(AF) Sorry Part 1

SORRY PART 1

 received_808976042509078.jpeg

Author             : @Zoey_loe

Genre              : Sad, Romance

Main Cast        : Tiffany Hwang, Choi Siwon

Other Cast       : Lee Donghae, Choi SooYoung

Length              : Chapter

Okey!! Happy reading and keep RCL please…….

 

“fany aah mianhae” seorang pria tampan berkulit putih susu dengan bola mata coklat miliknya sedang menatap sendu kearah kekasihnya.

“keunde wae? Kenapa oppa mengakhiri hubungan kita? Apa alasannya” Tanya sang wanita yang penasaran karena kekasihnya tiba tiba memutuskan hubungan mereka. Tatapan nya pun tidak kalah sendu, dia sangat khawatir.

“appa dan eomma menjodohkan ku dengan wanita pilihan mereka, sebenarnya sudah lama, tapi aku masih bisa menolaknya. Sekarang aku benar benar tidak bisa menolak nya fany aah” jelas sang pria pada kekasihnya dengan penuh perasaan bersalah. Tangan nya diletakkan di kedua sisi bahu kekasihnya untuk memberikan penjelasan apa yang sedang terjadi saat ini.

“Tiffany bagaimana kalau kita pergi jauh, berdua. Nanti kita meni-“  belum selesai pria itu berbicara Tiffany sudah memotong nya lebih dulu sambil melepaskan genggaman pria itu di bahu nya.

“donghae oppa andwae!! Bukannya aku tidak mau, tapi aku tidak bisa” cela Tiffany kepada kekasihnya yang bernama Donghae itu.

“wae? Bukannya kita saling mencintai fany aah” Tanya donghae menarik salah satu tangan Tiffany dan menggenggam nya erat.

“tapi bukan seperti ini oppa, kita tetap harus meminta restu orang tua mu” jelas Tiffany tertunduk melirik tangannya yang sedang di genggam erat oleh donghae.

“tapi orang tuaku tidak merestui kita” jawab Donghae sambil menatap manik mata indah Tiffany yang terlihat sangat bingung harus berbuat apa.

“kalau begitu turutilah kemauan mereka” Tiffany pasrah perlahan mengendurkan genggaman tangan donghae. Rela tidak rela dia harus melepas kekasih yang sudah bersamanya satu tahun lebih itu.

“apa hubungan kita benar benar harus berakhir seperti ini?” Tanya donghae sambil memegang bahu Tiffany lagi meminta jawaban pada kekasihnya itu.

“hmm, jika itu yang terbaik untuk mu” jawab Tiffany sangat lirih, hati nya benar benar sakit.

Tiffany langsung memalingkan muka nya kesembarang arah agar Donghae tidak melihat air matanya yang sebentar lagi akan tumpah, sayang Donghae mengetahuinya lebih dulu. Di tarik tubuh Tiffany kedalam dekapannya dan disitulah air mata Tiffany tumpah, tangis nya pecah Tiffany menangis sejadi jadinya dipelukan Donghae. Tanpa sadar Donghae pun ikut menangis, Donghae berusaha menenangkan Tiffany mengusap bahu nya dengan sayang.

Mereka saling mencintai tetapi sepertinya mereka tidak bisa bersatu. Tiffany hanya seorang guru balet di sebuah sekolah balet di korea sedangkan kedua orang tuanya sudah lama meninggal, Tiffany hanya sebatangkara hanya Donghae yang dia punya. Tetapi orang tua Donghae Tidak pernah merestui hubungan mereka, karena Tiffany hanya seorang guru balet sedangkan Donghae anak tunggal pemilik perusahaan ternama di korea. Bagaimana mungkin orang tua nya mau merestui anak semata wayang nya menikah dengan orang biasa seperti Tiffany.

Lama berada diposisi tersebut akhir nya Tiffany melepas pelukan mereka dan membuka suara lebih dulu

“oppa, apa setelah kau menikah dengan wanita itu kau tetap berada di korea?” Tanya Tiffany sambil menghapus sisa air mata yang ada di pipi nya.

