(AF) We Are Really “Good Friend” PART II(END)

We Are Really “Good Friend” PART II(END)

poster we are really good friend

(sequel a little summer to youWe Are Really “Good Friend” PART II(END))

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won

Genre: drama, romance

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian. Happy reading and don’t forget to comment!!!

Wanita itu memandang wajah orang yang dicintainya itu dengan air mata. Lelakinya telah pergi, meninggalkan dunia yang mempertemukan mereka. Air mata deras yang mengalir dari wanita itu diiringi dengan senyuman khas ketentraman.

“Tuhan tidak akan membiarkan kita berpisah lagi dalam waktu yang lama oppa, aku yakin itu” ucap wanita itu

Diciumnya kening lelakinya itu sebelum selimut putih rumah sakit menutupi seluruh tubuh lelaki yang masih terlihat tampan walau darah bekunya membuat wajahnya terlihat pucat.

%%%

Hari-hari siwon kini ia lalui tanpa tiffany. siwon masih enggan kembali ke London dan memilih untuk menenangkan dirinya selama seminggu di kota the beatles. Bertemu dengan banyak orang dan mendengar cerita-cerita mereka. Cerita pasangan nenek dan kakek yang saling mencintai dan hidup bersama hampir tujuh puluh tahun, seorang lelaki tua yang ditinggal kekasihnya sejak bertahun-tahun dan masih setia menunggu, hingga pasangan remaja muda labil yang terlihat sangat manis. Setelah seminggu menyendiri, ia akhirnya memilih kembali ke London dan bertekad untuk memperjuangkan cintanya.

Ting

Denting lift dalam apartemen siwon terdengar saat siwon akan memasuki lift.

“siwon?”

“nichkhun?”

Nichkhun yang berada dalam lift akhirnya mengajak siwon ngobrol di café terdekat.

“kemana saja kau? Aku sudah hampir semingguan disini dan kau menghilang begitu saja” kata nichkhun setelah meneguk cappucinonya

“hanya sedang ingin sendiri saja. Sangat merindukanku?” goda siwon

“tsk. Tentu aku lebih merindukan minnieku daripada kau” seketika senyum siwon memudar, mungkin sedetik yang lalu ia lupa kalau nichkhun milik tiffany dan begitupun sebaliknya. “ngomong-ngomong aku punya kabar baik. Aku dan tiffany akan segera menikah”

Uhuk uhuk uhuk

Siwon tersedak mendengar ucapan nichkhun. Benarkah hal yang paling ditakutkannya akhirnya terjadi? sepupunya, sekaligus wanita yang diciintainya kini akan menikah.

“sepertinya beritaku benar-benar mengejutkanmu” godaan nichkhun tidak membuat siwon bergeming. Ini adalah berita sangat besar, dan sebesar itulah hati siwon hancur.

***

“oppa?” kaki tiffany memaku melihat siwon yang berdiri tak jauh dari dapur apartemennya, menatapnya dengan tatapan yang menyedihkan.

“kau akan menikah dengan nichkhun?”

Pertanyaan dingin siwon tidak dijawab oleh tiffany. lidah tiffany kelu tak tahu jawaban apa yang harus ia utarakan.

“jawab aku tiffany hwang” teriakan siwon justru menjatuhkan gelas yang dipegang tiffany. terlonjak kaget saat siwon membentaknya dengan pertanyaan itu. belum pernah ia lihat siwon begitu marah padanya seperti ini.

“kau benar. Kau begitu kekanak-kanakan hingga kau sendiri tidak bisa menentukan siapa yang kau cintai. Menyakiti hati orang dihadapanmu ini berkali-kali hingga rasanya garampun tidak akan terasa sakit saat ditaburkan disana karena rasa sakit yang kau berikan jauh melebihi apapun” air mata tiffany tidak dapat berhenti mengalir saat siwon mengucapkan kalimat yang begitu kejam baginya. Tapi memang sekejam apapun kalimat siwon tiffany tetaplah wanita paling kejam.

“lihatlah, kau selalu saja menangis saat seperti ini. kau tahu? Aku rasanya sudah kehabisan air mataku karena kau sudah mengurasnya

“apa kau mencintai nichkhun? jawab aku tiffany hwang” kata siwon sambil mengguncang-guncang tubuh tiffany yang tetap saja menangis tanpa mau memperlihatkan wajahnya pada siwon. entah karena terlalu besar kesalahannya atau takut kembali goyah, bagi tiffany menatap mata siwon adalah hal yang paling ia hindari saat ini “baiklah, jika ini yang memang kau mau” siwon melepaskan tiffany yang terduduk lemas di lantai.

