(AF) The Power Of Love

The Power Of Love

poster

Genre : Romance, Married Life, Family

The Power Of Love

Author : Kartikamelian

Cast : Tiffany Hwang, Choi Siwon, Lauren Lunde as Lauren Choi

Supported cast :

Krystal Jung and Kang Minhyuk

Rating : PG17+

Length : Oneshoot

Disclaimer :

Semua cast milik Tuhan, saya hanya meminjamnya untuk menjadi cast cerita ini. Cerita ini murni hasil karyaku, maaf bila ada kesamaan cerita.

 

Happy Reading!

 

Seorang gadis kecil sedang bermain dengan serius, ditemani dengan satu boneka tedy bear pink yang ada di pelukannya tersebut. Senyuman cantiknya selalu menghiasi wajah mungil tersebut, Lauren Choi, nama gadis kecil itu. Lauren berlari mengejar seekor kupu-kupu yang indah, namun sayang ia kehilangan jejak kupu-kupu tersebut

 

“Lauren-ah kenapa berlari seperti itu sayang?” Tegur seorang namja, Choi Siwon, yang tak lain adalah ayah nya

 

“Daddy…aku mau mengejar kupu-kupu tadi, tapi sepertinya aku kehilangan jejaknya Dad” rengek Lauren mempoutkan bibirnya. Cantik, seperti ibunya, batin Siwon

 

“Hahaha aigo anak Daddy ternyata mau mengejar kupu-kupu hm?”

 

Lauren menganggukkan kepala sebagai jawaban

 

“Hhhmmm baiklah bagaimana kalau hari ini kita pergi ke Lotte World, sepertinya menyenangkan” ajak Siwon

 

“Jinja Daddy? Ah aku mau sekali, kajja nanti kita kesiangan” balas Lauren senang, ia menarik tangan Siwon.

Siwon tersenyum seandainya saja Tiffany, ibu nya Lauren bersama mereka, pasti Lauren akan lebih bahagia dari sekarang ini

 

‘Seandainya kau ada disini Fany-ah, kita akan terlihat seperti keluarga yang bahagia saat ini dan kita juga akan melihat bagaimana tingkah laku Lauren, mata bulan sabitnya mirip sekali dengan mu Fany-ah’ batin Siwon. Di saat sedang berdua dengan anaknya seperti ini, ia selalu teringat oleh istri nya tersebut

 

“Daddy! Kenapa masih diam seperti itu, cepat jalankan mobilnya!” seru Lauren yang berhasil membuyarkan lamunan Siwon

 

“Ne…kau mengagetkan Daddy honey” balasnya lagi dan langsung menjalankan mobilnya ketempat tujuan mereka

 

“Seandainya saja Mommy bersama kita, aku pasti sangat bahagia sekali” gumam Lauren

 

“Aigo Lauren merindukan Mommy hm? Kau berdoa saja agar Mommy kembali bersama kita ne” balas Siwon

 

“Nde, arraseo Daddy” balasnya lagi

 

 

****

 

 

 

 

 

 

“Dad bagaimana kalau kita mencoba wahana halilintar itu, aku ingin mencoba nya” pinta Lauren

 

“What? Yak! Shirreo! Itu terlalu bahaya honey” Siwon menolak

 

“Ayolah Dad sekali saja, sehabis itu kita makan siang” bujuk Lauren

 

“Ishh…baiklah” pasrah Siwon

 

“Yesss. Thanks Daddy, come on!” Ajaknya dengan menggunakan bahasa inggris yang fasih,mungkin keturunan dari sang Mommy

 

 

 

 

Setelah 15 menit mereka menikmati wahana itu, Siwon dan Lauren mencari kedai makanan yang ada di arena Lotte World tersebut. Mereka memilih tempat di ujung kedai, dekat dengan pintu masuk.

 

“Dad aku ingin membeli permen gula itu dulu, nanti aku kesini lagi. Daddy pesankan saja makanan untukku” tutur Lauren

 

“Ya Tuhan anak ini… Baiklah, palli!”

Siwon duduk di bangkunya setelah memesan makanan untuk dirinya dan Lauren, matanya melihat-lihat kearah luar kedai. Ia menangkap bayangan seorang yeoja yang mirip sekali dengan istri nya

 

“Tiff…Tiffany?” Ucap Siwon tak percaya

 

“Ani…aniyo…aku pasti salah lihat, kundae itu benar-benar Tiffany!” Lanjutnya lagi memastikan, ia segera berlari keluar kedai tersebut untuk mengejarnya, tapi nihil. Siwon kehilangan jejak yeoja tersebut

 

 

.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

Lauren berjalan santai sambil membawa dua permen gula ditangan kanan dan kirinya, ia bersenandung kecil mengiringi langkahnya. Tanpa sengaja seorang wanita dengan mata bulan sabit yang cantik menyenggol dirinya hingga terjatuh

 

Brukkk

 

“Ah I’m sorry, aku tidak sengaja” ucap yeoja tersebut, ia membantu Lauren berdiri dan mengambil permen gula nya yang terjatuh

 

“No problem aunty, seharusnya aku yang minta maaf” balas Lauren ramah, yeoja itu tersenyum, memperlihatkan eyesmile cantik miliknya. Lauren terdiam, ‘mengapa aunty ini mirip sekali denganku?’ Batin Lauren

 

“Kau sopan sekali sayang, sekali lagi aunty minta maaf karena sudah menyenggol mu ne? Kenalkan Tiffany Hwang imnida” Ucapnya lagi membuyarkan lamunan Lauren

 

“Gwenchana Tiffany aunty” balasnya tersenyum, ia juga memperlihatkan senyuman cantiknya itu

 

‘Kenapa aku terasa sangat dekat dengan anak ini. Ya Tuhan, ia juga mempunyai mata sepertiku’ batinnya Tiffany

 

“Ah ne, Lauren Choi imnida”

 

“Baiklah Lauren-ah bagaimana kalau kita beli lagi permen itu, sepertinya permen mu tadi sudah kotor karna terjatuh” tawar Tiffany

 

“Jeongmal? Apa tidak merepotkan aunty?” Tanya Lauren ragu

 

Tiffany tersenyum dan menggelengkan kepalanya “ani…aku akan mengganti rugi semuanya, kajja!”

 

.

.

 

Tiffany dan Lauren sudah berada di stan permen gula tersebut, Lauren asik sekali memakan permen gula nya itu. Tiffany melihat tingkah laku Lauren hanya menyunggingkan senyumnya

 

“Lauren-ah kau pergi kesini bersama siapa?” Tanya Tiffany

 

“Aku kesini bersama Daddy, aunty” balasnya

 

“Hanya berdua? Kenapa tidak bersama ibu mu juga?” Tanya nya lagi

Lauren terdiam, ia menundukan kepala, wajahnya berubah menjadi sedih.

 

Tiffany menyadari perubahan yang dialami Lauren, ia dengan segera langsung mendekatkan dirinya pada anak itu

 

“Mianhae, apa aunty salah biacara Lauren-ah?”

 

“Aniyo aunty. Kata Daddy, Mommy meninggalkan ku saat aku baru lahir” jawab Lauren

 

Tiffany terdiam. Tiba-tiba saja ia mengingat kejadian 6 tahun lalu. Kejadiannya sama persis dengan cerita Lauren

 

“Mommy meninggalkan ku saat aku baru saja lahir aunty, jadi aku tidak tahu seberapa cantiknya Mommy ku itu” lanjutnya lagi

 

“I’m sorry Lauren-ah, aunty tidak tahu” sesal Tiffany

 

“Mulai sekarang kau harus janji dengan aunty jangan pernah bersedih lagi ne? Anggap saja aunty adalah Mommy mu eotthoe?” Lanjutnya lagi Lauren mengangkat kepalanya dan beralih menatap Tiffany

 

“Mwoya? Kau serius aunty?” Tanya nya memastikan. Tiffany mengangguk sebagai jawabanya. Lauren dengan sigap memeluk Tiffany. Entah kenapa saat Tiffany memeluk anak ini, ia merasakan kalau sekarang ia sedang memeluk anaknya sendiri

 

“Gomawo Mom….apakah aku boleh memanggilmu Mommy?” Ujarnya

 

“Tentu saja boleh sayang” balas Tiffany

 

“Mommy kalau begitu aku pergi sekarang ne, aku takut nanti Daddy memarahi ku karna aku belum kembali juga dari tadi”

 

“Baiklah…perlu Mommy temani untuk bertemu Daddy mu?” Tawar Tiffany

 

“Tidak usah Mom, aku bisa sendiri. Ah iya bolehkah aku meminta nomer ponsel Mommy?” Pinta Lauren sebelum meninggalkan Tiffany

 

“Tentu. Kemarikan ponsel mu”

Lauren memberikan ponselnya kepada Tiffany

 

“Ige. Mommy sudah menyimpannya” ucap Tiffany

 

“Gamsahamnida Mommy, aku pergi dulu. Annyeong” pamit Lauren membungkukkan badanya dan segera berlari kecil menuju kedai makanan tadi.

 

Tiffany melihat kepergian Lauren dari jauh.

 

“Lauren sangat mirip dengan mu oppa. Aku sangat merindukanmu, aku juga sangat merindukan anak kita. Apakah dia sudah besar sekarang?” Gumam Tiffany tanpa sadar, air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya, dengan segera ia menyeka air mata itu dan berjalan meninggalkan stand permen gula tersebut

 

“Bertemu dengan Lauren tadi seperti aku bertemu dengan anakku” ucap Tiffany pelan

 

****

“Ishhh kemana perginya anak itu, sampai sekarang belum kembali juga” Siwon menggurutu, tak lama seorang gadis kecil duduk dihadapannya, ya siapa lagi kalau bukan Lauren Choi.

 

“Kenapa kau lama sekali Lauren Choi?!” Tanya Siwon

 

“Mian Dad….tadi aku membeli permen itu, tetapi ketika aku ingin kembali kesini aku bertabrakan dengan seorang aunty cantik, dia baik sekali Dad!” Cerita Lauren

 

“Benarkah? Lalu?”

 

“Dia sangat cantik Dad, dia juga mempunya eyesmile sepertiku” lanjutnya lagi

 

Deg!