“sepertinya aku akan menetap di jepang fany aah, mengurus perusahaan appa yang ada disana” jawab donghae, berat sebenarnya meninggalkan kekasih nya ini

“ooh itu lebih baik, aku tidak akan sering melihatmu. Dan itu akan membantu ku perlahan melupakanmu” sebenarnya sangat sakit berbicara seperti itu, Tiffany berfikir apa dia bisa melupakan kekasihnya ini? Entahlah tapi yang pasti dia harus melupakan nya

“hmm mianhae” bisik donghae sambil membelai pipi Tiffany. lagi lagi Donghae meminta maaf pada kekasihnya dia benar benar menyesal .

Hari ini Tiffany dan Donghae benar benar menghabiskan waktu terakhir mereka, menikmati setiap waktu kebersamaan mereka. Melupakan sejenak permasalahan yang sedang mereka hadapi saat ini hanya untuk menyanangkan hati masing masing.

 

***

Beberapa hari setelah hari menyedihkan itu, hari hari Tiffany benar benar kacau. Tiffany tidak konsentrasi mengajarkan murid murid nya, dia lebih banyak melamun. Tiffany yang ceria jadi pemuram akhir akhir ini. Hari demi hari Tiffany lewati dan ini sudah 4 bulan setelah kejadian itu. Terkadang Tiffany bisa melupakan sosok Donghae tapi ada saat nya dia merindukan pria itu.

Pagi ini Tiffany bangun terlambat padahal dia ada jadwal mengajar pagi, ini gara gara semalaman dia tidak bisa tidur “sial!!” batinnya.

 

TIFFANY POV

“Aissh benar benar sial, seharus nya aku bangun lebih awal lagi” aku menuruni tangga dari kamar menuju meja makan, ku ambil sepotong roti dan mengoles nya dengan selai stroberry favorit ku. Dengan cepat aku keluar apartemen sambil mengunyah sarapan ku, dan sesampainya di parkiran aku langsung mengendarai mobilku. “semoga aku tidak terlambat” doa ku dalam hati.

Setelah beberapa belas menit akhir nya aku sampai di sekolah tempat ku mengajar ballet, aku berjalan dengan cepat menuju kelas mengajar, ketika di persimpangan aku berjalan lebih cepat lagi tanpa hati hati aku menabrak seseorang “AWW!!”pekik ku kaget karena orang itu membawa kopi hangat dan terkena baju ku. Lumayan panas

“Gwencana Agassi?” Tanya pria itu lembut, sepertinya dia khawatir

“hmm gwencana, josonghamnida aku yang tidak hati hati” jawab ku aissh kenapa ceroboh sekali aku ini

“aku juga minta maaf, seperti nya anda terburu buru?” Tanya pria itu, ya tuhan aku melupakan itu aku sedang terburu buru sekarang

“omo, benar aku sedang terburu buru. Sekali lagi aku minta maaf tuan..” jawab ku yang sedikit menggantung ketika aku tidak tahu siapa nama pria yang baru aku lihat ini.

“choi siwon panggil aku siwon” jawab pria itu langsung, oh namanya Siwon.

“baiklah choi siwon ssi, sekali lagi aku minta maaf dan aku pamit dulu” pamit ku pada nya tapi ketika aku baru akan berjalan dia memanggilku

“Agassi, boleh aku tahu namamu?” Tanya nya, aku lupa memberitahu nama ku

“Tiffany, Tiffany Hwang” jawabku singkat dan segera berjalan meninggalkan pria yang bernama choi siwon itu

“sampai ketemu lagi Tiffany ssi” teriaknya.

Hmm sepertinya aku baru melihat pria itu disini, siapa dia? Aah whatever lah kenapa aku jadi memikirkan pria itu. Gara gara tumpahan kopi tadi baju ku sedikit kotor “benar benar sial hari ini”

 

AUTHOR POV

Sepertinya hari ini bukan hari keberuntungan Tiffany. Bangun terlambat, menabrak seseorang dan kena tumpahan kopi, belum lagi murid murid nya yang protes karena Tiffany telat lima belas menit karena membersihkan noda kopi di bajunya “puft hari yang buruk” keluh Tiffany.

