(AF) Dad, I want Mommy (PART 2) END

Dad, I want Mommy (PART 2) END

D2

Author: @zoey_loe

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won–Lauren Hanna Lunde

Support cast:  Kim Taeyeon–Lee Donghae–Jessica Jung

Length: Twoshoot

Genre: Romance, Marriage Life

Rating: 15

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan. FF ini murni hasil kerja keras ku!!

Okey!! Happy reading and keep RCL please…….

 

“daddy, igo” Lauren menyodorkan sebuah kertas putih yang dilipat dengan rapih.

“ige mwoya?” tanya Siwon mengambil kertas putih tersebut.

“Taeyeon Songsaengnim bilang itu sebuah  undangan untuk mu, dan kau di haruskan untuk datang” Lauren memperhatikan Siwon yang tengah membaca undangan itu.

Hari senin nanti di sekolah Lauren akan ada perayaan  “FATHERS DAY” dalam  satu minggu penuh ayah dari anak anak akan mendapat giliran mendongeng di depan kelas, begitu juga Siwon.

“ahh sepertinya daddy tidak bisa datang. Bagaimana kalau granddaddy yang akan datang?” Siwon berbohong, sebenarnya dia malu untuk berdongeng di depan putri dan teman teman putrinya.

“ahjussi tidak bisa seperti itu. Apa kau tidak bisa baca “FATHERS DAY” bukan “GRANDFATHERS DAY”” bela Tiffany yang baru saja bergabung bersama Siwon dan Lauren. Tiffany yang mendengar penolakan siwon geram.

“apa yang ahjumma bilang benar dad, ini FATHERS DAY. Apa daddy tidak bisa meninggalkan pekerjaan satu hari saja, aku juga ingin menunjukan ke teman teman ku kalau daddy ku yang tampan pandai berdongeng” rayu Lauren dengan jurus puppy eyes nya.

“baiklah akan daddy usahakan” Siwon tersenyum, sangat terpaksa tak ingin mengecewakan putrinya.

“yeay horreee!!” teriak Lauren menghambur kepelukan Siwon menghujani nya dengan kecupan kecupan ringan dipipi Siwon. Tiffany tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapan nya.

 

“daddy aku lapar” ucap Lauren mempoutkan bibir nya.

“daddy akan memesankan makanan untuk mu” Siwon mengambil handphone nya dan mulai sibuk dengan benda itu.

“ahjumma ikut lah makan bersama kami” ajak Lauren.

“Lauren mianhae. Ahjumma tidak bisa, sudah punya janji dengan seorang teman” ucap Tiffany menyesal lalu mendudukan Lauren di pangkuan nya.

“siapa? Pria atau wanita? Apa aku boleh mengenalnya?” tanya Lauren sambil memainkan rambut Tiffany.

“pria. Baiklah akan ahjumma kenalkan kau dengan nya, jika dia sudah datang nanti” Tiffany mencubit pipi Lauren gemas. Siwon yang sedari tadi mendengar pembicaraan Tiffany dan Lauren sedikit penasaran. Siapa pria itu? Teman atau pacarnya? Batin Siwon.

 

“lauren kajja, teman ahjumma sudah datang, dia di luar sekarang” Lauren mengangguk, lalu mengikuti Tiffany berjalan kearah pintu.

Ketika Tiffany dan Lauren sudah di depan rumah, Donghae keluar dari mobilnya. Lauren yang melihat Donghae tidak mengedipkan mata nya sama sekali. Mulutnya sedikit terbuka “tampan sekali” ucap Lauren dalam hati.

“Lauren Choi” tegur Tiffany, melihat Lauren yang masih asik memandangi Donghae.

“oops sorry” Lauren tersenyum malu, Tiffany menggeleng gelengkan kepala nya melihat tingkah Lauren.

“ini Lee Donghae teman ahjumma, ayo perkenalkan dirimu” Lauren masih tersenyum dan menunduk malu.

“annyeonghaseo Donghae oppa, joneun Lauren Choi imnida” Lauren membungkuk sopan.

“Yak! Kau  harus memanggilnya ahjussi, dia umurnya sama dengan ku bahkan lebih tua dari ku” protes Tiffany, bagaimana bisa Lauren memanggil Donghae oppa sedangkan dia di panggil ahjumma. Aissh bukan kah itu tidak adil.

“anyio. Aku akan memanggilnya oppa, boleh kah?” Lauren menatap mata indah Donghae menunggu jawaban dari pria itu.

“tentu anak manis” Donghae mensejajarkan tubuhnya dengan Lauren.

“kau tampan” puji Lauren malu malu sambil menggigit kuku kuku jari nya. Tiffany tidak menyangka Lauren akan berkata seperti itu.

“benarkah? Kau juga cantik. Masuklah di luar dingin kau bisa sakit nanti” ucap Donghae mengusap kepala Lauren sayang.

“apa kita bisa bertemu lagi?” tanya Lauren, dia masih ingin bertemu Donghae besok besok dan besok lagi.

“tentu, aku akan sering main kesini” Lauren yang ada di hadapan nya sangat bertolak belakang dengan Lauren yang pernah Tiffany ceritakan. Anak ini terlihat lembut dan manis.

“janji yaa oppa” Lauren mengacungkan jari kelingking nya, Donghae menautkan jari mereka lalu tersenyum.

“See u Donghae oppa, ahjumma annyeong” Tiffany hanya membalas nya dengan senyuman, Donghae melambaikan tangan nya ketika Lauren masuk dan menutup pintu.

“sepertinya Lauren menyukai mu oppa” ucap Tiffany menggoda Donghae.

“ya ya ya, jangan bilang kalau kau cemburu” Donghae mencolek hidung mancung Tiffany.

“percaya diri sekali tsk!!” Tiffany berjalan menuju mobil meninggalkan Donghae.

“mengaku saja Fany ahh” Donghae berlari menyusul Tiffany. Tiffany tidak menjawab dan langsung masuk ke dalam mobil. Di balik jendela sepasang mata tengah memperhatikan mereka, ya Siwon memperhatikan Tiffany dan Donghae sejak tadi. Dengan kesal Siwon menutup hordeng dengan kasar.

“Dad, apa yang kau lakukan? Mengintip ya?” Lauren yang baru saja masuk mempergoki Siwon yang sedang mengintip dari jendela.

“anyio. Kenapa kau tersenyum begitu?” Siwon mengalihkan pembicaraan, melihat Lauren yang tak berhenti tersenyum sejak masuk tadi.

“dad, teman ahjumma tampan sekali”adu Lauren masih dengan senyum manisnya. Siwon terkejut mendengar ucapan Lauren, anak nya sudah bisa menilai mana orang yang tampan.

“apa dia lebih tampan dari daddy mu ini?” Siwon meletakkan tangan nya di pinggang.

“kau yang paling tampan dad” Lauren merentangkan tangan nya, meminta Siwon menggendongnya.

“tapi maaf, kali ini aku tidak berpihak dengan mu. Karena teman ahjumma lebih tampan dari daddy” Siwon mengurungkan niatnya menggendong Lauren. Duduk di lantai, Siwon menarik Lauren lalu menggelitik perut nya.

“haha daddy stop. Please stop” ucap Lauren di sela tawanya tapi Siwon mengabaikan permohonan Lauren.

“tidak. Sebelum kau bilang daddy lah yang paling tampan” paksa Siwon. Tangan nya masih bekerja di sekitar perut Lauren.

“hahah baiklah daddy hahah yang paling tampan hahah”

“itu baru anak ku” Siwon menghentikan aktifitas menggelitiki Lauren, lalu mengecup pipi putrinya. Lauren hanya tersenyum dan menstabilkan nafas nya yang hampir hilang gara gara ulah daddy nya.

 

***

Tiffany dan Donghae sedang menikmati makan malam di sebuah restoran cukup mewah, sudah ada dua porsi steak dan satu botol wine di meja. Tiffany nampak bingung, makan malam ini terlihat berbeda dengan makan malam biasanya.

“ada apa ini? Apa sedang merayakan sesuatu?” tanya Tiffany setelah menyesap wine nya.

“tidak ada. Hanya saja” Donghae menjeda ucapannya. Mengumpulkan kata kata yang akan diucapkan.

“fany ahh, aku…” Donghae nampak gugup.

“ada apa?” Tanya Tiffany bingung dengan sikap tak biasa Donghae.

“aku mencintaimu” kalimat itu keluar dengan cepat dan lancar dari bibir Donghae.

“kau bercanda?” Tiffany meletakkan pisau dan garpu yang dia pegang.

“aku serius fany ahh, aku mencintaimu” Donghae menggenggam tangan Tiffany, memberi keyakinan kalau yang di ucapkannnya itu benar, bukan main main.

“aku mencintai mu fany ahh, ini terjadi sudah sejak lama.  Tapi aku memendamnya, sekarang aku sudah tidak bisa menahan perasaan ku padamu” ucap Donghae lagi. Dia benar benar mencintai wanita bermata indah yang ada di hadapannya sekarang. Tiffany masih diam, dia belum bisa menjawab apapun pernyataan cinta Donghae yang tiba tiba.

“oppa mian. Sejak pertama aku mengenalmu. Aku sudah menganggap kau seperti sahabat bahkan oppa ku sendiri. Jadi aku minta maaf aku hanya bisa membalas cinta mu sebatas saudara saja” pertemuan nya dengan Donghae tidak seperti pertemuan nya dengan Siwon yang membuat jantung nya berdetak sangat kencang. Donghae juga terlalu baik untuk nya.

“sepertinya aku di tolak. Gwencana fany ahh aku bisa mengerti, keunde setelah ini bersikaplah seperti biasa. Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apapun padamu, aku tidak ingin kau menjauhi ku hmm?” pinta Donghae. Takut jika Tiffany akan menghindar karena ungkapan cinta nya.

“nde, kau tenang saja” Tiffany tersenyum, bagaimana bisa dia menjauhi namja super baik seperti Donghae tapi sayang nya dia benar benar tidak bisa mencintai Donghae.

 

***

Tiffany pusing bukan main, sejak dia datang pagi tadi sampai sampai sudah kembali kerumah Siwon sepulang Lauren dari sekolah. Anak itu terus saja menanyakan soal Donghae, Tiffany sampai kehabisan kata kata harus menjawab apa lagi. Lauren mengulitinya secara mendetail.

“ahjumma ahjumma ahjumma” panggil Lauren yang tadi sedang asik dengan buku dan pensil warnanya tapi sekarang di tinggalkan sejenak olehnya.

“waeyo?” jawab Tiffany malas, masih fokus dengan pensil warna dan buku gambar yang dia pinjam dari Lauren.

“apa Donghae oppa akan menjemput mu malam ini” tanya Lauren antusias.

“tidak” donghae lagi donghae lagi, Tiffany sampai bosan dengar nama donghae hari ini.

“kenapa? Padahal aku ingin bertemu dengan nya?” Lauren cemberut, dia benar benar ingin bertemu Donghae. Karena sudah tiga hari sejak pertemuan pertama nya dengan Donghae dia belum bertemu lagi dengan pria tampan itu.

“dia sama seperti Daddy mu, sangat sibuk” Tiffany menatap wajah Lauren yang penuh dengan kekecewaan.

“kenapa semua pria sibuk seperti itu?” lauren menggelengkan kepala nya sambil mencibir dan menghembuskan nafas kasar.

“karena itu sudah kewajiban” balas Tiffany lembut.

“kewajiban apa?” Lauren mengambil pensil warna nya lagi dan mulai sibuk mewarnai gambaran nya.

“susah untuk di jelaskan, kau tidak akan mengerti. Cepat selesaikan gambaran mu setelah ini kita pergi mandi” perintah Tiffany lalu memeriksa hasil gambaran Lauren.

“Lauren kenapa semuanya berwarna pink?”  Tiffany terkejut karena semua gambar buah buahan yang diwarnai Lauren berwarna pink.

“karena aku suka pink” jawab Lauren santai.

“Yak tapi tidak seperti ini juga, lihat!! Tidak ada pear yang berwarna pink, mangga juga bukan warna pink. Kau benar benar maniak pink ya” Tiffany mencubit hidung Lauren gemas. Lauren sama sepertinya maniak pink.

“kau boleh menyukai warna pink, tapi tidak semua yang kau warnai harus berwarna pink. Semuanya sudah memiliki warna masing masing, arratchi?” lanjut Tiffany memberi kejelasan pada Lauren.

“baiklah aku akan merubahnya” Lauren mengangguk patuh, Tiffany mengacungkan dua ibu jarinya untuk Lauren dan mereka tertawa bersama.

 

Ketika mereka masih asik mewarnai tiba tiba bel rumah berbunyi. Tiffany dan Lauren saling pandang

“apa itu daddy?” ucap Lauren langsung berdiri dari posisi duduk nya.

“tidak mungkin. Dia tau passsword rumah ini bukan?” Tiffany merapikan pensil warna yang berserakan di lantai.

“oh iya aku lupa. Baiklah aku yang akan membuka pintu nya sekarang” Lauren berlari kecil menuju pintu. Di lihat dari layar intercom ternyata grandaddy dan grammy nya yang berkunjung.

“granddaddy… grammy..” Lauren menghambur kepelukan Tuan Choi. Nyonya choi dan Tuan choi baru saja pulang dari jepang untuk urusan bisnis nya, sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan cucu kesayangannya ini.

“bukan kah kalian tahu password rumah ini, kenapa tidak langsung masuk saja” ucap Lauren yang kini berada dalam gendongan Tuan choi.

“kami ingin memberi kejutan untuk mu nak” jawab nyonya Choi mengecup puncak kepala Lauren.

“oleh oleh nya mana?” Lauren menadahkan kedua tangannya dan mempoutkan bibirnya dengan lucu.

“mianhae woori chagi, kami sangat sibuk disana sampai tak sempat membeli apapun untuk mu. Gwencana?” nyonya Choi benar benar menyesal karena tidak membelikan oleh oleh untuk cucu satu satunya ini, biasanya mereka selalu memberikan oleh oleh untuk Lauren setiap pulang dari perjalanan bisnis nya.

“tidak apa, kalian pulang dengan selamat itu sudah cukup buat ku” Lauren tersenyum memeluk leher tuan choi erat.

Tuan choi, Nyonya choi dan Lauren sampai di ruang tengah, Tiffany membelakangi mereka sedang merapikan peralatan mewarnai Lauren.

“apa dia Tiffany ahjumma kesayangan mu?” tanya Tuan Choi, karena ini pertama kalinya mereka bertemu baby sitter Lauren yang baru, bahkan Tiffany sudah bekerja dua bulan. Berarti cucu nya sudah sangat dekat dengan baby sitter nya yang satu ini karena biasanya baby sitter Lauren tidak pernah tahan sampai satu bulan. Lauren mengangguk mengiyakan, Tiffany yang mendengar perkataan itu pun segera membalik badannya dan membungkuk sopan.

“omona!! Kau masih muda sekali. berapa umur mu?” Nyonya Choi berjalan mendekati Tiffany, tangan sebelah kanan nya terangkat memegang pipi Tiffany. Nyonya Choi terkejut melihat Tiffany yang masih sangat belia, Nyonya Choi mengira baby sitter Lauren yang baru sudah berumur.

“25 tahun nyonya Choi” bisik Tiffany. Tiba tiba dia gugup dengan perlakuan nyonya choi.

“kalian lanjutkan bicara nya kami akan ke halaman belakang, mau main apakah kita?” Tuan Choi memberi keluasan pada istrinya dan Tiffany untuk bicara dan mengajak Lauren bermain kehalaman belakang.

“nyonya Choi mau minum apa?” tanya Tiffany menawarkan dengan sopan.

“tidak usah Tiffany, aku bisa membuat nya sendiri nanti. Kau duduk saja temani aku mengobrol” Nyonya Choi menepuk sofa di sampingnya. Tiffany menurut dengan apa yang diperintahkan nyonya Choi.

“sebelumnya aku ingin berterimakasih dengan mu, sudah mengurus cucu ku dengan baik. Sangat sabar menghadapi tingkah nya yang super luar biasa itu” nyonya Choi terkekeh mengingat tingkah cucu nya, senakal nakal anak itu Nyonya Choi tidak bisa marah pada Lauren.

“sudah tugas ku nyonya choi. Lauren ternyata anak yang manis dan pintar” puji Tiffany, sejak tadi dia hanya menunduk tidak berani untuk menatap mata Nyonya Choi.

“Yoona meninggal setelah melahirkan Lauren, sedihnya cucuku dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ibu. Walaupun kami  sudah memberikan kasih sayang yang cukup tapi aku yakin terkadang dia menginginkan sesosok ibu” Nyonya Choi mengingat dimana hari ketika cucu nya lahir dan menantu nya pergi untuk selama nya. Perasaan nya senang bercampur sedih pada saat itu.

“lauren kesepian” ucap Tiffany lirih.

“iya aku tahu, tapi semenjak ada kau sepertinya cucuku sudah tidak kesepian lagi. Setiap kali aku menelpon nya saja dia selalu menceritakan mu. Tiffany gomawoyo” nyonya Choi menggenggam tangan Tiffany, mengangkat kepalanya Tiffany memberanikan diri menatap wajah cantik Nyonya Choi yang tengah tersenyum kearahnya. Tiffany membalas senyuman hangat itu dengan tulus.

***

Sekarang sudah pukul delapan malam, diluar juga sedang turun hujan. Lauren sudah tertidur lelap, anak itu kelelahan seharian beraktifitas belum lagi kedatangan tuan dan nyonya choi sore tadi yang membuatnya terus mengajak granddaddy dan grammy nya bermain.

