(AF) Our Family (Sequel Its Okay, This Is Love)

Choi Hwangly’s Present

.

Our Family

image

(Sequel Its Okay, This Is Love)

.

Choi Siwon | Tiffany Hwang | Daniel Hyunoo Lachapelle a.k.a Daniel Choi | Lauren Hanna Lunde a.k.a Lauren Choi | Jiwon Choi | Stella Kim | Nichkhun Buck Horvejkul  | Victoria Song | Shim Changmin | Kim Soohyun

.

|PG-15|MarriedLife, Family|Oneshoot|The story is mine. I just borrow they name for my story. The cast are belong theyself and God. Please dont be plagiator. Keep RCL|Warning:TYPO|

.

.

.

5Tahun berlalu. Kini, Siwon telah resmi menjadi CEO Hyundai Corp, perusahaan warisan ayahnya yang baru saja dilantik setahun yang lalu. Sedangkan Tiffany, ia memilih pengsiun sangat cepat menjadi seorang dokter. Pilihan yang sangat berat memang, tapi Tiffany sudah memikirkannya dengan sangat matang. Kehidupan rumahtangga Siwon dan Tiffany sudah dikaruniai 2orang anak. Yang pertama, bernama Daniel Choi. Tiffany melahirkan daniel setahun setelah pernikahannya dengan Siwon, dan yang kedua, yeoja kecil  nan cantik yang memiliki sifat dan wajah yang sangat mirip dengan Tiffany. Ia bernama Lauren Choi. Lauren lahir beberapa menit setelah Daniel lahir didunia. Ya, bisa dikatakan Tiffany melahirkan anak kembar. Yaitu Daniel dan Lauren.

 

 

 

*

 

 

 

Sinar matahari menusuk mata Tiffany yang tengah tertidur melalui sela-sela kaca. Tiffany mengerjapkan matanya berkali-kali lalu membuka matanya dengan perlahan. Tiffany tersenyum lebar melihat hal pertama yang pertama kali dilihatnya hari ini adalah suaminya sendiri yang tengah tertidur pulas. Tiffany mendekatkan kepalanya lalu mengecup bibir Siwon dengan singkat namun dalam.

 

“Kau tahu? Aku masih tidak percaya kita dapat menikah seperti ini. Bahkan umur pernikahan kita akan menginjak tahun ke-5. Juga ada Danny dan Lolen yang menambah kebahagiaan kita. Aku kadang berfikir, bagaimana jika Stella eonni yang menikah denganmu” Gumam Tiffany menatap Siwon yang masih memejamkan matanya.

 

Tiffany menyingkirkan tangan Siwon yang melingkar diperutnya yang rata. Saat Tiffany hendak berdiri, tiba-tiba saja Siwon menarik tangannya membuat Tiffany kembali terbaring dipinggir Siwon.

“Mwo? Kau sudah bangun?” Bingung Tiffany

“Hm. Aku sudah bangun lebih dulu daripada dirimu” Jawab Siwon santai sambil tetap memejamkan matanya

“Jinjja?” Kaget Tiffany

“Nde. apa kau tidak bosan selalu mengucapkan kata-kata yang sama setiap bangun tidur?” Tanya Siwon masih dengan suara seraknya dan  mulai membuka matanya

“K-kau mendengarnya?” Tanya Tiffany sembari menggigit bibir bawahnya

“Nde” Jawab Siwon singkat

“Aish, aku sungguh malu” Ujar Tiffany lalu menutup wajahnya dengan tangannya. Siwon tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan. Siwon mengganti posisi menjadi terduduk diatas kasur. Siwon menyingkirkan tangan Tiffany yang menutupi wajahnya dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany, jarak diantaranya sangat tipis, hingga..

“Mommy! Daddy!” Teriak dua anak kecil itu bersamaan sembari berjalan mendekati kasur Siwon dan Tiffany. Dengan cepat Siwon memundurkan wajahnya dan tiffany mengubah posisinya yang tadinya sangat dekat dengan Siwon, kini sedikit menjauh. Diluar dugaan, Lauren melempar boneka olaf kesayangan miliknya yang sedaritadi dipegangnya kearah Siwon.

“Yak! Lauren Choi!” Kesal Siwon pada anak bungsunya

“Daddy! Apa yang kau lakukan pada mommy ku?!” Teriak Lauren

“Mwo? Aku tidak melakukan apapun” Seru Siwon

“Mommy? Gwaenchanayo?” Tanya lauren menghampiri Tiffany lalu memeluknya. Daniel mengikuti lauren naik keatas kasur kedua orangtuanya itu. Tiffany tersenyum geli melihat tingkah anaknya yang satu ini. Daniel menatap eommanya itu dengan khawatir. Sedangkan Siwon menyaksikan adegan didepannya ini dengan tatapan kesalnya

“Nan gwaenchanan” Seru Tiffany lembut, Daniel menghembuskan napasnya lega. Melihat daniel, lauren pun mengikuti tingkah kakanya itu yang menghembuskan napasnya lega.

“Yak! Kenapa kau selalu mengganggu waktu ku berdua dengan istriku sendiri” Kesal Siwon menatap Lauren

“Daddy! Kau tidak boleh seperti itu pada Lolen. Aku akan mengadukannya pada halmonie jika daddy melakukannya lagi!” Seru Daniel pada Siwon

“See? Danny oppa akan mengadukannya pada halmonie jika daddy mengataiku lagi!” Ujar Lauren cepat

“Aigo, siapa yang mengajari kalian seperti itu pada daddy kalian sendiri? Kalian benar-benar mewarisi sifat mommy kalian!” Ujar Siwon semakin kesal sedangkan Tiffany hanya terkikik melihat pertengkaran suami dan anaknya itu yang selalu saja terjadi hampir setiap hari.

“Haha, sudahlah oppa. Mereka masih kanak-kanak. Eoh, apakah kalian mau pancake?” Seru Tiffany pada Daniel dan Lauren

“Aku ingin pancake strawberry!” Seru Daniel sembari mengacungkan tangannya. Lauren melihat Daniel lalu melakukan hal yang serupa dengan Daniel

“Aku ingin pancake strawberry seperti Danny oppa!” Ujar Lauren semangat sembari mengacungkan tangannya persis seperti Daniel

“Lolen-ah, kenapa kau selalu mengikuti tingkahku?” Tanya Daniel bingung menatap adiknya

“Apakah aku tidak boleh mengikuti tingkahmu oppa?” Seru Lauren balik bertanya dengan tampang polosnya

“Entahlah. Daddy, apakah tidak apa-apa jika seorang adik selalu mengikuti tingkah kakaknya?” Tanya Daniel dengan polosnya menatap Siwon. Namun, karena Siwon masih merasa kesal dengan keduanya, Siwon hanya diam tanpa menjawab

“Mengapa daddy tidak menjawabku? Apakah daddy marah padaku?” Tanya Daniel memasang muka bersalahnya

“Daddy..maafkan aku nde?” Seru Daniel lalu mencium pipi kanan Siwon. Lauren menatap Daniel dan seperti biasanya, Lauren melakukan hal yang dilakukan Daniel. Lauren mengubah posisi nya menjadi disebelah kiri Siwon dan mencium pipi kiri Siwon “Daddy..maafkan aku nde?” Ujar Lauren.

Siwon tersenyum lalu mencium kedua anaknya “Kalian tidak bersalah” Ujar Siwon tulus. Tiffany tersenyum haru menyaksikan pemandangan didepannya itu.

“Gimme a hug daddy!” Ujar Daniel dan Lauren bersamaan

“Big hug!!” Ujar Siwon lalu memeluk kedua anaknya

“Eoh, mommy, kau tidak ikut berpelukkan?” Tanya Daniel bingung

“Mommy” Seru Lauren sedih

“Haha, arraseo. Big Hug!!” Ujar Tiffany lalu menghamburkan pelukkan kearah Siwon, Daniel, dan Lauren

 

‘Oh Tuhan, bisakah kau menjaga rumah tanggaku seperti ini untuk selamanya?’ Seru Tiffany didalam hatinya.