 

‘Apa jangan-jangan Lauren bertemu dengan Tiffany? Aniyo! Tiffany sudah pergi entah kemana. Tapi wanita tadi juga sangat mirip dengannya’ pikir Siwon

 

“Aunty itu juga mengatakan kalau aku boleh memanggilnya Mommy” lanjut Lauren

 

“Lauren-ah, lain kali kau harus mengenalkan nya dengan Daddy okey?” Ucap Siwon

 

“Okey…aku akan mengenalkannya dengan Daddy nanti. Dan Daddy tahu tidak, tadi saat aku memeluknya, aku merasakan pelukan seorang Mommy” ceritanya lagi

 

‘Apa jangan-jangan kau benar Tiffany ku? Ya Tuhan secara tidak sengaja kau mepertemukan mereka’ batin Siwon

 

“Daddy! Whathapend? Kenapa kau diam seperti itu?” Tanya Lauren

 

“Ani…aniyo…kalau Daddy boleh tahu, siapa nama aunty itu?” Tanya Siwon penasaran

 

“Namanya Tiff…..ahh makanannya sudah datang!” Seru Lauren, Siwon hanya mengatupkan rahangnya bertanda ia sangat penasaran saat ini

 

“Kajja kita makan! Selamat makan Dad!” Serunya lagi

 

“Baiklah selamat makan” balas Siwon

 

 

 

 

***

 

 

 

 

 

 

 

Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 KST, sudah waktu nya mereka untuk pulang dan beristirahat. Lauren terlihat sangat lelah sekali, tetapi tak bisa dipungkiri juga, anak itu terasa sangat bahagia hari ini setelah ia menceritakan bahwa ia bertemu dengan seorang aunty cantik -menurutnya-. Ngomong-ngomong soal itu Siwon semakin penasaran, ia akan mencari tahu lagi nanti. Ia melajukan mobil menuju rumah mewah miliknya.

 

Setelah sampai, Siwon langsung menggendong Lauren yang sudah terlelap menuju kamar. Ia merebahkan Lauren diatas tempat tidur bersprei pink miliknya. Jika dilihat, kamar Lauren sangat mendominasi dengan warna pink soft, warna kesekukaan Lauren memang sama seperti Mommy nya. Siwon duduk di tepi ranjang, ia membelai rambut Lauren dengan

sayang

 

“Seharusnya kau berada disini Fany-ah, seharusnya kau mengurusi perkembangan Lauren saat ini, seharusnya kau tidak meninggalkan ku saat itu, waeyo Fany-ah, kenapa kau melakukan itu padaku? Aku sangat mencintaimu Fany-ah, aku merindukan mu” lirih Siwon sambil menatap wajah polos Lauren, mata indah anaknya itu menuruni dari sang Mommy

 

 

****

 

“Akhh…kenapa dadaku sesak seperti ini” lirih Tiffany memegang dada nya yang begitu sesak

 

“Kenapa aku juga tiba-tiba saja teringat padamu…Siwon oppa…apa kau bahagia sekarang” Lanjutnya lagi

 

“Unnie…are you okay?” Seru seorang wanita muda, Krystal Jung. Dia adalah adik dari sahabat Tiffany, Jessica Jung yang sekarang tengah berada di Amerika kampung halaman bersama sang suami.

 

“Yes, I’m okay Krystal-ah…aku hanya teringat pada Siwon oppa…dan anakku” Balas Tiffany. Krystal hanya menatap iba wanita yang lebih tua darinya itu, ia merasakan bagaimana rasanya jadi Tiffany sekarang ini

 

“Unnie…sampai kapan kau mau terus begini? Ini sudah 7 tahun unnie, dan itu bukan waktu yang singkat..” Kali ini Krystal angkat bicara

 

“I know…but I don’t know Krys, I don’t know. Aku hanya ingin Siwon oppa dan anakku bahagia, hikss” jawab Tiffany, tangisnya pecah saat ini

 

“Apakah unnie pikir dengan unnie mengikuti semua perintah dari orang tua Siwon oppa untuk meninggalkannya dan anak kalian. Siwon oppa dan anak kalian akan bahagia karena kehilangan dirimu? Aku rasa jawabannya tidak unnie, mereka akan sebaliknya dengan keadaan seperti ini!” Ucap Krystal lagi penuh penekanan

 

“Krystal…aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku terpaksa melakukan ini hikss. Aku juga merasakan sakit dengan keadaan seperti ini, appo neomu appo Krys. Aku tidak pernah sekalipun melihat bagaimana keadaan anakku saat baru saja aku melahirkannya, aku tidak tahu Krys! Aku memang bukan ibu dan istri yang baik untuk mereka! Hikss” tangisnya lagi, Krystal memeluk Tiffany untuk menenangkannya

 

“Sebaiknya unnie menemui Siwon oppa dan mejelaskan yang sebenarnya terjadi. Ingat unnie 7 tahun bukanlah waktu yang singkat” ucap Krystal lagi

 

“Hikss..thank you krys, aku akan mencoba menemui nya” balas Tiffany, tangisannya sudah mulai mereda

Krystal menganggukan kepala nya

 

“You’re welcome. Cha! Sekarang kau istirahatlah unnie, lebih cepat kau menemui Siwon oppa itu semakin baik” saran Krystal

 

“Ne…arraseo Krys. Jaljayo”

 

“Jaljayo unnie”

 

 

***

 

 

Tiffany berjalan menelusuri pusat perbelanjaan yang ada di Seoul, di hari sabtu seperti ini sebaiknya ia memanjakan diri untuk sekedar berbelanja dan perawatan diri di salon.

 

Tiffany melihat-lihat toko mainan anak yang ada di sebrangnya, ia membayangkan bagaimana rasanya membelikan mainan-mainan itu kepada anaknya. Dengan segera ia meninggalkan toko itu dari pada ia harus menangis di tengah jalan seperti ini. Ia membawa cukup banyak kantong belanjaan miliknya, sampai-sampai agak sulit untuknya berjalan.

 

Siwon melangkah kan kakinya keluar dari Cafe, ia baru saja selesai menemui klien nya siang hari itu. Ia melangkah menuju toko boneka, Siwon akan membelikan beberapa boneka untuk Lauren. Saat Siwon akan memasuki toko tersebut, langkahnya terhenti, karena baru saja ia menabrak seorang wanita

 

“Ahh…Mianhae agassi, aku tidak berhati-hati” ucap Siwon, ia membantu yeoja tersebut mengambil beberapa kantong belanjaannya

 

“Gwenchana tuan, aku juga tidak senga….ja” balas Tiffany, omongannya terputus saat ia melihat siapa orang yang telah menabraknya tadi

 

“Tiff…Tiffany? Tiffany Hwang? Benarkah ini kau?” Ucap Siwon lagi tak percaya

 

“Mian…mianhae tuan kau salah orang” jawab Tiffany dan langsung melangkah pergi dari hadapan Siwon saat itu juga. Tidak ia bukan tidak mau bertemu dengan Siwon, hanya saja ia belum siap untuk bertemu dengannya sekarang.

 

“Chankaman! Kau benar Tiffany, kau benar Tiffany ku…” Tegas Siwon, ia berlari mengejar Tiffany yang belum terlalu jauh itu

 

“Maaf tuan tapi sepertinya anda sal….”

Ucapan Tiffany teruputus, ia menundukan kepalanya, tidak mau menatap wajah orang yang sangat ia cintai itu. Ya tersiksa memang.

 

“Aniyo! Kau benar Tiffany! Aku sangat merindukan mu Fany-ah” tukas Siwon, ia segera memeluk Tiffany, tidak mau lagi wanita itu pergi

 

“………..”

 

Tidak ada jawaban dari Tiffany, ia menangis dalam diam, air matanya mengalir begitu saja. Sesungguhnya ia juga sangat merindukan namja ini. Sangat!

 

“Jeongmal bogoshipo, apa kau tidak merindukan ku? Apa kau sudah melupakan ku? Apa kau juga sudah melupakan anak kita?!” Bentak Siwon.

 

Tiffany masih terdiam, air mata nya semakin banyak mengalir di kedua pipinya

 

“Jawab aku Tiffany! Jawab aku!” Katanya lagi, Siwon mengangkat dagu Tiffany agar wanita itu menatapnya

 

“An…nak? Anak kita?” Jawab Tiffany di sela tangis nya

 

“Iya. Anak kita. Bahkan kau lupa dengannya. Kenapa kau dulu meninggalkan ku Fany-ah? Meninggalkan anak kita yang baru saja kau lahirkan malam itu?! Apa kau tidak mencintai ku lagi? Waeyo Fany-ah?”

 

“Oppa….mianhae….aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu, aku terpaksa saat itu hikss. Ani, aku sangat mencintaimu dan anak kita oppa hikss” jawab Tiffany

 

“Lalu kenapa kau meninggalkan ku? Jelaskan semuanya padaku Tiff!” Cecar Siwon

 

 

 

FLASHBACK

 

Hari ini tepat 9 bulan kandungan Tiffany, sekarang ia sedang menunggu hari kapan buah hati nya bersama sang suami lahir. Senang tentu saja ia rasakan. Tiffany menunggu Siwon di ruang tengah apartemen miliknya dan Siwon. Ya mereka berdua sengaja memisahkan diri dari orang tua Siwon, karena orang tua Siwon tidak pernah merestui pernikahan anaknya itu, karena menurut orang tua Siwon, Tiffany hanya lah seorang gadis biasa yang ingin mencapai karir nya di Seoul. Maka dari itu mereka tidak pernah menyetujui Siwon dengan Tiffany.

 

“Aku pulang!” Seru Siwon dari arah pintu

 

“Ah kau sudah pulang oppa, sebaiknya kau mandi dan setelah itu makan malam, arrachi?” Perintah Tiffany

 

“Ne. Arraseo Nyonya Choi!” Jawab Siwon sambil mengangkat tangannya tanda sedang hormat

 

“Kau selalu saja begitu oppa”

 

 

.

.

.

.

 

Setelah setengah jam Siwon membersihkan diri, ia segera menyusul istrinya di meja makan. Mereka menyantap makan malam buatan Tiffany, hening menyelimuti mereka. Sampai akhirnya Tiffany merasakan tidak nyaman dengan perut buncitnya itu

 

“Chagiya gwenchana?” Tanya Siwon melihat kegusaran sang istri

 

“Oppa…perutku sakit sekali…akhhh….” Tiffany terbata

 

“Kalau begitu sekarang kita kerumah sakit!” Siwon langsung menggendong Tiffany ke mobilnya, ia melajukan sedikit lebih cepat dari biasanya.

