(AF) Love In Time 3

” Love In Time 3 “

Untitled 

Title : Love in time

Author : @silvi0931

Main Cast : Tiffany Hwang & Choi Siwon

Other Cast : Lee Donghae

Genree : sad

Rating : PG-15

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini hanyalah hasil dari imaginasiku, ide cerita adalah murni hasil pemikiranku, kesamaan alur dan tokoh cerita merupakan hal yg tidak disengaja,  Don’t be COPAS & keep RCL.

Happy readding🙂 ……

*** Love in time ***

buk….

Tiffany langsung membungkuk untuk meminta maaf, Tiffany tidak berani menegakan kepalanya, saat ini perasaanya begitu sakit, Tiffany pun melangkah kembali setelah membungkuk, namun pria tersebut mengenali wajah Tiffany dan langsung mencegah langkah  Tiffany.

” fany-ah ….. kau kah itu ” ucap donghae dan langsung membalikan tubuh Tiffany menghadapnya, Tiffany terkejut dan langsung mengusap matanya yg sudah berkaca kaca, sudah lama mereka tidak bertemu setelah beberapa tahun, Tiffany tidak menyangka akan bertemu dengan teman kecilnya ketika SMP.

” Donghae-shi …. ” ucap Tiffany, donghae tersenyum.

” ne …. sudah lama kita tidak bertemu, apa yg kau lakukan disini? ” tanya donghae, Tiffany langsung memberikan kotak makanya pada Donghae.

” ige …. aku memasak masakan untuk seseorang tapi sangat di sayangkan dia tidak mau memakanya, ini adalah masakan buatanku, aku sudah belajar keras untuk bisa memasak masakan ini, kau adalah orang pertama yg memakanya, kau adalah orang yg beruntung jika memakanya, donghae-shi ” ucap Tiffany dan tersenyum, sungguh miris Tiffany, Donghae bisa merasakan apa yg Tiffany rasakan saat ini, Donghae mengenal Tiffany sangat baik, mereka sudah berteman sejak lama. Tanpa sengaja mata Donghae melihat jari manis Tiffany, tersemat sebuah cincin yg cantik di jari manis Tiffany, sejenak Donghae merasa sesak di dadanya melihat sebuah cincin melingkar manis di jari Tiffany, itu pertanda bahwa Tiffany sudah diikat dalam sebuah hubungan khusus, Donghae kecewa, selama ini dia mencari sosok yg sangat dirindukanya namun dia terluka ketika mengetahui bahwa gadis yg di cintainya sejak dulu kini sudah menjadi milik orang lain.

” ambilah ….. ” ucap Tiffany menyerahkan kotak makanya pada donghae sebelum meninggalkan tempat tersebut dan Donghae yg mematung memandang kepergian Tiffany yg semakin jauh, penantianya selama ini terasa sia sia bagi donghae.

Donghae masuk ke ruang kerja Siwon setelah Tiffany pergi, kini dia mengerti semua setelah Tiffany keluar dari ruang kerja Siwon dengan perasaan kecewa. Donghae mendekat ke arah Siwon bahkan Donghae pun melihat cincin yg sama dengan Tiffany di jari Siwon, Donghae tersenyum getir melihat kenyataanya bahwa Tiffany adalah tunangan Siwon.

” jaksa Choi ….. aku mendapat makanan dari kekasihmu, dia bilang aku adalah orang pertama yg memakanya, aku beruntung sekali ” ucap Donghae tersenyum namun seperti menyindir, Siwon terhenti sejenak oleh perkataan Donghae.

” rasanya juga sangat enak ….. apa kau ingin mencicipinya? ” ucap Donghae kembali setelah memakan sebagian masakan Tiffany.

Siwon yg mendengar ucapan donghae merasa panas dengan singgungan Donghae.

 

*** Love in time ***

Tiffany berjalan jalan di taman dengan Jessica setelah makan siang, Tiffany lalui hari-harinya dengan biasa, setiap hari dia selalu di abaikan oleh Siwon membuat Tiffany serasa ingin menyerah, namun Tiffany tidak bisa menyerah begitu saja, sesakit sakitnya hati Tiffany dan selelah lelahnya gadis tersebut menghadapi Siwon namun tidak dapat di pungkiri dan dihindari bahwa hatinya akan selalu mencintai Siwon.

” huhh…… ” Jessica menghela nafas nya untuk kesekian kalinya, melihat Tiffany terdiam sejak tadi membuat Jessica sedikit kesal dan kasihan, Jessica tahu Siwon selalu mengabaikan Tiffany dan dia pun tahu Tiffany ingin sekali menyerah untuk mendapatkan Siwon.

” Fany-ah ….. nan gwenchana ? ” tanya Jessica yg melihat Tiffany termenung kembali, Tiffany pun tersadar.

” Gwenchana sica-ah ” ucap Tiffany tersenyum kecil.

” aku tahu ini menyakitkan bagimu, tapi kau tidak boleh menyerah untuk bisa hidup kembali ”

” aku tidak tahu apa yg harus kudapatkan sica, tulisan itu tidak jelas ” ucap Tiffany lemah.

” aku sudah tahu sambungan dari tulisan itu, tulisan itu adalah ” Ciuman ketulusan abadi ” , jadi ciuman itu adalah ciuman yg di berikan oleh cinta sejatimu ” ucap Jessica menjelaskan.

” bagaimana mungkin aku mendapatkannya, bahkan aku tidak tahu siapa cinta sejatiku, mungkin … didunia ini tidak ada orang yg benar benar tulus mencintaiku ” ucap Tiffany asal

” tapi apa boleh aku berpendapat ?, mungkin ini akan melelahkan dan mustahil bagimu “. Tiffany mengangguk.

” Aku merasakan cinta abadi Siwon padamu, mungkin saat ini dia memang belum merasakan hal itu, tapi aku yakin dia adalah cinta sejatimu, teruslah berusaha untuk mendapatkanya ” ucap Jessica.

” aku tidak begitu yakin dengan ucapanmu, tapi aku akan tetap mencintai Choi Siwon meskipun dia tidak mencintaiku, aku akan berusaha melakukan seperti yg kau katakan barusan, tapi jika sampai saat waktuku telah habis dan belum mendapatkan ciuman dari cinta sejatiku aku tidak akan bersedih, lagi pula aku fikir lebih baik aku meninggalkan dunia ini, aku ingin melihat eomma, dan aku ingin membiarkan Siwon oppa bahagia tanpaku ” ucap Tiffany, dia merasa sudah pasrah, Tiffany hanya akan berusaha tetap mencintai Siwon, Tiffany sudah benar benar cinta pada Siwon.

Jessica tersenyum kecil mendengarnya, setidaknya ada secercah semangat pada Tiffany.

 

*** Love in time ***

Tiffany memakai dress krem selutut, setelah memakai bajunya Tiffany langsung menadandani dirinya, dia poleskan sedikit lipstick berwarna pink di bibir manisnya dan meratakanya dengan tanganya, setelah dirasakanya selesai Tiffany memastikan penampilannya dan bercermin, dia begitu bahagia karena malam ini dia dan Siwon akan makan malam, meskipun ini adalah makan malam yg Nyonya Choi rencanakan, sebelumnya Siwon belum pernah mengajak Tiffany makan malam bersama sebagai sepasang tunangan.