 

*

 

“Igeo oppa” Ujar Tiffany sembari memberikan pancake ice cream yang dibaluri selai strawberry pada Siwon

“Hm. Gomawo Fany-ah” Seru Siwon

“Mommy, mana punya ku?” Rengek Lauren

“Oh, igeo chagi-ya. Dan ini punya mu Danny-ah” Ucap Tiffany sembari memberikan pancake ice cream strawberry keinginan Daniel pada Lauren dan Daniel

“Thankyou mommy!” Seru Daniel dan Lauren bersamaan

“Hm. Cepatlah habiskan. Oppa,apa kau masuk kantor hari ini?” Tanya Tiffany pada Siwon

“Nde. ada beberapa proposal yang harus aku periksa” Jawab Siwon

“Bukankah ini hari sabtu?” Tanya Tiffany bingung

“Aku hanya setengah hari berada dikantor. Aku hanya perlu memeriksa dan menandatangi proposal yang belum sempat ku baca. Gwaenchana? Jika kau keberatan aku bisa melakukannya senin nanti” Seru Siwon

“Ah aniyo. Pergilah oppa, aku tidak apa-apa” Jawab Tiffany

“Tapi aku keberatan!” Ujar Lauren cepat dengan muka cemberutnya

“Waeyo chagi?” Tanya Siwon bingung

“Bukankah daddy dan mommy sudah janji kalau hari ini kita akan pergi ke lotte world?” Tanya Lauren semakin memajukan bibirnya

“Tapi daddymu masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan dikantornya. Jika daddy tidak melakukannya sekarang, senin nanti daddy bisa jadi tidak pulang apakah kau mau?” Ujar Tiffany berusaha membuat Lauren mengerti

“Tapi aku pengen ke Lotte world sekarang mommy!” Rengek Lauren

“Lolen-ah, kau lupa kata songsaenim? Kita akan dosa jika kita melawan orangtua” Ingat Daniel pada Lauren

“Omo, anak daddy memang pintar” Ujar Siwon kagum semabari mengelus kepala Daniel

“Benarkah oppa? Berarti, tadi lolen membuat dosa pada mommy!” Teriak Lauren dengan muka kagetnya. Oh sungguh, sifatnya sangat mirip dengan Tiffany

“Kau benar-benar replika dari mommymu lolen-ah” Ujar Siwon menatap Lauren

“Mommy. Maafkan aku nde? aku tidak ingin berdosa” Ujar Lauren lalu turun dari kursinya dan berjalan menuju tempat Tiffany dan memeluk tangan Tiffany. Tiffany mengangkat Lauren diatas pangkuannya lalu mencium kening Lauren dengan penuh kasih sayang

“Kalau mommy menciumku, itu artinya mommy tidak marah padaku kan?” Tanya Lauren dengan muka polosnya

“Aku tidak pernah marah padamu sayang” Jawab Tiffany lembut

“Thanks mommy!” Ujar Lauren lalu memeluk Tiffany

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

“ Danny oppa, apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Lauren menghampiri Daniel yang sedang sibuk sendiri dengan urusannya diatas karpet ruang tengah

“Lolen-ah, coba kau lihat ini. Apakah ini bagus?” Tanya Daniel pada Lauren sembari menunjukkan gambaran yang dibuatnya

“Oh, bukankah ini mommy, daddy, danny oppa, dan aku?” Kagum Lauren sembari menunjuk gambaran Daniel

“Hm. Otte? Apakah ini bagus?” Tanya Daniel

“Nde. ini sangat bagus oppa. Keundae, aku tidak ingin rambutku diikat. Aku ingin diurai seperti mommy!” Seru Lauren saat melihat dirinya digambarkan oleh Daniel dengan rambut terikat

“Tapi ini sudah bagus lolen-ah. Akan jelek jika kuubah lagi” Jawab Daniel. Sedangkan Lauren hanya mengembungkan pipinya kesal

“Apa yang sedang kalian lakukan chagi?” Tanya Tiffany yang tiba-tiba saja datang menghampiri Lauren dan Daniel

“Mommy. Look! Danny oppa menggambar kita. Bukankah ini bagus?” Tanya Lauren mengambil gambaran Daniel lalu menunjukkannya pada Tiffany

“Omo, kau yang menggambar ini Danny-ah?” Tanya Tiffany

“Ye mommy. Otte? Apakah itu bagus?” Tanya Daniel lalu menghampiri Tiffany dan Lauren yang tengah terduduk diatas sofa

“Hm. Ini sangat bagus. Kau akan menempelnya dimana?” Tanya Tiffany pada daniel

“Hmm…aku akan menempelnya dipintu kamarku, tidak apa-apa kan mommy?” Tanya Daniel

“Tentu saja.” Jawab Tiffany sambil tersenyum

“Mommy! Aku sangat bosan berada dirumah!” Keluh Lauren tiba-tiba

“Nde mommy. Danny juga bosan berada dirumah” Keluh Daniel

“Omo, kenapa kalian selalu sama? Haha. Arraseo, kita pergi kerumah Stella Auntie. Otte?” Saran Tiffany

“Apakah disana ada baby Clara?” Tanya Lauren dengan semangat

“Entahlah. Biarkan mommy menelepon Stella Auntie terlebih dahulu” Seru Tiffany, Daniel dan Lauren menganggukkan kepalanya semangat.

 

‘yeoboseyo?’ seru Stella dari sebrang sana

‘eonni, apa kau sedang berada dirumah sekarang?’ Tanya Tiffany

‘…….’

‘Oh, arraseo eonni. See ya. Bye’

 

“Apakah Stella Auntie dan Baby Clara ada dirumahnya mommy?” Tanya Daniel cepat setelah Tiffany memutusan sambungan teleponnya. Tiffany menggelengkan kepalanya lemah. Daniel dan Lauren samasama menghembuskan napasnya bosan.

“Ah! Mommy, bagaimana kalau kita mengunjungi Jiwon Auntie. Aku sungguh merindukannya!” Usul Lauren sembari mengacungkan tangannya. Serentak, Daniel dan Tiffany mengalihkan pandangannya kearah Lauren

“Jiwon Auntie? Ah ye mommy! Danny pun sangat merindukannya! Sudah seminggu kami tidak bertemu dengan Jiwon Auntie!” Seru Daniel semangat

“Kalian ingin mengunjungin Jiwon Auntie?” Tanya Tiffany. Daniel dan Lauren sama-sama menganggukkan kepalanya.

“Arraseo. Tunggu sebentar.” Ujar Tiffany lalu mulai menekan tombol-tombol yang ada di handphoenya

 

‘Jiwon-ah’

‘Ye eonni, waeyo?’ Tanya Jiwon dari sebrang sana

‘Apa kau sedang berada di rumah sekarang? Aku, Danny dan Lolen akan mengunjungimu’ Seru Tiffany

‘Kenapa kau tidak bilang dari tadi pagi eonni, aku sedang bersama Sunny di Apartementnya sekarang’ Ujar Jiwon

‘Hah, arraseo. Bye’

 

“Apakah Jiwon Auntie ada dirumahnya mommy?” Tanya Lauren cepat.

“Ani” Jawab Tiffany lemas. Detik berikutnya, Tiffany, Daniel, dan Lauren sama-sama menghembuskan napasnya bosan. Lalu mereka saling menatap bingung. Detik berikutnya mereka tertawa geli melihat tingkah mereka sendiri tadi.

“Haha, Mommy dan Lolen mengapa mengikuti tingkahku?” Tanya Daniel

“Aniyo! Danny oppa dan Mommy yang mengikuti tingkahku!” Sela Lauren

“Ye? Kalianlah yang mengikuti tingkah mommy. Aish Jinjja!” Gemas Tiffany

“Aniyo! Mommy yang mengikutiku!” teriak Daniel dan Lauren bersamaan membuat Tiffany merasa kaget dan menutup telinganya.

“Andwae! Kalianlah yang mengikuti tingkah mommy!” Sela Tiffany tak mau kalah

“Andwae!!!!!” Teriak Daniel dan Lauren lalu mengelitik perut Tiffany bersamaan

“Yak! Yak! Hentikan! Kalian tidak boleh melakukan ini pada mommy kalian sendiri! Hahaha” Ujar Tiffany sambil tertawa menahan geli.

KRING~

Handphone Tiffany berbunyi.  Daniel dan Lauren berhenti melakukan aksinya, tiffany dengan cepat mengambil handphone nya dan mengangkat teleponnya

 

‘yeoboseyo?’

‘Tiffany Hwang?’ Tanya seseorang diluar sana

‘Nugu?’ Tanya Tiffany bingung

‘…’

‘Mianhae, nugu..’