 

 

*****

 

 

“Air ketuban Nyonya Choi sudah habis akibat kontraksi tadi, Tuan. Sebaiknya kita melakukan operasi seceptanya” jelas dokter Shim

 

“Lakukan! Lakukan yang terbaik untuk istriku dan anakku uisa!” Jawab Siwon langsung

 

“Baiklah kalau begitu anda harus menandatangani surat perjanjian dulu” Siwon mengikuti langkah dokter Shim keruangannya, Tiffany sekarang tengah berada di ruang Unit Gawat Darurat.

Tanpa di duga Tuan dan Nyonya Choi -orang tua Siwon- datang, ia di telpon oleh Siwon. Entah ada angin apa mereka datang. Tuan dan Nyonya Choi masuk kedalam UGD tersebut, disana Tiffany terbaring dengan menahan rasa sakit diperutnya

 

“Ap…pa…eom..ma?” Gumam Tiffany tak percaya

 

“Ne ini kami. Kami datang kemari hanya ingin melihat kelahiran cucu pertama kami. Kau jangan senang dulu Tiffany Hwang” balas Nyonya Choi dingin

 

“Kami kesini juga ingin memberitahu mu, setelah kau melahirkan cepatlah tinggalkan anak dan cucu ku. Aku tidak mau mereka hidup dengan orang yang tidak tahu asal-usulnya” tambah Tuan Choi

 

Hati Tiffany sakit menerima penghinaan itu. Penghinaan dari orang tua suami nya sendiri

 

“Kalau kau keras kepala tidak mau menuruti perkataan kami, jangan harap kau bisa melihat kebahagiaan Siwon dan cucu ku nanti. Akan ku pastikan itu.” Ucap Tuan Choi lagi

 

“Ingat Tiffany, waktu mu untuk pergi setelah kau melahirkan. Dan jangan sekali-kali kau berani menampakan diri lagi di hadapan kami”

 

Tiffany bimbang, bagaimana bisa dia meninggalkan orang yang sangat ia cintai nya. Terlebih lagi ia akan segera melahirkan seorang anak. Tapi pergi dari kehidupan mereka memang satu-satunya cara, Tiffany tidak mau melihat Siwon dan anak nya menderita nanti.

Tiffany mengangguk tanda ia setuju

 

“Bagus. Kalau begitu kami pergi. Jangan sekali-kali kau membocorkan tentang ini” ancam Nyonya Choi, kemudian mereka pergi dari ruangan itu.

 

.

.

.

 

Siwon menunggu kelahiran anaknya saat itu. Sudah 2 jam yang lalu Tiffany di dalam ruangan operasi, tapi belum ada tanda-tanda anaknya lahir. Selang beberapa menit suara tangisan bayi menggema di lorong rumah sakit. Siwon langsung masuk kedalam untuk menemui Tiffany yang masih dalam keadaan lemah, anaknya sudah di bawa oleh perawat untuk di bersihkan

 

“Fany-ah gomawo kau telah memberikan ku seorang malaikat kecil” ucap Siwon

 

Tiffany tersenyum

 

“Ne oppa. Aku senang sekali” ia memeluk erat tubuh Siwon. Mungkin ini pelukan terakhir batin Tiffany

 

“Tuan Choi, anda dipanggil dokter Shim keruangannya sekarang” kata seorang perawat

 

“Ne. Aku akan kesana. Fany-ah aku keluar sebentar ne, kau istirahat saja dulu” Siwon mengecup kening Tiffany, Tiffany hanyak menganggukan kepalanya

 

‘Ini waktu yang tepat. Mianhae oppa, aku terpaksa melakukan ini aku tidak mau kau dan anak kita menjadi korban karena ke egoisan ku. Mianhae sayang mommy harus meninggalkanmu. mommy sangat mencintaimu dan daddy mu, saranghae’ batin Tiffany dengan lirih, ia dengan segera pergi dari rumah sakit tersebut, walaupun dengan keadaan yang masih dibilang belum stabil setelah melahirkan.

 

 

FLASHBACK END

 

 

*********

 

 

 

 

 

 

 

 

Siwon yang mendengar cerita Tiffany beberapa tahun lalu sangat kaget, ternyata orang tua nya lah dalang dari semua ini, memisahkannya dengan sang istri.

 

“Mianhae oppa….aku telah meinggalkan mu…aku menyesel..sangat menyesal…hiks”

 

“Fany-ah…”

 

“Aku menyesal oppa…aku benar-benar menyesal hiks…”

 

Siwon memeluk Tiffany dengan erat

 

“Aku memaafkan mu chagiya…aku memaafkan mu…aku tahu kau terpaksa melakukan itu” tutur Siwon

“Sekarang kembali lah bersama ku, kita akan memulai kehidupan baru bersama anak kita” lanjutnya lagi. Tiffany mengangkat kepalanya, menatap mata Siwon

 

“Anak? Oppa apakah dia tumbuh dengan baik? Dimana sekarang dia oppa?” Ucap Tiffany senang

 

“Dia tumbuh dengan baik, dia sangat cantik sepertimu. Sekarang dia sedang bersekolah, apakah kau mau menemui nya?” Tanya Siwon

 

“Aku mau…aku mau oppa, aku sangat merindukan dia. Aku memang bukan ibu yang baik untuknya, aku telah meninggalkan dia….” Sesal Tiffany

 

“Ssstttt….jangan berfikiran seperti itu. Lebih baik sekarang kita menjemputnya, setelah itu kau pulanglah kerumah ku, kita akan tinggal bersama lagi seperti dulu”

 

“Oppa kalau hanya ingin menjemputnya aku akan ikut dengan mu, tetapi jika aku harus ikut tinggal bersama kalian, aku tidak bisa. Aku takut orang tu…. mmmhhhh……” Ucapan Tiffany terputus, karena bibir Siwon telah membungkam bibir pink milik Tiffany dengan lembut. Siwon melepas ciuman singkat mereka

 

“Kau tidak perlu takut lagi Fany-ah. Karena appa dan eomma sudah tidak ada lagi, mereka kecelakaan pesawat 1 tahun lalu” jelas Siwon, kini raut wajah Siwon berubah antara kesal dan sedih

 

“Oppa mianhae, aku tidak tahu…..”

 

“Gwencahana. Kajja kita harus menjemputnya!” Siwon berdiri dan menarik tangan Tiffany, ia berjalan mengikuti arah Siwon membawa nya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat ini mereka berdua berada dalam mobil, mereka saling bercerita semenjak berpisah

 

“Jadi, siapa nama anak kita oppa?” Tanya Tiffany penasaran, semenjak tadi ia terus bertanya nama anaknya itu, tapi Siwon enggan untuk menjawab. Bukannya tidak mau menjawab hanya saja ia ingin melihat Tiffany yang begitu penasaran

 

“Hahaha aigo…baiklah-baiklah , aku akan beritahu..”

 

Tiffany menatap serius suaminya itu

 

“Nama nya Lauren Choi…” Lanjutnya lagi

 

Tiffany merasakan sesuatu yang mengganjal, nama anaknya itu sama persis dengan nama anak yang ia temui di Lotte World. Apakah anak yang di Lotte World beberapa waktu lalu benar anaknya?

 

“Lauren Choi?….” Tanya Tiffany tak percaya

 

“Ne… Waeyo?”

 

“Ani…apakah beberapa hari lalu oppa pergi ke Lotte World bersama Lauren?” Tanya Tiffany lagi, ia sangat penasaran kali ini.

 

Siwon mengangguk

 

“Oppa berarti yang waktu itu aku temui adalah Lauren anakku?”

 

“Mwoya? Apa maksudnya? Aku tidak mengerti” kali ini Siwon berbalik menanyakan kepada Tiffany

 

“Ne oppa, beberapa hari lalu aku pergi ke Lotte World untuk mengadakan survei. Saat aku sedang terburu-buru aku menyenggol anak kecil yang sedang membawa permen gula, ia sangat sopan dan saat ia tersenyum padaku, memperlihatkan eyesmile seperti yang aku punya. Lalu aku mengajaknya membeli permen gula itu lagi sebagai

permintaan maaf ku” cerita Tiffany.

 

Siwon menghentikan mobilnya di pinggir jalan untuk sekedar mendengar lebih jelas cerita Tiffany tersebut

 

“Lalu?”

 

“Lalu aku tanya bersama siapa dia datang, dia hanya menjawab bersama Daddy nya dan saat aku menanyakan Mommy nya, dia terlihat begitu sedih….” Tiffany menundukan kepala nya, sakit sekali mengingat kejadian itu, anaknya sendiri tidak tahu apa-apa tentang ibu kandungnya

 

“Aku menyuruhnya untuk tidak bersedih lagi, dan aku menyuruhnya untuk menganggap aku sebagai Mommy nya…” Lanjut Tiffany

 

“Fany-ah berarti Lauren yang kau temui itu benar-benar anak kita. Ia menceritakan pada ku juga kalau dia bertemu dengan seorang aunty cantik dan baik, dia juga bilang bahwa aunty yang ia temui itu boleh menganggapnya sebagai Mommy nya sendiri…jinja itu benar-benar Lauren kita Fany-ah” jawab Siwon

 

“Oppa berarti aku telah bertemu anakku tanpa sengaja? Pantas saja saat aku memeluknya. Aku merasakan ikatan batin dengannya. Ternyata benar dia adalah anakku” ucap Tiffany

 

“Geourom. Sekarang kita jemput Lauren ne?”

 

“Ne oppa…palli! Jalankan mobilnya!” Perintah Tiffany

 

“Ne…ne…kau sama saja dengan Lauren, selalu memberi perintah seperti itu” sebal Siwon, ia mengerucutkan mulutnya. Tiffany melihat itu tertawa, dengan segera ia mengecupnya singkat

 

“Kalau begitu kajja kita jemput Lauren, setelah itu kita habiskan waktu berdua kita Fany-ah” ucap Siwon memperlihatkan evil smirk nya

 

“Yak! Dasar pervert!”

 

 

****

 

 

Tiffany dan Siwon sudah sampai di sekolah Lauren, mereka menunggu di halaman parkir sampai sekolah itu membubarkan muridnya.