Tiffany berjalan anggun keluar Rumahnya, dia melihat mobil Siwon sudah datang, dan pria itupun terlihat sangat rapih dan tampan, Tiffany tersenyum bahagia dan mempercepat langkahnya, kemudian Tiffany masuk ke mobil Siwon, dan Siwon pun langsung menancapakan gasnya dan melaju menuju restaurant mewah yg di tuju, awalnya Siwon terpukau dengan penampilan Tiffany namun dia menutupinya, sepanjang perjalanan mereka hamya terdiam, tidak ada suara sedikitpun yg mereka ciptakan, hanya suara mesin yg terdengar, Tiffany hanya bisa terus diam memandang pemandangan jalanan Seoul, sesekali dia tersemyum kecil ketika melihat tingkah laku orang yg ada di jalanan tersebut, sedangkan Siwon terus fokus terhadap jalanan dia beusaha menahan gejolak yg tidak karuan di hatinya, matanya selalu memaksa Siwon untuk sesekali melirik ke arah Tiffany.

Sesampainya di restaurant mereka masuk tanpa bergandengan tangan membuat mereka terlihat seperti bukan sepasang kekasih.

Siwon dan Tiffany duduk di meja pojok, tidak lama kemudian datanglah pelayan memberikan buku menu makanan.

” apa yg kau pesan oppa? ” tanya Tiffany pada Siwon.

” aku tidak ingin memesan apapun, kau saja, setelah kau selesai makan kita langsung pulang ” ucap Siwon, Tiffany menatap Siwon kecewa.

” kalau begitu aku hanya memesan cokelat panas ” ucap Tiffany terus memandang Siwon, kemudian pelayan tersebut pun pergi.

Tiffany hanya terus memandang Siwon, Tiffany begitu kesal dengan sikap Siwon, padahal Tiffany begitu senang bisa dinner bersama Siwon, namun Siwon membuat makan malam ini berjalan tidak semestinya.

Tidak ada yg membuka suara sedikitpun, Siwon terus diam sibuk dengan email yg masuk di ponselnya, sedangkan Tiffany terus menatap siwon nanar betapa sakit dan kecewa dirinya, hingga Tiffany berdiri dari duduknya untuk ke toilet.

” oppa …. ” Tiffany memanggil Siwon, Siwon pun mendongak.

” aku akan ke toilet sebentar ” ucap Tiffany setelah terdiam sejenak, sebenarnya dia ingin mengatakan pada Siwon untuk mengantarnya namun Tiffany takut Siwon menolaknya.

Kemudian Tiffany pun melangkah pergi ke toilet, Tiffany melangkah pelan memasuki Toilet, tidak ada satupun orang di dalam toilet tersebut sehingga membuat Tiffany takut, Tiffany pun langsung bergegas masuk untuk buang air kecil, setelah buang air kecil Tiffany mencuci tangannya di wastafel toilet tiba tiba lampu mati seketika dan membuat Tiffany menjerit ketakutan.

” aaarrrrggghhhh….”

Donghae yg baru saja keluar dari toilet pria mendengar seseorang berteriak di dalam toilet wanita, Donghae langsung berlari dan menerobos toilet wanitatersebut kemudian Donghae melihat Tiffany menunduk ketakutan dan menjerit, tanpa basa basi Donghae langsung membawa Tiffany keluar dari toilet.

Tiffany masih bergemetar ketakutan, dia masih menutup wajahnya dengan tanganya.

” Nona kau baik baik saja?, tenanglah aku tidak akan menyakitimu ” ucap Donghae sambil mencorot wajah Tiffany dengan cahaya ponselnya, perlahan Tiffany membuka tangan yg menutup wajahnya

” Fany-ah…. ” ucap Donghae terkejut ketika melihat gadis tersebut adalah Tiffany.

buk…..

Tiffany langsung terkulai dan pingsan, Donghae pun langsung membopong tubuh mungil Tiffany dan bergegas ke rumah sakit.

 

Siwon terkejut  ketika listrik di restaurant tersebut mati, dia langsung teringat dengan Tiffany kemudian Siwon langsung berlari ke toilet wanita, dia mengkhawatirkan Tiffany.

” Fany-ah….. ” Teriak Siwon di dalam toilet wanita, dia mencari Tiffany namun Tiffany tidak ada, Siwon mulai panik dan mengkhawatirkan Tiffany, dia menyesal tidak mengantar Tiffany ke toilet mengingat Tiffany sangat takut dengan toilet umum.

 

*** Love in time ***

Donghae mengenggam tangan dingin Tiffany dengan hangat, wajahnya begitu mengkhawatirkan keadaan Tiffany. Dia terus di samping Tiffany meskipun dokter sedang memeriksa keadaan Tiffany.

” tenanglah anak muda, kekasihmu baik baik saja, dia hanya sangat terkejut, ku beritahu padamu jangan sampai ini terjadi lagi, sepertinya dia memiliki trauma, jadi jagalah dia ” ucap dokter tersebut.

” aku akan selalu menjaganya ” ucap Donghae tanpa melepas genggaman dan pandanganya pada wajah pucat Tiffany yg sedang tertidur.

” sebentar lagi pun dia akan terbangun ”

” Khansamnida dokter… ” ucap Donghae.

Tiffany perlahan membuka matanya, dia merasakan genggaman hangat di tanganya, Tiffany mengedarkan pandanganya dan menemukan sosok Donghae yg sedang tersenyum manis.

” kau sudah bangun ….. syukurlah ” ucap Donghae senang, Tiffany langsung melepas tanganya dari genggaman Donghae dengan perlahan dan terbangun untuk duduk.

” apa aku sudah lama disini? ” tanya Tiffany, dia melihat lihat sekililing ruang UGD mencari sosok Siwon, namun dia tidak melihat pria tersebut, donghae yg tahu dengan air muka Tiffany pun langsung berbicara.

” sebentar lagi dia akan kemari, aku sudah menghubunginya ” ucap Donghae sedikit kecewa namun Donghae menutupinya, Tiffany merasa tidak enak , dia tidak bermaksud membuat Donghae kecewa.

” mianhe…. ” ucap Tiffany pelan.

” untuk apa kau meminta maaf padaku, kau tidak bersalah ”

” terimakasih sudah menolongku ” ucap Tiffany.

” Fany-ah….. ” Tiffany mendongak .

” apa kau sangat mencintai Siwon ? ” tanya Donghae, Tiffany terdiam mengapa donghae menanyakan hal itu membuat Tiffany tidak tahu harus mengatakan apa.

” ne ….. aku … mencintainya ” ucap Tiffany sangat pelan, namun masih bisa di dengar oleh Donghae, Tiffany mencopot selang infus yg menempel pada tanganya dan hendak pergi namun Donghae langsung menahanya.

Donghae menatap Tiffany sendu, dia berharap Tiffany mengatakn hal yg sebaliknya, Donghae sangat mencintai Tiffany sejak dulu dan tujuanya kembali ke korea pun ingin menemui Tiffany, namun sekarang harapanya menghilang ketika mengetahui bahwa waniata yg di cintainya mencintai pria lain.

” tidak bisakah kau mencintaiku?, aku akan membahagiakanmu Fany-ah ” ucap Donghae sungguh sungguh, Tiffany hanya terdiam tidak tahu apa yg harus di katakan.