Sorenya ketika Tiffany akan pulang, hujan turun sangat deras. Tiffany berlari kecil menuju mobilnya, masuk kedalam dan memulai menghidupkan mesin mobil nya tapi sial mobilnya mogok “aiish ada apa dengan mobil ini” Tiffany mencoba menghidupkannya berulang kali tapi nihil mobilnya tidak mau hidup juga. Mobil Tiffany memang sudah termasuk tua, tapi Tiffany sayang untuk menjual nya karena mobil itu hadiah ulang tahun dari ayah nya ketika dia lulus SMA dulu.

Tiffany pun keluar dari mobil nya ingin mencari bantuan tapi sepertinya tempat ini sudah sepi, hanya ada satpam penjaga sekolah. Tiffany berencana meninggalkan mobil nya, biar besok orang bengkel lah yang membawa mobil nya. Tiffany pun meminta bantuan satpam tersebut dan menunggu di depan sekolah.

“sepertinya aku harus pulang naik bus sore ini, tapi aku lupa membawa payung. Bagaimana bisa aku ke halte tanpa payung, aku bisa basah kuyup nanti” Tiffany bicara sendiri tanpa sadar ada seseorang yang mendengarnya mengomel dari tadi

“hai, kita bertemu lagi” sapa pria itu sambil menepuk bahu Tiffany.

“yaa siwon ssi kau mengagetkan ku saja” jawab Tiffany menengok kebelakang terkejut karena kedatangan siwon yang tiba tiba.

“kau belum pulang Tiffany ssi?” Tanya siwon sambil memakai mantel nya dan sesekali melirik kearah Tiffany yang terlihat sangat prustasi.

“ belum, mobil ku mogok” jawab Tiffany singkat.

“butuh tumpangan?” tawarnya, Siwon memiringkan kepala nya dan memberikan senyuman termanis kearah Tiffany.

“tidak usah Siwon ssi, keunde apa kau punya payung? Apa aku boleh meminjam nya? Aku ingin ke halte depan tapi aku lupa membawa payung ku” jelas tiffany panjang lebar menatap wajah Siwon dan matanya berkedip beberapa kali.

“kau Cuma ingin meminjam payung? Kenapa tidak ikut pulang dengan ku saja, aku akan mengantar mu?” siwon menawarkan diri lagi, belum menyerah sepertinya

“tidak tidak, aku hanya ingin meminjam payung saja. Besok akan aku kembalikan” Tiffany tetap menolak ajakan siwon dan tersenyum memperlihatkan mata bulan sabit nya yang melengkung dengan sempurna.

“baiklah jika itu mau mu, sebentar aku akan mengambilkan payung nya dulu” siwon berlari menuju mobil nya mengambil payung untuk tiffany dan memberikan payung itu.

“gomawo siwon ssi,akan aku kembalikan payung mu besok, oke? Baiklah aku pulang dulu siwon ssi anyeong” pamit Tiffany sedikit membungkuk lalu memberjalan keluar gedung.

 

SIWON POV

“gomawo siwon ssi,akan aku kembalikan payung mu besok, oke? Baiklah aku pulang dulu siwon ssi” Tiffany langsung pergi begitu saja.

Yaa sepertinya aku benar benar di tolak, aku mengajaknya pulang bersama tapi dia hanya ingin meminjam payung. Wanita aneh, atau karena ini pertemuan pertama kami makanya dia menolak tawaranku. Hmm sepertinya aku harus sering sering bertemu dengan wanita itu supaya bisa lebih dekat dengannya.  Entah kenapa aku ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Tiffany, tapi sepertinya dia bukan wanita yang mudah untuk didekati.

pertemuan kami dilorong tadi pagi, insiden tabrakan tak terduga aku berharap bisa bertemu dengan nya lagi. Aku menyukai senyum manis nya, mata bulan sabit nya, ahh itu sangat sangat memabukkan. Ketika aku sedang asik dengan pikiran ku tiba tiba wanita yang aku tunggu sudah datang

“oppa kajja sebelum hari semakin malam”

“hmm sooyoung kajja” ajak ku, aku kesini memang untuk menjemputnya.

Tadi pagi aku juga mengantarnya. Adik sepupuku Presiden Direktur sekaligus pemilik  disekolah ini dan dia sedang tidak ingin mengendarai mobil sendiri, tumben sekali tapi tidak apa aku berterimakasih padanya berkat dia aku bisa bertemu dengan Tiffany dan besok aku tidak keberatan jika dia ingin aku antar jemput lagi.

