(AF) Dad, I want Mommy (PART 1)

Dad, I want Mommy (PART 1)

D2

Author: @zoey_loe

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won–Lauren Hanna Lunde

Support cast:  Kim Taeyeon–Lee Donghae–Jessica Jung

Length: Twoshoot

Genre: Romance, Marriage Life

Rating: 15

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan. FF ini murni hasil kerja keras ku!!

Okey!! Happy reading and keep RCL please…….

“LAUREEEEENNN!!” teriak seorang pria tampan berlesung pipi ketika memasuki rumah mereka.

“yes dad” jawab lauren tanpa rasa bersalah sekalipun, anak perempuan berusia 5 tahun itu berlari menuju sumber suara.

“apa lagi ini? Kau apakan lagi rumah ini” Tanya pria bernama Choi Siwon itu yang diketahui adalah daddy dari lauren. Bagaimana tidak marah, daddy nya lelah setelah seharian bekerja melihat rumah nya yang sangat berantakan seperti kapal pecah belum lagi lantai yang kotor.

“oops sorry dad, tadi prince tidak mau main di halaman, jadi kami main didalam rumah” ucap lauren menyesal sambil memberikan puppy eyes terbaik nya.

“kau tahu daddy sangat lelah, dan sekarang daddy harus merapikan rumah yang kau buat hancur bersama teman tak berguna mu itu” ucap siwon sambil merapikan mainan Lauren yang berserakan di lantai lalu melirik anjing dalam gendongan Lauren.

“dad dia Prince, dia teman ku dan dia sangat berguna untuk ku. Karena hanya prince yang selalu menemani ku.Ingat itu” marah Lauren memperingati daddy nya. Lauren menurun kan Prince dari gendongan nya lalu ikut membantu daddy nya merapikan mainan yang berserakan di lantai.

“berhenti membuat kepala daddy pusing Lauren Choi, kau ingat sudah berapa baby sitter yang mundur secara terhormat karena ulah mu dalam dua bulan ini?” selesai dengan mainan Lauren yang berserakan kini Siwon duduk di sofa putih yang berada di ruang tamu sambil memijit kening nya yang terasa pusing.

Lauren berpikir “kim ahjumma, sun kyu unnie, lee ahjumma, yeri unnie, so hyun unnie” ucap lauren dalam hati sambil memainkan jari nya untuk berhitung. Lauren tersenyum mengingat beberapa baby sitter nya itu.

“yaa kenapa kau senyum senyum seperti itu hoh? Lauren sebenarnya kau ingin baby sitter yang seperti apa? Daddy sudah pusing menyarikan mu pengasuh, tapi belum satu bulan mereka sudah mengundur kan diri” Tanya Siwon pada Lauren putri semata wayang nya itu.

“aku hanya ingin daddy” gumam Lauren tidak ada senyum lagi yang terukir di bibir mungil nya.

“daddy disini Lauren,daddy tidak akan meninggalkan mu” tidak bisa tidak marah kalau sedang berdebat dengan putrinya yang sangat keras kepala.

“tapi daddy selalu sibuk, dan tidak ada waktu untuk ku. Bahkan weekend pun daddy tetap sibuk” protes lauren. Memang ada benar nya juga pikir Siwon, tapi Siwon lakukan semuanya untuk Lauren agar anak nya tidak kekurangan apapun.

“daddy bekerja untuk mu Lauren, hanya untuk mu. kalau daddy tidak bekerja kau mau makan apa? Kau bahkan tidak akan bisa sekolah jika daddy tidak bekerja”  Siwon menghembuskan nafas kasar melirik Lauren sesekali yang nampak kebingungan entah apa yang dipikirkan anak itu.

“kan ada Granddaddy dad, dia bisa memberi ku makan dan membiayai sekolah ku” jawab Lauren, ada saja jawaban anak itu tidak berujung dan tidak mau kalah.

“iya dia mau menanggung mu tapi tidak dengan daddy, Granddaddy tidak mau menanggung daddy. Kau tega melihat daddy menjadi kurus karena tidak di beri makan hah?” ah semoga jawaban nya kali ini bisa membuat putri nya berhenti bicara batin Siwon.

“mana mungkin Granddaddy setega itu dad” jawab lauren lagi sepertinya belum kehabisan kata kata.

“sudah kita sudahi pembicaraan ini, karena pembicaraan ini tidak akan selesai sampai besok pagi” ucap siwon prustasi sambil mengacak acak rambut nya.

“apa kau sudah mengerjakan PR mu?” Tanya Siwon berjalan menuju kamar nya. Lauren mengikuti nya dari belakang.

“sudah selesai kok” jawab Lauren santai

“daddy mandi dulu habis itu daddy akan periksa PR mu lalu kita makan malam” ucap siwon berhenti tiba tiba dan menoleh kearah putri nya.

“oke” jawab Lauren riang sambil mengacungkan jempolnya.

 

Ini lah keseharian Siwon dan Lauren tidak jauh dari perdebatan. Anak dan ayah yang sama keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah. Ibu Lauren Yoona sudah meninggal  setelah melahirkan Lauren, Yoona mengalami pendarahan hebat hingga nyawa nya tidak tertolong lagi. Siwon juga belum berfikiran mencari pengganti Yoona, saat ini dia hanya ingin fokus pada Lauren.Mendidik nya dengan baik, tapi sepertinya Siwon sudah salah mendidik purtinya, lihat saja tingkah laku putri nya saat ini. Sudah lima baby sitter yang mengundurkan diri bahkan Granddaddy dan grammy nya sudah lepas tangan untuk mengurus cucu satu satu nya itu. jadi Lauren hanya seorang diri di rumah jika Siwon tengah bekerja, terkadang ketika jam makan siang Siwon menyempatkan menjemput putri nya dari sekolah lalu makan siang bersama dan mengantarkan nya kerumah tapi jika Siwon sedang sibuk dengan pekerjaan nya dia menyuruh seketaris nya Sooyoung yang menjemput Lauren.

 

Lauren sudah duduk manis di meja makan dengan buku PR nya, menunggu daddy nya yang sedang mandi. Beberapa menit kemudian pintu kamar Siwon terbuka dan munculah Siwon sudah siap dengan piyama tidur nya.Siwon berjalan menghampiri Lauren yang tengah menunggu nya lalu menarik kursi dan duduk di samping Lauren.

“apa daddy akan memasak?” Tanya Lauren sambil menyerahkan buku PR nya

“tidak. Daddy sudah memesan makanan jadi kita tinggal tunggu saja. Apa kau sudah lapar?” siwon tengah membuka halaman perhalaman buku PR lauren

“ya” jawab Lauren sambil memegang perut nya.

“Lauren!! PR mu semuanya salah. Aissh ini jika kau banyak main bersama anjing itu” ucap Siwon marah dan menarik kursi Lauren agar lebih dekat dengan nya.

“lihat sini” perintah Siwon sambil menunjuk buku PR Lauren. Lauren tidak menjawab tapi langsung mengikuti intruksi daddy nya.

“ini ada gambar 3 apel lalu di tambah 2 apel, kau menulis hasil nya 8. Coba kau hitung lagi dengan benar” ucap Siwon masih dengan nada lembut, sebenarnya Siwon marah tapi di tahan emosi nya.

Lauren membuka jari kanan nya 3 dan jari kiri nya 2 “satu, dua, enam…” ketika tengah serius berhitung Siwon langsung menyela.

“ya ya ya ajaran dari mana itu setelah dua, enam. Salah!! Kau bisa berhitung tidak?” bentak Siwon, kali ini Siwon benar benar geram.

“coba kau berhitung dari 1 sampai 20. Sekarang Lauren!!” perintah Siwon

“satu, dua, enam, tu-“ hitung Lauren dengan takut

“salah. Ulang lagi” sela Siwon

“satu, dua…” Lauren berhenti, dia tidak tahu setelah angka dua angka berapa.Yang dia tahu setelah dua itu angka enam.

“kau tidak bisa berhitung? Apa yang kau lakukan disekolah selama ini hoh? Bagaimana kau bisa mengerjakan PR ini jika kau tidak bisa berhitung” siwon melempar pensil yang di pegang nya dengan kasar.

“daddy sudah mendaftarkan mu di sekolah terbaik di seoul, daddy juga sudah mendaftarkan mu kursus terbagus dan termahal tapi kau tidak pernah mau masuk. daddy memanggil guru private tapi kau selalu mengusilinya.Kau mau seperti ini terus dan menjadi anak bodoh, itu yang kau mau?” marah Siwon, yang di marahi hanya menunduk dan menggeleng pelan.

“jawab daddy Lauren!!” bentak Siwon

“tidak dad” bisik Lauren, daddy nya benar benar marah kali ini bahkan Lauren tidak berani melihat kearah daddy nya.

“daddy tidak mau tahu pokoknya besok kau harus bisa berhitung 1 sampai 20 kalau tidak ucapkan selamat tinggal  pada anjing itu karena daddy akan memberinya pada orang lain” ancam Siwon

“please dad jangan prince, yang lain saja hmm” lauren mencoba membujuk daddy nya memasang muka memelasnya.

“tidak ada toleransi kali ini” jawab Siwon singkat. Lauren hanya menunduk terdiam dan menghembuskan nafas kasar nya.Daddy nya benar benar serius dengan ancaman nya kali ini.

TING TONG TING TONG

bel rumah Siwon berbunyi, dan makanan yang Siwon pesan sudah sampai.

“tutup buku nya dulu, kita makan sekarang. Setelah itu kita selesaikan PR mu” perintah Siwon sambil membuka kotak makanan yang dia pesan tadi.

“nde” jawab Lauren pasrah.

***

“Lauren..kau bisa lebih cepat lagi tidak? Daddy ada rapat pagi ini” teriak Siwon dari pintu kamar nya, kebetulan kamar nya bersebelahan dengan kamar Lauren.

“sebentar lagi selesai” teriak Lauren.

Siwon menuruni anak tangga dan menuju meja makan, sudah rapih dengan pakaian kantor nya.

“selamat pagi tuan choi” sapa Han ahjumma sambil sedikit membungkuk. Han ahjumma adalah pembantu di rumah Siwon, tapi tugas nya hanya membuat sarapan, membereskan rumah, mencuci dan menyetrika pakaian Lauren dan Siwon setelah itu dia pulang.Han ahjumma tidak sanggup untuk menjaga Lauren karena kenakalan nya itu.

“nde. Ahjumma tolong buatkan roti pakai selai cokelat untuk Lauren karena aku ada rapat pagi ini jadi Lauren akan sarapan di mobil saja” perintah Siwon sambil mengunyah waffle nya.

“nde tuan” jawab han ahjumma lalu sibuk dengan roti dan selai cokelat pesanan Siwon.

“good morning ahjumma, good morning daddy” sapa Lauren yang baru saja turun dari kamar nya.

“baiklah kita akan pergi sekarang, kau sarapan di mobil saja. Daddy bisa telat jika menunggu mu sarapan” ucap siwon sambil melirik arloji di tangan kiri nya.