Tak lama seorang gadis kecil menghamipri mereka

 

“Daddy!” Panggil Lauren

 

“Omo…uri Lauren sudah keluar kelas rupa nya” balas Siwon

 

“Dad siapa yang Daddy bawa itu?” Tanya Lauren menunjuk kearah Tiffany yang sedang membelakangi mereka

 

“Kau lihatlah sendiri”

 

Lauren penasaran, ia mendekati Tiffany dan menyentuh tangannya. Tiffany membalikan tubuhnya, dan mensejajarkannya dengan Lauren

 

“Tiffany aunty….ah ani! Mommy?!!” Pekik Lauren

 

“Ne Lauren-ah ini Mommy” balas Tiffany. Lauren segera memeluk Tiffany dengan erat, entah kenapa Lauren sangat merindukannya saat ini. Tiffany membalas pelukan Lauren tak kalah eratnya. Ternyata ikatan batin seorang ibu dan anak memang tidak bisa dibohongi, batin Tiffany

 

“Mommy…nan bogoshipo…” Ucap Lauren lagi, ia masih memeluk Tiffany

 

“Nado sayang”

 

“Daddy….ini dia ahjumma yang aku ceritakan dan apakah kalian sudah saling kenal?” Tanya Lauren

 

“Lauren-ah…sebenarnya yang di hadapan mu itu adalah…..ibu kandungmu” jelas Siwon

 

Lauren melepaskan pelukannya pada Tiffany, ia menatap Tiffany dengan tatapan yang sulit diartikan. Tiffany menatap cemas anaknya itu

 

“Lauren-ah mianhae, mianhae karena Mommy sud—–”

 

“Andwe! Mommy  ku sudah meninggalkan ku. Aku tidak mau bertemu dengannya!” Lauren memotong ucapan Tiffany

 

“Mom…kau bukan Mommy kandung ku kan? Kau hanya bercanda saat ini iya kan?” Tanya Lauren memastikan

 

“Mianhae Lauren-ah…..” Lirih Tiffany, matanya sudah mengeluarkan air mata

 

“Andwe! Daddy kajja kita pergi!” Ajak Lauren menarik tangan Siwon. Siwon memegang pundak Lauren untuk mengatakan sesuatu

 

“Lauren-ah, Tiffany aunty memang benar Mommy kandung mu. Kau senang bukan bertemu dengannya?”

 

“Shirreo Dad, aku tidak mau bertemu dengan orang yang sudah meninggalkan ku dan Daddy hiksss hikss” kini terdengar suara tangis Lauren

 

Tiffany yang mendengar penuturan anaknya itu semakin terisak, sakit sekali dibenci oleh anaknya seperti ini

 

“Pokoknya aku tidak mau bertemu Mommy! Aku tidak mau bertemu dengan orang yang sudah meninggalkan ku dan Daddy!” Ucap Lauren, ia segera berlari meninggalkan Tiffany dan Siwon

 

“Lauren Choi! Yak Lauren-ah, mau kemana kau?!” Teriak Siwon, ia menghampiri anaknya itu

 

“Aku tidak mau bertemu dengannya Dad! Aku tidak mau hikss”

 

“Tapi Lauren-ah, Mommy mu itu ter—–”

 

“Aku tidak mau! Hikss” Lauren memotong ucapan Siwon, ia berlari lagi meninggalkan Siwon. Siwon tidak mengejar lagi, mungkin Lauren butuh waktu untuk menerima ini semua. Dan lagi Lauren tidak akan pergi jauh, biasanya dia hanya menenangkan dirinya di taman dekat sekolah nya itu.

Siwon membiarkan Lauren pergi, ia kemudian menghampiri Tiffany yang masih terisak dalam diam nya

 

“Fany-ah……”

 

“Hikss oppa…Lauren tidak menyukai kedatangan ku hikss”

 

“Sssstttt…uljima…dia hanya butuh waktu sayang, tidak mungkin dia tidak menyukai mu. Bagaimana pun juga kau adalah ibu kandungnya” ucap Siwon menenangkan Tiffany

 

“Hikss oppa tapi….”

 

“Sudah…lebih baik aku antar kau pulang ne”

 

“Oppa tapi bagaimana dengan Lauren? Lebih baik kau mencari Lauren, biar aku yang pulang sendiri!” Ucap Tiffany sedikit meninggi, tak dipungkiri saat ini ia merasa sangat khawatir dengan Lauren, tapi mau bagaimana lagi? Lauren belum bisa menerima dirinya sebagai ibu kandungnya,ibu yang sudah meninggalkanya.

 

“Tidak! Aku akan mengantar mu. Nanti Lauren biar di jemput oleh Park ahjussi saja” balas Siwon, terlihat Tiffany tidak setuju dengan Siwon

 

“Tidak ada penolakan Fany-ah. Nanti sesampai nya dirumah aku akan bicara pada Lauren, kau tenang saja” ucapnya lagi, tanpa menunggu jawaban dari Tiffany, Siwon langsung menggandengnya memasuki mobil

 

“Kau diam berarti setuju. Kajja!”

 

“Yak oppa!”

 

.

.

.

.

.

 

Di lain tempat, Lauren duduk di sebuah bangku taman, ia menunduk dalam diam menyembunyikan tangisnya

 

“Hikss..ternyata Tiffany aunty Mommy kandungku? Hiksss kenapa harus dia…kenapa harus Tiffany aunty Mommy kandungku Tuhan hikss…” Lirih Lauren

 

“Aku menyayangi nya sangat menyayangi nya hikss,tapi aku juga membenci nya…ottoekheo? Ia telah meninggalkan ku dan Daddy hikss”

 

“Kenapa semuanya harus seperti ini Tuhan…hikss” Lauren semakin terisak seraya penuturannya, hingga akhirnya ia lelah dan tertidur di bangku taman itu. Untung saja Park ahjussi datang tepat waktu untuk menjemput Lauren dan langsung menggendong gadis kecil itu kedalam mobil

 

“Aigoo nona kecil demam, sebaiknya aku menghubungi Tuan Choi” ucap Park ahjussi

 

 

****

 

Tiffany yang duduk di sebelah Siwon masih terlihat diam, jujur saja ia mengkhawatirkan anaknya. Ia menoleh kearah Siwon yang dengan santainya mengemudi, apakah ia tidak khawatir dengan anaknya saat ini? Sungguh keterlaluan kau Choi Siwon! Batin Tiffany

 

“Oppa! Kenapa kau terlihat begitu santai? Sementara putriku kau biarkan sendirian!” Suara Tiffany meninggi, tentu saja itu mengagetkan Siwon

 

Siwon memberhentikan mobilnya secara mendadak

 

“Ya Tuhan Tiff, kau mengagetkan ku saja…kau mau kita celaka?!”

 

“Oppa! Jangan mengalihkan pembicaraan! Sebaiknya kita balik dan menjemput Lauren”

 

“Lauren pasti sudah di jemput Park ahjussi, sayang. Tadi aku sudah menghubunginya” balas Siwon

 

“Tapi oppa, tetap saja aku——–”

 

Drrttt…drrrttt

 

“Kau lihat? Park ahjussi menelfon ku, pasti mereka sudah ada dirumah sekarang” ucap Siwon memperlihatkan handphone nya pada Tiffany

 

“Chankaman, aku angkat telepon nya dulu”

 

Tiffany hanya mengangguk sebagai jawaban

 

 

“Yoboseyo..”

 

Tuan Choi, saya sudah menjemput nona Lauren

 

Terdengar jelas suara Park ahjussi di sebrang telepon, Siwon sengaja me-loudspeakernya agar Tiffany juga bisa mendengarkannya

 

“Benarkah? Bagus kalau begitu” ucap Siwon, ia menatap Tiffany seolah mengatakan ‘benarkan apa yang aku bilang’ dan Tiffany hanya mengangguk, setidaknya ia sudah lega sekarang Lauren sudah berada dirumah

 

“Apakah Lauren baik-baik saja ahjussi?” Kini Tiffany yang bertanya

 

Park ahjussi lama untuk menjawabnya, mungkin ia bingung mengapa ada suara wanita? Dan wanita ini menanyakan keadaan Lauren. Siwon yang tahu situasi ini langsung mengambil alih pembicaraan

 

“Hemm ahjussi, yang bertanya tadi adalah Tiffany Hwang, ibu kandung Lauren serta istri sah ku…” Jelas Siwon

 

Ah mianhae Tuan, Nyonya, aku tidak tahu… ” Balas Park ahjussi mengerti

“Gwenchana ahjussi, jadi bagaimana dengan Lauren?” Tiffany bertanya kembali

 

Nona Lauren sudah berada dirumah nyonya, sekarang ia sedang beristirahat dikamarnya. Tadi sewaktu saya menjemputnya, ia tertidur dan terlihat sedikit demam” jelas Park ahjussi

 

“Ya Tuhan! Terus bagaimana sekarang keadaannya ahjussi?” Tanya Tiffany cemas. Siwon yang melihat istrinya itu langsung menggenggam tangan Tiffany

 

“Tenanglah Fany-ah, Lauren pasti baik-baik saja, hanya demam biasa” ucap Siwon

 

“Tapi oppa, Lauren–”

 

Tuan benar nyonya, nona Lauren hanya demam biasa, ia hanya kelelahan. Tadi para maid disini sudah memberikannya obat penurun demam, jadi nyonya tenang saja

 

“Yasudah kalau begitu aku akan segera pulang ahjussi, aku akan mengantar Tiffany pulang dahulu”

 

Baik Tuan

 

Siwon mematikan sambungan teleponnya

 

“Sebaiknya kau istirahat, kau mau cepat melihat Lauren lagi bukan?” Tanya Siwon

 

“Oppa tapi aku mau melihat Lauren sekarang, aku ikut pulang bersama mu saja ya jebal” mohon Tiffany

 

“Tapi…..”

 

“Aku tau oppa, aku tahu Lauren belum bisa menerima ku sebagai Mommy nya. Tapi setidaknya itu hanya belum bisa bukan tidak bisa oppa”

 

“Baiklah, kajja kita pergi sekarang”

 

 

****

 

Tiffany dan Siwon akhirnya sampai dirumah mereka, Tiffany dengan segera masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan Lauren. Ia setengah berlari memasuki rumah mewah itu, tapi belum sepenuhnya masuk ia berhenti dan menoleh ke belakang, tepat kearah Siwon berdiri

 

“Oppa…aku tidak tahu dimana kamar Lauren…” Ucapnya malu, bagaimana tidak malu, ia langsung saja masuk tanpa menanyakan dimana kamar anaknya itu berada

 

“Hahaha kau ini, makanya jangan sok tahu…” Balas Siwon tanpa mengehentikan tawa nya yang dari tadi sudah ia tahan

 

“Ishhh oppa! Cepat katakan dimana kamarnya?”

 

“Hahaha…baiklah…hahaha hhmm, kamar Lauren ada diatas paling ujung dekat dengan ruang tv. Kau naiklah dan lihat seperti apa kamar anakmu itu..”