‘Nichkhun Horvejkul’ seru seseorang di sebrang sana

‘Nichkhun Oppa?!’ Kaget Tiffany

‘Haha nde. Bagaimana kabarmu?’ Tanya Nichkhun. Tiffany berjalan menuju balkon meninggalkan Daniel dan Lauren yang sedang duduk di sofa. Daniel dan Lauren saling berpandangan bingung

‘Oh, tentu saja baik. Bagaimana denganmu oppa? Sudah 6tahun kita tidak bertemu’ Seru Tiffany

‘Aku sangat baik. Nde, waktu tak terasa begitu cepat berlalu haha. 6tahun. Sudah lama sekali bukan?’ Jawab Nichkhun

‘Ye. Nan bogoshipoyo!! Kau bilang hanya 2tahun berada di Amerika. Tapi nyatanya ini sudah 6tahun’

‘Aku diangkat menjadi direktur tetap diperusahaan ku yang sekarang. Eoh, sekarang aku sedang berada di Korea. Aku akan berada disini selama 2minggu’ Ujar Nichkhun

‘Jinjja? Kau sedang di korea? Seoul?’

‘Nde. apakah kau mau bertemu denganku?’

‘Tentu saja aku ingin menemuimu oppa! Kapan?’

‘Hm, waktuku sekarang kosong. Bagaimana kalau kita bertemu sekarang?’

‘Ah kebetulan sekali. Aku bosan berada dirumah. Arraseo. Kita bertemu di cafe tempat kita biasa bertemu dulu, arraseo?’

‘….’

‘Ok! Bye’ Seru Tiffany lalu menutup teleponnya. Tiffany kembali berjalan menghampiri Daniel dan Lauren. Melihat Tiffany yang kembali mendekat, Daniel dan Lauren menatap Tiffany aneh yang sukses membuat Tiffany bingung.

 

“Wae baby?” Tanya Tiffany bingung

“Mommy..dengan siapa kau berbicara?” Tanya Daniel

“Hm. Nuguya mommy?” Seru Lauren

“Oh, dia teman mommy dahulu. Ia adalah Nichkhun Ahjussi. Mommy akan bertemu dengannya sekarang. Kalian mau ikut?” Tanya Tiffany lembut

“Nichkhun ahjussi? Aku tidak mengenalnya mommy” Ujar Lauren singkat

“Kalian bisa berkenalan sekarang dengannya Lolen-ah, Danny-ah. Otte?”

“Mommy! Aku ikut!” Seru Daniel Semangat

“Mommy! Aku ikut!” Seru Lauren mengikuti Daniel

“Arraseo. Cepat pakai mantel dan topi kalian. Diluar cuacanya sangat dingin” Suruh Tiffany

“Nde!” Ujar Daniel dan Lauren bersamaan.

 

 

 

*

 

 

“Mommy, dimana ahjussi yang bernama Nichkhun itu?” Tanya Lauren yang berada di samping kanan Tiffany. Sekarang, Tiffany Daniel dan Lauren sudah berada di cafe yang dijanjikan. Tiffany tersenyum setelah menemukan Nichkhun yang duduk dibangku pojok

“Eoh, itu dia! Oppa!!” Seru Tiffany sembari melambaikan tangannya kearah Nichkhun

“Dia?” Gumam Lauren

“Nde, Kajja” Ujar Tiffany lalu menggandeng Daniel dan Lauren menuju Nichkhun

“Fany-ah! Omo, bogoshipo!” Seru Nichkhun dan langsung memeluk Tiffany erat. Tiffany sedikit risih dan melepaskan pelukkan Nichkhun.

“Hehe” tawa Tiffany garing

“Mommy! Kau tidak boleh memeluk pria lain selain Daddy!” Kesal Daniel

“Nde! Akan aku adukan pada daddy!” Ujar Lauren cepat. Nichkhun mentap bingung Daniel dan Lauren

“Nugu?” Tanya Nichkhun pada Tiffany

“A-anak ku” Jawab Tiffany

“Anak?!” Kaget Nichkhun membulatkan matanya

“Hehe, nde. Danny-ah, Lolen-ah, perkenalkan diri kalian.” Ujar Tiffany

“Aniyo! Dia telah merebut mommy dari daddy!” Kesal Lauren sembari melipatkan kedua tangan mungilnya didada.

“Nde!” Ujar Daniel lalu mulai mengikuti tingkah Lauren. Sedangkan Tiffany hanya tersenyum tak enak kearah Nichkhun yang masih saja terkejut. Lalu Tiffany berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Daniel dan Lauren

“Aniyo. Mereka tidak merebut mommy dari daddy. Itu adalah pelukan sahabat. Seperti Danny jika memeluk Sulli, juga seperti Lolen jika memeluk Sehun” Ujar Tiffany berusaha membuat Daniel dan Lauren mengerti

“Jinjja?” Tanya Daniel

“Hm. Sekarang kalian minta maaf pada Nichkhun ahjussi, dan perkenalkan dirikalian. Arraseo?” Tanya Tiffany sedangkan Daniel dan Lauren hanya menganggukkan kepalanya. Tiffany tersenyum dan mengusap kepala Daniel dan Lauren bergantian, lalu kembali berdiri. Daniel dan Lauren berjalan mendekati Nichkhun dan membukuk didepan Nichkhun

“Mianhae ahjussi, namaku Daniel Choi, tapi kau bisa memanggilku Danny. Aku anak pertama dari daddy Siwon dan mommy Tiffany” Ujar Daniel

“Annyeong ahjussi, namaku Lauren Choi, tapi kau bisa memanggilku Lolen. Aku anak bungsu dari daddy Siwon dan mommy Tiffany” Seru Lauren

“Nde. Gwaenchanayo. Nichkhun imnida” Ujar Nickhun lalu tersenyum kearah Daniel dan Lauren.

“Duduklah” Suruh Nichkhun pada Tiffany

“Nde oppa. Danny-ah, Lolen-ah, anjo” Suruh Tiffany. Sedangkan Danniel dan Lauren hanya mengangguk patuh.

 

“Jadi, apa yang kau inginkan terjadi juga. Haha” Ujar Nichkhun diakhiri dengan tawanya

“Apa maksudmu?” Tanya Tiffany tak mengerti

“Untuk menjadi pendamping hidup Choi Siwon” Jawab Nichkhun

“Haha. Itu terjadi begitu saja oppa.” Ujar Tiffany

“Kenapa kau tidak mengundangku ke acara pernikahan kalian. Padahal aku ingin melihatmu diatas altar bersama pria yang kau cintai” Keluh Nichkhun

“Aku tidak memiliki contact mu. Dan kau belum juga kembali kekorea. Aku tidak bisa menghubungimu” Seru Tiffany

“Hm, bagaimana dengan Stella?” Tanya Nichkhun

“Eoh, Nickhun ahjussi mengenal Stella Auntie? Apa Nichkhun ahjussi mengenal Baby Clara juga?” Tanya Lauren menyela

“Nde, ahjussi mengenal Stella Auntie. Hm, Baby Clara? Nugu?” Jawab Nichkhun ramah sembari tersenyum

“Mommy..apa Stella Auntie tidak pernah mengenalkan Baby Clara pada Nichkhun ahjussi?” Tanya Daniel menatap Tiffany

“Nickhun ahjussi selama ini berada di Amerika. Jadi, ia belum mengenal baby Clara” Jawab Tiffany lembut. Sedangkan Daniel dan Lauren hanya menganggukkan kepalanya mengerti

“Baby Clara? Nugu Fany-ah?” Tanya Nickhun bingung

“Dia anak Stella eonni” Jawab Tiffany

“Mwo? Stella sudah menikah dan memiliki anak? Aigo, aku benar-benar ketinggalan banyak. Ceritakan padaku jebal” Pinta Nichkhun

“Ya, saat itu Stella eonni memutuskan Siwon karena ternyata Siwon mencintaiku juga. Stella eonni menyuruh Siwon untuk melamarku. Awalnya aku memang ragu, tapi dia berhasil meyakinkanku. Dua tahun setelah aku menikah dan memiliki Danny juga Lolen, Stella eonni menikah dengan seorang pengusaha bernama Kim Soohyun. Dan lahirlah Clara Kim atau kami memanggilnya Baby Clara karena ia baru berusia satu setengah tahun” Cerita Tiffany singkat

“Lalu? Jiwon? Aku merindukannya”

“Jiwon, dia baru saja bertunangan dengan Changmin tiga bulan yang lalu haha. Dan dia akan menikah sebulan lagi”

“Changmin? Bukankah Siwon tidak menyukainya?” Tanya Nichkhun bingung

“Haha, setelah bertahun-tahun, baru akhir-akhir ini saja Siwon oppa memberi mereka restu. Mungkin ia sudah sadar kebahagiaan adiknya merupakan hal yang sangat penting” Jawab Tiffany. Sedangkan Nickhun hanya menganggukkan kepalanya mengerti

“Bagaimana denganmu oppa?” Tanya Tiffany. Nickhun memperlihatkan jarinya. Terdapat cincin yang melingkar di jari manis Nichkhun. Tiffany membulatkan matanya lalu menatap Nichkhun.

