiffany kesulitan bernafas.

“aku merindukanmu, sangat merindukanmu Cinderella, pangeranmu sangat sangat merindukanmu” mata siwon terpejam, seolah ingin menyimpan tiap mili memori membahagiakan ini. bau khas tiffany, pelukannya, dan semuanya. Dia ingin menyimpannya dalam. Sedangkan tiffany tersenyum melihat tingkah siwon.

“kau begitu mencintaiku?” siwon hanya menganguk-anggukan kepalanya

“kalau begitu lepaskan, kau akan membunuhku” siwon melepaskan pelukannya sambil tersenyum penuh arti dan memandang tiffany seperti dulu, penuh kekaguman dan cinta, bukan lagi cinta dan air mata.

Mereka kembali bermain dan bercanda pagi itu. kembali menjadi pangeran dan Cinderella.

“ayo pangeran, minum tehnya, kau tidak suka teh susu buatanku?” siwon hanya menggelengkan kepalanya. Matanya tidak mau lepas dari tiffany, bahkan untuk beberapa detik untuk menyeruput tehnya.

“minumlah pangeran” ucap tiffany lagi untuk kesekian kalinya, tapi jawaban siwon tetap sama

“minumlah” ada jeda sebelum senyum gadis itu memudar. “minumlah, sebelum kita kembali menjadi romeo and Juliet”

Raut muka siwon dan tiffany berubah sedih. Mereka tahu bahwa kesenangan sesaat ini tidak akan bertahan lama karena kehidupan di luar sana begitu tidak mengingin kan mereka bersama.

“haruskan kau pergi secepat ini?” tanya siwon saat tiffany membenarkan dasinya. Jarak jendela hati itu begitu dekat bahkan degupan jantung ketakutan kehilangan itu semakin meningkat seiring jam waktu yang bergerak menyadarkan mereka akan pekerjaan yang harus dijalaninya.

Sejenak tiffany terdiam, memantapkan hatinya sebelum menjawab “pangeran, kau begitu tampan. jadilah pangeran yang baik dan bijaksana. Temukan tuan putrimu yang baik”

“aku sudah menemukannya” ucap siwon memandang cinderellanya. “berjanjilah, apapun yang terjadi, buat dirimu bahagia, jangan mengorbankan dirimu lagi, entah itu untuk orang tuamu, aku, atau siapapun”

Tiffany tak kuasa menahan air mata yang mengiri senyum terbaiknya itu. siwon yang melihatnya itu pun ikut menangis, diciumnya tiffany dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Air mata mereka menyatu seperti halnya tautan bibir mereka. Tidak ada nafsu di dalamnya, seperti sebuah ucapan selamat tinggal atas putusnya harapan akan kehidupan bersama mereka.

—Sifany—

Tiffany mempercepat langkahnya memasuki rumah sakit, baru saja ia bertekad untuk menjelaskan semua yang terjadi pada appanya, siwon dan dirinya. Dia mencintai siwon, benar-benar cinta hingga ia memberanikan diri untuk mengambil keputusan berada di jalur musuh appanya. Namun, sebelum itu terjadi tuan hwang tiba-tiba terjatuh di lantai rumahnya tak sadarkan diri. Segera ia memeluk appanya saat memasuki kamar rawatnya. Tuan hwang mengalami serangan jantung dan kini koma, entah kapan akan sadarkan diri. sebuah kenyataan yang begitu dibenci tiffany adalah tuan hwang masuk rumah sakit setelah bertemu dengan siwon.

—sifany—

“apa yang kau lakukan pada appaku?” tiffany begitu saja masuk ke kantor dan menggebrak meja siwon.

“aku hanya..”

“jangan pernah kau menyentuh keluargaku, mengerti? Dan aku tidak perlu penjelasanmu. Kalian sekeluarga ternyata sama saja, pembunuh” tiffany memang sedang emosi. Tidak peduli bahwa dia sedang berdiri di kantor perusahaan dan memaki CEOnya. Siwon naik pitam. Dia tidak menyangka tiffany mampu mengucapkan kalimat kasar padanya.

“jangan pernah menghina keluargaku seperti itu tiffany hwang” ucapan siwon disertai geraman menahan amarah. Mungkin saja kalau bukan tiffany gadis itu sudah dia tampar sekarang

“ayahku kau buat koma di rumah sakit. Ibuku shock hingga masuk rumah sakit juga. Lalu kau pikir aku harus bagaimana?” siwon benar-benar shock dengan apa yang di dengarnya. Tiffany berteriak seperti orang gila hingga tidak merasakan bahwa kini ia berlinang air mata.