“selamat tinggal” ucap siwon sebelum pergi meninggalkan tiffany yang terisak

***

@Hotel Seoul, Korea

“aku tidak menyangka punya saudara seburuk kau tiffany” penuh amarah bercampur dengan jijik, itulah wajah yang ditunjukkan jae hyung pada tiffany di ruang make up pengantin. “lihatlah, kau hanya bisa menangis, terlalu kekanak-kanakan. Tidak seharusnya temanku mencintai gadis sepertimu”

Ahn jae hyung tidak kuat lagi menahan amarahnya. Mengetahui semua yang terjadi dan dimintai sahabat baiknya untuk menyerahkan surat untuk tiffany di hari pernikahan gadis itu. kalau saja jiyoung tidak datang tepat waktu mungkin tiffany sudah kena tampar dari jae hyung.

Kini, calon pengantin wanita itu menangis sejadi-jadinya. Bukan hanya karena kalimat sepupunya yang begitu memilukan tapi karena suraat siwon yang membuatnya semakin merasa marah pada dirinya sendiri. marah karena selalu bersikap kekanak-kanakan, marah karena tidak pernah mau mengakui cintanya, dan marah pada setiap hal yang telah ia perbuat pada dirinya hingga membuat orang yang dicintainya ikut tersakiti.

Dear My beloved friend

Maafkan aku yang selalu mencintaimu, tidak pernah berhenti memperhatikanmu, dan akan tetap memperjuangkanmu.

Selamat atas pernikahanmu dengan Nichkhun. Tidak tahu apa yang telah diperbuat sepupuku itu di masa lalu hingga ia beruntung bisa memilikimu.

Semoga kau selalu bahagia. Jangan pernah menangis lagi, apapun yang terjadi.

Jangan lupa untuk selalu menjaga tidurmu, kau selalu insomnia bukan? Aku yakin sekarang kau tidak akan insomnia lagi karena sepupuku tiap malam bisa memberikan ciuman hangat untukmu.

Maaf aku hanya bisa mendoakanmu. seperti yang aku katakan, aku akan tetap memperjuangkanmu dan hanya dengan perjuangan paling lemah itu akan berjuang, doa

You Beloved Friend

Choi Siwon

 

5 tahun kemudian

Ucapan selamat tinggal siwon benar-benar selamat tinggal. Tiffany tidak melihatnya setelah hari itu. sedetikpun dan dimanapun. Bahkan keluarga siwonpun juga enggan untuk berbicara pada tiffany. sekarang tiffany sudah menjadi penata musik sukses di dunia perfilman korea. Film-film maupun drama yang melibatkannyapun juga beberapa kali menyandang gelar penata musik terbaik. Ilmunya dari universitas art London digunakannya dengan amat baik.

Dua tahun lalu. Dengan amat mengejutkan tiffany melihat nama siwon di credit title sebuah film indie yang sukses menggaet hati para kritikus dunia. Setidaknya ia lega mengetahui siwon ternyata menjadi orang yang sukses.

“kita akan bertemu” batinnya

-sifany-

@kantor perusahan Nick

“bagaimana kabarmu setelah mencampakkanku?” tiffany menghampiri nichkhun di kantornya

“berhenti membuat seolah-olah aku nappeun namja” katanya sembari memeluk tiffany. “bagaimana kabarmu?” lanjutnya

“apa ucapanku salah?” siapa yang membatalkan pernikahan secara tiba-tiba dulu? Aku baik dan aku membawakan makanan untukmu karena kudengar kau saking sibuknya melupakan makanmu” ucapnya disertai senyum lebar dan menunjukkan kotak makanannya

“baiklah kita sama-sama nappeun. AKu mencampakkanmu dan kau berselingkuh dengan sepupuku di belakangku. Aku masih ingat saat hari pernikahan kita kau menanngis sejadi-jadinya hingga membuat semua orang yang melihatmu menatapmu dengan penuh keprihatinan. Mana mungkin aku meneruskan pernikahan kita”ucap nichkhun sambil memasukkan makanannya ke mulutnya

Menilik kembali ke kejadian itu akan membuat kita kembali pada saat dimana tfaany mencari jati diri. dia tidak mau lagi membuat orang-orang disekitarnya tersakiti karenanya. Cukup oemma, siwon, dan nichkhun. Tidak ingin lagi dan tidak akan lagi hingga ia berusaha keras untuk berkarya, membahagiakan orang-orang yang disayanginya dan masyarakat.