 

Tiffany mengerutkan keningnya, apa maksud ucapan Siwon itu

 

“Semuanya mendominasi warna pink, ia sangat maniak pink, sama sepertimu” ucapnya lagi. Dan detik berikutnya Tiffany tersenyum bangga, ia melanjutkan langkahnya lagi menuju kamar Lauren

 

 

.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

Tiffany memasuki kamar yang bernuansa pink itu, ia menuju kearah tempat tidur dimana seorang gadis cantik tidur dengan damai. Tiffany duduk dipinggir ranjang itu, tanganya mengusap-usap puncak kepala putri nya dengan sayang

 

“Kau panas sekali honey…” Tanpa ia sadari air mata keluar dari mata indahnya itu

 

“Mianhae sayang Mommy telah meninggalkan mu, Mommy sangat menyesal..Mommy tahu kau belum bisa memaafkan Mommy…” Ucapnya lirih

 

“Mommy….” Panggil Lauren dengan mata yang masih tertutup, mungkin ia sedang mengigau saat ini

 

“Iya sayang Mommy disini…” Balas Tiffany dan menggenggam tangan Lauren

 

“Aku sayang Mommy….” Tiffany tersenyum seraya dengan pernyataan Lauren yang masih dengan menutup matanya

 

“Tapi aku juga membenci Mommy….” Lanjutnya lagi. Tiffany kaget dengan apa yang Lauren ucapkan dalam keadaan tidak sadar itu, apa sebenci itukah Lauren padanya? Air mata Tiffany perlahan jatuh kembali

 

“Mianhae sayang hikks…Mommy benar-benar menyesal…” Balas Tiffany dan mencium kening Lauren, kemudian ia keluar dari kamar Lauren untuk mengambil air kompresan

.

.

.

 

Tiffany sekarang berada di dapur, ia sedang menyiapkan air dingin untuk mengompres Lauren. Tiba-tiba saja ada seseorang yang melingkarkan tangannya di pinggang ramping Tiffany

 

“Aku tahu sebenarnya Lauren tidak benar-benar membenci mu, dia mencintaimu Fany-ah” ucap Siwon dan langsung mem-back hug Tiffany. Ya selama Tiffany berada dikamar Lauren tadi, Siwon mengawasi nya dari luar, tak salah jika ia mengetahui isi hati Tiffany sebenarnya

 

“I know that oppa, she’s just need time” balasnya tersenyum

 

“I love you…” Ucap Siwon lagi

 

“I love you too…”

 

“Semoga Lauren cepat memaafkan mu dan kita akan bersama-sama lagi hm?”

 

“Iya oppa…baiklah kalau begitu aku mau mengompres Lauren dulu…”

 

“Baiklah, tapi setelah itu kita habiskan waktu berdua, bagaimana?” Tanya Siwon jahil

 

“Yakkk! Kebiasaan!” Balas Tiffany dan langsung pergi dari hadapan Siwon.

 

 

 

 

Tiffany dengan telaten merawat Lauren dalam keadaan demam tinggi itu, Siwon sudah menghubungi dokter Byun tadi untuk memeriksa keadaan Lauren, beliau mengatakan kalau Lauren hanya kelelahan

 

Tiffany merebahkan dirinya tepat disamping kiri Lauren, memeluk putri kecilnya itu dengan hangat sampai ia juga ikut tertidur disamping Lauren. Siwon memasuki kamar Lauren, untuk melihat keadaannya, tapi setelah ia melihat Tiffany yang juga tertidur Siwon ikut merebahkan dirinya juga di samping kanan Lauren, jadilah sekarang posisi Lauren berada diantara Mommy dan Daddy nya

 

 

****

 

Sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela kamar Lauren. Gadis kecil itu menggeliat malas lalu duduk dan bersender di kepala rangjang miliknya. Dilihatnya Daddy dan Mommy nya tidur begitu nyenyak, lalu ia tersenyum, entahlah mungkin senyum bahagia yang ia tunjukan itu. Walaupun mulutnya berkata ia membenci Mommy nya, tapi di hati kecil paling dalamnya ia sangat mencintai Mommy nya itu. Lauren menggerakkan tangannya untuk menyetuh pipi halus Tiffany dengan lembut. Tak dipungkiri ia merasa bahagia sekarang telah bertemu dengan Mommy kandungnya

 

“Mommy aku mencintaimu….really I love you so much…” Ucapnya pelan. Tiffany sedikit merasakan ada yang menyentuhnya. Tiffany tersenyum, ia segera bangun dan mendapati Lauren yang sedang membelai pipinya. Lauren yang melihat Tiffany sudah bangun, dengan cepat menarik tangannya lagi

 

“Kau sudah bangun sayang?” Tanya Tiffany pelan

 

“………”

 

Tidak ada jawaban dari Lauren. Tiffany tersenyum miris

 

“Baiklah kalau begitu Mommy akan menyiapkan sarapan dulu untuk mu dan Daddy mu”

 

‘Kenapa hanya menyiapkan sarapan untukku dan Daddy, Mom? Kenapa Mommy tidak ikut sarapan juga?’ Batin Lauren. Ia enggan untuk berbicara pada Tiffany, padahal hatinya sangat ingin berbicara dengan Mommy nya

 

“Sudah ada yang menyiapkan sarapan untukku dan Daddy dirumah ini, jadi sebaiknya Mommy pulang saja tidak usah menemuiku dan Daddy lagi” balas Lauren dingin

 

Tiffany menggelengkan kepalanya, ia tahu betul Lauren belum mau menerimanya saat ini. Bahkan secara tidak langsung Lauren mengusirnya tadi

 

“Tidak sayang, kali ini Mommy yang akan menyiapkannya untuk kalian. Setelah itu Mommy janji  akan pergi dan tidak akan bertemu dengan mu dan Daddy lagi. I promise for you” balas Tiffany tenang, walaupun hatinya sangat ingin meledak dan menangis

 

“Sebaiknya kau bangunkan saja Daddy mu…setelah itu turun kebawah untuk sarapan, arraseo?”

 

Lauren menganggukan kepalanya

 

Melihat Lauren menganggukan kepalanya Tiffany langsung keluar kamar dan menyiapkan sarapan untuk Lauren dan Siwon, dan setelah itu ia tidak akan lagi bertemu dengan mereka, sesuai permintaan Lauren tadi. Apapun akan Tiffany lakukan demi Lauren.

 

Setelah Tiffany keluar, Lauren tidak langsung membangunkan Daddy nya, ia malah mendumel sendiri atas perkataan yang ‘cukup’ kasar itu ke Mommy nya

 

“Arghh…eottheokheyo? Apa aku bicara kasar tadi? Aahhhh Mommy I’m sorry…dasar Lauren pabo!” Lauren merutuki dirinya sendiri

 

“Sebaiknya aku bangunkan Daddy sekarang juga…”

 

Ia kemudia menarik selimut yang Daddy nya kenakan semalam

 

“Yakkk Daddy bangun, ini sudah pagi! Yakk Daddy!!!” Teriak Lauren. Siwon terlonjak kaget

 

“Yakk Lauren Choi!!”

 

“Hahaha…cepat bangun Mommy sedang menyiapkan sarapan!” Perintahnya lagi

 

“Ya Tuhan aku di perintahkan anakku sendiri…. Dan Mommy? Apakah kau sudah—–”

 

“Yakkk aku belum memaafkan Mommy! Sudah cepat Daddy bangun!!!” Teriaknya lagi dan mendorong tubuh kekar Siwon keluar kamarnya

 

“Iya iya Daddy bangun! Dasar anak Tiffany Hwang!” Ucapnya pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Lauren

 

“Yakkk! Aku juga anakmu Daddy!!”

 

 

****

 

Lauren telah selesai bersiap-siap untuk sarapan. Untung saja hari ini libur, jadi ia tidak perlu pergi ke sekolah. Demam nya juga sudah sembuh, mungkin berkat Tiffany yang merawatnya semalam. Lauren menuruni anak tangga menuju ke ruang makan, disana sudah tersaji berbagai macam makanan seperti pasta macaroni, kimci, bulgogi dan sup rumput laut

 

“Sepertinya ini enak…” Ucap Lauren menyiapkan dirinya untuk memakan makanan itu

 

“Tapi kemana Mommy?” Tanya nya sendiri

 

“Ah pasti nanti Mommy juga kesini dengan Daddy, sebaiknya aku duluan” lanjutnya lagi. Ketika ingin mengambil pasta macaroni, ia tidak sengaja menjatuhkan selembar kertas kecil, disana tertulis sebuah pesan

 

‘Sarapan ini untuk anak Mommy tercinta, Lauren Choi. Semoga kau suka dengan masakan Mommy ya sayang^.^ Mommy janji setelah ini Mommy tidak akan menemuimu dan Daddy lagi, sesuai permintaan mu dan janji Mommy tadi. I love you so much my honey:*’

 

Lauren yang membaca pesan itu, tak lama kemudian cairan bening keluar dari sudut kedua matanya

 

“Mommy kenapa kau pergi lagi? Aku tau aku telah berkata kasar tadi padamu, tapi itu karena aku belum bisa menerima Mommy kembali. Dan sekarang Mommy pergi meninggalkan ku lagi hikss..” Lirihnya

 

Siwon berjalan menuju ruang makan, ia melihat Lauren yang sedang membaca sesuatu. Lauren yang mengetahui Daddy nya akan mendekat, dengan segera ia menghapus air matanya

 

“Morning honey…hhmm sepertinya enak. Mommy mu memang selalu luar biasa jika memasak” ucapnya

 

“Ah iya kemana Mommy mu?” Tanya Siwon, ia baru menyadari kalau Tiffany tidak berada diantara mereka

 

“Mommy sudah pergi, ia bilang tidak akan menemuiku dan Daddy lagi” balasnya santai, Lauren tidak bilang kalau Mommy nya itu pergi akibat perkataannya tadi pagi

 

“MWO?” Siwon membelalakan matanya

 

“Pergi? Ige mwoya?! Kenapa kau membiarkannya pergi Lauren Choi?!” Siwon meninggikan suaranya

 

“Memangnya kenapa kalau Mommy pergi? Biarkan saja dia pergi, ia juga sudah meninggalkan kita dengan kurun waktu yang cukup lama” balasnya santai. Ya walaupun hati Lauren bertolak belakang dengan perkataannya

 

‘I’m sorry Mom..’ Batin Lauren

 

“Lauren Choi! Sejak kapan Daddy mengajarkan mu kurang ajar seperti ini?!” Bentaknya

 

“Bahkan sekarang Daddy membentak ku…ckckck” ucapnya lalu berlalu pergi meninggalkan Siwon

 

“Ya Tuhan harus bagaimana lagi aku meyakinkan Lauren….” Lirih Siwon sambil memijat-mijat kening nya. Kemudian ia mengambil iphone hitam miliknya untuk menghubung sang istri, Tiffany. Lama tak ada jawaban dari Tiffany, sampai akhirnya ada suara di sebrang telepon

 

“Yoboseyo…Fany-ah kau dimana? Kenapa kau pergi begitu saja setelah menyiapkan sarapan untukku dan juga Lauren” ucapnya cepat, tidak menunggu orang yang di sebrang sana menjawab

 

Mianhae oppa, ponsel Fany unnie tertinggal sejak kemarin. Ini aku Krystal” balas orang itu yang tak lain adalah Krystal

 

“Benarkah? Hhmm apa Tiffany belum kembali Krys-ah?” Tanya Siwon sedikit kecewa

 

Belum oppa

 

“Hhhh…” Siwon mendesah kecewa, kemana lagi Tiffany nya itu, batin Siwon

 

“Baiklah kalau begitu. Tapi ketika Tiffany pulang nanti tolong kabari aku ya Krys..” Lanjutnya lagi

 

Ne oppa…annyeong

 

.