” lupakanlah Choi-Siwon ” Ucap Donghae pelan, hati Tiffany memberontak mendengar perkataan Donghae karena dia tetap mencintai Choi Siwon. Tiffany melepaskan tangan Dinghae dari tanganya secara perlahan dan membalikan tubuhnya menghadap Donghae, cukup lama mereka saling bertatapan.

” sekuat apapun aku berusaha untuk tidak mencintainya, tapi hatiku tetap selalu mencintainya ” ucap Tiffany kemudian, Donghae hanya terdiam dia masih berharap agar Tiffany mencintainya, tak lama kemudian terdengar langkah seseorang memghampiri ranjang Tiffany, Donghae menghela nafasnya ketika melihat Siwon berjalan menghampiri mereka.

” Jaksa Lee,…. terimakasih sudah menolong Tiffany ” ucap Siwon sopan, Donghae hanya tersenyum kecil menanggapinya.

” tidak kah kau menanyakan keadaan tunanganmu, jaksa Choi? ” ucap Donghae menatap tegas mata Siwon, Tiffany yg mengerti tatapan maksud Donghae menjadi terdiam kaku.

” apa maksudmu ? ” tanya Siwon sedikit tidak suka.

” aku harap kau bisa menjaganya ” ucap Donghae, membuat Siwon tidak mengerti maksud Donghae, mereka saling menatap, Siwon yg menatap Donghae penuh dengan ketidakmengertian, sedangkan Donghae menatap Siwon penuh dengan perasaan kesal sehingga membuat suasana sedikit tegang.

” oppa ….. ayo kita pulang aku lelah ” ucap Tiffany mencairkan suasana tersebut, Donghae dan Siwon tetap saling menatap tidak peduli dengan ucapan Tiffany, keadaan semakin menjadi tegang sehingga pada akhirnya Tiffany membawa Siwon pergi dari tempat tersebut.

 

*** Love in time ***

Author Pov.

Tiffany memaksakan dirinya untuk pulang dari rumah sakit meskipun Donghae melarangnya, Tiffany tidak bisa jika harus berlama lama di rumah sakit melihat betapa bencinya tatapan Donghae pada Siwon begitupun sebaliknya.

Siwon fokus mengendarai mobilnya, sedangkan Tiffany hanya diam duduk di samping Siwon, sedari tadi mereka hanya diam satu sama lain, tidak ada satupun suara yg keluar dari mulut mereka, mereka sibuk dengan pemikiran masing masing yg ada di benak mereka.

” ehm… ” Siwon berdeham kemudian melirik ke arah Tiffany yg sedang melamun melihat jalanan dari kaca mobil.

” apa kau tidak bahagia denganku oppa ? ” tanya Tiffany tiba tiba, Siwon membeku mendengar pertanyaan tersebut, apa maksud pertanyaan tersebut.

” jika kau tidak bahagia denganku, mari kita membuat sebuah kesepakatan ” ucap Tiffany tersenyum miris.

” berbuat baiklah padaku, berpura puralah bahwa kau benar benar mencintaiku setelah itu maka aku akan melepaskanmu, aku akan membebaskanmu ” ucap Tiffany, Tiffany langsung menghadap ke kaca mobil ketika merasakan air matanya terjatuh, hatinya terluka kini dia benar benar akan merelakan Siwon. Kisah cintanya begitu menyedihkan.

Siwon mematung mendengar hal tersebut, entah mengapa dia merasakan sesak di dadanya ketika Tiffany mengatakan hal tersebut.

 

*** Love in time ***

Tiffany mengerjapkan matanya ketika merasakan sinar matahari yg masuk lewat celah gordeng kamarnya, kemudian dia meregangkan tubuhnya dan langsung bergegas membersihkan tubuhnya, setelah membersihkan tubuhnya dia langsung berdandan dan pergi ke kantor mengantar bekal untuk Siwon.

Tiffany duduk di sebuah bangku taman, dia memperhatikan orang orang di sekelilingnya, Tiffany terpaku pada sebuah keluarga kecil yg sedang bercanda di taman tersebut, terlihat sang ayah menggendong sang anak sedangkan sang ibu berjalan di sampingnya sambil merangkul tangan suaminya mesra, sesekali mereka tertawa bahagia. Tiffany tersenyum melihat keluarga tersebut, terselip rasa senang dan iri melihat keluarga tersebut, betapa bahagianya dia jika dia bisa merasakan hal tersebut, terukir lengkungan indah di bibirnya ketika melihat kelurga tersebut, akankah dia bisa merasakan hal tersebut, mungkin dia tidak akan merasakan hal itu bersama pria yg di cintainya.

Kemudian Tiffany bangun dari tempat duduknya dan melanjutkan ke kantor Siwon.

Sesampainya di kantor, Tiffany dan Siwon bertemu di taman belakang kantor Siwon.

Tiffany menghubungi Siwon setelah dia sampai di kantor Siwon, dan Siwon menyuruh Tiffany unruk menunggunya di taman belakang kantor Siwon, mereka duduk disalah satu bangku di taman tersebut, Siwon terlihat begitu cuek dan tidak peduli dengan kedatangan Tiffany.

Tiffany hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat sikap Siwon, yah.. Tiffany sudah terbiasa dengan hal tersebut.

” makanlah, aku membawa makan siang untukmu oppa … ” ucap Tiffany sambil membuka kotak makanya, sedangkan Siwon acuh dan diam tidak peduli.

” aku yg memasaknya ” ucap Tiffany lagi.

” kenapa kau datang lagi ke kantorku, aku sangat sibuk ” ucap Siwon kemudian berdiri dari duduknya.

” mianhe…. ” ucap Tiffany.

” bukankah ini jam makan siang, aku hanya ingin kau memakan masakan buatanku, setelah kau memakanya maka aku akan pergi ” Sanggah Tiffany, Tiffany hanya ingin Siwon memakan masakanya dan bersikap baik pada Tiffany sekali saja namun Siwon tidak perduli dan melangkah pergi.

” jangan pergi …… aku mohon padamu ….. berbuat baiklah padaku dan buatlah aku merasa bahagia bersamamu oppa, hanya 2 bulan …. lakukanlah hanya dua bulan … setelah itu aku akan membebaskanmu, aku akan meminta pada appa untuk membubarkan semua perjodohan ini, aku janji padamu …… buatlah aku bahagia sebelum aku membebaskanmu, aku hanya ingin merasakan kebahagiaanku ” ucap Tiffany tersenyum getir, Siwon mematung di tempatnya dia tidak bisa mengatakan apapun untuk merespon ucapan Tiffany. Tiffany memintanya untuk berbuat baik pada wanita tersebut dan setelah itu dia akan melepasakan Siwon, apa maksud gadis tersebut mengatakanya, apakah akan ada sebuah perpisahan diantara mereka setelah itu, fikir Siwon. Siwon terus mematung, lidahnya begitu keluh untuk mengatakan apapun, dia tidak tahu apa dia akan menerima kesepakatan tersebut.