Tiffany merapikan letak selimut Lauren dan memberi kecupan di keningnya. Siwon yang sejak tadi berdiri diambang pintu kamar Lauren mengamati gerak gerik Tiffany. Tiffany benar benar telaten merawat putrinya, Tiffany yang juga menyadari kehadiran siwon pun segera menyelesaikan aktifitasnya.

“masuklah, aku sudah selesai. Aku akan pulang sekarang” Tiffany berjalan mengambil tas nya yang berada di sofa kamar Lauren.

“di luar hujan, kau masih akan pulang sekarang. Tunggu lah sampai hujan nya sedikit redah” siwon duduk di tepi tempat tidur Lauren.

“aku tetap akan pulang sekarang, aku tidak ta- aarrrgghh” Tiffany berlari mendekati Siwon dan memeluk tubuhnya erat, suara petir itu mengejutkan nya. Untung saja teriakan Tiffany tidak mengganggu tidur Lauren. Siwon yang juga terkejut dengan pelukan Tiffany yang tiba tiba, dia bingung harus bagaimana tapi akhirnya siwon merangkul tubuh Tiffany juga.

“kau masih akan pulang?” tanya Siwon meremehkan, masih dalam posisi berpelukan tentunya,

“entahlah, aku takut tapi aku ingin pulang” sebenarnya Tiffany bisa saja minta jemput Donghae tapi dia tidak enak karena selalu merepotkan namja itu. Tau dengan posisi yang tidak seharusnya Tiffany pun melepas pelukan nya begitu saja.

“mianhae” bisik Tiffany, muka mereka merah padam.

“untuk malam ini tidurlah di rumahku, sepertinya hujan tidak akan berhenti” Siwon ingin mengantar Tiffany pulang tapi bagaimana dengan Lauren, tidak mungkin di tinggal sendirian dalam keadaan seperti ini. Siwon juga ragu menyuruh Tiffany membawa mobil sendiri.

Tiffany tidak menjawab, tiffany takut tidur satu atap bersama pria asing. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya. Jangan kan dengan siwon, dengan donghae yang sudah lama kenal saja Tiffany tidak pernah tidur satu atap karena Tiffany benar benar menjaga dirinya.

“jika kau takut, kunci saja pintu kamar lauren” ucap Siwon seakan tahu dengan yang dipikirkan Tiffany

“tidak bukan seperti itu, aku tidak membawa pakaian untuk tidur. Tidak mungkin aku memakai pakaian seperti ini saat tidur” elak Tiffany. Tapi ada benarnya juga Tiffany tidak mungkin tidur memakai jeans dan kemeja nya itu.

“aku akan meminjamkan mu pakaian milik istri ku” siwon berdiri ingin mengambil pakaian untuk Tiffany tapi ketika Siwon baru saja akan pergi sepasang tangan menarik tangannya.

“jangan tinggalkan aku, aku takut.” Siwon menatap wajah tiffany yang penuh dengan ketakutan, siwon kembali duduk di tepi tempat tidur Lauren dengan hati hati, takut jika lauren terbangun dari tidurnya. Di luar hujan semakin deras, petir saling bersahutan satu sama lain.

“kita pindah duduk disofa saja, putriku suka menendang saat tidur, kau harus berhati hati tidur dengan nya nanti” Tiffany mengangguk lalu tersenyum memperlihatkan mata bulan sabitnya. Siwon berjalan menuju sofa yang diikuti Tiffany di belakangnya, Tiffany mengambil tempat disebelah siwon.

“bolehkah aku bersandar di bahu mu?” tanya Tiffany. Sebenarnya dia sudah mengantuk tapi sulit untuk tidur dalam keadaan seperti ini. Siwon tidak menjawab hanya menepuk bahu nya bertanda mengizinkan Tiffany bersandar di bahunya. Tanpa ragu Tiffany langsung menyandarkan kepala nya dibahu siwon “sangat nyaman” ucap Tiffany dalam hati.

“ahjumma, anyio Tiffany” panggil Siwon, suasana saat ini sangat canggung.

“hmm” gumam Tiffany, matanya terpejam.

“siapa pria yang menjemputmu waktu itu?” tanya Siwon, sebenarnya siwon tidak ingin menanyakan hal itu. Tapi rasa penasaran nya belum terjawab jika tidak bertanya.

“dia teman ku. Wae?” jawab Tiffany singkat. mulai mengantuk, Tiffany sudah menguap beberapa kali.

“sepertinya Lauren menyukai teman mu” entah mengapa ada rasa senang dihatinya mendengar ucapan Tiffany bahwa Donghae hanya teman nya saja.

“kau benar, aku dibuat pusing oleh putrimu yang terus menanyakan tentang Donghae” oh namanya Donghae, siwon mengangguk paham. Tiffany tertawa kecil mengingat betapa ingin tahu nya Lauren tentang Donghae.

“Tiffany gomawoyo. Sudah menjaga Lauren dengan baik, memberi kasih sayang dengan tulus. Aku melihat kau benar benar menyayangi nya” ketika siwon ingin melanjutkan perkataannya dia mendengar tarikan nafas teratur dilehernya. Hmm ternyata Tiffany tertidur disaat dia sedang berbicara tadi.

“yak!! Bisa bisa nya kau tidur dengan pulas di bahu seperti ini ck” Siwon tersenyum melihat Tiffany yang tertidur dengan nyenyak dibahunya.

Perlahan Siwon merubah posisi Tiffany yang berada dibahunya menjadi berbaring di sofa. Memegang kepala Tiffany perlahan lahan dan menempatkannya di tangan sofa sebagai bantalnya. Siwon mencari selimut dilemari Lauren dan mendapatkan selimut berwarna pink dengan gambar mickey mouse. Siwon menutupi tubuh Tiffany sampai dadanya dengan selimut milik Lauren. Siwon menyelipkan rambut rambut nakal yang menutupi wajah Tiffany ke belakang telinganya, merasa terganggu tiffany menggeliat kecil.

Siwon tersenyum memandangi Tiffany yang tidur dengan damainya bagaikan bayi. Jika sedang tertidur  seperti ini tidak terlihat Tiffany yang jutek dan cerewet. Tiffany terlihat sangat manis saat tidur. Siwon tersenyum memandangi Tiffany, senyum nya hilang ketika menyadari sikap konyol nya, siwon berdiri lalu meninggalkan kamar lauren dengan jantung yang berdebar debar.

 

***

Paginya Tiffany terbangun lebih dulu, mengerjapkan mata nya menyesuaikan diri. Ketika semua nyawa nya sudah terkumpul dia mengingat apa penyebab sehingga dia bisa menginap dirumah siwon. Tiffany tersenyum lalu menutup wajahnya karena malu, bisa bisa nya dia tertidur dibahu siwon. Salahkan bahunya karena terlalu nyaman untuk nya “aissh ini benar benar memalukan” umpat Tiffany.

Dilihatnya Lauren masih tidur, jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Sebelum membangunkan Lauren, Tiffany lebih dulu membersihkan dirinya. Mencuci muka dan menggosok gigi.

Selesai, tiffany pun bergegas membangunkan Lauren, takut jika akan terlambat ke sekolah.

“Lauren… bangun lah sayang” Tiffany perlahan membangunkan Lauren mengusap usap pipinya lembut. Lauren menggeliat, melihat Tiffany yang membangunkan nya ada rasa senang tersendiri buat Lauren.

“ahjumma… ahjumma datang lebih pagi” senyum lauren mengembang melihat Tiffany di hadapnnya, padahal ini masih terlalu pagi untuk Tiffany datang seperti biasanya.

“aku tidur dengan mu semalam” ucap Tiffany. Menarik tangan Lauren agar segera bangun.

“Wooah jinja? Aku ingin tahu mengapa ahjumma bisa tidur bersama ku semalam?” Lauren tidak tahu kalau Tiffany semalam menginap dirumahnya karena dia sudah tertidur sebelum siwon pulang.

“aku akan menceritakan nya nanti. Sekarang kau mandi, cepat!!” Tiffany memukul pantat Lauren main main. Lauren terkekeh berlari menuju kamar mandi.

***

“dad, ingat tiga hari lagi jadwal mu berdongeng di sekolah ku. Dan aku sangat berharap daddy benar benar akan datang” Lauren mengingat kan Siwon, takut jika daddy nya lupa apa lagi jika tidak datang.

“daddy ingat dan daddy akan datang. Kau tenang saja” ucap Siwon sambil mengunyah rotinya.

“cepat habis kan sarapan mu” lanjut Siwon menunjuk sarapan yang Lauren makan yaitu telur dadar dengan saus tomat diatasnya. Tiffany juga ikut bergabung sarapan bersama mereka.

“ahjussi, aku ingin meminta izin. Setelah mengantar Lauren aku ingin meminjam mobil mu untuk pulang, karena aku belum mengganti pakaian ku sejak kemarin” Tiffany sangat berharap siwon akan mengizinkannya, jika siwon tidak mengizinkan untuk menggunakan mobilnya setidaknya siwon mengizinkan Tiffany pulang, untuk mandi dan mengganti pakaian nya.

“pakai dan berhati hati lah” tiffany senang siwon mengizinkannya. Ternyata pria ini baik juga.

“gomawo ahjussi” tiffany membungkuk sopan, senyumnya tak hilang dari wajah cantiknya.

“aku selesai, kajja ahjumma kita pergi” ajak Lauren. Turun dari kursinya Lauren menghampiri Siwon untuk berpamitan.

“daddy aku pergi dulu” Lauren mencium pipi daddy nya berulang kali meninggalkan basah dipipi Siwon.

“daddy juga akan segera pergi. Jangan nakal dan belajar lah dengan baik, arratchi?” siwon merapikan letak dasi sekolah Lauren.

“siap daddy” lauren meletakkan tangan kanan nya disisi kepalanya, memberi hormat pada siwon bahwa dia akan menuruti apa yang siwon katakan.

“good girl, pergilah” Lauren berjalan meninggalkan daddy nya, sebelum sampai depan pintu Lauren memberinya flying kiss, sungguh anak yang manis.

“kalau begitu aku pergi dulu ahjussi dan terimakasih untuk bahunya semalam” ucap Tiffany malu malu dan akan segera berjalan menyusul Lauren.

“hmm. berhati hatilah dan jaga putriku dengan baik” Tiffany mengangguk patuh dan berjalan cepat menyusul Lauren yang sudah lebih dulu menuju mobil.

 

 

“ahjumma kau berhutang cerita padaku” Lauren mengetuk ngetukan jarinya dikaca mobil. Tiffany sudah mulai mengendarai mobilnya.

“cerita apa?” tanya Tiffany tidak menoleh kearah Lauren yang ada di sampingnya karena fokus pada jalanan. Lauren sudah mulai mau duduk di samping pengemudi bukan di kursi penumpang lagi seperti pertama kali Tiffany menjadi baby sitter nya.

“mengapa kau bisa menginap dirumahku? Apa daddy tidak pulang semalam?” tanya Lauren, tangannya masih asik mengetuk ngetuk kaca seperti sedang bermain piano.

“daddy pulang semalam, hanya karena hujan yang sangat besar aku tidak berani untuk pulang” sesekali Tiffany melirik kearah lauren melalui bulu matanya.

“dan ahjumma tidur bersama daddy semalam?” Lauren melotot kearah Tiffany, memutar matanya beberapa kali.

“TIDAK!!” jawab tiffany cepat.

“a.. aku tidur dengan mu” Tiffany gugup, dia juga tidak yakin dia tidur bersama Siwon atau tidak. Tapi seingatnya dia hanya tertidur di bahu Siwon dan saat terbangun dia berada diatas sofa bukan di tempat tidur siwon, so dia tidak tidur dengan siwon semalam.

“tapi aku tidak merasakan ahjumma  tidur dengan ku semalam” sebenarnya Lauren tidak merasakan dia tidur sendiri atau berdua bersama Tiffany karena tidur nya yang terlalu nyenyak. Lauren hanya ingin menggoda tiffany hihihi

“aku tidur disofa semalaman, karena kau suka menendang saat tidur” Lauren tertawa melihat raut wajah kesal Tiffany.

“maka dari itu daddy tidak suka tidur dengan ku” lauren mengingat hanya beberapa kali siwon tidur bersamanya, karena Lauren sering menendang saat tidur.

“ahjumma, apa kau tahu lagu magic castle milik tvxq?” tanya Lauren.

“aku tahu dan itu lagu favorite ku, wae?” tiffany heran tahu dari mana Lauren dengan lagu itu. Karena lagu ini sudah cukup lama, saat lagu ini mengisi tangga lagu favorite seluruh orang di korea sepertinya Lauren masih sangat kecil untuk tahu lagu itu.

“aku dengar dari grammy, daddy sangat menyukai lagu itu. Aku akan memainkan lagu itu ketika penutupan fathers day disekolah, kebetulan daddy berdongeng dihari terakhir jadi dia bisa melihat penampilanku. Apa ahjumma mau mengajarkan ku memaninkan lagu itu menggunakan piano?” lauren menjelaskan panjang Lebar, Tiffany hanya mengangguk angguk tanda dia mengerti.

“mengapa tidak taeyeon yang mengajari mu?” Tiffany mempromosikan Taeyeon untuk mengajari Lauren.

“taeyeon songsengnim sangat sibuk untuk acara fathers day ini, dan waktunya tidak lama lagi. Ayolah ahjumma ajari aku?” tiffany sangat mahir memainkan lagu ini dengan piano karena lagu ini adalah lagu favorite nya dan ternyata lagu ini juga menjadi lagu favorite siwon.

“baiklah. Tapi apa kau bisa memainkan lagu ini dengan baik hanya dengan latihan dalam waktu tiga hari?” lauren terdiam lalu tersenyum lebar.

“dengan jari jari ajaib ini aku bisa dan perlu kau tahu otak ku ini mempunyai daya ingat yang luar biasa” lauren mengangkat jari jarinya lalu menunjuk otaknya.

“tsk!! Sombong sekali kau” cibir Tiffany. Tidak terasa mereka sudah sampai di depan sekolah Lauren.

“turunlah, aku tidak bisa mengantar mu-“

“karena ahjumma belum mandi kan” potong lauren yang tertawa sambil melepaskan seatbelt nya.

“jangan nakal saat aku tidak ada. Aku akan datang secepat mungkin. Oke?” tiffany memperhatikan lauren yang masih menertawainya.

“nde. Mandilah dengan bersih dan maaf aku tidak bisa memberi mu kecupan karena ahjumma belum mandi”

“kau!!” Tiffany pura pura marah, Lauren dengan cepat membuka pintu mobil dan turun secepat kilat. Ketika Tiffany akan pergi Lauren melambaikan tangan nya, Tiffany membalas dan melajukan mobilnya.

Ini lah hubungan Tiffany dengan Lauren yang semakin dekat, walaupun terkadang Lauren masih suka menjahili atau menggoda Tiffany. Tapi terlepas dari itu Lauren anak yang manis dan pintar, bahkan sangat penurut sekarang. Siwon, Tuan Choi dan Nyonya choi pun berasumsi seperti itu lauren banyak berubah semenjak Tiffany datang, Tiffany benar benar pengaruh besar untuk Lauren.

 

***

Sepulang sekolah Lauren langsung minta pulang kerumah, biasanya Lauren akan merengek minta di belikan ini itu, atau minta makan ke restoran favorite nya, tapi kali ini tidak. dia sudah tidak sabar untuk berlatih, Tiffany menyuruh nya makan terlebih dahulu tapi Lauren menolak. Jangan kan untuk makan, ganti pakaian saja Lauren tidak mau.

“ganti lah pakaian mu dulu, terus makan. Baru kita akan berlatih”  Tiffany sudah membujuk Lauren berkali kali tapi anak itu masih bersikeras agar cepat untuk latihan.

“tapi aku tidak lapar, ayolah ahjumma kita berlatih sekarang” Lauren mengepalkan kedua tangan di depan wajahnya, memohon pada Tiffany. Tidak tega untuk menolak akhirnya Tiffany menyerah. Tiffany masuk ke sebuah ruangan, di dalam ruangan tersebut ada sebuah piano berwarna hitam. Baru kali ini Tiffany masuk kedalam ruangan tersebut selama dia bekerja dirumah Siwon. Lauren sudah berlari dan duduk dengan mantap di depan piano itu.

Tiffany masih terbengong melihat ruangan yang sangat polos, dinding yang bercat putih tidak ada apapun didalam sana hanya ada sebuah piano plus kursinya.

“ahjumma” panggil Lauren. Membuyarkan Lamunan Tiffany. Berjalan mendekati Lauren Tiffany pun duduk disamping Lauren berbagi kursi dengan nya.

“apa kita bisa memulainya sekarang ahjumma” tanya Lauren menatap wajah Tiffany yang masih nampak bingung.

“ayo kita mulai” ucap Tiffany lalu mulai menyentuh turts piano dengan jari jari lincahnya. Tiffany memberi contoh sedikit demi sedikit, Lauren pun mengikutinya menjalankan jari jari mungilnya diatas piano tersebut. Tiffany sangat bersemangat mengajari Lauren, karena Lauren juga sangat bersemangat dan mudah sekali untuk hapal kemana jarinya harus menekan turth piano tersebut agar menghasilnya suara yang indah pada lagu magic castle tersebut.

Tiffany pun membiarkan Lauren memainkan piano tersebut, walaupun baru seperempat dari lagu itu yang bisa Lauren mainkan. Tapi Tiffany cukup kagum karena Lauren sudah memainkannya dengan cukup lancar.