“Kau sudah menikah oppa?!” Kaget Tiffany sedangkan Nickhun hanya tersenyum dan mengangguk

“Siapa wanita beruntung itu? Kenalkan padaku jebal!”

“Victoria Song” Ujar Nichkhun singkat

“MWO?!” Tanya Tiffany semakin membulatkan matanya. Ya, Victoria adalah sahabat Tiffany saat ia masih SMA dulu. Namun, mereka menjadi lost contact karena Victoria yang pindah ke Amerika.

“Nde. sahabatmu semasa SMA yang pernah kau ceritakan padaku” Ujar Nichkhun

“Oppa! Pertemukan aku dengan Victoria! jebal! Aku sungguh merindukannya!” Ujar Tiffany

“Dia akan ke Seoul minggu depan. Aku pasti akan mengabarimu” Ujar Nichkhun

“Arraseo”

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

“I’m home!!!” Teriak Siwon memasuki apartementnya. Siwon menggerakkan satu alisnya keatas bingung. Tumben sekali. Kemana ketiga orang itu. biasanya mereka selalu menyambut Siwon dengan hangat

“Miyoungie? Danny? Lolen?” Teriak Siwon memanggil ketiganya. Namun tetap tidak ada jawaban. ‘hah mungkin mereka pergi kerumah Stella atau bertemu Jiwon’ pikir Siwon. Siwon segera membersihkan dirinya. Setelah selesai,, Siwon berjalan kearah dapur dan membuka kulkas, namun ia melihat kertas kecil yang tertempel dikulkas

 

‘Oppa, Aku, Danny dan Lolen akan pergi keluar. Entahlah ini akan lama atau hanya sebentar. Jika kau lapar, aku sudah menyiapkan makanan untukmu diatas meja makan.

Much love,

Choi MiYoung.’

 

Siwon tersenyum membacanya. Lalu ia berjalan kearah meja makan dan mulai memakan masakkan yang sudah Tiffany siapkan untuknya.

 

 

*

 

 

“Haha. Ahjussi, tadi sungguh menyenangkan!” Ujar Lauren senang. Ya, setelah makan di restoran tadi, Tiffany, Nichkhun juga Daniel dan Lauren memilih pergi ke Lotteworld. Dan tadi, baru saja Lauren dan Nichkhun memasuki wahana rumah hantu. Menakutkan, namun juga menyenangkan tentunya

“Haha, kau ingin kembali kedalam Lolen-ah?” Tanya Nichkhun ramah

“Aniyo. Aku sungguh ketakutan tadi. Eoh, dimana mommy dan Danny oppa?” Tanya Lauren bingung lalu mencari-cari dimana mommy dan oppa nya sekarang

“Mommymu bilang mereka ada di kedai ice cream, kajja. Apakau mau ice cream?”

“Tentu saja! Aku sangat menyukai ice cream strawberry sama seperti Danny Oppa! Kajja Nichkhun ahjussi!” Ujar Lolen semangat lalu berlari kecil menuju kedai ice cream.

 

“Mommy! Danny oppa!” Panggil Lauren yang melihat Tiffany dan Daniel sedang memakan icecream di salahsatu meja

“Eoh, Lolen-ah!” Seru Daniel. Lauren berlari menghampiri Tiffany dan Daniel diikuti Nichkhun dibelakangnya.

“Kau ingin ice cream Lolen-ah?” Tanya Tiffany. Lauren menganggukkan kepalanya semangat

“Ahjumma, satu ice cream strawberry!” Teriak Tiffany pada ahjumma penjaga kedai

“Fany-ah, sepertinya aku harus pergi duluan. Masih ada urusan yang harus aku selesaikan” Ujar Nichkhun sedikit tak enak

“Nde? Ah arraseo oppa. Berhati-hatilah. Lolen-ya, Danny-ah. Ucapkan salam pada Nichkhun ahjussi”

“Eoh? Nichkhun ahjussi akan pergi?” Tanya Daniel

“Nde. ahjussi harus pergi ke suatu tempat. Annyeong” Pamit Nichkhun

“Annyeong ahjussi!!” Teriak Daniel dan Lauren bersamaan.

 

“Mommy! Kau tahu? Tadi aku dan Nichkhun ahjussi memasuki wahana rumah hantu. Oh god, itu sungguh menakutkan!” Seru Lauren

“Benarkah? Apakah lolen menangis ketakutan?” Tanya Tiffany

“Aniyo! Lolen kan pemberani. Tidak seperti Danny oppa yang tidak mau masuk ke wahana itu” Ejek Lauren sembari menjulurkan lidahnya kearah Daniel

“Aku lapar. Makanya aku tidak ingin memasuki wahana itu!” Ujar Daniel membela dirinya

“Jinjja? Aku tahu kalau kau itu takut memasuki wahana itu oppa!” Ujar Lauren

“Ani!!” Kesal Daniel

“Sudahlah. Lolen-ah, cepat habiskan ice creammu. Sepertinya daddy sudah pulang sekarang” Seru Tiffany

“Yes mom!”

 

 

 

*

 

 

 

Daniel dan Lauren berlari kecil memasuki lift dengan beberapa belanjaan ditangannya yang baru dibelinya di Lotte World tadi. “Danny-ah. Jangan lari!” Ingat Tiffany. “Cepatlah mommy. Aku ingin memainkan mainan baruku!” Ujar Daniel lalu memasuki lift diikuti Lauren dan Tiffany disampingnya.

Pintu lift pun terbuka dilantai 29. Daniel dengan cepat keluar dari lift diikuti oleh Lauren. Tiffany berjalan menyusul Lauren dan Daniel kedepan pintu apartement mereka, lalu Tiffany menekan password apartementnya yang sudah dihapalnya diluar kepala.

“Daddy!!!” TeriakDaniel dan Lauren saat memasuki apartementnya

“Eoh, kalian sudah pulang” Ujar Siwon menyambut keduanya. Tiffany segera menghampiri Siwon dan mengecup bibir Siwon singkat. Siwon tersenyum. Ya, inilah yang dilakukan Tiffany saat akan pergi ataupun pulang.

“Kalian habis dari mana saja?” Tanya Siwon sembari merangkul pinggang Tiffany dan berjalan menuju ruang tengah. Sedangkan Lauren dan Daniel sudah berlari menuju kamar untuk memainkan mainan barunya.

“Kami habis dari Lotte World oppa” Jawab Tiffany lalu duduk disofa diikuti Siwon disampingnya

“Bersama Stella?” Tanya Siwon sambil menyalakan tv

“Aniyo.”

“Lalu?”

“N-nichkhun” ujar Tiffany hati-hati

“Mwo?”

“O-oppa. Kau tidak marahkan? Lagian dia sudah menikah. Aku berani bersumpah!” Ujar Tiffany sembari menatap Siwon dalam

“Dia tidak melakukan hal macam-macam padamu dan anak kitakan?” Tanya Siwon menatap Tiffany tajam

“Aniyo. Dia tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh padaku ataupun Danny dan Lolen!” Ujar Tiffany yakin

“Arraseo. Keundae, bukankah dia di Amerika? Dengan Siapa dia menikah? Apa dia sudah memiliki anak?” Tanya Siwon bertubi-tubi

“Dia baru saja datang kembali ke Seoul. Dia menikah dengan Victoria. Hah, itu sungguh membuatku terkejut! Tapi, aku tidak tahu apakah dia sudah memiliki anak atau belum” Jawab Tiffany cepat

“Victoria? Victoria Song maksudmu?” Tanya Siwon kaget. Tiffany menganggukkan kepalanya

“Bagaimana bisa? Mereka saling mengenal? Oh, aku sungguh merindukan Victoria!” Ujar Siwon cukup keras. Tiffany diam tidak menjawab. Ia memajukan bibirnya dan melipat tangannya diatas dada. Menyadari tingkah Tiffany yang berubah Siwon menatapnya bingung

“Waeyo baby?” Tanya Tiffany bingung

“Untuk apa kau merindukan Victoria huh? Ah nde, aku lupa diakan mantanmu saat SMA!” Ujar Tiffany kesal. Sedangkan Siwon hanya tertawa mendengarnya

“Yak! Siapa yang menyuruhmu tertawa!” Ujar Tiffany semakin kesal

“Kau cemburu eoh?” Tanya Siwon menggoda Tiffany

“Ani!” Jawab Tiffany cepat

“benarkah? Tapi sepertinya kau cemburu” Ujar Siwon. sedangkan Tiffany hanya diam menahan kesal menatap Siwon. siwon tersenyum. Ia memegang dagu Tiffany dengan tangannya lalu mengangkat wajah Tiffany dan sedikit menariknya. Tiffany tahu apa yang akan dilakukan Siwon, ia dengan perlahan memejamkan matanya. Lalu Siwon menempelkan bibirnya dibibir Tiffany. Tiffany terdiam menikmati kehangatan yang Siwon berikan.