“Hmmm.. mashita-“ ucapan nichkhun menginterupsi lamunan tiffany. “-Kau calon ibu rumah tangga yang baik, masakanmu enak. Seharusnya aku dulu tidak membuangmu” goda nichkhun masih dengan makanan di mulutnya

“berhenti menggodaku. aku tidak akan jatuh cinta dengan orang yang sudah beristri”

“aku yakin victoria tidak akan cemburu kalau kau jadi selingkuhanku” nichkhun ertawa atas kalimatnya sendiri “Ngomong-ngomong, minggu depan baekhyun dan taeyon menikah? Kau kapan? Kau masih menunggu siwon? kau nanti jadi perawan tua”

“makan saja makananmu. Kenapa kau jadi sangat cerewet. Aku akan ke amerika nanti sore” nichkhun tersedak mendengar ucapan tiffany

“Amerika? Ya, adik iparku akan menikah dengan sahabatmu dan kau akan meninggalkan kami begitu saja?huh?”

“ini minum dulu, kau tersedak jangan banyak bicara. Aku ada urusan, kerjasama proyek baru film amerika-korea”

“bukankah kau tidak ikut juga tidak apa-apa,lagipula-“

“aku harus ikut” sela tiffany yakin. Kalimatnya begitu tergas hingga nichkhun tidak ingin berkomentar lagi, percuma jika memang gadis itu sudah benar-benar yakin akan keputusannya.

***

@starbuck, New York, America

“hello tiffany-si” siwon begitu formal selama pertemuan kerjasama film terbaru mereka. Sekarang, untuk pertama kalinya, setelah lima tahun berpisah. Mereka bertemu berdua di sebuah Negara yang tidak pernah mereka masukkan list dalam daftar Negara yang ingin mereka kunjungi bersama.

“apa kau tidak merindukanku?” ucap tiffany santai. Menikmati setiap detik memandang lelaki yang selama ini berada di hati dan pikirannya.

“Ye?” sapaan siwon belum dijawab dan dengan mengejutkan gadis ini mempertanyakan ‘kerinduan’?. “kau frontal sekali tiffany si” ucap siwon sambil menyesap espressonya. bertemu di starbuck terdekat tempat mereka baru saja menyelesaikan meeting.

“saranghae” ucapnya masih dengan nada yang sama. Siwon hampir tersedak mendengarnya.

“I LOVE YOU, saranghae oppa” tiffany terlihat begitu tenang mengucapkannya. “berhenti memanggilku tiffany si, aku sangat terganggu. Bukankah kau dulu sering memanggilku chagie, panggil aku seperti itu”

Otak siwon tidak bisa berpikir. Ini bukan seperti tiffany yang dikenalnya. “apa karena tidak bisa bersamaku kau jadi sedikit gila?”

Ucapan siwon berhasil membuat wajah datar tiffany berubah. Dia tertawa mendengar ucapan siwon. “no. setelah kau tinggal. Aku berubah menjadi wanita dewasa” ucapnya dengan elegan.

“wow…kau benar-benar dewasa. Katakan! Kenapa kau tiba-tiba mengatakan I LOVE YOU dengan sangat mudahnya. Seingatku kau tidak pernah sekalipun mengatakan kalimat itu meskipun aku jutaan kali mengatakannya padamu”

tiffany tampak berpikir sebelum menjawab “berapa kali kau mengatakan kalimat itu?”

“maksudmu?”

“berapa kali oppa mengatakan saranghae padaku. Belasan, puluhan, ratusan? Aku akan mengatakannya sebanyak itu” siwon tertawa terbahak-bahak mendengarnya. “oke, aku akan mencoba menghitung. Oppa mengatakan dua kali saat SMA dan hmm.. setiap hari sebelum tidur saat kuliah..uuuhh..satu tahun tiga ratus enam…”

Selama tiffany berusaha menghitung siwon sudah sedari tadi terkejut dengan kalimat tiffany saat gadis itu berkata siwon mengucapkan I LOVE YOU sebelum tidur.

“kau mengetahuinya? Sebelum tidur?”