“nde kajja” jawab lauren mengambil roti yang di buatkan han ahjumma lalu berjalan menyusul daddy nya.

 

Sesampainya di sekolah Lauren…

 

“daddy tidak bisa mengantar sampai kelas, daddy harus cepat sampai kantor. Gwencana?” Tanya siwon sambil mengusap kepala Lauren dengan sayang.

“hmm gwencana” lauren mengangguk sambil menatap mata hitam milik daddy nya.

“belajar yang benar, dan ingat perjanjian kita 1 sampai 20. Oke?” siwon mengingatkan Lauren akan perjanjian yang mereka buat.

“arraseo” jawab lauren pasrah. Siwon mengecup kening Lauren, Lauren pun turun dari mobil dengan malas nya.Siwon memberikan flying kiss untuk putrinya lalu melajukan mobil nya dengan cepat.

“mati lah kau Lauren. Kau harus bisa berhitung 1 sampai 20 hari ini juga huft” ucap Lauren berjalan dengan malas menuju kelas nya.

 

***

Seorang wanita cantik berusia 25 tahun tengah duduk dengan prustasi di sebuah taman. Dia membawa setumpuk Koran dan pena di tangan kirinya sedangkan tangan kanan nya memegang handphone pink kesayanganya.

“aissh kenapa susah sekali mencari pekerjaan” ucap wanita itu lalu menghempaskan Koran yang ada di tangan nya.

“Tiffany fighting!!” wanita cantik berambut panjang dengan poni tipis nya itu menyemangati dirinya sendiri.Lalu mengambil Koran dan membuka halaman perhalaman.

Koran pertama tidak ada pekerjaan yang sesuai dengan dirinya, Tiffany melempar Koran itu ketanah. Di buka nya Koran yang kedua dan sama saja tidak ada yang sesuai juga untuk nya. Di cari nya lagi sampai Koran ke lima..

“di cari baby sitter anak usia 5 tahun” tiffany mengeja setiap kata yang dia lihat dikolom Koran tersebut.

“sepertinya pekerjaan ini tidak buruk, anak seusia itu mudah untuk di tahklukan. Kasih ice cream atau permen saja pasti dia diam haha” ucap Tiffany meremehkan pekerjaan tersebut. Sebenarnya Tiffany tidak terlalu suka dengan anak anak tapi tidak apa lah hanya ini pekerjaan yang bisa dia sanggupi.

Ditelfon nya nomer handphone yang tertera di Koran tersebut, lama tidak ada jawaban akhirnya telepon nya diangkat juga.

“yeobseyo” ucap Tiffany serak. Dia nervous “hmm hmm” tiffany menjauhkan handphone nya berdehem menormalkan suaranya.

“nuguseyo” jawab pria disebrang sana.

“aku Tiffany.apa benar ini tuan choi siwon yang sedang mencari baby sitter untuk anaknya” Tanya tiffany sambil menggigit ibu jarinya.

“ya benar, apa kau ingin menjadi baby sitter putriku?” Tanya Siwon to the point

“ya, bisakah?” jawab Tiffany ragu.

“aku ingin bertemu dengan mu langsung. Kau bisa datang ke kantor ku, alamat nya ada di Koran itu juga”

Tiffany langsung melihat Koran yang dipegang nya “kapan aku harus datang ke kantor anda?” Tanya Tiffany.

“sekarang” jawab siwon singkat.

“mwo? Ah baiklah baiklah” jawab Tiffany terkejut karena siwon menyuruh nya ke kantor nya sekarang juga.

“aku tunggu 15 menit dari sekarang” perintah siwon.

“nde” tiffany menutup telepon nya lalu berlari menuju halte. Tiffany menurut saja apa yang di perintahkan pria itu karena dia benar benar membutuhkan pekerjaan sekarang.

 

***

TIFFANY POV

Ini lah tujuan ku kantor perusahaan Tuan Choi. woaah ini adalah gedung perkantoran terbesar dua puluh empat lantai, semua terbuat dari kaca dan baja dengan tulisan “HYUNDAI GROUP” diatas pintu kaca depan.

Saat aku tiba jam menunjukan setengah sepuluh, ah pas sekali lima belas menit aku sampai disini. Sangat lega bahwa aku tidak terlambat saat aku sampai di lobi yang besar.

Dibalik meja putih, seorang wanita muda berambut hitam pekat, tersenyum ramah padaku.Dia mengenakan jas biru dan kemeja putih sangat rapih.

“Tiffany Hwang, aku disini ingin bertemu tuan choi siwon” Tanya ku pada wanita berambut coklat yang aku ketahui dari tag name bernama Lee Sunny.

“tunggu sebentar Tiffany ssi” jawab wanita itu, aku mengangguk tetap berdiri sopan dihadapannya.

Aku berharap apa yang aku pakai sekarang sudah lebih dari pantas aku kenakan untuk datang menemui Tuan Choi Siwon ini. Aku mengenakan blazer pink dan memakai rok hitam milikku, sepatu heels hitam satu satu nya punya ku. Aku menyelipkan rambut ku  di belakang telinga menunggu intruksi selanjut nya dari wanita bernama Sunny.

“Tiffany ssi kau sudah di tunggu Choi sajangnim” tegur Sunny membuyarkan ku dari pikiran yang sedang menghantui ku.

“kau bisa naik lift dan tekan tombol lantai 24” lanjutnya dia tersenyum ramah padaku.

“nde ghamsanamida” ucapku seraya membungkuk permisi padanya.

Aku berjalan menuju lift, menunggu pintu lift itu terbuka. Tidak lama pintu lift pun terbuka, lalu aku tekan tombol lantai 24.

“huft kapan aku bisa bekerja di kantor seperti ini. Yaak Tiffany kau hanya berkunjung disini, kau tidak cocok bekerja disini.Jangan menghayal” aku memukul mukul kepala ku memperingatkan diri ku sendiri.

Lift membawaku dengan kecepatan tinggi ke lantai 24. Pintunya bergeser terbuka, dan aku berada di lobi berikutnya.Seorang wanita lebih tinggi dari ku berpakaian sangat rapih berdiri menyapaku.

“Tiffany Hwang, kau bisa tunggu sebentar?” ucap nya ramah wanita ini bernama Choi Sooyoung.Sepertinya wanita ini seketaris Tuan Choi.

“ya” jawab ku serak, lagi lagi suara ku menghilang. Aissh aku benar benar gugup.

“silahkan Tiffany ssi kau bisa menemui Choi sajangnim sekarang.” Choi sooyoung menunjukkan jalan menuju pintu ruangan tuan Choi.

“hmm ghamsanamida” balas ku.

Ketika aku masuk dan melihat pria yang bernama Choi Siwon semua perkiraan ku salah.Aku kira pria ini berumur 40 tahunan, tapi nyata nya masih sangat muda.Sepertinya berumur 29-30an, dia tampan dengan rambut yang tersisir rapih, bulu bulu halus yang mulai tumbuh di sekitar wajahnya, mata nya yang tajam, bibir tipisnya, badan yang tegap dengan dada bidangnya.

Aku menggeleng aissh apa yang aku pikirkan, aku menggeleng sekali lagi. Menetralkan pikiran ku.

“Tiffany” ucap nya berjalan kearah ku.

“ya” aissh suaraku “hmm ya” ucap ku sekali lagi, kali ini terdengar tegas.

“silahkan duduk” perintahnya sambil menunjuk kearah kursi yang ada di ruang kerjanya. Aku pun menurut, aku duduk di seberang nya.

 

AUTHOR POV

“berapa umur mu” Tanya siwon tiba tiba.

“hoh? 25 tahun” jawab tiffany singkat.Tiffany tengah asik memandangi wajah tampan Siwon dan di ganggu oleh pertanyaan tiba tiba dari Siwon.Tiffany menyerahkan berkas berkas lamaran nya kepada Siwon.

“kau tidak kuliah?” Tanya siwon serius tanpa melihat kearah Tiffany karena tengah serius membaca berkas berkas milik Tiffany.

“dulu aku kuliah, tapi di semester ke empat aku berhenti karena tidak sanggup lagi membayar biaya kuliah ku” jawab Tiffany, Tiffany masih mencuri curi pandang untuk menatap Siwon.

“orang tuamu?” Tanya Siwon lagi sepertinya Siwon penasaran

“mereka sudah lama meninggal, aku tinggal seorang diri disini” tiffany tersenyum singkat, senyum yang di buat buat. Dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan orang lain.

“apa kau bisa menjadi guru private untuk putriku juga?” Tanya Siwon, selesai membaca berkas berkas milik Tiffany.

“nde?” Tiffany terkejut dengan ucapan Siwon barusan

“kau tenang saja, aku bayar berbeda. Aku akan membayar mu sebagaibaby sitter dan guru private” ucap Siwon ringan.

“bukan seperti itu, sebenarnya kau mencari baby sitter atau guru private?” Tanya Tiffany yang masih bingung.

“kedua nya” jawab siwon singkat menggosokkan jari ke dagunya.

“bagaimana apa kau mau?” tawar Siwon pada Tiffany yang masih terdiam

“nde, aku bersedia. Lagi pula aku tidak terlalu bodoh, aku bisa mengajarkan putri mu.bahkan bahasa inggris sekalipun karena aku jago dalam bidang itu” bangga Tiffany sambil memamerkan eyesmile nya.

“sayang nya putri ku juga jago dalam bidang itu” siwon tersenyum menampilkan dimple nya yang sangat manis menurut Tiffany.

“kau jangan terlalu meremehkan putri ku, karena putriku berbeda dari yang lain” siwon memperingatkan Tiffany.

“lalu kapan aku mulai bekerja, ahjussi?” Tanya Tiffany.

“mwo? Ahjussi? Yaak kita hanya beda 8 tahun kau tidak seharusnya memanggil ku seperti itu” protes Siwon menatap Tiffany garang.

“tapi kau pantas dengan panggilan itu AH JUS SI” ucap Tiffany mengeja satu persatu kata ahjussi.

“aku tidak setuju”

“tapi aku setuju” balas Tiffany dengan nada mengejek.

“yak jika kau masih memanggil ku ahjussi, aku tidak jadi mempekerjakan mu” ancam siwon.

“ahh jangan seperti itu sajangnim aku hanya bercanda” rayu Tiffany dengan nada serendah mungkin.

“bagus” ucap Siwon mejentikkan jari nya.

“lalu, kapan aku mulai bekerja sajangnim?” Tanya Tiffany lagi.

“besok datang lah kerumah ku jam Sembilan pagi” siwon berjalan ke meja kerjanya meletakkan berkas berkas Tiffany disana.

“bukan nya besok hari libur?”

“ya benar, tapi besok aku hanya ingin memperkenalkan kau dengan putri ku dan memberitahu apa saja yang harus kau lakukan” jelas Siwon sedetik kemudian dia sudah duduk berhadapan dengan Tiffany.

“ah baiklah” Tiffany menghembuskan nafas kasar.