” kau tidak memakai cincin tunangan kita ? ” tanya Tiffany ketika tidak melihat cincin pertunangan mereka di jari Siwon, hati Tiffany terasa ada yg meremas kuat, sebenci itukah Siwon dengan peejodohan mereka, tapi bukankah setidaknya Siwon bisa menghargai pertunangan mereka, Tiffany tahu ini akan sulit untuknya.

” nanti akan ku pakai ” ucap Siwon dan menghadap Tiffany, Siwon lupa untuk memakai cincinya kembali beberapa hari yg lalu.

” jika begitu, maka aku pun tidak akan memakai cincin ini, aku akan memakainya jika kau juga memakainya ” ucap Tiffany sambil melepas cincin di jari manisnya dan meyerahkanya pada Siwon, Siwon membeku ketika merasakan cincin tersebut di telapak tanganya, sungguh, Siwon tidak bermaksud untuk seperti ini, Siwon merasa bersalah.

” bukankah ini adil ” ucap Tiffany tersenyum kecil, sesungguhnya hatinya begitu sakit, harus sampai kapan Tiffany bersabar menghadapi Siwon.

Siwon mematung ketika Tiffany memberikan cincin pertunanganya  padanya, bukan seperti ini yg di maksud Siwon,   Siwon hanya masih belum bisa melupakan Sully.

Kemudian Tiffany duduk di bangku taman kantor Siwon begitupun dengan Siwon, mereka saling diam bahkan makanan yg di masak Tiffany pun dilupakan oleh mereka, mereka diam sibuk dengan berbagai fikiran yg ada di benaknya.

” oppa …. mianhe … ” ucap Tiffany pelan setelah mereka terdiam cukup lama, suara Tiffany sangat kecil namun Siwon bisa mendengarnya, Siwon pun menengok ke arah Tiffany di sampingnya, sejenak mereka saling memandang.

” lakukanlah kesepakatan tadi selama dua bulan … ” ucap Tiffany tersenyum kecil pada Siwon. Siwon terdiam memikirkan jawabannya.Akankah dia menerima tawaran tersebut, Tiffany terus menerus menawarkan kesepakat tersebut dia sangat bingung tidak tahu harus menjawab apa.

” buatlah aku bahagia sebelum aku pergi dan melepaskanmu ” ucap Tiffany tersenyum miris mengetahui betapa malangnya dirinya, mereka semakin diam dan tidak bersuara dengan pernyataan Tiffany yg baru saja di lontarkan.

” baiklah …. ayo kita lakukan kesepakatan itu ” ucap Siwon kemudian, Tiffany tersenyum senang dengan jawaban Siwon.

” gomawoyo …. ” ucap Tiffany. Kini mereka hanya diam duduk termenung memikirkan problematika hidup masing masing, Tiffany merasa sedikit senang dengan keputusan Siwon setidaknya dia bisa merasakan kebahagiaanya bersama pria yg dicintainya sebelum dia benar benar pergi.

 

*** Love in time ***

Tiffany termenung di balkon kamarnya, dia terus menatap bintang dilangit, wajahnya tersirat kesedihan dan kerinduan, dia sangat merindukan eommanya saat ini, dia ingin eommanya berada disampingnya.

Dikepalanya terngiang semua kisah hidupnya dan persyaratan untuk hidup kembali, sudah 33 hari sampai sekarang dia belum menemukan ” ciuman ketulusan abadi ” , Tiffany tidak tahu apa yg harus dia lakukan untuk mendapatkanya, dia sudah lelah dan menyerah untuk bisa hidup dengan lama kembali, Tiffany sudah menyerah untuk menemukan ” ciuman ketulusan abadi ” yg dia cari, harapanya saat ini hanya bisa hidup bahagia dengan pria yg dicintainya.

Tanpa di sadari Tiffany, dia meneteskan air matanya, dan terus memandang bintang.

” eomma aku sangat merindukanmu …… apa yg harus kulakukan ” ucapnya lirih seorang diri.

Tiffany terus memandang bintang dibalkonya, hanya ini yg bisa di lakukan, dia ingin semua segera berakhir, hatinya begitu sakit untuk membuat Siwon jatuh cinta padanya, inilah kisah hidupnya.

*************

Siwon duduk termenung di sisi ranjang tidurnya, cahaya di ruang tersebut begitu sedikit, tatapan Siwon begitu datar wajahnya penuh dengan kesedihan dan kelelahan, dia hanya diam merenung, Siwon merenungi semua tentang Tiffany, cara gadis itu memperlakukanya dan sikap sabar Tiffany menghadapinya, Siwon merasa seperti pria jahat, dia selalu mengabaikan dan mengacuhkan Tiffany, bahkan sering juga dia membuat gadis tersebut menangis karenanya, tak terasa matanya mulai memanas sampai saat ini dia belum bisa melupakan Sully di hatinya, dia belum bisa menerima Tiffany di hatinya.

” huhh……. ”

Siwon menghela nafasnya, dan mengusap wajahnya frustasi.

 

*** Love in time ***

Taman Seoul tampak penuh dengan orang orang yg sedang berolahraga,  di hari libur ini Siwon dan Yoona adiknya melakukan jogging bersama, mereka berlari lari kecil mengelilingi taman tersebut, Siwon begitu cepat untuk lari santai seperti ini, sehingga membuat Yoona kesulitan untuk mensejajarkan langkahnya dengan Siwon. Siwon terus berlari sehingga sering meninggalkan dongsaengnya yg kelelahan mengejar Siwon.

” hei …. oppa jangan terlalu cepat … ” teriak Yoona yg tertinggal di belakang, nafas yoona tersengal sengal dan peluhnya bercucuran karena harus berlari sedikit cepat supaya tidak tertinggal oleh oppanya.

” kau sangat lemah, saeng-ah ” ucap Siwon terkekeh, Siwon terus berlari kecil di tempat, dia begitu senang membuat adiknya kesal, Yoona hanya terdiam dan kesal dia begitu lelah harus mengejar Siwon.

” hei …. cepatlah, kenapa kau terdiam ” ucap Siwon masih berlari kecil di tempat, sedangkan Yoona hanya diam dan terduduk di aspal karena lelah, dia tidak memperdulikan oppanya, dia sangat kelelahan dan terduduk di aspal untuk beristirahat sejenak, bibirnya mengerucut sempurna melihat oppanya yg terus berlari santai di tempat tanpa mempedulikan betapa lelahnya dia.

Tanpa disadari Siwon, di belakangnya ada Tiffany yg sedang bersepeda, Tiffany begitu menikmati udara pagi dan hangatnya matahari di pagi hari ini, Tiffany terus mengayuh sepedanya matanya memandang langit untuk merefreshkan fikiranya,  setelah dirasanya cukup Tiffany pun terfokus pada jalanan di depanya, dan betapa terkejutnya dia ketika sepeda yg dia naiki akan menanrak orang yg ada didepanya, Tiffany oleng dan tidak bisa menjaga keseimbangan sepedanya.

” omo ! ….. awas oppa ” teriak Yoona ketika melihat Siwon yg akan tertabrak sepeda.

” omo ……. ” Tiffany oleng dan menabrak Siwon, Tiffany, Siwon beserta sepeda Tiffany terjatuh, Tiffany terjatuh dan tertindih sepedanya, kaki Tiffany menekuk sehingga membuatnya kesakitan, kaki mulus Tiffany berdarah karena tergores aspal jalan Tiffany merintih kesakitan, Yoona yg melihat adegan tersebutpun langsung panik dan berlari mendekat untuk menolong oppanya dan Tiffany.