“Saranghae” Ujar Siwon sedikit berbisik setelah melepaskan ciumannya. Tiffany tersenyum lalu kembali mencium bibir Siwon dengan singkat namun dalam

“Aku lebih mencintaimu lebih dari apapun” Ujar Tiffany. Siwon tersenyum senang mendengarnya

“Apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku. Yakso!” Seru Tiffany lagi sembari mengacungkan jari kelingkingnya. “Yakso!” Ujar Siwon lalu menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Tiffany.

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

Hari berikutnya, Siwon, Tiffany, Daniel dan juga Lauren sudah bersiap-siap untuk berolahraga di minggu pagi. Dengan setelan olahraga yang sangat ber-class dari dirinya. Daniel. uh, siapapun akan jatuh cinta dengan anak berumur 4tahun ini. Lauren, ah siapapun akan sangat ingin memilikinya. Gaya cool yang dimiliki Daniel dan gaya classy Lauren diumurnya yang masih sangat kecil ini cukup banyak menghipnotis orang-orang yang melihatnya.

“Danny-ah, Lolen-ah!!” Teriak Siwon memanggil Daniel dan Lauren yang masih berada di kamarnya

“Wait for me daddy! Aku harus mengikat rambutku dulu!” Teriak Lauren dari dalam kamarnya, sedangkan Daniel, ia sudah keluar dan mendekati Tiffany juga Siwon yang sedang menunggunya di ruang tengah

“Lolen masih mengikat rambutnya mom,dad” Seru Daniel menghampiri Siwon juga Tiffany. Tiffany mengangguk lalu melangkahkan kakinya menuju kamar Lauren berniat untuk membantu Lauren mengikat rambutnya. Namun, baru saja Tiffany menggerakan kakinya beberapa langkah, Lauren sudah lebih dulu menghampirinya

“Mom!” Seru Lauren. Tiffany tersenyum lalu menggenggam tangan Lauren

“Omo, bagaimana bisa anakku begitu lucu?” Ujar Tiffany

“Aku malu mommy!” Seru Lauren semabari menutup mukanya dengan sebelah tangan. Tiffany hanya terkikik melihatnya

“Kajja oppa” Ujar Tiffany pada Siwon. Siwon mengangguk lalu berjalan keluar duluan disusul Daniel, Tiffany juga Lauren dibelakangnya.

 

*

 

Tiffany dan Siwon terduduk dibangku taman yang tak jauh dari Apartement mereka. Sebenarnya, di Apartement mereka pun ada taman yang cukup besar, namun Siwon memilih pergi ke taman yang tak jauh dari Sungai Han. Daniel dan Lauren sedang berolahraga kecil tak jauh dari tempat Siwon dan Tiffany beristirahat.

“Oppa, kau tidak ada urusan apapun hari ini kan?” Tanya Tiffany pada Siwon

“Ani. Wae?” Jawab Siwon

“Lolen sangat ingin mengunjungi Jiwon dan Stella. Bagaimana kalau kita mengunjunginya siang ini?” Usul Tiffany

“Bagaimana jika mereka memiliki urusan pribadi hari ini?” Tanya Siwon

“Ani. Aku sudah menghubungi mereka kemarin malam, dan mereka bilang mereka tidak memiliki rencana lain selain dirumah.” Ujar Tiffany

“Oh, okay.” Seru Siwon singkat lalu kembali memperhatikan Daniel dan juga Lauren.

 

“Mommy! Daddy!” Teriak Daniel dan Lauren lalu menghampiri Siwon dan Tiffany didepannya

“Eoh, kalian sudah selesai berolahraga?” Tanya Tiffany lalu mengangkat Lauren untuk duduk dipangkuannya, sedangkan Daniel ia sudah duduk sendiri diantara Siwon juga Tiffany

“Hm. Aku sangat capek mom” Keluh Lauren

“Aigo, kalian sangat berkeringat” Ujar Tiffany

“Apa kalian mau ice cream?” Tanya Siwon tiba-tiba

“Nde!!” Teriak Daniel

“Yeah!!” Teriak Lauren

“Arraseo. Kalian tunggu sebentar disini, okay? Fany-ah, aku akan membeli ice cream dulu. Jaga mereka nde” Ujar Siwon lalu berjalan menuju kedai ice cream

“Aku pun mau oppa!!” Teriak Tiffany dari tempatnya

“Huah, aku sangat capek” Keluh Daniel lalu menyenderkan badannya pada Tiffany

“Apa kalian masih merindukan Jiwon auntie dan juga Stella auntie?” Tanya Tiffany pada keduanya

“Yes mom! Aku sangat merindukan mereka. Dan aku pun sangat merindukan Baby Clara!” Ujar Daniel

“Nde! Aku sama seperti Danny oppa! Aku sangat sangat merindukan Baby Clara!” Ujar Laur

“Okay, siang ini kita pergi kerumah Baby Clara juga Jiwon Auntie, otte?”

“Yeaaaay!” Jawab Daniel dan Lauren senang

“Oh, itu daddy!” Seru Daniel sambil menunjuk pria tinggi dengan beberapa ice cream ditangannya. Lalu Daniel berlari mendekati Siwon, Lauren turun dari pangkuan Tiffany dan mengikuti Daniel yang berlari kearah Siwon. Tiffany pun ikut menyusul suami dan kedua anaknya itu.

“Ah, ini punya mu Danny-ah. Dan ini punyamu Lolen-ah” Ujar Siwon sembari memberikan ice cream yang dibelinya tadi

“Yak! Punyaku mana?” Tanya Tiffany kesal

“Eoh, kau menginginkannya juga Fany-ah?” Tanya Siwon berpura-pura kaget

“Jinjja!” Kesal Tiffany sambil memajukan bibirnya

“Haha, ini ice cream mu baby” Ujar Siwon. Dengan cepat Tiffany menatap Siwon.

“Mana?” Kesal Tiffany

“Igeo” Ujar Siwon sembari menunjuk bibirnya

“YAK!!!!”

 

 

**SiFany**

 

 

“Annyeong eonni! Oppa! Danny-ah! Lolen-ah!” Ujar Jiwon sembari memeluk daniel dan lauren bergantian. Ya, seperti yang sudah direncanakannya tadi pagi, Siwon dan Tiffany mengunjungi kediaman keluarga Choi sebelum akhirnya mereka akan pergi ke rumah Stella.

“Auntie! Nan bogoshipoyo!” Ujar Daniel dan Lauren berbarengan. Sedangkan Tiffany dan Siwon sudah lebih dulu memasuki rumah yang megah itu

“Nado bogoshipoyo! Aish, sudah berapa lama kita tidak bertemu?” Tanya Jiwon sembari duduk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Daniel juga Lauren

“Hm, mungkin satu bulan?” Ujar Lauren asal

“Eoh! Itu terlalu lama Lolen-ah, aku rasa kita sudah satu minggu tidak bertemu. Benarkan Auntie?” Tanya Daniel lalu menatap Jiwon sedangkan Jiwon hanya terkikik

“Haha, entahlah. Atau mungkin satu tahun?” Iseng Jiwon

“Nde?!” Kaget Daniel dan Lauren bersamaan

“Haha, auntie hanya bercanda chagi. Kajja, kita masuk untuk menemui halmonie” Ujar Jiwon lalu menuntun Daniel dan juga Lauren memasuki rumah megah itu

 

“Halmonie!!!” Teriak Daniel dan Lauren sembari berlari kecil kearah dapur. Ya, Ny.Choi selalu menghabiskan waktu nya didapur bersama para maid.

“Aigo, cucuku datang. Kemana saja eoh?” Tanya Ny.Choi sembari mencium pipi Daniel dan Lauren bergantian

“Daddy terlalu sibuk dengan pekerjaannya halmonie!” Adu Lauren pada Ny.Choi

“Aigo, benarkah? Apakah halmonie harus memarahi daddy kalian?” Tanya Tn.Choi

“Nde!!” Teriak Lauren semangat

“Keundae, halmonie. Jangan bilang pada daddy kalau kita mengadu nde? daddy pasti akan memarahi kita nanti” Ujar Daniel sedikit berbisik. Ny.Choi memamerkan senyuman manisnya.