“aku akan mengirimkan alamat rumah ku dan sekarang kau boleh pulang karena aku masih banyak pekerjaan.” siwon beranjak dari duduk nya untuk mengantar Tiffany keluar dari ruangannya.

“kau mengusirku” hardik Tiffany.

“ya seperti itu lah” siwon tersenyum lebar melihat ekspresi kesal Tiffany

“baiklah aku permisi ahjussi” ucap Tiffany berlalu pergi meninggalkan Siwon yang kesal karena Tiffany masih memanggil nya ahjussi. Tiffany berjalan sambil tersenyum puas karena bisa membuat calon majikan nya kesal.

 

***

“lauren daddy pulang” teriak siwon ketika memasuki rumah nya, mengganti sepatu dengan sandal rumah yang nyaman.

Siwon berjalan masuk ke ruang tengah mencari keberadaan Lauren karena tidak ada sahutan atau sambutan dari putri kecil nya itu.apa lauren sudah tidur tapi ini baru pukul tujuh malam masih terlalu sore untuk anak nya tidur. siwon berjalan menuju dapur berniat untuk mengambil air putih tapi ada sesosok wanita paruh baya yang sedang memasak

“eomma” panggil Siwon menghampiri ibu nya.

“kau terkejut?” Tanya nyonya choi masih sibuk dengan masakan nya.

“sedikit. Eomma Lauren odiseo?” siwon meneguk air minum yang baru ia tuang.

“dikamar bersama appa mu, sedang mengerjakan PR” nyonya choi sibuk mengaduk aduk sup yang sedang dia buat dan sesekali melihat kearah putra nya.

“aku dengar kau akan memberikan prince pada orang lain jika Lauren tidak bisa berhitung? Apa itu benar?” Tanya nyonya choi lembut.

“nde” jawab Siwon singkat, dia terlalu malas untuk membahas masalah putri nya karena ujung ujung nya Siwon lah yang akan di salahkan.

“jangan terlalu keras siwon ah, dia masih terlalu kecil” nyonya choi menasehati putra nya.

“kalau tidak seperti itu dia tidak akan berubah eomma” sepertinya pembicaraan ini akan panjang. Siwon mengendurkan dasi nya.

“iya eomma tau, dia hanya membutuhkan mu nak. Sering sering lah bersama nya, jangan hanya sibuk dengan  pekerjaan mu” nyonya choi duduk di sebelah Siwon, masakan nya sudah matang sepertinya.

“akan aku usahakan” siwon menghela nafas panjang.

“jika kau tidak bisa meluang kan waktu untuk Lauren, cari lah mommy baru untuk nya” ucap nyonya choi menggenggam tangan Siwon.

“tidak, aku belum terpikir untuk masalah itu” tolak Siwon menarik tangan nya dari genggaman nyonya choi.

“kau tidak khawatir meninggal kan Lauren seorang diri dirumah?” Tanya nyonya Choi menatap Siwon.

“aku sudah mendapatkan baby sitter baru untuk Lauren eomma” siwon meneguk air minum nya sampai habis.

“benarkah, semoga dia bisa sabar menghadapi kelakuan putri mu hehe” nyonya Choi terkekeh mengingat kelakuan cucu nya pada beberapa baby sitter nya.

“DADDY….” Lauren berlari menghampiri Siwon lalu memeluknya tampak Tuan Choi berjalan dibelakang Lauren.Siwon membalas pelukan Lauren dan mendudukan Lauren dipangkuan nya.Mencium pipi Lauren dengan sayang.

“bagaimana apa sudah bisa berhitung?” Tanya Siwon mengacak acak rambut purinya. Lauren tidak langsung menjawab dia menatap tuan Choi lalu memberi wink yang sangat lucu, tuan Choi pun membalas nya. Siwon yang menatap Lauren dan tuan choi nampak kebingungan.

“ya apa ini? kau sudah bisa berhitung atau belum hoh?” Tanya siwon lagi seraya mencubit pipi Lauren gemas.

“appoo” Lauren meringis pura pura sakit, mengusap pipi nya berulang kali.

“apa daddy sudah siap mendengarkan aku berhitung” lauren menyeringai.

“sangat siap, cepat lakukan” perintah siwon.

“1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20” lauren berhitung dengan sangat lancar bahkan setelah itu dia berhitung menggunakan bahasa inggris.

“woaah daebak, siapa yang mengajari mu berhitung?” Tanya siwon tidak berhenti bertepuk tangan selesai putri nya berhitung.

Lauren mengacungkan jari nya ke Tuan Choi lalu tersenyum malu sambil menggigit jari telunjuk nya.

“good girl” puji Siwon, Siwon sangat bangga pada putrinya walau terkadang mengesalkan.

“cucu siapa dulu” bangga tuan Choi membusungkan dada nya kedepan menepuk nya beberapa kali.

“HAHAHAH” semua nya tertawa tak terkecuali Siwon dan Nyonya Choi mereka sangat bangga dengan daya ingat Lauren walaupun tingkah nya sangat menyebalkan bahkan menguras emosi kalau sedang bertingkah.

 

***

Di minggu pagi yang cerah Lauren sedang asik berenang ditemani siwon yang sibuk dengan laptop nya.Sesekali dia menatap daddy nya dengan sebal, bekerja bekerja dan bekerja yang daddy nya lakukan.

“dad ayo lah tinggalkan dulu laptop jelek mu itu, temani aku berenang hmm?” lauren berenang ketepi kolam menggunakan pelampung nya, menempatkan dagu nya di bibir kolam untuk merayu daddy nya.

“daddy sibuk sayang, kau berenang sendiri saja. Daddy akan menemani mu berenang disini” ucap Siwon menunjuk tempat yang dia duduki.

Lauren mempout bibir nya dengan lucu tanpa menjawab ucapan daddy nya dia melanjutkan acara berenang nya lagi. Sangat membosankan pikirnya!!

Lauren masih asik berenang, siwon pun masih sibuk dengan laptop nya tiba tiba Han ahjumma mendekati mereka.

“tuan di depan ada seorang wanita mencari mu namanya Tiffany Hwang” ucap Han ahjumma, Lauren yang mendengar itu langsung melirik kearah daddy nya.

“suruh dia masuk. Lauren sudahi berenang mu sekarang, daddy akan mengenalkan mu pada seseorang” Lauren mengangguk patuh.siwon berdiri dari kursi nya, menutup laptop lalu meninggalkan Lauren yang masih di dalam kolam berenang. Lauren sangat penasaran siapa wanita yang akan dikenalkan dengan nya, apa wanita itu orang penting atau teman daddy nya. Tapi setau Lauren dia baru kali ini mendengar nama Tiffany Hwang, takut daddy nya marah Lauren pun cepat naik dari kolam dan menuju kamar meminta bantuan Han ahjumma untuk mengganti pakaian.

Siwon membawa amplop berwarna coklat berjalan keruang tamu, menemui Tiffany yang sudah menunggu nya disana.Tiffany tengah asik memandangi foto foto yang ada di dinding ruang tamu tersebut, bingkai pertama ada foto pernikahan sepasang suami istri sedang tersenyum bahagia ke kamera sudah dipastikan itu foto siwon dan istrinya batin Tiffany.Bingkai kedua foto seorang bayi mungil berusia sekitar enam bulan duduk sambil menggigit jari nya, bingkai ketiga foto anak perempuan berusia lima tahun tengah tersenyum memperlihatkan gigi putih nya rambut nya panjang hidung mancung sangat cantik. “mungkin anak ini yang  akan menjadi temanku nanti” ucap Tiffany dalam hati.

Siwon berdehem, Tiffany menoleh kesumber suara lalu membenarkan posisi duduk nya.Siwon melempar amplop coklat yang dia bawa tadi ke atas meja.

“apa itu?” Tanya Tiffany melirik amplop cokelat yang ada diatas meja.

“kontrak kerja” jawab siwon singkat lalu membuka amplop coklat tersebut.

“harus kah menggunakan itu? apa tidak terlalu berlebihan?” tiffany mengamati gerak gerik Siwon yang tengah membuka amplop coklat itu.

“siapa pun yang bekerja padaku harus menggunakan ini” bohong siwon. Sebenarnya siwon tidak pernah melakukan hal seperti ini pada pengasuh Lauren sebelum nya, hanya saja Siwon ingin Tiffany bekerja dengan nya dalam jangka waktu yang lama. Alasan lain karena siwon sudah capek mencari pengasuh untuk Lauren, Siwon berharap Tiffany akan menjadi pengasuh terakhir untuk putri semata wayang nya itu.

“ini ambil, mari kita diskusikan soal kontrak kerja ini” siwon memberikan dokumen tersebut pada Tiffany dan Siwon juga mempunyai salinan nya. Tiffany tidak menjawab dia hanya mengikuti perintah Siwon saja.

“apa kau bisa menyetir?” pertanyaan awal untuk Tiffany.

“ya aku bisa” jawab Tiffany singkat.

“bagus. Aku akan memberikan mu mobil tapi ingat hanya untuk keperluan Lauren bukan untuk mu” siwon menatap tajam kearah Tiffany.

“arraseo” tiffany membalas dengan jengkel lalu fokus ke dokumen yang dia pegang.

“kau harus datang jam tujuh pagi tidak boleh telat sedetik pun, menunggu Lauren saat dia sekolah, mengawasi nya saat jam istirahat, ini yang paling penting karena putri ku sangat aktif. Jangan sering memberinya junk food, jangan telat memberinya makan, mengerjakan PR, belajar dan jangan terlalu banyak main, tidur siang jangan lupa dan terakhir..”

“dia alergi kerang. Yak ahjussi kau sudah menuliskan semua nya disini dengan sangat lengkap jadi kau tidak perlu membacakan nya untuk ku, aku bisa membaca nya sendiri” sela Tiffany kesal, menurut Tiffany ini sangat membuang waktu sekali.

“aku hanya ingin menjelas kan nya padamu, dan kau harus mengingat semua itu. terutama point terakhir” cerca Siwon sangat cerewet.

“sekarang tanda tanganilah kontrak nya jika kau sudah paham” lanjut Siwon. di tangan sebelah kanan nya memegang lipstick dengan warna merah terang. Tiffany agak aneh melihat benda yang siwon pegang, selesai Tiffany menandatangani kontrak, siwon menyuruh nya membuka ibu jari nya. Tiffany bingung dengan perintah Siwon.

“mau kau apakan ibu jari ku?” Tiffany menyembunyikan tangan nya ke belakang.

“sudah menurut saja, sini berikan jari mu” siwon menadahkan tangan nya meminta Tiffany memberikan ibu jari nya.

“tidak, kau jelaskan dulu untuk apa” Tiffany masih tidak mau memberikan ibu jarinya, sampai siwon mendekat ketempat Tiffany, duduk menarik tangan yang Tiffany sembunyikan dibelakang nya. Tiffany berusaha menahan nya agar Siwon tidak dapat menarik lengan nya sampai posisi mereka seperti akan berciuman.