 

AUTHOR POV

Pagi ini Tiffany bangun tepat waktu, dia pergi bekerja dengan santai  berjalan menuju halte bersenandung riang sambil memegang payung yang dia pinjam dari Siwon, dia berniat ingin mengembalikannya hari ini sesuai janjinya.

Sesampainya di tempat nya mengajar Tiffany langsung kemeja informasi untuk menanyakan orang yang bernama Choi Siwon, Pasti Tiffany mengira kalu pria itu bekerja disini. Benar tidak ada yang pria bernama Choi Siwon yang bekerja di sekolah ini

“huft kalau dia tidak bekerja disini lalu mengapa dia ada disini kemarin, atau dia mengantar putrinya. Ahh andwe andwe dia masih terlalu muda untuk mempunyai seorang anak aissh” Tiffany terus mengoceh sambil mondar mandir kebingungan

“pagi unnie…” sapa seorang wanita yang ternyata itu Sooyoung.

“pagi Sooyoung” sapa Tiffany kembali, Tiffany memang tidak memanggilnya Presdir Karena mereka sudah dekat beberapa bulan terakhir ini.

“unnie wae geure? Sepertinya kau ada masalah?” Tanya Sooyoung yang melihat kebingungan di wajah Tiffany.

“anyio, aku hanya ingin mengembalikan payung ini kepada seseorang tapi aku bingung orang itu tidak bekerja disini. Bagaimana aku bisa mengembalikan payung ini” keluh Tiffany sambil menghembus kan nafas kasar.

“mungkin dia wali dari murid yang belajar balet disini unnie, coba kau periksa lagi” sooyoung memberikan saran kepada Tiffany.

“sudah aku periksa, tapi tetap aku tidak menemukan orang yang bernama Choi Siwon” Tiffany benar benar putus asa.

“MWOO!! Nugu? Choi Siwon?” kaget Sooyoung yang sedikit berteriak, dia langsung menutup mulutnya karena tahu dia berlebihan kali ini

“nde Choi Siwon, apa kau mengenalnya?” Tanya Tiffany penasaran menatap manik mata Sooyoung lekat untuk meminta jawaban

“dia kakak sepupuku unnie, yaa bagaimana kalian bisa bertemu hoh?” Tanya Sooyoung dengan nada menggoda.

“kami hanya bertemu begitu saja, apa aku bisa menitipkan payung ini dengan mu sooyoungie?”  Tiffany memberikan payung itu tapi Sooyoung menolaknya “wae?” lanjut Tiffany bertanya pada Sooyoung

“unnie mian.. aku banyak sekali pekerjaan. kau sendiri saja yang memberikan payung itu” jawab Sooyoung santai

“tapi-“ baru Tiffany akan mengatakan alasannya tapi Sooyoung memotong perkataannya

“aku sudah mengirimkan alamat tempat Siwon oppa bekerja. So, kau bisa mengantarnya sendiri oke” potong Sooyoung sambil mengetik sesuatu di handphone miliknya, sepertinya mengirim alamat yang dimaksudnya tadi. Sooyoung pun langsung berlalu pergi meninggalkan Tiffany yang bingung dengan sikap Sooyoung.

“aissh anak itu, ingin memgembalikan payung saja dia menyuruh ku  ketempatnya bekerja” Tiffany menggeleng geleng sambil membaca alamat yang Sooyoung berikan tadi.

Sepertinya Tiffany berniat mengembalikan payung itu sore nanti, karena dia sudah berjanji akan mengembalikan payung itu keesokan harinya.

 

Jam mengajar Tiffany sudah selesai, sekarang sudah pukul lima sore. Sepertinya dia benar benar akan ke tempat Siwon bekerja kebetulan mobil nya sudah selesai di perbaiki jadi dia tidak susah susah naik bus. Baru saja Tiffany akan keluar gedung dia melihat pria yang tak asing lagi, dia langsung berjalan mendekati pria itu “kebetulan sekali” pikirnya jadi dia tidak perlu repot repot harus mengembalikan payung itu ke tempat pria itu bekerja karena tempatnya lumayan jauh.