“Arraseo. Kajja, kita keruang tengah” Seru Ny.Choi lalu melangkahkan kakinya menuju ruang tengah disusul Daniel dan Lauren yang sudah lebih dulu berlari menyusulnya.

“Aigo, bahkan anakku sendiri tidak menemuiku” Sindir Ny.Choi setelah mendapatkan Siwon yang sedang menonton tv dengan santainya

“Eoh, eomma” Ujar Siwon lalu membungkuk

“Tiffany eodiga?” Tanya Ny.Choi

“Tiffany sedang bersama Jiwon tadi. Mungkin mereka sedang dikamar Jiwon.

“Oh arraseo. Kenapa kau jarangdatang kemari?” Tanya Ny.Choi lembut

“Aku sibuk dengan urusanku di kantor eomma, mianhae” Jawab Siwon. sedangkan Ny.Choi hanya menganggukkan kepalanya. Daniel dan Lauren saling bertatapan lalu menyenggol lengan neneknya itu membuat Ny.Choi mengalihkan pandangannya kearah mereka

“Halmonie, kau bilang kau akan memarahi daddy” Bisik Lauren

“Nde. Mengapa halmonie tidak memarahi daddy?” Tanya Daniel bingung

“Aigo, aku lupa tentang itu. haruskah aku memarahinya sekarang?” Tanya Ny.Choi pada Daniel dan Lauren dengan berbisik

“Ya, apa yang kalian rencanakan?” Tanya Siwon curiga

“Ani! Kami tidak merencanakan apapun daddy!” Ujar Daniel berbohong

“Kau tidak sedang membohongiku kan Choi Daniel?” Tanya Siwon dengan nada yang sengaja dibuat sedikit menyeramkan. Daniel mundur ketakutkan lalu memegang tangan Lauren. Siwon menahan tawanya. Sedangkan Ny.Choi hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum gemas

“Run!!” Teriak Daniel tiba-tiba lalu berlari sambil menggandeng Lauren menuju kamar Jiwon. Sedangkan Siwon hanya mendengus kesal melihat tingkah anaknya itu

“Biarkan, mereka masih kanak-kanak” Seru Ny.Choi

“Ne eomma” Jawab Siwon malas.

 

*

 

“So, sudah sejauh mana persiapan pernikahanmu dengan Changmin?” Tanya Tiffany pada Jiwon sambil berbaring diatas kasur Jiwon sedangkan Jiwon terduduk disofa yang tak jauh dari ranjang tidurnya.

“Sekitar 75%. Ah jinjja, aku tidak percaya aku dan dia akhirnya bisa bersatu” Ujar Jiwon sembari menghembuskan napasnya lega

“Jangan sampai kau melupakan usahaku memohon pada Siwon untuk merestuimu bersama Changmin” Ujar Tiffany sedikit sinis

“Nde eonni!!” Teriak Jiwon gemas

“Mommy!” Ujar Daniel dan Lauren yang tiba-tiba masuk kekamar Jiwon

“Aigo, waeyo chagi?” Tanya Tiffany khawatir

“Daddy akan memakanku!” Seru Daniel berlebihan

“Nde? daddy berani memakan kalian?” Ujar Tiffany berpura-pura terkejut

“Nde!!” Ujar Lauren yakin

“Eoh, berlindunglah disini dan jangan keluar sebelum mommy atau Jiwon auntie keluar dari sini, arraseo?” Seru Tiffany mengingatkan dengan wajah seriusnya. Daniel dan Lauren menganggukkan kepalanya patuh.

“Danny-ah, Lolen-ah, lihatlah ini” Seru Jiwon. Daniel dan Lauren serentak mengalihkan pandangannya

“Wae auntie?” Tanya Daniel bingung

“Tada!! Candy yang kubeli khusus untuk kalian” Jawab Jiwon sembari memberikan candy yang cukup besar itu pada Daniel dan Lauren

“Yak! Jangan terlalu sering memberikan anak-anakku candy! Itu akan merusak giginya!” Kesal Tiffany masih diposisinya

“Aku hanya sesekali memberikan ini pada mereka eonni. Biarlah” Ujar Jiwon membela dirinya

“Nde mommy. Satu candy tidak akan merusak gigiku. Jinjja!” Seru Daniel yakin mendapat anggukkan dari Lauren

“Hah, terserah kalian saja” Ujar Tiffany malas

KRING~ handphone Tiffany berbunyi.

“Nugu?” Tanya Jiwon penasaran

“Stella eonni. Chankaman” Seru Tiffany lalu mengangkat teleponnya

 

‘Eoh eonni wae?’ Tanya Tiffany langsung

‘Kau jadi datang kerumahku hari ini?’ Tanya Stella dari sebrang sana

‘Aigo, aku lupa! Arraseo, sebentar lagi aku datang kesana. Tunggu aku eonni!’ ujar Tiffany

‘…..’

‘Nde arraseo. Bye’

‘Bye!’

 

TUT~

 

“Waeyo eonni?” Tanya Jiwon penasaran

“Aku lupa, aku akan mengunjungi rumah Stella juga hari ini” Seru Tiffany

“Nde? Kau akan pergi secepat ini?” Keluh Jiwon

“Mianhae Jiwon-ah. Ah, minggu depan aku akan mengadakan pesta bbq. Kau harus datang okay? Ajak Changmin bersamamu!” Ujar Tiffany pada Jiwon

“Minggu depan? Pesta bbq? Ah, pasti sangat menyenangkan! Jam berapa?” Tanya Jiwon

“Hm, sekitar jam 7 malam. Datang ke Apartement ku okay? Jangan lupa ajak Changmin bersamamu!” Seru Tiffany

“Nde. aku pasti mengingatnya” Jawab Jiwon

“Arraseo. Danny-ah, Lolen-ah, kajja. Kita berkunjung kerumah Baby Clara sekarang” Ajak Tiffany pada Daniel dan Lauren

“Baby Clara? Yes! Aku sangat merindukannya!” Ujar Lauren semangat

“Beri salam pada Jiwon Auntie” Suruh Tiffany. Daniel dan Lauren mengangguk menurut

“Auntie. Sampai bertemu lagi. Aku menyayangimu!” Seru Daniel lalu memeluk Jiwon hangat

“Auntie. Datanglah ke apartementku nde? saranghae” Seru Lauren lalu mencium pipi kanan Jiwon

“Arraseo!” Ujar Jiwon mantap. Lalu mengantar Tiffany, Daniel, dan Lauren sampai luar.

 

*

 

“Eomma, aku pergi dulu nde” Seru Siwon sambil membungkuk pamit kepada Ny.Choi

“Eommonim, aku pasti akan berkunjung lagi kesini” Ujar Tiffany lalu mencium pipi kanan Ny.Choi sedangkan Ny.Choi hanya tersenyum gemas melihat tingkah menantunya itu

“Halmonie! Kami pergi dulu! Annyeong!” Seru Daniel dan Lauren bersamaan

“Nde, berhati-hatilah. Jangan terlalu cepat menyetir Siwon-ah” Ingat Ny.Choi

“Arraseo eomma. Kami pergi dulu. Annyeong” Seru Siwon lalu masuk kedalam mobil menyusul Tiffany dan anak-anaknya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil

“Halmonie, Auntie, annyeong!!!” Teriak Daniel dan Lauren dari dalam mobil

“Annyeong!!!” Teriak Jiwon membalas keduanya.

 

 

**SiFany**

 

 

Mobil mewah Siwon memasuki rumah yang cukup besar. Dilihatnya seorang wanita yang sangat dikenalnya menggendong seorang bayi kecil berusia satu tahun untuk menyambut kedatangannya. Tiffany, Daniel, dan Lauren turun lebih dulu, sedangkan Siwon, ia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu

“Eonni! Bogoshipo! Omo, Clara-ya” Ujar Tiffany memeluk Stella dan mengusap pipi Clara

“Auntie! Annyeong!” Sapa Daniel juga Lauren

“Omo, Baby Clara. Aku merindukanmu!” Seru Lauren gemas melihat Clara yang masih digendong Stella

“Akupun merindukannya! Auntie, turunkan Baby Clara” Keluh Daniel pada Stella

“Haha. Arraseo” Ujar Stella lalu menurunkan Clara dari gendongannya

“Masuklah dan bermain didalam” Suruh Stella mendapatkan anggukkan dari Daniel

“Lolen-ah, Clara-ya, kajja. Kita bermain didalam. Eoh, Clara-ya, aku mempunya satu candy untukmu ini pemberian dari Jiwon Auntie” Ujar Daniel sambil menuntun Lauren dan Clara berjalan masuk kedalam rumah.