“daddy. Apa yang sedang kalian lakukan?” lauren yang baru saja datang bersama anjing kesayangan nya prince. Pertanyaan Lauren membuat Tiffany dan Siwon menjauh duduk dengan kikuk nya.

“perkenalkan dirimu, dia akan menjadi baby sitter mu yang baru.” ucap siwon mengalihkan pembicaraan.

“annyeonghasemika joneun Lauren Choi imnida” lauren membungkuk sopan, agak terkejut karena daddy nya tidak pernah membahas soal pengasuh baru.

“hai aku Tiffany, kau ternyata lebih cantik dari pada di foto” puji Tiffany melambaikan tangan nya dan tersenyum manis menampakan mata bulan sabit nya.

“ahjumma juga cantik tapi aku jauh lebih cantik bukan?” ucap lauren memuji dirinya sendiri. Mendengar Lauren memanggil nya ahjumma siwon terkikik kecil sambil menutup mulutnya.Tiffany memberikan tatapan mematikan yang membuat Siwon berhenti tertawa.

“panggil aku unnie, aku masih terlalu muda untuk di panggil ahjumma” rayu Tiffany.

“tapi aku lebih suka memanggil mu ahjumma” balas Lauren cuek, kali ini siwon tidak bisa menahan tawa nya lagi dia tertawa sangat keras membuat Tiffany kesal. Lauren menatap keduanya dengan aneh.

“baiklah tiffany ahjumma mari kita selesaikan kontrak ini dulu” ucap Siwon dengan nada mengejek masi dengan sisa tawa nya.

“aku meminta ibu jari mu untuk stempel menggunakan lipstick ini, kau pasti tidak punya stempel bukan?” lanjut Siwon.

“oh begitu, aku kira kau akan berbuat jahat pada ibu jari ku” Tiffany memberikan ibu jari nya.

“apa muka ku terlihat seperti seorang penjahat hoh?” siwon sedang menempelkan lipstick ke ibu jari Tiffany.

“nah tempelkan jari mu” perintah Siwon.

“aku mengerti siwon ahjussi” ucap Tiffany dengan penekanan disetiap katanya. Lauren sedang menonton kedua orang dewasa itu dengan aneh. Siwon tidak terlihat dingin seperti biasanya jika sedang bersama seorang wanita tapi dengan tiffany dia tampak enjoy bahkan sering menggoda tiffany dan membuat nya kesal.

 

***

“Tiffany ahjumma, kunci mobil aku letakkan diatas meja dan jangan lupa memberi Lauren sarapan sebelum berangkat sekolah.Satu lagi gunakan mobil itu sebaik baik nya hanya untuk keperluan Lauren.”

“aissh dasar ahjussi cerewet” gumam Tiffany sebal saat membaca pesan dari Siwon. Tiffany baru saja tiba di rumah Siwon, sedang membantu lauren menyisir rambut nya. Dari kemarin Tiffany tidak melihat ibu Lauren apa ibu nya bekerja juga.

“lauren, mommy odiseo?” Tanya Tiffany masih menyisir rambut panjang Lauren.

“kata daddy mommy di surga, aku belum pernah bertemu mommy satu kali pun. hanya melihat fotonya saja” jawab lauren sedih. Tiffany terkejut dia tidak mengetahui nya sama sekali, ada rasa menyesal karena bertanya pada anak itu.

“oh begitu, kalau mommy lihat Lauren sekarang pasti dia sangat senang karena memiliki putri yang manis dan pintar” puji Tiffany. melihat Lauren yang sedih membuat nya tak enak hati.

“benarkah? Apa ahjumma sedang merayuku?” lauren membalikan tubuh nya menghadap ke Tiffany menatap nya dengan tajam.

“yak Lauren bisakah kau memanggil ku unnie, aku ini masih sangat muda. Bahkan umur ku jauh lebih muda dari daddy mu” jelas Tiffany, Tiffany masih tidak rela Lauren memanggil nya ahjumma.

“tidak bisa, aku lebih suka memanggil mu ahjumma” ucap Lauren mengangkat jari telunjuk nya ke udara lalu meletakkan tangan nya didada.

“ya sudah terserah kau saja. Cepat kau harus sarapan setelah itu kita berangkat, kau bisa telat nanti”Tiffany pasrah sudah tidak mau ambil pusing lagi soal Lauren memanggilnya apa.

 

 

Tiffany menemani Lauren sarapan, han ahjumma sudah tidak ada di dapur mungkin sedang melakukan pekerjaan lain. Tiffany memperhatikan gerak gerik Lauren yang sedang menyantap sereal nya, Lauren sama seperti dirinya tidak bisa mengingat sosok ibu nya bahkan bertemu saja belum pernah. Tapi Lauren termasuk beruntung lahir dari keluarga yang mapan tidak seperti dirinya yang sangat berkecukupan.Lauren masih memiliki ayah sedangkan dia sudah tidak mempunyai ayah lagi.

“ahjumma, ahjumma” panggil lauren mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah Tiffany.

“hoh, ada apa?” panggilan Lauren membuyarkan lamunan nya.

“anyio, sepertinya kau sedang melamun. Kajja kita pergi” ajak Lauren.Tiffany hanya mengangguk lalu menggandeng tangan Lauren dan segera menuju keluar. Sampai di dekat mobil yang terparkir di garasi Tiffany tercengang melihat mobil audi ramping dua pintu berwarna hitam itu

“oh my god” Tiffany memutar matanya tidak percaya. Tiffany tengah asik mengagumi mobil tersebut Lauren menarik narik tangan nya seolah mengerti Tiffany langsung membuka pintu depan disamping pengemudi.

“aku ingin duduk dibelakang, ahjumma kan baby sitter dan supir ku” ucap Lauren angkuh.

“ah nde” jawab Tiffany singkat. Anak ini lama lama menyebalkan juga sama seperti ayah nya batin Tiffany. Tiffany pun melajukan mobil nya ah tidak mobil Siwon untuk keperluan Lauren, Tiffany masih tidak percaya bisa mengemudi mobil audi mewah ini.

***

Sesampainya disekolah Tiffany menjadi pusat perhatian anak anak disana, baru kali ini Lauren diantar ahjumma secantik Tiffany selain Sooyoung sekertaris Siwon.Tiffany menggandeng tangan Lauren mengantar nya menuju kelas tapi Lauren melepas nya.

“cukup sampai disini saja ahjumma, aku bisa sendiri” ucap Lauren dingin. Tiffany menuruti kemauan Lauren dan memberikan tas nya. Ketika Lauren akan berjalan ke kelas nya seorang anak kecil seusia Lauren dengan mata nya yang kecil dan rambut nya yang panjang menghampiri mereka.

“hai Aleyna” sapa Lauren girang.

“hai Lauren. Wah kau diantar mommy mu ya, dia sangat cantik” puji Aleyna yang masih menatap Tiffany tanpa berkedip. Tiffany tersenyum lalu bergeleng ria, baru Tiffany akan meluruskan perkataan anak itu Lauren sudah lebih dulu bicara.

“Kajja kita masuk ke kelas” ajak Lauren menarik tangan Aleyna tanpa menjawab pertanyaanya. Aleyna sangat senang melihat Tiffany ketika akan pergi saja dia masih melihat kearah Tiffany dan tersenyum padanya.

 

Jam istirahat tiba, Tiffany berniat ingin melihat Lauren dari jendela kelas nya tapi dia melihat seorang wanita yang sangat di kenalnya seperti sahabat nya ketika sekolah dulu. Karena penasaran Tiffany mendekat dan di lihat nya lebih lama lagi dan ternyata benar.

“TAEYEON AAH” panggil Tiffany dengan suara yang memekakan telinga.Yang di panggil menoleh kesumber suara sambil menutup kedua telinga nya sepertinya dia sudah hapal.Tiffany berlari kecil lalu memeluk nya erat, tidak ada respon dari taeyeon, tiffany pun melepaskan pelukannya.

“Yak!! Taeyeon apa kau tidak merindukan ku hoh?” Tanya Tiffany sambil mempoutkan bibir nya pura pura merajuk.

“HAHAH aku juga merindukan mu Fany aah” Taeyeon tertawa ala ahjumma lalu memeluk Tiffany, ternyata Taeyeon hanya ingin melihat Tiffany marah.Sudah dua tahun lebih mereka tidak bertemu karena Taeyeon pindah kejepang ikut orang tua nya waktu itu.taeyeon adalah satu satu nya sahabat Tiffany.

“taeyeon aah apa kau mengajar disini?” Tanya Tiffany saat melepas pelukan nya.

“nde, dan kau apa yang kau lakukan disini?” taeyeon sangat penasaran apa yang dilakukan Tiffany disini, apa Tiffany sudah menikah dan sedang menunggu anak nya.

“aah aku mengantar Lauren, aku menunggu disini sejak pagi” ucap Tiffany menunjuk Lauren yang tengah main bersama teman teman nya.

“kau mommy nya Lauren? Kau istri baru nya Tuan Choi?” Taeyeon terkejut ketika Tiffany mengatakan kalau dia mengantar Lauren.

“tidak bukan bukan. Aku hanya baby sitter nya taeyeon aah” jawab Tiffany lesu tapi masih menampakan senyum manis nya.

“aku senang melihat mu yang sekarang, kau tampak lebih feminim” puji Tiffany yang menatap Taeyeon dari  kepala sampai ujung kaki.

“aissh kau bisa saja. Keunde fany ahh kenapa kau bekerja sebagai baby sitter apa kau tidak ingin mencari pekerjaan yang bermutu dan memiliki masa depan?” Tanya taeyeon.Sangat disayangkan karena Tiffany termasuk anak yang pandai dan ulet menurut Taeyeon.

“hanya ini yang aku bisa Taeyeon ahh, tidak ada yang mau menerima ku kau tau kan kalau kuliah ku berhenti di tengah jalan. Tapi pekerjaan ini sudah cukup untuk ku, kau jangan khawatir” ucap Tiffany panjang lebar sambil memegang bahu Taeyeon.

“apa kau mau mengajar disini, aku akan minta tolong appa untuk mempekerjakan mu disekolah ini.” Taeyeon menawarkan Tiffany untuk mengajar disini.Kebetulan sekolah ini milik teman appa nya.

“tidak Taeyeon ahh, tidak perlu terimakasih banyak atas tawaran mu” tolak Tiffany. Sebenarnya Tiffany ingin mencoba tawaran Taeyeon tapi dia ingat dengan kontrak kerja nya bersama Siwon.

Tiffany dan taeyeon tengah asik berbincang bincang melepas rindu karena sudah lama sekali tidak bertemu, tiba tiba Lauren menghampiri mereka berdua

“Tae yeon songsaengnim” panggil Lauren yang sudah berdiri tepat dihadapan Taeyeon.

“ada apa? jam istirahat belum habis bukan?” Taeyeon membelai rambut Lauren dengan sayang.