” Gwechana ? …. ” tanya Yoona khawatir, kemudian dia membantu Tiffany menyinggkirkan sepedanya, sedangkan Siwon langsung terbangun, Tiffany merintih kesakitan ketika Yoona membantunya berdiri.

” akhhh…. ” rintih Tiffany, Yoona pun langsung mendudukan Tiffany lagi karena Tiffany kesakitan ketika hendak berdiri, Siwon yg berada di sampingnya khawatir dan langsung mendekat melihat luka di lutut Tiffany. Siwon sangat mengkhawatirkan Tiffany namun dia tidak menyadari hal itu pada dirinya.

” gwenchana ? ” tanya Siwon,  Siwon langsung memegang luka Tiffany wajahnya begitu khawatir, Siwon langsung menggendong Tiffany di punggungnya, Tiffany terkejut Siwon menggendongnya bukankah Siwon tidak menyukai Tiffany, kemudian merekapun pergi dari taman tersebut dengan Siwon yg menggendong Tiffany, sedangkan Yoona menaiki sepeda Tiffany, sepanjang perjalanan Tiffany terus memeluk punggung Siwon yg terasa hangat baginya, rasanya dia tidak ingin melepas pelukanya.

” gomawo … oppa ” ucap Tiffany pelan dan tersenyum kecil di punggung Siwon.

” bukankah kita sudah membuat sebuah kesepakatan ” ucap Siwon, yah …. Tiffany sadar Siwon melaukanya karena kesepakatan mereka, Siwon akan berbuat baik pada Tiffany selama 2 bulan, dan setelah itu Tiffany akan melepas Siwon.

Tiffany tersenyum getir mengingat kesepakatan tersebut, namun bukankah dia sendiri yg menawarkan kesepakatan tersebut lalu apa yg akan di khawatirkanya kini, Tiffany memeluk erat punggung Siwon dan menutup matanya, Tiffany ingin sekali waktu berhenti saat ini dimana dia bisa merasakan kehangatan dari orang yg dicintainya.

Tiffany meneteskan air matanya, dia bahagia dan juga sedih, Tiffany bahagia karena Siwon memperlakukanya dengan baik, namun disisi lain setelah waktu itu datang Tiffany akan benar benar melepas Siwon.

 

*** Love in time ***

Siwon Pov.

Aku melihat penampilan diriku di kaca untuk kedua kalinya, setelah dirasa cukup akupun langsung membenarkan letak dasiku dan melangkah pergi menuju rumah Tiffany, aku langsung menaiki mobil audi hitam miliku dan mlajukanya menuju tempat Tiffany, malam ini aku dan Tiffany akan menghadiri ulang tahun perusahaan rekan bisnis Appa, setibanya di rumah Tuan Hwang aku pun langsung melangkahkan kakiku ke rumahnya, beberapa maid di rumah tersebut membungkuk hormat padaku, mataku melihat sosok Tuan Hwang sedang membaca koran di ruang utama, kemudian salah satu maid memberitahu kedatanganku pada Tuan Hwang.

” Tuan, Tuan muda Choi Siwon datang ” ucap maid tersebut dan melangkah pergi, Tuan Hwang pun langsung menghentikan kegiatanya membaca korang dan menyambutku.

” Siwon-ah, kau datang ” ucap Tuan Hwang tersenyum padaku, akupun membals senyumnya, beberapa detik kemudian aku mendengar suara sepatu yg melangkah di tangga, aku dan Tuan Hwang pun langsung menengok ke arah suara tersebut, kemudian keluarlah Tiffany, dia terlihat anggun dan cantik malam ini, mini dress berwarna parsel dan rambutnya yg diurai membuatnya terlihat sangat cantik, sejenak aku terpesona dengannya, seketika seluruh tubuhku seperti tersengat oleh beberapa volt listrik, jantungku bergemuruh tak karuan, bahkan mataku memaksaku untuk tidak berkedip sedikitpun, mataku dan mata Tiffany saling bertemu, aku merasakan kehangatan yg telah hilang datang kembali ketika melihat mata Tiffany, namun tiba tiba bayangan Sully muncul dalam fikiranku seperti memori yg berputar di dalam kepalaku, hatiku terasa sakit ketika bayangan Sully datang, akupun tersadar dan menggeleng kecil, perasaan apa ini? , tidak mungkin aku memeliki perasaan itu pada Tiffany, aku dan Tiffany hanyalah partner dalam kesepakatan yg kami setujui, aku berusaha tenang dan menghilangkan perasaan tadi.

” aigoo, putriku sangat cantik malam ini ” puji Tuan Hwang pada Tiffany, Tiffany pun tersenyum dengan ucapan Appanya.

” oppa … ” sapa Tiffany lembut

” ne, ayo kita berangkat ” ucapku dan langsung menggenggam tanganya setelah pamit pada Tuan Hwang, aku melakukanya karena bukankah aku harus bersikap baik layaknya kekasih yg mencintai pasanganya dan setelah itu maka aku akan terlepas dari perjodohan ini.

Kemudian aku dan Tiffany pun langsung berangkat menuju tempat pesta, sesampainya di depan gedung pesta pernikahan, aku keluar dari mobilku dan membukakan pintu untuk Tiffany, Tiffany terlihat melamun memikirkan sesuatu dia juga tidak menyadari pintu mobil yg dibuka olehku.

” Fany-ah …. ” Ucapku, Tiffany pun tersadar dari lamunanya, kemudian akupun mengulurkan tanganku padanya, Tiffany terdiam.

 

*** Love in time ***

Tiffany Pov.

Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah katapun pada Siwon oppa, aku terus memikirkan kesepakatan yg kami buat dan sikap Siwon oppa padaku, sudah selama 7 hari ini Siwon oppa menjalankan kesepakatan kami dengan baik, namun entah kenapa aku takut, aku takut jika saat waktu itu tiba aku akan benar benar melepasnya untuk selamanya, seluruh tubuhku pun terasa tidak enak aku merasa lelah dan sedikit berat untuk bernapas, seperti ada yg meremas dan membanting kuat jantungku, kulirik kalung yg ada di leherku kelopak kalung tersebut beberapa sudah hilang dan tersisa lima kelopak yg ada, waktu ku sudah benar benar sangat dekat, setelah itu aku akan pergi meninggalkan semuanya jika aku belum menemukan ” ciuman ketulusan abadi ” yg ku butuhkan. Aku tidak ingin kehilangan orang orang yg kucintai.

” Fany-ah …. ” ucap Siwon oppa menyadarkan lamunanku, aku tidak menyadari Siwon oppa yg sudah membukakan pintu mobil untukku, dia mengulurkan tanganya padaku, aku terdiam sejenak memandang tanganya yg terulur padaku, aku merasa sedikit gugup aku akan bertemu dengan banyak orang dan orang orang tersebut akan menanyakan siapa aku, apakah Siwon oppa akan mengenalkan bahwa aku adalah tunanganya?, tapi bukankah memang benar aku ini tunanganya, aku tersenyum getir mengingat hal tersebut, kemudian akupun menerima uluran tanganya dan mengapit lengan Siwon oppa erat.