“apa aku harus berterimakasih padamu tuan muda choi yang terhormat” tiffany menggebrak meja siwon hingga membuat teh susu siwon tumpah mengenai dokumen-dokumen siwon. Beberapa detik tiffany terpaku melihat minuman tumpah itu, siwon meminum minuman favorit mereka.

“baru saja aku..aku..” tiffany tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya. Apakah ia akan mengatakan bahwa dia sebenarnya telah benar-benar mencintai siwon dan telah memilihnya. Namun apa yang terjadi pada appanya seolah peringatan bahwa seorang choi memang harus dijauhi.

“jangan pernah dekati aku dan keluargaku” suara tiffany penuh ancaman. “anggap aku tidak pernah ada dalam hidupmu. Maafkan aku yang menciummu di bar waktu itu dan kau tidak perlu meminum minuman yang dulu tidak kau suka” tiffany meninggalkan kantor tanpa mau menatap siwon.

Terduduk lesu di kursinya. Siwon tidak menyangka bahwa hal ini yang akan terjadi.

Siwon memasuki rumah keluarga hwang dengan penuh emosi.

“seorang choi dilarang masuk rumah ini, apa yang kau lakukan disini?” ucap tuan hwang marah

“kau, appa terburuk yang pernah aku tahu” tuan hwang hanya bisa menampakkan wajah penuh tanda tanya sekaligus penuh amarah

“tuan hang yang terhormat. Hentikan memperdaya tiffany. berhenti menjadikan dia alat untuk balas dendam dan berhenti menjadikannya boneka bernama  laura hwang”

Siwon benar-benar tidak habis pikir dengan lelaki tua dihadapannya. Menjadikan anak sendiri boneka yang bernama laura hwang. Sebenarnya bukan semuanya salah tuan hwang. Nonya hwang yang depresi sejak kematian anak pertamanya itu akhirnya bisa keluar dari rumah sakit sejak melihat tiffany. namun, gadis itu semakin lama dibentuk seperti laura. Tiffany tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri. selera pakaian, jurusan sekolah, apapun itu selalu dipilih oleh oemmanya. Tuan hwang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali tiap malam meminta maaf kepada tiffany atas semua yang terjadi.

“choi” teriak taun hwang. “kau dan seluruh keluargamu tidak pantas menyebut nama anakku yang telah kalian bunuh”

“laura choi meninggal karena bunuh diri tuan hwang, seharusnya kau sadar akan hal itu. dia meninggal karena bunuh diri. Terlalu terobsesi dengan kakakku yang tidak mencintainya”

PLAK

Tuan hwang benar-benar emosi kali ini.

“kau telah kehilangan anak pertamamu dan sekarang kau menghancurkan hidup anakmu satu-satunya. Kau-benar-benar-ayah-yang menyedihkan”

PLAK

Nafas tuan hwang tak beraturan menahan emosi

“tiffany selalu menangis tiap malam, dia menangis. kau tidak tahu bagaimana sulitnya dia bernafas di rumahnya sendiri..” kaki siwon terduduk dan air matanya kini mengalir. Dia tidak tega lagi melihat gadisnya menderita.

“aku sangat mencintainya dan aku yakin kau juga. Bagaimana mungkin kau tega menghancurkan anakmu sendiri”

Siwon menemui tuan hwang tidak dengan maksud buruk. Dia hanya ingin menyadarkan tuan hwang, tidak lebih.

—sifany—

Kaki jenjang tiffany melangkah mantap di koridor kantor perusahaan hwang. Gadis itu kini menjadi wanita sukses yang sedang dibicarakan pebisnis-pebisnis di korea selatan. Hubungan kerjasama perusahaan hwang dan perusahaan oh digadang-gadang akan semakin membesar. Bahkan mereka kini menjadi saingan utama dari Hyundai. Tiffany dan sehun menjadi “partner kerja yang baik”. Ya, tidak lebih dari itu karena tiffany secara baik-baik telah membatalkan perjodohan itu. Sehun yang memang baik justru menawarkannya bentuk kerjasama karena tahu bahwa tiffany adalah orang yang pandai dan dapat dipercaya.