“nde. Songsaengnim kenal Tiffany ahjumma?” Tanya Lauren, karena sedari tadi di lihat nya Taeyeon dan Tiffany sedang mengobrol berdua.Taeyeon mengulum tawa nya mendengar Lauren memanggil Tiffany ahjumma.Yang taeyeon tahu Tiffany paling tidak suka di panggil ahjumma.

“ya, dia teman songsaengnim. Berbuat lah baik pada nya seperti Lauren berbuat baik pada songsaengnim ne?”Taeyeon menasehati Lauren.Ya karena hanya Taeyeon yang tidak pernah kena keusilan Lauren.Lauren sangat menyukai Taeyeon, sayang nya Taeyeon bukan guru kelas Lauren.Taeyeon adalah guru piano nya Lauren jadi hanya seminggu sekali saja dia masuk ke kelas Lauren.

“benarkah? Apa tiffany ahjumma bisa bermain piano seperti Taeyeon songsaengnim?” Tanya Lauren sangat antusias nya.

“ya dia jago bermain piano, bahkan pandai berbahasa inggris juga. Bukan nya Lauren ingin sekali bisa berbicara bahasa inggris dengan lancar?” kali ini Taeyeon menarik nya mendudukan Lauren di pangkuan nya.

“benarkah, woaah daddy memilihkan baby sitter yang the best kali ini” lauren meloncat loncat kegirangan di pangkuan Taeyeon.

“yaa daddy mu tidak salah pilih kali ini, right?” taeyeon melirik Tiffany dan berwink ria, Tiffany memukul lengan Taeyeon.

Lauren masih meloncat loncat kegirangan sambil bertepuk tangan.Tiffany sangat senang melihat Lauren yang tertawa tanpa beban tidak seperti biasanya yang selalu jutek pada nya.

 

***

TIFFANY POV

Hari ini sangat melelahkan sekali, tapi juga sangat menyenangkan karena bisa bertemu Taeyeon.Apalagi setiap hari aku juga bisa bertemu dengan nya.

Aku kira setelah dibujuk Taeyeon dan melihat nya tertawa dengan senang nya Lauren tidak akan mengerjai ku tapi tetap saja. Seperti tadi siang dia tidak mau tidur siang, main bersama anjing nya dan membuat rumah seperti kapal pecah. Mengajarinya belajar pun harus benar benar menggunakan kesabaran ekstra, dia terlalu banyak main dan susah diatur.

Jam sudah menunjukan jam setengah delapan malam, Lauren sudah mengantuk dan ingin dibacakan buku cerita sebelum tidur tapi ketika dikamar dia malah main bersama boneka nya. Aissh anak itu benar benar menguji kesabaran ku. aku biarkan dia bermain bersama boneka nya, aku sangat ngantuk mungkin aku bisa tidur sebentar sambil menunggunya selesai bermain. Terakhir yang aku lihat lauren masih asik bermain bersama boneka Mickey Mouse nya sampai akhir nya aku pun tertidur di tempat tidur Lauren.

 

 

Drrrt Drrrrt Drrrt

Aku mengerjap ngerjapkan mataku ketika handphone  yang aku taruh di meja dekat tempat tidur lauren berbunyi. Dengan masih mengantuk aku mengangkatnya

“fany ahh kau dimana? Aku di apartemen mu sekarang?” Tanya seorang namja disebrang sana.

“NE?” aku melihat nama di layar handphone ku ternyata Donghae oppa, oh my god aku baru ingat kalau aku tertidur di kamar Lauren. Ku lihat disebelah ku Lauren sudah tertidur dengan pulas.

“fany ahh, kau masih disana?” ucap Donghae oppa.

“nde. Aku sedang bekerja, bisa kau pulang saja, jam pulang ku masih lama” kulirik jam yang menempel didinding kamar Lauren sudah jam setengah Sembilan malam.

“kau sudah mendapat pekerjaan? kau kerja dimana? Mau aku jemput?” Tanya Donghae oppa bertubi tubi.Aissh cerewet sekali namja ini.

“tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Mungkin kita bisa bertemu lain kali” balas ku seraya bangkit dari tempat tidur dan merapikan letak selimut Lauren.

“baiklah, berhati hati lah saat pulang nanti ne?”

“nde arraseo” aku matikan telepon nya lebih dulu.

Donghae oppa dari dulu sampai sekarang masih sama saja cerewetnya, aku tidak terpikir untuk memiliki namja chingu sepertinya. Bisa bisa setiap detik dia menelfon ku terus tapi sangat menyenangkan punya sahabat sepertinya.

Perlahan aku membuka pintu kamar Lauren, apakah ahjussi sudah pulang atau belum.Semoga saja dia sudah pulang jadi aku bisa segera pulang. Ketika keluar dari kamar Lauren, aku sangat terkejut melihat sosok Siwon yang berdiri disamping pintu.

“Ahjussi kau mengejutkan ku” ucap ku sambil memegang dadaku karena terkejut dengan kehadirannya yang tiba tiba.

“apa yang kau lakukan disini, kau mengintip ya?” Tanya ku. Bukan nya menjawab dia malah tertawa sangat keras, apa yang membuat nya tertawa sampai seperti itu.

“yak apa yang kau tertawakan hoh, memang nya ada yang lucu?” Tanya ku lagi tapi dia juga tidak menjawab malah semakin keras tertawa. Kesal lalu aku injak kaki nya kuat

“appo..” rintih nya.

“kau lihat saja wajah mu sendiri hahah” dia masih melanjutkan tawanya. Untuk kedua kalinya aku melihat nya tertawa seperti ini, sangat tampan dengan kedua lesung pipi nya yang sangat dalam.

“wajahku?” aku memegang wajah ku lalu masuk kedalam kamar Lauren lagi dan melihat dari cermin. Astagah wajah ku penuh dengan coretan, seperti kucing atau badut entah lah.Aku memiliki coretan kumis dikedua pipi ku, hidung ku yang merah oleh spidol. Lauren!! Anak itu benar benar.

Segera aku menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahku, aissh benar benar menyebalkan.Bagaimana ahjussi itu tidak tertawa melihat wajah ku yang konyol ini.Aissh benar benar memalukan.

“Aah akhirnya bersih juga, untung saja bisa hilang dengan cepat.” Aku melihat pantulan diriku di cermin.

Aku keluar dari kamar Lauren, menuruni tangga lalu belok kiri menuju ruang tamu untuk mengambil tas dan coat ku. Di ruang tamu ada ahjussi sibuk bersama laptop nya dasar gila kerja bahkan sudah pulang dari kantor dia masih bekerja juga.

“sudah mau pulang ahjumma” Tanya nya, matanya tidak terlepas dari layar laptop nya.

“hmm” aku memakai coat ku.

“aku pamit pulang dulu” ucap ku ketika selesai memakai coat. Siwon mengalihkan pandangannya untuk menatap ku mata kami bertemu, dia menatap ku dengan intens. Ah ada apa lagi di wajah ku hingga dia melihat nya sampai seperti itu, ini pasti karena aku tidak pakai make up selesai mencuci muka tadi. Apa muka ku terlihat aneh, andwae!! aku menunduk.

 

SIWON POV

“sudah mau pulang ahjumma?” Tanya ku.Tidak melihat kearahnya, mataku masih fokus dengan pekerjaan yang aku kerjakan.

“hmm” jawab nya.

“aku pamit pulang dulu” aku langsung melihat kearah nya. Wajah nya polos tanpa make up, terlihat natural sekali aku sangat menyukai wanita tanpa make up seperti ini. Karena mendiang istri ku dulu jarang sekali menggunakan make up tapi dia tetap terlihat cantik. Sama seperti yang aku lihat di hadapan ku ini.Belum puas aku menatap nya dia menunduk, menyembunyikan wajah nya.Aku menggaruk tengkuk ku yang tak gatal.

“pakai lah mobil jika kau ingin pulang, mungkin sudah tidak ada bus lagi di jam seperti ini” aku meletakkan laptop ku diatas meja.

“tidak usah, bukan nya mobil itu hanya untuk keperluan Lauren lagi pula ini masih jam Sembilan masih banyak bus yang lewat” ucap nya angkuh lalu berjalan menuju ke pintu.

“terserah kau saja, jika terjadi apa apa aku tidak mau tahu dan tidak mau menanggung nya” aku menakut nakuti nya.

“yak ahjussi kenapa kau bicara seperti itu!!” marah nya. Berbalik kearah ku menatap ku dengan tatapan mematikan.Aku suka mata nya, mata nya sangat indah.Aissh kenapa aku memuji nya terus.

“yasudah pulang lah, aku tidak ingin kau terlambat besok” ucap ku mengusir nya. Aku tidak ingin berdebat lagi dengan nya.Dia tidak menjawab, dia langsung pergi begitu saja. Dasar wanita aneh!!

 

***

AUTHOR POV

Pagi ini Tiffany sudah berada di kediaman Siwon.Sedang membantu Lauren memakai seragam nya, Tiffany sengaja tidak menegur Lauren. Dia ingin tahu apa yang akan Lauren lakukan ketika Tiffany mendiamkan nya, Tiffany juga ingin menegur Lauren kalau perbuatan nya itu tidak baik. Tiffany tidak marah pada Lauren hanya berpura pura saja, Tiffany bisa memaklumi karena Lauren masih anak anak. Lauren yang sedari tadi aneh dengan tingkah Tiffany yang tidak mengajak nya bicara sama sekali, biasa nya Tiffany sangat suka bercerita. Lauren pun berniat membuka pembicaraan lebih dulu

“ahjumma apa daddy sudah berangkat kerja?” Tanya Lauren basa basi.

“belum” jawab Tiffany singkat dan dingin dia sedang memakaikan kaus kaki dan sepatu Lauren, berlutut dihadapan Lauren yang duduk di tempat tidurnya.

“daddy di bawah? Menunggu ku sarapan?” Tanya Lauren lagi masih mencari cara agar Tiffany bicara padanya.

“hmm” kali ini lebih singkat, selesai memakaikan sepatu Lauren.

“ahjumma kenapa pagi ini cuek sekali padaku?” lauren tidak tahan, Tiffany benar benar membuat nya merasa di acuh kan.

“kau benar benar tidak merasa bersalah dengan apa yang kau perbuat padaku? Bahkan kau tidak meminta maaf atau kau tidak menyadari kesalahan mu?” ucap Tiffany panjang lebar kini dia berdiri dihadapan Lauren yang menatap nya dengan rasa bersalah.

“aku hanya mencoret wajah mu” bisik Lauren.

“hanya? Kau bilang hanya.Bagi mu ini masalah sepele tapi menurut ku ini sudah keterlaluan” marah Tiffany, tapi tidak dengan nada membentak masih menggunakan nada yang sangat lembut agar Lauren sadar bahwa perbuatan nya itu salah.

Baru kali ini Lauren di marahi oleh baby sitter nya, biasanya baby sitter nya tidak pernah marah kalau sedang dia jahili.Lauren tidak menjawab dia hanya menunduk, Tiffany keluar kamar Lauren begitu saja.