 

Siwon yang baru saja masuk kedalam rumah nya, mendengar suara piano dengan lagu favorite nya langsung menuju ruangan tersebut. Di intip nya dari ambang pintu, ternyata Lauren dan Tiffany yang sedang memainkan lagu tersebut. Siwon tidak langsung masuk keruangan piano, masih asik menyaksikan permainan Tiffany dan putrinya, tiba tiba pengelihatan Siwon berubah. Dia melihat Yoona yang sedang bermain piano bersama Lauren, seketika senyum nya mengembang, betapa bahagia nya melihat istri dan putrinya bermain piano bersama apa lagi itu lagu favoritenya. Tapi saat Tiffany menoleh kearah pintu dan matanya bertemu dengan Siwon pengelihatan Siwon kembali normal. Tiffany lah yang dia lihat bukan Yoona, Tiffany menjauhkan tangan nya dari piano itu membuat Lauren melihat kearahnya lalu beralih kearah pintu. Dilihat Siwon yang tengah berdiri diambang pintu dengan senyum manisnya, Lauren pun berlari kearah Siwon dan Siwon menggendongnya.

“daddy pulang lebih awal, ah tidak sangat awal” ucap Lauren senang sambil memeluk leher Siwon.

“kenapa kau belum mengganti baju mu?” tanya Siwon sambil menarik narik lengan baju Lauren.

“sorry dad. Itu karena aku terlalu asik bermain piano bersama ahjumma” Jawab Lauren lalu mengedipkan matanya kearah Tiffany yang masih terduduk di kursi depan piano.

“lalu kenapa daddy pulang awal? Apa daddy mengambil kuti?” tanyanya, karena jarang sekali Siwon bisa pulang siang seperti ini.

“kuti? Cuti sayang” Siwon terkekeh mendengar putrinya yang salah bicara.

“iya terserah apalah itu namanya. Ada apa dad?” Tanya nya lagi.

“grammy menyuruh kita kerumah nya, seperti biasa makan malam bersama” siwon merapikan rambut Lauren yang menutupi wajah cantiknya.

“asik… pasti grammy sudah memasak makanan lezat yang sangat banyak” Lauren melebarkan tangannya ketika mengucapkan kata banyak.

“tentu” Siwon dan Lauren pun tertawa bersama. Tiffany yang sedari memperhatikan ayah dan anak nya itu pun berjalan menghampiri mereka.

“ahjussi apa aku boleh pulang sekarang?” gumam Tiffany berdiri dihadapan Siwon.

“apa kau ada pekerjaan? Makanya kau ingin pulang?” bukanya menjawab, Siwon malah balik bertanya.

“tidak ada” bisik Tiffany, memainkan buku buku jarinya.

“ikutlah makan malam, eomma juga mengundang mu” ucap Siwon lalu menurunkan Lauren dari gendongannya. Tiffany terkejut mulutnya sedikit terbuka

“bolehkah aku pulang dulu untuk mengganti baju” pinta Tiffany. Tiffany harus mengganti pakaian yang lebih formal setidaknya karena sekarang Tiffany hanya mengenakan t-shirt pink dan celana jeans putih nya.

“kami akan mengantarmu setelah kami bersiap” Siwon menggandeng Lauren untuk keluar dari ruangan itu, Tiffany tidak menjawab hanya tersenyum. Tidak menyangka jika nyonya choi juga mengundangnya, Tiffany merasa jadi lebih dekat dengan keluarga Choi.

 

 

Siwon dan Lauren tengah menunggu Tiffany yang sedang bersiap siap, mereka sekarang sudah berada di apartemen Tiffany. Siwon sudah rapih dengan kemeja putih polos nya dengan jeans hitam yang menggantung di pinggulnya, Lauren nampak cantik dengan gaun pink yang di belikan Nyonya Choi. Mereka duduk manis di sofa ruang tamu Tiffany, Lauren mengedarkan pandangannya. Mata nya bertemu dengan sebuah foto yang menggantung di sudut ruangan itu. Foto Tiffany yang tersenyum menampakkan mata bulan sabit yang melengkung dengan sempurna.

“dad lihat foto Tiffany ahjumma yang itu” tunjuk Lauren, siwon pun mengarahkan pandangannya kefoto Tiffany.

“kenapa?” mata nya masih fokus memandangi foto Tiffany.

“bukan kah Tiffany ahjumma cantik seperti mommy dad? Matanya juga indah. Bukannya daddy menyukai wanita bermata indah seperti ku dan mommy, mata Tiffany ahjumma juga tidak kalah indah. Benarkan dad?”  ucap Lauren panjang lebar. Siwon tertegun pendengar penuturan putrinya, memang benar Tiffany memiliki mata yang indah bahkan Siwon sangat menyukainya tapi siwon belum bisa mengambil kesimpulan kalau dia mencintai Tiffany. Walaupun jantung nya sering berdebar seperti yang pernah dia alami ketika jatuh cinta pada Yoona dulu. Siwon masih asik dengan pikiran nya sampai lauren menarik narik tangannya untuk meminta jawaban.

“hmm” tiba tiba bibir siwon keluh, sulit untuk mengatakan sesuatu.

“apa daddy menyukai Tiffany ahjumma?” tanya Lauren, menolehkan kepala nya untuk menatap Siwon.

“berhenti bicara yang tidak tidak, kau masih terlalu kecil untuk mengatakan hal itu” Siwon menutup mulut Lauren dengan tangan kanan nya.

“tapi aku ingin mempunyai mommy seperti Tiffany ahjumma dad” Lauren melepaskan tangan Siwon yang berada diatas mulutnya. Lagi lagi Lauren mengejutkan Siwon dengan ucapannya, bingung siwon harus menjawab apa lauren benar benar membuatnya bingung.

Pintu kamar Tiffany terbuka dan munculah wanita cantik dengan dress biru ditambah blezer putih, rambutnya diikat seperti ekor kuda, poni tipis yang menutupi keningnya. Dengan make up yang tidak terlalu tebal di tambah lipstick berwarna pink menambah kecantikannya. Siwon yang melihat nya tidak berkedip, Lauren yang melihat Siwon seperti akan menerkam mangsanya pun memukul lengan nya dengan kuat. Siwon meringis mengusap tangannya bekas pukulan Lauren.

“woaah ahjumma sangat cantik, benarkan daddy?” puji Lauren lalu mengalihkan pertanyaanya pada Siwon.

“nde” jawab Siwon menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, putrinya selalu saja seperti ini. Benar benar membuatnya salah tingkah.

Tiffany tersenyum “apa kita akan pergi sekarang?” tanya nya.

“kajja” ajak Siwon. Lauren langsung mengamit tangan Tiffany dan berjalan keluar apartemen bersamaan.

Ketika akan masuk kedalam mobil, Lauren membiarkan Tiffany duduk disebelah kursi pengemudi dan dia duduk di kursi penumpang. Lauren sengaja ingin mendekatkan Siwon dan Tiffany. Lauren benar benar menginginkan Tiffany menjadi ibu nya. Tiffany cantik seperti ibu nya, Tiffany juga sangat menyayanginya bahkan Tiffany juga sama seperti ibunya tidak pandai dalam hal memasak. Itu yang membuat Lauren menginginkan Tiffany menjadi ibunya.

***

Sesampai di depan kediaman Tuan choi, Siwon membukakan pintu mobil untuk Tiffany, betapa terkejutnya Tiffany dengan sikap Siwon yang seperti ini. Biasanya Siwon acuh bahkan sering menggodanya tapi sejak pagi tadi Siwon tidak menggodanya dan membuatnya kesal.

Mereka pun masuk kedalam disambut hangat oleh Tuan Choi dan Nyonya Choi. Tuan Choi langsung menggendong cucu kesayangannya.

“ku kira kau tak datang” ucap Nyonya Choi seraya memeluk Tiffany.

“terimakasih untuk undangan makan malamnya nyonya choi” Tiffany membungkuk sopan ketika melepas pelukannya.

“kau formal sekali, panggil saja ahjumma” Nyonya Choi menarik Tiffany kedalam karena makan malam sudah siap.

Mereka sudah duduk dengan tenang di meja makan, Tuan choi dan Nyonya Choi yang duduk bersebelahan dan di depannya Siwon, Lauren dan Tiffany. Setelah Tuan Choi memimpin untuk berdoa mereka pun mulai menyantap hidangan yang sudah di sediakan.

“Tiffany. Makanlah tidak usah malu malu” gumam Nyonya choi mendekatkan beberapa menu makanan kehadapan Tiffany.

“jinja mashita. Sudah lama sekali aku tidak makan makanan selezat ini, ahjumma tidak bisa memasak. Apa Grammy bisa mengajarkan ahjumma memasak agar aku bisa makan makanan lezat seperti ini setiap hari?” tanpa merasa berdosa Lauren melontarkan kalimat itu, tidak memperdulikan Tiffany yang malu karena perkatannya.

“haha benarkah Tiffany?” tanya nyonya Choi sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

“nde, urusan dapurku sangat buruk ahjumma” jawab Tiffany malu malu.

“gwencana, waktu aku seumur mu aku juga tidak pandai memasak. Setelah menikah baru aku belajar untuk memasak. aku akan mengajarkan mu jika kau mau?” nyonya Choi menawarkan kepada Tiffany, sangat senang bisa berbagi ilmu resep masakannya.

“dengan senang hati ahjumma, aku menerima tawaranmu” ucap Tiffany tersenyum. Mereka melanjutkan makannya dengan tenang sampai Lauren bicara dengan serius

“granddaddy, grammy. Apa Tiffany ahjumma boleh menjadi mommy ku?” Tanya Lauren, menatap Tuan Choi dan Nyonya Choi bergantian. Tidak ada yang menjawab, mereka terkejut dengan pertanyaan Lauren. Tiffany tersedak ketika sedang menyesap minumnya, ucapan Lauren benar benar mengejutkannya.

“daddy pernah bilang padaku jika dia menyukai wanita bermata indah. Dan Tiffany ahjumma memiliki mata yang sangat indah, berarti daddy menyukai Tiffany ahjum-” belum selesai dengan ucapannya, Siwon membentak Lauren “LAUREN HENTIKAN!!” mendengar siwon membentaknya  Lauren menunduk takut.

“sayang, itu bukan jadi urusan grammy maupun granddaddy. Semuanya tergantung pada daddy dan Tiffany ahjumma, apa kau mengerti?” nyonya Choi mencoba menjelaskan pada Lauren. Lauren tidak menjawab dia masih menunduk.

“aku tidak bermaksud memaksa, tapi aku benar benar menginginkannya” bisik Lauren, suaranya sangat kecil hampir tidak terdengar.

“aku mengerti. Bersabar dan berdoa agar keinginan mu tercapai sayang” Tuan Choi menyemangati cucunya yang nampak sedih karena bentakan Siwon. Tiffany bingung harus bersikap bagaimana, dia hanya bisa diam. Di dalam hati kecilnya Tiffany ada rasa bahagia mendengar ucapan Lauren tapi mendengar Siwon yang membentak seolah Siwon menolaknya.

 

Makan malam, malam ini menjadi sangat canggung. Tiffany dan Siwon jadi salah tingkah sendiri gara gara ucapan Lauren. Mereka pun langsung pulang setelah makan malam selesai, Tiffany masih duduk disebelah pengemudi. Lauren beralasan karena mengantuk dan ingin berbaring di bangku pengemudi, anak itu benar benar ingin menjodohkan Siwon dengan Tiffany, belum menyerah.

Diperjalanan tidak ada pembicaraan, Tiffany yang sibuk mengagumi keindahan kota seoul pada malam hari dengan lampu lampu indah yang menyalah di sepanjang jalan. Siwon masih fokus menyetir, melirik putrinya yang sudah tertidur di bangku penumpang. Ada rasa menyesal karena membentaknya, Siwon walaupun marah pada Lauren jarang sekali untuk membentak.

“tiffany” panggil Siwon, Tiffany langsung menoleh kearah Siwon.

“nde” jawab Tiffany singkat. Ini untuk kedua kalinya Siwon memanggil namanya tanpa menambahkan embel embel ahjumma.

“jangan dianggap serius perkataan Lauren tadi, sebenarnya dia tidak mengerti apapun” Tiffany mengingat apa yang dikatakan Lauren dimeja makan tadi, perihal mata indah dan menginginkan Tiffany menjadi mommy nya. Siwon membahas tentang itu dan menyuruh nya untuk tidak menganggap perkataan Lauren tadi. Siwon menolaknya, siwon tidak menyukainya. Tiffany tidak bisa berbohong, dia menyukai Siwon sejak pertemuannya di kantor Siwon dan Tiffany baru menyadari itu. Sayang Siwon sudah menolaknya secara tidak langsung.

“aku mengerti ahjussi, dia masih kecil jadi suka bicara semaunya” ucap Tiffany, dia tersenyum. Senyum yang sangat di paksakan.

“bisakah kau berhenti memanggilku ahjussi” siwon mengganti topik pembicaraan.

“lalu kau mau dipanggil apa? Samchon atau uncle?” mencondongkan wajahnya kearah Siwon, memberi pilihan untuk siwon yang pilihan nya memiliki arti yang sama.

“phaboya!!” Siwon menyentil kening Tiffany

“kau kasar” Tiffany meringis mengusap keningnya.

“kau memberi pilihan yang memiliki arti yang sama Tiffany phabo” ejek Siwon lagi. Sudah tidak ada kecanggungan diantara mereka.

“aku tahu dan aku hanya bercanda Siwon” gumam Tiffany yang masih sibuk dengan keningnya.

“kau memanggil ku apa? Aku tidak dengar” goda Siwon mendekatkan telinganya kearah Tiffany.

“SIWON TULI!!” teriak Tiffany, suara yang nyaring dan memekakan telinga.

“aissh suaramu lebih kuat dari petir, tapi aku tidak habis pikir kau takut dengan petir. Padahal suramu lebih kuat dari pada suaranya” Siwon menggosok telinganya suara Tiffany benar benar nyaring, sekali lagi Tiffany berteriak berpotensi memecahkan jendela.

“hiperbola” gumam Tiffany, malas untuk melanjutkan perdebatan nya. Karena Tiffany selalu kalah, Siwon jago dalam hal mengejek.  Siwon menghentikan mobilnya ketika sampai di depan apartemen Tiffany, tidak terlalu jauh dari rumahnya. Sebelum turun Tiffany menyempatkan diri untuk mengucapkan selamat malam untuk Lauren yang sudah terlelap, Tiffany mengusap pipi lauren lembut.

“terimakasih siwon atas tumpangannya” ucap Tiffany yang bersiap keluar dari mobil Siwon.

“kembali. Masuklah, dan besok jangan datang telat” perintah Siwon.

“aku tidak pernah telat” marah, Tiffany meninggikan suaranya.

“arra. Sampai jumpa besok” siwon menyeringai dan melajukan mobilnya dengan cepat. Tiffany masuk kedalam apartemen nya dengan suasa hati yang  campur aduk, malam ini benar benar melelahkan menurutnya.

 

***

Hari untuk Siwon berdongeng sudah tiba, betapa gugupnya Siwon sampai sampai semalam tidur nya tidak nyenyak. Siwon juga meminta Nyonya Choi untuk datang menemaninya, padahal Tiffany juga akan datang kesekolah Lauren tapi Siwon tetap ingin Nyonya Choi menemaninya juga. Siwon seperti anak berusia lima tahun yang takut untuk pergi kesekolah. Dimeja makan Siwon membaca buku cerita yang akan dibaca nya nanti, entah sudah berapa puluh kali buku itu dibaca nya. Tiffany yang baru saja datang melihat Siwon sedang membaca dengan raut muka yang sulit diartikan.

“DARRR” Tiffany mengejutkan Siwon dengan menepuk bahunya.

“aissh kau mengejutkanku. Kau seperti pencuri masuk rumah orang tanpa memberi salam” ucap Siwon, menoleh kebelakang melihat Tiffany yang tengah tertawa puas.

“aku sudah memberi salam, kau saja yang tuli” ejek Tiffany masih dengan tawanya.

“kau gugup ya” tuduh Tiffany yang melihat wajah Siwon yang tegang.

“tidak” elak nya.

“sudah mengaku saja, aku bisa melihatnya Siwon” Tiffany menunjuk wajah Siwon dengan jari telunjuknya.

“terserah kau” kali ini Tiffany menang, biasanya selalu dia yang kalah. Memang benar Siwon tengah gugup saat ini.

 

 

Di sekolah Lauren, Siwon tidak bisa duduk dengan mantap. Karena waktunya untuk berdongeng sudah semakin dekat. Siwon berjalan mondar mandir mengepalkan tangannya sesekali digigit mencoba menghilangkan rasa gugupnya.

“siwon bisakah kau duduk dengan tenang. Eomma pusing melihat mu berjalan mondar mandir seperti itu” protes Nyonya Choi yang melihat putra nya tidak bisa duduk diam sedari tadi.

“bagaimana aku bisa tenang. Giliranku sebentar lagi eomma” Siwon berhenti sejenak lalu melanjutkan acara mondar mandir nya.

“kau hanya berdongeng di depan putri mu dan teman temannya. Bukan sedang berdongeng didepan para gadis jadi tenang lah” Nyonya Choi mencoba menenangkan Siwon.

“atau kau gugup karena Tiffany akan melihat mu berdongeng ya?” goda nyonya Choi dengan senyum menggoda.

“EOMMA!!” marah Siwon, disaat suasana seperti ini ibu nya masih saja menggodanya.

“tidak. Aku tidak mengatakan apapun” Nyonya Choi menutup mulutnya rapat rapat.