Siwon dan tiffany benar-benar berpisah. Tiffany sehari-hari disibukkan di kantor dan akhir pekan akan ia sibukkan di rumah sakit menemani ibunya ataupun tuan hwang yang sampai saat ini belum juga sadar dari koma. Terkadang, siwon bertemu dengan tiffany saat ada presentasi tender. Tapi tiffany selalu berusaha mengalihkan pandangannya dari tatapan siwon yang seolah bisa meruntuhkan pertahanannya  kapan saja.

“suatu kehormatan akhirnya bisa bertemu dengan nona hwang” tiffany tersentak melihat siwon di depannya.

Mereka sedang berada di pesta ulang tahun taeyon, teman tiffany yang berpacaran dengan leeteuk. Pesta ulang tahun taeyon dirayakan di bar yang sama dengan bar leeteuk dulu. Kini mereka kembali bertemu, bertemu di tempat yang sama dan dalam keadaan yang sama, Sama-sama asing. Siwon menggandeng gadis cantik yang terlihat sangat bahagia bisa bersanding dengan siwon.

“tentu” jawab tiffany singkat sambil menatap sinis gadis yang berdiri di samping siwon.

Tidak bisa ditampik bahwa dirinya kini sedang dibakar cemburu melihat siwon dengan wanita lain. Bukankah siwonnya tidak pernah berhenti terkagum-kagum padanya? Bukankah siwonnya itu selalu menjadi miliknya? Bukankah siwonnya adalah orang yang selalu mencintainya? Tunggu, siwon yang dibicarakannya adalah pengerannya. Bukankah dia sendiri yang menghapus pangerannya dalam hidupnya? Begitu egoisnya dia masih berharap siwon masih menjadi miliknya sementara dia dengan mudahnya meninggalkannya. Tapi begitulah tetap saja tiffany tidak bisa menyembunyikan wajah sinisnya pada gadis itu.

Tiffany terus meminum minumannya sambil beberapa kali melihat siwon yang terlihat bahagia berdansa dengan gadis itu.

Dansa, tidak seharusnya siwon mengajak wanita lain berdansa dengannya, itulah yang dipikirkan tiffany. sedangkan tidak jauh dari sana, pikiran siwon dipenuhi kegembiraan. Kegembiraan akan wanita barunya ataukah ada kegembiraan lain?

“selamat atas kesuksesanmu nona hwang”  Siwon mengambil begitu saja mocktail di tangan tiffany dan meminumnya. Tiffany segera beranjak menjauh namun siwon mencengkeram erat lengannya hingga tiffany merintih kesakitan.  Cengkeraman erat itu membuat tiffany tidak bergeming dan hanya diam menatap siwon yang terus minum.

“tuan choi, kau mabuk. Berhentilah” ucap tiffany mencoba menghentikan siwon

“kau yang sedang mabuk. Aaaa.. Panggil aku pangeran, aku akan berhenti” ucap siwon

Tiffany tertawa mendengar siwon. “pangeran, berhenti..” siwon mencium tiffany dalam . dia tidak ingin kehilangan cinderellanya, hanya itu yang dipikirkannya. sedangkan tiffany tidak menolak ciuman. Ya, dia sangat merindukannya. Kerinduan akan siwon yang mencoba dia tepis selama berbulan-bulan. Siwon tersenyum dalam ciumannya yang semakin dalam itu, “dia berhasil” pikirnya.

—sifany—

“terima kasih sudah kembali kesini Cinderella” mata teduh siwon kini bersinar penuh kebahagiaan melihat tiffany yang mulai terbangun. Ya, tiffany terbangun di kamar yang sangat familiar baginya, apartemen siwon. Tiffany tidak mengindahkan ucapan siwon. Segera beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.

“apa yang kau lakukan?” tanya tiffany saat siwon dengan tiba-tiba ikut masuk dalam kamar mandi

“kau selalu mengacuhkanku padahal aku tahu kau juga sangat merindukanku”

“dalam khayalanmu” jawab tiffany singkat sebelum memasukkan sikat gigi ke mulutnya

“jadi tadi malam cuman khayalan? Tidak bisakah kau berhenti keras kepala dan mengakui kalau kita saling mencintai?”

Tiffany tetap melanjutkan gosok giginya tanpa mau mendengarkan siwon.  sedangkan siwon seolah juga tidak mau tahu kalau omelannya di dengarkan atau tidak. Dia terus saja mengomel.

“cinta itu melibatkan dua hati. Kalau kau memang mencintaiku seharusnya kita berjuang bersama. Kenapa kau justru menyulitkan jalan kita seperti ini. Tiffany hwang dengarkan aku. Apa kau mencintaiku, kau mau berjuang bersamaku?”