“Stella-ya” Sapa Siwon sembari mendekati tempat Tiffany dan Stella berdiri

“Oppa” Sapa Stella balik

“Dimana suamimu?” Tanya Siwon pada Stella

“Dia masih berada dikantornya” Jawab  Stella

“Dihari minggu?” Bingung Siwon

“Nde” Jawab Stella malas

“Yak! Sampai kapan kita akan diam diluar eoh?” Tanya Tiffany kesal

“Entahlah, sampai kau memberikan adik untuk Danny dan juga Lolen mungkin” Canda Stella

“Yak! Eonni!” Kesal Tiffany sedangkan Siwon dan Stella hanya tertawa geli melihat Tiffany yang merasa kesal.

“Aish” Dengus Tiffany semakin kesal

 

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

 

Satu minggu berlalu. Hari ini adalah tepat hari minggu. Jam sudah menunjukkan pukul 6sore. Tiffany, Siwon, Jiwon, dan Changmin sedang mempersiapkan peralatan dan bahan-bahan makanan untuk pesta bbq yang dibuat Tiffany seperti yang sudah direncanakannya di balkon apartementnya. Ya, balkon di Apartement Siwon dan Tiffany sangat luas hingga Siwon dan Tiffany memutuskan untuk membuat sebuah taman yang sekarang digunakan untuk berpesta.

“Chagi, tolong bawakan daging ayam dikulkas” Suruh Jiwon pada Changmin

“Arraseo” Seru Changmin patuh

“Ah, anio Changmin-ah, biarkan aku yang membawanya. Kau gantikan saja tugasku membersihkan alat panggang ini” Seru Tiffany

“Nde noona” Jawab Changmin lalu menggantikkan pekerjaan Tiffany. Sedangkan Tiffany ia berjalan kearah dapur untuk mengambil daging ayam dikulkas

“Sekarang jam berapa?” Tanya Siwon tiba-tiba

“Jam 6 sore hyung” Jawab Changmin

“Eoh, mengapa Nickhun-Victoria, Stella-Soohyun belum juga datang” Tanya Siwon bingung

“Mungkin mereka masih dijalan oppa” Jawab Stella sambil tetap menaruh beberapa bahan makanan diatas meja. Sedangkan Siwon hanya mengangguk sambil menata piring-piring dan juga gelas diatas meja

TINGTONG~

“Eoh, sepertinya itu mereka biar aku yang membukanya” Ujar Changmin mendapat anggukkan dari Siwon dan Jiwon.

“Aniyo uncle!! Biar Danny dan Lolen yang membukanya!” Teriak Daniel lalu berlari menuju pintu bersama Lauren

“Haha, arraseo.”

 

*

 

“Daddy! Mommy! Auntie! Uncle! Nichkhun ahjussi dan Stella Auntie sudah datang!” Teriak Lauren lalu berlari keruang tengah. Sedangkan Daniel, ia memberi hormatnya terlebih dahulu lalu berlari menyusul Lauren sambil menggandeng tangan Clara.

“Lolen-ah! Kau melupakan Baby Clara!!” Teriak Daniel. Sedangkan yang lainnya hanya tertawa geli.

 

“Eoh, kalian sudah da—Song!!!!!!” Teriak Tiffany melihat Victoria disamping Nichkhun

“Tiffany Hwang?!” Kaget Victoria melihat Tiffany

“Oppa! Kau tidak pernah menceritakanku pada Victoria?” Kesal Tiffany

“Mianhae, aku selalu lupa hehe” Seru Nickhun diakhiri dengan tertawa garing

“Pabo!” Kesal Victoria sambil menjitak kepala Nickhun mendapat tawaan dari yang lain

“Fany-ah! Jeongmal bogoshipoyo!!!” Teriak Victoria lalu memeluk Tiffany erat

“Nado. Jeongmal bogoshipo” Ujar Tiffany membalas pelukan Victoria

“Yak! Fany-ah! Sampai kapan kau akan berpelukan terus menerus?” Kesal Stella. Dengan cepat Tiffany melepaskan pelukannya dengan Victoria.

“Mianhae. Aku sangat merindukannya. Masuklah kedalam. Semuanya sedang berada di balkon belakang” Ujar Tiffany.

“Arraseo. Kajja yeobo. Nichkhun-ya. Biarkan Tiffany melepaskan rasa rindu dengan sahabat lamanya” Ujar  Stella.

 

“Yak! Mengapa kau tidak pernah bilang kau mengenal suamiku? Kau tahu, awalnya aku tidak mau datang karena aku tidak mengenal mu. Dia hanya bilang dia akan menghadiri pesta bbq yang dibuat temannya. Tapi dia tidak pernah menceritakanmu padaku!” kesal Victoria

“Hahaha, aku pun baru mengetahui belakangan ini jika kau menikah dengan Nickhun oppa.” Jawab Tiffany

“Haha. Bagaimana bisa kau mengenal suamiku? Dan siapa suamimu? Mengapa kau tidak pernah menghubungiku? Dan yang tadi adalah anak-anakmu? Kau memiliki anak kembar? Kapan kau menikah? Berapa usia mereka?” Tanya Victoria bertubi-tubi

“Yak! Kebiasaanmu dari SMA tidak pernah hilang. Jika bertanya kau selalu saja bertubi-tubi” Kesal Tiffany. Sedangkan Victoria hanya tersenyum memamerkan giginya

“Jadi, mana dulu yang harus ku jawab?” Tanya Tiffany

“Satu persatu” Seru Victoria

“Arraseo. Aku mengenal Nichkhun oppa tidak sengaja saat aku berada di Amerika. Aku tidak bisa menceritakannya sekarang karena itu adalah cerita yang sangat panjang. Kedua, suamiku adalah….”

“Nugu?” Tanya Victoria bingung

“Choi Siwon” Jawab Tiffany pelan

“Mwo?!!!!” Kaget Victoria dengan berteriak

“Yak! Teriakanmu sangat keras hingga membuat telingaku sakit!” Kesal Tiffany

“Mianhae. Okay, aku akan menunda kagetku. Lanjutkan jawab pertanyaanku” Seru Victoria

“Okay, karena contactmu tiba-tiba saja hilang. Kau pindah ke Amerika tanpa meninggalkan alamat rumahmu disana padaku. Jadi ya aku tidak bisa menghubungimu. Dan, ya, mereka anak-anakku mereka kembar. Yang lebih dulu lahir adalah Danny dan yang kedua adalah Lolen. Aku menikah 6tahun yang lalu. Usia Danny dan Lolen sekarang adalah 4 setengah tahun. Kau puas sekarang?” Tanya Tiffany

“Aigoo! Aku benar-benar kelewatan banyak tentang dirimu. Bagaimana bisa kau menikah dengan mantanku. Ahahahha” Ujar Victoria sambil tertawa terbahak

“Yak!!!” Kesal Tiffany. Ya, Tiffany selalu kesal jika mengingat Siwon adalah mantan sahabat karibnya sendiri, yaitu Victoria.

“Mommy! Daddy menyuruh mommy dan Auntie untuk cepat datang ke balkon. Semuanya sudah siap” Ujar Lauren menghampiri Tiffany dan Victoria

“Arraseo chagi”

 

 

*

 

 

“Oppa! Pangganglah dengan benar!” Kesal Tiffany karena daging yang dipanggang Siwon selalu saja jatuh kerumput

“Mianhae baby. Ini sangat panas kau tau? Aku refleks menjatuhkannya” Ujar Siwon membela dirinya sendiri

“Hyung, biarkan aku yang melakukannya” Ujar Changmin menggantikkan Siwon yang sukses mendapat cibiran dari Jiwon dan juga Tiffany

“Eoh, sepertinya kalian melupakan bir?” Tanya Soohyun tiba-tiba

“Ah nde! Aku lupa membelinya!” Ujar Jiwon sambil menepuk jidatnya

“Gwaenchana, aku sudah membelinya! Aku sudah menyimpannya dikulkas tadi” Seru Changmin sambil tetap membulak-balikkan daging yang sedang dipanggangnya

“Nde, pada akhirnya selalu pujaan hati Jiwon lah yang menyelesaikan masalahnya” Seru Stella

“Eonni!” Malu Jiwon sedangkan yang lainnya hanya tertawa

“Chankaman, fany-ah, kau mempunyai buah-buahan?” Tanya Nichkhun

“Semua buah-buahan ada dikulkas oppa, wae?” Tanya Tiffany

“Aku akan membuat juice apple. Victoria tidak boleh meminum alkohol saat ini” Seru Nichkhun. Refleks, semua orang menatap Victoria. Victoria menggigit bibirnya gugup

“W-wae?” Tanya Victoria gugup

“Yak! Song! Apa kau hamil?” Tanya Tiffany menatap Victoria tajam

“Hehe. Nde” Jawab Victoria malu-malu

“Yak! Kenapa tidak memberitahuku?” Teriak Tiffany kesal

“Kau terlalu banyak berbicara tadi” Jawab Victoria polos, Tiffany mendengus kesal. sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah dua orang ini.