Tiffany menjulurkan kepala nya dipintu, yang mengejutkan Siwon dan nyonya choi.

“hehe mian” Tiffany terkekeh “Siwon sekarang giliran mu ppali”

Sebelum berjalan keluar Siwon berulang kali membuang nafas dengan kasar menghilangkan rasa gugupnya. Siwon pun berjalan dengan malas, Tiffany yang melihat Siwon dengan sejuta kegugupan nya pun berusaha menyemangati nya.

“SIWON FIGHTING!!” Tiffany mengepalkan tangannya keudara.

“fighting” jawab Siwon mengcopast gaya yang Tiffany lakukan barusan.

 

Siwon sudah berdiri di depan anak anak seusia putrinya, Siwon mencoba memberi salam tapi suaranya serak seperti tidak akan keluar. Dia masih merasa gugup ternyata, siwon menatap satu persatu anak anak yang ada di hadapannya, mata nya bertemu dengan putri kecilnya. Lauren tersenyum senang dan memberi semangat untuk Siwon. Siwon membalas tersenyum lalu memulai untuk berdongeng.

 

Tepuk tangan sangat meriah ketika Siwon selesai dengan dongeng nya. Tiffany yang duduk di dekat nyonya Choi, langsung berdiri memberikan tepuk tangan untuk Siwon. Tiffany tidak menyangka Siwon bisa berdongeng dengan baik, padahal setau Tiffany, Lauren pernah bilang kalau Siwon tidak pernah berdongeng untuknya. Dan ini benar benar menakjubkan. Nyonya Choi yang menyadari Tiffany yang kagum pada putra nya pun ikut berdiri untuk menggoda Tiffany.

“siwon sangat mengagumkan ya?” goda Nyonya Choi. Masih bertepuk tangan untuk putranya.

“ya, dia benar benar mengagumkan” gumam Tiffany, sepertinya dia keceplosan bicara. Tiffany langsung menutup mulutnya ketika tahu yang bicara dengannya itu Nyonya Choi ibu dari pria yang di pujinya.

“aku sudah tahu. Kau menyukai putra ku kan?” tanya nyonya Choi yang kini sudah kembali duduk di kursinya. Seperti di tembak tepat di jantung, pertanyaan Nyonya Choi membuatnya sulit bernafas.

“tidak, aku tidak menyukainya” bohong Tiffany, kepalanya menggeleng.

“kau tidak pandai berbohong” nyonya Choi menatap mata Tiffany.

“mianhae. Karena sudah lancang menyukai putra mu” Tiffany menyerah, Tiffany mengakui kalau dia menyukai Siwon.

“gwencana. Aku merestuinya, hanya perlu bersabar. Yang aku lihat dia juga mencintaimu tapi dia masih sulit untuk menyimpulkan kalau dia jatuh cinta dengan mu Tiffany” Nyonya Choi menggenggam tangan Tiffany erat.

“cucuku yang masih kecil saja menyukai mu apa lagi putra ku yang sudah dewasa. Aku yakin Siwon memiliki perasaan yang sama denganmu. Jadi aku mohon tetaplah berada disisinya sampai dia benar benar yakin kalau dia mencintaimu” pinta Nyonya Choi, Tiffany hanya mengangguk dengan senyuman manisnya.

“gomawo” ucap Tiffany dan Nyonya Choi bersamaan, mereka saling memeluk satu sama lain. Tiffany yang melihat Siwon sedang berjalan kearahnya pun cepat cepat melepas pelukannya. Ketika Siwon duduk di dekat mereka Nyonya Choi dan Tiffany tersenyum seraya mengacungkan kedua jempol mereka “sangat keren” puji Tiffany, siwon hanya tersenyum malu.

Sekarang giliran Lauren yang bermain bersama piano nya, dia sudah siap diatas panggung. Duduk dengan santainya di depan piano.

“anyyeonghaseo yorobun. Aku Lauren Choi, aku akan memainkan sebuah lagu spesial untuk daddy ku. Daddy maafkan aku jika aku selalu nakal, maaf jika aku belum bisa menjadi anak baik, belum bisa menjadi kebanggan daddy tapi aku akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk mu. Tiffany ahjumma terimakasih telah membagi ilmu nya dengan ku, lagu ini juga untuk mu. Untuk grammy juga” kata kata yang sangat menyentuh, terlihat mata Siwon yang mulai berkaca kaca dengan kata demi kata yang Lauren ucapkan untuknya.

Lauren mulai menyentuh turth piano itu, siwon terkejut ketika suara dari piano itu memenuhi pendengarannya. Ini lagu favoritenya, siwon mengingat beberapa hari yang lalu mendengar Lauren dan Tiffany tengah memainkan lagu ini. Apa Tiffany yang mengajarinya?

Lauren memainkan piano nya dengan santai, diawal lagu dia mainkan dengan baik. Ketika di pertengahan lagu Lauren mulai ragu menyentuh turth piano nya sampai akhirnya jari jari Lauren berhenti bermain. Lauren menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal, anak itu lupa dengan apa yang sudah diajarkan Tiffany. Semua teman temannya pun mulai menertawainya, Lauren hanya menunduk malu. Tiffany yang melihat Lauren kebingungan pun berjalan menuju panggung, dengan memberikan senyum terbaiknya Tiffany duduk disebelah Lauren dan membisikan sesuatu. Dengan percaya diri Lauren mulai memainkan piano itu lagi, Tiffany menemaninya sampai Lauren selesai bermain piano.

Teman teman yang menertawai nya sekarang memberinya pujian, Lauren memainkan piano dengan baik sampai akhir walaupun tadi ada sedikit masalah. Turun dari panggung, Tiffany dan Lauren saling bergandengan berjalan menuju Siwon dan Nyonya Choi duduk.

“daddy.. daddy” Lauren memekik dan berlari.

“putri ku yang terbaik, aku mencintai mu” ucap Siwon. Mengangkat Lauren kepelukannya, Lauren melilitkan kakinya di sekeliling Siwon saat dia memeluknya erat.

“aku juga mencintai mu daddy” balas Lauren, menghujani Siwon dengan kecupan kecupan ringan dipipi nya.

“mulai sekarang, sebelum tidur aku ingin daddy bacakan cerita untuk ku. HARUS!!” Lauren menyilangkan kedua lengan didadanya sambil memasang wajah serius.

“haha akan daddy usahakan” Siwon terkikik melihat tingkah lucu putrinya.

 

Ketika Siwon, Lauren, Nyonya Choi dan Tiffany tengah asik bercerita di meja paling pojok dengan beberapa cemilan tiba tiba ada seseorang pria bertubuh tinggi memakai kaca mata tanpa lensa dengan kamera ditangannya mendekati mereka.

“apa saya bisa minta waktu nya sebentar” ucap pria itu sopan.

“iya, ada apa?” tanya Siwon, menatap pria itu dengan tatapan aneh.

“boleh saya mengambil gambar keluarga anda?” pinta nya, Siwon bingung untuk apa pria ini mengambil foto keluarga nya.

“saya fotographer dari majalah happy family, ingin menjadikan keluarga anda cover majalah kami. Karena yang aku lihat keluarga kalian yang paling bersinar disini. Anda tampan, anak dan istri anda juga sangat cantik. Sangat cocok untuk cover majalah kami” tutur nya panjang lebar. Siwon melebar kan bola matanya mendengar penuturan pria tak dikenal didepan nya.

“ta.. tapi kami bukan-“ ucap Siwon tergagap.

“silahkan, kau boleh mengambil gambar keluarga putra ku” sela Nyonya Choi sebelum Siwon menyelesaikan ucapannya.  Siwon dan Tiffany terkejut, mereka gugup dan salah tingkah. Lauren tersenyum dan memberikan kedipan mata ke nyonya Choi.

“bisa kalian bersiap dan mengambil tempat” pria berkacamata itu pun mengatur formasi Siwon dan Tiffany, Lauren berada di tengah tengah mereka. Tiffany dan Siwon hanya pasrah menuruti pria ini.

“cah.. sekarang tersenyum lah kearah kamera” perintah nya. Tiffany dan Lauren sudah tersenyum dengan manis nya, tidak dengan Siwon dia masih asik melamun.

“Tuan apa kau bisa fokus kekamera dan tersenyum” ucap pria itu, Siwon tidak menjawab. Tapi dia menuruti perintahnya dengan tersenyum. Lampu blitz pun menyalah pertanda gambar sudah diambil. Nyonya Choi tersenyum senang melihat keluarga kecil didepannya, andai itu kenyataan.

“satu kali lagi ya, bisa Tuan dan Nyonya mencium putri kalian sepertinya akan terlihat bagus” pria ini banyak maunya ternyata sebal siwon. Tiba tiba Lauren tersenyum jahil.

“hana dul set” ucap Pria itu, dengan spontan Lauren menyandarkan tubuh nya di kursi yang mereka duduki membuat bibir Siwon dan Tiffany bertemu. Lauren melihatnya sangat dekat lalu menutup kedua mata dengan tangannya.

Tiffany langsung menjauhkan tubuhnya sambil memegangi bibir dengan tangan kanan nya, Siwon yang murka dengan tingkah putri nya “LAUREN CHOI!!” pekik Siwon, mukanya merah padam. Nyonya Choi hanya menggelengkan kepalanya, cucunya benar benar usil. Tiffany masih terbengong memegangi bibir nya. Ini ciuman pertamanya tapi tidak seromantis seperti yang selalu Tiffany inginkan. Bahkan ciuman pertamanya sangat memalukan didepan banyak orang dan ini bukan benar benar sebuah ciuman tapi kecelakaan.

 

***

Seorang wanita cantik berambut pirang tengah berdebat dengan wanita berambut pendek yang berdiri di belakang mesin kasir.

“aku hanya ingin mengambil dompet ku yang tertinggal dengan kunci mobil ini, aku tidak akan melarikan diri kok” marah nya. Wanita itu baru saja membeli beberapa macam mainan tapi dompet nya tertinggal di hotel tempatnya menginap.

“tidak bisa Jessica ssi, anda harus meninggalkan kunci mobil anda untuk jaminan nya” ucap wanita itu dengan nada yang sangat lembut tidak seperti Jessica yang sudah meninggikan suaranya karena geram.

“kalau tidak dengan kunci ini. Lalu harus dengan apa aku mengambil dompet ku aissh jinja, ayolah ku mohon” pinta Jessica menghentak hentakan kaki nya seperti anak berusia lima tahun.

“kau bisa menelpon kerabatmu, aku akan meminjamkan telepon untuk mu” katanya sambil menunjuk telepon di sudut meja.

“bahkan aku juga meninggalkan handphone ku” gumam nya lesu, membenamkan kepala dengan kedua lengannya diatas meja kasir. Begitu pikun nya dia sampai sampai handphone dan dompet nya bisa tertinggal.

Donghae yang tidak sengaja lewat sehabis mengecek penjualan perusahaan appa nya dipusat perbelanjaan tersebut melihat dua wanita tengah berdebat. Awalnya Donghae hanya melihat nya dari kejauhan, merasa kasihan melihat wanita berambut pirang tampak sangat prustasi akhirnya Donghae mencoba mendekati nya.

“ada apa?” tanya Donghae. Jessica masih dengan posisi nya.

“agassi ini membeli beberapa mainan tapi dia bilang dompetnya tertinggal” jawab wanita penjaga kasir itu. Tahu kalau dia yang sedang jadi bahan pembicaraan, Jessica pun mendongakkan kepalanya.

“aku akan membayarnya” Donghae mengeluarkan dompet miliknya lalu memberikan kartu kreditnya. Mata Jessica melebar, pria yang tidak di kenal nya ini mau membayari semua belanjaannya yang tidak sedikit.

“terima kasih Tuan” ucap wanita penjaga kasir itu setelah selesai urusan nya dengan kartu kredit milik Donghae. Jessica masih terbengong, benar benar tidak menyangka. Ada pangeran tampan super baik disiang bolong seperti ini.

“apa kau akan terus menatap ku seperti itu, tanpa mengucapkan satu patah kata pun” tegur Donghae yang melihat Jessica dengan ekspresi yang sulit di tebak.

“aah sorry. Terimakasih atas kebaikan mu tuan, aku akan mengganti nya nanti” Donghae mulai berjalan dan Jessica mengikutinya.

“panggil aku Donghae, siapa nama mu?” tanya Donghae, melihat Jessica yang repot dengan belanjaannya. Donghae mengambil alih kantung belanja yang ada di tangan Jessica. Jessica terkesiap dengan sikap Donghae padanya. Padahal baru saja kenal tapi sudah berperilaku baik seperti ini pikir Jessica.

“aku Jessica Jung. Apa aku bisa meminta nomor rekening mu? Untuk mengganti semua ini” Jessica menunjuk belanjaan yang sudah berpindah ke tangan Donghae.

“tidak perlu, anggap saja ini hadiah untuk putri mu” ucap Donghae melihat belanjaan Jessica, yang sepertinya semua mainan itu untuk anak perempuan.

“ne? Hahah aku belum menikah” Jessica terkikik mendengar ucapan asal Donghae.

“mian. Aku kira kau sudah menikah” gumam Donghae malu dan menggaruk tengkuknya.

“apa aku sudah terlihat seperti seorang ibu?” tanya Jessica, memang seharusnya wanita seumurnya sudah memiliki keluarga.

“tidak, tidak seperti itu. Hanya karena kau membeli mainan sebanyak ini. Memang untuk siapa mainan ini?” tanya donghae. Tak enak hati gara gara ucapan asal nya tadi.

“untuk keponakan ku” tidak terasa mereka berjalan sudah sampai pintu keluar. Jessica akan mengambil belanjaan nya di tangan Donghae tapi Donghae menariknya.

“biar aku antar kau sampai mobil, ini terlalu berat untuk mu” Donghae dan Jessica melanjutkan jalannya menuju area parkir.

“kau meremehkan ku. Maaf karena merepotkan mu dan terima kasih banyak Donghae ssi” ucap Jessica ketika sudah sampai didekat mobilnya.

“kembali. Menyetrilah dengan hati hati, aku harap kita bisa bertemu lagi” Donghae membungkuk dipintu mobil Jessica, membantu untuk menutup nya.

“aku harap juga begitu, sampai ketemu lagi” balas Jessica, Jantung nya berdegup dengan kencang ketika Donghae melemparkan senyum untuk nya. Jessica pun melajukan mobil nya dengan enggan. Donghae pun merasakan hal yang sama, senyum nya tak pudar dari wajah tampan nya.

 

***

Hening suasana sarapan pagi ini. Sejak insiden keusilan Lauren, Siwon mendiami anak itu sampai saat ini Siwon pun masih dengan pendiriannya.

“daddy” panggil Lauren untuk yang ketiga kalinya. Tapi tidak ada sahutan, Siwon masih sibuk membaca koran paginya. Sebenarnya Siwon mendengar putrinya yang sedari tadi memanggil, tapi Siwon sengaja tidak meresponnya.

Lauren kesal, daddy nya benar benar mengacuhkannya. Bahkan dengan waktu yang sangat lama, dengan kesal Lauren menghentak hentakan sendok diatas meja dengan kuat. Tapi Siwon masih tidak perduli, dan untuk yang terakhir Lauren melemparkan sendoknya ke atas meja dengan sangat kuat dan akhirnya Siwon menoleh kearahnya.

“daddy tega sekali padaku” katanya, bibir nya mengerucut dengan lucu. Matanya mulai berkaca kaca.

“kau yang tega pada daddy, kau mempermalukan ku” ucap Siwon sengit, menutup koran nya dan memulai perdebatan dengan putri kecil nya yang keras kepala.

“saat itu kepala ku tiba tiba pusing dad, lalu aku menyandarkan kepala ku dikursi” jelas Lauren dengan ekspresi yang lucu, tangannya dimainkan ke udara dengan cara anak seusianya.

“alasan mu tidak dapat diterima”gumam Siwon datar. Menyesap kopinya siwon menatap Lauren tajam.

“kau bohong, kau tertawa saat itu” lanjut Siwon. Tangan nya di lipat diatas meja.

“aku tidak tertawa, aku tersenyum sangat bahagia. Melihat daddy mencium Tiffany ahjumma” dengan santai nya Lauren bicara seperti itu tanpa merasa bersalah sama sekali.

“AKU TIDAK MENCIUM NYA” marah siwon meninggikan suaranya.

“daddy mencium nya, aku lihat sangat jelas dengan jarak yang sangat dekat” tidak mau kalah Lauren menyangkal ucapan Siwon. Anak nya benar benar tidak mau kalah, Siwon hanya bisa menghembuskan nafas kasar sambil mengusap ngusap muka nya dengan prustasi.

Ketika akan melanjuti debat nya tiba tiba bel rumah nya berbunyi, Lauren baru saja akan membuka kan pintu tapi Siwon menyuruh nya duduk kembali. Dengan patuh dia kembali ke tempat duduk nya, melanjuti sarapan dengan tenang. Siwon berjalan menuju pintu, penasaran siapa yang bertamu pagi pagi seperti ini. Dilihat dari layar intercom seorang wanita berambut pirang tapi posisinya membelakangi jadi Siwon tidak bisa melihat siapa yang bertamu.

Di buka nya knop pintu dengan pelan, wanita itu pun menoleh dan tersenyum dengan manis. Siwon langsung memeluk nya erat.

“lama sekali kita tidak bertemu ya” ucap wanita itu membalas pelukan Siwon, kaki nya sedikit menjinjit karena tinggi badan nya yang tidak sama dengan Siwon.