Tiffany menatap siwon walau sebenarnya dia enggan “aku tidak suka melihatmu dengan wanita lain. Kau hanya boleh berdansa denganku dan apapun itu aku tidak suka kau membuatku merasakan perasaan seperti tadi malam” siwon tersenyum puas mendengar jawaban tiffany.

“kau mau apa?” tanya tiffany saat siwon juga ikut bersiap keluar apartemen

“ikut denganmu”

“aku akan mengunjungi ibuku dan aku mohon, berhenti mengunjungi ibuku” Tiffany tahu, siwon selama ini selalu mengunjungi ibunya di rumah sakit. Tiffany mengerti kenapa siwon melakukannya. Bukankah kita harus mengatasi setiap permasalhan dari sumbernya?

CUP

“bukankah kita sudah sepakat untuk berjuang bersama. Ayo kita menemui ibu mertuaku bersama” siwon begitu saja menciumnya dan menyeretnya keluar apartemen menuju rumah sakit ibunya. Sejak kapan tiffany mengiyakan kalimatnya dan tiffany merasa siwon terlalu banyak menciumnya sejak tadi malam.

—sifany—

Tiffany terharu melihat siwon dan ibunya bercanda gurau. Ibunya belum tahu latar belakang siwon tapi setidaknya dua orang yang sangat dicintainya itu kini duduk bersanding dan terlihat gembira. Penyakit ibunya tidak bisa begitu saja disembuhkan, sedikit demi sedikit ibunya akan tahu semuanya pada saat tepat. Saat dimana ibunya siap.

“terimakasih pangeran” ucap tiffany di tengah perjalanan  pulang mereka

“aku hanya ingin kau tahu kalau aku masih memperjuangkanmu dan…tunggu, kau tadi bilang apa?” tanya siwon saat menyadari ucapan tiffany

“terimakasih”

“bukan, setelahnya?”

“tidak ada” goda tiffany

“ayolaaah Cinderella”

“molla” tiffany selalu seperti itu meninggalkan siwon dengan perasaan

“kita akan kemana?” tanya tiffany saat sadar dia tidak mengenali jalanan yang mereka lalui

“molla” jawab siwon sambil menirukan ucapan tiffany. Tiffany yang digoda memanyunkan bibirnya dan disambut dengan tertawa kemenangan dari siwon.

—sifany—

“kau mau di mobil seharian?”

“iya kalau perlu” jawab tiffany

“ayo turun cinderella” sejak lima belas menit lalu siwon berusaha membujuk kekasihnya untuk segera turun dari mobil tapi tiffany tidak menggerakkan badannya sedikitpun dari tempat duduknya.

“kenapa kau mengajakku kesini? aku belum siap” kalimat itu juga meluncur untuk kesekian kalinya saat siwon menyuruhnya untuk turun dari mobil.

“memangnya kau mau kesini kapan? Kau hanya akan bertemu orang tuaku, bukan presiden. Tak perlu persiapan, biasa saja” kata siwon mencoba menenangkan kekasihnya itu. Siwon ingin mengenalkan kekasihnya itu pada keluarganya dan tidak ada keraguan akan hal itu.

“tiffany, istriku sudah menyiapkan makan siang untuk kita. Kau tidak ingin bertemu dengannya?” suara tuan choi mengalihkan pandangan dua kekasih itu.

“appa?”

“tuan choi?”

Makan siang keluarga choi kali ini benar-benar berbeda dari biasanya, lebih hangat dan lebih ceria. Siwon ternyata telah menceritakan segalanya pada keluarganya. Tuan dan nyonya choipun terlihat sangat menyayangi tiffany. Setelah makan siang keluarga choi menceritakan segalanya pada tiffany dan meminta maaf. Akhirnya tiffany mengetahui segalanya, bukan hanya dari pihaknya. Tapi juga dari seorang choi seunghyun. ya, tiffany bertemu dengannya, seorang lelaki yang membuat kakaknya terobsesi hingga membuatnya gila.

“aku tidak bermaksud membuat kakakmu bunuh diri. Kami berteman sangat baik tapi aku tidak pernah menyangka bahwa dia begitu mencintaiku. Aku minta maaf tiffany”

Choi seunghyun yang berdiri sambil membawa anak lelakinya yang berumur 5 tahun itu terlihat sangat bijaksana dan kebapakan.

“maafkan aku dan keluargaku yang begitu membenci kalian” itulah jawaban akhir tiffany. Selama ini dia salah paham. Appanya telah menceritakan dari sisi yang berbeda dan sekarang dia tahu kebenaran yang terjadi. Suatu permasalahan itu memang agaknya harus dilihat dari berbagai sisi.