” oppa … ” ucapku ketika hendak memasuki gedung mewah yg ada di depan kami, Siwon oppa membalikan tubuhnya dan mengahadapku.

” apa kau akan mengenalkanku pada rekan bisnis Appamu bahwa aku adalah tunanganmu? ” tanyaku padanya, kulihat Siwon oppa membeku di tempatnya, yah …. aku tahu pasti dia tidak akan melakukanya, Siwon oppa sangat membenci perjodohan ini, fikirku.

” tentu …” jawabnya datar kemudian, ternyata apa yg ku fikirkan salah, aku tahu pasti dia melakukanya karena tetpaksa dengan kesepakatan yg telah kami buat.

 

Siwon oppa dan aku pun langsung menghampiri Tuan Shin rekan bisnis Tuan Choi, kemudian kamipun saling berpelukan dan tak lupa memberikan selamat kepada mereka.

” apa dia putri dari Tuan Hwang, dia tunanganmu ? ” tanya nyonya Shin pada Siwon oppa, aku terus melihat kearah Siwon oppa, apa dia akan mengakuinya, hatiku sedikit bergetar menunggu jawaban yg akan Siwon oppa lontarkan.

” ne, dia tunanganku ” jawab Siwon oppa kemudian, aku tersenyum kecil mendengar hal itu.

” aigoo …. kau beruntung Tuan muda Choi, dia sangat cantik, kalian sangat serasi, semoga kalian tetap bersama dan saling mencintai sampai tua, kau tahu …. hidup bahagia dengan orang yg kita cintai sampai tua dan mati itu sangat indah, maafkan aku saat itu aku tidak datang ke acara pertunangan kalian saat itu ” ucap Nyonya Shin, Siwon oppa hanya tersenyum menanggapi ucapan Nyonya Shin. Nyonya Shin benar hidup bahagia bersama orang yg dicintai itu sangat indah, apa aku bisa merasakan hal itu bersama pria yg kucintai Choi Siwon.

 

Pesta pun berjalan seperti biasanya, Tuan dan Nyonya Shin pun tidak lagi mengobrol denganku dan Siwon oppa, mereka harus menyambut tamu yg lainya, aku dan Siwon oppa berdiri di sudut ruangan pesta tersebut, masing masing  orang yg menghadiri pesta ini disibukan dengan mengobrol dengan yg lainya, sedangkan aku dan Siwon oppa, seperti biasanya kami hanya terdiam satu sama lain, kami hanya berbicara jika salah satu dari kami ada yg memulainya, namun itupun tidak cukup lama, suasana canggung pun datang dan akupun tidak tahu apa yg harus kulakukan, aku tidak menyukai suasana seperti ini, kenapa Siwon oppa selalu seperti ini saat bersamaku.

” untuk semua para tamu undangan yg hadir disini, kini saatnya kita berdansa, aku persembahkan pada Tuan Muda Choi Siwon dan Tunanganya untuk memulainya, aku melakukan hal ini karena aku terkesan dengan pasangan ini, bukankah mereka pasangan yg sangat serasi ” ucap Nyonya Shin, semua pasang mata di ruamg pesta tersebut pun tertuju padaku dan Siwon oppa, mereka semua tersenyum pada kami, seketika aku dan Siwon oppa pun gugup, kami malu.

” Choi Siwon-si, ayolah …. ” ucap Nyonya Shin tersenyum.

 

*** Love in time ***

Author Pov.

” untuk semua para tamu undangan yg hadir disini, kini saatnya kita berdansa, aku persembahkan pada Tuan Muda Choi Siwon dan Tunanganya untuk memulainya, aku melakukan hal ini karena aku terkesan dengan pasangan ini, bukankah mereka pasangan yg sangat serasi ” ucap Nyonya Shin, semua pasang mata di ruamg pesta tersebut pun tertuju pada Tiffany dan Siwon oppa, mereka semua tersenyum pada pasangan tersebut,  seketika aku dan Siwon oppa pun gugup, kami malu.

” Choi Siwon-si, ayolah …. ” ucap Nyonya Shin tersenyum, kemudian Tiffany dan Siwon pun mulai berjalan ke tengah, Tiffany sangat gugup dan merasa tidak enak dengan Siwon, dan dengan terpaksa Siwon menempatkan kedua tanganya di pinggang ramping Tiffany, tubuh Tiffany menegang seketika saat tangan Siwon sudah berada di pinggang ramping miliknya, Tiffany semakin gugup, jantungnya berdebar tak karuan, Tiffany bisa melihat betapa tampanya Siwon dengan jarak sedekat ini, kemudian dengan perlahan dan gugup tangan Tiffany pun beranjak ke bahu lebar milik Siwon, dan mereka pun mulai menggerakan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri sesuai dengan alunan musik.

Tiffany dan Siwon terus mengoyangkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri, Siwon terus memandang wajah Tiffany, entah kenapa Siwon merasa tersihir dengan mata Tiffany yg berada sangat dekat denganya, mereka saling memandang.

” oppa, apa kau menyukai pesta malam ini ” tanya Tiffany saat berdansa, Siwon membeku tidak tahu apa yg harus dikatakanya, Tiffany selalu menanyakan hal hal yg tidak terduga.

” entahlah ”

” apa yg akan kau lakukan setelah aku melepaskanmu, oppa ? ” lirih Tiffany, namun Siwon dapat mendengarnya, Siwon tidak tahu apa yg harus dikatakanya, memang saat ini Siwon masih belum bisa menerima Tiffany di hatinya tapi entah kenapa akhir akhir ini perhatianya teralihkan pada Tiffany, Siwon akan merasa sedih ketika melihat Tiffany sedih. Siwon terdiam membeku mereka pun menghentikan dansanya, Tiffany hanya terus melihat nanar Siwon yg membeku.

 

*** Love in time ***

Author Pov.

Donghae berjalan sedikit cepat menuju toilet, perasaanya bergemuruh tak karuan, dia tidak bisa melakukan apapun, seluruh tubuhnya terasa sakit dan hatinya terasa seperti tersiram oleh air dingin, donghae terus memegang dadanya yg terasa sakit dan langsung masuk ke toilet hotel Jae-Gu, Donghae membasuh wajahnya dengan air dan memandang pantulan dirinya di kaca, saat itu pula semua bayangan Tiffany datang menghampirinya, Donghae menahan sakit ketika mengingat seperti apa serasi dan mesranya Siwon dan Tiffany yg berdansa di pesta tadi, saat itu dia tidak bisa melakukan apapun kecuali diam dan melihat wanita yg sangat dicintainya berdansa dengan tunanganya.

Saat ini Donghae benar benar merasa seperti hancur, selama ini dia berusaha kembali ke Korea hanya untuk menemui wanita yg dicintainya, namun sekarang dia hanya akan berusaha merelakan Tiffany bahagia dengan pria yg dicintainya, tapi kenyataanya Donghae tidak melihat sedikitpun Tiffany bahagia bersama Siwon, bukankah wanita itu sering menangis karena sikap acuh Siwon, Donghae benar benar iri kepada Siwon, kenapa Tiffany lebih memilih pria yg membuatnya tersakiti daripada pria yg benar benar menyayanginya, apa perbedaanya dengam Siwon?, bukankah dirinya lebih hebat dari Siwon, bukankah dirinya yg lebih memperhatikan Tiffany, Donghae lah orang yg bisa menenangkan Tiffany ketika Tiffany sedih, bahkan Donghae pula yg selalu ada di samping Tiffany ketika wanita itu membutuhkanya.