 

LAUREN POV

Mengapa ahjumma begitu marah padaku, baby sitter ku yang sebelum nya tidak pernah marah jika aku jahili.Apa aku sudah keterlaluan, tapi menurut ku ini biasa. Aku tidak suka di acuh kan seperti ini tapi aku terlalu malu untuk meminta maaf padanya, apa aku benar benar sudah keterlaluan padanya? Aissh entah lah.

Aku menyusul nya keluar menuju meja makan, disana sudah ada daddy yang tengah sarapan dengan Koran paginya.

“good morning daddy” sapa ku mengambil tempat di samping daddy, biasanya daddy akan membantu ku duduk di kursi menuangkan sereal dan susu untuk ku tapi pagi ini tidak. Apa daddy juga marah padaku?

“daddy harap kejadian semalam itu yang terakhir. Kalau kau masih berbuat seperti itu daddy akan mengirim mu ke panti asuhan yang pernah kita kunjungi waktu itu, apa kau mengerti?” daddy tiba tiba berkata seperti itu, apa daddy tahu aku menjahili Tiffany ahjumma.

“nde” aku tidak berani menatap daddy jika situasi nya sedang seperti ini. Aku tidak ingin tinggal di panti asuhan itu, tidak ada orang yang aku kenal disana. Jauh dari daddy, granddaddy, grammy dan prince, memikirkan nya saja sudah membuatku ngeri ahh andwae, shiro… aku belum bisa berbuat baik pada Tiffany ahjumma tapi aku akan berusaha untuk tidak menjahilinya.

“daddy pergi dulu, jangan nakal. Menurut lah pada Tiffany ahjumma, arratchi?” daddy mencium kening ku, aku mengangguk mengiyakan.Semarah apapun daddy, dia tetap menyanyangiku dan aku juga sangat menyayangi daddy.

 

AUTHOR POV

Sejak keluar dari kamar Lauren, Tiffany langsung menuju mobil dan berniat menunggu Lauren di dalam mobil saja karena ada Siwon yang menemani nya sarapan.Ketika sedang asik dengan lamunan nya tiba tiba Siwon mengetuk kaca mobil, Tiffany terkejut dan langsung membuka kaca mobil audi tersebut.

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon yang sudah bersandar di pintu mobil.

“bersiap mengantar putri mu” balas Tiffany cuek memainkan kuku kuku jari nya.

“maafkan putri ku, kau bisa memaklumi nya kan. Aku sudah bilang bukan kalau putri ku berbeda dari yang lain” siwon berdiri tegap merapikan letak dasi dan jas kantor nya.

“aku mengerti” jawab Tiffany singkat.

“baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Ku harap kau bisa menjaga putri ku dengan baik” ucap siwon.Tiffany hanya mengangguk lalu Siwon berjalan pergi meninggalkan nya yang kini memperhatikan Siwon yang tengah berjalan menuju mobil yang diparkir tak jauh dari mobil nya.

“yak ada apa ini, kenapa jantung ku sangat aktif ketika dekat dengan ahjussi itu, aissh”  tiffany memegang dada sebelah kiri nya menghembuskan nafas kasar.

 

TOK TOK TOK

“ahjumma” panggil lauren yang sedari tadi mengetuk ngetuk kaca mobil. Tiffany terkejut lalu keluar membukakan pintu penumpang untuk Lauren memasangkan seatbelt nya, Tiffany masih diam. Tiffany kembali ketempatnya bersiap mengemudi menuju sekolah Lauren.

***

Sesampai nya disekolah Lauren langsung masuk ke kelas nya, Tiffany pun menuju kantin, karena kesiangan Tiffany tidak sempat lagi untuk sarapan. Ketika Tiffany baru saja duduk disalah satu meja yang ada di kantin, sebuah suara yang tak asing di telinga memanggil namanya

“fany aah” panggil Taeyeon. berjalan mendekati Tiffany dan duduk di meja yang sama dengan Tiffany.

“kau kesini karena belum makan bukan, igo makan lah” taeyeon membuka kotak makanan yang dia bawa, isinya kimbab dan telur gulung.

“Taeyeon aah aku terharu, kau selalu tahu apa yang aku inginkan. Aku merindukan masakan mu” mata nya berkaca kaca, sahabat nya yang satu ini memang tak pernah berubah.

“sudah sudah makan lah sekarang sebelum kau kehabisan tenaga” Taeyeon terkikik karena yang dia tahu Tiffany shikshin, dan dulu Taeyeon lah yang sering memasak untuk nya.

Tiffany memakan kimbab dan telur gulung buatan Taeyeon dengan lahap, Taeyeon juga sesekali ikut memakan nya.

“cepat lah cari ahjussi ahjussi kaya agar bisa memenuhi kebutuhan makan mu fany ahh” canda Taeyeon di sela kunyahan nya.

“aku lebih menyukai berondong” ledek Tiffany dengan mulut nya yang penuh.

“YAAK!!Kau masih mengingat itu” saat sekolah dulu memang Taeyeon banyak disukai hobae nya.Mereka pun tertawa mengingat saat sekolah dulu.

“fany ahh, ada apa dengan Lauren? Tadi aku lihat muka nya tidak secerah biasanya. Apa daddy nya memarahinya lagi?” Tanya Taeyeon, tadi saat menuju kekantin Taeyeon tidak sengaja melihat Lauren yang sedang berjalan dengan malas menuju kelasnya.

“molla, lebih tepat nya aku yang memarahinya tapi tidak menggunakan nada tinggi” Tiffany masih menikmati makanan nya.

“jinja? Alasan apa kau memarahinya? Apa dia menjahilimu?” Tanya Taeyeon antusian menahan dagu nya dengan tangan kiri yang di letakkan diatas meja.

“dia mencoret wajah ku ketika aku tidur, membuat nya seperti kucing. Ketika aku bangun dan keluar dari kamar bertemu dengan daddy nya dia tertawa melihat wajah ku, itu sangat memalukan taeyeon ahh.Pagi nya aku tidak menegur Lauren sama sekali dan dia tidak suka aku mendiami nya seperti itu, disitu lah aku marah padanya” cerita Tiffany, Taeyeon menyimak cerita Tiffany mencerna semua yang diceritakan oleh Tiffany.

“tapi aku tidak benar benar marah padanya, aku hanya ingin menegur nya saja.” Lanjut Tiffany.

“Lauren sebenarnya anak yang baik fany ahh, dia bertingkah seperti itu karena mencari perhatian seseorang. Kau tahu bukan betapa sibuk daddy nya, dia kurang perhatian.” Taeyeon membenarkan posisi duduk nya menjadi lebih serius sekarang.

“seperti itukah? Apa kau pernah di jahili nya juga” Tanya Tiffany.

“tidak pernah. Kau harus bisa lebih dekat lagi dengan nya, sering sering lah melakukan apa yang disukainya” Taeyeon menyesap teh yang dia pesan tadi.

“apa yang dia suka?” Tiffany menyudahi makan nya, menutup kotak makanan itu dengan rapih.

“dia suka bermain piano dan menggambar, mewarnai dia juga suka. Kau harus menyukai apa yang dia suka” saran Taeyeon.

“tapi aku tidak bisa menggambar taeyeon ahh?” tiffany cemberut, memasang wajah sedihnya.

“kau harus belajar soal itu, aku yakin kau bisa menaklukan Lauren. Dia anak yang baik fany ahh kau harus percaya itu” Taeyeon tersenyum manis kearah Tiffany, dia percaya kalau Tiffany mampu mengatasi Lauren walaupun dia tidak menyukai anak anak.

“Fighting” ucap Taeyeon dan Tiffany bersamaan.

 

***

Sekarang sudah pukul 5 sore tapi Lauren belum bangun dari tidur nya.Tiffany bersyukur setidak nya dia bisa istirahat ketika Lauren sedang tidur seperti ini.Tiffany naik ke lantai dua ke kamar Lauren, hanya ingin mengecek apakah anak itu sudah bangun atau belum.Ketika Tiffany membuka pintu kamar nya, Lauren sudah rapih mengenakan hot pants dan kaos berwarna pink.Lauren tengah menyisir rambut nya.

“kau sudah bangun? Dan kau mandi sendiri.Kenapa kau tidak memanggil ku?”Tiffany berjalan menghampiri Lauren mengambil alih sisir itu lalu menyisir rambut panjang Lauren.

“tadi ketika aku bangun, aku lihat ahjumma sedang tidur di sofa. Aku tidak tega membangunkan mu” ucap lauren menatap Tiffany dari pantulan cermin. Sebenarnya Tiffany tidak tidur hanya memejamkan mata saja.

“aku tidak sedang tidur tadi. Kau bisa meminta bantuan ku kapan saja, bukan kah aku baby sitter mu” ucap Tiffany tersenyum manis.

“ahjumma, aku ingin ice cream. Tenang saja tempat nya tidak jauh, kita bisa berjalan kaki. Masih disekitar komplek ini kok” pinta Lauren mengayun ngayun kan tangan Tiffany.

“kajja kita beli sekarang” ucap Tiffany mengacak ngacak rambut Lauren. Lauren tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih nya.“Anak ini tampak manis jika sedang tersenyum tapi tampak menyebalkan jika sedang berulah” ucap Tiffany dalam hati.

 

 

Tiffany dan Lauren tengah sibuk dengan ice cream mereka masing masing, menikmati ice cream sambil berjalan menuju rumah. Sejak pulang sekolah tadi sebenarnya Lauren ingin minta maaf pada Tiffany tapi dia belum punya keberanian, sepertinya ini waktu yang tepat.

Lauren berjalan mendekati Tiffany, diraih nya tangan kiri Tiffany lalu di genggamnya.Tiffany langsung menunduk menatap Lauren, mata mereka bertemu.Lagi lagi Lauren memberikan senyum terbaiknya, Tiffany Nampak kebingungan dengan tingkah Lauren.

“ahjumma mianhae” bisik Lauren hampir tak terdengar.

“untuk?” Tiffany pura pura tidak tahu.Lauren berhenti, menunduk menyiapkan kata kata yang ingin dia ucapkan.

“untuk wajah mu yang aku coret, aku minta maaf untuk itu” ucap Lauren memberanikan menatap Tiffany, mengabaikan ice cream yang ada di tangan nya.

“jangan hanya meminta maaf, tapi jangan di ulang lagi. Karena itu perbuatan yang tidak baik.Daddy ku dulu pernah bilang wanitacantik adalah wanita yang berkepribadian baik.Jika kau ingin menjadi wanita yang cantik berperilaku lah dengan baik.Arratchi?” Tiffany mensejajarkan tubuh nya dengan Lauren, menasehati anak itu dengan kata kata yang pernah di ucap kan oleh ayah nya dulu.

“ya aku janji akan menjadi anak yang baik” Lauren mengangguk patuh.

“yakso?” Tiffany mengacungkan jari kelingking nya.

“Yaksoke!!”Lauren menautkan jari kelingking mereka lalu tertawa bersama. Masih dengan kejahilan nya Lauren menempelkan ice cream ke hidung Tiffany.