“hai siwon ssi” sapa Tiffany lengkap dengan senyum manis dan mata bulan sabit nya. Siwon yang melihat senyum nya hanya diam seribu bahasa, senyum favorite Siwon.

“siwon ssi, siwon ssi” panggil Tiffany lagi sambil melambaikan tangannya didepan wajah siwon.

“ahh mian Tiffany ssi. Ada apa kau memanggilku? ” akhirnya Siwon sadar juga dari lamunannya.

“ini. aku ingin mengembalikan payung mu, terimakasih banyak kalau tidak ada payung ini mungkin kemarin aku sudah basah kuyup” jelas tiffany panjang lebar sambil menyerahkan payung itu.

“jangan terlalu berlebihan seperti itu, ini hanya kebetulan saja” jawab siwon santai sambil mengambil payung yang ada di tangan Tiffany.

Lama mereka saling diam akhirnya siwon lebih dulu membuka suaranya

“apa kau melihat Sooyoung?” Tanya Siwon basa basi karena bingung harus bicara apa

“sepertinya dia masih diruangannya” jawab Tiffany sambil melihat kesegala arah mencari tahu keberadaan Sooyoung

“aah itu dia” Tiffany menunjuk kearah datang nya Sooyoung

“oppa, unnie” pekik sooyoung sambil melambaikan tangannya.

“kalian sedang apa? Apa aku mengganggu?” Tanya Sooyoung polos, lebih tepatnya sok polos.

“anyio aku hanya mengembalikan payung ini, baiklah kalau begitu aku permisi dulu aku harus pulang” pamit Tiffany pada Sooyoung dan Siwon tapi tiba tiba Sooyoung menarik tangan Tiffany

“unnie, ikutlah dengan kami. kita makan malam bersama sudah lama sekali kita tidak makan malam bersama hmm?” ajak Sooyoung sambil menggoyang goyangkan tangan Tiffany seperti anak berusia 5tahun yang meminta sesuatu pada ibu nya.

“lain kali saja youngie” tolak Tiffany sambil melirik Siwon dan Sooyoung bergantian

“kau tidak boleh menolak, lagi pula Siwon oppa tidak keberatan kan, iya kan oppa?” kali ini Sooyoung bertanya pada kakak sepupu nya itu

“nde, aku tidak keberatan sama sekali. Ikutlah bergabung dengan kami” jawab Siwon, didalam hatinya dia benar benar ingin sekali Tiffany ikut makan malam bersamanya

“kau dengar unnie, oppa tidak keberatan sama sekali” jawab Sooyoung puas. Sambil menarik tangan Tiffany padahal Tiffany belum mengatakan iya atau tidak. “Ini pemaksaan” batin Tiffany

 

Sesampainya direstoran….

Mereka sedang asik menyantap makanan, sunyi tidak ada yang berbicara hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang mereka gunakan.

“aah aku melupakan sesuatu, aku ada janji dengan temanku” tiba tiba Sooyoung berteriak dan mengagetkan Tiffany dan Siwon.

“aku benar benar harus pergi oppa unnie. Kalian nikmati saja makan malam nya, dan oppa aku minta kau antar kan Fany unnie sampai rumah dengan selamat, oke?” lanjut Sooyoung panjang lebar sambil berlalu pergi.

Sebenarnya Sooyoung hanya berpura pura, dia tidak memiliki janji apapun. Sooyoung sengaja ingin meninggalkan Tiffany dan Siwon berdua, karena Sooyoung tahu kalau Siwon sepertinya menyukai Tiffany.

Siwon dan Tiffany masih terdiam, akhirnya Tiffany mengalah dia yang memulai obrolan ini

“siwon ssi kau tidak usah mengantar aku pulang, aku bisa pulang sendiri nanti” pinta Tiffany

“tidak bisa, aku harus mengantar mu pulang. Sooyoung akan marah padaku jika aku tidak mengantarmu pulang” tolak Siwon. Alasan lain karena Siwon ingin mengantar Tiffany pulang sebenarnya

“tidak apa, biar aku yang bicara dengan Sooyoung nanti” Tiffany masih menolak

“tidak, pokoknya kau harus pulang dengan ku. Aku tidak mau mendengar penolakan apapun darimu” paksa Siwon lagi dan mengarahkan tatapannya ke Tiffany

“baiklah” jawab Tiffany menunduk pasrah dan melanjutkan makannya lagi. Tidak Sooyoung tidak sepupunya sama saja tukang paksa pikir Tiffany

 

Selesai makan Siwon langsung mengantar Tiffany pulang keapartemennya. Sebenarnya Tiffany minta antar ke sekolah karena mobilnya di tinggal disana tapi Siwon tidak mengizinkan karena sudah larut malam dan pastinya karena janjinya pada Sooyoung.