Donghae terus berusaha menahan sakit di hatinya, nafasnya naik turun menahan emosi dan kesedihan yg dirasakanya, matanya memanas dan membuat genangan indah di pelupuk matanya, tanganya mengepal kuat mengingat sering sekali Siwon membuat Tiffany menangis, Donghae tidak rela jika harus merelakan Tiffany kepada pria yg selalu membuat Tiffany menangis, kali ini dia tidak akan melepaskan Siwon begitu saja, kini dia sudah benar benar bertekad untuk membuat Tiffany jatuh cinta padanya dan melupakan Siwon, akan dia lakukan apapun untuk membuat Tiffany melupakan Siwon.

” maafkan aku Fany-ah …… aku akan membuatnya merasakan penyesalan dan rasa bersalah atas apa yg dia lakukan padamu, dia tidak pantas mendapatkan cintamu, pria yg selalu mengacuhkanmu dan membuatmu menangis ” ucap Donghae seorang diri, dia semakin mengepalkan tanganya kuat.

 

*** Love in time ***

Siwon menghentikan mobilnya di depan rumah Tiffany, Tiffany pun langsung membuka pintu mobil dengan diri sendiri dan keluar dari mobil Siwon.

” terimakasih untuk malam ini, oppa. Aku senamg kau bisa bersikap baik padaku ” ucap Tiffany sebelum menutup pintu mobil.

” ne …. ” jawab Siwon datar tanpa melihat le arah lawan bicaranya. Tiffany tersemyum getir mendengar jawaban Siwon. Setelah itu Siwon langsung menancapkan gas nya dan melaju meninggalkan rumah Tiffany tanpa berpamitan pada Tiffany.

Tiffany menatap nanar mobil Siwon yg sudah berlalu.

” berhati-hatilah oppa ” ucap Tiffany dengan suara serak dan tersenyum getir, mungkin Siwon masih belum bisa bersikap baik padanya fikir Tiffany, tanpa disadarinya cairan bening mengalir indah dipipinya menyisakan rasa sesak dan sakit di hatinya, Tiffany mengehala nafas dan berjalan lemah masuk ke halaman rumahnya.

 

Sedangkan tak jauh dari tempat tersebut, seorang pria tersenyum getir setelah melihat Tiffany memasuki halaman rumahnya dan menghilang, pria tersebut meremas kemudi mobil kuat, hatinya kembali terasa sakit ketika melihat wanita yg dicintainya meneteskan air matanya tepat dihadapanya.

” Fany-ah ….. ” ucap Dongahae lirih di dalam mobilnya, hatinya terasa sesak seperti terkuyak dan matanya pun mulai memanas berusaha menahan air matanya yg akan terjatuh, Donghae benar benar marah dan sedih melihat adegan yg telah berlangsung beberapa menit yg lalu, dia tidak ingin Tiffany menderita.

 

*** Love in time ***

Tiffany tersenyum memperlihatkan mata sabitnya yg melengkung indah, dia tertawa ketika Yoona menceritakan tentang kekonyolanya saat kuliah di Jepang, tiga wanita itu tertawa riang memenuhi ruang keluarga Tuan Choi.

” kau tahu, Fany eonni, aku pernah di hukum untuk berdiri di depan pintu kelas sambil mengatakan ” Aku gadis nakal ” selama satu jam saat terlambat masuk pelajaran, semua orang yg melintas di depanku menertawakanku …. saat itu aku sangat malu dan saat itulah aku tidak pernah terlambat lagi ” Yoona menceritakan dirinya ketika kuliah di Jepang

” hahaha …. ” Tiffany dan Nyonya Choi tertawa mendengar cerita Yoona, mereka tahu Yoona adalah gadis yg sulit diatur.

” aish … kau ini, kenapa kau masih belum bisa membuang kebiasaanmu itu sayang ” ucap Nyonya Choi.

” aish eomma …. aku benar benar lelah dan ketiduran saat itu ” ucap Yoona kemudian mereka tertawa kembali.

” Fany-ah, sering seringlah kemari, kau tahu kami sangat kesepian di rumah ini ” ucap Nyonya Choi, Yoona menganggukan kepalanya membenarkan perkataan eommanya, Nyonya Choi dan Yoona memang kesepian di rumah mereka yg sangat besar mengingat hanya ada dua yeoja di keluarga Choi, apalagi ketika Tuan Choi dan Siwon melakukan lembur di kantor mereka hanya berdua  dan beberapa maid di rumah tersebut.

” akan aku usahakan ahjuma ” ucap Tiffany.

” panggilah aku eomma, sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga kami ” ucap Nyonya Choi.

” itu benar ” ucap Tuan Choi tiba tiba, Tiffany, Yoona dan Nyonya Choi pun langsung menegok kearah suara Tuan Choi yg baru pulang kerja.

” Tuan Choi ” ucap Tiffany kemudian membungkuk.

” tidak usah seformal itu fany-ah ” ucapTuan Choi kemudian berjalan mendekat.

” aku sangat senang bisa memiliki calon menantu sepertimu, aku sangat menantikan hal ini sejak kau dan Siwon masih kecil dulu, dan sekarang mimpi itu akan terwujud sebentar lagi ” ucap Tuan Choi, Tiffany terdiam sejenak memikirkan perkataan yg Tuan Choi katakan, kenapa semua orang sangat menginginkanya dengan Siwon, Tiffany tersenyum kecil memikirkan hal tersebut, Tiffany akui, Tiffany senang dengan pernyataan Tuan Choi, namun hatinya kembali terguncang ketika mengingat Siwon yg masih belum bisa menerimanya, semua ini tidak akan berjalan seindah seperti yg difikirkan Tiffany, Tuan Choi dan semuanya, dia akan melepaskan Siwon setelah waktu yg dimilikinya berakhir.

Saat itu pula Siwon datang dari kerjanya, Tiffany terpaku pada Siwon yg baru datang, mata mereka saling bertemu, mereka saling berpandangan cukup lama, Siwon terus terdiam memandang Tiffany yg sedang memandangnya juga, Siwon merasa jantungnya seperti berhenti saat itu pula, hatinya begitu sejuk ketika matanya dan mata Tiffany saling bertemu dan memandang, akhir akhir ini Siwon merasa nyaman berada di samping Tiffany, namun bayangan Sully terus mengganggu perasaanya. Tiffany tersenyum kecil sehingga membuat Siwon tersadar, Siwon menjadi gugup seketika setelah tatapan yg cukup lama tadi.

” kau … ada disini ? ” ucap Siwon terbata, Siwon mengehela nafasnya pelan berusaha bersikap tenang kembali, sungguh, dia tidak mengerti apa yg terjadi padanya saat ini, mengapa dia tidak bisa menghentikan tatapan itu tadi, bahkan perasaanya pada Tiffany kini sudah berubah, Siwon selalu merindukan gadis itu, dia merindukan Tiffany.

” ne … ” ucap Tiffany.