“kenapa tidak menghubungiku? Aku bisa menjemput mu dengan senang hati” Siwon terkejut dengan kedatangan wanita ini yang tiba tiba.

“aku tau kau sangat sibuk” jawabnya, mereka masih berpelukan, sepertinya mereka benar benar saling merindukan kalau dilihat cara mereka berpelukan saat ini.

“daddy” Lauren menyusul Siwon, karena Siwon tak kunjung masuk kedalam. Dengan rasa penasaran Lauren menyusul untuk memeriksa nya langsung tapi yang dia lihat Siwon tengah berpelukan dengan seorang wanita yang asing untuk nya. Siwon pun melepaskan pelukannya.

“siapa wanita itu?” tanya Lauren dengan raut wajah tidak suka nya.

“apa ini woori Lauren?” tanya wanita itu, matanya mulai berkaca kaca. Siwon mengangguk

“Lauren tidak ingat, ini saudara mommy” ucap Siwon nada bicara nya sulit diartikan antara sedih atau senang.

“Jessica aunty?” mata Lauren melebar, mulutnya terbuka membentuk huruf O.

“Nde ini aunty, kau tak kenal lagi ya padaku?” Jessica berjalan menghampiri Lauren, mesejajarkan tubuh nya , menatap mata nya dengan sendu. Matanya benar benar mengingatkan nya pada Yoona adik nya yang sudah lama meninggal. Bahkan Jessica melihat Lauren seperti melihat Yoona saat kecil dulu.

Tangannya terangkat menggenggam tangan mungil Lauren “aunty tidak ingin memelukku? Aunty tidak rindu padaku?” air mata Lauren menetes dipipi gembul nya.

“aunty sangat merindu kan mu sayang, dan aunty bisa memeluk mu sekarang” Jessica memeluk tubuh Lauren dengan sangat erat, air matanya juga sudah mengalir dengan deras.

“kau sudah besar sekarang” kata Jessica. Mengusap rambut panjang Lauren dengan sayang. Sudah tiga tahun Jessica tidak bertemu keponakan satu satunya ini. Jessica kembali ke Amerika ketika umur Lauren menginjak dua tahun, dia kembali kesana karena ingin mengenang banyak keindahan yang tercipta di rumahnya, di amerika. Kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan mobil yang menimpa nya, lima tahun orang tuanya meninggal, Jessica harus menerima jika Yoona juga harus meninggalkan nya untuk selamanya.

“aunty juga sudah besar. dengan rambut panjang dan pirang, aunty juga cantik seperti mommy” puji Lauren memegang kedua pipi Jessica.

“kau yang sangat mirip dengan nya” Jessica mencium pipi lauren lalu mendekapnya. Siwon yang melihat mereka juga ikut menitikan air matanya. Terharu, seakan Lauren baru saja bertemu dengan ibunya.

 

 

 

“apa kau akan pergi sekolah sekarang?apa aunty boleh mengantarmu?” tanya Jessica. Mereka sedang duduk santai di ruang tengah.

“tentu. Tapi sebentar lagi aunty sampai Tiffany ahjumma datang ya” jawab Lauren. Duduk di pangkuan Jessica, Lauren memainkan rambut panjangnya.

“Tiffany ahjumma? Nugu?” tanya nya dengan penasaran, oh Lauren lupa menceritakan tentang Tiffany.

“oh tuhan aku lupa menceritakannya pada aunty ya” Lauren menepuk keningnya pelan.

“dia baby sitter ku aunty, dia sangat cantik dan memiliki mata indah seperti mu dan mommy dan aku juga” Lauren terkikik.

“dia juga sangat baik padaku, aku sangat senang jika Tiffany ahjumma bisa menjadi mommy ku” Lanjut Lauren. Tatapan Jessica berpindah ke Siwon, meminta kejelasan dengan ucapan Lauren.

“apa?” gumam Siwon. Saat Jessica terus menatapnya.

“kau berkencan dengan nya ya?” tanya Jessica menggoda, tatapan nya yang serius berubah menjadi lebih santai.

“ti.. tidak” jawab Siwon dengan gugup.

“daddy mencium nya aunty” ucap Lauren dengan antusias.

“oh my god! Benarkah?” jessica terkejut mendengar perkataan Lauren, bisa bisa nya Siwon berciuman di depan putrinya. Seketika Jessica marah, matanya melebar.

“Lauren jangan mulai lagi” kesal Siwon dengan nada yang sangat datar. Lauren langsung menutup mulut nya rapat.

“kau belum menikah juga ya?” Siwon mencoba mengalih kan pembicaraan.

“apa kau benar benar akan menjadi perawan tua” lanjut Siwon dengan seringaian nya.

“Yak!! Jaga mulut mu. Walaupun kau lebih tua dari ku tapi aku ini kakak ipar mu, kau ingat itu” ucap Jessica sebal.

“arra. Tapi bukan nya itu yang selalu kau katakan bersama Yoona, jika kalian ingin menjadi perawan tua?” terputar di kepala nya moment dimana kebersamaan mereka dulu ketika Yoona dan Siwon masih berpacaran.

“itu sebelum Yoona menikah, setelah Yoona menikah aku juga ingin menikah mencari teman hidup. Lalu bagaimana dengan mu? Kau tidak ada niat untuk menikah lagi?” tanya Jessica dengan hati hati. Siwon terdiam sejenak

“sebaik nya kau pergi sekolah sekarang, kau bisa telat nanti. Jessica aunty yang akan mengantar mu hari ini” siwon melirik jam di tangan kirinya, sudah seharusnya Lauren pergi sekolah. Mencoba mengalihkan pembicaraan lagi rupanya pikir Jessica.

“tapi Tiffany ahjumma?”tanya Lauren, ada kesedihan terpancar dimatanya.

“mungkin dia tidak akan datang, kajja.” Dengan malas Lauren berjalan mengiringi Siwon, Jessica yang tahu dengan perubahan sikap Lauren pun mengamit tangannya.

 

Ketika sudah di luar rumah tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka, keluar lah Tiffany yang tergesa gesa dari mobil itu. Setelah itu Donghae menyusul keluar dari mobil sudah rapih dengan pakaian kantor nya. Jessica sangat Terkejut melihat Donghae, bagaimana tidak akhirnya mereka bisa bertemu lagi tapi Jessica merasa terganggu  karena Donghae bersama seorang wanita. Tiffany dan Donghae berjalan menghampiri mereka.

“maaf Siwon aku telat” ucap Tiffany dengan penuh penyesalan.

“aku tahu” balas Siwon dengan singkat. Siwon tidak marah karena Tiffany terlambat datang, tapi datang bersama pria itu membuatnya kesal.

“hai! Kita bertemu lagi” Donghae melambaikan tangannya untuk Jessica. Jessica hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

“aunty mengenal Donghae oppa?” tanya Lauren. Melihat Donghae yang menyapa Jessica bukan menyapanya.

“ya. Dia yang membayar semua mainan yang aunty belikan untuk mu. Ucapkan lah terima kasih pada nya”

“woaah jadi mainan itu dari Donghae oppa, terimakasih terimakasih” teriak Lauren sambil melompat lompat kegirangan.

“no oppa, panggil dia ahjussi. Arraseo?” Jessica tidak percaya Lauren memanggil nya oppa. Lauren mengangguk dengan patuh.

“oh jadi ini keponakan mu, ternyata dunia ini sangat sempit ya” Donghae menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

“lanjut kan obrolan ini nanti. Lauren bisa telat” sindir Siwon. Mereka pun bergegas pergi, Siwon dan Donghae pergi ke kantor dengan mobilnya masing masing. sedangkan Tiffany, Jessica mengantar Lauren kesekolah dengan mobil Jessica.

 

 

Sesampainya disekolah, Lauren langsung masuk kedalam kelas karena pelajaran hampir di mulai. Tiffany dan Jessica duduk di salah satu kursi ditaman sekolah Lauren. Hening, tidak ada obrolan diantara mereka. Akhirnya Jessica membuka obrolan lebih dulu

“sudah berapa lama jadi baby sitter Lauren?” tanya Jessica cuek.

“baru lima bulan” jawab Tiffany, ada rasa cemburu dan penasaran melihat wanita di hadapannya ini. Ini pertama kalinya Tiffany melihat Jessica, dan sudah begitu akrab dengan Lauren. Ada hubungan apa dengan Siwon? Ucap nya dalam hati.

“sejak aku datang Lauren selalu menceritakan tentang mu dan memuji mu. Apa kau benar benar menyayangi nya?” tanya Jessica datar, belum ada senyuman yang terukir di wajahnya.

“sangat, sejak pertama kali bertemu dengannya. Dia kesepian” ucap nya Lirih.

“tapi sepertinya sekarang tidak lagi” Jessica tersenyum kearah Tiffany.

“maaf jika aku lancang, aku hanya ingin tahu. Ada hubungan apa kau dengan Siwon, sepertinya kalian sangat dekat?” tanya Tiffany hati hati

Jessica tertawa “haha kau penasaran ya?”

“hanya ingin tahu” jawabnya dengan tersenyum kikuk.

“aku saudara istri nya Siwon. Lebih tepat kakak nya Yoona” raut wajah Jessica berubah, membuat Tiffany tak enak hati.

“kau berkencan dengan Siwon?” mata Tiffany melebar mendengar pertanyaan Jessica.

“tidak. Kami tidak berkencan” Tiffany mengibaskan tangannya keudara.

“tapi kalian berciuman” goda Jessica

“ahh itu hanya kecelakaan”

“kau lucu. Muka mu memerah” Jessica tertawa, Tiffany memegang pipi dengan kedua tangannya.

“sepertinya kita bisa menjadi teman baik. Aku Jessica” Jessica mengulurkan tangannya.

“aku Tiffany” balasnya, lalu mengamit tangan Jessica dan mereka saling melempar senyum. Sejak saat itulah pertemanan mereka di mulai.

 

Sepulang Lauren sekolah, Jessica meminta untuk ditemani kerumah keluarga Choi. Sejak kedatangannya ke Korea, Jessica belum bertemu dengan mereka. Keluarga Siwon sangat dekat dengan Jessica, bahkan sudah menganggap nya anak sendiri.

Mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Choi, pintu nya tertutup rapat. Biasanya Lauren akan langsung berlari masuk kedalam jika pintu itu terbuka, jadilah mereka menekan bel rumah  mewah itu. Tidak menunggu lama, pintu itu pun terbuka dan munculah Nyonya Choi dari balik pintu.

“omo!! Jessica!! Ini benar kau nak?” tanya Nyonya Choi tak percaya, kedua tangannya menangkup wajah Jessica.

“nde eomma. Ini aku” Jessica mengangguk sambil menggenggam tangan Nyonya Choi yang ada dipipinya. Tiffany yang tahu kalau mereka butuh privasi pun mengajak Lauren main ke taman belakang.

“bogoshipoe” bisik Nyonya Choi lalu memeluk Jessica erat.

“nado bogoshipoeso” balas Jessica, air matanya tumpah.

Nyonya Choi melepas pelukan nya, lalu merangkul Jessica masuk kedalam. Duduk di sofa putih ruang tengah.

“kapan kau datang nak?” tanya Nyonya Choi lembut, tangannya menggenggam satu tangan Jessica.

“kemarin eomma. Bagaimana kabar mu dan appa?” Jessica menghapus sisah air mata dengan punggung tangannya.

“kami baik. Apa kau berencana untuk tinggal dikorea?”

“ya aku mempunyai rencana untuk itu”

“ah eomma sangat senang mendengarnya, lebih senang lagi jika kau bersedia tinggal di rumah ku”

“bolehkah?”

“tentu, aku sangat senang jika kau mau tinggal dirumahku” tangan nya berjalan untuk membelai wajah Jessica.

“eomma gomawo” Jessica tersenyum haru. “aku ingin mencari peruntungan disini” lanjut Jessica.

“peruntungan apa? Namja atau karir” goda Nyonya Choi.

“eomma!!” marah nya dengan main main.

“menikah lah nak, kau semakin tua” Nyonya Choi terkikik.

“arro, umur ku memang sudah tua, tapi wajah ku masih sangat imut bukan” Jessica mengeluarkan jurus aegyo nya yang buat Nyonya Choi tertawa kencang.

 

Keesokannya Jessica sudah tinggal di rumah keluarga Choi, Jessica juga sesekali membantu pekerjaan di perusahaan yang Tuan Choi punya. Hubungan nya dengan Tiffany juga semakin dekat, mereka sering jalan bersama, bahkan Jessica juga mulai mengenal Taeyeon dan hubungannya dengan Donghae pun semakin dekat berkat bantuan Tiffany. Hanya menunggu waktu untuk mereka saling mengungkapkan cinta. Hubungan Tiffany dan Siwon masih belum tahu kemana arahnya, mereka masih pada ego nya.

 

Satu minggu lalu Taeyeon memberitahu bahwa besok Lauren berulang tahun yang ke-6 tahun, dan sekarang Tiffany tengah mencari hadiah untuk Lauren.Kebetulan dia pulang cepat hari ini, Siwon pulang lebih awal jadi Tiffany ada waktu untuk mencari hadiah. Sebenarnya Taeyeon akan menemaninya tapi Taeyeon ada keperluan mendadak jadi tidak bisa menemaninya.

Tiffany berencana membelikan pakaian atau piyama tidur untuk Lauren dan kebetulan selera mereka sama, sama sama menyukai warna pink. Jadi Tiffany sangat bersemangat membelikan hadiah untuk Lauren.

Satu jam Tiffany berkeliling di Lotte mall, akhirnya Tiffany mendapatkan apa yang dia inginkan. Sebuah piyama berwarna pink dengan motif hello kitty, lucu.Pasti sangat cocok untuk Lauren pikirnya. Tiffany pun membungkus nya dengan rapih dihiasi pita berwarna pink pula didalam kotak tersebut Tiffany meninggalkan kartu ucapan untuk Lauren “Dear Lauren, di umur mu yang bertambah satu tahun ini. Ahjumma berdoa kau tetap akan menjadi anak yang manis dan pintar. Ahjumma  berharap kau suka dengan hadiah ini”Tiffany tersenyum simpul melihat hadiah yang akan di berikan untuk Lauren.

 

Keesokan harinya…

Semua keluarga besar Choi sudah berkumpul di kediaman Siwon.Ada Tuan Choi, Nyonya Choi, Jessica, Taeyeon pun sudah datang.Tinggal Tiffany dan Donghae saja yang belum datang, kebetulan sekali ini hari libur jadi mereka bisa berkumpul untuk merayakan ulang tahun Lauren.Seperti biasanya, setiap Lauren ulang tahun mereka tidak pernah merayakan secara meriah, cukup sederhana.Hanya mengumpulkan keluarga mereka dan orang yang Lauren ingin undang saja. Lauren selalu menolak jika ingin merayakan ulang tahun nya dengan meriah dan mengundang teman teman sekolahnya, entah alasan apa yang membuat Lauren menolak hal itu.

Di ruang tengah sudah siap cake dengan krim berwarna pink, diatas nya ada enam buah strawberry yang tersusun rapih dan enam buah lilin kecil sangat cantik dan lezat. mereka sudah akan memulai acara tersebut tapi Lauren menunda nya, karena dia masih menunggu seseorang.

“lauren kajja kita mulai saja sekarang” ucap Nyonya Choi lembut mengusap kepala cucu nya dengan sayang.

“sebentar lagi ne. Fany ahjumma dan Donghae oppa belum datang” jawab Lauren memohon kepada Grammy nya.

“dia tidak akan datang, ini sudah satu jam kita menunggu nya” Siwon yang baru bergabung bersama mereka memutuskan harapan putrinya itu.

“ tidak dad, mereka pasti datang. mereka sudah berjanji akan datang” marah Lauren yang tak suka dengan perkataan daddy nya.

“oke kita tunggu mereka sebentar lagi” Siwon mengalah, melihat mata anak nya yang mulai berkaca kaca karena ucapan nya tadi.

Satu menit, dua menit, lima menit, sepuluh menit, lima belas menit berlalu. Akhirnya Tiffany dan Donghae datang dengan tergesa gesa. Lauren yang sudah mendengar bunyi derap langkah kaki langsung berlari dan memeluk Tiffany

“aku kira ahjumma tidak datang” lirih Lauren dileher Tiffany, Tiffany menggendongnya.

“bukannya aku sudah berjanji akan datang” ucap Tiffany lalu berjalan bergabung bersama yang lain, dengan Lauren yang masih dalam gendongan nya.

“baiklah sekarang bisa kita mulai karena semuanya sudah berkumpul” teriak Tuan Choi yang sudah tidak sabar lagi.

Mereka pun menyanyikan lagu Happy birthday untuk Lauren, setelah itu Lauren meniup lilin.

“make a wish sayang” ucap Siwon meningatkan Lauren. Lauren pun menurut, mengepalkan tangan didadanya berdoa lalu meniup lilin.

“cukkae bidadari kecil daddy, ahh rasanya daddy tidak ingin kau tumbuh besar. Tetap lah seperti ini, menjadi bidadari kecil daddy” Siwon mencium kening, dan kedua pipi putrinya memeluk nya dengan sayang.

“YAK!! Siwon mana bisa seperti itu” celetuk Jessica. Semua yang ada disana pun tertawa.

“daddy, apa aku boleh meminta sesuatu?” Lauren melepas pelukan Siwon dan duduk di pangkuan nya.

“tentu. Apa kau tidak menyukai hadiah yang daddy berikan?”Siwon memberikan sebuah boneka Rilakkuma berukuran besar bahkan lebih besar dari Lauren.Karena waktu itu Lauren merengek menginginkan boneka baru.