“apa oppa pikir aku tidak pernah sadar kalau oppa selalu mengucapkan I LOVE YOU setelah oppa memberikan ciuman selamat malam saat kita kuliah dulu?” ucapnya disertai senyum cerah mengembang. Gadis ini mengetahui semuanya, pikir siwon. “dan aku selalu tidak bisa tidur jika kau penelitian di luar kota karena terlalu merindukan ciumanmu. Maaf, aku baru menyadarinya setelah menerima suratmu” lanjut tiffany

Siwon benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang baru didengarnya. Ini seperti sebuah keajaiban datang ketika cinta belasan tahunnya datang dan mengatakan hal-hal yang mengejutkan padanya. Gadis itu tidak bisa tidur karena alasan itu? jadi karena alasan itu juga siwonlah yang selalau diganggunya tiap malam dan bukan kekasihnya?

“aku sudah menghitungnya. Ada sekitar 1097 ucapan cinta darimu. Belum lagi saat kita bercinta di Liverpool, aku tidak mengingat berapa kali kau mengatakannya. Aigoo.. ini pasti membutuhkan waktu lama. Sekitar 1100-“

“ya, bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu disini?” protes siwon. gadis di depannya semakin lama ucapannya semakin tidak terkontrol. Tidak sadarkan mereka sekarang berada di sebuah café dengan pengunjung berada di sisi kanan kiri mereka “Lagipula, bukankah kau dulu akan menikah dengan nichkhun?”

“Oke. Kalau begitu ayo kita bicarakan di korea saja dan jangan sok tidak tahu soal hubunganku dengan nichkhun. Dia sepupumu, kau pikir aku bodoh?” entah kenapa nada tiffany tiba-tiba meninggi. “kau meninggalkanku di korea bertahun-tahun padahal kau tahu aku batal menikah dengan nichkhun karenamu. Kau tega oppa“

“aku-“

“mian. Apapun jawabanmu aku tidak mau tahu yang penting sekarang kau mau kembali ke korea bersamaku” kalimatnya kembali tenang dan diiringi senyum

“aku tidak ingin kembali ke korea” senyum tiffany memudar mendengar jawaban siwon, dia tidak berhasil. “aku ingin kembali ke tiffany hwang” lanjut siwon

Air mata kesedihan tiffany yang akan jatuh sekarang berganti menjadi air mata bahagia

“aigoo..ternyata kau tetap seperti anak kecil”

***

Siwon dan tiffany berlari sekencang-kencangnya di bandara California. Besok pagi adalah hari pernikahan baekhyun dan taeyon tapi mereka bisa-bisanya belum memesan tiket jauh-jauh hari. terlebih ini adalah musim panas, hari libur biasanya jarang bisa membeli tiket langsung.

“tiffany, ini salahmu. Kau tidak mengatakan kalau pernikahannya besok” ucapnya sambil berlari

“oppa tidak pernah bertanya. Malah sibuk berkencan” gerutu tiffany tak mau kalah

“bukankah aku harus putus dulu dengan pacarku kalau aku ingin bersamamu? Sir, two tickets to seoul…”

selama siwon membeli tiket tiffany menggerutu terus. Sepertinya sifat kekanak-kanakkannya muncul lagi setelah di dekat siwon “…padahal, selama lima tahun aku tidak berusaha berpacaran dengan-“

CUP, aksi siwon tidak hanya mengejutkan tiffany tapi juga petugas tiket yang berada di depan mereka

“ehmm..sir, this is your ticket” kata petugas itu sambil menyerahkan tiketnya pada siwon

“ok, thank you sir” siwon menggeret tiffany yang masih shock

***

Disinilah mereka, melarikan diri dari pesta baekhyun dan taeyon. Setelah acara di gereja, mereka tidak mengikuti acara pesta kebun yang meriah itu. berjalan tanpa alas kaki di pantai dengan bergandengan tangan.

“kau tidak ingin bicara sesuatu oppa?” tanya tiffany. mereka hanya menyusuri tepi pantai dalam damai. Menikmati setiap terpaan angin di sela-sela rambut mereka

“saranghae” jawabnya masih dengan menggenggam erat tiffany dan berjalan menyusuri tepi pantai

“oppa jangan mengatakan itu lagi. Hutangku semakin banyak” siwon hanya bisa tertawa mendengarnya. “ya ya ya. Apa yang kau lakukan?” tanya tiffany karena tiffany tiba-tiba saja berada di gendongan siwon, dibawanya tiffany ke mobil, dan selama perjalanan entah kemana itu, tiffany tidak mendengar jawaban apapun yang dilontarkan siwon sebanyak apapun dia bertanya

“oke kita sampai” siwon segera keluar mobil dan membukakan pintu tiffany. tapi apa yang dilakukannya selanjutnya benar-benar membuat tiffany malu. Lelaki yang dibutakan cinta itu, tidak pernah membiarkan tiffany menginjak lantai sedikitpun. Dia menggendong tiffany dari parkiran mbil hingga apartemennya. Semua orang menatap mereka aneh tapi baik siwon maupun tiffany justru menganggap hal itu lucu.