” Tuan dan Nyonya Choi, aku harus pulang sekarang sudah malam ” ucap Tiffany lagi berpamitan pada keluarga Choi.

” pulang ?, tapi ini sudah malam fany-ah, tidak baik seorang gadis pulang seorang diri di malam hari, bagaimana jika kau menginap saja malam ini ? ” ucap Nyonya Choi

” itu benar eonni, menginaplah malam ini, tidurlah bersamaku “. ucap Yoona.

” benar…. menginaplah disini fany-ah ” ucap Tuan Choi.

” tapi ….. aku … ti ” belum selesai Tiffany menyelesaikan perkataanya dia langsung ditarik Yoona menuju kamar Yoona.

” ah …. ayolah ini sudah malam fany eonni ” ucap Yoona menarik Tiffany menuju kekamarnya, Tuan dan Nyonya Choi tertawa melihat tingkah Yoona, Siwon yg melihat Appa dan eommanya tertawa pun tersenyum kecil, keluarganya begitu menyayangi Tiffany begitupun Tiffany, gadis itu sangat peduli dan menyayangi keluarganya, Tiffany selalu ada untuk keluarganya, bahkan Tiffanylah yg membuat keluarga Siwon menjadi terasa lebih hangat karena eomma Siwon dan Yoona yg begitu menyukai Tiffany.

Siwon pun langsung berjalan menuju kekamarnya, namun ketika baru beberapa dia melangkah, langkahnya dihentikan oleh Appa dan eommanya.

” Siwon-ah, bukankah Tiffany gadis yg sangat baik, kami sangat menyayanginya, kami berharap dia menjadi bagian dari keluarga kita ” ucap Nyonya Choi.

” benar ….. appa tidak pernah salah memilihkanya untukmu, dia adalah gadis yg baik dan pantas denganmu, Appa akan sangat senang jika kau bisa mewujudkan keinginan appa sejak dulu, jangan kecewakan Appa ” ucap Tuan Choi, Siwon terdiam, semua keluarganya sangat meninginkan pernikahanya dengan Tiffany.

 

Tiffany membuka matanya dan terbangun dari ranjang milik Yoona, kakinya melangkah pelan agar tidak menimbulkan suara yg akan membuat Yoona terbangun, Tiffany berjalan keluar menuju dapur, tanganya perlahan bergerak pelan membuka lemari es untuk mengambil air minum, Tiffany sengaja tidak menyalakan lampu dapur agar orang orang dirumah ini tidak terganggu, kemudian Tiffany pun mengambil satu minuman kaleng dan meneguknya, Tiffany yg baru saja meneguk setengah dari minuman tersebut di kagetkan dengan seseorang yg menyalakan lampu dapur, Tiffany membeku seketika, setelah menyalakan lampu dapur Siwon langsung mendekati Tiffany yg sedang mematung membelakanginya yg sedang menghadap pintu lemari es.

” apa yg sedang kau lakukan ? ” tanya Siwon, Tiffany perlahan membalikan tubuhnya dengan gugup.

” aku tidak bisa tidur, dan aku mengambil satu kaleng minuman untuk ku minum, mianhe ….. ” ucap Tiffany pelan, Siwon menghela nafas pelan melihat Tiffany yg menunduk ketakutan, seharusnya Siwon tidak membuat Tiffany seperti itu.

” untuk apa kau meminta maaf, lupakanlah ” Tiffany tersenyum

” apa yg kau lakukan disini oppa ? ” tanya Tiffany, Siwon melangkah mendekat kearah kulkas mengambil telur dan beberapa daun bawang.

” aku lapar, aku akan membuat mi ramen ”

” kau bisa memasak? ” tanya Tiffany, Siwon menghentikan gerakan tanganya yg sedang mengambil panci kecil, bodoh sekali dia, bukankah dia tidak bisa memasak !. Tiffany tersenyum kecil melihat respon Siwon, Tiffany tahu Siwon tidak bisa memasak, kemudian Tiffanypun langsung mengambil alih Siwon, dan mulai menyiapkan bahan untuk memasak mi ramen, tangan Tiffany bergerak lincah memasak air panas, memotong serong daun bawang dan menyiapkan mangkuk, Siwon terus memperhatikan Tiffany yg sedang memasak ramen untuknya, Siwon merasa bersalah selama ini dia selalu mengacuhkan Tiffany padahal gadis itu sangat memperdulikanya, Siwon pun tersenyum kecil memperhatikan Tiffany yg sedang memasak. Kini Siwon sadar betapa tulusnya Tiffany padanya.

Dapur begitu sepi meskipun terdapat dua insan di dalamnya, hanya dentingan sendok dan piring yg memenuhi ruamgan tersebut, Siwon merasa canggung dengan suasana seperti ini, Siwon tetap berusaha memakan ramenya dengan tenang, banyak sekali yg ingin Siwon ucapkan pada Tiffany namun Tiffany hanya diam memperhatikan Siwon yg sedang makan sehingga membuat Siwon menjadi tidak enak.

” terimakasih ….. ” ucap Siwin pelan, Tiffany terkejut dengan ucapan Siwon, untuk apa pria itu mengucapkan terimakasih, Tiffany hanya diam mengernyitkan dahinya.

” terimakasih karena masih bersikap baik padaku meskipun aku sering mengacuhkanmu, terimakasih karena kau begitu menyayangi keluargaku ” ucap Siwon kembali.

” ne …. aku sudah menganggap keluarga ini seperti keluargaku sendiri sejak dulu ” ucap Tiffany.

” bukankah besok kau mulai libur kerja?, bagaimana kalau kau menemaniku pergi ke pantai naksan, aku ingin pergi kesana ” ucap Tiffany pelan, Siwon mengernyitkan dahinya, Siwon menatap manik mata Tiffany mencari alasan perkataan tersebut.

” baiklah, kita akan pergi berlibur kesana, besok ” ucap Siwon, Tiffany tersenyum mendengar hal tersebut, begitupun dengan Siwon, pria itu pun tersenyum lembut pada Tiffany, entah apa yg merasukinya sehingga membuatnya merasa bahagia ketika melihat Tiffany tersenyum bahagia.

 

TBC ……………………….

55 thoughts on “(AF) Love In Time 3

  1. Huahhh kenapa Fany eonni ngomong kyk gitu? Yang baca sedih eonni, gimana Siwon oppa? Coba aja Siwon oppa tahu masalah Tiffany eonni, kasihan Fany eonni😢. Siwon oppa kalo tahu hidup Fany eonni tinggal kurang lebih 2 bulan lagi gimana, itu kalo gk berhasil dapetin ‘Ciuman Ketulusan Abadi’😦😩
    Walaupun ada Donghae oppa yang cinta sama eonni, tetep aja Fany eonni gk bisa menyelesaikan misi itu karena cinta sejati nya Fany eonni bukan Donghae oppa😟😵
    Nexttt… penasaran Sifany jangan karena kesepakatan *Siwon oppa care dikit please sama Tiffany eonni…

  2. Donghae pun muncul.. Fany eonni kalo siwon gak bisa diajak kompromi/? Sama donghae aja, gak kalah ganteng kok.. /plak/ 😀 kasian fany nya semua orang bilang mereka serasi, tapi kenapa siwon masih ngeselin sikapnya? Gak liat perjuangan tiffany sama sekali :”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s