“tidak bukan seperti itu. neomu joah. Hanya saja aku ingin meminta hadiah lain” Lauren menunduk memainkan kuku kuku jarinya.

“oh apa itu. tell me baby”

“aku ingin punya mommy” sontak semua orang yang ada disana terkejut dengan penuturan anak itu.

“aku ingin punya mommy dad, aku ingin menunjukkan kepada teman teman ku kalau aku juga punya mommy yang menyayangiku. Mereka selalu mengolok ngolok ku karena tidak punya mommy” Lauren menunduk dan mulai terisak.Siwon menarik Lauren kepelukan nya.

“aku iri ketika mereka diantar dan di jemput oleh mommy mereka, mereka juga sering menceritakan mommy nya. Tapi aku tidak punya cerita apapun tentang mommy ku.Bukan kah itu menyedihkan” semua yang ada disana ikut menangis mendengar kata demi kata yang di ucapkan Lauren.

“aku bersyukur sekarang ada Tiffany ahjumma yang menemaniku kemana mana, tapi aku tidak bisa memamerkan nya kepada teman teman ku karena ahjumma bukan mommy ku. Dad aku hanya ingin punya mommy dad” Lauren makin terisak, Siwon tidak bisa menjawab apa apa. betapa malang putrinya selama ini, ternyata dia menginginkan seorang mommy di kehidupannya. Siwon tidak pernah terpikir soal itu.

“mianhae” hanya kata itu yang mencelos dari mulut Siwon, menghapus air matanya, Siwon tidak ingin terlihat rapuh di depan anak nya.

“apa daddy akan memberi ku mommy?” Lauren menatap mata Siwon.

“dengar sayang, mencari seorang mommy untuk mu tidak lah mudah. Daddy benar benar harus mencari seseorang yang benar benar menyayangi mu” Siwon meletakkan tangannya dikedua sisi wajah putri nya, menghapus air mata Lauren dengan ibu jari.

“Tiffany ahjumma sangat menyayangi ku, dia bisa menjadi mommy ku kan dad?”Lauren menunjuk Tiffany.Terkejut, Tiffany menghapus sisa air mata nya dengan tissue. Ini sudah yang kedua kalinya Lauren meminta Tiffany menjadi ibunya setelah makan malam di rumah orang tua Siwon.

“Lauren. Mencari mommy untuk Lauren itu butuh waktu yang lama sayang.Bukan harus menyayangi Lauren saja tapi juga harus menyayangi daddy. Well, grammy berharap kau bisa bersabar nak. Oke?”Nyonya Choi memberi pengertian pada cucu nya yang masih nyaman di pangkuan Daddy nya.

“bersabar sampai Tiffany ahjumma menyayangi daddy juga grammy? Baiklah aku akan bersabar dan membantu ahjumma untuk menyayangi daddy” Lauren tersenyum manis, ketika Siwon ingin menjelaskan kalau bukan seperti itu yang di maksud nyonya Choi tapi Jessica melarang nya.

“biarkan saja Siwon, dia masih terlalu kecil belum terlalu paham” bisik Jessica, Siwon menghembuskan nafas kasar. Putri nya terlalu pintar menurut Siwon.

Tiffany tidak bisa mengatakan apa apa, dia tidak ingin memutus kan harapan Lauren. Di lain sisi dia juga ingin menjadi mommy untuk Lauren, dia juga mulai mencintai Siwon. Tapi sepertinya cinta Tiffany bertepuk sebelah tangan.

 

 

Donghae dan Jessica berjalan bergandengan tangan menuju halaman rumah Siwon, mereka butuh waktu berdua. Duduk dengan nyaman di salah satu kursi kayu yang ada dihalaman itu.

“kenapa Tiffany hanya diam saja, ketika Lauren meminta dia menjadi mommy nya” gerutu Donghae, tangan nya masih menggenggam erat tangan Jessica.

“bagaimana Tiffany bisa mengatakan iya jika Siwon belum memberinya lampu hijau. Tiffany itu wanita, jadi tidak mungkin kalau dia yang memulainya terlebih dahulu” ucap Jessica menarik tangannya dari genggaman Donghae.

“ah iya kau benar juga, tapi kenapa kita jadi membicarakan mereka. Kita kesini kan ingin membicarakan tentang kita” ucap Donghae menatap Jessica dengan senyum manisnya.

“apa yang kau maksud dengan kita?” tanya Jessica. Bingung, karena Donghae hanya bilang jika dia ingin ditemani keluar mencari udara segar.

“aku menyukai mu” bisik Donghae.

“sejak pertemuan pertama kita, aku sudah jatuh cinta padamu. Aku menyukai senyum mu, aku menyukai ketika kau menggerai rambut panjang mu, aku menyukai semua yang ada pada diri mu Jessica” bluss… rona wajah Jessica berubah menjadi merah padam mendengar pujian Donghae.

Jessica memukul lengan Donghae pelan “Yak!! Itu ungkapan cinta atau rayuan gombal mu hoh?” katanya angkuh, melipat kedua tangan diatas dada nya.

Donghae menangkup wajah Jessica “inti nya aku mencintai mu Jessica”

Jessica diam dan menunduk malu, mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan mata indah Donghae “aku juga men-“ belum selesai dengan ucapannya Donghae sudah mendaratkan ciuman manis diatas bibir tipis milik Jessica. Mata Jessica melebar, melihat Donghae yang memejamkan matanya. Jessica pun ikut memejamkan matanya dan membalas ciuman manis Donghae.

 

Dari atas balkon Siwon dan Tiffany sedari tadi memperhatikan keromantisan Donghae dan Jessica. Ketika Donghae mencium Jessica, Siwon maupun Tiffany terkejut bukan main.

“oh my god” ucap Tiffany menutup mata dengan kedua tangannya.

“Yak!! Apa yang mereka lakukan?” Tanya Siwon. Mata nya masih tertuju pada pasangan yang tengah berciuman itu tetapi fikiran nya mengingat ketika dia dan Tiffany tidak sengaja berciuman karena ulah Lauren. Siwon tersenyum konyol mengingat moment itu.

“Mereka sedang berciuman pabo” gumam Tiffany kesal yang melihat Siwon bertanya seperti itu padahal Siwon tahu apa yang mereka lakukan.

“ya aku tahu, tapi maksud ku apa mereka berkencan?” Siwon masih bingung, karena dia benar benar tidak tahu soal kedekatan Donghae dan Jessica.

“sepertinya begitu. Mana mungkin Jessica mau dicium dengan pria yang bukan kekasihnya”

“kau cemburu ya?” goda Siwon mencondongkan tubuh nya kearah Tiffany.

“mwo? Aku cemburu? Tidak, tidak sama sekali” Tiffany menarik tubuhnya agar menjauh dari sisi Siwon.

“sudah mengaku saja” Siwon sengaja mendesak Tiffany, dia ingin mengetes apa Tiffany mempunyai rasa pada teman dekat nya itu.

“aku tidak cemburu. Malah aku sangat senang, karena yang aku tahu mereka saling mencintai” Tiffany tersenyum mengingat bagaimana Donghae yang selalu menceritakan tentang Jessica dengan antusias.

“lalu bagaimana dengan mu?” tanya Siwon, menatap Tiffany tajam.

“aku? Kenapa dengan ku?”

“ya, siapa yang kau sukai?” tanya Siwon penasaran.

“apa aku perlu memberitahu mu? Kenapa kau harus tahu?” Tiffany bingung dengan pertanyaan Siwon, apa maksud dari pertanyaannya itu.

“hanya ingin tahu saja” jawabnya singkat.

Tiffany tidak menjawab, hening, tidak ada pembicaraan diantara mereka. Tiffany bingung, apa dia harus mengungkapkan cinta nya pada Siwon? Tapi disisi lain dia terlihat seperti wanita murahan yang menyatakan cinta nya terlebih dulu. Apa lagi dia seorang wanita, tidak seharus nya untuk memulai. Tapi melihat tidak ada nya respon setiap kali Lauren meminta Tiffany menjadi mommy nya, membuat Tiffany menjadi ingin tahu, apa Siwon mencintainya atau tidak. Dengan segenap keberanian yang dia punya, Tiffany memulai pembicaraan.

“kau” suara Tiffany sedikit serak, menetralkan suaranya “kau yang aku suka, aku mencintai mu Siwon” lanjutnya.

Siwon melotot kearahnya, terkejut dengan ucapan Tiffany “kenapa? Kenapa aku?” ucap Siwon tergagap, mukanya menegang.

“entahlah, yang aku tahu cinta itu tumbuh seiring waktu disini” Tiffany menunjuk letak hatinya, dimana cinta nya untuk Siwon tersimpan rapih disana.

Tidak ada satu kata pun yang keluar dari bibir tipis Siwon, berulang kali mengusap muka nya dengan prustasi.

“aku tidak meminta mu untuk membalas cintaku, aku hanya ingin kau tahu apa yang aku rasa selama ini, saat bertemu dan mengenalmu” Tiffany merasa malu sebenarnya, tapi masa bodo. Setelah ini dia terbebas dari rasa sesak yang selalu dia rasa setiap kali menahan cinta nya kepada Siwon.

“biarkan aku berjalan perlahan lahan kearah mu sampai kau benar benar siap untuk membuka hati mu lagi” lanjut Tiffany, berjalan kearah Siwon dengan perlahan. Sampai tidak ada lagi jarak diantara mereka.

Siwon tersentak mendengar penuturan Tiffany, bingung harus berkata apa? Ada kala nya Siwon tidak ingin Tiffany pergi darinya tapi terkadang Siwon takut untuk memulai sebuah hubungan lagi, apa lagi untuk memulai berkomitmen, hatinya belum terlalu siap untuk itu. Bukan karena belum bisa melupakan mendiang istrinya, hanya saja belum berani mengambil tindakan itu.

“mianhae” bisik Siwon.

“untuk sekarang aku belum bisa membalas apapun tentang ucapan mu. ada saat nya dimana aku ingin kau pergi, namun ada juga dimana aku tidak ingin kau pergi. Jadi sebelum hatiku bisa menjawab semuanya, kita berdua bersama seperti nya tidak terlalu buruk. Tetap lah disisiku Fany ahh, ku mohon” Siwon mengangkat tangan nya untuk menggengam tangan Tiffany, mengusap lembut punggung tangan Tiffany dengan ibu jarinya.

Tiffany senang mendengar ucapan Siwon, walaupun Siwon belum megatakan kalau dia mencintai Tiffany. Tapi setidaknya Siwon menginginkan Tiffany selalu berada disisinya, bukan kah itu suatu kemajuan.

Mata mereka bertemu, Tiffany pun tersenyum bahagia, menampakan mata bulan sabit dan gigi putihnya. Mata indah itu, senyuman yang membuat nya susah untuk bernafas, semua itu favorite Siwon. Perlahan Siwon menarik tangan Tiffany, memegang tengkuk nya lalu bibir Siwon berada diatas bibir Tiffany. Tiffany tidak menolak, dia mengikuti permainan Siwon yang sangat lembut. Siwon melakukan nya dengan lembut dan manis tapi sangat dalam. Ciuman pertama yang selalu Tiffany impikan dan pastinya tidak akan terlupakan.

Karena membutuhkan oksigen, Tiffany menarik bibir nya dari bibir Siwon. Tiffany tersenyum malu, Siwon mencium puncak kepalanya dengan sayang dan memeluk nya sangat erat. Tiffany dan Siwon bisa mendengar detak Jantung mereka yang sangat aktif.

 

***

 

“Lauren. Apa daddy boleh masuk?” panggil Siwon dari luar kamar Lauren dan mengetuk pintu nya beberapa kali. Tapi tidak ada jawaban dari putrinya, Siwon pun masuk ke dalam untuk memeriksa. Ternyata Lauren tidak ada dikamarnya, Siwon memeriksa kedalam kamar mandi Lauren. Tapi anak nya juga tidak ada disana, ketika Siwon akan keluar kamar untuk mencari Lauren, tiba tiba pintu kamar terbuka. Munculah Lauren dengan piyama pink nya yang kebesaran.

“daddy…” panggil Lauren, terkejut melihat Siwon berada dikamarnya.

“dari mana saja?” tanya Siwon khawatir, menghampiri Lauren lalu menggendong putrinya.

“mengantar Prince kerumah nya dad” jawab Lauren.

“daddy kira kau di culik”

“tidak akan ada yang berani menculik anak manis nya Siwon Daddy” ejek Lauren, mereka pun tertawa.

Lauren dan Siwon duduk di sofa yang ada dikamar Lauren

“well, ada apa daddy mencari ku?” Tanya Lauren penasaran, tangan nya disilangkan di depan dada seperti orang dewasa.

“ada yang ingin daddy bicarakan sayang” katanya, menyelipkan rambut Lauren dibelakang telinganya.

“apa itu?”

“daddy akan pergi ke Jepang  minggu depan, ada pekerjaan yang harus daddy kerjakan disana” ucap Siwon dengan hati hati

“lalu daddy akan pergi meninggalkan ku? Berapa lama daddy disana?” ada rasa kecewa dihati Lauren mendengar daddy nya akan pergi ke Jepang.

“daddy tidak bermaksud meninggalkan mu, ini benar benar pekerjaan penting. Tiga bulan daddy akan pergi” lirih Siwon, sebenarnya dia juga tidak tega meninggalkan putri semata wayangnya. Apa lagi ini untuk pertama kalinya Siwon meninggalkan Lauren, walaupun Siwon tahu, Lauren akan aman bersama Tiffany dan Jessica. Bahkan orang tua nya juga akan menjaga putrinya, tapi tetap saja hati nya sangat berat meninggalkan Lauren.

“tiga bulan itu waktu yang lama kan dad?” Lauren melotot kearah Siwon.

“hmm” jawab Siwon singkat, dia takut kalau Lauren akan marah.

“daddy tega meninggalkan ku sendiri?” bisik Lauren, suara nya mulai serak seperti menahan tangis.

“tidak sayang. Ada Granddaddy, Grammy, Jessica aunty, daddy juga akan meminta Tiffany ahjumma tinggal dirumah kita selama daddy pergi. Hanya untuk menjaga mu”

Lauren menggelengkan kepala nya kuat “tapi tetap saja tidak ada daddy di rumah ini”

“aku tidak ingin daddy pergi, aku ingin daddy tetap disini bersama ku. Bisakah?” pinta Lauren, mengguncang tangan Siwon.

“mianhae, pekerjaan ini sangat penting sayang. Daddy tetap harus pergi”

“apa pekerjaan itu lebih penting dari ku” teriak Lauren, mata nya mulai memerah.

Siwon menangkup wajah mungil Lauren “tidak, bukan seperti itu. Kau lah yang paling penting di hidup daddy, tapi biarkan kali ini daddy memilih pekerjaan daddy. Daddy janji akan sering menghubungi mu saat daddy disana dan daddy akan pulang tepat waktu sesuai janji kita, otte?”

“terserah daddy saja!!” Lauren melepaskan tangan Siwon yang berada dipipi nya dengan kasar, lalu naik keatas tempat tidurnya, menutup seluruh tubuh nya dengan selimut dan beberapa detik kemudian terdengar isakan kecil dari dalam selimut, Lauren menangis.

 

Siwon keluar dari kamar Lauren, membiarkan putrinya sendiri. Siwon bingung harus berbuat apa agar putrinya menizinkan dia pergi ke Jepang, karena pekerjaan ini sangat penting. Tidak bisa diwakilkan, sekalipun Tuan Choi yang akan mewakilkan tetap tidak bisa. Siwon sangat berperan penting di proyek yang akan dikerjakan di Jepang selama tiga bulan kedepan. Masih ada beberapa hari lagi untuk membujuk Lauren fikir Siwon, dia benar benar harus mencari cara agar Lauren mengizinkan nya pergi ke Jepang.

 

 

Dampak menangis semalam, pagi ini Lauren bangun terlambat. dia baru saja selesai mandi, ketika akan merapikan rambut nya Lauren melihat sebuah memo tertempel dikaca meja rias nya

“maafkan daddy, daddy harus kekantor lebih pagi tanpa menunggu mu bangun. Baik baik disekolah bidadari kecil ku, i love you”

“kata kata yang manis, tapi aku sedang membenci mu dad” upat Lauren menyimpan memo dari Siwon di saku kemeja sekolah nya.

Saat sedang asik dengan upatan nya, pintu kamar terbuka.

“ada yang perlu dibantu?” tanya Tiffany lembut.

“tidak ahjumma, terimakasih. Aku sudah selesai, kajja kita pergi” Lauren mangambil ransel sekolahnya dan menyandang nya dengan malas.

“tidak sarapan dulu?” Tiffany membantu Lauren yang sedikit kesusahan dengan ransel nya.

“aku tidak bernapsu untuk makan” Lauren berjalan dengan lesu. Tiffany bingung dengan mood Lauren pagi ini, apa dia ada masalah dengan Siwon. Tiffany akan menanyakan itu nanti ketika mood nya mulai membaik.

 

 

Disekolah, Lauren hanya duduk manis dan banyak melamun, biasanya dia sangat hyperaktif apa lagi di jam istirahat. Hari ini Lauren juga sangat cranky, hanya karena lupa membawa buku musik nya, dia nangis tersedu sedu yang membuat Taeyeon bingung setengah mati. Karena yang Taeyeon tahu Lauren tidak mudah untuk menangis, mood nya benar benar buruk hari ini.

Bel berbunyi, Lauren keluar kelas dengan malas. Tidak ada senyum yang terukir di wajah cantik nya, Tiffany berjalan menghampiri Lauren.