“aigooo..kau ternyata berat juga” ucapnya setelah meletakkan tiffany di sofa. Siwon terngah-engah, membuka lemari es dan meminum sebanyak yang dia mau untuk melegakan dahaganya. Tiffany di sudut lain tertawa melihat tingkah siwon yang selalu tidak terjangkaunya.

“lagipula untuk apa oppa melakukan hal gila seperti tadi?”

“untuk menunjukkan kalau aku gila. Cinta yang tidak gila itu bukan cinta, remember” ucapannya disertai smirk saat menatap dalam mata tiffany. selanjutnya, kalian pasti tahu bahwa ciuman antara tiffany dan siwon yang manis terjadi. Ciuman itu semakin lama semakin bukan sekedar ciuman hingga tiba-tiba tiffany menghentikannya.

“wae?” tanya siwon

“oppa akan lebih banyak menyatakan saranghae kalau bercinta. Aku tidak ingin menambah beban hutang ‘saranghaeku’ padamu”

Benarkah itu alasannya? Siwon benar-benar tidak habis pikir. Tiffany benar-benar menganggap hutang itu serius. Interupsi tiffany benar-benar disaat yang tidak tepat. Tatapan siwon benar-benar sebal pada gadis itu

“wae?” tiffany mulai takut melihat tatapan siwon

Siwon mengehla nafas berat. Merasakan amarah di  dalam hatinya yang tidak bisa ia keluarkan begitu saja di depan tiffany. akhirnya ia justru merutuki diri sendiri.

“tiffany hwang, apakah kau benar-benar menganggap itu serius?”

“itu, apa?” entah kemana kecerdasan gadis ini pergi kalau sudah berada di samping siwon

“hutangmu. Hutang mengatakan cinta padaku” nada siwon terlihat benar-benar tidak baik

“owh..nde..” tiffany benar-benar ketakutan dengan tatapan siwon, terlebih sekarang tiffany hanya berjarak beberapa centi di depan siwon. Tiffany sudah memejamkan matanya menganggap aka nada ciuman lagi namun saat itu juga siwon dengan keras menggebrak meja di samping tiffany hingga membuat gadis itu terlonjak

“kalau begitu mari kita membuat perhitungan” ucap siwon sambil menarik kursi dapur

Selama sejam berikutnya tiffany maupun siwon adu argumen tentang berapa harga satu ucapan cinta, ciuman, maupun bercinta. Semuanya itu mempunyai harga yang dipatok dengan satuan ucapan cinta. mereka benar-benar pasangan yang aneh.

“tidak bisa, bercinta harusnya setara dengan 50 ucapan cinta” ungkap tiffany tak mau kalah

“kau ini. mana bisa seperti itu, bercinta itu 30. Masa ciuman setara 10 bercinta 50, kurang adil” siwon juga tak mau kalah

Perdebatan itu memakan waktu tidak sedikit hingga rasanya siwon sudah tidak menginginkan apa yang benar-benar diinginkannya beberapa waktu lalu hingga berakhir pada perdebatan ini, bercinta.

“aku mengantuk oppa, lelah”

“hmm..nado. kita tidur saja”

Akhirnya memang mereka berakhir di tempat tidur, bukan melakukan tidur tidak sopan tapi benar-benar terlelap karena terlalu lelah berdebat.

***

Berbulan-bulan telah berlalu sejak taeyon dan baekhyun menikah. Selain itu, jonghyun dan jiyoung juga telah menikah, sangat mengejutkan bukan? Lalu bagaimana dengan ahn jae hyung? Sepupu tiffany ini sudah lama putus dari jiyoung entah karena apa. Ahn jae hyung masuk dalam ranah industry hiburan korea. Memang siapa lagi yang mengantar tiffany menjadi penata musik terbaik kalau bukan film-film maupun drama ahn jae hyung. Mereka berdua terkenal sebagai duo lucky karena setiap dua saudara ini disatukan pasti film ataupun dramanya akan sukses tidak hanya di kalangan sineas tapi juga di pasaran.

“will you marry me tiffany hwang” itulah ucapan yang siwon lontarkan saat tiffany berkali-kali menggerutu bahwa semua sahabat-sahabatnya sudah menikah sedangkan dia dilamar saja belum. “kau benar-benar ingin aku mengucapkan itu?” lanjut siwon.