“KYAAA!! LAUREN!! Kau baru saja berjanji dan kau melanggar nya” Lauren berlari terlebih dahulu, Tiffany mengejar nya dan terjadilah acara kejar kejaran antara Tiffany dan Lauren.

Dari kejauhan seorang Pria tengah memperhatikan mereka sedari tadi, Ya itu Siwon baru kali ini Lauren mau bercanda bersama orang yang baru dikenal nya. Bahkan dengan Sooyoung yang sudah lama dia kenal dan sering menjemput nya saja tidak seperti itu. Lauren termasuk anak yang tidak mudah akrab dengan orang lain, dia terkesan cuek dan tidak perduli, menurut Siwon ini lah kemajuan Lauren. Mau bercanda dengan orang lain, bukan hanya bergaul dengan anjing dan boneka nya saja.

 

***

Sudah tiga minggu Tiffany bekerja menjadi pengasuh Lauren.Sedikit kemajuan karena Lauren tidak nakal lagi, tapi sesekali dia masih suka menjahili Tiffany. Seperti kemarin saat Tiffany akan pulang, sepatu nya tidak ada, dan ingin menanyakan nya pada Lauren tapi anak itu sudah tidur. jadilah Tiffany pulang hanya menggunakan sandal jepit, sangat memalukan beruntung bukan musim dingin bisa bisa sampai rumah Tiffany sudah beku karena kedinginan. Tiffany bisa mengerti kenapa Lauren bertindak seperti itu, agar Tiffany tidak pulang karena Lauren meminta supaya Tiffany menginap saja dirumahnya tapi Tiffany menolak.Disitu lah Lauren marah dan mulai bertindak dengan kejahilan nya.

Hari ini hari Minggu, Tiffany libur. Dia akan pergi bersama Donghae ke apartemen Taeyeon, Tiffany benar benar merindukan masakan Taeyeon. Dan hari ini Taeyeon berjanji akan memasakan makan siang untuk Tiffany. Ada sup  ayam gingseng, capjae, bulgogi dan masih ada beberapa menu lain nya. Mereka sudah siap di meja makan dan akan memulai makan siang yang super special menurut Tiffany tapi ketika Tiffany akan menyuap suapan pertama handphone nya berbunyi, Tiffany lebih dulu memasukkan makanan kedalam mulut nya lalu mengangkat panggilan tersebut.

“nde ahjussi, waeyo?” ucap Tiffany lebih dulu, agak terdengar tidak jelas karena mulut nya yang penuh.

“ahjumma, bisa kau jaga Lauren? Hanya sebentar tidak lama” nada Siwon penuh permohonan disebrang sana.

“ahjussi ini hari libur, kau lupa ya?” Tiffany mengingatkan Siwon kalau hari ini libur dan Tiffany tidak seharus nya menjaga Lauren.

“iya aku tahu, tapi aku ada pekerjaan yang harus aku kerjakan sangat penting. Ayolah aku mohon, hanya kau yang bisa membantu ku” lagi lagi Siwon memohon pada Tiffany.

“baiklah. Tapi aku tidak bisa cepat kesana.”Tiffany menyuapkan bulgogi kemulut nya.

“tapi aku harap kau bisa cepat datang kesini, aku harus segera pergi. Lauren sedang tidur”

“ahjussi kau tidak sabaran sekali, baiklah akan aku usahakan” omel Tiffany.

“ah gomawo ahjumma. Baiklah aku tutup sekarang dan cepat lah datang kesini” perintah siwon.

“aissh” Tiffany kesal baru saja akan menikmati hari libur nya ada saja yang mengganggu. Tiffany tidak mau tahu dia mau menghabiskan makan siang nya dulu baru akan pergi kerumah siwon toh sebenarnya jarak rumah Siwon dan apartemen Taeyeon tidak terlalu jauh. Persetan dengan Siwon yang akan marah karena terlalu lama, lagi pula ini bukan jadwal nya dia bekerja.

“fany ahh waegeure?” Tanya Taeyeon setelah Tiffany menutup telepon nya.

“aku harus menjaga Lauren, ahjussi itu ada pekerjaan mendesak” jawab Tiffany lesu.

“habiskan lah dulu makanan mu” Taeyeon mendekatkan sup ayam gingseng ke hadapan Tiffany.

“memang itu yang akan aku lakukan” Tiffany menyeringai kearah Taeyeon.

“oppa cepat habis kan makanan mu, kau akan mengantarku bukan?” ucap Tiffany lalu menyeruput sup buatan Taeyeon.

“tentu. Fany ahh lebih baik kau bekerja di kantor appa ku saja, otte?” tawar Donghae, Donghae sendiri bekerja sebagai direktur diperusahaan Ayah nya. Sebuah perusahaan elektronik ternama di seoul.

“tidak oppa terimakasih, aku mencintai pekerjaan ku yang sekarang” tolak Tiffany.

“ah kenyang. Aku sudah selesai, oppa ppali kita pergi sekarang” Tiffany meneguk air minum nya sampai habis.

“hmm kajja” ajak Donghae lalu berdiri dari kursi nya.

“Taeyeon aah terimakasih atas makan siang nya, maaf aku tidak sopan karena setelah makan langsung pulang” Tiffany memeluk Taeyeon cepat, tertawa kecil dibahu wanita itu.

“gwencana. Kalian berhati hati lah” Taeyeon mengantar Tiffany dan Donghae sampai di depan pintu apartemen nya. Taeyeon melambaikan tangan nya ketika mobil yang dikendarai Donghae melaju meninggalkan halaman apartemen nya.Menurut Taeyeon Donghae adalah pria yang baik untuk Tiffany, karena yang Taeyeon tahu Donghae selalu ada jika Tiffany membutuhkan nya.Bahkan saat Tiffany harus berhenti kuliah Donghae ingin membantu nya tapi Tiffany menolak dengan keras.Taeyeon juga tahu kalau Donghae menyukai Tiffany sejak mereka pertama kenal, tapi Tiffany selalu menganggap Donghae sebagai oppa nya sendiri.Karena Donghae terlalu baik untuk nya.

 

***

TIFFANY POV

 

Hujan turun sangat deras saat aku menuju rumah Siwon, petir pun saling bersahutan, sangat mengerikan.Dijalan aku mendapat pesan kalau Siwon sudah lebih dulu pergi karena sudah ditunggu oleh rekan bisnis nya, berarti Lauren sendiri dirumah.Aiish, ahjussi itu benar benar, dalam situasi seperti ini dia tega tega nya meninggalkan Lauren.

Sesampai nya di rumah Siwon aku langsung berlari masuk, ya aku sudah tau password rumah nya sekarang.Sebenar nya aku tidak tega menyuruh Donghae oppa pulang dalam keadaan hujan deras seperti ini, walaupun naik mobil tapi tetap saja.Aku tidak enak untuk menyuruh nya masuk karena ini bukan rumah ku tapi rumah majikan ku.

Saat aku masuk aku langsung menuju kamar Lauren, di tangga menuju kamar nya aku mendengar suara tangisan.Apa Lauren menangis?Dengan cepat aku berlari, membuka pintu kamar Lauren dan yang aku lihat anak itu menangis senggugukan didalam selimut nya.Aku dekati, aku buka selimut nya, Lauren langsung memeluk ku erat.

“ahjumma.. ahjumma..” tangis nya semakin kencang, aku peluk lebih erat tubuh kecil nya.

“aku takut” ucap nya di sela sela tangisan nya.

“jangan takut, ada ahjumma disini” dia mengangguk, aku mengusap punggung nya dengan sayang. Lama dalam posisi itu, tangis nya tidak terdengar lagi. Aku selip kan anak rambut di belakang telinga nya, mata nya terpejam. Lauren tertidur lagi, pelan pelan aku tidurkan dia di tempat tidur nya.Aku pun ikut berbaring disamping nya, sesekali menepuk nepuk punggung nya agar lebih nyenyak. Benar apa yang Taeyeon katakan Lauren kesepian dia benar benar kurang perhatian, kasihan sekali anak ini.

 

AUTHOR POV

Di luar masih hujan, Lauren yang sedang duduk di sofa tengah memegangi perut nya, dia lapar. Ini sudah jam nya makan malam, tidak ada makanan dirumah, Siwon juga belum pulang.

“ahjumma, aku lapar” lirih Lauren memegangi perut nya.

“kau ingin makan apa?” Tiffany duduk dari posisi tidurnya.

“apa saja. Asal bisa membuat perut ku berhenti berbunyi” Lauren melirik jam yang bertengger didinding rumahnya.Sudah pukul tujuh malam tapi daddy nya belum juga pulang padahal ini hari libur.

Tiffany berjalan menuju lemari es mencari bahan yang bisa di masak, Lauren mengikuti nya dari belakang. Sebenar nya Tiffany tidak bisa memasak tapi Tiffany akan berusaha.

“ada telur, kornet dan sayur. Omelet? Otte?” Tiffany sedang memeriksa isi lemari es hmm cukup lengkap.

“sepertinya enak. Aku mau” Lauren duduk di counter dapur menunggu Tiffany yang mulai memasak omelet.

Tiffany pernah belajar membuat omelet dari Taeyeon tapi itu dulu sudah sangat lama. Ahh semoga dia masih mengingat cara cara membuatnya dan yang terpenting rasanya tidak mengecewakan.

Tidak butuh waktu lama omelet yang Tiffany buat sudah matang, dari penampilan nya sangat menggiurkan tapi tidak tahu bagaimana dengan rasa nya. Ketika Lauren akan menyantap omelet nya, Siwon pulang.

“daddy…” Lauren lari kearah pintu, Siwon merentangkan kedua tangan nya bersiap memeluk Lauren.Dan sekarang Lauren sudah berada dalam gendongan Siwon.

“kau sudah makan?” Tanya Siwon mengecup pipi putrinya.

“baru mau makan. Ahjumma membuat kan ku omelet” Lauren memeluk leher Siwon erat.

“oh benarkah? Kajja daddy temani kau makan” Siwon membawa putri nya ke meja makan.baru saja Lauren akan menyantap omelet nya dia teringat biasanya Daddy nya yang akan mencicipi makanan yang akan mereka makan terlebih dahulu.

“dad, cobalah omelet ini terlebih dahulu” Lauren menyodorkan garpu yang berisi omelet. Tiffany yang ikut bergabung di meja makan bersama mereka menyaksikan bagaimana Siwon mengunyah omelet tersebut.

“apa rasanya enak” ucap Tiffany hati hati. Siwon mengambil alih garpu yang lauren pegang mengambil sedikit omelet itu dan menyuapi Tiffany.

“hoh?” Tiffany terkejut dengan apa yang akan Siwon lakukan.

“cobalah” dengan ragu Tiffany membuka mulu nya lalu mengunyah omelet itu dan langsung membuang nya.

“asin dan masih ada cangkang telur nya” Tiffany membersihkan mulut nya dengan tissue.

“tidak usah memasak jika kau tidak bisa. Kau bisa membunuh putriku dengan makanan yang kau buat” ejek Siwon.Tiffany menatap nya dengan sebal.