Tiffany berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Lauren “ahjumma dengar kau tadi menangis, karena lupa membawa buku musik mu?” Tanya Tiffany lembut, menggenggam tangan Lauren erat.

Lauren mengangguk “bukan nya Taeyeon songsaengnim bilang tidak apa apa, lalu kenapa masih menangis?” Lauren tidak menjawab, dia langsung menghambur kepelukan Tiffany.

“ada apa sayang? Mau berbagi cerita?” Tiffany menepuk nepuk punggung Lauren sayang.

Lauren melepas pelukan nya “ahjumma mau mendengar cerita ku?”

“dengan senang hati” gumam Tiffany.

Lauren menarik Tiffany untuk duduk di kursi di dekat taman, agar lebih nyaman untuk bercerita. Tapi ketika Lauren akan memulai untuk bercerita, Siwon datang secara tiba tiba. Tiffany maupun Lauren sangat terkejut, karena ini jam kerja. Seharus nya Siwon sibuk di kantor bersama laptop dan dokumen dokumennya.

“hey girls” sapa Siwon lengkap dengan senyum nya.

“Siwon! Kau seharus nya masih di kantor bukan?” Tanya Tiffany yang terkejut dengan kedatangan Siwon.

“tidak ada pekerjaan lagi yang harus aku kerjakan. So, aku datang kesini untuk menjemput kalian, kita bersenang senang untuk hari ini” ucap Siwon yang sudah bergabung duduk disebelah Lauren.

“YEAY!!!” teriak Tiffany girang, ekspresi Lauren datar, sulit untuk diartikan suka atau tidak. Tiffany langsung diam karena tidak ada respon apapun dari Lauren. Sebenarnya Tiffany berteriak hanya untuk membuat Lauren ikut senang tapi Lauren masih dengan wajah masam nya.

“ayo kita pergi nonton sayang, bukan nya kau ingin sekali menonton FROZEN?” ajak Siwon. Ya, Siwon sengaja meluangkan waktu nya untuk Lauren, setidak nya sebelum pergi ke Jepang, dia harus banyak menghabiskan waktu bersama Lauren dan Tiffany. Dan ini adalah salah satu metode untuk membujuk putrinya.

“aku meminta nya dua minggu yang lalu, dan aku sudah menonton nya bersama Jessica aunty dan Donghae ahjussi” ucap Lauren cuek. Tiffany yang melihat kedua nya dibikin penasaran, apa yang terjadi antara ayah dan anak. Siwon belum sempat memberi tahu Tiffany soal keberangkatan nya ke Jepang, mungkin hari ini Siwon akan memberi tahunya.

“tapi daddy belum menonton nya, daddy rasa Tiffany ahjumma juga belum menontonnya. Iya kan?” Siwon mengedipkan sebelah mata nya kearah Tiffany, agar Tiffany mau bekerja sama dengan nya. Tiffany hanya mengangguk ria.

“lagi pula menonton dua kali tidak masalah bukan? Ayolah, mumpung daddy ada waktu?” lanjut nya, bujuk Siwon.

“aku mau” jawab Lauren singkat.

“baiklah, kita pergi sekarang” ajak Siwon sangat bersemangat.

“mobil nya?” tanya Tiffany bingung. Siwon membawa mobil nya sendiri, sedangkan Tiffany juga membawa mobil Siwon.

“tinggalkan saja, nanti orang ku yang mengambilnya. Kalian naik kemobil ku sekarang” perintah Siwon, mencoba meraih tangan Lauren, tapi Lauren menolak.

“aku sangat menerima ajak kan daddy, tapi aku tahu ini semacam sogokan untuk ku kan? Tsk!” ucap Lauren angkuh, lalu pergi lebih dulu menuju mobil. Siwon menggelengkan kepala nya, sangat susah untuk membujuk putrinya.

“ada apa dengan kalian?” tanya Tiffany yang makin penasaran.

“nanti akan aku ceritakan. Kajja kita pergi” Siwon menggandeng tangannya, Tiffany tersenyum malu dan memandangi tangannya yang tengah di genggam oleh tangan kekar Siwon.

***

“ahh film yang sangat bagus” ucap Siwon, mereka baru saja keluar dari bioskop.

“aku tahu daddy tidak menyukai film nya, tadi daddy menikmati nya dengan sangat bosan” ejek Lauren. Yang Lauren lihat sepanjang film diputar, Siwon tidak bisa duduk dengan mantap bahkan dia sering memainkan handphone nya karena bosan.

“tidak, daddy benar benar menyukai filmnya” bohong Siwon.

“aku tahu daddy sedang berbohong” Lauren sangat mengenal daddy nya dan Siwon tertangkap basah tengah berbohong.

“putri ku yang manis, yang kepribadian nya ceria dan polos seperti Ana sekarang nampak sangat dingin seperti Elsa karena tengah mogok bicara pada daddy, right?” Lauren terkejut mendengar penuturan Siwon, padahal Siwon tidak terlalu menikmati film nya tapi Siwon hapal denga tokoh dan karakter film itu.

“aku tahu daddy pandai merayu, turun kan aku” Siwon yang sedari tadi menggendong Lauren pun menurunkan nya. Lauren langsung menggandeng tangan Tiffany yang sedari tadi hanya menyimak pertengkaran kecil Siwon dan Lauren.

“kau mau apa? Lolipop, cokelat, snack atau ice cream? Kau boleh memakan semuanya hari ini?” Siwon memberi kebebasan untuk Lauren memakan semua makanan yang selalu Siwon larang.

“daddy merayu ku lagi, bahkan aku boleh memakan semua makanan itu. Sulit di percaya” Lauren menggelengkan kepala nya berulang kali.

Siwon tidak melanjutkan pertengkaran dengan Lauren, dia hanya terkekeh lalu mengacak acak rambut Lauren dengan gemas, putrinya sangat pintar bicara.

 

 

Lelah seharian main, Lauren tertidur saat jalan pulang kerumah. Masih belum mau bicara dengan Siwon, sepertinya Lauren masih sangat marah. Bujuk rayu Siwon hari ini sia sia, dia harus mencari cara lagi agar bisa berbaikan dengan Lauren.

setelah sampai di depan apartemen Tiffany, mereka tidak langsung keluar. Ada yang harus mereka bicarakan, harus ada yang Siwon jelaskan pada Tiffany tentang masalahnya bersama Lauren.

“sudah mau berbagi cerita?” tanya Tiffany pelan, takut jika Lauren yang tengah tertidur di kursi penumpang akan terbangun.

“hmm” gumam Siwon.

“minggu depan aku akan ke Jepang, mengurus proyek baru disana selama tiga bulan” Tiffany melebarkan matanya lalu melemparkan tatapan nya kearah Siwon.

“tiga bulan?” teriak Tiffany, Siwon langsung menutup mulut Tiffany dengan tangannya.

“nde. Jangan berteriak, kecilkan suara mu” ini lah kebiasaan Tiffany kalau bicara, suaranya nyaring  apalagi berteriak, bayangkan saja sendiri.

“sial Siwon, itu benar benar waktu yang lama. Pantas saja Lauren sangat marah, kau akan meninggalkan nya selama itu” Tiffany menyandarkan kepala nya di jok mobil. Ada rasa sedih karena Siwon juga akan meninggalkan nya bukan hanya Lauren yang akan marah, sepertinya Tiffany juga akan marah. Tapi sayang Tiffany belum ada hak untuk marah pada Siwon.

“pekerjaan ini sangat penting, tidak bisa diwakilkan dan aku sudah lama sekali menantikan proyek ini”

“iya aku tahu dengan gila kerja mu itu, tapi bagaimana dengan Lauren? Apa kau akan tetap pergi walaupun dia meminta mu untuk tetap tinggal?” tanya Tiffany.

“hmm, tinggal lah dirumah ku selama aku tidak ada. Lauren akan senang jika kau selalu menemaninya” pinta Siwon.

“lalu bagaimana dengan ku? Bagaimana dengan hubungan tidak jelas ini Siwon?” Tiffany meminta kepastian, karena sampai sekarang Siwon belum memberinya pencerahan apapun lagi. Ditambah Siwon yang akan pergi tiga bulan lamanya, bukan kah itu keterlaluan. Membuatnya harus menunggu lama tanpa kepastian yang jelas.

“aku akan memberi kepastian nya sepulang dari Jepang, tiga bulan lagi” Siwon menatap manik mata Tiffany dalam.

“kau membuatku menunggu sangat lama, kenapa kau tidak memberinya sekarang?”

“aku butuh waktu fany ahh” lirih Siwon. “mengertilah” lanjutnya.

“aku sudah sangat mengerti mu, tapi tidak dengan kau” marah Tiffany, beranjak keluar dari mobil Siwon, tapi sepasang tangan menarik tangannya.

“apa lagi?” tanya Tiffany dengan nada membentak.

“beri aku waktu satu kali lagi, sampai semuanya benar benar jelas” pinta Siwon dengan wajah memelas, benar benar memelas. Tiffany dibuat luluh olehnya.

“please” gumam Siwon, tangan nya masih menggenggam tangan Tiffany.

Tiffany hanya mengangguk, tidak bisa menolak jika Siwon sudah meminta seperti ini. Mau tidak mau Tiffany menurutinya, semua karena Tiffany terlalu mencintai pria tampan dihadapannya ini. Tiffany yakin Siwon akan membalas cinta nya walaupun tidak sekarang.

Tiffany membuka pintu mobil Siwon, menjulurkan satu kaki nya untuk keluar. Belum seluruh tubuhnya keluar, suara kecil memanggilnya.

“ahjumma” panggil Lauren, duduk di kursi penumpang sambil mengusap mata nya dengan lucu.

“nde” Tiffany menolehkan kepalanya kesumber suara.

“aku ingin menginap diapartemen mu, bolehkah?” tanya nya.

“tidak, tidak boleh” Jawab Siwon cepat, sebelum Tiffany mengiyakan nya.

“kenapa tidak? Bukan kah besok libur?” bela Tiffany, dia sangat senang jika Lauren mau menginap di apartemennya, berbagi tempat tidur dan selimut.

“tetap saja tidak, kau tega meninggalkan daddy sendirian dirumah hoh?” Tanya Siwon, menatap putrinya yang masih cemberut.

“daddy saja tega meninggalkan ku, bahkan dalam waktu yang sangat lama. Jadi biarkan aku menginap, bisa dibilang ini sebuah latihan bagaimana rasanya saat kita berjauhan dad” ucap Lauren lirih, hati Siwon mencelos mendengar ucapan putri nya dan mulut cerdas nya itu.

“masih marah pada daddy?”

“sangat” Lauren melipat tangan didepan dada nya lalu mencibir.

“menginaplah” ucap Siwon pasrah, mengela nafas dengan kasar tidak menatap anak nya lagi. Tanpa berpamitan dengan Siwon, Lauren turun dari mobil dan langsung menjauh dari mobil Siwon. Tiffany yang melihat nya, tidak enak hati.

“aku akan meminjam putri mu untuk malam ini, gwencana?” tanya Tiffany lembut.

“ya”

“atau kau ingin menginap juga?” goda Tiffany.

“tidak tidak” jawab Siwon tergagap.

“masuklah, sepertinya anak kecil itu sudah tidak sabar lagi?” Siwon yang melihat Lauren menghentak hentakan kaki nya di tambah muka masam, tahu kalau putrinya sudah sebal untuk menunggu lebih lama lagi.

“ah nde. Nikmatilah malam kesendirian mu ya, ku harap kau tidak menjadi pria kesepian untuk malam ini” ejek Tiffany lalu terkekeh.

“terimakasih atas ejekannya. Aku pulang dulu, sampaikan peluk dan cium untuk bidadari kecilku”

“akan aku sampaikan, bye” Tiffany melambaikan tangannya, Siwon membalas lambaian tangannya lalu melajukan mobil nya dengan cepat.

Tiffany berjalan menghampiri Lauren “menunggu lama? Mian!” ucapnya lalu menggandeng tangan Lauren mengiringnya masuk kedalam apartemen.

 

***

“menginap tanpa rencana, jadi kita melupakan pakaian mu ya” Tiffany sibuk mengacak ngacak isi lemari pakaian nya, mencari baju yang menurutnya sudah kecil, agar bisa Lauren pakai.

Mereka pergi menonton dengan Siwon tadi siang sepulang Lauren sekolah jadi Lauren masih mengenakan seragam sekolahnya, tidak mungkin Lauren tidur memakai seragam sekolah yang sudah dikenakannya dari pagi.

“maaf sudah merepotkan mu, ahjumma” ucap Lauren, duduk manis diatas tempat tidur sambil menggoyang goyangkan kaki nya, tubuhnya masih dibalut handuk berwarna pink milik Tiffany.

“tidak merepotkan, ahjumma senang. Malam ini ada teman tidur.”

“cha, pakai baju ini tidak apakan. Hanya untuk tidur, ahjumma hanya menemukan ini” Tiffany menunjukan t-shirt putih yang sudah kecil ditubuhnya, tapi masih sangat besar untuk Lauren. Jika Lauren pakai akan menjadi dress.

“ya tidak apa dan terimakasih” Lauren berdiri diatas tempat tidur, bersiap dipakaikan baju. Setelah itu, Lauren memeluk leher Tiffany dan mengecup basah pipi nya.

 

Tiffany dan Lauren merebahkan tubuhnya ditempat tidur, menutupi tubuh nya dengan selimut. Tiffany merentangkan sebelah tangan nya membiarkan kepala Lauren diatas lengannya, tangan satu nya bebas membelai rambut Lauren dengan sayang dan Lauren memeluknya erat.

“ahjumma, aku berhutang cerita ya?” bisik nya didekapan Tiffany.

“hmm, tapi ahjumma sudah mengetahui semuanya” Lauren mendongakan kepalanya, mata nya bertemu dengan mata indah Tiffany.

“daddy yang memberitahu ya” Tiffany mengangguk.

“aku tidak ingin daddy pergi” lanjutnya dengan lirih.

“ahjumma tahu itu, bisa kah Lauren mengerti daddy, sayang” ucap Tiffany lembut.

“Lauren dan pekerjaannya ada lah dua hal penting untuk daddy, dan kali ini daddy tidak bisa membawa keduanya bersamaan. Mau tidak mau daddy harus memilih salah satu dari kalian, dan ya daddy harus memilih pekerjaan nya. dia masih mementingkan mu juga, buktinya dia meminta ahjumma dan Jessica aunty menjaga mu dengan baik. Sebenarnya daddy juga berat meninggalkan mu dalam waktu lama, tapi ya ini hidup dan hidup harus punya pilihan sayang” Tiffany menjelaskan pada Lauren panjang lebar, berharap anak manis ini dapat mengerti dan membiarkan Siwon pergi untuk pekerjaannya.

“tapi nanti aku akan sangat merindukan daddy” gumam Lauren, merenggangkan pelukannya pada Tiffany.

“daddy sudah berjanji akan selalu menghubungi mu kan, kita juga punya layanan skype. Jadi bisa bertatapan muka dengan daddy, jika Lauren merindukan wajah nya yang menyebalkan itu” Tiffany tertawa, Lauren pun mengukir senyum tipis diwajahnya.

“daddy ku tampan ahjumma” bela Lauren dan mulai ikut tertawa bersama Tiffany.

“ya ya ya, ahjumma mengakuinya. Puas?” Lauren mengangguk.

“well berbaikan lah dengan daddy, dia sangat sedih ketika kau mengacuhkan nya dan bilang pada daddy jika kau mengizinkan nya ”

“aku akan meminta maaf besok atas sikap ku yang tidak baik ini”

“oh anak manis, ahjumma akan selalu menemani mu saat daddy pergi nanti” Tiffany mengeratkan pelukannya, mencium puncak kepala Lauren.

“well, sekarang waktunya tidur dan ini peluk dan cium yang daddy titipkan untuk mu” Tiffany menyampaikan pelukan dan ciuman yang Siwon titipkan tadi.

“selamat malam baby girl” bisik Tiffany.

“selamat malam ahjumma”

 

***

Lauren mengendap endap masuk kedalam kamar Siwon dengan piyama baru yang dibelikan Jessica untuknya, Jessica yang menjemput Lauren di rumah Tiffany dan mengantarnya pulang. Sejak Lauren sampai dirumah, Siwon tidak menyambutnya. Apa daddy nya gantian marah padanya, fikir Lauren.

Ketika sampai didalam kamar Siwon, dilihat daddy nya melengkungkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil memeluk bantal. Pelan Lauren berjalan mendekati tempat tidur, naik dan memasukan tubuh mungil nya kedalam selimut yang Siwon pakai.

Siwon menggeliat kecil saat merasakan tempat tidurnya bergerak, dengan perlahan membuka matanya. Masih terlihat kabur tapi dia tetap mengenali wajah cantik di hadapannya sedang tersenyum manis menatapnya.

“hay daddy si pendengkur” sapa Lauren, senyum nya terus terukir diwajahnya.

“bidadari kecil ku” ucap Siwon, terasa mimpi melihat putrinya yang sedang tersenyum manis kearahnya. Karena terakhir kali mereka bertemu dalam keadaan yang tidak baik.

“ya dad” Lauren menempelkan satu tangan mungilnya dipipi Siwon “daddy tidak menyambutku pulang, daddy senang ya aku tidak ada dirumah?” marahnya, pura pura merajuk.

“daddy sangat kesepian, kau tahu? Makanya daddy hanya tidur seharian ini” gumam Siwon, menarik Lauren agar lebih dekat dengan nya.