.

 

“Seharusnya kau tidak langsung pergi begitu saja unnie” ucap Krystal pada Tiffany. Ya Tiffany memang sudah kembali sejak tadi, tapi ia enggan untuk menjawab telepon dari Siwon. Maka dari itu ia menyuruh Krystal untuk berbohong mengenai dirinya tadi

 

“Aku sudah berjanji pada Lauren, Krys. Aku tidak mau mengecewakannya lagi” balas Tiffany santai

 

“Tapi aku juga harus berbohong pada Siwon oppa tadi” rengek Krystal mempoutkan bibirnya

 

“Hahaha…kau lucu sekali Krys. Berbohong demi kebaikan tak masalah kan?”

 

“Yakkk unnie itu sama sa—” protes Krystal yang langsung dipotong oleh Tiffany

 

“Whatever you say Krys. Ah sebaiknya aku membereskan kamar dan mempaking barang-barang ku”

 

“Unnie….Yakkk! Mau kemana kau? Kenapa mempaking barang-barangmu?” Ujar Krystal

 

“Aku akan kembali ke California besok siang Krys. And please don’t tell her!” Ancam Tiffany

 

“Yakk kenapa begitu? Bagaimanapun dia masih suami mu unnie”

 

“Aku bilang jangan ya jangan”

 

“Tidak mau! Aku akan beritahu Siwon oppa dan juga Lauren” ucap Krystal bersikeras. Lalu meninggalkan Tiffany sendiri

 

“Ishhhh anak itu. Awas saja kalau ia benar-benar melakukannya” gerutu Tiffany sambil memasukan barang-barangnya kedalam koper

 

Krystal berjalan kearah ruang tengah dengan sedikit kesal karena Tiffany yang begitu keras kepala -menurutnya-

 

“Hhhhh…aku tidak habis pikir kenapa Fany unnie mau meninggalkan keluarga nya lagi…” Krystal menghela nafasnya, kemudian ia bersantai di sofa ruang tengah apartemennya

 

“Ahh sebaiknya aku pergi kerumah Siwon oppa dan memberitahukan kalau Fany unnie akan kembali ke California, siapa tahu dengan bujukan Siwon oppa, ia mau mendengarnya” Krystal bangkit dari duduknya dan langsung mempersiapkan dirinya untuk menuju kerumah Siwon. Krystal mencari Tiffany untuk berpamitan sebentar. Terlihat Tiffany yang masih mempaking barang-barangnya

 

“Unnie aku keluar dengan Minhyuk oppa dulu ne…” Bohong Krystal

 

“Ne Krys…hati-hati dijalan”

 

“Iyaa unnie~”

 

.

.

 

Krystal menunggu jemputan Kang Minhyuk -kekasihnya- untuk mengantarnya kerumah Siwon. Tak perlu menunggu waktu lama ia menunggu, akhirnya mobil audy hitam milik Minhyuk pun datang

 

“Krys cepat masuk…” Perintah Minhyuk dari dalam mobil

 

Krystal setengah berlari memasuki mobil kekasihnya itu. Ia duduk di samping Minhyuk dengan perasaan kesal

 

“Wae? Kenapa kelihatannya kau sedang kesal hm?” Tanya Minhyuk

 

“Aku kesal dengan Fany unnie dan juga kau oppa!” Jawabnya

 

“Aku? Yakk kenapa kau kesal denganku? Aku kan akan mengantarmu ke rumah Siwon hyung” jawab Minhyuk membela diri

 

“Ishhh aku kesal denganmu oppa! Kenapa kau tidak romantis sekali huh? Menyuruh pacarnya masuk ke dalam mobil tanpa membukakan pintu untukku?” Jawab Krystal seadanya

 

“Ne? Hahaha aigoo pacarku ini…baiklah-baiklah aku minta maaf ya?” Balas Minhyuk sambil mengusap-usap pipi Krystal. Krystal yang mendapat perlakuan itu, membuat pipi nya merona merah

 

“Ah sudahlah, jangan membuat aku malu oppa!”

 

“Hahaha baiklah…kajja kita berangkat sekarang”

 

.

 

Mobil Minhyuk sudah memasuki perkarangan rumah mewah Choi Siwon, Krystal dengan segera keluar dari mobil dan menekan bel rumah tersebut. Tak lama kemudian seorang maid membukakan pintu rumah itu

 

“Annyeong ahjumma, apa Siwon oppa ada?” Tanya Krystal ramah

 

“Tuan Choi sedang di kamarnya agassi. Masuklah nanti saya akan panggilkan tuan” balas maid tersebut

 

“Gomawo ahjumma, bilang saja yang ingin bertemu Krystal”

 

“Ne agassi,silahkan duduk” ucap maid tersebut mempersilahkan mereka. Minhyuk hanya mengikuti saja tingkah laku Krystal

 

“Tumben sekali kau ramah dengan orang lain, biasa nya kau terlihat dingin. Bahkan denganku juga begitu” ucap Minhyuk pelan.

 

Krystal menoleh kearah Minhyuk dan menatapnya tajam

 

“Walau bagaimanapun juga ahjumma itu lebih tua dari ku oppa!” Krystal membela diri

 

“Aku juga lebih tua dari mu Krys—” belum sempat Minhyuk menyelesaikan kata-katanya. Siwon datang dan langsing menyapa mereka

 

“Hai Krys… Ahh ada Minhyuk juga ternyata” sapa Siwon dan langsung duduk dihadapan Krystal dan Minhyuk

 

“Annyeong oppa…”

 

“Annyeong hyung…”

Balas mereka bersamaan. Siwon tertawa melihat kelakuan kedua dongsaengnya ini. Ya Siwon memang sudah lama mengenal Krystal dan Minhyk, tak salah jika Siwon menganggapnya sebagai adiknya sendiri

 

“Aigoo kalian serasi sekali…”

 

“Oh ya ada apa kalian kemari? Dan apakah Tiffany sudah kembali Krys?” Tanya Siwon to the point

 

“Itu dia yang aku ingin beritahu kepada oppa, ini tentang Fany unnie, oppa” balas Krystal dengan sedikit kegusaran di wajahnya

 

“Tiffany? Wae?”

 

“Fany unnie akan kembali ke California besok siang oppa…”

 

“Mwo?!” Pekik Siwon kaget

 

“Ne oppa, unnie akan berangkat besok. Aku mohon kau untuk mencegahnya oppa” pinta Krystal

 

“Kenapa dia kembali kesana Krys? Apa dia punya masalah lain?”

 

“Fany unnie hanya ingin menghindar dari mu dan juga Lauren, oppa. Dia juga bilang padaku kalau dia sudah berjanji pada Lauren tidak akan menemui mu dan Lauren lagi. Apapun dia lakukan untuk Lauren” jelas Krystal

 

“Janji? Janji apaa?!” Tanya Siwon geram, bagaimana mungkin Tiffany mengikat janji seperti itu dengan anaknya sendiri

 

“Janji untuk tidak menemui kalian lagi, unnie hanya cerita begitu padaku. Lebih baik oppa tanyakan sendiri pada Lauren nanti” usul Krystal

 

“Yasudah oppa, aku hanya ingin memberitahukan itu saja. Aku dan Minhyuk oppa pamit, annyeong” pamitnya

 

“Kami permisi hyung..” Pamit Minhyuk

 

Siwon hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya saat mereka berdua pamit.

 

Siwon melangkahkan kakinya menuju kamar Lauren. Ia harus menanyakan langsung kepada Lauren, segitu tidak bisanya kah Lauren menerima Tiffany sebagai Mommy nya?

 

“Lauren-ah!” Panggil Siwon. Lauren dengan malas membukakan pintu kamar miliknya

 

“Ada apa Daddy?” Tanya Lauren

 

“Apa yang dikatakan Mommy padamu tadi pagi Lauren Choi?” Tanya Siwon menahan emosi nya

“A..apa?..me..mengatakan apa? Mommy ti..tidak mengatakan apapun padaku” balasnya gugup. Lauren tahu, Daddy nya sedang marah

 

“Jawab yang jujur Lauren Choi?!” Tanya nya sekali lagi

 

“Oke Mommy mengatakan sesuatu padaku! Memangnya kenapa?!” Balas Lauren lagi, air mata sudah mengumpuk di pelupuk mata sipitnya

 

“Apa yang Mommy katakan padamu?!”

 

“Mommy hikss… Mommy bilang ia janji tidak akan menemui ku dan juga Daddy hikss… Mommy bilang begitu karena aku yang meminta nya! Apa Daddy puas? Hikss” jelas Lauren, kini ia menangis dengan perkataannya barusan, dia juga menyesali kata-kata kasarnya terhadap sang Mommy tadi pagi.

 

Brakkk!

 

Lauren langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang.

 

“Ya Tuhan…. Aku harus bagaimana?” Lirih Siwon, tanpa sadar air matanya jatuh perlahan.