“aissh ahjussi kau berlebihan” Tiffany mengambil omelet yang dia buat lalu membuang nya.

“daddy lapar” Lauren menarik tangan Siwon.

“sebentar, daddy akan membuatkan ramen untuk mu” Siwon menggulung lengan kemeja nya kesiku berjalan menuju dapur.

“makan lah bersama kami sebelum pulang” ucap Siwon mendekati Tiffany yang sedang mencuci piring.

“aku tidak lapar” perut Tiffany berbunyi, Tiffany menunduk memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya, menahan malu. Perut nya berbunyi disaat yang tidak tepat.Tiffany memang belum memakan apapun, setelah makan siang dirumah Taeyeon tadi.

“ahjumma, aku tahu kau lapar” Siwon terkekeh menertawai Tiffany.

“tunggu lah dan duduk dengan manis di meja makan ahjumma. Ramen nya akan segera datang” perintah Siwon dengan nada mengejek.Dengan sebal Tiffany berjalan kearah meja makan, Lauren yang sedang memainkan sumpit nya tersenyum ketika Tiffany datang dan duduk disamping nya.

“ahjumma. Apa rasa omelet nya tidak enak? Kau membuangnya padahal aku belum mencoba sedikit pun” Tanya Lauren dan pura pura merajuk mempout kan bibir mungil nya.

“kau bisa mati jika mencicipi nya” Tiffany menjawab pertanyaan Lauren dengan suara keras bermaksud menyindir Siwon, tapi yang disindir masih asik membuat ramen tanpa menghiraukan ucapan Tiffany.

“ahjumma, daddy ku tampan bukan?” Lauren mengecilkan suaranya.

“NE?”Tiffany terkejut dengan pertanyaan Lauren, Lauren terus menatap nya tapi Tiffany menghindari kontak mata dengan anak itu.

“daddy ku tampan kan ahjumma, iya kan, iya kan ahjumma” Lauren menggoyang goyangkan tangan Tiffany meminta Tiffany menjawab pertanyaan nya.

“HEEM!!”Siwon yang datang dengan panci yang berisi ramen lalu bergabung bersama mereka di meja makan.

“apa yang sedang kalian bicarakan hoh?” melihat Tiffany dan Lauren yang asik dengan pembicaraan mereka membuat Siwon penasaran.Tidak ada yang menjawab, Lauren tersenyum mencurigakan.

“daddy. Ahjumma bilang kau tampan” kata itu mencelos dengan lancar dari mulut Lauren. Tiffany yang berusaha akan menutup mulut Lauren tapi sayang tidak berhasil.

“anyio.. aku tidak mengatakan itu” Tiffany mengibaskan tangan nya di udara, muka nya merah padam.

“aku sudah sering mendengar pujian itu, jadi aku anggap biasa saja” sombong Siwon menopang dagu nya diatas meja, menatap wajah Tiffany yang sekarang berubah menjadi merah padam.

“aissh percaya diri sekali kau ahjussi” gerutu Tiffany sebal.

“itu harus. Ayo kita mulai makan” ajak Siwon yang sudah siap dengan sumpit nya.

“mari makan” teriak Lauren senang, perut nya sudah sangat lapar.

Mereka pun mulai sibuk dengan ramen yang ada dihadapan mereka.Tiffany yang sesekali mencuri pandang ke arah Siwon melalui ekor matanya “sangat tampan” batinya, tapi juga menyebalkan.Jika orang lain yang melihat mereka sedang makan satu meja, satu panci seperti ini mereka seperti keluarga kecil yang sedang makan malam bersama, siapa sangka bukan kah mereka sangat serasi. Tiffany masih memandangi Siwon, Siwon terlihat seksi ketika makan ramen.

“berhenti memandangiku seperti itu” ucap Siwon tanpa melihat kearah Tiffany. Tiffany tidak menjawab, dia langsung menunduk.Sangat malu karena ketahuan sedang memandangi Siwon.

Tiffany melanjutkan makan nya lagi, ketika Tiffany memasukkan ramen kedalam mulut, tiba tiba ramen yang dimasukkan ke dalam mulut nya menyambung pada ramen yang berada di dalam mulut Siwon juga. Mereka sadar dan mata mereka bertemu

“ahjussi lepaskan ramen nya, aku lebih dulu memakan nya” melihat wajah Siwon lebih dekat seperti ini membuat jantung nya makin berdetak tak karuan.

“YAK!!Aku lah yang memasak nya” bela Siwon, tidak ada yang mau mengalah sepertinya.

“tetap saja aku yang lebih dulu” ucap Tiffany menatap Siwon garang, pria itu sama sekali tidak mau mengalah. Dengan cepat Siwon menyeruput ramen nya agar berpihak lebih banyak padanya, tak mau kalah Tiffany pun juga melakukan hal tersebut.Sampai jarak mereka hanya 5cm, hanya dengan hitungan detik bibir mereka bisa bertemu. Siwon menatap mata indah Tiffany tanpa berkedip, Tiffany dengan salah tingkah menatap kearah lain dan tatapan nya bertemu dengan mata Lauren yang tengah menonton aksi kedua orang dewasa itu. cepat cepat di putus kan ramen itu, mengalah untuk Siwon. Dan  Siwon menarik ramen masuk kedalam mulutnya dengan kikuk. Tahu dengan atmosfer yang tidak mengenakan Tiffany pun mengajak Lauren ke kamar nya

“kau sudah selesai bukan? Kajja ahjumma antar kau menggosok gigi lalu tidur” Ajak Tiffany menggandeng tangan Lauren.Mereka pun berjalan menuju kamar Lauren meninggalkan Siwon yang termangu di meja makan. “mengapa tingkah laku Tiffany terkadang  mirip sekali dengan mu Yoongie aah” Lirih Siwon, dia sangat mencintai mendiang istri nya. Betapa dia sangat sulit untuk melupakan wanita yang sudah memberinya seorang putri yang cantik, padahal ini sudah enam tahun Yoona meninggalkan nya tapi tetap saja terkadang Siwon sulit melepas kenangan kenangan bersama Yoona.

 

TBC…..

 

Hey i’m comeback… this is my 3rd FF…. Lauren lagi Lauren lagi, selalu ada Lauren ya ff aku? Yup tuh anak bule emang paling cocok jadi anak nya Siwon daddy sama Tiff Mommy hihi di tambah Danie deh #curhat
makasih buat Manda sama Nicky yang udah mau direpotin buat bikin poster, makasih buat temen temen prophet di Grup BBM Dewi, Army, Nicky, Syarifah, Novita, Elisa, Nisa, Manda dan lainnya gabisa disebut satu satu.. kalian yang terbaik Thank support nya guys……

 

135 thoughts on “(AF) Dad, I want Mommy (PART 1)

  1. udahlama bgt gak buka sifany island, kemaren un lanjut sbm, sampe gaksempet buka2 blog ini huhu😥
    tadi buka udah ada seq nya ini, nyari2 deh yg part1 nya hihi
    bagus eonni , ahjumma pani mangatss yakk=))

  2. Lauren : daddy ku tampan kan ahjumma ???
    me : iya, daddy mu tampan bahkan sangat tampan,,,aku suka daddy mu lauren
    hehehehehehe… aku suka ff nya, aku suka jalan ceritanya, aku suka won dad

  3. Lauren ngegemesin banget disini, lucu tapi ngeselin, jailnya tiada dusta jadi kasian sama tiffany dijailin sama bocah 5 tahun. Tapi justru itu yg bikin ceritanya menarik..
    Pas lagi makan ramen kenapa lauren engga nyenggol kepala siwon atau tiffany sih biar mereka kissing ( uppsss ) hahahahaa

  4. Lauren emg cocok jd anak siwon daddy.. Lucu klo lauren sm tiffany, jail tp ttp nurut.. Baca ff ini berkali2 tp ngga bosen2, hehe..

  5. Lauren anak yg manis, hanya karena kesepian aja jadi agak iseng dan nyebelinn, hehehe
    Tiffany ajumma sama siwon ajussi sepertinya suka curi” pandang ya hahahah
    Semoga mereka jadi happy familyy
    Keren thor ceritanya

  6. Lucuuuu~
    Pengen deh ketemu bocah kaya lauren gitu, cantik dan ngegemesin, tapi bakal kuat ga ya sama sifat bandelnya, kk~
    Bayangin aja, dari siwon+yoona. Cantiknya pasti ga ketulungan… Hehe
    Tapi bias ku di snsd tiffany, trus di suju donghae, pas bgt ya…
    Walaupun kalo kopel sugen gini aku sukanya yoonhae, sama sifany.
    Ulala~
    Intinyaaaa suka bgt sama ff ini. Tiffany lucu, dan disini jadi bisa ngrawat anak ya,,, soalnya dia payah bgt di hello baby, kkk~
    Tapi sejujurnya wajah2nya dan pawakannya pantes loh kalo syang anak kecil trus keibuan gitu…
    So, emang ff ini the best!!!

  7. Di awal cerita siwon tempramen sekali. Hahaha Moment’nya sama laurenpun lucu, mereka sama-sama keras kepala xD
    Seruu-seruuu, pasangan ahjuma tiffany & ahjussi siwon serasi , hihii^^

  8. Pasangan yang ngegemesin sama ngegemesinnya kayak muka lauren yg cantik😀
    Cie siwon ahjussi udah mulai suka sama fany ahjumma hehehehe
    gak sabar baca part selanjutnya udah gak sabar liat endingnya

  9. Romantis banget sih! Siwon oppa cocok jadi Daddy, Lauren so cute, annoying banget😄
    Tiffany unni lucu juga jadi baby sitter😆
    I think Lauren like Tiffany unni?😍 or she hope that Tiffany unni can be her Mom?😊
    Can’t wait anymore for the next part!
    Author Saranghae💓 Sifany💞

  10. Ya ad 2 mommy yg cocok Tiffany n Jessica. n perpaduan sugen osti ankny cntik n gntenh.crtny asik. baby sitter seorg gdis kcl seru krn seting dikrjain, bisa2 dua ntr yg bisa taklukab ayah n ankny? wah ike tuh. gemes n konyol tp romantis kok. smg ini bisa ubah pikiran hati keduany utk fany jd eommany…

  11. Bikin Greget banget itu punya anak lauren.. haha
    Baru nemu nih ff biasanya baca taeny terus.. nyoba baca sifany ternyata ga kalah lah.. izin baca ya thor

  12. Like like like sama ceritanya.. lauren usil banget ya, kasian waktu muka tiffany dicoret-coret, aaa sebenernya kasian sih sama lauren yang kesepian :” aku suka dengan penulisannya thor mau komen di next part lagi deh..

  13. Wahhh…kyknya.lauren.cocok ma babysister yg satu ini….
    Bagus dahh..spa tw fanyah jd mommy lauren yg baruu…
    Ihh..so sweet past mreka berdu makan mie ramennn…
    Qiqiqiqiqiq…lanjut dahh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s