“tapi nanti daddy tidak akan kesepian, karena kita bisa menghubungi satu sama lain jika kita sedang kesepian dan kalau daddy merindukan ku atau sebaliknya kita bisa memakai layanan skype, Tiffany ahjumma bilang aku bisa melihat wajah tampan daddy setiap hari dengan layanan itu” katanya panjang lebar, Siwon tertawa mendengar penuturan putri nya.

“haha jadi kau mengizinkan daddy pergi?” tanya Siwon dengan antusias.

“yup, dan tepati janji daddy untuk menghubungiku setiap hari ya” Siwon mengangguk.

“akan daddy lakukan” Siwon menarik tubuh mungil Lauren dan memeluknya “oh bidadari kecil daddy, betapa bangganya daddy memiliki mu”

“aku mencintai daddy” bisik Lauren di telinga Siwon.

“daddy lebih mencintai mu” gumam Siwon

“aku lebih lebih le….bih… mencintai daddy” ucap Lauren tidak mau kalah. Siwon manarik tubuh nya dari pelukan Lauren, mencubit gemas hidung mancung Lauren dan mendaratkan ciuman lembut dipipinya.

 

 

 

Hari yang sebenarnya tidak diinginkan Siwon, Tiffany dan Lauren pun tiba, ya hari ini berangkatnya Siwon ke Jepang untuk tiga bulan kedepan. Dan sekarang mereka sedang dijalan menuju bandara, sebenarnya Siwon  tidak ingin Lauren ataupun Tiffany mengantarnya kebandara tapi Lauren merengek agar bisa mengantar Siwon ke bandara.

“sudah waktunya pergi” lirih Tiffany.

Lauren masih dalam gendongan Siwon, melingkarkan tangannya dileher Siwon “daddy pergi dulu, jadilah anak baik selama daddy pergi hmm?” Lauren mengangguk kecil dileher Siwon, terdengar isakan kecil dari bibir mungilnya.

“jangan menangis” ucap Siwon, mengusap punggung Lauren.

Lauren mengangkat kepalanya “aku tidak menangis” gumamnya, menghapus air mata dengan kepalan tangan nya.

“beri daddy ciuman perpisahan” pinta Siwon, tanpa banyak membuang waktu Lauren memberikan banyak kecupan di wajah Siwon dan terakhir di kening dan bibirnya.

“oh manis sekali” katanya, lalu menurunkan Lauren dari gendongannya.

“aku pergi dulu”pamit Siwon, kali ini untuk Tiffany.

Siwon memeluk nya erat, Tiffany membalas pelukan Siwon dengan melingkarkan tangannya dipinggang Siwon.

“hmm, baik baiklah disana dan jangan melupakan jadwal makan mu ne?” ucap Tiffany didada Siwon. Menempelkan pipi nya lebih erat didada bidang Siwon.

“kau juga” Siwon melepaskan pelukannya, lalu mencium kening Tiffany. Tidak perduli kalau anak nya sedang menonton mereka sekarang. Dengan seribu keberanian, Tiffany menarik kerah kemeja Siwon, berjinjit dan mendaratkan bibirnya diatas bibir Siwon. Ciuman singkat tapi manis, sebuah ciuman perpisahan yang manis.

Siwon mulai berjalan menjauh dari mereka, sesekali melihat kebelakang untuk melambaikan tangan atau memberi flying kiss untuk Tiffany dan Lauren. Sampai benar benar Siwon menghilang dari hadapan mereka.

Tiffany dan Lauren berjalan dengan lesu menuju mobil, pulang kerumah Tiffany untuk mengambil beberapa pakaian dan barang penting lainnya yang akan dibawa nya kerumah Siwon. Ya, Tiffany akan tinggal di rumah mewah itu untuk beberapa bulan kedepan, untung ada Jessica yang akan menemaninya juga jadi mereka tidak akan kesepian.

 

 

TIGA BULAN KEMUDIAN

 

Lauren baru saja tertidur, setelah seharian menangis karena sudah satu minggu Siwon jarang menghubungi nya dan seharus nya Siwon sudah pulang di minggu ini, tapi belum ada kabar kalau dia akan pulang. Diawal kepergian, komunikasi mereka berjalan lancar. Tapi di bulan terakhir komunikasi mereka sangat buruk, Tiffany pun dibuat kesal oleh Siwon. Benar benar gila kerja fikir Tiffany.

Tiffany baru saja akan ikut bergabung menuju alam mimpi, tetapi tiba tiba handphone nya berbunyi, pertanda ada pesan masuk dan pesan itu dari Siwon.

 

Isi pesan Siwon dan Tiffany:

Hey, sudah tidur?

Kenapa?

Merindukan mu.

Gotjimal!!
Lauren seharian ini menangis, karena kau jarang menelpon nya. Kapan kau akan pulang?

Lauren atau kau yang menangis hoh? Minggu depan aku akan pulang.

Oh Siwon, aku bukan anak berusia lima tahun yang dengan mudahnya menangis.

Well, kau tidak merindukan ku?

Sebenarnya…
ya, aku merindukan mu.

Aku tahu, tunggu aku pulang. Kita akan menghabiskan waktu bersama dan aku akan meminta banyak sesuatu yang manis dari mu.

Sesuatu yang manis?

Ya, seperti ciuman.

Tsk!! Kau siapa? Seenak nya minta ciuman dariku.

Calon suami mu!!

NE? Kau belum melamar ku, mengucapkan kata cinta saja tidak!!

Akan aku lakukan, puas?

Segera buktikan.

Yup, tidurlah.

Kau juga tidurlah.

Berharap bertemu dengan mu didalam mimpi

Berhenti menggoda ku dan pergi tidur SIWON!!

Selamat malam ahjumma

Selamat malam ahjussi

 

 

 

Tiffany meletakkan handphone nya di bawah bantal dengan senyum konyol yang tidak pudar dari wajah cantiknya. Siwon terkadang menyebalkan, tapi manis, itu yang Tiffany suka dari Siwon. Tiffany merapikan letak selimutnya dan Lauren lalu bergegas untuk pergi tidur dan ya sangat berharap bisa bertemu Siwon didalam mimpinya nanti.

 

***

 

“jadi kapan Siwon akan pulang?”  tanya Jessica, menempatkan berat badan nya di sofa, disebelah Tiffany.

“molla, dia hanya bilang minggu depan dan seharus nya di minggu minggu ini dia akan pulang” balas Tiffany dengan malas. Ini sudah satu minggu setelah Siwon mengirimkan Tiffany pesan, tapi Siwon belum juga pulang.

“sepertinya kau sudah merindukan nya setengah mati ya?” goda Jessica.

“tidak, hanya saja dia tidak menepati janji” elak nya. tapi didalam hati nya, Tiffany benar benar merindukan namja yang memiliki satu putri itu.

“apa yang akan kau lakukan jika Siwon pulang?” Jessica meletakkan kedua tangannya di dagu dan menunggu jawaban yang keluar dari mulut Tiffany.

“kenapa kau bertanya seperti itu?”

“hanya ingin tahu” gumam Jessica dengan santai.

“aku akan memukul kepalanya, menendang bokongnya, menarik telinga nya dan menggigit otot lengannya ciat ciat ciat” ucap Tiffany kesal, tangan nya mengepal dan meninju keudara dan kaki nya menerjang kesegala arah.

Jessica tertawa “lalu apa yang kau lakukan dengan bibir nya?” tanya Jessica tanpa dosa.

“Yaak!! Jessica!! Noe byuntae” marah Tiffany, memukul kepala Jessica dengan bantal.

“sudahlah Tiff, aku tahu kau merindukan bibir Siwon berada diatas bibir mu kan?” Tiffany melotot kearah Jessica dan bersiap memberikan pukulan bantal diatas kepala nya lagi tapi Jessica dengan cepat mengambil bantal itu dan membuangnya sembarang.

“aku melihat mu Tiff , dibalkon bersama Siwon” Jessica tertawa puas, berhasil membuat Tiffany jengkel dan marah.

“aku juga melihat mu, dihalaman bersama donghae” balas Tiffany, yang membuat tawa Jessica berhenti.

“kau mengintip?”

“siapa yang mengintip siapa?” tanya Tiffany dengan angkuh.

“ku anggap ini seri, dan kumohon jangan mengintip lagi Tiff” Tiffany hanya membalas dengan cibiran.

 

“berhubung Lauren sedang bersama Granddaddy dan Grammy nya untuk beberapa hari kedepan, jadi aku akan pulang keapartemen ku, kau bisa mengantar ku pulang kan Jess?” tanya Tiffany, merapikan bantal bantal yang berserakan dilantai.

“tentu. Aku akan menginap dirumah eomma, kau ikut saja” ajak Jessica.

“tidak, aku ingin pulang. Sudah lama aku tidak tidur dikamar ku sendiri”

“baiklah aku akan mengantar mu dengan selamat, kau tenang saja”

“oh Jess, kau yang terbaik” Tiffany berlari memeluk Jessica, lalu mencium pipi nya cepat.

“Aissh kau menjijikan, Tiffany aku bukan Siwon” kesal Jessica, Tiffany makin mempererat pelukannya.

“iya aku tahu” gumam nya sambil tersenyum konyol dibahu Jessica.

 

 

 

Tiffany baru saja terpulas, baru akan bergegas ke alam mimpi. Tapi bunyi pintu apartemen membangunkannya.

DUKK DUKK!!

Tiffany masih enggan bangun.

DUKK DUKK DUKK!!

Tiffany duduk dari posisi tidur nya dan mengumpat dengan kesal.

DUKK DUKK DUKK DUKK!!

Sepertinya orang yang berkunjung keapartemen nya makin tidak sabaran, dengan marah dan malas sambil menghentak hentakan kaki nya kelantai, Tiffany berjalan menuju pintu sambil menyipit kan matanya yang masih mengantuk.

DUKK DUKK DUKK!!

“aissh tidak sabar sekali” umpat nya.

“yaa aku datang” teriak Tiffany sebisa mungkin.

Tiffany mengangkat tangan untuk membuka pintu, dan dibalik pintu itu, disana berdiri Siwon dengan wajah lelah nya. Mata Tiffany yang menyipit seketika melebar, Siwon mendorong Tiffany dan menerobos masuk kedalam apartemennya. Tiffany menutup pintu dan berbalik menghadap Siwon yang sudah berdiri dihadapannya.

“hey, apa kau akan tetap berdiri disana, seperti patung?” ejek Siwon melemparkan jaket kulit dan tas nya ke sofa.

Tidak ada jawaban dari Tiffany “kau tidak ingin memeluk ku?” tanya Siwon. Tapi Tiffany tetap diam di tempatnya.

Dengan geram Siwon berjalan kearah Tiffany, tapi Tiffany mundur beberapa langkah ketika Siwon mulai mendekatinya.

“kau kenapa?” Siwon mencoba meraih kedua sisi bahu Tiffany dan dengan gerak cepat Tiffany mengelak.

“jangan sentuh aku dan tetap disana Siwon” teriak Tiffany. Siwon menuruti intruksi Tiffany lalu mengacak rambutnya dengan prustasi.

“ada apa? Kau kenapa hoh?” Tiffany tidak menjawab, melotot kearah Siwon. Bukan nya takut, Siwon malah berjalan mendekati Tiffany lagi dan lagi lalu mendekap Tiffany erat, awalnya memberontak tapi lama lama Tiffany menyerah dan menerima pelukan hangat Siwon. Lama dalam keheningan, dikira sudah tenang, Siwon mulai bicara.

“kenapa? Apa aku menyakitimu?” Tanya Siwon dengan hati hati.

Menarik diri dari pelukan Siwon, Tiffany mengangkat kepalanya dan mata mereka bertemu.

“jahat” Tiffany memukul dada Siwon “jahat” lagi dan kali ini air mata nya tumpah.

“kau jahat, sangat jahat, benar benar jahat, sialan kau Siwon” umpat nya, tangan nya masih memukul mukul dada Siwon, tidak ada respon dari Siwon.

“tapi bodohnya, aku tetap mencintai mu” kata Tiffany disela isakannya.

Siwon menangkup wajah Tiffany “saranghae” Siwon langsung mendaratkan ciuman manis dan lembut dibibir Tiffany, tidak ada penolakan dari Tiffany, malah dia menikmatinya dengan senang hati. Ciuman rindu bercampur cinta.

Tiffany melepas ciuman mereka “kau bilang apa tadi?” tanya Tiffany

“Apa?”

“tadi kau bilang apa?” bentak Tiffany meninggikan suaranya.

“yang mana?” Siwon sengaja pura pura tidak tahu, hanya untuk menggoda Tiffany.

“yang tadi cepat katakan?” desak Tiffany menarik kerah kemeja Siwon, sebenarnya Tiffany dengar hanya saja Siwon mengatakannya terlalu singkat, Tiffany ingin lebih.

“aku mencintai mu” ucap Siwon dengan perlahan disetiap ejaan nya.

“apa? Aku tidak dengar” Tiffany menari cuping nya.

“aku mencintai mu, tuli” bisik Siwon di telinga Tiffany, senyum nya terukir diwajah cantiknya, senyum malu malu.

“hanya itu yang ingin kau katakan, selama tiga bulan meninggalkan ku?” Tiffany mencibir

“dengar kan aku baik baik Tiffany Hwang, aku hanya mengatakannya satu kali” ada rasa bangga tersendiri karena Siwon memanggil nama lengkap nya.

“aku sangat sangat mencintai mu, kau tahu? Selama aku disana, aku benar benar merindukan mu. Bukan hanya memikirkan Lauren tapi kau selalu datang berkeliling difikiran ku tanpa henti, tapi aku menahan nya, karena aku akan mengatakannya langsung pada mu saat kita bertemu” semua ungkapan hatinya dikeluarkan hanya untuk Tiffany.

“ini bukan rayuan kan?” pipinya sudah berganti warna menjadi merah seperti tomat.

“tidak, ini benar benar dari hati ku. Aku benar benar jatuh cinta padamu dan mulai saat ini aku tidak ingin jauh atau kau pergi dari ku” tangan Siwon masih asik bertengger dipipi Tiffany.

“aku tidak akan pergi walaupun kau meminta ku untuk pergi Siwon” Tiffany mengalungkan lengan nya dileher Siwon.

“mari kita menjalani sisa hidup kita bersama?” ajak Siwon, satu tangannya sudah pindah di pinggang Tiffany.

“aku mau” Tiffany menganggukan kepalanya, Siwon menarik dagu Tiffany lalu mencium bibir Tiffany singkat.

 

“kau tidak pulang kerumah?” tanya Tiffany dibahu Siwon. Siwon masih memeluknya erat.

“tidak, aku ingin menginap disini, tidur bersama mu. Aku iri dengan Lauren yang selalu tidur bersama mu, sedangkan aku tidak” ucap Siwon pura pura merajuk.

“MWO?” pekik Tiffany, terkejut.

“tidak, kau harus pulang. Aku tidak ingin menampung pria mesum seperti mu, kau byuntae” kata Tiffany berlari menjauh.

Siwon mengejarnya “terserah. Pokok nya aku akan menginap malam ini” Tiffany berlari menghindari Siwon, tapi kali ini kakinya tidak bersahabat. Tiffany hampir terpeleset karpet, untung saja Siwon dengan sigap menangkap nya. Menggendongnya dibahu lalu membawa Tiffany kekamarnya

“kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam macam” Siwon memukul pantat Tiffany main main, dan mendapat balasan pukulan kecil dikepalanya.

“tapi aku tidak janji” Lanjut Siwon dengan seringaian nya.

“YAAK!! CHOI SIWON!!” teriak Tiffany. Siwon tidak akan berbuat macam macam hanya ingin tidur disamping Tiffany dan ya Siwon hanya menggoda Tiffany, dia sangat suka menggoda gadis nya ini. Siwon tidak akan berani menyentuh mahkota Tiffany sebelum perjanjian suci itu diucapkan. Itu janji Siwon.

 

END…..

 

 

 

Part ini lebih panjang ya? Iya sengaja biar puas, part ending soalnya.
pada mau sekuel ga? Aku udah nyiapin sekuel, tapi bakal aku Protek ya soalnya ada unsur NC nya jadi maaf loh yang dibawah umur belum bisa baca hihi.. okeh di tunggu sekuel nya yup!!

203 thoughts on “(AF) Dad, I want Mommy (PART 2) END

  1. Ending yang manis.. setelah siwon punya keraguan untuk bilang cinta ama tiffany, ini juga berkat lauren yang kekeh ngejodohin ahjumma dan ahjussi ini wkwk, aku senyum senyum gak jelas waktu lauren ngejahilin siwon dan tiffany pas di foto, ahh pokoknya suka, sweet sekali😂😂

  2. Woww, aku suka yg cerita beginian njh thor. Oiya, new reader nih thor, jadi mau komen di part 1 untuk kelanjutannya pun udh ada, jadi sekaligus disini gpp ya thor.
    Huhh, fany sosok cewek yg brani, brani untuk ungkapin perasaannya duluan hihihi… jrng banget ada cewek kek bgtuan. Dan lauren, ada yg pnter nyatuin sifany my fav hahaha…dan akhirnya siwon mengatakan perasaan nya jugak sama tiff wlau tiff harus nunggu.
    Pokoknya keren deh thor. Daebak saya suka. Sequelnya sayangnya di protect, jadi sedih deh. Udh boleh mnta pw kan akunya thor walau new reader?? Udh ada beberapa kok ff yg aku komen, krna baru beberapa itu yg aku baca hoho
    Fighting thor nulis ff yg lebih keren” lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s