 

 

***

Cklek

 

Siwon membuka pintu kamar Lauren pelan, ia melihat anak perempuannya itu menelungkup diatas kasur miliknya. Siwon berjalan menuju tempat anaknya itu

 

“Lauren-ah, daddy minta maaf karena sudah membentakmu tadi” ujar Siwon

 

“Aku juga minta maaf daddy hikss…” Balas Lauren terisak

 

Siwon memeluk Lauren dengan erat, begitu juga sebaliknya

 

“Tadi aunty Krystal datang, dia bilang mommy mu akan pergi ke California besok” ucap Siwon mencoba untuk tenang

 

“P-pergi? C-california?” Ulang Lauren

 

“Ne. Dan sekarang kita harus mencegah mommy mu untuk tidak pergi lagi”

 

“No! Aku tidak mau daddy, aku tidak mau bertemu mommy!” Jawab Lauren

 

“Kau harus ikut Lauren Choi!” Ucap Siwon lagi dan langsung menarik paksa tangan Lauren.

 

“Aku tidak mau daddy! Lepaskan aku!” Lauren mencoba untuk melepas tangan Siwon yang begitu erat memegang tangan nya itu

 

“Diam! Atau daddy benar-benar marah dengan mu” balas Siwon yang mampu membuat Lauren diam. Ia tidak mau di marahi oleh daddy nya lagi saat ini

.

.

.

.

Mereka akhirnya sampai di halaman rumah Krystal, Siwon memarkirkan mobilnya dan langsung menuju pintu utama rumah itu, tak lupa juga Lauren yang ada disampingnya itu.

Siwon mengetuk pintu rumah Krystal seperti orang yang sedang menahan emosi nya. Tak lama seseorang membukakan pintu rumah tersebut

 

“O-oppa…k-kenapa kau ada disini?” Tanya Tiffany kaget. Bukannya menjawab Siwon langsung masuk kedalam rumah dengan kasar ia menarik tangan Lauren. Tiffany melihat seperti ada yg beda dengan Siwon, ia langsung mengikuti langkah Siwon. Siwon berhenti di ruang tengah rumah Krystal dan menatap Tiffany

 

“Dimana kamarmu?” Tanya Siwon

 

“U-untuk apa oppa menanyakan kamarku?” Jawab Tiffany ragu

 

“Aku tanya dimana kamarmu?!” Ucapnya sekali lagi dengan sedikit membentak. Lauren yang masih setia berada di sampingnya pun kaget melihat amarah sang daddy. Lauren bukannya setia berada disamping daddy nya itu. Melainkan ia tidak bisa kemana-mana karna daddy nya sedang menggenggam tangannya kuat

 

“Di pojok atas dekat dengan ruang tv..oppa” jawab Tiffany akhirnya

 

Siwon langsung menuju tempat yang dimaksud Tiffany itu. Tiffany dan Lauren hanya bisa diam dan mengikuti kemana Siwon pergi.

 

Siwon memasuki kamar Tiffany, dan ia mendapati 2 buah koper besar yang sudah diisi beberapa potong baju dan alat make up miliknya

 

“Mau kemana kau mempacking barang-barangmu?” Tanya Siwon

 

“A-aku akan pergi untuk survei di Hongkong oppa” jawab Tiffany berbohong

 

“Benar begitu? Kau tidak berbohong padaku?” Tanya Siwon menyelidik

 

“T-tidak..aku memang akan–”

 

“Bohong! Kau bohong! Kau akan pergi ke California dan akan meninggalkanku dan Lauren lagi, iya kan? Dan kau juga sudah membuat janji dengan Lauren bahwa kau tidak akan menemui kami lagi, benar begitu?!”

 

Tiffany terdiam. Kenapa pria ini bisa tau rencana nya? Batin Tiffany

 

“Lauren jawab daddy, apa benar yg daddy katakan tadi?” Tanya Siwon akhirnya meminta jawaban kepada Lauren karena Tiffany hanya terdiam ditempatnya. Lauren pun sama halnya seperti Tiffany, ia hanya diam tidak menjawab Siwon

 

“Lauren Choi! Jawab daddy!” Bentak Siwon

 

Tiffany tersentak kaget melihat Siwon membentak Lauren, sekarang anak itu sudah mengeluarkan air mata dipipinya, Tiffany tidak tega melihat anak perempuannya itu

 

“Oppa sudah jangan membentak Lauren! Iya aku akan pergi untuk kebaikan kalian juga! Kau puas oppa? Jadi jangan kau membentak anakku!” Jawab Tiffany akhirnya, ia langsung mendekati Lauren dan memeluknya dengan hangat. Tapi tak sampai 10 detik Lauren melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh Tiffany kebelakang, kalau saja tidak ada Siwon, pasti ia sudah terjatuh sekarang

 

“Aku membenci mu! Sebaiknya kau pergi sekarang juga!” Ucap Lauren

 

“Lauren!” Panggil Siwon

 

“Apa? Daddy mau membentakku lagi?”

 

“Lauren maafkan mommy hiksss…”

 

Siwon yang sudah tidak tahan akan keadaan ini, ia langsung menghampiri Lauren dan akan menjelaskan sesuatu kepadanya.

 

“Lauren-ah dengarkan Daddy. Kau tidak boleh membenci Mommy mu sendiri, bagaimana pun ia adalah ibu kandungmu, yang melahirkanmu. Apa kau mau membuatnya bersedih seperti ini? Kau tentu menyayangi nya kan honey?”

 

“Tapi Dad, Mommy jahat dia sudah meninggalkan kita hiksss.” Balas Lauren

 

“Mommy mu terpaksa melakukan itu Lauren-ah, karena Granpa dan Grandma tidak pernah merestui pernikahan Daddy dan Mommy. Mommy melakukan ini juga untuk kebahagian Daddy dan juga kau sayang” jelas Siwon, susah di mengerti memang untuk anak seumuran Lauren. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Lauren menatap mata Siwon, mencoba mencari sebuah kebohongan disana, tapi nihil ia tidak menemukannya sedikit pun

 

“Jadi Mommy meninggalkan kita hanya terpaksa? Mommy melakukan ini demi kebahagian Lauren dan juga Daddy?” Ulang Lauren

 

Siwon mengangguk

 

“Daddy…..hiksss…aku telah menyakiti Mommy”

 

“Cha! Sekarang kau hampiri Mommy mu, jangan buat ia sedih seperti ini. Itu akan membuatnya semakin menyesal Lauren-ah, dan minta maaf lah karena kau telah menyakitinya”

 

Lauren mengangguk, dia menatap sebentar Tiffany. Tiffany hanya diam dalam tangis nya. Lauren menghampiri Tiffany

 

“Mommy….Mommy…Lauren sayang Mommy, I’m sorry Mom, aku telah menyakitimu…” Ucap Lauren di hadapan Tiffany. Tiffany menangis di depan Lauren. Senang? Tentu saja! Itu adalah sebuah tangisan kebahagiaan

 

“Aniyo, kau tidak bersalah honey, seharusnya Mommy yang meminta maaf padamu, mianhae Lauren-ah Mommy telah meninggalkan mu, Mommy——”

 

“Ssstttt….Mommy aku sudah memaafkan nya, Mommy tidak salah…” Balas Lauren, Tiffany tersenyum, sekali lagi ia memeluk sangat erat tubuh mungil putri nya itu. Siwon menghampiri kedua nya dan ikut memeluk mereka

 

‘Terima kasih Tuhan, kau telah mempersatukan keluarga ku lagi’ batin Siwon

 

“Baiklah, kajja kita pulang. Lauren-ah kau duduk di belakang ne?” Suruh Siwon

 

“Yes Daddy…” Kata Lauren patuh

 

“Mommy bagaimana kalau nanti malam aku tidur bersama Mommy dan Daddy? Aku sangat menginginkan itu” pinta Lauren

 

“What?! Aishhh….Lauren-ah tidurlah dikamar mu sendiri, Mommy dan Daddy ingin menghabiskan waktu berdua”

 

Blush

 

Wajah Tiffany seketika memerah dengan penuturan Siwon. Ia tahu akan kemana arah bicara Siwon

 

“No! Pokoknya aku mau tidur bersama kalian! Palli cepat jalankan mobilnya Daddy!” Kini Lauren yang bergantian memerintahkan Siwon.

 

Tiffany yang melihat kejadian itu hanya tertawa

 

“Sudahlah oppa…kalau kau meladeni ocehan Lauren, kapan kita akan sampainya hmm?” Tiffany menengahi

 

Lauren tersenyum senang, ada yang membela nya saat ini. Ia menjulurkan lidahnya, meledek Siwon. Siwon yang melihat itu menjadi geram sendiri

 

“Why? Kenapa kau diam oppa? Cepat jalankan mobilnya, atau aku dan Lauren akan pulang menggunakan taksi!” Ancam Tiffany

 

“Jinja! Kalian benar-benar!” Pasrah Siwon

 

“Hahahaha” tawa Tiffany dan Lauren

 

 

****

 

 

Siwon menghentikan mobil di halaman luas rumah miliknya, ia melihat kesamping, Tiffany sudah terlelap lalu ia menoleh ke jok belakang belakang, terlihat juga Lauren sudah ada di alam mimpinya. Siwon berhati-hati untuk membangun Tiffany agar Lauren tidak terganggu olehnya

 

“Fany-ah…..ireona, kita sudah sampai” Siwon membangunkan Tiffany sambil merapikan rambut yang sedikit menutupi wajah Tiffany. Terlihat Tiffany menggeliat malas

 

“Enghh…oppa, kita sudah sampai? Mian aku ketiduran tadi” balas Tiffany

 

“Gwenchana chagiya. Lebih baik sekarang kau masuk, aku akan membawa Lauren ke kamar nya”

 

Tiffany mengangguk, dengan segera ia memasuki rumah mewah milik Siwon itu. Sangat melelahkan hari ini baginya, karna sebelum pulang mereka sempat mengunjungi pusat perbelanjaan di Seoul. Tiffany duduk di ruang tamu yang cukup besar itu, ia memejamkan matanya lagi untuk beberapa saat sambil menunggu Siwon membawa Lauren masuk ke kamarnya.

 

.

.

.

.