Diperjalanan Tiffany sibuk melihat keluar jendela dan Siwon fokus menyetir tapi sekali kali dia melirik kearah Tiffany. Tiffany iseng iseng membuka buku yang ada di mobil siwon dan dilihat ada selembar foto bayi berusia enam bulan sepertinya. Dilihat nya oleh Tiffany foto dan Siwon secara bergantian “mirip” bisik Tiffany, apa ini foto Siwonn kecil

“siwon ssi ini kau?” Tanya Tiffany sambil tertawa kecil dan menunjukkan foto itu kearah Siwon.

“yaa kau dapat itu dari mana? Kembalikan kembalikan” siwon ingin merebut foto itu dari Tiffany tapi Tidak berhasil

“kau sangat lucu siwon ssi” puji Tiffany. Tiffany membalik foto tersebut karena ada tulisan yang membuat dia penasaran “Choi Siwon 7 april 1986”

“Choi Siwon 7 april 1986? Ini tanggal lahir mu siwon ssi?” Tanya Tiffany lagi sepertinya dia penasaran

“yup kau benar. Waeyo?”  jawab siwon tanpa melirik kearah Tiffnny karena dia masih fokus menyetir

“anyio, kau ternyata tiga tahun lebih tua dariku” jawab Tiffany sambil meletakkan foto itu pada tempatnya.

“benarkah? Berarti kau harus memanggilku oppa, seperti Sooyoung” canda Siwon

“Haruskah?” Tanya Tiffany singkat

“tidak, terserah kau saja mau panggil aku apa” jawab Siwon pasrah

“hmm baiklah oppa, siwon oppa” panggil Tiffany sedikit menggunakan penekanan ketika dia memanggil siwon oppa.

Tidak terasa akhirnya sampai di depan gedung apartemen Tiffany, ketika Tiffany akan turun siwon memegang tangan Tiffany “ah mian” tangannya benar benar tidak sengaja menyentuh tangan Tiffany

“hoh ada apa oppa?” Tanya Tiffany bingung.

“boleh aku pinjam handphone mu?” pinta siwon. Tiffany pun langsung mengeluarkan handphone miliknya dan memberikannya pada siwon tanpa bertanya lagi untuk apa meminjam handphone nya

“save nomor ku dan aku akan save nomor mu juga, oke?” siwon pun memberikan handphone kepada yang punya

“hmm ne!” Tiffany bingung harus berkata apa lagi ini tindakan Siwon yang tak terduga menurutnya.

“oppa aku masuk dulu ne, lain kali kau boleh mampir ke apartemen ku tapi tidak untuk malam ini. Karena ini sudah terlalu malam” jelas Tiffany

“haha arra arra” tawa Siwon mendengar penuturan gadis itu “masuklah, aku pulang dulu fany ahh bye” pamit siwon dan langsung melajukan mobilnya.

“Fany aah? Apa aku tidak salah dengar? Dia memanggil ku Fany ahh?” ada perasaan senang ketika Siwon memanggil nya dengan panggilan Fany ahh.

 

***

 

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, sudah satu bulan lebih Siwon dan Tiffany dekat, bahkan sangat dekat. Sering Siwon mengantar bahkan menjemput Tiffany di tempat kerjanya, mereka juga sering pergi bersama. Banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih karena terlihat cocok belum lagi siwon yang sering memanjakan Tiffany.