Mereka sedang duduk santai makan pop corn di ruang televisi apartemen tiffany. membahas hal serius dengan nada dan ekspresi datar seolah-olah seperti gossip yang tidak begitu penting.

“ani, aku hanya benar-benar ingin menjadi istrimu” jawaban santai tiffany terasa begitu manis bagi siwon

Sejenak siwon berpikir “buka bajuku!” ucap siwon dengan suara bergetar

“ye?” tiffany tidak begitu mendengar ucapan siwon. Masih asyik makan pop corn dan melihat televisinya yang tiba-tiba mati. Siwon yang mematikannya tentu saja.

Tiffany segera menoleh “apa lagi choi siwon? kau memmmpphh” popo corn tiffany berjatuhan ke lantai. Ciuman siwon kali benar-benar penuh gairah dan cinta. Bahkan mereka berdua tersenyum dalam ciuman yang semakin lama semakin dalam dan panjang itu.

Kemeja tiffany sudah berada di lantai dan tiffany membuka kaos siwon. Kulit tangan tiffany dengan leluasa menjelajahi tubuh siwon yang topless hingga ia berhenti mencium siwon saat  ia memegang kalung siwon. dilihatnya kalung itu berisi dua cincin indah yang sangat familiar dalam hidupnya, cincin dari ibunya. Air mata gadis itu kini mengalir di tengah-tengah senyumannya.

“will you be my wife tiffany hwang?” ucap siwon

“oppa, darimana kau-“ tiffany benar-benar terharu dan tidak percaya apa yang dilihatnya

“aku mendapatkan ini dari appamu. Maafkan aku, walaupun selama lima tahun aku tak menghubungimu. Aku selalu kontak dengan keluargamu dan ayahmu memberikan ini saat aku berkunjung ke rumahmu di California”

“what?”

“ayahmu benar-benar yakin suatu hari kau akan menikah denganku”

“lalu kenapa kau menghilang? Kau benar-benar kejam oppa”

“setelah aku meninggalkanmu waktu itu aku berjanji kalau aku tidak akan mencarimu lagi kecuali kau yang melakukannya. Aku telah berjuang sejak kita di SMA. Aku tidak ingin berjuang seperti itu lagi. Aku ingin kau yang benar-benar yakin kalau kau mencintaiku dan aku ingin kau memperjuangakanku. Lagipula, aku berjuang untukmu sejak SMA hingga lulus kuliah. Tidak bisakah kau berjuang untukku lima tahun saja?”

“mian” ucap tiffany singkat. Siwon tersenyum melihat ekspresi rasa bersalah tiffany

“kau belum menjawab pertanyaanku tiffany”

“yes..yess..yesss.. im yours choi siwon” tiffany menghambur ke pelukan siwon. memeluknya erat dan mencium siwon penuh dengan rasa gembira dan cinta.

EPILOG

Wanita tua itu memandang wajah orang yang dicintainya itu dengan air mata. Suaminya, choi siwon telah pergi setelah mereka bersama empat puluh tahun, empat puluh tahun tanpa perpisahan yang panjang. Air mata deras yang mengalir dari wanita tua itu diiringi dengan senyuman khas ketentraman.

“Tuhan tidak akan membiarkan kita berpisah lagi dalam waktu yang lama oppa, aku yakin itu” ucap wanita itu

Diciumnya kening lelakinya itu sebelum selimut putih rumah sakit menutupi seluruh tubuh lelaki yang masih terlihat tampan walau darah bekunya membuat wajahnya terlihat pucat. Selamat jalan Kekasih Hatiku..

Mereka telah bersama hingga maut memisahkan mereka. Tiffany sampai kapanpun tidak pernah bisa membayar hutang cintanya pada siwon karena mereka begitu saling mencintai. Berulang kali siwon mengatakan bahwa hutang itu telah terbayar karena tiffany memberikan cinta dan keluarga yang indah untuk siwon tapi tiffany selalu berpikir bahwa hutang itu semakin menumpuk karena siwon memberikan cinta dan kasih saying yang jauh melebihi apa yang diberikannya. Lima jam setelah siwon meninggal, tiffanypun ikut dipanggil oleh Tuhan. Tiffany benar, Tuhan tidak membiarkan mereka berpisah terlalu lama.

END

 

52 thoughts on “(AF) We Are Really “Good Friend” PART II(END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s