 

Siwon menuruni anak tangga, mencari keberadaan Tiffany. Dilihatnya seorang yeoja yang sangat ia cintai ini terlelap bagaikan seorang malaikat untuknya. Tanpa ragu Siwon langsung menggendong Tiffany menuju kamar mereka. Tiffany merasa seseorang telah menganggu tidurnya itu, ia segera membuka matanya dan ternyata sekarang ia sedang berada di gendongan suaminya itu

 

“Yak oppa turunkan aku! Aku bisa berjalan sendiri!” Protes Tiffany

 

“Andwe. Sudah jangan protes, atau aku akan mencium mu”

Tiffany langsung terdiam mendengar ancaman Siwon

 

“Hahaha kau lucu sekali Fany-ah” ejek Siwon

 

Tiffany mendengus sebal

 

“Ishh kau selalu saja menggoda ku. Turunkan aku!” Perintah Tiffany. Siwon mengalah ia langsung menurunkan Tiffany saat mereka sudah sampai di kamar utama milik Siwon,

Tiffany menghentakan kakinya keluar dari kamar Siwon. Siwon yang melihat Tiffany akan meninggalkan kamar dengan sigap ia mengunci pintunya

 

“Yak oppa aku mau tidur bersama Lauren saja!” Ucap Tiffany kesal

 

“Tidak bisa! Kau harus tidur bersama ku” balasnya santai

 

“Aku tidak mau, kau itu sel—-emmhhh” ucapan Tiffany terpotong, karena dengan cepat Siwon langsung mencium paksa Tiffany

“Emhh op…pa…lepas…emmhhh”

 

Tiffany mendorong dada Siwon dengan sekuat tenaga

 

“Kau tahu bukan Fany-ah, kalau seorang istri itu harus menjadi istri yang baik dan patuh pada suami” tanya Siwon

 

Tiffany mengangguk

 

“Kalau begitu kau mau kan menjadi istri yang baik dan patuh pada suami mu ini” tanya nya lagi

 

“Tapi oppa…..kita….sudah lama tidak melakukannya….” Balas Tiffany ragu, ia tahu Siwon mengarah kearah mana

 

“Tidak masalah, asal kau mau kita melakukannya dengan perlahan. Hitung-hitung sebagai hukuman mu selama 6 tahun ini dan nanti kalau ada bonusnya kita juga akan memberikan adik untuk Lauren”

 

Wajah Tiffany memerah, ia menjawab dengan menganggukan kepalanya perlahan, tanda ia setuju dengan ucapan Siwon. Siwon tersenyum setelah mendapat persetujuan dari Tiffany, mereka dengan segera melakukan kewajibannya sebagai pasangan suami istri. 7 tahun berpisah waktu yang sangat lama untuk bertemu seseorang yang sangat mereka cintai

 

 

****

 

“Mommy! Daddy! Wake up…open the door please!” Teriak Lauren dari luar kamar. Jika sudah seperti ini, Lauren akan mengeluarkan aksen inggrisnya,sama seperti Tiffany ketika sedang terburu-buru. Tiffany terbangun dari tidurnya, dilihatnya sang suami masih terlelap dengan menutupi tubuh nakednya dengan selimut, sama halnya dengan dirinya itu, ia juga menutupinya dengan selimut. Tiffany langsung memakai pakaiannya setelah ia mendengar teriakan dari anaknya itu

 

“Ne Lauren-ah…Mommy sudah bangun, sebentar lagi Mommy keluar. Kau tunggulah di meja makan, nanti Mommy akan menyiapkan sarapan untukmu” sahut Tiffany dari dalam

 

“Baiklah, jangan lama-lama Mom, I’ll late go to school” balas Lauren

 

“Ne sayang…Mommy membangunkan Daddy mu dulu”

 

Sepertinya Lauren sudah pergi dari depan kamar mereka. Tiffany langsung membangunkan Siwon, dan menyiapkan sarapa untuk keluarga kecilnya itu

 

“Oppa ireona…Lauren akan sekolah, aku mau membuat sarapannya dulu. Lebih baik oppa mandi dan bersiap ke kantor”

 

“Aku cuti 3 hari chagiya, jadi aku tidak perlu ke kantor” balas Siwon

 

“Arraseo, kalau begitu aku mau menyiapkan sarapan untuk Lauren dulu, kau bersiaplah setelah itu antar Lauren ke sekolah” perintah Tiffany

 

“Ne Nyonya Choi, tapi morning kiss dulu untuk penyemangatku hari ini” pinta Siwon menunjuk bibirnya. Tiffany mendekatkan dirinya dan langsung mencium singkat Siwon

 

“Kau sangat menggoda, jangan salahkan aku jika nanti malam aku akan menguasai mu lagi” bisik Siwon

 

“Yak!!!” Tiffany memukul lengan Siwon. Siwon dengan segera berlari menuju kamar mandi untuk menghindari ocehan dari istrinya itu. Tiffany tersenyum melihat tingkah laku seorang yang ia cintai ini

 

‘Terima kasih Tuhan’ batin Tiffany

 

.

.

.

 

 

 

 

“Mom,Lauren ingin pergi ke sekolah bersama Mommy” pinta Lauren di tengah sarapannya

 

“Lauren-ah pergi bersama Daddy saja ne, kasian Mommy mu harus beristirahat” bujuk Siwon

 

“Tapi Lauren mau bersama Mommy juga”

 

“Tidak apa-apa oppa, aku akan ikut bersama kalian menemani Lauren” Tiffany angkat bicara

 

“Nde. Baiklah, kita harus bersiap-siap sekarang, nanti kau akan terlambat Lauren-ah” ajak Siwon. Lauren mengikuti langkah Siwon, tak lupa juga ia menarik tangan Tiffany agar ikut bersama nya

 

“Mommy kajja!” Ajak Lauren

 

“Ne sayang…”

 

 

 

 

2 YEARS LETTER

 

“Mommy! Daddy! Hikssss…hiksss” teriak Lauren yang baru saja pulang dari sekolahnya. Tiffany yang sedang berada di dapur bersama Siwon kaget

 

“Ya Tuhan, Lauren kenapa oppa? Sepertinya dia menangis” tanya Tiffany penasaran, ia masih membersihkan perabotan dapurnya

 

“Molla, sebaiknya kita menghampiri dia” ajak Siwon, mereka langsung menghampiri sumber suara itu, terlihat Lauren sedang menangis di ruang keluarga miliknya

 

“Mommy hiksss…hikss…”

 

“Aigo Lauren-ah waeyo? Kenapa kau menangis sayang?” Tanya Tiffany

 

“Apa teman namja mu menggodamu lagi hm?” Tanya Siwon

 

“Mommy…Daddy…hiksss..hikss” Lauren masih menangis tersedu

 

“Uljima, Mommy dan Daddy disini sayang. Sekarang ceritakan kenapa kau menangis seperti ini?” Cecar Tiffany

 

“Hikss…hikss…” Lauren masih menangis

 

“Ceritakan yang jelas Lauren Choi, ada apa sebenarnya?!” Ucap Siwon geram

 

“Oppa…jangan seperti itu!” Bela Tiffany

 

“Mommy hiksss, Na Ra bilang—“ ucap Lauren akhirnya

 

“Wae? Na Ra bilang apa padamu?” Tanya Tiffany, terlihat Siwon juga penasaran dengan anaknya itu

 

“Na Ra bilang aku akan kesepian dirumah karena aku tidak punya adi hikss.. Mommy, Daddy aku mau adik sekarang juga hikss”

“WHAT?!” ucap Tiffany dan Siwon kaget mendengar ucapan anaknya tersebut

 

“Aku tidak mau tau, pokoknya aku mau adik sekarang jugaaaa!” ucap Lauren meninggikan suaranya dan langsung berlari meninggalkan kedua orang tua nya

 

“Fany-ah, kajja! Lebih cepat lebih baik kita mengabulkan permintaan Lauren untuk punya adik” goda Siwon memberikan evil smirknya

 

“YAK! AKU TIDAK MAU!”

 

 

END

 

 

A/N

 

Annyeong, Kartika imnida. Sebenernya udah lama bikin ff ini, tapi baru PD mau dipublish sekarang hehe. Maaf untuk typo yang bersebaran dan juga ceritanya yang kurang memuaskan, mohon dimaklumin ini ff pertama ku. Terima kasih untuk yang sudah mau membacaJ

75 thoughts on “(AF) The Power Of Love

  1. Maapkeun ya thor, Baru bisa komen walaupun udh baca bbrapa hari yg lalu, waktu prtama baca mewek asliii, rasanya nyesek2 gimanaaa gitu, lauren jg bikin kesel dah #peace ini dibuat sequel keren kali yakk, semangat thorr ^_^

  2. Mewek thor waktu awal2, tapi akhirnya bisa senyum. Greget banget waktu lauren benci sama Tiffany, tapi mereka akhirnya baikan. Dan lauren maka pengen punya adek wkwkwkwkwk😀
    Ditunggu karya-karya selanjutnya

  3. Wooo full Siwon-Tiffany-Lauren!

    Lauren kalo dlihat sifatnya campuran Siwon & Tiffany kan? Yang kadangan manja abis-abisan tapi kalo lg marah serem wkwkw

    This really longshoot but very enjor read this❤

  4. pas scene2 pertamanya nyesek bgt thor, sumpah. sebel bgt sama lauren, bisa kek gitu cuba -_- padahal tifany mommy kandungnya, harusnya siwon marahin lauren aku tau sih udah tapikan gak usah minta maaf biar tau sendiri, ihh gak tau terima kasih bgt sih tu anak -_- #kelewatsebel entalah bagus sih menguras emosi juga, dan akhirnya happy end deh, yeay!!! 😀
    Good Job thor🙂

  5. lauren bikin kesel di awal >< tapi tetep suka karna itu dedek lauren hehehe…
    akhirnya happy ending!! ayo tagih terus adiknya ya laureeen :* wkwkwk
    good job. daebak!!

  6. Haha.. segitu kangen’a wonpa
    lauren’a gemesin ih
    akhirnya mereka bersatu kmbali selama b’tahun2
    Yaahh daebak!!
    Sifany jjang

  7. Kasian fany terpaksa meninggalkan siwon dan juga lauren,dikarenakan ortu siwon tidak pernah merestui hubungan siwon dan fany.
    Lauren ahhh….jangan membenci momy ya, semuanya bukan kemauan momy.
    Setelah siwon menjelaskan semuanya,akhirnya lauren memaafkan momy.
    Happy ending.siwon dady,fany momy dan lauren tinggal bersama lagi.
    Hehehe…..lauren minta adik sambil menangis.
    Thanks buat author dan ffnya juga.
    Saya suka banget ffnya author.
    Author jjang and hwaiting.
    Sifany 4ever♡♡♡♡♡

  8. Hub yg terpksa dipishkn alhirny kmbli lg krn cinta n takdir Tuhan. wlpn awlny ad penolkn tp itu semua bisa diatasi krn kekuatn cinta yg ad dlm hati mrk.
    lbh bgs lg klo dihdrkn adik lauren yg jd keinginanny utk lngkpi kbhgiaan choi family.
    alurny agk cepat…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s