 

 

“Cha!!! Makanannya sudah siap!” Teriak Changmin lalu membawanya ketengah meja

“Yeay! Kesukaanku!” Teriak Jiwon senang

“Danny-ah, Lolen-ah, Clara-ya. Cepatlah sini. Makanannya sudah siap” Teriak Siwon. dengan cepat Daniel Lauren juga Clara datang dan ikut duduk dimeja

“Selamat makan!!!” Teriak Soohyun. Yang lain tertawa lalu menyantap makanan mereka hingga abis.

“Huft, terima kasih karena kalian sudah hadir dalam pesta kecil yang aku buat. Jeongmal gomawoyo” Seru Tiffany mendapat anggukkan dari Siwon

“Aku dan Victoria akan kembali ke Amerika dua hari yang akan datang nanti. Kuharap, kalian tidak melupakan kami, dan saat kami kembali ke korea kuharap kita bisa mengadakan pesta kecil-kecilan seperti ini lagi” Seru Nichkhun mendapat anggukan cepat dari Victoria

“Kenapa kalian cepat sekali kembali ke Amerika?” Tanya Stella

“Pekerjaan Nichkhun oppa juga pekerjaanku disana masih banyak, eonni” Jawab Victoria. Yang lainnya hanya mengangguk

“jadi kalian tidak bisa menghadiri pernikahan ku dengan Changmin?” Tanya Jiwon sedih

“Mianhae Jiwon-ah” Seru Victoria

“Ah, bagaimana jika kita menutup pesta ini dengan mendengar nyanyian dari kedua orang yang akan menikah dua minggu yang akan datang?!” Ujar Soohyun cepat

“Eoh, Jiwon Auntie, dan Uncle Changmin akan bernyanyi?” Tanya Lauren kagum

“Bernyanyilah Auntie, Uncle!!” Seru Daniel

“Nde!! Nyanyikanlah kami semua sebuah lagu!!” Seru Tiffany senang

“Yak! Kenapa jadi kita” Kesal Jiwon

“W-wae kalian jadi menyuruh kita menyanyi” Tanya Changmin malu

“Cepatlah!” Suruh Siwon

“Nde! Anggap saja ini hadiah kalian untuk bayiku nanti” Ujar Nichkhun asal membuat yang lain tertawa

“Arraseo. Lagu apa yang harus kami nyanyikan?” Tanya Jiwon akhirnya

“Ah, kita tanya aegi yang berada didalam perutnya Victoria saja” Usul Stella

“Hahaha, arraseo. Aegi-ah. Kau ingin auntie dan uncle menyanyikan lagu apa hm?” Tanya Jiwon pada perut Victoria. Victoria tertawa kecil

“Aku ingin mendengar kalian menyanyikanku lagu breath dari SMTheBallad auntie” Ujar Victoria dengan suara yang dibuat seperti anak kecil

“Cepatlah!!” Teriak Tiffany. Changmin menghembuskan napasnya lalu menggandeng tangan Jiwon untuk berdiri. Semuanya memberi tepuk tangan untuk calon suami-istri itu.

“Hana Dul Set! Palli!!” Teriak Stella

 

‘Nado moreulge jeonhwagireul deulgo marasseo’ suara indah Changmin membuat semuanya kagum. Terlebih Tiffany, Stella, dan Victoria yang memang sangat menyukai pria dengan suara emas saat menyanyi. Semuanya bersorak membuat Changmin semakin malu

‘naya…cheom oreanmaniya
neomu himi deureoseo jabgido mianhaeseo neoreul bonaen ge…
huhwidwaeseo hansumman swineungeol’

Kini giliran Jiwon untuk mengeluarkan suaranya.

‘Neomu nollaseo mari naojido anhasseo’ nyanyi Jiwon, baru saja menyanyikan satu bait, semuanya tertawa geli

“Yaaaa” Kesal Jiwon dengan raut wajah yang aneh

“Suara mu sangat aneh seperti pororo Jiwon-ah. Haha” Ujar Siwon sambil tertawa

“Ah molla” Seru Jiwon semakin kesal

“Aku hanya bercanda. Lanjutkan nyanyian kalian” Ujar Siwon. Jiwon menghembuskan napasnya kesal lalu kembali mengeluarkan suaranya

‘ddeollineungaseumman budjabasseo
manhi himdeunji jigeum eodi ittneunji
mudgido jeone nunmuri heulleosseo’

‘Ne sumsuriman deullyeodo geurae’ Nyanyi Jiwon dan Changmin bersamaan. Semua bertepuk tangan. Lalu Jiwon dan Changmin melanjutkan nyanyiannya hingga beres.

‘….Ireohkerado gakkeum sumsorirado deullyeojugil’

Nickhun dan Soohyun berdiri lalu bertepuk tangan. Tiffany dan Stella sama-sama bersorak. Oh sungguh. Ini adalah moment yang sangat indah untuk dikenang.

 

 

**SiFany**

 

 

Berpuluh-puluh tahun berlalu, semuanya sudah berubah sekarang. Siwon sudah pengsiun menjadi CEO HyundaiCorp karena sekarang posisinya sudah digantikan oleh anaknya sendiri, Daniel. Lauren, siapa yang bisa menyangka, sekarang ia sudah menjadi fashiondesigner ternama. Tiffany, Sekarang ia lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah bersama Siwon sambil mengurus 3cucu mereka. Ya, Daniel menikah dengan Clara, anak dari Stella. Awalnya mereka memang akan dijodohkan, namun sebelum itu terjadi, mereka sudah mengumumkan hubungan mereka lebih dulu. Daniel dan Clara memiliki dua orang anak. Dan, anak-anak mereka kembar sama seperti Daniel. Yang pertama lelaki bernama Choi WuFan atau biasa dipanggil Kris, dan yang kedua perempuan bernama Luna Choi. Sedangkan Lauren, ia sudah menikah dengan seorang pengusaha muda bernama Woohyun. Dan mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Nam JiHyun.

 

Stella dan Soohyun menghabiskan waktunya di Busan sekarang, namun mereka masih tetap sering mengunjungi Siwon-Tiffany dan cucu-cucu mereka di Seoul.

Jiwon dan Changmin. Mereka dikaruniai 3orang anak. Dan seorang cucu. Jiwon dan Changmin tinggal bersama ketiga anaknya dan juga cucunya di Seoul.

Dan yang terakhir, Nickhun dan Victoria. Mereka memilih untuk pindah ke Seoul. Mereka memiliki dua orang anak. Dan satu orang cucu. Anak pertamanya yang bernama Kai Horvejkul menikah dengan seorang wanita cantik bernama Shim SeMi yang tak lain adalah anak dari Jiwon dan Changmin. Dan seorang cucu mereka yang bernama Pimtha Thanida Horvejkul.

 

Walau semua nya sudah berubah sekarang, persahabatan dan kekeluargaan semuanya masih terjalin dengan sangat baik. Terlebih dengan terikatnya anak-anak mereka.

 

__TheEnd__

 

 

Hello guys, kembali lagi dengan saya, Author Choi HwangLy hahaha. Btw, thanks udah mau baca fanfict-fanfictku yang suka aku share ke SI. Dan seperti yang kalian minta, aku buat sequel untuk FF aku sebelumnya yang berjudul ‘Its Okay, This is Love’.  Maaf kalo ceritanya jelek atau jalan ceritanya ga jelas. Tapi, semoga suka sama sequel ini ya!!

See ya next time! Bye bye!

61 thoughts on “(AF) Our Family (Sequel Its Okay, This Is Love)

  1. aww so cuteee… keluarganya damai ya hehehe suka deh kalo ada danny sama lauren gatau kenapa😀 daebak pokoknya! ditunggu karya selanjutnya

  2. Woww.. it’s so great
    happy family
    Paling demen lah nh klo udh baca ff marriage life
    so sweet, so cute, so good
    SIFANY DAEBAK
    makin cinte aje aye sm nh couple
    author’a jg ga kalah hebat
    siip lah pkok’a

  3. Nice story thor.benar2 happy family.
    Dari mereka menikah,punya anak,punya menantu dan sampai punya cucu,keluarga yg bahagia.
    Keren thor ffnya.tetap semangat thor.author jjang.
    Ditunggu ff yan lainnya thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s