—sifany—

“tiffany… Cinderella…” siwon sedari tadi memanggil tiffany dan yang dipanggil hanya menatap jalanan seoul dari dalam kaca mobil.

Sejak dari rumah keluarga choi, tiffany terdiam. Entah apa yang direnungkannya tapi dia terlihat berpikir keras. Siwon akhirnya meminggirkan mobilnya.

“tiffany, kau..emmph” bola mata siwon melebar. Tiffany menciumnya. Ya, untuk pertama kalinya setelah semua permasalahan itu terjadi. Bukankah selama ini selalu siwon yang memulainya. Siwon kehabisan kata-kata saat ciuman itu berakhir dan tiffany hanya memandangnya penuh cinta

“saranghae” ucap tiffany sambil menampakkan senyum indahnya dan memeluk siwon erat.

“begitu egoisnya aku ketika meninggalkanmu sementara kau terus berjuang untuk kita. Oemmaku, orang tuamu, dan appa. Mianheo..mianheo” ucap tiffany sambil berurai air mata. Sejak bertemu keluarga choi sebenarnya dia sudah ingin menangis. Terharu karena perjuangan pangerannya. Pangerannya kini terlihat nyata dan dia bertekad untuk berjuang bersama. Berjuang lebih keras karena seperti apa yang siwon bilang padanya bahwa cinta itu bisa dimiliki jika diperjuangkan oleh dua sisi.

Siwon tersenyum mendengar ucapan tiffany. Seluruh perjuangannya tidak sia-sia.  “nado saranghae Cinderella” ucap siwon mempererat pelukannya

Epilog

Tiffany berlari menuju di koridor rumah sakit. Appanya sadar, itulah yang perawat katakan padanya di telfon.

“appaaa” tiffany menghambur ke pelukan tuan hwang

“tiffany” tuan hwang tersenyum dan membalas pelukan tiffany

“maafkan appa, maafkan appa” gumam tuan hwang.

“appa, appa bicara apa?” ucap tiffany tidak paham

“jika kau memang tidak kuat, pergilah”

Tiffany tersentak dengan ucapan tuan hwang “appa..”

“pergilah bersama pangeranmu itu. appa tidak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu lagi” tiffany seolah mematung dengan perkataan appanya

“appa merestuiku?”

“appa minta maaf  karena menjadi appa yang buruk untukmu. Pergilah bersama pengaranmu itu, appa tidak akan memaksamu lagi. Maafkan appamu yang memaksamu menikah dengan sehun dan memaksamu menjadi kakakmu” ucap tuan hwang sambil menngelus pipi tiffany yang kini mulai berurai air mata lagi

Ini hari apa? Kenapa hari ini begitu banyak keajaiban terjadi dalam hidup tiffany? siwon yang berdiri tidak jauh dari mereka juga tak kalah bahagianya. Tuan hwang merestuinya, akhirnya.

 

78 thoughts on “(AF) Prince Choi and Cinderella

  1. Suka sma jalan ceritanya, tapi masih bnyak bgt typo nya thor ㅠㅠ tapi gpp deh ☺ nggk nyangka perjalanan hidup fany kayak gtu huhu kasihn trus siwon perjuangnnya juga luar biasa dan skrng sifany hidup bahagia 😂😂 hihi btw sifany ciuman mulu deh wkwkw sukaa🙈 okay thor ditunggu ff lainnya smga bisa lbih baik lagi ya ^^

  2. KEREEEEENNNN dan akhirnya aku bisa baca ff dengan hati yg lebih plong karena tiffany udah “kembali” sama siwon appa wkwkwk 😂😂😂 lanjut author , ini bagus banget 💟💟💟

  3. “cinta itu melibatkan dua hati. Kalau kau memang mencintaiku seharusnya kita berjuang bersama” haha aku suka kalimat itu, tapi endingnya kurang gemeus..🙂
    eh it’s just my opinion🙂, but overall very well. fighting😀

  4. KERENNN!!! suka sama jalan ceritanya. yaampuuun selalu deh sifanu manisnya to the max. ah seandainyaa real seandainya hihihi ^^ suka deh pokoknya. daebak!!

  5. ending yang madih ngeggantung. tapi seneng akhirnya tiffany sama siwon bisa bersatu. dan masalah antara keluarga siwon dan tiffany bisa terselesaikan juga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s