 

TIFFANY POV

Sebenarnya aku tidak enak pada Siwon oppa, dia selalu berbuat baik padaku, selalu memperhatikan ku. Siwon oppa sebenarnya sudah pernah menyatakan cinta nya padaku tapi aku menolaknya. Entahlah sampai saat ini aku masih belum mau menjalin hubungan dengan siapapun. Aku mencoba memberikan pengertian pada Siwon oppa dengan menceritakan semua masa lalu ku bersama Donghae oppa, dia bisa memaklumi itu. bahkan setelah aku menolaknya Siwon oppa tidak merubah sikap nya padaku, dia masih seperti Siwon oppa yang baik dan perhatian padaku.

Ketika aku menelvon nya untuk datang keapartemen ku karena ada serangga didalam kamarku, dengan cepat dia datang membantu belum lagi saat aku sakit, dia menjaga ku sepanjang malam, dia sangat khawatir saat itu. terkadang aku ingin membalas cinta nya tapi disisi lain aku takut ditinggalkan oleh pria yang aku cintai untuk yang kedua kalinya.

Malam ini Siwon oppa akan kerumah, dia ingin makan malam dirumah bersama ku, aku sudah selesai memasak. Hmm sepertinya sebentar lagi dia sampai pikirku, baru saja aku selesai merapikan meja bel apartemen berbunyi “itu pasti dia” ku buka pintu aprtemen ku, munculah sesosok pria tampan berlesung pipi yaa itu siwon oppa. Dia membawa sebuket bunga mawar berwarna pink, warna favoritku. Dia terlihat sangat tampan malam ini.

 

AUTHOR POV

Malam ini Siwon dan Tiffany menghabiskan malam bersama. Mereka makan berdua, sebenarnya makan malam biasa tapi terkesan romantis. Selesai makan malam Siwon dan Tiffany duduk di balkon sambil melihat bintang bintang, begitu banyak bintang malam ini begitu indah.

“fany ahh apa kau masih mencintai Donghae?” pertanyaan Siwon memecahkan kesunyian diantara mereka

“tidak, sudah lama cinta ini pudar. Bahkan perlahan aku sudah mulai melupakan pria itu, mana mungkin aku masih mencintainya disaat dia sudah bersama wanita lain” tutur Tiffany panjang lebar

“lalu apa yang membuat mu menolak ku?” Tanya Siwon dia benar benar ingin tahu alasannya. Kalau Tiffany benar benar sudak tak mencintai mantan kekasihnya itu lalu apa yang membuat Tiffany menolak cinta nya.

“a- aku hanya takut” jawab Tiffany lirih. Tertunduk sambil memainkan jari jari lentik nya.

“setelah aku menolak cinta mu saat itu kau malah semakin memberi perhatian padaku, aku ingin menolak nya tapi hatiku berkata lain hati ku  menerimanya. Bahkan saat kau menatapku dengan tatapan yang sulit aku artikan, perhatian yang kau berikan, dan kau selalu memanjakan ku jantungku berdetak tak beraturan. Aku pernah merasakannya dulu dan ini terulang untuk yang kedua kalinya, apakah aku juga mencintai mu?”

 

TBC…..

54 thoughts on “(AF) Sorry Part 1

  1. Kasian fany,cintanya ama donghae harus kandas, karna donghae dijodohkan oleh ortunya,dan ortu donghae gak pernah merestui hubungannya dgn fany,lagi2 karena status fany seorang guru balet dan yatim piatu,dan itu membuat fany trauma,dan juga menolak cintanya siwon,karena fany takut ditiggalkan untuk yg ke dua kalinya.
    Tapi jgn khawatir,siwon sangat mencintai tiffany.
    Aiggo……jadi penasaran nih kelanjutannya gimn?
    Thanks buat saeng dan ffnya.
    Saeng daebak……unnie really really love it fanfic.
    Saeng jjang dan hwaiting.
    Sifany 4ever ♡♡♡♡♡

  2. Atateing~~ Tiffany eonni sama Siwon oppa hmmm😄
    Siwon oppa bisa aja… dasar Mr.Skinship haha😃
    Tiffany eonni kasian ditinggal Donghae oppa huhu😢😵 tapi Siwon oppa tiba – tiba datang ke Tiffany eonni dengan segala perhatiannya😊 Siwon oppa bikin Tiffany eonni confused and baper ini😉😇💓 Upsss🙊 sorry eonni
    Ga sabar kelanjutan part berikutnya yuhuyyy!!
    Author Good!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s